manajemen produk dan harga by 3e467Rg

VIEWS: 0 PAGES: 174

									MANAJEMEN PRODUK
   DAN HARGA




            AR
What Is a Product?
       Potential product

     Augmented product
   Expected product
             Basic product


            Core
           benefit
                        What is Product ?

   Setelah Planner menganalisa :
    Organisasi                                   : Corporate Objectives
                                  Policy constrain
                                  Organizational Design
    Generic Demand              : Identify unmeet consumer need
                                  New market segments
                                  Product Life Cycle
    Brand Demand                : Product strenght & weaknesses
                                  To have positioned a brand
                                  Against competitors brand according to consumers perceptions of product benefit


    Ranked the opportunities and problem

    To develop a product strategy ---- > to the identification of alternative product strategies

   WHAT is a PRODUCT ?
    Bagi KONSUMEN        : a bundle of perceived benefit that will meet his / her needs ( Kelompok manfaat
              yang diterima oleh konsumen disesuaikan dengan kebutuhan mereka )
    Bagi PRODUSEN        : a bundle of attribute that ideally will meet consumers needs
                             ( Ciri dari produk yang ideal yang disenangi oleh konsumen )
    Bagi PRODUCT MANAGER : sebagai way of life ( sebagai jalan / sumber hidupnya )
    Bagi ADVERTYSING AGENCY : sebagai satu communication challenge ( tantangan dalam mengenalkan
                                          satu produk tertentu )
   Bagi TREASURE ( pemilik Modal ) : source of fund ( sebagai sumber dana )
                      Product Strategies
   Istilah PRODUCT lebih dari sifat-sifat phisik produk ( physical attributes of the product ), termasuk :
    *           bentuk package
    *           services provide before & after the sales
    *           image / citra yang dimiliki yang berkaitan dengan brand namenya, karena hal ini menunjang   kepuasan konsumen
                dengan product tsb

   Apakah PLC ?
    PLC merupakan akibat dari adanya :
    > kekuatan-kekuatan ekonomi
    > persaingan
    > social psychological ---- > selera konsumen

   STRATEGIES FOR EXISTING PRODUCT
    * DIFFERENTIATED & UNDIFFERENTIATED STRATEGY
        Market segmentation ---- > 2 strategi produk
        DIFFERENTIATED PRODUCT STRATEGY                        : separate product be designed to meet the needs of each segment
                                                                                ( produk-produk yang tersendiri dirancang untuk
    setiap segmen ).                                                                            Contoh : Pasta Gigi Pepsodent di
    buat dalam ukuran yang besar                                                                               dan kecil

      UNDIFFERENTIATED PRODUCT STRATEGY : uses a single product, but differentiates the promotional strategy /
                                       advertysing massage ( produknya hanya satu macam, satu service, satu macam
                                                          produk bagi semua segmen pasar yang ingin dicapai ), Misal :
    pemasaran                                                             sabun Cousons, dalam hal ini sabun tsb
    dimaksudkan untuk dikonsumsi oleh                                                      bayi dan orang dewasa
   * NO PRODUCT CHANGE
                Produk-produk yang sukses tidak perlu selalu diubah. Pemasaran yang sukses membutuhkan : perbaikan massage

                yang kuno, improving media mix
                    Product Strategies
   * PRODUCT REPOSITIONING
     ~   Tidak selalu membutuhkan perubahan dalam product attributes tetapi :
         a. Membutuhkan perubahan-perubahan persepsi konsumen thd benefit drpd product
          b. Mendapatkan new uses bagi product-product lama
         Berhasil bila :
         Repositioning brand dalam growing market

     ~   Perubahan persepsi konsumen terhadap brand mendekati ideal brand, atau
     ~   Merubah persepsi ideal brand, mendekati brand yang dipromosikan

         Sulit, karena konsumen akan merubah basic value thd type product

   * PRODUCT IMPROVEMENT
     ~ Changes in the attributes of a product
     ~ Package is redesigned ----- > mempertinggi pengenalan product
     ~ New services, before or after sales ---- > garansi --- > bagian penting dr product strategy

   * PRODUCT EXTENSION
     Merupakan strategi product yang dikaitkan dengan product line / jajaran produk
     Motivasi : mengisi gap dlm product line dgn menggunakan kelebihan kapasitas produksi & pemasaran, menghadapi pesaing
     Tak begitu berbahaya, karena, :
     ~      menunjukkan satu jajaran business yang telah dikenal sekarang ini. Misal : Sabun Lux dengan bermacam-macam
            bentuk dalam product linenya, sehingga lebih mudah dalam memasarkannya
     ~      efisiensi pemasaran ---- > Brand sama, Channel of Distribution sama     ~ skala produksi yang ekonomis
     Resiko : ----- > gagal
     ~ membahayakan brand image                             ~ brand cannibalism bagi brand yang ada sebagai saingan
     ~ memperburuk hubungan dengan pengecer
                 Product Strategies
   Diversification through new product
    ~ HORIZONTAL         : terjadi bila product baru ditambahkan, yg mempunyai hubungan yg dekat dgn
                           product-product lama dan tingkatan yang sama
    ~ VERTICAL           : terjadi dalam product line, perusahaan memprodusir produk-produk yang
                           sebelumnya dibeli
    ~ CONGLOMERATE : semata-mata untuk meningkatkan ROI, tak ada hubungan dengan produk lama

   * PRODUCT ELIMINATION
    Strategi menyisihkan / menghapuskan salah satu type product yang ada
    Kriteria product-product yang lemah :
    a. sharte tak sebanding dengan tahun-tahun sebelumnya
    b. Sales tidak mencapai tingkat yang diramalkan
    c. Profit tidak dapat mencapai tingkat minimum yang diharapkan
    Strategi yang tepat kalau terjadi hal-hal demikian :
    a. Membuang / menyisihkan product
    b. Menjual pada perusahaan lain
    c. Menurunkan marketing cost

   DEVELOPING NEW PRODUCT
    Mempunyai motivasi :
    1. Keinginan untuk pengembangan didalam perusahaan / internal growth
    2. Menawarkan product line yang full
    3. Kelebihan kapasitas produksi dan fasilitas pemasaran
    4. “ Being first “ distribution bidang yang baru
         Product Mix



Width - number of
different product
       lines


 Length - total         Product Mix -
number of items        all the product
within the lines         lines offered


Depth - number of
versions of each
    product
DEFINISI PRODUK
 Produk adalah sesuatu yang dapat
  ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan
  konsumen
 Pentingnya suatu produk fisik bukan pada
  kepemilikannya tetapi manfaat yang dapat
  diberikan oleh produk tersebut.
Suatu produk dibuat biasanya didasarkan atas :

   Kebutuhan manusia adalah keadaan merasa
    tidak memiliki kepuasan dasar (fisiologis)
   Keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu
    dari kebutuhan tersebut
   Permintaan adalah keinginan akan suatu produk
    yang didukung dengan kemampuan serta
    kesediaan membelinya
   Pertukaran adalah cara mendapatkan suatu
    produk yang diinginkan dengan menawarkan
    sesuatu sebagai gantinya
LIMA TINGKATAN PRODUK
   MANFAAT INTI (CORE BENEFIT)
   PRODUK DASAR (BASIC PRODUCT)
   PRODUK YG DIHARAPKAN (EXPECTED
    PRODUCT)
   PRODUK YANG DITINGKATKAN
    (AUGMENTED PRODUCT)
   PRODUK POTENSIAL (POTENTIAL
    PRODUCT)
HIRARKI PRODUK
   KELUARGA KEBUTUHAN,kebutuhan inti yang mendasari
    keberadaan suatu kelompok produk
   KELUARGA PRODUK,semua kelas produk yang dapat
    memenuhi suatu kebutuhan inti dengan efektifitas memadai.
   KELAS PRODUK,sekelompok produk dalam keluarga
    produk yang diakui mempunyai kesamaan fungsi
   LINI PRODUK,sekelompok produk dalam suatu kelas
    produk dijual dan dipasarkan pada konsumen yg sama
   JENIS PRODUK,satu kelompok produk dalam satu lini
    produk
   MEREK,nama yg diasosiasikan dengan satu atau beberapa
    produk dalam lini produk
   UNIT PRODUK,satu unit tersendiri dalam suatu merek.
KLASIFIKASI PRODUK
   DAYA TAHAN DAN WUJUD
     Barang   yang terpakai habis
     Barang   tahan lama
     Jasa
   BARANG KONSUMSI
     Convenience,barang    yang sering dibeli konsumen
     Shopping,dibeli berdasarkan
      kesesuaian,kualitas,harga dan gaya hidup
     Specialty,memiliki karakteristik unik
     Unsought,jarang diketahui oleh konsumen
 Nilai produk meliputi,nilai produk
  (mutu),nilai pelayanan,nilai personil,nilai
  citra.Sedangkan biaya meliputi biaya
  produksi,biaya promosi & penjualan,biaya
  R&D,biaya overhead
 Perusahaan harus memutuskan apa yg
  ingin dicapai dengan penawaran produk
  tertentu berdasarkan pasar sasaran dan
  posisi pasarnya
          PENGERTIAN MUTU
   Mutu adalah sifat-sifat yang dimiliki suatu
    benda/barang atau jasa yang secara keseluruhan
    memberi rasa puas kepada penerima atau
    penggunanya karena telah sesuai atau melebihi apa
    yang dibutuhkan dan diharapkan para pelanggannya.

   Orang yang bermutu dalam berkinerja selalu berusaha
    mengidentifikasi siapa pelanggannya dalam setiap
    kegiatan yang dilakukan, dan mengidentifikasi apa
    kebutuhan dan harapannya untuk diusahakan dipenuhi
    sejauh mungkin.

                                                AR
Mutu berawal dari Diri Kita Sendiri

   Mutu adalah naluri manusia
   Kita selalu mengharap, bahkan menuntut agar
    orang lain memberi dan melayani kita segala
    sesuatu yang bermutu. Tetapi jangan lupa,
    bahwa orang lainpun juga selalu mengharap dan
    menuntut segala sesuatu yang bermutu dari kita.
   Kondisi resiprokal inilah yang membuat
    kehidupan ini bermutu dan menyenangkan.
                                              AR
     SISTEM MANAJEMEN MUTU

   Memberikan kerangka kerja yang dapat
    diandalkan untuk implementasi program mutu,
    mengukur / mengaudit kinerja organisasi untuk
    perbaikan mutu tanpa akhir.

   Memadukan semua unsur yang dibutuhkan
    organisasi untuk memperbaiki kepuasan
    pelanggan melalui produk, jasa dan proses yang
    lebih baik.

                                              AR
PENDEKATAN MELALUI SISTEM MANAJEMEN
MUTU MENDORONG PERUSAHAAN untuk
   Menganalisis persyaratan pelanggan / stakeholder
   Menentukan dan menspesifikasikan semua proses
    yang berkontribusi terhadap pencapaian mutu produk
   Memelihara agar seluruh proses selalu terkendali
   Menyusun kerangka kerja untuk perbaikan
    berkesinambungan agar pelanggan puas
   Memberikan keyakinan kepada perusahaan (institusi)
    dan pelanggan untuk menghasilkan produk yang
    konsisten dalam memenuhi persyaratan mutu

                                                   AR
     PRINSIP DASAR SISTEM MANAJEMEN MUTU:
                       TRILOGI JURAN

   PERENCANAAN MUTU ( QUALITY PLANNING )
        Fokus kepada penyusunan kebijakan / tujuan mutu dan proses
         operasional untuk mencapai tujuan mutu

   PENGENDALIAN MUTU ( QUALITY CONTROL )
        Fokus kepada pemenuhan persyaratan mutu

   PERBAIKAN MUTU ( QUALITY IMPROVEMENT )
        Fokus kepada peningkatan kemampuan memenuhi persyaratan
         mutu (efektivitas dan efisiensi)


                                                              AR
Filosofi Mutu Kinerja
1.   Setiap pekerjaan menghasilkan produk dan/atau jasa.
2.   Produk dan jasa itu diproduksi karena ada yang
     memerlukan.
3.   Orang-orang yang memerlukan produk/jasa itu disebut
     pelanggan.
4.   Produk dan/atau jasa itu merupakan sesuatu yang
     dibutuhkan oleh pelanggannya.
5.   Produk atau jasa itu harus dibuat sedemikian rupa agar
     dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggannya.
6.   Produk atau jasa itu disebut bermutu bila dapat memenuhi
     atau melebihi kebutuhan dan harapan pelanggannya.


                                                       AR
Perencanaan Strategik Untuk Mutu
   Mutu tidak akan datang dengan sendirinya, perlu usaha
    khusus
   Peningkatan mutu yang terus-menerus adalah hasil dari
    budaya kerja
   Budaya kerja yang baik adalah hasil pembinaan jangka
    panjang
   Agar budaya kerja yang baik tercapai perlu perencanaan
    jangka panjang yang bersifat strategik
   Rencana jangka panjang perlu tujuan yang jelas, yang
    berfokus pada kepentingan dan kebutuhan para pelanggan
   Rencana jangka panjang harus realistik, berdasarkan
    kondisi diri dan lingkungan


                                                     AR
PERAN SISTEM MANAJEMEN MUTU
DALAM PENGEMBANGAN PRODUK
Kegagalan program mutu suatu organisasi apapun
disebabkan salah satu :

   Memiliki sistem manajemen tanpa keinginan kuat

   Memiliki keinginan kuat tanpa membangun sistem
    manajemen



                                                AR
Definisi Operasional
   Mutu PRODUK adalah pencapaian kesesuaian dengan standar
    yang telah ditentukan.
   Jaminan mutu adalah keseluruhan aktivitas dalam
    berbagai bagian dari sistem untuk memastikan bahwa
    mutu produk atau layanan yang dihasilkan selalu
    konsisten sesuai dengan yang direncanakan/ dijanjikan.
    Di dalamnya terkandung proses penetapan dan
    pemenuhan standar mutu pengelolaan pendidikan
    secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga seluruh
    stakeholders memperoleh kepuasan.




                                                      AR
Pencapaian Standar Mutu diukur melalui
Indikator (Tabel 3), dikelompokkan ke dalam :

    Input
    Process
    Output
    Outcome
    Impact

                                         IPB
Mekanisme Penjaminan Mutu

              Plan




     Action           Do




              Check




                            IPB
                             Plan
       Penetapan Kebijakan Mutu
         Penetapan Standar Mutu
 Penetapan Tujuan/Sasaran Mutu
              Termasuk Penetapan
                   Indikator Kinerja
         Penetapan Prosedur untuk
           Pencapaian Tujuan Mutu

                          Manual/
                     Pedoman Mutu
                               AR
                           Do

 Pelaksanaan  seluruh kegiatan
 yang terkait dengan pendidikan
 menurut prosedur yang telah
 ditentukan.



                             IPB
              Check dan Action
              Evaluasi Diri
Pedoman/      (Departemen)
Manual Mutu

                                              Laporan
              Internal audit   Lokakarya       Hasil
                                 Mutu         Evaluasi


Dokumentasi
Pelaksanaan     Laporan                      Rumusan
Kegiatan        External                   Tindak lanjut
                Examiner




                                               AR
Indikator Kinerja : 1. Input (Mahasiswa)

  Indikator                  Cara Perhitungan
  Persentase mahasiswa       Mahasiswa baru lima
  dengan NEM > 49            tahun terakhir
  Rata-rata NEM              Mahasiswa baru lima
  mahasiswa baru             tahun terakhir
  Tingkat kompetisi          Mahasiswa baru tahun
  mahasiswa baru             terakhir
  Asal geografis mahasiswa   Mahasiswa baru tahun
                             terakhir


                                                    AR
 Indikator Kinerja : 1. Input
                       (Dosen dan Sarana Pembelajaran)

Indikator                           Cara Perhitungan
Rasio Dosen - Mahasiswa             Lima tahun terakhir
Persentase Dosen berpendidikan      Lima tahun terakhir
S3
Rasio kecukupan ruang kuliah dan    Lima tahun terakhir
laboratorium
Rasio kecukupan alat bantu          Lima tahun terakhir
pembelajaran
Rasio kecukupan koleksi buku teks   Lima tahun terakhir
< 5 tahun di perpustakaan
                                                AR
Indikator Kinerja : 2. Proses
  Indikator                     Cara Perhitungan
  Rata-rata IPK semester        Mahasiswa semester
  berjalan                      berjalan
  Persentase mahasiswa          Lulusan lima tahun
  dengan masa studi 48 bulan    terakhir
  Rata-rata lama penyelesaian   Lulusan lima tahun
  studi                         terakhir
  Rata-rata waktu               Lulusan lima tahun
  penyelesaian tugas akhir      terakhir
  Jumlah mahasiswa drop out
  per tahun

                                                     AR
Indikator Kinerja : 3. Proses (lanjutan)
  Indikator                   Cara Perhitungan
  Persentase Dosen dengan     Setiap semester,
  rataan hasil angket > 3     rata-rata hasil kuestioner
  Tingkat kehadiran           Absensi selama satu semester
  mahasiswa
  Tingkat kehadiran staf      Absensi selama satu semester
  pengajar
  Ketepatan rencana dan       Kecocokan absensi dan rencana
  pelaksanaan perkuliahan /   kuliah/praktikum
  praktikum
  Ketepatan jadwal            Waktu pemasukan nilai
  pemeriksaan ujian dan
  pemasukan nilai
                                                             AR
Indikator Kinerja : 3. Output

Indikator             Cara Perhitungan

Jumlah lulusan per    Lulusan lima tahun
tahun                 terakhir
Persentase lulusan    Lulusan lima tahun
dengan IPK >= 3       terakhir
Rata-rata IPK         Lulusan lima tahun
lulusan               terakhir

                                     AR
Indikator Kinerja : 4. Outcome
Indikator               Cara Perhitungan
Persentase lulusan      Lulusan lima tahun
yang memperoleh         terakhir
pekerjaan pertama
dalam waktu 3 bulan
setelah lulus
Rata-rata waktu         Lulusan lima tahun
tunggu kerja lulusan    terakhir
Status akreditasi       Review lima tahun
PS/Departemen           sekali
                                            AR
Indikator Kinerja : 5. Impact

 Indikator               Cara Perhitungan

 Jumlah kegiatan (event) Keadaan lima tahun
 in-campus recruitment terakhir
 Jumlah in-campus        Keadaan lima tahun
 recruitment (orang)     terakhir
 Jumlah pelamar (calon   Keadaan lima tahun
 mahasiswa baru)         terakhir
                                              AR
Strategi Kerja
Persiapan Sistem Jaminan Mutu

 Kegiatan yang               Sistem Jaminan
 sudah berjalan             Mutu PT yang Ideal




             Langkah-langkah
            strategis / pragmatis
              Database, SOPs
                                         AR
Perancangan dan
Pengembangan
Produk
Karir
 Karir (Strata)


                  S3+

                  S3
                  S2

                  S1

                        Waktu (Tahun)
3 Elemen Kreativitas


 Ekspertis                 Skill Berpikir
                              Kreatif
             Kreativitas




              Motivasi
 Pendahuluan
 From Concept to Production
Concept      Detail      Engineering   Prototyping    Tooling   Production
 design      design       Analysis

Conceptual    3D CAD&Modelling

          Detail

   Virtual Prototyping     VR & FEA
                                                                 Waktu yg
              Engineering Analysis                               dihemat=

                      Prototyping       RP & Manufacturing

                                       Tooling
                                                                 $
                                                 Production
                          Rentang Waktu
CAD-FEAnalysis-Prototype
CAD


             FEA




                      Prototype
Contoh: Studi Kasus 1
     Benchmarking Produk (Produk sepeda
      motor merk Honda Tahun 1996, 2000 dan
      2004).
     Identifikasi perubahan desain:
        Fungsi (Function)
        Bentuk (Shape)
        Materials
        Proses manufaktur (Manufacturing Process)
     Presentasi (Minggu ke-2)
      Design Team: Group mahasiswa (5/Team)
      Presentasi disiapkan dalam MS Power Point
Creating Breakthrough Product
   Kombinasi TECHNOLOGY dan STYLE (Include:Confort)
                     High
             STYLE
                     Low




                            Low                High

                                  TECHNOLOGY
Creating Breakthrough Product
     Kombinasi TECHNOLOGY, CONFORT dan STYLE



                  High
          STYLE
                  Low




                         Low       High

                          TECHNOLOGY
Siklus Teknologi
                                             Perlu Inovasi

                 Pertumbuhan     Matang   Penuaan
    Kematangan
      Tingkat




                         Waktu
   Perancangan & Pengembangan Produk

            Product can be developed to follow
              Marketpull (Customers driven) or
              Technology push (Technology driven)
Technology




                                                            Market
                                                     SMEs
                    Market Pull Based Product

                                     Family Tree of
                                         Dsg
                                        • Function
                    Kreativitas        • Ergonomic
                    penting!!!         • Aesthetic
                                     •New Tech&ICT
    Mission

Customer Needs      Spec Target    Generate            Concept             Spec Refining
(Innovative,Q, $,                  Concept Design      Selection
t)



                                             Economic Analysis     Final Concept Design
                                             (Mfg Cost)            (AutoCAD, SolidWorks,   NEXT
                                                                   CATIA, ProEng etc)




                          Concept Development Time&Cost
Misi
 Diskripsi singkat produk
 Goal
 Target Market
 Asumsi
 Stakeholders
 Pengolahan data

                                 Indikator
Bobot=angk
                                  (Kuantitatif)
    a

                 Statistik

     Hasil Kuesioner
      (Kualitatif)
Customer Needs
     Customer Needs=Product Opportunity Gap
     SET factors: Social-Economic-Technology
                        Social Trends


                    S
                     Product            T
                    Opportunity             Technology
                                            Advances
                    Gap (POG)
         Economic
         Forces
                          E
Creating Breakthrough Product
   Combination of TECHNOLOGY and STYLE
                 High
         STYLE
                 Low




                        Low                High

                              TECHNOLOGY
Position of our product
          Competitor         Our product


                                           Q

                                           $
                                           t
                  Need to be planned
          Adoption New Tech+ICT in
             Product&Process

 INPUT        PROCESS    OUTPUT    OUTCOME




 Raw
Materia     Production   Product
   l         Process

                                   Market
 Time Compression
 From Concept to Production
Concept       Detail       Engineering     Prototyping      Tooling   Production
 design       design        Analysis


 Conceptual    3D CAD&Modelling
                                                   New
          Detail                                Tech&ICT
                                               play the role
    Virtual Prototyping      VP & FEA              here
                                                                       Time
                Engineering Analysis                                   saving=

                          Prototyping       RP & Manufacturing


                                           Tooling
                                                                       $
                                                      Production
                               Lead Time
CAD-FEA-Prototype-Testing-Production



     CAD
                         FEA

               Testing
  Production


               Prototype       Casting
Economic Analysis:
Cost-Benefit Profile
                                            Revenue
Cumulative $




                                            Profit

               Development Cost




Start Project                Market   BEP             Time
                             Launch
Materials and Process Selection
PRIMAs=Manufacturing Process Information Maps

                           MATERIALS

                                       Process: Highest
        PRODUCT QUANTITY



                                        Q, Lowest Cost
                                       and Lowest time
PRIMAs: Example
               Irons         CarbSteel     Magnesium Aluminium         Thermo
                                           & Alloys  & Alloys          plastics
1-100          Centr.Cast    Centr.Cast    Invest Cast   Centr.Cast    Vacum Formg
(Very small)   Invest Cast   CerMoldCast   CerMoldCast   CerMoldCast   Rotat Mould
               CerMoldCas    EDM           Man Machin    EDM
               t             ChemMachin    EDM           ChemMachin
               Man Machin    Ultrasonic    ChemMachin
100-1000
(Small)
1000-10000
(Small-Med)
10000-100000
(Med-High)
100000+
(High)
Successful Product
   Product should have fitures and shape that
    meet with the customers needs (usefulness
    and desirable)
   Marketable (profitable)
   Product should be competitive -> High Q,
    Low C and Low t.
Overview:
  Benda dibuat langsung dari data
   CAD menggunakan salah satu
   metode Layer Manufacturing: SLS
   (Selective Laser Sintering)
  SLS-mampu membuat produk
   dengan geometri sangat kompleks
   dan berongga) dari material
   berbentuk serbuk seperti Polymer,
   Metal, Ceramic, atau Cermet
Proses SLS dan Produk
Produk yang sukses
   Sukses menurut sudut pandang investor
   Sukses
     Finansial
     Brand   image
   Sukses
     Produk harus memiliki fitur dan bentuk yang oleh
      customers dipandang berguna, berdaya guna
      dan sangat diinginkan.
     Berdaya jual tinggi: memberikan profit
5 Parameter penguji kinerja
pengembangan produk
 Kualitas produk
 Ongkos produk
 Waktu yang diperlukan untuk
  pengembangan
 Ongkos pengembangan
 Kapabilitas pengembangan
Metriks Kinerja Product
Development
   Firm level: The R&D Effectiveness Index
    (McGrath)

          % New productrevenue Net profit%  R & D%
     EI 
                            R & D%
Metriks Kinerja Product Development
             Programme level:
              INTERNAL EFFICIENCY                    EXTERNAL EFFECTIVENESS
                                                            BUSINESS METRICS
                 PROCESS METRICS                            • Profit
Metrics




                 • Product performance vs                   • Return of investment/IRR
                 Spesification
                                                            • Break even time
                 • Develompent time
                                                            • Market share
                 • Development cost
                                                            • Market position
                 • Quality
                                                            • Sales
                 • Team satisfaction
                                                            •Margin
                 • Speed to market
                                                            •Revenue

                                                            CUSTOMER METRICS
                                                            • Customer acceptance
                                                            •Customer satisfaction


Start Project                               Market Launch                                Time
Kualitas Produk
   Seberapa bagus produk yang dihasilkan?
   Apakah telah sesuai dengan
    kebutuhan/memuaskan customers/users?
   Apakah produk tsb cukup robust dan reliabel?
   Kualitas produk terefleksi dalam
     marketshare   (berapa % market yang dapat
      diperoleh?)
     Suatu harga yang akan dibayar oleh customers
      (maukah customer membeli dengan harga tsb?)
Ongkos Produk
 Berapa ongkos manufakturnya (termasuk
  kapital peralatan, tooling dan tambahan
  ongkos setiap kenaikan jumlah unit yang
  dibuat)?
 Ongkos produk menentukan berapa profit
  yang dapat diperoleh untuk suatu volume
  penjualan tertentu dan harga jual tertentu
Waktu Pengembangan
 Seberapa cepat tim pengembang
  menyelesaikan tugasnya
 Waktu pengembangan menentukan
     seberapa responsifnya perusahaan dalam
      mengantisipasi tekanan kompetisi dan
      perkembangan teknologi
     Seberapa cepat perusahaan memperoleh
      keuntungan/economic return dari kerja tim
      tsb?
     Waktu pembuatan produk semakin
     singkat, pengenalan ke market lebih
     awal, sales volume lebih tinggi

                                                    Kita




                              Sale Volume
                                               Kompetitor

 Raw
Material   Process   Produk

            Waktu
                                            Waktu
Biaya Pengembangan
 Berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh
  perusahaan untuk mengembangan produk
  tsb?
 Biaya pengembangan biasanya bagian
  yang signifikan dari kebutuhan investasi
  untuk memperoleh profit
Kapabilitas Pengembangan
 Apakah tim dan perusahaan memiliki
  cukup kemampuan untuk mengembangkan
  produk baru?
 Kapabilitas pengembangan merupakan
  aset perusahaan yang dapat digunakan
  untuk mengembangkan suatu produk baru
  di masa datang lebih efektif dan ekonomis.
Siapa Perancang&Pengembang
Produk?
   Pengembangan produk adalah suatu kegiatan
    interdisipliner yang memerlukan kontribusi dari
    semua fungsi yang ada dalam perusahaan.
   Umumnya melibatkan 3 fungsi utama yang ada
    dalam perusahaan yaitu:
     Pemasaran (Marketing)
     Desain (Design)
     Manufaktur (Manufacturing)
   Produk dirancang dan dikembangkan oleh
    sebuah TEAM
Marketing
   Mediator komunikasi antara perusahaan dan
    customers
   Mengidentifikasi POG (Product Opportunity Gap)
   Mendefinisikan segmen market
   Mengidentifikasi kebutuhan customer (customer
    needs)
   Menetapkan harga jual (prices)
   Peluncuran dan promosi produk
Desain
 Mendefinisikan bentuk fisik produk terbaik
  sesuai kebutuhan customer
 Fungsi desain termasuk:
     Engineering  design (mekanikal, elektrikal,
      software dsb), dan
     Industrial design (estetika, ergonomi, user
      interfaces)
Manufaktur
 Bertanggung jawab pada perancangan dan
  pengoperasian sistem produksi
 Definisi yang lebih luas, selain tugas
  diatas, termasuk pembelian/purchasing,
  distribusi dan instalasi
Tim Pengembang Produk
   Project Team:
     Team  leader
     Core team
     Extended team
Tim Pengembang Produk

                         Finance              Sales
                              Legal: Patent


               Tim inti
                            Ahli Manufaktur

        Prof.Marketing                           Spc Pembelian

                              Ketua Tim
                                                 DesainerElektrikal
        Desainer Industri

                          Desainer Mekanikal



          Tim
          Pendukung
     Contoh atribut-atribut pengembangan
     beberapa produk

               Obeng      Sepatu Roda   Printer HP    Sedan         Pesawat
                                        DJ500         Chrysler      Boeing 777
Vol.Prod/Th    100.000    100.000       1.500.000     250.000       50

Umur Jual      40 Th      3 Th          3 Th          6 Th          30 Th

Harga Jual     $3         $200          $365          $19.000       $130.000
Jumlah Part    3          35            200           10.000        130.000

Waktu Peng     1 Th       2 Th          1,5 Th        3,5 Th        4,5 Th

Tim Internal   3 orang    5 orang       100 orang     850 orang     6.800 orang

Tim Eksternl   3 orang    10 orang      100 orang     1400 orang    10.000
                                                                    orang
Biaya          $150.000   $750.000      $50.000.000   $1 M          $3 M
Peng/Invest    $150.000   $1.000.000    $25.000.000   $600.000.00   $3 M
                                                      0
2. Proses Pengembangan dan
Organisasi
   Proses: urutan langkah untuk mentransform
    input menjadi out
   Proses pengembangan produk: urutan langkah
    atau aktivitas untuk membuat konsep, men-
    desain dan mengkomersialisasikan produk
   Kegiatan pengembangan produk-lebih banyak
    melibatkan kegiatan intelektual dan organisasi
    dari pada kerja fisik
Pengembangan Produk

                            Platform
Technology                  Process-intensive   Market
                            Customized
     Pengembangan Produk:
     • Technology-push product
     • Platform product
     • Process-intensive product
     • Customized product
Definisi Proses Pengembangan
 Quality Assurance
 Koordinasi-teamwork
 Perencanaan (planning)-milestone
 Manajemen-benchmarking utk ases kinerja
  kegiatan yang sedang berlangsung dg
  yang sudah mapan
 Perbaikan (improvement)
 Proses pengembangan generik:
 5 Fase
 1.   Pengembangan konsep (concept development)
 2.   Desain sistem-level
 3.   Desain detail
 4.   Pengujian dan penyempurnaan
 5.   Produksi (production rump-up)


Concept     Detail        Engineering   Prototyping   Tooling      Production
 design     design         Analysis

          Desain System-Level
                                                                Produksi
          Desain Detail
          Pengujian&Penyempurnaan
  Proses pengembangan produk
  secara generik
Mission     1. Concept    2. System-   3. Detail   4. Testing&   5. Production-   Product
Statement   development   level        design      Refining      Ramp-up          launch
                          design
Marketing

Design

Manufact


Fungsi
lain
Organisasi


           Tipe Organisasi Fungsional         Tipe Organisasi Proyek



                              Ketua Anggota



     m                                                                 fu
     an                                                                ng
     aj                                                                sio
     eri                                                               na
     al                                                                 l

                   fungsional                       manajerial
            Tipe Organisasi Matriks     Tipe Organisasi Matriks Proyek
              Proyek Lightweight                Heavyweight
Proses pengembangan
konsep Produk
   Misi

Identifikasi   Tetapkan      Membuat              Pemilihan         Menyempurna
               Spesifikasi   Konsep               Konsep            kan Spesifikasi
Kebutuhan      Target        Produk


                                       Analisis               Perencanaan Proyek
                                                              Pengembangan
                                       Ekonomi
                                                                                      Concept
                                                                                      Design
                     Pengembangan Konsep Produk
Langkah-1:
Idenstifikasi CN
1. Menetapkan misi produk-
   dirangkum dalam mission
   statement
      Isi:
             Deskripsi singkat produk yang
              akan dirancang
             Gol: kapan dikenalkan, berapa
              harganya
             Pasar primer? dan sekunder
             Asumsi?
             Stakeholder?:
   Customer Needs=Product Opportunity Gap
   SET factors: Social-Economic-Technology

                      Social Trends


                  S
                       Product        T
                      Opportunity         Technology
                                          Advances
                      Gap (POG)
       Economic
       Forces
                        E
2. Mengumpulkan pendapat
   customer/Daftar Needs
     Cara:
          Wawancara pada calon pengguna
          Grup fokus
          Observasi pada pengguna
     Needs disusun menggunakan
      bahasa&kalimat awam/bukan bahasa
      teknik: Daftar Needs
     Media penyimpan
          Kaset, CD, Disket, Flash Memory dsb.
   Daftar Needs
     Cara:
       Susun Needs berdasarkan kelompok hirarki
       Susun kembali berdasarkan tingkat
        kepentingannya. Penting di atas dan Tidak
        penting dibawah
Langkah-2:
Menetapkan Spesifikasi
   Spesifikasi produk adalah variabel-variabel yang
    menjelaskan tentang hal-hal yang harus dilakukan oleh
    sebuah produk. Beberpa perusahaan mengunakan istilah
    “kebutuhan produk” atau “karakteristik engineering”.
    Perusahaan lain memberi istilah “spesifikasi” atau
    “spesifikasi teknis” untuk menjelaskan variabel desain
    utama dari suatu produk.
KAIDAH SPESIFIKASI

   Kaidah Spesifikasi terdiri dari :
      Definition
       Spesifikasi harus terdefinisikan sebagai semua aspek teknisdari
       produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen
      Information
       Spesifikai harus diinformasikan secara relevan dan up to date
      Function
       Pernyataan yang jelas mengenai fungsi dari rpoduk nerupakan
       titik awal dari penyususnan spesifkasi
      Constraint
       Berbagai batasan dan limitasi masalah serta tujuan yang menjadi
       range kerja dari tim pengembang
      Iteration
MENYUSUN SPESIFIKASI TARGET

Proses penyusunan spesifikasi target:
 Menyiapkan gambar metrik
 Mengumpulkan informasi-informasi tentang pesaing
 Menetapkan nilai target ideal dan marginal yang dapat
  dicapai untuk setiap metrik
 Merefleksikan hasil dan proses
MENENTUKAN SPESIFIKASI AKHIR

Penyusunan spesifikasi akhir yang meliputi proses :
 Mengembangkan model teknis suatu produk
 Mengembangkan model biaya produk tersebut
 Memperbaiaki spesifikasi, melakukan trade-off
 Menentukan spesifikasi yang sesuai
 Merefleksikan hasil dan proses
PRODUCT DESIGN SPESIFICATION
( PDS )
  Format lengkap dari spesifikasi dalam PDS :
      Identification (Judul, wewenang, tanggal penyusunan)
      Issue Number (Publication history)
      Content List (Daftar isi)
      Foreword (Kata pengantar, latar belakang, dasar teori)
      Introduction (Manfaat, tujuan penyusunan PDS)
      Scope (Inklusi, eksklusi, batasan masalah)
      Definition (Kualifikasi/syarat-syarat khusus yang
         digunakan)
        Body of PDS (Performance Requirement, Manufacture
       Requirement, Acceptance Standard, Disposal dan
        Operation Requirement)
      Appendices (Contoh, Kesimpulan dan Saran)
        Index
        Referensi
Kriteria PDS
                         MANUFACTURE
                         REQUIREMENT
                           Processes
                           Materials
                           Assembly
                            Packing
                            Quantity
                          Delivery Date
    PERFORMANCE
    REQUIREMENT
        Function                                   ACCEPTANCE
      Appearance                                    STANDARD
                           PRODUCT                   Inspection
       Reliability          DESIGN
      Environment                                      Testing
                         SPESIFICATION                Standard
     Ex-Works Cost
       Ergonomic                                       Patent
         Quality
         Weight
         Noise        OPERATION             DISPOSAL
                     REQUIREMENT             Standard
                       Instalation          Legislation
                          Use             Company Policy
                      Maintenance             Hazard
                         Safety
Cara Menyusun Spesifikasi
     Membuat daftar Metric dengan unit atau
      satuan berdasarkan daftar Needs
     Membuat matriks Metrics vs Needs
     Melakukan benchmarking pada produk
      sejenis yang telah ada dipasar
     Mengisi setiap metric dengan data
      kuantitatif dan disusun bersama dengan
      hasil benchmarking
     Menetapkan nilai target ideal dan marginal
      yang dapat dicapai untuk setiap metrik
     Sempurnakan spesifikasi supaya lebih
      kompetitif
     Merefleksikan hasil dan proses
NILAI MARGINAL DAN IDEAL SPESIFIKASI
TARGET


         Biaya Manufactur




                             Nilai Marginal


                            Nilai Ideal




                                              Nilai Spesifikasi
Matriks: Needs-Metrics

  QFD
                  METRICS
          NEEDS
    QFD
    Quality Function Deployment
   Tujuan utama dari manufacture adalah memproduksi
    produk yang paling cepat sampai ke tangan konsumen
    dengan biaya yang serendah mungkin tapi dengan
    kualitas terbaik.caraQFD
   QFD adalah metodologi design yang bertujuan memenuhi
    kebutuhan, keinginan dan nilai (value) dari konsumen
    dengan menterjemahkannya ke dalam setiap tahap
    pengembangan dan mencari tindakan yang tepat pada
    setiap tahap itu untuk mencapai tujuan tersebut.
   Kebutuhan konsumen ditranformasikan dalam setiap
    tahap product life cycle dalam kerangka pengembangan
    produk berkelanjutan ( continous product improvement )
   QFD : transformasi (4W+1H)
         Kebutuhan konsumen ( what & when )

         Posisi persaingan ( where & why )

         Karakteristik teknis ( how )

         Matriks hubungan ( what & how )

         Target ( how & how much )
   QFD
Ada dua proses utama :
 Product quality deployment
Translate bahasa konsumen  bahasa spesifikasi
  teknis
 Deployment of quality function
Mendefinisikan spesifikasi teknis ke dalam proses
  manufactur secara menyeluruh
Keuntungan penerapan QFD
   QFD menyediakan kerangka komunikasi kerja yang
    terstruktur dan sistematis antara marketing, engineering,
    dan manufacturing dalam proses pengembangan yang
    simultan
   Keuntungan lain :
          Sederhana namun terstruktur

          Mendorong pada keputusan yang fokus/detil

          Kemudahan pendefinisian alur keputusan

          Format umum dalam proyek menyeluruh
Membuat Konsep Produk
     Konsep produk dibuat
      berdasarkan pada
      spesifikasi akhir yang
      telah dibuat
Brainstorming
   Salah satu cara untuk
    menggali ide
   Semua ide
    ditampung…(asumsi)        Wooww!!
    tidak ada yang salah
   Brainstorming efektif 
    dengan cara mapping
Contoh:
Therapy Equipment
(Reyes_UPI,2005)
Langkah-3:
Membuat Desain Konsep
   Desain konsep dibuat berdasarkan pada spesifikasi akhir
   Ide desain konsep dikembangkan berdasarkan pada problem
    dan problem kemudian dipecahkan dengan cara
     Dekomposisi dari masalah yang kompleks menjadi
       sederhana
     Fokus pada submasalah kritis
   Pencarian secara eksternal
             Wawancara pengguna utama
             Konsultasi pakar
             Mencari paten
             Literatur yang sudah dipublikasikan
             Bechmarking dengan produk terkait
   Pencarian secara internal
      Pembahasan individu maupunkelompok
      Menentukan konsep solusi
        Metode mencari konsep solusi :
                  Membuat analogi
                  Keinginan dan harapan
                  Menggunakan stimulus yang berkaitan
                  Menggunakan stimulus yang tidak berkaitan
                  Menetapkan tujuan
                  Metode galeri
   Menggali secara sistematis
      Membuat pohon klasifikasi konsep
      Membuat tabel kombinasi konsep
      Mengatur proses penggalian
   Merefleksikan hasil dan proses
               1.Memperjelas masalah :
                  Memahami masalah
                 Dekomposisi masalah
             Fokus pada submasalah penting
                                Sub masalah


                                    3.Pencarian Internal
2.Pencarian Eksternal:              Secara individu
Pengguna utama, pakar,              Secara kelompok
Paten, Literatur, bechmarking

Konsep yang sudah ada                         Konsep baru

                 4.Menggali Sistematis
                    Pohon klasifikasi
                    Tabel kombinasi
                                    Solusi terintegrasi


           5.Merefleksikan Hasil dan Proses
                      Feed Back
Langkah 4:
Memilih Desain Konsep
   Hasil pemilihan adalah desain konsep terbaik
    menurut kriteria yang telah disepakati oleh tim
    pengembang produk (Contoh kriteria=mudah
    penanganan, mudah digunakan, mudah
    pembuatannya, awet dsb…)
   Metode (membandingkan antara produk yg
    sedang didesain dengan produk referensi)
     Screening
     Scoring
Langkah 5:
Arsitektur Produk
   Produk
     elemen   fungsional dan elemen fisik
   Elemen fungsional
     Suatu kegiatan operasi dan transformasi
      secara individual yang memberikan kontribusi
      pada kinerja keseluruhan produk
     Contoh: produk sepeda>>fungsi pengereman
Arsitektur Produk
     Elemen fisik
       Part,komponen, sub-assembly yang
        mendukung fungsi produk
       Contoh: produk sepeda>>kampas rem, rantai,
        pedal dsb.
     Chunk
       Kumpulan   elemen fisik
     Modular
       Kumpulan  chunk yang memiliki satu atau
        beberapa elemen fungsi, dan interaksi antar
        chunk terdefinisi secara baik serta umumnya
        pendukung fungsi utama produk
Contoh: Mesin printer
     Arsitektur produk=disusun dalam bentuk
      blok-blok.
          Motor
          Stepper                      Inkjet
                                       Cartridge


                                      Motherboard


                                      Frame
Langkah 6:
Desain Industri
   Success story suatu produk,
     Handphone   Motorola MicroTAC (produk lama:
      DynaTAC).
     MicroTAC: dalam 2 tahun pertama setelah
      dikenalkan dipasar tahun 1989 penjualannya
      mencapai > $1 billion (Kamm&Poklop, 1992).
   Kunci sukses: kombinasi Teknologi
    terbaru, Estetika dan Fungsional.
DynaTAC dan MicroTAC
                     DynaTAC                MicroTAC
 Ukuran&Bobot    -             220 cm3, 300g
 Fitur kinerja   -             30min, 70min
                               Alphanumeric/constant memory
 Ergonomik       -             Sesuai dg wajah
                               Folding design-flip (on/off)
 Ketahanan       -             4ft jatuh dilantai semen tetap OK,
                               tahan suhu ekstrim, kelembaban,
                               shock, debu & vibrasi
 Manufaktur      3000 part-    400 parts 2 jam, tanpa skrup
                 40 jam
 Penampilan      -             Canggih/futuristik, simbol status-
                               membanggakan
Desainer Industri
   Bertanggung jawab pada aspek produk
    yang berkaitan dengan user:
     Estetika produk: Style (penampilan, suara,
      rasa, bau dsb)
     Interface fungsional: Ergonmik (bagaimana
      produk digunakan)
Desain Industri
   Perspektif sejarah
       Eropa:
            Enjiner dan Arsitek
            Desain: sederhana
                  From the inside out
                  Bentuk mengikuti fungsi
       USA:
            Orang teater dan reklame
            Desain: meriah-rumit
                  Penampilan luar lebih penting (asesori) dari pada fungsi.
     Pada akhirnya gaya Eropa diadopsi oleh USA
     Organisasi IDSA (Industrial Designers Society of America)
Desain Industri
   Definisi (IDSA):
     “Professional service of creating and
      developing concepts and specifications that
      optimize the function, value and appearance
      of products and systems for the mutual benefit
      of both user and manufacturer”
   Fokus DI: mengurusi bentuk produk dan
    interaksinya dengan user.
Desainer Industri
   Critical goals (Dreyfuss, 1967)
     Utilitas: aman, mudah pakainya & intuitif
     Penampilan: kombinasi bentuk, garis, proporsi, dan warna
      menjadi sesuatu yg indah
     Kemudahan perawatan: mudah dirawat&diganti
      (maintenance&repair)
     Biaya rendah: biaya produksi rendah
     Komunikasi: filosofi dan misi perusahaan tercermin pada kualitas
      visual produk
   DI: kuliah 4 tahun (Kurikulum: studi patung&bentuk,
    gambar, presentasi, skil pembuatan model, material,
    teknik manufaktur-lanjut&fabrikasi, pemasaran)
Desain Industri Penting?
   Contoh produk: dilihat dari budget DI
   Tingkat kepentingan DI dapat diuji dengan pertanyaan
    berikut:
       Kebutuhan ergonomi
            Mudah pakai
            Mudah perawatan
            Jumlah user yg pakai
            Novel?
            Aman?
       Kebutuhan estetika
            Deferensiasi
            Kebanggaan, image, fashion
            Apakah estetika memberikan motivasi pada tim?
Langkah 7:
Desain untuk Manufakturing
   Desain yang didedikasikan untuk proses manufakturing (&
    selama proses pengembangan)
   Tujuan: untuk membuat produk berkualitas tinggi dengan
    beaya rendah
   DFM perlu tim cross-Functional karena pekerjaannya
    meliputi banyak hal seperti:
     1. sketches, drawing, spesifikasi produk, dan alternatif desain
     2. proses produksi dan assembly
     3. estimasi biaya manufaktur, volume produk, dan waktu ramp-
      up/produksi
Metodologi:
Desain untuk Manufakturing
 Estimasi biaya manufakturing
 Menurunkan biaya komponen
 Menurunkan biaya perakitan
 Menurunkan biaya produksi supporting
 Mempertimbangkan dampaknya DFM
  pada faktor lain
  Biaya Manufakturing:


                       Biaya Manufakturing
           Komponen              Perakitan                       Overhead
standard      Custom       Tenaga kerja   Peralatan&Tooling   Support   Alokasi tak langsung


                       Tooling
                       Proses
                 Raw material
Biaya Manufakturing:
   Cara lain menentukan Biaya Manufaktur:
     Fixed  cost (misal: equipment, tooling, setup)
     Variable cost (misal: raw material, produk,
      labor)
   Cost dipresentasikan dalam bentuk
    BoM+cost (variable cost+fixed cost)
Total cost=f(jumlah produk)

                                                                  Machining
               Total cost (Rp)


                                       Rp 10.000,-/unit
                                       Mtl & Proses                           Injection
                                                                               Molding
                                                       Rp 1000,-/unit
                                                       Mtl & Proses

   Mold cost of Rp
    10.000.000,-
                                    Fixture cost of
                                     Rp 1000.000,-

                                                  Jml Produk (unit)
Langkah 8:
PROTOTYPE
   Definisi
     Prototypeadalah suatu produk pendekatan pada
      satu dimensi atau lebih
   Prototype=mulai dari sketch hingga artifak yang
    memiliki fungsi penuh
   Dimensi=4
     Fokus
     Komprehensif
     Fisik
     Analitik
Type Prototype
                         Fisik
                                             Produk
                                              Akhir


                                 Mekani
                                   k
   Fokus                                       Komprehensif
               Simulas
                  i
                                  Umumnya
      Persamaan                     tidak
      Matematik,                   fisibel
       Modeling

                     Analitik
Aplikasi Prototype
                   Pembelajaran   Komunikasi   Integrasi   Milestones


Fokus-Analitik


Fokus-Fisik


Komprehensif-
Fisik



          Lebih sesuai       Kurang sesuai
Langkah 9:
Analisis Ekonomi
   Kuantitatif
        Cash inflow: revenue
             Product sales
        Cash outflow: costs
             Pengembangan produk dan proses
             Pembuatan produk: equipment&tooling
             Pemasaran
             Produksi: raw materials, komponent, tenaga kerja
        Revenue>Cost=Net Present Value (NPV)
   Kualitatif
        Mempertimbangkan hal-hal yang tak terukur (diluar kuantitatif): interaksi
         antara proyek dengan
             Perusahaan
             Pasar dan
             Lingkungan makroekonomi
Cashflow untuk Produk Sukses
  +Rp


               Sales Revenue



                                                      Waktu
                                                Biaya Pengemb
                                                Biaya Marketing
        Biaya Ramp-up
                                                & Support
                               Biaya Produksi
  -Rp
Metodologi: 4-Langkah
   Membuat model finansial berbasiskan kasus
   Lakukan analisis sensitivitas untuk mengetahui
    hubungan antara finansial, asumsi-asumsi
    penting dan variabel model
   Gunakan hasil analisis sensitivitas tsb untuk
    mengetahui adanya trade-off
   Pertimbangkan pengaruh faktor kualitatif
    terhadap kesuksesan proyek
Langkah 9:
Manajemen Proyek
Pengembangan Produk
   Manajemen proyek adalah suatu aktivitas perencanaan
    dan koordinasi berbagai sumber daya dan berbagai tugas
    untuk mencapai suatu tujuan.
   Aktivitas berlangsung selama perencanaan proyek dan
    eksekusi
   Perencanaan proyek=penjadwalan tugas dan
    menentukan kebutuhan sumber daya
   Eksekusi proyek=koordinasi, assesment kemajuan kerja,
    pengambilan tindakan kalau ada penyimpangan (tugas
    yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek dalam
    menghadapi suatu kejadian yang tak terduga dan
    datangnya informasi baru)
Manajemen Proyek
Pengembangan Produk
 Proyek terdiri dari tugas-tugas yang saling
  bergantung satu dengan lainnya
 3 Tipe tugas yang saling bergantung
     1. Sekuensial/Berurutan
     2. Paralel
     3. Kopel
Tipe ketergantungan tugas/pekerjaan
 Menerima       Pengembangan        Desain    Sekuensial
 spesifikasi   /Pemilihan konsep   Produk-X

               Produksi Produk-
                      X
  Desain                              Tes     Paralel
 Produk-X                          Produk-X
                Pengembangan
                 Program Tes

               Produksi Produk-
                      X
  Desain                              Tes     Kopel
                 Desain Mold
 Produk-X                          Produk-X
                Pengembangan
                 Program Tes
Manajemen Proyek
Pengembangan Produk
   Analisis ketergantungan antara tugas satu
    dengan lainnya dapat dilakukan menggunakan
    cara:
     1. DSM (Design Structure Matrix)=untuk
      merepresentasikan ketergantungan
     2. Gantt Chart=untuk merepresentasikan waktu
      tugas
     3. PERT Chart (Program Evaluation and Review
      Technique)=untuk merepresentasikan kombinasi
      waktu tugas dan ketergantungan (untuk menghitung
      critical path)
Manajemen Proyek
Pengembangan Produk
   Dalam fase pengembangan dan Perencanaan Proyek
    menghasilkan:Buku kontrak
   Buku kontrak berisi:
       Statemen missi (1 hal)
       Daftar customer needs (1-2 hal)
       Analisis kompetitif (1-2 hal)
       Spesifikasi produk (1-3 hal)
       Sketsa konsep produk (1 hal)
       Forecast penjualan (1-3 hal)
       Analisis ekonomi (1-3 hal)
       Perencanaan manufakturing (1-5 hal)
       Perencanaan proyek (daftar tugas, team staffing&organisasi, jadwal,
        budget, area resiko) (1-10 hal)
       Perencanaan pengukuran kinerja proyek (1 hal)
       Insentif (1 hal)
Perencanaan proyek (Elemen pokok
dalam buku kontrak)
  Daftar tugas/pekerjaan (Tugas vs estimasi
   jumlah orang-minggu)
  Staffing dan organisasi (tim,
   hak&kewajibannya)
  Jadwal proyek (peran orang vs bulan)
  Budget proyek (item yang dibiayai vs jumlah
   uang)
  Assesment resiko (Macam resiko, level resiko,
   kegiatan utk meminimisasi resiko)
QUIZ (21 April 2005)
 Gambarkan dengan diagram dan
  terangkan secara singkat cara membuat
  spesifikasi sebuah produk yang akan
  saudara buat.
 Waktu: 20 menit
 Nama anggota hanya yang aktif saat ini
  (Nama dan no.mhs).
 Buku tertutup
Be the best……
NILAI PELAYANAN
•   Perkiraan konsumen tentang kemampuan layanan/manfaat
    suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya
•   Nilai – nilai individu, dan psikografis dalam ilmu – ilmu sosial
    dianggap sebagai the softer side of science ( Kahle dan
    Chiagouris, 1997). Mereka berpendapat bahwa nilai – nilai
    individu mempunyai hubungan langsung terhadap perilaku
    konsumen.
•   Kasali (1998) mengartikan nilai individu sebagai sesuatu
    yang dipercaya seseorang yang dalam beberapa hal lebih
    disukai dari hal – hal yang berlawanan (preferable to its
    opposite).
   Kahle (1983) dalam studinya menemukan
    bahwa orang – orang yang menganut nilai
    kesenangan dan kenikmatan hidup banyak
    mengkonsumsi alkohol, dan mereka yang
    menganut nilai pentingnya berprestasi memiliki
    penghasilan yang tinggi.
   Dalam studinya para ahli menemukan bahwa
    human values dan values system menentukan
    perilaku – perilaku dalam kehidupan seperti
    kontribusi – kontribusi karikatif / zakat (Manser
    dan Miller, 1978), konsumsi media massa (
    Becker dan Connor, 1981), konsumsi rokok
    (Grube et al, 1984), dan kencanduan obat bius
    (Toler, 1975).
What Is a Brand?
“A product is something that is made in a factory: a brand is
   something that is bought by a customer. A product can
   be copied by a competitor; a brand is unique. A product
   can be quickly outdated; a successful brand is timeless.”
    -- Stephen King
        WPP Group, London

“Factories rust away, packages become obsolete, products
  lose their relevance. But great brands live forever.”
  -- Backer Spievogel Bates
             What is a Brand ?

                 User



       Culture     Personality



Attributes    Benefits     Values
What Is a Brand?
   Name, term, sign, symbol, or design intended to identify
    the goods or services of a specific seller
   The seller’s promise to consistently delivery a specific set
    of features, benefits, and services
   A badge, emblem, a global symbol that bestows credibility
    and attracts instant attention
   Differentiates from competitors
   Conveys image
   Assures quality consistency
   Simplifies choices for harried customers
     An Overview of Branding Decisions

             Brand-        Brand-       Brand-         Brand-
Branding    Sponsor        Name        Strategy     Repositioning
Decision    Decision      Decision     Decision       Decision
                         •Individual
                          brand
            •Manu-        names        •Line
             facturer                   extension
             brand       •Blanket      •Brand        •Reposi-
                          family        extension     tioning
•Brand      •Distribu-    name
             tor                       •Multi-       •No
•No brand    (private)   •Separate      brands        reposi-
             brand        family
                          names        •New           tioning
            •Licensed                   brands
             brand       •Company-     •Cobrands
                          individual
                          names
                         Brand Strategies



                                 Product Category
                            Existing                New
Brand Name




             Existing     Line                Brand
                        Extension           Extension

               New      Multibrands           New
                                             Brands
Brand Equity




        Devoted
        to Brand
    Values the Brand
    (brand as friend)

Satisfied & Switching Cost

    Satisfied Customer
  (no reason to change)
    No Brand Loyalty
 (customer will change)
Brand Equity
                               Perceived
          Name                  Quality        Brand
         Awareness                           Associations

 Brand                                             Other Proprietary
 Loyalty                     BRAND EQUITY            Brand Assets
                                 Name
                                Symbol
                                            Provides Value to Firm
Provides Value to Customer                  by Enhancing:
by Enhancing Customer’s:                    • Efficiency and Effectiveness of
 • Interpretation/                            Marketing Programs
    Processing of                           • Brand Loyalty
    Information                             • Prices/Margins
 • Confidence in the                        • Brand Extensions
    Purchase Decision                       • Trade Leverage
 • Use Satisfaction                         • Competitive Advantage
NILAI CITRA/ MEREK
 MEREK,adalah
  nama,istilah,tanda,simbul,rancangan,komb
  inasi yang dimaksud untuk
  mengidentifikasikan barang atau jasa dan
  untuk membedakan dari produk pesaing.
 Merek merupakan janji penjual untuk
  secara konsisten memberikan jaminan
  kualitas,feature,manfaat,dan jasa tertentu.
LIMA TINGKAT SIKAP PELANGGAN
TERHADAP MEREK
   Pelanggan akan mengganti merek,terutama
    untuk alasan harga (tidak ada kesetiaan merek)
   Pelanggan puas,tidak ada alasan untuk
    mengganti merek
   Pelanggan puas dan merasa rugi bila berganti
    merek
   Pelanggan menghargai merek itu dan
    menganggapnya sebagai teman
   Pelanggan terikat kepada merek.
Evaluasi alternatif
    Beberapa konsep yang mendasari proses evaluasi alternatif
    konsumen terhadap suatu produk adalah sbb :
   1.   Konsep atribut barang.
        Dianggap bahwa konsumen akan melihat suatu barangterdiri dari
        beberapa atribut yang bernilai.
        Misalnya atribut dari Ban : aman, ketahanan,kualitas, harga.
   2.   Konsep bobot penilaian atribut
        Bobot penilaian masing-masing atribut barang berbeda untuk
        konsumen satu dengan yang lain.
   3.   Konsep kepercayaan terhadap merk
        Kepercayaan ini tergantung dari pengalaman dan persepsi
        konsumen
   4.   Konsep fungsi Utilitas
        Konsep menganggap bahwa masing-masing atribut barang akan mempunyai
        tingkat utilitas manfaat yang diharapkan fungsional.
   5.   Konsep prosedur penilaian
        Konsumen akan mempunyai sikap preferensi terhadap prosedur penilaian
        alternatif barang
Product Life Cycle Strategies
I. INTRODUCTION STAGE
                              Promotion
                       High               Low



                      RAPID             SLOW
            High    SKIMMING          SKIMMING
                    STRATEGY          STRATEGY

    Price


                      RAPID            SLOW
                   PENETRATION      PENETRATION
            Low
                    STRATEGY         STRATEGY
Product Life Cycle Strategies
  II. GROWTH STAGE
  1. The firm improves product quality and adds new product features and improved styling
  2. The firm adds new models and flanker products
  3. It enters new market segments
  4. It increases its distribution coverage and enters new distribution channels
  5. It shifts from product-awareness advertising to product preference advertising
  6. It lowers prices to attract the next layer of price sensitive buyers

  III. MATURITY STAGE
  1. MARKET MODIFICATION
   a. The company can try to expand the number of brand users in three ways :
      Convert Nonuser
      Enter New Market Segment
     Win Competitors Customers
  b. Volume can be also increased by convincing current brand users to increase their annual
  usage of
     the brand. Here are three strategies :
     More Frequent Use
     More Usage per Occasion
     New and More Varied Users
Product Life Cycle Strategies
  2. PRODUCT MODIFICATION
   Quality improvement
   Features improvement
   Style improvement

  3. MARKETING MIX MODIFICATION
   Prices
   Distribution
   Advertising
   Sales Promotion
   Personal Selling
   Services
Product Life Cycle Strategies
  IV. DECLINE STAGE
  1. Identifying The Weak Product
  2. Determining Strategies
     a. Increasing the firms investment
     b. Maintaining the firm’s investment level until the uncertainties about the industry are
  resolved
     c. Decreasing the firm’s investment level selectively, by sloughing off unprofitable customer
        groups, while simultaneously strenghtening the firm’s investment in lucrative niches
    d. Harvesting ( or milking ) the firm’s investment to recover cash quickly
    e. Divesting the business quickly by disposing of its assets as advantageously as possible

  In general, a company must avoid four mayor positioning errors :
  1. Underpositioning
  2. Overpositioning
  3. Confused positioning
  4. Doubtful positioning
  To say that a product has a life cycle is to assert four things :
  1. Product have a limited life
  2. Product sales pass through distinct stages, each posing different challenges, opportunities, and problem to
  the seller
  3. Profits rise and fall different stages of product life cycle
  4. Products require different marketing, financial, manufacturing, purchasing, human resource strategies in
  each of
                PRODUCT LIFE CYCLE
Masa barang muda ( tahap perkenalan dan tahap pertumbuhan
barang )
Strategi perkenalan barang
    Strategi memasuki pasar ( market-entry strategy ).
     Secara umum terdapat tiga pedoman untuk memasuki pasar :
   1.   Memasuki keseluruhan pasar ( total entry )
        Strategi ini merupakan gebrakan dengan skala penuh mengarah kepada
        keseluruhan pasar
        Tindakan pemasaran ini dapat dilaksanakan apabila :
            Barang dapat diharapkan menjadi penopang utama perusahaan dan cukup penting
             untuk dikembangkan cepat.
            Barang dapat dengan mudah ditiru oleh pesaing, yang memungkinkan pesaing
             yang mampu dapat menguasai pasar lebih dahulu.
            Pasar secara keseluruhan memang sangat membutuhkan barang tersebut.
   2.   Memasuki wilayah pasar ( zone entry )
        Barang baru diperkenalkan hanya kepada pilihan wilayah tertentu
        saja.Kemudian berdasarkan keberhasilan pada wilayah tersebut mengarah
        wilayah lain.
   3.   Memasuki segmen pasar ( market-segment entry )
        Hanya satu atau beberapa segmen pasar saja yang diarah oleh perusahaan.
        Umumnya bagian pasar yang mempunyai permintaan kuat yang dipilih
        sebagai sasaran pertama.
Ada beberapa alternatif keputusan dalam marketing mix ( 4 P ) pengenalan barang
   baru:
Barang ( Product ) :
   Jenis rancangan barang cenderung terbatas dan mempunyai model barang standar
   yang sederhana.
Promosi ( Promotion )
   Promosi yang terutama dipergunakan adalah periklanan dan kemudian promosi
   penjualan. Terdapat dua alternatif pada program promosi barang perkenalan :
    Promosi gencar
       Tujuanya adalah membangkitkan kesadaran dan minat dengan segera karena pasar
       penuh pesaing yang mudah meniru.
    Promosi lambat
       Pasar tidak cukup luas dan sudah ada kesadaran akan adanya barang.
Harga ( Price )
   Harga merupakan variabel yang peka.Ada dua strategi yang umum dipergunakan :
   Premium atau cream-skiming.
       Harga ditetapkan pada tingkat kemampuan pembeli setinggi-tingginya.Strategi ini
       dipergunakan apabila permintaan pasar cukup kuat dan persaingan tidak ketat.
   Penetration.
       Harga ditetapkan pada tingkat minimum terendah yang masih diterima oleh pembeli.
       Strategi harga rendah dipergunakan apabila konsumen peka terhadap harga dan tingkat
       persaingan cukup ketat.
Distribusi ( Place )
    Memberikan kemudahan bagi pembeli untuk memperoleh barang.
Strategi Pertumbuhan barang
    Apabila strategi memasuki pasar telah berhasil dan
    permintaan cenderung meningkat dengan tajam maka
    dapat dikatakan bahwa barang telah sampai pada tahap
    pertumbuhannya. Dimana strategi yang digunakan adalah
    strategi mengembangkan dan mempertahankan tingkat
    penguasaan pasar, terutama diarahkan untuk :
     Mengamati jumlah pesaing aktual maupun potensial yang
      mampu memasuki pasar.
     Perkiraan tingkat penjualan dan panjangnya kehidupan barang
      sebagai penentu investasi.
     Kemampuan barang memberikan keuntungan
Penerapannya pada marketing mix adalah sebagai berikut :
Barang ( Product ) :
 Besar kemungkinan terjadi perubahan dalam rancangan, menambah
   jenis rancangan barang maupun kualitas barang.
Promosi ( Promotion )
 Promosi yang terutama dipergunakan untuk peningkatan permintaan
   sekunder, yaitu permintaan selektif terhadap pengembangan merk
   yang mebedakan dengan merk lain, strategi tersebut meliputi :
          Memperluas jaringan media periklanan untuk mencapai segmen
           pasar yang tidak membeli.
          Mengintensifkan usaha penjualan untuk memperluas pasar dan
           membangun jaringan distribusi yang luas.
          Pengembangan barang dan atribut-atributnya yang besifat
           promosional yang mengesankan berbeda atau bahkan baru.
           Misalnya rancangan bungkus, penambahan variasi dan sebagainya.
Harga ( Price )
 Penetapan harga cenderung lebih lunak daripada tahap perkenalan,
   kecuali pda situasi monopolistik atau oligopolistik.Akan lebih baik
   apabila terdapat pergeseran dari strategi harga tinggi kearah harga
   penetrasi untuk memperluas pasar
Distribusi ( Place )
 Jika barang tertentu sudah mempunyai arti khusus bagi
   konsumennya, maka perlu ditingkatkan pelayanan, penjualan dan
   standar yang khusus pula serta distribusi yang selektif. Ada
   beberapa hal yang dapat ditindakkan :
           Melakukan kontrak dengan distributor misalnya sistem franchising.
           Membantu pengelolaan dealer pada penjualan, pengendalian
            persediaan dan sebagainya.
           Meningkatkan persediaan dan sistem pemesanannya.
           Menawarkan potongan khusus yang menarik bagi dealer agar
            bersedia memesan lebih banyak untuk dijual
Strategi Tahap Kedewasaan Barang.
Dapat dibedakan strategi tersebut menjadi tiga :
Strategi pemeliharaan
    Tujuannya adalah untuk mempertahankan tingkat pasar
    yang telah dikuasai selama ini . Untuk maksud tersebut
    dapat melayani segmen-segmen paar yang ada.
Strategi memasuki
    Tujuannya adalah untuk menembus segmen pasar lain
    agar dapat meningkatkan kembali paar yang pernah
    dicapai.
Strategi memasuki kembali.
    Strategi ini ditujukan untuk memperbaiki penjualan yang
    menurun dengan beberapa pendekatan yang dperbaharui.
Ada beberapa alternatif tindakan dalam marketing mix yang
dapat dilakukan dalam tahap kedewasaan barang :
Barang ( Product ) :
 Merubah barang dengan
           barang eksklusif atau model baru.
           Model khusus untuk segmen khusus
           Menyederhanakan model untuk kelas ekonomi
           Menambah beberapa barang tambahan.
   Merubah bungkus dengan
           Menambah nilai manfaat bagi pemakai
           Menambah daya tarik
           Menawarkan bungkus prestis
   Menambah merk
           Menambah merk prestis
           Menambah merk yang dapat bersaing
   Menambahkan pelayanan
           Menambahkan pelayanan khusus atau penaganan masalah yang khusus.
           Meningkatkan kualitas pelayanan
           Menambahkan jaminan atau garansi kepuasan.
Promosi ( Promotion )
 Meningkatkan strategi menarik ( pull strategi ) pada media massa
   demi efisiensi.
 Beragam pesan untuk mencapai segmen pasar khusus.
 Penekanan pada keungulan merk dibanding pesaing.
 Peningkatan personal selling dan promosi penjualan untuk
   mendekati konsumen.
 Peningkatan promosi kerjasama dengan dealer.
Harga ( Price )
 Merencanakan harga lebih murah untuk menunjukkan bahwa biaya
   eksperimen telah dapat diatasi.
 Menawarkan potongan harga menarik bagi distributor.
 Menawarkan harga promosi pada saat tertentu.
Distribusi ( Place )
 Mendorong barang melalui berbagai saluran
 Menemukan dealer yang lebih murah
 Meningkatkan pelayanan dalam kecepatan sistem pendistribusian
   apabila kesulitan dalam membedakan barang.
Strategi Tahap Penurunan Barang.
Untuk menentukan suatu barang berada dalam tahap ini adalah
dengan :
     Menguji Efektivitas periklanan dan promosi penjualan.Jika iklan tidak lagi
      mampu meningkatkan minat yang kuat terhadap berang tersebut dan
      tidak lagi mampu menciptakan kesetiaan pembeli,
     Melakukan penelitian konsumen terhadap perbandingan antara daya tarik
      barang dengan pengganti.
Tujuan utama pada akhir krhidupanbarang tersebut adalah berkaitan
dengan:
     Waktu
      Berusaha mencari saat yang tepat untuk menghentikan produksi dan
      melakukan tindakan agar tidak merugikan penjualan selanjutnya.
     Ekonomis
      Biaya perlu dikendalikan dengan ketat. Terutama karena pendapatan
      yang semakin berkurang.
     Residu
      Diharapkan akhir dari kehidupan barang dapat memberikan nilai yang
      dapat mengurangi kerugian yang ditimbulkannya.
Ada beberapa alternatif tindakan dalam marketing mix yang dapat
dilakukan dalam tahap kedewasaan barang :
Barang ( Product ) :
 Pengembangan barang yang memerlukan biaya rendah, walau hanya
    dengan pengembangan yang bersifat tiruan saja.
 Mengarahkan pada pembeli terkuat.
 Menjual lisensi dan atau perlengkapannya kepada perusahaan yang dapat
    bekerja dengan skala kecil.
 Tetap menyediakan perlengkapan barang untuk membina kesetiaan
    pembeli.
Promosi ( Promotion )
 Mengarahkan promosi kepada pasar yang masih setia mengefektifkan
    personal selling.
Harga ( Price )
 Tingkatkan harga untuk mrningkatkan keinginan.
 Lebih seringmengadakan harga promosi.
Distribusi ( Place )
 Menekan biaya distribusi dengan mengunakan agen penjualan sendiri.
 Menarik persediaan dari deale yang kurang potensial untuk dijual melalui
    pos.
KERANGKA PIKIR STRATEGI
PRODUKSI
                                     Visi Perusahaan
                                     Misi Perusahaan
                                    Tujuan Perusahaan
                               Tujuan Departemen Produksi
                                    Deskripsi Kegiatan
                                   Time Table Kegiatan
                        1. Research Market dan Intelligent Marketing
            2. Analisa Produk Future, Proyeksi Raw Material dan HPP Kompetitor
                         3. Keputusan Kualitas Produk dan HPPnya
                          4. Evaluasi Mesin dan Uji Coba Produksi
  5. Evaluasi Hasil Produksi dengan Target Kualitas dan Perbandingan dengan Produk Import
                  6. Study Kelayakan Bisnis dan Keputusan Hasil Produksi
                    7. Kapasitas Produksi dan Evaluasi Kebutuhan SDM
                      8. Pengadaan Raw Material dan Mulai Produksi
                                9. Evaluasi Hasil Produksi
  SERTIFICATE OF GUARANTEE
  002/MKR-R&D-PLANT/I-8/2003
  Tanggal          : Pasuruan 13 Agustus 2003
  Lampiran         : 4 (Empat) lembar
  Perihal                        : Garansi Penjualan dan Kualitas MERK ABC
  Sertifikat ini diterbitkan untuk mengadakan persetujuan sebagai berikut:

                                 STANDARD KUALITAS
   PENGUJIAN KUALITAS
                             VIP IMPROVE   VIP FUTURE
DAYA SERAP                  30-35 DETIK       20-22 DETIK
KECEPATAN KERING            1.5 GRAM          0.5 - 1 GRAM
PENYEBARAN PENYERAPAN       30 MM             30 MM
DAYA REKAT PRODUK           10 KALI TARIKAN   15 KALI TARIKAN
KELEMBUTAN                  STANDARD EQ       TERBAIK
TINGKAT KENYAMANAN          STANDARD EQ       TERBAIK
DAYA TAMPUNG                450 CC MIN        550 CC MIN
IRITASI                     TIDAK ADA         TIDAK ADA
KEBOCORAN                   TIDAK ADA         TIDAK ADA

  PLANT (QC & RD DEPARTMENT)
     A. PENETAPAN STANDARD KUALITAS MERK ABC
    1. Plant akan memproduksi VIP dengan kualitas sebagai berikut :


      2. VIP Improve akan diproduksi pada tanggal 11 Agustus 2003
      3. VIP Future akan diproduksi setelah adanya pengurangan stok raw material paling
         lambat pada bulan Juni 2004.

  ABC IMPROVE
        Kurs Rp 9.000,-/US$
        Waste maksimal 5%
        Diproduksi perbulan 7187 karton
        HPP untuk isi satu sachet :
  Size S – Rp 585,-/pad
  Size M – Rp 645,-/pad
  Size L - Rp 704,-/pad
  Size XL – Rp 774,-/pad
B. PENETAPAN PEMAKAIAN & STANDARD
WASTE RAW MATERIAL .

                                                              SPESIFIKASI & RAW MATERIAL VIP
                                                                                                                                         Kurs           9,000
                                 Spesifikasi                             Waste                       Standard Use                      Harga Raw Material
 Raw Material
                         Small   Medium       Large    XL     Small   Medium   Large   XL    Small   Medium   Large    XL      Small     Medium      Large       XL

    Elastic Rubber       0.12       0.12      0.12    0.12     4%      4%       4%     4%    0.12     0.12    0.12    0.12    Rp14.90    Rp14.90    Rp14.90    Rp14.90
     Elastic Waist        0               -     0      0       4%      4%       4%     4%    0.00     0.00    0.00    0.00     Rp0.00     Rp0.00     Rp0.00     Rp0.00
      HM 5534            0.07       0.07       0.1    0.15     2%      2%       2%     2%    0.07     0.07    0.10    0.15     Rp2.19     Rp2.19     Rp3.13     Rp4.70
      HM 5201            1.25       1.25      1.45    1.55     2%      2%       2%     2%    1.28     1.28    1.48    1.58    Rp32.82    Rp32.82    Rp38.07    Rp40.69
     Tissue Upper         0               -     0      0       3%      3%       3%     3%    0.00     0.00    0.00    0.00     Rp0.00     Rp0.00     Rp0.00     Rp0.00
    Tissue Bottom        1.04       1.14      1.24    1.43     3%      3%       3%     3%    1.07     1.17    1.28    1.47    Rp15.91    Rp17.44    Rp18.97    Rp21.87
  NW Cuff Leg import      0               -     0      0       5%      5%       5%     5%    0.00     0.00    0.00    0.00     Rp0.00     Rp0.00     Rp0.00     Rp0.00
  NW Cuff Leg local       1.7       2.45       2.6    3.05     5%      5%       5%     5%    1.79     2.57    2.73    3.20    Rp33.58    Rp48.39    Rp51.35    Rp60.24
   Sub Layer import       0               -     0      0       3%      3%       3%     3%    0.00     0.00    0.00    0.00     Rp0.00     Rp0.00     Rp0.00     Rp0.00
    Sub Layer local       0.7       0.76      0.83    0.94     3%      3%       3%     3%    0.72     0.78    0.85    0.97    Rp13.56    Rp14.72    Rp16.08    Rp18.21
   NW Cover import        0               -     0      0       3%      3%       3%     3%    0.00     0.00    0.00    0.00     Rp0.00     Rp0.00     Rp0.00     Rp0.00
    NW Cover local       1.22       1.50       1.6     1.8     3%      3%       3%     3%    1.26     1.55    1.65    1.85    Rp25.92    Rp31.87    Rp33.99    Rp38.24
   NW Cover Basic         0               -     0      0       3%      3%       3%     3%    0.00     0.00    0.00    0.00     Rp0.00     Rp0.00     Rp0.00     Rp0.00
         ADL              0               -     0      0       4%      4%       4%     4%    0.00     0.00    0.00    0.00     Rp0.00     Rp0.00     Rp0.00     Rp0.00
Backsheet PE Laminated    0               -     0      0       5%      5%       5%     5%    0.00     0.00    0.00    0.00     Rp0.00     Rp0.00     Rp0.00     Rp0.00
  Backsheet PE Film       3.2       3.70       4.1    4.55     5%      5%       5%     5%    3.36     3.89    4.31    4.78    Rp57.50    Rp66.49    Rp73.68    Rp81.76
     Frontal Tape        0.25       0.25      0.25    0.25     3%      3%       3%     3%    0.26     0.26    0.26    0.26     Rp8.81     Rp8.81     Rp8.81     Rp8.81
     Side Tape L         0.25       0.25      0.25    0.25     4%      4%       4%     4%    0.26     0.26    0.26    0.26    Rp17.46    Rp17.46    Rp17.46    Rp17.46
     Side Tape R         0.25       0.25      0.25    0.25     4%      4%       4%     4%    0.26     0.26    0.26    0.26    Rp17.46    Rp17.46    Rp17.46    Rp17.46
         SAP              3.5       4.00        5      6       5%      5%       5%     5%    3.68     4.20    5.25    6.30    Rp55.47    Rp63.39    Rp79.24    Rp95.09
      Wood Pulp           11       13.25      17.1    19.11   10%      10%     10%     10%   12.10    14.58   18.81   21.02   Rp72.47    Rp87.29    Rp112.65   Rp125.89
                         24.55    28.99       34.89   39.45                                  26.22    30.98   37.36   42.23   Rp368.04   Rp423.22   Rp485.78   Rp545.32
                            Persetujuan Deskripsi Kegiatan Dep. Produksi
                                                                           Keputusan rapat
No.                                 Usulan                                                   Keterangan / Revisi
                                                                             Ya     Tidak
 1    Produksi baby diapers VIP (reguler)
      a. Research market.
      b. Intelijen marketing / produk terhadap produk competitor:
      ~ Qualitas fungsi.
      ~ Design produk.
      ~ Qualitas tingkat kenyamanan / bahan.
      ~ Harga sampai di pasar / konsumer.
      c. Analisa proyeksi pemakian raw matrial & HPP competitor.
      d. Analisa produk future
      ~ qualitas fungsi.
      ~ qualitas tingkat kenyaman / bahan.
      ~ design produk.
      ~ merek / brand.
      ~ HPPnya.
      e. Keputusan produk future qualitas dan HPPnya.
      f. Permintaan sample raw matrial yang akan digunakan.
      g. Evaluasi terhadap peralatan / mesin yang akan diterapkan.
      h. Trial / uji coba produksi.
      i. Evaluasi hasil uji coba terhadap target qualitas dll.
      j. Perbandingan import / tol manufacturing dengan produk sendiri.
      k. Study kelayakan bisnis.
      l. Keputusan diproduksi sendiri / import / tol manufacturing.
      m. Kapasitas produksi.
      n. Evaluasi efektifitas kebutuhan SDM.
      o. Pengadaan raw matrial.
      p. Mulai produksi.
      q. Evaluasi hasil produksi.

Telah disetujui dan disepakati, 30 November 2003.




         Bambang                      Drs. A Mba                            Ir. B Mba             Drs. C Mm
      Komisaris (Owner)              General Manager                      Manager Produksi     Manager Marketing
                                 STANDARD DAN BAROMETER PENGUJIAN KELAYAKAN BABY DIAPER
  BAROMETER PENILAIAN               PENILAIAN          STANDARISASI PRODUK KOMPETITOR
                                                           SOFT LOVE                                  HUGGIES                FIRST                BABY           SUPER BABY             BABY
            PRODUK                 CUSTOMER HOPE                                    EQ
                                                         New Improve                                  DRY FIT               CHOICE                LOVE               LIKE               SOFT
    A. KUALITAS PRODUK                 39,50%
1. Kecepatan daya serap                  6%                   49,55                34,35                48,53                 54,98                22,36             26,13              40,93
                                                                0%                   3%                  0%                    0%                   6%                 5%                2%
2. Kecepatan kering                      5%                   10,58                 1,96                22,92                 13,44                11,97              1,97              12,38
                                                                2%                   5%                  0%                    0%                   1%                 4%                0%
3. Penyebaran penyerapan               0,50%                  28,83                25,33                  24                  21,83                 23               29,67                22
                                                               0.2%                 0.1%                 0%                    0%                   0%                0.3%                0
4. Tingkat daya rekat produk             4%                  10 kali              10 kali              10 kali               8 kali               8 kali             8 kali            6 kali
                                                                4%                   4%                  4%                    3%                   3%                 3%                2%
5. Tingkat kelembutan upper NW           4%                     4%                   4%                  4%                    4%                   4%                 4%                4%


6. Anti Iritasi                          6%                     No                  Yes                  Yes                   Yes                 Yes                Yes                Yes
                                                                0%                   6%                  6%                    6%                   6%                 6%                6%
7. Tingkat kebocoran                     6%                     No                   No                  Yes                   No                  Yes                Yes                Yes
                                                                6%                   6%                  0%                    6%                   0%                 0%                0%
8. Tingkat kenyamanan                    3%                     3%                   3%                  3%                    3%                   3%                 3%                3%


9. Daya tampung produk                   5%                  >450 CC             >550 MIN              >500 CC              >600 CC                >500               >650              >550
                                                                2%                   4%                  3%                    4%                   3%                 5%                4%
    B. KEMASAN PRODUK                    7%
1. Kemasan                               3%                    3%                   3%                   3%                    3%                  3%                 3%                 3%
2. Warna                                 1%                    1%                   1%                   1%                    1%                  1%                 1%                 1%
3. Design / Gambar                       3%                    3%                   3%                   3%                    3%                  3%                 3%                 3%

TOTAL PENILAIAN KUALITAS                                      28.2%                42.1%                27%                   33%                  33%               37.3%              28%

        C. LAIN-LAIN                    52%
1. Harga                         Rp. 1.250-Rp. 1.750   Rp. 1.795-Rp. 2.058   Rp.1.800-Rp.1.950   Rp. 1.800-Rp. 2.150   Rp. 1.700-Rp.1.900   Rp. 1.800-Rp. 2.000 Rp. 1800-Rp.1950 Rp. 1.800-Rp. 1950
                                                               30%                  35%                 15%                   45%                  25%               35%                35%
TOTAL PENILAIAN PRODUK                                        58.2%                77.1%                42%                   78%                  58%               72.3%              63%

  D. RAW MATERIAL USAGE
1. LEGAL                                                        Rp478,24            Rp706,99             Rp646,41              Rp653,43             Rp408,26          Rp620,07           Rp638,03
  Asumsi HPP                                                    Rp531,38            Rp706,99             Rp646,41              Rp653,43             Rp480,31          Rp620,07           Rp638,03
2. ILEGAL                                                       Rp449,16            Rp533,11             Rp488,11              Rp493,41             Rp398,61          Rp468,22           Rp481,78
  Asumsi HPP                                                    Rp499,07            Rp533,11             Rp488,11              Rp493,41             Rp468,95          Rp468,22           Rp481,78
                                                                          RENCANA PENGADAAN BAHAN
                                                                                    2003
                                                                                                                                                                                  Kurs
Order      Code         Raw                Description             Lead    ETA       Quantity     Unit   Roll   Price   Amount   Other Cost     Total Value       Payment Value      Term of
 Date       No        Material                                     Time                                                                                                              Payment
11/10/02   110607    NW Cover           Hphilic 150 / 22/ 3000      21    30/10/02     1.333,20   Kg                             Rp    5.000   Rp      5.000                       Credit 30 days
11/10/02   110508    NW Cut Leg      Hphobic M = 300 / 18 / 3000    30    06/11/02      648,00    Kg                             Rp   50.000   Rp     50.000                       Credit 30 days
11/10/02   110509    NW Cut Leg      Hphobic L = 310 / 18 / 3000    30    06/11/02      502,20    Kg                             Rp   50.000   Rp     50.000                       Credit 30 days
11/10/02   110508    NW Cut Leg      Hphobic M = 300 / 18 / 3000    30    18/11/02      324,00    Kg                             Rp   50.000   Rp     50.000                       Credit 30 days
11/10/02   110509    NW Cut Leg      Hphobic L = 310 / 18 / 3000    30    18/11/02     1.004,40   Kg                             Rp   50.000   Rp     50.000                       Credit 30 days
11/10/02            Frontal Tape           Twintop Harin            30    22/10/02                Kg      124                    Rp        -   Rp             -                    Credit 30 days
15/10/02   210220    Carton Box              Twintop M              14    04/11/02     2.180,00   Pcs                            Rp        -   Rp             -                    Credit 30 days
23/10/02   110302      Hotmelt              DM 5201 UV              3     04/11/02     1.000,00   Kg                             Rp   50.000   Rp     50.000                       Credit 30 days
23/10/02   111103       SAP              Grade SA 60 SX II          20    13/11/02    14.400,00   Kg                             Rp   50.000   Rp     50.000                        45% 30 days
23/10/02   111103       SAP              Grade SA 60 SX II          20    13/11/02                                                                                                       21 days
24/10/02            Frontal Tape     Animal Twintop + Panverta      30    22/11/02                Kg      116                    Rp        -   Rp             -                          7 days
30/10/02            Frontal Tape           Twintop Harin            30    07/11/02                Kg      124                    Rp        -   Rp             -                    Credit 30 days
08/11/02   110607    NW Cover           Hphilic 150 / 22/ 3000      21    21/12/02      792,00    Kg                             Rp    5.000   Rp      5.000                       Credit 30 days
11/11/02   210220    Carton Box              Twintop M              14    25/11/02     2.120,00   Pcs                            Rp        -   Rp             -                    Credit 30 days
11/11/02   210230    Carton Box               Twintop L             14    25/11/02     3.563,00   Pcs                            Rp        -   Rp             -                    Credit 30 days
11/11/02   210220    Carton Box              Twintop M              14    16/12/02     2.000,00   Pcs                            Rp        -   Rp             -                    Credit 30 days
11/11/02   210230    Carton Box               Twintop L             14    16/12/02     1.500,00   Pcs                            Rp        -   Rp             -                    Credit 30 days
11/11/02   110401   Tissue Upper           100 / 18 / 3000          21    27/12/02      756,00    Kg                             Rp    5.000   Rp      5.000                       Credit 30 days
11/11/02   110402   Tissue Bottom          170 / 18 / 3000          21    27/12/02     1.193,40   Kg                             Rp    5.000   Rp      5.000                       Credit 30 days
20/11/02   110508    NW Cut Leg      Hphobic M = 300 / 18 / 3000    30    20/12/02     1.296,00   Kg       80                    Rp   50.000   Rp     50.000                       Credit 30 days
28/11/02             Backsheet            Twintop M dan L           45    28/12/02    12.000,00   Kg                             Rp   50.000   Rp     50.000                             DP 30%
03/12/02   110509    NW Cut Leg      Hphobic L = 310 / 18 / 3000    30    02/01/03      873,00    Kg                             Rp   50.000   Rp     50.000                       Credit 30 days
05/12/02   111203    Wood Pulp                                      50    24/01/03    20.000,00   Kg                             Rp   50.000   Rp     50.000                      Kurs DP 55%
05/12/02   111203    Wood Pulp                                      50    24/01/03    20.000,00   Kg                             Rp   50.000   Rp     50.000                        45% 30 days
Order      Code         Raw                Description             Lead    ETA       Quantity     Unit   Roll   Price   Amount   Other Cost     Total Value       Payment Value      Term of
05/12/02   111203    Wood Pulp                                      50    24/01/03    20.000,00   Kg                                                                                      COD
 Date       No        Material                                     Time                                                                                                              Payment
05/12/02   111203    Wood Pulp                                      50    24/01/03    20.000,00   Kg                                                                                     21 days
08/12/02   210122      Polybag              Twintop M 4             14    22/12/02   152.000,00   Pcs                            Rp    5.000   Rp      5.000                             DP 20%
08/12/02   210122      Polybag              Twintop M 4             14    22/12/02   152.000,00   Pcs                            Rp    5.000   Rp      5.000                         80% COD
08/12/02   210132      Polybag               Twintop L 4            14    22/12/02   130.000,00   Pcs                            Rp    5.000   Rp      5.000                             DP 20%
08/12/02   210132      Polybag               Twintop L 4            14    22/12/02   130.000,00   Pcs                            Rp    5.000   Rp      5.000                         80% COD
10/12/02            Frontal Tape           Animal Twintop           30    09/01/03      298,80    Kg       40                    Rp        -   Rp             -                          DP 50%
10/12/02            Frontal Tape           Transport VIP            30    09/01/03      448,20    Kg       60                    Rp        -   Rp             -                    Sisa T/T 7 days
11/12/02   110104   Elastic Rubber    Roica Spandex 940 Dtex        35    15/01/03      500,00    Kg                             Rp   50.000   Rp     50.000                             DP 55%
11/12/02   110104   Elastic Rubber    Roica Spandex 940 Dtex        35    15/01/03      500,00    Kg                             Rp   50.000   Rp     50.000                        45% 30 days
11/12/02   110104   Elastic Rubber    Roica Spandex 940 Dtex        35    15/01/03      500,00    Kg                                                                                      COD
11/12/02   110104   Elastic Rubber    Roica Spandex 940 Dtex        35    15/01/03      500,00    Kg                                                                                     21 days
17/12/02   110607    NW Cover           Hphilic 150 / 22/ 3000      21    06/01/03     1.188,00   Kg                             Rp    5.000   Rp      5.000                       Credit 30 days
22/12/02   111001     Side Tape             Left 62 / 600           30    21/01/03      330,00    Kg       50                    Rp   50.000   Rp     50.000                             DP 50%
22/12/02   111002     Side Tape            Right 62 / 600           30    21/01/03      330,00    Kg       50                    Rp   50.000   Rp     50.000                        50% 30 days
22/12/02   111001     Side Tape             Left 62 / 600           30    21/01/03      330,00    Kg                                                                                      COD
22/12/02   111002     Side Tape            Right 62 / 600           30    21/01/03      330,00    Kg                                                                                     21 days
24/12/02   110508    NW Cut Leg      Hphobic M = 300 / 18 / 3000    30    23/01/03     1.134,00   Kg       70                    Rp   50.000   Rp     50.000                       Credit 30 days
24/12/02   210230    Carton Box               Twintop L             14    07/01/03     5.500,00   Pcs                            Rp        -   Rp             -                    Credit 30 days
24/12/02   110509    NW Cut Leg      Hphobic L = 310 / 18 / 3000    30    23/01/03     1.171,80   Kg       70                    Rp   50.000   Rp     50.000                       Credit 30 days
03/01/03   210123      Polybag              Twintop M 10            14    17/01/03    82.000,00   Pcs                            Rp    5.000   Rp      5.000                             DP 20%
03/01/03   210123      Polybag              Twintop M 10            14    17/01/03    82.000,00   Pcs                            Rp    5.000   Rp      5.000                         80% COD
03/01/03            Frontal Tape           Animal Twintop           30    02/02/03      298,80    Kg       40                    Rp        -   Rp             -                          DP 50%
03/01/03            Frontal Tape           Transport VIP            30    02/02/03      448,20    Kg       60                    Rp        -   Rp             -                    Sisa T/T 7 days
05/01/03             Backsheet            VIP M = 320 / 30          45    19/02/03     5.500,00   Kg                             Rp   50.000   Rp     50.000                        T/T Advance
05/01/03             Backsheet            VIP L = 330 / 30          45    19/02/03     6.500,00   Kg                                           Rp             -                     T/T Advance
Price Policy : 2003-2004                          M          %
a. Analisa price policy kompetitor                 1850
j. Harga Jual (STM)                                1500
b. Pembagian discount ke reseler                   15%        15%
RETAIL 3%--------15% M=Rp1548
LMM 5%---------20% M=Rp1624
NMO 10%--------20% M=Rp1539
GROSIR 5%----------7% M=Rp1448
LD :15% M=Rp1425                                   1211
I. PPN 10%                                          110       10%

                                               86.400,00 standard

h. Piutang yang tidak tertagih/barang reject         24       1,0%
g. Biaya fix / variable lainnya (Marketing)                   2,0%
g. Biaya fix / variable lainnya (GA)                102
c. Biaya ekspedisi                                   27      2,0%
c. Raw Material                                             38,0%
d. Packaging inner + outer
d. Overhead (HPP) diluar raw material               707
e. Biaya promosi+marketing cost                     274     25,0%
f. Biaya tak terduga                                         0,5%
f. Margin perusahaan                             -86433      5,0%
h. Interest
AR

								
To top