Docstoc

Multimedia Pembelajaran

Document Sample
Multimedia Pembelajaran Powered By Docstoc
					Tugas Individu

Mata Kuliah Multimedia Pembelajaran




            Artikel Media Pembelajaran Elektronika Berupa Foto




                 Nama       : Natanael Maraya

                 Nim        : 0925134049

                 Program    : S1




       JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA

                        FAKULTAS TEKNIK

                 UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

                                   2012
                                        BAB I
                                 PENDAHULUAN

Multimeter adalah alat pengukur listrik yang juga sering disebut sebagai VOM (Volt-
Ohm Meter), dapat digunakan untuk mengukur tegangan (Volt meter), hambatan (Ohm
meter) maupun arus (Ampere meter).
Terdapat dua jenis multimeter, yaitu multimeter non elektronis dan multimeter
elektronis. Multimeter jenis bukan elektronik kadang-kadang disebut juga AVO-meter,
VOM (Volt-Ohm-Meter), Multitester, atau Circuit Tester. Pada dasarnya alat ini
merupakan gabungan dari alat ukur searah, tegangan searah, resistansi, tegangan
bolak-balik Spesifikasi yang harus diperhatikan terutama adalah batas ukur dan skala
pada setiap besaran yang diukur: tegangan searah (DC volt) tegangan bolak-balik (AC
volt), arus searah (DC amp, mA, µA), arus bolak-balik (AC amp) resistansi (ohm, kilo
ohm).sensitivitas yang dinyatakan dalam ohm-per-volt pada pengukuran tegangan
searah dan bolak-balik. Ketelitian yang dinyatakan dalam % Daerah frekuensi yang
mampu diukur pada pengukuran tegangan bolak-balik (misalnya antara 20 Hz sampai
dengan 30 KHz).Batere yang diperlukan
                                     BAB II
                                   PEMBAHASAN

A. Multimeter

Defenisi Multimeter.
    Multimeter adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM
      (Volt/Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-
      meter), maupun arus (ampere-meter).

    Sedangkan pada perkembangannya Multimeter masih bisa digunakan untuk
     beberapa fungsi seperti mengukur temperatur, induktansi, frekuensi, dan
     sebagainya. Ada juga orang yang menyebut multimeter dengan sebutan AVO
     meter, mungkin maksudnya A (ampere), V(volt), dan O(ohm).

Pengertian Multimeter secara umum :
   Multimeter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik, arus
     listrik, dan tahanan (resistansi).

Jenis – Jenis Multimeter yaitu

   1. Multimeter Analog
      Multimeter analog lebih banyak dipakai untuk kegunaan sehari-hari, seperti
      para tukang servis TV atau komputer kebanyakan menggunakan jenis yang
      analog ini. Kelebihannya adalah mudah dalam pembacaannya dengan tampilan
      yang lebih simple. Sedangkan kekurangannya adalah akurasinya rendah
    2. Multimeter Digital
       memiliki akurasi yang tinggi, dan kegunaan yang lebih banyak jika dibandingkan
       dengan multimeter analog. Yaitu memiliki tambahan-tambahan satuan yang lebih
       teliti, dan juga opsi pengukuran yang lebih banyak, tidak terbatas pada ampere,
       volt, dan ohm saja. Multimeter digital biasanya dipakai pada penelitian atau
       kerja-kerja mengukur yang memerlukan kecermatan tinggi

.




                                 Gambar Multimeter Digital

Fungsi dasar dari multimeter antara lain yaitu

     Alat ukur arus searah. Ammeter arus searah (DC ammeter) dipergunakan
      untuk mengukur arus searah. Alat ukur ini dapat berupa amperemeter,
      milliamperemeter dan galvanometer.
     Alat ukur tegangan searah Suatu alat ukur tegangan searah umumnya terdiri
      dari: meter dasar (Amperemeter) dan rangkaian tambahan untuk memperoleh
      hubungan antara tegangan searah yang diukur dengan arus searah yang
      mengalir melalui meter dasar
     Alat ukur tegangan bolak-balik
     Alat ukur resistansi
     Multimeter dapat juga dipergunakan untuk mengukur besaran-besaran (atau sifat-
      sifat komponen) secara tidak langsung).
      Beberapa contoh diantaranya adalah:
      a. mengukur polaritas dan baik buruknya dioda secara sederhana
      b. mengetahui baik buruknya transistor secara sederhana
      c. mengukur kapasitansi
      d. mengukur induktansi
      e. bila pada multimeter ditambahkan rangkaian tertentu, multimeter tersebut
      dapat
         berfungsi sebagai:
             - Transistor tester”
             - Wattmeter
             - Pengukur suhu

Bagian-bagian multimeter terdiri dari :
      1. Meter korektor yang digunakan untuk menyetel jarum multimeter ke arah nolsaat akan
          dipergunakan.
      2. Range Selector Switch yang merupakan saklar yang dapat diputar sesuai
          dengankemampuan batas ukur yang dipergunakan.
      3. Terminal (+) dan (-) yang dipergunakan sebagai terminal probe yang berwarnamerah
          untuk (+) sementara yang berwarna hitam untuk (-)
      4. Pointer (jarum meter) adalah sebatang plat yang bergerak ke kanan dan ke kiriyang
          menunjukkan besaran atau nilai Pointer
      5. Mirror (cermin) yang merupakan batas antara Ohmmeter dengan Voltmeter (cermin)
          yang merupakan batas antara Ohmmeter dengan Voltmeter
      6. Skala yang berfungsi sebagai skala pembacaan.
      7. Zero Adjustment yang digunakan sebagai pengatur jarum pada kedudukan nol.
      8. Angka batas ukur adalah angka yang menunjukkan batas kemampuan alat ukur.
      9. Kotak meter adalah kotak atau tempat meletakkan komponen-komponenmultimeter


Ada empat tulisan besar bertuliskan DCV, ACV, DCma dan OHM.
1. DCV fungsinya untuk mengukur voltase arus searah. Contohnya, baterai atau aki.
2. ACV, Sisi yang ini, digunakan jika ingin mengukur arus listrik bolak-balik.
3. OHM, Bagian ini berfungsi untuk mengukur tahanan.
4. Terkahir, DCmA. Sisi yang ini, berfungsi untuk mengukur Ampere.


Keterangan :
Meter korektorberguna untuk menyetel jarum AVO-meter ke arah nol, saatmau
dipergunakan.
1. Range selector Switch adalah saklar yang dapat diputar sesuai dengankemampuan
   batas ukur yang dipergunakan. Saklar putar (range selesctor switch ini merupakan
   kunci utama bila kita menggunakan AVOmeter.
2. Terminal + dan – Comterminal dipergunakan untuk mengukur Ohm, ACVolt, DC Volt
   dan DC mA (yang berwarna merah untuk + dan warna hitam untuk
3. Pointer (jarum Meter) adalah jarum meter adalh sebatang pelat yang bergerak
   kekanan dan kekiri yang menunjukkan besaran / nilai.
4. Mirror (cermin)sebagai batas antara Ommeter dengan Volt Ampermeter.
5. Scale (skala) berfungsi sebagai skala pembacaan meter.
6. Zero Adjusmentadalah pengatur/penepat jarum pada kedudukan nolketika
   menggunakan Ohmmeter.
7. Angka-Angka Batas Ukur, adalah angka yang menunjukkan bataskemampuan alat
   ukur.
8. Kotak Meter, adalah Kotak/tempat meletakkan komponen-komponenAVOmeter.


Fungsi & Pengertian Amperemeter, Voltmeter dan Ohmmeter
1. Amperemeter
       Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuatarus listrik.
Umumnya alat ini dipakai oleh teknisi elektronik dalam alatmulti tester listrik yang
disebut AVOmeter gabungan dari fungsi Amperemeter, Voltmeter dan Ohmmeter.
       Amper meter dapat dibuat atas susunan mikroamperemeter dan Shunt yang
berfungsi untuk deteksi arus pada rangkaian baik arus yang kecil, sedangkan untuk
arus yang besar ditambhan dengan hambatan Shunt.
       Amperemeter bekerja sesuai dengan gaya lorentz gaya magnetis. Arus yang
mengalir pada kumparan yang selimuti medan magnet akanmenimbulkan gaya lorentz
yang dapat menggerakkan jarum Amperemeter. Semakin besar arus yang mengalir
maka semakin besar pula simpangannya.
2. Voltmeter
       Voltmeter adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur tegangan listrik.
Dengan ditambah alat multiplier akan dapat meningkatkan kemampuan pengukuran
alat voltmeter berkali-kali lipat.
       Gaya magnetik akan timbul dari interaksi antar medan magnetdan kuat arus.
Gaya magnetic tersebut akan mampu membuat jarum alat pengukur voltmeter bergerak
saat ada arus listrik. Semakin besar aruslistrik yang mengelir maka semakin besar
penyimpangan jarum yangterjadi.


3. OHM Meter
       Ohm meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik yang
merupakan suatu daya yang mampu menahan aliran listrik pada konduktor. Alat
tersebut menggunakan galvanometer untuk melihat besarnya arus listrik yang
kemudian dikalibrasi ke satuano
                                    BAB III
                                  KESIMPULAN

1. Multimeter adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM (Volt/Ohm
   meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun
   arus (ampere-meter).
2. Jenis- Jenis Multimeter Yaitu :
      Multimeter Analog
      Multimeter digital

3. Fungsi dasar dari multimeter antara lain
        Alat ukur arus searah. amperemeter, milliamperemeter dan galvanometer.
        Alat ukur tegangan searah
        Alat ukur tegangan bolak-balik
        Alat ukur resistansi
        Multimeter dapat juga dipergunakan untuk mengukur besaran-besaran
           (atau sifat-sifat komponen) secara tidak langsung).
           Beberapa contoh diantaranya adalah:
           a. mengukur polaritas dan baik buruknya dioda secara sederhana
           b. mengetahui baik buruknya transistor secara sederhana
           c. mengukur kapasitansi
           d. mengukur induktansi
           e. bila pada multimeter ditambahkan rangkaian tertentu, multimeter
           tersebut dapat
              berfungsi sebagai:
                  - Transistor tester”
                  - Wattmeter
                  - Pengukur suhu


4. Fungsi & Pengertian Amperemeter, Voltmeter dan Ohmmeter

       Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuatarus listrik.
        Umumnya
       Voltmeter adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur tegangan listrik.
       Ohm meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik
        yang merupakan suatu daya yang mampu menahan aliran listrik pada
        konduktor
       DCmA. Sisi yang ini, berfungsi untuk mengukur Ampere.
                                     BAB IV
                                 DAFTAR PUSTAKA

file:///H:/Gambar-II-3-Bagian-bagian-multimeter-8.htm
http://www.sisilain.net/2010/10/pengertian-dan-fungsi-multimeter.html

http://organisasi.org/fungsi-pengertian-amperemeter-voltmeter-ohmmeter-alat-ukur-
listrik-ilmu-fisika

http://www.scribd.com/doc/57583593/12/Gambar-II-3-Bagian-bagian-multimeter-8

http://multimeter-analog.blogspot.com/
                                       BAB I
                                   PENDAHULUAN

        Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat arus
listrik dan menghasilkan nilai resistansi tertentu. Kemampuan resistor dalam
menghambat arus listrik sangat beragam disesuaikan dengan nilai resistansi resistor
tersebut.
Resistor memiliki beragam jenis dan bentuk. Diantaranya resistor yang berbentuk
silinder, smd (Surface Mount Devices), dan wirewound. Jenis jenis resistor antara lain
komposisi karbon, metal film, wirewound, smd, dan resistor dengan teknologi film tebal.

       Resistor yang paling banyak beredar di pasaran umum adalah resistor dengan
bahan komposisi karbon, dan metal film. Resistor ini biasanya berbentuk silinder
dengan pita pita warna yang melingkar di badan resistor. Pita pita warna ini dikenal
sebagai kode resistor. Dengan mengetahui kode resistor kita dapat mengetahui nilai
resistansi resistor, toleransi, koefisien temperatur dan reliabilitas resistor tersebut.
Tutorial ini akan menjelaskan kode kode resistor yang banyak beredar di pasaran.
Karakteristik lainnya meliputi koefisien temperatur, kebisingan, dan induktansi. Kurang
terkenal adalah perlawanan kritis, nilai yang disipasi daya di bawah batas maksimum
yang diijinkan arus, dan di atas batas yang diterapkan tegangan. Perlawanan kritis
tergantung pada bahan yang merupakan resistor dan juga dimensi fisik, melainkan
ditentukan oleh desain. Resistor dapat diintegrasikan ke dalam sirkuit hibrida dan
dicetak, serta sirkuit terpadu

Kemampuan resistor dalam menghambat arus listrik sangat beragam disesuaikan
dengan resistansi resistor tersebut. Resistor memiliki beragam jenis dan bentuk.
Diantaranya resistor yang berbentuk silinder, SMD (Surface Mount Devices) dan
wirewound. Sedangkan jenis-jenis resistor antara lain : komposisi karbon, metal film,
dan resistor dengan teknologi film tebal
Resistor yang paling banyak dipasaran umum adalah resistor dengan bahan komposisi
karbon dan metal film. Resistor ini biasanya berbentuk silinder dengan pita-pita warna
yang melingkar di badan resistor. Pita-pita warna ini dikenal sebagai kode warna
resistor
Untuk komposisi karbon dengan ukuran daya 1/8 W, ¼ W, ½ W Untuk komposisi metal
film dengan ukuran daya 1/8 W 1%, ¼ W 1%, 1 W 5%, 2 W 5%.
                                       BAB II
                                     PEMBAHASAN

Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat arus listrik
dan menghasilkan nilai resistansi tertentu




                                   Gambar Resistor



Resistor memiliki beragam jenis dan bentuk. Diantaranya resistor yang berbentuk
silinder, SMD (Surface Mount Devices) dan wirewound. Sedangkan jenis-jenis resistor
antara lain : komposisi karbon, metal film, dan resistor dengan teknologi film tebal.


      Simbol Resistor

       Simbol resistor pada suatu rangkaian elektronika pada umumnya dibagi menjadi
       dua jenis yaitu simbol Amerika dan simbol Eropa, untuk lebih jelasnya dapat
       dilihat pada gambar berikut.




Simbol Eropa ditunjukkan oleh R1 sedangkan R2 merupakan simbol Amerika.
Kedua simbol tersebut bukan merupakan bentuk asli resistor tetapi simbol tersebut
digunakan untuk menggambarkan resistor pada rangkaian elektronika.

Fungsi Resistor:

   1. Penghambat arus/pengatur kuat arus.
   2. Pembagi arus
   3. Pengatur tegangan

Macam-macam resistor tetap :
     a. Metal Film Resistor
     b. Metal Oxide Resistor
     c. Carbon Film Resistor
     d. Ceramic Encased Wirewounde
     e. Economy Wirewoundf.
     f. Zero Ohm Jumper Wireg.
     g. S I P Resistor Network

Macam-macam resistor variabel :

1. Potensiometer
     - Linier
     - Logaritmis
2 . Trimer-Potensiometer
 3. Thermister :.
    c. NTC ( Negative Temperature Coefisientc.2.
    d .PTC ( Positive Temperature Coefisient )
    e. DR
    f. Vdr

Kode Resistor
 Nilai tahanan pada suatu resistor ditampilkan pada badan resistor dan berupa kode,
pada umumnya kodetersebut terbagi atas dua macam yaitu kode warna dan kode
angka. Kode warna ini berbentuk seperti cincin yangmelingkari badan resistor, untuk
lebih jelasnya perhatikan gambar berikut.Pada cincin 1 (warna hitam) merupakan digit
pertama, cincin 2 (warna coklat) merupakan digit kedua,cincin 3 (warna merah)
merupakan faktor pengali, dan cincin 4 (warna emas) merupakan toleransi. Setiap
warna pada cincin memiliki nilai yang berbeda, untuk mengetahui nilai –nilai
setiap warna tersebut perhatikan tabel berikut ini.
Makalah komponen Elektronika : Resistor, Kapasitor dan induktor
Pada cincin 1 (warna hitam) merupakan digit pertama, cincin 2 (warna coklat)
merupakan digit kedua, cincin 3 (warna merah) merupakan faktor pengali, dan cincin 4
(warna emas) merupakan toleransi. Setiap warna pada cincin memiliki nilai yang
berbeda, untuk mengetahui nilai–nilai setiap warna tersebut perhatikan tabel berikut ini.


Contoh
Cincin 1 (coklat) = digit pertama / nilai = 1
Cincin 2 (ungu) = digit kedua / nilai = 7
Cincin 3 (merah) = faktor pengali = x 102Ω
Cincin 4 (emas) = toleransi = ± 5%

Jadi nilai resistor tersebut adalah:
= 17 x 100Ω dengan toleransi ± 5%
= 1700Ω dengan toleransi ± 5%


Pada kondisi arus listrik maksimum yang melewatinya. Semakin besar nilai disipasinya
semakin besar ukuran resistor-nya. Untuk menentukan daya yang akan mengalir
melalui resistor digunakan rumus berikut ini.
Dimana:
P : adalah daya dalam Watt (W)
V : adalah tegangan dalam Volt (V)
I : adalah arus listrik dalam Ampere (A)
R : adalah tahanan resistor dalam Ohm (Ω)

Resistor Nonlinier

Resistor yang sudah dijelaskan sebelumnya merupakan resistor linier atau resistor yang
memiliki nilai tahanan yang tetap, walaupun dijelaskan juga sebelumnya bahwa nilai
tahanan resistor berubah-ubah terhadap temperatur tetapi perubahan tersebut tidaklah
terlalu besar.

Pada resistor nonlinier nilai tahanan-nya dibuat dapat berubah-ubah sesuai kebutuhan,
jenis resistor ini antara lain Potensiometer (resistor variabel), Negative Temperature Co-
eficient (NTC), Positive Temperature Co-efficient (PTC), dan Light Depending Resistor
(LDR).



              Potensiometer




Potensiometer satu putaran yang umum
                               (EU)
Simbol
                              (US)

Tipe                 Komponen pasif

Kategori             Komponen resistif



        Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk
         pembagi tegangan dapat disetel
        Potensiometer linier Potensiometer linier mempunyap unsur resistif dengan
         penampang konstan, menghasilkan peranti dengan resistansi antara penyapu dengan salah
         satu terminal proporsional dengan jarak antara keduanya




        Potensiometer logaritmik
         Potensiometer logaritmik mempunyai unsur resistif yang semakin menyempit atau dibuat
         dari bahan yang memiliki resistivitas bervariasi. Ini memberikan peranti yang
         resistansinya merupakan fungsi logaritmik terhadap sudut poros potensiometer.
        NTC dan PTC
         Kedua jenis resistor ini merupakan jenis resistor nonlinier yang nilai tahanan-nya
         tergantung dari temperatur atau suhu. Pada NTC (Negative Temperature Co-efficient)
         nilai tahanan-nya akan berkurang jika temperaturnya naik, sedangkan PTC (Positive
         Temperature Co-efficient) nilai tahanan-nya akan bertambah seiring dengan naiknya
         temperatur.
  Courtesy : www.mikroe.com
 LDR
  LDR (Light Dependent Resistor) adalah jenis resistor nonlinier yang nilai tahanan-nya
  berubah-ubah terhadap perubahan cahaya.
                                    BAB III
                                  KESIMPULAN

1. Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat arus listrik
   dan menghasilkan nilai resistansi tertentu
2. Fungsi Resistor:
      - Penghambat arus/pengatur kuat arus.
      - Pembagi arus
      - Pembagi tegangan
      - Penurun tegangan
3. Jenis – Jenis Resistor
    lain Potensiometer (resistor variabel),
    Negative Temperature Co-eficient (NTC),
    Positive Temperature Co-efficient (PTC), dan
    Light Depending Resistor (LDR).

    Macam-macam resistor variabel :

    Potensiometer
       - Linier
       - Logaritmis
    Trimer-Potensiometer
    Thermister :.
     - NTC ( Negative Temperature Coefisientc.2.
     - PTC ( Positive Temperature Coefisient )
     -   DR
     - f. Vdr

4. Kode Resistor
                                     BAB IV
                                 DAFTAR PUSTAKA

http://alwajiz.wordpress.com/2007/02/19/kode-warna-resistor/

http://www.scribd.com/doc/43235593/Makalah-Resistor-Transistor-Dan-Induktor

http://wardoyoeste.wordpress.com/2009/03/03/hello-world

http://balipaper.wordpress.com/2010/06/13/jenis-dan-fungsi-resistor

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:106
posted:5/19/2012
language:Malay
pages:17