INDONESIA PADA MASA REFORMASI.rtf

					PRASEJARAH DI INDONESIA

Awal jaman prasejarah adalah sejak bumi Indonesia didiami dan berakhir setelah Indonesia
mengenal tulisan. Prasasti yang paling tua adalah prasasti Kutai yang diperkirakan ditulis pada abad
ke-5 Masehi. Meskipun dalam prasasti tersebut tidak disebutkan tarikh pembuatannya, akan tetapi
berdasarkan pada hasil penelitian maka diperkirakan prasasti tersebut dibuat pada abad ke-5 Masehi.
Awal prasejarah tidak dapat diteliti melalui prasasti tetapi dapat diteliti melalui fosil-fosil yang
ditemukan terutama banyak ditemukan di pulau Jawa. Fosil yang usianya paling tua yang ditemukan
di pulau Jawa adalah phitecanthropus mojokertensis dimana usianya diperkirakan sekitar 1,9 juta
tahun.
Berdasarkan kriteria bahan pembuatan alat, maka masa prasejarah di Indonesia dibagi ke dalam :

1. Jaman Batu
- Jaman batu tua (Paleolithicum)
- Jaman Batu Madya (Mesolithicum)
- Jaman Batu Besar (Neolithicum)

Selain itu juga terdapat jaman batu besar (megalithikum), tetapi megalithikum ini bukan merupakan
jaman melainkan kebudayaan yang berkembang terutama berkaitan dengan aspek religi.

2. Jaman Logam
- Jaman Perunggu
- Jaman Besi

Di Indonesia tidak dikenal jaman tembaga karena tidak ditemukan bukti alat-alat yang terbuat dari
tembaga. Diperkirakan pada saat bangsa lain memasuki jaman tembaga, Indonesia masih berada pada
jaman neolithikum-megalithikum.
Selain didasarkan pada kriteria bahan pembuatan alat, pembagian jaman prasejarah di Indonesia juga
dibagi berdasarkan pada cara memenuhi kebutuhan hidup atau berdasarkan system mata pencaharian.
Berdasarkan system mata pencaharian maka jaman prasejarah di Indonesia dibagi ke dalam :

1. Jaman berburu dan mengumpulkan makanan
2. Jaman bercocok tanam
3. Jaman perundagian




KONTAK AWAL BANGSA INDONESIA DENGAN BANGSA LAIN

Bila dilihat dari letak Indonesia merupakan jembatan penghubung yang terletak di tengah-tengah
dua Negara besar yang merupakan sentral perekonomian Asia yaitu India dan Cina. Hubungan
India-Cina terjadi jauh sebelum abad V Masehi. Bukti-bukti adanya hubungan India – Indonesia
tidak begitu banyak. India sejak sebelum tarikh masehi telah mengenal tulisan dan telah
mengenal system kerajaan, mestinya terdapat peninggalan sejarah yang merekam hubungan
India- Indonesia secara jelas. Namun ternyata tidak ditemukan dengan lengkap. Beberapa bukti
mengenai hubungan India – Indonesia :

- Kitab Jataka, mengenai kelahiran sang Budha Sidharta Gautama, dalam kitab tersebut disebut
sebut sebuah negeri yaitu Svarnabhumi = Sumatera ?

- Kitab Ramayana, menceritakan kisah Rama- Shita yang menyebut-nyebut beberapa negeri
yaitu Yavadwipa dan Swarnadwipa = Pulau Jawa dan Sumatera ?

Kemudian dari kitab Geographike Hyphegesis yang ditulis oleh Claudius Ptolomeus disebutkan
beberapa negeri yaitu :

- Argyre Chora = negeri perak

- Chrysye chora = negeri emas

- Chrysye chersonesos = semenanjung emas

- Iabadiou = pulau enjelai

Selian itu bangsa Indonesia juga telah mengadakan kontak dengan bangsa Cina. Dimana
ditemukan bukti-bukti yang menunjukkan adanya hubungan dengan Negara Cina yang sangat
erat. Jalan laut baru dipergunakan sekitar abad ke-I Masehi dimana perhatian bangsa India
terhadap Indonesia lebih banyak bila dibandingkan dengan bangsa Cina. Diduga jalur laut antara
Cina- Indonesia mulai terbuka pada abad IV Masehi.

Dengan adanya ketertarikan kaisar- kaisar cina yang mulai memindahkan pusat pemerintahannya
ke bagian selatan sehingga perhatian mereka mulai kearah bagian selatan.




HIPOTESIS TENTANG PROSES AKULTURASI BUDAYA INDONESIA-INDIA
Teori-teori mengenai proses akulturasi antara budaya Indonesia dengan India :
1. Teori Kolonisasi
- Hipotesa Ksatria
Majumdar menyatakan bahwa ada petualang India setelah sesampainya di Indonesia membangun
koloni. Para kolonis ini kemudian mengadakan hubungan dagang.

Seniman dari India untuk membangun candi-candi di Indonesia. C.C Berg menyatakan bahwa
kebudayaan India itu dibawa oleh orang-orang India yang sesampainya di Indonesia mereka
menikah dengan puteri-puteri bangsawan/ pemuka masyarakat Indonesia. Setelah menikah,
mereka menjadi raja di Indonesia dan menurunkan dinasti-dinasti

J.L Moens menghubungkan berdirinya kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Indonesia dengan
runtuhnya kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di India. Sehingga dia menafsirkan bahwa keluarga/
dinasti raja India yang runtuh itu meninggalkan India untuk pergi ke Indonesia dan mendirikan
kerajaan di Indonesia.

- Hipotesa Waisya
N.J korm berpendapat bahwa pengaruh India di Indonesia datang dari bangsa India sendiri yaitu
dari kaum pedagang. Dimana selain berdagang mereka melakukan pernikahan dengan penduduk
pribumi.

-   Hipotesa Brahmana
Menurut J.C van Leur, bila dilihat dari upacara-upacara yang dilakukan maupun bahasa yang
dipergunakan di lingkungan keratin merupakan kebudayaan khusus para brahmana. Jadi van
Leur menyimpulkan bahwa yang membawa pengaruh India itu adalah kaum brahmana.

2. Teori Arus Balik

Menurut F.D.K Bosch, dalam proses akulturasi kebudayaan ini bangsa Indonesia turut berperan
aktif. Pada mulanya, orang-orang dari India yang membawa agama Hindu dan Budha yaitu dari
golongan intelektual melalui jalan dagang yang lajim dilalui para pelancong dengan menumpang
kapal dagamg. Setelah sampai di Indonesia, mereka kemudian diundang untuk memberi suatu
sinar kehinduan pada masyarakat Indonesia. Setelah orang Indonesia ini masuk agama Hindu-
Budha kemudian mereka sendiri belajar ke India lalu kembali pulang dan aktif menyebarkan
agama Hindu-Budha di Indonesia.


KERAJAAN KUTAI

Berdasarkan temuan para arkeolog atas tujuh buah yupa1 yang memuat prasasti (hanya 4 yang
berhasil dibaca dan diterjemahkan). Prasasti itu menggunakan huruf Pallawa, yang menurut
bentuk dan jenisnya berasal dari sekitar 400 Masehi dengan bahasa sansekerta, dan ditulis dalam
bentuk puisi anustub.2 Maka berdasarkan hal tersebut diketahuilah adanya sebuah kerajaan kuno
Indonesia yaitu kerajaan Kutai yang telah sekian lama terlupakan. Kerajaan
1 .Yupa adalah sebentuk tiang batu berukuran kurang lebih 1 meter sebahagian ditanam        diatas
  tanah. Pada tiang batu inilah tergurat prasasti dari kerajaan Kutai yang dianggap sebagai
  sumber tulisan tertua sehingga Indonesia mulai memasuki masa sejarah dan mengakhiri masa
  prasejarahnya.

2. DR. R. Soekmono, 1981 Kutai dalam kontek sejarah nasional Indonesia baku dikenal sebagai
  kerajaan tertua3 yang bernafaskan agama Hindu.

3 Dianggap tertua karena belum ditemukan sumber tulisan yang lebih tua dari prasasti Kutai. 4
  R. M. Poerbatjaraka, Riwayat Indonesia, I, 1952 Terletak di Kalimantan Timur tepatnya di
  Hulu Sungai Mahakam Kabupaten Kutai. Tidak diketahui secara pasti angka tahun berdirinya.
  Para ahli hanya dapat menduga bahwa kerajaan Kutai setidaknya sudah ada sejak abad ke-V M
  hal ini dapat dilihat dari jenis hurufnya yang pranagari dan berasal dari India Selatan yang
  banyak ditemukan di daerah itu dalam waktu yang relatif sama, dan nama Kutai sendiri
  digunakan untuk menyebut kerajaan yang dianggap paling tua ini karena letak ditemukannya
  prasasti berada di kabupaten Kutai (tidak diketahui secara pasti apa nama dari kerajaan
  tersebut).

Prasasti Kutai I4
Transkripsi: srimatah sri-narendrasya, kundungasya mahatmanah, putro svavarmmo
vikhyatah, vansakartta yathansuman, tasya putra mahatmanah, trayas traya ivagnayah, tesan
trayanam pravarah, tapo-bala-damanvitah, sri mulawarmma rajendro, yastva
bahusuvarnnakam, tasya yajnasya yupo „yam, dvijendrais samprakalpitah.

Terjemahan:
Sang Maharaja Kundunga, yang amat mulia, mempunyai putra yang mashur, Sang Aswawarman
namanya, yang seperti Sang Ansuman (= dewa Matahari) menumbuhkan keluarga yang sangat
mulia. Sang Aswawarman mempunyai putra tiga, seperti api (yang suci) tiga. Yang terkemuka
dari ketiga putra itu ialah Sang Mulawarman, raja yang berperadaban baik, kuat dan kuasa. Sang
Mulawarman telah mengadakan kenduri (selamatan yang dinamakan) emas-amat banyak. Buat
peringatan kenduri (selamatan) itulah tugu batu ini didirikan oleh para brahmana.
Yang menarik perhatian adalah dari prasasti-prasasti Kutai secara tersirat dapat disimpulkan
bahwa: pertama, Sang Kundungga adalah nama asli pribumi Indonesia karena dalam
kebudayaan India tidak pernah mengenal nama ini. Kedua, yang lebih menarik adalah Sang
Aswawarman dianggap sebagai pendiri kerajaan (=Vansakartta), dan bukan Sang Kundungga
yang notabenenya adalah maharaja dan ayah dari Aswawarman. Timbulah pertanyaan: apakah
dalam kerajaan Kutai yang dianggap sebagai pendiri kerajaan adalah mereka yang telah
menggunakan kebudayaan India dalam hal nama dan agama? Apakah budaya India dan agama
Hindu mulai digunakan pada masa Aswawaram? Jika demikian, maka Sang Kundungga adalah
raja Kutai yang belum tersentuh nafas kebudayaan India atau mungkin ia tidak menganut agama
Hindu karena setia pada ajaran kepercayaan lokal nenek moyangnya yaitu animisme, dinamisme,
atau totemisme.
Sangat mungkin bila Aswawarman beserta keluarga kerajaan lainnya melakukan perjalanan suci
ke tanah India untuk belajar ilmu agama Hindu dan kembali ke Kutai dengan mengadakan
upacara Vratyastoma8 dan Aswawarman
8 Marwati Djoened Poesponegoro dan Nuhroho Notosusanto, Sejarah Nasional Indonesia, II,
1993, hal. 35. Vratyastoma adalah upacara keagamaan dalam agama Hindu untuk menghindukan
seseorang. Sangat mungkin bahwa pendeta yang memimpin upacara tersebut untuk
Aswawarman dilakukan oleh pendeta dari India, dan ketika pada masa Mulawarman
kemungkinan sekali upacara tersebut sudah dipimpin oleh pendeta Indonesia

ditetapkan sebagai Ksatria (untuk waisya dan sudra terbentuk dengan sendirinya sesudah dua yang
pertama terbentuk).

Kerjaan tarumanegara
Di daerah Jawa Barat ditemukan bukti-bukti peninggalan kerajaan tertua lainnya yang bercorak
Hindu. Berbeda dengan Kutai, pada beberapa prasasti yang ditemukan disebutkan bahwa kerajaan
tersebut bernama Tarumanegara. Ada sekitar 7 buah prsasti yang menunjukkan keberadaan kerajaan
Tarumanegara, namun hanya beberapa saja diantaranya yang berhasil diterjemahkan yaitu :


PRASASTI TUGU Transkripsi:
pura rajadhirajena guruna pinabahuna
khata khayatam purimprapya candrabagharnnavam yayau
pravarddhamana-dvavinsad-vatsare srigunaujasa
narendradhvajabhutena srimata purnnavarmmana
parabhya phalgune mase khata krsnatasmitithau
caitrasukla taryosdsyam dinais siddhaikavinsakaih
ayata satrasahasrena dhanusam sasaterna ca
dvavinsena nadi ramya gomati nirmalodaka
pitamahasya rajasser vvidarya sibiravanim
brahmanair ggo-sahasrena prayati krtdaksina


terjemahan:
Dulu kali (yang bernama) – Candrabhaga telah digali oleh maharaja yang mulia dan mempunyai
tangan kencang dan kuat, (yakni raja Purnnawarmman) buat mengalirkannya ke laut, setelah
(kali ini) sampai di istana kerajaan yang termashur. Di dalam tahun kedua-puluhnya dari takhta
yang mulai raja Purnnawarman yang berkilau-kilauan karena kepandaian dan kebijaksanaannya
serta menjadi panji segala raja, (maka sekarang) beliau menitahkan pula menggali kali yang,
permai dan berair jernih, Gomati namanya, setelah sungai itu mengalir di tengah-tengah tanah
kediaman yang mulia Sang Pendeta nenek-da (Sang Purnnawarmman). Pekerjaan ini dimulai
pada hari yang baik, tanggal 8 paro petang bulan Phalguna dan disudahi pada hari tanggal 13
paro-terang bulan Caitra, jadi hanya 21saja, sedang galian itu panjangnya 6.122 tumbak.
Selamatan baginya dilakukan oleh para Brahmana disertai 1.000 ekor sapi yang dihadiahkan.

KERAJAAN SRIWIJAYA

ABAD VII
   - Prasasti Kedukan Bukit (Palembang), berangka tahun 604 S (682 M), berhuruf Pallawa dan
      berbahasa Melayu Kuno. Isi tentang : Dapunta Hyang manalap siddhayatra dengan perahu
      pada tanggal 11 paro terang (suklapaksa), bulan waisaka, tahun 604 S; Pada tanggal 7 paro
      terang bulan Jyestha Dapunta Hyang berangkat dari Minanga membawa tentara dua laksa
      dan 200 peti (kosa) perbekalan dengan perahu, serta 1312 orang tentara berjalan di darat,
      datang di suatu tempat yang bernama ma.... ; pada tanggal 5 paro terang, bulan Asadha
      dengan sukacita mereka datang di suatu tempat dan membuat kota (wanua) dan kerajaan
      Sriwijaya memperoleh kemenangan, perjalanannya berhasil dan seluruh negeri memperoleh
      kemakmuran.
   - Prasasti Talang Tuo (Palembang), berangka tahun 606 S (684 M), berhuruf Pallawa dan
      berbahasa Melayu Kuno. Isi tentang : pembuatan kebun Sriketra atas perintah Dapunta
      Hyang Sri Jayanaga, untuk kemakmuran semua makhluk. Di samping itu ada juga doa dan
      harapan yang menunjukkan sifat agama Buddha
   - Prasasti Telaga Batu (Palembang), tidak bertarikh, berhuruf Pallawa dan berbahasa Melayu
      Kuno. Isi tentang : kutukan-kutukan terhadap siapa saja yang melakukan kejahatan dan tidak
      taat kepada perintah raja; juga memuat data-data bagi penyusunan ketatanegaraan Sriwijaya
   - Prasasti Kota Kapur (Pulau Bangka), berangka tahun 608 S (686 M). Isi tentang : kutukan
      kepada mereka yang berbuat jahat, tidak tunduk dan setia pada raja akan celaka. Keterangan
      yang terpenting adalah mengenai usaha Sriwijaya untuk menaklukkan bhumi Jawa yang
      tidak tunduk kepada Sriwijaya
   - Prasasti Karang Brahi (Jambi Hulu)
   - Prasasti Palas Pasemah (Lampung Selatan)
   - Fragmen (prasasti singkat)
   - DLL




Latar belakang kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia:
Latar belakang kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia:
Jatuhnya kota Konstantinopel (Ibu Kota kerajaan Romawi Timur) ke tangan Turki Usmani tahun
1453,kemudian bangsa Turki menutup Konstantinopel untuk orang Eropa akibatnya di Eropa
terjadi kelangkaan rempah-rempah, maka mulailah mereka mencari Negeri asal rempah-rempah.
Tujuan kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia :
3 G : 1. GOLD, mencari kekayaan (rempah-rempah)
2. GLORY, mencari Kejayaan (menjajah)
3. GOSPEL, menyebarkan agama Nasrani.
PELOPOR PENJELAJAHAN SAMUDRA :
A. Portugis
1. Bartolomeos Diaz 1486
Bertolak dari Lisabon (Portugis),bergerak kearah selatan menyusuri pantai barat Afrika,sampai
di ujung selatan benua Afrika, yang kemudian diberi nama Tanjung Harapan, kemudian
Bartolomeos Diaz kembali lagi ke Portugis karena ada gelombang/badai yang besar.
2. Vasco da Gama 1498
Bertolak deri Lisabon,kearah selatan menyusuri pantai barat Afrika,sampai di ujung selatan
benua Afrika, kemudian melanjutkan perjalanan sampai di Calicut India.
3. Alfonso D’Albuquerque
Berhasil menaklukan Malaka tahun 1511.
Kemudian Maluku jatuh ke tangan Portugis 1512.
B. Spanyol
1. Christophorus Colombus (1492)
Bertolak dari Spanyol kearah barat,mengarungi samudra Atlantik, sampai di kepulauan Bahama
(Karibia), dia mengira telah sampai di Hindia, maka peduduk pulau tersebut diberi nama Indian.
2. Expedisi Magellan-Canno (1521)
Bertolak dari Spanyol kearah barat mengarungi samudra Atlantik, menyusuri pantai timur
Amerika, sampai diujung selatan benua Amerika, kemudian mengarungi samudra Pasifik yang
sangat luas dan tenang, sampai di Massava (Pilifina), disana Ferdinand Magellan tewas oleh
orang Mactan, kemudian sisa pasukan di bawah pimpinan Yuan Sebastian Del Canno
melanjutken perjalanan ke Kalimantan, Maluku, dan pulang ke Spanyol lewat Tanjung Harapan.
Dasar / landasan yang dipakai dalam penjelajahan samudra adalah Perjanjian Tordesillas (Paus
Alexander VI),Yang berisi pembagian wilayah/arah penjelajahan samudra, Portugis kearah
Timur, Spanyol kearah Barat.
Akibat bertemunya Portugis dan Spanyol di Maluku, maka muncul perjanjian SARAGOSA 1526
yang isinya: Pembagian wilayah operasional perdagangan, Portugis di Maluku, sedangkan
Spanyol di Filipina.
C. Belanda
Jalur pelayaran Belanda tidak sama dengan Portugis karena
ada petunjuk jalan dari Jan Huygen Van Liscoten, mantan pelaut Belanda yang bekerja pada
Portugis.
1. Cornelis de Houtman (1596),menempuh perjalanan Ke Tanjung Harapan, kemudian
dilanjutkan sampai di Banten. Kedatangannya ditolak oleh rakyat Banten karena Cornelis de
Houtman bersikap kasar dan sombong.
2. Jacob Van Neck (1598),kedatangannya disambut baik oleh rakyat Banten.
BERDIRINYA VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie)
VOC berdiri pada tanggal 20 Maret 1602 dengan Gubernur Jendral pertamanya Pieter Both.
Tujuan didirikannya VOC :
1. Menghindari persaingan dagang antar sesama pedagang Belanda.
2. Memonopoli rempah-rempah di Hindia Timur.
3. Menghadapi persaingan dengan para pedagang asing.
4. Menghadapi kerajaan-kerajaan di Indonesia.
VOC mempunyai hak OCTROY yaitu Hak paten yang diberikan pemerintah Kerajaan Belanda
kepada VOC yang berisi :
1. Hak untuk memerintah di Negara jajahan
2. Hak untuk memonopoli perdagangan
3. Hak untuk mencetak mata uang sendiri
4. Hak untuk memiliki angkatan perang sendiri
5. Hak untuk memiliki senjata
6. Hak untuk mengadakan perjanjian
7. Hak untuk mengumumkan perang.
Keadaan Indonesia pada masa pemerintahan Gubernur Jendral JAN PIETERSZOON COEN
1619, VOC memindahkan kantor dagangnya ke Jayakarta, dengan alasan :
1. Jayakarta merupakan tempat yang sangat strategis
2. VOC akan dengan mudah mengawasi gerak gerik Portugis di Malaka.
VOC menghancurleburkan kota Jayakarta, dan diatas reruntuhan kota Jayakarta berdirilah kota
BATAVIA.
Aturan Monopoli VOC :
1. Rakyat Maluku hanya boleh menanam rempah rempah atas izin VOC
2. Luas wilayah perkebunan dibatasi oleh VOC
3. Harga jual ditentukan VOC
4. Tempat menanam rempah rempah ditentukan VOC
Strategi VOC dalam mengendalikan Monopoli:
1. Hak Ekstirpasi, yaitu hukuman begi para pelanggar monopoli perdagangan.
2. Pelayaran Hongi yaitu, Pelayaran bersenjata lengkap yang dilakukan VOC untuk mengawasi
jalannya monopoli perdagangan.
PERLAWANAN RAKYAT:
1. MALUKU
Portugis berhasil diusir oleh rakyat Maluku yang di Pimpin oleh Sultan BAABULLAH DAUD
SYAH, sebelumnya Portugis berhasil membunuh Sultan Khairun
2. ACEH
Perlawanan rakyat Aceh melawan Portugis yang paling terkenal dipimpin oleh SULTAN
ISKANDAR MUDA tetapi tetapi tidak berhasil.
3. MALUKU
Perlawanan rakyat Maluku melawan VOC tapi tidak berhasil megusir VOC.
4. MATARAM
Perlawanan Mataram melawan VOC di Batavia tejadi dua kali pada masa pemerintahan
SULTAN AGUNG tetapi gagal,karena pasukan Mataram kelelahan, dan VOC membakar
lumbung-lumbung padi milik pasukan Mataram.
5. BANTEN
Perlawanan rakyat Banten melawan VOC dipimpin oleh SULTAN AGENG TIRTAYASA,tetapi
dengan Politik Devide Et Impera antara Sultan Haji dengan Sultan Ageng Tirtayasa, akhirnya
Banten takluk pada VOC.
6. MAKASAR
Perlawanan rakyat Makasar melawan VOC dipimpin oleh SULTAN HASANUDIN, tetapi
karena diadudombakan dengan ARU PALAKA, akhirnya Makasar takluk. Lahirlah perjanjian
BONGAYA 1667.
FAKTOR PENYEBEB KEBANGKRUTAN VOC:
1. Korupsi yang merajalela dikalangan pegawai VOC.
2. Banyak pegawai VOC yang tidak cakap bekerja.
3. VOC benyak menanggung hutang akibat peperangan.
4. Banyak prajurit VOC yang meninggal.
5. Luas wilayah tidak sebanding dengan jumlah pegawai VOC yang sedikit.
6. Tidak jalannya Verplichte Leverantien (penyerahan wajib) dan Preanger Stelsel (aturan
Priangan).
PEMERINTAHAN KOLONIAL BELANDA
A. Gubernur Jendral Daendels (1808-1811)
Tugas utamanya:
1. Mempertahankan pulau Jawa dari ancaman Inggris
2. Memberantas korupsi dan penyelewengan
3. Menjadikan Batavia sebagai pusat pemerintahan
4. Merombak system pemerintahan Feodal, diganti dengan system pemerintahan Barat modern.
5. Menjadikan para penguasa daerah sebagai pegawai Pemerintah kolonial.
Langkah-langkah yang ditempuh Daendels untuk mempertahankan Pulau Jawa :
1. Menambah jumlah Prajurit.
2. Membangun kapal-kapal perang baru
3. Membangun jalan raya Pos dari Anyer sampai Panarukan.
B.Gubernur Jendral Janssens (1811)
Janssens ternyata hanya seorang Gubernar yang lemah
Terbukti hanya mempu bertahan 3 bulan,dan
Indonesia jatuh ketangan Inggris.
C.Gubernur Jendral Thomas Stamford Raffles
Raffles berkuasa tahun 1811-1816, jasa-jasanya
diantaranya:
1. Penemu bunga raksasa Rafflesia-Arnoldi
2. Perintis berdirinya Kebun Raya Bogor
3. Penggagas Lend Rent (sistim pajak tanah),tapi Gagal dilaksanakan karena :
- Masyarakat Indonesia belum mengenal sistim ekonomi uang.
- Tidak adanya dukungan dari Bupati
Tanam Paksa (Cultuur Stelsel)
adalah Kewajiban menanam jenis-jenis tanaman tertentu yang laku dipasaran
Internasional,kemudian hasilnya diserahkan kepada pamarintah Belanda. Tanam Paksa
dianjurkan oleh Gubernur Jendral VAN DEN BOSCH, dengan tujuan untuk menutupi hutang-
hutang Belanda yang sangat devisit.
Dalam pelaksanaannya Tanam Paksa ternyata jauh menyimpang dari ketentuan, dan sangat
merugikan rakyat Indonesia.
Akibat Tanam Paksa :
A. Bagi Belanda,
- Positif : Memperoleh keuntungan besar.
- Negatif : Mendapat kecaman dari anggota Dewan.
B. Bagi Indonesia
- Positif : Rakyat Indonesia menjadi tahu tentang cara bertani yang baik dan benar,juga
mengetahui jenis-jenis tanaman yang leku dipasaran Internasional.
- Negatif : banyak rakyat Indonesia yang menderita, kelaparan, meninggal dunia.
Tokoh-tokoh penentang Tanam Paksa :
1. Baron Van Hoevell
2. Douwes Dekker (buku Max Havelar)
3. Fransen Van Der Putte (Zucker Contracten)
Undang-Undang Agraria 1870, diberlakukan dengan tujuan :
1. Memberikan peluang/ kesempatan kepada para pengusaha swasta asing untuk berusaha dan
menanamkan modalnya di Indonesia.
2. Melindungi hak para petani dari ancaman penguasaan bangsa Asing.
PENYEBARAN AGAMA KRISTEN MELALUI:
1. MISI, penyebar agama Katolik (Franciscus Xaverius)
2. ZENDING, penyebar Protestan (Ludwig J Namenson)
PERLAWANAN RAKYAT INDONESIA MELAWAN KOLONIAL BELANDA
1. PERLAWANAN SAPARUA (1817)
Latar belakangnya karena Pemerintah Kolonial Belanda memberlakukan kembali penyerahan
wajib dan wajib kerja.
Tokoh perlawanan : Thomas Matulesia (Patimura), Anthony Reebok, Philip Latumahina,Danoiel
S.
2. PERANG PADRI (1821 – 1837)
Latar belakangnya karena muncul gerakan Wahabiah di Sumatera Barat, yang bertujuan
memurnikan kehidupan Islam (kaum Padri),tapi mereka mendapat tentangan dari kelompok
Penghulu (kaum Adat), Belada memihak kaum Adat.
Tokoh perlawanan : Muhammad Syahab (Imam Bonjol), Tuanku Nan Cerdik, Tuanku Tambusai,
Tuanku Nan Alahan.
3. PERANG DIPONEGORO (1825 – 1830)
Penyebab khusus : Belanda menancapkan patok-patok pada Makan leluhur Pangeran
Diponegoro, tanpa seizing beliau, yang akan dibuat jalan melintasi makam leluhur Pangeran
Diponegoro.
Penyebab umum : Belanda terlalu jauh ikut campur dalam Kerajaan, kebiasaan minum miniman
keras sudah masuk ke kalangan istana.
Tokoh Perlawanan : Pangeran Diponegoro, Kyai Maja, Sentot Ali Basyah Prawirodirjo,
Pangeran Mangkubumi.
4. PERANG ACEH (1873 – 1904)
Latar belakang : Dibukanya Terusan Suez menjadikan Aceh semakin strategis dalam
perdagangan Internasional, Adanya Traktat Sumatra, dimana Belanda boleh memperluas wilayah
jajahannya ke Aceh, maka Aceh mempersiapkan diri untuk berperang.
Tokoh Perlawanan : Panglima Polim, Teuku Cik Ditiro, Cut Nyak Dien, Teuku Ibrahim, Teuku
Umar.
5. PERANG BANJAR (1858 – 1866)
Latar Belakang : Belanda ikut campur dalam penggantian Tahta kerajaan.
Tokoh Perlawanan : Pangeran Prabu Anom, Pangeran Hidayat, Pangeran Antasari.
6. PERANG JAGARAGA (1849 – 1906)
Latar belakang : Adanya sengketa antaraBelanda dengan raja Bali, mengenai hak Tawan Karang
kapal Belanda yang terdampar di Bali.
Tokoh perlawanan : Raja Buleleng, Gusti Gde Jelantik (Patih Buleleng), Raja Karangasem.
GERAKAN PROTES PETANI
1. Ciomas, Jawa Barat (1886) : Muhammad Idris.
2. Condet,Jakarta Timur (1916): Entong Gendut.
3. Tangerang (1942) : Kaiin.
4. Sidoarjo, Jawa Timur (1903) : Kyai Kasam Mukmin
5. Kediri (1907) : Dermojoyo.
6. Gerakan Ratu Adil.
POLITIK PINTU TERBUKA
Yaitu Kebijakan pemerintah Kolonial Belanda yang memperbolehkan para pengusaha swasta
asing selain Belanda untuk berusaha dan menanamkan modalnya di Indonesia.
POLITIK ETIS
Yaitu kebijakan pemerintah Kolonial Belanda untuk melakukan balas budi kepada Indonesia
yang dianggap telah berjasa terhadap Belanda.
Pelopor Politik Etis adalah Van Deventer.
ISI POLITIK ETIS :
1. Edukasi : menyelenggarakan Pendidikan
2. Irigasi : sarana Pengairan
3. Transmigrasi : perpindahan Penduduk.
Dalam pelaksanaannya, Politik Etis banyak menyimpang dari ketentuan, sebagai contoh, dalam
Pendidikan bertujuan hanya untuk mencari tenaga kerja yang Terdidik dan murah
KESADARAN NASIONAL INDONESIA
Yaitu mulai tumbuhnya rasa senasib sepenanggungan dikalangan rakyat Indonesia untuk bisa
bersatu, mencintai Tanah Air, dan bisa lepas dari penjajahan.
FAKTOR PENDORONG LAHIRNYA KESADARAN NASIONAL INDONESIA ADALAH :
1. INTERNAL : - Lahirnya golongan Terpelajar
- Penderitaan rakyat yang terus menerus akibat penjajahan.
2. EKSTERNAL : - Kemenangan Jepang atas Rusia 1905
- Terpengaruh oleh gerakan Nasional di negara lain (India, Filipina, Mesir)
ORGANISASI-ORGANISASI YANG BERDIRI :
1. BUDI UTOMO
Berdiri tanggal 20 Mei 1908, dirintis oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo. Didirikan oleh dr.
Soetomo,Goenawan, Cipto Mangunkusumo, R.T.Ario Tirtokusumo.
Budi Utomo bersifat Sosial dan Budaya.
2. SAREKAT DAGANG ISLAM (SDI)
Berdiri tahun 1909, didirikan oleh K.H.Samanhudi
Tujuannya : membangun kekuatan baru dalam perdagangan untuk melawan dominasi para
pedagang dari Cina.
Sarekat Islam bercorak Ekonomi dan Agama.
Tahun 1911 SDI berubah menjadi Sarekat Islam (SI)
3. INDISCHE PARTIJ (IP)
Didirikan pada tahun 1912 di Bandung oleh Tiga Serangkai yaitu : Douwes Dekker, Cipto
Mangunkusumo,dan Suwardi Suryaningrat.
Bertujuan untuk menyatukan semua golongan masyarakat di Indonesia dalam semangat
nasionalisme menuju Indonesia Merdeka.
Indische Partij bercorak POLITIK.
4. MUHAMMADIYAH
Didirikan di Yogyakarta tanggal 18 November 1912 Oleh K.H. Ahmad Dahlan. Bertujuan
mengembangkan ajaran agama Islam, memberantas ketidakbenaran.
Muhammadiyah bercorak Agama.
5. PERHIMPUNAN INDONESIA (PI)
Berdiri tahun 1925, Tokoh PI antar lain : Mohammad Hatta, Ali Sastroamijoyo,Abdulmajid
Joyodiningrat, Iwa Kusumasumantri, Sastro Mulyono, Sartono,Gunawan Mangunkusumo, Nazir
Datuk Pamuncak.
6. PARTAI KOMUNIS INDONESIA (PKI)
Berdiri tanggal 23 Mei 1920, tokohnya antara lain :
Semaun dan Darsono. PKI berpegang teguh pada kebijakan KOMINTERN. PKI berjuang
dengan cara Membuat kerusuhan, pemberontakan, dan pemogokan.
7. PARTAI NASIONAL INDONESIA (PNI)
Berdiri tanggal 4 Juli 1927 di Bandung dibawah pimpinan Ir. Soekarno. PNI bercorak Politik.
Tujuan PNI : Mencapai Indonesia Merdeka dengan usaha sendiri. Ideologi PNI :
MARHAENISME.
8. PERSATUAN BANGSA INDONESIA (PBI)
Berdiri tahun 1930 di Surabaya, tokohnya dr.Soetomo.
PBI menitikberatkan pada usaha memperbaiki kesejahteraan rakyat, membentuk serikat pekerja,
Koperasi, pengajaran dan pendidikan.
Pada tahun 1935, PBI dan Budi Utomo bergabung membentuk PARINDRA (Partai Indonesia
Raya).
9. GABUNGAN POLITIK INDONESIA (GAPI)
Berdiri tanggal 21 Mei 1939 di Jakarta. Tokoh GAPI antara lain Muhammad Husni Thamrin,
Amir Syarifuddin, Abikusno Cokrosuyoso. GAPI menyerukan Indonesia berparlemen.
SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 1928
Berawal dari Kongres Pemuda Indonesia I di Jakarta tanggal 30 April 1926, dalam kongres itu
Mohammad Yamin mengusulkan agar bahasa Melayu ditetapkan sebagai bahasa persatuan
Indonesia. Kongres Pemuda II berlangsung tanggal 27, 28 Oktober 1928, menghasilkan
SUMPAH PEMUDA, ditetapkannya lagu Indonesia Raya,
dan bendera Merah Putih sebagai bendera Nasional.
BENTUK PERJUANGAN PERGERAKAN NASIONAL :
1. Perjuangan Kooperasi/kerjasama, dilakukan dengan
cara kerjasama dengan Penjajah,tetapi tidak melupakan tujuan utmanya, Indonesia Merdeka.
2. Perjuangan Non Kooperasi/tidak bekerjasama, cara
yang digunakan lebih radikal.
3. Gerakan di bawah Tanah yaitu gerakan yang dilaksanakan secara rahasia, yang dipimpin oleh
Sutan Syahrir.
PERANAN PERS DAN WANITA DALAM PERGERAKAN NASIONAL
A. Peranan Pers dalam Pergerakan Nasional
Pers/media masa pada saat perjuangan sangat berperan dan dibutuhkan masyarakat. Pers lahir
dan berkembang sejalan dengan berdirinya organisasi pergerakan Nasional Indonesia.
Contoh Pers : Darmo Kondo, Oetosan Hindia, De Express, Hindia Poetra/Indonesia Merdeka.
B. Peranan Wanita dalam Pergerakan Nasional
Dalam pergerakan Nasional, peranan Wanita sangat terasa, mereka bergerak, baik secara
perorangan, maupun organisasi. Pelopor pergerakan Wanita :
R.A. Kartini, Dewi Sartika, dan Maria Walanda Maramis,
REVOLUSI AMERIKA
Latarbelakang kedatangan bangsa Eropa ke Amerika :
1. Faktor Politik
Di Eropa pada abad ke 17 tidak ada kebebasan berpolitik, Raja berkuasa absolute, sewenang-
wenang. Mereka yang ingin mendapatkan kebebasan politik memilih pindah ke Amerika.
2. Faktor Agama
Di Eropa pada abad ke 17 tidak ada kebebasan beragama, golongan Puritan selalu tertindas oleh
golongan Anglikan, mereka yang ingin mendapatkan kebebasan beragama memilih pindah ke
Amerika.
3. Faktor Ekonomi
Di Eropa pada abad 17 masyarakat hidup terkekang, tidak ada kebebasan dalam ekonomi, raja
bertindak semena-mena, mereka yang ingin mendapatkan kebebesan dalam Ekonomi memilih
pindah ke Amerika.
4. Faktor Sosial
Akibat Revolusi Industri di Inggris banyak terjadi pengangguran, kejahatan, yang berakibat
penuhnya penjara-penjara di Inggris oleh tahanan. Sebagian dari narapidana diasingkan ke
Amerika.
Terbentuknya Koloni-koloni Inggris di Amerika Utara
Koloni adalah daerah tempat pemukiman para Imigran. Nama-nama koloni : Virginia, New
Hampshire, Georgia, Massachusets, Rhode Island, Connecticut, New York, New Jersey,
Pennsylvania, Delaware, Maryland, North Carolina, South Carolina
.
LATAR BELAKANG PEMBERONTAKAN KOLONI :
1. Perang Tujuh Tahun
2. Kebijakan baru Pemerintah Inggris pada Koloni
3. No Taxation Without Representetion
4. Kongres Kontinental
5. Boston Tea Party
TOKOH-TOKOH PERJUANGAN AMERIKA:
1. George Washington
2. Thomas Jefferson
3. John Adams
4. James Wilson
5. Alexander Hamilton.
6. Samuel Adam
7. Benjamin Franklin
Deklarasi kemerdekaan Amerika serikat terjadi pada tanggal 4 Juli 1776.
Pengaruh Revolusi Amerika adalah mulai ditegakannya faham Demokrasi, banyak Negara-
negara terjajah yang memberontak dan merdeka.
REVOLUSI INDUSTRI DI INGGRIS
Revolusi Industri adalah Perubahan secara cepat tentang cara-cara pembuatan barang, yang
tadinya menggunakan tenaga manusia (manufacture), diganti menggunakan tenaga mesin.
Latar belakang terjadinya revolusi Industri :
1. Inggris kaya akan sumberdaya alam dan SDM
2. Inggris memiliki Koloni yang luas
3. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
4. Perkembangan system ekonomi liberal
5. Revolusi Agraria
DAMPAK REVOLUSI INDUSTRI :
1. Kapitalisme
2. Pengambilalihan Tanah untuk lahan Industri
3. Imperialisme Modern yaitu nafsu untuk menjajah daerah lain untuk kepentingan Industri.
REVOLUSI PRANCIS
Revolusi Prancis terjadi pada tanggal 14 Juli 1789.
Faktor penyebab Revolusi Prancis :
1. Pembedaan Kelas/Kasta dalam masyarakat.
2. Kebangkrutan Pemerintahan Monarki Absolut.
3. Lahirnya para pemikir-pemikir baru tentang Negara :
- Montesquieu (1689-1755)
- Jean Jacques Rousseau (1712-1778)
- Voltaire (1694-1778).
4. Terpengaruh oleh Revolusi Amerika.
Dampak Revolusi Prancis :
1. Politik, faham Liberalisme semakin berkembang, Pemakaian Undang-undang, banyak
bermunculan Negara berbentuk Republik.
2. Ekonomi, sistim ekonomi Merkantilisme dirubah menjadi Liberal, petani menjadi pemilik
tanah, sistim paja feudal dihapuskan.
3. Sosial,feodalisme dalam kasta dihapuskan, hak asasi manusia lebih ditegakan, hak milik
rakyat dilindungi, semua warga Negara punya hak sama dalam Pendidikan.
Pada Revolusi Amerika, Prancis membantu perang kemerdekaan Amerika yang dipimpin Jendral
Lafayette.
PERANG DUNIA I
Perang Dunia I terjadi tahun 1914-1918.
Penyebab Khusus Perang Dunia I : Terbunuhnya Putra Mahkota Austria-Honggaria yang
bernama Franz Ferdinand di Sarajevo, oleh seorang mahasiswa Serbia yang bernama Gabriel
Princip.
Penyebab Umum Perang Dunia I :
1. Berkembangnya Nasionalisme.
2. Persaingan Politik dan Ekonomi.
3. Pembentukan Aliansi Militer
4. Perlombaan dalam bidang senjata
Akhir dari Perang Dunia I adalah Triple Alliance kalah, maka munculah Perjanjian Versailles
1919 yang isinya sangat memberatkan Jerman dan Sekutunya. Tokoh-tokoh yang merancang
perjanjian Versailles : Woodrow Wilson (USA), Lioyd George (Inggris), Georges Clemenceau
(Prancis), dan Vittorio Orlando (Italia).
Jepang dalam Perang Dunia I memihak Sekutu, karena Jepang menginginkan wilayah jajahan
Jerman di Tiongkok Selatan yang kaya akan biji besi.
Akibat Perang Dunia I :
1. Terjadi Krisis Ekonomi Dunia (Malaise)
2. Lahir Negara-negara baru di Asia dan Eropa.
3. Perekonomian dikendalikan oleh Negara (etatisme)
4. Peranan buruh makin kuat.
5. Lahir Liga Bangsa-bangsa (LBB).
PERANG DUNIA II
(1939 – 1945)
Faktor penyebab Khusus Perang Dunia II adalah :
1. Serbuan kilat Jerman kepada Polandia, sebuah Negara yang baru merdeka dan masih berada di
bawah pengawasan LBB, pada tanggal 1 September 1939.
2. Serbuan pasukan Jepang terhadap Pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbour
(Hawaii) pada tanggal 7 Desember 1941.
Faktor penyebab Umum Perang Dunia II :
1. Perlombaan menciptakan senjata baru.
2. Politik balas dendam Jerman kepada sekutu.
3. Kegagalan LBB dalam mencegah perang.
4. Munculnya faham UltraNasionalisme/Fasis.
5. Timbulnya Pemerintahan Diktator.
Faham UltraNasionalis adalah : suatu faham yang terlalu mencintai dan terlalu membanggakan
Negara sendiri.
Faham Ultra Nasionalis berkembang di Negara-negara :
1. Jerman (Nazi) di bawah pimpinan Adolf Hitler
2. Jepang di bawah pimpinan Kaisar Hirohito
3. Italia di bawah pimpinan Benito Musollini.
Perang Dunia II terbagi dalam 2 blok :
1. Blok Sekutu : Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, Australia, Belanda, dll
2. Blok Sentral : Jerman, Jepang, Italia, Turki, Mesir.
Diawal pertempuran, blok Sentral banyak mengalami kemenangan, tetapi selanjutnya blok
Sentral terus menerus mengalami kekalahan.
Politik Agresi militer : Italia (Italia Iredenta), Jerman (Lebensraum), Jepang (Hakko-Ichi-U)
AKIBAT PERANG DUNIA II :
A. Bidang Politik
1. Muncul dua Negara Adikuasa (Super Power) yaitu
Amerika Serikat dan Uni Soviet.
3. Timbul Perang Dingin antara NATO dengan PAKTA WARSAWA
4. Munculnya Negara-negara merdeka di Asia.
B. Bidang Ekonomi
1. Tampilnya Amerika Serikat sebagai kekuatan
Ekonomi baru
3. Perekonomian dunia terbagi atas : Sistem Ekonomi
Liberal, System Ekonomi Terpimpin/Komando, dan Sistem Ekonomi Campuran.
C. Bidang Sosial
1. Munculnya Gerakan Sosial.
2. Munculnya Lembaga Internasional untuk menjaga dan
Memelihara perdamaian dunia, yang dipelopori oleh
Franklin Delano Roosevelt (AS), Herry S. Truman (Inggris), Winston Churchill (Inggris), Joseph
Stalin (Uni Soviet).
KEBANGKITAN BANGSA-BANGSA ASIA AFRIKA
Latar belakang Kebangkitan Negara-negara ;
A. Faktor Ekstern :
1. Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905
2. Terpengaruh Gerakan Nasinal Negara lain
B. Faktor Intern :
1. Munculnya Golongan Terpelajar
2. Penderitaan Rakyat yang terus menerus akibat penjajahan.
KEBANGKITAN NASIONAL INDIA
Pemberontakan bersenjata (1857-1859) terkenal dengan The Great Indian Mutiny, dengan tujuan
mengusir EIC dari India dan mengembalikan kekuasaan Moghul.
Gerakan Sosial Keagamaan dan Pendidikan :
- Brahma Samaj (Rammohan Roy dan Dwarakanath Tagore) Bertujuan menghapus Kasta dan
trdisi kuno yang bertolak belakang dengan kemanusiaan.
- Santiniketan (Rabindranath Tagore), tujuannya adalah menanamkan rasa cinta Tanah Air dan
budaya India.
Gerakan Politik, Kongres India (All Indian National Congress). didirikan oleh Allan O. Hume
1885, Tokoh-tokohnya : Mahatma Gandhi, Pandit Jawaharlal Nehru, dan Bal G. Tilak. Dari
kalangan Islam : Muhammad Ali Jinnah, Iskandar Mirza, dan Liquat Ali Khan.
Geraka yang dilakukan Mahatma Gandhi :
1. Ahimsa : Gerakan melawan tanpa kekerasan
2. Satya Graha : Menolak Kerjasama dengan Inggris.
3. Hartal : Mogok bersama jika terjadi kekerasan.
4. Swadeshi : Gerakan membuat dan menggunakan
Bakah-bahan buatan dalam negeri, untuk menghancurkan industri Inggris.
India merdeka penuh tanggal 26 Januari 1950, dengan Presiden pertamanya RAJENDRA
PRASAD.
GERAKAN TURKI MUDA
Gerakan Turki muda muncul pada tahun 1890-an sebagai reaksi atas kemerosotan Turki dan
pemerintahan Totalitarian Sultan Abdulhamid II, gerakan ini dipelopori oleh golongan terpelajar.
GERAKAN NASIONAL TURKI
Dipimpin oleh Mustapha Kemal Pasha, seorang pahlawan dalam Perang Dunia I, beliau
menghapuskan pemerintaha Monarki, dan pada tanggal 29 Oktober 1923, Turki berubah menjadi
Republik.
Pembaharuan Mustapha kemal Pasha :
1. Konstitusi Negara disesuaikan dengan Barat.
2. Urusan Agam dan Nagara dipisahkan.
3. Huruf Arab diganti dengan huruf latin
4. Sistim Ekonomi dikendalikan Negara (komando).
5. Membangun Industri yang modern.
Mustapha kemal Pasha terkenal dengan julukan ATTATURK (Bapak Bangsa Turki).
KEBANGKITAN NASIONAL CINA
Berwal dari masuknya Inggris ke Cina melalui Perang Candu tahun 1842. Nasinalisme Cina
dipimpin oleh golongan Terpelajar, dipelopori oleh Dr. Sun Yat Sen.
Pada tanggal 10 Oktober 1911 melakukan revolusi di Wuchang (The Double Ten Day), Cina
menjadi Negara Republik. Dasar Negarnya SAN MIN CHU-I (Nasionalis, Demokratis,dan
Sosialisme). Dr. Sun Yat Sen meninggal pada tahun 1925, pipinan partai Kuomintang dipegang
oleh Chian Kai-Shek, tahun 1928, Kuomintang berhasil menyatukan Cina. Lawan dari Partai
Kuomintang adalah Partai Kun Chan Tang (Komunis).
KEBANGKITAN NASIONAL FILIPINA
Nasionalisme Filipina dipelopori oleh golongan Terpelajar seperti : Jose Rizal, Graciano Lopez
Jaena, Marcelo H. del Pilar dan Antonio Luna. Pada tahun1896, Filipina bangkit melawan
Spanyol, dengan bantuan Amerika akhirnya dapat Mengalahkan Spanyol. Tetapi Amerika malah
mejajah Filipina. Pada tanggal 4 Juni 1946, Filipina secara resmi menjadi Republik
Merdeka,dengan Presiden pertamanya MANUEL ROXAS.
KEBANGKITAN NASIONAL MESIR
Nasionalisme Mesir dipelopori oleh para Cendikiawan, tahun 1907 mereka membentuk Kongres
Nasional yang dipimpin Musthapa Kamil. Pada tahun 1922, Inggris memberikan kemerdekaaan
kepad mesir, tetapi Inggris masih tetap memegang kendali pemerintahan. Pada bulan Juni 1953,
Mesir dideklarasikan sebagai Negara Republik dengan Presidennya Muhammad Naguib.
MASA PENDUDKAN JEPANG DI INDONESIA
Tujuan jepang manguasai Indonesia :
1. Menjadikan Indonesia sebagai sumber pemasok bahan-bahan mentah bagi industri Jepang.
2. Menggalang rakyat Indonesia untuk menjadi bagian dari kekuatan membendung pasukian
Sekutu.
Jepang mulai mendarat di Indonesia pada tanggan 1 Maret 1942, dan pada tanggal 9 Maret 1942,
Jepang mengalahkan Belanda (Jendral Ter Poorten),pimpinan Jepang adalah Jendral Imamura.
Pada saat Jepang masuk ke Indonesia mereka disambut dengan bangga oleh rakyat Indonesia,
karena Jepang mempropagandakan GERAKAN 3 A (Nipon Cahaya Asia, Pelindung Asia,
Pemimpin Asia).
Setelah 3 A gagal, muncul PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat), kemudian diganti lagi menjadi
JAWA HOKOKAI (Perhimpunan Kebaktian Masyarakat Jawa) yang bertuas untuk menggalang
seluruh potensi yang ada di masyarakat agar bisa membantu Jepang sepenuhnya.
Pada masa penjajahan jepang ternyata rakyat lebih sengsara, mereka bertindak sangat kejam,
tidak punya rasa perikemanusiaan.
EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM :
Seluruh Sumber Daya Alam Indonesia dikerahkan untuk kepentingan Jepang ,demi kemenangan
dalam perang Perang Asia Timur Raya.
EKSPLOITASI SUMBER DAYA MANUSIA
Rakyat Indonesia benyak dijadikan ROMUSHA (pekerja paksa),tanpa memperhatikan hak dan
kesehatannya, banyak juga rakyat Indonesia yang dipekerjakan di luar negeri. Maereka
semuanya diperas tenaganya, lading, sawah milik mereka banyak yang terbengkalai tidak
terurus.
Untuk menghadapi Sekutu maka dibentuklah :
1. Seinendan (Barisa Pemuda) 9 Maret 1943
2. Fujinkai (himpunan Wanita) Agustus 1943
3. Keibodan (Barisan pembantu Polisi)
4. Organisasi Militer : HEIHO (Pembantu Prajurit),
PETA (Pembela Tanah Air).
Perjuangan Bangsa Indonesia Dalam Era Penjajahan Bangsa Jepang dan Kaitan
Dengan Kemerdekaan Indonesia

Perkembangan globalisasi ditandai dengan kuatnya pengaruh lembaga-Iembaga kemasyarakatan
internasional, negara-negara maju yang ikut mengatur percaturan perpolitikan, perekonomian,
sosial budaya dan pertahanan dan keamanan global. Kondisi ini akan menumbuhkan berbagai
konflik kepentingan, baik antar negara maju dengan negara-negara berkembang maupun antar
sesama negara berkembang serta lembaga-Iembaga internasional. Disamping hal tersebut adanya
issu global yang meliputi demokratisasi, hak asasi manusia dan lingkungan hidup turut pula
mempengaruhi keadaan nasional.
Globalisasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
khususnya di bidang informasi, komunikasi dan trnasportasi, sehingga dunia menjadi transparan
seolah-olah menjadi kampung sedunia tanpa mengenal batas negara. Kondisi yang demikian
menciptakan struktur baru yaitu struktur global. Kondisi ini akan mempengaruhi struktur dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia, serta akan mempengaruhi juga
daiam berpola pikir, sikap dan tindakan masyarakat Indonesia sehingga akan mempengaruhi
kondisi mental spiritual bangsa Indonesia.
Dari uraian tersebut di atas, bahwa semangat perjuangan bangsa yang merupakan kekuatan
mental spiritual yang melahirkan kekuatan yang luar biasa dalam masa Perjuangan Fisik. Dalam
menghadapi globalisasi dan menatap masa depan untuk mengisi kemerdekaan diperlukan
Perjuangan Non Fisik sesuai dengan bidang tugas dan profesi masing-masing yang dilandasi
nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia, sehingga memiliki wawasan dan kesadaran bernegara,
sikap dan perilaku yang cinta tanah air dan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dalam
rangka bela negara demi tetap utuh dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam rangka Perjuangan Non Fisik sesuai bidang tugas dan profesi masing-¬masing wawasan
atau cara pandang bangsa Indonesia yaitu wawasan kebangsaan atau Wawasan Nasional yang
diberi nama Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri
dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan
dan kesatuan wilayah dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan dari setiap aspek
kehidupan bangsa untuk mencapai tujuan nasional. Sedang hakekat Wawasan Nusantara adalah
keutuhan Nusantara atau Nasional dengan pengertian cara Pandang yang selalu utuh menyeluruh
dalam lingkup Nusantara dan demi kepentingan nasional.
Atas dasar pemikiran dari perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang mengandung
nilai-nilai semangat perjuangan yang dilaksanakan dengan perjuangan Fisik dan wawasan
Nusantara yang merupakan pancaran nilai dari ideoiogi Pancasila sebagai pandangan hidup
bangsa Indonesia, sehingga dalam mengisi kemerdekaan diperlukan Perjuangan Non Fisik sesuai
bidang tugas dan profesi masing-masing dj dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara untuk mencapai cita-cila dan tujuan nasional.
Dengan demikian anak-anak bangsa sebagai generasi penerus akan memiliki pola pikir, pola
sikap dan pola tindak yang tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
serta tidak akan mengarah ke disintegrasi bangsa, karena hanya ada satu Indonesia yaitu NKRI
adalah SATU INDONESIA SATU.
Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia.

a. Sejarah Perjuangan Bangsa.
Perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang dimulai sejak era sebelum dan selama penjajahan
dilanjutkan dengan era merebut dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan era mengisi
kemerdekaan, menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai dengan zamannya.
Kondisi dan tuntutan yang berbeda tersebut ditanggapi oleh bangsa Indonesia berdasarkan
kesamaan nilai-nilai semangat kebangsaan kejuangan yang senantiasa tumbuh dan berkembang
yang dilandasi oleh jiwa, tekad dan semangat kebangsaan. Kesemuanya itu tumbuh menjadi
kekuatan yang mampu mendorong proses terwujudnya NKRi dalam wadah Nusantara.

b. Era Sebelum Penjajahan.
Sejak tahun 400 Masehi sampai dengan tahun 1617, kerajaan-kerajaan yang ada di Bumi Persada
Nusantara adalah kerajaan Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Kediri, Singasari, Majapahit,
Samudera Pasai, Aceh, Demak, Mataram, Goa dan lain-Iainnya, merupakan kerajaan-kerajaan
yang terbesar di seluruh Bumi Persada Nusantara. Nilai yang terkandung pada era sebelum
penjajahan adalah rakyat yang patuh dan setia kepada rajanya membendung penjajah dan
menjunjung tinggi kehormatan dan kedaulatan sebagai bangsa monarchi yang merdeka di bumi
Nusantara.

c. Era Selama Penjajahan.
Bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa asing mulai tahun 1511 sampai dengan 1945 yaitu bangsa
Portugis, Belanda, inggris dan Jepang. Selama penjajahan peristiwa yang menonjol adalah tahun
1908 yang dikenal sebagai Gerakan Kebangkitan Nasional Pertama, yaitu lahirnya organisasi
pergerakan Budi Utomo yang dipelopori oleh Dr. Sutomo Dan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dan
20 tahun kemudian pada tanggal 28 Oktober 1928 ditandai dengan lahirnya Sumpah Pemuda
sebagai titik awal dari kesadaran masyarakat untuk berbangsa Indonesia, dimana putra putri
bangsa Indonesia berikrar : “BERBANGSA SATU, BERTANAH AIR SATU, DAN
BERBAHASA SATU : INDONESIA”. Pernyataan ikrar ini mempunyai nilai tujuan yang sangat
strategis di masa depan yaitu persatuan dan kesatuan Indonesia. Niiai yang terkandung selama
penjajahan adalah Harga diri, solidaritas, persatuan dan kesatuan, serta jati diri bangsa.

d. Era Merebut dan Mempertahankan Kemerdekaan.
Dimulai dari tahun 1942 sampai dengan tahun 1949; dimana pada tanggal 8 Maret 1948 Belanda
menyerah tanpa syarat kepada Jepang me!alui Perjanjian Kalijati. Selama penjajahan Jepang
pemuda ¬pemudi Indonesia dilatih dalam olah kemiliteran dengan tujuan untuk membantu
Jepang memenangkan Perang Asia Timur Raya. Pelatihan tersebut melalui Seinendan, Heiho,
Peta dan lain-lain, sehingga pemuda Indonesia sudah memiliki bekal kemiliteran. Pada tanggal
15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu disebabkan dibom atomnya kota Hirosima dan
Nagasaki. Kekalahan Jepang kepada Sekutu dan kekosongan kekuasaan yang terjadi di Indonesia
digunakan dengan sebaik-baiknya oleh para pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan.
Dengan semangat juang yang tidak kenal menyerah yang dilandasi iman dan taqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, serta keikhlasan berkorban telah terpatri dalam jiwa para pemuda dan
rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaannya, yang kemudian diproklamasikan pada tanggal
17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta. Setelah merdeka bangsa Indonesia harus menghadapi
Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia dengan melancarkan aksi militernya pada tahun
1948 (Aksi Militer Belanda Pertama) dan tahun 1948 (Aksi Militer Belanda Kedua), dan
pemberontakan PKI Madiun yang didalangi oleh Muso dan Amir Syarifuddin pada tahun 1948.
Era merebut dan mempertahankan kemerdekaan mengandung nilai juang yang paling kaya dan
lengkap sebagai titik kulminasinya adalah pada perang Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Nilai-
nilai kejuangan yang terkandung dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan ‘adalah
sebagai berikut :

1. Nilai kejuangan relegius (iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa).
2. Nilai kejuangan rela dan ikhlas berkorban.
3. Nilai kejuangan tidak mengenal menyerah.
4. Nilai kejuangan harga diri.
5. Nilai kejuangan percaya diri.
6. Nilai kejuangan pantang mundur.
7. Nilai kejuangan patriotisme.
8. Nilai kejuangan heroisme.
9. Nilai kejuangan rasa senasib dan sepenanggungan.
10. Nilai kejuangan rasa setia kawan.
11. Nilai ke juangan nasionalisme dan cinta tahah air
12. Nilai kejuangan persatuan dan kesatuan.

e. Era Mengisi Kemerdekaan.

Pada awal mengisi kemerdekaan timbul berbagai masalah antara lain timbul pergantian kabinet
sebanyak 27 kali dan terjadinya berbagai pemberontakan-pemberontakan’i seperti : DIITII,
APRA, RMS, Andi Azis, Kahar Muzakar, PRRI/Permesta, dan lain-lain serta terjadinya berbagai
penyimpangan dalam penyelenggaraan negara sehingga timbul Dekrit Presiden pada tanggal 5
Juli 1959 untuk kembali pada UUD 1945, penyimpangan y’ang sangat mendasar adalah
mengubah pandangan hidup bangsa Indonesia Pancasila menjadi ideologi Komunis, yaitu
dengan meletusnya peristiwa G30S/PKI. Peristiwa ini dapat segera ditumpas berkat perjuangan
TNI pada waktu itu bersama-sama rakyat, maka lahir Orde Baru yaitu kembali kepada tatanan
kehidupan yang baru dengan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara mumi dan
konsekuen. Selama Orde Baru pembangunan berjalan lancar, tingkat kehidupan rakyat perkapita
naik, namun penyelenggaraan negara dan rakyat bermental kurang baik sehingga timbul korupsi,
kolusi dan nepotisme (KKN) mengakibatkan krisis keuangan, krisis ekonomi dan krisis moneter
serta akhimya terjadi krisis kepercayaan yang ditandai dengan turunnya Kepemimpinan
Nasional, kondisi tersebut yang menjadi sumber pemicu terjadinya gejolak sosial. Kondisi
demikian ditanggapi oleh mahasiswa dengan aksi-aksi dan tuntutan “Reformasi”, yang pada
hakekatnya reformasi adalah perubahan yang teratur, terencana, terarah dan tidak
merubah/menumbangkan suatu yang sifatnya mendasar Nilai yang terkandung pada era mengisi
kemerdekaan adalah semangat dan tekad untuk mencerdaskan bangsa, mengentaskan kemiskinan
dan memerangi keterbelakangan, kemandirian, penguasaan IPTEK serta daya saing yang tinggi
berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 sehingga siap menghadapi abad ke-21 dalam era
globalisasi.
Dari uraian tersebut diatas bahwa sejarah perjuangan bangsa memiliki peranan dalam
memberikan kontribusi niJai-niiai kejuangan bangsa dalam mempertahankan dan mengisi
kemerdekaan untuk tetap utuh dan tegaknya NKRI yaitu SATU INDONESIA SATU. Proses
Bangsa Yang Menegara.
Proses bangsa menegara adalah suatu proses yang memberikan gambaran tentang bagaimana
terbentuknya bangsa, di mana sekelompok manusia yang ada di dalamnya merasakan sebagai
bagian dari bangsa dan terbentuknya negara merupakan organisasi yang mewadahi bangsa serta
dirasakan kepentingannya oleh bangsa itu, sehingga tumbuh kesadaran untuk mempertahankan
tetap tegak dan utuhnya negara melalui upaya Bela Negara. Dalam rangka upaya Bela Negara
agar dapat terlaksana dengan baik apabila tercipta pola pikir, sikap dan tindak/perilaku bangsa
yang berbudaya sebagai dorongan/motivasi adanya keinginan untuk sadar Bela Negara sebagai
berikut : Bangsa Yang Berbudaya, artinya bangsa yang mau melaksanakan hubungan dengan
penciptanya “Tuhan” disebut Agama; Bangsa Yang Mau Berusaha, untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya disebut Ekonomi; Bangsa Yang Mau Berhubungan Dengan lingkungan, berhubungan
sesamanya dan alam sekitarnya disebut Sosial; Bangsa Yang Mau Berhubungan Dengan
Kekuasaan, disebut Politik; Bangsa Yang Mau Hidup Aman Tenteram dan Sejahtera,
berhubungan dengan rasa kepedulian dan ketenangan serta kenyamanan hidup dalam negara
disebut Pertahanan dan Keamanan.
Pada zaman modern adanya negara lazim_ya dibenarkan oJeh anggapan-anggapan atau
pandangan kemanusiaan. Demikian pula halnya menurut bangsa Indonesia, sebagaimana
dirumuskan di dalam Alinea Pertama Pembukaan UUD 1945, adanya Negara Kesatuan Republik
Indonesia ialah karena kemerdekaan adalah hak segala bangsa sehingga penjajahan, yang
bertentangan dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan harus dihapuskan. Apabila “dalil” inj
kita analisis secara teoritis, maka hidup berkelompok “baik bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara seharusnya tidak mencerminkan eksploitasi sesama manusia (penjajahan) harus
berperikemanusiaan dan harus berperikeadilan. Inilah teori pembenaran paling mendasar dari
pada bangsa Indonesia tentang bernegara. Hal yang kedua yang memerlukan suatu analisa ialah
bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, mengapa dalam penerapannya sering timbul
pelbagai ragam konsep bernegara yang kadang-kadang dapat saling bertentangan. Perbedaan
konsep tentang negara yang dilandasi oleh pemikiran ideologis adalah penyebab utamanya,
sehingga perlu kita pahami filosofi ketatanegaraan tentang makna kebebasan atau kemerdekaan
suatu bangsa dalam kaitannya dengan ideologinya. Namun di dalam penerapannya pada zaman
modern, teori yang universal ini didalam kenyataannya tidak diikuti orang. Kita mengenal
banyak bangsa yang menuntut wilayah yang sama, demikian pula halnya banyak pemerintahan
yang menuntut bangsa yang sama. Orang kemudian beranggapan bahwa pengakuan dari bangsa
lain, memerlukan mekanisme yang memungkinkan hal tersebut adalah lazim disebut proklamasi
kemerdekaan suatu negara.
Perkembangan pemikiran seperti ini mempengaruhi pula perdebatan di dalam PPKI, baik
didalam membahas wilayah negara maupun di dalam merumuskan Pembukaan UUD 1945 yang
sebenarnya direncanakan sebagai naskah Proklamasi. Oleh karena itu merupakan suatu
kenyataan pula bahwa tidak satupun warga negara Indonesia yang tidak menganggap bahwa
terjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah pada waktu Proklamasi 17 Agustus 1945,
sekalipun ada pihak-pihak terutama luar negeri yang beranggapan berbeda dengan dalih teori
yang universal.
SEJARAH KEBANGKITAN NASIONAL


BUDI UTOMO(BU),yang selama ini di pandang sebagai awal kebangkitan Nasional Indonesia
itu,di lahirkan di Jakarta pada tanggal 20 Mei 1908,atas dorongan prakarsa Mahasiswa
Kedokteran STOVIA,yakni SUTOMO dan kawan-kawannya.Tetapi,apakah sudah tepat bahwa
awal kebangkitan nasional itu,dengan mengambil hari kelahiran BU sebagai data sejarah yang
benar?Hal inilah yang akan coba di luruskan dalam catatan kali ini.

Perkumpulan itu di pimpin oleh kaum AMBTENAR,yaitu para pegawai yang setia kepada
pemerintah Kolonial Belanda.Pertama kali BU di ketuai oleh Raden T.Tirtokusumo,Bupati
Karanganyar yang di percaya Belanda.Ia memimpin BU sejak tahun 1908-1911.Kemudian dia di
gantikan oleh Pangeran Arjo Noto Dirojo dari Istana Paku Alam.Sebagai orang Keraton yang di
beri gaji oleh Belanda,maka Ketua BU ini sangat patuh pada induk semangnya.Nah,dengan di
pimpin oleh kaum bangsawan yang selalu "enggeh",pasif,dan setia kepada Belanda
itu,bagaimana mungkin BU akan dapat melangkah maju untuk mengadakan aksi massa,berjuang
guna mengubah nasib mereka yang menderita di bawah telapak kaki penjajah Belanda.Hal itu
juga yang membuat BU jauh dari rakyat.Dan memang sifat aristokratis itu,adalah merupakan
sifat dan ciri khas BU sampai akhir hayatnya.BU bukan bersifat kebangsaan,namun bersifat
regional,kedaerahan,serta kesukuan yang sempit.Keanggotaannya selalu terbatas bagi kaum
"ningrat-aristokrat elite",itupun hanya terbatas bagi suku bangsa tertentu saja yaitu suku Jawa
dan Madura.Dengan itu,BU hanyalah perkumpulan yang sangat terbatas dan sangat fanatik
kesukuan.Dan karenanya tidaklah tepat,bila BU di jadikan tonggak awal pergerakan nasional
Indonesia.

Di samping itu juga,BU sangat kebelanda-belandaan yang tidak mencerminkan bahwa mereka
adalah bangsa Indonesia yang jauh lebih terhormat dan bermartabat dari pada bangsa penjajah
itu.Bukan saja dalam bahasa mereka sehari-hari lenyap sifat kebangsaannya,tetapi sampai-
sampai kepada Anggaran Dasar BU itu sendiri memakai bahasa Belanda Kolonial itu.Apakah
adil menilai BU sebagai Gerakan Nasional teladan,sementara suku bangsa Indonesia selain suku
Jawa dan Madura,"Haram" jadi anggota BU???Bahkan orang Jakarta sendiri yang merupakan
tempat BU dilahirkan,tidak boleh ikut jadi anggotanya.Dengan begitu sangatlah
mengherankan,BU yang "Chauvinis Regional Lokal" itu,yang anggotanya terdiri dari para
pegawai Belanda,dan tidak pernah memperjuangkan Indonesia Merdeka sepanjang hayatnya
itu,tiba-tiba di jadikan sebagai tonggak sejarah bagi Kebangkitan Nasional Indonesia,justru
setelah Revolusi Rakyat mencapai kemenangannya yang gemilang.

Selain itu BU juga dapat di pandang sebagai perkumpulan kaum Intelek-Ningrat yang
meremehkan atau anti Agama.Dengarlah NOTO SUROTO,seorang tokoh BU dalam suatu
ceramahnya berkata:"...Sudah pasti bahwa "soal agama" adalah "batu karang berbahaya",yang
dalam kerja sama tidak mudah di hindari,meski bagaimanapun orang berhati-hati.Oleh sebab itu
"soal agama harus di singkirkan",agar perahu kita jangan karam dalam gelombang
kesukaran..."Demikian Gunawan Mangunkusumo dalam tulisannya "Gedenboek Budi Utomo 20
Mei 1918,hal.109.

Demikianlah kaum BU itu tidak malu-malu mempertontonkan kepada umum bagaimana mereka
meremehkan agama.Kini timbul pertanyaan;apakah suatu organisasi yang demikian corak sepak
terjangnya,patut di jadikan contoh teladan,sehingga hari lahirnya di jadikan pula sebagai patokan
tonggak sejarah bagi kebangkitan nasional Indonesia yang penduduknya 80% muslim?Sungguh
suatu penetapan sejarah yang salah kaprah!Kesalahan ini harus segera di koreksi bila kita benar-
benar menghormati sejarah pergerakan bangsa Indonesia yang sesungguhnya sesuai dengan data
dan fakta sejarah yang otentik.

Demikianlah dosa-dosa kaum Nasionalis memang cukup banyak.Mereka tidak segan dan malu
untuk memutarbalikkan fakta sejarah.Sudah jelas,bahwa SYARIKAT ISLAM lahir 16 Oktober
1905,tiga tahun mendahului Budi Utomo yang lahir 20 Mei 1908,namun yang di peringati oleh
kaum Nasionalis sebagai "Hari Kebangkitan Nasional Indonesia",adalah Budi Utomo.Padahal
Budi Utomo itu adalah perpanjangan tangan Belanda,sebab para anggotanya adalah kaum priyayi
yang menjadi pegawai kolonial Belanda.Disamping itu mereka tidak pernah berjasa dalam
perjuangan kemerdekaan Indonesia.Sedang Syarikat Islam adalah Organisasi Politik pertama
yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.Oleh sebab itu,distorsi sejarah ini haruslah di
akhiri dan di luruskan sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
ORDE LAMA
    LATAR BELAKANG
Orde Lama adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soekarno di Indonesia.

Orde Lama berlangsung dari tahun 1945 hingga 1968. Dalam jangka waktu tersebut, Indonesia menggunakan
bergantian sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi komando.

Di saat menggunakan sistem ekonomi liberal, Indonesia menggunakan sistem pemerintahan parlementer.
Presiaden Soekarno di gulingkan waktu Indonesia menggunakan sistem ekonomi komando.

    BERAKHIRNYA ORDE LAMA

Setelah turunnya presiden soekarno dari tumpuk kepresidenan maka berakhirlah orde lama.kepemimpinan
disahkan kepada jendral soeharto mulai memegang kendali.pemerintahan dan menanamkan era
kepemimpinanya sebagai orde baru konsefrasi penyelenggaraan sistem pemerintahan dan kehidupan
demokrasi menitipberatkan pada aspek kestabilan politik dalam rangka menunjang pembangunan
nasional.untuk mencapai titik-titik tersebut dilakukanlah upaya pembenahan sistem keanekaragaman dan
format politik yang pada prinsipnya mempunyai sejumlah sisi yang menonjol.yaitu;


1.adanya
konsep
difungsi
ABRI
2.pengutamaan
golonga
karya
3.manifikasi
kekuasaan
di
tangan
eksekutif
4.diteruskannya
sistem
pengangkatan
dalam
                                                                      lembaga-lembaga
pendidikanpejabat
5.kejaksaan depolitisan khususnya masyarakat pedesaan melalui konsep masca
mengembang

(flating
mass)
6.karal kehidupan pers


konsep diafungsiABRI pada masa itu secara inplisit sebelumnya sudah ditempatkan oleh kepala staf angkatan
darat.mayjen A.H.NASUTION tahun 1958 yaitu dengan konsep jalan tengah prinsipnya menegaskan
bahwaperan tentara tidak terbatas pada tugas profesional militer belaka melainkan juga mempunyai tugas-
tugas di bidang sosial politik dengan konsep seperti inilah dimungkinkan dan bhakan menjadi semacam
KEWAJIBAN JIKALAU MILITER BERPARTISIPASI DI BIDANG POLITIK PENERAPAN , konjungsi ini
menurut pennafsiran militer dan penguasa orde baru memperoleh landasan yuridi konstitusional di dalam pasal
2 ayat 1 UUD 1945 yang menegaskan majelis permusyawaratan rakyat.


ORDE BARU
    LATAR BELAKANG
Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia.

Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Orde Baru hadir
dengan semangat "koreksi total" atas penyimpangan yang dilakukan Orde Lama Soekarno.

Orde Baru berlangsung dari tahun 1968 hingga 1998. Dalam jangka waktu tersebut, ekonomi Indonesia
berkembang pesat meski hal ini dibarengi praktek korupsi yang merajalela di negara ini. Selain itu,
kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar.

    Masa Jabatan Suharto

Pada 1968, MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden, dan dia
kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998.

Presiden Soeharto melakukan pergerakan untuk kensenjangan antara rakyat kaya dan
miskin dalam berbagai bidang dan peningkatan antara lain:
Politik
dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh
Soekarno pada akhir masa jabatannya.

Salah satu kebijakan pertama yang dilakukannya adalah mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi.
Indonesia pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa Indonesia "bermaksud untuk melanjutkan
kerjasama dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB", dan menjadi anggota PBB
kembali pada tanggal 28 September 1966, tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya.
Pada tahap awal, Soeharto menarik garis yang sangat tegas. Orde Lama atau Orde Baru. Pengucilan politik - di
Eropa Timur sering disebut lustrasi - dilakukan terhadap orang-orang yang terkait dengan Partai Komunis
Indonesia. Sanksi kriminal dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar Biasa untuk mengadili pihak
yang dikonstruksikan Soeharto sebagai pemberontak. Pengadilan digelar dan sebagian da

Sanksi nonkriminal diberlakukan dengan pengucilan politik melalui pembuatan aturan administratif. Instrumen
penelitian khusus diterapkan untuk menyeleksi kekuatan lama ikut dalam gerbong Orde Baru. KTP ditandai
ET (eks tapol).

Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh
kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer namun dengan nasehat dari ahli ekonomi
didikan Barat. DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif. Anggotanya bahkan seringkali dipilih dari
kalangan militer, khususnya mereka yang dekat dengan Cendana. Hal ini mengakibatkan aspirasi rakyat sering
kurang didengar oleh pusat. Pembagian PAD juga kurang adil karena 70% dari PAD tiap provinsi tiap
tahunnya harus disetor kepada Jakarta, sehingga melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah.

Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II 1966 dan konsep akselerasi
pembangunan II yang diusung Ali Moertopo. Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan
dwitujuan, bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan ekonomi di pihak lain. Dengan
ditopang kekuatan Golkar, TNI, dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional, Soeharto mampu
menciptakan sistem politik dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi.

Eksploitasi sumber daya

Selama masa pemerintahannya, kebijakan-kebijakan ini, dan pengeksploitasian sumber daya alam secara
besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di Indonesia. Contohnya,
jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada tahun 1970-an dan 1980-an.

Warga Tionghoa

Warga keturunan Tionghoa juga dilarang berekspresi. Sejak tahun 1967, warga keturunan dianggap sebagai
warga negara asing di Indonesia dan kedudukannya berada di bawah warga pribumi, yang secara tidak
langsung juga menghapus hak-hak asasi mereka. Kesenian barongsai secara terbuka, perayaan hari raya Imlek,
dan pemakaian Bahasa Mandarin dilarang, meski kemudian hal ini diperjuangkan oleh komunitas Tionghoa
Indonesia terutama dari komunitas pengobatan Tionghoa tradisional karena pelarangan sama sekali akan
berdampak pada resep obat yang mereka buat yang hanya bisa ditulis dengan bahasa Mandarin. Mereka pergi
hingga ke Mahkamah Agung dan akhirnya Jaksa Agung Indonesia waktu itu memberi izin dengan catatan
bahwa Tionghoa Indonesia berjanji tidak menghimpun kekuatan untuk memberontak dan menggulingkan
pemerintahan Indonesia.

Satu-satunya surat kabar berbahasa Mandarin yang diizinkan terbit adalah Harian Indonesia yang sebagian
artikelnya ditulis dalam bahasa Indonesia. Harian ini dikelola dan diawasi oleh militer Indonesia dalam hal ini
adalah ABRI meski beberapa orang Tionghoa Indonesia bekerja juga di sana. Agama tradisional Tionghoa
dilarang. Akibatnya agama Konghucu kehilangan pengakuan pemerintah.
Pemerintah Orde Baru berdalih bahwa warga Tionghoa yang populasinya ketika itu
mencapai kurang lebih 5 juta dari keseluruhan rakyat Indonesia dikhawatirkan akan
INDONESIA PADA MASA REFORMASI

era Reformasi di Indonesia dimulai pada pertengahan 1998, tepatnya saat Presiden Soeharto
mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan wakil presiden BJ Habibie.

Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya
ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu
menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi
mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.

Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang
kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas
hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri,
Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Garis waktu

* 22 Januari 1998
o Rupiah tembus 17.000,- per dolar AS, IMF tidak menunjukkan rencana bantuannya.

* 12 Februari
o Soeharto menunjuk Wiranto, menjadi Panglima Angkatan Bersenjata.

* 10 Maret
o Soeharto terpilih kembali untuk masa jabatan lima tahun yang ketujuh kali dengan
menggandeng B.J. Habibie sebagai Wakil Presiden.

* 4 Mei
o Harga BBM meroket 71%, disusul 3 hari kerusuhan di Medan dengan korban sedikitnya 6
meninggal.

* 8 Mei
o Peristiwa Gejayan, 1 mahasiswa Yogyakarta tewas terbunuh.

* 9 Mei
o Soeharto berangkat seminggu ke Mesir.

* 12 Mei
o Tragedi Trisakti, 4 Mahasiswa Trisakti terbunuh.

* 13 Mei
o Kerusuhan Mei 1998 pecah di Jakarta. Kerusuhan juga terjadi di kota Solo.
o Soeharto yang sedang menghadiri pertemuan negara-negara berkembang G-15 di Kairo, Mesir,
memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sebelumnya, dalam pertemuan tatap muka dengan
masyarakat Indonesia di Kairo, Soeharto menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya
sebagai presiden.
o Etnis Tionghoa mulai eksodus meninggalkan Indonesia.

* 14 Mei
o Demonstrasi terus bertambah besar hampir di seluruh kota-kota di Indonesia, demonstran
mengepung dan menduduki gedung-gedung DPRD di daerah.

* 18 Mei
o Ketua MPR yang juga ketua Partai Golkar, Harmoko, meminta Soeharto untuk turun dari
jabatannya sebagai presiden.
o Jenderal Wiranto mengatakan bahwa pernyataan Harmoko tidak mempunyai dasar hukum;
Wiranto mengusulkan pembentukan "Dewan Reformasi".
o Gelombang pertama mahasiswa dari FKSMJ, Forum Kota, UI dan HMI MPO memasuki
halaman dan menginap di Gedung DPR/MPR

Mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR
Mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR

* 19 Mei
o Soeharto berbicara di TV, menyatakan dia tidak akan turun dari jabatannya, tetapi menjanjikan
pemilu baru akan dilaksanakan secepatnya.
o Beberapa tokoh Muslim, termasuk Nurcholish Madjid dan Abdurrahman Wahid, bertemu
dengan Soeharto.
o Ribuan mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR, Jakarta.
o Dilaporkan bentrokan terjadi dalam demonstrasi di Universitas Airlangga, Surabaya.

* 20 Mei
o Amien Rais membatalkan rencana demonstrasi besar-besaran di Monas, setelah 80.000 tentara
bersiaga di kawasan Monas.
o 500.000 orang berdemonstrasi di Yogyakarta, termasuk Sultan Hamengkubuwono X.
Demonstrasi besar lainnya juga terjadi di Surakarta, Medan, Bandung.
o Harmoko mengatakan Soeharto sebaiknya mengundurkan diri pada Jumat, 22 Mei, atau
DPR/MPR akan terpaksa memilih presiden baru
o Sebelas menteri kabinet mengundurkan diri, termasuk Ginandjar Kartasasmita, milyuner kayu
Bob Hasan, dan Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin.

Pernyataan pengunduran diri

Pernyataan pengunduran diri

* 21 Mei
o Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada pukul 9.00 WIB
o Wakil Presiden B.J. Habibie menjadi presiden baru Indonesia.
o Jenderal Wiranto mengatakan ABRI akan tetap melindungi presiden dan mantan-mantan
presiden.
o Terjadi perdebatan tentang proses transisi ini. Yusril Ihza Mahendra, salah satu yang pertama
mengatakan bahwa proses pengalihan kekuasaan adalah sah dan konstitusional.

* 22 Mei
o Habibie mengumumkan susunan "Kabinet Reformasi".
o Letjen Prabowo Subiyanto dicopot dari jabatan Panglima Kostrad.
o Di Gedung DPR/MPR, bentrokan hampir terjadi antara pendukung Habibie yang memakai
simbol-simbol dan atribut keagamaan dengan mahasiswa yang masih bertahan di Gedung
DPR/MPR. Mahasiswa menganggap bahwa Habibie masih tetap bagian dari Rezim Orde Baru.
Tentara mengevakuasi mahasiswa dari Gedung DPR/MPR ke Universitas Atma Jaya

Habibie
Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter
Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Selain itu, Habibie juga
melonggarkan pengawasan terhadap media massa dan kebebasan berekspresi.

Kejadian penting dalam masa pemerintahan Habibie adalah keputusannya untuk mengizinkan
Timor Timur untuk mengadakan referendum yang berakhir dengan berpisahnya wilayah tersebut
dari Indonesia pada Oktober 1999.

Keputusan tersebut terbukti tidak populer di mata masyarakat sehingga hingga kini pun masa
pemerintahan Habibie sering dianggap sebagai salah satu masa kelam dalam sejarah Indonesia.

GusDur
Pada pemilu yang diselenggarakan pada 1999 (lihat: Pemilu 1999), partai PDI-P pimpinan
Megawati Soekarnoputri berhasil meraih suara terbanyak (sekitar 35%). Tetapi karena jabatan
presiden masih dipilih oleh MPR saat itu, Megawati tidak secara langsung menjadi presiden.
Abdurrahman Wahid, pemimpin PKB, partai dengan suara terbanyak kedua saat itu, terpilih
kemudian sebagai presiden Indonesia ke-4. Megawati sendiri dipilih Gus Dur sebagai wakil
presiden.

Masa pemerintahan Abdurrahman Wahid diwarnai dengan gerakan-gerakan separatisme yang
makin berkembang di Aceh, Maluku dan Papua. Selain itu, banyak kebijakan Abdurrahman
Wahid yang ditentang oleh MPR/DPR.

Pada 29 Januari 2001, ribuan demonstran berkumpul di Gedung MPR dan meminta Gus Dur
untuk mengundurkan diri dengan tuduhan korupsi. Di bawah tekanan yang besar, Abdurrahman
Wahid lalu mengumumkan pemindahan kekuasaan kepada wakil presiden Megawati
Soekarnoputri.

Melalui Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001, Megawati secara resmi diumumkan menjadi
Presiden Indonesia ke-5.

Megawati
Megawati dilantik di tengah harapan akan membawa perubahan kepada Indonesia karena
merupakan putri presiden pertama Indonesia, Soekarno.
Meski ekonomi Indonesia mengalami banyak perbaikan, seperti nilai mata tukar rupiah yang
lebih stabil, namun Indonesia pada masa pemerintahannya tetap tidak menunjukkan perubahan
yang berarti dalam bidang-bidang lain.

Popularitas Megawati yang awalnya tinggi di mata masyarakat Indonesia, menurun seiring
dengan waktu. Hal ini ditambah dengan sikapnya yang jarang berkomunikasi dengan masyarakat
sehingga mungkin membuatnya dianggap sebagai pemimpin yang 'dingin'.

Megawati menyatakan pemerintahannya berhasil dalam memulihkan ekonomi Indonesia, dan
pada 2004, maju ke Pemilu 2004 dengan harapan untuk mempertahankan kekuasaannya sebagai
presiden.

Pada tahun 2004, Indonesia menyelenggarakan pemilu presiden secara langsung pertamanya.
Ujian berat dihadapi Megawati untuk membuktikan bahwa dirinya masih bisa diterima mayoritas
penduduk Indonesia. Dalam kampanye, seorang calon dari partai baru bernama Partai Demokrat,
Susilo Bambang Yudhoyono, muncul sebagai saingan yang hebat baginya.

Partai Demokrat yang sebelumnya kurang dikenal, menarik perhatian masyarakat dengan
pimpinannya, Yudhoyono, yang karismatik dan menjanjikan perubahan kepada Indonesia.
Karisma Yudhoyono berhasil menarik hati mayoritas pemilih dan Demokrat memenangkan
pemilu legislatif pada awal 2004, yang diikuti kemenangan Yudhoyono pada pemilihan presiden.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:361
posted:5/18/2012
language:
pages:32
liningnvp liningnvp http://
About