Docstoc

tips toefl

Document Sample
tips toefl Powered By Docstoc
					Tips Ujian TOEFL

My opinion from the Headlines of kompas.com:
Memang TOEFL itu bervariasi. Sekarang bukan zamannya lagi TOEFL paper based test. Sekarang,
dengan kemajuan teknologi, iBT TOEFL telah "melanggang" buana. Tipe-tipe dalam iBT berbeda dari
pBT (paper based test). Hal ini karena, dalam internet based, semua aspek diujikan, terlebih lagi speaking
dan writing yang menantang.
Contohnya: kita disodorkan dua case, pertama dari reading, yang memberikan suatu opini tertentu.
Kemudian kita disodorkan oleh listening, yang membawa kita pada situasi yang berbeda (kontra atau
mendukung) reading test. Nah, inilah yang berbeda, dan dengan perbedaan ini kita harus lebih meng-
improve listening, writing, selain juga structure and written expression. Na, selamat ber-TOEFL ria...!


Inilah beritanya:
SETIAP kali jadwal penerimaan mahasiswa dimulai atau tawaran beasiswa studi di luar negeri dari institusi
bergengsi dibuka, para calon mahasiswa di seluruh dunia berbondong-bondong mengikuti ujian bahasa
Inggris TOEFL (Test of English as a Foreign Language). Itulah tes kemampuan berbahasa Inggris yang
diselenggarakan bagi orang-orang yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris.

TOEFL pertama kali diselenggarakan pada tahun 1963. Hingga saat ini, TOEFL diselenggarakan di 165
negara dan puluhan juta orang telah mengikuti tes tersebut. TOEFL mempunyai kedudukan yang sangat
penting karena semua perguruan tinggi di luar negeri, terutama negara-negara berbahasa Inggris,
menjadikan TOEFL sebagai salah satu syarat penerimaan mahasiswa. Biaya mengikuti tes TOEFL sebesar
130 dollar Amerika.

TOEFL ada dua macam, yakni International TOEFL dan Institutional TOEFL. International TOEFL
diselenggarakan oleh Kantor TOEFL di Amerika, dengan menunjuk badan-badan khusus yang tersebar di
seluruh dunia. Saat ini, soal-soal International TOEFL yang diselenggarakan di ibu kota negara sudah
menggunakan sistem komputer, namun di kota-kota lain masih menggunakan sistem kertas dan pensil.


Institutional TOEFL biasanya diselenggarakan perguruan tinggi atau lembaga bahasa Inggris terkemuka,
dengan mengacu soal-soal dari International TOEFL. Institutional TOEFL juga masih menggunakan sistem
kertas dan pensil. Walaupun soal-soalnya sama, namun hasil tes Institutional TOEFL tidak diakui secara
internasional.

Sebaiknya sebelum memutuskan mengikuti International TOEFL, pastikan dulu pada pihak universitas atau
pemberi beasiswa apakah mereka menerima Institutional TOEFL. Jika ya, lebih baik mengambil
Institutional TOEFL karena biayanya jauh lebih murah, hanya 25 dollar Amerika. Di Indonesia, salah satu
penyelenggara Institutional TOEFL adalah Aminef.

BANYAK orang menganggap soal TOEFL sangat sulit dan menjebak karena berbeda dengan soal-soal di
bahasa Inggris biasa (general English). Namun walau sulit, bukan tidak mungkin mendapatkan nilai tinggi
di TOEFL. Dengan persiapan yang baik dan tahu strategi mengerjakan soal-soal TOEFL, maka peluang
mendapatkan nilai tinggi TOEFL sangat terbuka.

"Ujian TOEFL memang sukar. Soalnya banyak yang mengecoh. Selain itu, waktu yang tersedia sangat
pendek. Dalam waktu 130 menit harus mengerjakan 140 soal dan mengerjakan esai 300 kata dalam waktu
30 menit. Untuk ujian listening, peserta ujian harus mengerahkan konsentrasi karena percakapannya sangat
cepat, sering tidak jelas, dan hanya diputar satu kali," kata Danny R Cyssco, penulis buku TOEFL dan
Bahasa Inggris, dalam seminar "Keys to Succes in TOEFL" yang diselenggarakan Toko Buku Gramedia,
akhir Juli lalu.

Menurut Cyssco, tidak bisa ujian TOEFL dilakukan dengan hanya belajar satu malam atau satu minggu
sebelum tes. Para peserta TOEFL harus mempersiapkan diri jauh-jauh hari agar bisa mendapatkan nilai
tinggi.

"Sebaiknya ambillah kursus persiapan TOEFL untuk meningkatkan pemahaman bahasa Inggris. Persiapan
juga bisa dilakukan dengan mempelajari buku-buku TOEFL, mencoba mengerjakan soal-soalnya, lalu
mencocokkan jawabannya. Dengan sering mencoba soal-soal tersebut, peserta menjadi terbiasa dengan
jebakan-jebakan yang ada di TOEFL," ujar Cyssco.

Tambahnya, "Jika sudah biasa mengerjakan, maka peserta tes tidak lagi merasa gugup dan grogi saat ujian.
Sesiap apa pun seorang peserta, jika perasaan tidak tenang maka dia bisa gagal dalam ujian itu."

Tes TOEFL terdiri dari empat bagian, yakni listening (mendengarkan), structure and written expression (tata
bahasa), reading (memahami bacaan), dan writing (esai). Mendengarkan terdiri 50 soal dan lamanya 35
menit. Tata bahasa mempunyai 40 soal yang harus dijawab dalam waktu 25 menit. Dan untuk mengerjakan
50 soal bacaan disediakan waktu 55 menit. Sedangkan untuk esai, setiap peserta harus membuat karangan
sepanjang 300 kata dalam waktu 30 menit. Dalam menulis karangan ini, setiap peserta harus memberikan
argumentasi.

Karena waktu yang disediakan sangat pendek sementara soalnya begitu banyak dan menjebak, maka
diperlukan strategi dalam mengerjakannya.

Menurut Cyssco ada kiat-kiat umum yang bisa dilakukan oleh para peserta.

Pahami perintahnya dengan baik. Dari tahun ke tahun, perintah yang ada dalam soal-soal TOEFL selalu
sama. Jadi hal ini bisa dipelajari sebelum mengikuti tes. Dengan begitu, tidak perlu membuang waktu untuk
membaca perintah soal.

Dengarkan percakapan dengan seksama karena hanya diputar satu kali. Konsentrasilah pada soal. Jangan
bicara atau melihat ke sesuatu yang lain karena bisa membuyarkan konsentrasi.

Pilihlah pertanyaan yang mudah dulu. Jangan buang waktu untuk mengerjakan soal yang sulit. Biasanya,
soal-soal TOEFL bertingkat, dari mudah ke sulit. Namun untuk jawabannya, tidak ada model yang pasti.
Maksudnya, setelah menjawab B empat kali, maka jawaban berikutnya pasti D.

Jangan sampai ada soal yang kosong karena sistem penilaian TOEFL bukan sistem penalti, dikurangi bila
memberikan jawaban salah.

Jangan menyontek atau memberitahu teman. Jika ketahuan, maka panitia tidak segan-segan mengeluarkan
peserta itu dan melarang mengerjakan tes lagi.

SELAIN ada kiat-kiat umum, tentu ada kiat khusus. Kiat khusus ini sangat berguna untuk mengerjakan soal
mendengarkan dan tata bahasa.

Kiat khusus untuk soal mendengarkan. Duduklah di dekat pengeras suara, bukan di dekat radio tape. Namun
jangan duduk di depannya langsung, juga jangan dekat tembok karena suara akan bergema.

Soal mendengarkan terdiri dari tiga bagian. Masing-masing bagian memiliki kiat khusus. Untuk bagian
pertama, begitu mendengar percakapan, fokuslah pada pembicara ke dua. "Biasanya jawabannya ada pada
pembicara ke dua," kata Cyssco. Kemudian perhatikan struktur kalimat dan ekspresi dari pembicara.
Misalnya setuju, terkejut, tidak pasti, menyarankan, dan sebagainya.

Untuk bagian kedua, fokuskan pendengaran pada kalimat pertama karena ide dari percakapan tersebut ada
di situ. Buatlah kesimpulan tentang situasi dan keadaan di mana percakapan itu terjadi. Misalnya kapan, di
mana, dan siapa. "Tetapi jangan buat catatan karena hal itu dilarang. Jika tidak yakin tebak saja," tegas
Cyssco.

Untuk bagian ketiga, bacalah dulu keempat jawaban dari masing-masing soal, lalu pilihlah jawaban yang
cocok dengan percakapan.

Strategi khusus yang bisa dipakai untuk soal tata bahasa adalah memahami soal. Mulailah mengerjakan soal
yang mudah, yakni nomor 1-15. Setelah itu baru nomor 16-40. Pilihlah dua jawaban yang paling mungkin,
lalu pelajarilah. Jika masih tidak tahu mana jawaban yang benar, tetaplah menjawab. Jika masih ada waktu,
periksalah nomor-nomor akhir karena itu yang sulit.

Satu yang harus diingat, walau nilai TOEFL penting, yang lebih penting lagi adalah pemahaman yang baik
terhadap bahasa Inggris dan berani menggunakannya.

Disarikan dari kompas.com
==========

Tips Sukses Ujian / Tes TOEFL

Test Of English Foreign Language (TOEFL) dewasa ini banyak dipergunakan sebagai bagian dari tahap
seleksi oleh suatu instansi, baik untuk tes masuk S2 (skor min : 450), tes mendapatkan beasiswa (skor min :
500) maupun tes penerimaan ODP Bank Mandiri (skor min : 450). Pembahasan mengenai materi TOEFL
telah sering disampaikan. Untuk itu berikut ini akan diulas tips lengkap dari sisi lain, agar Anda dapat
sukses dalam mengambil ujian TOEFL :

1. Siapkan Kemampuan Otodidak. Sebelum mengambil TOEFL Preparation Program ataupun TOEFL Test
Program, akan lebih tepat apabila anda mengoptimalkan skill anda secara otodidak terlebih dahulu. Karena
apabila skill anda masih sangat kurang, TOEFL Preparation akan menjadi sia-sia. Buku Barron’s lebih dari
cukup untuk membantu anda dalam tahap belajar otodidak ini, karena telah dilengkapi penjelasan-
penjelasan praktis tentang grammar, reading, kaset untuk kebutuhan listening serta soal-soal latihan lengkap
dengan pembahasannya

2. Berlatih Listening. Berlatih listening tidak harus menggunakan kaset percakapan dalam tes TOEFL,
namun bisa dibuat lebih menyenangkan sehingga anda tidak bosan dalam berlatih. Sediakan waktu
setidaknya 2 jam sehari untuk mendengarkan percakapan bahasa inggris melalui media-media umum seperti
siaran BBC, Menonton acara National Geographics atau bahkan menonton film berbahasa inggris (tanpa
text yach...)

3. Berlatih Reading. Untuk memudahkan dalam berlatih reading ala TOEFL adalah berlatihlah membaca
cepat dan memahami makna secara kalimat atau secara paragraf. Jangan terpaku pada kata per kata. Hal ini
akan melatih anda dalam hal "paraphrase" (menyimpulkan makna secara singkat) dan pronoun (Penggunaan
he, she, it, dst sebagai pengganti orang I/II/III) dari sebuah paragraf.

4. Mencari Lawan Bicara. Hal ini akan melatih anda dalam mendengarkan untuk kemudian berbicara. Disini
anda dilatih untuk menyusun kata-kata secara terstuktur berdasarkan dasar-dasar pemahaman anda pada
poin 1.
5. Berlatih Soal. Berlatih soal berguna bagi Anda untuk memahami model-model soal tes TOEFL. Sehingga
semakin sering anda berlatih, maka semakin familiar anda dengan soal-soal TOEFL. Untuk berlatih dengan
soal TOEFL, anda bisa medownload di sini

6. Tenang. Setelah anda melakukan cara-cara persiapan di atas, tiba waktunya anda berhadapan dengan
ujian TOEFL. Yang perlu Anda perhatikan adalah : tenang. Jangan terburu-buru menjawab, kerjakan soal
dengan tenang.

7. Konsentrasi. Konsentrasi merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan anda dalam TOEFL khususnya
untuk sesi listening, karena materi soal dan pertanyaan tidak akn pernah diulang. Sehingga sekali
terlewatkan 3-4 kata maka anda berarti telah melawatkan 1 buah soal.

8. Jangan Terpaku Pada 1 Soal. Mengingat waktu yang diberikan sangat terbatas, biasakan jangan terlalu
lama untuk menjawab satu soal. Apabila satu soal sepertinya sulit, tinggalkan soal tersebut dengan cepat dan
lanjutkan dengan soal berikutnya. Gunakan waktu sisa untuk mengulang soal yang ada, hal ini hanya
berlaku untuk sesi grammer dan reading

Tetap semangat dan terus tingkatkan kemampuan Anda dalam berbahasa Inggris.
Semoga tips dari saya bisa membantu Anda semua.
Salam sukses..!
See you on TOP!
==========

Tips jitu tingkatkan kemampuan listening TOEFL

Bagi teman-teman yang merupakan scholarship hunter mungkin sudah sangat familiar sekali dengan yang
namanya TOEFL (Test of English as Foreign Language). Dikoordinasikan dibawah ETS
(http://www.ets.org/), TOEFL sekarang ini sudah menjadi syarat mutlak bagi seseorang yang ingin apply
suatu beasiswa. Jika dibandingkan dengan saudaranya IELTS, penggunaan TOEFL sebagai salah satu
ukuran standar kemampuan bahasa inggris sudah diakui dan umum dihampir semua negara.

Berkaitan dengan score TOEFL, biasanya tiap-tiap universitas memiliki standar yang berbeda-beda. Ada
yang mensyaratkan cukup 500 (PTN dalam negeri), 550 (nilai min standar), 580 atau bisa juga diatas 600
terutama untuk program-program tertentu seperti MBA.

Terlepas dari berapa score TOEFL yang dibutuhkan, sebenarnya TOEFL ini termasuk ujian yang gampang-
gampang susah untuk ditaklukkan. Bagi kebanyakan orang dari beberapa section ujian TOEFL, listening
adalah section yang paling berat. Sepertinya susah sekali mencuri angka di section ini, beda halnya dengan
section lain terutama structure dan reading. Untuk structure dan reading mungkin bisa kita antisipasi dengan
banyak belajar dan latihan, persiapan satu dua bulan bisa dirasa cukup untuk mendapatkan score yang bagus
disection ini. Bisa lah kita katakan, semakin banyak latihan dan persiapan maka semakin besar peluang
untuk mencuri angka.

Tapi bagaimana dengan listening?

sepertinya susah sekali, meskipun kita sudah berusaha latihan sekuat tenaga sampai telinga ini mau pecah
dengerin obrolan-obrolan di kaset/ CD tetap aja susah untuk mendapatkan point. Padahal untuk
mendapatkan nilai TOEFL diatas 600, keberhasilan di section ini sangat menentukan sekali. Tidak hanya
bisa bergantung pada section yang lain saja (structure & writing). Biasanya jika seseorang itu hanya
mengandalkan section structure & reading (PBT), score TOEFL yang diperoleh umumnya hanya berkisar
antara 550-570.

Sedikit berbeda dengan section yang lain, kemampuan listening tidak bisa ditingkatkan hanya dalam waktu
singkat. Perlu tahap dan proses yang berangsur-angsur sampai seseorang itu benar-benar mampu untuk
memilah kata yang didengar dengan baik.

Memulai belajar listening secara bertahap semenjak bangku kuliah adalah cara yang tepat. Disamping task
yang tidak terlalu banyak hanya berkutat di study, konsentrasi dan daya serap otak juga masih fresh. Jadwal
kuliah yang padat juga tidak menjadi masalah, kita bisa lah mencuri waktu 1 atau 2 jam sehari untuk belajar
listening.
Justru pola belajar yang berangsur-angsur seperti ini lebih baik dibanding persiapan instensif 3 bulan.

Bagaimana dengan materi listening? biasanya kita susah sekali untuk mendapatkan materi listening yang
cukup. Hanya bermodal kaset Barron, Cliff atau buku-buku terbitan lokal. Geli juga mendengar beberapa
orang teman yang menanyakan hal ini. Padahal di internet sekarang ini banyak sekali media website yang
menyediakan materi-materi listening yang siap untuk di download setiap saat. Gratisss lagi.

Misalnya saja voanews.com (http://voanews.com) menyediakan materi listening dalam bentuk berita yang
dapat didownload. Jumlahnya materinya banyak sekali, rata-rata untuk setiap berita yang di keluarkan oleh
VOA selain ditampilkan dalam format .html website, biasanya juga disediakan file .mp3 nya yang bisa kita
download. Jadi kita bisa dengar berita sambil belajar bahasa inggris. Klo teman-teman ada yang bingung
dengan kosa kata yang didengar, kita tinggal lihat aja di transcript berita.

Saking dedicatednya :-B, VOA juga menyedikan website khusus untuk pemula yang ingin belajar bahasa
inggris. Namanya VOA Special English (http://www.voanews.com/specialenglish/index.cfm). Disini materi
berita listening disediakan dalam tempo lambat mungkin sekitar 3/4 lebih lambat dibanding conversation
standard. Jadi kita bisa lebih fokus untuk mencoba memilah kata. Untuk awal Special English adalah pilihan
yang tepat, jika sudah mulai terbiasa coba naik level dengan mendengarkan materi listening berita yang ada
di VoaNews nya sendiri dengan tempo standar.

So gampang kan? dari segi materi bisa dikatakan tidak ada masalah. Tinggal kemauan dan komitmen disini,
karena kembali lagi ke awal pembicaraan, kemampuan listening bukan hal yang ditingkatkan dalam waktu
singkat. So butuh kesabaran dan konsistensi juga.

BBC juga menyediakan materi listening dalam bentuk berita yang juga dapat didownload. Tapi karena
basenya Inggris, tentu pelafalan dan kosa katanya sedikit berbeda. Mungkin untuk teman-teman yang mau
belajar IELTS dapat menjadi source yang bagus.

Tetap semangat dan terus tingkatkan kemampuan Anda dalam berbahasa Inggris.
Semoga tips dari saya bisa membantu Anda semua
=========

TIps Mudah Mengerjakan TOEIC TOEFL

Diposkan oleh Muhamad Ali Saifudin di 09:51 . Kamis, 11 Februari 2010
Label: Belajar Inggris, Tips N Trik, Tips TOEFL, Tips TOEIC, Tips UNAS, TOEFL and TOEIC
Dibawah ini adalah Tips dan Trik Mengerjakan Soal-Soal Ujian TOEIC dan TOEFL. Tips dan Trik
Mengerjakan TOEIC dan TOEFL ini merupakan awal dari sukses dalam Mengerjakan Soal TOEIC dan
TOEFL. Bagi para pemula yang akan mencoba berlatih mengerjakan Soal TOEIC dan TOEFL alangkah
baiknya untuk membaca Tips dan Trik cara mengerjakan TOEIC dan TOEFL.


                            HOW TO ANALYZE PICTURES IN DOING TOEIC

1. ASSUMPTIONS
You may have to make assumptions when you listen to the TOEIC test. These assumptions will be based on
what you can infer in the picture. You will lave to determine which of the four statements you hear is true or
might be true. One statement (answer choice) will be true or will most likely be true. That choice will be the
correct answer.
Example;
This is laboratory The people are wearing protective clothing.
There are bottles on the shelves There are at least four people in the lab.

2. PEOPLE
You may have to identify the people in a picture. You may identify them by number, gender, location,
description, activity, or occupation.
Strategy:
Remember, statements must be completely true. Be careful about statements that are partly true, but not
totally true. Analyze the picture carefully. Pay attention to the number, gender, or occupation of the people
in the picture.

3. THINGS
You may have to identify things in pictures. When you look at a picture, try to name everything you see. On
the TOEIC, you will NOT have to know words, expressions, or idioms that are specific to one particular
occupation. For example, in a picture of a man working in a plastics factory, you should know the general
word machine. You do not have to know the occupation-specific term extruder.

4. ACTIONS
You may have to identify the actions in a picture. When you look at a picture, analyze the time sequence of
the actions. This will help you understand what is happening now.

5. GENERAL LOCATIONS
You may have to identify the general location of a picture. When you look at a picture, analyze the clue to
determine a location. If you see a car, a mechanic, some tools, and a customer in a picture, you can assume
the location is an automobile repair shop. If you see men and women working at desks with computers, you
can assume the location is an office. A picture is full of clues to help you identify the general location.

6. SPECIFIC LOCATIONS
You may have to identify the specific locations of people and things in a picture. When you look at a
picture, analyze the relationship of the people and things.

                                       Prepositions and Phrases of Location
above, across, around, at, below, beneath, beside, between, by, close, to, far, from
,in, in back of, in front of, inside, near, next to, on, on top of, outside, over, to the left of, to the right of,
under, underneath

Strategy for Analyzing Pictures
Ø When you look at a picture, analyze the people. Determine their number, gender, location, and
occupation.
Ø Look for context clues in the picture.
Ø Listen for the meaning of the whole sentence to determine which choice best matches the picture.

7. SIMILAR SOUNDS
On the TOEIC, you may have to distinguish between words similar sounds. When you hear the answer
choices, pay attention to the meaning!. There will be context clues that help you understand the meaning.
Do not be confused by words with similar sounds.
Here are examples of similar sounds:

                                           Different Vowel Sounds
bass;base, boots;boats, bus;boss, car;core, cart;court, drug;drag, deep;dip, fall;full, fun;phone, gun;gone,
grass;grease, letter;later

                                    Different Initial Consonant Sounds
back;pack;rack, core;tore;sore, race;case;place, hair;fair;tear

                                        Different Final Consonant Sounds
cab;cap, little;litter, nab;nap, think;thing

                            Two or More Words That Sound Like One Word
mark it;market, sent her;center, letter;let her, I scream;ice cream

                      Words That Have Sounds That Are Part of a Longer Word
nation;imagination, mind;remind, give;forgive, intention;unintentional

8. RELATED WORDS
On the TOEIC, you may have to distinguish between related words. When you hear the answer choices, pay
attention to the meaning!. Be careful of words from the same word family or words with associated
meanings.
Sometimes there related words may not be written down or spoken. They may be suggested by the picture.
For example, a picture of someone putting on snow skis may make you think of the related word mountain,
even if a mountain is not in the picture.

SUMMARY
The photo provides the context for the meaning of a word. Make sure the meaning of the word in the photo
matches the meaning of the word in the statement, question, and answer choices. Answer options that
contain related words are generally incorrect. Do not be confused by related words.
Taken from How To Prepare for the TOECT Test

Demikian sedikit Tips dan Trik Mengerjakan Soal-Soal Ujian TOEIC dan TOEFL. Tips dan Trik
Mengerjakan TOEIC dan TOEFL ini merupakan awal dari sukses dalam Mengerjakan Soal TOEIC dan
TOEFL. Bagi para pemula yang akan mencoba berlatih mengerjakan Soal TOEIC dan TOEFL alangkah
baiknya untuk membaca Tips dan Trik cara mengerjakan TOEIC dan TOEFL. Maturnuwun and Sukses
 ======

TOEIC Preparation: Listening Comprehension
Posted on July 28, 2008 by Havid Ardi

Penguasaan Bahasa Inggris seringkali dihubungkan dengan score TOEFL atau TOEIC yang dimiliki
seseorang. Namun, banyak orang mengeluhkan rendahnya perolehan score dalam listening pada berbagai
ujian English proficiency tersebut. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh tidak diketahuinya strategi terbaik
dalam menjawab soal listening ini.
Test TOEIC yang merupakan ‘saudara’ dari ujian TOEFL sedikit berbeda dari saudaranya. Bedanya TOEIC
dipakai di dunia kerja, sementara TOEFL di dunia akademik misal untuk melanjutkan studi.

What is TOEIC Test?
TOEIC (Test of English for International Communication) mengukur English Proficiency yang dimiliki oleh
orang dewasa. Biasanya digunakan oleh perusahaan, sekolah SMK dalam mengukur penguasaan bahasa
calon karyawan maupun siswa. Tes ini bukanlah suatu academic test, namun sebuah tes internasional yang
mengukur penguasaan vocabulary dan grammar.

Section in TOEIC Test
Listening Comprehension (100 soal/45’)
Part I: Picture (20 soal)
Part II: Question and Response (30 soal)
Part III: Short Conversation (30 soal)
Part IV: Short talks (20 soal)
Reading (100 soal/75’)
Part V: Incomplete sentence (40 soal)
Part VI: Error recognition (20 soal)
Part VII: Reading comprehension (40 soal)

Karakter dan Strategi
Karakter Pada Part I
Pada bagian pertama ini anda akan melihat sebuah picture (gambar) dan diikuti 4 pernyataan dalam bahasa
Inggris. Sebaiknya saat instruksi diberikan lihat gambar-gambar tersebut dan pelajari apa saja benda-benda
yang terlihat.

Pernyataan biasanya dalam bentuk present continuous tense.
Sering menggunakan pronoun
Kalimat singkat 4-6 kata
Sering menggunakan kontraksi (it’s, aren’t)
Penggunaan definite article (the)

Strategi
Cari main idea
Hati-hati dengan kata-kata yang memiliki suara yang sama
Buatlah perkiraan sebelum mendengar
Perhatikan siapa, dimana, mengapa, berapa,
Perhatikan benda-benda yang ada pada gambar
Gunakan kontek clue untuk menentukan lokasi gambar
Anda akan mendengar:

a. They are watching television

b. They are sitting on the floor.

c. The curtain is closed.

dari gambar kita lihat bahwa curtain tertutup, sementara televisi dan lantai menjadi penjebak.

Part II
Anda akan mendengar suatu pertanyaan dan pilihlah salah satu repons dari 3 yang diberikan.
Tipe pertanyaan Wh- question (who, what, where, when, how long) dan Yes/No question (Does he ..?, Can
you …?, Will you …?)

Strategi dan Tips
Bedakan Wh- question atau Yes/No question
Awas jebakan suara yang hampir sama (homofon)
Awas kalimat negatif
Awas! Tidak semua yes/no question dijawab dengan Yes … atau No ….

Contoh:
When will the package arrive?
a. Any minute.
b. No, not yet.
c. I’ll pick it now.

Similar sound
Contoh:
What will the weather be like tomorrow?
a. He’ll be here at seven.
b. I think it’s going to rain.
c. She doesn’t know whether she’ll go.

Mengenali Kalimat Negatif
Contoh
Why didn’t the presentation start on time?
a. The clock is never wrong.
b. No body was late in the presentation.
c. The microphone was not functioning.

Part III
Anda akan mendengar sebuah dialog pendek antara dua orang (biasanya orang pertama 2 x bicara).
Pada buku tersedia pertanyaan mengenai informasi dari percakapan.
Pilih salah satu dari empat jawaban
Awas jebakan Suara yang hampir sama

Tipe pertanyaan
Pertanyaan biasanya sangat singkat
Pertanyaan seringkali menanyakan informasi. (Wh- question seringkali muncul)
Strategi
Cari main idea dari percakapan
Pahami pertanyaan (Wh- question)
Pahami modal verb

W: What seem to be the trouble?
M: My car won’t start.
W: There’s a garage around the corner that has a very good mechanic.
What is the problem?
He is lost
He needs a job.
The car needs repair.
The garage is closed

W: I have tickets for one o’clock flight.
M: I’m sorry. That flight has been delayed for two hours.
W: Oh, no. That means I have a long wait.

How long the flight been delayed?
Until one o’clock.
Until two o’clock.
For two hours.
For three hours

M: We need to submit the proposal by Monday.
W: I will ask Mina to help research the case.
M: Mina works in marketing. She can’t move over to research.
Why can’t Mina help?
She has to submit the proposal by Monday.
She doesn’t work in research.
She doesn’t know the facts.
She hasn’t been asked

Anda akan mendengarkan suatu beberapa short talk (monolog) dan diikuti 2-3 pertanyaan dan 4 pilihan
jawaban.
Biasanya berupa pengumuman, iklan, perkiraan cuaca (weather).
Pertanyaan seringkali diawali dengan Wh- question
Pertanyaan seringkali dalam bentuk present continuous

Listening for answer to Wh- question
Contoh:
May I have your attention, please. Because our flight today is fully booked, we must require that passengers
limit their carry-on items to one per person. If you have more than one carry-on item, please report to the
counter now. So that attendant may check your extra bags.

Who should report to the counter?
Passengers who want to read
Passengers with two bags
Parents traveling with children
Attendants who are ready to leave.
Ikuti urutan pertanyaan sesuai dalam talk
Kakuyama Parking Company announces an increase in the charges for monthly parking spaces in its lot.
The charges will not go into effect until the first of July of this year. The new fee will reflect a 7 percent
increase on your current parking.

What kind of company is making the announcement?
When will the new rate start?
How much will the increase be?

Buatlah asumsi
Seringkali dalam Part IV muncul pertanyaan yang tidak terdapat dalam short talk. Namun kita dapat
memprediksi jawabanya.
Misal:
Who will be interested to this ads?
What will happen next?
Who is the intended audience?
What happened before?
What is the probable result?

=========

Tips TOEFL: Strategi Mengerjakan Test TOEFL Dengan Mengenali Testing Point

Saturday, September 17, 2011 Prast Ismanto No comments
Dalam tes TOEFL, testing point adalah bahasan materi tertentu dalam pembelajaran Bahasa Inggris yang
diujikan pada soal TOEFL. Meskipun soal atau pertanyaan selalu berbeda pada setiap tes TOEFL, testing
point tetap tidak berubah dan selalu berkisar pada hal yang tidak jauh berbeda dengan yang diujikan pada
tes TOEFL sebelumnya.

Karena itu, memahami testing point yang paling sering diujikan dalam tes TOEFL merupakan salah satu tips
dan strategi yang sangat bagus untuk memperoleh nilai TOEFL yang memuaskan. Dengan memahami
testing point, kita bisa mengatur dan mengelola waktu belajar kita dalam mempersiapkan diri menghadapi
berbagai macam soal atau pertanyaan yang muncul dalam tes TOEFL. Belajar sebagai persiapan tes TOEFL
dengan cara mencoba memahami testing point dalam sebuah soal akan sangat membantu kita dalam
mengerjakan tes TOEFL yang sesungguhnya, ketimbang sekedar menjawab soal demi soal tanpa memahami
testing point dalam soal tersebut.

Ada berbagai macam testing point yang terdapat dalam setiap bagian tes TOEFL. Bahkan seringkali pula,
ada beberapa atau lebih dari satu testing point dalam satu soal atau pertanyaan. Testing point bisa berkisar
tentang struktur tata bahasa (grammatical structure), kosa kata umum (common vocabulary word), idiom,
intonasi bahasa, atau pertanyaan tertentu pada bagian membaca (reading) atau mendengarkan (listening).

Lebih lengkapnya, berikut ini testing point yang sering diujikan dalam tes TOEFL.

LISTENING SECTION

Part A: Short Conversations
   1. Vocabulary word
   2. Idiom / phrasal verb
   3. Verb
   4.   Order / sequence
   5.   Comparison
   6.   Intonation
   7.   Similar sounds

Part B: Long Conversations and Talks
   1.   Main idea
   2.   Restatement
   3.   Inference
   4.   Classification (khusus Computer Based TOEFL)
   5.   Choose two correct answers (khusus Computer Based TOEFL)

STRUCTURE SECTION

Part 1: Sentence Completion
   1. Noun phrase
   2. Word order
   3. Subject + verb
   4. Verb / verb phrase
   5. Adjective phrase / Adjective clause
   6. Conjunction
   7. Parallel construction
   8. Adverb phrase / clause
   9. Comparison
   10. Infinitive / gerund
   11. Preposition / prepositional phrase
   12. Superlative
   13. Negative
   14. Conditional
   15. Pronoun

Part 2: Error Identification
   1. Word form
   2. Verb form
   3. Pronoun
   4. Parallel construction
   5. Singular / plural pronoun
   6. Mistaken words
   7. Unnecessary word
   8. Omitted word
   9. Preposition
   10. Reversed words
   11. Conjunction
   12. Infinitive / gerund
   13. Comparative
   14. Superlative
   15. Article
READING SECTION

Topik bacaan reading comprehension yang paling umum dalam tes TOEFL
   1.   General science, natural history, human physiology
   2.   North American history, government, geography
   3.   Art, literature, and music
   4.   Biographies of famous people

Jenis pertanyaan reading comprehension yang paling umum dalam tes TOEFL
   1. Main idea
   2. Inference
   3. Restatement
   4. Vocabulary
   5. Negative question
   6. Referent
   7. Author's attitude / opinion / purpose
   8. Preceding / following topic
   9. Sentence insertion (khusus Computer Based TOEFL)
   10. Paragraph focus
   11. Line focus

Selamat belajar. Good luck with your TOEFL test.

Reference:
Sullivan PN, Brenner GA, Zhong GYQ. Master The TOEFL (7th ED). NJ, Thomson Peterson's, 2004.

Read more: http://www.misterguru.web.id/2011/09/tips-toefl-strategi-mengerjakan-
test.html#ixzz1uT99hAfj

============

TOEIC (Test of English For International Communication)

Sunday, August 28, 2011 Prast Ismanto No comments
2




                                         I.          Apakah              TOEIC              Test?
Sejak kira-kira tahun 2004-2005, dunia pendidikan SMK seolah mendapat orientasi baru dalam
mempersiapkan lulusan SMK yang berbobot dan sanggup bersaing di percaturan dunia kerja global,
khususnya di bidang pembelajaran bahasa Inggris. Kemampuan berbahasa Inggris lulusan SMK mulai
diukur dengan menggunakan TOEIC sebagai sebuah standar kriteria baru. Belakangan, dunia perguruan
tinggi, yang selama ini hanya akrab dengan TOEFL, juga mulai memperkenalkan TOEIC untuk
mempersiapkan              mahasiswa          memasuki            dunia           kerja.

TOEIC adalah singkatan dari Test of English For International Communication. TOEIC dikembangkan oleh
Educational Testing Service (ETS) yang bermarkas di Princeton, New Jersey. ETS adalah sebuah organisasi
non-profit yang menyelenggarakan tes-tes seperti TOEFL dan GRE. TOEIC dirancang secara khusus
sebagai tes untuk mengukur kecakapan berbahasa Inggris dalam konteks dunia kerja internasional. Sejak
tahun 1979, TOEIC telah menjadi standar penilaian kemampuan berbahasa Inggris para pekerja yang
menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Sekarang, lebih dari 1,5 juta tes TOEIC diselenggarakan
di             berbagai              penjuru              dunia              setiap             tahunnya.

Materi tes TOEIC dipersiapkan oleh para spesialis bahasa. Sedangkan panduan isi dan spesifikasi tes diatur
oleh TOEIC Committee of Examiners. Seluruh isi, pertanyaan/soal, spesifikasi, dan tes akhir dikaji untuk
memastikan kelayakan isi tes TOEIC dan menghindari adanya bias kultural dan ras, sesuai dengan prosedur
ETS yang berlaku.

II.               Bagaimanakah                      format                TOEIC                   Test?
Tes TOEIC adalah tes tulis yang menggunakan kertas dan pensil dan terdiri dari 200 soal pilihan ganda
yang terbagi menjadi 2 (dua) bagian (section), yaitu Listening Comprehension dan Reading. Setiap bagian
memiliki alokasi waktu yang terpisah. Listening Comprehension selama 45 menit, dan Reading selama 75
menit.

   1. Listening                                   Comprehension                                    Section
      Listening Comprehension section adalah bagian pertama dalam tes TOEIC, yang mengukur
      kemampuan memahami bahasa Inggris lisan sebagaimana yang digunakan di Amerika Utara. Materi
      dan pertanyaan (soal) direkam sesuai dengan standar Bahasa Inggris Amerika Utara, sedangkan
      pilihan jawaban tercetak di lembar tes. Listening Comprehension section terdiri dari 100 soal dengan
      menggunakan kaset audio. Ada 4 (empat) bagian dalam Listening Comprehension section:
          o Part I: Photographs - 20 soal - 4 pilihan jawaban.
          o Part II: Question-Response - 30 soal - 3 pilihan jawaban.
          o Part III: Short Conversations - 30 soal - 4 pilihan jawaban.
          o Part IV: Short Talks - 20 soal - 4 pilihan jawaban.
   2. Reading Section
      Reading section adalah bagian kedua dalam tes TOEIC, terdiri dari 100 soal yang tercetak di lembar
      soal tes. Pada Reading section, peserta tes TOEIC harus mencoba memahami berbagai macam
      bacaan atau teks sesuai dengan kemampuan dan kecepatan mereka. Reading section memiliki
      alokasi waktu 75 menit, dan terbagi ke dalam bagian-bagian sebagai berikut:
          o Part V: Incomplete Sentences - 40 soal - 4 pilihan jawaban.
          o Part VI: Error Recognition - 20 soal - 4 pilihan jawaban.
          o Part VII: Reading Comprehension - 40 soal - 4 pilihan jawaban.



III. Apa isi TOEIC Test?
Sesuai dengan peruntukan tes TOEIC yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja, maka soal tes
TOEIC dikembangkan dari bahasa lisan dan tertulis dari berbagai negara di seluruh dunia dimana bahasa
Inggris dipakai di tempat kerja. Soal tes TOEIC meliputi berbagai macam suasana dan situasi tempat kerja,
seperti:

      General business - kontrak, perjanjian, pemasaran, penjualan, perencanaan bisnis, konferensi.
      Manufacturing - manajemen pabrik, lini perakitan, kendali mutu.
      Finance and budgeting - perbankan, penanaman modal, perpajakan, akunting, penagihan.
      Corporate development - penelitian, pengembangan produk.
      Offices - pertemuan, komite, surat-menyurat, memorandum, telefon, faks, pesan e-mail, peralatan
       dan perabotan kantor, prosedur perkantoran.
      Personnel - penerimaan pegawai, penugasan, pensiun, gaji, promosi, lamaran kerja, periklanan.
      Purchasing - pembelanjaan, pemesanan, pengiriman, penagihan.
      Technical areas - elektronik, teknologi, spesifikasi, perawatan mesin, penyewaan, layanan listrik
       dan gas.
      Travel - kereta api, pesawat terbang, taksi, bus, kapal, feri, tiket, jadwal, pengumuman stasiun dan
       lapangan terbang, penyewaan mobil, hotel, reservasi, keterlambatan dan penundaan.
      Dining out - makan siang bisnis dan informal, banquets, resepsi, reservasi restoran.
      Entertainment- bioskop, theater, musik, seni, media.
      Health- asuransi kesehatan, mengunjungi dokter, dokter gigi, klinik, rumah sakit.

Meskipun bahasa dalam tes TOEIC berkisar pada konteks dunia kerja, peserta tes TOEIC tidak diharuskan
mengetahui kosa-kata bisnis maupun pengetahuan teknis yang khusus untuk dapat mengerjakan tes TOEIC
dengan baik. Test TOEIC cocok digunakan di semua lingkungan di mana bahasa Inggris digunakan sebagai
bahasa kedua/bahasa asing.

Read more: http://www.misterguru.web.id/2011/08/toeic-test-of-english-for-
international.html#ixzz1uTAWe6BK
 ============

Listening Test Strategies: Analyzing Pictures in TOEIC and UAN

Sunday, October 09, 2011 Prast Ismanto 4 comments
3

In TOEIC test and UAN (Ujian Akhir Nasional), or the Final Test taken by third year students of SMA and
SMK, there is a section called Analyzing Pictures. In this section, the examinee has to choose one statement
or sentence which best matches the picture shown. Skills development in analyzing both pictures and
answer      choices       are     needed       to      improve         TOEIC      and       UAN        score.

Here are the strategies which can help improve your skills in analyzing pictures in TOEIC and UAN test.

Strategies in TOEIC Test - Part 1; Analyzing Pictures

   1. Make Assumptions

       When you listen to the TOEIC test Part 1, you often have to make assumptions based on what you
       see in the picture. You have to determine which of the four statements is true or might be true.
       Problem:                          Solution:
       More than one answers may         Listen carefully to the whole sentence and choose the answer that
       seem true.                        best matches the picture.
       Look at the following picture and learn how you can make assumptions from it.
   What              is             the              person                     (probably)               doing?
   Possible                                                                                            answers:
   The           passenger            is            looking               out            the            window.
   He                    is                        holding                          a                     book.
   The          man         is             sitting         next                to         the           window.
   The                             man                                  is                              smiling.
   The                             man                                 is                             traveling.

   Where      is       it?       What         can      you             infer        about       the      place?
   The               man                     is                   on                    the                 bus.
   The               man                     is                   on                    a                 train.
   The window is open.

   Now listen and choose the best answer; A, B, C, or D which matches the above
   picture.


2. Identify People

   You often have to identify the people you see in a picture. You may identify them by number,
   gender, location, description, activity, or occupation.
   Problem:                         Solution:
   The people may be incorrectly    Determine the number, gender, location, description, activity, and
   identified.                      occupation of the people as best as you can.
   Look at the following picture and learn how to identify people.
   Who          are         they?         What          are          they        doing?         Where?
   Possible                                                                                    answers:
   There              are           four           people             at           the            table.
   There       are       two        men       and        two        women       at       the      table.
   The              people                are                in               a              restaurant.
   The            guests              are           sitting            at            a            table.
   The         customers          are         going          to        order         their        meal.
   The         waitress          is        standing            next        to         the         table.

   What                          are                            they                           wearing?
   Possible                                                                                     answer:
   The waiter is wearing an apron.

   Now listen and choose the best answer; A, B, C, or D which matches the above
   picture.



3. Identify Things

   You often have to identify things in a picture. You should try to name everything you see. However,
   you are not required to know words or terms specific to one particular occupation. Instead, you
   should know the general word or term of the things in the picture.
   Problem:                                      Solution:
   You may not know the words needed to          Use the context of the picture to help you identify the
   identify the things in the picture.           things.
   Look at the following picture and learn how to identify things.
   What                       and                        where                       is               it?
   Possible                                                                                     answers:
   The            ship               is            mooring              in                the     harbor.
   The                              tanker                             is                       docking.
   The                               ship                             is                         loading.
   The                      ship                    is                       being              refueled.
   The                   ship                 is                 at                  the            dock.

   Related words: Ship, tanker, cargoship, cargo, gas, dock, moor, anchor, harbor, port, load, unload,
   refuel, fuel.

   Now listen and choose the best answer; A, B, C, or D which matches the above
   picture.


4. Identify Actions

   You often have to identify the actions in a picture, i.e. what the people are doing. You should try to
   analyze the time sequence of the actions.
   Problem:                             Solution:
   You may not understand what is       Use the context of the picture to help you make assumptions
   happening in the picture.            about what happened before, during, and after the action.
   Look at the following picture and learn how to identify things.




                                             What are the persons doing? Who and where are they?
   Possible answers:
   The people are going to board the plane.
       They are going to travel by plane.
       The family is waiting to board the plane.
       The man and the woman are looking at the girl.
       The man is standing behind the girl.
       They will go through the boarding pass.
       They are standing in a queue


Read more: http://www.misterguru.web.id/2011/10/listening-test-strategies-analyzing.html#ixzz1uTB8balQ
========
Re: [beasiswa] [butuh info] Strategi TOEFL, TOEIC, IELTS



Hai,
Kebetulan saya pernah mengikuti berbagai jenis TOEFL serta pernah ikut IELTS
selama lebih dari 10 tahun terakhir ini dan hasilnya lumayan lah (TOEFL 580-627,
IELTS sekitar 7). Tetapi, saya selalu tidak bisa menjawab pertanyaan rekan-rekan
mengenai apa resep atau trik khusus dalam menjawab soal ujian ini. Selama ini
saya sekedar mempraktekkan resep dan trik yang memang sudah ada di buku TOEFL.
Mempelajari teori serta latihan, latihan dan terus latihan mengerjakan soal,
biarpun TOEFL tersebut cuma 'sekelas' prediction dan bukan pertama kalinya saya
ambil. Tentu latihannya pake timer.

1. Untuk listening paper-based TOEFL, saya sudah coba trik mencuri lihat jawaban
sambil mendengarkan speakernya ngomong. Wah, malah kacau, karena konsentrasi
terbagi antara mendengarkan kaset dan membaca pertanyaan. Raw score listening:
jatuh. Lalu saya praktekkan trik yang diajarkan oleh pembicara seminar TOEFL:
tutup mata ketika mendengarkan kaset. Ternyata mujarab. Mungkin hal ini juga
didukung oleh kecanduan saya nonton (dan mendengarkan dialog) film/teve,
termasuk film kartun berbahasa Inggris... :D
2. Dalam mengerjakan grammar section, tidak ada trik khusus yang saya pakai
untuk mengerjakan soal. Satu-satunya trik adalah membaca tulisan berbahasa
Inggris banyak-banyak (novel, koran, internet, textbook) secara teratur sebelum
ujian. 'Feeling' terbentuk dengan sendirinya, sehingga ketika ujian feeling lah
yang berbicara. Kayaknya jawaban yang ini salah atau tidak pas, kayaknya ini
yang benar, dst. Saya rasa dalam TOEFL atau IELTS kita tidak akan sempat
berfikir terlalu lama. Feeling yang terbentuk dari kebiasaan memang menjadi
modal utama saya. Raw score untuk grammar ITP penuh.
3. Dalam reading comprehension, lagi-lagi saya tidak punya modal khusus dalam
mengerjakan soal. Buat saya yang penting latihan membaca cepat. Pas ujian, pasti
reflex baca cepat akan keluar dengan sendirinya. Satu lagi: ukuran kacamata
mesti pas... :D. Hasilnya lumayan. Raw score untuk reading (ITP) penuh.
4. Speaking (iBT). Ketika ujian, tutup kuping, karena peserta ujian lain juga
lagi riuh berbicara sedangkan headphone yang kita pakai tidak kedap suara.
(Beruntunglah yang menempuh ujian iBT sendirian... :D).
5. Writing
Salah satu subseksi writing merupakan kombinasi reading dan listening (iBT)
dilanjutkan dengan writing nya sendiri. Terpaksa tidak bisa merem, karena mesti
mencatat apa yang dikatakan speakers (seperti kuliah). Setelah itu tinggal
menuliskan kembali apa yang telah dibaca dan didengarkan. Tentunya dengan bahasa
kita sendiri, untuk menghindari plagiarism. Jangan lupa untuk menuliskan pikiran
utama dalam baris pertama sebuah paragraf, baru diikuti dengan penjelasan pada
baris-baris berikutnya. Western writing style memang begitu. Beda dengan gaya
kita yang berpanjang lebar di depan, ditutup dengan pikiran utama di akhir
paragraf.
Idem dito dengan subseksi 'support an opinion'


Kesimpulan: untuk saya, tidak ada trik yang 'benar-benar trik'. Semua ada di
dalam buku panduan TOEFL. Yang jelas, tanpa latihan nilai saya tidak termaafkan
(buruknya .... :D)

Semoga membantu,
Sri
'...dhihin ajeg, kapindhone ataberi...sing sapa temen tinemu' (Mangkunagara IV)
('...yang pertama teratur, kedua rajin...siapa bersungguh-sungguh akan mendapat
ganjaran')

--- On Sat, 4/11/09, siti syafriati <syafriati@...> wrote:


From: siti syafriati <syafriati@...>
Subject: Re: [beasiswa] [butuh info] Strategi TOEFL, TOEIC, IELTS
To: beasiswa@yahoogroups.com
Date: Saturday, April 11, 2009, 2:14 PM




Saya rasa kalo mencari strategi menjawab pertanyaan di TOEFL listening untuk
short conversation dimana hanya ada one speaker said something then the second
speaker responses, yang pertama harus dilakukan adalah usahakan untuk selalu
melihat choicesnya dulu, kemudian pay attention to the second speaker response
karena biasanya jawaban ada di response si second speaker.untuk longer
conversation dimana ada 3-4 pertanyaan, yang pertama2 tetap lihat choicesnya,
biasanya pertanyaannya berurut jadi kita bisa mengikuti conversation tsb sambil
melihat choicesnya dan mencoba memperkirakan apa pertanyaannya nanti.strategi
ini berlaku juga di short talk dimana hanya ada satu pembicara.
Kalo di TOEIC, untuk describing pictures tentunya dengan melihat gambar secara
detail dan mengetahui nama2 benda atau istilah yang terkait dengan gambar
tersebut. Kalo finding the correct response, tentunya dengan mencoba mengerti
context pembicaraan n mengetahui fixed expressions untuk situasi tertentu,
misalnya kalo pertanyaannya how do you do? kita tahu ini context perkenalan jadi
jawabannya bukan I am fine, tetapi How do you do juga. atau membedakan antara
what do you do? dengan what are you doing? bahasa Toeic lebih kepada bahasa
sehari2 yang digunakan di lingkungan bisnis jadi biasanya hanya dialog singkat
saja. berbeda dengan toefl yang lingkupnya akademis, bahasanya bahasa formal
tulis.--- On Wed, 4/8/09, behasiswa simanjuntak <behasiswa@yahoo. com> wrote:
From: behasiswa simanjuntak <behasiswa@yahoo. com>
Subject: Re: [beasiswa] [butuh info] Strategi TOEFL, TOEIC, IELTS
To: beasiswa@yahoogroup s.com
Date: Wednesday, April 8, 2009, 1:50 AM

Saya pernah ikut TOEIC, sekali.. dapat 835

walau sebenarnya gak terlalu bagus tapi cukup buat standard masuk/lulus
universitas di Korea yang rata rata cuman butuh 730-800

saya ada tips buat listening pendek [IELTS, TOEIC, TOEFL ada tes model
beginian].

mohon maaf bagi yang sudah tahu,

untuk soal yang satu pertanyaan untuk satu jawaban.

misal ada satu soal dengan jawaban A, B, C, dan D

Default jawaban : A [sudah ditentukan, walaupun belum tentu benar]

maka berturut-turut:

a. Jika A dibandingkan B lebih bagus A ---> A tetap menjadi default jawaban

b. Jika A dibandingkan C lebih bagus C ---->C menjadi default jawaban

c. Jika C dibandingkan D lebih bagus C ---->C menjadi default jawaban..

maka jawaban yang benar adalah 'C'.

Dengan membandingkan dua hal saja, kita sedikit lebih fokus...

--- On Tue, 4/7/09, adek aidi <lailiaidi@gmail. com> wrote:

From: adek aidi <lailiaidi@gmail. com>

Subject: Re: [beasiswa] [butuh info] Strategi TOEFL, TOEIC, IELTS

To: beasiswa@yahoogroup s.com

Date: Tuesday, April 7, 2009, 4:13 PM

saya belum pernah TOEIC

tapi beberapa bulan lalu sudah mengambil tes IELTS

dari pengalaman saya melewati tes tersebut, adalah *terbiasa *dengan tipe
soal - soal yang ada, karena setiap tes - tes ini punya karakter tes yang

berbeda.

spt IELTS, klo sudah terbiasa dengan soal - soalnya, kita akan semakin bisa

memprediksi tipe pertanyaan dan jawaban spt apa yg akan diberikan, spt

ketika listening, salah satu yang diperlukan adalah *prediction. *

mkn yg lain bisa memberikan advice.

regards

-Adek Aidi-

Java Developer - Mobafone Indonesia

"Enpowering mobile media"

la@mobafone. co.id - http://www.mobafone .com

---

MobileComm Laboratory ITTelkom

"Lead you to mobile society"

Gd. E203 +6222 7564108 ext. 2324 http://mobilecommla b.or.id

2009/4/5 EsTeR <ester_mymail@ yahoo.com>

> Mohon bantuannya.. . saya ingin tau stategi khusus untuk meraih nilai

> tinggi dlm test2 bahasa inggris (TOEFL, TOEIC, IELTS, dll)??

> gimana cara belajar cepat dan tepat untuk menghadapi test2 tersebut??

> Terima kasih.
=========

TIPS & TRIK MENAKLUKKAN TOEFL & EPT (ENGLISH PROFICIENCY TEST)
Dibuat tanggal 2011-09-07 | Oleh Admin


      Penguasaan TOEFL merupakan sebuah proses yang tidak instan, terutama bagi
peserta yang belum memiliki kemampuan awal cukup memadai. Meskipun begitu, TOEFL
tetap dapat ditaklukkan dengan pembelajaran yang berkelanjutan baik secara mandiri
maupun dengan pembimbing. TOEFL merupakan salah satu tes yang penting terutama
bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri, seperti Amerika,
Australia, Eropa, dan negara-negara lain yang menggunakan bahasa Inggris sebagai
bahasa nasional mereka. Selain itu TOEFL juga digunakan untuk rekruitmen kerja dan
lamaran beasiswa.


  Selain TOEFL, terdapat pula tes kemampuan bahasa Inggris lain yang seringkali disebut
EPT. EPT merupakan tes bahasa Inggris secara menyeluruh yang mengukur semua aspek
dalam kemahiran berbahasa Inggris khususnya untuk keperluan akademis. Jika berbicara
mengenai EPT, maka tidak dapat dipisahkan dengan TOEFL, karena keserupaan yang
dimiliki oleh kedua tes ini. Salah satunya adalah format tes EPT sama dengan format
TOEFL, dan nilai EPT ini menggambarkan prediksi nilai TOEFL. EPT bukan merupakan tes
resmi dari ETS (Educational Testing Service) yang merupakan pemilik resmi tes TOEFL.
Meskipun begitu, EPT telah terdaftar dan telah mendapatkan pengesahan di Direktorat
Jendral Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia, dan telah sah menjadi merek dagang dari Lembaga Bahasa dan Pendidikan
Profesional (LBPP) LIA.


  Pada saat ini EPT telah dijadikan sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti
program sarjana dan pascasarjana di beberapa perguruan tinggi, untuk rekruitmen
kerja, serta kursus atau pelatihan yang menggunakan bahasa Inggris. Semua butir dalam
tes EPT ini telah diriset dan dianalisa sebelum digunakan dan data yang ada
memperlihatkan keabsahan hasil-hasil EPT tersebut, sehingga prediksi nilai TOEFL dari tes
EPT dinilai cukup akurat.


  Materi yang diujikan dalam tes EPT ini sama seperti dalam tes TOEFL, yaitu meliputi
listening, structure, dan reading comprehension. Seluruh soal tes berbentuk multiple
choice atau pilihan berganda, dengan nilai berkisar antara 200 sampai dengan 677. Skor
yang menjadi persyaratan untuk melamar beasiswa ke luar negeri biasanya berkisar
antara 500-550. Mempelajari TOEFL akan lebih efektif jika melakukan banyak latihan.
Latihan dalam hal ini mencakup latihan secara berkesinambungan. Salah satunya
dengan mengadakan atau mengikuti English Club di lingkungan kampus. Selain itu
bahasa Inggris, terutama listening, dapat juga dipelajari dengan cara mendengarkan
berita ataupun lagu dalam bahasa Inggris. Dengan kata lain, mempelajari TOEFL harus
kontinu baik secara mandiri maupun dengan menggunakan bantuan pembimbing.


  Selain TOEFL dan EPT, ada juga beberapa tes-tes bahasa Inggris yang ada dan biasa
digunakan untuk berbagai kepentingan. Antara lain seperti TOEFL (Test of English as a
Foreign Language), TOEIC (Test of English for International Communication), IELTS
(International English Language Testing System), dan EPT (English Proficiency Test). Khusus
untuk TOEFL dan EPT sendiri memiliki kesamaan dan hampir dikatakan serupa. Kedua tes
memiliki 3 bagian, yang pertama yaitu Listening Comprehension yang terdiri dari 50 soal
dan harus dikerjakan dalam waktu 35 menit. Yang kedua adalah Structure & Written
Expression dengan 40 soal dan waktu untuk mengerjakan selama 25 menit. Dan yang
ketiga adalah Reading Comprehension, yang terdiri dari 50 soal dan dikerjakan selama
55 menit. Tidak ada hasil yang instan untuk mencapai skor yang diinginkan pada tes
TOEFL dan EPT ini. Yang dibutuhkan adalah memahami apa yang dibutuhkan pada tes
ini, yaitu language components, yang meliputi grammar dan vocabulary. Serta
language skills, yang meliputi listening dan reading, dan dapat juga meliputi speaking
dan writing.


  Ada beberapa tips dan strategi untuk menghadapi tiap-tiap section dan soal-soal
yang   sering   muncul   pada     tes    TOEFL.   Section    yang    pertama       yaitu   Listening
Comprehension, yang terdiri dari 3 part. Yang pertama, yaitu part A, adalah dengan
melihat pilihan-pilihan jawaban yang sudah tersedia untuk soal yang berikutnya. Karena,
meskipun pada bagian Listening Comprehension, soal tidak dituliskan pada buklet soal
yang telah disediakan, namun seluruh pilihan jawaban dapat dilihat pada buklet soal.
Dengan    melihat   pilihan-pilihan     jawaban   yang      ada,   peserta   tes    TOEFL    dapat
memperkirakan pertanyaan yang akan muncul pada soal berikutnya. Yang kedua,
adalah mendengarkan keseluruhan dialog dengan seksama, karena jawaban seluruh
soal ada di dalam dialog ataupun kuliah pendek yang diperdengarkan sebelumnya.


  Yang ketiga, menyimak dan mengingat hal-hal yang berhubungan dengan 5 W 1 H,
sebab jawaban dari soal-soal yang muncul akan selalu berhubungan dengan hal-hal
tersebut. Yang keempat, memperhatikan idiom-idiom yang muncul dalam dialog.
Beberapa kata yang memiliki arti harafiah juga memiliki konotasi yang berbeda dengan
arti sebenarnya. Contohnya “blow the whistle” dalam kalimat “the police officer blew
the whistle to stop the car” yang secara harfiah berarti “meniup peluit”. Namun, dalam
kalimat “it was supposed to be a surprise party but somebody must have blown the
whistle for he didn’t look surprise at all”, kata tersebut bisa juga berarti “membocorkan
kejutan”. Yang kelima, peserta harus memperhatikan inferences. Yaitu kesimpulan yang
bisa diambil dari kalimat yang sudah diperdengarkan. Jangan pernah mengosongkan
lembar jawaban meskipun peserta tidak mengetahui jawaban yang benar. Peserta
tetap dianjurkan untuk mengisi jawaban dengan menebak karena tidak akan dikenakan
penalti meskipun jawaban yang diisi salah.


  Selanjutnya, masih dalam section listening, yaitu strategi untuk menghadapi part B dan
C. Ada lima strategi yang dapat dipraktekkan untuk kedua part ini. Yang pertama, jika
peserta memiliki waktu yang cukup, sebaiknya memperhatikan pilihan-pilihan jawaban
untuk mengantisipasi topik dari percakapan/kuliah pendek dan pertanyaan yang akan
muncul.   Yang    kedua,    mendengarkan      dengan     seksama    baris   pertama    dari
percakapan/kuliah pendek tersebut. Baris pertama seringkali mengandung ide utama,
subjek ataupun topik dari percakapan/kuliah pendek. Yang ketiga, tarik kesimpulan
mengenai situasi dalam percakapan/kuliah pendek (siapa, di mana, kapan, apa) untuk
pertanyaan yang melibatkan inferences. Yang keempat, pertanyaan-pertanyaan yang
menyangkut mengenai detil biasanya dijawab berurutan. Oleh karena itu, sangat
mungkin untuk turut membaca sambil mendengarkan. Yang kelima, sama seperti saran
sebelumnya, yaitu jangan pernah mengosongkan lembar jawaban. Meskipun tidak tahu
jawabannya, peserta tetap boleh menebak karena tidak ada penalti.


  Setelah selesai section yang pertama, yaitu Listening, maka berlanjut ke section kedua
yaitu Structure and Written Expressions. Yang paling penting untuk diingat dari section ini
adalah lebih memperhatikan “bentuk” atau “form” dari kalimat pada soal yang ada
ketimbang memperhatikan maknanya. Misalnya pada kalimat “David Beckham is the
best football player in the world”. Jika memahami maknanya, kalimat tersebut tidak
benar karena David Beckham bukan merupakan pemain sepakbola terbaik, namun jika
melihat bentuknya, kalimat tersebut sudah benar dilihat dari Subjek (Subject), Predikat
(Predicate), Objek (Object of Action), dan Keterangan (Additional Info). Sebaliknya, jika
kalimat tersebut berbentuk “David Beckham are the best football player in the world”.
Pada kalimat ini, yang salah adalah kata “are” yang seharusnya diganti dengan “is”
karena David Beckham merupakan orang pertama tunggal. Selain itu, penting pula
untuk peserta dapat mengidentifikasi area grammar yang menjadi pertanyaan.


  Dalam section ini, Pada soal nomor 1 sampai 15, yang diuji adalah struktur, yaitu
pengetahuan mengenai struktur kalimat, dan pilihlah jawaban yang melengkapi kalimat
dengan benar. Bagian kedua dari section ini yaitu written expressions. Pada bagian ini
peserta diminta untuk memilih kata-kata yang digaris bawahi dalam sebuah kalimat
yang memiliki grammar yang tidak tepat. Tidak ada resep khusus untuk mengatasi soal-
soal ini, yang diperlukan adalah memperhatikan “bentuk” atau “form” dalam susunan
kalimat, dan bukan sekedar “makna” atau “meaning”.


  Section yang ketiga, atau yang terakhir adalah Reading Comprehension. Dalam
section ini hal-hal yang esensial yang perlu dikuasai oleh peserta sebelum mengerjakan
soal-soal dalam reading section, hal-hal tersebut antara lain scanning, yaitu membaca
dengan cepat. Vocabulary, yaitu kosakata yang perlu dipahami. Understanding
reference, yaitu memahami kata yang digunakan untuk mengganti subjek atau objek
dalam kalimat. Skimming, tidak terlalu berbeda dengan scanning, yaitu membaca
secara cepat. Dan yang terakhir adalah previewing dan predicting, yaitu meramalkan
dan memperkirakan. Dalam section reading, selalu ada yang membantu, yaitu nomor-
nomor di samping bahan bacaan yang menunjukkan jumlah baris kalimat dalam setiap
paragraf. Selain itu, hal yang tidak kalah pentingnya adalah mencoba mencari kata
kunci dari setiap kalimat, atau paragraf. Sebab hal tersebut akan membantu untuk
menjawab pertanyaan yang muncul.


  Selain berpedoman dengan tips-tips ini, perlu ditekankan pula bahwa tidak ada hasil
yang instan. Skor TOEFL yang tinggi akan dapat diraih dengan kesungguhan untuk
belajar dan memahami soal-soal TOEFL yang ada.




Sumber Artikel:


Workshop Dunia Kerja “Tips & Trik Menaklukkan TOEFL & EPT”, 9 Mei 2011
Pembicara: Drs. Yulius Argo Prasetyo & Drs. Budi Wibowo


(LBPP-LIA cabang Yogyakarta)
==========

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1024
posted:5/20/2012
language:
pages:27