; SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BAB4
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BAB4

VIEWS: 84 PAGES: 14

  • pg 1
									                                           Modul 4
                                    Penggunaan Komputer
                                     Di Pasar Internasional
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK) :
Setelah mempelajari modul ke-4, mahaiswa diharapkan mampu :
      Menjelaskan dan menunjukkan bagaimana perusahaan multinasional
       menggunakan      teknologi   informasi      sebagai   cara   untuk   mengatasi
       ketidakpastian lingkungan global;
      Mengenal berbagai jenis struktur organisasi yang telah terbukti efektif bagi
       perusahaan multinasional;
      Menyadari bahwa koordinasi sangat penting bagi perusahaan multinasional
       dan koordinasi memberi banyak kelebihan;
      Memahami dengan baik bagaimana strategi global berkembang dan peran
       sistem informasi global dalam tiap strategi;
      Mengetahui dan menjelaskan global business driver, dan teknik-teknik untuk
       menentukannya;
      Waspada terhadap masalah dalam penerapan sistem informasi global, dan
       mengetahui strategi untuk meminimukan dampak dari masalah tersebut;
      Memiliki gambaran tentang bagaimana komputer mempengaruhi negara-
       negara yang lebih kecil di seluruh dunia.


1.     PENDAHULUAN
       Pada awalnya komputer digunakan untuk memecahkan permasalahan lokal.
Saat ini komputer digunakan untuk mengelola sumber daya yang sangat luas, karena
perusahaan memandang seluruh dunia sebagai pasar mereka. Para eksekutif
perusahaan melakukan investasi teknologi informasi guna mencapai skala ekonomis,
mengembangkan produk, dan memenuhi pelanggan diseluruh dunia.


                   Sistem Informasi Manajemen Modul ke-4 / Hal.1
       Selama tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an, Perusahaan multinasional
(multinational corporation – MNC) raksasa telah berhasil membangun sistem
informasi global (global information systems – GIS), membutuhkan pemrosesan
informasi yang khusus. Dan deawasa ini perusahaan tersebut membuat peningkatan
besar-besaran baik untuk arsitektur maupun aplikasi sistem informasinya. Sistem
yang semula dirancang untuk mendukung operasi terpusat atau tersebar akan
direkayasa ulang yang memungkinkan perusahaan induk dan anak perusahaannya
beroperasi sebagai suatu sistem yang terintegrasi dan terkoordinasi. GIS masa depan
akan memungkinkan anak perusahaan untuk menyesuaikan produk dan jasa mereka
dengan para pelanggan, namun tetap menyediakan informasi yang diperlukan para
eksekutif diperusahaan induk untuk menjalankan perusahaan global.


2.     PERUSAHAAN MULTINASIONAL
       Perusahaan multinasional (multinational corporation – MNC) adalah
perusahaan yang beroperasi melintasi berbagai produk, pasar, bangsa, dan budaya.
MNC terdiri dari perusahaan induk dan sekelompok anak perusahaan. Anak-anak
perusahaan tersebut tersebar secara geografis dan masing-masing mungkin memiliki
tujuan, kebijakan dan prosedur sendiri. Dengan bentuk tersebut, MNC mungkin
merupakan bentuk organisasi paling rumit yang keberadaannya saat ini meluas.
       Aktivitas setiap perusahaan dipengaruhi oleh kondisi internal dan eksternal,
dan bagi MNC lingkungannya memiliki lingkup global. MNC merupakan suatu
sistem terbuka tetapi berusahan meminimumkan ketidakpastian yang ditimbulkan
oleh lingkungan. Ketidakpastian dalam hal ini adalah “perbedaan antara jumlah
informasi yang diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas dan jumlah
informasi yang telah dimiliki oleh organisasi”. Karena ketidakpastian melibatkan
informasi, para eksekutif MNC dengan mudah melihat bahwa mereka dapat
mengatasi pengaruh-pengaruh lingkungan dengan menggunakan secara baik
teknologi informasi. MNC membuat sistem pengolah informasi yang paling sesuai
dengan kebutuhan mereka dari segi pengaruh lingkungan dan warisan administratif.
Perusahaan yang berhasil membuat sistem yang cocok memiliki peluang terbaik
mencapai kinerja yang baik, mereka yang gagal berisiko tinggi mengalami kinerja
yang buruk.

                   Sistem Informasi Manajemen Modul ke-4 / Hal.2
       Tempat yang baik untuk memulai mempelajari pemakaian komputer di pasar
internasional adalah struktur organisasi yang tepat (menurut William Egelhoff dari
Fordham University) mengidentifikasi 4 struktur yang berbeda, yakni :
      Divisi Fungsional Sedunia (worldwide functional divisions),
       Anak perusahaan diorganisasikan menurut jalur fungsional-manufaktur,
       pemasaran dan keuangan. Bidang-bidang fungsional dari anak perusahaan
       melapor langsung pada pasangan fungsional mereka di perusahaan induk.
       Dengan demikian data yang mengintegrasikan seluruh operasi perusahaan
       tidak terdapat pada tingkat yang lebih rendah. Sehingga perencanaan
       strategis MNC harus dilakukan pada tingkat eksekutif puncak di perusahaan
       induk.
      Divisi Internasional (international divisions),
       Semua anak perusahaan di luar negeri melapor pada divisi internasional
       MNC yang terpisah dari divisi domestik.
      Wilayah Geografis (geographic regions),
       MNC membagi operasinya menjadi wilayah-wilayah dan tiap wilayah
       bertanggung jawab atas anak-anak perusahaan yang berlokasi dalam
       batasnya. Tidak ada komunikasi antar wilayah, karena arus informasi dari
       tiap wilayah langsung dikoordasikan dengan staf dikantor pusat (perusahaan
       induk).
      Divisi Produk Sedunia (worldwide product divisions).
       Perusahaan diorganisasikan menurut jalur divisi produk, dan tiap divisi
       bertanggung jawab atas operasi mereka sendiri di seluruh dunia. Sehingga
       memungkin MNC lebih mudah mengenali beragam kebutuhan produk dari
       berbagai anak perusahaan dan menyesuaikan lini produk menurut kebutuhan
       tersebut.


Keempat struktur organisasi tersebut menyediakan hubungan pelaporan yang
berlainan antara perusahaan induk dan anak perusahaan.




                   Sistem Informasi Manajemen Modul ke-4 / Hal.3
3.      PERLUNYA KOORDINASI DALAM MNC
        Koordinasi merupakan kunci mencapai keunggulan kompetitif dalam pasar
global. Perusahaan yang tidak mampu mendapatkan kontrol strategis atas operasi
internasionalnya dan mengelolanya dengan koordinasi global tidak akan berhasil
dalam pesatnya ekonomi internasional.
        Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi serta metodologi pada
dekade terakhir ini telah membuat koordinasi global menjadi lebih mudah. Banyak
keuntungan yang dapat diperoleh MNC dengan memiliki kemampuan pengolahan
informasi yang baik, yang didasarkan pada kemampuan koordinasi global.
Keuntungan tersebut mencakup :
            Fleksibel dalam memberi respon terhadap pesaing diberbagai negara;
            Kemampuan memberi respon terhadap suatu perubahan meningkat;
            Kemampuan mengikuti kebutuhab pasar di seluruh dunia;
            Kemampuan mentransfer pengetahuan antar unit di berbagai negara;
            Biaya operasional keseluruhan berkurang
            Peningkatan efisiensi & efektivitas dalam memenuhi kebutuhan
             pelanggan;
            Kemampuan        mencapai   dan    mempertahankan    keragaman    produk
             perusahaan, teknik produksi dan distribusi.


4.      STRATEGI BISNIS GLOBAL
        Telah diketahui bahwa MNC dapat mengadopsi berbagai struktur organisasi.
MNC juga dapat memilih strategi yang akan mereka ikuti.
Strategi Bisnis MNC (Christopher Bartlett & Sumantra Ghoshal) dikelompokan atas
empat (4) strategi, yaitu :
      1. Strategi Multinasional; perusahaan induk memberikan kebebasan kepada
            anak perusahaan untuk mengembangkan produk dan praktek mereka
            sendiri serta senantiasa memberikan pelaporan keuangan (desentralisasi).
            Strategi ini menimbulkan kendurnya pengendalian oleh perusahaan induk
            (kantor pusat), dan sistem informasi memudahkan desentralisasi dalam
            pengambilan keputusan strategis serta terdiri dari proses dan database yang
            beridiri sendiri (oleh anak perusahaan).
                      Sistem Informasi Manajemen Modul ke-4 / Hal.4
                 Kantor
                 Pusat




                    Gambar 4.1. Strategi Multinasional


2. Strategi Global; pengendalian ada di perusahaan induk (sentralisasi proses
   & database). Perusahaan berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan di
   seluruh dunia dengan produk-produk standar. Produk untuk seluruh pasar
   dunia diproduksi secara sentarl dan dikirimkan ke anak-anak perusahaan.
   Hal tersebut mengakibatkan sebagaian besar kapasitas sistem informasinya
   berlokasi diperusahaan induk dan terdapat sentralisasi proses dan database.
   Pengendalian sangat ketat dan strategi diatur oleh pusat.




                 Kantor
                 Pusat




                        Gambar 4.2. Strategi Global




             Sistem Informasi Manajemen Modul ke-4 / Hal.5
3. Strategi Internasional; perpaduan strategi global (sentralisasi) dan strategi
   multinasional (desentralisasi). Strategi ini memerlukan suatu tim
   manajemen     diperusahaan     induk    yang memiliki       pengetahuan     dan
   ketrampilan menembus pasar global. Keahlian ini disediakan anak
   perusahaan yang digunakan untuk mengadaptasi produk, proses dan
   strategi perusahaan bagi pasar mereka sendiri. Dengan strategi ini akan
   menggunakan sistem interorganisasi yang menghubungkan proses dan
   database perusahaan induk dengan anak perusahaan.




                            Kantor
                            Pusat




                     Gambar 4.3. Strategi Internasional


4. Strategi Transnasional; perusahaan induk dan semua anak perusahaan
   bekerja   sama    memformulasikan        strategi   dan   kebijakan    operasi,
   mengkoordinasikan logistik agar produk mencapai pasar yang tepat.
   Tercapainya efisiensi dan integrasi global serta fleksibilitas di tingkat lokal.
   Dari Gambar 4.4 terlihat rumitnya sistem pengendalian yang diperlukan,
   demikian pula arus sumber daya dari satu titik ke titik lain ketika
   perusahaan berfungsi sebagai suatu sistem yang terkoordinasi. Selain itu
   menunjukkan kapasitas pemrosesan informasi yang tersedia pada tingkat
   anak perusahaan. Ketika perusahaan menerapkan strategi transnasional,
   perusahaan mencapai integrasi dalam sistemnya dengan menggunakan
   standar yang diterapkan pada skala internasional serta dengan arsitektur
   yang umum. Tim pengembangan menyertakan wakil dari berbagai anak

              Sistem Informasi Manajemen Modul ke-4 / Hal.6
         perusahaan untuk memastikan bahwa sistem tersebut memenuhi kebutuhan
         local. Strategi transnasional menempatkan tanggung jawab yang besar pada
         pengelola database untuk memastikan keseragaman rancangan database di
         seluruh dunia.




        Kantor
        Pusat




                       Gambar 4.4. Strategi Transnasional


       Sistem informasi yang digunakan MNC ketika mereka mengikuti empat
strategi bisnis tersebut dinamakan Sistem Informasi Global (Global Information
System – GIS), yang merupakan suatu sistem yang terdiri dari jaringan-jaringan
yang melintasi batas-batas negara.


5.     PENGGERAK BISNIS GLOBAL
       Daya yang mendorong GIS yang pertama adalah keinginan untuk mencapai
skala ekonomi (economies of scale). Ketika perusahaan mulai menggunakan
komputer secara global, mereka mulai menyadari luasnya keuntungan-keuntungan
yang tersedia. Keuntungan tersebut dikenal dengan penggerak bisnis global (global
business drivers – GBD). GBD adalah suatu entitas yang mengambil manfaat dari
skala ekonomis dan skop eknomis, serta kemudian berkontribusi pada strategi bisnis
global. GBD berfokus pada entitas bisnis yang luas, seperti pemasok, pelanggan dan
produk, serta menguraikan informasi yang diperlukan setiap entitas tersebut. Setelah

                   Sistem Informasi Manajemen Modul ke-4 / Hal.7
terbentuk, GBD menjadi dasar bai rencana strategis sumber daya informasi
perusahaan (strategic planning for information resources - SPIR).
       Berikut ini adalah tujuh penggerak yang diidentifikasi melalui survei atas
105 MNC yang berkantor pusat di Amerika Serikat :
       1. Sumber daya bersama;
          Beberapa anak perusahaan MNC membagi sumber daya yang sama untuk
          mengurangi biaya, misalnya armada kapal tanker dan pusat-pusat
          distribusi.
       2. Operasi yang fleksibel;
          Produksi dapat dipindahkan dari satu pabrik ke pabrik lain sebagai
          respon atas perubahan kondisi.
       3. Rasionalisasi operasi;
          Berbagai komponen dan sub rakitan dibuat di seluruh dunia dan
          kemudian dirakit  produk jadi.
       4. Pengurangan risiko;
          MNC membatasi risiko yang inheren dalam beroperasi disatu negara
          dengan beroperasi dibeberapa negara.
       5. Produk global;
          Memasarkan produk yang sama di seluruh dunia atau anak perusahaan di
          seluruh dunia merakit produk dari sub rakitan yang sama.
       6. Pasokan yang langka;
          Sumber daya yang langka disimpan terpusat dan senantiasa tersedia pada
          saat diperlukan.
       7. Pelanggan tingkat perusahaan.
          Memiliki pelanggan yang berada di seluruh dunia.


6.     MASALAH DALAM MENERAPKAN GIS
Kendala Penerapan GIS :
       1. Politis; adanya pembatasan :
             pembelian dan impor perangkat keras,
              pemerintah setempat berusaha melindungi perusahaan manufaktur
              local dan mendorong investasi asing dalam manufaktur local dengan

                   Sistem Informasi Manajemen Modul ke-4 / Hal.8
              menentukan hanya peralatan yang diproduksi atau dirakit di dalam
              negeri yang boleh digunakan.
             pemrosesan data,
              data harus di proses di dalam negeri.
             komunikasi data.
              Pembatasan atas arus data lintas batas (transborder data flow – TDF)
              yakni perpindahan data yang dapat dibaca oleh mesin melintasi
              perbatasan negara, yang dikelompokan atas empat jenis, yaitu :
                   a. data operasional
                   b. data pribadi
                   c. transfer dana elektronik antar negara
                   d. data teknik dan ilmiah
       2. Teknologi;
          Sejumlah negara dimana anak perusahan berada diganggu oleh masalah
          yang berkaitan dengan tingkat teknologi yang kurang memadai, antara
          lain sirkuit telekomunikasi dengan kecepatan yang rendah, kualitas
          transmisi yang buruk, tidak tersedianya sumber energi yang cukup, dan
          perangkat lunak.
       3. Kurangnya dukungan dari manajer anak perusahaan.
          Manajer anak perusahaan sering juga menjadi masalah. Sebagian yakin
          bahwa mereka dapat menjalankan anak perusahaan tersebut tanpa
          bantuan dan menganggap standar baru sebagai hal yang tidak perlu.
          Manajemen kantor cabang di luar negeri dapat pula memandang GIS
          sebagai suatu pengawasan “Big Brother”. Para manajer tingkat
          menenggah khawatir dilampaui oleh hubungan informasi baru yang
          menyalurkan data operasional ke perusahaan induk.


7.     STRATEGI PENERAPAN GIS
       Bila suatu MNC mengikuti strategi multinasional, diperlukan sejumlah tim
pengembangan yang bekerja di sejumlah anak perusahaan.
Bila strategi global yang diikuti, tim pengembangan GIS mengerjakan sebagian
besar tugasnya di perusahaan induk.
                   Sistem Informasi Manajemen Modul ke-4 / Hal.9
Bila strategi internasional ang diikuti, satu atau sejumlah tim pengembangan dapat
berpergian dari perusahaan induk ke anak-anak perusahaan
Bila strategi transnasional yang diikuti, tim pengembangan menyertakan wakil-
wakil dari perusahaan induk dan anak perusahaan .


Strategi Transnasional bagi Penerapan GIS
Strategi ini paling rumit dalam rangka membangun menjadi suatu sistem yang
bekerja dengan lancar dan strategi penerapannya meliputi :
   a. Menghubungkan GIS dengan strategi bisnis;
       Tim pengembangan harus memperhatikan sejak awal kegiatan engenai
       sejumlah hal penting yang menghubungkan GIS dengan strategi bisnis. Hal
       penting tersebut, yaitu :
             Bekerja sama secara erat dengan eksekutif perusahaan untuk
              memahami dampak potensial GIS pada strategi bisnis global.
             Mengerti strategi bisnis global dari tiap unit bisnis.
             Menentukan strategi global GIS yang sesuai untuk strategi bisnis
              global tiap unit bisnis.
             Menentukan tujuan dari tiap strategi GIS.
             Mengidentifikasi aplikasi yang diperlukan untuk mencapai strategi
              GIS dan menentukan prioritasnya.
             Menugaskan orang-orang yang bertanggung jawabatas penerapan
              aplikasi tersebut.


   b. Menentukan sumber daya informasi
       GIS akan menggunakan semua jenis sumberdaya informasi yakni perangkat
       keras, perangkat lunak, personil, data dan informasi serta fasilitas. Tugas-
       tugas penting tim pengembangan yang berkaitan dengan, adalah :
             Menentukan jumlah dan lokasi pusat data regional
             Mengidentifikasi penjual yang dapat menyediakan produk dan jasa
              bagi tiap anak perusahaan.
             Membuat spesifikasi standar perangkat keras dan perangkat lunak
              yang dapat digunakan semua anak perusahaan.
                   Sistem Informasi Manajemen Modul ke-4 / Hal.10
         Membuat rencana bagi satu atau beberapa unit penolong yang
          membantu anak perusahaan 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu.
         Siap menghadapi keterlambatan penerapan yang tidak dialami di
          Negara perusahaan induk.


c. Menyediakan pembagian data
   Kunci untuk mencapai standarisasi dalam operasi lebih ditentukan oleh data
   daripada proses. Perencanaan GIS harus berfokus pada seluruh perusahaan,
   dengan produk akhir berupa model data peerusahaan. Dalam GIS,
   perusahaan merupakan suatu MNC, dan model mencakup perusahaan induk
   dan anak perusahaan. Lingkup perusahaan yang luas tersebut menjadikan
   pembuatan model data lebih sukar dibandingkan jika perusahaan hanya
   beroperasi di dalam negeri. Pembuatan sistem pemakaian data bersama (data
   sharing) mencakup beberapa tugas, yaitu :
         Mengembangkan suatu model data global yang mendukung tujuan
          bisnis global.
         Membentuk satu kelompok yang terdiri dari para wakil perusahaan
          induk, dan anak perusahaan untuk menetapkan standar data yang
          akan diterapkan di seluruh MNC.
         Meneliti peraturan berbagai negara untuk mengetahui berbagai
          pembatasan atas pengolahan data dan telekomunikasi.
         Berdasarkan penelitian tersebut, menentukan apakah data akan
          dikirimkan melintasi batas negara atau memprosesnya di negara
          tempat anak perusahaan.
         Menerapkan database.


d. Memperhatikan lingkungan budaya
   Selama proses pengembangan,para eksekutif MNC dan tim pengembangan
   multinasional harus memperhatikan masalah-masalah budaya, dengan tugas
   secara khusus bagi tim pengembangan, yaitu :




              Sistem Informasi Manajemen Modul ke-4 / Hal.11
             Menyadari perbedaan budaya yang ada di antara negara-negara
              tempat anak perusahaan berada dan merumuskan pemecahan yang
              dapat diterima oleh semua pihak.
             Membuat survey atas keahlian para spesialis informasi yang ada di
              anak perusahaan agar keahlian tersebut dapat dipergunakan secara
              maksimal selama penerapan.
             Menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi anak perusahaan
              sehingga personil mereka mendapatkan keahlian di bidang yang
              kurang mereka kuasai dan meningkatkan keahlian di area yang
              mereka telah kuasai.
             Membuat program-program formal yang mempersiapkan para
              manajer perusahaan induk untuk bekerja sama dengan para manajer
              anak    perusahaan,dan     sebaliknya.    Program     tersebut   harus
              memperhatikan maslah perbedaan budaya dan cara mengatasinya.




8.     IKHTISAR
       MNC beroperasi melintasi produk, pasar, perbatasan, dan budaya, dan
mengikuti aktivitas yang dipengaruhi oleh warisan administratif maupun
lingkungannya. MNC berusaha meminimumkan ketidakpastian yang ditimbulkan
lingkungannya dengan mengumpulkan dan mengelola informasi.
       MNC dapat menggunakan empat struktur dasar organisasi, yaitu divisi
fungsional seluruh dunia, divisi internasional beroperasi terpisah dari divisi-divisi
domestik, wilayah geografis mencakup anak perusahaan yang berada dalam
batasnya, dan divisi produkseluruh dunia dengan memberikan otoritas untuk
menjalankan operasi mereka sendiri dalam skala dunia, seperti perusahaan terpisah.
       Kunci menjalankan MNC adalah koordinasi. Koordinasi membawa banyak
keuntungan. Koordinasi dapat dicapai dengan menggunakan berbagai strategi bisnis
global, yaitu strategi multinasional menampilkan desentralisasi, strategi global
menampilkan sentralisasi, dan strategi internasonal menampilkan anak-anak
perusahaan yang relatif independen yang menerapkan keahlian dari perusahaan
induk, serta strategi transnasional yaitu yang paling rumit karena menampilkan
                   Sistem Informasi Manajemen Modul ke-4 / Hal.12
partisipasi bersama antara perusahaan induk dan anak perusahaan dalam
perencanaan dan dalam menjalankannya. Sistem yag digunakan oleh MNC tersebut
dikatakan sistem informasi global (global information system – GIS).
       Elemen-elemen dari suatu MNC yang mengambil manfaat dari bisnis global
disebut global business drivers – GBD. GBD terbentuk dengan melibatkan eksekutif
puncak, mengarahkan analisis pada tingkat unit bisnis, dan menyadari perbedaan
yang ada dalam perusahaan dan antar anak perusahaan.
       MNC mengalami berbagai masalah. Sebagian masalah tersebut bersifat
politis, sebagian berkaitan dengan teknologi, dan sebagian lainnya lagi disebabkan
oleh para manajer anak perusahaan yang kurang memberikan dukungan sepenuhnya.
       Strategi penerapan GIS memberi perhaian pada empat hal, yaitu
menghubungkan GIS dengan strategi bisnis, mendefinisikan sumber daya informasi
yang diperlukan, menyediakan pembagian data dan budaya.


9.     PERTANYAAN / DISKUSI :
       Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar, singkat dan jelas !
1.   Apakah yang dimaksud dengan sumber ketidakpastian bagi MNC ?
2.   Bagaimana para eksekutif MNC memberi respons pada ketidakpastian ?
3.   Yang mana dari empat struktur dasar organisasi MNC yang sangat
     membutuhkan jaringan komunikasi MNC dan jelaskan ?!
4.   Strategi bisnis global mana yang paling menarik bagi eksekutif yang menyukai
     pengendalian terpusat ? dan mana yang paling tidak menarik ?
5.   Apakah sistem informasi global (GIS) berbeda dengan CBIS ? Jelaskan !
6.   Strategi bisnis global mana yang membutuhkan suatu tim pengembangan
     multinasional ?
7.   Apakah ada hubungannya antara penggerak bisnis global dengan rencana
     strategis sumber daya informasi MNC ?
8.   Mana yang lebih penting dalam mencapai standarisasi di seluruh MNC – data
     atau proses ? Jelaskan !
9.   Apakah semua MNC dalam suatu industri diarahkan oleh penggerak bisnis
     global yang sama ? jelaskan pendapat saudara !
10. Bagaimana lingkungan menyebabkan ketidakpastian dalam suatu MNC ?

                   Sistem Informasi Manajemen Modul ke-4 / Hal.13
10.    LATIHAN PENUGASAN :
Berdasarkan pengalaman tugas saudara di lapangan (sebelum masuk ke PTIK) pada
unit saudara masing-masing.
     Lakukanlah analisa strategi bisnis yang berlaku atau yang diterapkan !
     Apakah termasuk dalam 4 strategi bisnis, tunjukkan dengan parameter yang
      sesuai pada strategi bisnis tersebut ?!
     Selanjutnya evaluasi apakah strategi yang dimaksud (yang berjalan) dapat
      memberikan output atau keluaran yang memuaskan.
     Berikan solusi alaternatif guna peningkatkan kinerja unit di masa datang !!




11. DAFTAR REFERENSI :
1.    McLeod, Raymond, Management Information System, 7th ed., Prentice Hall,
      New Jersey, 1998.
2.    McNurlin, Barbara C,; Sparague, Ralph H Jr., Information Systems
      Management in Practice, 4th ed., Prentice Hall, New Jersey, 1998.




                                      -----o0o-----




                    Sistem Informasi Manajemen Modul ke-4 / Hal.14

								
To top