Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Information Warehouse

VIEWS: 34 PAGES: 25

									                    MAKALAH

    SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN

   INFORMATION WAREHOUSE




                  Disusun Oleh :

    Nama                      Stambuk
    Moh. Nur                   109121
    Bakri                      109104
    Sarifa Haeria              109089
    Veby Siahaya               109132
    Siti Halima                109091



        SISTEM INFORMASI

STMIK MEGADATA TOLITOLI
                  TAHUN 2012
                            KATA PENGANTAR



       Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan

Rahmat serta Karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan

Makalah ini yang Alhamdulillah tepat          pada waktunya yang berjudul

“INFORMATION WAREHOUSE”

       Makalah ini berisikan tentang informasi Sistem Penunjang Keputusan,

Data Warehouse dan Information ware house atau yang lebih khususnya informasi

warehouse. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita

semua tentang cara kerja Sistem Penunjang Keputusan            dan Information

Warehouse dalam melakukan pengambilan keputusan.

       Kami menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh

karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami

harapkan demi kesempurnaan Makalah ini.

       Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah

berperan serta dalam penyusunan Makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga

Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.



Tolitoli, 10 Mei 2012




Penyusun




  i Information Warehouse
                                       DAFTAR ISI


Kata Pengantar -----------------------------------------------------------------------        i

Daftar Isi -------------------------------------------------------------------------------   ii

BAB I PENDAHULUAN --------------------------------------------------------                    1

          A. Latar belakang ---------------------------------------------------------         1

          B. Rumusan masalah -----------------------------------------------------            2

          C. Tujuan penulisan ------------------------------------------------------          3

BAB II PEMBAHASAN ----------------------------------------------------------                  4

          A. Pengertian Sistem Penunjang Keputusan --------------------------                 4

          B. Pengertian Data Warehouse -----------------------------------------             10

          C. Kegunaan Data Warehouse ------------------------------------------              14

          D. Pengertian Infomation Warehouse ---------------------------------               17

          E. Konsep Dasar Infomation Warehouse -----------------------------                 17

          F. Implementasi Infomation Warehouse ------------------------------                19

BAB III PENUTUP -----------------------------------------------------------------            21

           A. Kesimpulan ------------------------------------------------------------        21

           B. Saran – saran ----------------------------------------------------------       22

DAFTAR PUSTAKA ---------------------------------------------------------------               23




 ii Information Warehouse
                                   BAB I

                             PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG

       Information warehouse dalam pengambilan keputusan merupakan

  pemilihan diantara beberapa alternatif pemecahan masalah. Pada hakikatnya

  keputusan diambil jika pimpinan menghadapi masalah atau untuk mencegah

  timbulnya masalah dalam organisasi yang bergerak baik dalam bidang sosial

  maupun komersial. Ada dua kemungkinan sifat tujuan dari pengambilan

  keputusan. Pertama adalah tujuan pengambilan keputusan yang bersifat

  tunggal dalam arti bahwa sekali diputuskan tidak akan ada kaitannya dengan

  masalah lain. Kemungkinan kedua adalah tujuan pengambilan keputusan dapat

  bersifat ganda dalam arti bahwa satu keputusan yang diambil sekaligus

  memecahkan dua masalah atau lebih.

       Dalam setiap pengambilan keputusan para pengambil keputusan akan

  selalu berhadapan dengan lingkungan, dimana salah satu karakteristiknya yang

  paling   menyulitkan    dalam    proses   pengambilan     keputusan       adalah

  ketidakpastian (Uncertainty), ini adalah salah satu sifat dimana tidak akan

  dapat diketahui dengan pasti apa yang akan terjadi di masa yang datang.

       Untuk itu maka model pengambilan keputusan sangatlah penting untuk

  membantu para pengambil keputusan dan mengambil keputusan. Ada

  beberapa macam model keputusan antara lain model simulasi computer,

  model pohon keputusan, model probabilistik dan lain sebagainya. Dari model

  tersebut masing – masing memiliki tipe kasus yang berbeda tapi memiliki


 1 Information Warehouse
  fungsi yang sama. Maka dari itu kami mengangkat suatu kasus dari model

  probabilistic untuk lebih memahami model – model pengambilan keputusan

  tersebut.



B. RUMUSAN MASALAH

  1. Pengertian Sistem Penunjang Keputusan

  2. Pengertian Data Warehouse

  3. Pengertian dan fungsi Information Warehouse

  4. Konsep Information Warehouse



C. TUJUAN PENULISAN

  1. Mengetahui definisi Sistem Penunjang Keputusan

  2. Mengetahui definisi Data Warehouse

  3. Mengetahui definisi dan fungsi Information Warehouse

  4. Konsep dasar Information Warehouse

  5. Implementasi Information Warehouse




 2 Information Warehouse
                                 BAB II

                            PEMBAHASAN


A. PENGERTIAN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN

      Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan aplikasi interaktif

  berbasis komputer yang mengkombinasikan data dan model matematis untuk

  membantu proses pengambilan keputusan dalam menangani suatu masalah.

  Hal yang harus ditekankan adalah SPK bukanlah suatu sistem untuk

  mengambil keputusan secara langsung, akan tetapi sebagai pendukung

  pemegang keputusan dalam proses pengambilan keputusan. Vercellis (2009:

  36) menyebutkan bahwa ada tiga aspek utama dalam SPK yaitu data, model

  matematis dan antarmuka pengguna.

      Aspek pertama yaitu data. Data yang digunakan dalam SPK adalah data

  yang diambil dari data warehouse pada organisasi tersebut. Terkadang data

  yang dipakai berupa data mart, yakni data dari data warehouse yang telah

  dikategorikan berdasarkan kebutuhan organisasi. Hal tersebut secara tidak

  langsung menegaskan bahwa data warehouse merupakan fondasi dalam SPK.




 3 Information Warehouse
             Gambar 1 : Struktur Utama SPK (Vercellis, 2009: 36)


     Aspek kedua yaitu model matematis, merupakan bagian untuk

 menganalisis data yang berada di data warehouse. Model matematis ini dapat

 berupa analisis statistika yang biasa digunakan dalam mengolah data. Model

 matematis ini berfungsi untuk merubah data menjadi informasi dan knowledge

 yang berguna untuk pengambilan keputusan.

     Aspek ketiga adalah antarmuka pengguna (user interface). Aspek ini

 merupakan aspek yang secara langsung dilihat dan berinteraksi dengan end

 user atau dalam hal ini pemegang keputusan. Data yang ditampilkan harus

 memberikan informasi yang valid, reliable, dan dapat mendukung untuk

 pengambilang keputusan. Agar dapat memudahkan dalam pengambilan

 keputusan, data yang ditampilkan biasanya menggunakan berbagai jenis

 grafik, animasi, atau peta yang berguna untuk melengkapi data yang ada.




4 Information Warehouse
 1. Tahapan Pengambilan Keputusan

       Tahap - tahap dalam pengambilan keputusan antara lain adalah

       Kegiatan intelijen

            Kegiatan    intelijen   ini   merupakan   kegiatan     mengamati

       lingkungan untuk mengetahui kondisi-kondisi yang perlu diperbaiki.

       Kegiatan ini merupakan tahapan dalam perkembangan cara berfikir.

       Untuk melakukan kegiatan intelijen ini diperlukan sebuah sistem

       informasi, dimana informasi yang diperlukan ini didapatkan dari

       kondisi internal maupun eksternal sehingga seorang manajer dapat

       mengambil sebuah keputusan dengan tepat.

       Kegiatan merancang

            Kegiatan    merancang     merupakan sebuah kegiatan untuk

       menemukan, mengembangkan, dan menganalisa berbagai alternatif

       tindakan yang mungkin untuk dilakukan. Tahap perancangan ini

       meliputi pengembangan dan mengevaluasi serangkaian kegiatan

       alternatif. pertimbangn-pertimbangan utama telah diperkenalkan oleh

       Simon untuk melakukan tahapan ini, apakah situasi keputusan ini

       terprogram atau tidak.

       Kegiatan memilih dan menelaah

            kegiatan memilih dan menelaah ini digunakan untuk memilih

       satu rangkaian tindakan tertentu dari beberapa yang tersedia dan

       melakukan penilaian terhadap tindakan yang telah dipilih.




5 Information Warehouse
 2. Jenis-jenis Sistem Pendukung Keputusan

        Jenis-jenis Sistem Pendukung Keputusan menurut tingkat kerumitan

    dan tingkat dukungan pemecahan masalahnya adalah sebagai berikut:

        Mengambil elemen-elemen informasi

        Menganalisa seluruh file

        Menyiapkan laporan dari berbagai file

        Memperkirakan akibat dari keputusan

        Mengusulkan keputusan

        Membuat keputusan

 3. Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan

        Dukungan kepada pengambil keputusan, terutama pada situasi semi

        terstruktur dan tak terstruktur, dengan menyertakan penilaian

        manuasia dan informasi terkomputerisasi. Masalah-masalah tersebut

        tidak bisa dipecahkan oleh sistem komputer lain atau oleh metode atau

        alat kuantitatif.

        Dukungan untuk semua level manajerial, dari eksekutif puncak

        sampai manajer lini.

        Dukungan untuk semua individu dan kelompok. Masalah yang kurang

        terstruktur sering memerlukan ketertiban individu dari departemen

        dan tingkat organisasional yang berbeda atau bahkan dari organisasi

        lain.




6 Information Warehouse
       Dukungan untuk keputusan independen dan atau sekuensial.

       Keputusan bisa di buat satu kali, beberapa kali, atau berulang (dalam

       interval yang sama).

       Dukungan di semua fase proses pengambilan keputusan: Intelegensi,

       desain, pilihan, dan implementasi.

       Dukungan di berbagai proses dan gaya pengambilan keputusan.

       Adaptivitas sepanjang waktu. Pengambil keputusan seharusnya

       reaktif, bisa menghadapi perubahan kondisi secara cepat, dan

       mengadaptasi Sistem Pendukung Keputusan untuk memenuhi

       perubahan tersebut. Sistem Pendukung Keputusan bersifat fleksibel.

       Oleh karena     itu,   pengguna      bisa   menambahkan,   menghapus,

       menggabungkan, mengubah, atau menyusun kembali elemen-elemen

       dasar. Sistem Pendukung Keputusan juga fleksibel dalam hal ini bisa

       dimodifikasi untuk memecahkan masalah lain yang sejenis.

       Ramah pengguna, kapabilitas grafis yang sangat kuat, dan antarmuka

       manusia-mesin yang interaktif dengan satu bahasa alami bisa sangat

       meningkatkan efektivitas Sistem Pendukung Keputusan.

       Peningkatan efektivitas pengambilan keputusan (akurasi, timelinnes,

       kualitas) daripada efisiensinya (biaya pengambilan keputusan). Ketika

       Sistem Pendukung Keputusan disebarkan, pengambilan keputusan

       sering membutuhkan waktu yang lebih lama, tetapi hasilnya lebih

       baik.




7 Information Warehouse
       Kontrol penuh oleh pengambil keputusan terhadap semua langkah

       proses pengambilan keputusan dalam memecahkan suatu masalah.

       Sistem Pendukung Keputusan secara khusus menekankan untuk

       mendukung pengambilan keputusan, bukannya menggantikan.

       Pengguna akhir bisa meengembangkan dan memodifikasi sendiri

       sistem sederhana. Sistem yang lebih besar bisa dibangun dengan

       bantuan ahli sistem informasi. Perangkat lunak OLAP dalam

       kaitannya dengan data warehouse memperbolehkan pengguna untuk

       membangun Sistem Pendukung Keputusan yang cukup besar dan

       komplek.

       Biasanya, model-model di gunakan untuk menganalisis situasi

       pengambilan keputusan. Kapabilitas pemodelan memungkinkan

       eksperimen dengan berbagai strategi yang berbeda di bawah

       konfigurasi yang berbeda.

       Akses disediakan untuk berbagai sumber data, format, dan tipe, mulai

       dari sistem informasi geografis (GIS) sampai sistem berorientasi

       objek.

       Dapat digunakan sebagai alat standalone oleh seorang pengambil

       keputusan pada satu lokasi atau didistribusikan di suatu organisasi

       secara keseluruhan dan di beberapa organisasi sepanjang rantai

       persediaan. dapat diintegrasikan dengan Sistem Pendukung Keputusan

       lain dan atau aplikasi lain, serta bisa didistribusikan secara internal

       dan eksternal menggunakan networking dan teknologi Web.



8 Information Warehouse
        Mampu memberikan alternatif solusi bagi masalah semi/tidak

        terstruktur baik bagi perseorangan atau kelompok dan dalam berbagai

        macam proses dan gaya pengambilan keputusan.

        Menyediakan akses terhadap berbagai macam format dan tipe sumber

        data (data source).

 4. Manfaat yang dapat diambil dari Sistem Pendukung Keputusan adalah


        Memperluas kemampuan pengambilan keputusan dalam memproses

        data/informasi bagi pemakainya.

        Membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah

        terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak

        terstruktur.

        Dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat

        diandalkan.


    Disamping berbagai keuntungannya, SPK juga memiliki beberapa

    keterbatasan, diantaranya adalah


        Ada beberapa kemampuan manajemen dan bakat manusia yang tidak

        dapat dimodelkan, sehingga model yang ada dalam sistem tidak

        semuanya mencerminkan persoalan sebenarnya.

        Kemampuan suatu SPK terbatas pada perbendaharaan pengetahuan

        yang dimiliki (pengetahuan dasar serta model dasar).

        Proses-proses yang dapat dilakukan SPK biasanya juga tergantung

        pada perangkat lunak yang digunakan.


9 Information Warehouse
           SPK tidak memiliki kemampuan intuisi seperti yang dimiliki manusia.

           Sistem ini dirancang hanyalah untuk membantu pengambil keputusan

           dalam melaksanakan tugasnya.


       Jadi dapat dikatakan bahwa SPK dapat memberikan manfaat bagi

       pengambil keputusan dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja

       terutama dalam proses pengambilan keputusan.


  5. Komponen Sistem Pendukung Keputusan

       Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan terdiri dari beberapa subsistem,

       yaitu:

               Subsistem Manajemen Data

               Subsistem Manajemen Model

               Subsistem Antarmuka Pengguna (Dialog)

               Subsistem Manajemen Berbasis Pengetahuan (Knowledge Base)



B. PENGERTIAN DATA WAREHOUSE

  1.   Pengertian Data, Informasi dan Database

           Sebelum kita membahas tentang data warehouse, hal yang harus

       dipahami terlebih dahulu yaitu pengertian tentang data, informasi dan

       database. Menurut Steven Alter, data merupakan fakta, gambar atau suara

       yang mungkin atau tidak berhubungan atau berguna bagi tugas tertentu.

       Menurut McLeod, data terdiri dari fakta-fakta dan angka yang secara

       relatif tidak berarti bagi pemakai. Sedangkan informasi adalah data yang



10 Information Warehouse
      sudah diproses atau data yang memiliki arti. Disini kita dapat melihat

      bahwa data merupakan suatu bentuk keterangan-keterangan yang belum

      diolah atau dimanipulasi sehingga belum begitu berarti bagi sebagian

      pemakai. Sedangkan informasi merupakan data yang sudah di olah

      sehingga memiliki arti.

          Menurut James A. O’Brien Database adalah suatu koleksiterintegrasi

      dimana secara logika berhubungan dengan record dari file. Menurut

      Fatansyah, Database adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang

      disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan

      (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Jadi

      Database adalah tempat penyimpanan data yang saling berhubungan secara

      logika, sehingga bisa digunakan untuk mendapatkan suatu informasi yang

      diperlukan oleh suatu organisasi atau perusahaan. Sedangkan data yang

      diperoleh suatu organisasi atau perusahaan umumnya didapat dari kegiatan

      operasional sehari-hari atau hasil dari transaksi. Dari perkembangan model

      database, muncullah apa yangdisebut dengan data warehouse.

 2.   Pengertian Data Warehouse

          Pengertian   Data     Warehouse    dapat   bermacam-macam        namun

      mempunyai inti yang sama, seperti pendapat beberapa ahli berikut ini :

          Menurut W.H. Inmon dan Richard D.H.,

              data warehouse adalah koleksi data yang mempunyai sifat

          berorientasi subjek, terintegrasi, time-variant, dan bersifat tetap dari




11 Information Warehouse
        koleksi data dalam mendukung proses pengambilan keputusan

        management.

        Menurut Vidette Poe,

             Data warehouse merupakan database yang bersifat analisis dan

        read only yang digunakan sebagai fondasi dari sistem penunjang

        keputusan.

        Menurut Paul Lane,

             Data warehouse merupakan database relasional yang didesain

        lebih kepada query dan analisa

             pada proses transaksi, biasanya mengandung history data dari

        proses transaksi dan bisa juga data dari sumber lainnya.

             Data warehouse

             memisahkan beban kerja analisis dari beban kerjatransaksi dan

        memungkinkan organisasi menggabung/konsolidasidata dari berbagai

        macam sumber.Jadi,

     Data Warehouse

          Merupakan metode dalam perancangandatabase, yang menunjang

      DSS(Decission Support System) dan EIS (Executive Information

      System). Secara fisik data warehouse adalah database, tapi perancangan

      data warehouse dan database sangat berbeda. Dalam perancangan

      database   tradisional   menggunakan    normalisasi,   sedangkan   pada

      data warehouse normalisasi bukanlah cara yang terbaik. Dari definisi-

      definisi yang dijelaskan tadi, dapatdisimpulkan data warehouse adalah



12 Information Warehouse
      database yang saling bereaksi yang dapat digunakan untuk query dan

      analisisis, bersifat orientasi subjek, terintegrasi, time-variant, tidak

      berubah yang digunakan untuk membantu para pengambil keputusan.

 3.   Istilah-Istilah Yang Berhubungan Dengan Data Warehouse

      Istilah-istilah yang berkaitan dengan data warehouse :

      1. Data Mart adalah suatu bagian pada data warehouse yang mendukung

         pembuatan laporan dan analisa data pada suatu unit, bagian atau

         operasi pada suatu perusahaan.

      2. On-Line Analytical Processing (OLAP) Merupakan suatu pemrosesan

         database yang menggunakan tabel fakta dan dimensi untuk dapat

         menampilkan berbagai macam bentuk laporan, analisis, query dari

         data yang berukuranbesar.

      3. On-Line     Transaction     Processing   (OLTP)       Merupakan    suatu

         pemrosesan yang menyimpan data mengenai kegiatan operasional

         transaksi sehari-hari.

      4. Dimension Table, Tabel yang berisikan kategori dengan ringkasan

         data detail yang dapat dilaporkan. Seperti laporan laba pada tabel fakta

         dapat     dilaporkan     sebagai   dimensi   waktu      (yang     berupa

         perbulan,perkwartal dan pertahun).

      5. Fact Table, Merupakan tabel yang umumnya mengandung angka dan

         data history dimana key (kunci) yang dihasilkan sangat unik, karena

         key tersebut terdiri dari foreign key (kunci asing) yang merupakan




13 Information Warehouse
          primary key (kunci utama) dari beberapa dimensiontable yang

          berhubungan.



C. KEGUNAAN DATA WAREHOUSE

  1. Perlunya Data Warehouse

          Seperti pengertian-pengertian yang kita sebutkansebelumnya, data

     warehouse diperlukan bagi para pengambil keputusan manajemen dari

     suatu organisasi/perusahaan. Dengan adanya data warehouse, akan

     mempermudah pembuatan aplikasi-aplikasi DSS dan EIS karena memang

     kegunaan dari data warehouse adalah khusus untuk membuat suatu

     database yang dapat digunakan untuk mendukung prosesanalisa bagi para

     pengambil keputusan.

  2. Tugas-Tugas Data Warehouse

          Ada empat tugas yang bisa dilakukan dengan adanya data warehouse

     Menurut Williams, keempat tugas tersebut yaitu:

     a.   Pembuatan laporan

          Pembuatan laporan merupakan salah satu kegunaan data warehouse

          yang paling umum dilakukan. Dengan menggunakan query sederhana

          didapatkan laporan perhari, perbulan, pertahun atau jangka waktu

          kapanpun yang diinginkan.

     b.   On-Line Analytical Processing (OLAP)

          Dengan adanya data warehouse, semua informasi baik detail maupun

          hasil summary yang dibutuhkan dalam proses analisa mudah didapat.



14 Information Warehouse
               OLAP     mendayagunakan        konsep   data     multidimensi   dan

          memungkinkan para pemakai menganalisa data sampai mendetail,

          tanpa mengetikkan satupun perintah SQL. Hal ini dimungkinkan

          karena pada konsep multidimensi, maka data yang berupa fakta yang

          sama bisa dilihat dengan menggunakan fungsi yang berbeda. Fasilitas

          lain yang ada pada software OLAP adalah fasilitas rool-up dan drill-

          down. Drill-down adalah kemampuan untuk melihat detail dari suatu

          informasi dan roll-up adalah kebalikannya.

     c.   Data mining

               Data mining     merupakan proses untuk menggali (mining)

          pengetahuan dan informasi baru dari data yang berjumlah banyak

          pada datawarehouse, dengan menggunakan kecerdasan buatan

          (Artificial Intelegence), statistik dan matematika. Data mining

          merupakan      teknologi     yang   diharapkan      dapat   menjembatani

          komunikasi antara data dan pemakainya.

          Beberapa solusi yang diberikan data mining antara lain :

          1.    Menebak target pasar

                Data mining dapat mengelompokkan (clustering) model-model

                pembelidan melakukan klasifikasi terhadap setiap pembeli dan

                melakukan klasifikasi terhadap setiap pembeli sesuai dengan

                karakteristik yang diinginkan.




15 Information Warehouse
        2.   Melihat pola beli dari waktu ke waktu

             Data mining dapat digunakan untuk melihat pola beli dari waktu

             kewaktu

        3.   Cross market analisis

             Data mining dapat dimanfaatkan untuk melihat hubungan antara

             satuproduk dengan produk lainnya.

        4.   Profil Pelanggan

             Data mining bisa membantu pengguna untuk melihat profil

             pembelisehingga dapat diketahui kelompok pembeli tertentu

             cenderung kepadasuatu produk apa saja.

        5.   Informasi

             Data mining dapat membuat laporan summary yang bersifat

             multidimensi dan dilengkapi dengan informasi statistik lainnya.

     d. Proses informasi executive

             Data warehouse dapat membuat ringkasan informasi yang penting

        dengan tujuan membuat keputusan bisnis, tanpa harus menjelajahi

        keseluruhan data. Dengan menggunakan data warehouse segala

        laporan telah di ringkas dan dapat pula mengetahui segala rinciannya

        secara   lengkap,   sehingga    mempermudah      proses   pengambilan

        keputusan. Informasi dan data pada laporan data warehouse menjadi

        target informative bagi user.




16 Information Warehouse
D. PENGERTIAN INFOMATION WAREHOUSE

       Information Warehouse adalah sekumpulan DBMS interface, tool dan

  berbagai fasilitas yang mengatur dan menyampaikan informasi yang handal,

  tepat waktu, akurat, dan mudah dimengerti dalam pengambilan keputusan

  bisnis.

       Information Warehouse disebut juga sistem berbasis komputer yang

  interaktif, yang memungkinkan pihak eksekutif untuk mengakses data dan

  informasi,      sehingga   dapat   dilakukan   pengidentifikasian   masalah,

  pengeksplorasian solusi, dan menjadi dasar dalam proses perencanaan yang

  sifatnya strategis.


E. KONSEP DASAR INFORMATION WAREHOUSE

            Salah satu peran penting yang dilakukan dalam pekerjaan sebagai

  seorang manajer di dalam suatu organisasi adalah melakukan pengambilan

  keputusan. Ruang lingkup pengambilan keputusan tersebut dapat tergantung

  kepada banyak hal, seperti posisi pekerjaan sebagai seorang manajer dalam

  suatu organisasi. Hirarki dalam management organisasi di tingkat yang lebih

  tinggi disebut dengan eksekutif. keputusan yang diambil oleh para eksekutif

  tersebut merupakan keputusan yang sangat penting, menyangkut dengan

  kelangsungan hidup dalam jangka panjang perusahaan tersebut. Untuk

  menjalankan pekerjaan yang efektif sebagai eksekutif ini diperlukan

  pengambilan keputusan berdasarkan keputusan yang akurat, tepat, dapat

  diandalkan dan informasi yang digunakan merupakan informasi yang

  memiliki relevansi dengan keputusan yang akan diambil. Untuk dapat


17 Information Warehouse
  melakukan pengambilan keputusan yang tepat tersebut dalam skala informasi

  yang cukup besar dapat dilakukan dengan menggunakan dukungan salah satu

  pendukung pengolahan data sistem informasi warehouse

        Information warehouse mengintegrasikan data yang berasal dari sumber

  data internal maupun eksternal, kemudian melakukan transformasi data ke

  dalam bentuk rangkuman laporan yang berguna. Laporan ini biasanya

  digunakan oleh manajer dan level eksekutif untuk mengakses secara cepat

  laporan yang berasal dari seluruh perusahaan dan departemen, sehingga dapat

  diperoleh pengetahuan yang berguna bagi pihak eksekutif. Laporan ini

  digunakan untuk menemukan alternatif solusi untuk menekan permasalahan

  manajerial dan membuat perencanaan keputusan untuk perusahaan.


  Karakteristik IW

  Dari karakteristik teknologi informasi dan data yang dibutuhkan oleh IW,

  serta tujuan dari IW, maka dapat disimpulkan bahwa sebuah IW memiliki

  karakteristik sebagai berikut :

      1. Disesuaikan untuk pihak eksekutif.

      2. Mudah digunakan.

      3. Memiliki kemampuan drill down.

      4. Mendukung kebutuhan data eksternal.

      5. Dapat membantu dalam situasi yang memiliki tingkat ketidakpastian

          yang tinggi.

      6. Memiliki orientasi masa depan.




18 Information Warehouse
  Arsitektur terdiri dari 2 unsur besar, yaitu :

  Metadatabase Management System (MDBMS). Adalah sistem berbasis

  pengetahuan yang mengintegrasikan dan mengatur penggunaan multiple local

  system melalui data atau metadata. Yang memiliki 2 peranan penting, yaitu

  (1) Menyediakan akses yang transparan terhadap data dari local system dan

  warehouse (2) Menyediakan metadata yang dibutuhkan untuk analisis

  multidimensional data.

  Multidimensional Data Analysis System (MDAS). yang terdiri dari 2 sub-

  sistem, yaitu:

  1. ROLAP/MDB Interface yang menyediakan penghubung eksekutif untuk

     memformulasikan permintaan mereka dan untuk menampilkan hasil

     analisis mereka

  2. ROLAP/MDB             (Relational     On-Line   Analytical   Processsing/

     Multidimentional DataBase) Analyzer yaitu Software yang digunakan

     untuk mengolah metadatabase yang disediakan oleh MDBMS untuk

     memungkinkan analisis online multidimentional data


F. IMPLEMENTASI INFORMATION WAREHOUSE


  Berikut ini merupakan langkah – langkah pengimplementasian yaitu :

   1. Membangun data warehouse yang lengkap dan efisien.

   2. Membuat prototipe IW, membuat desain eksperimen dari seluruh atau

       sebagian sistem, untuk menguji cobakan prosedur/prinsip, teknik atau

       tool tertentu.




19 Information Warehouse
   3. Membuat     dokumentasi    pengembangan       IW   untuk   tiap   tahap

      pengembangan.

   4. Menggunakan dukungan otomatisasi kantor (e-mail, scheduler, dll).

      Sebelum membuat keputusan, eksekutif perlu berdiskusi dengan staff

      untuk meminta pendapat dari pihak - pihak yang dipengaruhi oleh

      keputusan yang akan dibuat. Dengan demikian dapat juga dianalisis

      kemungkinan adanya alternatif keputusan. Setelah membuat keputusan,

      eksekutif perlu melakukan sosialisasi dan follow-up. Otomatisasi kantor

      mendukung untuk kedua hal tersebut di atas.




20 Information Warehouse
                                 BAB III

                                PENUTUP

A. KESIMPULAN

       Data warehouse merupakan suatu cara/metode dari suatu database yang

  berorientasi kepada subjek, time-variance dan terintegrasi yang digunakan

  untuk mempermudah para pengambil keputusan.

       Dengan adanya apliksasi data warehouse ini dapat memenuhi kebutuhan

  dan keinginan informasi dalam suatu perusahaan,

       Information warehouse mempunyai konsep dalam pembuatan keputusan

  dalam berbasis komputer.

        Sebagai seorang manajer di dalam suatu organisasi adalah melakukan

  pengambilan keputusan. Ruang lingkup pengambilan keputusan tersebut dapat

  tergantung kepada banyak hal, seperti posisi pekerjaan sebagai seorang

  manajer dalam suatu organisasi. Hirarki dalam management organisasi di

  tingkat yang lebih tinggi disebut dengan eksekutif. keputusan yang diambil

  oleh para eksekutif tersebut merupakan keputusan yang sangat penting,

  menyangkut dengan kelangsungan hidup dalam jangka panjang perusahaan

  tersebut.

        Untuk menjalankan pekerjaan yang efektif sebagai eksekutif ini

  diperlukan pengambilan keputusan berdasarkan keputusan yang akurat, tepat,

  dapat diandalkan dan informasi yang digunakan merupakan informasi yang

  memiliki relevansi dengan keputusan yang akan diambil. Untuk dapat

  melakukan pengambilan keputusan yang tepat tersebut dalam skala informasi



21 Information Warehouse
  yang cukup besar dapat dilakukan dengan menggunakan dukungan salah satu

  pendukung pengolahan data sistem informasi warehouse



B. SARAN – SARAN

      Dalam penerapan information warehouse perlu diperhatikan komponen

  organisasi yang paling penting yaitu, sumber daya manusia.

       Dalam membangun aplikasi data warehouse perlu diperhatikan apakah

  aplikasi yang dibuat tersebut sanggup memenuhi objektif dari bisnis mereka

  tersebut.




22 Information Warehouse

								
To top