MEMBUKA USAHA ECERAN / RITEL

Shared by: 3e467Rg
Categories
Tags
-
Stats
views:
559
posted:
5/18/2012
language:
pages:
77
Document Sample
scope of work template
							MEMBUKA USAHA ECERAN / RITEL
TERDAPAT 4 KD

KD 1 MENGIDENTIFIKASI STRUKTUR DASAR
     BISNIS RITEL
KD 2 MEMBEDAKAN KLASIFIKASI DAN
     DIFERENSIASI BISNIS RITEL
KD 3 MENJELASKAN DISTRIBUSI DALAM BISNIS
     RITEL
KD 4 MELAKUKAN RISET PEMASARAN DALAM
     BISNIS RITEL
             KD 1
MENGIDENTIFIKASI STRUKTUR DASAR
            BISNIS RITEL
Pengertian usaha ritel
Retailler berarti memotong atau memecah sesuatu
Eceran berarti secara satu-satu,sedikit(tentang
        penjualan atau pembelian barang),ketengan.
Usaha eceran/ritel :
       suatu kegiatan yang terlibat dalam penjualan ,
       keluarga atau pembelian barang ,jasa atau
       kedunya secara sedikit-sedikit atau satu-satu
       langsung kepada konsumen akhir untuk
       konsumsi pribadi atau rumah tangga dan bukan
       untuk keperluan bisnis(dijual kembali)
Usaha ritel yang berfokus pada penjualan barang
sehari-hari terbagi 2 :

1.usaha ritel tradisional :
      sederhana ,tempatnya tidak terlalu luas ,
barang yang dijual tidak terlalu banyak , sistim
pengelolaan /manajemen masih sederhana , tidak
menawarkan kenyamanan berbelanja dan masih ada
proses tawar menawar harga dengan pedagang,serta
produk yang dijual tidak dipajang secara terbuka
sehingga pelanggan tidak mengetahui apakah peritel
memiliki barang yang dicari atau tidak.
2. Usaha ritel modern :
       menawarkan tempat yang luas , barang yang
dijual banyak jenisnya, sistim menajemen terkelola
dengan baik, menawarkan kenyamanan berbelanja,
harga jual sudah tetap sehingga tidak ada proses
tawar menawar dan adanya sistim
swalayan/pelayanan mandiri, serta pemajangan
produk pada rak terbuka sehingga pelanggan bisa
melihat,memilih,bahkan mencoba produk terlebih
dahulu sebelum memutuskan untuk membeli
Faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha ritel :
1.Lokasi usaha
Cara memilih lokasi usaha yang baik menurut
Guswai(2009) :
       a.terlihat (visible) : harus terlihat oleh banyak
orang yang lalu lalang dilokasi tersebut.
       b.lalu lintas yang padat (heavy traffic) : semakin
banyak usaha lokasi ritel dilalui orang,maka semakin
banyak orang yang tahu mengenai usaha ritel
tersebut.
       c.arah pulang kerumah (direction to home) :
pada umumnya pelanggan berbelanja di suatu toko
ritel pada saat pulang kerumah,sangat jarang orang
berbelanja pada saat akan berangkat kerja.
      d.fasilitas umum (public fasilities) : dekat
dengan fasilitas umum karena bisa sebagai
pendorong pembeli untuk berbelanja yang sifatnya
impulsive buying atau pembeli yang tidak
direncanakan.
      e.biaya akuisisi (acquisition cost) : biaya
merupakan hal yang harus dipertimbangkan dalam
berbagai jenis usaha dan peritel harus bisa
memutuskan apakah akan membeli lahan atau
dengan menyewa suatu lokasi dan hendaknya
melakukan studi kelayakan dari sisi keuangan untuk
memutuskan suatu uasah ritel tertentu.
      f.peraturan/perijinan(regulation) : harus
dengan mempertimbangkan peraturan
tertentu,misalnya lokasi tersebut tidak untuk taman
kota dll.
      g. akses (access) : merupakan jalan masuk dan
keluar menuju lokasi karena berhubungan dengan
kemudahan pembeli/pelanggan untuk sampai
kesuatu usaha ritel.
      h.infrastruktur(infrastructure) : dapat
menunjang keberadaan suatu usaha ritel , misalnya
lahan parkir,toilet, lampu penerangan karena dapat
menunjang kenyamanan pelanggan dalam
mengunjungi usaha ritel
       i.potensi pasar yang tersedia (captive market) :
lokasi usaha ritel dekat dengan pelanggan sehingga
akan meringankan usaha peritel untuk mencari
pelanggan.
       j.legalitas (legality) : lokasi usaha peritel tidak
sedang dalam sengketa hukum maka lokasinya harus
menggunakan akte notaris.

Kesalahan dalam menentukan lokasi usaha ritel dapat
memiliki dampak jangka panjang.
2.Harga yang tepat
       Dalam menentukan harga jual tidak boleh
terlalu rendah atau terlalu tinggi kerena akan
berakibat kepada konsumen.

3.Suasana toko
       suasana toko yang menyenangkan akan
mendorong pelanggan untuk berlama-lama pada toko
tersebut.
Yang harus diperhatikan untuk menciptakan suasana
toko yang menyenangkan :
       a.eksterior toko, meliputi keseluruhan
bangunan fisik toko
       b.interior toko, meliputi desain,estitika dan tata
letak.
Peran dan fungsi usaha ritel
1.Peran usaha ritel :
      a.menjual kepada konsumen akhir
      b.mencari informasi dari konsumen
      c.memberikan informasi kepada produsen
      d.mengetahui kondisi pesaing
      e.dapat menjalin kerja sama dengan produsen
      f.sebagai perantara produsen dan konsumen
Cara usaha ritel dalam memberikan kebutuhan
ekonomis bagi pelanggan :
       a.memberikan suplay/pasokan barang dan jasa
pada saat dan ketika dibutuhkan konsumen atau
pelanggan dengan sedikit tanpa penundaan,maka
lokasi usaha ritel sebaiknya dekat dengan rumah
pelanggan.
       b.memudahkan konsumen/pelanggan dalam
memilih atau membandingkan bentuk,kwalitas dan
barang serta jasa yang ditawarkan,maka biasanya
peritel akan berusaha menciptakan suasana belanja
yang nyaman.
      c.menjaga harga jual tetap rendah agar
mampu bersaing dalam memuaskan pelanggan
      d.membantu meningkatkan standar hidup
masyarakat
      e.adanya usaha ritel juga memungkinkan
dilakukannya produksi besar-besaran.

Peran ritel dalam kegiatan perekonomian secara
keseluruhan yaitu sebagai pihak akhir dalam
suatu rantai produksi, yang dimulai dari
pengolahan bahan baku, sampai dengan
distribusi barang atau jasa ke konsumen akhir
2.Fungsi usaha ritel
Fungsi usaha ritel dalam memberikan beberapa
pelayanan kepada pelanggan :
     a.melakukan kegiatan usahanya dilokasi
yang nyaman dan mudah diakses pelanggan.
     b.memberikan beragam produk sehingga
memungkinkan pelanggan bisa memilih produk
yang diinginkan
     c.membagi jumlah produk yang besar
sehingga dapat dijual dalam kemasan / ukuran
yang kecil
      d.mengubah produk menjadi bentuk yang
lebih menarik
      e.menyimpan produk agar tetap tersedia
pada harga yang relatif tetap
      f.membantu terjadinya perubahan
(perpindahan) kepemilikan barang dari
produsen kekonsumen
      g.mengakibatkan perpindahan barang
melalui distribusi
     h.memberikan informasi kepada
pelanggan dan pemasok.
     i.memberikan jaminan produk, layanan
purna jual dan turut menangani keluhan
pelanggan
     j.memberikan fasilitas kredit dan sewa
Kelebihan dan kekurangan usaha ritel :

Kelebihannya :
1.modal yang diperlukan cukup kecil,namun
  keuntungan yang diperoleh cukup besar
2.umumnya lokasi usaha ritel strategis.
3.hubungan antara peritel dengan pelanggan cukup
  dekat, karena adanya komunikasi dua arah antara
  pelanggan dengan peritel
Kekurangannya :
1.keahlian dalam mengelola toko ritel berskala kecil
  kurang diperhatikan oleh peritel , karena dianggap
  sebagai pengisi waktu luang sehingga kurang
  memperhatikan aspek pengelolaan usahanya
2.administrasi(pembukuan) kurang atau bahkan tidak
  diperhatikan peritel sehingga uang/modal habis
  tidak terlacak
3.promosi usaha tidak dapat dilakukan secara
  maksimal ada peritel yang tidak diketahui
  pembeli/pelanggan
Analisis kebijakan pemerintah :
Peraturan Presiden no 112 tahun 2007
mengenai penataan dan pembinaan pasar
tradisional,pusat perbelanjaan dan toko
modern.
Dalam peraturan ini pemerintah menetapkan
zona /luas wilayah usaha pasar tradisional
(toko,kios dan los) dan toko modern.
Batasan luas lantai penjualan toko modern :
1.minimarket, kurang dari 400 M persegi
2.supermarket, 400 M persegi s/d 5000 M
persegi
3.hypermarket, diatas 5000 M persegi
4.departemen store, diatas 400 M persegi
5.perkulakan, diatas 5000 M persegi
Lokasi toko modern :
1.mengacu pada rencana tata ruang wilayah
  kota/kabupaten
2.memiliki rencana detail tata ruang kabupaten. Kota
3.memperhatikan jarak lokasi usahanya dengan pasar
  tradisonal yang telah ada (diatur dalam peraturan
  daerah, misal DKI Jakarta pasal 10 peraturan
  daerah provinasi DKI Jakarta No 2 tahun 2002
  tentang pasar swasta).
SOAL ULANGAN XI PM1
1.Sebutkan tentang kelebihan dan kekurangan usaha
  ritel
2.Peran usaha ritel ada 6 sebutkan dan jelaskan
  masing- masing
3 Fungsi usaha ritel ada berapa sebutkan .
4 Bagaimana pengertian usaha ritel atau eceran
SOAL ULANGAN XI PM 2
1.Bagaimana cara memilih lokasi usaha ritel yang baik
   sebutkan.
2.Sebutkan kelebihan dan kekurangan usaha ritel
3.Peran usaha ritel ada 6 sebutkan dan jelaskan
   masing-masing
4.Yang harus diperhatikan untuk menciptakan suasana
  toko yang menyenangkan ada berapa sebutkan dan
  jelaskan masing-masing.
          KD 2
MEMBEDAKAN KLASIFIKASI DAN
   DIFERENSIASI BISNIS RITEL
Kalsifikasi Usaha Ritel :
A.Berdasarkan skala usaha:
       1.Ritel besar :
a.menyediakan satu jenis barang atau berbagai
   barang sejumlah besar pelanggan dalam suatu
   toko besar
b.kegiatan usahanya menyediakan kenyamanan bagi
   pelanggan (interior,eksterior dan pelayanan).
Ciri-ciri peritel besar :
1.membeli produk langsung dari produsen
  dalam jumlah besar,sehingga menghindari
  perantara dalam pembelian produk
2.menyediakan layanan kepada sejumlah besar
  pelanggan.
3.ukuran tokonya lebih besar
4.membutuhkan modal yang besar untuk
  memulai dan menjalankan usahanya
      2.Ritel kecil/ ritel tradisional
Ragam produk yang ditawarkan tidak sebanyak
yang ditawarkan peritel besar.
Ritel kecil dibagi 2 :
1.usaha ritel berpangkalan.
2.usaha ritel tidak berpangkalan.
B.Berdasarkan tehnik memasarkan produk:
1.in store retailing
2.non store retailing

1.in-store retailing ; transaksi antara pembeli
  dan penjual dilakukan disuatu tempat tertentu
  seperti toko dan warung.
Dibagi menjadi 3 kategori :
a.specialty merchandisers ;
      1.single line stores; menawarkan satu lini
        produk dagangan
      2.limited line stores ; menawarkan pilihan
        barang dagangan yang lebih sempit
         dibandingkan dengan single line stores
      3.specialty shops ; menjual barang-barang
        secara khusus dg mengkonsentrasikan diri
        beberapa jenis barang dagangan ttt.
b.General merchandiser terdiri dari :
     1.general store : merupakan toko non
       departemen yang menjual barang kebutuhan
       pokok.
     2.variety stores : menyediakan banyak kategori
       barang dagangan,namun dengan pilihan yang
       terbatas.
     3.departemen stores : merupakan toko yang
       besar dan terbagi kedalam beberapa bagian
       departemen dan menawarkan beragam
       produk
c.Mass merchandiser terdiri dari :
     1.supermarket
     2.superstores
     3.combination stores
     4.hypermarket
     5.discount stores
     6.warehouse showroom
     7.catalog showroom
     8.warehouse clubs
Menurut pendapat COX (2000) usaha ritel terdiri dari
1. bentuk hukum
2.struktur operasional
3.ukuran outlet
4.lokasi
2.non store retailing
     a.penjualan langsung
           1.penjualan satu-satu
           2.penjualan satu kebanyak
           3.penjualan bertingkat
     b.penjulan tidak langsung
     c. penjualan otomatis
Keuntungan dari penggunaan mesin penjual otomatis
1.mudah pengopearsiannya
2.pelanggan mendapatkan kwalitas produk yang
  sama dengan harga yang tetap.
3.tidak adanya resiko kecurangan yang dilakukan oleh
  penjual
4.menghemat waktu dan tenaga penjual
5.tidak memerlukan iklan /promosi penjualan
6.tidak adanya resiko gagal bayar bagi pembeli yang
  membeli secara kredit karena pembelian dilakukan
  secara uang tunai
Kelemahan dari penggunaan mesin penjual otomatis :
1.memerlukan modal awal yang tinggi
2.membutuhkan perbaikan dan perawatan mesin
3.kapasitas mesin terbatas,sihingga penjual harus
  memastikan barang dagangan selalu terisi
4.uang koin yang digunakan harus diambil secara
  periodik
Diferensiasi usaha ritel
Diferensiasi merupakan tindakan merancang
      serangkaian perbedaan yang berarti utnuk
      membedakan suatu perusahaan dari
      pesaingnya,dengan merubah atau
      menambah unsur pelayanan atau lebih.
Cara untuk dapat melakukan diferensiasi :
1.lokasi
      a.lingkup daerah usaha
      b.pengelompokan sosial ekonomi pelanggan
      c.jalan penghubung
      d.arus lalu lintas
      e.citra eksternal
2.desain
      a.desain pintu masuk
      b.desain interior
      c.produk yang dijual
3.Bauran barang dagangan
     a.variasi barang yang tersedia
     b.kedalaman barang yang tersedia dalam
       kategori tertentu
     c.keunikan barang
     d.harga
     e.mutu barang
4.Kebijakan pelayanan
Yang harus diperhatikan :
       1.staf
       2.gaya
       3.ketrampilan
5.diferensiasi personalia ; melatih dan
       mempekerjakan karyawan yang lebih baik
6.diferensiasi saluran ;merancang saluran distribusi
       terutama yang menyangkut jangkauan,keahlian
       dan kinerja saluran
7.diferensiasi citra ; merupakan persepsi masyarakat
       terhadap perusahaan
               KD 3
MENJELASKAN DISTRIBUSI DALAM BISNIS
                 RITEL
Distribusi Usaha Ritel
1. Pengertian distribusi

Distribusi : penyaluran(pembagian,pengiriman)
      kepada beberapa orang atau ke beberapa
      tempat.
Distributor : orang atau badan yang bertugas
      mendistribusikan barang
Pengertian saluran distribusi :
1.menurut Kotler; merupakan sekelompok
     organisasi saling tergantung yang
     membantu membuat produk atau jasa
     tersedia untuk digunakan atau dikonsumsi oleh
     konsumen atau pengguna bisnis
2.menurut Meyer ;jalur yang berbeda-beda
     dimana barang bergerak mengalir dari
     produsen ke konsumen
3.menurut Alex S.Nitisemito : lembaga yang
     menyalurkan barang dari produsen ke
     konsumen
Unsur- unsur saluran distribusi :
1.merupakan jalur yang dipakai oleh produsen untuk
  memindahkan produk mereka melalui suatu
  lembaga yang dipilih
2.mengalihkan kepemilikan produk baik secara
  langsung maupun tidak langsung dan dari produsen
  ke konsumen
3.bertjuan untuk mencapai pasar tertentu
4.merupakan suatu kesatuan dan melaksanakan
  sistem kegiatan yang lengkap dalam menyalurkan
  produk
2. Jenis saluran distribusi :
      a.produsen – konsumen
      b.produsen – peritel – konsumen
      c.produsen – pedagang grosir – peritel –
        konsumen
      d.produsen – distributor – pedagang grosir
         – peritel - konsumen
Fakto-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam
memilih saluran distribusi :
1.pertimbangan pasar : jumlah pelanggan, pola
     pembelian pelanggan, kebiasaan
     berbelanja,reaksi pelanggan terhadap
     berbagai metode penjualan
2.pertimbangan barang : tingkat
     standarisasi,tuntutan layanan dan harga.
Selain itu ada beberapa yang perlu dipertimbangkan :
a.nilai unit ; apabila nilai unit barang yang dijual
       relatif lebih rendah maka menggunakan saluran
       distribusi yang panjang dan sebaliknya.
b.besar dan berat barang ; perlu dipertimbangkan
       karena berhubungan dengan alat angkut maka
       diperlukan perantara
c.mudah rusaknya barang ; tidak perlu perantara,
       kalau memang diperlukan perantara maka
       perlu dipilih perantara yang memiliki fasilitas
       penyimpanan yang cukup baik
d.Sifat teknis ; saluran pemasaran yang digunaka
       adalah langsung,dan memerlukan pelayanan
       sebelum dan sesudah penjualan.
e.barang jadi dan pesanan ; kalau berupa barang jadi
       maka perlu disimpan di distributor dan
       sebaliknya
f.luasnya lini produk ; apabila satu macam barang
       maka perlu menggunakan pedagang besar
       sebagai distributor tetapi apabila barangnya
       banyak maka sebaiknya produsen menjual
       langsung kepada peritel.
3.Pertimbangan perusahaan
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan :
a.sumber pembelanjaan ; bagi perusahaan yang
     kuat maka cenderung menggunakan
     ditribusi yang pendek dan sebaliknya.
b.pengalaman dan kemampuan manajemen ;
     bagi perusahaan baru atau perusahaan
     yang memulai usaha baru cenderung
     menggunakan perantara sehingga
     produsen tersebut dapat belajar dari
     perantara tersebut
c.Pengawasan saluran ; produsen dalam
     melaksanakan kegiatannya
     memperhatikan perantaranya dan akan
     lebih mudah kalau menggunakan saluran
     pendek.
d.pelayanan yang diberikan oleh penjual ;
     apabila perusahaan memberikan
     pelayanan yang lebih baik maka akan
     banyak perantara yang bersedia menjadi
     distributornya.
4.Pertimbangan perantara
Terdapat beberapa faktor :
a.pelayanan yang diberikan oleh perantara ;
      apabila dapat memberikan pelayanan yang
      lebih baik maka produsen akan cenderung
      menggunakannya sebagai distributor
b.kegunaan perantara ; akan digunakan sebagai
      distributor apabila dapat membawa
      produk produsen dalam persaingan dan
      selalu mempunyai inisiatif untuk
      memberikan usul tentang produk baru
c.Sikap perantara terhadap kebijakan produsen;
      apabila perantara bersedia menerima resiko
      yang dibebankan produsen maka produsen
      akan memilihnya sebagai distributor.
d.volume penjual ; produsen akan cenderung memilih
      perantara yang dapat menjual barangnya dalam
      jumlah banyak untuk jangka waktu lama.
e.biaya ; jika biaya yang diperlukan dalam penyaluran
      barang dapat lebih ringan dengan
      menggunakan perantara maka hal ini akan
      terus dilakukan
Jenis-jenis perantara :
      1.pedagang besar/agen tunggal/distributor
      2.pedagang menengah/agen/grosir
      3.pedagang eceran/ritel
      4.importir/pengimpor
      5.eksportir/pengekspor
Strategi distribusi eceran/ritel
1. strategi distribusi intensif ; yang menempatkan
       produk dagangannya pada banyak peritel serta
       distributor diberbagai tempat dan cocok untuk
       barang kebutuhan sehari-hari.
2.strategi distribisi selektif ; yang menyalurkan
       produk barang atau jasa pada daerah
       pemasaran tertentu dengan memilih beberapa
       distributor atau peritel saja pada suatu daerah
       misalnya barang elektronik,kendaraan
       bermotor
3.Strategi distribusi eksklusif ; strategi distribusi
      dengan memberikan hak distribusi suatu
      produk pada satu atau dua distributor atau
      peritel saja pada suatu area tertentu
              KD 4
MELAKUKAN RISET PEMASARAN DALAM
             BISNIS RITEL
Sistim informasi pemasaran
Informasi adalah data yang sudah diolah
      menjadi bentuk lain yang lebih
      berguna,yaitu berupa
      keterangan,pengetahuan yang ditujukan
      bagi penerima dalam pengambilan
      keputusan,baik masa sekarang maupun
      masa yang akan datang.
Beberapa hal yang harus diperhatikan unutk
memperoleh informasi :
1.mengumpulkan data
2.mengolahnya sesuai kebutuhan sehingga menjadi
  informasi.
3.menyajikan hasil kepada sipembuat keputusan
  pemasaran.
       Sistim informasi pemasaran dapat diperoleh
dari :
1.data internal ; data yang berasal dari dalam
perusahaan ,misanya :
       a.data penjualan
       b.persediaan
       c.pesanan
       d.utang piutang
2. Intelejen pemasaran ; merupakan kumpulan
dan analisis sistimatis dari informasi yang
tersedia secara umum mengenai pesaing dan
perkembangan dipasar
Sistim intelejen pemasaran ; adalah prosedur
      atau sumber yang digunakan perusahaan
      untuk mendapatkan informasi mengenai
      perkembangan dalam lingkungan
      pemasaran.
Sumber informasi yang didapatkan meliputi :
1.tenaga penjualan
2.perantara(ditributor)
3.informasi pemasok diluar perusahaan
4.pusat informasi pemasaran

3.Riset pemasaran ; merupakan desain, kumpulan
      analisis dan laporan sistimatis tentang data
      yang berhubungan dngan situasi pemasaran
      tertentu yang dihadapi sebuah organisasi.
Dengan adanya riset perusahaan dapat
survei,pengujian pasar/produk,peramalan
penjualan,menguji efektifitas periklanan dengan
suatu penelitian pemasaran.
Proses riset pemasaran :
1.mendefinisikan masalah dan tujuan riset;
  memahami riset pemasaran dan cara memperoleh
  informasi serta memandu keseluruhan riset.
2.mengembangkan rencana riset ; untuk dapat
  mengumpulkan informasi,dan mempresentasikan
  rencana pihak manajemen.
      Data yang didapat dari hasil riset :
      a.data primer ; observasi,survei,eksperimen
      b.data sekunder ; buku teks,majalah,koran dll
3.Mengimplementasikan rencana riset ; menerapkan
  riset kedalam tindakan nyata.
Misal ; mengumpulkan,memproses dan menganalisa
        informasi.

4.menerjemahkan dan melaporkan penemuan ; data
  harus dibuat apa adanya tidak dikurangi dan
  dilebihkan
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk melakukan
riset pemasaran dalam kegiatan ritel,terutama
dalam hal pelaku konsumen :
1.menganalisa kebutuhan konsumen dapat
  dilakukan dengan cara mengelompokan
  konsumen sesuai dengan jenis
  usia,pendidikan,jenis kelamin,pekerjaan dan
  geografis.
2.Mengidentifikasi kebutuhan konsumen , cara
  efektif yang dapat dilakukan :
     a.mendengarkan dengan baik dan seksama
     b.mencatat dengan cermat semua
        kebutuhan pelanggan.
     c.memahami semua kebutuhan pelanggan
     d.menjelaskan /mengulang kembali
        kebutuhan pelanggan.
     e.mewujudkan dan memenuhi kebutuhan
         pelanggan
Memilih produk dan jasa :
Produk adalah ; segala sesuatu yang bisa
ditawarkan
     kepasar yang bisa memenuhi kebutuhan
atau keiinginan konsumen.
Jasa adalah ; semua kegiatan atau manfat yang
     dapat ditawarkan suatu pihak kepada
     pihak lain yang pada dasarnyatidak
     berwujud dan tidak menghasilkan
     kepemilikan sesuatu.
Produk dan jasa terdapat 2 kelompok
berdasarka tipe konsumen yang menggunakan :
1.produk industri : produk yang dibeli oleh
      konsumen untuk lagi dan untuk
      kepentingan dalam industri.
2. produk konsumen : produk yang dibeli oleh
      konsumen akhir untuk konsumsi pribadi.
Jenis produk konsumen :
a.produk kebutuhan sehari-hari(convenience
   product) ; produk yang biasanya sering dibeli olek
   konsumen.
b.produk belanja (shopping product) ; pelanggan
   akan membandingkan kecocokan harga, kwalitas
   gaya dari suatu produk.
c.produk khusus(specialty product) ; produk yang
  memiliki karakteristik unik dimana hanya
  sekelompok pembeli tertentu yang bersedia usaha
  pembelian khusus.
d.produk yang tidak dicari(unsought product) ;
  merupakan produk yang tidak dikenal atau mungkin
  dikenal konsumen tetapi konsumen tidak pernah
  terpikir untuk membelinya.
Sumber modal uasaha ritel :
1.modal intern ; modal yang dibentuk /dihasilkan
  sendiri didalam perusahaan :
      a.laba ditahan ; merupakan laba bersih yang
         disimpan untuk diakumulasi dalam sutau
          bisnis setelah deviden dibayarkan.
      b.depresiasi ; merupakan alokasi jumlah suatu
         aktifa yang dapat disusutkan sepanjang masa
         manfaat yang diestimasi
2.Modal ekstern ; modal atau dana yang berasal
  dari luar perusahaan, dapat diperoleh dengan cara
  meminjam ke lembaga keuangan atau melalui kerja
  sama dengan perusahaan lain:

Kredit : kemampuan untuk melaksanakan suatu
pemberian atau mengadakan suatu pinjaman,dengan
suatau janji pembayarannya akan dilakukan pada
jangka waktu yang disepakati.
Kriteria yang harus dimiliki peminjam :
a.character (kepribadian atau watak)
b.capability (kemampuan dan kesanggupan)
c.capital (modal atau kekayaan)
d.condition (kondisi)
e.collateral (jaminana)
Klasifikasi kredit :
1.menurut jangka waktunya :
       a.kredit jangka pendek
       b.kredit jangka panjang
2.menurut jaminannya :
       a.kredit dengan jaminan
       b.kredit tanpa jaminan
3.menurut tujuannya :
       a.kredit komersial
       b.kredit konsumtif
       c.kredit produktif
4.menurut pengguanaannya :
       a.kredit modal kerja
       b.kredit investasi
Fungsi kredit dalam kehidupan perekonomian :
1.kredit dapat meningkatkan kegunaan dari uang.
2.kredit dapat meningkatkan peredaran dan lalu
  lintas uang.
3.kredit dapat meningkatkan kegairahan berusaha
4.kredit sebagai salah satu alat pengendali stabilitas
  moneter
5.kredit sebagai sarana peningkatan pendapatan
  nasional.
Macam-macam kredit :
1.kredit investasi kacil (KIK);
   Hanya diberikan kepada :
     a.penguasaha kecil,pengusaha
pribumi,atau        yang digolongkan perusahaan
pribumi.
     b.kalangan profesi pribumi ,misal
       dokter,pengacara dll.
2.kredit modal kerja permanen (KMKP).
3.kredit kelayakan.
Pengajuan kredit :
Persyaratan umum pengajuan kredit adalah :
1.pemohon adalah pengusaha kecil atau penguasaha
  pribumi memiliki atau sedang mengajukan izin
  usaha, memiliki jaminan yang dapat dipertanggung
  jawabkan,memiliki bukti pembayaran pajak, dan
  akta pendirian usaha.
2.kredit yang diajukan benar-benar digunakan untuk
  kegiatan/usaha produktif.
3.mengajukan permohonan tertulis,dilengkapi
  dengan syarat-syarat diatas
Prosedur untuk mendapatkan kredit :
1.pengajuan permohonan kredit
2.melengkapi dokumen , diantaranya :
     a.akta pendirian usaha.
     b.SIUP
     c.TDP
     d.fotocopy KTP pemohon kredit
     e.laporan keuangan pemohon kredit
     f.foto rekening (kalau ada)
     g.dokumen jaminan yang
        diajukan(fotocopy/asli
     h.NPWP
     i.SITU
     j.AMDAL
Melaksanakan pola kemitraan :
Bentuk kerja samanya :
1.general partnership ; semua anggota ikut aktif
  mengelola usaha dan setiap anggota memilki
  tanggung jawab yang sama terhadap
  perkembangan usaha
2.limited partnership ; tidak semua anggota aktif
  dalam mengelola usaha dan tanggung jawab
  setiap anggota tidak sama besar
Untuk menjalin kerja sama diperlukan adanya
kesepakatan antara kedua belah pihak dan
dituangkan dalam bentuk persetujuan yang dibuat
didepan notaris.
Hal-hal yang termuat dalam persetujuan :
1.nama-nama pihak
2.jumlah penyertaan modal
3.masa berlakunya persetujuan
4.pembagian keuntungan dan kerugian
5.prosedur penambahan partner
6.prosedur pemberhentian partner
7.panambahan karyawan
8.tanggung jawab dan wewenang.

						
Related docs
Other docs by 3e467Rg
zach 18klangl
Views: 3  |  Downloads: 0
formula perkembangan isi karangan
Views: 31  |  Downloads: 0
Journ�es Nationales
Views: 11  |  Downloads: 0
danshop report
Views: 14  |  Downloads: 0
Pedoman Pengisian Formulir F-SEK - DOC
Views: 46  |  Downloads: 0
Konsep Etika Menurut Para Filosof Muslim
Views: 86  |  Downloads: 0
Program of Liturgical Formation
Views: 1  |  Downloads: 0
Persepsi dan Pembuatan Keputusan Individual
Views: 35  |  Downloads: 1