Docstoc

Hubungan DBMS dengan DSS

Document Sample
Hubungan DBMS dengan DSS Powered By Docstoc
					                 MAKALAH
        SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN
           “HUBUNGAN DBMS DAN DSS”




             CHRISTINE PRAYOGI (109039)
                  ARIFANDI (109102)
                   ZAINAL (109135)
              LUKMAN SY. JAFAR(109051)
                 MU’AMMAR (109120)




SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
                 STMIK MEGADATA
                     TOLITOLI
                        2012
                              KATA PENGANTAR



     Puji     syukur   kita   panjatkan    kehadirat   Allah   SWT    yang    telah
melimpahkanRahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan
Makalah ini yang menjadi salah satu tugas dari Dosen Mata kuliah Sistem
Penunjang Keputusan pada STMIK Megadata Tolitoli.

     Penyusun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan makalah
ini sehingga makalah ini dapat rampung dalam kurun waktu yang telah
ditentukan.

     Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih kurang dari kesempurnaan,
olehnya itu sangat diharapkan kritik dan sarannya yang bersifat membangun demi
kesempurnaan makalah ini.

     Semoga makalah ini berguna bagi pembaca.




     Wassaalam,

                                                         Tolitoli, Mei 2012
                                                               Penyusun




                                                          KELOMPOK III




                                          ii
                                             DAFTAR ISI




HALAMAN JUDUL ....................................................................................
KATA PENGANTAR ..................................................................................              ii
DAFTAR ISI ................................................................................................   iii
BAB I         PENDAHULUAN ........................................................................             1
              A. Latar Belakang .........................................................................      1
              B. Rumusan Masalah ....................................................................          1
              C. Tujuan Penulisan ......................................................................       2
BAB II        PEMBAHASAN ............................................................................          3
              A. Database Management System (DBMS) ...................................                         3
                    1). Pengertian DBMS ................................................................       3
                    2). Fungsi DBMS ......................................................................     4
                    3). Contoh DBMS .....................................................................      5
                    4). Komponen Utama DBMS .................................................... 10
                    5). Kelebihan DBMS ................................................................ 11
                    6). Kekurangan DBMS ............................................................. 11
              B. Decision Support System (DSS) ............................................... 12
                    1. Komponen DSS ................................................................... 14
                    2. Jenis-jenis DSS .................................................................... 15
                    3. System Berbasis Grafik ....................................................... 16
                    4. Perkembangan DSS ............................................................. 17
              C. Hubungan DBMS dan DSS ...................................................... 18
BAB III PENUTUP ..................................................................................... 22
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 23




                                                       iii
                                  BAB I

                            PENDAHULUAN



A. LATAR BELAKANG

          DBMS (Database Management System) dan DSS (Decision Support

  System) merupakan suatu sistem yang saling berhubungan satu sama lain,

  kualitas informasi yang dihasilkan diharapkan dapat membantu manajemen

  dalam    proses   pengambilankeputusan.   Sistem    pendukung    keputusan

  merupakan suatu pendekatan untuk mendukung pengambilan keputusan.

  Sedangkan    DBMS     merupakan dasar/sumber       (source)   dalam proses

  pengambilan keputusan.

          Pemahaman mengenai Database Management System (DBMS) pada

  sebagian orang umumnya hanya sebatas teori dan penggunanaan. Sebagian

  orang memandang DBMS hanya dari sisi pengunaannya saja. Begitupun

  sebaliknya dengan Decision Support System(DSS) maka melalui kesempatan

  ini kami akan menguraikan DBMS dan DSS serta hubungannya.



B. RUMUSAN MASALAH

          Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka

  rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :

  1. Apa yang dimaksud denganDatabase Management System(DBMS) dan

     Decision Support System(DSS).

  2. Bagaimana hubungan antara DBMS dan DSS .



                                     1
C. TUJUAN PENULISAN

         Adapun tujuan dari penulisan malakah ini adalah untuk memberikan

  pengetahuan dan pemahaman tentang DBMS dan DSS serta hubungan antar

  keduanya, sehingga dalam penerapannya dapat berjalan dengan baik dan

  memberikan informasi yang akurat, efektif dan efisien.




                                      2
                                   BAB II

                              PEMBAHASAN



A. Database Management System (DBMS)

   1. Pengertian DBMS

       Menurut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang

          menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan

          user.

       Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan

          procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah

          software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware

          (ROM).

       Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang

          efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.



              Jadi         DBMS : Semua             peralatan           computer

      Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang

      berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut

      juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).

              Database Management System(DBMS) atau Sistem manajemen

      basis data(SMBD) adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang

      dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi

      terhadap data yang diminta banyak pengguna. Database merupakan salah



                                      3
  satu komponen dalam teknologi informasi yang mutlak diperlukan oleh

  semua organisasi yang ingin mempunyai suatu sistem informasi yang

  terpadu untuk menunjang kegiatan organisasi demi mencapai tujuannya.

  Karena pentingnya peran database dalam sistem informasi, tidaklah

  mengherankan bahwa terdapat banyak pilihan software Database

  Management System (DBMS) dari berbagai vendor baik yang gratis

  maupun yang komersial.

         DBMS merupakan Sistem pengorganisasian dan pengolahan data

  base pada komputer. Sistem ini dirancang untuk melakukan berbagai data

  dengan beberapa referensi data yang sama. DBMS ini mampu diakses

  oleh berbagai aplikasi.Terobosan dari DBMS adalah Relational Database

  Management System (RDBMS) yang mengorganisasikan data dalam

  suatu struktur dan memaksimalkan berbagai cara serta menghubungkan

  antar kumpulan data yang disimpan dalam database.



2. Fungsi DBMS

   Definisi data dan hubungannya

   Memanipulasi data

   Keamanan dan integritas data

   Security dan integritas data

   Recovery/perbaikan dan concurency data

   Data dictionary

   Unjuk kerja / performance



                                   4
   Peralatan untuk        menetapkan/menentukan pendekatan database

      disebut DBMS.

         DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain

  untuk melindungi dan memanage database.

  Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :

   Mendefinisikan data dan hubungannya.

   Mendokumentasikan struktur dan definisi data.

   Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk

      akses yang selektif/dipilih dan efisien.

   Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.

   Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat

      diandalkan, konsisten dan benar.

   Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah

      implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk

      merubah maksud data (Logical).

   Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses

      secara concurent pada sumber daya data.



3. Contoh DBMS

  Beberapa contoh DBMS yang populer adalah :

  1) Microsoft Access atau Microsoft Office Access adalah program

     aplikasi dari Microsoft yang ditujukan untuk kalangan rumahan atau

     perusahaan kecil menengah karena kapasitas datanya sangat terbatas.



                                   5
   Microsoft Access menggunakan mesin basis data Microsoft Jet

   Database Access Engine. Untuk instalasinya membutuhkan space di

   hardisk yang lumayan besar. Engine ini hanya bisa dijalankan di

   lingkup sistem operasi Windows saja. Untuk keamananya tidak begitu

   bisa dihandalkan walaupunsudahmengenalkonseprelationship.

   A. Kelebihan dan Kekurangan :

      a) Microsoft Access kurang begitu bagus jika diakses melalui

         jaringan sehingga aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh

         banyak pengguna cenderung menggunakan solusi sistem

         manajemen basis data yang bersifat klien atau server.

      b) Salah satu keunggulan Microsoft Access dilihat dari perspektif

         programmer     adalah     kompatibilitasnya   dengan    bahasa

         pemrograman Structured Query Language (SQL). Para

         pengguna dapat mencampurkan dan menggunakan kedua jenis

         bahasa tersebut (VBA dan Macro) untuk memprogram form

         dan   logika   dan    juga   untuk   mengaplikasikan    konsep

         berorientasi objek.



2) Microsoft SQL Server adalah program Sistem Manajemen Dasis Data

   Relasional. Susunan dari Microsoft SQL Server dibagi menjadi tiga

   komponen. SQL OS yang melakukan layanan utama pada SQL

   Server, misalnya mengatur aktifitas, pengaturan memori, dan

   pengaturan Input/Output. Relational Engine yang bekerja sebagai



                               6
penghubung komponen database, tabel, query, dan perintah tersimpan

dan Protocol Layer yang mengatur fungsi-fungsi SQL Server.

Kekurangan :

a. Hanya dapat diimpelementasikan pada 1 unit server, jika terdapat

  tambahan server maka hanya akan berfungsi sebagai pasif / standby

  server (tidak memiliki kemampuan Technology Cluster Server

  seperti halnya pada DMBS Oracle).

b. Hanya bisa berjalan pada satu platform system operasi yaitu

  Microsoft Windows.

c. Merupakan software berlisensi dan berharga mahal untuk

  perusahaan skala kecil dan menengah.

  Kelebihan :

  o Cocok untuk perusahaan dengan skala kecil, menengah, dan

     besar sehingga mampu untuk mengolah data dengan jumlah

     yang besar.

  o Memiliki kemampuan untuk management user dan tiap user bisa

     diatur hak akses terhadap suatu database oleh database

     administrator.

  o Untuk diterapkan pada pembangunan suatu program aplikasi,

     akan mudah dalam melakukan koneksi dengan computer client

     yang pembangunan aplikasinya menggunakan software yang

     sama platform dengan MS-SQL, misalnya Microsoft Visual

     Basic.



                           7
     o Memiliki tingkat pengamanan / security data yang baik.

     o Memiliki kemampuan untuk back-up data, rollback data, dan

        recovery data.

     o Memiliki kemampuan untuk membuat database mirroring dan

        clustering.



3) My SQL adalah perangkat lunak sistem manajemen basis data yang

   diciptkan untuk dapat dilakukan instalasi secara gratis (open source).

   Hingga saat ini MySQL telah lebih dari 6 juta instalasi.

   a. Kekurangan :

     o Tidak cocok untuk menangani data dengan jumlah yang besar,

        baik untuk menyimpan data maupun untuk memproses data.

     o Memiliki keterbatasan kemampuan kinerja pada server ketika

        data yang disimpan telah melebihi batas maksimal kemampuan

        daya tampung server karena tidak menerapkan konsep

        Technology Cluster Server.

   b. Kelebihan

     o Free (bebas didownload)

     o Stabil dan tangguh

     o Fleksibel dengan berbagai pemrograman

     o Security yang baik

     o Dukungan dari banyak komunitas

     o Kemudahan management database



                                8
     o Mendukung transaksi

     o Perkembangan software yang cukup cepat.

4) Oracle

   Oracle adalah relational database management system (RDBMS)

   untuk mengelola informasi secara terbuka, komprehensif dan

   terintegrasi. Oracle Server menyediakan solusi yang efisien dan

   efektif karena kemampuannya dalam hal sebagai berikut:

     Dapat bekerja di lingkungan client/server (pemrosesan tersebar)

     Menangani manajemen space dan basis data yang besar

     Mendukung akses data secara simultan

     Performansi pemrosesan transaksi yang tinggi

     Menjamin ketersediaan yang terkontrol

     Lingkungan yang terreplikasi

   Database merupakan salah satu komponen dalam teknologi informasi

   yang mutlak diperlukan oleh semua organisasi yang ingin mempunyai

   suatu sistem informasi yang terpadu untuk menunjang kegiatan

   organisasi demi mencapai tujuannya. Karena pentingnya peran

   database dalam sistem informasi, tidaklah mengherankan bahwa

   terdapat banyak pilihan software Database Management System

   (DBMS) dari berbagai vendor baik yang gratis maupun yang

   komersial. Beberapa contoh DBMS yang populer adalah MySQL, MS

   SQL Server, Oracle, IBM DB/2, dan PostgreSQL.




                              9
     Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di

     dunia, namun banyak orang memiliki kesan yang negatif terhadap

     Oracle. Keluhan-keluhan yang mereka lontarkan mengenai Oracle

     antara lain adalah terlalu sulit untuk digunakan, terlalu lambat, terlalu

     mahal, dan bahkan Oracle dijuluki dengan istilah “ora kelar-kelar”

     yang berarti “tidak selesai-selesai” dalam bahasa Jawa. Jika

     dibandingkan dengan MySQL yang bersifat gratis, maka Oracle lebih

     terlihat tidak kompetitif karena berjalan lebih lambat daripada

     MySQL meskipun harganya sangat mahal.Namun yang mereka tidak

     perhitungkan adalah bahwa Oracle merupakan DBMS yang dirancang

     khusus untuk organisasi berukuran besar, bukan untuk ukuran kecil

     dan menengah. Kebutuhan organisasi berukuran besar tidaklah sama

     dengan organisasi yang kecil atau menengah yang tidak akan

     berkembang menjadi besar. Organisasi yang berukuran besar

     membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas agar dapat memenuhi

     tuntutan akan data dan informasi yang bervolume besar dan terus

     menerus bertambah besar.



4. Komponen Utama DBMS

  Komponen utama DBMS dapat dibagi menjadi 4 macam :

   Perangkat Keras

   Perangkat Lunak

   Data



                                  10
    Pengguna



5. Kelebihan dari DBMS

      Independensi data.

    Pengaksesan yang efisien terhadap data.

    Keamanan dan integritas data.

    Administrasi data.

    Waktu pengembangan akuntansi terpendek.



6. Kerugian pengunaan DBMS

    Memperoleh perangkat lunak yang mahal (teknologi DBMS,

       Operation, Conversion, Planning, Risk). DBMS mainframe masih

       sangat mahal. DBMS berbasis mikro biayanya mencapai beberapa

       ratus dolar, dapat menggambarkan suatu organisasi yang kecil secara

       berarti

    Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar. DBMS sering

       memerlukan kapasitas penyimpanan primer dan sekunder yang lebih

       besar daripada yang diperlukan oleh program aplikasi lain. Juga,

       kemudahan yang dibuat oleh DBMS dalam mengambil informasi

       mendorong lebih banyak terminal pemakai yang disertakan dalam

       konfigurasi daripada jika sebaliknya.

    Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA DBMS memerlukan

       pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuan secara



                                  11
            penuh. Pengetahuan khusus ini paling baik diberikan oleh pengelola

            database.



B. Decision Support Systems (DSS)

          Definisi awalnya adalah suatu sistem yang ditujukan untuk mendukung

   manajemen pengambilan keputusan. Sistem berbasis model yang terdiri dari

   prosedur-prosedur dalam pemrosesan data dan pertimbangannya untuk

   membantu manajer dalam mengambil keputusan. Agar berhasil mencapai

   tujuannya maka sistem tersebut harus: (1) sederhana, (2) robust, (3) mudah

   untuk dikontrol, (4) mudah beradaptasi, (5) lengkap pada hal-hal penting, (6)

   mudah berkomunikasi dengannya. Secara implisit juga berarti bahwa sistem

   ini harus berbasis komputer dan digunakan sebagai tambahan dari

   kemampuan penyelesaian masalah dari seseorang.

          DSS   ni    merupakan suatu       sistem informasi    yang diharapkan

   dapatmembantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Hal yang

   perlu ditekankan di sini adalahbahwa keberadaan DSS bukan untuk

   menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi saranapenunjang

   (tools) bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori

   pengambilankeputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti

   operation research dan management science.Hanya bedanya adalah bahwa

   jika   dahulu     untuk   mencari   penyelesaian   masalah    yang   dihadapi

   harusdilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari

   nilai minimum, maksimum, atauoptimum), saat ini komputer PC telah



                                       12
menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yangsama

dalam waktu relatif singkat. Dalam kedua bidang ilmu di atas, dikenal istilah

decision modeling,decision theory, dan decision analysis – yang pada

hakekatnya    adalah   merepresentasikan    permasalahanmanaje-men      yang

dihadapi setiap hari ke dalam bentuk kuantitatif (misalnya dalam bentuk

modelmatematika). Contoh-contoh klasik dari persoalan dalam bidang ini

adalah linear programming, game’stheory, transportation problem, inventory

system, decision tree, dan lain sebagainya. Dari sekian banyakproblem klasik

yang kerap dijumpai dalam aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari, sebagian

dapat denganmudah disimulasikan dan diselesaikan dengan menggunakan

formula atau rumus-rumus sederhana. Tetapibanyak pula masalahan yang ada

sangat rumit sehingga membutuhkan kecanggihan komputer.

     Sprague dan Carlson mendefinisikan DSS dengan cukup baik, sebagai

sistem yang memiliki limakarakteristik utama (Sprague et.al., 1993):

1. Sistem yang berbasis komputer;

2. Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan;

3. Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang “mustahil” dilakukan

   dengan kalkulasi manual;

4. Melalui cara simulasi yang interaktif;

5. Dimana data dan model analisis sebagai komponen utama.




                                    13
     Karakteristik 4 dan 5 merupakan fasilitas baru yang ditawarkan oleh

DSS belakangan ini sesuai dengeanperkembangan terakhir kemajuan

perangkat komputer.



1. Komponen Decision Support System

  Secara garis besar DSS dibangun oleh tiga komponen besar:

  a. Database.

  b. Model Base.

  c. Software System.

      Sistem database berisi kumpulan dari semua data bisnis yang dimiliki

  perusahaan, baik yang berasal dari transaksi sehari-hari, maupun data

  dasar (master file). Untuk keperluan DSS, diperlukan data yang relevan

  dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi.

      Komponen kedua adalah Model Base atau suatu model yang

  merepresentasikan permasalahan ke dalam format kuantitatif (model

  matematika sebagai contohnya) sebagai dasar simulasi atau pengambilan

  keputusan, termasuk di dalamnya tujuan dari permasalahan (obyektif),

  komponen-komponen terkait, batasan-batasan yang ada (constraints), dan

  hal-hal terkait lainnya. Kedua komponen tersebut untuk selanjutnya

  disatukan dalam komponen ketiga (software system), setelah sebelumnya

  direpresentasikan dalam bentuk model yang “dimengerti” komputer .

  Contohnya adalah penggunaan teknik RDBMS (Relational Database

  Management System), OODBMS (Object Oriented Database Management



                                 14
  System) untuk memodelkan struktur data. Sedangkan MBMS (Model Base

  Management System) dipergunakan untuk mere-presentasikan masalah

  yang ingin dicari pemecahannya.

      Entiti lain yang terdapat pada produk DSS baru adalah DGMS (Dialog

  Generation and Management System), yang merupakan suatu sistem untuk

  memungkinkan terjadinya “dialog” interaktif antara komputer dan manusia

  (user) sebagai pengambil keputusan.


2. Jenis-Jenis DSS

         Aplikasi DSS yang banyak kita jumpai sangat beraneka ragam, dari

  yang paling sederhana (quick-hit DSS)sampai dengan yang sangat

  kompleks (institutional DSS). “Quick-Hit DSS” biasanya ditujukan untuk

  paramanajer yang baru belajar menggunakan DSS (sebagai pengembangan

  setelah jenis pelaporan yangdisediakan oleh MIS = Management

  Information System, satu level sistem di bawah DSS). Biasanyamasalah

  yang dihadapi cukup sederhana (simple) dan dibutuhkan dengan segera

  penyelesaiannya.Misalnya untuk kebutuhan pelaporan (report) atau

  pencarian informasi (query). Sistem yang sama biasapula dipergunakan

  untuk melakukan analisa sederhana. Contohnya adalah melihat dampak

  yang terjadipada sebuah formulasi, apabila variabel-variabel atau

  parameter-parameternya diubah. Di dalamperusahaan, DSS jenis ini

  biasanya diimplementasikan dalam sebuah fungsi organisasi yang dapat

  berdirisendiri (berdasarkan data yang dimiliki fungsi organisasi tersebut).

  Misalnya adalah DSS untuk menyusunanggaran tahunan, DSS untuk


                                  15
  melakukan kenaikan gaji karyawan, DSS untuk menentukan besarnya

  jamlembur karyawan, dan lain sebagainya.


          “Institutional DSS” merupakan suatu aplikasi yang dibangun oleh

  para pakar bisnis dan ahli DSS. Sesuaidengan namanya, DSS jenis ini

  biasanya bekerja pada level perusahaan, dimana data yang dimiliki

  olehmasing-masing     fungsi     organisasi   telah   diintegrasikan      (dibuat

  strukturnya dan didefinisikan kaitankaitannya). Contohnya adalah DSS

  untuk      memprediksi         pendapatan       perusahaan         di       masa

  mendatang(forecasting) yang akan mensimulasikan data yang berasal dari

  Divisi Sales, Divisi Marketing, DivisiLogistik dan Divisi Operasional.

  Contoh implementasi yang tidak kalah menariknya adalah suatu

  sistem,dimana jika manajemen memiliki rencana untuk mem-PHK-kan

  beberapa karyawannya, akan dapatdisimulasikan dampaknya terhadap

  neraca profit-and-loss perusahaan. Contoh aplikasi penggunaan DSSlain

  yang paling banyak digunakan di dalam dunia bisnis adalah untuk

  keperluan analisa marketing, operasilogistik dan distribusi, serta masalah-

  masalah     yang     berkaitan     dengan      keuangan      dan        akuntansi

  (taxation,budgeting, dsb.).

3. Sistem Berbasis Grafik

          Dalam merepresenasikan DSS agar mudah dipergunakan dan

  dimengeri oleh user (dalam hal ini adalah manajer perusahaan), format

  grafik mutlak dipergunakan untuk melengkapi teks yang ada. Contoh-

  contoh model grafik yang populer dipergunakan adalah sebagai berikut:


                                    16
  a. Time Series Charts – untuk melihat dampak sebuah variable terhadap

    waktu;

  b. Bar Charts – untuk memperbandingkan kinerja beberapa entiti;

  c. Pie Charts – untuk melihat komposisi atau persentasi suatu hal;

  d. Scattered Diagrams – untuk menganalisa hubungan antara beberapa

    variabel;

  e. Maps – untuk merepresentasikan data secara geografis;

  f. Layouts – untuk menggambarkan lokasi barang secara fisik, seperti

    pada bangunan dan kantor;

  g. Hierarchy Charts – untuk menggambarkan struktur organisasi;

  h. Sequence Charts – untuk merepresentasikan sesuatu dengan logika yang

    tersetruktur (contohnya adalah diagram flowchart); dan

  i. Motion Graphics – untuk memperlihat-kan perilaku dari variabel yang

    diamati

  j. dengan cara animasi.

  k. Jenis-jenis grafik di atas biasanya dapat ditampilkan dalam dua macam

    format: dua dimensi dan tigadimensi.



4. Perkembangan DSS

         DSS yang saat ini populer untuk digunakan adalah yang berbasis

  tabel atau spreadsheets, karena paramanajer sudah terbiasa membaca data

  dengan cara tersebut. Tabel inilah yang menjadi media manajerdalam

  “mengkutak-katik” (mengganti atau merubah) variabel yang ada, di mana



                                  17
     hasilnya akan ditampilkandalam format grafik yang telah dijelaskan

     sebelumnya. Untuk keperluan ini, biasanya sebuah stand-alonePC sudah

     cukup untuk mengimplementasikannya. Sejalan dengan perkembangan

     teknologi informasi, telahbanyak ditawarkan aplikasi DSS yang bekerja

     dalam infrastruktur jaringan (LAN, WAN, Intranet, Internet,dsb.).

     Beberapa manajer pengambil keputusan dihubungkan satu dengan lainnya

     melalui jaringankomputer, sehingga dapat saling mempertukarkan data dan

     informasi untuk keperluan pengambilankeputusan. Bahkan sudah ada DSS

     yang    diperlengkapi   dengan     expert   system   (dibuat   berdasarkan

     teorikecerdasan buatan = artifial intelligence), sehingga keputusan bisnis

     secara langsung dapat dilakukan olehkomputer, tanpa campur tangan

     manusia.



C. Hubungan Database Management System (DBMS) dan                     Decision

   Support Systems (DSS)

         Penggunaan DSS yang didukung oleh DBMS akan sangat membantu

   manager dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan

   keputusan. Informasi yang dihasilkan akan lebih mudah didapatkan, cepat,

   serta memiliki keakuratan yang cukup tinggi pula, sehingga penggunaan DSS

   berbasis DBMS di saat ini, merupakan hal yang wajib bagi setiap penentu

   kebijakan dalam suatu Perusahaan.

         Berikut ini kami akan megutarakan hubungan antara Database

   Management System dengan Decision Support System :



                                       18
       Dalam melakukan management(mengatur)Database,database DSS

dapat dibagi berdasarkan spesifikasinya masing-masing (DSS), hal ini terlihat

pada gambar berikut :




       Berdasarkan gambar di atas DSS pada Database tersebut terbagi-bagi,

dalam hal ini DSS yang terbagi-bagi memiliki kelebihan dan kekurangan.



Kelebihan database DSS terbagi-bagi :

1.   Kontrol yang lebih besar terhadap data.

2.   Lebih baik dalam memanajemen data.

3.   Kebanyakan database ditujukan dalam memproses data, sehingga

     database yang terpisah lebihefisien untuk DSS.

4.   DSS bisa melibatkan berbagai macam fungsi, membutuhkan input dari

     beberapa database. Satu kali saja diekstrak ke dalam satu database, maka

     penggunaan data selanjutnya akan lebih efisien dan mudah.

5.   Perubahan dan update lebih cepat, mudah, dan murah.


                                    19
6.    Akses yang lebih mudah dan manipulasi data bisa dilakukan.

7.    Dapat mengadopsi struktur database yang optimal untuk penggunaan

      DSS yang spesifik (seperti relasional atau object-oriented).


Kekurangan database DSS terbagi-bagi :

1.    Penambahan database khusus lebih mahal dalam hal pembangunannya,

      keamanan, dan perawatannya bila dibandingkan dengan satu database.

2.    Database yang terpisah dapat dimodifikasi oleh user yang berbeda-beda

      menurut cara merekamasing-masing. Jika data yang redundant disimpan

      dalam tempat yang berbeda, dan jika data dimodifikasi dengan cara

      berbeda-beda, maka bisa menyebabkan data yang tak konsisten dalam

      organisasi itu.



Kemampuan DBMS dalam DSS:

1. Mendapatkan/mengekstrak data agar bisa masuk ke dalam database DSS.

2. Secara cepat meng-update (menambah, menghapus, mengedit, mengubah)

     record data dan file.

3. Menghubungkan data dari berbagai sumber(source).

4. Secara cepat menampilkan data dari database dalam queiries dan report.

5. Menyediakan keamanan data menyeluruh (proteksi dari akses yang tidak

     berhak, kemampuanrecover, dan lain-lain).

6. Menangani data personal dan tidak resmi sehingga user dapat mencoba

     dengan berbagai solusialternatif berdasarkan pertimbangan mereka sendiri.




                                     20
7. Menyuguhkan penampilkan data secara lebih kompleks dan proses

   manipulasinya berdasarkanqueries yang diberikan.

8. Melacak penggunaan data.




                                  21
                                 BAB III

                                PENUTUP



A. Kesimpulan

         Penggunaan DSS yang didukung oleh DBMS akan sangat membantu

   manager dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan

   keputusan. Informasi yang dihasilkan akan lebih mudah didapatkan, cepat,

   serta memiliki keakuratan yang cukup tinggi pula, sehingga penggunaan DSS

   bebasis DBMS di saat ini, merupakan hal yang wajib bagi setiap penentu

   kebijakan dalam suatu Perusahaan.




                                       22
                       DAFTAR PUSTAKA



1. Diakses pada hari minggu 06 Mei 2012 www.elearning.gunadarma.ac.id

2. Diakses pada hari minggu 06 Mei 2012 www.fprodi._ilmu_komputer.co.id

3. Diakses pada hari minggu 06 Mei 2012 www.myopera.com

4. Diakses pada hari senin 07 Mei 2012 www.amikom.ac.id




                                 23

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:92
posted:5/15/2012
language:
pages:26