Docstoc

Kumpulan Abstrak Skripsi (PDF)

Document Sample
Kumpulan Abstrak Skripsi (PDF) Powered By Docstoc
					KUMPULAN ABST RAK SKRIPSI

   PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

      PROGRAM STRATA SATU

      PERIODE AGUSTUS 2002

     (yudisium 24 Agustus 2002)

               Editor: Aloysius Tjan
            aloysius@home.unpar.ac.id




 UNIIVERSIIT AS KAT OLIIK PARAHYANGAN
 UN VERS T AS KAT OL K PARAHYANGAN
            FAKULT AS T EKNIIK
            FAKULT AS T EKN K
        JALAN CIUM BULEUIT 94
                 BANDUNG
                   2002
                            DAFTAR ISI

PENENTUAN HARGA JUAL RUMAH PADA BISNIS PERUMAHAN              1
      HENDY

STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PECAHAN GENTENG KERAMIK          2
    SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR DENGAN VARIASI UKURAN
    AGREGAT MAKSIMUM TERHADAP KUAT TARIK BELAH SILINDER
    DENGAN MUTU BETON fc'=20 MPa
        BILLY SUGIARTO

STUDI PERBANDINGAN BIAYA DAN TATA LAKSANA DINDING DIAFRAGMA   3
    COR SETEMPAT DAN DINDING DIAFRAGMA PRACETAK PADA
    BASEMENT
        B. A SINDHU HAPSORO

STUDI KELAYAKAN FINANSIAL BANGUNAN PARKIR                     4
        ALEXA NDER NALAND

EVALUASI KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DI RUMAH    5
    SAKIT PGI CIKINI JAKARTA
       VINCENTIUS AGUNG SANTOSO

DESAIN HUBUNGAN RANGKA BATANG KAYU YANG DIPERKUAT CLAW        6
    NAILPLATES
        JIMMY KURNIAWAN

PEMILIHAN JALUR ALTERNATIF JALAN Ir.H.JUANDA (DAGO) MENUJU    7
     LEMBANG
        JEFFRI SEMBIRING MELIALA

ANALISIS WAKTU ANTARA KRITIS BAGI PENGEMUDI MOBIL YANG        8
     KELUAR DARI KAMPUS UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
     CIUMBULEUIT, BANDUNG
        RINNA NIA LESTARI

OPTIMASI PENGGUNAAN ALAT BERAT UNTUK PEMADATAN TANAH          9
     DENGAN METODE PROGRAM LINIER
       WAHYUDI

STUDI PEMERATAAN SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN PENDEKATAN        10
    HEURISTIK DAN BERBASIS PADA PENJADWALAN P.D.M
        DODDY PRATHAMA

ANALISIS PENERAPAN BUNDARAN PADA SIMPANG JALAN SOEKARNO       11
     HATTA - ELANG - JENDERAL SOEDIRMAN, BANDUNG
        ARIFANDI

ANALISIS PERBANDINGAN PERHITUNGAN KAPASITAS SIMPANG           12
     BERSINYAL MENGGUNAKAN METODE ARRB DAN MKJI
        JAMES NG

PENGEMBANGAN DAN PENGINTEGRASIAN TEKNOLOGI INTERNET KE        13
    DALAM APLIKASI PENGENDALIAN BIAYA PROYEK KONSTRUKSI
      IRMA KARTIKA DEWI



                                                               i
PENGARUH KEGIATAN PASAR CIPULIR TERHADAP KINERJA JALAN           14
    CILEDUG RAYA JAKARTA
       DONALD M. M. SITUMORANG

PENELITIAN PEMBUATAN DAN ANALISIS BIAYA ASPAL CAIR TIPE MC-800   15
    DAN RC-250
        DUDY

ANALISIS PENINGKATAN KAPASITAS LINTAS JALAN KERETA API JALUR     16
     PURWAKARTA-CIKAMPEK DENGAN RENCANA PROYEK
     PEMBANGUNAN JALAN GANDA
        SRI SUHARYANTI

ANALISIS TINGKAT PELAYANAN PEJALAN KAKI JALAN MELAWAI RAYA       17
     JAKARTA SELATAN
        IDHAM YUWANA

HUBUNGAN ANTARA KONTRAKTOR DAN OWNER DIDALAM DOKUMEN             18
    KONTRAK
      ROBIN FEBRIAN

STUDI TATA LAKSANA PENGGUNAAN ALTERNATIF MATERIAL SUBBASE        19
    COURSE PADA PERKERASAN LENTUR DENGAN KONDISI CURAH
    HUJAN TINGGI
        FARRY AGUNG UTAMA

STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH JARAK STIFFENER PADA KUAT           20
    LENTUR DAN DAKTILITAS LENDUTAN TERHADAP SUMBU KUAT
    BALOK BAJA TUNGGAL COLD FORMED TIPE LIPPED-CHANNEL
        WIDI ZARKIS

STUDI EKSPLORATIF PEMANFAATAN GENTENG YANG DIDAUR ULANG          21
    SEBAGAI AGREGAT HALUS BETON
        BUDI PRASATYA ANANDAKHRISNA

MODEL OPTIMASI PENJADUALAN MULTI TIE TAMPER (MTT) PADA           22
    PEMELIHARAAN GEOMETRI REL PADA PT KERETA API (PERSERO)
       DEDEN HERIYUSMAN

PEMROGRAMAN BIAYA OPERASI KENDARAAN ANGKUTAN KOTA DI             23
    BANDUNG DENGAN VISUAL BASIC 6.0
      ALFONSIUS TANUWIRYA

PERHITUNGAN BIAYA POKOK PELAYANAN ANGKUTAN KOTA CICADAS -        24
    ELANG BANDUNG
       RONNY HERMAWAN GANI

PENGARUH ABU SERBUK KAYU SEBAGAI FILLER DALAM CAMPURAN           25
    BETON ASPAL
      BENNY HARDIANTO LUCAS

STUDI EKSPERIMENTAL EFEK STIFFENER PADA KUAT LENTUR DAN          26
    DAKTILITAS LENDUTAN BALOK BAJA TUNGGAL COLD-FORMED TIPE
    LIPPED CHANNEL TERHADAP SUMBU LEMAH PENAMPANG
        HENDRIKUS ARDIANTO




                                                                  ii
PRA DESAIN TRASE DAN GEOMETRIK JALAN TOL PASIR KOJA-SOREANG     27
       JULIUS BERNARDUS

STUDI EKSPERIMENTAL KUAT LENTUR DAN DAKTILITAS LENDUTAN         28
    TERHADAP SUMBU KUAT DARI BALOK BAJA TUNGGAL COLD-
    FORMED TIPE LIP CHANNEL
        BAOA NIXON HATARAN SINAGA

MODEL SIMULASI PENENTUAN KOMPOSISI ALAT BERAT UNTUK             29
    PEKERJAAN PEMINDAHAN MATERIAL
       IRWAN ISKANDAR

REGIONAL DROUGHT ANALYSIS IN KEDIRI AREA USING MONTE CARLO      30
    SIMULATION?
       LEONY AURORA SILALAHI

EVALUATION OF THE DAMSTEERDIEP BRIDGE CONSTRUCTION ON           31
    HIGHWAY N33 USING BINA MARGA STANDARD
       IMELDA LADIANTO

ANALISIS ANGKA EKIVALEN PADA PERKERASAN KAKU DENGAN METODE      32
     MEKANISTIK EMPIRIS
        MEITA DWIVERNIA

STUDI PENGOLAHAN LIMBAH KAMPUS DITINJAU DARI SEGI TATA          33
    LAKSANA
       YUVI

STUDI KORELASI HARGA Cs BIKONUS DENGAN qc SONDIR DARI TANAH     34
    MAJALAYA YANG DISTABILISASI SEMEN DAN DIKOMPAKSI DENGAN
    METODE SOELARNO PADA KONDISI WOPT JENUH AIR
        ARMEIN ALEXANDER SOPAKUWA

STUDI BIAYA KECELAKAAN LALU LINTAS PADA JALAN TOL PADALARANG-   35
    CILEUNYI TAHUN 2001
        SATRIO ADITOMO

STUDI ANALISIS VOLUME SISA-SISA BAHAN KONSTRUKSI BANTU          36
        NULIE KOMERITA

KAJIAN PENGELOLAAN PENDANAAN PROYEK DALAM PELAKSANAAN           37
     BANGUNAN GEDUNG
        JACK JUNAIDY

EVALUASI DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG TEKAN HIDRAULIK      38
    (JACKED PILING SYSTEM)
       BERNARD SUMARLIN

STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH BLAST-FURNACE SLAG TERHADAP        39
    KUAT TEKAN BETON DENGAN fc' = 30 MPa PADA BENDA UJI
    SILINDER
        YORDAN SATRIA UTAMA SUSENO

ANALISIS EFEK LIKUIFAKSI PADA PONDASI TIANG PANCANG AKIBAT      40
     BEBAN LATERAL STUDI KASUS JEMBATAN BATANG HARI II JAMBI
        MUHAMMAD ZULKIFLI HARAHAP



                                                                iii
KAJIAN DAYA DUKUNG TANAH MENGGUNAKAN PENDEKATAN NILAI         41
     TEGANGAN 'PRA KONSOLIDASI' PADA TANAH MERAH YANG
     DIKOMPAKSI
        SURYANA

KALIBRASI DEBIT BENDUNG NOTOG, SUNGAI PEMALI, JAWA TENGAH     42
       ARVANDY YUBIANTO HUTAGALUNG

TINJAUAN BAMBU SEBAGAI BAHAN BANGUNAN                         43
       SRI AMELIA

PENGARUH VARIASI TIPE KENDARAAN TERHADAP KAPASITAS JALAN      44
    TOL PADALARANG-CILEUNYI
      RISKANDI HARDJASASMITA

ANALISIS MATERIAL SALURAN PERUMAHAN DENGAN METODA             45
     REKAYASA NILAI
        FERAWATI SARTIKA

STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH KADAR ACRYLIC SEBAGAI SERAT      46
    BUATAN TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON MUTU fc'=25 MPa
        MOCHAMAD PANJI GUNAWAN

INTRUSI AIR LAUT PADA BENDUNGAN MUARA TIPE URUGAN HOMOGEN     47
        N. D. MONALISA MANALU

KAJIAN PEMANCANGAN TIANG DAN DAYA DUKUNGNYA BERDASARKAN       48
     PENGUKURAN KALENDERING, HASIL PEMBORAN, DAN PILE
     DRIVING ANALAYZER (STUDI KASUS: PROYEK PANJARINGAN DAN
     TUNJUNGAN CITY)
        RONY SIREGAR

STUDI PENGENDALIAN MUTU PADA PELAKSANAAN BASEMENT             49
        ARISUDANA

ANALISIS TARIF TAKSI ARGO DI KOTA BANDUNG                     50
        DENY NUGRAHA

METODOLOGI UNTUK MENGANALISIS KLAIM AKIBAT KETERLAMBATAN      51
    PENYELESAIAN PENGERJAAN KONSTRUKSI
      TOGI S.P.N.

PETA ZONA GEMPA UNTUK WILAYAH MALUKU DAN IRIAN JAYA DENGAN    52
     MENGGUNAKAN PROGRAM SEISRISK III
       NIKE NIAYU NIANTI

PENERAPAN METODE REKAYASA NILAI PADA STRUKTUR DAN PENUTUP     53
    ATAP
       HARYONO DERADJAT

PENGARUH TINGGI PYLON JEMBATAN CABLE STAYED JALAN LAYANG      54
    PASTEUR-CIKAPAYANG-SURAPATI (PASUPATI) TERHADAP
    OBSTACLE LIMITATION BANDAR UDARA HUSEIN SASTRANEGARA
    BANDUNG
      VEIRINE PRANATA




                                                              iv
EVALUASI SIMPANG EMPAT JALAN OTTO ISKANDARDINATA, JALAN       55
    PETA, DAN JALAN PELINDUNG HEWAN, BANDUNG
       ERWANDO RACHMADI

STUDI PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PENJADWALAN TERHADAP        56
    BIAYA PROYEK PADA PROYEK BERULANG
        ZULKARNAIN SITEPU

EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN WAKTU DENGAN            57
    METODE PERT PADA PROYEK JEMBATAN
       JOLIVIA CATHERINE PALILU

EVALUASI SISTEM DRAINASE DI KOMP. PARAHYANGAN RUMAH VILA      58
       ALIM SAMINGUN

DESAIN DAN ANALISIS GEOTEKNIK KONSTRUKSI TEROWONGAN KERETA    59
    API PADA TANAH LUNAK, STUDI KASUS STASIUN KOTA ( SUBWAY
    BLOK M-KOTA JAKARTA )
        G.Y.ANNA KUSUMA

HUBUNGAN KUAT TARIK TIDAK LANGSUNG DENGAN PARAMETER           60
    MARSHALL BETON ASPAL
      RATNA WIDJAJA

DESAIN PONDASI JEMBATAN DI CILEUNGSI, CIBINONG 61             61
        HENDY DARMAWAN

PERENCANAAN PONDASI DERMAGA STUDI KASUS PELABUHAN             62
    TERMINAL LOGISTIK, BALIKPAPAN
      JOHAR

DESAIN GALIAN DALAM UNTUK SUBWAY DENGAN MENGGUNAKAN           63
    DINDING DIAFRAGMA STUDI KASUS TERMINAL STASIUN KOTA
    (SUBWAY BLOK M-KOTA)
       SOESANTO

ANALISIS PERHITUNGAN TORSI PADA BETON BERTULANG               64
     BERPENAMPANG PERSEGI PANJANG DENGAN PENDEKATAN
     SOFTENED TRUSS MODEL BERDASARKAN LIANQ-JENG LEU DAN
     YU-SHU LEE
        YULIANTI

TINJAUAN DAN ANALISIS KONSTRUKSI TURAP PADA TANAH LUNAK,      65
     STUDI KASUS PENURAPAN KAWASAN BENTENG KUTO BESAK
     PALEMBANG
       ERIC MAYNETOU B.S.

STUDI MANAJEMEN PENGADAAN BULK MATERIAL PADA PELAKSANAAN      66
    PROYEK BANGUNAN GEDUNG
       SISKA MULJADI

PENGGUNAAN PONDASI TIANG BOR UNTUK PENAHAN LONGSORAN,         67
    STUDI KASUS TAMAN LEGIAN, BUKIT SENTUL
       RUDY SETIAWAN




                                                               v
PEMODELAN KONSTRUKSI TANGGUL LAUT DI ATAS TANAH LUNAK DAN        68
    PERCEPATAN KONSOLIDASI DENGAN VERTIKAL DRAIN, Studi kasus:
    Reklamasi Ancol Baru-Jakarta
       DICKY BUDIYANTO

TUNDAAN PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL JALAN ASIA-AFRIKA -          69
    JALAN TAMBLONG
       RIA JUNIANTO SUJOTO

STUDI BIAYA PELAKSANAAN BANGUNAN T48, T100 DAN T150              70
        MARTINA

ALTERNATIF DESAIN UNTUK TIMBUNAN TINGGI DI ATAS TANAH LUNAK      71
    MENGGUNAKAN BERM, GEOTEKSTIL, DAN SOIL CEMENT, STUDI
    KASUS STA 418+050 PROYEK JALAN TOL CIKAMPEK PADALARANG
       VICKY SANJAYA

PERENCANAAN BENDUNGAN BAWAH TANAH TERHADAP PERUBAHAN             72
    TINGGI MUKA AIR TANAH, STUDI KASUS BUNUTAN, BALI
       RAIMUN SAMSUL

STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENAMBAHAN POLIMER (STYRENE-        73
    BUTADIENE LATEX) TERHADAP SIFAT KEDAP AIR DAN KEMUDAHAN
    PENGERJAAN PADA BETON DENGAN MUTU fc' = 30 MPa
        DOMINICA FRIANITA

EVALUASI PARAMETER DINAMIKA TANAH BERDASARKAN PERSAMAAN          74
    EMPIRIK HASIL UJI LAPANGAN (SPT) DAN HASIL UJI
    LABORATORIUM DENGAN STUDI KASUS DI MAUMERE, NTT
       FREDDY HIDAYAT WIBOWO

STUDI BANDING PENGGUNAAN INTERBLOK BETON DAN ASPAL BETON         75
    SEBAGAI LAPIS PERMUKAAN JALAN DITINJAU DARI SEGI BIAYA
    DAN WAKTU
        IRSAN

STUDI ANALITIKAL DESAIN BALOK TERLENTUR DARI PROFIL BAJA COLD-   76
    FORMED TIPE C DENGAN DAN TANPA PENGAKU TEPI (LIP)
    MENGGUNAKAN METODA LRFD
        JOHANNES JIMMY HERLAMBANG

KARAKTERISTIK JALAN OTTO ISKANDARDINATA DI KOTA BANDUNG          77
       ANASTASIA CYNTHIA

STUDI OPTIMASI BIAYA KONSTRUKSI ATAP RANGKA BAJA SIKU,           78
    PREFABRIKASI BAJA RINGAN, DAN PREFABRIKASI KAYU
        CHRISTIAN

STUDI ANALISIS BERBAGAI JUMLAH JAM KERJA LEMBUR DARI SEGI        79
    BIAYA DAN WAKTU
        DJUNAEDI LILY SINDJAYA

PENGARUH TEMPERATUR DAN KADAR ASPAL TERHADAP SIFAT               80
    RANGKAK DARI CAMPURAN BERASPAL
      YOHAN ADRIAN




                                                                 vi
EVALUASI PONDASI JEMBATAN JALAN AKSES KANCI PADA PROYEK     81
    JALAN TOL PALUMBON AKIBAT KEGAGALAN KONSTRUKSI OPRIT
       JONATHAN ALI PRANATA

STUDI EKSPERIMENTAL PEMANFAATAN TEMBOK BATA SISA BANGUNAN   82
    SEBAGAI AGREGAT HALUS UNTUK PEMBUATAN BETON AGREGAT
    DAUR ULANG DENGAN NILAI FAKTOR AIR SEMEN YANG
    DIVARIASIKAN
        SALLY RAHAYU

STUDI EKSPERIMENTAL PENGGUNAAN PECAHAN GENTENG KERAMIK      83
    SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT PENYUSUN PAVING BLOCK
        JOSEPH HANDIYANTO

EVALUASI MANFAAT PEMBANGUNAN JALAN RAJAPOLAH-ANCOL JAWA-    84
    BARAT
       ANISSA PUTRI UTAMI

PENGEMBANGAN PETA RAWAN TSUNAMI INDONESIA                   85
      EFENDI

STUDI EKSPLORATIF PEMANFAATAN BERANGKAL TEMBOK BATA YANG    86
    DIDAUR ULANG MENJADI AGREGAT KASAR BETON
        KAMIL

ANALISIS KEKUATAN PELAT SEARAH YANG MENGGUNAKAN SIKA        87
     CARBODUR TIPE S512 DENGAN MENGGUNAKAN METODE
     KEKUATAN BATAS
        DICKY SANJAYA

STUDI PRODUKTIVITAS KERJA SUMBER DAYA MANUSIA PADA SUATU    88
    PROYEK KONSTRUKSI
        LERRI GUNAWAN

ANALISA POTENSI LIKUIFAKSI DI DAERAH MAUMERE MENGGUNAKAN    89
     WEIGHTING PROCEDURE BERDASARKAN TIME HISTORY YANG
     DIDAPAT SEBAGAI HASIL KELUARAN DARI PROGRAM EERA
        DENNY ARIANTO PRIADI




                                                            vii
                      INDEKS PENULIS

ALEXANDER NALAND                        4
ALFONSIUS TANUWIRYA                    23
ALIM SAMINGUN                          58
ANASTASIA CYNTHIA                      77
ANISSA PUTRI UTAMI                     84
ARIFANDI                               11
ARISUDANA                              49
ARMEIN ALEXANDER SOPAKUWA              34
ARVANDY YUBIANTO HUTAGALUNG            42
B. A SINDHU HAPSORO                     3
BAOA NIXON HATARAN SINAGA              28
BENNY HARDIANTO LUCAS                  25
BERNARD SUMARLIN                       38
BILLY SUGIARTO                          2
BUDI PRASATYA ANANDAKHRISNA            21
CHRISTIAN                              78
DEDEN HERIYUSMAN                       22
DENNY ARIANTO PRIADI                   89
DENY NUGRAHA                           50
DICKY BUDIYANTO                        68
DICKY SANJAYA                          87
DJUNAEDI LILY SINDJAYA                 79
DODDY PRATHAMA                         10
DOMINICA FRIANITA                      73
DONALD M. M. SITUMORANG                14
DUDY                                   15
EFENDI                                 85
ERIC MAYNETOU B.S.                     65
ERWANDO RACHMADI                       55
FARRY AGUNG UTAMA                      19
FERAWATI SARTIKA                       45
FREDDY HIDAYAT WIBOWO                  74
G.Y.ANNA KUSUMA                        59
HARYONO DERADJAT                       53
HENDRIKUS ARDIANTO                     26
HENDY                                   1
HENDY DARMAWAN                         61
IDHAM YUWANA                           17
IMELDA LADIANTO                        31
IRMA KARTIKA DEWI                      13
IRSAN                                  75
IRWAN ISKANDAR                         29
JACK JUNAIDY                           37
JAMES NG                               12
JEFFRI SEMBIRING MELIALA                7
JIMMY KURNIAWAN                         6
JOHANNES JIMMY HERLAMBANG              76



                                       viii
JOHAR                        62
JOLIVIA CATHERINE PALILU     57
JONATHAN ALI PRANATA         81
JOSEPH HANDIYANTO            83
JULIUS BERNARDUS             27
KAMIL                        86
LEONY AURORA SILALAHI        30
LERRI GUNAWAN                88
MARTINA                      70
MEITA DWIVERNIA              32
MOCHAMAD PANJI GUNAWAN       46
MUHAMMAD ZULKIFLI HARAHAP    40
N. D. MONALISA MANALU        47
NIKE NIAYU NIANTI            52
NULIE KOMERITA               36
RAIMUN SAMSUL                72
RATNA WIDJAJA                60
RIA JUNIANTO SUJOTO          69
RINNA NIA LESTARI             8
RISKANDI HARDJASASMITA       44
ROBIN FEBRIAN                18
RONNY HERMAWAN GANI          24
RONY SIREGAR                 48
RUDY SETIAWAN                67
SALLY RAHAYU                 82
SATRIO ADITOMO               35
SISKA MULJADI                66
SOESANTO                     63
SRI AMELIA                   43
SRI SUHARYANTI               16
SURYANA                      41
TOGI S.P.N.                  51
VEIRINE PRANATA              54
VICKY SANJAYA                71
VINCENTIUS AGUNG SANTOSO      5
WAHYUDI                       9
WIDI ZARKIS                  20
YOHAN ADRIAN                 80
YORDAN SATRIA UTAMA SUSENO   39
YULIANTI                     64
YUVI                         33
ZULKARNAIN SITEPU            56




                             ix
                        INDEKS JUDUL

ALTERNATIF DESAIN UNTUK TIMBUNAN TINGGI DI ATAS TANAH LUNAK    71
     MENGGUNAKAN BERM, GEOTEKSTIL, DAN SOIL CEMENT, STUDI
     KASUS STA 418+050 PROYEK JALAN TOL CIKAMPEK PADALARANG
ANALISA POTENSI LIKUIFAKSI DI DAERAH MAUMERE MENGGUNAKAN       89
     WEIGHTING PROCEDURE BERDASARKAN TIME HISTORY YANG
     DIDAPAT SEBAGAI HASIL KELUARAN DARI PROGRAM EERA
ANALISIS ANGKA EKIVALEN PADA PERKERASAN KAKU DENGAN METODE     32
     MEKANISTIK EMPIRIS
ANALISIS EFEK LIKUIFAKSI PADA PONDASI TIANG PANCANG AKIBAT     40
     BEBAN LATERAL STUDI KASUS JEMBATAN BATANG HARI II JAMBI
ANALISIS KEKUATAN PELAT SEARAH YANG MENGGUNAKAN SIKA           87
     CARBODUR TIPE S512 DENGAN MENGGUNAKAN METODE
     KEKUATAN BATAS
ANALISIS MATERIAL SALURAN PERUMAHAN DENGAN METODA              45
     REKAYASA NILAI
ANALISIS PENERAPAN BUNDARAN PADA SIMPANG JALAN SOEKARNO        11
     HATTA - ELANG - JENDERAL SOEDIRMAN, BANDUNG
ANALISIS PENINGKATAN KAPASITAS LINTAS JALAN KERETA API JALUR   16
     PURWAKARTA-CIKAMPEK DENGAN RENCANA PROYEK
     PEMBANGUNAN JALAN GANDA
ANALISIS PERBANDINGAN PERHITUNGAN KAPASITAS SIMPANG            12
     BERSINYAL MENGGUNAKAN METODE ARRB DAN MKJI
ANALISIS PERHITUNGAN TORSI PADA BETON BERTULANG                64
     BERPENAMPANG PERSEGI PANJANG DENGAN PENDEKATAN
     SOFTENED TRUSS MODEL BERDASARKAN LIANQ-JENG LEU DAN
     YU-SHU LEE
ANALISIS TARIF TAKSI ARGO DI KOTA BANDUNG                      50
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN PEJALAN KAKI JALAN MELAWAI RAYA     17
     JAKARTA SELATAN
ANALISIS WAKTU ANTARA KRITIS BAGI PENGEMUDI MOBIL YANG         8
     KELUAR DARI KAMPUS UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
     CIUMBULEUIT, BANDUNG
DESAIN DAN ANALISIS GEOTEKNIK KONSTRUKSI TEROWONGAN KERETA     59
     API PADA TANAH LUNAK, STUDI KASUS STASIUN KOTA ( SUBWAY
     BLOK M-KOTA JAKARTA )
DESAIN GALIAN DALAM UNTUK SUBWAY DENGAN MENGGUNAKAN            63
     DINDING DIAFRAGMA STUDI KASUS TERMINAL STASIUN KOTA
     (SUBWAY BLOK M-KOTA)
DESAIN HUBUNGAN RANGKA BATANG KAYU YANG DIPERKUAT CLAW         6
     NAILPLATES
DESAIN PONDASI JEMBATAN DI CILEUNGSI, CIBINONG 61              61
EVALUASI SIMPANG EMPAT JALAN OTTO ISKANDARDINATA, JALAN        55
     PETA, DAN JALAN PELINDUNG HEWAN, BANDUNG
EVALUASI DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG TEKAN HIDRAULIK     38
     (JACKED PILING SYSTEM)
EVALUASI KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DI RUMAH     5
     SAKIT PGI CIKINI JAKARTA
EVALUASI MANFAAT PEMBANGUNAN JALAN RAJAPOLAH-ANCOL JAWA-       84
     BARAT
EVALUASI PARAMETER DINAMIKA TANAH BERDASARKAN PERSAMAAN        74
     EMPIRIK HASIL UJI LAPANGAN (SPT) DAN HASIL UJI
     LABORATORIUM DENGAN STUDI KASUS DI MAUMERE, NTT
EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN WAKTU DENGAN             57
     METODE PERT PADA PROYEK JEMBATAN



                                                                x
EVALUASI PONDASI JEMBATAN JALAN AKSES KANCI PADA PROYEK           81
     JALAN TOL PALUMBON AKIBAT KEGAGALAN KONSTRUKSI OPRIT
EVALUASI SISTEM DRAINASE DI KOMP. PARAHYANGAN RUMAH VILA          58
EVALUATION OF THE DAMSTEERDIEP BRIDGE CONSTRUCTION ON             31
     HIGHWAY N33 USING BINA MARGA STANDARD
HUBUNGAN ANTARA KONTRAKTOR DAN OWNER DIDALAM DOKUMEN              18
     KONTRAK
HUBUNGAN KUAT TARIK TIDAK LANGSUNG DENGAN PARAMETER               60
     MARSHALL BETON ASPAL
INTRUSI AIR LAUT PADA BENDUNGAN MUARA TIPE URUGAN HOMOGEN         47
KAJIAN DAYA DUKUNG TANAH MENGGUNAKAN PENDEKATAN NILAI             41
     TEGANGAN 'PRA KONSOLIDASI' PADA TANAH MERAH YANG
     DIKOMPAKSI
KAJIAN PEMANCANGAN TIANG DAN DAYA DUKUNGNYA BERDASARKAN           48
     PENGUKURAN KALENDERING, HASIL PEMBORAN, DAN PILE
     DRIVING ANALAYZER (STUDI KASUS: PROYEK PANJARINGAN DAN
     TUNJUNGAN CITY)
KAJIAN PENGELOLAAN PENDANAAN PROYEK DALAM PELAKSANAAN             37
     BANGUNAN GEDUNG
KALIBRASI DEBIT BENDUNG NOTOG, SUNGAI PEMALI, JAWA TENGAH         42
KARAKTERISTIK JALAN OTTO ISKANDARDINATA DI KOTA BANDUNG           77
METODOLOGI UNTUK MENGANALISIS KLAIM AKIBAT KETERLAMBATAN          51
     PENYELESAIAN PENGERJAAN KONSTRUKSI
MODEL OPTIMASI PENJADUALAN MULTI TIE TAMPER (MTT) PADA            22
     PEMELIHARAAN GEOMETRI REL PADA PT KERETA API (PERSERO)
MODEL SIMULASI PENENTUAN KOMPOSISI ALAT BERAT UNTUK               29
     PEKERJAAN PEMINDAHAN MATERIAL
OPTIMASI PENGGUNAAN ALAT BERAT UNTUK PEMADATAN TANAH              9
     DENGAN METODE PROGRAM LINIER
PEMILIHAN JALUR ALTERNATIF JALAN Ir.H.JUANDA (DAGO) MENUJU        7
     LEMBANG
PEMODELAN KONSTRUKSI TANGGUL LAUT DI ATAS TANAH LUNAK DAN         68
     PERCEPATAN KONSOLIDASI DENGAN VERTIKAL DRAIN, Studi kasus:
     Reklamasi Ancol Baru-Jakarta
PEMROGRAMAN BIAYA OPERASI KENDARAAN ANGKUTAN KOTA DI              23
     BANDUNG DENGAN VISUAL BASIC 6.0
PENELITIAN PEMBUATAN DAN ANALISIS BIAYA ASPAL CAIR TIPE MC-800    15
     DAN RC-250
PENENTUAN HARGA JUAL RUMAH PADA BISNIS PERUMAHAN                   1
PENERAPAN METODE REKAYASA NILAI PADA STRUKTUR DAN PENUTUP         53
     ATAP
PENGARUH ABU SERBUK KAYU SEBAGAI FILLER DALAM CAMPURAN            25
     BETON ASPAL
PENGARUH KEGIATAN PASAR CIPULIR TERHADAP KINERJA JALAN            14
     CILEDUG RAYA JAKARTA
PENGARUH TEMPERATUR DAN KADAR ASPAL TERHADAP SIFAT                80
     RANGKAK DARI CAMPURAN BERASPAL
PENGARUH TINGGI PYLON JEMBATAN CABLE STAYED JALAN LAYANG          54
     PASTEUR-CIKAPAYANG-SURAPATI (PASUPATI) TERHADAP
     OBSTACLE LIMITATION BANDAR UDARA HUSEIN SASTRANEGARA
     BANDUNG
PENGARUH VARIASI TIPE KENDARAAN TERHADAP KAPASITAS JALAN          44
     TOL PADALARANG-CILEUNYI
PENGEMBANGAN DAN PENGINTEGRASIAN TEKNOLOGI INTERNET KE            13
     DALAM APLIKASI PENGENDALIAN BIAYA PROYEK KONSTRUKSI
PENGEMBANGAN PETA RAWAN TSUNAMI INDONESIA                         85



                                                                  xi
PENGGUNAAN PONDASI TIANG BOR UNTUK PENAHAN LONGSORAN,            67
     STUDI KASUS TAMAN LEGIAN, BUKIT SENTUL
PERENCANAAN BENDUNGAN BAWAH TANAH TERHADAP PERUBAHAN             72
     TINGGI MUKA AIR TANAH, STUDI KASUS BUNUTAN, BALI
PERENCANAAN PONDASI DERMAGA STUDI KASUS PELABUHAN                62
     TERMINAL LOGISTIK, BALIKPAPAN
PERHITUNGAN BIAYA POKOK PELAYANAN ANGKUTAN KOTA CICADAS -        24
     ELANG BANDUNG
PETA ZONA GEMPA UNTUK WILAYAH MALUKU DAN IRIAN JAYA DENGAN       52
     MENGGUNAKAN PROGRAM SEISRISK III
PRA DESAIN TRASE DAN GEOMETRIK JALAN TOL PASIR KOJA-SOREANG      27
REGIONAL DROUGHT ANALYSIS IN KEDIRI AREA USING MONTE CARLO       30
     SIMULATION?
STUDI PENGOLAHAN LIMBAH KAMPUS DITINJAU DARI SEGI TATA           33
     LAKSANA
STUDI ANALISIS BERBAGAI JUMLAH JAM KERJA LEMBUR DARI SEGI        79
     BIAYA DAN WAKTU
STUDI ANALISIS VOLUME SISA-SISA BAHAN KONSTRUKSI BANTU           36
STUDI ANALITIKAL DESAIN BALOK TERLENTUR DARI PROFIL BAJA COLD-   76
     FORMED TIPE C DENGAN DAN TANPA PENGAKU TEPI (LIP)
     MENGGUNAKAN METODA LRFD
STUDI BANDING PENGGUNAAN INTERBLOK BETON DAN ASPAL BETON         75
     SEBAGAI LAPIS PERMUKAAN JALAN DITINJAU DARI SEGI BIAYA
     DAN WAKTU
STUDI BIAYA KECELAKAAN LALU LINTAS PADA JALAN TOL PADALARANG-    35
     CILEUNYI TAHUN 2001
STUDI BIAYA PELAKSANAAN BANGUNAN T48, T100 DAN T150              70
STUDI EKSPERIMENTAL EFEK STIFFENER PADA KUAT LENTUR DAN          26
     DAKTILITAS LENDUTAN BALOK BAJA TUNGGAL COLD-FORMED TIPE
     LIPPED CHANNEL TERHADAP SUMBU LEMAH PENAMPANG
STUDI EKSPERIMENTAL KUAT LENTUR DAN DAKTILITAS LENDUTAN          28
     TERHADAP SUMBU KUAT DARI BALOK BAJA TUNGGAL COLD-
     FORMED TIPE LIP CHANNEL
STUDI EKSPERIMENTAL PEMANFAATAN TEMBOK BATA SISA BANGUNAN        82
     SEBAGAI AGREGAT HALUS UNTUK PEMBUATAN BETON AGREGAT
     DAUR ULANG DENGAN NILAI FAKTOR AIR SEMEN YANG
     DIVARIASIKAN
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH BLAST-FURNACE SLAG TERHADAP         39
     KUAT TEKAN BETON DENGAN fc' = 30 MPa PADA BENDA UJI
     SILINDER
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH JARAK STIFFENER PADA KUAT           20
     LENTUR DAN DAKTILITAS LENDUTAN TERHADAP SUMBU KUAT
     BALOK BAJA TUNGGAL COLD FORMED TIPE LIPPED-CHANNEL
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH KADAR ACRYLIC SEBAGAI SERAT         46
     BUATAN TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON MUTU fc'=25 MPa
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PECAHAN GENTENG KERAMIK              2
     SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR DENGAN VARIASI UKURAN
     AGREGAT MAKSIMUM TERHADAP KUAT TARIK BELAH SILINDER
     DENGAN MUTU BETON fc'=20 MPa
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENAMBAHAN POLIMER (STYRENE-        73
     BUTADIENE LATEX) TERHADAP SIFAT KEDAP AIR DAN KEMUDAHAN
     PENGERJAAN PADA BETON DENGAN MUTU fc' = 30 MPa
STUDI EKSPERIMENTAL PENGGUNAAN PECAHAN GENTENG KERAMIK           83
     SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT PENYUSUN PAVING BLOCK
STUDI EKSPLORATIF PEMANFAATAN BERANGKAL TEMBOK BATA YANG         86
     DIDAUR ULANG MENJADI AGREGAT KASAR BETON




                                                                 xii
STUDI EKSPLORATIF PEMANFAATAN GENTENG YANG DIDAUR ULANG        21
     SEBAGAI AGREGAT HALUS BETON
STUDI KELAYAKAN FINANSIAL BANGUNAN PARKIR                       4
STUDI KORELASI HARGA Cs BIKONUS DENGAN qc SONDIR DARI TANAH    34
     MAJALAYA YANG DISTABILISASI SEMEN DAN DIKOMPAKSI DENGAN
     METODE SOELARNO PADA KONDISI WOPT JENUH AIR
STUDI MANAJEMEN PENGADAAN BULK MATERIAL PADA PELAKSANAAN       66
     PROYEK BANGUNAN GEDUNG
STUDI OPTIMASI BIAYA KONSTRUKSI ATAP RANGKA BAJA SIKU,         78
     PREFABRIKASI BAJA RINGAN, DAN PREFABRIKASI KAYU
STUDI PEMERATAAN SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN PENDEKATAN         10
     HEURISTIK DAN BERBASIS PADA PENJADWALAN P.D.M
STUDI PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PENJADWALAN TERHADAP         56
     BIAYA PROYEK PADA PROYEK BERULANG
STUDI PENGENDALIAN MUTU PADA PELAKSANAAN BASEMENT              49
STUDI PERBANDINGAN BIAYA DAN TATA LAKSANA DINDING DIAFRAGMA     3
     COR SETEMPAT DAN DINDING DIAFRAGMA PRACETAK PADA
     BASEMENT
STUDI PRODUKTIVITAS KERJA SUMBER DAYA MANUSIA PADA SUATU       88
     PROYEK KONSTRUKSI
STUDI TATA LAKSANA PENGGUNAAN ALTERNATIF MATERIAL SUBBASE      19
     COURSE PADA PERKERASAN LENTUR DENGAN KONDISI CURAH
     HUJAN TINGGI
TINJAUAN BAMBU SEBAGAI BAHAN BANGUNAN                          43
TINJAUAN DAN ANALISIS KONSTRUKSI TURAP PADA TANAH LUNAK,       65
     STUDI KASUS PENURAPAN KAWASAN BENTENG KUTO BESAK
     PALEMBANG
TUNDAAN PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL JALAN ASIA-AFRIKA -        69
     JALAN TAMBLONG




                                                               xiii
PENENTUAN HARGA JUAL RUMAH PADA BISNIS PERUMAHAN

                              HENDY
                          NPM: 1994410002

               Pembimbing: Sonny Siti Sondari, Ir., MT.

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                             ABSTRAK
Bisnis perumahan merupakan usaha yang dilakukan oleh pengembang
(developer) dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan atas investasi
yang ditanamkan. Ada dua fungsi yang harus dilaksanakan oleh
pengembang, yaitu fungsi bisnis dan fungsi teknis. Fungsi bisnis
mempunyai arti bahwa setiap pengeluaran akan mempengaruhi
pendapatan maupun keuntungan, demikian pula sebaliknya. Fungsi teknis
berarti pengembang harus membangun rumah beserta fasilitasnya bagi
konsumen. Kedua fungsi tersebut saling berinteraksi dalam mencapai
tujuan, yaitu keuntungan yang diinginkan.
Harga jual rumah dipengaruhi langsung oleh biaya dan pendapatan. Biaya
sudah dapat diketahui pada saat perencanaan, sedangkan pendapatan
didapat dari penjualan rumah di masa akan datang yang harga jual
rumahnya belum diketahui.
Untuk mendapatkan harga jual rumah harus diketahui pendapatan yang
akan diperoleh dimasa akan datang. Dengan menggunakan metode
Tingkat Pengembalian Internal (IRR = Internal Rate of Return) besarnya
pendapatan yang harus diperoleh di masa akan datang dapat diketahui
berdasarkan besarnya biaya yang dikeluarkan.
Harga jual rumah disajikan dalam bentuk kurva harga jual rumah
terhadap waktu, yang menunjukkan bergesernya harga jual rumah untuk
setiap waktu tertentu.




                                                                     1
  STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PECAHAN GENTENG
 KERAMIK SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR DENGAN
  VARIASI UKURAN AGREGAT MAKSIMUM TERHADAP KUAT
 TARIK BELAH SILINDER DENGAN MUTU BETON fc’=20 MPa

                           BILLY SUGIARTO
                           NPM: 1994410028

            PEMBIMBING: Ir. Ny. WINARNI HADIPRATOMO

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Pada saat ini, sebagian besar proyek pembangunan menggunakan beton
sebagai material pembentuk struktur. Sedangkan tidak setiap daerah
memiliki agregat yang sama baiknya dari segi kualitas maupun kuantitas
sebagai bahan dasar pembentukan beton. Pecahan genteng dapat
menjadi bahan alternatif sebagai agregat kasar untuk beton. Penelitian ini
bertujuan untuk menguji kuat tarik belah beton dengan pecahan genteng
sebagai agregat kasar dan mencari pengaruh variasi ukuran agregat
maksimum.
Perencanaan campuran beton menggunakan metode SK SNI T-15-1990-
03. Benda uji yang digunakan adalah silinder dengan diameter 150 mm
tinggi 300 mm dengan mutu beton fc’ = 20 MPa. Variasi ukuran agregat
maksimum yang digunakan adalah 20 mm dan 30 mm dengan umur
perawatan 7, 14 dan 28 hari.
Hasil akhir analisis memperlihatkan bahwa terjadi selisih kuat tarik belah
karakteristik antara beton dengan agregat kasar pecahan genteng keramik
terhadap beton dengan agregat kasar batu pecah sebesar 1.67% untuk
ukuran maksimum agregat kasar 20 mm dan 1.71% untuk ukuran
maksimum agregat kasar 30 mm.




                                                                         2
STUDI PERBANDINGAN BIAYA DAN TATA LAKSANA DINDING
  DIAFRAGMA COR SETEMPAT DAN DINDING DIAFRAGMA
             PRACETAK PADA BASEMENT

                         B. A Sindhu Hapsoro
                          NPM: 1994410104


               Pembimbing: Sonny Siti Sondari, Ir., M.T.


               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Basement adalah ruang bawah tanah yang merupakan bagian dari
bangunan gedung. Pada masa ini basement dibuat sebagai usaha untuk
mengoptimalkan penggunaan lahan yang semakin padat dan mahal.
Sehingga para kontraktor mulai menggunakan metode dinding diafragma
untuk membuat basement karena tidak perlu melakukan penggalian
terbuka (open cut).
Teori-teori mengenai dinding diafragma, khususnya metode dinding
diafragma cor setempat dan metode dinding diafragma pracetak (precast)
yang dapat diterapkan dalam proyek studi kasus.
Tahapan pelaksanaan metode dinding diafragma cor setempat dan
dinding diafragma pracetak, dimana penggunaan slurry (cairan penstabil
galian) merupakan salah satu komponen utama dalam metode dinding
diafragma yang harus diperhatikan. Analisis biaya dinding diafragma cor
setempat dan dinding diafragma pracetak berupa asumsi biaya
komponen-komponen rangka struktur yang akan digunakan, sehingga
dapat diperkirakan keuntungan dan kerugian masing-masing metode
dinding diafragma tersebut.
Dari hasil analisis rangka struktur yang telah dilakukan, dapat diambil
kesimpulan bahwa dengan metode dinding diafragma cor setempat
memiliki tingkat pelaksanaan yang relatif lebih sulit dan membutuhkan
waktu pelaksanaan yang lebih lama, tetapi metode dinding diafragma
pracetak membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal dikarenakan biaya
pemesanan panel-panel pracetak yang cukup mahal. Metode dinding
diafragma pracetak juga tidak bisa diterapkan pada bangunan basement
yang dalam karena keterbatasan alat angkat panel-panel pracetak.




                                                                      3
      STUDI KELAYAKAN FINANSIAL BANGUNAN PARKIR

                           Alexander Naland
                           NPM: 1995410021

                 Pembimbing: Sonny Siti Sondari,Ir,MT

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Masalah perparkiran merupakan masalah yang terus muncul di kota-kota
besar di Indonesia. Salah satu penyelesaian masalah ini adalah dengan
dirancangnya bangunan parkir baru untuk menampung kendaraan yang
ingin parkir. Pembangunan gedung parkir baru ini tentu harus dirancang
supaya proyek ini tidak merugi, salah satu cara pembandingnya adalah
dengan menggunakan metode Break Even Value.
Sebelum merancang bangunan parkir yang baru harus diketahui dulu
pengaturan masalah parkir, kebutuhan parkir, rancangan lahan parkir dan
metode evaluasi kelayakan yang digunakan.
Penelitian masalah dilakukan untuk menentukan tindakan yang tepat pada
saat pembangunan proyek akan dilaksanakan, hal ini untuk menghindari
adanya pemborosan baik dari segi waktu maupun dari segi biaya
pelaksanaan proyek.
Metode kelayakan yang dipakai adalah dengan menggunakan Break Even
Value, dimana pada metode itu akan didapat suatu nilai Break Even
sehingga bisa diperkirakan apakah proyek itu layak dibangun atau tidak.
Pada proyek ini dilakukan perencanaan dengan dua alternatif yaitu
alternatif pertama secara horisontal dan alternatif kedua secara vertikal.
Dari hasil analisis maka dipilih perencanaan secara horisontal karena
ternyata lebih menguntungkan daripada perencanaan vertikal.




                                                                         4
EVALUASI KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DI
           RUMAH SAKIT PGI CIKINI JAKARTA

                        Vincentius Agung Santoso
                           NPM: 1995410048

            Pembimbing : Ir. R. W. Triweko, M. Eng., Ph. D.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Rumah sakit PGI Cikini menghasilkan limbah cair dengan jumlah dan
kadar pencemar yang cukup tinggi. Agar limbah tersebut tidak mencemari
sungai Ciliwung sebagai badan air penerima, maka dibangun instalasi
pengolah limbah cair pada tahun 1996. Instalasi ini terdiri dari 3 set
reaktor anaerobik dengan proses Upflow Anaerobic Sludge Blanket dengan
kapasitas pengolahan maksimum sebesar 650 m 3 perhari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah proses pengolahan
limbah cair di RS PGI Cikini sudah berfungsi dengan baik dan mampu
mengolah limbah cair sesuai dengan yang direncanakan dan memenuhi
baku mutu limbah cair yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Kuantitas limbah cair yang dihasilkan dihitung berdasarkan tingkat hunian
rawat inap dan tenaga kerja dan masih di bawah kapasitas pengolahan.
Berdasarkan data effluent, terlihat kualitas limbah cair hasil olahan tidak
selalu memenuhi baku mutu yang menjadi batas maksimum pencemaran,
misalnya kadar amoniak. Hal ini menunjukkan adanya kegagalan dalam
proses pengolahan .
Terdapat kondisi khusus pada tahun 1999 dimana kadar pencemar sangat
tinggi, sehingga effluent limbah cair mempunyai kadar pencemar yang
relatif tinggi pula. Hal ini disebabkan karena adanya bahan-bahan kimia
dan beracun yang masuk ke dalam saluran pembuangan limbah cair.
Untuk memperbaiki kinerja instalasi pengolahan, maka perlu ditambahkan
peralatan yang dapat mereduksi kadar amoniak seperti air stripping dan
alat pengukur debit pada inlet dan outlet saluran untuk memantau
fluktuasi debit limbah cair.




                                                                          5
DESAIN HUBUNGAN RANGKA BATANG KAYU YANG DIPERKUAT
                 CLAW NAILPLATES

                           Jimmy Kurniawan
                           NPM: 1995410120
               Pembimbing: Hermanto Subagijo, Ir., M.T.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Konstruksi rangka batang dengan menggunakan bahan dasar kayu
mempunyai kekurangan jika digunakan untuk struktur yang berbentang
besar. Hal itu disebabkan oleh banyak faktor yang salah satunya adalah
hubungan dan sambungan pada join struktur rangka batang kayu
dianggap tidak kaku.
Skripsi ini membahas tentang desain struktur rangka batang dengan
bahan dasar kayu yang diperkuat claw nailplates pada hubungan dan
sambungannya sehingga memungkinkan struktur rangka batang dibuat
dengan bentang yang lebih besar. Metoda yang dipakai dalam desain
berdasarkan Australian Standard 1720.1-1988, Standards Association of
Australia.
Selain mendesain struktur rangka batang, skripsi ini juga mengambil
berbagai ukuran panjang bentang dengan model struktur yang sama
sehingga pada akhir skripsi ini didapat variasi nilai perbandingan antara
volume bahan dengan panjang bentang. Nilai perbandingan ini dapat
dijadikan acuan sebagai desain yang ekonomis dari variasi panjang
bentang antara 12 m sampai dengan 18 m yang dianalisis.




                                                                        6
 PEMILIHAN JALUR ALTERNATIF JALAN Ir.H.JUANDA (DAGO)
                  MENUJU LEMBANG

                           Jeffri Sembiring Meliala
                             NPM: 1995410146

          Pembimbing: Wimpy Santosa, ST, M.Eng, MSCE, Ph.D

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                                  ABSTRAK
Dalam kehidupan sehari hari, kebutuhan akan sarana transportasi menjadi
suatu kebutuhan yang utama. Peningkatan akan sarana transportasi
menyebabkan meningkatnya kapasitas pada jalan yang menyebabkan
sering terjadinya kemacetan akibat ketidakmampuan jalan untuk
menampung kapasitas dari sarana transportasi yang terus bertambah.
Dan ini dapat kita lihat seperti pada jalan Setiabudi menuju Lembang
sebagai jalan utama penghubung kota Bandung dengan kota Lembang.
Sehingga diperlukan pemecahan untuk menyelesaikan masalah ini.
Skripsi ini meninjau suatu jalur alternatif dari jalan Ir.H.Juanda (Dago)
menuju Lembang. Dari berbagai jalur alternatif yang terpilih, masing-
masing jalur dianalisa terhadap berbagai macam kondisi, dimana kondisi
yang satu dengan yang lainnya merupakan satu kesatuan didalam tahap
pengevaluasian. Sebagai hasil akhir didalam memilih satu jalur alternatif
yang terbaik. Dan ini merupakan salah satu cara pemecahan masalah
kemacetan pada jalan Setiabudi menuju Lembang.
Dari hasil evaluasi terhadap berbagai kondisi yang menjadi bahan
penilaian terhadap jalur jalur alternatif yang tersedia, dipilih jalur alternatif
ke-3 sebagai jalur alternatif terbaik dari jalan Ir.H.Juanda (Dago) menuju
Lembang.




                                                                               7
 ANALISIS WAKTU ANTARA KRITIS BAGI PENGEMUDI MOBIL
    YANG KELUAR DARI KAMPUS UNIVERSITAS KATOLIK
         PARAHYANGAN CIUMBULEUIT, BANDUNG

                           Rinna Nia Lestari
                          NPM: 1995410149
         Pembimbing: Wimpy Santosa, ST., MSCE, M.Eng, Ph.D

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Pada saat memasuki arus lalu lintas pengemudi perlu memperhitungkan
waktu yang tersedia dengan kendaraan yang berada di arus lalu lintas
yang menuju keposisi kendaraannya. Pada studi ini akan ditentukan waktu
terkecil yang memisahkan kendaraan yang akan masuk ke arus lalu lintas
dimana pengemudi masih memutuskan untuk dapat bergerak masuk ke
arus lalu lintas.
Studi ini menganalisis waktu antara kritis (gap) yang diperlukan oleh
kendaraan yang ada di arus lalu lintas Jalan Ciumbuleuit Bandung dengan
kendaraan yang akan masuk ke arus lalu lintas yang berasal dari kampus
Universitas Katolik Parahyangan Bandung.
Dalam menganalisis data, dilakukan dengan cara statistika dan survei
dilakukan dengan bantuan video kamera, didapat waktu antara kritis
kendaraan yang berbelok ke kiri dan kendaraan dari arah Utara menuju
Selatan pada jam 07.00 – 08.30 dengan jumlah kendaraan sebanyak 691
buah adalah sebesar 4.3 detik, waktu antara kritis kendaraan yang
berbelok ke kiri dan kendaraan dari arah Utara menuju Selatan pada jam
12.30 – 14.00 dengan jumlah kendaraan sebanyak 691 buah adalah
sebesar 4.8 detik, dan waktu antara kritis kendaraan yang berbelok ke
kanan dan kendaraan dari arah Selatan menuju Utara pada jam 15.30 –
17.00 dengan jumlah kendaraan sebanyak 289 buah adalah sebesar 3.6
detik.




                                                                      8
 OPTIMASI PENGGUNAAN ALAT BERAT UNTUK PEMADATAN
      TANAH DENGAN METODE PROGRAM LINIER

                             WAHYUDI
                          NPM: 1995410151

               Pembimbing: Zulkifli B. Sitompul, Ir., MT.

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Setiap pelaksanaan pekerjaan harus dapat diselesaikan     tepat pada
waktunya, dengan biaya pengeluaran yang paling minimal. Pada
pelaksanaan akhir pekerjaan penimbunan lahan, tanah timbunan harus
dipadatkan. Untuk pelaksanaan pemadatan tersebut, dibutuhkan alat
pemadat tanah yang sesuai dengan tanah yang akan dipadatkan.
Tiap jenis alat pemadatan tanah, mempunyai berbagai tipe yang berbeda.
Masing-masing tipe alat mempunyai kapasitas produksi dan biaya
operasional yang berbeda. Agar biaya operasional alat dapat
diminimalkan, dibutuhkan komposisi alat dan waktu operasi alat yang
paling optimal untuk menyelesaikan volume pekerjaan pada waktu yang
telah ditetapkan.
Salah satu metode yang digunakan untuk pemecahan masalah
pengalokasian sumber daya yang ada secara optimal, sehingga dapat
memaksimalkan keuntungan atau meminimalkan biaya pengeluaran.
adalah dengan metode program linier.




                                                                     9
   STUDI PEMERATAAN SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN
PENDEKATAN HEURISTIK DAN BERBASIS PADA PENJADWALAN
                       P.D.M

                            Doddy Prathama
                           NPM: 1995410168

                Pembimbing: Sonny Siti Sondari, Ir., MT

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Dalam ilmu manajemen konstruksi kita mengenal berbagai teori-teori yang
dapat digunakan untuk menghadapi masalah-masalah yang timbul di
dalam suatu proyek konstruksi, salah satunya adalah teknik pemerataan
sumber daya manusia (resource levelling) yang mana biasanya
pemerataan sumber daya manusia ini berbasis pada diagram anak panah
(arrow diagram). Dalam skripsi ini, akan dibahas teknik pemerataan
sumber daya manusia dengan menggunakan teknik heuristic berdasarkan
atas aturan prioritas (Priority Rules) yang berbasis pada metoda preseden
(Precedence Diagram Method) yang dianggap cukup dapat mewakili
kondisi nyata yang terjadi dilapangan dengan adanya hubungan antar
kegiatan yang lebih kompleks.
Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa proses pemerataan sumber
daya manusia dengan metoda heuristic akan lebih optimal bila dilakukan
penggeseran lebih dari 3 (tiga) minggu, karena dalam menentukan jumlah
kuadratnya akan lebih bervariasi.




                                                                       10
   ANALISIS PENERAPAN BUNDARAN PADA SIMPANG JALAN
    SOEKARNO HATTA – ELANG – JENDERAL SOEDIRMAN,
                      BANDUNG

                               Arifandi
                           NPM: 1995410176

                   Pembimbing: Zul Kasturi, Ir., M.T.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Simpang Jalan Soekarno Hatta – Elang – Jenderal Soedirman adalah salah
satu simpang di kota Bandung yang menghubungkan lingkar luar Bandung
dengan jalur menuju Jakarta via Cimahi. Simpang ini selain dikenal karena
sering mengalami kepadatan kendaraan, juga karena manajemen simpang
yang tidak lazim digunakan di Indonesia.
Studi ini menganalisis penerapan bundaran pada simpang Jalan Soekarno
Hatta – Elang – Jenderal Soedirman. Bundaran adalah salah satu sistem
pengaturan simpang yang mulai diterapkan kembali oleh para ahli
transportasi mancanegara sebagai solusi masalah-masalah yang terjadi
pada simpang, berkaitan dengan penurunan tingkat konflik dan tingkat
kecelakaan.
Studi yang dilakukan adalah analisis kinerja simpang berdasarkan data
dari lokasi simpang, perencanaan simpang dengan menggunakan
bundaran, kemudian rencana dianalisis dan dibandingkan dengan kondisi
simpang sebelum perencanaan. Analisis simpang dilakukan dengan
menggunakan metode MKJI.
Dari hasil studi perbandingan kinerja simpang tanpa sistem bundaran dan
dengan sistem bundaran menunjukkan bahwa simpang Jalan Soekarno
Hatta – Elang – Jenderal Soedirman dengan sistem bundaran memiliki
waktu tunda dan derajat kejenuhan lebih rendah. Dengan demikian
bundaran dapat digunakan pada simpang tersebut, disertai dengan
perbaikan manajemen simpang.




                                                                       11
    ANALISIS PERBANDINGAN PERHITUNGAN KAPASITAS
  SIMPANG BERSINYAL MENGGUNAKAN METODE ARRB DAN
                        MKJI

                               James Ng
                            NPM: 1995410193

              PEMBIMBING: Santoso Urip Gunawan, Ir., MT.

                 UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2001
                               ABSTRAK
Kepadatan lalu lintas terasa semakin meningkat. Peningkatan volume
terlihat dari seringnya terjadi antrian pada ruas jalan. Antrian disebabkan
oleh simpang sebidang yang memiliki kapasitas tertentu.
Tiap negara memiliki metode masing-masing untuk menentukan kapasitas
simpang di tempatnya. Metode Australian Road Research Board (ARRB)
diteliti untuk digunakan menghitung kapasitas simpang bersinyal di
Indonesia. Selisih nilai kapasitas antara metode Australian Road Research
Board dan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) cukup besar.
Agar perhitungan kapasitas metode ARRB dapat digunakan di Indonesia,
maka dilakukan penyesuaian pada rumus arus jenuh metode ARRB.
Setelah dilakukan penyesuaian, maka selisih nilai kapasitas metode ARRB
yang telah disesuaikan dan MKJI menjadi mengecil.
Dari analisis perbandingan perhitungan kapasitas simpang bersinyal
metode ARRB yang disesuaikan dan MKJI disimpulkan bahwa metode
ARRB dapat digunakan di Indonesia dengan melakukan penyesuaian pada
rumus perhitungan arus jenuh metode ARRB.




                                                                         12
    PENGEMBANGAN DAN PENGINTEGRASIAN TEKNOLOGI
    INTERNET KE DALAM APLIKASI PENGENDALIAN BIAYA
                 PROYEK KONSTRUKSI

                         IRMA KARTIKA DEWI
                          NPM: 1995410194
            Pembimbing: Zulkifli Bachtiar Sitompul, Ir., MSIE

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2001
                              ABSTRAK
Proyek konstruksi yang lokasinya jauh dari kantor pusat kontraktor
memiliki banyak permasalahan yang dapat mengurangi efektifitas dan
efisiensi pelaksanaan konstruksi terutama dalam pengendalian biayanya.
Proyek-proyek seperti offshore structures dan lain-lain tidak
memungkinkan pihak-pihak yang tidak terlibat langsung dalam
pelaksanaan konstruksi, seperti pemilik proyek dan konsultan untuk
melaksanakan fungsi mereka secara langsung di lokasi proyek. Begitu pula
dengan Manajer Proyek yang biasanya berlokasi di kantor pusat
kontraktor.
Perbedaan lokasi ini berpotensi besar menimbulkan atau memberikan
konstribusi pada inefisiensi dan inefektifitas dalam project controlling,
terutama cost dan schedule control. Penggunaan software-software
konvensional untuk mengendalikan biaya proyek walaupun dapat
menjawab kendala jarak tetapi belum dapat menjawab kendala multi-user
dan ke-up-to-date-an data walaupun telah menggunakan teknologi
internet di dalamnya.
Skripsi ini dibuat untuk memberikan solusi alternatif yang menjawab
masalah tersebut dengan memperkenalkan sebuah aplikasi komputer.
Aplikasi yang dikembangkan akan memanfaatkan teknologi internet secara
optimal dan multimedia dalam cost dan schedule control pada proyek
konstruksi. Aplikasi ini diharapkan dapat meminimalkan pengaruh
perbedaan lokasi dalam pengendalian biaya proyek konstruksi serta
memanfaatkan keunggulan teknologi multimedia dalam pengendalian
proyek konstruksi.




                                                                      13
  PENGARUH KEGIATAN PASAR CIPULIR TERHADAP KINERJA
             JALAN CILEDUG RAYA JAKARTA

                         Donald M. M. Situmorang
                           NPM: 1995410204

         Pembimbing: Wimpy Santosa, ST., MSCE, M.Eng, Ph.D

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2001
                                ABSTRAK
Pergerakan kendaraan dari suatu tempat asal menuju suatu tempat tujuan
setiap hari sering kali terganggu akibat adanya aktivitas yang mengapit
kedua sisi jalan. Kegiatan pasar pada sisi jalan seringkali menimbulkan
gangguan berupa hambatan samping yang berakibat langsung terhadap
kinerja jalan. Hambatan samping muncul akibat adanya angkutan yang
berhenti, pejalan kaki yang berjalan tidak lagi di atas trotoar akibat telah
dipakainya trotoar sebagai lokasi berjualan dan angkutan umum yang
berhenti untuk menurunkan dan menaikkan penumpang.
Peran jalan Ciledug Raya dengan Pasar Cipulir pada sisi jalan adalah salah
satu penghubung antara daerah pemukiman dengan pusat bisnis di
kawasan pusat Jakarta. Munculnya kegiatan kegiatan produktif pada sisi
jalan di depan Pasar Cipulir pada akhirnya berakibat pada penurunan
kinerja jalan.
Analisis dilakukan pada saat pasar beroperasi dan pada saat pasar tidak
beroperasi. Analisis dilakukan berdasarkan Manual Kapasitas Jalan
Indonesia 1997.
Hasil analisis menunjukan angka derajat kejenuhan terbesar terjadi pada
saat pasar beroperasi, yaitu 0,58. Angka 0,58 pada derajat kejenuhan
menunjukkan jalan yang masih lancar. Namun pada saat pengamatan
pergerakan kendaraan yang terjadi tidak lancar dan adanya kemacetan.
Berdasarkan hubungan antara volume dan kecepatan kondisi ini terjadi
pada saat kecepatan telah melewati kecepatan maksimum atau berada
pada kondisi macet atau congested condition. Hal ini jelas terlihat dari
peningkatan nilai volume maksimum yang sangat kecil sebesar 1% dari
kondisi pasar tidak beroperasi ke kondisi pasar beroperasi, sedangkan
perbedaan kecepatan pada saat volume maksimum sebesar 18%.




                                                                         14
 PENELITIAN PEMBUATAN DAN ANALISIS BIAYA ASPAL CAIR
               TIPE MC-800 DAN RC-250

                               DUDY
                          NPM: 1995410225

                 PEMBIMBING: ZUL KASTURI, IR., M.T.

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2001
                              ABSTRAK
Aspal cair dan aspal emulsi digunakan sebagai lapis resap perekat dan
lapis perekat. Lapis resap perekat dan lapis perekat digunakan pada
perkerasan lentur sedangkan perkerasan lentur merupakan suatu jenis
perkerasan yang umum digunakan dalam konstruksi perkerasan, sehingga
kebutuhan aspal cair cukup besar.
Studi ini bertujuan untuk mencari formula yang tepat dalam pembuatan
aspal cair tipe MC-800 dan RC-250 agar memenuhi persyaratan baik dari
segi spesifikasi maupun dari segi biaya.
Berdasarkan pengujian viskositas kinematik untuk pembuatan MC-800
persentase bahan pelarut yang memenuhi persyaratan yaitu 14 %
sampai 17 % terhadap campuran dan untuk pembuatan RC-250
persentase pelarut yang memenuhi persyaratan yaitu 19 % sampai 22 %
terhadap campuran. Hasil pengujian karakteristik MC-800 dengan
menggunakan 16 % bahan pelarut memenuhi persyaratan baik dari segi
spesifikasi maupun dari segi biaya begitu juga hasil pengujian RC-250
dengan menggunakan 20 % bahan pelarut. Dari pengujian viskositas
kinematik dapat diketahui juga semakin tinggi bahan pelarut yang
digunakan dalam campuran maka viskositas kinematik yang dihasilkan
akan semakin kecil, dan berdasarkan analisis biaya pembuatan lapis resap
perekat dan lapis perekat dapat diketahui semakin besar persentase
bahan pelarut yang digunakan dalam campuran maka harga satuan
pekerjaan untuk pembuatan lapis resap perekat dan lapis perekat akan
semakin kecil.




                                                                      15
 ANALISIS PENINGKATAN KAPASITAS LINTAS JALAN KERETA
   API JALUR PURWAKARTA-CIKAMPEK DENGAN RENCANA
           PROYEK PEMBANGUNAN JALAN GANDA

                            Sri Suharyanti
                          NPM: 1995410231

                   Pembimbing: Zul Kasturi, Ir., MT.

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2001
                              ABSTRAK
Jalan kereta api merupakan salah satu prasarana transportasi darat yang
cukup penting dalam sistem transportasi di Indonesia. Dengan
meningkatnya penggunaan sarana transportasi kereta api, perlu adanya
peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan kereta api yaitu dengan
cara membangun jalan ganda (double track).
 Jalur Purwakarta – Cikampek adalah bagian dari koridor Jakarta –
Bandung yang merupakan salah satu jalur operasi kereta api yang sangat
padat, sehingga peningkatan pelayanan kapasitas lintas pada jalur ini
amat dibutuhkan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pembangunan jalan ganda,
meningkatkan kapasitas lintas pada jalur Purwakarta-Cikampek sebesar
45% - 60%.




                                                                     16
     ANALISIS TINGKAT PELAYANAN PEJALAN KAKI JALAN
             MELAWAI RAYA JAKARTA SELATAN

                          IDHAM YUWANA
                          NPM: 1995410239

                 PEMBIMBING: ZUL KASTURI, Ir., M.T.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2001
                              ABSTRAK
Saat ini banyak fasilitas pejalan kaki seperti trotoar berubah fungsinya
menjadi tempat berjualan pedagang kaki-lima, keadaan tersebut pada
umumnya sering dijumpai pada daerah perkotaan, seperti pada Jalan
Melawai Raya di Jakarta-Selatan.
Pengamatan di lapangan dilakukan pada pagi jam 8:00 – 9:30, siang jam
12:00 – 13:30, dan sore jam 15:00 – 16:00, data yang dicatat adalah
volume pejalan kaki per lima belas menit, waktu tempuh pejalan kaki
melewati daerah pengamatan dicatat dengan mengambil sampel sepuluh
pejalan kaki tiap limabelas menit. Untuk melihat pengaruh adanya
pedagang kaki-lima dan jalur hijau, maka dalam analisis lebar efektif
trotoar dibagi menjadi empat lebar efektif trotoar yang berbeda
berdasarkan kebutuhan ruang pedagang kaki lima dan lebar jalur hijau.
Hasil yang didapat dari analisis adalah bahwa pada kondisi lebar efektif
ada pedagang kaki-lima dan ada jalur hijau (We=0,75 meter) tingkat
pelayanan pejalan kaki adalah F, sedangkan pada lebar efektif tanpa
pedagang kaki-lima dan tanpa jalur hijau (We=2,9 meter) trotoar memiliki
tingkat pelayanan pejalan kaki yang terbaik B dan yang terburuk adalah
D.




                                                                      17
  HUBUNGAN ANTARA KONTRAKTOR DAN OWNER DIDALAM
                DOKUMEN KONTRAK

                           ROBIN FEBRIAN
                          NPM: 1996410006

             PEMBIMBING: Ir. SONNY SITI SONDARI, MT.

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            JANUARI 2002
                              ABSTRAK
Manajemen konstruksi cukup berpengaruh kepada upaya investasi dan
supaya insvestasi pada proyek tersebut dapat lebih efektif dan efisien,
maka para investor memerlukan bantuan tenaga ahli pelaksanan proyek.
Hubungan kerja antara mereka dilakukan melalui perjanjian tertulis yang
lebih dikenal dengan kontrak.
Tujuan penulisan ini untuk membuat usulan draft dokumen kontrak yang
adil dan setara dan menganalisa hubungan antara owner dan kontraktor
dalam kontrak serta jaminan untuk melindungi hak dan kewajibannya.
Untuk mengkaji pelaksanaanya maka akan disurvei dokumen kontrak pada
perusahaan konstruksi di Bandung, wawancara dengan kontraktor, sebuah
bank, dan perusahaan asuransi serta juga akan dibahas mengenai
susunan dokumen kontrak, syarat-syarat umum kontrak, tinjauan
terhadap isi dokumen kontrak dan jaminan beserta resiko-resiko yang
dapat terjadi.
Dari hasil pengelompokan dan data maka tujuan penulisan akan tercapai.
Pembuatan dokumen kontrak sebaiknya berpedoman pada peraturan yang
ada, karena dengan begitu dokumen tersebut dapat lengkap dan jelas
isinya bagi semua pihak agar tidak saling merugikan, dan pada akhir
penulisan akan ditunjukkan pasal-pasal dalam kontrak yang jarang ada
bahkan tidak ada sebelum Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Jasa
konstruksi tahun 2000 dikeluarkan.




                                                                     18
STUDI TATA LAKSANA PENGGUNAAN ALTERNATIF MATERIAL
  SUBBASE COURSE PADA PERKERASAN LENTUR DENGAN
            KONDISI CURAH HUJAN TINGGI

                             FARRY AGUNG UTAMA
                               NPM: 1996410062

                  Pembimbing: Ir. Yohanes L.D. Adianto, MT

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                                    ABSTRAK
Jalan raya merupakan prasarana transportasi, yang berfungsi sebagai konstruksi
untuk menghubungkan, suatu daerah, baik daerah perkotaan ataupun luar kota.
Pada saat sekarang ini terdapat tiga jenis konstruksi perkerasan untuk jalan, yaitu,
perkerasan lentur (flexible), perkerasan kaku (rigid), dan perkerasan komposit
(composit). Pada umumnya konstruksi perkerasan jalan yang digunakan adalah
perkerasan lentur (flexible). Konstruksi perkerasan lentur terdiri dari lapisan-lapisan
yang diletakan diatas tanah dasar yang telah dipadatkan. Tiap lapisan memiliki
material yang berbeda sesuai dengan spesifikasi yang ada.
Faktor yang paling berpengaruh dalam terlaksananya suatu pekerjaan konstruksi
jalan adalah faktor cuaca, dimana pekerjaan konstruksi tersebut dilaksanakan.
Kondisi cuaca terburuk yang harus diantisipasi dalam pekerjaan konstruksi jalan
adalah hujan. Apabila suatu lokasi pekerjaan memiliki curah hujan yang tinggi, maka
diperlukan alternatif-alternatif pilihan untuk mendukung syarat dari terbentuknya
suatu konstruksi jalan yang baik. Salah satunya adalah alternatif penggunaan
material sebagai lapis perkerasan, namun alternatif ini harus ditunjang dengan
ketersedian material tersebut di lokasi, tempat proyek dilaksanakan.
Dalam skripsi ini akan ditinjau untuk lapis Subbase Course, yaitu menggunakan
alternatif material batu kapur (limestone). Alternatif pemilihan material ini ditinjau
dari kelebihannya yang tidak dimiliki oleh material lain pada umumnya dalam kondisi
curah hujan tinggi, yaitu sifat “self-cementing“. Pelaksanaan konstruksi pada proyek
ACCESS ROAD di Bukit Sentul-Bogor, material Subbase Course-nya menggunaka
batu kapur, keadaan ini dikarenakan kondisi cuaca di Bukit Sentul-Bogor, memiliki
kadar curah hujan yang tinggi dan ketersediaan material yang cukup, yang
didapatkan di Gunung Putri-Bogor. Dalam pelaksanaan konstruksinya memiliki
tahapan-tahapan yang berbeda dengan tahapan konstruksi pada umumnya. Pada
pelaksanaan proyek ini hal yang harus diperhatikan adalah teknik pemadatan dari
material batu kapur (limestone) tersebut. Dengan pemadatan yang baik maka
masalah yang akan dihadapi pada saat pelaksanaan konstruksi dan setelah
konstruksi selesai dapat diatasi dengan cukup baik, sehubungan dengan kondisi
cuaca di daerah tersebut.




                                                                                    19
 STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH JARAK STIFFENER PADA
KUAT LENTUR DAN DAKTILITAS LENDUTAN TERHADAP SUMBU
  KUAT BALOK BAJA TUNGGAL COLD FORMED TIPE LIPPED-
                      CHANNEL

                             WIDI ZARKIS
                           NPM: 1996410074

             Pembimbing: Cecilia Lauw Giok Swan, Ir., MT.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Balok sebagai elemen struktur lentur harus memenuhi syarat kekuatan,
kekakuan, dan kestabilan disamping juga harus ekonomis.
Pemilihan profil baja cold formed steel (CFS) yang ringan sebagai elemen
struktur cocok untuk diaplikasikan pada balok berbentang besar dengan
beban ringan disamping menguntungkan dari segi kemudahan
pemasangan dan ekonomis. Pengaruh pekerjaan dalam kondisi dingin
pada pembuatan CFS dapat mengakibatkan penurunan daktilitas. Bentuk
CFS yang tipis dan langsing cenderung memicu terjadinya tekuk ke luar
bidang lentur sambil memuntir, yang biasa dikenal dengan istilah tekuk
torsi lateral yang dapat mengakibatkan balok mengalami kegagalan.
Pemberian stiffener (pengkaku) penampang pada interval tertentu
sepanjang bentang dilakukan sebagai usaha untuk meminimalkan
kecenderungan tersebut.
Studi eksperimental yang dilakukan terhadap dua spesimen dengan jarak
antar stiffener yang berbeda yaitu dengan 4 dan 5 buah stiffener,
dimaksudkan untuk mengamati pengaruh jarak stiffener tersebut terhadap
kuat lentur dan daktilitas lendutan profil balok baja CFS. Pemberian beban
terpusat di tengah bentang dipilih supaya dihasilkan lendutan dan momen
lentur yang maksimum pada balok. Dari eksperimen didapatkan lendutan
yang diukur pada 3 lokasi titik ukur sepanjang bentang, yang kemudian
digunakan untuk analisis daktilitas dan kuat lentur. Hasil eksperimen dan
analisis menunjukan bahwa jarak antar stiffener yang lebih dekat
mengakibatkan peningkatan kuat lentur tetapi menurunkan daktilitas.




                                                                        20
STUDI EKSPLORATIF PEMANFAATAN GENTENG YANG DIDAUR
       ULANG SEBAGAI AGREGAT HALUS BETON

                  BUDI PRASATYA ANANDAKHRISNA
                         NPM: 1996410107

          PEMBIMBING: CECILIA LAUW GIOK SWAN, Ir., MSc.
         KO-PEMBIMBING: DINA RUBIANA WIDARDA, Ir. MT.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Banyaknya genteng yang rusak pada saat pelaksanaan proyek
menyebabkan genteng rusak tersebut hanya memiliki nilai kegunaan yang
rendah. Genteng-genteng tersebut hanya digunakan sebagai bahan
penimbun tanah padahal genteng-genteng tersebut masih memiliki sifat-
sifat material yang cukup baik. Maka pecahan genteng secara teoritis
dapat diproses sebagai bahan alternatif pengganti agregat halus untuk
beton. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kuat tekan kubus beton
dengan pecahan genteng sebagai pengganti agregat halus dan mencari
pengaruh water cement ratio (w/c) terhadap kuat tekan beton.
Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah kubus beton dengan
ukuran 150x150x150 mm3 dengan mutu beton tidak ditentukan. W/c
untuk beton yang digunakan adalah 0.4, 0.45, 0.5, dan 0.6. Pengujian
kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, 28, 60, dan 90 hari. Benda uji yang
dibuat berjumlah 60 buah dengan masing-masing 15 buah untuk tiap nilai
w/c dengan ukuran maksimum agregat 4.75 mm.
Hasil penelitian ini memperlihatkan pada umur 28 hari beton dengan w/c
= 0.4 mempunyai kuat tekan karakteristik tertinggi sebesar 36.82 MPa
dan dengan w/c = 0.6 mempunyai kuat tekan karakteristik terendah
sebesar 21.56 MPa. Secara umum kekuatan beton meningkat sesuai
dengan umur perawatan dan penurunan nilai w/c. Pada penelitian ini nilai
w/c minimum diambil 0.4 karena tidak digunakan superplasticizer.




                                                                       21
 MODEL OPTIMASI PENJADUALAN MULTI TIE TAMPER (MTT)
 PADA PEMELIHARAAN GEOMETRI REL PADA PT KERETA API
                     (PERSERO)

                         DEDEN HERIYUSMAN
                          NPM: 1996410117

            Pembimbing: ZULKIFLI B. SITOMPUL, Ir., MSIE

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Kereta api sebagai moda transportasi yang cukup populer dewasa ini
harus menyajikan suatu pelayanan perjalanan kereta api yang cepat,
aman, dan nyaman. Jalan rel sebagai prasarana dari perjalanan kereta api
memegang peranan penting dalam menjaga kenyamanan dan
keselamatan penumpang kereta api. Untuk tetap menjaga kenyamanan
dan keselamatan diperlukan pemeliharaan geometri rel secara teratur
dengan menggunakan alat berat Multi Tie Tamper (MTT). Keterbatasan
jumlah MTT yang dimiliki, padatnya jadual lalu-lintas perjalanan kereta
api, dan rendahnya prioritas kerja MTT mengakibatkan pengoperasian
MTT tidak sesuai dengan rencana, sehingga diperlukan suatu penyelesaian
penjadualan MTT yang optimal untuk menyelesaikan operasi dengan lebih
baik.
Banyaknya faktor yang mempengaruhi penjadualan MTT serta sulitnya
mengoperasikan MTT dalam kondisi lalu-lintas padat dan prioritas
perjalanan rendah, maka untuk menyelesaikannya diperlukan suatu model
yang dapat merepresentasikan sistem yang ada, sehingga pendekatan
matematis dari model tersebut dapat memudahkan mencari solusi dari
permasalahan yang ada.
Pada skripsi ini dikembangkan suatu model usulan untuk mencari solusi
optimal penjadualan operasi MTT, yang penyelesaian model matematisnya
menggunakan bahasa komputer Visual Basic 6.0 untuk memudahkan
pengguna program penjadualan MTT dalam menerapkan model.
Penerapan model dengan data masukan di suatu lintasan kerja MTT di PT
Kereta Api (Persero) Daerah operasi 2 Bandung, menggunakan program
komputer akan mendapatkan hasil keluaran penjadualan MTT optimal,
yang akan berpengaruh pada durasi waktu tempuh total yang diperlukan
untuk menyelesaikan pekerjaannya.




                                                                      22
  PEMROGRAMAN BIAYA OPERASI KENDARAAN ANGKUTAN
      KOTA DI BANDUNG DENGAN VISUAL BASIC 6.0

                       ALFONSIUS TANUWIRYA
                          NPM: 1996410120

            PEMBIMBING: ALOYSIUS TJAN, Ir., M.T., Ph.D.
              KO-PEMBIMBING: TRI BASUKI, S.T., M.T.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Perkiraan tarif angkutan kota diteliti berdasarkan biaya operasional
kendaraan kota dan pengaruh naiknya harga BBM. Oleh sebab itu
diperlukan ketelitian dalam perhitungan besarnya biaya operasional
kendaraan, sehingga diharap dapat memberi besar nilai biaya operasi
kendaraan yang sesuai dengan pelaksanaan.
Tujuan pembuatan program komputer dengan bahasa program Visual
Basic 6 adalah untuk memudahkan perhitungan biaya operasi kendaraan
dan agar dapat menghitung dengan lebih teliti.
Metode perhitungan yang digunakan didapat dari Dinas Perhubungan dan
Organda. Dari rumus yang didapat dibuat program yang membantu
menghitung biaya operasi kendaraan.
Dari hasil analisis diperoleh bahwa nilai biaya operasi kendaraan metode
Dinas Perhubungan lebih kecil daripada metode Organda, karena ada
komponen biaya yang tidak diperhitungkan dalam metode Dinas
Perhubungan. Manfaat lain dari hasil analisis dapat diperoleh pengaruh
komponen biaya yang mempengaruhi nilai biaya operasi kendaraan.




                                                                      23
 PERHITUNGAN BIAYA POKOK PELAYANAN ANGKUTAN KOTA
             CICADAS – ELANG BANDUNG

                      RONNY HERMAWAN GANI
                         NPM: 1996410126

            PEMBIMBING: ALOYSIUS TJAN, Ir., M.T., Ph.D.
              KO-PEMBIMBING: TRI BASUKI, S.T., M.T.

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Angkutan kota di Bandung berperan besar dalam menyelenggarakan
angkutan umum penumpang. Untuk mendorong terciptanya penggunaan
sarana angkutan kota secara optimum perlu ditetapkan tarif angkutan
kota yang sesuai. Salah satu cara untuk menetapkan tarif angkutan kota
adalah dengan menghitung biaya pokok pelayanan.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menentukan biaya pokok
pelayanan angkutan kota trayek Cicadas-Elang. Analisis biaya pokok
pelayanan dilakukan dengan menghitung biaya operasi kendaraan dan
total produksi pelayanan angkutan kota. Metode penelitian dalam skripsi
ini adalah dengan survei naik turun penumpang.
Data hasil wawancara pada pengemudi dan pemilik serta data jumlah naik
turun penumpang diolah untuk menghitung biaya operasi kendaraan dan
total produksi pelayanan menurut DisHub dan hasil survei. Hasil dari
pengolahan data itu akan digunakan untuk menghitung biaya pokok
pelayanan yang kemudian dilanjutkan dengan analisis biaya pokok
pelayanan menurut DisHub dan hasil survei.
Hasil perhitungan BPP dengan menggunakan BOK dari DisHub
memberikan hasil sebesar Rp. 40,70/penumpang-km. Hasil survei dengan
metode naik turun penumpang memberikan nilai LF (load factor), yaitu
faktor muatan yang besarnya adalah 0,558 untuk besaran yang berdasar
jarak tempuh dan 0,121 untuk besaran yang tidak berdasar jarak tempuh.
Faktor muatan tersebut digunakan untuk menghitung BPP. Berdasarkan
hasil survei terhadap biaya operasi kendaraan terdapat variasi nilai
komponen biaya operasi kendaraan yang mengakibatkan nilai BPP juga
menghasilkan nilai yang bervariasi pada berbagai variabel komponen
biaya.




                                                                     24
    PENGARUH ABU SERBUK KAYU SEBAGAI FILLER DALAM
               CAMPURAN BETON ASPAL

                      BENNY HARDIANTO LUCAS
                         NPM: 1996410133

             Pembimbing: Santoso Urip Gunawan, Ir., MT.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                               JUNI 2002
                               ABSTRAK
Abu kayu merupakan salah satu bahan limbah yang dihasilkan industri
pengolahan kayu yang banyak terdapat di Indonesia. Sehingga abu kayu
relatif murah dan mudah mendapatkannya. Di sisi lain, secara teknis abu
kayu memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai filler dalam
campuran beton aspal. Filler abu kayu tersebut memiliki karakteristik
fleksibilitas yang tinggi dan ketahanan terhadap air yang baik sehingga
memiliki keawetan yang tinggi pula bila digunakan pada jalan-jalan di
Indonesia yang umumnya cepat rusak bila tergenang air pada musim
hujan.
Namun hasil penelitian uji kuat tarik tidak langsung dari campuran beton
aspal dengan 100% abu kayu sebagai fillernya memberikan nilai lebih
rendah dari campuran pembanding yang sudah biasa dipakai yaitu
campuran yang berfiller abu batu, sehingga pada analisis statistik kedua
campuran memberikan hasil berbeda signifikan. Penelitian ini menganalisis
lebih lanjut mengenai karakter campuran beton aspal yang menggunakan
filler gabungan antara abu kayu dan abu batu, yang pada akhirnya
mendapatkan titik optimum komposisi filler dengan rasio 50% abu kayu
dan 50% abu batu. Dimana komposisi tersebut adalah batas maksimal
rasio jumlah abu kayu dalam filler yang menghasilkan campuran beton
aspal memenuhi persyaratan yang ditetapkan The Asphalt Institute.
Campuran tersebut juga memiliki angka kuat tarik tak langsung yang
signifikan dengan campuran berfiller abu batu biasa. Selain itu Angka
retained stability-nya lebih tinggi dari campuran abu batu biasa yang
berarti memiliki keawetan (durability) lebih baik .




                                                                       25
STUDI EKSPERIMENTAL EFEK STIFFENER PADA KUAT LENTUR
 DAN DAKTILITAS LENDUTAN BALOK BAJA TUNGGAL COLD-
 FORMED TIPE LIPPED CHANNEL TERHADAP SUMBU LEMAH
                     PENAMPANG

                               Hendrikus Ardianto
                               NPM: 1996410158

               Pembimbing: Cecilia Lauw Giok Swan, Ir., MSc.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                                    ABSTRAK
Penggunaan baja dalam dunia konstruksi semakin meluas. Baja Cold-Formed
(CFS) telah menjadi alternatif yang menarik karena memiliki beberapa kelebihan
dibandingkan dengan baja canai panas (hot rolled steel). Selain ringan dan lebih
mudah dipasang, CFS juga dapat diproduksi sesuai bentuk dan dimensi yang
diinginkan. Dalam penelitian ini diuji salah satu bentuk dari profil CFS yaitu lipped
channel. Profil ini memiliki bentuk monosimetri, dimana pada posisi terhadap
sumbu kuatnya, pusat geser dan garis kerja beban tidak berimpit.
Baja cold-formed memiliki perbandingan tebal terhadap lebar profil yang sangat
kecil. Hal ini mengakibatkan kemungkinan terjadinya tekuk lokal pada elemen
penampang yang tak berpengaku. Masalah ini dicoba dikurangi dengan
memasang pengaku melintang (stiffener) pada penampang profil.
Dalam penelitian ini diselidiki pengaruh beban yang bekerja terhadap profil yang
diletakkan dalam sumbu lemah penampang. Eksperimen dilaksanakan dengan 2
buah benda uji yang diuji terhadap sumbu lemah penampang, satu balok dengan
posisi web berada dibagian bawah dan yang lain dengan posisi flens dibagian
bawah. Pada masing-masing benda uji terpasang tiga buah stiffener, satu
ditengah bentang dan dua pada tumpuan.
Dari eksperimen dapat disimpulkan bahwa pada kedua benda uji tidak dialami
tekuk torsi lateral, benda uji 1 mengalami tekuk lokal pada lip akibat tekan dan
benda uji 2 mengalami robek pada lip akibat tegangan tarik. Selain itu,
dibandingkan dengan experimen lain dimana profil berukuran sama tanpa
stiffener dibebani terhadap sumbu lemah, eksperimen ini membuktikan bahwa
penggunaan stiffener dapat meningkatkan kemampuan profil untuk memikul
beban serta meningkatkan daktilitasnya.




                                                                                  26
PRA DESAIN TRASE DAN GEOMETRIK JALAN TOL PASIR KOJA–
                      SOREANG

                             Julius Bernardus
                            NPM: 1996410169

                    Pembimbing: Zul Kasturi, Ir., MT.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                                ABSTRAK
Adanya rencana Pemkab Bandung membangun Jalan Tol Pasir Koja-
Soreang dijadikan latar belakang dari penulisan skripsi ini. Pemkab
Bandung sendiri baru membuat tarikan awal dari rencana ini dan belum
mengadakan studi lapangan dan studi kelayakan. Tujuan skripsi ini adalah
menganalisis trase tarikan awal Pemkab Bandung dan merencanakan
geometrik dari jalan tol.
Berdasarkan survey lapangan, trase tarikan awal Pemkab Bandung
melewati daerah pemukiman, pertanian, dan memotong dua sungai yang
lebar yaitu Citarum dan Ciwidey. Perubahan yang dilakukan dari trase ini
adalah pada tikungan ganda di sekitar Desa Mekarrahayu yang tidak
memenuhi kriteria desain jalan tol. Tikungan ini juga melewati daerah
pemukiman yang padat yaitu Desa Mekarrhayu. Lalu pada titik utama
trase di Soreang yang terletak pada wilayah Kantor Pemkab. Perubahan
dilakukan untuk menghindari konsentrasi kendaraan pada wilayah kantor.
Titik ini dipindahkan ke sebuah jalan lokal di samping Kantor Pemkab yaitu
Jalan Cipatik. Panjang trase yang direncanakan adalah sebesar 9,657km.
Jalan direncanakan berkarakteristik 4 lajur 2 arah dengan lebar masing-
masing lajur 3,6m. Lebar bahu dalam adalah sebesar 2m, ,dan bahu luar
sebesar 3m. Median yang digunakan adalah median yang direndahkan
dengan lebar median 30m. Jari-jari masing-masing tikungan sebesar
1000m, 500m, 1500m, dan 1000m dengan masing-masing lengkung
berjenis spiral-circle-spiral. Kelandaian terbesar trase adalah sebesar 2,9%
dengan panjang 630m. Data ini menunjukkan bahwa trase datar. Pada
pertemuan dengan Sungai Citarum digunakan jembatan dengan bentang
40m dan pada pertemuan dengan Sungai Ciwidey digunakan jembatan
dengan bentang 20m. Sedangkan pada pertemuan dengan jalan lokal
digunakan jembatan atau box culvert. Volume tanah timbunan yang
dibutuhkan diperkirakan sebanyak 378.446.718m3.




                                                                         27
   STUDI EKSPERIMENTAL KUAT LENTUR DAN DAKTILITAS
    LENDUTAN TERHADAP SUMBU KUAT DARI BALOK BAJA
        TUNGGAL COLD-FORMED TIPE LIP CHANNEL

                        Baoa Nixon Hataran Sinaga
                           NPM: 1996410171

             Pembimbing: Cecilia Lauw Giok Swan, Ir., MSc.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                                ABSTRAK
Profil balok baja cold-formed tipis dan ringan. Profil baja tipe ini memiliki
rasio lebar terhadap tebal yang besar yang dapat berimplikasi langsung
pada kekuatan dan stabilitas, jika profil ini digunakan sebagai elemen
struktur balok, sehingga untuk mempelajari efek ini secara mendalam
diperlukan penelitian dengan eksperimen di laboratorium.
Eksperimen dilakukan dengan 2 (dua) spesimen uji yang masing-masing
panjangnya 150 cm dengan tumpuan berjarak 120 cm. Spesimen ke-1
tanpa stiffener, sedangkan spesimen ke-2 diberi stiffener. Eksperimen
bertujuan mempelajari kuat lentur dan daktilitas lendutan dari balok cold-
formed steel, dan juga untuk mempelajari efek khusus akibat pemberian
stiffener yang dipasang di tengah bentang pada spesimen ke-2.
Hasil eksperimen adalah data uji berupa lendutan pada 3 (tiga) titik ukur
sepanjang bentang. Kemudian data uji ini dianalisis untuk menghitung
kuat lentur serta tingkat daktilitas. Hasil analisis kemudian dikembangkan
untuk mempelajari seberapa besar perubahan kekakuan yang dialami
spesimen selama pengujian. Hasil akhir adalah kesimpulan bahwa dengan
menggunakan stiffener di tengah bentang (di bawah beban) kuat lentur
leleh balok cold-formed steel dapat ditingkatkan        5%, sedangkan kuat
lentur ultimit dapat meningkat      6%.




                                                                          28
   MODEL SIMULASI PENENTUAN KOMPOSISI ALAT BERAT
       UNTUK PEKERJAAN PEMINDAHAN MATERIAL

                           Irwan Iskandar
                          NPM: 1996410174

            Pembimbing: Ir.Zulkifli Bachtiar Sitompul, MSIE.

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Pekerjaan pemindahan material merupakan suatu tahap awal dari suatu
proyek. Pada sekarang ini, pekerjaan pemindahan material menuntut
suatu cara yang tepat waktu dengan biaya seekonomis mungkin.
Penggunaan alat-alat berat dalam pekerjaan pemindahan material sudah
merupakan hal yang lumrah guna mencapai hal tersebut.
Masalah utama yang timbul dalam pekerjaan pemindahan material dengan
menggunakan alat-alat berat adalah bagaimana caranya menentukan
kombinasi serta jumlah alat berat yang akan dioperasikan dengan tepat
pada suatu sistem pekerjaan.
Pada skripsi ini, dikembangkan suatu model simulasi-optimasi, proses
pengoperasian antara backhoe dengan dumptruck, dengan tujuan agar
dapat ditentukan jumlah kombinasi alat yang optimal yang harus dimiliki
sistem ditinjau dari segi efisiensi alat, waktu pelaksanaan dan biaya.
Data yang digunakan dalam melakukan percobaan model simulasi-
optimasi ini, seluruhnya merupakan data hipotetis, dengan harapan,
keluaran yang dihasilkan tidak akan jauh berbeda jika menggunakan data
sebenarnya.
Dari hasil percobaan model dengan data yang ada, jika hanya akan
digunakan 1 backhoe, kombinasi ekonomis tercapai bila dikomposisikan
dengan 8 dumptruck, 2 backhoe dengan 16 dumptruck dan 3 bachoe
dengan 20 dumptruck. Sedangkan dari segi waktu penyelesaian
pekerjaan, jika hanya akan digunakan 1 backhoe, maka penyelesaian
pekerjaan tercepat tercapai bila dikomposisikan dengan 8 dumptruck, 2
backhoe dengan 16 dumptruck dan 3 backhoe dengan 20 dumptruck.




                                                                     29
   REGIONAL DROUGHT ANALYSIS IN KEDIRI AREA USING
             MONTE CARLO SIMULATION

                         Leony Aurora Silalahi
               Student Registration Number: 1996410181

            Advisor: R. Wahyudi Triweko, Ir., M. Eng., Ph.D.
                Co-advisor: Wanny Adidarma, Ir., M. Sc.

                      A Double Degree Program
                   Parahyangan Catholic University
                        Faculty of Engineering
                    Department of civil engineering
                         Bandung-indonesia
                                 And
              Hanzehogeschool-Hogeschool van Groningen
                        Faculty of Technology
                      Groningen-the Netherlands
                            January 2002
                               ABSTRACT
Drought is a phenomenon not widely studied yet in Indonesia. Monthly
precipitation data available, which are of short period, are simulated using
Monte Carlo simulation, which is a tool to generate synthetic data while
still taking into account the randomness of nature in its model. To
demonstrate this simulation, data from Kediri area were used as a case
study.
Because of the limitation of data, a model with random numbers and
spatial correlation as parameters were used in producing synthetic
monthly precipitation data of 1000 years. Drought analysis was also
performed with the average monthly precipitation as its truncation level.
Further several alternatives of drought management are discussed.
The results show that the model is suitable on the scale of its statistical
properties comparability. However, when applied to drought analysis, the
magnitudes of extreme events from generated data were lower than the
ones from historical data. The duration gave a closer resemblance than
the sum of deficit. It is concluded that the model is not suitable for
drought analysis, especially for deficit analysis, in this particular area.




                                                                         30
      EVALUATION OF THE DAMSTEERDIEP BRIDGE
   CONSTRUCTION ON HIGHWAY N33 USING BINA MARGA
                    STANDARD

                            Imelda ladianto
               Student Registration Number: 1996410204

                    Advisor: Wimpy Santosa, Ph.D.
                   Co advisor: Lanneke Tristanto, ST.

                     A Double Degree Program
                   Parahyangan Catholic University
                       Faculty of Engineering
                   Department of civil engineering
                         Bandung-indonesia
                                 And
              Hanzehogeschool-hogeschool van groningen
                        Faculty of technology
                     Groningen-the netherlands
                          JANUARY 2002
                              ABSTRACT
For economic and social activities to develop, a good access is needed.
The common access is through land. In The Netherlands where the
condition of land is run by water, a good combination of roads and other
civil constructions is needed. Thus the civil construction design will be
depended on the road design.
The study will be conducted on the evaluation on the construction of the
Damsterdiep bridge in Appingedam Municipality. The bridge uses
pretensioned precast box girders as the superstructure. The strength will
be evaluated using Bina Marga Standard.
In the loading standard certain rules about the traffic loads are set
depending on the span. Once the loading method has been applied, the
original design dimension with concrete quality of K450 is analyzed using
the standard calculation design of pretensioned precast voided slab. Then
the design was adjusted to Indonesian standard, here the concrete quality
was set to K350.
The analysis showed that the dimension needed to be adjusted if
concrete quality of K350 is used. With the same design and concrete
quality, the dimension has to be raised and the number of strands has to
be increased when Bina Marga Standard is applied.




                                                                       31
ANALISIS ANGKA EKIVALEN PADA PERKERASAN KAKU DENGAN
             METODE MEKANISTIK EMPIRIS

                            MEITA DWIVERNIA
                            NPM: 1997410009

              PEMBIMBING: ALOYSIUS TJAN, Ir.,MT.,Ph.D.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             JANUARI 2002
                                ABSTRAK
Kerusakan (retak) akibat pengulangan beban adalah satu kriteria
kerusakan perkerasan kaku. Jumlah pengulangan beban yang
menyebabkan retak tersebut dapat diprediksi dari tegangan tarik yang
terjadi pada pelat perkerasan (metode mekanistik empiris). Perbandingan
antara jumlah pengulangan beban sumbu standar dengan pengulangan
beban sumbu tidak standar yang mengakibatkan kerusakan menghasilkan
angka ekivalen.
Perhitungan tegangan tarik pada pelat dilakukan dengan menggunakan
program KENSLABS untuk berbagai kombinasi tebal pelat beton, panjang
pelat, nilai modulus reaksi tanah dasar, letak beban, jenis dan besarnya
beban sumbu. Tegangan maksimum dari kombinasi letak beban yang
digunakan untuk analisis. Dari analisis tegangan tarik diperoleh tegangan
tarik semakin kecil jika panjang pelat, tebal pelat, dan nilai modulus reaksi
tanah dasar semakin besar.
Analisis angka ekivalen menghasilkan angka ekivalen yang berbeda-beda
untuk suatu beban sumbu tertentu yang tergantung pada tebal pelat dan
nilai modulus reaksi tanah dasar. Hal ini berbeda dengan angka ekivalen
AASHTO (1993) yang hanya tergantung pada tebal. Berdasarkan rumus
Darter (1977), angka ekivalen akibat beban sumbu tunggal (lebih kecil
dari 18 kips) akan membesar jika nilai modulus reaksi tanah dasarnya
membesar. Untuk beban sumbu tunggal yang besarnya lebih dari 18 kips,
angka ekivalen akan bertambah jika nilai modulus reaksi tanah dasarnya
berkurang. Analisis yang dilakukan pada sumbu ganda menunjukkan
bahwa angka ekivalen akan membesar jika nilai modulus reaksi tanah
dasarnya membesar. Sedangkan dengan rumus Darter, et al. (2002)
diperoleh hasil yang bertolak belakang.




                                                                          32
STUDI PENGOLAHAN LIMBAH KAMPUS DITINJAU DARI SEGI
                  TATA LAKSANA

                                Yuvi
                          NPM: 1997410015

              Pembimbing: A. Caroline Sutandi Ir., MSIE.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                             ABSTRAK
Kampus sebagai salah satu sarana pendidikan menghasilkan limbah baik
limbah padat maupun cair. Limbah padat dan limbah cair tersebut harus
diolah dengan baik sehingga civitas akademika kampus akan merasa
nyaman berada di daerah kampus dan meningkatkan keindahan dan
kebersihan lingkungan sekitar kampus. Sebaliknya bila limbah kampus
tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan masalah. Masalah yang
dapat ditimbulkan antara lain adalah menimbulkan bau dan polusi udara
lainnya serta mengganggu estetika lingkungan.
Skripsi ini bertujuan untuk merekomendasikan      tata laksana yang
diperlukan dalam sistem pengolahan limbah kampus yang baik dan aman
berdasarkan kondisi dan lokasi kampus tersebut.
Berdasarkan pengamatan dapat diketahui bahwa di Universitas katolik
Parahyangan proses pengolahan limbahnya masih sederhana, yaitu untuk
limbah padat pengolahannya dibuang ke tempat penampungan sementara
sedangkan untuk limbah cair pengolahannya dengan menggunakan tangki
septik.




                                                                    33
  STUDI KORELASI HARGA Cs BIKONUS DENGAN qc SONDIR
  DARI TANAH MAJALAYA YANG DISTABILISASI SEMEN DAN
  DIKOMPAKSI DENGAN METODE SOELARNO PADA KONDISI
                   WOPT JENUH AIR

                        ARMEIN ALEXANDER SOPAKUWA
                              NPM: 1997410037

             Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Djoko Soelarnosidji, MCE

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             JANUARI 2002
                                      ABSTRAK
Penelitian ini meneruskan penelitian Soelarno-Robbin yang kondisi tanahnya tidak jenuh
air. Dengan perkataan lain, penelitian ini pada kondisi jenuh air. Tanah yang dipakai
adalah tanah Majalaya dengan Indeks Plastisitas 24.15 %, 40.89 % dan 64.86 %.
Dicampur semen dengan kadar 2.5 %, 5.0 % dan 7.5 %. Tanah dikompaksi dengan
metoda Soelarno menggunakan mold modified dan hammer Soelarno-Robbin. Sebelum
contoh tanah mengalami penjenuhan, dilakukan selang waktu perawatan selama 0 hari
dan 7 hari. Setelah proses penjenuhan, dilakukan uji sondir dan uji Unconfined
Compression Test sehingga dapat diperoleh hasil penelitian dengan waktu perawatan 0
hari seperti dijelaskan sebagai berikut:
Cu = C1 . qc dimana nilai C1 sesuai harga Indeks Plastisitas 24.15%, 40.89% dan
64.86% adalah sebagai berikut : 0.09 , 0.055 dan 0.031
Cs = C2 . qc dimana nilai C2 sesuai dengan harga Indeks Plastisitas 24.15%, 40.89%
dan 64.86% adalah sebagai berikut : 0.11 , 0.045 , 0.04
Young Modulus E = C3 . qc dimana C3 sesuai harga Indeks Plastisitas 24.15% , 40.89%
dan 64.86% adalah sebagai berikut : 9 , 5.3 dan 1.5
Energi E = C4 . qc dimana C4 sesuai dengan harga Indeks Plastisitas 24.15% , 40.89%
dan 64.86% adalah sebagai berikut : 0.65 , 0.7 dan 2.6
Untuk waktu perawatan 7 hari diperoleh hasil sebagai berikut:
Cu = C5 . qc dimana nilai C5 sesuai harga Indeks Plastisitas 24.15%, 40.89% dan
64.86% adalah sebagai berikut : 0.099 , 0.06 dan 0.036
Cs = C6 . qc dimana nilai C6 sesuai dengan harga Indeks Plastisitas 24.15%, 40.89%
dan 64.86% adalah sebagai berikut : 0.066 , 0.042 dan 0.02
Young Modulus E = C7 . qc dimana C7 sesuai harga Indeks Plastisitas 24.15% , 40.89%
dan 64.86% adalah sebagai berikut : 5.5 , 3.8 dan 2
Energi E = C8 . qc dimana C8 sesuai harga Indeks Plastisitas 24.15% , 40.89% dan
64.86% adalah sebagai berikut : 2.65 , 3.65 dan 3.7
Pada hasil penelitian diatas, pengaruh campuran semen terlihat sangat kecil terhadap
nilai cohesi.




                                                                                   34
  STUDI BIAYA KECELAKAAN LALU LINTAS PADA JALAN TOL
           PADALARANG-CILEUNYI TAHUN 2001

                           SATRIO ADITOMO
                           NPM: 1997410073


         Pembimbing: Wimpy Santosa, ST., M.Eng., MSCE, Ph.D

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Jalan tol sebagai jalan bebas hambatan memberikan perbedaan yang
nyata dibandingkan dengan jalan biasa. Dengan bebas hambatan bukan
berarti masalah kecelakaan teratasi karena di jalan tol kecelakaan lalu
lintas sering terjadi. Selain mengakibatkan penderitaan, tingkat
kecelakaan yang tinggi mengakibatkan pula kerugian yang cukup besar.
Untuk menghitung kerugian-kerugian yang diakibatkan oleh kecelakaan
lalu lintas, perlu dilakukan analisis biaya kecelakaan. Analisis tersebut
bertujuan untuk merencanakan pengaturan sumber negara secara efektif
dan untuk menunjukkan bahwa bidang keselamatan jalan memerlukan
sejumlah dana.
Metode pembiayaan internasional telah diterapkan di Indonesia dan pada
skripsi ini dibahas perhitungan biaya kecelakaan dengan metode
pendekatan penghasilan bruto (The Human Capital Approach) dan metode
pendekatan penghasilan neto (The Net Output Approach).
Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa metode pendekatan
penghasilan bruto menghasilkan biaya kecelakaan lalu lintas pada jalan tol
Padalarang-Cileunyi tahun 2001 sebesar Rp. 1.567.228.080,-, sedangkan
metode pendekatan penghasilan neto menghasilkan biaya kecelakaan lalu
lintas sebesar Rp. 967.966.160,-. Perbedaan biaya kecelakaan lalu lintas
ini disebabkan digunakannya komponen biaya kehilangan penghasilan
pada metode pendekatan penghasilan bruto, yang pada metode
pendekatan penghasilan neto tidak digunakan.




                                                                        35
  STUDI ANALISIS VOLUME SISA-SISA BAHAN KONSTRUKSI
                       BANTU

                              Nulie Komerita
                             NPM: 1997410074

                Pembimbing: Danu Tirta Gunawan, Ir., MT.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                                 ABSTRAK
Pembangunan gedung dengan menggunakan bahan bangunan beton
semakin banyak digunakan. Dalam pelaksanaannya, untuk menghasilkan
beton seperti yang diharapkan diperlukan konstruksi bantu yang bersifat
sementara. Konstruksi bantu ini berfungsi untuk memberikan bentuk pada
beton dan untuk memikul beton hingga beton mengeras dan cukup kuat
untuk memikul beban sendiri.
Konstruksi bantu yang digunakan dapat terbuat dari bahan kayu,
alumunium, baja, dan bahan-bahan buatan lainnya. Sebagian besar
kontraktor memilih kayu sebagai material konstruksi bantu. Penggunaan
material kayu ini menghasilkan sisa-sisa (sampah) yang tak berguna. Pada
pelaksanaan proyek sisa-sisa kontruksi bantu ini tidak diolah lagi. Jadi, jika
suatu proyek konstruksi beton selesai maka sampah kayu yang tersisa
cukup besar.
Dari studi analisis yang dilakukan pada skripsi ini didapat bahwa volume
kayu yang dibutuhkan untuk konstruksi bantu sekitar 0,12 m3/m 2 – 0,22
m 3/m 2 dan sampah yang dihasilkan dapat mencapai 73% dari total
penggunaan kayu. Biaya yang dikeluarkan untuk konstruksi bantu dari
kayu pada gedung tingkat empat dengan tipe pelat Sistem Pelat dan Balok
dan luas perlantai 500 m2 adalah sebesar Rp 188.270.197,00. Jika dilihat
dari besarnya volume kayu yang dibutuhkan dan sampah yang dihasilkan,
maka sudah saatnya bagi kontraktor untuk menggunakan konstruksi
bantu yang dapat dipakai secara berulang dan tidak menghasilkan sampah
kayu misalnya alumunium, baja, dll.




                                                                           36
      KAJIAN PENGELOLAAN PENDANAAN PROYEK DALAM
             PELAKSANAAN BANGUNAN GEDUNG

                             JACK JUNAIDY
                            NPM: 1997410083

               Pembimbing: Danu Tirta Gunawan, Ir., MT.

                 UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                                ABSTRAK
Pada pelaksanaan proyek konstruksi perencanaan arus uang merupakan hal yang
sangat penting yang harus diperhatikan. Seringkali kontraktor menganggap
perencanaan arus uang itu bukan hal penting yang harus diperhatikan. Oleh
karena itu sering ditemukan proyek yang terhenti karena kurangnya dana dan
sering kali juga ditemukan kontraktor mengalami kerugian.
Perencanaan arus uang ini dilakukan pada awal sebelum proyek dimulai. Dengan
perencanaan arus uang ini kontraktor dapat meramalkan arus uangnya selama
pelaksanaan proyek. Dengan demikian kontraktor dapat mengetahui kapan kas
kontraktor mengalami defisit, kapan kontraktor melakukan pinjaman dan berapa
besar pinjamannya.
Pada skripsi ini akan memberikan beberapa gambaran akan perencanaan arus
uang. Pada skripsi ini akan ditampilkan contoh perencanaan arus uang dengan
kontrak yang dipakai adalah kontrak lump sum, sistem pembayaran berdasarkan
periode waktu tertentu dengan uang muka dan tanpa uang muka. Disamping itu
dikombinasikan dengan adanya disbursement atau dibayar tunai.
Pada studi kasus dibahas perencanaan arus uang pada proyek pembangunan
kantor PT.ASABA- PT. SAMAFITRO. Kontrak yang dipakai adalah kontrak lump
sum dengan sistem pembayarannya adalah berdasarkan prestasi kerja dan ada
uang muka. Disamping itu pada perencanaan arus uang juga dikombinasikan
dengan adanya disbursement dan tanpa disbursement.
Salah satu kesimpulan yang diperoleh dari penulisan skripsi ini adalah dengan
perencanaan arus uang kontraktor dapat mengetahui berapa besar modal pribadi
yang diperlukan, kapan kontraktor harus menyediakan dana pinjaman apabila
modal pribadi tidak cukup dan berapa besarnya sehingga sehingga dapat
dipersiapkan terlebih dahulu. Dengan demikian kemungkinan proyek terhenti
akibat kekurangan dana atau kontraktor mengalami kerugian dapat dihindari.




                                                                          37
 EVALUASI DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG TEKAN
          HIDRAULIK (JACKED PILING SYSTEM)

                            BERNARD SUMARLIN
                             NPM: 1997410097

        PEMBIMBING: Prof. DR. PAULUS P RAHARDJO, Ir., MSCE

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                                 ABSTRAK
Nilai daya dukung dari suatu pondasi merupakan faktor penting yang harus
diperhatikan. Gambaran daya dukung yang bisa dihasilkan suatu tiang pondasi
pada suatu lokasi proyek dapat dilihat dari hasil penyelidikan lapangan dan
gambar profil tanah maupun parameter tanah hasil data laboraturium. Dari suatu
pemancangan tiang dengan cara hidraulik (penekanan bebas getaran) juga akan
memberikan nilai interpretasi daya dukung secara langsung per meter
kedalamannya.
Dalam Skripsi ini kasus yang diambil adalah pada proyek gedung Kanwil
Departemen Kehutanan, jalan Salemba Raya no.9, jakarta pusat tahun 1999.
Hasil dari data pemancangan dilapangan ternyata memberikan gambaran daya
dukung yang dihasilkan tiap meter kedalamannya. Dari penyelidikan lapangan
juga memberikan gambaran daya dukung yang dapat dihasilkan per tiang
tunggalnya, yang juga ternyata tidak jauh berbeda apabila dibandingkan dengan
data pemancangan di lapangan. Interpretasi daya dukung dari data sondir untuk
tiang dengan kedalaman 14 m adalah sebesar 74.28, 78.63, 69.4, dan 61,47 ton,
yang mana nilai tersebut untuk sampel pada titik S1, S2, S3 dan S4. Interpretasi
dari data NS P T sebesar 115.95 ton, nilai ini memberikan besaran penyimpangan
200% dari data yang ada, tetapi bila dengan metode α menggunakan nilai Cu
nilai daya dukung yang di dapat sebesar 52.69 ton dimana penyimpangan
dengan data pemancangan hanya sebesar 6%. Sedangkan interpretasi dari data
loading test memberikan hasil yang relatif mendekati dari data pemancangan (50
ton untuk tiang tunggal) yaitu sebesar 53 ton.
Pemisahan Daya dukung menjadi daya dukung ujung dan selimut dari data
lapangan, pemancangan dan uji pembebanan membuktikan bahwa subsidi paling
besar untuk menghasilkan daya dukung pondasi berasal dari daya dukung
selimutnya, maka pondasi berperilaku sebagai friction pile.
Dari hasil interpretasi beberapa data penyelidikan di lapangan dan melihat
hasil yang diberikan relatif mendekati maka dinilai data penyelidikan yang
didapat di lapangan cukup baik dan daya dukung yang dihasilkan oleh
mesin pancang hidraulik sebesar 50 ton dapat dianggap sesuai.




                                                                             38
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH BLAST-FURNACE SLAG
TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN fc' = 30 MPa PADA
                BENDA UJI SILINDER

                     Yordan Satria Utama Suseno
                         NPM: 1997410098

              Pembimbing: Ny. Winarni Hadipratomo, Ir.

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mencari korelasi antara kuat tekan beton
pada beton mutu fc' = 30 MPa dengan umur perawatan basah serta kadar
Blast-Furnace Slag (BFS) terhadap hubungan tersebut. BFS digunakan
sebagai bahan pengganti sebagian semen. Kadar BFS yang digunakan
adalah 0 %, 30 %, dan 40 % terhadap berat semen yang digunakan.
Perencanaan campuran beton digunakan metode SK SNI T-15-1990-03
dengan penggunaan faktor air semen sebesar 0,45.
Kuat tekan yang didapat pada umur perawatan 28 hari tanpa penggantian
semen dengan BFS yaitu 31 MPa, sedangkan kuat tekan beton dengan
penggantian semen oleh BFS dengan kadar 30 % akan didapat 41 MPa
dan dengan penggantian semen oleh BFS dengan kadar 40 % akan
didapat kekuatan tekan beton sebesar 44,5 MPa. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kuat tekan karakteristik akan meningkat dengan
bertambahnya kadar BFS, yaitu pada kadar BFS 30% mengalami
peningkatan sebesar 35,82 %, sedangkan pada kadar BFS 40% akan
meningkat sebesar 40% terhadap kuat tekan karakteristik pada kadar BFS
0%.
Nilai slump akan mengalami peningkatan dengan bertambahnya kadar
Blast-Furnace Slag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian
semen dengan BFS tidak begitu berpengaruh terhadap kekuatan beton
pada beton umur muda, tetapi akan lebih efektif pada beton dengan umur
perawatan lebih dari 5 hari.




                                                                     39
 ANALISIS EFEK LIKUIFAKSI PADA PONDASI TIANG PANCANG
  AKIBAT BEBAN LATERAL STUDI KASUS JEMBATAN BATANG
                      HARI II JAMBI

                      MUHAMMAD ZULKIFLI HARAHAP
                           NPM: 1997410118
  PEMBIMBING: PROF. PAULUS PRAMONO RAHARDJO,Ir.,MSCE.,Ph.D

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                                  ABSTRAK
Pondasi tiang pancang banyak digunakan pada struktur yang sering mengalami
pembebanan dinamik terutama yang disebabkan oleh gempa. Tiang pancang
yang terletak di atas tanah pasir yang berpotensi mengalami likufaksi a     kibat
gempa akan menyebabkan tanah pasir mengalami penurunan kekakuannya
sebesar â, atau yang disebut degradation factor (Ishihara, 1998) yang
bergantung dari besarnya relative displacement antara tanah dengan tiang dan
tingginya lapisan likuifaksi. Lapisan tanah yang mengalami likufaksi diasumsikan
kekakuannya akan berkurang sebesar â sedangkan lapisan tanah yang tidak
mengalami likuifaksi kekakuannya tetap.
Daya dukung Aksial ultimit pada tanah pasir akibat gempa lebih kecil karena
gaya gesek (friction) antara tiang dengan lapisan tanah yang mengalami
likuifaksi menjadi nol. Ada beberapa pendekatan perhitungan defleksi tiang
akibat beban lateral diantaranya dengan pendekatan modulus reaksi subgrade
yang diperkenalkan oleh Reese & Matlock,1962 dengan asumsi Winkler yaitu
sebuah balok pada pondasi elastis
Dari studi kasus Jembatan Batang Hari II, Jambi dapat diketahui dengan metode
empiris MLR prediksi amplitudo deformasi lateral/pergerakan tanah dengan
periode ulang 100 tahun (desain jembatan) pada lokasi lokasi sondir 3 adalah
1.93 cm, sondir 5 adalah 1.07 cm, bor 1 adalah 1.57 cm. Defleksi dan momen
maksimum tiang akibat beban statik/beban kendaraan yaitu lokasi sondir 3
sebesar 0.088 cm dan 0.908 ton.m, sondir 5 sebesar 0.080 cm dan 2.308 ton.m,
lokasi bor 1 sebesar 0.108 cm dan 2.552 ton.m, akibat gempa dan menimbulkan
likuifaksi pada lokasi sondir 3 sebesar 0.893 cm dan 18.90 ton.m, sondir 5
sebesar 1.853 cm dan 18.03 ton.m, lokasi bor 1 sebesar 0.778 cm dan 18.13
ton.m,
                                                   an
Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa defleksi d momen tiang maksimum
akibat beban statik kendaraan maupun akibat gempa lebih kecil dibanding yang
terjadi akibat likuifaksi, hal ini disebabkan oleh adanya faktor degradasi (â)
sehingga menurunkan kekakuan tanah (â x çh) dan beban kerja horizontal yang
bekerja pada tiang, dimana untuk kasus jembatan beban horizontal
memegang peranan penting terhadap prilaku tiang pancang.



                                                                              40
KAJIAN DAYA DUKUNG TANAH MENGGUNAKAN PENDEKATAN
 NILAI TEGANGAN ‘PRA KONSOLIDASI’ PADA TANAH MERAH
                  YANG DIKOMPAKSI

                                  SURYANA
                               NPM: 1997410123

        PEMBIMBING: Prof. DR. PAULUS P. RAHARDJO, Ir., MSCE

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             JANUARI 2002
                                   ABSTRAK
                             an
Hasil uji konsolidasi, CBR, d pola keruntuhan daya dukung memberikan suatu
analogi. Dari uji konsolidasi didapatkan nilai tegangan ‘pra-konsolidasi’ (pc) dari
kurva e vs log p. Pada uji CBR didapat lengkung kurva dari pembebanan vs
penurunan, kurva melengkung ini menggambarkan bahwa tanah ini mengalami
yielding. Pada uji CBR terdapat kurva yang menggambarkan boundary effect
(efek batas), dikarenakan pada pelaksanaan pengujian, tanah tersebut masih
terdapat dalam mold yang berarti adanya kendala dari dinding mold. Lain halnya
pada kenyataan di lapangan, tanah tersebut akan terus mengalami penurunan
apabila sudah mencapai beban terbesar yang dapat dipikul oleh tanah tersebut.
Pada pelaksanaan uji konsolidasi, sampel tanah hasil kompaksi dengan
menggunakan metode standar Proctor diambil pada arah vertikal saja
sebanyak dua buah yaitu untuk uji pada keadaan kering dan pada
keadaan jenuh, dengan lima kadar air yang berbeda pada tiap sampel.
Sampel tanah untuk penelitian ini diambil dari Kompleks Dago Pakar,
Bandung, Jawa Barat, pada kedalaman ± 1.00 – 1.50 m. Parameter tanah
yang didapat : Gs = 2.85, SR = 1.34, wp = 37.8 %, wL = 89 %, IP = 51.2,
LI = 0.05, walami = 40.33 %, γdry max = 1.37 gr/cm 3, dan wopt = 32 %. Nilai
tegangan pra konsolidasi yang didapat berkisar antara 1.3 – 2.1 kg/cm 2.
Dari hasil uji CBR dapat diperoleh nilai qult (menggunakan metode
Mazurkiewich) yaitu berkisar antara 13.5 – 57.4 kg/cm 2.
Tanah residual memiliki nilai daya dukung (qult ) yang tinggi, ini dapat
dilihat pada grafik korelasi antara qult dengan nilai pc. Pada grafik
menunjukkan semakin tinggi nilai daya dukung tanah (qult ) maka nilai pc
tanah tersebut semakin tinggi. Korelasi pc dengan qult tidak terlalu kuat,
tetapi hubungan qult dengan w (kadar air) sangat baik. Hasil yang
didapatkan dari korelasi ini dapat digunakan untuk memperkirakan qult
tanah residual dengan memplotkan pada kurva dengan suatu kadar air
tertentu.




                                                                                41
KALIBRASI DEBIT BENDUNG NOTOG, SUNGAI PEMALI, JAWA
                      TENGAH

                  ARVANDY YUBIANTO HUTAGALUNG
                         NPM: 1997410134

          PEMBIMBING: DR. AGUNG BAGIAWAN I., Ir., M.Eng.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Bendung merupakan bangunan melintang sungai yang mempunyai fungsi
untuk meninggikan muka air sungai agar dapat memberi air bagi suatu
daerah persawahan yang letaknya lebih tinggi dari muka air sungai
sebelum dibendung. Bendung beserta salurannya perlu dipertahankan
keberadaannya dan tingkat akurasinya, agar dapat menyuplai air untuk
produksi padi khususnya dan tanaman pangan pada umumnya.
Dalam skripsi ini, dilakukan analisis dari debit yang limpas melalui mercu
bendung untuk beberapa kondisi limpasan yang berbeda, serta
menganalisis debit banjir yang pernah terjadi. Rumus debit yang
digunakan adalah rumus pengaliran di atas mercu bendung (Q =
C×B×H3/2) sedangkan analisis debit banjir dilakukan dengan
menggunakan program SMADA (Distribusi Log Pearson Tipe III).
Hasil analisis dari debit yang limpas menunjukkan adanya perubahan nilai
koefisien pengaliran (C), yaitu dari 2,3 menjadi 2,225. Dengan adanya
perubahan terhadap rumus bendung sebelumnya, maka tabel limpas
bendung dan lengkung debit (rating curve) mengalami perubahan. Dari
hasil analisis debit banjir yang dilakukan dengan program SMADA
(Distribusi Log Pearson Tipe III) terdapat perbedaan antara Q 50 =
2146,074 m 3/det (C=2,3) dan Q 50 = 2117,3340 m 3/det (C=2,225) sebesar
1,36 %.




                                                                        42
        TINJAUAN BAMBU SEBAGAI BAHAN BANGUNAN

                             Sri Amelia
                          NPM: 1997410148

                   Pembimbing: Ir. Rudy W. Sentany

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Sejak dulu bambu sebagai bahan bangunan sudah banyak digunakan
manusia. Harga bambu relatif murah, pengerjaannya mudah, dan tidak
kalah kuat dibanding dengan bahan bangunan lain. Namun bambu juga
memiliki kelemahan pada keawetan dan perawatan.
Bambu yang baik digunakan untuk bangunan harus memenuhi kriteria
dalam umur dan dimensi. Bambu yang berumur lebih dari 3 tahun dan
keadaan kering adalah yang paling baik. Selain itu bambu juga harus
disesuaikan dengan beban dan fungsi bangunan.
Penekanan dalam penulisan skripsi ini adalah pengawetan, sambungan
bambu, dan analisis biaya. Dimana pengawetan bambu yang diterapkan
dalam studi kasus di TK Daarut Tauhiid adalah perendaman dengan
garam wolman. Cara ini murah, mudah, dan cepat. Untuk pengawetan
pasca konstruksi digunakan cara pengecatan dengan vernis. Detail
sambungan bambu dengan pasak dan tali lebih stabil dan kaku
dibandingkan dengan paku dan tali. Alternatif lain yang dapat diterapkan
adalah dengan menggunakan pelat dan sok tembus. Dari analisis biaya
bangunan dengan dua ruang ini dapat disimpulkan bahwa bahan
bangunan dari bambu lebih ekonomis.




                                                                      43
PENGARUH VARIASI TIPE KENDARAAN TERHADAP KAPASITAS
          JALAN TOL PADALARANG-CILEUNYI

                          Riskandi Hardjasasmita
                            NPM: 1997410153

              Pembimbing: Santoso Urip Gunawan, Ir., MT.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                                ABSTRAK
Perbedaan karakteristik setiap jenis kendaraan yang menyatu dalam suatu
arus lalu lintas secara langsung akan mempengaruhi beberapa nilai
parameter lalu lintas suatu ruas jalan. Hal tersebut berlaku pula pada jalan
bebas hambatan yang memiliki arus lalu lintas tak-terganggu
(uninterrupted flow).
Sebagai studi kasus, jalan bebas hambatan yang dipilih adalah jalan tol
Padalarang-Cileunyi km 04. Arah lalu lintas yang diamati adalah arah lalu
lintas dari Cileunyi menuju Padalarang.
Data primer yang digunakan adalah waktu headway rata-rata yang
dikelompokkan ke dalam berbagai tipe headway. Tipe kendaraan
dikelompokkan menjadi kendaraan kecil, besar menengah, dan besar.
Pengaruh akibat adanya kendaraan besar terhadap kapasitas ditentukan
berdasarkan hubungan volume maksimum dengan waktu headway rata-
rata minimum. Analisis waktu headway rata-rata dari setiap tipe headway
dilakukan dengan menggunakan metode statistik analisis ragam. Ekivalen
mobil penumpang untuk kendaraan besar pada jalan bebas hambatan
ditentukan berdasarkan metode Krammes dan Crowley.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengurangan nilai kapasitas
sebesar 8% sebagai akibat dari terdapatnya kendaraan besar pada arus
lalu lintas. Ditemukan pula tidak terdapat perbedaan yang nyata dari
waktu headway rata-rata untuk setiap tipe headway. Nilai EMP untuk
kendaraan besar diperoleh sebesar 1,03.




                                                                         44
ANALISIS MATERIAL SALURAN PERUMAHAN DENGAN METODA
                   REKAYASA NILAI

                           FERAWATI SARTIKA
                            NPM: 1997410169

             Pembimbing: YOHANES L.D. ADIANTO, Ir., MT.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                                 ABSTRAK
Dewasa ini kebutuhan a kan rumah sebagai kebutuhan primer semakin
meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka tidak
dapat dihindari lagi harga perumahan kian melambung sementara
permintaan akan perumahan tersebut terus meningkat.
Salah satu faktor yang menyebabkan harga perumahan semakin
meningkat adalah adanya pemborosan biaya dalam pembangunan
komponen-komponen yang ada di perumahan. Untuk mengatasi
pemborosan yang terjadi, diperlukan penghematan biaya. Dalam skripsi ini
Komponen perumahan yang dipilih adalah saluran atau drainase
perumahan. Metoda yang dipakai untuk penghematan tersebut adalah
Rekayasa Nilai. Dimana rekayasa nilai adalah usaha yang terorganisasi
secara sistematis dan mengaplikasikan suatu teknik yang telah diakui,
yaitu teknik mengidentifikasikan produk atau jasa yang bertujuan
memenuhi fungsi yang diperlukan dengan harga yang terendah (paling
ekonomis).
Dari studi kasus di Perumahan Istana Mekar Wangi, rekayasa nilai dipakai
untuk menganalisis material saluran yang akan digunakan. Dengan
dimensi saluran yang telah diketahui pada saluran crossing jalan, saluran
brandgang dan saluran air hujan hasil analisis rekayasa nilai menghasilkan
beberapa kesimpulan. Kesimpulan tersebut yaitu: pada saluran crossing
jalan, material yang dipakai adalah pasangan batu kali dengan biaya
Rp.130.215,-/m’; pada saluran brandgang material yang dipakai adalah
pasangan batu kali dengan biaya Rp.189.122,-/m’; dan pada saluran air
hujan material yang dipakai adalah batako dengan biaya Rp.86.099,-/m’.
Analisis tersebut tidak hanya ditinjau dari segi biaya saja, tetapi ada faktor
mutu, estetika dan waktu pelaksanaan.Tujuan rekayasa nilai pada skripsi
ini tercapai pada saluran brandgang dan saluran air hujan, sedangkan
untuk saluran crossing jalan tidak tercapai karena material yang
digunakan sama dengan yang terjadi di proyek.




                                                                           45
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH KADAR ACRYLIC SEBAGAI
SERAT BUATAN TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON MUTU
                     fc’=25 MPa

                       Mochamad Panji Gunawan
                          NPM: 1997410175

              Pembimbing: Ny. Winarni Hadipratomo, Ir.

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Beton merupakan salah satu bahan struktur bangunan yang sering
digunakan dibandingkan dengan bahan struktur lainnya. Bagaimanapun,
beton mempunyai kuat tarik yang rendah, daktilitas rendah dan
penyerapan energi rendah. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan
kekuatan beton ialah dengan menambahkan pecahan - pecahan kecil
seperti serat kedalam campuran beton. Dalam proses terjadinya retak
pada beton yang diperkuat dengan menggunakan serat, serat dapat
menahan retak sehingga tidak menyebar dan terbuka sebelum menjadi
hancur.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat
acrylic terhadap kuat tarik belah beton dengan mutu yang direncanakan
adalah fc’= 25 MPa dan mencari kadar serat acrylic optimum terhadap
kuat tarik belah beton dengan benda uji berbentuk silinder diameter 150
mm dan panjang 300 mm. Kadar acrylic yang ditambahkan adalah ialah
0.00 %, 0.25 %, 0.50 % dan 0.75 % dari berat semen dengan umur
perawatan 7, 14 dan 28 hari.
Dari analisis yang didapat, dapat disimpulkan bahwa penambahan serat
acrylic meningkatkan kuat tarik belah beton. Pada umur perawatan 28
hari. Penggunaan serat acrylic sebesar 0.25 %, 0.50 % dan 0.75 % dari
berat semen pada campuran beton fc’= 25 MPa memberikan peningkatan
kuat tarik belah sebesar 30 %, 43.14 % dan 26 %. Berdasarkan hasil
regresi kuat tarik belah pada umur perawatan 28 hari dengan kadar
acrylic 0.00 %, 0.25 %, 0.50 % dan 0.75 % dari berat semen adalah
1.958 MPa, 2.634 MPa, 2.825 MPa dan 2.532 MPa. Kadar serat acrylic
yang optimal untuk beton f ’= 25 MPa pada umur perawatan 28 hari
                             c
adalah 0.474 % dari berat semen dengan kuat tarik belah sebesar 2.83
MPa.




                                                                     46
INTRUSI AIR LAUT PADA BENDUNGAN MUARA TIPE URUGAN
                     HOMOGEN

                          N. D. Monalisa Manalu
                           NPM: 1997410229

                 Pembimbing: Theo F. Najoan, ir. M.Eng

                 UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Untuk mengatasi masalah ketersediaan air bersih pada wilayah kepulauan
yang memiliki luas yang relatif kecil, maka dibangun bendungan pada
muara sungai. Hal yang perlu diperhatikan kemudian adalah terjadinya
intrusi air laut, melalui proses rembesan air tawar dan air laut pada tubuh
bendungan dan tanah dasar bendungan.
Dalam tulisan ini, analisa rembesan dan analisa transportasi pencemar
yang dalam hal ini adalah air laut, dibantu dengan program SEEP/W
untuk analisa rembesan dan program CTRAN/W untuk analisa transportasi
pencemar. Bendungan muara yang akan dianalisa adalah bendungan
Duriangkang yang berada di pulau Batam selama proses pengisian
reservoir berlangsung. Untuk analisa ini diperlukan parameter – parameter
tanah pada kondisi jenuh air maupun belum jenuh air yang ditentukan
dengan menggunakan program RETention Curve.
Dari hasil analisa dapat diketahui bahwa konsentrasi garam terus bergerak
menuju hulu bendungan selama proses pengisian reservoir dan perbedaan
berat jenis antara air tawar dengan air laut mempengaruhi proses
rembesan air tawar dan air laut pada tubuh bendungan dan tanah dasar
bendungan.




                                                                         47
   KAJIAN PEMANCANGAN TIANG DAN DAYA DUKUNGNYA
    BERDASARKAN PENGUKURAN KALENDERING, HASIL
 PEMBORAN, DAN PILE DRIVING ANALAYZER (STUDI KASUS:
      PROYEK PANJARINGAN DAN TUNJUNGAN CITY)

                             Rony Siregar
                           NPM: 1997410236

         Pembimbing: Prof. Paulus P. Rahardjo, Ir., M.S., Ph.D.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/0/1997)
                               BANDUNG
                             Agustus, 2002
                               ABSTRAK
Pada umumnya, pada setiap pemancangan pondasi tiang pancang
dilakukan rekaman pemancangan berupa kalendering serta penyelidikan
tanah berupa boring log. Analisa daya dukung pun turut dilakukan dalam
proyek-proyek pondasi tiang tersebut yang dapat berupa loading test atau
dengan Pile Driving Analyzer (PDA).
Dalam suatu proyek, diperlukan suatu metode tepat dan cepat dalam
menentukan daya dukung suatu tiang pancang. Beberapa metode sering
digunakan dalam perhitungan tersebut antara lain: formula statik, formula
dinamik, loading test, dan PDA. Namun dalam kenyataannya metode-
metode tersebut masih memerlukan waktu yang lebih lama dan bahkan
untuk formula dinamik dirasakan tidak memberikan hasil yang kurang
baik. Parameter-parameter tanah juga masih banyak yang dibutuhkan.
Pada studi ini, penulis berusaha melakukan perhitungan daya dukung
ultimit tiang pancang dengan menggunakan data-data PDA dan
kalendering (data-data yang digunakan diambil dari Proyek Jalan Tol
Panjaringan, Jakarta dan Proyek Tunjungan City, Surabaya). Hal ini
dilakukan dengan cara mengkorelasikan daya dukung ujung dan selimut
tiang berdasarkan PDA dengan jumlah pukulan berdasarkan kalendering.
Dalam pengkorelasian tersebut juga dilakukan beberapa koreksi dan
asumsi yang dibutuhkan untuk mencapai korelasi yang baik. Pada
akhirnya, perhitungan daya dukung ultimit tiang pancang hanya
membutuhkan data-data kalendering saja.
Hasil perhitungan berdasarkan korelasi ini akan kembali dibandingkan
dengan metode-metode perhitungan teoritis lainnya, sehingga akan
terlihat kecenderungan hasil perhitungan. Penerapan perhitungan juga
dilakukan pada 5 tiang pancang lain di Proyek Panjaringan.




                                                                       48
STUDI PENGENDALIAN MUTU PADA PELAKSANAAN BASEMENT

                            ARISUDANA
                          NPM: 1997410242

              Pembimbing: Zulkifli B. Sitompul, Ir., MSIE

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Konstruksi basement sering merupakan solusi yang ekonomis guna
mengatasi keterbatasan lahan dalam pembangunan gedung. Tapi sebagai
struktur bawah tanah, desain maupun pelaksanaan konstruksi basement
perlu dilakukan dengan memperhitungkan banyak hal. Disamping aspek
teknis dari basement itu sendiri, tidak kalah pentingnya adalah aspek
lingkungannya.
Mutu pekerjaan pada konstruksi basement akan sangat mempengaruhi
umur dari basement tersebut. Pengendalian terhadap mutu terpadu
sangat diperlukan untuk mencapai produk konstruksi mutu tinggi dan
dapat diandalkan.
Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis dan memecahkan masalah yang
terjadi pada pelaksanaan konstruksi basement khususnya dalam mencapai
mutu yang diharapkan. Penulisan skripsi ini juga memberikan gambaran
konsep mengenai pengendalian mutu pada pelaksanaan basement. Hal ini
meliputi pekerjaan dewatering, dinding basement dan pelat lantai
basement dimana dalam pekerjaannya harus dibutuhkan suatu metoda
konstruksi yang tepat.
Analisa yang dilakukan adalah dengan membandingkan cara dan prosedur
yang terdapat pada syarat-syarat dan spesifikasi dari pekerjaan dengan
pelaksanaannya pada lapangan selama proyek berlangsung. Untuk studi
kasus ini, terdapat berbagai pelaksanaan yang menyebabkan penurunan
mutu seperti tinggi jatuh yang cukup tinggi pada pengecoran dinding
basement, tidak adanya pemakaian waterstop di setiap joint construction
dan kurang adanya pengecekan terhadap mutu material penyusun beton.
Hal ini dapat menyebabkan penurunan mutu beton yang menyebabkan
kerusakan pada struktur basement.




                                                                     49
       ANALISIS TARIF TAKSI ARGO DI KOTA BANDUNG

                             Deny Nugraha
                           NPM: 1997410244

             Pembimbing: Santoso Urip Gunawan, Ir., MT.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Keberadaan pelayanan angkutan umum taksi sangat dibutuhkan akibat
tidak memuaskannya pelayanan angkutan umum rute tetap di kota
Bandung, tetapi ternyata pelayanan yang dimiliki taksi di kota Bandung
juga tidak memuaskan. Salah satunya adalah penerapan tarif taksi yang
ditentukan secara sepihak oleh pengemudi taksi dan juga sistem borongan
yang diberlakukan di kota Bandung.
Dari data kuesioner yang disebarkan sebanyak 250 lembar, yang kembali
sebanyak 236 lembar , yang tidak dapat diolah sebanyak 34 lembar dan
yang dapat diolah sebanyak 202 lembar.
Dari hasil analisis dengan menggabungkan kemauan membayar
masyarakat (WTP) penumpang dan Benefit Cost Rasio (BCR) pengusaha
taksi maka tarif taksi yang dapat diberlakukan pada saat ini adalah tarif
taksi   km pertama/buka pintu (Qbase) = Rp. 2.200,- dengan km
selanjutnya (Qadd) = Rp. 1.600,- dan jarak tempuh satu trip 6,5 km.




                                                                       50
   METODOLOGI UNTUK MENGANALISIS KLAIM AKIBAT
KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PENGERJAAN KONSTRUKSI

                             TOGI S.P.N.
                           NPM: 1997410255

      PEMBIMBING: ANASTASIA CAROLINE SUTANDI, Ir., MSIE.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Penyelesaian suatu proyek konstruksi tepat terhadap jadwal yang telah
direncanakan adalah pekerjaan yang berisiko tinggi, hal ini disebabkan
oleh berbagai hal diantaranya pekerjaan yang kompleks, banyaknya pihak
yang terlibat dan dinamika dari lingkungan konstruksi. Keterlambatan
adalah sebuah kondisi yang sangat tidak dikehendaki, karena akan sangat
merugikan semua pihak baik dari segi waktu maupun biaya. Sehingga
tidak jarang akan mendatangkan klaim-klaim dari berbagai pihak yang
terlibat.
Merupakan kewajiban semua pihak yang terlibat untuk menghadapi dan
menyelesaikan klaim-klaim keterlambatan tersebut. Identifikasi masalah
secara ilmiah terhadap suatu keterlambatan adalah suatu dasar yang baik
bagi semua pihak dalam mencapai suatu kesepakatan. Namun tidak
jarang, terjadi kebuntuan sehingga tidak menemukan titik akhir
penyelesaian yang mengakibatkan klaim-klaim keterlambatan ini
diselesaikan melalui pengadilan.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah membuat suatu metodologi yang tepat
untuk menganalisis klaim-klaim keterlambatan penyelesaian pengerjaan
konstruksi secara sistematik, ilmiah, jelas, mudah digunakan, tidak mahal,
akurat dan tidak memihak. Sehingga dicapai suatu kesepakatan dan
penyelesaian terhadap klaim-klaim keterlambatan tersebut tanpa
membuang waktu dan biaya untuk suatu proses pengadilan.
Hasil penggunaan metodologi pada studi kasus menunjukkan bahwa pihak
pemilik proyek (owner) sangat berperan dalam keterlambatan sehingga
harus membayar sejumlah kompensasi kepada pihak kontraktor.




                                                                        51
   PETA ZONA GEMPA UNTUK WILAYAH MALUKU DAN IRIAN
    JAYA DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM SEISRISK III

                             Nike Niayu Nianti
                             NPM: 1997410256

                Pembimbing: Theodore F. Najoan,Ir.,M.Eng.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             JANUARI 2002
                                 ABSTRAK
Indonesia adalah salahsatu negara yang mempunyai tingkat kegempaan
yang tinggi karena Indonesia merupakan daerah pertemuan antara tiga
lempeng litosfir besar dan karena kepulauan Indonesia dilalui oleh dua
jalur pegunungan dunia. Oleh karena itu Peta Zona Gempa Indonesia
sangat diperlukan untuk menentukan kriteria keamanan terhadap bahaya
gempa di masing-masing wilayah agar korban dan kerusakan akibat
gempa bumi dapat diperkecil atau bahkan dihindari.
SEISRISK III merupakan program komputer untuk menghitung percepatan tanah
maksimum dengan probabilitas tertentu dan periode tertentu pula. Dengan
bantuan program Surfer dapat dibuat peta kontur percepatan gempa untuk
wilayah Maluku dan Irian Jaya. Yang selanjutnya dapat dibuat Peta zona gempa
Indonesia. Salahsatu hal yang dapat disimpulkan dari hasil peta zona gempa
yang diperoleh adalah bahwa Irian Jaya mempunyai tingkat kegempaan yang
tinggi karena sebagian b esar dipengaruhi oleh adanya patahan sehingga sering
terjadi gempa bumi dangkal.
Peta zona gempa Indonesia pernah dibuat beberapa kali sebelumnya dengan
menggunakan rumus empiris yang berbeda-beda . Skripsi ini mempunyai tujuan
untuk membuat peta zona gempa baru (dengan menggunakan data terbaru
sampai tahun 2000) sebagai pengembangan dari peta sebelumnya, mengingat
makin berkembangnya dan makin cepatnya perubahan peta kegempaan yang
terjadi di wilayah Indonesia seiring dengan berubahnya lapisan kulit bumi
terutama yang diakibatkan oleh patahan. Dari hasil perbandingan nilai Peak
Ground Acceleration (PGA) untuk Kota Ambon dan Jayapura hasil skripsi ini
dengan PGA dari beberapa peta zona gempa yang pernah dibuat sebelumnya,
dapat diambil kesimpulan bahwa nilai PGA skripsi ini (dengan menggunakan
program komputer SEISRISK III dan rumus empiris Joyner Boore) berada
didaerah rata-rata. Hal ini dapat dilihat pada kurva perbandingan nilai PGA dari
beberapa peta zona gempa Indonesia. Diperlukan pengamatan geologis le bih
lanjut untuk pengolahan data gempa terbaru, untuk mengetahui zona patahan
yang lokasi dan keaktifannya belum diketahui.




                                                                             52
PENERAPAN METODE REKAYASA NILAI PADA STRUKTUR DAN
                  PENUTUP ATAP

                         HARYONO DERADJAT
                          NPM: 1997410257

                Pembimbing: Sonny Siti Sondari, Ir., MT.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Penulisan ini bertujuan untuk mendapatkan suatu struktur dan penutup
atap yang dapat memenuhi fungsi yang diperlukan dengan biaya yang
paling optimum dari beberapa alternatif struktur dan penutup atap, dalam
perencanaan pembangunan proyek dengan menggunakan metode
Rekayasa Nilai. Alternatif struktur atap yang digunakan adalah struktur
atap rangka baja, struktur atap rangka kayu, dan struktur atap rangka
Pryda. Sedangkan alternatif penutup atap yang digunakan adalah genteng
beton, genteng fibercement, genteng keramik, dan genteng metal.
Studi rekayasa nilai menggunakan tahap-tahap rencana kerja rekayasa
nilai yang terdiri dari lima tahap, yaitu: tahap informasi, tahap kreatif,
tahap penilaian, tahap pengembangan, dan tahap rekomendasi. Untuk
menilai alternatif-alternatif struktur dan penutup atap dengan
menggunakan metode rekayasa nilai ini, digunakan kriteria-kriteria
penilaian beserta bobot penilaiannya. Kriteria-kriteria yang digunakan
terdiri dari biaya awal, biaya pemeliharaan, bobot atau berat struktur,
waktu pelaksanaan, kelaziman penggunaan, dan estetika.
Studi kasus yang digunakan pada penulisan ini adalah bangunan gedung
Notariat Unpad Bandung yang terletak di jalan Cimandiri No. 2 Bandung.
Berdasarkan studi yang dilakukan diperoleh dua buah struktur dan
penutup atap yang dapat memenuhi fungsi yang diperlukan dengan biaya
yang paling optimum dibandingkan dengan alternatif-alternatif struktur
dan penutup atap yang lainnya, yaitu: struktur atap rangka Pryda dengan
penutup atap genteng fibercement dan struktur atap rangka Pryda dengan
penutup atap genteng beton.




                                                                        53
PENGARUH TINGGI PYLON JEMBATAN CABLE STAYED JALAN
  LAYANG PASTEUR–CIKAPAYANG–SURAPATI (PASUPATI)
TERHADAP OBSTACLE LIMITATION BANDAR UDARA HUSEIN
             SASTRANEGARA BANDUNG

                           Veirine Pranata
                          NPM: 1997410270

                 Pembimbing: Soelaeman Soepardi, Ir.

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Pada saat ini dapat dilihat pertambahan bangunan-bangunan yang ada di
kota Bandung. Salah satu bangunan yang sedang dalam tahap
pembangunan yaitu Jembatan Cable Stayed Jalan Layang Pasteur–
Cikapayang–Surapati (PASUPATI).
Tinggi pylon jembatan tersebut dapat mempengaruhi obstacle limitation
Bandar Udara Husein Sastranegara. Pengaruh tinggi pylon jembatan ini
ditinjau pada masa konstruksi dan setelah masa konstruksi. Persyaratan
obstacle limitation yang digunakan dalam analisis adalah persyaratan
menurut ICAO. Pylon jembatan tidak terletak pada take off climb surface
maupun approach surface, melainkan terletak pada inner horizontal
surface.
Dari hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa pada masa konstruksi, tinggi
tower crane untuk pylon tersebut tidak memenuhi syarat obstacle
limitation Bandar Udara Husein Satranegara, sedangkan pada masa
setelah konstruksi tinggi pylon memenuhi syarat obstacle limitation.
Dengan demikian pada masa konstruksi pylon dengan menggunakan
tower crane diperlukan koordinasi antara pihak bandar udara dengan
pihak pelaksana proyek agar keselamatan penerbangan tetap terjaga dan
pelaksanaan proyek dapat tetap berjalan.




                                                                      54
        EVALUASI SIMPANG EMPAT JALAN OTTO
  ISKANDARDINATA, JALAN PETA, DAN JALAN PELINDUNG
                 HEWAN, BANDUNG

                        ERWANDO RACHMADI
                          NPM: 1997410276
          PEMBIMBING: SANTOSO URIP GUNAWAN, Ir.,MT.

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                             ABSTRAK
Saat ini kemacetan merupakan masalah yang dapat ditemui hampir
seluruh kota besar di Indonesia. Kemacetan ini membawa kerugian bagi
pengguna jalan yaitu waktu tempuh menjadi bertambah.
Pada simpang empat Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Peta, dan Jalan
Pelindung Hewan sering terlihat antrian panjang kendaraan terutama
kendaraan belok kanan pada kaki persimpangan Jalan Otto
Iskandardinata(pendekat utara) sebagai akibat dari volume kendaraan
belok kanan yang besar.Hal tersebut mengakibatkan kemacetan pada kaki
persimpangan tersebut.
Dengan bantuan Salter, R.J (1974), dan MKJI 1997 dicoba menganalisis
kinerja persimpangan tersebut untuk mengetahui kapasitas, derajat
kejenuhan, panjang antrian, dan tundaan rata-rata simpang tersebut.
Dari hasil analisis disimpulkan bahwa simpang tersebut sudah jenuh dan
dicoba merencanakan peningkatan kinerja simpang tersebut. Alternatif
yang dapat dilakukan yaitu dengan pengubahan waktu hijau, dan
penambahan fase. Dari alternatif peningkatan, didapat peningkatan
kinerja yang optimum, yaitu dengan pengubahan waktu hijau pendekat
utara menjadi 50 detik, menggunakan kombinasi late start pendekat
utara-rt bergerak dahulu selama 26 detik, waktu siklus 160 detik, dan
waktu hilang total 10 detik.




                                                                    55
  STUDI PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PENJADWALAN
    TERHADAP BIAYA PROYEK PADA PROYEK BERULANG

                           Zulkarnain Sitepu
                           NPM: 1997410277

               Pembimbing: Danu Tirta Gunawan, Ir., MT

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Dalam melakukan investasi pada proyek perumahan developer dihadapkan
pada strategi penjadwalan yang bermacam-macam. Untuk itu perlu
ditentukan strategi penjadwalan yang terbaik yang dapat memberikan
biaya proyek dan lama kegiatan proyek yang optimal.
Untuk dapat menentukan pilihan strategi penjadwalan yang terbaik
tersebut dibutuhkan suatu parameter sebagai dasar pemilihan. Salah satu
parameter yang dapat digunakan adalah Return On Investment (ROI).
Hasil perhitungan yang menghasilkan nilai ROI terbesar adalah strategi
penjadwalan yang optimal ditinjau dari segi biaya proyek, selain itu masih
ada pertimbangan lain lagi yaitu mengenai lama kegiatan proyek yang
diinginkan.




                                                                        56
    EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN WAKTU
      DENGAN METODE PERT PADA PROYEK JEMBATAN

                         Jolivia Catherine Palilu
                           NPM: 1997410279

               Pembimbing: Ir. Yohanes L.D. Adianto, MT.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Jembatan sebagai salah satu prasarana perhubungan dalam
pembangunan pada dasarnya mempunyai peranan yang penting dalam
usaha memenuhi kebutuhan masyarakat, mewujudkan keseimbangan
pertumbuhan antar daerah guna meratakan hasil-hasil pembangunan,
oleh karena itu usaha pengembangan jembatan perlu ditingkatkan.
Bertitik tolak dari hal tersebut Pemerintah Propinsi Jawa Barat Dinas Bina
Marga bermaksud meningkatkan kapasitas jembatan Cisanggarung agar
dapat melayani arus transportasi di daerah tersebut.
Pada proyek pembangunan jembatan ini, waktu pelaksanaan merupakan
salah satu hal yang memegang peranan penting. Mengingat waktu
penyelesaian tiap-tiap kegiatan dalam proyek mempunyai ketidakpastian,
maka digunakan metode PERT untuk mengevaluasi waktu pelaksanaan
dan analisis slope biaya untuk mengevaluasi hubungan waktu dan biaya
proyek.
Hasil yang diperoleh dari perhitungan untuk pekerjaan umum, pekerjaan
tanah dan pembongkaran, serta pekerjaan struktur bila dikerjakan sesuai
dengan target 165 hari mempunyai kemungkinan proyek selesai sebesar
47,21 % dan membutuhkan biaya tambahan sebesar Rp 68.000,-.




                                                                        57
    EVALUASI SISTEM DRAINASE DI KOMP. PARAHYANGAN
                      RUMAH VILA

                             ALIM SAMINGUN
                             NPM: 1997410288

            PEMBIMBING: SALAHUDIN GOZALI, Ir., ME., Ph.D.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                                  ABSTRAK
Perubahan tata guna lahan pada suatu daerah dapat menyebabkan terjadinya
perubahan debit limpasan sebelum dan setelah pembangunan. Debit limpasan
setelah pembangunan lebih besar dibandingkan dengan debit sebelum
pembangunan. Hal ini terjadi karena adanya penutupan lahan oleh material
kedap air untuk keperluan manusia. Debit yang berubah tersebut dapat
menimbulkan dampak yang cukup terasa pada daerah hilir. Pembangunan sistem
drainase yang baik bertujuan untuk meminimalkan debit akibat pembangunan
sehingga dampak yang dapat dirasakan pada derah hilir akan seminimal
mungkin.
Daerah studi sebelum pembangunan berupa pesawahan yang didominasi oleh
vegetasi sawah yaitu padi dan tanaman kebun lainnya. Terletak pada ketinggian
antara 820-840 meter diatas permukaan laut dengan curah hujan rata-rata
berkisar antara 3000-4000 mm pertahun.
Perhitungan debit banjir sebelum dan setelah pembangunan menggunakan
bantuan program SWMM (Strom Water Management Model). Debit banjir
sebelum pembangunan adalah 0,661 m3/det dengan waktu konsentrasi sebesar
65 menit. Sedangkan setelah pembangunan adalah 1,265 m3/det dengan waktu
konsentrasi 50 menit. Perubahan debit yang terjadi adalah sebesar 0,604 m 3/det.
Pembangunan kolam parkir sebagai salah satu alternatif dalam mengurangi debit
banjir akibat pembangunan, cukup efektif diterapkan pada daerah studi. Kolam
parkir dapat diletakkan di daerah hilir dari daerah studi atau pada tiap-tiap
pertemuan saluran. Kolam parkir pada daerah hilir didesain dengan panjang 40
m, lebar 40 m dan tinggi 1,5 m. menghasilkan debit puncak 0,529 m3/det, lebih
kecil dari debit sebelum pembangunan. Luas lahan yang digunakan untuk
pembuatan saluran drainase dengan kolam parkir pada daerah hilir adalah 2267
m2 atau 3,5 % dari luas total. Sedangkan pada pembuatan kolam parkir di titik-
titik pertemuan saluran dimensi yang digunakan adalah lebar 2 m, panjang 2 m
dan tinggi 0,5 m, menghasilkan debit pucak sebesar 0,68 m3/det. Luas lahan
yang digunakan untuk pembuatan saluran drainase dengan kolam parkir pada
tiap-tiap pertemuan saluran adalah sebesar 687 m2 atau 1 % dari luas total.




                                                                             58
     DESAIN DAN ANALISIS GEOTEKNIK KONSTRUKSI
  TEROWONGAN KERETA API PADA TANAH LUNAK, STUDI
 KASUS STASIUN KOTA ( SUBWAY BLOK M-KOTA JAKARTA )

                          G.Y.ANNA KUSUMA
                          NPM: 1998410002

               Pembimbing: PROF. PAULUS P.RAHARDJO

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Untuk pengembangan prasarana transportasi terutama untuk daerah yang
sangat padat populasi kendaraan dan terbatasnya ketersediaan lahan
seperti kota Jakarta, salah satu metode penyelesaiannya adalah dengan
membuat subway (terowongan kereta api bawah tanah).
Maksud studi ini adalah untuk menganalisa tegangan yang terjadi pada
lining, efek konstruksi pada deformasi tanah dan bangunan disekitar
Stasiun Kota, evaluasi tegangan dan regangan yang terjadi disekitar
konstruksi terowongan dan menganalisa pengaruh jarak antar terowongan
terhadap deformasi tanah akibat konstruksi terowongan di Stasiun Kota.
Tujuan studi adalah untuk mengevaluasi kelayakan teknis konstruksi
terowongan kereta api di lokasi tanah lunak.
Terowongan ini direncanakan kembar dimana terowongan dikerjakan
secara berurutan dengan konfigurasi terowongan sesuai dengan
terowongan yang pernah dibuat di Sanghai. Dengan data yang tersedia,
yaitu data lapangan berupa Standar Penetration Test dan uji laboratorium,
maka terowongan didesain pada jarak antar terowongan antara 8m
sampai 20m. Teknik konstruksi menggunakan Shield Tunneling, Tunnel
Boring Machine (TBM) dan metode Earth Pressure Balanced(EPB). Khusus
untuk desain shield machine hanya dilakukan perhitungan secara manual.
Sedangkan analisa tegangan pada lining dan pengaruh jarak antar
terowongan terhadap deformasi tanah dianalisis dengan menggunakan
program Plaxis.
Dari hasil analisis menunjukkan aternatif dengan desain jarak antar
terowongan 12 sampai 20 m adalah yang memenuhi kriteria desain dari
segi penurunan permukaan tanah, kekuatan lining dan deformasi pondasi
tiang dari bangunan yang sudah ada sebelumnya.




                                                                       59
     HUBUNGAN KUAT TARIK TIDAK LANGSUNG DENGAN
          PARAMETER MARSHALL BETON ASPAL

                           RATNA WIDJAJA
                           NPM: 1998410012

         PEMBIMBING: Wimpy Santosa, ST, M.Eng, MSCE, Ph.D.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Beton aspal yang digunakan untuk membuat perkerasan jalan harus
mempunyai mutu yang memenuhi persyaratan tertentu, sehingga jalan
yang dihasilkan memiliki kekuatan sesuai dengan yang direncanakan serta
dibangun dengan biaya yang paling ekonomis. Beton aspal yang akan
digunakan untuk perkerasan jalan biasanya diuji dengan menggunakan
metode Marshall. Dari pengujian ini akan didapat parameter Marshall,
yaitu stabilitas, kelelehan, kadar rongga, rongga dalam agregat, dan
Marshall quosien. Selain itu, beton aspal juga perlu memiliki kekuatan
tarik, sehingga dapat menerima tegangan tarik yang terjadi pada
perkerasan jalan. Pengujian untuk mengetahui kuat tarik beton aspal ialah
uji kuat tarik tidak langsung.
Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan hubungan antara parameter
Marshall dengan kuat tarik tidak langsung beton aspal. Dari pengujian
yang dilakukan, didapat lima parameter Marshall dan nilai kuat tarik tidak
langsung. Dari nilai tersebut dapat dibuat regresi yang menggambarkan
hubungan antara parameter Marshall dengan kuat tarik tidak langsung
tersebut. Jika terdapat hubungan antara kedua parameter tersebut, maka
kuat tarik tidak langsung dapat diperkirakan nilainya jika nilai parameter
Marshallnya diketahui.
Dari regresi linear yang menggambarkan hubungan antara parameter
Marshall dengan kuat tarik tidak langsung, dapat diketahui bahwa nilai
kuat tarik tidak langsung berhubungan linear dengan nilai stabilitas,
kelelehan, rongga udara, Marshall Quosien, tetapi kuat tarik tidak
langsung tidak berhubungan dengan nilai VMA.




                                                                        60
   DESAIN PONDASI JEMBATAN DI CILEUNGSI, CIBINONG

                          HENDY DARMAWAN
                           NPM: 1998410013

 PEMBIMBING: PROF. PAULUS PRAMONO RAHARDJO, Ir., MSCE., Ph.D

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Dalam skripsi ini akan dibahas mengenai desain pondasi jembatan di
Cileungsi, Cibinong. Pondasi jembatan yang digunakan 2 macam yaitu
pondasi tiang bor dan pondasi telapak. Pondasi tiang bor digunakan pada
jenis tanah lempung sedangkan pondasi telapak digunakan pada batuan
kapur.
Untuk analisis pondasi tiang bor dihitung daya dukung ijin tiang tunggal
(aksial, horisontal, tarik) dan daya dukung ijin kelompok tiang.
Perhitungan kelompok tiang menggunakan metode displacement. Metode
ini untuk menghitung reaksi tiap tiang dan pergeseran tumpuan (pile cap)
yang terjadi. Reaksi tiap tiang yang diperoleh harus lebih kecil dari daya
dukung tiang tunggal (aksial, horisontal, tarik). Kemudian dapat dihitung
momen lentur dan geser sepanjang tiang untuk diberikan ke konsultan
struktur untuk menghitung tulangan yang dibutuhkan.
Untuk analisis daya dukung pondasi telapak pada batuan kapur dapat
diperoleh dengan menggunaka rumus dari AASHTO. Data batuan yang
digunakan untuk analisis adalah RQD (nilai kualitas batuan) sedangkan
parameter batuan diperoleh dari Bienawski. Pada batuan kapur yang perlu
diperhatikan adalah pengaruh scour dan sifat batuan kapur yang mudah
larut dalam air serta berpori besar.
Hasil analis pondasi tiang bor dengan diameter 1 meter dan panjang tiang
9 m serta kelompok tiang 4 x 4 dapat digunakan, Penurunan kelompok
tiang yang terjadi sebesar 0.85 cm.
Hasil analisis pondasi telapak menghasilkan dimensi 5 x 10 m 2 kuat
terhadap geser. Penurunan yang terjadi sangat kecil 0.3 mm dan dapat
diabaikan.




                                                                        61
PERENCANAAN PONDASI DERMAGA STUDI KASUS PELABUHAN
          TERMINAL LOGISTIK, BALIKPAPAN

                               Johar
                          NPM: 1998410017

           Pembimbing: Ir.Wisjnu Yoga Brotodihardjo, MSCE.

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mendapatkan sistem
pondasi yang akan digunakan dengan mengamati perilaku tiang pancang
dengan bantuan program PILING. Beban yang bekerja pada dermaga
adalah beban vertikal dan horisontal. Beban vertikal terdiri dari beban
sendiri dermaga dan beban hidup yang direncanakan. Beban horisontal
berasal dari gaya tumbukan kapal yang sedang bertambat.
Dalam skripsi ini dilakukan studi dengan melakukan variasi panjang,
kemiringan dan diameter tiang yang akan digunakan. Panjang disain yang
akan digunakan adalah 42m, 36m, dan 30m. Diameter tiang divariasi dari
4 m, 5m, sampai 6m. Kemiringan tiang bervariasi antara 1: 3 sampai pada
tiang vertikal, sebagai pembanding dilakukan analisis dengan Cara
Perpindahan.
Hasil analisis dengan program PILING dan Cara Perpindahan menunjukan
kecenderungan yang sama, yaitu bahwa dengan menggunakan tiang yang
semakin miring, maka defleksi horisontal yang terjadi semakin kecil,
demikian juga dengan penggunaan diameter yang semakin besar. Namun
semakin panjang tiang yang digunakan akan menghasilkan defleksi
horisontal yang semakin besar.




                                                                     62
      DESAIN GALIAN DALAM UNTUK SUBWAY DENGAN
     MENGGUNAKAN DINDING DIAFRAGMA STUDI KASUS
     TERMINAL STASIUN KOTA (SUBWAY BLOK M–KOTA)

                             SOESANTO
                           NPM: 1998410019

               Pembimbing: Prof. PAULUS P.RAHARDJO

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Kebutuhan akan transportasi massal yang efektif dan efisien telah terlihat
pada kota-kota besar di Indonesia, salah satunya adalah Jakarta.
Pembangunan kereta bawah tanah (subway) adalah salah satu alternatif
yang digunakan. Tentunya pembangunan saran transportasi ini
membutuhkan prasarana berupa stasiun atau terminal.
Konstruksi dari terminal ini merupakan suatu konstruksi galian dalam,
dimana kedalaman dari terminal adalah -18.25 m di bawah permukaan
tanah. Konstruksi ini akan menggunakan dinding diafragma yang akan
dipasang hingga kedalaman -40 m dan tebal dari dinding diafragma yang
akan digunakan adalah 1 m. Konstruksi dinding ini sendiri akan berada
pada tanah yang lunak karena lokasi dari Stasiun Kota yang berada di atas
endapan alluvium yang lunak. Dengan kondisi seperti ini tentunya
dibutuhkan konstruksi penyangga seperti jangkar ataupun strut yang
dipasang pada dinding diafragma sehingga dinding tidak mengalami
deformasi yang melebihi 25.4 mm. Selain itu juga digunakan grouting
sebagai salah satu usaha untuk memperbaiki kondisi tanah.
Penggunaan jangkar pada dinding diafragma tidak akan efektif jika
dibandingkan dengan penggunaan strut karena jangkar berada di dalam
bidang gelincir. Oleh sebab itu deformasi dinding diafragma dengan
menggunakan jangkar berdeformasi melebihi 25.4 mm. Perlunya
pembebasan area di sekitar lokasi galian dalam karena bangunan di
sekitarnya mengalami deformasi vertikal lebih besar dari 25.4 mm.




                                                                        63
  ANALISIS PERHITUNGAN TORSI PADA BETON BERTULANG
 BERPENAMPANG PERSEGI PANJANG DENGAN PENDEKATAN
 SOFTENED TRUSS MODEL BERDASARKAN LIANQ-JENG LEU
                   DAN YU-SHU LEE

                              YULIANTI
                           NPM: 1998410022

               Pembimbing: Ny. Winarni Hadipratomo, Ir.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Dalam mendesain balok beton bertulang, salah satu faktor yang harus
diperhitungkan adalah torsi. Saat ini, ada beberapa metode pendekatan
yang dapat digunakan untuk menghitung besarnya momen torsi yang
terjadi. Diantaranya adalah Skew Bending Theory, Thin-Walled Tube dan
Softened Truss Model.
Skripsi ini akan membahas perhitungan torsi dengan pendekatan Softened
Truss Model berdasarkan Lianq-Jeng Leu dan Yu-Shu Lee yang kemudian
hasilnya dibandingkan dengan pendekatan Thin-Walled Tube berdasarkan
ACI 318M-99.
Dari hasil studi kasus dapat disimpulkan bahwa Softened Truss Model
menaksir kekuatan torsi lebih besar daripada Thin-Walled Tube sehingga
untuk lebih memastikan hasilnya perlu adanya penelitian lebih lanjut atau
percobaan. Di samping itu, dapat dilihat pula bahwa mutu beton tidak
berpengaruh langsung pada perhitungan kekuatan torsi baik untuk
pendekatan Softened Truss Model maupun untuk pendekatan Thin-Walled
Tube.




                                                                       64
 TINJAUAN DAN ANALISIS KONSTRUKSI TURAP PADA TANAH
LUNAK, STUDI KASUS PENURAPAN KAWASAN BENTENG KUTO
                  BESAK PALEMBANG

                           Eric Maynetou B.S.
                           NPM: 1998410031

        Pembimbing: Prof. Paulus P. Rahardjo, Ir., MSCE., Ph.D.

                 UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Skripsi ini membahas mengenai studi kasus penurapan di kawasan kuto
besak Palembang. Pembangunan struktur penahan tanah (turap) sudah
selesai pada bulan Maret 2000, tetapi struktur turap mengalami deformasi
yang besar ketika diadakan penimbunan lebih lanjut.
Hasil penyelidikan tanah diketahui bahwa tanah berupa lempung (clay)
dengan variasi kekerasan yang berbeda-beda. Lapisan tanah lempung
amat lunak terdapat sampai kedalamanan 14.6 m, dan lempung teguh di
kedalaman 17,2 m
Struktur penahan tanah berupa turap berjangkar, terdiri dari turap beton
tipe corrugated W450 A dan jangkar berupa tiang pancang tegak tipe 35
A1 dan tiang pancang miring tipe 50 A1. Turap dan jangkar dihubungkan
dengan tie rods dari baja ulir berdiameter 1,27 cm
Analisis dilakukan secara perhitungan konvensional dan menggunakan
program komputer PLAXIS. Perhitungan meliputi gaya-gaya dalam dari
struktur turap dan gaya tarik yang diterima oleh jangkar. Dalam
perhitungan Plaxis juga diperhitungkan tekanan air pori ekses yang terjadi
akibat timbunan yang selama ini dalam perhitungan secara konvensional
jarang diperhatikan.
Dari hasil-hasil yang didapat menunjukan bahwa penyebab kegagalan dari
turap adalah adanya peningkatan tekanan air pori ekses akibat timbunan.
Hasil analisis dari PLAXIS memberikan hasil yang lebih bisa diterima
daripada hasil perhitungan konvensional.




                                                                        65
   STUDI MANAJEMEN PENGADAAN BULK MATERIAL PADA
       PELAKSANAAN PROYEK BANGUNAN GEDUNG

                            SISKA MULJADI
                           NPM: 1998410032

            Pembimbing: DANU TIRTA GUNAWAN, Ir., MT.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Pelaksanaan proyek konstruksi khususnya pada bangunan beton
membutuhkan berbagai jenis bahan bangunan khususnya bulk material.
Adapun semua material ini dibutuhkan dalam jumlah dan waktu yang
berdeda – beda sepanjang siklus pelaksanaan proyek. Maka dari itu perlu
pengelolaan yang seksama dalam hal pengadaan bahan bangunan
khususnya bulk material. Selain itu, pada proses pengadaan material perlu
juga diperhitungkan koefisien koreksi untuk volume material – material
yang mengalami pengembangan (bulking) yang meliputi koefisien
penyusutan akibat pengukuran volume dan koefisien penyusutan akibat
pemadatan.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pengadaan
material dan pentingnya aspek pengadaan material pada pelaksanaan
proyek konstruksi. Analisis masalah dilakukan dengan meninjau berbagai
bahan bangunan yang diperlukan untuk bangunan gedung, menurut besar
kebutuhan dan waktu pemenuhan yang berbeda – beda untuk tiap jenis
material pada tiap unit pekerjaan       yang dilaksanakan. Untuk lebih
memperjelas pemahaman tentang pengadaan bulk material ini, dilakukan
studi kasus pada proyek bangunan rumah tinggal di Bandung.
Dari studi kasus terlihat bahwa pengadaan material ke lokasi proyek
dilakukan secara bertahap menurut kebutuhan proyek. Keterlambatan
penyediaan material di lokasi proyek dapat menyebabkan keterlambatan
proyek secara keseluruhan. Untuk itu diperlukan jadwal penyediaan
material yang disusun berdasarkan jadwal induk proyek.




                                                                       66
   PENGGUNAAN PONDASI TIANG BOR UNTUK PENAHAN
 LONGSORAN, STUDI KASUS TAMAN LEGIAN, BUKIT SENTUL

                           RUDY SETIAWAN
                           NPM: 1998410037

          PEMBIMBING: PROF. PAULUS PRAMONO RAHARDJO

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Dalam perencanaan suatu pemukiman di daerah perbukitan harus
dilakukan analisa kestabilan lereng sehingga diperoleh lereng yang aman
dari keruntuhan. Oleh karena itu harus dilakukan penyelidikan tanah untuk
menentukan lapisan tanah dan parameternya, yang diperoleh dari hasil uji
lapangan maupun laboratorium.
Kelongsoran yang terjadi di daerah jalan Taman Legian V, kompleks
perumahan Taman Legian, Bukit Sentul terjadi karena adanya suatu
bidang interface terhadap lapisan clayshale yang mengalami slaking akibat
pelapukan akibat adanya kontak dengan udara dan air, sehingga kekuatan
geser tanah menurun secara drastis. Analisa dilakukan pada kondisi long
term dengan menggunakan parameter kuat geser efektif residual. Analisa
dilakukan secara manual dengan teori Poulos, dan dengan program
SLOPEW dan Plaxis, dimana untuk penahan longsoran digunakan bor pile
dan dikonstruksi masuk ke dalam lapisan tanah keras.
Dari hasil perhitungan, bor pile diameter 60 cm dengan panjang total 8.13
m, cukup efektif menahan longsoran, jika jarak antar tiangnya tidak lebih
dari 1.65 m dan dikonstruksi hingga kedalaman tanah keras.




                                                                       67
 PEMODELAN KONSTRUKSI TANGGUL LAUT DI ATAS TANAH
 LUNAK DAN PERCEPATAN KONSOLIDASI DENGAN VERTIKAL
     DRAIN, Studi kasus: Reklamasi Ancol Baru–Jakarta

                          DICKY BUDIYANTO
                          NPM: 1998410042

         PEMBIMBING: PROF. PAULUS PRAMONO RAHARDJO

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Reklamasi adalah penimbunan suatu area tertentu guna memperluas area
yang telah ada. Area yang biasanya ditimbun adalah daerah rawa-rawa,
dan atau laut yang biasanya bertanah lunak. Karena reklamasi merupakan
proses penimbunan, maka harus dilakukan secara bertahap agar tidak
mengalami keruntuhan pada saat dilakukan penimbunan.
Masalah lain yang dihadapi dalam melakukan penimbunan diatas tanah
lunak yang merupakan tanah dasar, adalah lamanya waktu yang
dibutuhkan untuk mencapai konsolidasi penuh dan besarnya penurunan
konsolidasi yang terjadi.
Pada kasus reklamasi Ancol Baru yang terletak di laut Jakarta bagian
Utara, masalah yang menyangkut dengan waktu yang dibutuhkan dan
besarnya penurunan konsolidasi diatasi dengan pemasangan PVD (
prefabricated vertical drain ) dengan jarak 1,5m dalam pola pemasangan
segitiga.
Setelah dilakukan analisis deformasi dan kestabilan lereng, tanggul laut
aman terhadap longsor dengan deformasi yang terjadi 1,12m di kawasan
reklamasi dan 1,08m pada tanggul laut. Sedangkan tekanan air pori ekses
terbesar yang terjadi 0,22kN/m 2, dibawah timbunan tanggul laut.




                                                                      68
  TUNDAAN PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL JALAN ASIA-
             AFRIKA – JALAN TAMBLONG

                        RIA JUNIANTO SUJOTO
                           NPM: 1998410052

               Pembimbing: Aloysius Tjan, Ir., MT., Ph.D.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Persimpangan bersinyal sebagai tempat bertemunya kendaraan dari kaki-
kaki persimpangan pada umumnya diatur menggunakan sinyal lalu lintas
untuk mengurangi tundaan kendaraan akibat konflik. Meskipun demikian,
sebenarnya pada persimpangan bersinyal juga masih terjadi tundaan,
karena kendaraan yang lewat mempunyai resiko terkena lampu merah
dari sinyal lalu lintas.
Dalam skripsi ini dihitung waktu tundaan yang terjadi pada persimpangan
bersinyal antara Jalan Asia-Afrika dan Jalan Tamblong. Waktu tundaan
yang diperoleh dari survei lapangan akan dibandingkan dengan waktu
tundaan yang diperoleh dari perhitungan menggunakan metode
Transportation Research Board (TRB, 2000). Survei dilakukan pada kaki
simpang Jalan Asia-Afrika sebelah Timur yang pergerakan kendaraannya
menuju arah Barat. Perhitungan tundaan dengan TRB dilakukan sesuai
dengan langkah-langkah yang ditentukan dalam beberapa lembar kerja
yang disediakan.
Setelah didapat nilai dari masing-masing perhitungan, kedua hasil tundaan
dibandingkan. Pada Lajur 1 nilai tundaan TRB antara 0.5-2.9 kali nilai
tundaan lapangan, nilai tundaan yang diperoleh ada yang mendekati nilai
tundaan hasil survei lapangan tetapi ada juga yang berbeda jauh. Pada
Lajur 2,3,4 nilainya antara 1.1-4.5 kalinya, nilai tundaan yang diperoleh
lebih besar dari yang didapat dari survei lapangan. Sedangkan pada
Pendekat (seluruh lajur) nilai tundaan TRB antara 0.7-4.2 kali nilai
tundaan lapangan, nilai tundaan yang diperoleh hampir seluruhnya lebih
besar dari yang didapat dari survei lapangan.




                                                                       69
STUDI BIAYA PELAKSANAAN BANGUNAN T48, T100 DAN T150

                                 MARTINA
                              NPM: 1998410058

                Pembimbing: Danu Tirta Gunawan, Ir., MT.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                                  ABSTRAK
Rumah merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Meningkatnya jumlah
penduduk di Indonesia menyebabkan kebutuhan akan rumah juga meningkat.
Hal ini membuka peluang usaha bagi pengembang untuk membangun
perumahan lengkap dengan fasilitas pendukungnya. Sebuah perumahan,
memiliki berbagai macam tipe rumah, mulai dari ukuran yang kecil, sederhana,
dan besar.
Setiap tipe rumah mempunyai anggaran biaya yang berbeda-beda. Biaya yang
dimaksud meliputi biaya material, biaya tenaga kerja, biaya overhead serta
biaya-biaya lain. Dalam sebuah proyek, besarnya biaya yang dikeluarkan akan
berhubungan dengan durasi pelaksaanaan proyek. Makin cepat proyek itu
diselesaikan maka makin besar pula biaya yang perlu dikeluarkan. Hal ini
berhubungan dengan penambahan tenaga kerja yang dibutuhkan.
Untuk mendapatkan biaya pelaksanaan yang paling ekonomis, perlu dilakukan
crashing dan relaksasi dengan menggunakan metode “ The Criticality Theorem”.
Crashing didasarkan pada cost slope, yaitu jumlah biaya yang diperlukan untuk
mengurangi durasi kegiatan per satu satuan waktu. Jadi pekerjaan yang akan
dicrashing diutamakan pada pekerjaan yang memiliki cost slope terendah.
Tujuan dari pembahasan ini adalah mencari durasi dan biaya pelaksanaan
bangunan yang paling optimal untuk proyek rumah T48, T100 dan T150.
Dalam studi kasus dibahas mengenai proyek rumah T102/200 yang terletak di Jl.
Batu Nunggal Indah. Dari perhitungan crashing dan relaksasi didapat beberapa
alternatif, sehingga dapat terlihat biaya dan durasi pelaksanaan bangunan yang
paling ekonomis. Proyek ini dapat dipercepat 2 hari dari durasi normalnya,
sehingga proyek dapat diselesaikan dalam waktu 154 hari, dengan biaya yang
paling ekonomis Rp 165.485.849,00. Pekerjaan yang dipercepat adalah
pekerjaan persiapan + bedeng, pekerjaan pembesian kolom, pekerjaan
pasangan pagar dan pintu pagar, sedangkan pekerjaan yang dapat direlaksasi
adalah pekerjaan pondasi batu kali + urugan bekas galian, pekerjaan pasangan
bata, kusen dan instalasi listrik & air serta pekerjaan rangka plafond & instalasi
listrik.




                                                                               70
  ALTERNATIF DESAIN UNTUK TIMBUNAN TINGGI DI ATAS
TANAH LUNAK MENGGUNAKAN BERM, GEOTEKSTIL, DAN SOIL
  CEMENT, STUDI KASUS STA 418+050 PROYEK JALAN TOL
                CIKAMPEK PADALARANG

                            VICKY SANJAYA
                           NPM: 1998410063

       Pembimbing: PROF. PAULUS P.RAHARDJO,Ir.,MSCE,Ph.D.

                 UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Jalan sebagai sarana transportasi merupakan salah satu infrastruktur yang
cukup penting dalam perkembangan suatu negara, khususnya Indonesia.
Sayangnya, jalan yang dibangun harus melewati lembah dan juga
memotong bukit, sehingga kadang jalan harus dibangun di atas
embankment atau timbunan yang cukup tinggi, seperti jalan tol Cikampek-
Padalarang.
Dengan data yang tersedia, yaitu data kountur tanah dan Nspt dilakukan
perkuatan tanah dengan meningkatkan kestabilan lereng. Desain
perkuatan lereng dilakukan dengan memberi berm, soil cement, atau
geotekstil. Khusus untuk geotekstil, dilakukan perhitungan secara manual
(Koerner, Designing with Geosynthetics), dan semua alternatif desain
yang dipakai, dianalisis dengan menggunakan program Slope-W dan
PLAXIS.
Dari hasil analisis menunjukkan aternatif berm sebagai perkuatan lereng
merupakan pilihan yang paling baik daripada alternatif lainnya mengingat
soil cement dan geotekstil kurang ekonomis dibandingkan dengan berm.




                                                                       71
   PERENCANAAN BENDUNGAN BAWAH TANAH TERHADAP
    PERUBAHAN TINGGI MUKA AIR TANAH, STUDI KASUS
                   BUNUTAN, BALI

                           Raimun Samsul
                          NPM: 1998410088


           PEMBIMBING: Wisjnu Y. Brotodihardjo, Ir., MSCE.

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Bendungan bawah tanah merupakan konstruksi yang masih jarang
dilakukan di Indonesia. Konstruksi ini dapat dibangun di daerah yang
memiliki kondisi geologi tertentu, seperti daerah kering, muka air tanah
rendah, dan beberapa syarat lainnya. Selain syarat geologi, diperlukan
juga syarat kondisi bendungan itu sendiri, seperti porositas bendung,
ketebalan bendung, jenis material yang digunakan, dan bentuk / tipe
konstruksi.
Analisa yang dilakukan adalah merancang dimensi bendung bawah tanah
dan kedalaman dasar bendung bawah tanah dengan tujuan untuk
menaikkan muka air tanah di bagian hulu agar mencapai ketinggian
tertentu yang diharapkan. Berbagai variasi dimensi dan kedalaman
digunakan dalam proses analisa ini.
Hasil analisa menunjukkan bahwa pendangkalan muka air tanah terbesar
terjadi ketika desain dilakukan dengan menggunakan tipe bendungan
yang bagian puncaknya tepat berada pada permukaan tanah. Kecepatan
aliran air tanah sedemikian kecil sehingga masalah gerusan pada dasar
bendung dapat diabaikan.
Kondisi geologi Bunutan terdiri atas lapisan tanah pasir. Hal ini
memungkinkan konstruksi bendungan dibuat dengan cara grouting.




                                                                      72
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENAMBAHAN POLIMER
(STYRENE-BUTADIENE LATEX) TERHADAP SIFAT KEDAP AIR
DAN KEMUDAHAN PENGERJAAN PADA BETON DENGAN MUTU
                    fc’ = 30 MPa

                           DOMINICA FRIANITA
                            NPM: 1998410094

             PEMBIMBING: Ny. WINARNI HADIPRATOMO, Ir.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                                 ABSTRAK
Usaha meningkatkan kepadatan beton dan mengurangi permeabilitas zat cair
pada beton, dapat dilakukan dengan cara meminimumkan persentase pori dan
rongga didalam beton dengan bahan tambahan yang bersifat impermeabel.
Dalam penelitian ini akan diselidiki pengaruh penggunaan Polimer (Styrene-
Butadiene Latex) terhadap kekedapan air pada beton. Dengan dicampurkannya
Polimer (Styrene-Butadiene Latex) diharapkan kekedapan beton tersebut dapat
meningkat dibandingkan dengan beton normal.
Mutu beton yang direncanakan adalah fc’=30 MPa dengan benda uji berbentuk
silinder diameter 150 mm dan tinggi 300 mm untuk pengujian kuat tekan dan
pelat berukuran 200 x 200 x 120 mm3 untuk pengujian kekedapan air. Komposisi
campuran yang dipakai pada penelitian ini adalah perbandingan antara Polimer
(Styrene-Butadiene Latex) dan air sebesar 0:1, 1:1 dan 1:3. Umur perawatan
beton 7, 14 dan 28 hari untuk pengujia n kuat tekan dan umur perawatan 28 dan
56 hari untuk pengujian kekedapan air.
Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa Polimer (Styrene-Butadiene Latex)
dapat meningkatkan kuat tekan dan membuat beton menjadi semakin kedap air
setelah 28 hari. Pada umur perawatan 28 hari terjadi peningkatan kuat tekan
sebesar 11,7% dan 5,5% pada perbandingan Polimer (Styrene-Butadiene Latex)
dan air sebesar 1:1 dan 1:3. Penurunan permeabilitas air pada umur 28 hari
sebesar 55,4% dan 37% dan umur 56 hari sebesar 89% dan 85,2% dari
perbandingan Polimer (    Styrene-Butadiene Latex) dan air sebesar 1:1 dan 1:3
terhadap beton normal. Penambahan Polimer (Styrene-Butadiene Latex)
menunjukkan angka permeablitas yang semakin kecil (beton semakin kedap air).
Penambahan Polimer (   Styrene-Butadiene Latex) juga meningkatkan nilai slump
dari beton segar, yang berarti meningkatkan kemudahan pengerjaan beton.




                                                                           73
  EVALUASI PARAMETER DINAMIKA TANAH BERDASARKAN
PERSAMAAN EMPIRIK HASIL UJI LAPANGAN (SPT) DAN HASIL
UJI LABORATORIUM DENGAN STUDI KASUS DI MAUMERE, NTT

                       Freddy Hidayat Wibowo
                         NPM: 1998410097

               Pembimbing: Theo F Najoan Ir., M. Eng.

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                             ABSTRAK
Salah satu parameter dinamik tanah adalah modulus geser maksimum
(G0). Beberapa peneliti menghasilkan rumus empirik modulus geser
maksimum (G0) untuk jenis tanah yang berbeda. Dari modulus geser
maksimum (G0) tersebut bisa didapatkan hubungan G/G0 dengan
regangan geser (γ), rasio redaman (D) dengan regangan geser (γ),
pengaruh angka pori (e) dan nilai NSPT terhadap besarnya modulus geser
maksimum (G0). Untuk tiap lubang pengeboran kita mendapatkan
hubungan angka pori (e) dengan kedalaman, tegangan efektif (σ01)
dengan kedalaman dan NSPT dengan kedalaman. Dari hasil tersebut
didapat hubungan bahwa besarnya angka pori (e) berbanding terbalik
dengan NSPT dan nilai modulus geser maksimum (G0). Hasil modulus geser
maksimum berdasarkan nilai NSPT hasilnya cenderung sesuai dengan
kondisi di lapangan.
Nilai Vs-maks, G/G0 dan rasio redaman (D) terhadap regangan geser (γ)
dapat digunakan sebagai input pada program EERA. Dari program ini
dapat dibandingkan perbedaan hasil akselerasi maksimum menggunakan
G/G0 dan rasio redaman (D) dari persamaan empirik Ishibashi-Zhang
dengan persamaan empirik Seed-Idris dalam melakukan analisa potensi
likuifaksi.




                                                                    74
STUDI BANDING PENGGUNAAN INTERBLOK BETON DAN ASPAL
 BETON SEBAGAI LAPIS PERMUKAAN JALAN DITINJAU DARI
               SEGI BIAYA DAN WAKTU

                                  IRSAN
                             NPM: 1998410100

                 Pembimbing: Sonny Siti Sondari, Ir., MT.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                                 ABSTRAK
Jalan merupakan salah satu prasarana transportasi yang keberadaannya sangat
dibutuhkan terutama pada saat sekarang ini. Hal ini disebabkan oleh adanya
pertumbuhan yang pesat di bidang transportasi yang membawa dampak pada
munculnya tuntutan akan prasarana jalan yang memadai baik dalam segi kualitas
dan kuantitas. Untuk dapat mewujudkan tuntuntan tersebut dibutuhkan adanya
perencanaan yang baik dalam memilih jenis perkerasan jalan yang sesuai.
Struktur perkerasan yang lazim digunakan selama ini ialah perkerasan kaku
dengan penutup jalan berupa pelat beton dan perkerasan lentur yang
menggunakan aspal beton. Selain kedua jenis bahan di atas, 20 tahun terakhir
ini juga sudah dikenal penggunaan blok beton sebagai lapis permukaan jalan.
Dalam skripsi ini akan ditinjau penggunaan aspal beton dan interblok beton
sebagai lapis permukaan jalan. Peninjauan penggunaan kedua material di atas
akan didasarkan pada parameter biaya dan waktu konstruksi. Biaya yang
dihitung mencakup biaya konstruksi dan pemeliharaan selama umur rencana.
Proses perbandingan ini dimulai dari desain, kemudian diuraikan komponen-
kompanen yang termasuk dalam analisis biaya dan waktu.
Studi kasus yang diambil ialah proyek pembangunan jalan di Kota Mandiri Bukit
Sentul, Bogor. Jenis jalan yang ditinjau ialah jalan lingkungan, dimana jalan
tersebut sudah dibangun dengan struktur perkerasan aspal beton. Jadi dalam
skripsi akan dibandingkan bagaimana kalau perkerasan tersebut diganti dengan
perkerasan interblok beton, apakah masih layak dalam segi biaya dan waktu
konstruksi.
Dari hasil analisis, ternyata perkerasan aspal beton memiliki kelebihan di sisi
biaya konstruksi dan waktu pelaksanaan karena biaya yang dikeluarkan lebih
kecil dan waktu pelaksanaannya lebih cepat, sedangkan perkerasan interblok
beton memiliki kelebihan di biaya pemeliharaannya yang jauh lebih kecil dari
perkerasan aspal beton. Tetapi dalam pemilihan jenis perkerasan disarankan juga
untuk menyesuaikannya dengan fungsi jalan dan kondisi lapangan di proyek.




                                                                            75
STUDI ANALITIKAL DESAIN BALOK TERLENTUR DARI PROFIL
BAJA COLD-FORMED TIPE C DENGAN DAN TANPA PENGAKU
        TEPI (LIP) MENGGUNAKAN METODA LRFD

                    JOHANNES JIMMY HERLAMBANG
                         NPM: 1998410119

                    Pembimbing: Cecilia Lauw, Ir., MT.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                                ABSTRAK
Dalam proses mendesain suatu bangunan, perencana seharusnya
mencoba beberapa alternatif yang potensial supaya diperoleh hasil desain
final yang optimal. Penggunaan Cold Formed Steel (CFS) tipe C (channel)
sebagai balok terlentur merupakan salah satu alternatif yang patut dicoba,
terutama jika bentang cukup lebar sedangkan beban relatif kecil.
Desain balok terlentur dalam skripsi ini dibatasi hanya meninjau beban
terhadap satu sumbu utama dengan perletakan sendi dan rol. Analisis dan
desain dilakukan dengan memilih momen nominal yang nilainya kritis dari
hasil perhitungan metoda kuat lentur penampang (sectional strength or
bending moment of the cross section) pada kondisi awal leleh dan kuat
tekuk puntir lateral (lateral torsional buckling strength). Untuk perhitungan
kedua metoda itu perlu dicari sifat-sifat penampang total dan daerah
efektif dari penampang CFS.
Dari hasil analisis dan desain dapat disimpulkan untuk balok terlentur
menggunakan CFS tipe C dengan pengaku tepi (lipped channel)
menghasilkan momen nominal lebih besar dari tipe C tanpa pengaku tepi,
sehingga kapasitas beban yang dapat diterima balok juga lebih besar. Hal
itu terjadi baik terhadap sumbu kuat atau sumbu lemah penampang.




                                                                          76
  KARAKTERISTIK JALAN OTTO ISKANDARDINATA DI KOTA
                      BANDUNG

                            Anastasia Cynthia
                            NPM: 1998410136

         Pembimbing: Wimpy Santosa, ST., M.Eng., MSCE, Ph.D

                 UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                                ABSTRAK
Adanya kegiatan perdagangan di suatu wilayah cenderung menarik
masyarakat ke wilayah tersebut. Salah satu contohnya adalah di Jalan
Otto Iskandardinata, yang merupakan salah satu pusat perdagangan di
kota Bandung. Di jalan ini terdapat pasar tradisional, yaitu Pasar Baru,
pertokoan, dan pedagang kaki lima. Kegiatan perdagangan ini
menyebabkan aktivitas di sisi jalan menjadi tinggi, menghambat arus lalu
lintas, dan menimbulkan kemacetan.
Dalam skripsi ini dilakukan analisis karakteristik Jalan Otto Iskandardinata
pada saat tidak ada kegiatan perdagangan dan pada saat berlangsungnya
kegiatan perdagangan. Ruas Jalan Otto Iskandardinata yang ditinjau
berawal dari Jalan Suniaraja sampai ke persimpangan Jalan Jenderal
Sudirman, dan merupakan jalan satu arah. Hal-hal yang dilakukan dalam
studi ini adalah pengukuran volume lalu lintas, perhitungan kapasitas
jalan, dan perhitungan derajat kejenuhan.
Hasil studi menunjukkan bahwa kegiatan perdagangan menyebabkan
kapasitas jalan berkurang, karena semakin tingginya hambatan samping,
berkurangnya lebar jalur lalu lintas efektif, dan berkurangnya lebar bahu
efektif. Berkurangnya kapasitas jalan akibat kegiatan perdagangan
mencapai 66,4%.




                                                                         77
  STUDI OPTIMASI BIAYA KONSTRUKSI ATAP RANGKA BAJA
SIKU, PREFABRIKASI BAJA RINGAN, DAN PREFABRIKASI KAYU

                             Christian
                          NPM: 1998410137

              Pembimbing: Yohanes L.D. Adianto, Ir., MT.

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Atap merupakan unsur satu bangunan yang berfungsi melindungi
bangunan dan yang ada di bawahnya dari pengaruh cuaca seperti hujan
dan sengatan matahari. Keanekaragaman material memberikan
pertimbangan bagi perencana, untuk memilih jenis material mana yang
akan dijadikan bahan untuk konstruksi rangka atap. Yang dimaksud
dengan prefabrikasi adalah suatu sistem pembentukan rangka atap yang
pembuatannya dilakukan di pabrik hingga dalam keadaan dirakit dan siap
dipasang pada bangunan.
Rangka atap baja profil siku ganda termasuk sistem konvensional yang
susunannya terdiri dari kuda-kuda, gording, kaso, reng dan penutup atap.
Sedangkan susunan pada rangka atap prefabrikasi terdiri dari kuda-kuda
dan reng.
Dimensi yang dipakai untuk rangka atap profil siku ganda yaitu 30.30.3,
40.40.4, 45.45.5, dan 50.50.5 dan alat sambungnya menggunakan baut
dan las. Pada kuda-kuda prefabrikasi baja ringan memakai profil UK-100.
Untuk reng menggunakan profil GD dan baut dipakai sebagai alat
sambungnya. Kayu yang digunakan untuk kuda-kuda pada prefabrikasi
kayu, berdimensi 4/7, 4/10, dan 4/15. Sedangkan reng, berdimensi 4/4
dan 4/6. Sambungan menggunakan pelat galvanis.
Pada ketiga jenis rangka dilakukan analisis struktur yang meliputi
pemodelan rangka atap hingga dimensi batang, analisis volume, harga
satuan dan anggaran biaya. Bentang yang ditinjau 6, 8, 10, 12 meter.
Sudut kemiringan atap 30o. Penutup atap yang digunakan genteng beton.
Dari hasil analisis rangka atap, rangka baja siku ganda mempunyai biaya
yang paling kecil. Rangka baja siku lebih murah Rp. 7.900,00 - 14.050,00
/m 2 dibandingkan prefabrikasi baja dan lebih murah Rp. 3.450,00 –
11.500,00/m 2. Penggunaan prefabrikasi sebagai rangka atap baru efektif
apabila waktu yang dijadikan prioritas.




                                                                      78
STUDI ANALISIS BERBAGAI JUMLAH JAM KERJA LEMBUR DARI
                SEGI BIAYA DAN WAKTU

                       DJUNAEDI LILY SINDJAYA
                          NPM: 1998410150

       PEMBIMBING: ANASTASIA CAROLINE SUTANDI, Ir., MSIE.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Dalam pelaksanaan proyek konstruksi seringkali terjadi keterlambatan
yang disebabkan oleh cuaca yang tidak mendukung (hujan), sumber daya
manusia yang kurang disiplin, kurangnya peralatan, penundaan akibat hal-
hal tertentu atau faktor teknis dan non teknis lainnya. Cara yang dilakukan
untuk mengatasi keterlambatan tersebut antara lain dengan menambah
jumlah jam kerja, menambah jumlah pekerja ataupun penambahan
peralatan.
Skripsi ini bertujuan menganalisis jumlah jam kerja lembur untuk
mengatasi keterlambatan waktu penyelesaian proyek di lapangan. Studi
kasus dilakukan pada proyek ruko 3 lantai di jalan Batununggal Indah IV
no. 19. Proyek ini mengalami penundaan kerja pada proyek selama 4
minggu, sehingga jadwal yang telah direncanakan semula tidak akan
tercapai bila pekerjaan proyek dilaksanakan secara normal. Agar proyek
dapat selesai tepat pada waktunya maka pada proyek ini akan
dilaksanakan kerja lembur. Untuk memperoleh cara yang efektif dan
efisien dilakukan analisis dengan menentukan lintasan kritis dari kegiatan
yang memerlukan pekerjaan lembur.
Pengerjaan kerja lembur dapat dilakukan dengan berbagai durasi waktu.
Dalam skripsi ini menganalisis kerja lembur dengan lama waktu 2 jam
sampai dengan 5 jam perhari. Dari analisis masalah dapat disimpulkan
bahwa kerja lembur dengan lama waktu 2 jam hanya mempercepat waktu
3 minggu, sehingga proyek tidak dapat selesai tepat pada waktunya.
Sedangkan target percepatan 4 minggu dapat tercapai bila kerja lembur
dilakukan 3 jam dengan penambahan biaya Rp 11.753.000,00 , 4 jam
dengan penambahan biaya Rp 7.838.000,00 dan 5 jam perhari dengan
penambahan biaya Rp 9.801.000,00. Dengan demikian, dalam skripsi ini
kerja lembur yang paling efektif dan efisien yaitu kerja lembur yang
dilakukan 4 jam perhari karena membutuhkan penambahan biaya yang
paling sedikit dibandingkan jumlah jam kerja lembur lainnya.




                                                                         79
PENGARUH TEMPERATUR DAN KADAR ASPAL TERHADAP SIFAT
         RANGKAK DARI CAMPURAN BERASPAL

                             YOHAN ADRIAN
                            NPM: 1998410152

             Pembimbing: ALOYSIUS TJAN, Ir., MT., Ph.D.


                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Rangkak merupakan deformasi dan keretakan pada material yang
bergantung pada waktu. Fenomena ini dipercepat dengan adanya
pertambahan temperatur dan tegangan. Pada rangkak ada dua jenis
deformasi, yaitu deformasi elastis dan deformasi plastis. Deformasi elastis
akan kembali sepenuhnya seperti keadaan semula, sedangkan deformasi
plastis merupakan deformasi permanen.
Pengujian rangkak dilakukan pada temperatur 30°C, 45°C, dan 60°C, dan
untuk kadar aspal digunakan kadar aspal 6.3%, 6.8%, dan 7.3%. Untuk
pembebanan digunakan constant load increament, yaitu beban mengalami
kenaikan konstan sebesar 50 kg/menit, 100 kg/menit, dan 150 kg/menit.
Dari hasil uji rangkak dapat diperoleh besarnya konstanta visko untuk
berbagai kondisi diatas. Berdasarkan harga konstanta visko ini dapat
ditentukan pengaruh dari temperatur dan kadar aspal terhadap sifat
rangkak. Konstanta visko digunakan juga untuk menghitung besarnya
deformasi permanen pada lapisan beraspal.
Hasil analisis rangkak menunjukkan bahwa harga konstanta visko
mempunyai kecenderungan meningkat pada temperatur dan kadar aspal
yang lebih besar. Pada rate 50 kg/menit, suhu 30°C konstanta visko
meningkat seiring dengan meningkatnya kadar aspal, peningkatan
konstanta visko sebesar 1.023.10-9 dari kadar aspal. Demikian pula pada
kenaikan suhu, pada rate 50 kg/menit konstanta visko meningkat seiring
dengan meningkatnya suhu pengujian, peningkatan konstanta visko
sebesar 0.0431.10-9 dari suhu pengujian. Untuk rate of loading, harga
konstanta visko mempunyai kecenderungan mengecil seiring dengan
meningkatnya rate of loading.




                                                                         80
  EVALUASI PONDASI JEMBATAN JALAN AKSES KANCI PADA
    PROYEK JALAN TOL PALUMBON AKIBAT KEGAGALAN
                 KONSTRUKSI OPRIT

                      JONATHAN ALI PRANATA
                         NPM: 1998410155

   PEMBIMBING 1: Prof. DR. PAULUS P. RAHARDJO. Ir.,MSCE., Ph.D.
     PEMBIMBING 2: Ir. WISJNU YOGA BROTODIHARDJO, MSCE

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mnedikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Longsor yang terjadi pada jalan akses Kanci disebabkan karena kesalahan
pelaksanaan pada saat penimbunan. Banyak hal – hal penting yang harus
diperhatikan tetapi diduga tidak dilakukan, dengan maksud untuk
menghemat waktu serta biaya.
Longsoran yang terjadi didahului dengan munculnya gejala retakan di
permukaan saat timbunan mencapai ketinggian 7.0 m (dari rencana 11.0
m). Laporan gejala longsoran lebih lanjut telah semakin teramati saat
timbunan mencapai +9.0 m dan berlanjut menjadi longsoran dalam.
Pada skripsi ini, akan dievaluasi pengaruh timbunan terhadap stabilitas
pondasi. Hal – hal yang harus diperhatikan antara lain pengaruh kenaikan
air pori, besarnya deformasi total maksimum serta arahnya, dan kekuatan
dari tiang pancang.
Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
timbunan pada arah melintang jalan membutuhkan perkuatan – perkuatan
yang diletakkan pada kaki lereng, sedangkan timbunan pada arah
abutment jembatan tidak membutuhkan perkuatan tetapi untuk lebih
menjamin keselamatan dari kereta api serta penumpangnya maka pada
timbunan tersebut diberi perkuatan.




                                                                      81
 STUDI EKSPERIMENTAL PEMANFAATAN TEMBOK BATA SISA
 BANGUNAN SEBAGAI AGREGAT HALUS UNTUK PEMBUATAN
 BETON AGREGAT DAUR ULANG DENGAN NILAI FAKTOR AIR
              SEMEN YANG DIVARIASIKAN

                           SALLY RAHAYU
                          NPM: 1998410156

            Pembimbing: Rudy Suherman Rusandi, Ir., MT.


               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Pembangunan perumahan Bukit Sentul tidak hanya menimbulkan masalah
lingkungan berupa eksploitasi material dari sumber-sumber alam, tetapi
juga telah menghasilkan limbah padat dalam jumlah besar berupa
material-material sisa bangunan. Dalam menanggulangi masalah tersebut,
salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan material-
material sisa bangunan tersebut sebagai agregat daur ulang.
Pada penelitian ini material yang dimanfaatkan adalah pecahan tembok
bata sebagai agregat halus pada pembuatan beton agregat daur ulang,
sedangkan yang digunakan sebagai agregat kasar adalah batu pecah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari material
tembok bata sebagai agregat halus dan mengetahui kekuatan beton
agregat daur ulang. Metode perancangan pada penelitian ini adalah
metode desain eksperimental dengan cara trial mix dimana terdapat 4
macam komposisi campuran dengan faktor air semen yang divariasikan
yaitu 0,4; 0,45; 0,5 dan 0,6 dan dari keempat macam komposisi tersebut
dicari faktor air semen yang optimum.
Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 7, 14, 28, 60 dan 90 hari
dengan benda uji berbentuk kubus dengan ukuran 15x15x15cm 3. Dari
hasil penelitian tersebut dibuat hubungan antara kuat tekan dengan umur
perawatan dan faktor air semen dengan persamaan regresi
sederhana.Dari hasil penelitian ini, perbedaan yang sangat jelas antara
agreat halus tembok bata dan pasir alam adalah daya absorpsinya yang
sangat tinggi. Dan kuat tekan dari beton agregat daur ulang yang
dihasilkan lebih dari kuat tekan beton yang disyaratkan untuk kuat tekan
beton struktural yaitu 12.5 MPa (PBI 1971).




                                                                      82
 STUDI EKSPERIMENTAL PENGGUNAAN PECAHAN GENTENG
KERAMIK SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT PENYUSUN PAVING
                       BLOCK

                       JOSEPH HANDIYANTO
                         NPM: 1998410170

            PEMBIMBING: HERMANTO SUBAGIJO, Ir., MT.

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                            ABSTRAK
Paving Block pada saat ini sudah banyak dipergunakan sebagai bahan
pelapis permukaan jalan. Untuk memanfaatkan limbah genteng keramik
dari pabrik pembuatan genteng, sisa pembangunan suatu rumah, serta
dari bongkaran rumah maka digunakan agregat pecahan genteng keramik
sebagai pengganti agregat penyusun paving block.
Penelitian ini bertujuan mengetahui kuat tekan paving block yang
menggunakan pecahan genteng keramik sebagai agregat penyusun
paving block dan membandingkan kekuatannya dengan paving block
agregat pasir alam serta yang ada dipasaran.
Perencanaan campuran paving block dilakukan dengan sistem
perbandingan volume. Perbandingan volume yang dilakukan adalah 1:6,
1:5, 1:4, serta menggunakan agregat kasar pecahan genteng keramik
1:2:3.
Setelah dianalisis, kuat tekan paving block yang menggunakan agregat
pecahan genteng keramik lebih baik daripada paving block yang
menggunakan agregat pasir alam.




                                                                    83
   EVALUASI MANFAAT PEMBANGUNAN JALAN RAJAPOLAH-
                 ANCOL JAWA-BARAT

                            Anissa Putri Utami
                            NPM: 1998410187

          Pembimbing: Wimpy Santosa, ST, M Eng, MSCE, Ph.D

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk
khususnya di Propinsi Jawa Barat mengakibatkan tingginya arus orang
dan barang yang berpengaruh terhadap naiknya volume lalu-lintas. Ruas
jalan Rajapolah-Ancol-Tasikmalaya adalah salah satu ruas jalan di Propinsi
Jawa Barat dengan volume lalu-lintas tinggi yang memiliki akses dalam
penyaluran hasil industri, perdagangan, pertanian, dari Kabupaten
Tasikmalaya, Ciamis, dan sekitarnya.
Pada tahun 2001, pemerintah melaksanakan proyek pembangunan jalan
Rajapolah-Ancol. Pembangunan jalan ini dimaksudkan sebagai alternatif
bagi pengguna jalan sehingga dapat memperlancar arus lalu-lintas. Ruas
jalan ini secara langsung juga berperan sebagai penyangga pemekaran
Kota Tasikmalaya yang tata guna lahannya sudah tidak mungkin berubah
lagi. Proyek tersebut perlu ditinjau dan dievaluasi secara ekonomi dengan
menghitung manfaat jalan selama umur rencana jalan.
Ada banyak cara dalam melakukan evaluasi ekonomi. Pada studi ini
dipakai data hasil survei dan analisis pada Proyek MBUDP pada tahun
1994 serta melakukan survei lalu-lintas untuk perhitungan semua manfaat
jalan yang terukur. Sedangkan manfaat yang tidak terukur didapat dari
survei langsung di lokasi studi. Dalam skripsi ini hanya dibatasi
perhitungan manfaat jalan yang terukur yaitu selisih BOK, selisih BWP,
dan selisih BWB antara kedua ruas jalan yang ditinjau.
Dari hasil perhitungan didapat selisih BOK antara ruas jalan I (Rajapolah-
Tasik-Ancol) dan ruas jalan II (Rajapolah-Ancol) pada tahun 2002 sebesar
Rp 38,230 juta/hari, selisih BWP sebesar Rp 27,377 juta/hari, serta selisih
BWB sebesar Rp 0,0014 juta/hari. BOK, BWP, dan BWB untuk ruas jalan II
lebih murah dibandingkan dengan BOK, BWP, dan BWB untuk ruas jalan I.
Besarnya selisih komponen manfaat tersebut akan meningkat pada tahun-
tahun berikutnya, sesuai dengan prediksi peningkatan volume lalu-lintas.




                                                                         84
     PENGEMBANGAN PETA RAWAN TSUNAMI INDONESIA

                                Efendi
                           NPM: 1998410211

                Pembimbing: Ir. Theo F. Najoan, M.Eng.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Kepulauan Indonesia yang terletak antara 60 LU dan 110 LS serta antara
950 BT dan 1400 BT dan merupakan titik pertemuan antara tiga lempeng
dunia yang aktif yaitu lempeng Eurasia, Pasifik dan Hindia-Australia
menjadikan kepulauan Indonesia wilayah yang rawan sekali terhadap
bencana alam seperti gempa bumi dan bencana ikutannya seperti tsunami
dan tanah longsor. Oleh karena itu, dalam menghadapi bahaya bencana
alam tersebut diperlukan suatu penaksiran agar korban dan kerugian yang
timbul dapat ditekan seminimal mungkin. Salah satu upaya tersebut
adalah dengan membuat peta rawan tsunami untuk wilayah Indonesia.
Pembuatan Peta Zonasi Rawan Tsunami Indonesia berdasarkan
perhitungan tinggi rayapan pada daerah tepi-tepi pantai di seluruh wilayah
Indonesia, dengan menggunakan data-data gempa yang diperoleh dari
Banon Amelda. Perhitungan tinggi rayapan tsunami menggunakan
persamaan yang dibuat oleh Katyusuki Abe.
Dari hasil perhitungan tinggi rayapan tsunami dan dengan mengacu
kepada klasifikasi besaran tsunami dari Imamura, kepulauan Indonesia
dapat dibagi menjadi lima zona tsunami, yaitu:
zona 0, tinggi rayapan < 1 m, daya hancur tidak ada
zona 1, tinggi rayapan 1 – 2 m, daya hancur kecil
zona 2, tinggi rayapan 2 – 4 m, daya hancur sedang
zona 3, tinggi rayapan 4 – 6 m, daya hancur besar
zona 4, tinggi rayapan > 6 m, daya hancur sangat besar




                                                                        85
  STUDI EKSPLORATIF PEMANFAATAN BERANGKAL TEMBOK
BATA YANG DIDAUR ULANG MENJADI AGREGAT KASAR BETON

                                Kamil
                           NPM: 1998410220

             Pembimbing: Cecilia Lauw Giok Swan, Ir., MT.
            Ko-Pembimbing: Dina Rubiana Widarda, Ir., MT.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Beton merupakan salah satu material yang paling banyak digunakan di
dalam bidang konstruksi. Namun, kebutuhan akan beton yang terus
meningkat dapat menyebabkan terjadi eksploitasi yang berlebihan
terhadap sumber-sumber agregat alam sebagai salah satu material utama
penyusun beton, sehingga pada akhirnya dapat mengganggu kelestarian
alam. Persoalan di atas harus dicari solusinya agar kelestarian alam tetap
terjaga. Oleh karena itu, pada penelitian ini sisa-sisa bongkaran tembok
atau berangkal didaur ulang supaya dapat digunakan sebagai agregat
kasar untuk membuat beton.
Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh dari penggunaan
agregat kasar daur ulang berangkal terhadap kuat tekan beton dan
mencari nilai faktor air semen yang menghasilkan kekuatan yang
maksimal. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, yang
meliputi analisis karakteristik agregat daur ulang dan percobaan uji kuat
tekan terhadap benda uji kubus beton agregat daur ulang dengan w/c
0,4; 0,45; 0,5; dan 0,6. Metode desain campuran yang digunakan adalah
metode coba-coba (trial mix), dimana volume kondisi gembur dari agregat
kasar daur ulang diambil sebesar 80% dari volume beton final untuk
setiap w/c.
Berdasarkan hasil penelitian, agregat kasar daur ulang yang bersifat
porous nilai absorpsinya lebih besar dan berat jenisnya lebih rendah
dibanding agregat normal, memiliki tekstur permukaan yang kasar, serta
tidak memenuhi syarat kekerasan agregat. Selain itu, kuat tekan
karakteristik paling tinggi dicapai oleh beton agregat daur ulang dengan
w/c = 0,4 yaitu 233,6 kg/cm 2 dan mengecil seiring dengan membesarnya
nilai w/c. Nilai slump pada beton agregat daur ulang jauh lebih rendah
dibanding pada beton agregat normal, yaitu antara 10−17 mm, tetapi
beton masih dapat dipadatkan dengan baik jika digunakan meja
penggetar sehingga beton yang dihasilkan padat dan tidak keropos.


                                                                        86
ANALISIS KEKUATAN PELAT SEARAH YANG MENGGUNAKAN
  SIKA CARBODUR TIPE S512 DENGAN MENGGUNAKAN
              METODE KEKUATAN BATAS

                           DICKY SANJAYA
                          NPM: 1998410221

           PEMBIMBING: Ny. WINARNI HADIPRATOMO, Ir.

               UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
          FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
  (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                              BANDUNG
                            AGUSTUS 2002
                              ABSTRAK
Pada dewasa ini perbaikan dan peningkatan kekuatan struktur merupakan
pekerjaan yang mendapat perhatian besar. Hal ini dilakukan pada
struktur yang telah mengalami kerusakan, peningkatan daya layan
ataupun perubahan pada sistem struktur. Perbaikan dan peningkatan
kekuatan struktur dapat dilakukan dengan berbagai cara yang telah
ditemukan selama beberapa dasawarsa terakhir ini. Salah satunya adalah
dengan menggunakan Sika CarboDur yang merupakan carbon fiber
reinforced polymer. Sika CarboDur dapat diaplikasikan untuk peningkatan
kekuatan struktur tanpa harus membongkar komponen struktur tersebut.
Keuntungan penggunaan Sika CarboDur adalah kekuatan yang dihasilkan
tinggi dan pelaksanaannya mudah dan cepat.
Tujuan penulisan adalah untuk menganalisis kekuatan pelat searah yang
diperkuat Sika CarboDur. Jenis Sika CarboDur yang digunakan adalah tipe
S512 sedangkan struktur yang ditinjau adalah pelat menerus satu arah
yang terdiri dari 4 buah panel yang masing-masing berukuran 3 m x 6 m
dan dibatasi oleh balok pada keempat sisinya. Struktur mengalami
perubahan fungsi dari rumah tinggal menjadi perpustakaan sehingga
mengalami peningkatan beban. Struktur tidak dapat menahan
peningkatan beban yang terjadi sehingga diperbaiki dengan Sika
CarboDur.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, komponen struktur yang perlu
diperbaiki adalah daerah lapangan luar pelat satu arah dan daerah
lapangan balok tepi. Pemakaian Sika CarboDur dapat meningkatkan
kekuatan lentur pelat pada daerah lapangan luar dan balok pada daerah
lapangan. Sedangkan penguatan struktur yang menggunakan Sika
CaroboDur     mengakibatkan       terjadinya kondisi  tulangan   lemah
(underreinforced). Penempatan Sika CarboDur di dasar penampang pelat
dan balok akan memperbesar lengan momen kopel sehingga kekuatan
lentur yang dihasilkan juga lebih besar.


                                                                     87
STUDI PRODUKTIVITAS KERJA SUMBER DAYA MANUSIA PADA
             SUATU PROYEK KONSTRUKSI

                            Lerri Gunawan
                           NPM: 1998410189

              Pembimbing: A. Caroline Sutandi, Ir., MSIE.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Salah satu faktor penting dalam pekerjaan konstruksi adalah faktor
sumber daya manusia sebagai tenaga kerja. Suatu proyek dapat berjalan
dengan lancar apabila tenaga kerja tersedia dalam jumlah yang cukup dan
memiliki keahlian yang dapat diandalkan. Tetapi perbandingan antara
tenaga kerja yang terampil dengan tenaga kerja kasar sangat tidak
berimbang. Untuk itu diperlukan komposisi yang tepat dari penggunaan
tenaga kerja agar tercapai efisiensi dan produktivitas kerja.
Produktivitas tenaga kerja dapat diartikan sebagai volume pekerjaan yang
dapat dilakukan oleh tenaga kerja per satuan waktu. Tingkat produktivitas
dari masing-masing tenaga kerja tidaklah sama. Semua itu bergantung
pada tingkat keahlian, pengalaman, dan jenis pekerjaan. Setiap jenis
pekerjaan memiliki komposisi tenaga kerja yang berbeda-beda. Dengan
mengetahui produktivitas dari tenaga kerja, maka dapat ditentukan durasi
dari suatu jenis pekerjaan atau jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan volume pekerjaan tertentu.
Hasil dari analisis ini diharapkan dapat menjadi patokan dalam penyediaan
tenaga kerja dan perhitungan biaya upah tenaga kerja untuk dapat
menyelesaikan suatu jenis pekerjaan. Pada studi kasus ini, pekerjaan -
pekerjaan yang produktivitas tenaga kerja nya lebih rendah dan biaya
upah tenaga kerjanya lebih tinggi dibandingkan dengan analisis dari Dinas
Tata Ruang dan Pemukiman antara lain : pekerjaan cor, pekerjaan kusen,
pintu & jendela, pemasangan rangka plafond dan pemasangan atap
genteng. Sedangkan pekerjaan - pekerjaan yang produktivitas tenaga
kerja nya lebih tinggi dan biaya upah tenaga kerjanya lebih rendah
dibandingkan dengan analisis dari Dinas Tata Ruang dan Pemukiman
antara lain : pekerjaan galian tanah pondasi, pekerjaan pasangan bata,
pekerjaan plesteran dan acian dinding, pemasangan keramik lantai dan
pekerjaan cat baik cat dinding atau cat plafond.




                                                                       88
    ANALISA POTENSI LIKUIFAKSI DI DAERAH MAUMERE
  MENGGUNAKAN WEIGHTING PROCEDURE BERDASARKAN
  TIME HISTORY YANG DIDAPAT SEBAGAI HASIL KELUARAN
                 DARI PROGRAM EERA

                          Denny Arianto Priadi
                           NPM: 1998410223

                Pembimbing: Theo F. Najoan, Ir., M.Eng.

                UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
           FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
   (Terakreditasi Berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 78/D/O/1997)
                               BANDUNG
                             AGUSTUS 2002
                               ABSTRAK
Likuifaksi adalah suatu fenomena dimana tanah pasir yang jenuh air
kehilangan daya dukungnya akibat beban dinamik, salah satu beban
dinamik yang dapat bekerja pada tanah adalah gempa. Banyak kegagalan
strukur bangunan diakibatkan oleh likuifaksi, terutama bangunan-
bangunan yang terletak pada daerah pantai, karena likuifaksi hanya
terjadi pada tanah yang jenuh air. Untuk itu kita perlu mengetahui apakah
suatu daerah berpotensi mengalami likuifaksi atau tidak, jika kita telah
mengetahui potensi likuifaksi di daerah tersebut, kita dapat
memperkirakan apakah akan timbul kerusakan atau tidak.
Dalam skripsi ini penulis melakukan perhitungan potensi likuifaksi di
daerah Maumere yang mengalami gempa bumi pada tanggal 12
Desember 1992 menggunakan metoda weighting procedure dengan 2
weighting factor yang berbeda dan membandingkan hasilnya apabila
dihitung dengan metoda simplified procedure, dari sini kita dapat
menentukan kapan penggunaan metoda yang tepat harus dilakukan. Time
history yang diperlukan untuk perhitungan menggunakan weighting
procedure didapat dari program EERA.




                                                                       89

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:779
posted:5/17/2012
language:Latin
pages:103
Description: Kumpulan Abstrak Skripsi