makalah isbd by 3fpr35

VIEWS: 272 PAGES: 15

									                                  Kata Pengantar

       Assalamu’alaikum wr. wb.

       Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Memudahkan atas

taufiq dan ridlo- Nya makalah ini telah terseleseikan. Terima kasih juga kepada Ibu

Siti Mas’udah yang telah memberikan banyak masukan atas terseleseikannya

makalah ini sebagai tanggung jawab sebagai mahasiswa yan g sedang mempelajari

tentang sosial dan kebudayaan di masyarakat.

       Bab yang dibahas didalam makalah ini kali ini adalah mengenai manusia dan

lingkungan, yang diharapakan setelah mempelalajari dan menganalisisnya kita bisa

mengambil beberapa hal terkait manusia lingkungan seperti pengertian manusia

dalam sudut pandang isbd, pengertian lingkungan dan macam-macanya, hubungan

manusia dengan lingkungan serta menganalisis studi kasus yang terjadi di masyarakat

berkaitan dengan mansuai lingkungan.Sangat peting sekali penganalisisan dan

oemblajaran ini bagi calon petugas kesehatan karena tidak bisa dipungkiri

bahwasanya para petugas kesehatan itu akan berhadapan dengan yang namanya

manusia lingkungan dalam menunjang status kesehatan.

       Walaupun demikian tidak bisa dipungkiri bila dalam proses dan isi serta

penyususnannya dalam makalah ini banyak sekali kekurangannya. Untuk itu kami

sangat berharap sekali kritik dan saran guna perbaikan yang lebih baik pada

pembuatan makalah berikutnya.

       Semoga bermanfaat, amin. Wa’alaikumsalam wr.wb.

                                                           Surabaya, 15 April 2011

                                                                     Tim penyusun


                                                                                 1
                                     Bab 1

                                  Pendahuluan



1.1 Latar Belakang

       Membahas tentang manusia berarti membahas tentang kehidupan sosial dan

   budayanya, tentang tatanan nilai-nilai, peradaban, kebudayaan, lingkungan,

   sumber alam, dan segala aspek yang menyangkut manusia dan lingkungannya

   secara menyeluruh.

       Manusia adalah mahluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan

   potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran,

   pertumbuhan ,perkembangan, kematian, dan seterusnya yang saling terkait serta

   berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik

   baik itu positif maupun negatif. Manusia juga makhluk ciptaan-Nya yang paling

   tinggi derajatnya dibanding makhluk-makhluk hidup lainnya karena manusi a

   secara kodrati diberi aka budi yang memungkinkan adanya kebudayaan dari suatu

   proses yaitu proses belajar.

       Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran

   tentang apa yang menurutnya sesuai ketika tindakan-tindakan yang ia ambil.itu

   baik dan sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya

   dengan lingkungan dan tempat tinggalnya. Hal ini menjadikan manusia tidak

   hanya cukup berakal dan berbudi saja tetapi kenyataannya manusia memiliki

   kebutuhan, dorongan       dan kemauan yang pemenuhan serta perwujudannya

   menimbulkan variasi budaya.


                                                                              2
    Variasi budaya akan dapat berkembang bila manusia berinteraksi dengan

lingkungan. Tanpa interaksi dengan lingkungan maka perkembangannya akan

terhambat. Dengan demikian ternyata peran lingkungan sangat mempengaruhi

perkembangan manusia termasuk manusia di gunung bromo yang terkenal dengan

suku tenggernya, yang sebagai kajian kasus khusus dalam makalah ini untuk

menjawab tema yang diambil yaitu manusia dan lingkungan. Mereka secara

pemenuhan kebutuhan sangat bergantung denga lingkungannya, baik lingkungan

ekonomi, sosial maupun kesehatan.

    Kekhasan yang tampak pada salah satu komunitas manusi ini sengat menarik

untuk diadakannya kajian analisis, lebih-lebih analisis hubungan manusia yang

ada disana dengan lingkungannya. Lingkungan yang dimaksudkan dalam makalah

ini adalah lingkungan social dan kesehatannya.

    Bagaimana    keseharian   yang    dilakukan   penduduk   disana?apa   mata

oencaharian mereka? Seperti apa lingkungan biotiknya dalam menunjang

kebutuhannya? Bagaimana mereka dalam memberdayakan alam sekitar mereka?

Bagaiman a mereka mengolah dan meningkatkan hasil-hasil alam milik mereka?

Juga terkait apa saja mata pencaharian mereka? Agama yang mereka anut? Adat

dan kebiasaan yang berkembang disana? Kepercayaan yang diyakini disana?

Interaksi antar manusia yang ada disana seperti apa? Seta interakasi manusia

dengan lingkungan mereka? Kesemua pertanyaan diatas berujung kepada satu

kesimpulan yaitu tentang keterkaitannya manusia dengan manusia yang ada

disana serta manusia dengan lingkungannya.




                                                                             3
1.2 Tujuan

   a. Memahami pengertian manusia dan lingkungan

   b. Mengetahui kondisi lingkungan yang kondusif bagi manusia

   c. Memberikan gambaran hubungan manusia dengan lingkungannya

   d. Mencegah    berbagai   dampak   negatif   dari   pengaruh   manusia   pada

      lingkungannya

   e. Menganalisis sumber alam terkait sebagai kebutuhan manusia dan

      mengklarifikasinya




                                                                               4
                                           Bab 2

                                        Pembahasan



2.1 Manusia

    Manusia merupakan makhluk yang sempurna di antara makhluk lainnya.

Manusia memiliki akal yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya yaitu hewan

dan tumbuhan. Akal diberikan            untuk berfikir berdasarkan insting dan naluri.

Manusia juga merupakan makhluk sosial, mereka tidak bisa melakukan suatu hal atau

mengerjakan sesuatu secara sendiri. Jadi dapat disimpulkan bahwa manusia adalah

makhluk individu dan makhluk sosial.

   1. Manusia Sebagai Makhluk Individu

           Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris insalah

       satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devidedartinya terbagi. Jadi

       individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu

       berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan

       suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang

       paling kecil dan tak terbatas.

           Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani,

       unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Setiap manusia memiliki keunikan

       dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Kalau seseorang

       individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga

       memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor

       lingkungan (faktor fenotip). Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam


                                                                                      5
   pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan

   merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Ligkungan fisik seperti

   kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di

   mana eorang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi

   sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang

   lebih besar.

       Menurut Nursid Sumaatmadja (2000), kepribadian adalah keseluruhan

   perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-

   psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian

   situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi

   mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Dia

   menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam

   pembentukan karakteristik yang khas dari seeorang.

2. Manusia Sebagai Makhluk Sosial

       Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk

   bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang

   berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia

   sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia

   lainnya.

       Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial,

   karrena beberapa alasan, yaitu:

   a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.

   b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.


                                                                             6
   c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain

   d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.

3. Manusia sebagai makhluk Susila

       Aspek kehidupan susila adalah aspek ketiga setelah aspek individu dan

   sosial. Manusia dapat menetapkan tingkah laku yang baik dan yang buruk

   karena hanya manusia yang dapat menghayati norma-norma dalam

   kehidupannya.

       Kehidupan manusia yang tidak dapat lepas dari orang lain, membuat

   orang harus memiliki aturan-aturan norma. Aturan-aturantersebut dibuat

   untuk menjadikan manusia menjadi lebih beradab. Menusia akan lebih

   menghargai nilai-nilai moral yang akan membawa mereka menjadi lebih baik.

       Melalui pendidikan mampu diciptakan manusia yang bersusila karena

   hanya dengan pendidikan kita dapat memanusiakan manusia.Dengan

   demikian, kelangsungan kehidupan masyarakat tersebut sangat tergantung

   pada tepat tidaknya suatu pendidikan mendidik seorang manusia mentaati

   norma, nilai dan kaidah masyarakat.

4. Manusia Sebagai Mahluk Religius

       Manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa di muka bumi ini sebagai

   makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain. Melalui

   kesempurnaannya itu manusia bisa berpikir, bertindak, berusaha, dan bisa

   menentukan mana yang benar dan baik. Di sisi lain, manusia meyakini bahwa

   dia memiliki keterbatasan dan kekurangan. Mereka yakin ada kekuatan lain,

   yaitu Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta. Oleh sebab itu, sudah menjadi


                                                                                7
         fitrah manusia jika manusia mempercayai adanya Sang Maha Pencipta yang

         mengatur seluruh sistem kehidupan di muka bumi.

             Dalam kehidupannya, manusia tidak bisa meninggalkan unsur Ketuhanan.

         Manusia selalu ingin mencari sesuatu yang sempurna. Dan sesuatu yang

         sempurna tersebut adalah Tuhan. Hal itu merupakan fitrah manusia yang

         diciptakan dengan tujuan untuk beribadah kepada Tuhannya.

             Oleh karena fitrah manusia yang diciptakan dengan tujuan beribadah

         kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk beribadah kepada Tuhan pun diperlukan

         suatu ilmu. Ilmu tersebut diperoleh melalui pendidikan. Dengan pendidikan,

         manusia dapat mengenal siapa Tuhannya. Dengan pendidikan pula manusia

         dapat mengerti bagaimana cara beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.



2.2 Lingkungan

    Lingkungan adalah tempat dimana suatu makhluk hidup itu tumbuh dimana

meliputi unsur unsur penting seperti tanah, air, dan udara. Lingkungan sendiri

memiliki arti penting dalam kehidupan setiap makhluk hidup, misalnya lingkungan

hutan dimana setiap tumbuhan dan hewan bisa hidup dengan bebas untuk mencari

makan.

    Selain itu, ada pula lingkungan perkotaan dimana unsur bangunan sangat kental

di dalamnya, dalam hal ini sikap manusia mengenai lingkungan dan dampak dari

kegiatan manusia sangat tidak terurus dan terpikirkan, saat lingkungan rusak dan

ekosistem hancur maka keseimbangan antara kehidupan dan dengan kehidupan




                                                                                 8
lainnya akan berubah, hal ini memberikan dampak negatif bagi setiap makhluk hidup

yang ada di sekitarnya.

     Contoh nyata dari lingkungan yang telah rusak adalah perkotaan , dimana sungai

sebagai unsur air dan unsur kehidupan telah tercemar sehingga mengakibatkan

matinya kehidupan di air, ikan yang semula bisa bertahan hidup di air yang jernih ini

tidak bisa dijumpai lagi karena lingkungan tempatnya hidup sudah tidak mendukung

untuk kelangsungannya, selain itu hancurnya lingkungan berdampak juga bagi

kehidupan manusia dengan berkurangnya sumber air bersih. Untuk mencegahnya

maka perlu segera dilakukannya tindakan prefentif agar dampaknya tidak berlarut

larut.

     Lingkungan pada umunya sudah ditentukan oleh sang pencipta seperti ini namun

sudah menjadi kewajiban setiap manusia untuk menjaga dan melestarikanya,Dalam

tahapan perkembangan teknologi dan informasi semoga masalah mengenai hancurnya

lingkungan tempat kita tinggal bisa segera diatasi, dan juga semoga para pemimpin

kita diberikan kesadaran akan pentingnya tempat kita hidup daripada hanya

memikirkan uang.



2.3 Hubungan antara Manusia dan Lingkungan

     Manusia sebagaimana makhluk lainnya memiliki keterkaitan dan ketergantungan

terhadap lingkungannya. Manusia tidak akan pernah bisa hidup tanpa adanya

dukungan dari lingkungannya. Relasi manusia dan lingkungan merupakan hubungan

yang saling timbal balik karena manusia hidup di alam lingkungan hidup dan alam

sebagai lingkungan hidup juga membutuhkan manusia untuk pelestariannya. Jadi,


                                                                                   9
manusia butuh alam untuk kehidupannya dan alam juga membutuhkan manusia untuk

pelestariannya.



2.4 Studi Kasus

                            Tradisi Masyarakat Tengger

    Disamping pemandangan alam yang indah Gn.Bromo juga memiliki daya tarik

yang luar biasa karena tradisi masyarakat tengger yang tetap berpegang teguh pada

adat istiadat dan budaya yang menjadi pedoman hidupnya. Upacara Kasada terkenal

hingga manca negara dan selalu ramai di hadiri turis luar negeri maupun lokal.

    Suku Tengger berjumlah sekitar 40 ribu (1985) tinggal di lereng G.Semeru dan di

sekitar kaldera Tengger. Mereka sangat dihormati karena mereka hidup jujur, tidak iri

hati, dan tidak suka bertengkar. Masyarakat Tengger adalah keturunan Roro Anteng

(putri raja Majapahit) dan Joko Seger (putera seorang brahmana).

    Mereka sangat menjunjung tinggi persamaan, demokrasi, dan kehidupan

bermasyarakat. Bahasa daerah yang digunakan Masyarakat Tengger dalam kehidupan

sehari-hari adalah bahasa Jawa Tengger, yakni bahasa Jawa Kuno. Mereka tidak

menggunakan tingkatan bahasa, berbeda dengan bahasa Jawa yang dipakai pada

umumnya memiliki beberapa tingkatan.

    Tengger dikenal sebagai tanah hila-hila (suci) sejak jaman Majapahit, para

penghuninya dianggap sebagai abdi dibidang keagamaan dari Sang Hyang Widi

Wasa. Hingga kini Masyarakat masih mewarisi tradisi Hindu sejak jaman kejayaan

Majapahit. Agama Hindu di Bali dan di Tengger pada dasarnya sama yaitu Hindu




                                                                                  10
Dharma, tetapi Masyarakat Tengger tidak mengenal kasta, dan masih menganut

tradisi yang pernah berkembang pada jaman Majapahit.

     Tidak seperti halnya masyarakat Hindu di Bali, Masyarakat Tengger tidak

memiliki Istana, pustaka, maupun kekayaan seni-budaya tradisional, meski memiliki

beberapa obyek penting semacam lonceng perunggu dan sebuah padasan di lereng

bagian utara Tengger yang telah menjadi puing. Namun demikian mereka kaya akan

kepercayaan dan upacara adat, diantaranya ialah:

a.   Upacara Karo

     Hari raya terbesar masyarakat Tengger adalah Upacara Karo atau Hari Raya

     Karo. Masyarakat menyambutnya dengan penuh suka cita, mereka mengenakan

     pakaian baru kadang membeli pakaian baru hingga 2-5 pasang, perabotpun juga

     baru. Makanan dan minuman pun melimpah. Tujuan penyelenggaraan upacara

     karo adalah: Mengadakan pemujaan terhadap Sang Hyang Widi Wasa dan

     menghormati leluhurnya. Memperingati asal usul manusia. Untuk kembali pada

     kesucian. Untuk memusnahkan angkara murka.

b. Upacara Kapat

     Upacara Kapat jatuh pada bulan keempat (papat) menurut tahun saka disebut

     pujan kapat, bertujuan untuk memohon berkah keselamatan serta selamat kiblat,

     yaitu pemujaan terhadap arah mata angin.

c.   Upacara Kawulu

     Upacara ini jatuh pada bulan kedelapan (wolu) tahun saka. Pujan Kawolu sebagai

     penutupan megeng. Masyarakat mengirimkan sesaji ke kepala desa, dengan

     tujuan untuk keselamatan bumi, air, api, angin, matahari, bulan dan bintang.


                                                                                    11
d.   Upacara Kasanga

     Upacara ini jatuh pada bulan sembilan (sanga) tahun saka. Masyarakat

     berkeliling desa dengan membunyikan kentongan dan membawa obor. Upacara

     diawali oleh para wanita yang mengantarkan sesaji ke rumah kepala desa, untuk

     dimantrai oleh pendeta. Selanjutnya pendeta dan para sesepuh desa membentuk

     barisan, berjalan mengelilingi desa. Tujuan upacara ini adalah memohon kepada

     Sang Hyang Widi Wasa untuk keselamatan Masyarakat Tengger.

e.   Upacara Kasada




     Upacara Kasada dilakukan oleh masyarakat Tengger yang bermukim di Gunung

     Bromo Jawa Timur, mereka melakukan ritual ini untuk mengangkat seorang

     Tabib atau dukun disetiap desa. Agar mereka dapat diangkat oleh para tetua adat,

     mereka harus bisa mengamalkan dan menghafal mantera mantera. Beberapa hari

     sebelum Upacara Kasada bromo dimulai, mereka mengerjakan sesaji sesaji yang

     nantinya akan dilemparkan ke Kawah Gunung Bromo. Dan mereka melemparkan

     ke dalam kawah, sebagai simbol pengorbanan yang dilakukan oleh nenek



                                                                                  12
     moyang mereka. Di dalam kawah banyak terdapat pengemis dan penduduk

     tengger yang tinggal dipedalaman, mereka jauh jauh hari datang ke gunung

     bromo dan mendirikan tempat tinggal dikawah gunung Bromo dengan harapan

     mereka mendapatkan sesaji yang dilempar. Penduduk yang melempar sesaji

     berbagai macam buah buahan dan hasil ternak, mereka menganggapnya sebagai

     kaul atau terima kasih mereka terhadap Tuhan atas hasil ternak dan pertanian

     yang melimpah, sebagai aktivitas sehari-hari penduduk tengger pedalaman yang

     berada dikawah gunung bromo.

f.   Upacara Unan-Unan

     Upacara ini diadakan hanya setiap lima tahun sekali. Tujuan dari unan-unan

     adalah untuk mengadakan penghormatan terhadap Roh Leluhur. Dalam upacara

     ini selalu diadakan penyembelihan binatang ternak yaitu Kerbau. Kepala Kerbau

     dan kulitnya diletakkan diatas ancak besar yang terbuat dari bambu, diarak ke

     sanggar pamujan.



2.5 Analisis Studi Kasus

Manusia: - masyarakat tengger dari sejarahnya berasal dari keturunan kerajaan
majapahit yang terisolasi di daerah gunung Bromo

     -   Berdasar historisnya, masyarakat tengger menjadi masyarakat yang solid dan
         menjunjung tinggi persamaan, demokrasi, keharmonisan dengan alam dan
         kehidupan sosialnya.
     -   Masyarakat Tengger juga memiliki toleransi yang tinggi dengan masuknya
         agama lain seperti Islam dan Kristen, namun mereka masih tetap
         mengagungkan agama mereka yakni Hindu yang dibawa Majapahit tanpa
         kasta.
     -



                                                                                13
Lingkungan

   -   Lingkungan alam sekitar Gunung Bromo masih sangat asri, mengingat tempat
       ini juga merupakan area hutan nasional yang dikelola pemerintah
   -   Lingkungan social di Tengger juga sangat bagus terlihat dari kebersamaan
       yang selalu terjaga. Terlihat saat pagi hari mengobrol bersama didepan rumah
       dan menggunakan sarung sebagai pakaian khasnya.

Kesehatan

-Masyarakat tengger yang terbiasa membawa hasil kebun yang rata-rata 50 kg dengan
cara dibawa dengan sebatang tiang yang dimuati 2 keranjang super besar.

- meski orang disana terlihat sangat kuat fisiknya terutama otot, rumah mereka
belumlah sevisi dengan arti kesehatan yang kita pelajari. Hal ini terlihat dari lantai
rumahnya yang sebagian masih berupa tanah

-Dari segi fisiologis, kadar HB mereka lebih tinggi dari kita yang di Surabaya, terlihat
dari pipinya yang selalu kemerahan

- untuk mmenuhi kebutuhan nutrisinya, banyak orang tengger turun ke kota untuk
membeli bahan makanan yang tidak terdapat diatas sekaligus menjual barang yang
dimilikinya dari atas seperti sayuran tomat, dll.




                                                                                     14
                                        Bab 3

                                      Penutup



3.1 Kesimpulan

    Keunikan dari tengger adalah mereka tetap memegang teguh tradisi-tradisi nenek

moyang mereka dari leluhur mereka majapahit seperti persamaan, toleransi, dan lain

sebagainya. Sehingga tidak heran bila warga tengger disini terkenala dengan

toleransinya termasuk tolerangsi antar umat beragama.Terkait manusia lingkungan,

hampir semua warga tengger sangat menggantungkan kehidupannya terhadap kondisi

lingkungan sekitarnya.




3.2 Saran

    Kita harus mejadikan masyarakat tengger menjadi cermin kita yang mana mereka

selalu menjaga dan melestarikan kebudayaan mereka agar budaya-budaya itu tidak

akan punah. Karena kita tahu bahwa budaya di Negara kita semakin hilang karena

masyarakat kurang peduli dengan budayanya sendiri. Selain dalam hal kebudayaan,

kita juga harus bisa menjaga dan melestarikan lingkungan alam karena manusia dan

lingkungan alam itu merupakan simbiosis mutualisme.




                                                                               15

								
To top