Juknis LKPP 2007 by DeasySaid

VIEWS: 810 PAGES: 269

									Juknis Pemeriksaan LKPD                                                                                                                Daftar Isi




                                                          DAFTAR ISI

                                                                                                                                Halaman

BAB I          PENDAHULUAN ……………………………………………………………………                                                                              1
               1. Latar Belakang ………………………………………………….......................                                                        1
               2. Maksud dan Tujuan ........... ………………………………………..................                                                  3
               3. Lingkup Pembahasan...………………………………………….....................                                                       3
               4. Sistematika Penulisan……………………………………………....................                                                       3

BAB II         GAMBARAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH………………                                                                    4
               1. Dasar Hukum Penyusunan ..........................…..………………....................                                  4
               2. Pengertian dan Dokumen ..................................…………………...............                                 4
               3. Entitas Pelaporan dan Entitas Akuntansi..………………………..................                                            5
               4. Standar Akuntansi Pemerintah..................…………………………..............                                          5
               5. Sistem dan Prosedur Laporan Keuangan Pemerintah Pusat .....................                                     5
               6. Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.........................................................                      10

BAB III        PETUNJUK PEMERIKSAAAN.……………………………………...................                                                            12
               1. Petunjuk Umum................................. ………………………………............                                         12
               2. Petunjuk Perencanaan Pemeriksaaan......................................................                         17
               3. Petunjuk Pelaksanaan Pemeriksaaan......................................................                         25
               4. Petunjuk Pelaporan Hasil Pemeriksaaan.................................................                          32
               5. Jadwal Penyelesaian Pemeriksaan dan Laporan Hasil Pemeriksaan                                                   39

BAB IV         SUPERVISI....................................................................................................      41
               1. Supervisi dalam Pemeriksaaan................................................................                    41
               2. Supervisi Pemenuhan Tujuan dan Harapan Penugasan..........................                                      43
               3. Supervisi Pelaksanaan Program Pemeriksaaan.......................................                               43
               4. Supervisi Penyusunan dan Substansi Laporan Hasil Pemeriksaan...........                                         44

BAB V          PEMERIKSAAAN INTERIM.........................................................................                      46
               1. Pengertian Pemeriksaan Interim..............................................................                    46
               2. Tujuan Pemeriksaan Interim.....................................................................                 46
               3. Lingkup Pemeriksaan Interim...................................................................                  47
               4. Metodologi Pemeriksaaan Interim............................................................                     47

BAB VI         PEMANTAUAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN.....                                                            49
               1. Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan................................................                         49
               2. Pemberitahuan Tertulis tentang Kewajiban Tindak Lanjut.......................                                   49
               3. Reviu atas Jawaban/Keterangan Pemerintah Pusat...................................                               50
               4. Pelaporan atas Pemantauan Tindak Lanjut.............................................                            50
               5. Pemantauan Tindak Lanjut Pada Saat Pemeriksaaan.............................                                    50

BAB VII        KERTAS KERJA PEMERIKSAAN...............................................................                            51
               1. Pengertian KKP.........................................................................................         51
               2. Jenis KKP..................................................................................................     51
               3. Indeks KKP...............................................................................................       52
               4. Pemeliharaan KKP...................................................................................             52
               5. Serah Terima KKP....................................................................................            52




Litbang Pemeriksaan                                    Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPD                                                                                                             Daftar Isi



BAB VIII       PENGENDALIAN DAN PENJAMINAN MUTU...............................................                                 53
               1. Dasar Pengendalian dan Penjaminan Mutu…………………………………..                                                        53
               2. Pengertian Pengendalian dan Penjaminan Mutu…………………………….                                                      53
               3. Proses Pengendalian dan Penjaminan Mutu…………………………………                                                         53
               4. Pendokumentasian Pengendalian dan Penjaminan Mutu………………….                                                    54

BAB IX         PENUTUP......................................................................................................   55
               1. Pemberlakuan Petunjuk Teknis Pemeriksaaan atas LKPP dan LKKL.......                                          55
               2. Pemutakhiran Petunjuk Teknis Pemeriksaaan atas LKPP dan LKKL.........                                        55
               3. Pemantauan Petunjuk Teknis Pemeriksaaan atas LKPP dan LKKL...........                                        55

               REFERENSI...................................................................................................    56

               LAMPIRAN-LAMPIRAN




Litbang Pemeriksaan                                    Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                    Bab I Pendahuluan




                                        BAB I
                                    PENDAHULUAN

 1.      Latar Belakang

                                   Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan
 Laporan keuangan                  Keuangan      Kementerian    Lembaga      (LKKL)   merupakan
 Pemerintah Pusat (LKPP)           pertanggungjawaban Pemerintah Pusat, yaitu Presiden dan
 dan laporan keuangan              menteri/pimpinan lembaga, atas pelaksanaan APBN setiap
 kementerian lembaga (LKKL)        tahun anggaran. LKPP tersebut terdiri atas neraca, laporan
 merupakan                         realisasi anggaran, laporan arus kas, dan catatan atas laporan
 pertanggungjawaban                keuangan. LKPP tersebut disusun dari LKKL dan informasi lain
 Pemerintah Pusat,                 yang terkait. LKKL terdiri atas neraca, laporan realisasi
 menteri/pimpinan lembaga
 atas pelaksanaan APBN.
                                   anggaran dan catatan atas laporan keuangan. Kementerian
                                   negara/lembaga tidak menyusun laporan arus kas karena
                                   kementerian     negara/lembaga      tidak    memiliki    fungsi
                                   perbendaharaan. Laporan arus kas disusun oleh Departemen
                                   Keuangan yang memiliki fungsi perbendaharaan. Departemen
                                   Keuangan juga menggabungkan LKKL menjadi LKPP termasuk
                                   laporan arus kas.
 LKPP dan LKKL disusun             LKPP dan LKKL tersebut disusun berdasarkan Standar
 berdasarkan SAP dan sistem        Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang ditetapkan dalam
 akutansi dan pelaporan            Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2005. Di dalam
 keuangan pemerintah pusat.        penyusunan LKPP dan LKKL, Menteri Keuangan menetapkan
                                   sistem akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah pusat,
                                   yang diselenggarakan untuk penyusunan LKPP dan LKKL
                                   tersebut.
                                   Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL tersebut merupakan salah
 Pemeriksaan LKPP dan              satu tugas pokok BPK-RI sebagai pelaksanaan Pasal 23 UUD
 LKKL merupakan salah satu         1945, Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang
 tugas pokok BPK.                  Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan
                                   Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang
                                   Badan Pemeriksa Keuangan. Pemeriksaan atas LKPP dan LK
                                   KL merupakan pemeriksaan keuangan yang bertujuan untuk
                                   untuk memberikan keyakinan yang memadai (reasonable
                                   assurance) apakah LKPD telah disajikan secara wajar, dalam
                                   semua hal yang material sesuai dengan Standar Akuntansi
                                   Pemerintahan (SAP). Pemeriksaan dilakukan berdasarkan
 Alasan penyempurnaan              pada standar pemeriksaan yang ditetapkan Badan Pemeriksa
 petunjuk teknis pemeriksaan       Keuangan, yaitu Standar Pemeriksaan Keuangan Negara
 atas LKPP dan LK KL:              (SPKN).
       Perkembangan                Sebagai pedoman pemeriksaan atas LKPP sebelumnya telah
       peraturan perundang-        ditetapkan petunjuk teknis maupun pedoman untuk melakukan
       undangan dan                pemeriksaan atas pertanggungjawaban APBN dimana dengan
       ketentuan lain serta
                                   adanya Juknis yang baru ini akan diusulkan untuk dinyatakan
       perubahan organisasi
       pemerintah pusat.           tidak berlaku. Pedoman dan petunjuk teknis yang diusulkan
                                   untuk dinyatakan tidak berlaku tersebut dapat dilihat pada
       Materialitas dan            lampiran 1.1, salah satunya adalah petunjuk teknis pemeriksaan
       sampling.                   LKPP yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Sekretaris



Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan                                   1
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                   Bab I Pendahuluan


                                   Jenderal BPK No.153/SK/VIII-VIII.3/7/2005 tanggal 6 Juli 2005.
                                   Petunjuk teknis tersebut belum mengakomodasi perkembangan
                                   peraturan perundang-undangan dan ketentuan terkait lainnya
                                   serta perubahan-perubahan yang terjadi antara lain sebagai
                                   berikut:
                                      Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang
                                      Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan
                                      Negara.
                                      Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan
                                      Pemeriksa Keuangan.
                                      Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang
                                      Standar Akuntansi Pemerintahan.
                                      Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang
                                      Laporan Keuangan dan Kinerja Pemerintah.
                                      Peraturan Menteri Keuangan Nomor 59/PMK.06/2005
                                      tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan
                                      Pemerintah Pusat.
                                      Perubahan struktur organisasi pemerintah pusat dan
                                      kementerian lembaga di dalam penyusunan LKPP dan LK
                                      KL.
                                   Selain perkembangan peraturan dan perubahan di atas, konsep
                                   materialitas dan sampling yang merupakan faktor penting
                                   dalam pemeriksaan LKPP dan LKKL perlu diperjelas. Konsep
                                   materialitas dan sampling tersebut yang telah diatur dalam
                                   petunjuk teknis pemeriksaan atas LKPP dan LKKL perlu
                                   disempurnakan dengan contoh aplikasi atas materialitas,
                                   kesalahan yang dapat ditoleransi (tolerable errors/TE), dan
                                   pengambilan sampling.
                                   Petunjuk teknis ini juga memperkenalkan konsep transparansi
                                   fiskal yang perlu menjadi bahan kajian bagi pemeriksa LKPP.
                                   Analisa transparansi fiskal dilakukan pada tahap pemahaman
                                   dan pengujian SPI. Laporan hasil analisa atas unsur-unsur
                                   transparansi fiskal dalam pengelolaan dan tanggung jawab
                                   keuangan daerah merupakan laporan tambahan yang dapat
                                   diterbitkan oleh pemeriksa. Laporan tersebut dapat bermanfaat
                                   bagi pengguna laporan hasil pemeriksaan BPK seperti DPR dan
                                   masyarakat.
                                    Kebijakan BPK untuk memberikan opini pada LKKL tahun 2006
                                   dan seterusnya memerlukan penjabaran lebih lanjut. Petunjuk
                                   teknis yang telah ditetapkan tidak dirancang untuk maksud
                                   tersebut atau dirancang untuk pemberian opini hanya pada
                                   LKPP.
                                   Berkaitan dengan hal-hal di atas, maka petunjuk teknis atas
                                   pemeriksaan LKPP dan LKKL perlu disempurnakan untuk
                                   mengakomodasi perkembangan dan perubahan yang telah
                                   disebutkan di atas.




Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan                                  2
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                    Bab I Pendahuluan




 2.      Maksud dan Tujuan

 Maksud penyempurnaan              Maksud penyempurnaan petunjuk teknis pemeriksaan LKPP
 juknis pemeriksaan LKPP           dan LKKL adalah untuk memberikan pedoman yang mutakhir
 dan LKKL untuk memberikan         bagi pemeriksa dalam menyusun program pemeriksaan dan
 pedoman yang mutakhir bagi        pelaksanaan pemeriksaan di lapangan sehingga terdapat
 pemeriksa.
                                   kesamaan tindakan berdasarkan berbagai perubahan di atas.
                                   Tujuan penyempurnaan petunjuk teknis tersebut adalah untuk:
 Tujuan penyempurnaan
 juknis pemeriksaan LKPP           a. menyamakan pemahaman atas pemeriksaan atas laporan
 dan LKKL untuk                       keuangan, dhi. LKPP dan LKKL;
 mengefektifkan pelaksanaan        b. memberikan pedoman kepada pemeriksa LKPP dan LKKL
 pemeriksaaan.                        sehingga perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil
                                      pemeriksaan dapat selaras dan dapat mudah dikompilasi.
                                   c. mengefektifkan pelaksanaan pemeriksaan agar mencapai
                                      hasil pemeriksaan yang optimal sesuai dengan standar
                                      pemeriksaan.

 3.      Lingkup Pembahasan

 Lingkup pembahasan juknis         Petunjuk teknis pemeriksaan atas LKPP dan LKKL ini
 adalah pemeriksaan LKPP           digunakan untuk pemeriksaan atas laporan keuangan yang
 dan LKKL.                         dihasilkan dari sistem akuntansi dan pelaporan keuangan
                                   pemerintah pusat yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan
                                   yang didasarkan pada SAP. Laporan keuangan yang diperiksa
                                   tersebut meliputi laporan konsolidasian atau LKPP dan LKKL.



 4.      Sistematika Penulisan

 Juknis pemeriksaaan LKPP          Petunjuk teknis pemeriksaan LKPP dan LKKL terdiri atas
 dan LKKL terdiri atas 8 bab,      delapan bab sebagai berikut:
 referensi, dan lampiran.
                                   Bab I      Pendahuluan
                                   Bab II Gambaran Umum Penyusunan Laporan Keuangan
                                          Pemerintah Pusat dan Laporan Keuangan Kementerian
                                          Negara/Lembaga
                                   Bab III    Petunjuk Pemeriksaan
                                   Bab IV      Supervisi
                                   Bab V       Pemeriksaan Interim
                                   Bab VI      Pemantauan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan
                                   Bab VII Kertas Kerja Pemeriksaan
                                   Bab VIII Penutup
                                   Referensi
                                   Lampiran-Lampiran




Litbang Pemeriksaan                          Badan Pemeriksa Keuangan                              3
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                              Bab II Gambaran Umum



                                                BAB II
                   GAMBARAN UMUM
    PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT
      DAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN/LEMBAGA

 1. Dasar Hukum Penyusunan
                                   Penyusunan LKPP dan LKKL oleh Pemerintah Pusat, dilakukan
                                   berdasarkan peraturan sebagai berikut:
 Dasar Hukum
 Penyusunan LKPP dan LKKL
                                   a. Pasal 30 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang
                                      Keuangan Negara.
                                   b. Pasal 55 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
                                      Perbendaharaan Negara.
                                   c. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang
                                      Standar Akuntansi Pemerintahan.
                                   d. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang
                                      Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah
                                   e. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang
                                      Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah
                                   f. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13/PMK.06/2005
                                      tentang Bagan Perkiraan Standar.
                                   g. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 59/PMK.06/2005
                                      tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan
                                      Pemerintah Pusat.
                                   h. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor 38/PB/2006
                                      tentang Pedoman Akuntansi Konstruksi dalam Pengerjaan.
                                   i. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor 40/PB/2006
                                      tentang Pedoman Akuntansi Persediaan.
                                   j. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor 44/PB/2006
                                      tentang Pedoman Reviu atas Laporan Keuangan
                                      Kementerian/lembaga.
                                   k. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor: PER 24/PB/2006
                                      tentang Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan
                                      Kementerian/lembaga.
                                   l. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER-05/PB/2007
                                      tentang Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan
                                      Pemerintah Pusat.
 2. Pengertian dan Dokumen
 Pengertian Umum                   Pengertian umum yang perlu diketahui terkait dengan
                                   pengertian-pengertian     pengelolaan     keuangan    negara.
                                   Pengertian tersebut antara lain meliputi pengertian keuangan
                                   negara, APBN, satuan kerja, entitas pelaporan, entitas
                                   akuntansi,   penerimaan      negara,    pengeluaran    negara
                                   pendapatan, belanja dan sebagainya. Pengertian yang
                                   dimaksud dapat dilihat pada Lampiran 2.1.

 Dokumen                           Dokumen yang digunakan di dalam pengelolaan keuangan
                                   negara meliputi dokumen anggaran seperti rencana kerja dan
                                   anggaran kementerian/lembaga (RKA-KL), daftar isian
                                   pelaksanaan anggaran (DIPA); dokumen pelaksanaan anggaran
                                   seperti surat setoran pajak (SSP), surat setoran bukan pajak



Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan                                 4
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                             Bab II Gambaran Umum


                                   (SSBP), surat setoran bea cukai (SSBC), surat perintah
                                   membayar (SPM), surat perintah pencairan dana (SP2D);
                                   dokumen akuntansi seperti arsip data komputer, bukti
                                   jurnal/daftar transaksi, register transaksi harian, dokumen
                                   sumber dan sebagainya. Pengertian dokumen yang dimaksud
                                   dan contoh bentuk dokumen tersebut dapat dilihat pada
                                   Lampiran 2.2 dan 2.3.


 3. Entitas Pelaporan dan Entitas Akuntansi
 Entitas Pelaporan                 a. Entitas Pelaporan
                                   Entitas pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri atas
                                   satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentutan
                                   perundang-undangan       wajib   menyampaikan       laporan
                                   pertanggungjawaban berupa laporan keuangan. Laporan
                                   keuangan tersebut meliputi LKPP dan LKKL. Entitas pelaporan
                                   tersebut adalah pemerintah pusat dan kementerian/lembaga.
                                   Entitas Pelaporan yang dimaksud dapat dilihat pada Lampiran
                                   2.4
                                   b. Entitas Akuntansi
 Entitas Akuntansi                 Entitas Akuntansi dalam pengelolaan keuangan negara
                                   merupakan unit pemerintahan pengguna anggaran/pengguna
                                   barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi
                                   dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada
                                   entitas pelaporan. Entitas akuntansi tersebut merupakan unit
                                   yang berperan dalam penyusunan laporan keuangan
                                   pemerintah     pusat    yaitu   pada     Direktorat Jenderal
                                   Perbendaharaan dan unit-unit akuntansi pada kementerian
                                   /lembaga mulai dari Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran
                                   sampai Unit Akuntansi Pengguna Anggaran.


 4. Standar Akuntansi Pemerintah
 Standar           Standar Akuntansi Pemerintah adalah Standar Akuntansi
 akuntansi         Pemerintahan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah
                   Nomor 24 Tahun 2005.
 adalah SAP
 5. Sistem dan Prosedur Laporan Keuangan Pemerintah Pusat
 Sistem Akuntansi Keuangan         Sistem dan prosedur laporan keuangan pemerintah pusat
 Pemerintah Pusat mengacu
 pada PMK No.59 dan PP No.24
                                   ditetapkan dalam Sistem Akuntansi Keuangan Pemerintah
                                   Pusat. Sistem dan prosedur tersebut disusun mengacu kepada
                                   Peraturan Menteri Keuangan Nomor 59/PMK.06/2005 tentang
                                   Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat
                                   dan PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi
                                   Pemerintahan. Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat terdiri atas
                                   Sistem Akuntansi Pusat (SiAP) dan Sistem Akuntansi Instansi
                                   (SAI).




Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan                                5
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                             Bab II Gambaran Umum




 Sistem Akuntansi Pusat terdiri    a. Sistem Akuntansi Pusat (SiAP)
 atas:
  • SAKUN                            Sistem Akuntansi Pusat yang selanjutnya disebut SiAP
  • SAU
                                     merupakan subsistem dari Sistem Akuntansi Pemerintah
                                     Pusat (SAPP). SiAP dilaksanakan Kementerian Keuangan
                                     c.q Direktorat Jenderal Perbendaharaan. SiAP terdiri atas:
                                     1) Sistem Akuntansi Kas Umum Negara (SAKUN) yang
                                         menghasilkan Laporan Arus Kas (LAK) dan Neraca Kas



Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan                                6
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                          Bab II Gambaran Umum


                                      Umum Negara (KUN).
                                   2) Sistem Akuntansi Umum (SAU) yang menghasilkan
                                      Neraca dan Laporan Realisasi Anggaran.

                                   Direktorat   Jenderal   Perbendaharaan  (Ditjen PBN)
                                   Departemen Keuangan melaksanakan SiAP dengan
                                   melibatkan unit dan prosedur pemrosesan data akuntansi
  Unit yang terlibat dalam         yang dilakukan secara berjenjang.
  pelaksanaan SiAP antara lain:
  • KPPN                           Mekanisme tersebut adalah sebagai berikut:
                                   (1) Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA)
  • Kanwil Ditjen PBN
                                       pada kementerian negara/lembaga mengirimkan LRA
  • Dit PKN                            dan arsip data komputer (ADK) ke Kantor
  • Dit PSUN                           Perbendaharaan dan Kas Negara (KPPN) dan Unit
                                       Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran tingkat wilayah
  • Dit PPHLN
                                       (UAPPA-W) setiap bulan. UAKPA dan KPPN melakukan
  • Dit PPP                            rekonsiliasi setiap bulan.
  • Dit PBMKN                      (2) KPPN mengirim semua file/ADK data setiap hari dan
                                       laporan keuangan setiap bulan ke Kanwil Ditjen PBN.
  • DIA                            (3) UAPPA-W sebagai koordinator wilayah kementerian
  • Unit-unit       Akuntansi          negara/lembaga tingkat wilayah menyampaikan file data
    Kementerian/Lembaga                dan laporan keuangan wilayah secara bulanan ke Kanwil
                                       Ditjen PBN dan UAPPA-Eselon I (UAPPA-I). Kanwil
                                       UAPPA-W dan Ditjen PBN melaksanakan rekonsiliasi
                                       untuk tingkat wilayah dengan UAPPA-W/Koordinator
                                       Wilayah setiap triwulan.
                                   (4) Kanwil Ditjen PBN menyampaikan file data dan laporan
                                       keuangan setiap bulan ke DIA sebagai bahan
                                       penyusunan laporan keuangan pemerintah pusat. Kanwil
                                       Ditjen PBN dan DIA secara online menyampaikan
                                       laporannya.
                                   (5) DIA melakukan rekonsiliasi laporan keuangan tingkat
                                       eselon I setiap semester.
                                   (6) Kementerian /lembaga menyampaikan file data dan
                                       laporan keuangan secara triwulanan ke DIA sebagai
                                       bahan rekonsiliasi.UAPA melakukan rekonsiliasi data
                                       dengan DIA.
                                   (7) Direktorat PPHLN, Direktorat PSUN, Direktorat PPP,
                                       Direktorat PKN, Direktorat PBM/KN, Kementerian BUMN,
                                       Kementerian /lembaga dan unit terkait lainnya
                                       menyampaikan data, ADK dan laporan termasuk
                                       transaksi Pembiayaan dan Perhitungan ke Ditjen PBN
                                       c.q. DIA dalam rangka penyusunan laporan keuangan
                                       Pemerintah Pusat.
                                   (8) DIA melakukan konsolidasi seluruh laporan keuangan
                                       yang diterima dari kanwil, laporan keuangan dari KPPN
                                       pengelola transaksi pengeluaran BLN, dan transaksi
                                       penerimaan dan pengeluaran melalui BUN bersama ADK
                                       dari Direktorat PKN serta data neraca dari Direktorat
                                       PSUN, Direktorat PHLN, Direktorat PPP dan Direktorat
                                       PBMN          untuk penyusunan Laporan Keuangan
                                       Pemerintah Pusat.
                                    Untuk gambaran lebih jelas dari Sistem Akuntansi Pusat
                                    dan prosedur akuntansinya dapat dilihat pada Lampiran
                                    2.5.



Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan                                7
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                  Bab II Gambaran Umum



                                      b. Sistem Akuntansi Instansi

                                        Sistem Akuntansi Instansi (SAI) dilaksanakan oleh
                                        kementerian/lembaga yang memroses transaksi keuangan
  Sistem Akuntansi Instansi terdiri     baik arus uang maupun barang. SAI terbagi menjadi 2, yaitu:
  atas:
                                        Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi
  • Sistem Akuntansi Keuangan           Barang Milik Negara (SABMN).
  • Sistem Akuntansi Barang
    Milik Negara                        Untuk melaksanakan SAI, kementerian/lembaga membentuk
                                        unit akuntansi instansi sesuai dengan hirarki organisasi. SAI
                                        dibagi menjadi Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan
                                        Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN).

                                        Mekanisme pelaporan SAI
 Mekanisme Pelaporan SAI                Mekanisme SAI sebagai berikut:
                                        1. UAKPB mengirimkan ADK aset setiap bulan ke UAKPA
                                            sebagai bahan penyusunan neraca.
                                        2. UAKPB menyampaikan secara semesteran ke UAPPB-
                                            W/UAPPB-E1 berupa file data transaksi BMN dan
                                            Laporan BMN untuk digabungkan.
                                        3. UAKPA menyampaikan secara bulanan selambat-
                                            lambatnya tanggal 7 bulan berikutnya ke KPPN berupa
                                            LRA, Neraca dan ADK termasuk data transaksi
                                            pembiayaan dan perhitungan. UAKPA melakukan
                                            rekonsiliasi data tersebut di atas dengan data di KPPN
                                            termasuk data transaksi pembiayaan dan perhitungan.
                                            Untuk laporan semesteran dilengkapi dengan CALK.
                                        4. UAKPA menyampaikan secara bulanan ke UAPPA-W/
                                            UAPPA-E1 bagi yang tidak memiliki UAPPA-W berupa
                                            file data, LRA dan neraca termasuk file data transaksi
                                            pembiayaan dan perhitungan untuk digabungkan. KPPN
                                            mengirim semua file data termasuk file data transaksi
                                            pembiayaan dan perhitungan setiap bulan ke Kanwil
                                            Ditjen PBN.
                                        5. UAPPB-W melakukan pencocokan laporan BMN dengan
                                            laporan keuangan pada UAPPA-W semester.
                                        6. UAPPB-W menyampaikan file data dan laporan BMN ke
                                            UAPPB-E1 untuk digabungkan di tingkat eselon I.
                                        7. UAPPA-W menyampaikan LRA, Neraca, dan ADK
                                            termasuk data transaksi pembiayaan dan perhitungan
                                            secara bulanan ke Kanwil Ditjen PBN dan melaksanakan
                                            rekonsiliasi untuk tingkat wilayah setiap triwulan. Untuk
                                            laporan semesteran dilengkapi dengan CALK.
                                        8. UAPPA-W menyampaikan LRA, Neraca dan ADK
                                            termasuk data transaksi pembiayaan dan perhitungan
                                            secara bulanan ke UAPPA-E1 untuk digabungkan di
                                            tingkat eselon I. Untuk laporan semesteran dilengkapi
                                            dengan CALK.
                                        9. UAPPB-E1 melakukan pencocokan laporan BMN dengan
                                            laporan keuangan pada UAPPA-E1.
                                        10. UAPPB-E1 menyampaikan ADK dan laporan BMN ke
                                            UAPB untuk digabungkan di tingkat kementerian
                                            /lembaga.
                                        11. UAPPA-E1 menyampaikan LRA, Neraca, dan ADK
                                            termasuk data transaksi pembiayaan dan perhitungan


Litbang Pemeriksaan                          Badan Pemeriksa Keuangan                                   8
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                             Bab II Gambaran Umum


                                       secara bulanan ke UAPA sebagai bahan penyusunan
                                       laporan keuangan tingkat kementerian /lembaga. Untuk
                                       laporan semesteran dilengkapi dengan CALK.
                                   12. Apabila diperlukan UAPPA-E1 dapat melakukan
                                       rekonsiliasi laporan keuangan tingkat eselon I dengan
                                       Ditjen PBN c.q. Direktorat Informasi dan Akuntansi setiap
                                       semester. Kanwil Ditjen PBN mengirim file data termasuk
                                       data transaksi pembiayaan dan perhitungan ke pusat
                                       data base yang berada di Ditjen PBN c.q. DIA sebagai
                                       bahan rekonsiliasi dengan kementerian/lembaga di
                                       tingkat pusat.
                                   13. UAPB melakukan pencocokan data dengan UAPA tiap
                                       semester dalam rangka penyusunan neraca tingkat
                                       kementerian/lembaga.
                                   14. UAPB       menyampaikan        laporan   BMN      tingkat
                                       kementerian/lembaga ke Ditjen PBN c.q. Dit.PBM/KN.
                                   15. UAPA melakukan rekonsiliasi dengan Ditjen PBN c.q.
                                       DIA      setiap semester. UAPA menyampaikan laporan
                                       keuangan kementerian /lembaga termasuk transaksi
                                       pembiayaan dan perhitungan ke Ditjen PBN c.q. DIA
                                       dalam rangka penyusunan laporan keuangan Pemerintah
                                       Pusat.
                                   16. Dit.PBM/KN Ditjen PBN menyampaikan laporan BMN
                                       Pemerintah Pusat ke DIA sebagai bahan penyusunan
                                       neraca Pemerintah Pusat.
                                   Khusus dana pembiayaan dan perhitungan :
                                    •     UAKPA wajib menyampaikan laporan dilampiri bukti-
                                          bukti ke Ditjen. PBN cq. Dit. Pelaksanaan Anggaran
                                          secara bulanan.
                                    •     Kanwil Ditjen PBN menyampaikan secara bulanan file
                                          data belanja anggaran pembiayaan dan perhitungan
                                          (APP) yang diterima dari KPPN, ke Ditjen PBN c.q. Dit
                                          PA.

                                   UAPA menyampaikan LRA dan neraca anggaran
                                   pembiayaan dan perhitungan ke Ditjen Perbendaharaan c.q.
                                   DIA dan Dit.PA yang bertindak sebagai Biro Keuangan
                                   Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan.
                                   Direktorat PA menyampaikan LRA hasil penggabungan
                                   Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan ke Ditjen
                                   Perbendaharaan c.q. DIA.
                                   Untuk gambaran lebih jelas dari Sistem Akuntansi Instansi
                                   dan prosedur yang dijalankan didalamnya dapat dilihat pada
                                   Lampiran 2.6.
                                   Dalam sistem akuntansi yang dijelaskan diatas belum
                                   mencakup aktivitas akuntansi kewajiban, Piutang, Investasi.
                                   Lampiran laporan keuangan Badan Layanan Umum dan
                                   BUMN belum terintegrasi secara langsung ke Sistem
                                   Akuntansi Pusat maupun Sistem Akuntansi Instansi. LKPP
                                   tidak mencakup entitas pemerintah daerah, bank pemerintah
                                   dan lembaga keuangan pemerintah, serta Badan Usaha Milik
                                   Daerah (BUMD). Namun, investasi pemerintah pada
                                   perusahaan    negara    diintegrasikan   dalam    investasi
                                   pemerintah dan disajikan dalam Ikhtisar Laporan Keuangan
                                   Perusahaan Negara.




Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan                                    9
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                              Bab II Gambaran Umum




 6. Laporan Keuangan Pemerintah Pusat
                                   Laporan Keuangan Pemerintah Pusat merupakan laporan
 LKKLterdiri atas:                 konsolidasian yang mencakup seluruh transaksi keuangan
 • Laporan Realisasi Anggaran      Pemerintah Pusat, kementerian/lembaga, beserta jenjang
 • Neraca                          struktural di bawahnya seperti eselon I, kantor wilayah serta
 • Catatan         atas laporan    kantor/satuan kerja yang bertanggung jawab atas otorisasi
    keuangan
                                   kredit anggaran yang diberikan kepadanya.
 LKPP terdiri atas:
 • Laporan Realisasi Anggaran      Laporan Keuangan Kementerian /lembaga (LKKL) terdiri atas:
 • Laporan Arus Kas                a. Laporan Realisasi Anggaran
 • Neraca                          b. Neraca
 • Catatan        atas laporan     c. Catatan atas laporan keuangan
    keuangan
                                   LKKL tersebut selanjutnya dikonsolidasi dan ditambah laporan
                                   arus kas oleh Departemen Keuangan menjadi Laporan
                                   Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) terdiri atas:
                                   a. Laporan Realisasi Anggaran
                                   b. Neraca
                                   c. Laporan Arus Kas
                                   d. Catatan atas laporan keuangan
                                   Untuk contoh LKKL dan LKPP dapat dilihat pada lampiran 2.7.
                                   Hubungan antar laporan keuangan:
                                   a. Hubungan antara LRA dan Neraca dapat dilihat pada:
                                     1) Sisa     Lebih/Kurang   Pembiayaan    Anggaran
                                        (SILPA/SIKPA) yang diungkapkan dalam LRA dan
                                        SILPA/SIKPA yang diungkapkan pada Ekuitas Dana
                                        Lancar dalam Neraca.
                                     2) Belanja Modal yang diungkapkan LRA dan kenaikan Aset
                                        Tetap dan Diinvestasikan pada Aset Tetap pada Ekuitas
                                        Dana Investasi dalam Neraca.


                                   b. Hubungan LRA dan Arus Kas dapat dilihat pada:
                                     1) Realisasi Pendapatan dalam LRA dan Arus Kas Masuk
                                        dari Aktivitas Operasi (Penerimaan) pada LAK.
                                     2) Realisasi Belanja dalam LRA dan Arus Kas Keluar.
                                        Pembiayaan sama dengan Arus Kas Bersih dari Aktivitas
                                        Operasi dan Aktivitas Investasi.
                                     3) Realisasi Penerimaan Pembiayaan dalam LRA dan Arus
                                        Kas Masuk dari Aktivitas Pembiayaan dalam LAK.
                                     4) Realisasi Pengeluaran Pembiayaan dalam LRA dan Arus
                                        Kas Keluar dari Aktivitas Pembiayaan dalam LAK.
                                   c. Neraca dan Laporan Arus Kas dapat dilihat pada Aset
                                      Lancar (Kas dan Bank) dan Saldo Akhir Kas dalam LAK.
                                   d. Hubungan antar perkiraan atau akun dalam neraca dapat
                                      dilihat sebagai berikut:




Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan                               10
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                   Bab II Gambaran Umum



                                   1) Kas dan Bank dalam Aset dan SILPA pada Ekuitas Dana
                                      Lancar.
                                   2) Piutang dalam Aset dan Cadangan Piutang dalam
                                      Ekuitas Dana Lancar.
                                   3) Persediaan dalam Aset dan Cadangan Persediaan dalam
                                      Ekuitas Dana Lancar.
                                   4) Investasi Jangka Panjang sama dengan Dinvestasikan
                                      dalam Investasi Jangka Panjang dalam Ekuitas Dana
                                   5) Aset Tetap dalam Aset dan Diinvestasikan pada Aset
                                      Tetap dalam Ekuitas Dana Investasi.
                                   6) Aset Tetap Lainnya dalam Aset dan Diinvestasikan pada
                                      Aset Tetap lainnya dalam Ekuitas Dana Investasi.
                                   7) Dana Cadangan               dalam   Aset   dan   Ekuitas   Dana
                                      Cadangan.
                                   8) Kewajiban Jangka Pendek dan Dana yang Harus
                                      Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek
                                      dalam Ekuitas Dana Lancar.
                                   9) Kewajiban Jangka Panjang dan Dana yang Harus
                                      Disediakan untuk Pembayaran Jangka Panjang dalam
                                      Ekuitas Dana Investasi.




Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan                                     11
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                Bab III Petunjuk Pemeriksaan




                                               BAB III
                                   PETUNJUK PEMERIKSAAN

 1.       Petunjuk Umum

 Petunjuk umum pemeriksaan          a. Dasar Hukum Pemeriksaan
 atas LKPP dan LKKL meliputi :
  Dasar Hukum Pemeriksaan             Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP)
  Standar Pemeriksaan
  Panduan Manajemen                   dan Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL)
  Pemeriksaan                         merupakan pemeriksaan keuangan dengan mengacu
  Petunjuk Pelaksanaan dan            kepada:
  Petunjuk Teknis Pemeriksaan
  Metodologi Pemeriksaan              1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003, Pasal 30
  Lingkup Pemeriksaan                    tentang Keuangan Negara;
  Struktur Organisasi
  Pemeriksaan
                                      2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004, Pasal 55 tentang
  Waktu Pemeriksaan.                     Perbendaharaan Negara;
                                      3) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004, Pasal 2 tentang
                                         Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab
                                         Keuangan Negara;
                                      4) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006, Pasal 1 tentang
                                         Badan Pemeriksa Keuangan;
                                      5) Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Nomor 1 Tahun
                                         2007 Tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara.
                                    b. Standar Pemeriksaan
 Standar Pemeriksaan adalah           Standar pemeriksaan atas LKPP dan LKKL adalah Standar
 standar pemeriksaan yang             Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan
 ditetapkan BPK.
                                      oleh Badan Pemeriksa Keuangan yang mengatur Standar
                                      Umum, Standar Pelaksanaan Pemeriksaan Keuangan dan
                                      Standar     Pelaporan.      Standar   tersebut juga   telah
                                      memberlakukan Standar Pekerjaan Lapangan dan Standar
                                      Pelaporan yang ditetapkan IAI (Standar Profesional Akuntan
                                      Publik), kecuali diatur lain dalam SPKN.

                                    c. Panduan Manajemen Pemeriksaan
                                      Panduan Manajemen Pemeriksaan (PMP) atas LKPP dan
 Panduan Manajemen                    LKKL adalah PMP yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa
 Pemeriksaan adalah panduan
 yang ditetapkan BPK.
                                      Keuangan yang mengatur Perencanaan Pemeriksaan,
                                      Pelaksanaan Pekerjaan Lapangan Keuangan, Pelaporan
                                      Pemeriksaan Keuangan, Tindak Lanjut Pemeriksaan dan
                                      Evaluasi Pemeriksaan.

                                    d. Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis
                                       Pemeriksaan
 Petunjuk pelaksanaan dan
                                      Petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pemeriksaan
 petunjuk teknis yang digunakan       terkait dengan petunjuk teknis pemeriksaan atas LKPP dan
 adalah yang terkait dengan           LKKL meliputi petunjuk pelaksanaan pemeriksaan keuangan,
 pemeriksaan atas LKPP dan            petunjuk teknis penetapan batas materialitas, petunjuk teknis
 LKKL.
                                      pengujian sistem pengendalian intern dan petunjuk teknis uji
                                      petik pemeriksaan.




Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan                                       12
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                      Bab III Petunjuk Pemeriksaan




                                                   e. Metodologi Pemeriksaan
 Metodologi Pemeriksaan                               Metodologi yang digunakan dalam pemeriksaan LKPP dan
 meliputi 25 langkah dari                             LKKL secara ringkas meliputi perencanaan, pelaksanaan dan
 perencanaan, pelaksanaan,                            pelaporan hasil pemeriksaan yang meliputi 24 langkah/
 dan pelaporan hasil                                  kegiatan. Di dalam proses pemeriksaan tersebut, ukuran atau
 pemeriksaan.                                         kriteria yang digunakan adalah standar pemeriksaan, PMP serta
                                                      tujuan dan harapan penugasan. Di dalam proses tersebut,
                                                      supervisi serta pengendalian dan penjaminan mutu
                                                      pemeriksaan dilakukan sepanjang proses tersebut. Secara
                                                      ringkas, metodologi pemeriksaan sebagai berikut


                                                           METODOLOGI PEMERIKSAAN
                                                                    ATAS
                                                                LKPP dan LKKL
                                                                         Ukuran Kinerja Pemeriksaan :
                                                                             - Standar Pemeriksaan
                                                                     - Panduan Manajemen Pemeriksaan
                                                                        - Tujuan & Harapan Penugasan



          PERENCANAAN PEMERIKSAAN                                 PELAKSANAAN PEMERIKSAAN                              PELAPORAN HASIL PEMERIKSAAN

      1. Pemahaman Tujuan          2. Pemenuhan
                                                                 11. Pelaksanaan            12. Pengujian Sistem         20. Penyusunan Konsep Laporan Hasil
         Pemeriksaan dan        Kebutuhan Pemeriksa          Pengujian Analitis Terinci     Pengendalian Intern                      Pemeriksaan
       Harapan Penugasan

                                 4. Pemantauan Tindak                                                  &
                                                               13. Pengujian Substantif Atas Transaksi Saldo Akun:
       3. Pemahaman atas                Lanjut                        - Pendapatan, Belanja, dan Pembiayaan          21. Pembahasan Konsep Laporan Hasil Pemeriksaan
             Entitas           Laporan Hasil Pemeriksaan                - Aset, Kewajiban, dan Ekuitas Dana
                                                                                     - Arus Kas                            Dengan Penanggung Jawab Pemeriksaan
                                      Sebelumnya


      5. Pemahaman Sistem        6. Pemahaman dan
       Pengendalian Intern        Penilaian Risiko                         14. Penyelesaian Penugasan:
                                                                          - Reviu Kewajiban Kontinjensi              22. Penyampaian dan Pembahasan Konsep Laporan
                                                                        - Reviu Kontrak Jangka Panjang                 Hasil Pemeriksaan Dengan Pejabat Entitas yang
                                                                - Identifikasi Kejadian Setelah Tanggal Neraca                          Berwenang
          7. Penetapan
                               8. Penentuan Metode
       Materialitas Awal dan
       Kesalahan Tertolerir
                                     Uji Petik               15. Penyusunan Ikhtisar      16. Penyusunan Konsep
                                                                     Koreksi               Temuan Pemeriksaan
                                                                                                                           23. Perolehan Surat Representasi
                                                              17. Pembahasan Dengan
           9. Pelaksanaan Prosedur Analitis Awal                                          18. Perolehan Tanggapan
                                                                Pejabat Entitas Yang
                                                                    Berwenang                  Resmi & Tertulis


        10. Penyusunan Program Pemeriksaan dan                                                                       24. Penyusunan Konsep Akhir dan Penyampaian
                                                                  19. Penyampaian Temuan Pemeriksaan
                Program Kerja Perorangan                                                                                       Laporan Hasil Pemeriksaan




                                                           SUPERVISI – KENDALI DAN PENJAMINAN MUTU
                                                             (Supervision, Quality Control & Assurance)




Litbang Pemeriksaan                                         Badan Pemeriksa Keuangan                                                              13
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                              Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                   Langkah-langkah tersebut dijelaskan dalam petunjuk perencanaan,
                                   pelaksanaan dan pelaporan dalam bab ini, serta untuk supervisi
                                   dijelaskan dalam bab berikutnya.
 Lingkup pemeriksaan meliputi      f. Lingkup Pemeriksaan
 pendapatan, belanja,
 pembiayaan, aset, kewajiban,        Lingkup pemeriksaan LKPP dan LKKL meliputi (1) laporan
 ekuitas dana, serta efektivitas     keuangan yang disusun berdasarkan SAI yang menghasilkan
 sistem pengendalian intern          LRA, Neraca dan Catatan atas Laporan Keuangan (LKKL) dan
 dan kepatuhan terkait dengan        (2) laporan keuangan yang disusun berdasarkan SiAP yang
 pelaporan keuangan dalam            menghasilkan LRA, Neraca, LAK dan Catatan atas Laporan
 LKPP dan LKKL.                      Keuangan (LKPP).
                                     Selain itu, pemeriksaan LKPP dan LKKL juga menguji
                                     efektivitas pengendalian intern dan kepatuhan terhadap
                                     peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pelaporan
                                     keuangan dalam LKPP dan LKKL.
                                   g. Struktur Organisasi Pemeriksaan
                                     LKPP merupakan laporan konsolidasian yang menggambarkan
                                     pertanggungjawaban keuangan negara pada seluruh instansi di
                                     lingkungan pemerintah pusat. Oleh karena itu, pemeriksaan
                                     atas LKPP seharusnya merupakan pemeriksaan atas LKPP
                                     konsolidasian yang mencakup pemeriksaan atas seluruh LKKL.
                                      1. Organisasi Pemeriksaan LKKL
                                        Organisasi dalam tim pemeriksaan LKKL terdiri atas tim
                                        pemeriksa yang dibentuk pada masing-masing Auditama
                                        Keuangan Negara (AKN I, II, III, IV dan V) yang bertugas
                                        untuk melakukan pemeriksaan atas masing-masing LKKL
                                        yang    menjadi    area     pemeriksaannya.     Organisasi
                                        pemeriksaan tersebut terdiri atas Pengarah, Penanggung
                                        Jawab, Pengendali Teknis (apabila diperlukan), Ketua Tim,
                                        Ketua Sub Tim (apabila diperlukan) dan Anggota Tim.
                                        Pengarah adalah Tortama dan/atau Kepala Auditorat atau
                                        pejabat lain yang ditunjuk oleh Tortama. Penanggung
                                        jawab, Pengendali Teknis dan Ketua Tim merupakan
                                        merupakan pemeriksa di lingkungan masing-masing
                                        auditama yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana
                                        diatur dalam pemenuhan kebutuhan pemeriksa (lihat sub
                                        bahasan 2.b. pemenuhan kebutuhan pemeriksa).
                                        Pengarah memiliki tugas untuk mengarahkan kegiatan
                                        pemeriksaan agar sesuai dengan tujuan pemeriksaan dan
                                        harapan penugasan dari Badan, serta mereviu laporan
                                        pertanggung jawaban tingkatan dibawahnya, dalam hal ini
                                        penanggung jawab.      Penanggung Jawab, Pengendali
                                        Teknis, Ketua Tim dan Anggota Tim melaksanakan tugas
                                        sebagaimana diatur dalam PMP, dengan tambahan
                                        penugasan kepada Penanggung Jawab terkait dengan
                                        penandatanganan Laporan Hasil Pemeriksaan.
                                        Apabila entitas yang diperiksa cukup besar maka dalam
                                        organisasi pemeriksaan tersebut dapat dibentuk sub tim.
                                      2. Organisasi Pemeriksaan LKPP
                                        Organisasi dalam tim pemeriksaan LKPP terdiri atas tim


Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan                                     14
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                           Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                     pemeriksa yang dibentuk pada Auditama Keuangan Negara
                                     II yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan atas LKPP
                                     yang disusun oleh Direktorat Akuntansi dan Pelaporan pada
                                     Departemen Keuangan. Organisasi pemeriksaan tersebut
                                     terdiri atas Pengarah, Penanggung Jawab, Pengendali
                                     Teknis, Ketua Tim, Ketua Sub Tim dan Anggota Tim.
                                     Pengarah adalah Tortama dan Kepala Auditorat.
                                     Penanggung jawab, Pengendali Teknis dan Ketua Tim
                                     merupakan pemeriksa di lingkungan masing-masing
                                     auditama yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana
                                     diatur dalam pemenuhan kebutuhan pemeriksa (lihat sub
                                     bahasan 2.b. pemenuhan kebutuhan pemeriksa).
                                     Pengarah adalah Tortama KN II yang memiliki tugas untuk
                                     mengarahkan kegiatan pemeriksaan agar sesuai dengan
                                     tujuan pemeriksaan dan harapan penugasan dari Badan,
                                     serta mereviu laporan pertanggung jawaban tingkatan
                                     dibawahnya, dalam hal ini penanggung jawab. Penanggung
                                     Jawab, Pengendali Teknis, Ketua Tim dan Anggota Tim
                                     melaksanakan tugas sebagaimana diatur dalam PMP.
                                     Dalam rangka proses konsolidasi atas seluruh temuan LKPP
                                     dan LKKL dibentuk organisasi tersendiri.
                                   3. Organisasi Konsolidasi Pelaksanaan dan Pelaporan
                                      Hasil Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL
                                     Organisasi dalam tim pemeriksaan atas konsolidasian LKPP
                                     melibatkan seluruh tim pemeriksaan atas LKKL. Dengan
                                     demikian pemeriksaan atas LKPP dan LKKL dilakukan
                                     dengan struktur organisasi tim sebagai berikut :
                                     a. Pengarah Pemeriksaan, yaitu Badan, memiliki tugas
                                        untuk menetapkan fokus atau sasaran pemeriksaan
                                        yang dituangkan dalam harapan penugasan, serta
                                        mereviu laporan pertanggung jawaban tingkatan
                                        dibawahnya, dalam hal ini penanggung jawab. Tugas
                                        lain adalah mengarahkan kegiatan pemeriksaan agar
                                        sesuai dengan tujuan pemeriksaan.
                                     b. Penanggung Jawab Pemeriksaan, yaitu Tortama KN II,
                                        bertanggung jawab langsung terhadap seluruh kegiatan
                                        pemeriksaan, mulai dari perencanaan sampai dengan
                                        pelaporan hasil pemeriksaan.
                                         Apabila diperlukan, organisasi konsolidasi dilengkapi
                                         dengan narasumber, sekretariat, serta tim perencanaan
                                         dan pengkajian (TPP).
                                            Narasumber bertugas untuk memberikan masukan
                                            sebagai informasi yang dapat menambah nilai
                                            laporan kepada Penanggung Jawab selama
                                            pelaksanaan pemeriksaan.
                                            Sekretariat bertanggung jawab kepada penanggung
                                            jawab dan bertugas untuk membantu tim pemeriksa
                                            dalam hal administrasi surat-menyurat, administrasi
                                            pelaporan, dan administrasi KKP Final, serta
                                            dukungan pengurusan keuangan dan keperluan
                                            logistik lainnya.



Litbang Pemeriksaan                   Badan Pemeriksa Keuangan                                      15
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                 Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                                     TPP merupakan tim yang bertanggung jawab
                                                     kepada penanggung jawab dan bertugas melakukan
                                                     perencanaan dan kajian terkait pemeriksaan LKPP
                                                     dan LKKL.      Dalam pelaksanaan tugas TPP
                                                     berkomunikasi dengan Narasumber.
                                        c.      Wakil Penanggung Jawab Pemeriksaan, yaitu Tortama
                                                KN I, III, IV, dan V, atau pejabat lain yang ditunjuk
                                                Tortama yang memiliki tanggung jawab langsung
                                                terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan
                                                hasil pemeriksaan pada area yang menjadi tanggung
                                                jawabnya yang mencakup AKN I, II, II, IV dan V, serta
                                                konsolidasi (pemeriksaan LKPP).
                                        d. Pengendali Teknis bertanggung jawab kepada Wakil
                                           Penanggung Jawab terkait dan bertugas melakukan
                                           kendali teknis atas perencanaan, pelaksanaan, dan
                                           pelaporan hasil pemeriksaan pada masing-masing area
                                           pemeriksaan, termasuk konsolidasi (LKPP).
                                        e. Koordinator Ketua Tim Pemeriksaan bertanggung jawab
                                           kepada Pengendali Teknis Pemeriksaan LKPP dan
                                           secara    tidak   langsung   melakukan    koordinasi
                                           perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil
                                           pemeriksaan dengan wakil koordinator pemeriksaan
                                           LKPP dan LKKL.
                                        f.      Wakil Koordinator Ketua Tim bertanggungjawab
                                                mengkoordinasi ketua tim pemeriksaan LKPP atau LKKL
                                                pada area masing-masing dan menyampaikan hasil
                                                pekerjaannya kepada pengendali teknis terkait dan
                                                secara koordinatif kepada koordinator ketua tim
                                                pemeriksaan LKPP dan LKKL.
                                        g. Ketua tim pemeriksaan LKPP dan LKKL sebagai
                                           anggota tim koordinator pada masing-masing area.
                                     Struktur Organisasi Pemeriksaan Tim Pemeriksaan atas LKPP
                                     dan LKKL dapat dilihat pada Lampiran 3.1.


                                   h. Waktu Pemeriksaan
                                     Pemeriksaan LKPP dilaksanakan selama 2 (dua) bulan sejak
                                     diterima LKPP dari Pemerintah Pusat. Jangka waktu tersebut
                                     meliputi pemeriksaan lapangan sampai dengan penyampaian
                                     pelaporan hasil pemeriksaan kepada DPR dan Pemerintah.
                                     Apabila pemeriksaan interim dilakukan, waktu pemeriksaan
                                     interm dilakukan sebelum BPK menerima LKPP dari Pemerintah
                                     Pusat.




Litbang Pemeriksaan                          Badan Pemeriksa Keuangan                                     16
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                               Bab III Petunjuk Pemeriksaan




 2.      Petunjuk Perencanaan Pemeriksaan
 Perencanaan pemeriksaan             Perencanaan pemeriksaan atas LKPP dan LKKL meliputi 10
 atas LKPP dan LKKL meliputi         (sepuluh) kegiatan sebagai berikut: (1) Pemahaman tujuan
 10 kegiatan sebagai berikut.        pemeriksaan dan harapan penugasan, (2) Pemenuhan
                                     kebutuhan pemeriksa, (3) Pemahaman atas entitas,
                                     (4) Pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan atas
                                     LKPP dan LKKL sebelumnya, (5) Pemahaman sistem
                                     pengendalian intern, (6) Pemahaman dan penilaian risiko,
                                     (7) penentuan materialitas dan kesalahan tertolerir,
                                     (8) penentuan metode uji petik, (9) Pelaksanaan prosedur
                                     analitis awal, dan (10) Penyusunan program pemeriksaan
                                     dan penyusunan program kerja perorangan.

                                   a. Pemahaman Tujuan Pemeriksaan dan Harapan
                                      Penugasan
                                     Tujuan pemeriksaan LKPP dan LKKL adalah untuk
                                     memberikan keyakinan yang memadai (reasonable
                                     assurance) apakah LKPD telah disajikan secara wajar, dalam
                                     semua hal yang material sesuai dengan Standar Akuntansi
                                     Pemerintahan (SAP) dengan memperhatikan:
                                        Kesesuaian LKPP dan LKKL dengan Standar Akuntansi
                                        Pemerintahan
                                        Kecukupan pengungkapan
                                        Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan
                                        Efektivitas sistem pengendalian intern

                                     Dalam rangka pencapaian tujuan tersebut, penugasan atas
                                     pemeriksaan    keuangan       memiliki    harapan-harapan
                                     (expectation) dari pemberi tugas. Pemeriksa harus
                                     memperoleh harapan-harapan penugasan secara tertulis dari
                                     pemberi tugas melalui suatu komunikasi yang intensif. Hal ini
                                     untuk menghindari harapan-harapan yang tidak dapat
                                     dipenuhi oleh pemeriksa. Harapan dari pemberi tugas
                                     tersebut harus didokumentasikan. Dokumentasi atas
                                     harapan penugasan menjadi salah satu dasar dalam
                                     penyusunan program pemeriksaan dan penentuan
                                     kebutuhan pemeriksa.

                                     Contoh dokumentasi harapan penugasan dapat dilihat pada
                                     Lampiran 3.2.
                                   b. Pemenuhan Kebutuhan Pemeriksa
                                     1) Persyaratan Kemampuan/Keahlian
 Pemeriksa secara kolektif           Standar Pemeriksaan mengatur bahwa pemeriksa secara
 harus memiliki kecakapan            kolektif harus memiliki kecakapan profesional yang memadai
 profesional.                        untuk melaksanakan tugas pemeriksaan, memenuhi
                                     persyaratan pendidikan berkelanjutan dan memenuhi
                                     persyaratan kemampuan/keahlian pemeriksa.
                                     Selain itu, pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan
                                     keuangan harus memenuhi kualifikasi tambahan yaitu
                                     memiliki keahlian di bidang akuntansi dan auditing,



Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan                                       17
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                             Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                   memahami prinsip akuntansi yang berlaku umum yang
                                   berkaitan dengan entitas yang diperiksa dan sebaiknya
                                   memiliki sertifikasi keahlian.
                                   Khusus bagi pemeriksa yang berperan sebagai penanggung
                                   jawab pemeriksaan keuangan harus memiliki sertifikasi
                                   keahlian yang diakui secara profesional.
                                   Berdasarkan hal tersebut di atas maka dalam rangka
                                   pemeriksaan LKPP dan LKKL dapat ditentukan kebutuhan
                                   atas kuantitas dan kualifikasi pemeriksa sebagai berikut :
                                   a) Tim pemeriksa secara kolektif harus memiliki
 Kualifikasi tim pemeriksa
                                       pemahaman yang cukup atas Standar Akuntansi
                                       Pemerintahan dan pengetahuan yang memadai atas
                                       pemeriksaan keuangan, yang dapat dibuktikan dengan
                                       sertifikasi dan surat keterangan telah mengikuti
                                       pendidikan dan pelatihan dan melaksanakan kegiatan
                                       lain di bidang akuntansi dan pemeriksaan terkait.
                                   b) Di dalam tim pemeriksa, paling tidak 1 (satu) orang
                                       memiliki register akuntan.
                                   c) Ketua Tim harus memiliki pengalaman yang memadai
                                       paling tidak 1 (satu) kali melakukan pemeriksaan
                                       keuangan.
                                   d) Apabila di dalam tim pemeriksa dibutuhkan pengendali
                                       teknis, maka pengendali teknis tersebut harus memiliki
                                       pengetahuan dan pengalaman pemeriksaan terkait
                                       dengan pengelolaan keuangan negara dan atau pernah
                                       menjadi ketua tim pemeriksa yang terkait paling tidak 1
                                       (satu) kali dan atau menduduki jabatan struktural dan
                                       atau menduduki jabatan fungsional paling tidak ketua tim
                                       senior.
                                   e) Penanggung jawab pemeriksaan LKPP dan LKKL adalah
                                       pemeriksa yang memiliki register akuntan dan memiliki
                                       pengalaman yang memadai melakukan pemeriksaan
                                       keuangan atau memiliki jabatan struktural/fungsional.
                                   f) Apabila       dibutuhkan      koordinasi     perencanaan,
                                       pelaksanaan dan pelaporan kegiatan maka diperlukan
                                       koordinator dari setiap tingkat ketua tim, pengendali
                                       teknis dan penanggung jawab.
                                   g) Dalam hal LKPP dan LKKL disusun dengan
                                       menggunakan sistem yang terkomputerisasi, maka paling
                                       tidak 1 (satu) orang dalam tim pemeriksa memiliki
                                       pengetahuan dan keahlian di bidang teknologi informasi
                                       dan pemeriksaan teknologi informasi.
                                   Untuk kebutuhan konsolidasi pelaksanaan dan penyusunan
                                   laporan hasil pemeriksaan, dapat dibentuk organisasi
                                   konsolidasi pemeriksaan dengan kualifikasi sebagai berikut:
                                   a) Tim konsolidasi pelaksanaan dan penyusuan laporan
                                       pemeriksaan secara kolektif harus memiliki pemahaman
                                       yang cukup atas Standar Akuntansi Pemerintahan dan
                                       pengetahuan        yang memadai atas pemeriksaan
                                       keuangan, yang dapat dibuktikan dengan sertifikasi dan
                                       surat keterangan telah mengikuti pendidikan dan
                                       pelatihan dan melaksanakan kegiatan lain di bidang



Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan                                       18
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                               Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                        akuntansi dan pemeriksaan terkait.
                                     b) Tim harus memiliki pengetahuan dan pengalaman yang
                                        memadai dalam teknik penyusunan LHP atas LKPP dan
                                        LKKL.
                                     c) Di dalam tim konsolidasi pelaksanaan dan peyusunan
                                        laporan pemeriksaan, paling tidak terdapat 2 (dua) orang
                                        yang memiliki pengalaman paling tidak 2 (dua) kali
                                        sebagai ketua tim dalam pemeriksaan LKPP dan LKKL.
                                     d) Penanggung jawab pemeriksaan LKPP dan LKKL adalah
                                        pemeriksa yang memiliki register akuntan dan memiliki
                                        pengalaman yang memadai paling tidak 3 (tiga) kali
                                        melakukan pemeriksaan keuangan.
                                     2) Persyaratan Independensi
                                     Standar Pemeriksaan mengatur bahwa dalam semua hal
                                     yang berkaitan dengan pekerjaan pemeriksaan, organisasi
                                     pemeriksa dan pemeriksa, harus bebas dalam sikap mental
                                     dan penampilan dari gangguan pribadi, ekstern, dan
                                     organisasi yang dapat mempengaruhi independensinya.
                                     Jika pemeriksa yang terlibat dalam pemeriksaan LKPP dan
                                     LKKL diragukan tingkat indepensinya maka harus membuat
                                     surat     pernyataan    gangguan     independensi     untuk
                                     mendapatkan pertimbangan atas penugasannya dan
                                     Penanggung Jawab harus mempertimbangkan dampak dari
                                     kondisi tersebut terhadap pemeriksaan yang dilakukan.
                                     Surat Pernyataan tersebut dapat dilihat pada Lampiran 3.3.

                                   c. Pemahaman atas Entitas
                                     Pemahaman atas entitas dapat diperoleh dari survai
 Pemahaman entitas dapat             pendahuluan atau informasi dalam laporan hasil pemeriksaan
 diperoleh dari survai               sebelumnya, laporan hasil pemeriksaan interim, catatan atas
 pendahuluan, informasi LHP          laporan keuangan yang diperiksa, Kertas Kerja Pemeriksaan
 sebelumnya, LHP interim,
                                     (KKP) tahun sebelumnya, hasil komunikasi dengan
 catatan atas laporan
 keuangan yang diperiksa,            pemeriksa tahun sebelumnya dan database yang ada pada
 KKP tahun sebelumnya, hasil         unit kerja pemeriksaan.
 komunikasi dengan dan               Pemahaman atas entitas tersebut meliputi pemahaman atas
 database aplikasi dosir.
                                     organisasi, kegiatan utama entitas, lingkungan yang
                                     mempengaruhi, pejabat terkait sampai dengan satuan kerja
                                     dan kejadian luar biasa yang berpengaruh terhadap
                                     pengelolaan keuangan negara.
                                     Pemahaman pemeriksa atas entitas harus didokumentasikan
                                     dalam KKP. Contoh dokumentasi pemahaman pemeriksa
                                     atas entitas dapat dilihat pada Lampiran 3.4.
                                     Hasil pemahaman atas entitas bermanfaat untuk langkah
                                     pemahaman atas Sistem Pengendalian Intern dan penilaian
                                     risiko inheren.


                                   d. Pemantauan Tindak Lanjut               Laporan           Hasil
                                      Pemeriksaan Sebelumnya.
 Pemantauan tindak lanjut            Pemeriksa harus memantau tindak lanjut pemerintah pusat



Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan                                       19
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                               Bab III Petunjuk Pemeriksaan


 atas laporan hasil                  atas laporan hasil pemeriksaan atas LKPP dan LKKL tahun
 pemeriksaan sebelumnya              sebelumnya atau laporan hasil pemeriksaan interim, terkait
 atau laporan hasil                  dengan     pelaksanaan    rekomendasi      yang   diberikan.
 pemeriksaan interim.                Pemantauan tersebut meliputi tindak lanjut rekomendasi yang
                                     diberikan terkait dengan efektivitas sistem pengendalian
                                     intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-
                                     undangan.
                                     Pemeriksa harus meneliti pengaruh tindak lanjut terhadap
                                     LKPP dan LKKL yang diperiksa. Hal ini terkait dengan
                                     kemungkinan temuan-temuan pemeriksaan yang berulang
                                     dan keyakinan pemeriksa atas saldo awal akun atau
                                     perkiraan pada neraca yang diperiksa.
                                     Dokumentasi hasil pemantauan tindak lanjut tersebut dapat
                                     dilihat pada Lampiran 3.5.


                                   e. Pemahaman Sistem Pengendalian Intern
 Pemahaman sistem                    Pemeriksa harus memahami sistem pengendalian intern
 pengendalian intern : desain        yang didesain dan diselenggarakan oleh entitas. Pemahaman
 dan implementasinya.                atas desain pengendalian intern dilakukan dengan melihat
                                     peraturan perundang-undangan dan kebijakan tertulis/formal
                                     menteri/pimpinan     lembaga      terkait dengan    sistem
                                     pengendalian intern. Pemahaman atas penyelenggaraaan
                                     pengendalian intern dilakukan dengan melihat praktik
                                     pengendalian intern pengelolaan keuangan negara. Selain
                                     itu, pemeriksa perlu mengidentifikasi kelemahan-kelemahan
                                     signifikan atau area-area kritis yang memerlukan perhatian
                                     mendalam.
                                     Pemahaman atas sistem pengendalian intern tersebut
                                     membantu pemeriksa untuk (1) Mengidentifikasi jenis potensi
                                     kesalahan, (2) Mempertimbangkan faktor-faktor yang
                                     mempengaruhi risiko salah saji yang material, (3) Mendesain
                                     pengujian sistem pengendalian intern, dan (4) Mendesain
                                     prosedur pengujian substantif.
                                     Pemahaman sistem pengendalian intern tersebut harus
                                     meliputi juga pemahaman atas penggunaan teknologi
                                     informasi di dalam sistem pengendalian intern. Hal ini untuk
                                     mempertimbangkan pengujian pengendalian dan subtantif
                                     yang akan dilakukan dengan menggunakan pemeriksa yang
                                     memiliki keahlian tentang teknologi informasi dan
                                     pemeriksaannya.
                                     Pemahaman      sistem    pengendalian     intern  meliputi
                                     pemahaman atas komponen-komponen sistem pengendalian
                                     intern. Pemahaman sistem pengendalian intern dilakukan
                                     terhadap pengelolaan keuangan negara yang diatur dalam
                                     peraturan perundang-undangan, kebijakan tertulis presiden,
                                     menteri/pimpinan lembaga dan ketentuan lainnya.
                                     Hasil pemahaman SPI menjadi dasar dalam penilaian risiko
                                     pengendalian.
                                     Pemahaman sistem pengendalian intern baik desain dan
                                     penyelenggaraannya didokumentasikan dalam KKP seperti



Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan                                       20
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                            Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                         dalam Lampiran 3.6.
                                         Selain pemahaman SPI di atas, pemeriksa dapat
                                         menggunakan kriteria transparansi fiskal seperti yang diatur
                                         di dalam Pedoman Transparansi Fiskal yang dikeluarkan
                                         IMF. Pemeriksa mengidentifikasi usaha-usaha yang telah
                                         dilakukan pemerintah baik dalam bentuk desain maupun
                                         implementasi unsur-unsur transparansi fiskal. Berdasarkan
                                         hal tersebut pemeriksa mengidentifikasi langkah-langkah
                                         pemeriksaan yang diperlukan.
                                         Formulir pemahaman transparansi fiskal dapat dilihat pada
                                         Lampiran 3.7.

                                     h. Pemahaman dan Penilaian Risiko

    Pemahaman dan penilaian              Dalam pemahaman dan penilaian risiko, pemeriksa
    risiko inheren, risiko               mempertimbangkan risiko-risiko sebagai berikut: (1) risiko
    pengendalian, risiko deteksi,        inheren, (2) risiko pengendalian, (3) risiko deteksi, dan (4)
    dan risiko pemeriksaan.              risiko pemeriksaan.
                                         Penetapan risiko dilakukan dengan ukuran kualitatif. Risiko
                                         pemeriksaan dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kategori
                                         yaitu: (1) sangat rendah, (2) rendah, dan (3) menengah1.
                                         Untuk risiko audit lainnya (risiko inheren, risiko pengendalian
                                         dan risiko deteksi) dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) kategori,
                                         yaitu: (1) rendah, (2) menengah dan (3) tinggi.
                                         Risiko pemeriksaan merupakan risiko kemungkinan
                                         pemeriksa gagal menyatakan opini yang tepat atas laporan
                                         keuangan yang memuat salah saji yang material. Risiko
                                         inheren ditetapkan berdasarkan hasil pemahaman atas
                                         entitas, risiko pengendalian ditetapkan berdasarkan
                                         pemahaman atas pengendalian intern, sedangkan risiko
                                         deteksi diperoleh dengan menggunakan model risiko sebagai
                                         berikut:
                                                   AR
                                         DR =
                                                 IR * CR
                                         Keterangan:
                                         DR : Risiko Deteksi
                                         AR : Risiko pemeriksaan
                                         IR : Risiko inheren
                                         CR :Risiko pengendalian

                                         Contoh:

                                          Risiko Pemeriksaan    Risiko Inheren Risiko Pengendalian Risiko Deteksi
                                          Sangat rendah         Tinggi          Tinggi                 Rendah
                                          Rendah                Rendah          Tinggi                 Menengah
                                          Menengah              Tinggi          Rendah                 Menengah
                                         Petunjuk pemahaman dan penilaian risiko tersebut dan


1
  Risiko pemeriksaan tidak ditetapkan tinggi karena pemeriksa tidak mungkin menetapkan suatu risiko bahwa pemeriksa
gagal menyatakan opini yang tepat atas laporan keuangan yang memuat salah saji yang material (Messier, 2006 hal 83).



Litbang Pemeriksaan                           Badan Pemeriksa Keuangan                                               21
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                      dokumentasinya dapat dilihat pada Lampiran 3.8.

                                   f. Penetapan Tingkat              Materialitas    Awal          dan
                                      Kesalahan Tertolerir
                                      Pemeriksa mempertimbangkan tingkat materialitas dalam
 Penetapan tingkat                    perencanaan pemeriksaan. Pertimbangan atas tingkat
 materialitas awal sebesar 0,2        materialitas meliputi kegiatan: (1) Penetapan tingkat
 – 1 % dari total realisasi           materialitas   awal   (Planning      Materiality/PM)     dan
 belanja dan kesalahan yang           (2) Penetapan Kesalahan Tertolerir (Tolerable Error/TE).
 dapat ditoleransi sebesar
 50% dari total materialitas.         PM merupakan tingkat materialitas pada keseluruhan laporan
                                      keuangan, sedangkan TE merupakan materialitas pada
                                      tingkat akun. Penetapan PM yaitu sebesar 0,2% sampai
                                      dengan 1% dari total realisasi belanja. Untuk pemeriksaan
                                      pertama kali, PM sebaiknya ditetapkan pada tingkat
                                      materialitas terendah. Pada pemeriksaan selanjutnya, PM
                                      dapat ditingkatkan jika penyajian laporan keuangan entitas
                                      yang diperiksa menunjukkan perbaikan. Hal ini disebabkan
                                      batas materialitas untuk penugasan pemeriksaan cenderung
                                      untuk konservatif.
                                      Penetapan PM dari posisi keuangan dalam hal ini aset,
                                      kewajiban atau ekuitas tidak tepat karena sampai saat ini
                                      neraca belum dapat diandalkan secara memadai dan belum
                                      dapat diyakini kewajarannya. Selain itu, pos-pos neraca di
                                      dalam pemerintahan relatif tidak menjadi pertimbangan
                                      utama di dalam pengambilan keputusan oleh pengguna
                                      LKPP dan LKKL dibandingkan dengan realisasi pendapatan,
                                      belanja atau surplus/defisit. Oleh karena itu, penetapan
                                      materialitas ditetapkan sesuai dengan cara di atas.
                                      Pemilihan penetapan materialitas pada tingkat laporan
                                      keuangan tersebut dipengaruhi oleh keyakinan pemeriksa
                                      atas risiko pemeriksaan dan risiko pengendalian serta risiko
                                      deteksi. Risiko pemeriksaan dan pengendalian yang tinggi,
                                      mengakibatkan materialitas rendah. Tingkat materialitas yang
                                      kecil berdampak pada pengambilan sample yang luas.
                                      Setelah menentukan materialitas pada tingkat keseluruhan
                                      laporan keuangan, pemeriksa mengalokasikan PM untuk
                                      setiap akun utama yang disebut Kesalahan tertolerir
                                      (Tolerable Error/TE). Penetapan TE dapat dilakukan dengan
                                      2 pendekatan. Pertama, untuk memudahkan, TE setiap akun
                                      ditetapkan 50% dari PM.
                                      Contoh perhitungan materialitas awal, TE dan alokasi kepada
                                      setiap akun atau pos laporan keuangan dengan pendekatan
                                      pertama dapat dilihat pada Lampiran 3.9.
                                      Pendekatan kedua dilakukan dengan memperhitungkan
                                      sigifikansi setiap akun terhadap laporan keuangan secara
                                      keseluruhan. Pada pendekatan ini, TE dapat dihitung dengan
                                      persamaan sebagai berikut:

                                                       N
                                      TE = PM *
                                                       T
                                      Dimana:


Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan                                       22
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                 Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                     TE : Tolerable Error
                                     PM : Planning Materiality
                                     N : nilai akun
                                     T : nilai total akun yang akan diperiksa.

                                     Perhitungan tersebut merupakan salah satu pertimbangan
                                     untuk mengalokasikan materialitas awal. Pertimbangan lain
                                     adalah hasil pemahaman dan penilain risiko. Pemeriksa
                                     melakukan alokasi materilaitas awal berdasarkan hasil
                                     pemahaman dan penilaian risiko tersebut ke setiap
                                     akun/perkiraan.
                                     Penjelasan mengenai formula diatas serta contoh
                                     perhitungan materialitas awal dan TE (alokasi materialitas ke
                                     setiap akun atau pos laporan keuangan) dengan pendekatan
                                     kedua dapat dilihat pada lampiran 3.10.
                                     Selain faktor kumulatif, faktor kualitatif berikut perlu
                                     dipertimbangkan: (1) Signifikansi kesalahan tersebut bagi
                                     entitas serta (2) Sifat dan dampak kesalahan terhadap
                                     laporan keuangan.

                                   g. Penentuan Metode Uji Petik
                                     Penentuan uji petik merupakan elemen uji yang diambil oleh
 Penentuan metode uji petik:         pemeriksa untuk memberikan keyakinan tentang kualitas
 statistik dan non statistik.        informasi yang disajikan dan diungkapkan dalam laporan
                                     keuangan.      Pemeriksa menentukan metode uji petik
                                     berdasarkan pertimbangan profesionalnya. Metode uji petik
                                     yang dilakukan dapat menggunakan metode statistik atau
                                     non-statistik.
                                     Penentuan uji petik dengan metode non statistik ditentukan
                                     oleh   pertimbangan      profesional    pemeriksa      dengan
                                     memperhatikan antara lain cakupan dan lingkup
                                     pemeriksaan, risiko dan tingkat materialitas, sistem akuntansi
                                     yang diselenggarakan oleh entitas yang diperiksa, serta
                                     dengan memperhatikan asas manfaat (cost and benefit).
                                     Penentuan uji petik dengan metode statistik, dapat dilakukan
                                     dengan attribute sampling, monetary-unit sampling, dan
                                     classical variables sampling.
                                     Penggunaan metode uji petik baik metode statistik maupun
                                     non statistik harus didokumentasikan di dalam KKP.
                                     Dokumentasi tersebut antara lain mengungkapkan alasan
                                     penggunaan dan gambaran umum metode uji petik tersebut.
                                     Contoh penentuan uji petik dapat dilihat pada Lampiran 3.11.

                                   h. Pelaksanaan Prosedur Analitis Awal
 Prosedur analitis awal:             Prosedur analitis merupakan evaluasi atas informasi
 analisa data, teknik prediksi       keuangan dalam laporan keuangan dengan melihat
 serta analisa rasio dan tren.       hubungan antar data keuangan yang ada dan antara data
                                     keuangan dan data non-keuangan yang tersedia. Prosedur
                                     ini tidak dapat digunakan untuk menilai semua asersi. Asersi
                                     keberadaan tidak dapat diuji dengan prosedur analitis.
                                     Prosedur analitis dapat membantu pemeriksa untuk



Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan                                         23
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                               Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                     melaksanakan prosedur pemeriksaan lainnya termasuk di
                                     dalam penentuan sampel yang akan diambil. Selain itu
                                     prosedur analitis juga memuat pemahaman dan penilaian
                                     resiko yang dapat merujuk kepada PMP.
                                     Prosedur analitis yang dapat dilakukan meliputi (1) Analisa
                                     Data, (2) Teknik Prediktif, serta (3) Analisa Rasio dan Tren.
                                     1) Analisa Data
 Analisa data: analisa unsur            Sebelum dilakukan analisa data, pemeriksa harus
 yang tidak umum.
                                        melakukan reviu atas LKPP dan LKKL secara umum dan
                                        memastikan bahwa laporan keuangan tersebut telah
                                        sesuai dengan ketentuan yang terkait dengan
                                        perencanaan keuangan pemerintah pusat.
                                        Analisa data merupakan kegiatan menganalisa setiap
                                        unsur dalam populasi untuk mengidentifikasi data yang
                                        tidak umum (unusual items). Contoh data yang tidak
                                        umum adalah realisasi belanja yang melebihi
                                        anggarannya dan kenaikan realisasi belanja pada bulan
                                        Desember. Analisa dapat dilakukan dengan bantuan
                                        teknologi informasi yaitu dengan penggunaan perangkat
                                        lunak seperti Audit Command Language (ACL) dan
                                        teknik manual. Hal tersebut tergantung pada sistem
                                        pengolahan data pada pihak yang diperiksa.
 Teknik prediktif: kegiatan
 menghitung jumlah dan               2) Teknik Prediktif
 membandingkan dengan                   Teknik prediktif merupakan kegiatan menghitung jumlah
 rumusan lain.                          tertentu dan membandingkan dengan catatan-catatan
                                        atau rumusan lain. Contoh teknik ini adalah penghitungan
                                        dana      perimbangan,     penghitungan     pajak    dan
                                        penghitungan belanja bunga.
 Analisa rasio dan tren:             3) Analisa Rasio dan Tren
 analisa data keuangan/non              Analisa rasio dan tren merupakan kegiatan untuk
 keuangan untuk melihat                 menganalisa data keuangan dan nonkeuangan dalam
 perubahannya.
                                        periode tertentu untuk mengetahui perubahan signifikan
                                        dalam realisasi anggaran dan posisi keuangan. Contoh
                                        analisa rasio dan tren adalah membandingkan belanja
                                        tertentu dengan belanja lain atau belanja tertentu tahun
                                        sebelumnya. Contoh lain adalah membandingkan
                                        realisasi belanja modal dengan kenaikan aset tetap.
                                   i. Penyusunan Program Pemeriksaan dan
                                      Program Kerja Perorangan
 Program pemeriksaan atas            Berdasarkan persiapan pemeriksaan di atas, pemeriksa
 LKPP dan LKKL dan Program           menyusun program pemeriksaan atas LKPP dan LKKL.
 Kerja Perorangan disusun            Program pemeriksaan mengungkapkan antara lain (1) Dasar
 berdasarkan persiapan               pemeriksaan, (2) Standar dan pedoman pemeriksaan,
 pemeriksaan.                        (3) Entitas yang diperiksa, (4) Tahun anggaran/tahun buku
                                     yang diperiksa, (5) Identitas dan data umum entitas yang
                                     diperiksa, (6) Tujuan pemeriksaan, (7) Metodologi
                                     pemeriksaan, (8) Sasaran yang diperiksa, (9) Pengarahan
                                     pemeriksaan, (10) Jangka waku pemeriksaan, (11) Susunan
                                     tim pemeriksaan, (12) Instansi penerima hasil pemeriksaan,
                                     dan (13) Kerangka isi laporan.
                                     Berdasarkan program pemeriksaan yang ditetapkan oleh
                                     Tortama, ketua tim pemeriksa membuat pembagian tugas


Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan                                       24
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                     dan anggota tim menyusun program kerja perorangan dan
                                     disampaikan kepada ketua tim untuk mendapatkan
                                     persetujuan.
                                     Bentuk Program Pemeriksaan dan Program Kerja
                                     Perorangan terdapat pada Lampiran 3.12 dan Lampiran 3.13.


 3.       Petunjuk Pelaksanaan Pemeriksaan

 Pelaksanaan pemeriksaan           Pelaksanaan pemeriksaan atas LKPP dan LKKL meliputi 9
 meliputi 9 kegiatan berikut:      (sembilan) kegiatan, yaitu: (1) Pelaksanaan pengujian analitis
                                   terinci, (2) Pengujian sistem pengendalian intern, (3) Pengujian
         Pelaksanaan
       Pengujian Analitis          substantif atas transaksi dan saldo, (4) Penyelesaian
            Terinci
                                   penugasan, (5) Penyusunan ikhtisar koreksi, (6) Penyusunan
                                   konsep temuan pemeriksaan, (7) Pembahasan dengan pejabat
       Pengujian Sistem
                                   entitas yang berwenang, (8) Perolehan tanggapan resmi dan
      Pengendalian Intern
                                   tertulis dari pejabat entitas yang berwenang, serta
                                   (9) Penyampaian temuan pemeriksaan.
       Pengujian Substantif
      Atas Transaksi & Saldo
              Akun

                                   a. Pelaksanaan Pengujian Analitis Terinci
                                     Pengujian analitis dalam pelaksanaan pemeriksaan dapat
    Penyelesaian Penugasan:
                                     dilakukan dengan (1) Analisa Data, (2) Teknik Prediktif, dan
                                     (3) Analisa Rasio dan Tren, sesuai dengan area yang telah
                                     ditetapkan sebagai uji petik, dengan membandingkan antar
       Penyusunan Ikhtisar
            Koreksi
                                     unsur LKPP dan LKKL serta informasi nonkeuangan yang
                                     terkait secara terinci.
                                     1) Analisa Data
      Penyusunan Konsep
      Temuan Pemeriksaan
                                          Pemeriksa menguji LKPP dan LKKL yaitu meliputi antara
                                          lain:
                                               Ketepatan penjumlahan secara horizontal dan
      Pembahasan Dengan
      Pejabat Entitas Yang
                                               vertikal pada laporan keuangan dan kesesuaian
           Berwenang
                                               dengan SAP
                                               Ketepatan akun/perkiraan dan nilainya dibandingkan
                                               dengan semua akun/perkiraan dan nilainya dari
      Perolehan Tanggapan
        Resmi & Tertulis                       laporan keuangan
                                               Kecukupan pengungkapan akun/perkiraan tersebut.
                                     2) Teknik Prediktif
      Penyampaian Temuan
          Pemeriksaan                     Pemeriksa      menguji   lebih  rinci   kenaikan    nilai
                                          akun/perkiraan yang tidak biasa (unusual item) dari
                                          tahun sebelumnya.
                                     3) Analisa Rasio atau Tren
                                         Pemeriksa menguji lebih rinci rasio atau tren
                                         akun/perkiraan yang telah dilakukan pada pengujian
                                         analitis awal seperti antar akun belanja dan
                                         kenaikan/penurunan aset tetap dan sebagainya.
                                     Pengujian analitis terinci ini diharapkan dapat membantu
                                     pemeriksa untuk menemukan hubungan logis penyajian akun
                                     pada LKPP dan LKKL dan menilai kecukupan pengungkapan
                                     atas setiap perubahan pada pos/akun/unsur pada laporan
                                     keuangan yang diperiksa, serta membantu menentukan area-
                                     area signifikan dalam pengujian sistem pengendalian intern



Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan                                       25
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                 Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                     dan pengujian substantif atas transaksi dan saldo.

                                   b. Pengujian Sistem Pengendalian Intern
 Pengujian SPI: desain dan           Petunjuk pengujian pengendalian meliputi pengujian yang
 implementasinya                     dilakukan pemeriksa terhadap efektivitas desain dan
                                     implementasi sistem pengendalian intern dalam rangka
                                     pertanggungjawaban pelaksanaan APBN. Dalam pengujian
                                     desain sistem pengendalian intern, pemeriksa mengevaluasi
                                     apakah sistem pengendalian intern telah didesain secara
                                     memadai dan dapat meminimalisasi secara relatif salah saji
                                     dan kecurangan. Sementara, pengujian implementasi sistem
                                     pengendalian intern dilakukan dengan melihat pelaksanaan
                                     pengendalian pada kegiatan atau transaksi yang dilakukan
                                     oleh pemerintah pusat.
                                     Selain pengujian sistem pengendalian intern tersebut,
 Pengujian SPI merupakan             pemeriksa melakukan pengujian unsur-unsur transparansi
 dasar pengujian substantif          fiskal yang telah diidentifikasi pada tahap perencanaan.
 selanjutnya.
                                     Pengujian sistem pengendalian intern merupakan dasar
                                     pengujian     substantif     selanjutnya.   Pengujian   sistem
 Hasil pengujian SPI                 pengendalian intern dilakukan berdasarkan pemahaman atas
 digunakan untuk pengujian           sistem pengendalian intern pada tahap perencanaan/
 transaksi dan asersi LKPP           persiapan pemeriksaan.
 dan LKKL.
                                     Hasil pengujian sistem pengendalian intern tersebut
                                     digunakan untuk menentukan strategi pengujian transaksi
                                     keuangan dan asersi-asersi laporan keuangan entitas yang
                                     diperiksa, seperti: (1) Keberadaan dan keterjadian,
 Strategi pengujian transaksi        (2) Kelengkapan, (3) Hak dan kewajiban, (4) Penilaian dan
 LKPP dan LKKL meliputi              pengalokasian, serta (5) Penyajian dan pengungkapan.
 pengujian substantif
 mendalam dan pengujian              Strategi pengujian transaksi LKPP dan LKKL meliputi         (1)
 substantif terbatas                 Pengujian Substantif Mendalam dan (2) Pengujian Substantif
                                     Terbatas. Pengujian Substantif Mendalam dilakukan apabila
                                     pemeriksa menyimpulkan bahwa sistem pengendalian intern
                                     secara keseluruhan lemah atau risiko pengendaliannya
                                     tinggi. Dalam hal ini, pemeriksa langsung melakukan
                                     pengujian substantif atas transaksi dan saldo dengan sampel
                                     yang luas dan tanpa mempertimbangkan transaksi dan akun-
                                     akun yang signifikan.
                                     Pengujian Substantif Terbatas dilakukan apabila pemeriksa
                                     menyimpulkan bahwa sistem pengendalian intern secara
                                     keseluruhan baik/efektif atau risiko pengendaliannya rendah.
                                     Pengujian pengendalian meliputi pengujian pengendalian
                                     pada transaksi dan akun/perkiraan sebagai berikut:
                                     1) Pengujian Pengendalian Transaksi Pendapatan/Hibah
                                         dan Penerimaan Pembiayaan
                                     2) Pengujian Pengendalian Transaksi Belanja Negara dan
                                         Pengeluaran Pembiayaan
                                     3) Pengujian Pengendalian Kas dan Bank
                                     4) Pengujian Pengendalian Piutang
                                     5) Pengujian Pengendalian Persediaan
                                     6) Pengujian Pengendalian Investasi
                                     7) Pengujian Pengendalian Aset Tetap
                                     8) Pengujian Pengendalian Dana Cadangan
                                     9) Pengujian Pengendalian Aset Lainnya
                                     10) Pengujian Pengendalian Kewajiban


Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan                                         26
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                Bab III Petunjuk Pemeriksaan




                                     Dalam keadaan dimana pemerintah pusat menyelenggarakan
                                     sistem akuntansi berbasis teknologi informasi, maka
                                     pengujian pengendalian juga dilakukan atas pengendalian
                                     teknologi informasi yang meliputi pengujian atas
                                     (1) Pengendalian umum dan (2) Pengendalian aplikasi.
                                     Petunjuk pemeriksaan pengujian pengendalian teknologi
                                     informasi dapat dilihat dalam Lampiran 3.14.

                                     Rincian pengujian pengendalian atas transaksi dan akun/
                                     perkiraan pada penyusunan LKPP dan LKKL dapat dilihat
                                     pada Lampiran 3.15
                                   c. Pengujian Substantif Transaksi dan Saldo
                                     Pengujian substantif meliputi pengujian substantif atas
 Pengujian substantif meliputi       transaksi     dan    saldo-saldo      akun/perkiraan     serta
 pengujian substantif atas           pengungkapannya dalam laporan keuangan yang diperiksa.
 transaksi dan saldo akun/           Pengujian tersebut memperhatikan kesesuaian dengan
 perkiraan.                          standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan,
                                     efektivitas sistem pengendalian intern dan kepatuhan
                                     terhadap peraturan perundang-undangan.
                                     Pengujian substantif atas transaksi dan saldo dilakukan
                                     setelah pemeriksa memperoleh LKPP dan LKKL untuk
                                     diperiksa. Pengujian substantif atas transaksi dan saldo
                                     dapat dilakukan juga pada pemeriksaan interim, namun hasil
                                     pengujian tersebut perlu direviu lagi setelah LKPP dan LKKL
                                     tersebut diterima.
 Pengujian substantif
                                     Pengujian substantif transaksi dan saldo dilakukan untuk
 transaksi dan saldo dilakukan       meyakini asersi manajemen atas LKPP dan LKKL, yaitu
 untuk meyakini asersi               (1) Keberadaan dan keterjadian,      (2) Kelengkapan, (3) Hak
 manajemen atas LKPP dan             dan kewajiban, (4) Penilaian dan pengalokasian, serta (5)
 LKKL.                               Penyajian dan pengungkapan.
                                     Pengujian substantif atas transaksi dan saldo meliputi
                                     pengujian pada:

                                     1)   Pendapatan negara/hibah dan penerimaan pembiayaan
                                     2)   Belanja negara dan pengeluaran pembiayaan
                                     3)   Kas dan Bank
                                     4)   Piutang
                                     5)   Persediaan
                                     6)   Aset Tetap
                                     7)   Dana Cadangan
                                     8)   Aset Lainnya
                                     9)   Kewajiban

                                     Untuk pengujian substantif atas transaksi dan saldo perkiraan
                                     yang     terkait   dengan      perusahaan      negara/daerah
                                     (BUMN/BUMD), pemerintah daerah, dan lembaga lain di luar
                                     pemerintah pusat, pengujian juga dilakukan pada masing-
                                     masing entitas tersebut oleh AKN yang bersangkutan. Hasil
                                     pengujian tersebut disampaikan kepada AKN yang
                                     membidangi pemeriksaan LKPP dan LKKL. AKN yang
                                     membidangi tersebut dapat memberitahukan kebutuhan data
                                     dan informasi yang diperlukan.
                                     Rincian pengujian substantif atas transaksi dan saldo pada


Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan                                       27
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                  Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                     LKPP dapat dilihat pada Lampiran 3.16.
                                   d. Penyelesaian Penugasan
 Penyelesaian penugasan              Penyelesaian penugasan pemeriksaan keuangan merupakan
 meliputi reviu atas kewajiban       kegiatan untuk mereviu tiga hal, yaitu: (1) Kewajiban
 kontijensi, kontrak/komitmen        kontinjensi, (2) Kontrak/komitmen jangka panjang, dan
 jangka panjang, dan kejadian
                                     (3) Kejadian setelah tanggal neraca.
 setelah tanggal neraca.
                                     1) Reviu Kewajiban Kontinjensi
                                         Kewajiban kontinjensi merupakan              (1) Kewajiban
 Reviu kewajiban kontinjensi:            potensial dari peristiwa masa lalu dan keberadaannya
 reviu permasalahan hukum                menjadi pasti dengan terjadinya atau tidak terjadinya
 yang masih pending,
                                         suatu peristiwa pada masa datang yang tidak
 kemungkinan klaim, dan
 jaminan pemerintah.                     sepenuhnya berada dalam kendali pemerintah pusat atau
                                         (2) Kewajiban kini yang timbul sebagai akibat masa lalu,
                                         tetapi tidak diakui karena pemerintah pusat tidak ada
                                         kemungkinan mengeluarkan sumber daya untuk
                                         menyelesaikan kewajibannya dan jumlah kewajiban
                                         tersebut tidak dapat diukur secara andal.
                                         Contoh       kewajiban       kontinjensi      antara     lain
                                         (1) Permasalahan hukum yang masih pending terkait hak
                                         dan kewajiban pemerintah pusat, (2) Kemungkinan klaim,
                                         (3) Jaminan pemerintah pusat atas barang/jasa.
                                         Prosedur yang harus ditempuh pemeriksa adalah
                                         sebagai berikut:
                                         (a) Dapatkan dan reviu putusan hukum yang masih
                                              pending terkait hak dan kewajiban pemerintah
                                              pusat/kementerian/lambaga         serta     keputusan-
                                              keputusan lainnya, yang kemungkinan menimbulkan
                                              kewajiban kontinjensi.
                                         (b) Diskusikan       dengan      pejabat   terkait    seperti
                                              menteri/pimpinan       lembaga      dan       sekretaris
                                              menteri/pimpinan lembaga atau pejabat lain di bidang
                                              hukum atau yang terkait lainnya mengenai
                                              kemungkinan kewajiban kontinjensi tersebut.
                                         (c) Teliti apakah kewajiban kontinjensi tersebut telah
                                              diungkapkan oleh menteri/pimpinan lembaga atau
                                              pejabat terkait lainnya di dalam laporan keuangan.
                                         Dalam hal ini perlu juga ditambahkan kondisi-kondisi
                                         yang menyebabkan terjadinya kewajiban bersyarat,
                                         antara lain:
                                         (a) Adanya kemungkinan pembayaran di masa yang
                                             akan datang kepada pihak ketiga akibat kondisi saat
                                             ini.
                                         (b) Terdapat ketidakpastian atas jumlah pembayaran di
                                             masa yang akan datang.
                                         (c) Hasilnya sangat ditentukan oleh peristiwa yang akan
                                             datang
 Reviu kontrak/komitmen
 jangka panjang terkait              2) Reviu Kontrak/Komitmen Jangka Panjang
 dengan kemungkinan                     Pemeriksa juga perlu mereviu kembali kontrak/komitmen
 kerugian yang akan terjadi.            jangka panjang yang dibuat pemerintah pusat terkait
                                        dengan kemungkinan kerugian yang mungkin terjadi dari
                                        kontrak/komitmen tersebut.
                                        Pada kenyataannya, pemeriksaan kontrak/komitmen



Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan                                         28
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                             Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                      tersebut dapat dilakukan ketika pemeriksa melakukan
                                      pemeriksaan atas pendapatan/hibah atau penerimaan
                                      pembiayaan atau belanja/pengeluaran pembiayaan.
                                      Namun, prosedur reviu kontrak/komitmen dimaksudkan
                                      untuk memastikan kemungkinan kerugian yang akan
                                      terjadi. Untuk itu, pemeriksa perlu mereviu kembali
                                      perjanjian/kontrak atau komitmen lainnya yang bersifat
                                      jangka panjang.
                                      Prosedur yang harus ditempuh pemeriksa adalah
                                      sebagai berikut:
                                      (a) Dapatkan putusan hukum yang masih pending terkait
                                          kontrak/komitmen jangka panjang pemerintah pusat
                                          serta hal-hal lainnya yang berkaitan dengan
                                          kontrak/komitmen jangka panjang.
                                      (b) Reviu putusan keputusan menteri/pimpinan lembaga
                                          atau pejabat terkait tersebut yang kemungkinan
                                          menimbulkan kewajiban dalam kontrak/komitmen
                                          jangka panjang.
                                      (c) Diskusikan    dengan    pejabat     terkait    seperti
                                          menteri/pimpinan    lembaga       atau      sekretaris
                                          menteri/pimpinan lembaga atau pejabat lain di bidang
                                          hukum atau yang terkait lainnya mengenai
                                          kemungkinan kewajiban kontrak/komitmen jangka
                                          panjang tersebut.
                                      (d) Teliti apakah kontrak/komitmen jangka panjang
                                          tersebut telah diungkapkan oleh menteri/pimpinan
                                          lembaga atau pejabat terkait lainnya di dalam LKPP
                                          dan LKKL.

 Kejadian setelah tanggal          3) Identifikasi Kejadian Setelah Tanggal Neraca
 neraca yang berdampak                Kejadian setelah tanggal neraca harus menjadi perhatian
 material pada laporan                pemeriksa apabila kejadian tersebut berdampak material
 keuangan.                            pada laporan keuangan. Hal tersebut perlu untuk
                                      diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
                                      Ada 2 (dua) jenis kejadian setelah tanggal neraca
                                      (subsequent events) yaitu:
                                      (a) Peristiwa yang memberikan tambahan bukti yang
                                          berhubungan dengan kondisi yang ada pada tanggal
                                          neraca dan berdampak terhadap taksiran yang
                                          melekat dalam proses penyusunan laporan
                                          keuangan. Contohnya Surat Hutang Negara yang
                                          kasusnya masih menjadi sengketa di pengadilan
                                          dimana pada tanggal neraca per 31 Desember 200X,
                                          sengketa tersebut masih berjalan dan belum ada
                                          keputusan pengadilan sehingga pemerintah tidak
                                          menyajikan jumlah utang yang masih di sengketakan
                                          tersebut dalam laporan keuangan per 31 Desember
                                          200X, namun diungkapkan dalam dalam Catatan
                                          Atas Laporan Keuangan. Kemudian pada bulan
                                          Februari tahun berikutnya ternyata putusan
                                          pengadilan menyatakan bahwa pemerintah kalah
                                          dalam gugatan tersebut, sehingga perlu dilakukan
                                          koreksi terhadap jumlah utang pemerintah.




Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan                                       29
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                               Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                        (b) Peristiwa yang menyediakan tambahan bukti yang
                                            berhubungan dengan kondisi yang tidak ada pada
                                            tanggal neraca yang dilaporkan, namun peristiwa
                                            tersebut ada sesudah tanggal neraca, contohnya
                                            bencana alam berupa gempa bumi di wilayah Daerah
                                            Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada tanggal
                                            27 Mei 2006 (setelah tanggal neraca 31 Desember
                                            2005) yang menyebabkan kerugian dengan estimasi
                                            sementara sebesar Rp.29,1 triliun, termasuk
                                            kerugian negara karena hancurnya sarana dan
                                            prasarana milik instansi pemerintah yang estimasi
                                            nilainya belum dapat ditentukan. Atas peristiwa jenis
                                            ini tidak perlu dilakukan penyesuaian atas laporan
                                            keuangan, namun apabila peristiwa bersifat signifikan
                                            maka perlu diungkapkan dengan menambahkan data
                                            keuangan proforma terhadap laporan keuangan
                                            historis yang menjelaskan dampak adanya peristiwa
                                            tersebut seandainya peristiwa tersebut terjadi pada
                                            tanggal neraca.
                                        Untuk itu, pemeriksa perlu mengidentifikasi kejadian
                                        setelah tanggal neraca yang berdampak material
                                        terhadap informasi keuangan pada LKPP dan LKKL dan
                                        mereviu apakah kejadian tersebut telah dilaporkan dalam
                                        catatan atas laporan keuangan.


                                   e. Penyusunan Ikhtisar Koreksi
                                     Ikhtisar Koreksi merupakan rekapitulasi koreksi atau
 Ikhtisar Koreksi merupakan          penyesuaian (adjustments) yang diusulkan tim pemeriksa
 rekapitulasi koreksi atau           kepada pemerintah pusat. Koreksi pemeriksaan yang
 penyesuaian.                        dimasukkan tersebut merupakan koreksi terhadap LKPP dan
                                     LKKL yang nilainya di atas nilai TE dan secara keseluruhan
                                     di atas nilai materialitas. Koreksi pemeriksaan tersebut
                                     menggambarkan penyajian LKPP dan LKKL yang tidak
                                     sesuai dengan SAP dan ketidakcukupan pengungkapan.
                                     Jurnal koreksi hanya pada akun utama pada LKPP dan
                                     LKKL. Akun utama adalah akun-akun paling rinci yang ada di
                                     laporan keuangan sesuai dengan SAP. Penyesuaian pada
                                     buku dan sistem akuntansi dilakukan kemudian. Selain itu,
                                     koreksi terhadap kecukupan pengungkapan merupakan
                                     koreksi pada catatan atas laporan keuangan LKPP dan
                                     LKKL.
                                     Bentuk Ikhtisar Koreksi dapat dilihat pada Lampiran 3.17.
                                     Tanggapan entitas yang diperiksa terhadap daftar jurnal
                                     koreksi yang diusulkan didokumentasikan di dalam Daftar
                                     Jurnal Koreksi yang ditandatangani oleh pejabat entitas yang
                                     berwenang.
                                     Daftar Jurnal koreksi yang memuat tanggapan dari entitas
                                     yang diperiksa dapat dilihat pada lampiran 3.18.
                                   f. Penyusunan Konsep Temuan Pemeriksaan
                                     Konsep Temuan Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL
                                     merupakan permasalahan yang ditemukan oleh pemeriksa


Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan                                       30
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                               Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                     yang perlu dikomunikasikan kepada pemerintah pusat.
 Konsep Temuan
 Pemeriksaan meliputi                Permasalahan tersebut meliputi (1) Ketidakefektivan sistem
 ketidakefektivan SPI,               pengendalian intern, (2) Kecurangan dan penyimpangan dari
 kecurangan/penyimpangan,            ketentuan           peraturan             perundang-undangan,
 ketidakpatuhan, dan ikhtisar        (3) Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan
 koreksi.                            yang signifikan, dan (4) Ikhtisar koreksi.
                                     Konsep Temuan Pemeriksaan tersebut disampaikan ketua
                                     tim pemeriksa kepada pejabat pemerintah pusat yang
                                     berwenang untuk mendapatkan tanggapan tertulis dan resmi
                                     dari pemerintah pusat.
                                     Contoh Konsep Temuan Pemeriksaan dapat dilihat pada
                                     Lampiran 3.19.


                                   g. Penyampaian dan Pembahasan Konsep
                                      Temuan Pemeriksaan Dengan Pejabat Entitas
                                      yang Berwenang
 Tim pemeriksa melakukan             Setelah Konsep Temuan Pemeriksaan disampaikan ketua tim
 pembahasan dengan pejabat           pemeriksa kepada pemerintah pusat, tim pemeriksa
 pemerintah pusat yang               membahas temuan tersebut dengan pejabat entitas yang
 berwenang.                          berwenang antara lain menteri keuangan (untuk pemeriksaan
                                     LKPP) atau menteri/pimpinan lembaga (untuk LKKL) atau
                                     sekretaris menteri/pimpinan lembaga tersebut. Apabila
                                     pemerintah menolak ikhtisar koreksi, temuan SPI dan
                                     ketidakpatuhan akan berpengaruh terhadap opini.


                                   h. Perolehan Tanggapan Resmi dan Tertulis
 Tanggapan resmi dan tertulis        Pemeriksa memperoleh tanggapan resmi dan tertulis atas
 atas konsep LTP diperoleh           Konsep Temuan Pemeriksaan dari pejabat entitas yang
 dari pejabat entitas yang           berwenang dalam hal ini menteri keuangan (untuk
 berwenang.                          pemeriksaan LKPP) atau menteri/pimpinan lembaga (untuk
                                     LKKL) atau sekretaris menteri/pimpinan lembaga tersebut
                                     atas nama menteri/pimpinan lembaga.
                                     Tanggapan tersebut akan diungkapkan dalam Temuan
                                     Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL.

                                   i. Penyampaian Temuan Pemeriksaan
                                     Pemeriksa dalam hal ini ketua tim menyampaikan Temuan
 Temuan pemeriksaan atas             Pemeriksaan kepada menteri keuangan atau sekretaris
 LKPP dan LKKL diserahkan            menteri keuangan (untuk pemeriksaan LKPP) dan kepada
 oleh ketua tim kepada               menteri/pimpinan lembaga (untuk pemeriksaan LKKL) atau
 pejabat entitas yang                sekretaris menteri/pimpinan lembaga.
 berwenang.                          Penyampaian Temuan Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL
                                     tersebut merupakan akhir dari pekerjaan lapangan
                                     pemeriksaan LKPP dan LKKL. Hal ini merupakan batas
                                     tanggung jawab pemeriksa terhadap kondisi laporan
                                     keuangan yang diperiksa. Pemeriksa tidak dibebani tanggung
                                     jawab atas suatu kondisi yang terjadi setelah tanggal
                                     pekerjaan lapangan tersebut. Oleh karena itu, tanggal
                                     penyampaian temuan pemeriksaan tersebut merupakan
                                     tanggal laporan hasil pemeriksaan atau tanggal surat
                                     representasi pemerintah pusat/menteri/kepala lembaga.



Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan                                       31
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                               Bab III Petunjuk Pemeriksaan




 4.      Petunjuk Pelaporan Hasil Pemeriksaan
                                   Pelaporan hasil pemeriksaan atas LKPP dan LKKL meliputi
                                   (1) Penyusunan konsep laporan hasil pemeriksaan,
                                   (2) Pembahasan konsep laporan hasil pemeriksaan dengan
                                   penanggung jawab, (3) Penyampaian dan Pembahasan konsep
                                   hasil pemeriksaan dengan pejabat entitas yang berwenang,
                                   (4) Perolehan surat representasi dan (5) Penyusunan konsep
                                   akhir dan penyampaian laporan hasil pemeriksaan.
                                   a. Penyusunan Konsep Laporan Hasil
                                      Pemeriksaan
                                     Konsep laporan hasil pemeriksaan disusun oleh ketua tim
                                     pemeriksa dan disupervisi oleh pengendali teknis.
                                     Di dalam penyusunan konsep laporan hasil pemeriksaan, hal-
                                     hal berikut menjadi perhatian ketua tim dan pengendali teknis
 Pelaporan hasil pemeriksaan         yaitu: (1) Jenis laporan hasil pemeriksaan, (2) Jenis opini,
 meliputi 5 kegiatan sebagai
                                     (3) Dasar penetapan opini, (4) Pelaporan tentang kepatuhan
 berikut.
                                     terhadap peraturan perundang-undangan, (5) Pelaporan
                                     tentang sistem pengendalian intern, dan (6) Penandatangan
                                     laporan hasil pemeriksaan.
                                     1) Jenis Laporan Hasil Pemeriksaan
                                         Hasil Pemeriksaan Keuangan atas LKPP dan LKKL
                                         terdiri atas :
                                           • Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan
                                                 Keuangan;
                                           • Laporan atas Kepatuhan dalam Kerangka
                                                 Pemeriksaan LKPP/LKKL;
                                           • Laporan atas Pengendalian Intern dalam Kerangka
                                                 Pemeriksaan LKPP/LKKL.

                                         Pemeriksa dapat menyampaikan laporan tambahan
                                         sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh, pemeriksa
                                         dapat menyampaikan hasil analisa transparansi fiskal
                                         pada pengelolaan dan tanggung jawab keuangan
                                         negara.
                                         Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan
                                         merupakan laporan utama. Laporan ini mengungkapkan:
                                         a) Opini    Badan      Pemeriksa     Keuangan      yang
                                            mengungkapkan       kewajaran     atas    LKPP/LKKL
                                            memuat:       (1) judul “Laporan Hasil Pemeriksaan
                                            atas Laporan Keuangan”, (2) dasar pemeriksaan, (3)
                                            tanggung jawab pemeriksa kecuali untuk opini tidak
                                            dapat menyatakan pendapat, (4) tanggung jawab
                                            penyusunan LKPP/LKKL oleh pemerintah daerah, (5)
                                            standar pemeriksaan dan keyakinan pemeriksa untuk
                                            memberikan pendapat, kecuali opini tidak dapat
                                            menyatakan      pendapat,     (6)     alasan    opini
                                            pengecualian/tidak menyatakan pendapat/tidak wajar
                                            (termasuk kelemahan SPI dan/atau temuan
                                            kepatuhan yang terkait secara material terhadap



Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan                                       32
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                            Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                           kewajaran penyajian LKPP/LKKL) jika ada, (7)
                                           paragraf rujukan tentang penerbitan laporan atas
                                           kepatuhan dan laporan atas pengendalian intern jika
                                           ada (8) opini, (9) tempat dan tanggal penanda-
                                           tanganan laporan hasil pemeriksaan, dan (10) tanda
                                           tangan, nama penandatangan, dan nomor register
                                           akuntan.
                                      b) Laporan Keuangan Pemerintah Pusat yang terdiri
                                         atas Neraca, LRA, Laporan Arus Kas serta Catatan
                                         atas Laporan Keuangan atau Laporan Keuangan
                                         Kementerian/Lembaga yang merupakan asersi
                                         terakhir  dari   kepala     negara/menteri/pimpinan
                                         lembaga.    Hal    tersebut    dibuktikan    dengan
                                         pembubuhan tanda tangan pada lembar utama LKPP
                                         atau LKKL dan paraf pada lembar berikutnya atau
                                         catatan atas laporan keuangan serta didukung
                                         dengan     surat     representasi     dari    kepala
                                         negara/menteri/pimpinan lembaga.
                                      c) Gambaran Umum Pemeriksaan yang memuat
                                         tentang: (1) dasar hukum pemeriksaan, (2) tujuan
                                         pemeriksaan, (3) sasaran pemeriksaan, (4) standar
                                         pemeriksaan, (5) metode pemeriksaan, (6) waktu
                                         pemeriksaan, (7) obyek pemeriksaan dan (8) batasan
                                         pemeriksaan.
                                      Apabila laporan tentang kepatuhan dan atau laporan atas
                                      pengendalian intern diterbitkan, maka laporan hasil
                                      pemeriksaan yang memuat opini harus menjelaskan
                                      bahwa pemeriksa juga menerbitkan laporan-laporan
                                      tersebut.
                                   2) Jenis Opini
                                      Opini terhadap kewajaran atas LKPP dan LKKL yang
                                      dapat diberikan adalah salah satu di antara empat opini
                                      sebagai berikut:
                                      a) Wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion)
                                           Opini Wajar Tanpa Pengecualian menyatakan bahwa
                                           LKPP dan LKKL disajikan secara wajar dalam semua
                                           hal yang material sesuai dengan Standar Akuntansi
                                           Pemerintahan .
                                      b) Wajar dengan pengecualian (qualified opinion)
                                           Opini Wajar Dengan Pengecualian menyatakan
                                           bahwa LKPP dan LKKL disajikan secara wajar dalam
                                           semua hal yang material sesuai Standar Akuntansi
                                           Pemerintahan, kecuali dampak hal-hal yang
                                           berhubungan dengan yang dikecualikan.
                                           Hal-hal yang dikecualikan dinyatakan dalam laporan
                                           hasil pemeriksaan yang memuat opini tersebut.
                                      c) Tidak Wajar (adverse opinion)
                                           Opini Tidak Wajar menyatakan bahwa LKPP dan
                                           LKKL tidak disajikan secara wajar posisi keuangan
                                           sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.


Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan                                      33
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                           Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                      d) Menolak Memberikan Pendapat atau Tidak Dapat
                                         Menyatakan Pendapat (disclaimer opinion)
                                           Opini    Tidak    Dapat   Menyatakan    Pendapat
                                           menyatakan bahwa LKPP dan LKKL tidak dapat
                                           diyakini wajar atau tidak dalam semua hal yang
                                           material   sesuai   dengan    Standar   Akuntansi
                                           Pemerintahan. Ketidakyakinan tersebut disebabkan
                                           oleh pembatasan lingkup pemeriksaan dan hal
                                           tersebut harus diungkapkan dalam laporan hasil
                                           pemeriksaan yang memuat opini tersebut.
                                      Contoh format Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan
                                      Keuangan yang memuat opini dapat dilihat pada
                                      Lampiran 3.20.
                                      Contoh format laporan tambahan mengenai laporan hasil
                                      analisa transparansi fiskal dalam pengelolaan dan
                                      tanggung jawab keuangan daerah dapat dilihat pada
                                      lampiran 3.21.
                                   3) Dasar Penetapan Opini
                                      Penetapan opini atas LKPP dan LKKL dilakukan dengan
                                      mempertimbangkan (1) Pasal 16 UU No. 15 Tahun 2004
                                      dan (2) Standar Pelaporan Pemeriksaan Keuangan pada
                                      Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN).
                                      Berdasarkan Penjelasan Pasal 16 ayat (1) UU No. 15
                                      Tahun 2004, opini merupakan pernyataan profesional
                                      pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan
                                      yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan
                                      pada kriteria: (i) kesesuaian dengan standar akuntansi
                                      pemerintahan, (ii) kecukupan pengungkapan (adequate
                                      disclosure), (iii) kepatuhan perundang-undangan, dan
                                      (iv) efektivitas sistem pengendalian intern.
                                      Di samping itu, di dalam penetapan opini pemeriksa,
                                      pemeriksa mempertimbangkan SPKN, ketidaksesuaian
                                      dan ketidakcukupan pengungkapan LKPP dan LKKL
                                      dikaitkan dengan tingkat materialitas yang telah
                                      ditetapkan, tanggapan pemerintah pusat atas hasil
                                      pemeriksaan, dan surat representasi.
                                      Dalam proses penyusunan konsep laporan hasil
                                      pemeriksaan, pemeriksa yang melakukan pemeriksaan
                                      atas LKPP harus memperhatikan hasil pemeriksaan atas
                                      LKKL    dan    mempertimbangkan      dampak    hasil
                                      pemeriksaan tersebut terhadap kewajaran penyajian
                                      LKPP secara proporsional.
                                      Diagram alur (flowchart) penetapan opini dapat dilihat
                                      pada Lampiran 3.22.
                                   4) Pelaporan Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang-
                                      undangan
                                      Berdasarkan standar pemeriksaan, pemeriksa dalam
                                      melakukan pengujian kepatuhan terhadap peraturan
                                      perundangan-undangan        yang  berlaku   harus
                                      melaksanakan hal-hal berikut ini:



Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan                                     34
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                       Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                   a) Merancang pemeriksaan untuk dapat memberikan
                                      keyakinan       memadai      guna       mendeteksi
                                      ketidakberesan    yang    material  bagi   laporan
                                      keuangan.
                                   b) Merancang      pemeriksaan    untuk    memberikan
                                      keyakinan memadai guna mendeteksi kesalahan/
                                      kekeliruan yang material dalam laporan keuangan
                                      sebagai akibat langsung dari adanya unsur
                                      perbuatan melanggar/melawan hukum yang material.
                                   c) Waspada terhadap kemungkinan telah terjadinya
                                      unsur perbuatan melawan hukum secara tidak
                                      langsung. Jika informasi khusus yang telah diterima
                                      oleh auditor memberikan bukti tentang adanya
                                      kemungkinan unsur perbuatan melanggar/melawan
                                      hukum yang secara tidak langsung berdampak
                                      material terhadap laporan keuangan, maka auditor
                                      harus menerapkan prosedur audit yang secara
                                      khusus ditujukan untuk memastikan apakah suatu
                                      unsur perbuatan melanggar/melawan hukum telah
                                      terjadi.
                                   Dalam hal ditemukan atau diduga ada unsur pelanggaran
                                   hukum, pemeriksa mengungkapkan unsur atau dugaan
                                   pelanggaran hukum tersebut dalam laporan hasil
                                   pemeriksaan terkait dengan kepatuhan terhadap
                                   peraturan perundang-undangan.
                                   Apabila tim pemeriksa tidak memiliki keyakinan yang
                                   memadai maka penanggung jawab dapat berkonsultasi
                                   dengan tim konsulen hukum sebelum mengungkapkan
                                   unsur pelanggaran hukum dalam laporan hasil
                                   pemeriksaan.
                                   Pengungkapan ketidakpatuhan yang perlu dilaporkan
                                   dilakukan sebagai berikut:
                                   a) Apabila ketidakpatuhan tersebut secara material
                                       berpengaruh pada kewajaran LKPP/LKKL, pemeriksa
                                       mengungkapkan uraian singkat ketidakpatuhan
                                       tersebut dalam laporan hasil pemeriksaan yang
                                       memuat opini atas kewajaran LKPP/LKKL sebagai
                                       alasan pemberian opini.
                                   b) Pengungkapan semua temuan terkait ketidakpatuhan
                                      terhadap peraturan perundang-undangan yang
                                      ditemukan selama pemeriksaan secara terinci
                                      dilaporkan dalam Laporan atas Kepatuhan dalam
                                      Kerangka Pemeriksaan LKPP/LKKL.
                                   Laporan hasil pemeriksaan tentang kepatuhan dapat
                                   mengungkapkan (1) Ketidakpatuhan terhadap ketentuan
                                   peraturan perundang-undangan termasuk pengungkapan
                                   atas penyimpangan administrasi, pelanggaran atas
                                   perikatan perdata, maupun penyimpangan yang
                                   mengandung       unsur      tindak  pidana    serta
                                   (2) Ketidakpatuhan yang signifikan.
                                   Laporan atas Kepatuhan dalam Kerangka Pemeriksaan
                                   LKPP/LKKL merupakan laporan tambahan yang sifatnya



Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan                                     35
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                              Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                      opsional yang berarti diterbitkan jika dan hanya jika
                                      ditemukan    ketidakpatuhan      selama    melakukan
                                      pemeriksaan keuangan. Laporan ini memuat:
                                      a) Resume, yang memuat:(1) judul “Resume”, (2) dasar
                                         pemeriksaan, (3) standar pemeriksaan serta
                                         kewajiban pelaporan atas ketidakpatuhan yang
                                         ditemukan, (4) Paragraf tentang rujukan LHP yang
                                         memuat opini dan LHP atas efektifitas SPI, (5)
                                         Pokok-pokok       temuan    ketidakpatuhan,    (6)
                                         Rekomendasi yang diberikan, (7) tempat dan tanggal
                                         penandatanganan laporan hasil pemeriksaan, dan (8)
                                         tanda tangan, nama penandatangan, dan nomor
                                         register akuntan.
                                      b) Temuan Pemeriksaan yang memaparkan semua
                                         temuan-temuan ketidakpatuhan yang memuat:
                                           • Kondisi yang perlu dijelaskan;
                                           • Kriteria dan atau kondisi yang seharusnya terjadi;
                                           • Sebab (alasan) terjadinya varian/perbedaan antara
                                             kondisi dan kriteria;
                                           • Akibat (dampak) yang akan terjadi karena adanya
                                             varian/perbedaan antara kondisi dan kriteria.
                                      Format Laporan atas Kepatuhan dalam Kerangka
                                      Pemeriksaan LKPP dan LKKL dapat dilihat pada
                                      Lampiran 3.23.
                                   5) Pelaporan Sistem Pengendalian Intern
                                      Sistem pengendalian intern yang perlu dilaporkan
                                      meliputi efektivitas sistem pengendalian intern terkait
                                      LKPP dan LKKL.
                                      Pengungkapan temuan pengendalian intern yang perlu
                                      dilaporkan dilakukan sebagai berikut:
                                      a) Apabila temuan pengendalian intern tersebut secara
                                          material berpengaruh pada kewajaran LKPP dan
                                          LKKL, pemeriksa mengungkapkan uraian singkat
                                          temuan tersebut dalam laporan hasil pemeriksaan
                                          yang memuat opini atas kewajaran LKPP dan LKKL
                                          sebagai alasan pemberian opini.
                                      b) Pengungkapan semua temuan pengendalian intern
                                         secara terinci dilaporkan dalam Laporan atas
                                         Pengendalian Intern dalam Kerangka Pemeriksaan
                                         LKPP/LKLL.
                                      Laporan atas Pengendalian Intern dalam Kerangka
                                      Pemeriksaan LKPP dan LKKL ini bersifat opsional yang
                                      berarti diterbitkan jika dan hanya jika ditemukan
                                      kelemahan-kelemahan pengendalian intern selama
                                      pelaksanaan pemeriksaan.
                                      Laporan ini memuat:
                                      a) Resume yang memuat: (1) judul “Resume”, (2) dasar
                                         pemeriksaan, (3) standar pemeriksaan serta



Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan                                        36
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                 Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                           kewajiban pelaporan atas ketidakpatuhan yang
                                           ditemukan, (4) Paragraf tentang rujukan LHP yang
                                           memuat opini dan LHP kepatuhan, (5) Pokok-pokok
                                           temuan ketidakpatuhan, (6) Rekomendasi yang
                                           diberikan, (7) tempat dan tanggal penandatanganan
                                           laporan hasil pemeriksaan, dan (8) tanda tangan,
                                           nama penandatangan, dan nomor register akuntan.
                                      b) Gambaran Umum Sistem Pengendalian Intern dalam
                                         Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan
                                         Pemerintah Pusat (Kementerian/Lembaga).
                                      c) Temuan Pemeriksaan atas Sistem Pengendalian
                                         Intern dengan mengungkapkan:
                                           •    Kondisi yang perlu dijelaskan;
                                           •    Kriteria dan atau kondisi yang seharusnya terjadi;
                                           •    Sebab (alasan) terjadinya         varian/perbedaan
                                                antara kondisi dan kriteria;
                                           •    Akibat (dampak) yang akan terjadi karena
                                                adanya varian/perbedaan antara kondisi dan
                                                kriteria.
                                      Contoh Laporan atas Pengendalian Intern dalam
                                      Kerangka Pemeriksaan LKPP/LKKL dapat dilihat di
                                      Lampiran 3.24.
                                      Contoh-contoh kelemahan SPI dan Ketidakpatuhan yang
                                      dapat     mempengaruhi     dan    yang tidak  dapat
                                      mempengaruhi kewajaran penyajian laporan keuangan
                                      dapat dilihat pada Lampiran 3.25.
                                   6) Penandatangan Laporan Hasil Pemeriksaan
                                      Pada dasarnya, penanda tangan laporan hasil
                                      pemeriksaan adalah Badan, dengan memperhatikan
                                      Standar Pemeriksaan Keuangan Negara. Namun, dalam
                                      pelaksanaannya dan sesuai dengan pelimpahan tugas,
                                      maka laporan hasil pemeriksaan atas LKPP dan LKKL
                                      ditandatangani oleh penanggung jawab pemeriksaan
                                      yang ditetapkan dalam surat tugas.
                                      Kriteria atau kualifikasi penanggung jawab pemeriksaan
                                      atas LKPP dan LKKL telah diatur dalam kebutuhan tim
                                      pemeriksaan atas LKPP dan LKKL.
                                      Apabila Badan Pemeriksa Keuangan menunjuk kantor
                                      akuntan publik untuk melakukan pemeriksaan atas LKPP
                                      dan LKKL untuk dan atas nama BPK maka
                                      penandatangan laporan hasil pemeriksaan adalah rekan
                                      yang menjadi penanggung jawab pemeriksaan tersebut.
                                      Penandatanganan laporan tersebut harus melalui kendali
                                      mutu (quality controll) secara berjenjang dari tingkat
                                      pemeriksa, ketua tim pemeriksa dan pengendali teknis
                                      yang tertuang dalam kertas kerja pemeriksaan serta
                                      memenuhi proses keyakinan mutu (quality assurance).




Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan                                           37
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                               Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                   b. Pembahasan Konsep Laporan Hasil
                                      Pemeriksaan dengan Penanggung Jawab
                                      Pemeriksaan
                                     Pembahasan KHP dilaksanakan secara berjenjang sampai
                                     dengan penanggung jawab dengan tujuan: (1) Untuk
                                     pengendalian mutu Laporan Hasil Pemeriksaan agar hasil
                                     pemeriksaan sesuai SPKN dan prosedur pemeriksaan yang
                                     ditetapkan dan (2) Untuk penentuan opini yang akan dimuat
                                     dalam laporan auditor independen.
                                     Pembahasan dipimpin oleh penanggung jawab pemeriksaan
                                     dan diikuti oleh pengendali teknis dan ketua tim dan anggota
                                     tim pemeriksaan. Materi dari pembahasan KHP adalah
                                     Temuan Pemeriksaan yang telah disusun oleh tim pemeriksa
                                     dan telah memperoleh tanggapan dari pemerintah pusat.
                                     Seluruh hasil pembahasan didokumentasikan dalam Risalah
                                     Pembahasan yang disimpan di dalam KKP.
                                   c. Penyampaian dan Pembahasan Konsep
                                      Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Pejabat
                                      Entitas Yang Berwenang
                                     Konsep LHP yang telah disetujui penanggung jawab dibahas
                                     bersama dengan pemerintah pusat.
                                     Pembahasan konsep LHP dengan pejabat entitas yang
                                     diperiksa diselenggarakan oleh penanggung jawab dan
                                     dilakukan untuk (a) Memperoleh tanggapan yang
                                     memudahkan      dalam    pemberian     data    baru serta
                                     (b) Kemungkinan tindak lanjut yang akan dilakukan.
                                     Pembahasan konsep LHP dilakukan di kantor Badan
                                     Pemeriksa Keuangan atau di kantor pemerintah pusat.
                                     Hasil pembahasan tersebut dituangkan dalam Risalah
                                     Pembahasan Konsep LHP. Lihat Lampiran 3.26.
                                   d. Perolehan Surat Representasi
                                     Sesuai SPAP SA Seksi 333 [PSA No.17] Representasi
                                     Manajemen, pemeriksa harus memperoleh surat representasi
                                     yang dilampiri dengan LKPP dan LKKL yang akan
                                     disampaikan menteri/pimpinan lembaga kepada DPR-RI dari
                                     Kepala Negara. Surat representasi tersebut menggambarkan
                                     representasi resmi dan tertulis dari pemerintah pusat atas
                                     berbagai keterangan, data, informasi dan laporan keuangan
                                     yang disampaikan selama proses pemeriksaan berlangsung.
                                     Surat tersebut merupakan bentuk tanggung jawab
                                     pemerintah pusat. Jika terjadi perubahan substansi isi surat
                                     representasi yang dilakukan oleh menteri/pimpinan lembaga
                                     maka pemeriksa harus mempertimbangkan apakah
                                     perubahan tersebut akan berdampak material terhadap
                                     pertanggungjawaban pembuatan laporan keuangan. Hal
                                     tersebut akan mempengaruhi opini.
                                     Apabila surat representasi dan lampirannya tidak diperoleh
                                     sampai dengan penerbitan laporan hasil pemeriksaan, ketua
                                     tim pemeriksa dan pengendali teknis menyampaikan laporan


Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan                                       38
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                              Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                    hasil pemeriksaan dengan opini tidak dapat menyatakan
                                    pendapat kepada penanggung jawab untuk disetujui. Surat
                                    tersebut harus ditandatangani menteri/pimpinan lembaga dan
                                    diberi tanggal yang sama dengan tanggal pembahasan
                                    konsep LHP atau tanggal LHP.
                                     Contoh Surat Representasi dapat dilihat pada Lampiran 3.27.
                                   e. Penyusunan Konsep Akhir dan Penyampaian
                                      Laporan Hasil Pemeriksaan
                                    Berdasarkan hasil pembahasan atas konsep LHP tersebut,
                                    ketua tim pemeriksa menyusun konsep akhir LHP. Konsep
                                    akhir tersebut disupervisi oleh pengendali teknis dan
                                    ditandatangani oleh penandatangan LHP.
                                    Penanggung Jawab Pemeriksaan bersama dengan
                                    pengendali teknis, koordinator/wakil koordinator ketua tim,
                                    dan ketua tim menyusun konsep akhir LHP LKPP dan LK
                                    KL. Konsep akhir LHP atas LKKL diselesaikan terlebih
                                    dahulu, kemudian konsep akhir LHP atas LKPP.
                                    Selanjutnya konsep akhir LHP tersebut dibahas bersama
                                    pengarah untuk mendapatkan arahan dan persetujuan.
                                    Setelah mendapatkan persetujuan pengarah, LHP atas LKPP
                                    dan LKKL ditandatangani oleh Badan kuasanya yang
                                    memenuhi syarat.
                                    Laporan hasil pemeriksaan LKPP dan LKKL diberi tanggal
                                    sesuai dengan tanggal akhir pekerjaan lapangan atau tanggal
                                    pembahasan konsep LHP dengan pejabat entitas yang
                                    berwenang atau sama dengan tanggal surat representasi.
                                    LHP yang telah ditandatangani tersebut disampaikan kepada
                                    (1) DPR-RI dan DPD-RI melalui Pimpinan DPR-RI
                                    Pemerintah Pusat yang diperiksa, (2) Pemerintah Pusat yang
                                    ditujukan kepada Kepala Negara. Laporan tersebut
                                    disampaikan pula kepada (1) Anggota/Pembina Keuangan
                                    Negara, (2) Auditor Utama Keuangan Negara, (3) Inspektur
                                    Utama Renalev, dan (4) Kepala Biro Pengolahan Data
                                    Elektronik (soft copy) untuk dimuat dalam website Badan
                                    Pemeriksa Keuangan.

 5.      Jadwal Penyelesaian Pemeriksaan dan Laporan Hasil
         Pemeriksaan

                                      a. Badan Pemeriksa Keuangan menerima seluruh LKKL 2
                                         (dua) bulan setelah tahun anggaran berakhir (akhir
                                         Februari tahun berikutnya) dan LKPP tiga bulan setelah
                                         tahun anggaran berakhir (akhir Maret tahun berikutnya).
                                      b. Badan Pemeriksa Keuangan segera melakukan
                                         pemeriksaan keuangan setelah laporan (LKPP dan
                                         LKKL) tersebut diterima dengan batas waktu
                                         penyelesaian LHP sebagai berikut
                                         1) Pemeriksaan Interim atas LKPP selama 3 bulan
                                            (Januari s.d. Maret tahun berikutnya). Sedangkan
                                            Pemeriksaan Interim atas LKKL selama 2 bulan


Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan                                      39
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                              Bab III Petunjuk Pemeriksaan



                                            (Januari s.d. Februari tahun berikutnya)
                                       2) Pemeriksaan LKKL selama 1 (satu) bulan (Maret
                                          tahun berikutnya)
                                       3) TP seluruh LKKL paling lambat diterima pada awal
                                          minggu ke-4 Maret tahun berikutnya
                                       4) Pembahasan Konsep LHP LKKL dengan pejabat
                                          entitas yang diperiksa paling lambat 1 (satu) minggu
                                          setelah TP seluruh LKKL diterima (paling lambat
                                          minggu pertama April tahun berikutnya).
                                       5) LHP atas seluruh pemeriksaan LKKL harus selesai
                                          disusun paling lambat 1 (satu) minggu sebelum
                                          dilakukannya konsolidasi atas seluruh LHP LKKL
                                          (paling lambat minggu pertama April tahun
                                          berikutnya).
                                       6) Pemeriksaan LKPP dilaksanakan selama 1 (satu)
                                          bulan (April tahun berikutnya)
                                       7) Temuan Pemeriksaan atas LKPP (sebelum
                                          Konsolidasian) harus selesai disusun paling lambat
                                          1 (satu) minggu sebelum dilakukannya konsolidasi
                                          atas seluruh LHP LKKL (paling lambat minggu ke-4
                                          April tahun berikutnya).
                                       8) Pembahasan Temuan Pemeriksaan / rekonsiliasi
                                          tripartit paling lambat 1 (satu) minggu sebelum
                                          dilakukannya konsolidasi atas seluruh LHP LKKL
                                          (paling lambat minggu ke-4 April tahun berikutnya).
                                       9) Konsolidasian atas seluruh LHP LKKL dan Konsep
                                          LHP LKPP melalui konsinyering harus selesai
                                          disusun paling lambat minngu ke-1 Mei tahun
                                          berikutnya).
                                       10) Penyusunan konsep LHP LKPP konsolidasian dan
                                           pos non konsolidasian beserta tanggapan dilakukan
                                           paling lambat minggu ke-2 Mei tahun berikutnya.
                                       11) Finalisasi dan pencetakan LHP LKPP dan LHP
                                           LKKL harus selesai sebelum LHP atas LKPP dan
                                           LHP LKKL diserahkan ke DPR dan DPD (minggu
                                           ke-4 Mei tahun berikutnya)
                                       12) LHP atas LKPP Konsolidasian dan LKKL
                                           diserahkan kepada DPR dan DPD paling lambat 2
                                           (dua) bulan setelah LKPP diterima dan 3 bulan
                                           setelah LKKL diterima (minggu ke-4 Mei tahun
                                           berikutnya).
                                   Jadwal waktu pelaporan hasil pemeriksaan tersebut dapat
                                   dilihat pada lampiran 3.28.




Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan                                        40
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                        Bab IV Supervisi




                                             BAB IV
                                            SUPERVISI

 1. Supervisi dalam Pemeriksaan
 Supervisi bagian dari standar     Supervisi merupakan bagian penting dalam pemeriksaan atas
 pekerjaan lapangan.               LKPP dan LKKL. Supervisi disyaratkan dalam standar pekerjaan
                                   lapangan pemeriksaan keuangan.
 Supervisi bagian dari kendali     Supervisi yang dimaksud dalam petunjuk teknis ini merupakan
 dan proses penjaminan mutu        bagian dari kendali dan proses penjaminan mutu pemeriksaan
 (quality control and              (quality control and assurance). Supervisi tersebut dimaksudkan
 assurance).                       untuk menilai dan mencapai hasil pemeriksaan sesuai dengan
                                   standar, pedoman, petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis, dan
                                   program pemeriksaan yang telah ditetapkan dan bukan menilai
                                   kinerja orang/tim pemeriksa.
                                   Supervisi dilaksanakan secara berjenjang yaitu:
 Supervisi dilaksanakan
 secara berjenjang.                1. Supervisi atas Tim Pemeriksa LKKL
                                     a. Supervisi anggota tim oleh ketua tim pada saat
                                        pelaksanaan pekerjaan lapangan yang didasarkan pada
                                        Program Kerja Perorangan (PKP).
                                     b. Supervisi yang dilakukan oleh ketua tim dilakukan oleh
                                        pengendali teknis
                                     c.     Supervisi pengendali teknis dilakukan oleh penanggung
                                            jawab.
                                     d. Supervisi penanggung jawab dilakukan oleh pengarah
                                        dalam hal ini Tortama I, II, III, IV, dan V.
                                   2. Supervisi atas Tim Pemeriksa LKPP
                                       a. Supervisi anggota tim oleh ketua tim pada saat
                                          pelaksanaan pekerjaan lapangan yang didasarkan pada
                                          Program Kerja Perorangan (PKP).
                                       b. Supervisi yang dilakukan oleh ketua tim dilakukan oleh
                                          pengendali teknis.
                                       c.    Supervisi pengendali teknis dilakukan oleh penanggung
                                             jawab.
                                       d. Supervisi penanggung jawab dilakukan oleh pengarah,
                                          dalam hal ini Tortama II.
                                   3. Supervisi atas tim pemeriksa LKPP Konsolidasi
                                       a. Supervisi ketua tim oleh Wakil Koordinator Ketua Tim
                                          terhadap masing-masing Ketua Tim yang menyupervisi
                                          LKKL di AKN I – V dan Ketua Tim yang menyupervisi
                                          LKPP yang terdiri atas Ketua Tim Aset, LRA, Kewajiban,
                                          serta Ketua Tim yang menyupervisi pelaporan.
                                       b. Supervisi yang dilakukan wakil koordinator ketua tim


Litbang Pemeriksaan                         Badan Pemeriksa Keuangan                                 41
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                         Bab IV Supervisi



                                           dikoordinasikan oleh koordinator ketua tim. Dalam hal
                                           ini Koordinator ketua tim langsung menyupervisi wakil
                                           koordinator LKPP.
                                      c.   Supervisi wakil koordinator ketua tim dilakukan oleh
                                           pengendali teknis. Terkait dengan poin (b), dimana wakil
                                           koordinator LKPP sudah disupervisi oleh Koordinator
                                           Ketua Tim, khusus untuk Pengendali Teknis LKPP
                                           menyupervisi Koordinator Ketua Tim.
                                      d. Supervisi pengendali teknis dilakukan oleh wakil
                                         penanggung jawab, dalam hal ini Tortama masing-
                                         masing.
                                      e. Supervisi wakil penanggung jawab dilakukan oleh
                                         penanggung jawab, dalam hal ini Angbintama II.
                                      f.   Supervisi Penanggung Jawab dilakukan oleh Pengarah,
                                           dalam hal ini Badan.
                                   Pelaksanaan kegiatan supervisi didokumentasikan dalam
                                   lembar Review Sheet. Apabila memungkinkan, supervisi pada
                                   masing-masing jenjang diungkapkan dalam tulisan atau catatan
                                   dengan warna yang berbeda. Contoh Review Sheet dapat
                                   dilihat di lampiran 4.1.
                                   Kriteria untuk ketua tim, pengendali teknis, dan penanggung
                                   jawab telah dijelaskan di bab III Petunjuk Pemeriksaan.
                                   Tugas supervisi yang dilakukan oleh ketua tim, pengendali
                                   teknis, dan penanggung jawab meliputi (1) memberikan saran
                                   bagi tim pemeriksa apabila menemukan kendala dalam
 Tugas supervisi meliputi          pemeriksaan dan (2) memantau pelaksanaan metodologi
 memberikan saran dan              pemeriksaan. Sebagai contoh, memberi pendapat mengenai
 memantau pelaksanaan              kriteria pemeriksaan yang dapat dipakai untuk suatu indikasi
 metodologi pemeriksaan.           temuan pemeriksaan tertentu, menambah langkah-langkah
                                   prosedur pemeriksaan, saran terkait dengan temuan
                                   pemeriksaan berdasarkan pengalaman profesionalismenya, dan
                                   sebagainya.
                                   Apabila diperlukan, akan ditunjuk koordinator yang bertugas
                                   mengkoordinasikan supervisi atas tugas perencanaan,
                                   pelaksanaan, dan pelaporan.
                                   Dengan demikian, hal-hal yang perlu dilakukan dalam supervisi
                                   meliputi supervisi atas (1) pemenuhan tujuan dan harapan
                                   penugasan, (2) pelaksanaan program pemeriksaan, serta
                                   (3) penyusunan dan substansi laporan hasil pemeriksaan.
 Supervisi meliputi supervisi      Pelaksanaan supervisi secara berjenjang tersebut dilakukan
 pemenuhan tujuan dan              dengan    mengisi   laporan   perkembangan        pelaksanaan
 harapan penugasan,                pemeriksaan. Laporan perkembangan tersebut antara lain
 pelaksanaan program               mengungkapkan kesesuaian atau pencapaian pelaksanaan
 pemeriksaan, serta                pemeriksaan dengan tujuan dan harapan penugasan serta
 penyusunan dan substansi
                                   program pemeriksaan. Contoh laporan perkembangan
 laporan hasil pemeriksaan.
                                   pelaksanaan pemeriksaan dapat dilihat di lampiran 4.2.
                                   Untuk menjamin kesimpulan yang sama terhadap permasalahan
                                   yang sama, orang yang menyupervisi tersebut mengikuti
                                   konsolidasi pelaksanaan dan pelaporan hasil pemeriksaan.




Litbang Pemeriksaan                        Badan Pemeriksa Keuangan                                   42
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                         Bab IV Supervisi




 2. Supervisi Pemenuhan Tujuan dan Harapan Penugasan
 Supervisi pemenuhan tujuan        Supervisi pemenuhan tujuan dan harapan penugasan dilakukan
 dan harapan penugasan             untuk melihat apakah pelaksanaan pemeriksaan dan hasil
 dilakukan oleh Ketua Tim,         pemeriksaan dapat atau telah memenuhi tujuan dan harapan
 Pengendali Teknis, dan            penugasan. Hal tersebut meliputi pemenuhan tujuan
 Penanggung Jawab untuk
 melihat pemenuhan tujuan
                                   pemeriksaan untuk pemberian opini kewajaran LKPP dan LKKL
 pemberian opini kewajaran         dan pemenuhan harapan penugasan seperti tertuang dalam
 LKPP dan LKKL dan                 formulir pemenuhan harapan penugasan.
 pemenuhan harapan
                                   Ketua tim pemeriksaan bertanggung jawab untuk melakukan
 penugasan yang tertuang
 dalam formulir pemenuhan          supervisi atas pekerjaan pemeriksa dengan melakukan reviu
 harapan penugasan.                pelaksanaan pemenuhan tujuan dan harapan penugasan.
                                   Supervisi tersebut dilakukan pada kegiatan anggota tim antara
                                   lain melalui reviu kertas kerja pemeriksaan.
                                   Pengendali teknis melakukan supervisi atas pemenuhan tujuan
                                   dan harapan penugasan atas kegiatan supervisi ketua tim. Hal
                                   ini dilakukan dengan mereviu hasil pekerjaan ketua tim di dalam
                                   mereviu kertas kerja anggota tim pemeriksaan dan secara uji
                                   petik melakukan reviu kegiatan anggota tim tersebut.
                                   Selanjutnya, penanggung jawab melakukan supervisi kegiatan
                                   pengendali teknis.
                                   Pengendali teknis dan atau penanggung jawab menggunakan
                                   program pemeriksaan dan formulir harapan penugasan sebagai
                                   kriteria penilaian. Apabila terjadi penyimpangan dari tujuan dan
                                   harapan penugasan, pengendali teknis dan atau penanggung
                                   jawab menanyakan latar belakang, alasan, dan sebabnya, serta
                                   mengambil kesimpulan apakah menerima penyimpangan
                                   tersebut atau tidak.
                                   Pengarah menggunakan program pemeriksaan dan formulir
                                   harapan penugasan sebagai kriteria penilaian. Pengarah
                                   menggunakan program pemeriksaan dan formulir harapan
                                   penugasan tersebut sebagai acuan untuk mengetahui apakah
                                   pemeriksaan yang dilakukan dan laporan yang disusun telah
                                   sesuai.
                                   Untuk menjamin agar penilaian masing-masing orang yang
                                   melakukan supervisi bisa seragam terhadap kriteria supervisi,
                                   orang yang melakukan supervisi tersebut harus menggunakan
                                   harapan penugasan sebagai acuan.
                                   Hasil supervisi dituangkan dalam kertas kerja pemeriksaan yang
                                   sesuai dengan pengungkapan persetujuan atau catatan disertai
                                   paraf dan tanggal.


 3. Supervisi Pelaksanaan Program Pemeriksaan
 Supervisi pelaksanaan             Supervisi pelaksanaan program pemeriksaan dilakukan oleh
 program pemeriksaan               ketua tim dengan membubuhkan tick mark atau catatan dengan
 dilakukan oleh ketua tim,         paraf dan tanggal pada program pemeriksaan yang dijadikan
 pengendali teknis, dan            kertas kerja pemeriksaan. Supervisi juga dilakukan terhadap
 penanggung jawab secara
 berjenjang.
                                   substansi yang dihasilkan dalam pelaksanaan pemeriksaan.




Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan                                    43
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                       Bab IV Supervisi




                                   Pengendali teknis menguji hasil supervisi yang dilakukan oleh
                                   ketua tim terhadap pelaksanaan program pemeriksaan serta
                                   mereviu secara uji petik atas langkah pemeriksaan dalam
                                   program pemeriksaan tersebut dan melihat hasil pemeriksaan
                                   apakah telah sesuai dengan program pemeriksaan. Hasil
                                   supervisi pengendali teknis diungkapkan dalam program
                                   pemeriksaan yang akan dijadikan kertas kerja pemeriksaan
                                   (yang telah disupervisi ketua tim pemeriksaan) dengan
                                   membubuhkan catatan dan paraf serta tanggal supervisi
                                   dilakukan.
                                   Penanggung jawab mereviu pekerjaan pengendali teknis atas
                                   supervisi program pemeriksaan dan melakukan reviu secara uji
                                   petik hasil supervisi tersebut. Hasil supervisi diungkapkan
                                   dengan membuat catatan, paraf, dan tanggal pelaksanaan
                                   supervisi dalam program pemeriksaan yang telah diberikan
                                   catatan oleh pengendali teknis dan ketua tim. Apabila catatan-
                                   catatan tersebut tidak dapat atau tidak mungkin dilaksanakan,
                                   maka akan didiskusikan dengan pemberi catatan untuk
                                   memperoleh keputusan selanjutnya yang diparaf oleh pemberi
                                   catatan.
                                   Pengarah mereviu pekerjaan penanggung jawab atas supervisi
                                   program pemeriksaan sehingga bisa diketahui apakah
                                   pemeriksaan telah berjalan sesuai dengan program
                                   pemeriksaan dan mengacu pada formulir harapan penugasan.


 4. Supervisi Penyusunan dan Substansi Laporan Hasil
    Pemeriksaan
 Ketua tim melakukan               Ketua tim melakukan supervisi proses penyusunan dan
 supervisi proses penyusunan       bertanggung jawab atas susbstansi konsep laporan hasil
 dan substansi konsep              pemeriksaan atas LKPP dan LKKL. Supervisi tersebut meliputi
 laporan hasil pemeriksaan         (1) kesesuaian dengan standar, pedoman, petunjuk
 atas LKPP dan LKKL.
                                   pelaksanaan, dan petunjuk teknis yang terkait; (2) materi
                                   laporan; (3) keakuratan angka; (4) tata bahasa; dan (5) waktu
                                   pelaporan.
                                   Hasil supervisi berupa persetujuan atau catatan di dalam
                                   konsep laporan hasil pemeriksaan yang disertai dengan paraf
                                   dan tanggal.
                                   Pengendali teknis dan atau penanggung jawab melakukan
 Pengendali teknis dan atau        supervisi penyusunan dan substansi laporan hasil pemeriksaan
 penanggung jawab                  atas LKPP dan LKKL baik melalui catatan dalam konsep
 melakukan supervisi               laporan tersebut atau dalam pemberian pendapat atau arahan
 penyusunan dan substansi          dalam pemantauan laporan tersebut. Catatan atas konsep
 laporan hasil pemeriksaan
                                   laporan harus diparaf dan diberi tanggal. Untuk pendapat atau
 atas LKPP dan LKKL.
                                   arahan, maka ketua tim pemeriksa bertanggung jawab
                                   menyusun risalah pemantauan yang diparaf oleh pengendali
                                   teknis dan penanggung jawab.
                                   Pengarah melakukan supervisi penyusunan dan substansi
                                   laporan hasil pemeriksaan atas LKPP dan LKKL yang telah
                                   direviu oleh pengendali teknis dan atau penganggung jawab



Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan                                  44
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                     Bab IV Supervisi



                                   sehingga bisa diketahui apakah laporan hasil pemeriksaan
                                   dimaksud telah sesuai dengan program pemeriksaan dan
                                   formulir harapan penugasan.
                                   Untuk mengendalikan mutu pelaporan digunakan Lembar
                                   Kendali Penyelesaian Laporan (LKPL) yang digunakan untuk
                                   memonitor ketepatan waktu penyelesaian laporan pemeriksaan.
                                   Bentuk LKPL dimuat dalam Lampiran 4.3. LKPL ditempatkan
                                   pada map yang menjadi sampul pengantar berkas KHP beserta
                                   konsep surat keluar.




Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan                                 45
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                  Bab V Pemeriksaan Interim




                                           BAB V
                                    PEMERIKSAAN INTERIM

 1. Pengertian Pemeriksaan Interim
 Pemeriksaan interim atas             Pemeriksaan interim atas LKPP dan LK KL merupakan
 LKPP dan LK KL merupakan             pemeriksaan keuangan yang dilakukan pada tahun berjalan
 pemeriksaan keuangan yang            atau sebelum LKPP dan LK KL diserahkan oleh pemerintah
 dilakukan pada tahun                 pusat kepada Badan Pemeriksa Keuangan. Pemeriksaan
 berjalan atau sebelum LKPP
 diserahkan.
                                      interim atas LKPP dan LK KL dapat dilakukan pada tahun
                                      berjalan, yaitu pada semester II setelah selesainya laporan
                                      realisasi semester I. Pemeriksaan interim dapat dilakukan pada
                                      tahun berikutnya setelah tahun anggaran berakhir, tetapi
                                      sebelum LKPP dan LK KL diserahkan oleh pemerintah pusat
                                      kepada Badan Pemeriksa Keuangan.
                                      Pemeriksaan interim merupakan bagian dari pemeriksaan atas
                                      LKPP dan LK KL dan merupakan praktik yang lazim dalam
                                      pemeriksaan laporan keuangan.

 Pemeriksaan interim                  Pelaksanaan pemeriksaan interim atas LKPP dan LK KL
 merupakan alternatif                 merupakan    alternatif pemecahan     keterbatasan    waktu
 pemecahan keterbatasan               pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan atas LKPP dan LK
 waktu pemeriksaan Badan              KL yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan,
 Pemeriksa Keuangan atas              yaitu 2 (dua) bulan setelah Badan Pemeriksa Keuangan
 LKPP dan LK KL.                      menerima LKPP dan LK KL. Sebelum LKPP dan LK KL diterima
                                      Badan Pemeriksa Keuangan, pemeriksaan interim dapat
                                      dilakukan khususnya terhadap sistem pengendalian intern,
                                      kepatuhan    terhadap    peraturan    perundang-undangan,
                                      pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan
                                      sebelumnya, dan pengumpulan data serta informasi lain terkait
                                      dengan LKPP dan LK KL yang akan diperiksa.


 2. Tujuan Pemeriksaan Interim
 Tujuan pemeriksaan interim           Tujuan pemeriksaan interim sama dengan pemeriksaan
 sama dengan tujuan                   keuangan, dengan sasaran khusus untuk (1) pemberian
 pemeriksaan LKPP dan LK              kesimpulan hasil reviu atas efektivitas sistem pengendalian
 KL, dengan sasaran khusus.           intern, (2) pemberian kesimpulan hasil reviu atas kepatuhan
                                      atas peraturan perundang-undangan, dan (3) perolehan data
                                      dan informasi untuk pengembangan perencanaan pemeriksaan
                                      LKPP dan LK KL.
                                      Apabila objek pemeriksaan baru pertama kali diperiksa maka
                                      dilakukan survai pendahuluan      yang berfungsi sebagai
                                      pemeriksaan interim.




Litbang Pemeriksaan                          Badan Pemeriksa Keuangan                                    46
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                               Bab V Pemeriksaan Interim




 3. Lingkup Pemeriksaan Interim
 Lingkup pemeriksaan interim:       Lingkup pemeriksaan interim LKPP dan LK KL meliputi
 SPI, kepatuhan, realisasi          (1) sistem pengendalian intern, (2) kepatuhan terhadap
 anggaran semester I,               peraturan perundang-undangan, (3) realisasi anggaran
 pemantauan tindak lanjut,          semester I, (4) pemantauan tindak lanjut laporan hasil
 dan data serta informasi lain
 terkait LKPP dan LK KL.
                                    pemeriksaan sebelumnya, dan (5) informasi lain yang terkait
                                    dengan LKPP dan LK KL.


 4. Metodologi Pemeriksaan Interim
 Metodologi pemeriksaan             Metodologi pemeriksaan interim atas LKPP dan LK KL meliputi
 interim meliputi                   perencanaan pemeriksaan, pelaksanaan pemeriksaan, dan
 perencanaan, pelaksanaan,          pelaporan hasil pemeriksaan.
 dan pelaporan hasil
 pemeriksaan.

                                    a. Perencanaan Pemeriksaan Interim
                                    Perencanaan pemeriksaan interim harus dimulai dengan
 Perencanaan pemeriksaan            mempertimbangkan kegiatan pemeriksaan interim di dalam
 interim sama dengan                anggaran.
 perencanaan pemeriksaan
 atas LKPP dan LK KL, yaitu         Kualifikasi pemeriksa untuk pemeriksaan interim sama dengan
 sampai tersedianya program         kualifikasi pemeriksa atas LKPP dan LK KL.
 pemeriksaan dan PKP.
                                    Perencanaan pemeriksaan interim dilakukan dengan langkah-
                                    langkah yang sama dengan pemeriksaan laporan keuangan
                                    tahunan, yaitu mulai dengan pemahaman tujuan dan harapan
                                    penugasan sampai dengan penyusunan program pemeriksaan
                                    dan Program Kerja Perorangan (PKP).
                                    Pelaksanaan     persiapan    pemeriksaan  interim   tersebut
                                    didasarkan pada pemeriksaan atas LKPP dan LK KL tahun
                                    sebelumnya, laporan realisasi anggaran semester I, dan hasil
                                    pemantauan tindak lanjut. Dengan demikian, pemeriksa harus
                                    melihat kertas kerja pemeriksaan atas LKPP dan LK KL tahun
                                    sebelumnya, surat penjelasan tindak lanjut, dan laporan
                                    realisasi semester I untuk penyusunan program pemeriksaan
                                    dan PKP.
                                    Program pemeriksaan tersebut harus disetujui oleh penanggung
                                    jawab pemeriksaan.

                                    b. Pelaksanaan Pemeriksaan Interim
                                    Mekanisme pelaksanaan pemeriksaan interim sama dengan
 Pelaksanaan pemeriksaan            mekanisme pemeriksaan keuangan, tetapi pemeriksaan interim
 interim difokuskan sesuai          tidak memberikan opini.
 lingkup pemeriksaan interim.
                                    Jangka waktu pelaksanaan pemeriksaan interim bisa lebih
                                    panjang atau kurang dari jangka waktu pelaksanaan
                                    pemeriksaan finalnya, tergantung pemahaman pemeriksa atas
                                    entitas yang akan diperiksa.




Litbang Pemeriksaan                        Badan Pemeriksa Keuangan                                   47
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                               Bab V Pemeriksaan Interim




                                    Pelaksanaan pemeriksaan interim dilakukan dengan melakukan:
                                    (1) pemahaman dan pengujian sistem pengendalian intern dan
                                    (2) identifikasi ketidakpatuhan yang berdampak material.
                                    Pemahaman dan pengujian sistem pengendalian intern serta
                                    identifikasi ketidakpatuhan yang berdampak material tersebut
                                    dilakukan terhadap pengelolaan keuangan pemerintah pusat
                                    khususnya realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan
                                    semester I serta dampak terhadap aset/kewajiban/ekuitas
                                    dana. Selain itu, pemeriksa juga memperhatikan hasil
                                    pemeriksaan sebelumnya dan tindak lanjut yang dilakukan oleh
                                    pemerintah pusat.
                                    Hasil pelaksanaan pemeriksaan interim dituangkan dalam
                                    lembar utama kertas kerja pemeriksaan yang diparaf dan diberi
                                    tanggal oleh pemeriksa, serta direviu oleh ketua tim dan
                                    seterusnya.


                                    c. Pelaporan Pemeriksaan Interim
                                    Pelaporan pemeriksaan interim dilakukan dengan menyusun
 Laporan hasil pemeriksaan          temuan pemeriksaan terkait dengan sistem pengendalian intern
 interim berupa temuan              dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
 pemeriksaan yang tidak             Laporan tersebut tidak disampaikan kepada DPR dan entitas
 disampaikan kepada
 pemerintah pusat dan DPR.
                                    yang diperiksa serta tidak masuk ke Hapsem, tetapi hanya
                                    untuk kepentingan internal BPK dan pemeriksaan atas laporan
                                    keuangan selanjutnya.
                                    Struktur laporan hasil pemeriksaan interim terdiri           atas
                                    (1) Ringkasan Eksekutif dan (2) Temuan Pemeriksaan.
                                    Ringkasan Eksekutif berisi ringkasan temuan pemeriksaan
                                    ditambah dengan pengantar berupa dasar pemeriksaan, tujuan
                                    pemeriksaan, dan lingkup pemeriksaan. Ringkasan Eksekutif
                                    dimuat di awal laporan setelah daftar isi atau informasi lain
                                    yang penting disampaikan.
                                    Temuan pemeriksaan mengungkapkan kondisi, kriteria, akibat,
                                    dan sebab. Temuan pemeriksaan tersebut diklasifikasikan
                                    dalam temuan terkait dengan sistem pengendalian intern dan
                                    kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Temuan
                                    pemeriksaan interim juga mengungkapkan hasil pemeriksaan
                                    baik negatif maupun positif.
                                    Proses penyusunan laporan dilakukan secara berjenjang dari
                                    ketua tim sampai dengan pengarah dengan jadwal yang sama
                                    dengan penyusunan laporan hasil pemeriksaan atas LKPP dan
                                    LK KL tahunan. Konsep laporan tersebut dibahas oleh
                                    penanggung jawab dan atau pengendali teknis dan tim
                                    pemeriksa dengan pejabat yang berwenang untuk
                                    mendapatkan tanggapan resmi.




Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan                                    48
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                            Bab VI Pemantauan Tindak Lanjut




                                              BAB VI
                              PEMANTAUAN TINDAK LANJUT
                             LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN

 1. Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan
 Tindak lanjut laporan hasil        Tindak lanjut hasil pemeriksaan dilakukan oleh pemerintah
 pemeriksaan merupakan              pusat. Pemerintah pusat menindaklanjuti laporan hasil
 kewajiban pemerintah pusat.        pemeriksaan BPK atas LKPP dan LK KL dan memberikan
                                    jawaban/keterangan mengenai tindak lanjut tersebut paling
                                    lambat 60 (enam puluh) hari sejak laporan hasil pemeriksaan
                                    atas LKPP dan LK KL diterima.
                                    Pemeriksa memantau tindak lanjut hasil pemeriksaan.
                                    Pemantauan tersebut dilakukan setelah menerima jawaban/
                                    keterangan dimaksud atau pada saat pemeriksaan yang akan
                                    datang seperti diungkapkan dalam petunjuk persiapan
                                    pemeriksaan. Tidak ada batasan tahun LHP yang ditindaklanjuti,
                                    selama temuan belum ditindaklanjuti maka pemeriksa perlu
                                    terus memantau tindak lanjut. Hasil pemantauan setelah
                                    menerima jawaban/ keterangan tersebut disampaikan kepada
                                    DPR. Hasil pemantauan dalam pemeriksaan digunakan untuk
                                    pengembangan prosedur pemeriksaan selanjutnya.
                                    Pemantauan tindak lanjut tersebut dapat dilakukan dengan
                                    kegiatan, antara lain: (1) memberitahukan secara tertulis
                                    kewajiban tindak lanjut tersebut kepada pemerintah pusat,
                                    (2) mereviu atas jawaban/keterangan dari Pemerintah Pusat,
                                    (3) melaporkan pemantauan tindak lanjut, dan (4) melakukan
                                    pemantauan tindak lanjut pada saat pemeriksaan.


 2. Pemberitahuan Tertulis tentang Kewajiban Tindak Lanjut
 Pemberitahuan tertulis tentang     Pemberitahuan tertulis tentang kewajiban tindak lanjut
 kewajiban tindak lanjut
 merupakan informasi kepada
                                    merupakan informasi kepada pejabat berwenang untuk
 pejabat berwenang untuk            melakukan penjelasan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan
 melakukan penjelasan tindak        Pemeriksa Keuangan sesuai dengan Pasal 20 UU No. 15 Tahun
 lanjut hasil pemeriksaan.          2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab
 .                                  Keuangan Negara. Pemberitahuan tersebut dilakukan dengan
                                    menyampaikan surat dari Anggota Pembina Utama Badan
                                    Pemeriksa Keuangan kepada pemerintah pusat mengenai
                                    kewajiban memberikan penjelasan/keterangan tindak lanjut hasil
                                    pemeriksaan.
                                    Pemberitahuan tertulis tersebut dapat dilakukan melalui surat
                                    pengantar penyampaian laporan hasil pemeriksaan atas LKPP
                                    dan LK KL dalam satu paragraf akhir surat atau melalui surat
                                    terpisah setelah penyampaian laporan hasil pemeriksaan
                                    dimaksud.



Litbang Pemeriksaaan                       Badan Pemeriksa Keuangan                                      49
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                              Bab VI Pemantauan Tindak Lanjut




 3. Reviu atas Jawaban/Keterangan Pemerintah Pusat
 Reviu atas jawaban/keterangan      Reviu atas jawaban/keterangan pemerintah pusat dilakukan tim
 pemerintah pusat dilakukan tim
 pemeriksa untuk melihat
                                    pemeriksa untuk melihat kesesuaian pelaksanaan tindak lanjut
 kesesuaian pelaksanaan tindak      dengan rekomendasi BPK dalam laporan hasil pemeriksaan
 lanjut dengan rekomendasi BPK.     atas LKPP dan LK KL. Kesimpulan reviu tersebut antara lain
                                    (1) telah sesuai dengan rekomendasi, (2) belum sesuai dengan
                                    rekomendasi, dan (3) belum ditindaklanjuti.
                                    Hasil reviu tersebut disampaikan ketua tim kepada pengendali
                                    teknis dan atau penanggung jawab untuk direviu dan disetujui.
                                    Selanjutnya, penanggung jawab (dalam hal ini Angbintama II)
                                    menyampaikan kepada Badan untuk kemudian disampaikan
                                    kepada DPR.


 4. Pelaporan atas Pemantauan Tindak Lanjut
 Hasil pemantauan tindak lanjut     Hasil pemantauan tindak lanjut tersebut dituangkan dalam
 tersebut dituangkan dalam
 laporan hasil pemantauan tindak
                                    laporan hasil pemantauan tindak lanjut dengan kesimpulan:
 lanjut.                            (1) selesai sesuai dengan rekomendasi, (2) belum selesai
                                    sesuai rekomendasi, atau (3) belum ditindaklanjuti. Laporan
                                    Pemantauan Tindak Lanjut tersebut ditandatangani oleh
                                    Anggota Pembina Utama Badan Pemeriksa Keuangan untuk
                                    disampaikan kepada DPR, DPD, dan presiden. Untuk LK KL,
                                    ditembuskan    ke    Inspektorat Jenderal   masing-masing
                                    kementerian negara/lembaga.
                                    Bentuk laporan tindak lanjut dapat dilihat pada lampiran 6.


 5. Pemantauan Tindak Lanjut Pada Saat Pemeriksaan
 Pemeriksa wajib melakukan          Pemeriksa wajib melakukan pemantauan atas tindak lanjut yang
 pemantauan atas tindak lanjut
 yang dilakukan pemerintah
                                    dilakukan oleh Pemerintah Pusat terhadap laporan hasil
 pusat.                             pemeriksaan atas LKPP dan LK KL yang telah dilakukan
                                    sebelumnya. Hal ini sesuai dengan metodologi pemeriksaan
                                    seperti dijelaskan dalam Bab 3.
                                    Hasil pemantauan tindak lanjut pada saat pemeriksaan
                                    mengembangkan prosedur pemeriksaan selanjutnya. Hal
                                    tersebut meliputi antara lain atas kemungkinan terjadinya
                                    temuan yang berulang atau keyakinan pemeriksa atas
                                    kewajaran transaksi atau akun pada LKPP dan LK KL yang
                                    diperiksa yang pada pemeriksaan sebelumnya terjadi
                                    kelemahan.




Litbang Pemeriksaaan                       Badan Pemeriksa Keuangan                                        50
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                 Bab VII Kertas Kerja Pemeriksaan




                           BAB VII
               KERTAS KERJA PEMERIKSAAN (KKP)

 1. Pengertian KKP
 Kertas kerja pemeriksaan (KKP)     Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP) merupakan dokumentasi
 merupakan dokumentasi
 pemeriksa dalam pelaksanaan
                                    pemeriksa di dalam pelaksanaan pekerjaan. KKP tersebut
 pekerjaan.                         berfungsi untuk membuktikan bahwa pemeriksa telah
                                    melaksanakan pemeriksaan sesuai standar pemeriksaan dan
                                    untuk membantu pelaksanaan supervisi oleh pengendali teknis
                                    dan atau penanggung jawab. Tujuan KKP adalah:
 KKP berfungsi untuk
 membuktikan bahwa pemeriksa
                                         •     Sebagai dasar dalam merencanakan pemeriksaan
 telah melaksanakan                            (dengan mempelajari KKP pemeriksaan sebelumnya)
 pemeriksaan sesuai standar
 pemeriksaan dan untuk                   •     Mendokumentasikan catatan dan bukti-bukti serta hasil
 membantu pelaksanaan                          pengujian yang dilakukan
 supervisi oleh pengendali teknis
 dan atau penanggung jawab.              •     Sebagai dasar untuk memberikan opini
                                         •     Sebagai dasar dalam melakukan reviu dan supervisi
                                         •     Sebagai dasar jika dilakukan peer review


 2. Jenis KKP
 KKP atas LKPP dan LK KL terdiri    KKP atas LKPP dan LKKL disusun berdasarkan kelompok A
 atas dua hal, yaitu: Lembar KKP
 Utama dan Lembar KKP               (permanen file), B (pelaksanaan prosedur), dan C (laporan).
 Pendukung.
                                    Dari pengaturan tersebut, KKP dikelompokkan juga dalam KKP
                                    Utama dan KKP Pendukung.
                                    a.       KKP Lembar Utama
                                             KKP utama merupakan KKP yang menjelaskan laporan
                                             keuangan pokok dan dokumentasi koreksi/penyesuaian
                                             dan informasi mengenai komunikasi dengan KKP
                                             pendukung (worksheet).
                                             Contoh KKP Utama dapat dilihat pada Lampiran 7.1
                                    b.       Lembar KKP Pendukung
                                             KKP Pendukung merupakan sub KKP utama yang
                                             merupakan rincian dari KKP Utama.
                                             Lembar KKP Pendukung merupakan sub KKP utama yang
                                             merupakan rincian dari KKP utama. Lembar KKP
                                             Pendukung berisi bukti-bukti yang mendukung hasil dan
                                             kesimpulan pemeriksaan. Lembar KKP Pendukung perlu
                                             diidentifikasi halaman dan jumlah halaman serta No. indeks
                                             KKP.
                                             Contoh KKP Pendukung dapat dilihat pada Lampiran 7.2



Konsep Final                                   Badan Pemeriksa Keuangan                                        51
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                            Bab VII Kertas Kerja Pemeriksaan



                                    Untuk mempermudah pencarian, KKP perlu disusun secara rapi
                                    dan teratur. Setiap Lembar KKP Utama beserta Lembar KKP
                                    Pendukungnya digabungkan dalam satu cover sheet KKP.
                                    Contoh cover sheet KKP dapat dilihat pada Lampiran 7.3

 3. Indeks KKP
 Lembar KKP terdiri atas KKP        KKP disusun berdasarkan indeks sesuai indeks laporan
 indeks A, B, dan C.
                                    keuangan.
                                    Penyimpanan lembar KKP dilakukan dengan mengelompokkan
                                    KKP menjadi KKP kelompok A, B dan C. Kelompok KKP A
                                    terdiri atas himpunan KKP yang bersifat permanen dan dapat
                                    dipergunakan berulangkali dalam kegiatan pemeriksaan,
                                    misalnya peraturan perundang-undangan, kebijakan auditee,
                                    dan lain-lain. KKP kelompok A disimpan menggunakan map
                                    berwarna merah muda. KKP Kelompok B memuat himpunan
                                    KKP mengenai data dan informasi yang bersifat aktual dan
                                    penggunaannya terbatas untuk kegiatan pemeriksaan tertentu.
                                    KKP Kelompok B disimpan menggunakan map berwarna
                                    kuning muda. KKP kelompok C terdiri atas himpunan laporan
                                    temuan pemeriksaan (LTP) yang memuat informasi aktual.
                                    KKP kelompok C disimpan menggunakan map berwarna hijau
                                    muda. Lembar KKP Utama dan Pendukung dimasukkan ke
                                    dalam map sesuai indeks KKP tersebut.
                                    Contoh Indeks KKP dapat dilihat pada Lampiran 7.4.


 4. Pemeliharaan KKP
 KKP harus diarsipkan.              KKP harus disimpan dan disusun (diarsipkan). Dalam jangka
                                    waktu satu tahun, KKP tersebut diarsipkan oleh masing-masing
                                    auditorat. Untuk tahun selanjutnya, KKP tersebut diarsipkan
                                    bersama dengan arsip LKPP dan LK KL di bagian pengarsipan.


 5. Serah Terima KKP
 KKP diserahterimakan ke            Begitu Laporan Hasil Pemeriksaan diterbitkan, KKP harus
 struktural setelah LHP
 diterbitkan.
                                    diserahterimakan ke struktural dan dibuat berita acara serah
                                    terimanya. Dalam berita acara serah terima tersebut harus
                                    dinyatakan bahwa KKP telah dicek dan sesuai dengan standar.
                                    Contoh Berita Acara Serah Terima KKP dapat dilihat pada
                                    Lampiran 7.5.




Konsep Final                               Badan Pemeriksa Keuangan                                       52
Juknis Pemeriksaan LKPD                                            Bab VIII Pengendalian dan Penjaminan Mutu




                                         BAB VIII
         PENGENDALIAN DAN PENJAMINAN MUTU

 1. Dasar Pengendalian dan Penjaminan Mutu
 Standar Pemeriksaan Keuangan     Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) dalam
 Negara (SPKN) dalam
 pernyataan standar umum
                                  pernyataan standar umum keempat mensyaratkan bagi setiap
 keempat mensyaratkan bagi        organisasi pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan
 setiap organisasi pemeriksa      berdasarkan SPKN untuk memiliki sistem pengendalian mutu
 yang melaksanakan                yang memadai, dan sistem pengendalian mutu tersebut harus
 pemeriksaan berdasarkan SPKN
 untuk memiliki sistem
                                  direviu oleh pihak lain yang berkompeten.
 pengendalian mutu yang           Terkait dengan hal tersebut maka dalam rangka pemeriksaan
 memadai, dan sistem
 pengendalian mutu tersebut       atas LKPP dan LKKL dibutuhkan adanya pengendalian mutu
 harus direviu oleh pihak lain    dan penjaminan mutu.
 yang berkompeten.



 2. Pengertian Pengendalian dan Penjaminan Mutu
 Pengendalian mutu memastikan     Pengendalian mutu merupakan serangkaian tindakan yang
 bahwa proses pemeriksaan telah
 dilaksanakan sesuai dengan
                                  dilakukan untuk memastikan bahwa proses pemeriksaan telah
 perencanaan pemeriksaan dan      dilaksanakan sesuai dengan perencanaan pemeriksaan dan
 harapan penugasan serta telah    harapan penugasan pemeriksaan, serta telah memenuhi SPKN.
 memenuhi SPKN.
                                  Sedangkan penjaminan mutu merupakan tindakan untuk
 Penjaminan mutu memastikan
 bahwa proses pengendalian
                                  memastikan bahwa proses pengendalian mutu telah
 mutu telah dilaksanakan.         dilaksanakan.


 3. Proses Pengendalian dan Penjaminan Mutu
 Pengendalian mutu                a. Proses Pengendalian Mutu
 dilaksanakan melalui 2 bentuk
 pengendalian, yaitu : (1)         Pengendalian mutu dilaksanakan melalui 2 bentuk
 pengendalian mutu oleh Tim        pengendalian, yaitu : (1) pengendalian mutu oleh Tim secara
 secara berjenjang, dan (2)
 pengendalian mutu oleh            berjenjang, dan (2) pengendalian mutu oleh penanggung
 penanggung jawab penugasan.       jawab penugasan.
                                   1) Pengendalian mutu oleh Tim
                                      Dilakukan secara berjenjang oleh Kasub Tim/Ketua Tim,
                                      Pengendali Teknis dan Penanggungawab Tim. Subtansi
                                      pengendalian yang dilakukan oleh Tim lihat uraian Bab IV
                                      tentang Supervisi.
                                   2) Pengendalian mutu oleh penanggung jawab penugasan
                                      Penanggung jawab penugasan merupakan pejabat
                                      setingkat eselon I yang bertanggungjawab untuk
                                      memastikan bahwa pemeriksaan telah dilaksanakan sesuai
                                      dengan SPKN dan Laporan Hasil Pemeriksaan telah
                                      sesuai dengan harapan penugasan.



Litbang Pemeriksaan                     Badan Pemeriksa Keuangan                                               53
Juknis Pemeriksaan LKPD                                           Bab VIII Pengendalian dan Penjaminan Mutu




 Penjaminan mutu dilaksanakan    b. Proses Penjaminan Mutu
 oleh penanggung jawab
 penugasan, unit kerja            Penjaminan mutu dilaksanakan oleh penanggung jawab
 pengawasan internal BPK-RI       penugasan, unit kerja pengawasan internal BPK-RI dan pihak
 dan pihak lain yang              lain yang berkompeten.
 berkompeten
                                  Penanggung jawab penugasan bertanggungjawab untuk
                                  memastikan bahwa seluruh proses pengendalian mutu oleh
                                  Tim telah dilaksanakan.
                                  Unit kerja pengawasan internal BPK-RI dapat melakukan
                                  pengawasan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh Tim untuk
                                  memastikan bahwa pemeriksaan telah dilaksanakan sesuai
                                  dengan perencanaan dan telah memenuhi persyaratan yang
                                  dimuat dalam SPKN.
                                  Pihak lain yang berkompeten dapat melakukan reviu atas
                                  desain pengendalian mutu dan pelaksanaan pengendalian
                                  mutu yang dikembangkan oleh BPK-RI. Pelaksanaan reviu
                                  pengendalian mutu oleh organisasi pemeriksa ekstern yang
                                  berkompeten tersebut harus memenuhi persyaratan yang
                                  dimuat dalam SPKN.


 4. Pendokumentasian Pengendalian dan Penjaminan Mutu
 Proses pengendalian dan         Proses     pengendalian   dan penjaminan   mutu     harus
 penjaminan mutu harus
 didokumentasikan untuk
                                 didokumentasikan untuk memudahkan dalam proses reviu oleh
 memudahkan dalam proses reviu   pihak lain yang berkompeten.
 oleh pihak lain yang
 berkompeten.                    Contoh check list pengendalian mutu dan penjaminan mutu
                                 dapat dilihat pada Lampiran 8.




Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan                                               54
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                         Bab IX Penutup



                                             BAB IX
                                           PENUTUP

  1. Pemberlakuan Petunjuk Teknis Pemeriksaan atas LKPP dan
     LKKL
 Juknis pemeriksaan ini mulai      Petunjuk teknis pemeriksaan atas LKPP dan LKKL ini mulai
 berlaku untuk pemeriksaan         berlaku untuk pemeriksaan atas LKPP dan LKKL tahun 2006
 atas LKPP dan LKKL tahun          sesuai dengan Surat Keputusan BPK.
 2006.



  2. Pemutakhiran Petunjuk Teknis Pemeriksaan atas LKPP dan
     LKKL
 Pemutakhiran juknis               Pemutakhiran petunjuk teknis pemeriksaan atas LKPP dan
 pemeriksaan LKPP dan              LKKL dapat berupa perubahan petunjuk teknis dimaksud atau
 LKKL dapat berupa                 penjelasan atas substansi petunjuk teknis tersebut.
 perubahan juknis atau
 penjelasan substansi.             Perubahan atas petunjuk teknis ini akan disampaikan secara
                                   resmi melalui surat keputusan tentang perubahan petunjuk
                                   teknis dimaksud.
                                   Penjelasan atas substansi petunjuk teknis atas LKPP dan LKKL
                                   disampaikan secara tertulis dari tim pemantauan petunjuk teknis
                                   atas LKPP dan LKKL pada Bidang Penelitian dan
                                   Pengembangan Pemeriksaan, Inspektorat Penelitian dan
                                   Pengembangan, Inspektorat Perencanaan, Analisa dan
                                   Evaluasi, Badan Pemeriksa Keuangan.


  3. Pemantauan Petunjuk Teknis Pemeriksaan atas LKPP dan
     LKKL
 Pemantuan juknis                  Petunjuk teknis ini merupakan dokumen yang dapat berubah
 pemeriksaan LKPP dan LKKL         sesuai dengan perubahan peraturan perundang-undangan,
 dilakukan oleh tim                standar pemeriksaan, dan kondisi lain. Oleh karena itu,
 pemantauan pada Bidang            pemantauan atas juknis ini akan dilakukan oleh tim pemantauan
 Litbang Pemeriksaan Badan         juknis pemeriksaan LKPP dan LKKL. Selain itu, masukan atau
 Pemeriksa Keuangan                pertanyaan terkait dengan petunjuk teknis ini dapat disampaikan
                                   kepada:
                                          Bidang Penelitian dan Pengembangan Pemeriksaan
                                              Inspektorat Penelitian dan Pengembangan
                                        Inspektorat Utama Perencanaan, Analisa, dan Evaluasi
                                                    Lantai II Gedung Arsip, BPK-RI
                                                  Jl. Gatot Subroto 31 Jakarta 10210
                                                Telp. (021)-5704395 pesawat 104, 730
                                                     Email: kabidlitbang@bpk.go.id




Litbang Pemeriksaaan                      Badan Pemeriksa Keuangan                                  55
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                      Referensi




                                     REFERENSI

 BPK-RI (2007), Standar Pemeriksaan Keuangan Negara, Jakarta, 7 Maret
 ------(2006), Laporan Hasil Pemeriksaan                          Atas    Laporan   Keuangan
      Pemerintah Pusat Tahun 2005, Jakarta
-------(2004), Himpunan Undang-Undang di Bidang Keuangan Negara,
      Jakarta: Setjen BPK-RI
-------(2003), Final Draft Petunjuk Pelaksanaan Audit Keuangan, Jakarta:
      Setjen BPK-RI
------ (2003), Final Draft Petunjuk Teknis Penetapan Batas Materialitas,
      Jakarta: Setjen BPK-RI
-------(2003), Final Draft Petunjuk Teknis Uji Petik Pemeriksaan, Jakarta:
      Setjen BPK-RI
-------(2003), Final Draft Petunjuk Teknis Pengujian Sistem Pengendalian
      Intern dan Sistem Pengendalian Manajemen, Jakarta: Setjen BPK-RI
-------(2003), Petunjuk Teknis Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah
      Pusat, Jakarta: Setjen BPK-RI
International Monetary Fund (2001), Manual on Fiscal Transparency,
     Washington D.C: IMF Fiscal Affairs Departement
Ikatan Akuntan Indonesia (2005), Standar Profesional Akuntan Publik,
    Jakarta: PT Salemba Empat
Peraturan Pemerintah               Nomor   24      Tahun          2005,   Standar   Akuntansi
    Pemerintahan
Messier, W. F., Glover, S.M., Prawitt, D.F. (2006), Auditing & Assurance
   Services: A Systematic Approach, Fourth Edition, New York: McGraw-
   Hill/Irwin




Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan                                   56
Juknis Pemeriksaan LKPD                               Lampiran




                          LAMPIRAN




Litbang Pemeriksaan        Badan Pemeriksa Keuangan
     Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                Lampiran 1.1




      Daftar Perangkat Lunak Pemeriksaan Yang Diusulkan Untuk Dinyatakan Tidak Berlaku Terkait Dengan Diberlakukannya Petunjuk Teknis
                                                       Pemeriksaan LKPP dan LKKL
No.      Nama Perangkat Lunak                                             Kode             Surat Keputusan
1.       Pedoman Pemeriksaan Atas Perhitungan Anggaran Negara                              SK Sekjen No.09/I-VIII.3.4/2001
         (PAN) Tahun 2001                                                                  Tanggal 18 Maret 2002

2.       Juknis Pemeriksaan Laporan Realisasi Kementerian                 MP 3.A.47.a      SK Sekjen No.129/SK/VIII.VIII.3/6/2004
         Negara/Lembaga Tahun 2003                                                         Tanggal 10 Juni 2004

3.       Juknis Pemeriksaan Anggaran Negara                               MP 3.A.48.a      SK Sekjen No.130/SK/VIII.VIII.3/6/2004
                                                                                           Tanggal 10 Juni 2004
4.       Juknis Penyusunan Kertas Kerja Pemeriksaan, Laporan Hasil        MP-B-02          Sk Ketua No. 08/SK/K/1996
         Pemeriksaan, Surat Keluar, dan Arsip Pemeriksaan                                  Tanggal 18 Maret 1996

5.       Juknis Pemeriksaan atas Pembukuan dan Perhitungan                MPC-C-09         -
         Anggaran Negara

6.       Juknis Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat             MP 2.49          Sk Sekjen No. 153/SK/VIII.VIII.3/7/2005
                                                                                           Tanggal 6 juli 2005




     Litbang Pemeriksaan                                        Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                    Lampiran 2.1




                                   PENGERTIAN UMUM
                         PENGELOLAAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT


1. Keuangan Negara adalah semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan
   uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat
   dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut.
   Keuangan Negara sebagaimana dimaksud meliputi hak negara untuk memungut pajak,
   mengeluarkan dan mengedarkan uang, dan melakukan pinjaman, kewajiban negara
   untuk menyelenggarakan tugas layanan umum pemerintahan negara dan membayar
   tagihan pihak ketiga, Penerimaan Negara, Pengeluaran Negara, Penerimaan Daerah,
   Pengeluaran Daerah;kekayaan negara/kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh
   pihak lain berupa uang, surat berharga, piutang, barang, serta hak-hak lain yang dapat
   dinilai dengan uang,termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara/
   perusahaan daerah, kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah dalam rangka
   penyelenggaraan tugas pemerintahan dan/atau kepentingan umum, kekayaan pihak lain
   yang diperoleh dengan menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah.
2. Pemerintah adalah pemerintah pusat dan/atau pemerintah daerah.
3. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah Dewan Perwakilan Rakyat sebagaimana
   dimaksud dalam Undang-Undang Dasar 1945.
4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
   Propinsi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten, dan Dewan Perwakilan Rakyat
   Daerah Kota sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar 1945
5. Perusahaan Negara adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki
   oleh Pemerintah Pusat.
6. Perusahan Daerah adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki
   oleh Pemerintah Daerah.
7. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, selanjutnya disingkat APBN adalah rencana
   keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh DPR.
8. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, selanjutnya disingkat APBD adalah rencana
   keuangan tahunan pemerintahan daerah yang disetujui DPRD.
9. Penerimaan negara adalah uang yang masuk ke kas negara.
10. Penerimaan daerah adalah uang yang masuk ke kas daerah.
11. Pengeluaran negara adalah uang yang keluar dari kas negara.
12. Pengeluaran daerah adalah uang yang keluar dari kas daerah.
13. Pendapatan negara adalah hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah nilai
    kekayaan bersih.
14. Belanja negara adalah kewajiban pemerintah pusat yang diakui sebagai pengurang nilai
    kekayaan bersih.
15. Pendapatan daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai
    kekayaan bersih.
16. Belanja daerah adalah kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagai pengurang nilai
    kekayaan bersih.
17. Pembiayaan adalah semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau
    pengeluaran yang akan diterima kembali, balk pada tahun anggaran yang bersangkutan
    maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya.
18. Badan Layanan Umum (BLU) adalah instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk
    untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau
    jasa yagn dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan



Litbang Pemeriksaan                   Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                      Lampiran 2.1




     kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas, yang pengelolaan
     keuangannnya diselenggarakan sesuai ketentuan yang berlaku.
19. Barang Milik Negara (BMN) adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban
    APBN atau berasal dari perolehan lainnya yang sah.
20. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) adalah laporan yang menyajukan informasi
    tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisa atas nilai suatu pos yang disajikan
    dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Laporan Arus Kas dalam rangka
    pengungkapan yang memadai.
21. Dokonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari pemerintah kepada gubernur sebagai
    wakil pemerintah.
22. Dana Dekonsentrasi adalah dana yang berasal dari APBN yang dilaksanakan oleh
    gubernur sebagai wakil pemerintah yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran
    dalam rangka pelaksanaan Dekonsentrasi, tidak termasuk dana yang dialokasikan untuk
    instansi vertikal pusat di daerah..
23. Dana Tugas Pembantuan adalah dana yang berasal dari APBN yang dilaksanakan oleh
    daerah yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanan
    Tugas pembantuan.
24. Entitas Akuntansi adalah unit pemerintah pengguna anggaran/pengguna barang dan oleh
    karenanya wajib menyelanggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk
    digabungkan pada entitas pelaporan.
25. Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas
    akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan
    laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan.
26. Laporan Keuangan adalah bentuk pertanggungjawaban pemerintah atas pelaksanaan
    Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara berupa Laporan Realisasi Anggaran, Neraca,
    Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.
27. Laporan Realisasi Anggaran adalah laporan yang menyajikan informasi realisasi
    pendapatan, belanja, transfer, surplus/defisit dan pembiayaan, sisa lebih/kurang
    pembiayaan anggaran yang masing-masing diperbandingkan dengan anggarannya
    dalam satu periode.
28. Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan informasi arus masuk dan keluar kas
    selama periode tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi
    aset non keuangan, pembiayaan, dan non anggaran.
29. Laporan BMN adalah laporan yang menyajikan posisi BMN pada awal dan akhir suatu
    periode serta mutasi BMN yang terjadi selama periode tersebut.
30. Neraca adalah laporan yang menyajikan informasi posisi keuangan pemerintah yaitu
    aset, utang dan ekuitas dana pada tanggal tertentu.
31. Pengguna anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran
    Kementerian Negara/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah.
32. Rekonsiliasi adalah proses pencocokan data transaksi keuangan yang diproses dengan
    beberapa sistem/subsistem yang berbeda berdasarkan dokumen sumber yang sama.
33. Satuan Kerja adalah kuasa pengguna anggaran/pengguna barang yang merupakan
    bagian dari suatu unit organisasi pada kementerian negara/lembaga yang melaksanakan
    satu atau beberapa kegiatan dari suatu program.
34. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah organisasi/lembaga pada pemerintah
    daerah yang bertanggungjawab kepada gubernur/bupati/walikota dalam rangka
    penyelenggaraan pemerintahan yang terdiri dari sekretaris daerah, dinas daerah dan
    lembaga teknis daerah, kecamatan, desa, dan satuan polisi pamong praja sesuai dengan
    kebutuhan daerah.




Litbang Pemeriksaan                   Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                      Lampiran 2.1




35. Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP) adalah serangkaian prosedur manual
    maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran
    sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan Pemerintah Pusat.
36. Sistem Akuntansi Pusat (SiAP) adalah serangkaian prosedur manual maupun yang
    terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran sampai
    dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Keuangan
    selaku Bendahara Umum Negara.
37. Sistem Akuntansi Kas Umum Negara (SAKUN) adalah sub SiAP yang menghasilkan
    Laporan Arus Kas dan Neraca Kas Umum Negara yang selanjutnya disebut Neraca
    KUN.
38. Sistem Akuntansi Umum (SAU) adalah sub SiAP yang menghasilkan Laporan Realisasi
    Anggaran Pemerintah Pusat dan Neraca.
39. Sistem Akuntansi Instansi (SAI) adalah serangkaian prosedur manual maupun yang
    terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran sampai
    dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian
    Negara/Lembaga.
40. Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN) adalah sub sistem dari SAI yang
    merupakan serangkaian prosedur yang saling berhubungan untuk mengolah dokumen
    sumber dalam rangka menghasilkan informasi untuk penyusunan neraca dan laporan
    BMN serta laporan manajerial lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
41. Sistem Pengendalian Intern adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh manajemen yang
    diciptakan untuk memberikan keyakinan yang memadai dalam pencapaian efektivitas,
    efisiensi, ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan keandalan
    penyajian laporan keuangan pemerintah.
42. Standar Akuntansi Pemerintahan adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam
    menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah.
43. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa
    atau sebutan lain dengan kewajiban melaporkan dan mempertanggungjawabkan
    pelaksanaannya kepada yang menugaskan.
44. Unit Akuntansi Instansi adalah unit organisasi kementerian negara/lembaga yang bersifat
    fungsional yang melaksanakan fungsi akuntansi dan pelaporan keuangan instansi yang
    terdiri dari Unit Akuntansi Keuangan dan Unit Akuntansi Barang.
45. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) adalah unit akuntansi instansi yang
    melakukan kegiatan akuntansi dan pelaporan tingkat satuan kerja.
46. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) adalah unit
    akuntansi instansi yang melakukan kegiatan penggabungan laporan, baik keuangan
    maupun barang seluruh UAKPA yang berada dalam wilayah kerjanya.
47. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon I (UAPPA-E1) adalah unit
    akuntansi instansi yang melakukan kegiatan penggabungan laporan, baik keuangan
    maupun barang seluruh UAPPA-W yang berada di wilayah kerjanya serta UAKPA yang
    langsung berada di bawahnya.
48. Unit Akuntansi Pengguna Anggaran (UAPA) adalah unit akuntansi instansi pada tingkat
    Kementerian Negara/Lembaga (pengguna anggaran) yang melakukan kegiatan
    penggabungan laporan, baik keuangan maupun barang seluruh UAPPA-E1 yang berada
    di bawahnya.
49. UAPPA-W Dekonsentrasi adalah unit akuntansi yang berada di Pemerintah Daerah
    Provinsi yang melakukan kegiatan penggabungan laporan keuangan dari seluruh SKPD
    yang mendapatkan alokasi dana dekonsentrasi di wilayah kerjanya.
50. UAPPA-W Tugas Pembantuan adalah unit akuntansi yang berada di Pemerintah Daerah
    yang melakukan kegiatan penggabungan laporan keuangan dari seluruh SKPD yang
    mendapatkan alokasi dana tugas pembantuan di wilayah kerjanya.



Litbang Pemeriksaan                   Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                   Lampiran 2.1




51. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) adalah satuan kerja/kuasa pengguna
    barang yang memiliki wewenang mengurus dan atau menggunakan BMN.
52. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang-Wilayah (UAPPB-W) adalah unit akuntansi
    BMN pada tingkat wilayah atau unit kerja lain yang ditetapkan sebagai UAPPB-W dan
    melakukan kegiatan penggabungan laporan BMN dari UAKPB, penanggungjawabnya
    adalah Kepala Kantor Wilayah atau Kepala unit kerja yang ditetapkan sebagai UAPPB-W.
53. UAPPB-W Dekonsentrasi adalah unit akuntansi yang berada di Pemerintah Daerah
    Provinsi yang melakukan kegiatan penggabungan laporan BMN dari SKPD yang
    mendapatkan alokasi dana dekonsentrasi di wilayah kerjanya.
54. UAPPB-W Tugas Pembantuan adalah unit akuntansi yang berada di Pemerintah Daerah
    yang melakukan kegiatan penggabungan laporan BMN dari SKPD yang mendapatkan
    alokasi dana tugas pembantuan di wilayah kerjanya.
55. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon I (UAPPB-E1) adalah unit akuntansi
    BMN pada tingkat Eselon I yang melakukan kegiatan penggabungan laporan BMN dari
    UAPPB-W, dan UAKPB yang langsung berada dibawahnya yang penanggungjawabnya
    adalah pejabat Eselon I.
56. Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB) adalah unit akuntansi BMN pada tingkat
    Kementerian Negara/Lembaga yang melakukan kegiatan penggabungan laporan BMN
    dari UAPPB-E1, yang penanggungjawabnya adalah Menteri/Pimpinan Lembaga.




Litbang Pemeriksaan                 Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                   Lampiran 2.2



                                    Pengertian Dokumen
1. Dokumen Sumber adalah dokumen yang berhubungan dengan transaksi keuangan yang
   digunakan sebagai sumber atau bukti untuk menghasilkan data akuntansi.
2. Arsip Data Komputer (ADK) adalah arsip data berupa disket atau media penyimpan digital
   lainnya yang berisikan data transaksi, data buku besar, dan/atau data lainnya.
3. Bagan Perkiraan Standar (BPS) adalah daftar perkiraan buku besar yang ditetapkan dan
   disusun secara sistematis untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan anggaran,
   serta pembukuan dan pelaporan keuangan pemerintah.
4. Data Transaksi BMN adalah data berbentuk jurnal transaksi perolehan, perubahan, dan
   penghapusan BMN yang dikirimkan melalui media ADK setiap bulan oleh petugas Unit
   Akuntansi Kuasa Pengguna Barang kepada Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran di
   tingkat satuan kerja.
5. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, yang selanjutnya disebut RKA-
   KL, adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi program dan kegiatan
   suatu kementerian negara/lembaga yang merupakan penjabaran dari rencana kerja
   pemerintah dan rencana strategis kementerian negara/lembaga yang bersangkutan dalam
   satu tahun anggaran serta anggaran yang diperlukan untuk melaksanakannya.
6. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya disebut DIPA atau dokumen lain yang
   dipersamakan dengan DIPA adalah suatu dokumen pelaksanaan anggaran yang dibuat oleh
   Menteri/Pimpinan Lembaga atau satuan kerja serta disahkan oleh Direktur Jenderal
   Perbendaharaan atau Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan atas
   nama Menteri Keuangan dan berfungsi sebagai dokumen pelaksanaan pembiayaan
   kegiatan.
7. Surat Permintaan Pembayaran yang selanjutnya disingkat SPP adalah dokumen yang dibuat
   dan diajukan oleh pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan dan
   disampaikan dan disampaikan kepada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atau
   pejabat lain yang ditunjuk selaku pemberi kerja untuk selanjutnya diteruskan kepada pejabat
   penerbit SPM berkenaan.
8. Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disebut SPM adalah dokumen yang diterbitkan
   oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atau pejabat lain yang ditunjuk untuk
   mencairkan dana yang bersumber dari DIPA atau dokumen lain yang dipersamakan.
9. Surat Perintah Pencairan Dana yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang
   diterbitkan KPPN selaku Kuasa Bendahara Umum Negara untuk pelaksanaan pengeluaran
   atas beban APBN berdasarkan SPM.




Litbang Pemeriksaan                  Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan atas LKPP dan LKKL   lampiran 2.3
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                              Lampiran 2.4



                        Entitas Pelaporan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat

1.    MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT
2.    DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
3.    BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
4.    MAHKAMAH AGUNG
5.    KEJAKSAAN AGUNG
6.    KEPRESIDENAN
7.    SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN
8.    DEPARTEMEN DALAM NEGERI
9.    DEPARTEMEN LUAR NEGERI
10.   DEPARTEMEN PERTAHANAN
11.   DEPARTEMEN HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN
12.   DEPARTEMEN KEUANGAN
13.   DEPARTEMEN PERTANIAN
14.   DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
15.   DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
16.   DEPARTEMEN PERHUBUNGAN
17.   DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
18.   DEPARTEMEN KESEHATAN
19.   DEPARTEMEN AGAMA
20.   DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
21.   DEPARTEMEN SOSIAL
22.   DEPARTEMEN KEHUTANAN
23.   DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
24.   DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN
25.   DEPARTEMEN PEMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH
26.   DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI
27.   MENKO POLKAM
28.   MENKO PEREKONOMIAN
29.   MENKO KESEJAHTERAAN RAKYAT
30.   KEMENTERIAN NEGARA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
31.   KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA
32.   KEMENTERIAN NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI
33.   KEMENTERIAN NEGARA LINGKUNGAN HIDUP
34.   KEMENTERIAN NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH
35.   KEMENTERIAN NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
36.   KEMENTERIAN NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA
37.   KEMENTERIAN NEGARA PEMUDA DAN OLAHRAGA
38.   KEMENTERIAN NEGARA PERUMAHAN RAKYAT
39.   KEMENTERIAN NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN/BAPPENAS
40.   BADAN INTELEJEN NEGARA
41.   BADAN PUSAT STATISTIK
42.   BADAN PERTANAHAN NASIONAL
43.   BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
44.   BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
45.   BADAN NARKOTIKA NASIONAL
46.   BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL
47.   BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA
48.   LEMBAGA SANDI NEGARA
49.   DEWAN KETAHANAN NASIONAL
50.   PERPUSTAKAAN NASIONAL
51.   KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
52.   LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL RI
53.   MENEG PERCEPATAN PEMBANGUNAN KAWASAN TIMUR INDONESIA
54.   KOMISI PEMERIKSA KEKAYAAN PENYELENGGARA NEGARA



Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                              Lampiran 2.4



55.   KOMNAS HAM
56.   KOMISI PEMILIHAN UMUM
57.   MAHKAMAH KONSTITUSI
58.   BAGIAN ANGGARAN PEMBIAYAAN DAN PERHITUNGAN, meliputi:
      a. BA 61 Ciciclan Bunga dan Pokok Utang
      b. BA 62 Subsidi dan Transfer
      c. BA 69 Belanja Lain-lain
      d. BA 70 Dana Perimbangan
      e. BA 71 Dana Otonomi Khusus dan Penyeimbang
      f. BA 96 Pembayaran Cicilan Pokok Utang Luar Negeri
      g. BA 97 Pembayaran Ciciclan Pokok Dalam Negeri
      h. BA 98 Penerusan Pinjaman
      i. BA 99 Penyertaan Modal Negara




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                             Lampiran 2.5



     Sistem Akuntansi Pusat (SiAP) sebagai Subsistem dari Sistem Akuntansi Pemerintah
     Pusat dapat digambarkan sebagai berikut:
     1. KPPN
     Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan Negara (KPPN) melakukan penatausahaan
     penerimaan dan pengeluaran anggaran melalui dan dari kas negara. KPPN memproses
     data transaksi penerimaan dan pengeluaran, baik anggaran maupun non anggaran.
     Dengan prosedur akuntansi sebagai berikut:
           a.         Menerima dan menatausahakan dokumen sumber :
                      1) Menerima data DIPA, SKO dan dokumen lain yang dipersamakan
                         termasuk revisinya.
                      2) Menerima dokumen sumber pengeluaran anggaran dan non anggaran
                         berupa SPM, SP2D, Nota Debet, Kiriman Uang (KU)-Keluar, Wesel
                         Pemerintah, Daftar Penguji dan bukti pendukung lainnya.
                      3) Menerima dokumen sumber penerimaan anggaran dan non anggaran
                         berupa SSP, SSBP, SSBC, Nota Kredit, KU-Masuk dan dokumen
                         pendukung lainnya.
           b.         Melakukan proses perekaman dokumen sumber, verifikasi, posting dan
                      pelaporan keuangan untuk transaksi anggaran dan non anggaran. Yang
                      dilakukan oleh Seksi Perbendaharaan, Seksi Persepsi, Seksi Bank/Giro Pos,
                      dan Seksi Verifikasi dan Akuntansi.
           c.         Dokumen sumber yang direkam di Seksi Verifikasi dan Akuntansi adalah
                      estimasi pendapatan yang dialokasikan (DIPA).
           d.         Seksi Verifikasi dan Akuntansi menerima data dari Seksi Bank dan Giro berupa
                      disket (file) yang kemudian di-up load dengan menggunakan aplikasi SIK-AK.
                      Kemudian Seksi Verifikasi dan Akuntansi melakukan verifikasi transaksi
                      keuangan dan akuntansi. Jika dalam proses verifikasi tersebut ditemukan
                      kesalahan, maka Seksi Verifikasi dan Akuntansi mengirimkan kembali kepada
                      Seksi Bank dan Giro. Jika tidak ada kesalahan, maka Seksi Verifikasi dan
                      Akuntansi melakukan posting data.
           e.         Mencetak laporan keuangan SAKUN dan SAU tingkat KPPN
                      Setelah proses posting data, Seksi Verifikasi dan Akuntansi mencetak Laporan
                      Keuangan Tingkat KPPN.
                      Jenis laporan yang dihasilkan SAKUN Tingkat KPPN:
                      1) Neraca KUN – KPPN
                      2) Laporan Arus Kas KUN – KPPN
                      3) Neraca Percobaan KUN – KPPN
                      4) Laporan Penerimaan KUN – KPPN
                      5) Laporan Pengeluaran KUN – KPPN
                      6) Laporan Perubahan dan Posisi Kas – KPPN
                      Jenis laporan yang dihasilkan SAU Tingkat KPPN:
                      1) Neraca Gabungan Satker
                      2) Neraca per Satker
                      3) Laporan Realisasi Anggaran
                      4) Laporan Realisasi Pendapatan dan Hibah menurut Bagian Anggaran
                         menurut BA dan satker
                      5) Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Hibah menurut MAP
                      6) Laporan Realisasi Belanja menurut Sumber Dana


Litbang Pemeriksaan                          Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                           Lampiran 2.5



                      7) Laporan Realisasi Belanja menurut Bagian Anggaran
                      8) Laporan Realisasi Belanja menurut Jenis Belanja
                      9) Laporan Realisasi Belanja menurut Sumber Dana dan Kegatan
                      10) Laporan Pengembalian Pendapatan berdasakan MAP
                      11) Laporan Pengembalian Pendapatan berdasakan BA dan Satker
                      12) Laporan Pengembalian Belanja menurut Sumber Dana
                      13) Laporan Pengembalian menurut Bagian Anggaran
                      14) Laporan Pengembalian menurut Jenis Belanja
                      15) Laporan Pengembalian menurut Sumber Dana dan kegiatan

           f.         Melakukan rekonsiliasi laporan keuangan SAU dengan satuan kerja (UAKPA).
                      1) Menerima ADK dari satuan kerja (UAKPA) setiap bulan
                      2) Melakukan up load ADK ke dalam Aplikasi Seksi Verifikasi dan Akuntansi
                      3) Melakukan rekonsiliasi data transaksi Sistem Akuntansi Umum (SAU)
                         dengan data transaksi Sistem Akuntansi Instansi (SAI).
                      4) Membuat berita acara rekonsiliasi yang ditandatangani oleh petugas
                         rekonsiliasi dari KPPN dan UAKPA.
           g.         Membuat dan mengirimkan ADK, Bukti Jurnal/Daftar Transaksi dan Laporan
                      Keuangan.
           h.         Membuat laporan dari Sistem Akuntansi Kas Umum Negara (SAKUN) berupa
                      laporan arus kas dan neraca KUN serta mengirimkan laporan beserta ADK ke
                      Kanwil Ditjen PBN.
           i.         Membuat laporan dari Sistem Akuntansi Umum (SAU) berupa laporan realisasi
                      anggaran dan neraca serta mengirimkan laporan beserta ADK ke Kanwil Ditjen
                      PBN.
           j.         Membuat bukti jurnal dan data transaksi (BJ/DT) penerimaan dan pengeluaran
                      untuk dikirim ke Kanwil Ditjen PBN.
           k.         Mengirimkan data SAU dan SAKUN ke Kanwil Ditjen PBN setiap hari.
                      Sedangkan untuk KPPN yang khusus memproses data pengeluaran BLN
                      mengirimkan data SAU dan SAKUN ke DIA setiap hari.

     2. Kanwil Ditjen PBN
     Proses akuntansi pada Kanwil Ditjen PBN diawali dengan diterimanya General Ledger
     (GL)-Detail dari aplikasi KPPN, kemudian diproses untuk menghasilkan laporan tingkat
     kanwil. Selanjutnya laporan tingkat kanwil direkonsiliasi dengan laporan UAPPA-W.
     Laporan keuangan yang telah melalui proses rekonsiliasi dikirimkan ke Ditjen PBN c.q.
     DIA setiap bulan.
     Prosedur Akuntansi yang ada di Kanwil Ditjen PBN sebagai berikut:
           a.         Kanwil Ditjen PBN menerima data akuntansi berupa laporan keuangan dan
                      dokumen lainya sebagai berikut:.
                      1. Laporan dari Sistem Akuntansi Kas Umum Negara (SAKUN) berupa
                         laporan arus kas dan neraca KUN beserta beserta ADK dari KPPN.
                      2. Laporan dari Sistem Akuntansi Umum (SAU) berupa laporan realisasi
                         anggaran dan neraca beserta ADK KPPN.
                      3. Bukti jurnal dan data transaksi (BJ/DT) penerimaan dan pengeluaran dari
                         KPPN.
                      4. Data akuntansi berupa laporan keuangan yang disertai dengan ADK dari
                         UAPPA-W.
           b.         Melakukan up load ADK-GL yang diterima dari UAPPA-W
           c.         Melakukan Rekonsiliasi data SAU dengan data yang diterima dari UAPPA-W.


Litbang Pemeriksaan                          Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                          Lampiran 2.5



           d.         Melaksanakan konsolidasi data akuntansi
                      Kanwil Ditjen PBN menggabungkan data akuntansi dari seluruh KPPN.
           e.         Mencetak Laporan Konsolidasi.
                      Kanwil Ditjen PBN mencetak dan memverifikasi laporan keuangan konsolidasi
                      tingkat kanwil. Jenis laporan yang dihasilkan SAKUN dan SAU, periode dan
                      tujuan pengiriman untuk tingkat Kanwil dapat dilihat.
           f.         Mengirimkan data akuntansi ke Ditjen PBN c.q. DIA setiap hari. Pengiriman
                      laporan keuangan pada akhir periode tahun anggaran ke Ditjen PBN c.q DIA
                      disertai dengan ”Pernyataan Tanggung Jawab” yang ditandatangani oleh
                      kepala kantor wilayah.

     3. Direktorat PKN
        Direktorat Pengelolaan Kas Negara mengelola data transaksi penerimaan dan
        pengeluaran BUN yang melalui kantor pusat DJPBN. Data transaksi penerimaan dan
        pengeluaran yang dikelola oleh Dit PKN disampaikan ke Dit. IA untuk diakuntansikan.

           Dokumen sumber yang digunakan dalam pemrosesan data di Dit. PKN adalah :
           a.  SPM/SP2D Pengesahan
           b.  Nota Debet/Kredit dan dokumen pendukungnya.

           Prosedur Akuntansi :
           a.   Melakukan perekaman data BUN, yang terdiri dari:
                1) Pengeluaran BUN melalui kantor pusat DJPBN
                2) Penerimaan BUN melalui kantor pusat DJPBN
           b.   Melakukan pencetakan Laporan Kas Posisi dan Laporan lainnya untuk
                disampaikan ke Dit. IA bersama Dokumen Sumber dan ADK.
           c.   Menatausahakan Buku Kas.
           d.   Dit. PKN mengarsipkan laporan beserta ADKnya.


     4. Direktorat PBM/KN
           Direktorat Pengelolaan Barang Milik Kekayaan Negara memproses transaksi Barang
           Milik Negara, Penyertaan Modal Negara dan Investasi Permanen serta investasi
           pemerintah lainnya serta menyampaikan laporan dan ADK kepada Direktorat
           Informasi dan Akuntansi.

           Dokumen sumber yang digunakan dalam pemrosesan data di Dit. PBMKN adalah :
           a.  Laporan BMN Kementerian Negara /Lembaga
           b.  Buku Inventaris BMN
           c.  Daftar Penyertaan Modal Pemerintah
           d.  Daftar Investasi lainnya

           Prosedur Akuntansi :
           a.   Melakukan perekaman data BMN, penyertaan modal pemerintah dan investasi
                pemerintah lainnya.
           b.   Melakukan pencetakan Laporan BMN, penyertaan modal pemerintah dan
                investasi pemerintah lainnya.
           c.   Mengirimkan pencetakan Laporan BMN, penyertaan modal pemerintah dan
                investasi pemerintah lainnya ke Dit Informasi dan Akuntansi.

     5. Direktorat PPHLN
        Direktorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri mengelola data transaksi
        penerimaan pinjaman luar negeri dan pendapatan hibah. Data transaksi penerimaan
        pinjaman luar negeri dan pendapatan hibah disampaikan ke Dit. IA untuk
        diakuntansikan.

           Dokumen sumber yang digunakan dalam pemrosesan data di Dit. PPHLN adalah :
           a.  Loan Agreement
           b.  MOU Pinjaman




Litbang Pemeriksaan                          Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                           Lampiran 2.5



           Prosedur Akuntansi :
           a.   Melakukan perekaman data pinjaman luar negeri dan hibah
           b.   Mencetak laporan posisi pinjaman dan hibah
           c.   Mengirimkan laporan posisi pinjaman ke Dit Informasi dan Akuntansi

     6. Direktorat PPP
        Direktorat Pengelolaan Penerusan Pinjaman memproses transaksi piutang jangka
        pendek maupun piutang jangka panjang yang berasal dari pinjaman yang
        diteruspinjamkan baik kepada BUMN maupun perusahaan daerah serta
        menyampaikan laporan dan ADK kepada Direktorat Informasi dan Akuntansi.

           Dokumen sumber yang digunakan dalam pemrosesan data di Dit. PPP adalah :
           a.  Loan Agreement
           b.  MOU Pinjaman

           Prosedur Akuntansi :
           a.   Melakukan perekaman data pinjaman luar negeri yang diteruspinjamkan ke
                BUMN dan Pemda.
           b.   Mencetak laporan posisi pinjaman yang diteruspinjamkan.
           c.   Mengirimkan laporan posisi pinjaman yang diteruspinjamkan ke Dit Informasi
                dan Akuntansi

     7. Direktorat PSUN
        Direktorat Pengelolaan Surat Utang Negara memproses transaksi yang berhubungan
        dengan Surat Utang Negara serta menyampaikan laporan beserta ADK kepada
        Direktorat Informasi dan Akuntansi.

           Dokumen sumber yang digunakan dalam pemrosesan data di Dit. PSUN adalah
           Sertifikat SUN yang sudah diterbitkan dan dijual oleh pemerintahdengan Prosedur
           Akuntansi :
           a.     Melakukan perekaman data PSUN
           b.     Mencetak laporan posisi SUN
           c.     Mengirimkan laporan posisi SUN ke Dit Informasi dan Akuntansi

     8. Direktorat Informasi dan Akuntansi
           DIA merekam data APBN, melaksanakan konsolidasi data akuntansi dari seluruh
           Kanwil Ditjen PBN serta melakukan verifikasi dan akuntansi data transaksi
           penerimaan dan pengeluaran BUN melalui kantor pusat yang diproses oleh
           Direktorat PKN. Di samping itu untuk keperluan penyusunan laporan keuangan DIA
           juga menerima data dari Direktorat PPHLN, PSUN, PPP, dan PBM/KN. Untuk
           prosedur penyusunan Laporan Keuangan secara lengkap dijelaskan dibawah ini.


           a.         Laporan Realisasi Anggaran disusun oleh Direktorat Informasi dan Akuntansi
                      dengan prosedur sebagai berikut:
                      1) Subdit Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan menerima LRA dari
                         Kementerian Lembaga.
                      2) Subdit Akuntansi Pusat merekonsiliasi LRA Kementerian Lembaga dengan
                         data arus kas dari Direktorat Pengelolaan Kas Negara.
                      3) Subdit Konsolidasi dan Pelaporan menyusun konsep LRA Pemerintah
                         Pusat dari hasil rekonsiliasi antara data LRA Kementerian Lembaga.


           b.         Neraca Pemerintah Pusat disusun dengan prosedur sebagai berikut:
                      1) Subdit Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan menerima dokumen antara
                         lain:
                         i. Neraca dari Kementerian/Lembaga.




Litbang Pemeriksaan                          Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                             Lampiran 2.5



                         ii.  Data Kas Negara (Kas di KPPN, Kas di BI, rekening pemerintah lain)
                              didasarkan Laporan Realisasi APBN dan Non Anggaran yang
                              diterbitkan Direktorat Pengelolaan Kas Negara.
                         iii. Data Investasi dari Direktorat Pengelolaan Penerusan Pinjaman.
                         iv. Data Inventaris Kekayaan Negara dari Direktorat Pengelolaan
                              Barang/Kekayaan Negara.
                         v. Data Hutang Dalam Negeri dari Direktorat Pengelolaan Surat Utang
                              Negara.
                         vi. Data Hutang Luar Negeri dari Direktorat Pengelolaan Pinjaman dan
                              Hibah Luar Negeri.
                         vii. Data bagian laba BUMN dari Menteri Negara BUMN.
                      2) Subdit Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan merekonsiliasi data kas dan
                         aset.
                         i. Data kas direkonsiliasi dengan Direktorat Pengelolaan Kas Negara.
                         ii. Data aset       direkonsiliasi dengan Direktorat Pengelolaan Barang
                              Milik/Kekayaan Negara.
                      3) Subdit Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan melakukan kompilasi data
                         neraca Kementerian/Lembaga yang sudah direkonsiliasi ditambah data-
                         data dari Direktorat tersebut diatas menjadi konsep neraca Pemerintah
                         Pusat.
           c.         Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat disusun Direktorat Informasi dan
                      Akuntansi dengan Prosedur yang dilaksanakan oleh Subdirektorat Akuntansi
                      Pusat dengan melakukan kegiatan sebagai berikut:
                      1) Menerima Laporan Arus Kas Kementerian Lembaga.
                      2) Menerima Laporan Rekening Koran Pemerintah (Rekening BUN)
                      3) Menerima Laporan Arus Kas posisi yang berasal dari data LKP KPPN yang
                         diterima Direktorat Pengelolaan Kas Negara.
                      4) Melakukan rekonsiliasi data LRA Kementerian Lembaga dengan data
                         laporan kas posisi yang diterima dari KPPN melalui Direktorat Pengelolaan
                         Kas Negara.
                      5) Menyusun Laporan Kas dari hasil rekonsiliasi dan membandingkan dengan
                         Laporan arus Kas yang dihasilkan oleh Direktorat Pengelolaan Kas
                         Negara.
                      6) Konsep Laporan Arus Kas kemudian disampaikan kepada Subdit
                         Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan.
           d.         Konsep Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas, disertai
                      dengan konsep Catatan atas Laporan Keuangan yang ada di Subdit
                      Konsolidasi dan Pelaporan Keuangan kemudian dilaporkan kepada Direktorat
                      Informasi dan Akuntansi.
           e.         Direktorat Informasi dan Akuntansi menggabungkan ketiga laporan tersebut
                      menjadi Konsep Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Setelah ditetapkan
                      menjadi Laporan Keuangan Pusat dikirimkan kepada Menteri Keuangan
                      disertai dengan Surat Pengantar dan Konsep Surat Pengantar dari Menteri
                      Keuangan kepada Presiden.
           f.         Menteri Keuangan menerima Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan
                      menandatangani Surat Pengantar kepada Presiden, disertai dengan Surat
                      Pengantar dari Presiden kepada BPK.


     Presiden menerima LKPP dan konsep-konsep surat penyampaian LKPP kepada BPK
     untuk dilakukan pemeriksaan.




Litbang Pemeriksaan                          Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                          Lampiran 2.6




     Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang merupakan Subsistem dari Sistem Akuntansi
     Pemerintah Pusat (SAPP) dapat digambarkan sebagai berikut:

     1. Unit Akuntansi pada Sistem Akuntansi Instansi
        Untuk melaksanakan SAI, kementerian lembaga membentuk unit akuntansi instansi
        sesuai dengan hirarki organisasi. Unit Akuntansi Instansi (UAI) terdiri dari Unit Akuntansi
        Keuangan (UAK) antara lain:
        a. Unit Akuntansi Pengguna Anggaran (UAPA) yang berada pada tingkat kementerian
            lembaga;
        b. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon 1 (UAPPA-E1) yang berada
            pada tingkat Eselon 1;
        c. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) yang berada
            pada tingkat wilayah; dan
        d. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) yang berada pada tingkat
            satuan kerja.
        Dan Unit Akuntansi Barang antara lain :
        a. Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB) yang berada pada tingkat kementerian
            lembaga;
        b. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon 1 (UAPPB-E1) yang berada
            pada tingkat eselon 1;
        c. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wilayah (UAPPB-W) yang berada pada
            tingkat wilayah; dan
        d. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) yang berada pada tingkat satuan
            kerja.
        Pada tingkat wilayah, kementerian lembaga dapat menunjuk satuan kerja sebagai
        koordinator UAPPA-W/UAPPB-W untuk unit vertikal instansi yang berada di
        wilayah/propinsi atau menetapkan salah satu satuan kerja lingkup eselon I dari sebuah
        kementerian lembaga sebagai UAPPA-W/UAPPB-W sesuai struktur kementerian
        lembaga.

     2. Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan kementerian lembaga.
        Tahapan perekaman dokumen sumber sampai dengan pelaporan keuangan adalah
        sebagai berikut:

           a. Tingkat UAKPA
              1) Menerima dan memverifikasi dokumen sumber dan ADK BMN.
              2) UAKPA melakukan pemprosesan data mulai dari perekaman dokumen sumber,
                  baik penerimaan maupun pengeluaran APBN.
              3) Merekam dokumen sumber. Apabila aplikasi tersebut terintegrasi, tidak perlu
                  dilakukan perekaman SPM/SP2D dan DIPA.
              4) Mencetak dan memverifikasi RTH.
              5) Melakukan posting data transaksi yang telah lengkap dan benar untuk
                  menghasilkan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Neraca.
              6) Mencetak dan memverifikasi buku besar.
              7) Mencetak dan mengirimkan LRA, Neraca, dan ADK kepada KPPN selambat-
                  lambatnya tanggal 7 bulan berikutnya sebagai bahan rekonsiliasi data dan
                  pengawasan atas ketaatan terhadap ketentuan perundang-undangan yang
                  berlaku.
              8) Melakukan rekonsiliasi data dengan KPPN, membuat Berita Acara Rekonsiliasi
                  dan melakukan perbaikan data jika diperlukan.
              9) Selambat-lambatnya 5 (lima) hari setelah batas waktu penyampaian laporan
                  keuangan ke KPPN, UAKPA menyampaikan laporan keuangan yang telah




Litbang Pemeriksaan                     Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                         Lampiran 2.6




                    direkonsiliasi ke UAPPA-W/UAPPA-E1 beserta ADK dan Berita Acara
                    Rekonsiliasi.
                10) Mencetak Neraca, Laporan Realisasi Anggaran, dan menyampaikannya ke
                    UAPPA-W/UAPPA-E1 beserta ADK sesuai jadwal penyampaian.
                11) Menyusun Catatan atas Laporan Keuangan dan menyampaikan ke UAPPA-
                    W/UAPPA-E1 setiap semester.
                12) Melakukan back up data.

             b. Tingkat UAPPA-W
                1) Menerima dan memverifikasi laporan keuangan beserta ADK yang diterima dari
                    UAKPA setiap bulan.
                2) Menggabungkan data laporan keuangan yang diterima dari satuan kerja di
                    bawahnya..
                3) Melakukan pencocokan data antara UAPPA-W dengan UAPPB-W.
                4) Menyampaikan LRA, Neraca, beserta ADK ke Kanwil Ditjen PBN setempat
                    setiap tanggal 17 bulan berikutnya sebagai bahan pembanding, dan setiap
                    tanggal 17 setelah berakhirnya triwulan yang bersangkutan sebagai bahan
                    rekonsiliasi data.
                5) Melakukan rekonsiliasi data dengan data yang diterima dari KPPN setiap triwulan
                    oleh Kanwil Ditjen PBN, membuat Berita Acara Rekonsiliasi dan melakukan
                    perbaikan data jika diperlukan.
                6) Mencetak Neraca, Laporan Realisasi Anggaran, yang telah direkonsiliasi, dan
                    menyampaikannya ke UAPPA-E1 beserta ADK selambatnya tanggal 20 bulan
                    berikutnya.
                7) Menyusun Catatan atas Laporan Keuangan dan menyampaikan ke UAPPA-E1
                    setiap semester.
                8) Melakukan back up data.

        c.      Tingkat UAPPA-E1
                1) Menerima dan memverifikasi laporan keuangan yang diterima dari UAPPA-W.
                    setiap triwulan, termasuk Dana Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan .
                2) Melakukan penggabungan data yang diterima dari UAPPA-W/UAKPA pusat
                    yang berada di lingkup kerjanya
                3) Melakukan pencocokan data antara UAPPA-E1 dengan UAPPB-E1.
                4) Menyampaikan data laporan keuangan ke Ditjen PBN c.q. DIA sebagai bahan
                    rekonsiliasi.
                5) Melakukan rekonsiliasi laporan keuangan tingkat dengan Ditjen PBN cq. DIA
                    dan melakukan perbaikkan data jika diperlukan setiap semester.
                6) Mencetak Neraca, Laporan Realisasi Anggaran, dan menyampaikannya ke
                    UAPA beserta ADK selambat-lambatnya tanggal 25 bulan berikutnya.
                7) Menyusun Catatan atas Laporan Keuangan dan menyampaikan ke UAPA setiap
                    semester.
                8) Melakukan back up data.
        d.      Tingkat UAPA
                1) Menerima dan memverifikasi laporan keuangan yang diterima dari UAPPA-E1
                    setiap triwulan.
                2) melakukan penggabungan data yang diterima dari UAPPA-E1 yang berada di
                    lingkup kerjanya serta menyampaikan ADK dan Laporan
                3) Melakukan pencocokan data antara UAPA dengan UAPB.
                4) Mencetak Neraca dan Laporan Realisasi Anggaran.
                5) Menyusun Catatan atas Laporan Keuangan.
                6) Membuat Surat Pernyataan Tanggung Jawab (SOR).



Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                          Lampiran 2.6




                7) Menyampaikan laporan keuangan beserta ADK ke Ditjen PBN c.q. DIA sebagai
                    bahan penyusunan laporan keuangan pemerintah pusat.
                8) Melakukan rekonsiliasi data dengan DIA setiap semester berdasarkan data yang
                    diterima dari Kanwil Ditjen PBN dan transaksi pusat dan membuat Berita Acara
                    Rekonsiliasi.
                9) Laporan Keuangan kementerian lembaga yang telah direkonsiliasi tersebut akan
                    direviu oleh aparat pengawasan intern kementerian lembaga.
                10) Apabila kementerian lembaga belum memiliki aparat pengawas intern, Sekretaris
                    Jenderal/yang setingkat menunjuk seorang atau beberapa orang pejabat di luar
                    biro/bidang keuangan untuk melakukan reviu atas laporan keuangan.
                11) Reviu tersebut dilaksanakan atas Laporan Keuangan kementerian lembaga
                    (termasuk Laporan Keuangan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan) dan
                    Laporan Realisasi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan yang digunakan oleh
                    kementerian lembaga. Hasil reviu dituangkan dalam Pernyataan Telah Direviu
                12) Melakukan back up data.

     e.         Laporan Keuangan kementerian lembaga semesteran disampaikan kepada Menteri
                Keuangan c.q Dirjen Perbendaharaan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah
                semester berakhir. Sedangkan Laporan Keuangan tahunan disampaikan selambar-
                lambatnya 2 (dua) bulan setelah tahun anggaran berakhir. Khusus LRA disampaikan
                setiap triwulan kepada Dirjen Perbendaharaan c.q. Direktur Informasi dan Akuntansi.
                Laporan Keuangan tahunan harus disertai Pernyataan Telah Direviu yang ditanda
                tangani oleh aparat pengawas intern dan Pernyataan Tanggung Jawab (Statement of
                Responsibility) yang ditandatangani oleh Menteri /Pimpinan Lembaga.

     f.         Laporan Realisasi Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan yang digunakan oleh
                kementerian lembaga/pemerintah daerah disampaikan secara terpisah, disertai
                dengan Pernyataan Telah Direviu yang ditandatangani oleh aparat pengawas intern
                dan Pernyataan Tanggung Jawab (Statement of Responsibility) yang ditandatangani
                oleh Menteri /Ketua Lembaga/Kepala Daerah.

     g.         Bagi kementerian lembaga yang memiliki entitas Badan Layanan Umum, Laporan
                Keuangan kementerian lembaga tahunan dilampiri Laporan Keuangan Badan
                Layanan Umum yang berada di bawah pengawasan kementerian lembaga. Tata
                cara penyusunan laporan keuangan BLU akan diatur tersendiri dengan Peraturan
                Dirjen Perbendaharaan.




Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                              Lampiran 2.7




Contoh LRA




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                              Lampiran 2.7




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                              Lampiran 2.7




Contoh Neraca




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                              Lampiran 2.7




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                              Lampiran 2.7




Contoh Laporan Arus Kas




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                              Lampiran 2.7




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                                   Lampiran 3.10


               Contoh Work sheet penetapan Tolerable Error

               Laporan Keuangan Pemda Kabupaten A Tahun 20XX
               Worksheet penetapan Tolerable Error

               Perhitungan PM                                                                                                             Diajukan oleh/tgl    [ketua tim]/
               Jumlah yang mendasari :                 Total Belanja                                                                      Disetujui oleh/tgl   [Penanggung Jwb]/
               Tingkat Materialitas:                   3%
               Planning Materiality :                    -


                                                                                                                Alokasi TE        Pertimbangan lain *)               Alokasi TE
                                                            Nilai dalam Laporan   Akun-akun yang                                                                    Berdasarkan
                                                                 Keuangan            diaudit              (dengan rumus)     IR   CR       Ukuran sampel           pertimbangan
                                                                                                                                                               profesional pemeriksa
               NERACA

               ASET
               ASET LANCAR
               Kas
               Investasi Jangka Pendek
               Piutang
               Persediaan

               INVESTASI JANGKA PANJANG
               Investasi Nonpermanen
               Investasi Permanen

               ASET TETAP
               Tanah
               Peralatan dan Mesin
               Gedung dan Bangunan
               Jalan, Irigasi dan Jaringan
               Aset Tetap Lainnya
               Konstruksi dalam Pengerjaan
               Akumulasi Penyusutan Aset Tetap
               TOTAL
               DANA CADANGAN
               Dana Cadangan

               ASET LAINNYA
               Tagihan Penjualan Angsuran
               Tuntutan Perbendaharaan
               TOTAL
               TOTAL ASET
               KEWAJIBAN
               KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
               Utang Perhitungan Pihak Ketiga
               Utang Bunga
               Utang Pajak
               Bagian Lancar Hutang Jangka Panjang
               Dalam Negeri
               Pendapatan Diterima di Muka
               Utang Jangka Pendek Lainnya
               TOTAL
               KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
               Utang Dalam Negeri
               Utang Luar Negeri
               Utang Jangka Panjang Lainnya
               TOTAL
               TOTAL KEWAJIBAN
               EKUITAS DANA

               EKUITAS DANA LANCAR
               SAL
               Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran
               (Silpa)
               Cadangan Piutang
               Cadangan Persediaan
               Dana Yang Harus Disediakan Untuk
               Pembayaran Utang Jangka Pendek

               EKUITAS DANA INVESTASI
               Diinvestasikan Dalam Investasi Jangka
               Panjang
               Diinvestasikan Dalam Aset Tetap
               Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya
               Dana Yang Harus Disediakan Untuk
               Pembayaran Utang Jangka Panjang
               EKUITAS DANA CADANGAN

               Diinvestasikan Dalam Dana Cadangan
               TOTAL EKUITAS
               TOTAL




Litbang Pemeriksaan                                                                  Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                                Lampiran 3.10


                                                                                                                  Alokasi TE        Pertimbangan lain *)           Alokasi TE
                                                            Nilai dalam Laporan    Akun-akun yang                                                                 Berdasarkan
                                                                 Keuangan             diaudit               (dengan rumus)     IR   CR       Ukuran sampel       pertimbangan
                                                                                                                                                             profesional pemeriksa
                                   LRA

               PENDAPATAN
               PENDAPATAN ASLI DAERAH
               Pendapatan Pajak Daerah
               Pendapatan Retribusi Daerah
               Pendapatan Hasil Pengelolaan
               Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
               Lain-lain PAD yang Sah
               PENDAPATAN TRANSFER
               TRANSFER PEMERINTAH PUSAT-
               DANA PERIMBANGAN
               Dana Bagi Hasil Pajak
               Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam
               Dana Alokasi Umum
               Dana Alokasi Khusus
               TRANSFER PEMERINTAH PUSAT-
               LAINNYA
               Dana Otonomi Khusus
               Dana Penyesuaian

               LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH
               Pendapatan Hibah
               Pendapatan Dana Darurat
               Pendapatan Lainnya
                       TOTAL PENDAPATAN
               BELANJA
               BELANJA OPERASI
               Belanja Pegawai
               Belanja Barang
               Bunga
               Subsidi
               Hibah
               Bantuan Sosial
               BELANJA MODAL
               Belanja Tanah
               Belanja Peralatan dan Mesin
               Belanja Gedung dan Bangunan
               Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan
               Belanja Aset Tetap Lainnya
               BELANJA TAK TERDUGA
               Belanja Tak Terduga
               TRANSFER
               TRANSFER BAGI HASIL KE
               KABUPATEN/KOTA/DESA
               Bagi Hasil Pajak
               Bagi hasil Retribusi
               Bagi Hasil Pendapatan Lainnya
               TOTAL BELANJA + TRANSFER
               SURPLUS (DEFISIT)
               PEMBIAYAAN
               PENERIMAAN PEMBIAYAAN
               Penggunaan Silpa
               Pencairan Dana Cadangan
               Hasil Penjualan Kekayaan Daerah
               Yang Dipisahkan
               Penerimaan Pinjaman Daerah
               Penerimaan Kembali Pemberian
               Pinjaman Daerah

               Penerimaan Kembali Piutang Daerah
               TOTAL
               PENGELUARAN PEMBIAYAAN
               Pembentukan Dana Cadangan
               Penyertaan Modal (Investasi)
               Pemerintah Daerah
               Pembayaran Pokok Utang
               Pemberian Pinjaman Daerah
               TOTAL
               PEMBIAYAAN NETTO
               SILPA

                                   TOTAL

                           Nilai TE Gabungan


                 *) : Pertimbangan lain diisi sesuai dengan hasil penilaian resiko
                     Misalnya: Resiko diisi dengan T untuk tinggi, M untuk menengah, dan R untuk rendah




Litbang Pemeriksaan                                                                    Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                      Lampiran 3.10




Contoh Work sheet penetapan Tolerable Error

Laporan Keuangan Pemda Kabupaten A Tahun 20XX
Worksheet penetapan Tolerable Error

Perhitungan PM
Jumlah yang mendasari :                 Total Belanja
Tingkat Materialitas:                            3%
Planning Materiality :                       21.270


                                                                                                  Alokasi TE                  Pertimbangan lain *)      Alokasi TE
                                                                                                                                                        Berdasarkan
                                                        Nilai dalam Laporan Akun-akun yang
                                                                                                                                                       pertimbangan
                                                             Keuangan          diaudit         (dengan rumus)            IR   CR       Ukuran sampel
                                                                                                                                                        profesional
                                                                                                                                                         pemeriksa
NERACA

ASET
ASET LANCAR
Kas                                                               100.000         100.000                        3.348   T    M        Besar                  1.500
Investasi Jangka Pendek                                                 -               -                        -                                              -
Piutang                                                           131.000         131.000                        3.832   R    R        Sedikit                5.000
Persediaan                                                         25.000          25.000                        1.674   M    M                               1.000
                                                                  256.000                                        -
INVESTASI JANGKA PANJANG                                                                                         -
Investasi Nonpermanen                                              20.000          20.000                        1.497                                        4.000
Investasi Permanen                                                159.000         159.000                        4.222                                        6.000
                                                                  179.000                                        -
ASET TETAP                                                                                                       -
Tanah                                                             130.000         130.000                        3.818                                        4.000
Peralatan dan Mesin                                               145.000         145.000                        4.032                                        8.000
Gedung dan Bangunan                                               170.000         170.000                        4.366                                        1.000
Jalan, Irigasi dan Jaringan                                       169.000         169.000                        4.353                                        5.000
Aset Tetap Lainnya                                                 45.000          45.000                        2.246                                        3.000
Konstruksi dalam Pengerjaan                                       160.000         160.000                        4.236                                        3.000
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap                                   (34.000)        (34.000)                       1.952                                        2.000
TOTAL                                                             785.000                                        -
DANA CADANGAN                                                                                                    -
Dana Cadangan                                                      66.000          66.000                        2.720                                        1.000
                                                                                                                 -
ASET LAINNYA                                                                                                     -
Tagihan Penjualan Angsuran                                          17.000         17.000                        1.381                                        4.000
Tuntutan Perbendaharaan                                             10.000         10.000                        1.059                                          500
TOTAL                                                               27.000                                       -
TOTAL ASET                                                       1.313.000                                       -
KEWAJIBAN                                                                                                        -
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK                                                                                          -
Utang Perhitungan Pihak Ketiga                                     15.000          15.000                        1.297                                        5.000
Utang Bunga                                                         5.000           5.000                          749                                          500
Utang Pajak                                                        12.000          12.000                        1.160                                        2.000
Bagian Lancar Hutang Jangka
Panjang Dalam Negeri                                               13.000          13.000                        1.207                                        2.000
Pendapatan Diterima di Muka                                         1.000           1.000                          335                                          -
Utang Jangka Pendek Lainnya                                         4.000           4.000                          670                                          670
TOTAL                                                              50.000                                        -
KEWAJIBAN JANGKA PANJANG                                                                                         -
Utang Dalam Negeri                                                 50.000          50.000                        2.368                                        1.000
Utang Luar Negeri                                                 100.000         100.000                        3.348                                        4.000
Utang Jangka Panjang Lainnya                                      200.000         200.000                        4.735                                        6.000
TOTAL                                                             350.000                                        -
TOTAL KEWAJIBAN                                                   400.000                                        -
EKUITAS DANA                                                                                                     -
                                                                                                                 -
EKUITAS DANA LANCAR                                                                                              -
SAL                                                                35.000                                        -
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran
(Silpa)                                                            50.000                                        -
Cadangan Piutang                                                  131.000                                        -
Cadangan Persediaan                                                25.000                                        -
Dana Yang Harus Disediakan Untuk
Pembayaran Utang Jangka Pendek                                     (35.000)                                      -
                                                                                                                 -
EKUITAS DANA INVESTASI                                                                                           -
Diinvestasikan Dalam Investasi Jangka
Panjang                                                           179.000         179.000
Diinvestasikan Dalam Aset Tetap                                   785.000               -
Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya                                  27.000          27.000
Dana Yang Harus Disediakan Untuk
Pembayaran Utang Jangka Panjang                                  (350.000)        (350.000)
EKUITAS DANA CADANGAN

Diinvestasikan Dalam Dana Cadangan                                  66.000         66.000
TOTAL EKUITAS                                                      913.000                                       -
TOTAL                                                            1.313.000                                       -




Litbang Pemeriksaan                                                                   Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                           Lampiran 3.10




                                                                                                       Alokasi TE                  Pertimbangan lain *)      Alokasi TE
                                                                                                                                                             Berdasarkan
                                                     Nilai dalam Laporan Akun-akun yang
                                                                                                                                                            pertimbangan
                                                          Keuangan          diaudit                 (dengan rumus)            IR   CR       Ukuran sampel
                                                                                                                                                             profesional
                                                                                                                                                              pemeriksa
                                                                                                                      -
                      LRA                                                                                             -
                                                                                                                      -
PENDAPATAN                                                                                                            -
PENDAPATAN ASLI DAERAH                                                                                                -
Pendapatan Pajak Daerah                                           190.000            190.000                          4.616                                        4.000
Pendapatan Retribusi Daerah                                        75.000             75.000                          2.900                                        3.000
Pendapatan Hasil Pengelolaan
Kekayaan Daerah yang Dipisahkan                                    60.000             60.000                          2.594                                        2.500
Lain-lain PAD yang Sah                                             50.000             50.000                          2.368                                        2.400
PENDAPATAN TRANSFER                                                                                                   -
TRANSFER PEMERINTAH PUSAT-
DANA PERIMBANGAN                                                                                                      -
Dana Bagi Hasil Pajak                                              80.000             80.000                          2.995                                        3.000
Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam                                   90.000             90.000                          3.177                                        3.000
Dana Alokasi Umum                                                 100.000            100.000                          3.348                                        1.000
Dana Alokasi Khusus                                                60.000             60.000                          2.594                                        1.000
TRANSFER PEMERINTAH PUSAT-
LAINNYA                                                                                                               -
Dana Otonomi Khusus                                                      -                     -                      -
Dana Penyesuaian                                                         -                     -                      -
LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG
SAH                                                                                                                   -
Pendapatan Hibah                                                   40.000             40.000                          2.118                                        2.066
Pendapatan Dana Darurat                                                 -                  -                          -                                              -
Pendapatan Lainnya                                                 30.000             30.000                          1.834                                        1.789
        TOTAL PENDAPATAN                                          775.000                                             -
BELANJA                                                                                                               -
BELANJA OPERASI                                                                                                       -
Belanja Pegawai                                                    45.000             45.000                          2.246                                          -
Belanja Barang                                                     50.000             50.000                          2.368                                        4.000
Bunga                                                               7.000              7.000                            886                                        1.000
Subsidi                                                            45.000             45.000                          2.246                                        3.000
Hibah                                                                   -                  -                          -
Bantuan Sosial                                                          -                  -                          -
BELANJA MODAL                                                                                                         -
Belanja Tanah                                                     120.000            120.000                          3.668                                          -
Belanja Peralatan dan Mesin                                        70.000             70.000                          2.802                                        4.000
Belanja Gedung dan Bangunan                                        90.000             90.000                          3.177                                          -
Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan                               150.000            150.000                          4.101                                          -
Belanja Aset Tetap Lainnya                                         65.000             65.000                          2.700
BELANJA TAK TERDUGA                                                                                                   -
Belanja Tak Terduga                                                20.000             20.000                          1.497                                        1.500
TRANSFER                                                                                                              -
TRANSFER BAGI HASIL KE
KABUPATEN/KOTA/DESA                                                                                                   -
Bagi Hasil Pajak                                                   30.000             30.000                          1.834                                        1.000
Bagi hasil Retribusi                                               12.000             12.000                          1.160                                        1.000
Bagi Hasil Pendapatan Lainnya                                       5.000              5.000                            749                                        1.000
TOTAL BELANJA + TRANSFER                                          709.000                                             -
SURPLUS (DEFISIT)                                                  66.000                                             -
PEMBIAYAAN                                                                                                            -
PENERIMAAN PEMBIAYAAN                                                                                                 -
Penggunaan Silpa                                                  100.000            100.000                          3.348                                          -
Pencairan Dana Cadangan                                            70.000             70.000                          2.802                                        1.000
Hasil Penjualan Kekayaan Daerah
Yang Dipisahkan                                                   150.000            150.000                          4.101                                        2.000
Penerimaan Pinjaman Daerah                                         30.000             30.000                          1.834                                        2.000
Penerimaan Kembali Pemberian
Pinjaman Daerah                                                   100.000            100.000                          3.348                                        2.000

Penerimaan Kembali Piutang Daerah                                  50.000             50.000                          2.368                                        3.000
TOTAL                                                             500.000                                             -
PENGELUARAN PEMBIAYAAN                                                                                                -
Pembentukan Dana Cadangan                                          66.000             66.000                          2.720                                        1.000
Penyertaan Modal (Investasi)
Pemerintah Daerah                                                 100.000            100.000                      3.348                                            2.500
Pembayaran Pokok Utang                                            200.000            200.000                      4.735                                            2.000
Pemberian Pinjaman Daerah                                         150.000            150.000                      4.101                                            2.000
TOTAL                                                             516.000                                         -
PEMBIAYAAN NETTO                                                  (16.000)                                        -
SILPA                                                              50.000                      -                  -
                                                                                                                  -
                      TOTAL                                                        4.035.000                    147.940                                          126.425

 TOTAL NONADDITIVE COMBINED
      TOLERABLE ERROR                                                                                            21.651                                           21.423


  *) : Pertimbangan lain diisi sesuai dengan hasil penilaian resiko
      Misalnya: Resiko diisi dengan T untuk tinggi, M untuk menengah, dan R untuk rendah




Litbang Pemeriksaan                                                                        Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                  Lampiran 3.11




                                                KERTAS KERJA PENENTUAN UJI PETIK

 Akun/Kelompok Akun                               :

 Proses Akuntansi Yang Signifikan                 :




 Tujuan Pengujian                                 :


 Langkah :
 a. Penentuan atribut dan atau
    karakteristik akun

                                                                          Uraian        Catatan
 b. Penentuan populasi
 c. Penentuan luas sampling (besarnya
    sampel)
 d. Penentuan tingkat deviasi yang                                                 *)
    dapat ditoleransi
 e. Penentuan risiko pengendalian yang
    dapat diterima
 f. Penentuan ukuran sampel




       *) Lihat Lampiran contoh perhitungan materialitas (Lampiran 3.9)




       Litbang Pemeriksaan                             Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                     Lampiran 3.11



                                         CONTOH KERTAS KERJA PENENTUAN UJI PETIK

 Akun/Kelompok Akun                               :    Kas dan Bank

 Proses Akuntansi Yang Signifikan                 :         Pencatatan pada Buku Kas Umum (BKU)
                                                            Rekonsiliasi catatan dengan Rekening Koran
                                                            Rekonsiliasi catatan pada Bendahara Umum dan Pemegang Kas


 Tujuan Pengujian                                 :         Meyakinkan transaksi kas dicatat secara aktual (Keberadaan)
                                                            Meyakinkan transaksi kas dicatat sesuai dengan nilai yang
                                                            sebenarnya (Akurasi)
                                                            Meyakinkan seluruh transaksi kas telah dicatat (Kelengkapan)


 Langkah :
 a. Penentuan atribut dan atau                              Buku Kas Umum
    karakteristik akun                                      Rekening koran
                                                            Saldo rekening giro
                                                            SP2D
                                                            Dokumen penagihan lainnya
                                                                     Uraian                               Catatan
 b. Penentuan populasi                                  Saldo bulanan pada Bendahara           Dengan nilai tertinggi sebesar
                                                        Umum Negara (BUN) selama 1             Rp. 3.200 juta dan nilai
                                                        tahun anggaran                         terendah sebesar Rp.1.280
                                                                                               juta
 c.   Penentuan luas sampling (besarnya                 Volume transaksi penerimaan dan       Transaksi penerimaan dan
      sampel)                                           pengeluaran yang frekuensinya         pengeluaran kas pada bulan
                                                        besar dan atau tidak biasa            Januari dan Desember.
                                                                                              Saldo kas pada bulan Januari
                                                                                              sebesar Rp.11.273 juta dan
                                                                                              bulan Desember Rp.25.125 juta
 d. Penentuan tingkat deviasi yang                      Kesalahan yang dapat ditolerir        Misalnya: kesalahan yang
    dapat ditoleransi                                   sebesar 50% dari materialitas         dapat ditolerir adalah sebesar
                                                        perencanaan, yaitu sebesar 0,2%       Rp. 3.200 juta *)
                                                        s.d. 1 % dari total belanja
 e. Penentuan risiko pengendalian yang                  Entitas sudah menerapkan              Prosedur pencatatan atas
    dapat diterima                                      pengendalian kas yang memadai         sampel bukti sudah cukup
                                                                                              memadai
 f.   Penentuan ukuran sampel                          Besarnya sampel :
                                                       Transaksi penerimaan dan pengeluaran kas di bulan Januari dan
                                                       Desember




       *) Lihat Lampiran contoh perhitungan materialitas (Lampiran 3.9)




       Litbang Pemeriksaan                             Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                       Lampiran 3.12




                                   BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                      REPUBLIK INDONESIA


                                     PROGRAM PEMERIKSAAN


                                         ATAS
                           LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT
                      (ATAU LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN/LEMBAGA)
                            TAHUN ANGGARAN/TAHUN BUKU …………



                                                 PADA

                                          (Nama Entitas)
                                           ........................




                                                    DI


                                        ……………………….


                              AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA …..




                                                                      Nomor :
                                                                      Tanggal :




Litbang Pemeriksaan                     Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                              Lampiran 3.12




1.     Dasar Pemeriksaan
       …………………………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………………………

2.     Standar Pemeriksaan, yaitu:
       a. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN)
       b. Panduan Manajemen Pemeriksaan
       c. Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP)

3.     Entitas Yang Diperiksa
       …………………………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………………………

4.     Tahun Anggaran/Tahun Buku Yang Diperiksa
       …………………………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………………………

5.     Identitas dan Data Umum Entitas Yang Diperiksa
       …………………………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………………………

6.     Tujuan Pemeriksaan
       …………………………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………………………
7.     Metodologi Pemeriksaan
       …………………………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………………………

8.     Sasaran Pemeriksaan
       …………………………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………………………

9.     Pengarahan Pemeriksaan
       …………………………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………………………
10.    Jangka Waktu Pemeriksaan




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                             Lampiran 3.12



                                                         Jumlah Hari Pemeriksaan
 No.        Uraian Kegiatan
                                   Ketua    Anggota        Anggota    Anggota
 Urut        Pemeriksaan                                                         Jumlah           Ket
                                    Tim       Tim            Tim        Tim
   1                  2              3         4              5          6         7               8

  1.       Pembicaraan
           awal dengan
           Pimpinan
           Instansi atau
           Badan Usaha
  2.

  3.
           Pembicaraan
  4.       akhir dengan
           Pimpinan
           Instansi atau
           Badan Usaha

Keterangan:
1. Hari kerja                               =         hari
2. Hari libur dan/Minggu                    =         hari
3. Perjalanan pergi atau pulang             =         hari
   Jumlah                                   =         hari

11.     Susunan Tim dan Rincian Biaya Pemeriksaan

             Susunan Tim
                                                                Rincian Biaya Pemeriksaan
No.          Pemeriksaan              Jumlah Hari
                                                                                                     Ket
Urut              Golongan/           Pemeriksaan                                Lain-
           Nama                                         Lumpsum       Transpor              Jml
                   Pangkat                                                        lain




12.     Instansi Penerima Hasil Pemeriksaan
        …………………………………………………………………………………………
        …………………………………………………………………………………………
        …………………………………………………………………………………………
13.     Kerangka Isi Laporan (terlampir)
        …………………………………………………………………………………………
        …………………………………………………………………………………………
        …………………………………………………………………………………………


                                                   ………………, …………………………

                                                                      Tortama …………..



                                                   …………………………………………..
                                                   NIP. …………………………………….




Litbang Pemeriksaan                        Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                     Lampiran 3.13




                                   BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                      REPUBLIK INDONESIA

                                         Program Kerja Perorangan

                                       Anggota Tim Pemeriksa

                                       Nama :


                                                Waktu Pemeriksaan
                        Langkah                                                                     Catatan
     No.                                            (mandays)                           KKP No.
                      Pemeriksaan                                                                  Ketua Tim
                                               Rencana    Realisasi
       1                     2                    3           4                              5         6




                                                                   ……………….,
                                                                   …………………………..

                             Disetujui oleh,                               Disusun oleh,


                                   (Ketua Tim ybs)                        (Nama Anggota Tim ybs)
                                   …………….                                       …………….
                                   NIP. ………                                     NIP. ………




Litbang Pemeriksaan                                  Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                       Lampiran 3.14




                      CONTOH PENGUJIAN PENGENDALIAN TEKNOLOGI INFORMASI

Pengujian pengendalian atas penggunaan teknologi informasi (TI) atas penyusunan LKPP dan
LK Kementerian/Lembaga, dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Pemahaman Terhadap Pengendalian Umum (General Control)
Pemahaman terhadap pengendalian umum bertujuan untuk memperoleh pemahaman mengenai
pengendalian umum atas penggunaan teknologi informasi yang meliputi pengendalian
pengamanan, akses, pengembangan software aplikasi, pemisahan fungsi dan keberlanjutan
layanan.
Apabila hasil pengujian atas pengendalian umum menunjukkan bahwa pengendalian yang ada
tidak efektif, maka dapat dipertimbangkan bahwa pengujian atas pengendalian aplikasi tidak
perlu dilakukan.
1. Pengendalian Pengamanan
     (a) Reviu kebijakan penilaian risiko, apakah ada penilaian risiko secara berkala atau pada
         saat terdapat perubahan sistem, fasilitas, atau kondisi lainnya.
     (b) Reviu penilaian risiko yang terkini/terakhir dan obyektivitas personil yang melaksanakan
         dan mereviu penilaian.
     (c) Reviu rencana pengamanan, apakah telah mencakup aspek-aspek :
              Aturan tentang sistem dan aplikasi
              Pelatihan umum dan khusus
              Pengendalian dan pengamanan personil
              Kapabilitas respon terhadap gangguan insidentil
              Kontinuitas dukungan/perencanaan kontijensi
              Pengamanan dan pengendalian teknis
              Interkoneksi sistem/pemakaian bersama informasi
              Pengendalian akses publik
     (d) Reviu rencana pengamanan dan dokumentasi terkait lainnya yang menunjukkan bahwa
         rencana pengamanan telah direviu, diperbarui, dan mutakhir.
     (e) Reviu rencana pengamanan, struktur organisasi dan uraian tugas untuk mengetahui
         independensi, otoritas, dan keahlian yang memadai dari struktur pengelolaan
         pengamanan.
     (f) Reviu rencana pengamanan untuk mengidentifikasi siapa yang memiliki sumber daya
         yang terkait komputer dan siapa yang bertanggung jawab untuk mengelola akses
         terhadap sumber daya komputer.
     (g) Reviu dokumentasi yang mendukung atau mengevaluasi program awareness personil
         atas pengamanan dan observasi pengarahan pengamanan
     (h) Interviu pemilik data dan pengguna sistem. Tentukan pelatihan apa yang telah mereka
         terima dan apakah mereka sadar dengan tanggung jawab mereka terhadap
         pengamanan. Reviu memo, e-mail, atau mekanisme distribusi kebijakan.
     (i) Pilih pengguna sistem tertentu, bersikaplah sebagai staf pengamanan atau jaringan, dan
         cobalah meminta password mereka.
     (j) Interviu manajer pengamanan, anggota tim respon atas gangguan, dan pengguna
         sistem. Reviu dokumentasi yang mendukung aktivitas penanganan gangguan.
     (k) Reviu kebijakan penerimaan, mutasi, pemberhentian dan kinerja pegawai, apakah
         memperhatikan aspek pengamanan.
     (l) Reviu uraian tugas personil manajemen pengamanan, dan untuk personil lain yang
         disampel.Untuk pegawai yang disampel, bandingkan catatan personil mengenai
         pedidikan, pelatihan dan pengalaman dengan uraian tugas.
     (m) Reviu laporan yang dihasilkan dari penilaian terkini atas pengamanan TI, mencakup
         laporan internal audit yang terkini.
     (n) Tentukan kapan reviu independen atau pemeriksaan terakhir yang terjadi atas aplikasi
         utama dan bagaimana hasil reviu. Idealnya reviu independen minimal 3 tahun sekali.




Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                        Lampiran 3.14



     (o) Reviu apakah sistem dan aplikasi utama diotorisasi atau               diakreditasi    oleh
         manajer/pimpinan yang misinya didukung oleh aplikasi tersebut.
2. Pengendalian Akses
     (a) Reviu kebijakan dan prosedur tertulis yang terkait dengan otorisasi akses. Untuk
         pengguna yang disampel (baik pengguna aplikasi maupun personil sistem informasi),
         reviu dokumentasi otorisasi akses.
     (b) Reviu kebijakan dan prosedur serta dokumentasi otorisasi atas akses darurat dan
         sementara. Pastikan telah dikendalikan.
     (c) Reviu formulir standar untuk mendokumentasikan persetujuan atas penggunaan,
         penghapusan, atau pemakaian bersama file data.
     (d) Reviu diagram layout fisik mengenai fasilitas komputer, telekomunikasi, dan sistem
         pendinginan. Lakukan walk through ke fasilitas dan reviu analisis risiko.
     (e) Reviu daftar akses individual yang mendapat otorisasi ke area yang sensitif dan tentukan
         kewajaran aksesnya. Cobalah memasuki area yang sensitif tanpa tanda pengenal.
         Observasi masuk ke dan keluar dari fasilitas selama dan setelah jam kerja normal.
         Observasi jalur akses utilitas.
     (f) Reviu prosedur pemindahan dan pengembalian media penyimpanan dari dan ke tempat
         penyimpanan. Pilih beberapa pengembalian dan pengambilan dari catatan, verifikasi
         keberadaan fisik atas tape atau media lain, dan tentukan apakah otorisasi yang wajar
         telah diperoleh untuk pemindahan.
     (g) Reviu kebijakan dan prosedur mengenai password. Interviu pengguna. Idealnya
         password diatur sebagai berikut :
             Unik untuk setiap individu, bukan grup
             Dikendalikan oleh pengguna yang ditunjuk
             Diubah secara periodik – setiap 30 sampai 90 hari
             Tidak ditampilkan saat dimasukkan
             Minimal panjangnya 6 karakter alfanumerik
             Dicegah dari penggunaan ulang minimal untuk 6 generasi
     (h) Observasi pengguna dalam memasukkan password. Cobalah melakukan log on tanpa
         password yang valid; lakukan usaha pengulangan untuk menebak password. Usaha
         untuk log on dengan password yang tidak valid idealnya dibatasi sampai 3-4 kali.
     (i) Lihat file password apakah dienkripsi
     (j) Interviu administrator pengamanan dan pengguna sistem apakah software pengamanan
         digunakan untuk membatasi akses dan akses ke software pengamanan dibatasi hanya
         untuk administrator pengamanan
     (k) Lakukan pengujian penetrasi dengan mencoba akses dan menjelajah sumber daya
         komputer termasuk file data kritis, prosedur operasional batch, penyimpanan source
         code, software pengamanan, dan sistem operasi. Pengujian ini dilakukan dengan
         berperan sebagai (1) pihak luar tanpa informasi tentang sistem komputer entitas, (2)
         pihak luar dengan pengetahuan sebelumnya tentang sistem, misalnya bekas orang
         dalam, dan (3) orang dalam dengan dan tanpa informasi khusus tentang sistem
         komputer entitas, dan dengan akses ke fasilitas entitas.
     (l) Reviu kebijakan dan prosedur Pengendalian Sistem Manajemen Database, Interviu
         administrator database dan lakukan pengujian pengendalian dengan mencoba
         mengakses file yang dibatasi.
     (m) Reviu parameter pengamanan Sistem Manajemen Database dan Kamus Data.

3. Pengendalian Pengembangan Software Aplikasi
     (a) Reviu metodologi pengembangan software yang dipergunakan. Reviu dokumentasi
         sistem untuk memverifikasi apakah metodologi tersebut telah diikuti.
     (b) Reviu apakah staf memperoleh pelatihan metodologi pengembangan software dengan
         memadai
     (c) Identifikasi modifikasi software yang terbaru dan tentukan apakah terdapat permintaan
         pengubahan. Periksa, secara sampel, persetujuan terhadap permintaan pengubahan
         software.      Interviu staf pengembangan software.


Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                        Lampiran 3.14



     (d) Reviu prosedur pengubahan darurat sebuah aplikasi dan secara sampel, reviu
         dokumentasi dan persetujuan terkait pengubahan darurat yang dicatat dalam catatan
         pengubahan darurat.
     (e) Periksa prosedur distribusi software baru
     (f) Periksa prosedur penyimpanan dan akses ke software.

4. Pengendalian Pemisahan Fungsi
     (a) Reviu kebijakan dan prosedur mengenai pemisahan fungsi pengelolaan sistem informasi
     (b) Reviu struktur organisasi dan staf, apakah pemisahan fungsi dukungan sistem yang
         berbeda dilaksanakan sebagai berikut:
              Manajemen Sistem Informasi
              Desain sistem
              Pemrograman aplikasi
              Pemrograman sistem
              Jaminan/pengujian kualitas
              Manajemen penyimpanan/manajemen pengubahan
              Operasi komputer
              Pengendalian dan penjadwalan pengembangan
              Pengendalian data
              Pengamanan data
              Administrasi data
              Administrasi jaringan
     (c) Periksa bahwa kombinasi fungsi-fungsi berikut tidak dilaksanakan oleh satu individu:
              Pemasukan data dan verifikasi data
              Pemasukan data dan rekonsiliasi hasilnya
              Penginputan transaksi untuk fungsi-fungsi pemrosesan yang tidak berhubungan
              (misalnya, penginputan invoice vendor dan pembelian dan penerimaan informasi)
              Pemasukan data dan fungsi penyeliaan otorisasi (misalnya otorisasi transaksi yang
              ditolak untuk diteruskan dalam pemrosesan yang melebihi batasan memerlukan reviu
              dan persetujuan penyelia)
     (d) Reviu deskripsi pekerjaan untuk beberapa posisi dalam unit organisasi dan untuk
         administrator pengamanan pengguna. Tentukan apakah tugas-tugas telah dijelaskan dan
         aktivitas yang dilarang telah diatur.
     (e) Interviu personil yang mengisi posisi pekerjaan tertentu. Tentukan apakah deskripsi
         sesuai dengan pemahaman mereka atas tugas dan tanggung jawab mereka dan apakah
         terdapat tugas tambahan yang tidak terdaftar dalam deskripsi pekerjaan mereka tetapi
         dilakukan.

5. Pengendalian Keberlanjutan Layanan
     (a) Reviu kebijakan mengenai operasi dan data yang kritikal
     (b) Reviu dokumentasi mengenai sumber daya yang mendukung operasi kritikal antara lain
         hardware komputer, software komputer, perlengkapan komputer, dokumentasi sistem,
         telekomunikasi, fasilitas perlengkapan kantor, dan SDM.
     (c) Reviu kebijakan dan dokumentasi prioritas pemrosesan darurat
     (d) Reviu kebijakan dan prosedur tertulis mengenai proses backup file. Bandingkan catatan
         inventori dengan file yang disimpan secara off-site dan tentukan umur file-file tersebut.
         Untuk file kritis yang dipilih, tentukan lokasi dan periksa keberadaan file backup.
         Verifikasi apakah file backup dapat digunakan untuk menghasilkan kembali laporan
         terkini
     (e) Periksa apakah tempat penyimpanan backup :
              Dipindahkan secara geografis dari tempat utama
              Dilindungi dengan pengendalian lingkungan dan pengendalian akses fisik
     (f) Reviu dokumentasi dan interviu staf apakah seluruh pegawai pusat data telah menerima
         pelatihan dan memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam keadaan darurat dan




Litbang Pemeriksaan                     Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                           Lampiran 3.14



           apakah staf pusat data menerima pelatihan secara periodik tentang prosedur darurat
           akibat bencana api, air, dan penanganan alarm.
     (g)   Reviu kebijakan dan prosedur respons atas keadaan darurat terhadap sistem informasi
     (h)   Reviu rencana kontijensi dan bandingkan ketentuan didalamnya dengan penilaian risiko
           terbaru serta interviu manajemen senior, manajemen pusat data, dan manajemen
           program untuk melihat apakah rencana kontinjensi :
               Menggambarkan kondisi terkini
               Telah disetujui oleh kelompok utama yang terpengaruh termasuk manajemen senior,
               manajemen pusat data, dan manajer program
               Secara jelas membebankan tanggung jawab pemulihan
               Mencakup instruksi detil untuk memulihkan operasi (baik sistem operasi dan aplikasi
               kritis)
               Mengidentifikasi fasilitas pemrosesan alternatif/pengganti dan fasilitas penyimpanan
               backup
               Mencakup prosedur untuk diikuti saat pusat data/layanan tidak dapat menerima atau
               mengirim data
               Mengidentifikasi file data yang kritis cukup detil untuk dipahami oleh seluruh manajer
               entitas
               Mencakup hardware komputer dan telekomunikasi yang sesuai dengan kebutuhan
               entitas
               Telah didistribusikan ke seluruh personil yang tepat
     (i)   Observasi salinan rencana kontijensi yag disimpan secara off-site.
     (j)   Reviu rencana kontijensi dan segala dokumentasi yang mendukung penilaian kembali
           terbaru atas rencana kontijensi.

b. Pemahaman Terhadap Pengendalian Aplikasi (Aplication Control)
Pemahaman terhadap Pengendalian Aplikasi (Aplication Control) bertujuan untuk memperoleh
pemahaman mengenai pengendalian terhadap aplikasi-aplikasi terkait dengan penyusunan LKPP
dan LK Kementerian/Lembaga, serta untuk menentukan apakah terdapat pengendalian untuk
meyakinkan akurasi, kelengkapan, dan ketepatan waktu data selama pemrosesan (batch atau
real time).
1. Sistem Informasi/Teknik
     (a) Tentukan hardware yang digunakan untuk menjalankan sistem. Klasifikasikan sistem
         sebagai basis Mikro, LAN, Client/Server, atau Mainframe.
     (b) Tentukan apakah software dibeli atau dikembangkan secara in-house.
     (c) Jika software dibeli, tentukan apakah garansi vendor masih berlaku. Tentukan juga
         apakah posisi keuangan vendor cukup kuat dan apakah software dijamin.
     (d) Jika software dikembangkan secara in-house, verifikasi apakah software dikembangkan
         dan diperbarui berdasarkan metodologi pengembangan sistem yang jelas.
     (e) Identifikasi bahasa pemrograman yang digunakan dalam aplikasi. Tentukan apakah unit
         pengembangan aplikasi memiliki staf pemrograman dengan pengetahuan dalam bahasa
         pemrograman tersebut.
     (f) Identifikasi tipe file data yang digunakan dalam pemrosesan (database, sequential files,
         disk, tape).
     (g) Identifikasi transaksi utama, master, dan file referensi yang digunakan dalam
         pemrosesan.
     (h) Tentukan bagaimana unit pengelola TI mengendalikan dan mengamankan akses
         terhadap program aplikasi.
     (i) Tentukan apakah password dimasukkan dengan cara tidak ditampilkan.
     (j) Evaluasi kualitas dokumentasi aplikasi pemrogram (seharusnya mencakup bagan alir
         sistem dan program, tabel keputusan, file layouts, definisi elemen data, naratif, daftar
         source program, catatan pengubahan).
     (k) Evaluasi kualitas dokumentasi operasi aplikasi (seharusnya mencakup bagan alir
         pekerjaan dan sistem, deskripsi input dan output, frekuensi pekerjaan dan urutan
         operasi, prosedur memulai ulang pekerjaan/pemulihan, persyaratan dan prosedur



Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                           Lampiran 3.14



         backup file, teknik pesan kesalahan dan rekonsiliasi, prosedur distribusi laporan, instruksi
         penangkapan data).
     (l) Tentukan apakah salinan backup program aplikasi dan dokumentasi operasi disimpan
         secara off-site.
     (m) Tentukan apakah unit pengelola TI memonitor alur pemrosesan untuk memverifikasi
         bahwa program aplikasi berjalan sesuai jadwal.

2. Pengguna Akhir
     (a) Tentukan cara utama pemasukan data dan pemrosesan (batch, on-line, real time).
     (b) Tentukan apakah unit pengguna sistem menerapkan kepemilikan data. Jika ya,
         identifikasi dan interviu pemilik data untuk menentukan apakah mereka paham peran dan
         tanggung jawab mereka.
     (c) Interviu manajer pengguna akhir secara sampel untuk menentukan sikap manajemen
         pengguna akhir mengenai kualitas dan efektifitas sistem.
     (d) Tentukan dari sudut pandang manajemen pengguna akhir, apa yang mereka ketahui
         tentang risiko, kelemahan, dan batasan terkait dengan sistem.
     (e) Tentukan jumlah pengguna akhir yang bekerja dengan sistem, lokasi, dan tanggung
         jawab mereka terkait dengan sistem. Dapatkan bagan organisasi untuk posisi dan orang-
         orang tersebut.
     (f) Tentukan apakah aplikasi menghasilkan data untuk lembaga hukum atau peraturan. (Jika
         ya, berikan perhatian ekstra terhadap transaksi tersebut).
     (g) Evaluasi kualitas dokumentasi pengguna akhir (seharusnya mencakup deskripsi sistem,
         deskripsi dokumen sumber dan prosedur penyiapannya, prosedur kerja yang harus
         ditaati, prosedur pengendalian, prosedur identifikasi kesalahan dan koreksi, deskripsi
         laporan yang dihasilkan dan penggunaannya).
     (h) Identifikasi pelatihan aplikasi yang tersedia bagi pengguna akhir. Evaluasi pelatihan
         tersebut untuk menentukan apakah telah memadai, mutakhir, dan tersedia bagi orang
         baru.
     (i) Tentukan apakah aktivitas pengguna akhir telah disupervisi secara memadai.

3. System Interfaces
     (a) Tentukan aplikasi lain apa yang ber-interface (secara manual atau elektronik) dengan
         aplikasi ini. Dokumentasikan apa yang diterima dari dan apa yang dikirim ke aplikasi lain
         tersebut.
     (b) Tentukan bagaimana pengguna akhir memverifikasi atau menetapkan jaminan bahwa
         interfaces memberikan data yang lengkap, akurat, dan diotorisasi.

4. Penanganan File
     (a) Tentukan periode retensi untuk berbagai file data aplikasi yang penting. Evaluasi apakah
         periode retensi memenuhi persyaratan pelaporan manajemen, pelaporan eksternal, dan
         akunting internal.
     (b) Tentukan apakah manajemen pengguna akhir dan pemilik data sadar akan periode
         retensi dari berbagai file data aplikasi yang penting, dan apakah manajer tersebut cukup
         puas dengan lama retensi.

5. Backup dan Pemulihan
     (a) Tentukan seberapa sering file penting di-backup. Tentukan apakah salinan file backup
         tersebut disimpan pada fasilitas off-site yang tepat.
     (b) Verifikasi apakah fasilitas penyimpanan file backup secara off-site aman.
     (c) Tentukan apakah terdapat rencana pemulihan aplikasi (baik teknik maupun pengguna
         akhir) untuk mengembalikan/memulihkan dari gangguan pemrosesan komputer jangka
         pendek dan jangka panjang. Verifikasi apakah rencana tersebut mengatur kebutuhan
         pemulihan teknis dan prosedur alternatif pemrosesan oleh pengguna akhir.
     (d) Tentukan apakah rencana pemulihan aplikasi tersebut telah diuji dalam tahun terakhir.



Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                            Lampiran 3.14



     (e) Tetapkan berapa lama organisasi dapat berfungsi dengan baik dan mencegah kerugian
         finansial yang signifikan jika aspek komputerisasi dari aplikasi ini gagal. Verifikasi apakah
         memulai ulang/pemulihan dan rencana pemulihan bencana dapat memungkinkan
         pemulihan aplikasi ini dalam waktu yang diperlukan untuk mencegah kerugian finansial
         yang signifikan.
     (f) Tentukan apakah unit pengelola TI telah menetapkan periode retensi file data dan
         catatan. Tentukan apakah periode retensi ini memadai untuk tujuan backup,
         bencana/pemulihan, dan pemeriksaan.
     (g) Verifikasi apakah rencana memulai ulang/pemulihan dari gangguan komputer jangka
         pendek mencakup kemampuan untuk mengidentifikasi status seluruh pemrosesan pada
         titik kegagalan aplikasi untuk menetapkan pisah-batas pemasukan ulang transaksi.

c. Evaluasi Pengendalian dan Prosedur Aplikasi untuk Setiap Transaksi
Evaluasi pengendalian dan prosedur aplikasi untuk setiap transaksi, dilakukan sengan cara:
1. Identifikasi seluruh subsistem
2. Identifikasi seluruh transaksi dalam tiap subsistem (termasuk transaksi yang secara otomatis
   dihasilkan oleh komputer)
3. Untuk setiap transaksi, gunakan Kertas Kerja Transaksi untuk mencatat dan mengevaluasi
   pengendalian dan prosedur aplikasi, dengan uraian sebagai berikut :
(a) Pengendalian Input
Pengendalian input meyakinkan bahwa transaksi :
    Dimasukkan kedalam dan diterima oleh komputer,
    Diproses hanya sekali,
    Tanpa duplikasi, dan
    Kesalahan dalam field data keuangan dan non keuangan telah : (1) diidentifikasi; (2)
    dipisahkan dari transaksi yang valid; (3) dikoreksi secara tepat waktu; dan (4) dikembalikan
    ke pemrosesan normal.
Oleh karena itu lakukan evaluasi, yang mencakup :
   Identifikasi bagaimana transaksi dimulai
   Identifikasi bagaimana transaksi diotorisasi (tanda tangan manual, tanda tangan elektronik,
   otorisasi akses layar, dsb.)
   Identifikasi petugas yang memasukkan data sumber, apakah orang tersebut dipisahkan dari
   orang yang merekonsiliasi hasil pemrosesan
   Identifikasi bagaimana data sumber dimasukkan dalam aplikasi (batch, on-line)
   Tentukan apakah terdapat pemrosesan yang dipicu secara otomatis yang akan mengubah
   data aplikasi. Jika ya, tentukan bagaimana proses update atas transaksi ini diotorisasi,
   diidentifikasi, dan direkonsiliasi. Tentukan apakah terdapat pengendalian untuk meyakinkan
   akurasi kejadian yang memicu pemrosesan otomatis (tanggal, titik pemesanan kembali
   persediaan, dsb.).
   Identifikasi apakah pemasukan data dilakukan dalam waktu singkat setelah dokumen sumber
   dibuat
   Setelah dokumen sumber dimasukkan dalam aplikasi, identifikasi apakah dokumen tersebut
   ditandai atau ditandatangani sedemikian rupa untuk menunjukkan bahwa telah dimasukkan,
   sehingga mengurangi risiko duplikasi yang tidak disengaja atau penggunaan ulang dokumen
   Reviu apakah terdapat pemisahan tugas yang tepat (kustodian, otorisasi, pencatatan, dan
   rekonsiliasi periodik) untuk tugas-tugas yang mendapat otorisasi untuk meng-update data
   Identifikasi Bagaimana dokumen data sumber dikendalikan kelengkapan dan akurasinya
   (dokumen pre-printed, pre-numbered secara berurutan, disimpan dengan aman setelah
   diotorisasi, ditandai setelah diinput)
   Reviu apakah terdapat periode retensi untuk data sumber
   Identifikasi pengendalian yang ada untuk meyakinkan kelengkapan dan akurasi input
   (rekonsiliasi control total, pengecekan satu-satu, penandingan, pengecekan berurutan,
   pemrosesan duplikasi, pengecekan editing terprogram).
   Tentukan apakah dan bagaimana pengecekan editing otomatis berikut dilaksanakan saat
   pemasukan data, untuk memastikan : (1) keandalan; (2) ketergantungan; (3) range;


Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                         Lampiran 3.14



     (4) eksistensi; (5) format; (6) check digit; (7) penandingan dengan data sebelumnya; dan
     (8) konsistensi.
     Jika memadai, apakah terdapat pengecekan editing, yang mencakup : (1) pengecekan
     format pada data numerik; (2) pengecekan range pada field numerik variabel; (3) pengujian
     tanggal pada field tanggal; (4) pengecekan eksistensi pada seluruh field penting; (5) check
     digit pada seluruh key identifikasi; (6) pengujian untuk data yang hilang; (7) pengujian untuk
     data yang berlebih; (8) pengujian untuk record yang tidak tepat; (9) pengujian untuk kondisi
     yang tidak berurutan.
     Jika pengendalian input mencakup penggunaan control total, apakah total yang dihasilkan
     komputer sama dibandingkan dengan total yang ditentukan secara independen
     Identifikasi laporan yang didapatkan pengguna untuk memverifikasi dan memonitor operasi
     aplikasi (control total, ringkasan, penghitungan kesalahan, laporan eksepsi, dsb.)
     Reviu bagaimana penyelia atau manajer memverifikasi bahwa prosedur pengecekan control
     total hasil produksi telah dilaksanakan
     Jelaskan segala perbandingan hasil dijalankannya aplikasi pada saat ini dengan sebelumnya
     untuk pengecekan keandalan.
     Identifikasi bagaimana pengguna memverifikasi proses update terhadap file dibandingkan
     dengan otorisasinya
     Tentukan bagaimana duplikasi transaksi dicegah atau diidentifikasi.
     Tentukan apakah dan bagaimana data yang diterima dari aplikasi lain divalidasi kelengkapan
     dan akurasinya.

(b) Pengendalian Pemrosesan
Pengendalian pemrosesan meyakinkan bahwa transaksi:
    Diterima oleh komputer,
    Diproses dengan logika yang valid, dibawa ke seluruh fase pemrosesan, dan
    Di-update ke file data yang benar.
Oleh karena itu lakukan evaluasi, yang mencakup :
   Apakah pengguna diwajibkan memberikan parameter pemrosesan, dan jika ya, bagaimana
   parameter tersebut diotorisasi dan diverifikasi?
   Identifikasi pengendalian yang ada untuk meyakinkan kelengkapan dan akurasi pemrosesan
   (run-to-run control total, pemrosesan duplikasi, dsb.).
   Dokumentasikan prosedur rekonsiliasi oleh pengguna akhir yang memfasilitasi kelengkapan
   dan akurasi pemrosesan.
   Identifikasi laporan yang didapatkan pengguna untuk memverifikasi dan memonitor operasi
   aplikasi (control total, ringkasan, penghitungan kesalahan, laporan eksepsi, dsb.)
   Jelaskan bagaimana personil unit pengguna mengecek control total hasil produksi.
   Bagaimana penyelia atau manajer memverifikasi bahwa prosedur pengecekan control total
   hasil produksi telah dilaksanakan?
   Jelaskan segala perbandingan hasil dijalankannya aplikasi pada saat ini dengan sebelumnya
   untuk pengecekan keandalan.
   Identifikasi bagaimana pengguna memverifikasi proses update terhadap file dibandingkan
   dengan otorisasinya
   Tentukan apakah prosedur rekonsiliasi khusus perlu diterapkan untuk pisah batas pada akhir
   bulan, tahun fiskal, dan sebagainya.

(c) Koreksi Kesalahan
     Identifikasi seluruh kesalahan data dan pemrosesan yang dapat diidentifikasi, baik melalui
     prosed editing atau pemrosesan rutin.
     Tentukan dampak kesalahan data dan pemrosesan pada pemrosesan (kesalahan harus
     dikoreksi sebelum pemrosesan dilanjutkan, kesalahan harus dipisahkan dari pemrosesan
     sehingga transaksi yang benar dapat terus diproses sementara kesalahan dikoreksi).
     Tentukan apakah kesalahan dipisahkan pada suspense file. Tentukan apakah suspense file
     kesalahan bersifat kumulatif atau non kumulatif.




Litbang Pemeriksaan                     Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                       Lampiran 3.14



     Reviu laporan kesalahan untuk menentukan apakah jumlah kesalahan dalam laporan
     tersebut wajar.
     Tentukan bagaimana kesalahan dikoreksi.
     Tentukan apakah transaksi yang dikoreksi telah diotorisasi.
     Verifikasi apakah transaksi yang dikoreksi dimasukkan kembali dalam pemrosesan yang
     normal baik pada titik awal input atau melalui proses koreksi kesalahan khusus.
     Tentukan apakah proses koreksi kesalahan menghapus kesalahan yang terdapat dalam
     suspense file kesalahan.
     Tentukan ketepatan waktu koreksi kesalahan.
     Identifikasi bagaimana pengguna akhir memonitor sisa kesalahan dan melakukan investigasi
     lebih lanjut secara tepat waktu.
     Apakah terdapat pemisahan tugas yang tepat (kustodian, otorisasi, pencatatan, dan
     rekonsiliasi periodik) untuk tugas-tugas yang mendapat otorisasi untuk meng-update data?
     Tentukan apakah prosedur rekonsiliasi dan koreksi kesalahan didokumentasikan dalam
     dokumentasi pengguna akhir.
     Apakah dihasilkan laporan eksepsi mengenai transaksi salah yang belum terkoreksi dalam
     waktu yang cukup lama, dengan suatu analisis umur?

(d) Pengendalian Output
Pengendalian output meyakinkan bahwa data output:
    Dilaporkan dengan cara yang benar,
    Dapat dilihat/tersedia hanya untuk personil yang mendapat otorisasi,
    Ditahan atau dihancurkan secara tepat,
    Merupakan subyek jejak pemeriksaan atas pemrosesan yang diperlukan, dan
    Jika salah, dipisahkan dari transaksi yang valid, dikoreksi, dan dimasukkan kembali dalam
    pemrosesan normal.
Oleh karena itu lakukan evaluasi, yang mencakup:
   Identifikasi bagaimana output didistribusikan. Tentukan apakah distribusi tersebut
   mengurangi pengungkapan kepada pihak yang tidak mendapat otorisasi untuk mengetahui
   informasi sensitif, dengan menggunakan printer jarak jauh di lokasi pengguna akhir atau
   checklist distribusi output.
   Identifikasi bagaimana unit pengguna menjamin bahwa laporan dan file didistribusikan ke
   pengguna akhir yang benar (penelusuran laporan, printer jarak jauh)
   Identifikasi pihak yang menerima laporan output dan apakah mereka dipisahkan dari pihak
   yang melakukan input
   Bagaimana pengguna akhir memverifikasi bahwa seluruh laporan telah diterima dan bahwa
   seluruh halaman laporan telah lengkap (judul laporan standar, penomoran halaman (1 dari
   ?), indikator akhir laporan)?
   Apakah laporan output mencakup informasi untuk mengidentifikasi: (1) judul laporan; (2)
   nama/nomor program pemrosesan; (3) tanggal dan waktu produksi laporan; (4) periode
   pemrosesan yang dicakup; (5) Identifikasi bagaimana pengguna akhir membuktikan
   penerimaan laporan dan file (check list, tanda tangan, dsb.); (6) identifikasi apakah terdapat
   pemisahan tugas yang tepat (kustodian, otorisasi, pencatatan, dan rekonsiliasi periodik)
   untuk tugas-tugas yang mendapat otorisasi untuk meng-update data
   Peroleh bagaimana laporan rahasia diidentifikasi dan didistribusikan
   Identifikasi seluruh formulir khusus yang digunakan dalam pemrosesan dan pelaporan.
   Tentukan apakah formulir yang sensitif telah diamankan (disimpan dalam area yang aman,
   formulir yang dicetak dengan laser printer, dsb.).
   Identifikasi apakah orang-orang yang bertanggung jawab untuk mengamankan dokumen
   yang sensitif berbeda dengan orang-orang yang menyelenggarakan catatan akuntansi
   terkait.
   Identifikasi apakah terdapat prosedur pemusnahan khusus untuk laporan yang sensitif
   (shredding, pengarsipan khusus yang aman)




Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                   Lampiran 3.14



(e) Dokumentasi Akhir
Dokumentasi pengguna merupakan sumber informasi utama bagi seluruh personil yang
bertanggung jawab terhadap penggunaan aplikasi sehari-hari.
Oleh karena itu lakukan evaluasi, yang mencakup :
   Identifikasi apakah terdapat dokumentasi pengguna akhir yang menjelaskan asal dokumen
   sumber, otorisasi, pengumpulan data, penyiapan input, penanganan laporan, koreksi
   kesalahan, dan retensi laporan/data yang memadai
   Identifikasi apakah dokumen sumber ditahan sehingga data yang hilang atau hancur selama
   pemrosesan berikutnya data dibuat kembali
   Identifikasi apakah setiap tipe dokumen sumber memiliki periode retensi khusus.
(f) Otorisasi
Pengendalian otorisasi meyakinkan bahwa seluruh informasi dan data yang dimasukkan atau
digunakan dalam pemrosesan:
   Telah diotorisasi oleh manajemen, dan
   Representatif atas kejadian yang sebenarnya terjadi.
Oleh karena itu lakukan evaluasi, yang mencakup :
   Jika transaksi diotorisasi secara manual, identifikasi pengendalian yang dapat menjamin
   bahwa tidak terdapat modifikasi yang tidak terotorisasi setelah otorisasi, tetapi sebelum
   menetapkan pengendalian input. Tentukan apakah tingkatan manajemen yang tepat yang
   mengotorisasi aktivitas transaksi.
   Jika otorisasi transaksi difasilitasi dengan pembatasan akses logis, pilih sampel dari
   ketentuan akses yang diterapkan terhadap input dan update transaksi, dan verifikasi bahwa
   orang yang tepat yang memiliki kapabilitas tersebut.
   Identifikasi segala tindakan yang diijinkan untuk melakukan validasi data dan pengecekan
   editing (otorisasi, monitoring, dsb). Tentukan siapa yang dapat melakukan hal tersebut dan
   verifikasi apakah mereka berada pada posisi manajemen yang seharusnya memiliki otoritas
   tersebut. Apakah seluruh penggunaan fitur-fitur untuk melakukan tindakan tersebut secara
   otomatis dicatat sehingga tindakan tersebut nantinya dapat dianalisa kewajarannya

(g) Pengamanan
Pengendalian pengamanan meyakinkan bahwa akses terhadap informasi dan fasilitas dibatasi
hanya untuk individual yang ditunjuk oleh manajemen yang bertanggungjawab.
Oleh karena itu lakukan evaluasi, yang mencakup :
   Identifikasi transaksi utama, file master , dan referensi yang digunakan dalam pemrosesan.
   Lakukan kerja sama dengan Administrator Pengamanan untuk menentukan apakah file-file
   tersebut diamankan dari akses yang tidak mendapat otorisasi.
   Evaluasi bagaimana pembatasan akses pengamanan dijaga. Hal-hal yang penting mencakup
   administrasi pengamanan, manajemen logon/password, monitoring pengamanan, dan
   kepemilikan data.
   Evaluasi metode untuk membatasi akses terhadap dokumen sumber dan formulir input
   kosong hanya kepada personil yang mendapat otorisasi.
   Tentukan apakah terminal pemasukan data berada di lokasi yang aman.
   Tentukan apakah printer jarak jauh berada di lokasi yang aman dan terlindung dari akses
   yang tidak mendapat otorisasi.



(h) Pemisahan Tugas
     Identifikasi apakah tugas-tugas telah dipisahkan sehingga tidak terdapat individu yang
     melaksanakan lebih dari satu operasi: otorisasi transaksi, memulai transaksi, pemasukan
     transaksi, dan distribusi output.
     Reviu apakah transaksi yang ditolak yang bukan diakibatkan oleh kesalahan pemasukan
     dikoreksi oleh pengguna yang memulai transaksi



Litbang Pemeriksaan                  Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                     Lampiran 3.14



     Reviu apakah pengguna akhir bertanggung jawab terhadap kelengkapan dan akurasi dari
     seluruh data aplikasi.

(i) Pemeliharaan File
Pengendalian pemeliharaan file meyakinkan bahwa data yang disimpan dalam komputer
dipertahankan mutakhir dan terkini, dan bahwa data yang tidak biasa yang memerlukan tindakan
dan pengubahan diidentifikasi. Hal ini secara khusus berlaku bagi file referensi dan data acuan
(standing data).


Oleh karena itu lakukan evaluasi, yang mencakup :
   Identifikasi seluruh file referensi dan master yang digunakan dalam aplikasi.
   Identifikasi prosedur pemberitahuan update file terhadap file-file tersebut (dokumen yang
   diedarkan, pemberitahuan e-mail, control total, dsb). Tentukan apakah pengguna akhir
   menggunakan prosedur pemberitahuan update tersebut untuk memverifikasi proses update
   terhadap file-file tersebut.
   Tentukan apakah file-file tersebut direviu secara rutin untuk memverifikasi bahwa isi file
   tersebut adalah mutakhir dan terkini




Litbang Pemeriksaan                   Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                      Lampiran 3.15



A. PENGUJIAN PENGENDALIAN ATAS LKPP
Ikhtisar pengujian pengendalian atas penyusunan LKPP adalah sebagai berikut :
1. Identifikasi apakah Sub Dit Konsolidasian dan Pelaporan Keuangan telah menerima seluruh
   bahan penyusunan LKPP, yang mencakup : (1) seluruh LRA & Neraca Kementrian
   Negara/Lembaga; (2) data kas negara dari Dit. PKN; (3) data IKN dari Dit. PBM/KN; (3) data
   utang DN dari Dit. PSUN; (4) data utang LN dari Dit. PPHLN; dan (5) data investasi dari Dit.
   P3.
2. Lakukan wawancara dengan pejabat terkait sejauhmana pemanfaatan data-data dan laporan
   tersebut terhadap penyusunan LKPP.
3. Identifikasi apakah laporan keuangan hasil konsolidasian telah dicatat dengan benar sesuai
   dengan bahan penyusun LKPP yang mencakup : (1) seluruh LRA & Neraca Kementrian
   Negara/Lembaga; (2) data kas negara dari Dit. PKN; (3) data IKN dari Dit. PBM/KN; (3) data
   utang DN dari Dit. PSUN; (4) data utang LN dari Dit. PPHLN; dan (5) data investasi dari Dit.
   P3.
4. Lakukan pengecekan terhadap seluruh bahan penyusun LKPP apakah nilai masing-masing
   bahan penyusun tersebut telah di catat dengan benar dan telusuri nilai-nilai yang terdapat
   pada penyusun LKPP apakah telah sesuai dengan dokumen-dokumen pendukungnya
5. Dapatkan ketentuan yang terkait dengan pengelolaan penerimaan dan pengeluaran rekening
   pemerintah di BUN, pengelolaan utang luar negeri, utang dalam negeri (Surat Utang
   Negara), dan investasi. Lakukan wawancara dengan pejabat terkait tentang pengendalian
   atas transaksi tersebut dan lakukan pengujian terbatas atas laporan-laporan yang terkait
   dengan transaksi tersebut untuk meyakini bahwa otorisasi telah dilaksanakan dengan
   semestinya dan tidak ada penggunaan rekening yang menyalahi ketentuan atau peraturan
   pengelolaan uang negara.
6. Simpulkan hasil pengujian pengendalian tersebut pada KKP tentang pengujian pengendalian.


B. PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS LKPP
Untuk pemeriksaan atas LKPP, pemeriksa harus mempertimbangkan hasil pemeriksaan atas LK
K/L.
Selanjutnya melakukan langkah-langlah pengujiannya sebagai berikut :
a. Pengujian subtantif atas pos/akun pada Neraca
(1) Kas
     (a) Kas di KPPN
           Dapatkan daftar rekening koran Bank Operasional dan Bank Persepsi bank-bank yang
           mengelola rekening-rekening kas negara KPPN.
           Mintakan pernyataan bank (bank statement) atas saldo rekening per 31 Desember pada
           tahun anggaran yang diperiksa yang dikeluarkan oleh bank di mana rekening kas negara
           dibuka.
           Bandingkan saldo kas negara KPPN per 31 Desember pada tahun anggaran yang
           diperiksa, yang tercatat pada buku bank yang dibuat oleh bendaharawan dengan saldo
           pada bank statement.
           Mintakan penjelasan tertulis dari bendaharawan apabila terdapat selisih antara saldo
           pada buku bank dengan saldo pada bank statement.
           Buat Berita Acara Pengujian Saldo KPPN per 31 Desember pada tahun anggaran yang
           diperiksa dengan format yang telah disediakan yang ditandatangani oleh bendaharawan
           umum, kepala KPPN, ketua tim pemeriksa dan satu orang anggota tim pemeriksa. Berita
           Acara tersebut dilampiri dengan daftar perbandingan saldo.



Litbang Pemeriksaan                     Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                        Lampiran 3.15




(2) Kas di Bank Indonesia
    (a) Pengujian substantif atas Rekening Bendahara Umum Negara (BUN) nomor
        502.000000 pada Direktorat Pengelolaan Kas Negara
           Dapatkan Buku Besar Rekening BUN (Januari s.d. Desember) serta Laporan Rekening
           Koran Pemerintah untuk rekening BUN pada tahun anggaran yang diperiksa. Lakukan
           pengujian atas penjumlahan angka-angka (footing dan crossfooting) terhadap setiap pos
           baik penerimaan maupun pengeluaran atau yang lainnya yang terdapat dalam buku
           besar dan Laporan RKP tersebut. Apabila ada ketidakcocokan, tanyakan penyebabnya
           kepada Dit PKN c.q. Subdit Adm BUN.
           Dapatkan mutasi debet dan kredit harian Rekening BUN selama tahun anggaran yang
           diperiksa dari Bank Indonesia (BI) (dalam bentuk soft copy/hard copy). Lakukan
           penjumlahan transaksi selama satu tahun untuk beberapa pos (uji petik) dari
           file/dokumen yang diperoleh dari BI. Bandingkan hasil penjumlahan tersebut dengan
           Laporan RKP yang dibuat Dit. PKN untuk pos tersebut. Apabila terdapat perbedaan
           tanyakan penyebabnya.
           Pelajari dan analisa mutasi-mutasi dalam Rekening BUN. Apabila terdapat kejanggalan-
           kejanggalan, cari sebabnya.
           Lakukan uji pisah batas atas pos-pos yang terdapat dalam Rekening BUN.
           Teliti metode penyajian yang dilakukan oleh Dit. PKN untuk setiap pos dalam Rekening
           BUN apakah telah sesuai dengan standar yang berlaku.
           Pengujian atas saldo awal :
           - Dapatkan saldo awal Rekening BUN per 1 Januari pada tahun anggaran yang
              diperiksa serta dokumen pembukuan yang mendukung saldo tersebut.
           - Dapatkan rekening koran/saldo bilyet atas saldo yang tercantum dalam pembukuan
              Dit PKN.
           - Lakukan konfirmasi dengan BI atas kebenaran, keabsahan, kelengkapan dan
              keberadaan saldo tersebut.
           - Periksa apakah saldo awal yang tercatat dalam Laporan RKP sesuai dengan
              rekening koran BI.

           Pengujian atas Penerimaan Negara:
           - Dapatkan dokumen sumber pembukuan Rekening BUN yaitu berupa nota kredit dari
              BI, serta arsip SPM yg diterbitkan oleh Dit. PKN (jika dipandang perlu uji petik
              sampai dokumen kesepakatan sampai terjadinya penerimaan). Teliti apakah
              transaksi-transaksi di Rekening BUN telah didukung dengan bukti yang sah.
           - Teliti apakah transaksi dibukukan ke dalam mata anggaran yang benar.
           - Teliti keabsahan bukti-bukti untuk tiap transaksi Rekening BUN. Apabila terdapat
              bukti yang meragukan, konfirmasikan kepada pejabat yang berwenang dan terkait.
           Pengujian atas Belanja Negara
           - Dapatkan dokumen sumber pembukuan Rekening BUN yaitu berupa nota debet dari
              BI, serta arsip SPM dan SP2D yg diterbitkan oleh Dit. PKN. Teliti apakah transaksi-
              transaksi di Rekening BUN telah didukung dengan bukti yang sah.
           - Teliti apakah transaksi dibukukan ke dalam mata anggaran yang benar.
           - Minta Daftar SPM, daftar SP2D dan SKO untuk setiap Mata Anggaran Pengeluaran
              (MAK), dan lakukan pengujian terhadap kebenaran angka yang tercatat dalam
              Laporan RKP dengan cara melakukan uji petik atas beberapa SPM dan SP2D yang
              bernilai besar dari daftar SPM dan SP2D tersebut untuk setiap MAK.
           - Teliti keabsahan bukti-bukti untuk tiap transaksi Rekening BUN untuk mengetahui
              apakah setiap pengeluaran telah mendapatkan persetujuan dari pejabat yang
              berwenang. Apabila terdapat bukti yang meragukan, konfirmasikan kepada pejabat
              yang berwenang.




Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                      Lampiran 3.15




           Pengujian atas saldo akhir
           - Dapatkan saldo akhir Rekening BUN per 31 Desember 200X serta dokumen
              pembukuan yang mendukung saldo tersebut.
           - Dapatkan rekening koran/saldo bilyet atas saldo yang tercantum dalam pembukuan.
           - Mintakan hasil rekonsiliasi bank pada akhir tahun dan lakukan pengujian atas hasil
              rekonsiliasi bank.

     (b) Pengujian saldo kas Rekening Pemerintah selain Rekening BUN pada Dit. PKN
           Pengujian atas : (1) Rekening 500.000001 : Dana Talangan Reksus Kosong dan
           Reimbursement dari Lender; (2) Rekening 500.0000002 : Dana Saldo Anggaran Lebih
           (SAL); (3) Rekening 555.000212 : Cadangan Anggaran Pembangunan (CAP); (4)
           Rekening 600.500411 : Rekening Giro Kas Negara Dalam Valuta Asing; (5)Rekening
           519.000003 : Dana Hasil Divestasi Saham-saham BUMN dalam Rupiah; (6) Rekening
           519.000115 : Pungutan Pengusahaan Perikanan dan Pungutan Hasil Perikanan.
           Langkah pengujiannya adalah sebagai berikut :
           - Dapatkan peraturan yang mendasari keberadaan dari rekening ini dan pelajari
              apakah penggunaan rekening ini telah sesuai dengan peraturan tersebut.
           - Dapatkan Buku Besar pada tahun anggaran yang diperiksa. Lakukan pengujian atas
              penjumlahan angka-angka (footing dan crossfooting) terhadap setiap mutasi
              penerimaan maupun pengeluaran. Apabila ada ketidakcocokan, tanyakan
              penyebabnya.
           - Dapatkan rekening koran dari BI dan bandingkan dengan buku besar. Jika ada
              perbedaan tanyakan sebabnya.
           - Dapatkan dokumen sumber pembukuan rekening ini. Teliti apakah transaksi-
              transaksi di rekening tsb telah didukung dengan bukti yang sah untuk mengetahui
              apakah setiap pengeluaran telah mendapatkan persetujuan dari pejabat yang
              berwenang. Apabila terdapat bukti yang meragukan, konfirmasikan kepada pejabat
              yang berwenang.
           - Dapatkan mutasi harian rekening selama tahun anggaran yang diperiksa dari BI
              (dalam bentuk soft copy/hardcopy). Lakukan penjumlahan transaksi selama satu
              tahun untuk satu dari file/dokumen yang diperoleh dari BI. Bandingkan hasil
              penjumlahan tersebut dengan laporan yang dibuat Dit. PKN. Apabila terdapat
              perbedaan tanyakan penyebabnya.
           - Pelajari dan analisa transaksi-transaksi yang ada dalam rekening ini. Apabila
              terdapat kejanggalan-kejanggalan, tanyakan penyebabnya.
           - Lakukan uji pisah batas atas transaksi dalam rekening.
           Pengujian saldo kas pada : (1) Rekening 519.000102 : Rekening Pembangunan dan (2)
           Rekening 513.000000 : Rekening Dana Investasi (RDI)
           - Dapatkan peraturan yang mendasari keberadaan dari rekening ini dan pelajari
              apakah penggunaan rekening ini telah sesuai dengan peraturan tersebut.
           - Dapatkan Berita Acara Serah Terima penyerahan penatausahaan rekening ini dari
              Dirjen Lembaga Keuangan kepada Dirjen Perbendaharaan.
           - Dapatkan Buku Besar rekening ini untuk tahun yang diperiksa. Lakukan pengujian
              atas penjumlahan angka-angka (footing dan crossfooting) terhadap setiap mutasi
              penerimaan maupun pengeluaran. Apabila ada ketidakcocokan, tanyakan
              penyebabnya.
           - Dapatkan rekening koran dari BI dan bandingkan dengan buku besar. Jika ada
              perbedaan tanyakan sebabnya.
           - Uji kelengkapan rekening ini untuk memastikan bahwa semua transaksi yang terjadi
              sudah dibukukan.
           - Dapatkan dokumen sumber pembukuan rekening ini. Teliti apakah transaksi-
              transaksi di rekening tsb telah didukung dengan bukti yang sah untuk mengetahui
              apakah setiap pengeluaran telah mendapatkan persetujuan dari pejabat yang

Litbang Pemeriksaan                     Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                       Lampiran 3.15



                berwenang. Apabila terdapat bukti yang meragukan, konfirmasikan kepada pejabat
                yang berwenang.
           -    Dapatkan data transaksi harian rekening selama tahun anggaran yang diperiksa dari
                BI (dalam bentuk soft copy/hardcopy). Lakukan penjumlahan transaksi selama satu
                tahun dari file/dokumen yang diperoleh dari BI. Bandingkan hasil penjumlahan
                tersebut dengan laporan yang dibuat Dit. PKN. Apabila terdapat perbedaan tanyakan
                penyebabnya.
           -    Pelajari dan analisa transaksi-transaksi yang ada dalam rekening ini. Apabila
                terdapat kejanggalan-kejanggalan, tanyakan penyebabnya.
           -    Lakukan uji pisah batas atas transaksi yang terdapat dalam rekening.
           -    Pelajari rekening-rekening yang di luar pengawasan Dit. PKN (seperti Dana
                Penjaminan di Dep Koperasi dan UKM, Dana Bergulir atas proyek/pinjaman yang
                dikelola oleh DJLK) yang pengembalian dananya ditampung dalam rekening-
                rekening tertentu yang dikelola oleh Dit. P3. Lakukan pemeriksaan apakah
                pengembalian dana bergulir tersebut harus dimasukkan sebagai kas negara.

           Pengujian saldo kas : (1) Rekening 600.000411 : Hasil Minyak Karya Production Sharing;
           (2) Rekening 508. 000071 : Rekening Khusus Penerimaan dari Bidang Pertambangan
           dan Perikanan; (3) Rekening 508.000084 : Rekening Penerimaan Panas Bumi; (4)
           Rekening 510.000149 : Subsidi Bunga dalam rangka SEDP3; (5) Rekening 510.000265 :
           Reksus untuk Pembiayaan Proyek Regional Development Account (RDA); (6) Rekening
           519.000002 : Bahan Bakar Kendaraan Bermotor; (7) Rekening 519.000114 : Iuran Hak
           Pengusahaan Hutan dan Provisi Sumber Daya Hutan; (8) Rekening 555.000904 : Dana
           untuk Pembayaran Berbagai Kewajiban
           - Dapatkan peraturan yang mendasari keberadaan dari rekening ini dan pelajari
               apakah penggunaan rekening ini telah sesuai dengan peraturan tersebut.
           - Lakukan wawancara dengan pihak Direktorat PNBP pada DJAPK (dahulu Direktorat
               Penerimaan Minyak dan Bukan Pajak pada DJLK) mengenai pengelolaan rekening
               ini.
           - Dapatkan Berita Acara Serah Terima penyerahan penatausahaan rekening ini dari
               Dirjen Lembaga Keuangan kepada Dirjen Perbendaharaan.
           - Dapatkan Buku Besar masing-masing rekening untuk tahun 2004. Lakukan
               pengujian atas penjumlahan angka-angka (footing dan crossfooting) terhadap setiap
               mutasi penerimaan maupun pengeluaran yang terdapat dalam buku besar. Apabila
               ada ketidakcocokan, cari penyebabnya.
           - Dapatkan rekening koran dari BI dan bandingkan dengan buku besar. Jika ada
               perbedaan tanyakan sebabnya.
           - Uji kelengkapan rekening ini untuk memastikan bahwa semua transaksi yang terjadi
               sudah dibukukan.
           - Dapatkan dokumen sumber pembukuan rekening ini. Teliti apakah transaksi-
               transaksi di rekening tsb telah didukung dengan bukti yang sah untuk mengetahui
               apakah setiap pengeluaran telah mendapatkan persetujuan dari pejabat yang
               berwenang. Apabila terdapat bukti yang meragukan, konfirmasikan kepada pejabat
               yang berwenang.
           - Dapatkan data mutasi harian rekening selama tahun anggaran yang diperiksa dari
               BI (dalam bentuk softcopy/hardcopy). Lakukan penjumlahan transaksi selama satu
               tahun dari file/dokumen yang diperoleh dari BI. Bandingkan hasil penjumlahan
               tersebut dengan laporan yang dibuat Dit. PKN. Apabila terdapat perbedaan tanyakan
               penyebabnya.
           - Pelajari dan analisa transaksi-transaksi yang ada dalam rekening ini. Apabila
               terdapat kejanggalan-kejanggalan, tanyakan kepada pihak Dit. PKN mengenai
               penyebabnya.
           - Lakukan uji pisah batas atas transaksi yang terdapat dalam rekening.




Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                       Lampiran 3.15



(2) Investasi Jangka Panjang
     (a) Pinjaman kepada BUMN/Pemda (RDI/RPD)
         Dapatkan saldo per 31 Desember pada tahun anggaran yang diperiksa.
         Dapatkan rekening koran RDP, RDPT, RPDPT dan RDJLK tahun anggaran yang
         diperiksa
         Jika tidak terdapat R/K, lakukan konfirmasi atas saldo RDP, RDPT, RPDPT dan RDJLK
         per 31 Desember pada tahun anggaran yang diperiksa, kepada bank-bank pelaksana.
         Pelajari apakah penerimaan kembali atas pokok dan bunga pinjaman yang disetorkan ke
         RDJLK merupakan investasi atau kas. Dalam hal ini karena posisi per 31 Desember
         pada tahun anggaran yang diperiksa telah disetorkan ke RDJLK (rekening pemerintah)
         maka dapat diklasifikasikan sebagai kas, kecuali jika terdapat di RDP.
         Bandingkan dengan investasi yang dilakukan dari RDI/RPD. Saldo RDI/RPD per 31
         Desember pada tahun anggaran yang diperiksa diklasifikasikan sebagai kas dan dana
         yang disalurkan sebagai pinjaman adalah investasi. Saldo RDI/RPD merupakan
         pengembalian pokok dan bunga pinjaman.
         Untuk penyaluran pinjaman yang tertunggak, dapatkan analisa risiko dan proses
         rekonsiliasi yang telah dilakukan untuk meyakinkan bahwa bagian pemerintah telah
         sesuai dengan ketentuan.
         Pastikan bahwa untuk pos dana bergulir ini tidak hanya yang berasal dari RDI. Dari hasil
         pemeriksaan pendahuluan diketahui bahwa masih terdapat dana bergulir yang memang
         dipisahkan dari APBN sebagai contoh Departemen Koperasi. Lakukan penelitian lebih
         lanjut pada Direktorat Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan (DJAPK)
         Catat hal-hal yang perlu mendapat perhatian.
     (b) Pinjaman kepada Lembaga International
         Dapatkan saldo per 31 Desember pada tahun anggaran yang diperiksa
         Lakukan konfirmasi dengan Pusat Kerjasama Internasional, Badan Pengkajian Ekonomi
         dan Kerjasama Keuangan Internasional untuk memperoleh data yang lebih lengkap
         tentang keikutsertaan Pemerintah Indonesia di lembaga Internasional.
         Lakukan pengujian keakuratan dengan cara melakukan konfirmasi dengan perwakilan
         lembaga internasional yang ada di Indonesia.
         Catat hal-hal yang perlu mendapat perhatian.

     (c) Penyertaan Modal Pemerintah
         Dapatkan saldo per 31 Desember pada tahun anggaran yang diperiksa
         Pastikan bahwa pencatatan transaksi telah sesuai dengan nature of account, yaitu
         bahwa penyertaan modal negara bersumber dari APBN (dalam laporan keuangan BUMN
         merupakan pos Penyertaan Modal Pemerintah/PMP), kapitalisasi cadangan dan sumber
         lainnya. Dana yang berasal dari APBN (PMP) harus ditetapkan dengan Peraturan
         Pemerintah (UU No. 19 Tahun 2003 tanggal 19 Juni 2003 tentang BUMN Pasal 4
         beserta penjelasannya). Oleh sebab itu untuk PMP perlu diperhatikan bahwa telah ada
         PP-nya atau belum. (Penyertaan modal pemerintah yang belum ada Peraturan
         Pemerintah disebutkan sebagai Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditentukan Statusnya
         (BPYBDS).
         Bagi BUMN yang melaporkan BPYBDS dalam laporan keuangannya, teliti lebih jauh
         pencatatannya
         Lakukan pengujian keakuratan data inputan dengan dokumen sumber berupa laporan
         keuangan BUMN (audited) yaitu persentase kepemilikan pemerintah dan ekuitas.
         Catat hal-hal yang perlu mendapat perhatian.

(3) Aktiva Tetap dan Asset Lainnya
           Kompilasi
     -     Minta daftar Laporan Keuangan yang telah diterima di Direktorat Informasi Akuntansi
           Ditjen Perbendaharaan.



Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                        Lampiran 3.15



     -     Secara uji petik (Departemen dengan nilai asset material) minta bukti penerimaan
           laporan keuangan tersebut.
     -     Teliti apakah semua daftar departemen/instansi yang wajib menyampaikan laporan
           sesuai dengan KMK 337/KMK.012/2003, KEP Bakun No. KEP-16/AK/2004 dan Keppres
           No. 42 tahun 2002. Jika terdapat perbedaan tanyakan sebab dan akibatnya bagi
           penyajian LKPP.
     -     Secara uji petik (departemen dengan nilai asset dan liabilities material) minta laporan
           keuangan departemen/instansi.
     -     Teliti apakah penyajian pos-pos neraca telah sesuai dengan KMK No.337/2003. Jika
           terdapat perbedaan tanyakan perlakukan Direktorat Informasi Akuntansi (DIA) dalam
           melakukan kompilasi. Teliti dampaknya atas penyajian LKPP.
     -     Minta seluruh laporan keuangan khususnya neraca yang diterima oleh DIA.
     -     Lakukan rekonstruksi kompilasi neraca pemerintah pusat berdasarkan neraca-neraca
           departemen/lembaga. Jika terdapat perbedaan angka per pos baik penjumlahan
           tanyakan penyebabnya dan teliti dampaknya atas penyajian LKPP.

           Tanah
     -     Dapatkan rincian saldo tanah pada tingkat eselon I, UAW, UAK, bandingkan apakah
           saldo tanah pada neraca sama dengan saldo pada buku besar dan telah sesuai dengan
           saldo-saldo yang ada pada buku pembantu
     -     Lakukan perhitungan secara footing dan croos footing atas buku-buku saldo tanah
           tersebut (dalam Laporan Tahunan/LT atau Laporan Mutasi Barang Triwulanan/LMBT)
     -     Dapatkan bukti sah dokumen kepemilikan tanah
     -     Lakukan pengecekan secara fisik keberadaan tanah
     -     Lakukan pengujian terhadap pelepasan atau penjualan tanah, termasuk pembelian atau
           penembahan tanah pada buku-buku pembantu
     -     Lakukan wawancara dengan pejabat yang berwenang Mengenai kemungkinan adanya
           tanah yang dimanfaatkan pihak ketiga
     -     Lakukan vouching terhadap dokumen yang mendukung pelepasan dan penambahan
           tanah, dengan melakukan uji petik terhadap dokumen pembelian, serta lakukan
           pengujian hasil penjualan tanah ke rekening koran bank bendaharawan penerima
     -     Lakukan pengujian terhadap penilaian tanah yang ada di neraca, apakah telah sesuai
           dengan peraturan yang telah ditetapkan
     -     Periksa biaya-biaya yang berhubungan dengan tanah untuk menntukan apakah biaya
           tersebut dikapitalisasi sebagai penambah nilai tanah atau dibebankan pada periode
           berjalan

           Peralatan dan Mesin
     -     Dapatkan rincian saldo tanah pada tingkat eselon I, UAW, UAK, bandingkan apakah
           saldo peralatan dan mesin pada neraca sama dengan saldo pada buku besar dan telah
           sesuai dengan saldo-saldo yang ada pada buku pembantu
     -     Lakukan perhitungan secara footing dan cross footing atas buku-buku saldo peralatan
           dan mesin      tersebut (dalam Laporan Tahunan/LT atau Laporan Mutasi Barang
           Triwulanan/LMBT)
     -     Lakukan pengecekan secara fisik keberadaan peralatan dan mesin
     -     Lakukan pengujian terhadap pelepasan atau penjualan peralatan dan msin, termasuk
           pembelian atau penembahan peralatan dan mesin pada buku-buku pembantu
     -     Lakukan wawancara mengenai kemungkinan adaya sewa peralatan dan mesin yang
           kemungkinan dicatat di neraca, atau kemungkinan adanya peralatan dan mesin yang
           dijaminkan, termasuk penghapusan peralatan dan mesin tua dari catatan pembukuan
     -     Lakukan vouching terhadap dokumen yang mendukung pelepasan dan penambahan
           peralatan dan mesin, dengan melakukan uji petik terhadap faktur pembelian, dokumen
           pengiriman barang, serta lakukan pengujian hasil penjualan peralatan dan mesin ke
           rekening koran bank
     -     Lakukan pengujian terhadap penilaian peralatan dan mesin yang ada di neraca, apakah
           telah sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan

Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                          Lampiran 3.15



     -     Periksa biaya-biaya yang berhubungan dengan peralatan dan mesin untuk menentukan
           apakah biaya tersebut dikapitalisasi sebagai penambah nilai peralatan dan mesin atau
           dibebankan pada periode berjalan

           Gedung dan Bangunan
     -     Dapatkan rincian saldo gedung dan bangunan pada tingkat eselon I, UAW, UAK,
           bandingkan apakah saldo peralatan dan mesin pada neraca sama dengan saldo pada
           buku besar dan telah sesuai dengan saldo-saldo yang ada pada buku pembantu
     -     Lakukan perhitungan secara footing dan croos footing atas buku-buku saldo gedung
           tersebut (dalam Laporan Tahunan/LT atau Laporan Mutasi Barang Triwulanan/LMBT)
     -     Dapatkan bukti sah dokumen kepemilikan gedung dan bangunan
     -     Lakukan pengecekan secara fisik keberadaan gedung dan bangunan
     -     Lakukan wawancara mengenai kemungkinan adaya lease gedung dan bangunan yang
           kemungkinan dicatat di neraca, atau kemungkinan adanya gedung dan bangunan yang
           dijaminkan, termasuk penghapusan gedung dan bangunan dari catatan pembukuan
     -     Lakukan wawancara mengenai gedung dan bangunan dalam pengerjaan yang belum
           dimasukkan ke dalam neraca, termasuk perkembangan pengerjaan gedung dan
           bangunan, termasuk prosentase nilai gedung dan bangunan yang telah dimasukkan ke
           dalam neraca
     -     Lakukan pengujian terhadap pelepasan atau penjualan gedung dan bangunan, termasuk
           pembelian atau penembahan gedung dan bangunan pada buku-buku pembantu
     -     Lakukan vouching terhadap dokumen yang mendukung pelepasan dan penambahan
           gedung dan bangunan, dengan melakukan uji petik terhadap faktur pembelian, serta
           lakukan pengujian hasil penjualan gedung dan bangunan ke rekening koran bank
     -     Lakukan pengujian terhadap penilaian peralatan dan mesin yang ada di neraca, apakah
           telah sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan
     -     Periksa biaya-biaya yang berhubungan dengan gedung dan bangunan untuk
           menentukan apakah biaya tersebut dikapitalisasi sebagai penambah nilai gedung dan
           bangunan atau dibebankan pada periode berjalan

           Jalan Irigasi dan Bangunan
     -     Dapatkan rincian saldo jalan, irigasi, dan jaringan pada tingkat eselon I, UAW, UAK,
           bandingkan apakah saldo peralatan dan mesin pada neraca sama dengan saldo pada
           buku besar dan telah sesuai dengan saldo-saldo yang ada pada buku pembantu
     -     Lakukan perhitungan secara footing dan croos footing atas buku-buku saldo jalan, irigasi,
           dan jaringan tersebut (dalam Laporan Tahunan/LT atau Laporan Mutasi Barang
           Triwulanan/LMBT
     -     Dapatkan bukti sah dokumen kepemilikan jalan, irigasi, dan jaringan
     -     Lakukan pengecekan secara fisik keberadaan jalan, irigasi, dan jaringan
     -     Lakukan wawancara mengenai transfer kepemilikan pembangunan jalan, irigasi, dan
           jaringan atas jalan yang dibangun dengan kerjasama dengan pihak ketiga
     -     Lakukan wawancara mengenai jalan, irigasi, dan jaingan dalam pengerjaan yang belum
           dimasukan ke dalam neraca, termasuk perkembangan pengerjaan jalan, irigasi, dan
           jaringan, termasuk prosentase nilai jalan, irigasi, dan jaringan yang telah dimasukan ke
           dalam neraca
     -     Lakukan pengujian terhadap penilaian jalan, irigasi, dan jaringan yang ada di neraca,
           apakah telah sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan
     -     Periksa biaya-biaya yang berhubungan dengan jalan, irigasi, dan jaringan untuk
           menentukan apakah biaya tersebut dikapitalisasi sebagai penambah nilai jalan, irigasi,
           dan jaringan atau dibebankan pada periode berjalan

           Asset Tetap Lainnya
     -     Dapatkan rincian saldo aset tetap lainnya pada tingkat eselon I, UAW, UAK
     -     Lakukan perhitungan secara footing dan croos footing atas buku-buku saldo aset tetap
           lainnya tersebut (dalam Laporan Tahunan/LT atau Laporan Mutasi Barang
           Triwulanan/LMBT

Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                    Lampiran 3.15



     -     Lakukan pengecekan secara fisik keberadaan aset tetap lainnya
     -     Lakukan pengujian terhadap pelepasan atau penjualan aset tetap lainnya, termasuk
           pembelian atau penembahan aset tetap lainnya pada buku-buku pembantu
     -     Lakukan vouching terhadap dokumen yang mendukung pelepasan dan penambahan
           aset tetap lainnya, dengan melakukan uji petik terhadap faktur pembelian, dokumen
           pengiriman barang, serta lakukan pengujian hasil penjualan aset tetap lainnya ke
           rekening koran bank
     -     Lakukan pengujian terhadap penilaian aset tetap lainnya yang ada di neraca, apakah
           telah sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan

(4) Utang Luar Negeri
       Rekening Khusus (Special Accounts)
    - Dapatkan dan reviu Laporan Stocks of Government External Debt and Transaction pada
       pada tahun anggaran yang diperiksadan tahun anggaran sebelumnya
    - Dapatkan daftar keseluruhan rekening khusus yang ditatausahakan Direktorat Pinjaman
       dan Hibah Luar Negeri (Dit.PHLN), baik yang berada di Bank Indonesia (BI) maupun
       Bank Pemerintah lainnya.
    - Konfirmasikan keberadaan rekening khusus tersebut dengan BI dan Bank Pemerintah
       lainnya. Bila terjadi perbedaan tanyakan penyebabnya, berapa besarnya dan apa
       pengaruhnya terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP).
    - Lakukan cross check antara Stocks of Government External Debt and Transaction pada
       pada tahun anggaran yang diperiksa dengan Rekening Kas Pemerintah terkait (dari Dit
       PKN) maupun Nota Perhitungan (dari BI) atas beberapa sampel loan agreement. Jika
       terjadi perbedaan, cari/tanyakan penyebabnya dan tentukan besaran yang seharusnya
       tercatat di LKPP.
    - Dapatkan sampel beberapa Loan Agreement/Naskah Perjanjian Pinjaman/Hibah Luar
       Negeri (NPPHLN) beserta dokumen penarikan (Notice of Disbursement/NOD atau Debet
       Advice/DA) dan pembayarannya (cicilan pokok, bunga, dan biaya-biaya terkait lainnya).
    - Untuk masing-masing NPPHLN tersebut di atas, mintakan Withdrawal Application (WA)
       Replenishment/Reimbursement beserta lampirannya (SPM-SPM R-K) yang diajukan
       Dit.PHLN kepada Lender/Pemberi Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PPHLN) dari sejak
       penandatanganan NPPHLN sampai dengan 31 Maret pada tahun anggaran yang
       diperiksa. Dapatkan dari beberapa KPPN (terutama KPPN Jakarta VI) seluruh Surat
       Perintah Membayar Rekening Khusus (SPM-RK) yang diterbitkan atas proyek terkait.
       Bandingkan      antara    kedua    data   tersebut     guna  memastikan      keabsahan
       penerimaan/pengeluaran (Rights & Obligation), menentukan besarnya SPM-RK yang
       telah diterbitkan, yang telah dan tau belum diajukan Replenishment/ Reimbursement
       kepada Lender, yang ditolak oleh Lender (/ineligible).
    - Jika Rekening Khusus tidak mencukupi, SPM-RK akan dibayarkan dari Rekening Sub
       BUN Dana Talangan. Tentukan berapa besar kumulatif dana yang telah diambil dari
       Rekening Khusus dan berapa besar kumulatif dana yang diambil dari Rekening Sub
       BUN Dana Talangan. Identifikasi berapa besar yang memungkinkan maupun yang tidak
       memungkinkan untuk dimintakan Reimbursementnya (yang tidak memungkinkan
       misalnya dikarenakan loan agreement telah closing). Tanyakan lebih lanjut, apakah
       terdapat ketentuan perundang-undangan yang terkait dengan penggunaan Rekening
       Sub BUN Dana Talangan, apakah di dalamnya diatur tentang misalnya besar maksimal
       yang bisa digunakan untuk masing-masing loan agreement.
    - Tanyakan perlakuan atas SPM-SPM RK yang tidak memungkinkan untuk dimintakan
       Replenishment/Reimbur-sementnya kepada Lender maupun yang terkategorikan
       ineligible. Lakukan konfirmasi kepada Departemen/Instansi atau Direktorat Informasi dan
       Akuntansi (DIA) yang membawahi masing-masing proyek terkait, apakah atas SPM-SPM
       RK tersebut telah tercatat sebagai pengeluaran di Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
       masing-masing.
    - Dari sistem yang ada diketahui bahwa Pihak Proyek/ Departemen/Intansi pengguna
       PHLN tidak menerima Debet Advice atau Nota Perhitungan dari BI. Hal ini dapat


Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                       Lampiran 3.15



           mengakibatkan terjadinya penarikan/pengeluaran pembiayaan PHLN yang “tidak
           seharusnya” tanpa sepengetahuan Pihak Proyek/Departemen/ Intansi pengguna PHLN.
     -     Konfirmasikan kepada Dit PKN, apakah seluruh saldo Reksus per 31 Desember 200X
           dikategorikan sebagai Kas Negara. Bila tidak, tanyakan alasan-alasannya.

           Pembiayan Pendahuluan (Reimbursement)
     -     Dapatkan Laporan Stocks of Government External Debt and Transaction pada tahun
           anggaran yang diperiksa dan tahun anggaran sebelumnya, atas PHLN dengan
           mekanisme reimbursement.
     -     Dapatkan daftar loan agreement atas PHLN dengan mekanisme reimbursement. Dari
           masing-masing loan agreement, catat berapa besar SPM PP (Pembayaran
           Pendahuluan) yang telah diberikan KPPN kepada Proyek, Withdrawal Aplication yang
           diajukan Dit.PHLN kepada Lender, DA yang diterima Dit.PHLN, SPM Pengesahan yang
           telah diterbitkan KPPN.
     -     Bandingkan antara DA dengan SPM Pengesahan. Bila terjadi perbedaan, apa
           penyebabnya dan apa pengaruhnya terhadap LKPP.
     -     BI membuat Nota Perhitungan dan membukukan Debet: Rekening Lender, Credit:
           Rekening BUN setelah menerima SPM Pengesahan dari KPPN. Teliti Nota Perhitungan
           dan bandingkan dengan SPM Pengesahan, apakah ada SPM Pengesahan yang belum
           masuk/tercatat ke/di dalam Rekening BUN dan apa pengaruhnya terhadap LKPP.
     -     Telaah, bagaimana perlakuan atas SPM-PP yang belum dipertanggungjawabkan proyek
           dan atau belum dimintakan reimbursement oleh Dit.PHLN kepada Lender terutama atas
           loan agreement yang telah closing. Hitung besar SPM-PP tersebut dan apa pengaruhnya
           terhadap LKPP.

           Pembukaan Letter of Credit
     -      Dapatkan Laporan Stocks of Government External Debt and Transaction pada tahun
            anggaran yang diperiksa dan tahun anggaran sebelumnya dengan mekanisme
            pembukaan Letter of Credit (L/C).
     -     Dapatkan seluruh L/C yang diterbitkan BI, DA yang diterima Dit.PHLN, SPM Pengesahan
            yang diterbitkan KPPN Jakarta VI. Lakukan cross check diantara ketiga data tersebut.
     -     Dilihat dari sistem mekanisme pembukaan Letter of Credit (L/C), kontrol atas DA yang
            diterbitkan lender yaitu dengan membandingkannya dengan dokumen realisasi L/C
            hanya dimungkinkan dilakukan oleh BI. Apakah BI mempunyai kewajiban untuk
            melakukan verifikasi atas kebenaran DA (dilihat dari existence, rights & obligation,
            accuracy).
     -     Lakukan pengujian DA dimaksud (pengujian dilakukan di BI). SPM Pengesahan yang
            diterbitkan KPKN VI didasarkan atas Nota Perhitungan dan Nota Disposisi L/C yang
            disampaikan dari BI. Nota Perhitungan dan Nota Disposisi L/C tersebut dibuat
            berdasakan dokumen realisasi L/C dan Surat Kuasa Pemerintah (SKP). Tentukan berapa
            banyak dokumen realisasi L/C atau DA yang belum diterbitkan SPM Pengesahannya.
            Tentukan apa pengaruhnya terhadap LKPP (terutama LRA).
     -     Dapatkan sampel beberapa Loan Agreement/Naskah Perjanjian Pinjaman/Hibah Luar
            Negeri (NPPHLN) beserta dokumen penarikan (Notice of Disbursement/NOD atau Debet
            Advice/DA) dan pembayarannya (cicilan pokok, bunga, dan biaya-biaya terkait lainnya).
            Lakukan analytical review.

           Pembayaran Langsung (Direct Payment)
     -     Dapatkan Laporan Stocks of Government External Debt and Transaction pada tahun
           anggaran yang diperiksa dan tahun anggaran sebelumnya dengan mekanisme
           Pembayaran Langsung.
     -     Dapatkan seluruh DA yang diterima Dit.PHLN, SPM Pengesahan yang diterbitkan KPPN
           Jakarta VI, dan Rekening Kas Pemerintah. Lakukan cross check diantara ketiga data
           tersebut. Waspadai kemungkinan adanya DA atau SPM Pengesahan yang belum
           terimput di dalam RKP (terkait dengan Laporan Arus Kas). Hal ini disebabkan terutama
           karena dari time leg atas penerimaan Nota Perhitungan dari BI oleh Dit.BUN sebagai

Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                      Lampiran 3.15



           pembuat RKP. (Catatan: Nota Perhitungan dibuat BI berdasarkan SPM Pengesahan dari
           KPPN).
     -     Dapatkan sampel beberapa Loan Agreement/Naskah Perjanjian Pinjaman/Hibah Luar
           Negeri (NPPHLN) beserta dokumen penarikan (Notice of Disbursement/NOD atau Debet
           Advice/DA) dan pembayarannya (cicilan pokok, bunga, dan biaya-biaya terkait lainnya).
           Uji kebenaran pembayaran cicilan pokok, bunga, dan biaya-biaya terkait lainnya.
           Lakukan analytical review.

(5) Utang Dalam Negeri (Surat Utang Negara)
       Dapatkan angka neraca pinjaman dalam negeri untuk setiap jenisnya.
       Minta data mutasi pinjaman dalam negeri pada tahun pada tahun anggaran yang
       diperiksa berikut perinciaannya.
       Telusuri total dan perincian per jenis Utang Dalam Negeri yang disampaikan ke DIA ke
       buku besar atau pembukuan/sistem PSUN.
       Dapatkan perincian pembayaran bunga, cicilan pokok dan tambahan Surat Utang
       Negara, teliti apakah angka-angkanya telah cocok antara angka neraca, LRA dan
       Laporan Arus Kas.
       Dari data mutasi utang dalam negeri pada pada tahun anggaran yang diperiksa secara
       uji petik (pertimbangkan materialitas) telusuri angka mutasi tersebut ke dokumen sumber
       penerimaan (mutasi masuk) dan dokumen sumber pengeluaran (mutasi keluar)
       pembayaran bunga dan cicilan pokok.
       Lakukan konfirmasi utang dalam negeri khususnya pinjaman yang tidak lazim dan jumlah
       besar.
       Dapatkan mutasi tambah dan kurang menurut data LRA dan Laporan Arus Kas.
       Telusuri apakah semua mutasi tambah dan kurang tersebut telah dicatat di neraca.
       Pengujian harus benar-benar memperhatikan jenis dan identitas utang negara dalam
       pengujian ini.
       Bandingkan total cicilan tersebut dengan Rekening Koran Pemerintah (RKP) untuk
       meyakinkan bahwa cicilan pokok yang dicatat di PMON sama dengan pembayaran kas
       cicilan pokok hutang dalam negeri di RKP.
       Minta data Surat Utang Negara dari BI bandingkan dengan data departemen keuangan
       teliti apakah semua surat utang negara telah dicatat.
       Secara uji petik minta bukti pembayaran cicilan pokok dan bunga. Lakukan perhitungan
       ulang.
       Lakukan perhitungan ulang atas tambah dan kurang angka neraca. Bandingkan dengan
       angka terkait di LRA dan Laporan Arus Kas.
       Lakukan perhitungan accrued interest.
       Lakukan perhitungan utang dalam negeri yang kurang dari satu tahun akan jatuh tempo.
       Teliti apakah semuanya telah disajikan di neraca dengan klasifikasi yang benar.
       Khusus untuk untuk indexing, teliti apakah pembebanan penambahan indeks telah
       diklasifikasikan dengan benar. Teliti apakah mutasi tambah kurang di neraca telah di
       sajikan dengan benar sesuai dengan jenisnya di LRA dan Laporan Arus Kas.
       Khusus untuk transaksi-transaksi akhir tahun, teliti apakah sudah disajikan tepat waktu.
       Penggunaan rekening antara, bandingkan mutasi rekening antara dengan bukti
       penerimaan dan pengeluaran KPPN, teliti apakah telah mencerminkan keadaan yang
       sebenarnya dalam neraca.
       Minta daftar hutang dalam negeri. Secara uji petik minta dokumen pendukung hutang
       dalam negeri termasuk perjanjian hutang dalam negerinya.
       Teliti apakah dokumen tersebut telah membuktikan kewajiban pemerintah atas hutang
       tsb.
       Review semua ketentuan dan perjanjian serta surat menyurat terkait surat utang negara.
       Teliti apakah ada indikasi masalah-masalah yang harus diungkapkan dan disajikan tetapi
       tidak dilaksanakan.


b. Pemeriksaan atas pos/akun pada LRA

Litbang Pemeriksaan                     Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                      Lampiran 3.15



(1) Pembiayaan Defisit
       Penerimaan dari Rekening Dana Investasi (RDI)
       - Dapatkan penjelasan atas Penerimaan tersebut untuk mengetahui sifat dan prosedur
         pencatatannya
       - Dapatkan bukti penerimaan RDI tersebut untuk mengetahui dari rekening mana saja
         penerimaan tersebut diterima
       - Dapatkan saldo awal, mutasi rekening dan saldo akhir rekening tersebut untuk
         mengetahui apakah seluruh penerimaaan tahun berjalan dan saldo awal rekening
         tersebut telah disetor seluruhnya ke rekening kas negara.

           Penerimaan dari rekening non RDI
           - Dapatkan penjelasan atas Penerimaan tersebut untuk mengetahui sifat dan prosedur
             pencatatannya
           - Dapatkan bukti penerimaan Non-RDI tersebut untuk mengetahui dari rekening mana
             saja penerimaan tersebut diterima
           - Dapatkan saldo awal, mutasi rekening dan saldo akhir rekening tersebut untuk
             mengetahui apakah seluruh penerimaaan tahun berjalan dan saldo awal rekening
             tersebut telah disetor seluruhnya ke rekening kas negara.
           - Lakukan pengujian untuk meyakinkan bahwa penerimaan tersebut telah sesuai dengan
             klasifikasi yang ditetapkan dalam UU APBN

           Penerimaan Privatisasi
           - Dapatkan penjelasan tentang mekanisme penyetoran penerimaan privatisasi
           - Lakukan pengujian footing dan crossfooting atas setoran hasil privatisasi BUMN
           - Lakukan konfirmasi dengan Subdit. Administrasi BUN untuk mengetahui jumlah yang
             telah disetor ke BUN;
           - Dapatkan informasi privatisasi BUMN dan jumlah penerimaan privatisasi pada Meneg
             BUMN
           - Apabila dibuka rekening antara, dapatkan rekening mutasi dan saldo per 31 Desember
             pada tahun anggaran yang diperiksa, untuk memastikan bahwa seluruh penerimaan
             telah disetor ke rekening kas negara (BUN atau KPPN)

           Penjualan aset program restrukturisasi perbankan
           - Dapatkan penjelasan tentang mekanisme penyetoran penerimaan dari penjualan aset
             program restrukturisasi perbankan
           - Lakukan pengujian footing dan crossfooting atas jumlah penerimaan dari penjualan
             aset program restrukturisasi perbankan
           - Lakukan dengan subdit. Administrasi BUN untuk mengetahui jumlah yang disetor ke
             BUN dan dari rekening mana dana tersebut ditransfer
           - Lakukan konfirmasi dengan PT PPA untuk mengetahui rekening dan jumlah setoran
             penerimaan tersebut yang disetor ke kas negara selama tahun anggaran yang
             diperiksa
           - Apabila dibuka rekening antara, dapatkan rekening korannya dan analisis


           Penerimaan dari penerbitan Surat Utang Negara (SUN)
           - Lakukan pengujian footing dan cross footing atas jumlah penerimaan dari penerbitan
             surat utang negara
           - Lakukan pengujian kelengkapan dengan vouching ke dokumen sumber berupa Nota
             Kredit transfer ke rekening BUN (berdasarkan RKP yang diterima oleh Sub.dit APP)
           - Pastikan bahwa jumlah penerimaan SUN merupakan seluruh penerimaan yang berasal
             dari penerbitan SUN.
           - Lakukan reviu atas nota kredit tersebut, untuk mengetahui asal rekening yang
             mentransfer penerimaan tersebut ke rekening BUN



Litbang Pemeriksaan                     Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                      Lampiran 3.15



           - Lakukan konfirmasi tentang jumlah penerimaan SUN ke tim pemeriksaan hutang untuk
             memastikan bahwa jumlah yag ditransfer ke rekening BUN adalah seluruh kas yang
             diperoleh dari penerbitan SUN selama tahun berjalan.

           Pembayaran pokok dan pembelian Kembali SUN
           - Lakukan pengujian footing dan crossfooting transaksi tersebut untuk meyakinkan
             akurasi jumlah saldo yang tercatat dalam LRA
           - Lakukan pengujian kelengkapan dan klasifikasi dengan vouching ke dokumen sumber
             berupa SPM, untuk memastikan bahwa pembayaran tersebut telah didukung dengan
             bukti transaksi dan telah dicatat sesuai dengan mata anggarannya.
           - Lakukan konfirmasi dengan tim LKPP untuk mengetahui kebenaran perhitungan
             pembayaran cicilan pokok dan pembelian kembali SUN

           Penerimaan Pinjaman Luar Negeri
           - Lakukan pengujian footing dan crossfooting transaksi tersebut untuk          untuk
             meyakinkan akurasi jumlah saldo yang tercatat dalam LRA
           - Lakukan pengujian kelengkapan klasifikasi dengan vouching ke dokumen sumber
             berupa nota kredit, untuk memastikan bahwa penerimaan tersebut telah didukung
             dengan bukti transaksi dan telah dicatat sesuai dengan klasifikasi anggaran.
           - Lakukan konfirmasi dengan Tim pemeriksa Laporan Keuangan Konsolidasian
             Pemerintah Pusat untuk memastikan bahwa seluruh penerimaan pinjaman program
             yang telah diterima telah dicatat dalam LRA.

           Bagian Pemerintah Laba BUMN
           - Dapatkan rincian jumlah penerimaan dari Bagian Laba BUMN per masing-masing
             BUMN
           - Lakukan footing dan crosfooting untuk memastikan tidak ada kesalahan penjumlahan
           - Lakukan konfirmasi ke BUMN terkait untuk memastikan jumlah yang tercatat adalah
             jumlah seluruh setoran Bagian Laba BUMN terkait
           - Bandingkan dengan dividen tahun anggaran bersangkutan untuk mengetahui apakah
             jumlah yang telah ditetapkan adalah jumlah yang disetor.
           - Pastikan bahwa setoran tersebut langsung ke rekening BUN dan atau rekening KPPN.
           - Apabila menggunakan rekening antara, pastikan bahwa pada akhir tahun anggaran
             saldo rekening tersebut nihil.
           - Pastikan bahwa tidak ada pengeluaran rekening antara tersebut selain ke rekening
             BUN dan atau KPKN.




Litbang Pemeriksaan                     Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                      Lampiran 3.15



c. Pemeriksaan atas pos/akun pada LAK
           Dapatkan       seluruh   LRA     kementerian/lembaga.   Pastikan   bahwa     seluruh
           kementerian/lembaga telah menyerahkan LRAnya.
           Uji apakah format dan perkiraan-perkiraan LRA kementerian/lembaga telah sesuai
           dengan Keputusan Menteri Keuangan.
           Lakukan kompilasi atas LRA-LRA berdasarkan penerimaan dan pengeluaran, melalui
           Rekening BUN dan KPPN.
           Bandingkan angka realisasi penerimaan dan pengeluaran melalui Rekening BUN dan
           KPPN pada LRA kementerian/lembaga dengan laporan RKP dan LKP.
           Mintakan Berita Acara Rekonsiliasi yang dilakukan DIA untuk rekonsiliasi: LRA
           kementerian/lembaga dengan Laporan RKP (Rek. BUN) dan Laporan Kas Posisi KPPN
           (LKP), LKP dengan P6/P7.
           Tanyakan proses rekonsiliasi yang dilakukan oleh DIA dan pastikan bahwa angka
           rekonsiliasi didukung oleh sumber data yang memadai.
           Bandingkan saldo setiap perkiraan Laporan Arus Kas yang disusun oleh DIA dengan
           hasil kompilasi LRA. Jika ada perbedaan, cari sebabnya.
           Untuk saldo Kas Rekening Pemerintah Lainnya di BI (jika ada), bandingkan saldo yang
           tertera pada Laporan Arus Kas dengan dokumen sumber yang diterima oleh DIA. Jika
           ada perbedaan, tanyakan sebabnya.
           Untuk saldo Kas di Bendaharawan Penerimaan dan Kas di Bendaharawan Pengeluaran,
           yang tertera pada Laporan Arus Kas dengan dokumen sumber yang diterima oleh DIA.
           Jika ada perbedaan, tanyakan sebabnya.
           Periksa apakah saldo setiap perkiraan pada Laporan Arus Kas yang disusun oleh DIA
           sama dengan saldo perkiraan yang sama dengan Laporan Arus Kas yang disusun oleh
           Dit. PKN (yang meliputi saldo awal, arus kas masuk, arus kas keluar dan saldo akhir
           kas). Jika ada perbedaan, tanyakan sebabnya.




Litbang Pemeriksaan                     Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                                             Lampiran 3.16



Ikhtisar Pengujian Pengendalian dan Pengujian Subtantif atas Saldo Kas LKPP dan LKKL yang Relevan

No.        Tujuan Pengujian          Pengendalian Intern Kunci          Pengujian Pengendalian Intern            Risiko Terhadap Penyajian Laporan               Pengujian Subtantif atas Saldo
                                                                                                                Keuangan dan Kemungkinan Temuan
                                                                                                                             Pemeriksaan
1.     Keberadaan & keterjadian:     Pemisahan fungsi: penerima         Teliti pemisahan fungsi realisasi        Adanya kepemilikan rekening palsu           Lakukan cash opname dan buat berita acara
         Saldo kas dan bank yang     kas, pembayaran kas,dan            penerimaan dan pengeluaran kas           (fiktif).                                   penutupan kas.
         tercantum pada neraca       akuntansi .                        baik desain maupun                       Perangkapan fungsi.                         Minta pejabat pengelola untuk melakukan
         benar-benar ada.            Pelaporan saldo kas dan            implementasinya.                         Pemisahan fungsi secara desain tetapi       konfirmasi terhadap perbedaan jumlah kas
         Saldo kas dan bank          rekening kas yang dikelola         Teliti apakah pengelolaan dan            implementasi tidak terjadi.                 dan rekening-rekening atas nama
         benar-benar dimiliki oleh   kementerian/lembaga secara         pencatatan kas telah dilakukan           Pengelolaan dan pencatatan kas tidak        pejabat/instansi pemerintah pada bank-bank
         pemerintah pusat.           lengkap dan transparan.            dengan benar.                            dilakukan dengan benar.                     secara uji petik serta peroleh hasil konfirmasi
                                     Realisasi Penerimaan dan           Teliti secara uji petik apakah           Realisasi penerimaan dan pengeluaran        tersebut.
                                     pengeluaran kas telah              realisasi penerimaan dan                 kas tidak mendapat otorisasi oleh           Minta pejabat pengelola keuangan untuk
                                     diotorisasi oleh pejabat yang      pengeluaran kas telah diotorisasi        pejabat yang berwenang                      melakukan rekonsiliasi bank, dan peroleh
                                     berwenang                          oleh pejabat yang berwenang.             Perbedaan jumlah kas versi pemerintah       hasil rekonsiliasi tersebut.
                                     Rekonsiliasi bank                  Teliti apakah prosedur rekonsiliasi      pusat/kas negara dengan versi bank          Periksa dokumen kepemilikan kas
                                     Pemeriksaan fisik kas              telah dijalankan sebagaimana             Penggelapan uang di bendahara.              Teliti secara uji petik realisasi penerimaan
                                     Kepemilikan rekening kas           mestinya                                 Tidak dilakukan pemeriksaan fisik kas       dan pengeluaran kas telah mendapat
                                                                        Teliti apakah kas (bendahara dan         (cash opname) atau pemeriksaan fisik        otorisasi oleh pejabat yang berwenang.
                                                                        bank) telah diperiksa secara fisik       formalitas.                                 Teliti interbank transfer atau deposit in transit
                                                                        (cash opname) dengan                     Kas yang dilaporkan tidak ada dokumen       satu minggu sebelum dan sesudah tanggal
                                                                        sebenarnya.                              kepemilikannya.                             neraca, untuk mengetahui adanya kitting
                                                                        Teliti apakah kas yang dilaporkan        kas dikuasai pihak lain secara tidak sah.   dengan tujuan window dressing.
                                                                        telah diverifikasi kepemilikannya.       Kas milik negara tidak dilaporkan           Teliti secara uji petik apakah realisasi
                                                                        Teliti apakah kas yang dimiliki                                                      penerimaan dan pengeluaran kas telah
                                                                        dikuasai untuk digunakan.                                                            dibukukan dalam Neraca.


2.     Kelengkapan:                   Seluruh penerimaan dan            Teliti dokumen yang mendasari            Adanya dokumen fiktif pembukaan             Dapatkan buku besar kas, nomor rekening
          Seluruh transaksi           pengeluaran kas pada              pembukaan rekening kas negara            rekening kas negara                         kas di kas negara dan rekening koran pada
          realisasi penerimaan dan    rekening kas negara telah         Teliti apakah semua rekening yang        Pemalsuan dokumen transaksi                 akhir periode.
          pengeluran kas (saldo       tercatat pada neraca.             telah disetujui dibuka dilaporkan        penerimaan dan pengeluaran kas.             Lakukan rekonsiliasi bank, bandingkan saldo
          kas) dicatat Neraca.        Pencatatan saldo kas negara       dalam neraca dan catatan atas            Dokumen pendukung pencatatan kurang         masing-masing dengan jumlah yang
          Mengetahui dan              telah melalui proses              laporan keuangan.                        lengkap.                                    tercantum di Neraca.
          meyakinkan bahwa saldo      rekonsiliasi dan verifikasi       Teliti urutan nomor dan tanggal          Pengeluaran kas tidak/kurang dicatat
          kas sudah mencakup          intern.                           dokumen, sesuai dengan transaksi         karena tidak ada dokumen pendukung
          transaksi pada periode                                        tercatat.
          pelaporan                                                     Teliti apakah semua rekening yang
                                                                        telah disetujui dibuka dilaporkan
                                                                        dalam neraca dan catatan atas
                                                                        laporan keuangan
3.     Penilaian dan Alokasi:         Prosedur verifikasi intern atau   Teliti apakah telah dilakukan            Realisasi penerimaan dan pengeluaran        Teliti secara uji petik dokumen realisasi
       Transaksi penerimaan dan       reviu atas nilai realisasi        verifikasi intern atau reviu atas        kas salah dibukukan dan dilaporkan.         penerimaan dan pengeluaran kas apakah
       pengeluaran kas (saldo kas)    penerimaan dan pengeluaran        dokumen pemerimaan dan                   Saldo kas yang diperoleh sebelum            telah benar perhitungannya.
       yang relevan telah dicatat     kas                               pengeluaran kas dan teliti apakah        neraca awal belum dinilai dengan nilai      Teliti secara uji petik apakah saldo kas yang
       sesuai dengan nilai yang       Penilaian kembali saldo kas       hasilnya telah ditindaklanjuti.          wajar.                                      dilaporkan dalam neraca telah dinilai kembali
       semestinya, dan                neraca awal /pertama kali         Teliti apakah kas yang diperoleh                                                     dengan nilai wajar (saldo kas yang diperoleh
       perhitungan yang tepat.        dengan nilai wajar.               sebelum neraca awal telah dinilai                                                    sebelum neraca awal).
                                                                        kembali.                                                                             Teliti perjanjian kredit, notulen rapat dan
                                                                                                                                                             jawaban konfirmasi bank untuk mengetahui

Litbang Pemeriksaan                                                                                           Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                                           Lampiran 3.16



                                                                                                                                                              apakah ada pembatasan rekening bank yang
                                                                                                                                                              dimiliki oleh pemerintah
                                                                                                                                                              Teliti transaksi kas sesudah tanggal neraca
                                                                                                                                                              sampai mendekati tanggal selesainya
                                                                                                                                                              pekerjaan lapangan, cermati peluang adanya
                                                                                                                                                              transaksi yang berpengaruh terhadap
                                                                                                                                                              penyajian saldo kas pada tanggal neraca.
4      Hak dan Kewajiban             Pengawasan atau reviu atas         Teliti secara uji petik pengawasan         Pengawasan intern atas transaksi keluar    Teliti secara uji petik terhadap dokumen
       Realisasi penerimaan dan      realisasi penerimaan dan           keluar masuknya kas, khususnya             masuknya kas lemah.                        realisasi penerimaan dan pengeluaran kas
       pengeluaran kas selama        pengeluaran kas (saldo kas)        untuk realisasi penerimaan dan             Saldo kas yang dilaporkan dimiliki         apakah terdapat aset yang dimiliki oleh pihak
       tahun anggaran yang           terkait.                           pengeluaran kas yang nilainya              dan/atau dikuasai oleh pihak lain secara   lain.
       relevan atas kas pemerintah                                      material dan sangat material.              tidak sah.                                 Nilai saldo kas pada Neraca Awal
       pusat.                                                           Teliti kepemilikan kas negara                                                         merupakan nilai wajar yang dimiliki negara

5      Pengungkapan:                    Pengawasan intern atau reviu    Teliti pengawasan atau reviu atas          Pengawasan atau reviu atas klasifikasi     Teliti klasifikasi akun-akun yang
       Realisasi penerimaan dan         atas klasifikasi akun-akun      klasifikasi dan pengungkapan atas          dan pengungkapan lemah.                    berhubungan dengan penerimaan dan
       pengeluaran kas (saldo kas)      yang berhubungan dengan         transaksi kas telah dilakukan dan          Klasifikasi transaksi kas tidak sesuai     pengenluaran pada laporan keuangan
       telah diungkapkan secara         penerimaan dan pengeluaran      hasilnya memadai.                          SAP                                        apakah telah sesuai SAP.
       memadai dalam laporan            kas telah memadai.              Reviu kebijakan akuntansi terkait          Pengungkapan transaksi kas
       keuangan dan sesuai              Pengawasan intern atau reviu    dengan penyajian saldo kas, dan            tidak/kurang memadai.
       dengan Standar Akuntansi         atas pengungkapan               telaah kesesuaiannya dengan                Salah saji (oversated dan understated)
       Pemerintahan (SAP)               penerimaan dan pengeluaran      standar akuntansi pemerintah.
                                        kas telah memadai.              Reviu pelaksanaan penyusunan
                                        Terdapat kebijakan akuntansi,   laporan dan verifikasi internal untuk
                                        sistem dan prosedur             memastikan bahwa pengungkapan
                                        penyusunan laporan              atas penyajian saldo kas telah
                                        keuangan, serta verifikasi      memadai (sesuai SAP)
                                        internal.




Litbang Pemeriksaan                                                                                             Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                                              Lampiran 3.16



Ikhtisar Pengujian Pengendalian dan Pengujian Subtantif atas Saldo Piutang Pada LKPP dan LKKL yang Relevan

No.            Tujuan Pengujian               Pengendalian Kunci                  Pengujian Pengendalian Intern                 Risiko Terhadap Penyajian              Pengujian Subtantif atas Saldo
                                                                                                                                  Laporan Keuangan dan
                                                                                                                                  Kemungkinan Temuan
                                                                                                                                       Pemeriksaan
1.      Keberadaan & keterjadian:           Pemisahan fungsi: pembuat          Teliti dasar pengenaan piutang tersebut        Adanya piutang fiktif                 Bandingkan saldo piutang pada neraca
          Nilai piutang negara yang         kebijakan, pelaksana dan           dalam peraturan perundang-undangan             Perangkapan fungsi/ fungsi            dengan buku besar dan daftar piutang
          disajikan di dalam laporan        akuntansi                          dalam SKP/dasar penagihan lainnya.             ganda.                                pada tingkat pemerintah pusat. Apabila
          keuangan benar-benar ada.         Kepemilikan piutang               Teliti secara uji petik terhadap beberapa       Pemisahan fungsi secara desain        diperlukan, bandingkan pula buku
          Piutang negara benar-benar        Prosedur penetapan                SKP/dasar penagihan lain yang belum             tetapi implementasi tidak terjadi.    besarnya dengan buku pembantunya.
          dimiliki oleh pemerintah pusat    SKP/dasar penagihan               dibayar apakah telah diakui atau dicatat        Pengelolaan dan pencatatan            Telusuri secara uji petik piutang yang
                                            lainnya.                          sebagai piutang, lakukan uji petik              piutang tidak dilakukan dengan        telah dicatat dalam buku besar ke buku
                                            Prosedur penagihan dan            terhadap dokumen pendukung.                     benar.                                jurnal umumnya.
                                            prosedur                           Teliti pemisahan fungsi baik desain            Kebijakan melakukan piutang           Lakukan pengujian secara uji petik
                                            penyisihan/penghapusan             maupun implementasinya.                        tidak mendapat otorisasi oleh         piutang tersebut pada SKP/dasar
                                            piutang.                           Teliti pihak ketiga yang melakukan utang       pejabat yang berwenang                penagihan lain dan teliti hak dan
                                                                               dengan pemerintah.                             Piutang yang dilaporkan tidak         nilainya.
                                                                               Teliti apakah pengelolaan dan pencatatan       ada dokumen kepemilikannya.           Konfirmasi atas wajib pajak atau debitur
                                                                               piutang telah dilakukan dengan benar.          Piutang dikuasai pihak lain           yang dipilih secara uji petik. Apabila ada
                                                                               Teliti secara uji petik apakah kebijakan       secara tidak sah.                     indikasi bahwa tidak memungkinkan
                                                                               menjalankan piutang diotorisasi oleh           Piutang milik negara tidak            jawaban konfirmasi diperoleh segera,
                                                                               pejabat yang berwenang.                        dilaporkan.                           minta konfirmasi dilakukan secara
                                                                               Teliti apakah piutang yang disajikan telah                                           negatif.
                                                                               diverifikasi kepemilikannya.                                                         Dapatkan rincian saldo kas di
                                                                               Teliti apakah piutang yang dimiliki dikuasai                                         bendaharawan penerimaan pada
                                                                               pihak lain.                                                                          tingkat eselon I, UAPPA-W, UAKPA.
                                                                               Lakukan dokumentasi atas bukti
                                                                               penetapan besarnya penerimaan Piutang
                                                                               yang menjadi hak Kementerian/Lembaga.
2.      Kelengkapan:                        Seluruh transaksi piutang          Reviu indikasi verifikasi intern ketepatan     Adanya dokumen fiktif otorisasi        Lakukan pengecekan penjumlahan ke
           Seluruh transaksi piutang        telah tercatat pada Neraca..       penyusunan daftar piutang dan                  pelaksanaan piutang negara.            bawah (footing) dan ke samping (cross
           (saldo) dicatat di Neraca.       Piutang dicatat berdasarkan        penghitungan saldo piutang.                    Piutang fiktif.                        footing) daftar piutang negara yang
           Mengetahui dan meyakinkan        SKP/dasar penagihan                Teliti dokumen yang mendasari otorisasi        Pemalsuan dokumen transaksi            dilaporkan.
           bahwa saldo piutang sudah        lainnya, dan telah melalui         pelaksanaan piutang.                           piutang negara                         Teliti secara uji petik daftar penerimaan
           mencakup transaksi pada          verifikasi intern untuk dicatat                                                   Dokumen pendukung pencatatan           kas (pelunasan piutang).
           periode pelaporan                dalam buku besar.                                                                 kurang lengkap.                        Teliti secara uji petik pengurangan
                                                                                                                              Salah perhitungan dan                  saldo putang.
                                                                                                                              pencatatan yang berekibat              Teliti secara uji petik tanggal
                                                                                                                              kerugian.                              pembayaran piutang, keterlambatan
                                                                                                                              Salah meggunakan metode                pembayaran dan sanksi keterlambatan
                                                                                                                              penyisihan piutang.                    pembayaran pada SKP/ dasar
                                                                                                                                                                     penagihan lainnya.
                                                                                                                                                                   Lakukan wawancara untuk mengetahui
                                                                                                                                                                   Rekening Pemerintah/Departemen
                                                                                                                                                                   lainnya/Lembaga yang disimpan di Bank
                                                                                                                                                                   Pemerintah maupun di Bank Umum tapi
                                                                                                                                                                   belum dilaporkan dan lakukan konfirmasi
                                                                                                                                                                   ke Bank tersebut

3.      Penilaian dan Alokasi:              Prosedur verifikasi intern        Teliti apakah telah dilakukan verifikasi        Transaksi piutang salah                 Teliti secara uji petik dokumen

Litbang Pemeriksaan                                                                                             Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                                                 Lampiran 3.16



        Transaksi piutang yang relevan         atau reviu atas nilai transaksi   intern atau reviu atas dokumen transaksi         dibukukan dan dilaporkan.              transaksi piutang apakah telah benar
        telah dicatat sesuai dengan nilai      piutang.                          piutang dan teliti apakah hasilnya telah         Saldo piutang yang diperoleh           perhitungannya.
        yang semestinya, dan perhitungan       Penilaian kembali saldo           ditindaklanjuti.                                 sebelum neraca awal belum              Teliti secara uji petik apakah saldo
        yang tepat.                            piutang neraca awal /pertama      Teliti apakah piutang yang diperoleh             dinilai dengan nilai wajar.            piutang yang dilaporkan dalam neraca
                                               kali dengan nilai wajar.          sebelum neraca awal telah dinilai kembali.                                              telah dinilai kembali dengan nilai wajar
                                                                                                                                                                         (saldo piutang yang diperoleh sebelum
                                                                                                                                                                         neraca awal).
                                                                                                                                                                         Teliti perjanjian kredit, notulen rapat
                                                                                                                                                                         dan jawaban konfirmasi kepada pihak
                                                                                                                                                                         ketiga apakah ada pembatasan
                                                                                                                                                                         piutang dimiliki oleh pemerintah
                                                                                                                                                                         pusat.
                                                                                                                                                                         Teliti transaksi piutang sesudah
                                                                                                                                                                         tanggal neraca sampai mendekati
                                                                                                                                                                         tanggal selesainya pekerjaan
                                                                                                                                                                         lapangan, cermati peluang adanya
                                                                                                                                                                         transaksi yang berpengaruh terhadap
                                                                                                                                                                         penyajian saldo piutang pada tanggal
                                                                                                                                                                         neraca.

4.      Hak dan Kewajiban                   Pengawasan atau reviu atas           Teliti secara uji petik pengawasan               Pengawasan intern atas transaksi      Teliti secara uji petik terhadap
        Realisasi penerimaan dan            transaksi piutang (saldo piutang)    pengurangan dan penambahan saldo                 penambahan dan pengurangan            dokumen transaksi piutang apakah
        pengeluaran kas selama tahun        terkait.                             piutang yang nilainya material dan sangat        saldo piutang lemah.                  terdapat aset yang dimiliki oleh pihak
        anggaran yang relevan atas kas                                           material.                                        Saldo piutang yang dilaporkan         lain.
        pemerintah pusat                                                         Teliti kepemilikan piutang.                      dimiliki dan atau dikuasai oleh       Nilai saldo piutang pada Neraca Awal
                                                                                 Review daftar penagihan piutang, uji petik       pihak lain secara tidak sah.          merupakan nilai wajar yang dimiliki
                                                                                 apakah semua penagihan telah dicatat,                                                  negara.
                                                                                 dan semua bukti pendukung penagihan                                                   Lakukan pengujian, apakah terdapat
                                                                                 piutang telah diverifikasi.                                                           penerimaan Piutang yang belum disetor
                                                                                 Teliti apakah penerimaan kas telah                                                    ke Kas Negara.
                                                                                 didukung oleh bukti-bukti penyetoran,
                                                                                 semua bukti piutang telah mendapat
                                                                                 persetujuan dari pejabat yang berwenang,
                                                                                 dan semua bukti pendukung piutang telah
                                                                                 diverifikasi.

5.      Pengungkapan:                          Pengawasan intern atau            Teliti pengawasan atau reviu atas              Pengawasan atau reviu atas               Teliti klasifikasi akun-akun yang
        Pengurangan dan penambahan             reviu atas klasifikasi akun-      klasifikasi dan pengungkapan atas              klasifikasi dan pengungkapan             berhubungan dengan penambahan
        piutang (saldo piutang) telah          akun yang berhubungan             transaksi piutang telah dilakukan dan          lemah.                                   dan pengurangan saldo piutang pada
        diungkapkan secara memadai             dengan piutang telah              hasilnya memadai.                              Klasifikasi transaksi piutang tidak      laporan keuangan apakah telah sesuai
        dalam laporan keuangan dan             memadai.                          Reviu kebijakan akuntansi terkait dengan       sesuai SAP                               SAP.
        sesuai dengan Standar Akuntansi        Pengawasan intern atau            penyajian saldo piutang dan telaah             Pengungkapan transaksi kas               Teliti secara uji petik tingkat
        Pemerintahan (SAP)                     reviu atas pengungkapan           kesesuaiannya dengan standar akuntansi         tidak/kurang memadai.                    kolektibilitasnya yang memadai.
                                               penambahan dan                    pemerintah.                                    Salah saji (oversated dan                Teliti secara uji petik adanya
                                               pengurangan saldo piutang         Reviu pelaksanaan penyusunan laporan           understated)                             penghapusan piutang yang
                                               telah telah memadai.              dan verifikasi internal untuk memastikan       Salah menggunakan metode                 dilaksanakan dan cermati apakah
                                                                                 bahwa pengungkapan atas penyajian              penyisihan piutang tak tertagih          piutang tersebut tetap dilakukan
                                                                                 saldo piutang telah memadai (sesuai SAP)                                                penagihan dan jika dibayar telah
                                                                                 Teliti apakah pemerintah melakukan                                                      dicatat dalam penerimaan kas.
                                               Terdapat kebijakan                penyisihan atas piutang dan                                                          a. Secara uji petik minta dokumen
                                               akuntansi, sistem dan             pengungkapan status piutang terkait                                                       piutang, dan lakukan langkah berikut:
                                               prosedur penyusunan               dengan kemungkinan tertagihnya piutang
Litbang Pemeriksaan                                                                                               Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                              Lampiran 3.16



                                   laporan keuangan, serta   tersebut.                                                  1. Bandingkan apakah
                                   verifikasi internal.      Teliti apakah pemerintah telah melakukan                        pengklasifikasian piutang telah
                                                             upaya penagihan sesuai ketentuan                                sesuai dengan bagan perkiraan.
                                                             perundang-undangan.                                        2. Review apakah bukti piutang
                                                                                                                             telah dicatat sesuai dengan
                                                                                                                             bagan perkiraan
                                                                                                                       Teliti apakah seluruh penyajian dan
                                                                                                                       pengungkapan saldo piutang telah
                                                                                                                       memadai.




Litbang Pemeriksaan                                                                         Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                                          Lampiran 3.16



Ikhtisar Pengujian Pengendalian dan Pengujian Subtantif atas Transaksi Belanja Barang dan Persediaan pada LKPP DAN LKKL yang Relevan.
No.             Tujuan Pengujian                    Pengendalian Kunci               Pengujian Pengendalian Intern                Risiko Terhadap Penyajian         Pengujian Subtantif atas Saldo
                                                                                                                                    Laporan Keuangan dan
                                                                                                                                    Kemungkinan Temuan
                                                                                                                                         Pemeriksaan
1.      Keberadaan & keterjadian:                 Pemisahan fungsi: pembuat       Teliti apakah belanja barang telah            Persediaan dianggarkan, tetapi      Teliti secara uji petik pengadaan
          Nilai persediaan yang                   kebijakan, pengelola            dianggarkan dan sesuai dengan                 tidak sesuai dengan kebutuhan.      persediaan apakah telah dianggarkan
          disajikan di dalam laporan              persediaan, pengadaan,          kebutuhan.                                    Persediaan tidak dianggarkan.       dalam dokumen anggaran dan teliti
          keuangan benar-benar ada.               pembayaran kas,dan              Teliti pemisahan fungsi realisasi             Perangkapan fungsi                  apakah telah sesuai kebutuhan.
          Persediaan negara benar-benar           akuntansi.                      pengadaan persediaan desain maupun            Pemisahan fungsi secara desain      Teliti secara uji petik apakah
          dimiliki oleh pemerintah pusat.         Realisasi pengadaan             implementasinya.                              tetapi implementasi tidak terjadi   anggaran dan realisasi belanja
                                                  persediaan telah diotorisasi    Teliti secara uji petik apakah realisasi      Tidak dilakukan pemeriksaan fisik   barang telah dibukukan dalam LRA
                                                  oleh pejabat yang berwenang     belanja barang telah diotorisasi oleh         barang atau pemeriksaan fisik       dan Neraca.
                                                  Pemeriksaan fisik persediaan    pejabat yang berwenang.                       formalitas.                         Periksa fisik aset tersebut secara uji
                                                  secara reguler.                 Teliti apakah persediaan tersebut telah       persediaan yang dilaporkan tidak    petik dan dokumen kepemilikannya
                                                  Kepemilikan persediaan..        diperiksa secara fisik dengan                 ada dokumen kepemilikannya.         dan pastikan bukan penitipan pihak
                                                  Otorisasi penggunaan            sebenarnya.                                   Persediaan dikuasai pihak lain      lain.
                                                  persediaan.                     Teliti apakah persediaaan yang                secara tidak sah.                   Periksa dokumen dan catatan aset
                                                                                  dilaporkan telah diinventarisasi              Persediaan tidak dilaporkan.        tetap/barang milik negara apakah
                                                                                  kepemilikannya.                                                                   telah dilaporkan dalam neraca.
                                                                                  Teliti apakah semua persediaaan yang                                              Teliti apakah terdapat perselisihan
                                                                                  dimiliki dikuasai untuk digunakan.                                                mengenai status aset.
                                                                                                                                                                     Lakukan pemeriksaan fisik atas
                                                                                                                                                                     persediaan akhir yang diuji dan buat
                                                                                                                                                                     berita acara segera setelah
                                                                                                                                                                     pemeriksaan fisik.
                                                                                                                                                                    Teliti apakah ada persediaan yang
                                                                                                                                                                    sudah usang tetapi masih dicatat dan
                                                                                                                                                                    disimpan oleh auditee
                                                                                                                                                                     Lakukan wawancara untuk
                                                                                                                                                                     mengetahui apakah ada barang-
                                                                                                                                                                     barang persediaan yang merupakan
                                                                                                                                                                     titipan pihak lain.
2.      Kelengkapan:                          Anggaran dan realisasi belanja     Teliti urutan nomor dan tanggal SPM,           Belanja barang tidak/kurang         Teliti secara uji petik SPM dan SP2D
           Seluruh transaksi belanja          barang telah dibukukan semua       apakah telah diperoleh SP2D dan                dicatat karena tidak ada SP2D       apakah telah dicatat sebagai realisasi
           barang telah dicatat dalam LRA     serta persediaan yang relevan      dibukukan.                                     Persediaan yang dipeoleh dari       belanja barang sekaligus
           baik anggaran maupun               telah dicatat seluruhnya.          Teliti apakah terdapat SP2D yang belum         belanja barang yang telah           persediaannya.
           realisasinya serta aset tetapnya                                      diperoleh atas SPM yang telah dikeluarkan      direalisasikan tidak dicatat.       Teliti secara uji petik dokumen
           yang relevan pada neraca.                                             untuk belanja barang.                          Adanya dokumen fiktif belanja       otorisasi belanja barang.
           Mengetahui dan meyakinkan          .                                  Teliti apakah pencatatan belanja barang        barang negara.                      Review apakah terdapat jumlah
           bahwa Investasi telah                                                 tersebut seluruhnya telah dicatat sebagai      Salah pencatatan (oversated dan     mutasi tambah kurang, jika ada
           mencakup semua transaksi                                              persediaan yang relevan.                       undersated).                        telusuri lebih lanjut.
           pada periode pelaporan.                                               Tetiti pencatatan penerimaan dan               Pemalsuan dokumen transaksi         Minta bukti pendukung penerimaan
                                                                                 pengeluaran barang, periksa dokumen,           belanja barang.                     dan pengeluaran persediaan serta
                                                                                 dan otoritas pejabat berwenang.                Dokumen pendukung pencatatan        telusuri data penambahan dan
                                                                                                                                kurang lengkap.                     pengurangan ke satker terkait secara
                                                                                                                                Pengeluaran kas tidak/kurang        berjenjang.
                                                                                                                                dicatat karena tidak ada SP2D       Cocokan jumlah persediaan antara
                                                                                                                                                                    jumlah barang yang diterima dengan
                                                                                                                                                                    jumlah barang yang dikeluarkan.
                                                                                                                                                                     Dapatkan data semua persediaan
Litbang Pemeriksaan                                                                                               Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                                         Lampiran 3.16



                                                                                                                                                                   pada satker, lakukan secara
                                                                                                                                                                   berjenjang.
                                                                                                                                                                   Lakukan pengujian tambah kurang
                                                                                                                                                                   atas perhitungan saldo dan cek ke
                                                                                                                                                                   buku pendukung
3.      Penilaian:
        Transaksi belanja barang dan         Prosedur verifikasi intern atau   Teliti apakah telah dilakukan verifikasi      Anggaran dan realisasi belanja        Teliti secara uji petik (dokumen
        persediaan yang relevan telah        reviu atas nilai realisasi        intern atau reviu atas dokumen belanja        barang salah dibukukan dan            anggaran dan realisasi belanja
        dicatat sesuai dengan nilai yang     belanja barang dan                barang dan teliti apakah hasilnya telah       dilaporkan.                           barang apakah telah benar
        semestinya, dan perhitungan yang     persediaan telah dilakukan.       ditindaklanjuti.                              Persediaan yang diperoleh             perhitungannya.
        tepat.                               Penilaian kembali persediaan      Teliti apakah persediaan yang diperoleh       sebelum neraca awal belum dinilai     Teliti secara uji petik atas
                                             pada neraca awal /pertama         sebelum neraca awal telah dinilai             dengan nilai wajar.                   dokumentasi persediaan terkait
                                             kali dengan nilai wajar.          kembali.                                                                            dengan belanja barang apakah telah
                                                                                                                                                                   benar perhitungannya.
                                                                                                                                                                   Teliti secara uji petik apakah
                                                                                                                                                                   persediaan yang dilaporkan dalam
                                                                                                                                                                   neraca telah dinilai kembali dengan
                                                                                                                                                                   nilai wajar (aset yang diperoleh
                                                                                                                                                                   sebelum neraca awal).

4.      Hak dan Kewajiban
        Belanja barang direalisasikan atas   Pengawasan atau reviu atas        Teliti secara uji petik pengawasan atas       Pengawasan intern atas aset dari      Teliti secara uji petik terhadap
        persediaan yang relevan.             belanja barang dan                persediaan.                                   belanja lemah.                        dokumen belanja barang dan
                                             persediaan yang terkait.          Teliti perjanjian penitipan oleh pihak        Belanja pemeliharaan yang dapat       persediaan, apakah terdapat aset
                                                                               ketiga, dokumen-dokumen pendukung             dikapitalisasi atas aset (tidak       yang dikuasai pihak lain.
                                                                               dan nilai barang. Apakah ada penetapan        menambah nilai aset).
                                                                               atau proses verifikasi dan otorisasi dalam    Belanja barang direalisasikan
                                                                               penetapan nilai persediaan.                   tetapi persediaan dimiliki dan atau
                                                                                                                             dikuasai oleh pihak lain secara
                                                                                                                             tidak sah.

5.      Pengungkapan:
        Anggaran dan realisasi belanja       Pengawasan intern atau reviu      Teliti pengawasan atau reviu atas             Pengawasan atau reviu atas            Teliti klasifikasi akun belanja barang
        barang serta persediaan telah        atas klasifikasi akun belanja     klasifikasi dan pengungkapan atas             klasifikasi dan pengungkapan          dan persediaan pada laporan
        diungkapkan secara memadai           barang dan persediaan telah       persediaan telah dilakukan dan hasilnya       lemah.                                keuangan apakah telah sesuai
        dalam laporan keuangan dan           memadai                           memadai.                                      Klasifikasi belanja barang dan        denfgan SAP.
        sesuai dengan Standar Akuntansi      Pengawasan intern atau reviu      Teliti apakah pengungkapan belanja            persediaaan tidak sesuai dengan       Teliti secara uji petik dokumentasi
        Pemerintahan (SAP).                  atas pengungkapan belanja         barang dan persediaan dalam catatan           SAP                                   belanja barang dan persediaan
                                             barang dan persediaan telah       atas laporan keuangan telah memadai           Pengungkapan barang dan               khususnya terhadap kondisi dan
                                             memadai.                          (sesuai SAP).                                 persediaan tidak dan atau kurang      status aset apakah telah diungkapkan
                                             Terdapat kebijakan akuntansi,     Reviu kebijakan akuntansi terkait dengan      memadai.                              secara mamadai dalam catatan atas
                                             sistem dan prosedur               penyajian saldo persediaan dan telaah         Pengungkapan transaksi kas            laporan keuangan.
                                             penyusunan laporan                kesesuaiannya dengan standar                  tidak/kurang memadai.                 Teliti apakah seluruh penyajian dan
                                             keuangan, serta verifikasi        akuntansi pemerintah.                         Salah saji (oversated dan             pengungkapan saldo persediaan di
                                             internal.                         Reviu pelaksanaan penyusunan laporan          understated)                          neraca telah memadai.
                                                                               dan verifikasi internal untuk memastikan      Terdapat pencatatan persedian         Dalam pemeriksaan fisik atas
                                                                               bahwa pengungkapan atas penyajian             ganda, pencapuradukan                 persediaan akhir, inventarisir jumlah
                                                                               saldo persediaan telah memadai (sesuai        persediaan (tidak terklasifkasi)      persediaan yang rusak, kadaluarsa
                                                                               SAP)                                                                                dan hilang.
                                                                               Teliti apakah persediaan yang diperoleh                                             Bandingkan dengan catatan
                                                                               dicatat dengan menggunakan identifikasi                                             persediaan yang ada
                                                                               yang memadai.
Litbang Pemeriksaan                                                                                            Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                           Lampiran 3.16



                                   Teliti apakah terdapat prosedur untuk
                                   persediaan yang rusak, kedaluarsa dan
                                   hilang dan dapatkan dokumen
                                   pencatatan atas kondisi persediaan
                                   tersebut.




Litbang Pemeriksaan                                             Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                                          Lampiran 3.16



Ikhtisar Pengujian Pengendalian dan Pengujian Subtantif atas Investasi pada LKPP DAN LKKL yang Relevan.

 No.             Tujuan Pengujian                Pengendalian Kunci             Pengujian Pengendalian Intern             Risiko Terhadap Penyajian Laporan        Pengujian Subtantif atas Saldo
                                                                                                                              Keuangan dan Kemungkinan
                                                                                                                                  Temuan Pemeriksaan
1.      Keberadaan & keterjadian:               Pemisahan fungsi:              Teliti apakah investasi telah                Investasi dianggarkan, tetapi tidak    Teliti secara uji petik apakah
          Nilai investasi yang disajikan di     pembuat kebijakan,             dianggarkan dan sesuai dengan                sesuai dengan kebutuhan dan tidak      investasi telah dianggarkan dalam
          dalam laporan keuangan benar-         pengelola, pengeluaran         kebutuhan dan asas manfaat.                  memiliki asas manfaat.                 dokumen anggaran dan teliti apakah
          benar ada.                            kas dan akuntansi.             Teliti pemisahan fungsi pengambil            Investasi tidak dianggarkan.           telah sesuai kebutuhan dan memiliki
          Investasi benar-benar dimiliki oleh   Realisasi pelaksanaan          kebijakan, pengeluaran kas serta             Tidak terdapat prosedur dan            asas manfaat.
          pemerintah pusat.                     kebijakan investasi telah      akuntansi baik desain maupun                 legatimasi dalam melakukan             Teliti secara uji petik apakah
                                                diotorisasi oleh pejabat       implementasinya.                             investasi                              investasi telah dibukukan di Neraca.
                                                yang berwenang dengan          Teliti secara uji petik apakah realisasi     Perangkapan fungsi.                    Teliti apakah terdapat perselisihan
                                                memperhatikan asas             kebijakan investasi telah diotorisasi        Pemisahan fungsi secara desain         mengenai status aset.
                                                manfaat yang akan              oleh pejabat yang berwenang.                 tetapi implementasi tidak terjadi.     Bandingkan saldo yang tercantum di
                                                diperoleh oleh pemerintah                                                   Investasi yang dilaporkan tidak ada    neraca dengan saldo investasi yang
                                                pusat.                                                                      dokumen kepemilikannya.                dilaporkan dokumen pendukung dan
                                                Kepemilikan investasi oleh                                                  Investasi dikuasai pihak lain secara   bandingkan pula dengan buku
                                                pemerintah pusat.                                                           tidak sah.                             besar dan buku pembantunya.
                                                                                                                            Investasi tidak dilaporkan.            Telusuri secara uji petik investasi
                                                                                                                                                                   yang dicatat ke buku jurnal
                                                                                                                                                                   umumnya.
                                                                                                                                                                   Periksa adanya
                                                                                                                                                                   otorisasi/persetujuan dari pihak
                                                                                                                                                                   yang berwenang dalam
                                                                                                                                                                   penambahan dan pengurangan
                                                                                                                                                                   investasi. Dapatkan peraturan
                                                                                                                                                                   pemerintah/keputusan pemerintah
                                                                                                                                                                   tentang investasi.
                                                                                                                                                                   Mintakan daftar investasi beserta
                                                                                                                                                                   bukti/dokumen investasi seperti:
                                                                                                                                                                   dokumen penyertaan modal/saham,
                                                                                                                                                                   bukti setoran modal.
                                                                                                                                                                   Lakukan konfirmasi dengan pihak
                                                                                                                                                                   ketiga mengenai investasi yang
                                                                                                                                                                   dilakukan pemerintah pusat.
2.      Kelengkapan:                            Realisasi pelaksaan            Reviu indikasi verifikasi intern             Investasi tidak/kurang dicatat         Teliti secara uji petik SPM dan
           Seluruh transaksi investasi telah    kebijakan investasi telah      ketepatan penyusunan daftar investasi        karena tidak ada SP2D                  SP2D apakah telah dicatat sebagai
           dicatat secara relevan di neraca.    dicatat dan dibukukan          dan penghitungan saldo investasi             Investasi yang dilakukan tidak         realisasi pelaksanaan kebijakan
           Investasi pemerintah pusat telah     secara relevan..               Teliti dokumen yang mendasari                dicatat.                               investasi.
           diklasifikasikan dengan pantas,      Penggunaan bagan akun          otorisasi pelaksanaan kebijakan              Adanya dokumen fiktif pelaksanaan      Teliti secara uji petik dokumen
           dan dicatat sesuai dengan periode    yang memadai, serta telah      investasi.                                   kebijakan investasi                    otorisasi pelaksanaan kebijakan
           pelaporan.                           melalui reviu dan verifikasi   Teliti kecukupan bagan akun investasi,       Dokumen pendukung pencatatan           investasi.
                                                intern                         dan teliti indikasi adanya verifikasi        kurang lengkap.                        Lakukan penghitungan ulang atas
                                                                               intern atas ketepatan klasifikasi untuk                                             nilai investasi sesuai dokumen
                                                                               dokumen terkait                                                                     investasi tersebut dan identifikasi
                                                                                                                                                                   kesesuaian klasifikasi investasi
                                                                                                                                                                   kedalam investasi jangka pendek
                                                                                                                                                                   atau jangka panjang.

3.      Penilaian dan Alokasi:                  Prosedur verifikasi intern     Teliti apakah telah dilakukan verifikasi     Investasi salah dibukukan dan          Teliti secara uji petik dokumen

Litbang Pemeriksaan                                                                                             Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                                          Lampiran 3.16



        Transaksi investasi yang relevan telah      atau reviu atas nilai         intern atau reviu atas kebijakan           dilaporkan.                           anggaran dan realisasi investasi
        dicatat sesuai dengan nilai yang            investasi telah dilakukan     pelaksanaan investasi dan teliti apakah    Nilai investasi yang diperoleh        apakah telah benar
        semestinya dan perhitungan yang             Penilaian kembali investasi   hasilnya telah ditindaklanjuti..           sebelum neraca awal belum dinilai     perhitungannya.
        tepat.                                      pada neraca awal/pertama      Teliti apakah investasi yang diperoleh     dengan nilai wajar.                   Teliti secara uji petik atas
                                                    kali dengan nilai wajar       sebelum neraca awal telah dinilai          Nilai investasi tidak didukung oleh   dokumentasi investasi apakah telah
                                                                                  kembali.                                   nilia ekuitas pada BUMN terkait.      benar perhitungannya..
                                                                                  Teliti apakah investasi telah diakui                                             Teliti secara uji petik apakah
                                                                                  kepemilikannya dengan melihat saldo                                              investasi dalam neraca telah dinilai
                                                                                  ekuitas/modal saham pada BUMN                                                    kembali dengan nilai yang wajar
                                                                                  berdasarkan hasil pemeriksaan atas                                               (investasi yang dilakukan sebelum
                                                                                  laporan keuangan BUMN tersebut.                                                  tanggal neraca)
                                                                                                                                                                   investasi dilaporkan dalam neraca
                                                                                                                                                                   telah dinilai kembali dengan nilai
                                                                                                                                                                   wajar (aset yang diperoleh sebelum
                                                                                                                                                                   neraca awal).

4.      Hak dan Kewajiban                        Pengawasan atau reviu atas       Teliti secara uji petik pengawasan         Pengawasan intern atas                Teliti secara uji petik terhadap
        Investasi yang relevan atas kebijakan    pelaksanaan investasi terkait.   pelaksanaan investasi yang nilainya        pelaksanaan investasi lemah.          dokumen pelaksanaan investasi
        investasi pemerintah pusat                                                material dan sangat material               Investasi yang dilaporkan dimiliki    apakah terdapat aset yang dimiliki
                                                                                  Teliti kepemilikan investasi pemerintah    dan atau dikuasai oleh pihak lain     pihak lain.
                                                                                                                             secara tidak sah.                     Nilai saldo investasi pada Neraca
                                                                                                                                                                   Awal merupakan nilai wajar yang
                                                                                                                                                                   dimiliki pemerintah

5       Pengungkapan:
        Anggaran dan realisasi belanja              Pengawasan intern atau        Teliti pengawasan atau reviu atas          Pengawasan atau reviu atas            Teliti klasifikasi akun investasi pada
        barang serta persediaan telah               reviu atas klasifikasi akun   klasifikasi dan pengungkapan atas          klasifikasi dan pengungkapan          laporan keuangan apakah telah
        diungkapkan secara memadai dalam            investasi telah memadai       investasi pemerintah telah dilakukan       lemah.                                sesuai denfgan SAP.
        laporan keuangan dan sesuai dengan          Pengawasan intern atau        dan hasilnya memadai.                      Klasifikasi investasi tidak sesuai    Teliti secara uji petik dokumentasi
        Standar Akuntansi Pemerintahan              reviu atas pengungkapan       Teliti apakah pengungkapan                 dengan SAP                            investasi khususnya terhadap
        (SAP).                                      investasi telah memadai.      pelaksanaan investasi pemerintah           Pengungkapan investasi tidak dan      kondisi dan status aset apakah telah
                                                    Terdapat kebijakan            dalam catatan atas laporan keuangan        atau kurang memadai.                  diungkapkan secara mamadai
                                                    akuntansi, sistem dan         telah memadai (sesuai SAP).                Pengungkapan transaksi investasi      dalam catatan atas laporan
                                                    prosedur penyusunan           Reviu kebijakan akuntansi terkait          tidak/kurang memadai.                 keuangan.
                                                    laporan keuangan, serta       dengan penyajian investasi dan telaah      Salah saji (oversated dan             Teliti apakah seluruh penyajian dan
                                                    verifikasi internal.          kesesuaiannya dengan standar               understated)                          pengungkapan investasi di neraca
                                                                                  akuntansi pemerintah.                                                            telah memadai.
                                                                                  Reviu pelaksanaan penyusunan
                                                                                  laporan dan verifikasi internal untuk
                                                                                  memastikan bahwa pengungkapan
                                                                                  atas penyajian investasi saldo
                                                                                  persediaan telah memadai (sesuai
                                                                                  SAP)




Litbang Pemeriksaan                                                                                              Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                                               Lampiran 3.16



Ikhtisar Pengujian Pengendalian dan Pengujian Subtantif atas Transaksi Belanja Modal dan Aset Tetap yang Relevan
 No.               Tujuan Pengujian                    Pengendalian Intern Kunci           Pengujian Pengendalian Intern            Risiko Terhadap Penyajian Laporan        Pengujian Subtantif atas Transaksi *)
                                                                                                                                         Keuangan & Kemungkinan
                                                                                                                                           Temuan Pemeriksaan
1.      Keberadaan & keterjadian:
          Teliti apakah anggaran dan belanja          Penganggaran belanja modal           Teliti apakah belanja modal telah          Belanja modal dianggarkan, tetapi       Teliti secara uji petik (belanja modal
          modal pada LRA telah benar-benar            sesuai dengan kebutuhan              dianggarkan dan sesuai dengan              tidak sesuai dengan kebutuhan.          apakah telah dianggarkan dalam
          terjadi.                                    Pemisahan fungsi: penerima           kebutuhan.                                 Belanja modal tidak dianggarkan.        dokumen anggaran dan teliti apakah
          Teliti apakah realisasi belanja modal       aset, pembayaran, pengelola          Teliti pemisahan fungsi realisasi          Perangkapan fungsi                      telah sesuai kebutuhan.
          tersebut telah dibukukan dan                aset dan akuntansi.                  belanja baik desain maupun                 Pemisahan fungsi secara desain          Teliti secara uji petik apakah anggaran
          dilaporkan sebagai aset tetap yang          Realisasi belanja modal telah        implementasinya.                           tetapi implementasi tidak terjadi       dan realisasi belanja modal telah
          relevan dalam neraca                        diotorisasi oleh pejabat yang        Teliti secara uji petik apakah             Tidak dilakukan pemeriksaan fisik       dibukukan dalam LRA dan asetnya
                                                      berwenang (SPP dan SPM)              realisasi belanja modal telah              barang atau pemeriksaan fisik           dalam neraca.
                                                      Pemeriksaan fisik aset               diotorisasi oleh pejabat yang              formalitas.                             Periksa fisik aset tersebut secara uji
                                                      Kepemilikan aset tetap               berwenang.                                 Aset tetap yang dilaporkan tidak ada    petik dan dokumen kepemilikannya.
                                                      Otorisasi penggunaan aset tetap      Teliti apakah aset tersebut telah          dokumen kepemilikannya.                 Periksa dokumen dan catatan aset
                                                                                           diperiksa secara fisik dengan              Aset tetap dikuasai pihak lain          tetap/barang milik negara apakah telah
                                                                                           sebenarnya.                                secara tidak sah.                       dilaporkan dalam neraca.
                                                                                           Teliti apakah aset tetap yang              Aset tetap milik negara tidak           Teliti apakah terdapat perselisihan
                                                                                           dilaporkan telah diinventarisasi           dilaporkan.                             mengenai status aset tetap.
                                                                                           kepemilikannya.
                                                                                           Teliti apakah semua aset tetap yang
                                                                                           dimiliki dikuasai untuk digunakan.


2.      Kelengkapan:
        Seluruh transaksi belanja modal telah      Anggaran dan realisasi belanja          Teliti urutan nomor dan tanggal            Belanja modal tidak/kurang dicatat      Teliti secara uji petik SPM dan SP2D
        dicatat dalam LRA baik anggaran            modal telah dibukukan semua serta       SPM, apakah telah diperoleh SP2D           karena tidak ada SP2D.                  apakah telah dicatat sebagai realisasi
        maupun realisasinya serta aset tetapnya    aset tetap yang relevan telah dicatat   dan dibukukan.                             Aset tetap yang diperoleh dari          belanja sekaligus aset tetapnya.
        yang relevan pada neraca.                  seluruhnya.                             Teliti apakah terdapat SP2D yang           belanja modal yang telah                Teliti apakah terdapat realisasi belanja
                                                                                           belum diperoleh atas SPM yang              direalisasikan tidak dicatat.           modal yang tidak sama dengan yang
                                                                                           telah dikeluarkan untuk belanja            Salah saji (overstated atau             dilaporkan.
                                                                                           modal.                                     understated)
                                                                                           Teliti apakah pencatatan belanja
                                                                                           modal tersebut seluruhnya telah
                                                                                           dicatat sebagai aset tetap yang
                                                                                           relevan.

3.      Penilaian:
        Transaksi belanja modal dan aset tetap        Prosedur verifikasi intern atau      Teliti apakah telah dilakukan              Anggaran dan realisasi belanja          Teliti secara uji petik dokumen
        yang relevan telah dicatat sesuai dengan      reviu atas nilai realisasi belanja   verifikasi intern atau reviu atas          modal salah dibukukan dan               anggaran dan realisasi belanja modal
        nilai yang semestinya, dan perhitungan        modal dan aset tetap telah           dokumen belanja modal dan teliti           dilaporkan.                             apakah telah benar perhitungannya.
        yang tepat.                                   dilakukan.                           apakah hasilnya telah ditindaklanjuti.     Aset tetap yang diperoleh sebelum       Teliti secara uji petik atas dokumentasi
                                                      Penilaian kembali aset tetap         Teliti apakah aset tetap yang              neraca awal belum dinilai dengan        aset tetap terkait dengan belanja modal
                                                      pada neraca awal /pertama kali       diperoleh sebelum neraca awal telah        nilai wajar.                            apakah telah benar perhitungannya.
                                                      dengan nilai wajar.                  dinilai kembali.                                                                   Teliti secara uji petik apakah aset tetap
                                                                                                                                                                              yang dilaporkan dalam neraca telah
                                                                                                                                                                              dinilai kembali dengan nilai wajar (aset
                                                                                                                                                                              yang diperoleh sebelum neraca awal).

4.      Hak dan Kewajiban
Litbang Pemeriksaan                                                                                               Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                                           Lampiran 3.16



 No.                 Tujuan Pengujian                        Pengendalian Intern Kunci      Pengujian Pengendalian Intern        Risiko Terhadap Penyajian Laporan        Pengujian Subtantif atas Transaksi *)
                                                                                                                                      Keuangan & Kemungkinan
                                                                                                                                         Temuan Pemeriksaan
         Belanja modal direalisasikan atas aset             Pengawasan atau reviu atas      Teliti secara uji petik pengawasan     Pengawasan intern atas aset lemah.      Teliti secara uji petik terhadap
         tetap yang relevan.                                belanja modal dan aset tetap    atau aset tetap milik negara.          Belanja pemeliharaan yang dapat         dokumen belanja modal dan aset tetap,
                                                            terkait.                                                               dikapitalisasi atas aset                apakah terdapat aset yang dimiliki oleh
                                                                                                                                   pihak/instansi lain tidak menambah      pihak lain.
                                                                                                                                   nilai aset.
                                                                                                                                   Belanja modal direalisasikan tetapi
                                                                                                                                   aset dimiliki dan/atau dikuasai oleh
                                                                                                                                   pihak lain secara tidak sah.

5.       Pengungkapan:
         Anggaran dan realisasi belanja modal               Pengawasan intern atau reviu    Teliti pengawasan atau reviu atas      Pengawasan atau reviu atas              Teliti klasifikasi akun belanja modal
         serta aset tetapnya telah diungkapkan              atas klasifikasi akun belanja   klasifikasi dan pengungkapan atas      klasifikasi dan pengungkapan            dan aset tetap pada laporan keuangan
         secara memadai dalam laporan                       modal dan aset tetap telah      aset tetap negara apakah telah         lemah.                                  apakah telah sesuai SAP.
         keuangan dan sesuai dengan Standar                 memadai.                        dilakukan dan hasilnya memadai.        Klasifikasi belanja modal dan aset      Teliti secara uji petik dokumentasi
         Akuntansi Pemerintahan (SAP)                       Pengawasan intern atau reviu    Teliti apakah pengungkapan belanja     tetap tidak sesuai SAP                  belanja modal dan aset tetap
                                                            atas pengungkapan belanja       modal dan aset tetap dalam catatan     Pengungkapan belanja modal dan          khususnya terhadap kondisi dan status
                                                            modal dan aset tetap telah      atas laporan keuangan telah            aset tetap tidak/kurang memadai.        aset apakah telah diungkapkan secara
                                                            memadai.                        memadai (sesuai SAP).                                                          memadai dalam catatan atas laporan
                                                                                                                                                                           keuangan.

*) Rincian pengujian sutantif untuk setiap jenis aktiva tetap lihat lampiran berikut.




Litbang Pemeriksaan                                                                                               Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                                        Lampiran 3.16



Ikhtisar Pengujian Pengendalian dan Pengujian Subtantif atas Belanja Modal dan Aset Lainnya Pada LKPP DAN LKKL yang Relevan
No.              Tujuan Pengujian                 Pengendalian Kunci                 Pengujian Pengendalian Intern                 Risiko Terhadap Penyajian         Pengujian Subtantif atas Saldo
                                                                                                                                     Laporan Keuangan dan
                                                                                                                                     Kemungkinan Temuan
                                                                                                                                          Pemeriksaan
1.      Keberadaan & keterjadian:               Penganggaran belanja              Teliti apakah belanja modal telah              Belanja modal dianggarkan, tetapi   Teliti secara uji petik (belanja
          Teliti apakah anggaran dan            modal sesuai dengan               dianggarkan dan sesuai dengan kebutuhan.       tidak sesuai dengan kebutuhan.      modal) apakah telah dianggarkan
          belanja modal untuk aset lainnya      kebutuhan                         Teliti pemisahan fungsi realisasi belanja      Belanja modal tidak dianggarkan.    dalam dokumen anggaran dan
          pada LRA telah benar-benar            Pemisahan fungsi: penerima        baik desain maupun implementasinya.            Perangkapan fungsi                  teliti apakah telah sesuai
          terjadi.                              aset, pembayaran, pengelola       Teliti secara uji petik apakah realisasi       Pemisahan fungsi secara desain      kebutuhan.
          Teliti apakah realisasi belanja       aset dan akuntansi.               belanja modal telah diotorisasi oleh pejabat   tetapi implementasi tidak terjadi   Teliti secara uji petik apakah
          modal tersebut telah dibukukan        Realisasi belanja modal telah     yang berwenang.                                Tidak dilakukan pemeriksaan fisik   anggaran dan realisasi belanja
          dan dilaporkan sebagai aset           diotorisasi oleh pejabat yang     Teliti apakah aset tersebut telah diperiksa    barang atau pemeriksaan fisik       modal telah dibukukan dalam LRA
          lainnya yang relevan dalam            berwenang (SPP dan SPM)           secara fisik dengan sebenarnya.                formalitas.                         dan asetnya dalam neraca.
          neraca                                Pemeriksaan fisik aset            Teliti apakah aset lainnya yang dilaporkan     Aset lainnya yang dilaporkan        Periksa fisik aset tersebut secara
                                                Kepemilikan aset lainnya.         telah diinventarisasi kepemilikannya.          tidak ada dokumen                   uji petik dan dokumen
                                                                                                                                 kepemilikannya.                     kepemilikannya.
                                                                                                                                 Aset lainnya dikuasai pihak lain    Periksa dokumen dan catatan aset
                                                                                                                                 secara tidak sah.                   lainnya/barang milik negara
                                                                                                                                 Aset lainnya milik negara tidak     apakah telah dilaporkan dalam
                                                                                                                                 dilaporkan.                         neraca.
                                                                                                                                                                     Teliti apakah terdapat perselisihan
                                                                                                                                                                     mengenai status aset lainnya.
                                                                                                                                                                     Teliti apakah terdapat aset lainnya
                                                                                                                                                                     berupa aset tetap yang tidak dapat
                                                                                                                                                                     digunakan, tetapi belum ada
                                                                                                                                                                     keputusan penghapusannya, dan
                                                                                                                                                                     teliti apakah sifat aset tetap
                                                                                                                                                                     tersebut tidak dapat digunakan
2.      Kelengkapan:                         Anggaran dan realisasi belanja       Teliti urutan nomor dan tanggal SPM,           Belanja modal tidak/kurang          Teliti secara uji petik SPM dan
        Seluruh transaksi belanja modal      modal telah dibukukan semua          apakah telah diperoleh SP2D dan                dicatat karena tidak ada SP2D       SP2D apakah telah dicatat
        telah dicatat dalam LRA baik         serta aset lainnya yang relevan      dibukukan.                                     Aset liannya yang dipeoleh dari     sebagai realisasi belanja sekaligus
        anggaran maupun realisasinya serta   telah dicatat seluruhnya.            Teliti apakah terdapat SP2D yang belum         belanja modal yang telah            aset tetapnya.
        aset tetapnya yang relevan pada                                           diperoleh atas SPM yang telah dikeluarkan      direalisasikan tidak dicatat.       Teliti apakah terdapat realisasi
        neraca.                                                                   untuk belanja modal.                           Terdapat aset lain yang yang        belanja modal yang tidak sama
                                                                                  Teliti apakah pencatatan belanja modal         belum tercatat                      dengan yang dilaporkan.
                                                                                  tersebut seluruhnya telah dicatat sebagai      Tidak terdapat prosedur yang
                                                                                  aset lainnya yang relevan..                    melegatimasi pengakuan aset
                                                                                                                                 lain-lain.



3.      Penilaian:                              Prosedur verifikasi intern        Teliti apakah telah dilakukan verifikasi       Anggaran dan realisasi belanja      Teliti secara uji petik dokumen
        Transaksi belanja modal dan aset        atau reviu atas nilai realisasi   intern atau reviu atas dokumen belanja         modal salah dibukukan dan           anggaran dan realisasi belanja
        lainnya yang relevan telah dicatat      belanja modal dan aset            modal dan teliti apakah hasilnya telah         dilaporkan.                         modal apakah telah benar
        sesuai dengan nilai yang                lainnya telah dilakukan.          ditindaklanjuti.                               Aset lainnya yang diperoleh         perhitungannya.
        semestinya, dan perhitungan yang        Penilaian kembali aset            Teliti apakah aset lainnya yang diperoleh      sebelum neraca awal belum           Teliti secara uji petik atas
        tepat.                                  lainnya pada neraca awal          sebelum neraca awal telah dinilai kembali.     dinilai dengan nilai wajar.         dokumentasi aset lainnya terkait
                                                /pertama kali dengan nilai                                                                                           dengan belanja modal apakah
                                                wajar.                                                                                                               telah benar perhitungannya.
                                                                                                                                                                     Teliti aset tetap lainnya berupa
                                                                                                                                                                     aset tak berwujud apakah
Litbang Pemeriksaan                                                                                             Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                                   Lampiran 3.16



                                                                                                                                                               penilaiannya sesuai dengan nilai
                                                                                                                                                               perolehannya.
4.      Hak dan Kewajiban                   Pengawasan atau reviu atas    Teliti secara uji petik pengawasan atas aset    Pengawasan intern atas aset.         Teliti secara uji petik terhadap
        Belanja modal direalisasikan atas   belanja modal dan aset        lainnya milik negara, khususnya belanja         Belanja pemeliharaan yang dapat      dokumen belanja modal dan aset
        aset lainnya milik negara yang      lainnya terkait.              dekonsentrasi dan belanja pemeliharaan.         dikapitalisasi atas aset             tetap, apakah terdapat aset yang
        relevan.                                                                                                          pihak/instansi lain tidak            dimiliki oleh pihak lain.
                                                                                                                          menambah nilai aset.
                                                                                                                          Belanja modal direalisasikan
                                                                                                                          tetapi aset dimiliki dan/atau
                                                                                                                          dikuasai oleh pihak lain secara
                                                                                                                          tidak sah.

5.      Pengungkapan:
        Anggaran dan realisasi belanja      Pengawasan intern atau        Teliti pengawasan atau reviu atas klasifikasi   Pengawasan atau reviu atas           Teliti klasifikasi akun belanja
        modal serta aset tetapnya telah     reviu atas klasifikasi akun   dan pengungkapan atas aset lainnya              klasifikasi dan pengungkapan         modal dan aset lainnya pada
        diungkapkan secara memadai dalam    belanja modal dan aset        negara apakah telah dilakukan dan hasilnya      lemah.                               laporan keuangan apakah telah
        laporan keuangan dan sesuai         lainnya telah memadai.        memadai.                                        Klasifikasi belanja modal dan aset   sesuai SAP.
        dengan Standar Akuntansi            Pengawasan intern atau        Teliti apakah pengungkapan belanja modal        lainnya tidak sesuai SAP             Teliti secara uji petik dokumentasi
        Pemerintahan. (SAP)                 reviu atas pengungkapan       dan aset lainnya dalam catatan atas             Pengungkapan belanja modal           belanja modal dan aset lainnya
                                            belanja modal dan aset        laporan keuangan telah memadai (sesuai          dan aset lainnya tidak/kurang        khususnya terhadap kondisi dan
                                            lainnya telah memadai.        SAP).                                           memadai.                             status aset apakah telah
                                                                                                                                                               diungkapkan secara memadai
                                                                                                                                                               dalam catatan atas laporan
                                                                                                                                                               keuangan.
                                                                                                                                                               Teliti aset tetap lainnya berupa
                                                                                                                                                               piutang macet seperti TP/TGR
                                                                                                                                                               apakah telah mencerminkan nilai
                                                                                                                                                               yang dapat direalisasikan.
                                                                                                                                                               Teliti aset tetap lainnya berupa
                                                                                                                                                               dana yang dibatasi
                                                                                                                                                               penggunaannya apakah memang
                                                                                                                                                               diperlukan dan mintakan
                                                                                                                                                               konfirmasi saldo dana tersebut




Litbang Pemeriksaan                                                                                     Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                                     Lampiran 3.16



Ikhtisar Pengujian Pengendalian dan Pengujian Subtantif atas Kewajiban Pada LKPP DAN LKKL yang Relevan

No.            Tujuan Pengujian              Pengendalian Kunci               Pengujian Pengendalian Intern               Risiko Terhadap Penyajian           Pengujian Subtantif atas Saldo
                                                                                                                           Laporan Keuangan dan
                                                                                                                            Kemungkinan Temuan
                                                                                                                                 Pemeriksaan
1.      Keberadaan & keterjadian:          Penganggaran utang              Teliti apakah kewajiban telah dianggarkan    Kewajiban dianggarkan, tetapi        Teliti secara uji petik (kewajiban)
          Teliti apakah kewajiban          (kewajiban) sesuai dengan       dan sesuai dengan kebutuhan.                 tidak sesuai dengan kebutuhan.       apakah telah dianggarkan dalam
          pemerintah benar-benar           kebutuhan                       Teliti pemisahan fungsi baik desain          Kewajiban tidak dianggarkan.         dokumen anggaran dan teliti apakah
          terjadi.                         Pemisahan fungsi: pembuat       maupun implementasinya.                      Perangkapan fungsi                   telah sesuai kebutuhan.
          Teliti apakah kewajiban          kebijakan, pelaksana utang,     Teliti secara uji petik apakah utang         Pemisahan fungsi secara desain       Teliti secara uji petik apakah anggaran
          pemerintah dilaporkan dan        penerima kas dan akuntansi.     (kewajiban) yang dilakukan telah             tetapi implementasi tidak terjadi    dan realisasi utang telah dicatat di
          dibukukan secara relevan         Kepemilikan kewajiban.          diotorisasi oleh pejabat yang berwenang.     Tidak dilakukan konfirmasi           dalam neraca.
          dalam neraca.                                                    Teliti apakah kewajiban yang dilaporkan      keberadaan kewajiban                 Periksa secara uji petik dokumen
                                                                           telah kapitalisasi kepemilikannya.           pemerintah pusat.                    kepemilikan utang (kewajiban)
                                                                                                                        Kewajiban fiktif                     Periksa dokumen dan catatan
                                                                                                                        Kewajiban yang dilaporkan tidak      kewajiban apakah telah dicatat dalam
                                                                                                                        ada dokumen kepemilikannya..         neraca.
                                                                                                                        Kewajiban milik negara tidak         Teliti apakah terdapat perselisihan
                                                                                                                        dilaporkan.                          mengenai status utang (kewajiban).
2.      Kelengkapan:                       Kewajiban telah dibukukan       Teliti apakah pencatatan kewajiban           Kewajiban yang terjadi dipeoleh      Teliti secara uji petik apakah kewajiban
        Seluruh transaksi utang            dan dicatat seluruhnya          tersebut seluruhnya telah dicatat sebagai    dari pinjaman (utang)                telah dicatat sebagai realisasi sebagain
        (kewajiban) yang relevan pada      secara relevan.                 utang yang relevan.                          direalisasikan tidak dicatat.        penerimaan pembiayaan.
        neraca.                                                                                                         Terdapat utang (kewajiban) yang      Teliti apakah utang (kewajiban) yang
                                                                                                                        belum tercatat                       tidak sama dengan yang dilaporkan.
                                                                                                                        Tidak terdapat prosedur yang         Teliti apakah terdapat kewajiban
                                                                                                                        melegatimasi dilakukannya utang      kementerian negara/lembaga yang
                                                                                                                        (kewajiban) pemerintah.              timbul dari transaksi dengan pihak lain
                                                                                                                        Salah saji (overstated atau          yang belum tercatat dalam neraca.
                                                                                                                        understated)
3.      Penilaian:                         Prosedur verifikasi intern      Teliti apakah telah dilakukan verifikasi     Kewajiban salah dibukukan dan        Teliti secara uji petik dokumen
        Transaksi utang (kewajiban) yang   atau reviu atas nilai utang     intern atau reviu atas dokumen kewajiban     dilaporkan.                          kewajiban apakah telah benar
        relevan telah dicatat sesuai       yang telah dilakukan.           dan teliti apakah hasilnya telah             Kewajiban yang diperoleh             perhitungannya.
        dengan nilai yang semestinya,      Penilaian kembali kewajiban     ditindaklanjuti.                             sebelum neraca awal belum            Teliti secara uji petik atas dokumentasi
        dan perhitungan yang tepat.        pada neraca awal /pertama       Teliti apakah kewajiban yang ada sebelum     dinilai dengan nilai wajar.          kewajiban apakah telah benar
                                           kali dengan nilai wajar.        neraca awal telah dinilai kembali.                                                perhitungannya.
4.      Hak dan Kewajiban                  Pengawasan atau reviu atas      Teliti secara uji petik pengawasan atas      Pengawasan intern atas               Teliti secara uji petik terhadap
           Kewajiban yang dilakukan        kewajiban yang terkait.         kewajiban pemerintah pusat.                  pelaksanaan kewajiban lemah.         dokumen kewajiban apakah terdapat
           benar-benar atas dasar                                                                                       Kewajiban yang tidak dimiliki oleh   utang (kewajiban) yang dimiliki oleh
           kebutuhan yang relevan.                                                                                      pemerintah pusat.                    pihak lain.
           kewajiban benar-benar menjadi
           tanggung jawab pemerintah
           pusat.
5.      Pengungkapan:
        Kewajiban telah diungkapkan        Pengawasan intern atau          Teliti pengawasan atau reviu atas            Pengawasan atau reviu atas           Teliti klasifikasi akun kewajiban dalam
        secara memadai dalam laporan       reviu atas klasifikasi akun     klasifikasi dan pengungkapan kewajiban       klasifikasi dan pengungkapan         laporan keuangan apakah telah sesuai
        keuangan dan sesuai dengan         kewajiban telah memadai.        pemerintah pusat apakah telah dilakukan      lemah.                               SAP.
        Standar Akuntansi Pemerintahan.    Pengawasan intern atau          dan hasilnya memadai.                        Klasifikasi kewajiban tidak sesuai   Teliti secara uji petik dokumentasi
        (SAP).                             reviu atas pengungkapan         Teliti apakah pengungkapan kewajiban         SAP                                  kewajiban khususnya terhadap kondisi
                                           kewajiban lainnya telah         pemerintah pusat dalam catatan atas          Pengungkapan kewajiban               dan status utang telah diungkapkan
                                           memadai.                        laporan keuangan telah memadai (sesuai       tidak/kurang memadai.                secara memadai dalam catatan atas
Litbang Pemeriksaan                                                                                        Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                            Lampiran 3.16



                                   SAP).                              laporan keuangan.
                                                                      Teliti apakah kewajiban tersebut
                                                                      diungkapkan secara memadai dalam
                                                                      catatan laporan keuangan baik jenis
                                                                      dan nilainya.




Litbang Pemeriksaan                        Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                                               Lampiran 3.16



Ikhtisar Pengujian Pengendalian dan Pengujian Subtantif atas Ekuitas Dana Pada LKPP DAN LKKL yang Relevan

No.             Tujuan Pengujian                    Pengendalian Kunci                Pengujian Pengendalian Intern         Risiko Terhadap Penyajian Laporan          Pengujian Subtantif atas Saldo
                                                                                                                                Keuangan dan Kemungkinan
                                                                                                                                    Temuan Pemeriksaan
1.      Keberadaan & keterjadian:             Pemisahan fungsi: pembuat                 Teliti apakah pembentukan             Akuitas dana dibuat tidak sesuai        Teliti secara uji petik apakah ekuitas
          Teliti apakah equitas dana          kebijakan, pelaksana dan akuntansi.       equtas dana sesuai dengan             dengan kebutuhan.                       dana dibuat sesuai kebutuhan.
          pemerintah pusat benar-benar        Pengawasan atas pembentukan               dengan kebutuhan dan sesuai           Perangkapan fungsi                      Teliti secara uji petik ekuitas dana telah
          terjadi ada secara real.            ekuitas dana telah ditetapkan             dengan realisasi penggunaan           Pemisahan fungsi secara desain          dicatat dan dibukukan di dalam neraca.
          Teliti apakah akuitas dana          sesuai dengan ketentuan                   dana atas akun terkait.               tetapi implementasi tidak terjadi       Periksa secara uji petik dokumen
          pemerintah pusat dilaporkan         pemerintah pusat                          Teliti pemisahan fungsi baik          Tidak terdapat kesesuaian antara        pembentukan ekuitas dana.
          dan dibukukan secara relevan        Prosedur otorisasi atas                   desain maupun                         akuitas dana dengan akun-akun           Teliti apakah dana yang dicadangkan
          dalam neraca.                       pembentukan dan penggunaan                implementasinya.                      yang terkait.                           benar-benar ada.
                                              ekuitas dana.                             Teliti secara uji petik apakah                                                Teliti secara uji petik keseuaian nilai
                                                                                        pembentukan dana akuitas                                                      ekuitas dana dengan akun-akun yang
                                                                                        yang dilakukan telah                                                          terkait terbentuknya ekuitas dana
                                                                                        diotorisasi oleh pejabat yang                                                 tersebut.
                                                                                        berwenang.

2.      Kelengkapan:                          Ekuitas dana dibukukan dan dicatat        Teliti apakah pencatatan              Ketidaksesuaian nilai ekuitas dana      Teliti secara uji petik apakah ekuitas
        Ekuitas dana yang relevan pada        seluruhnya secara relevan dan             ekuitas dana dicatat sebagai          dengan akun-akun penyeimbang.           dana telah sesuai dengan nilai akun-
        neraca.                               verifikasi intern.                        penyeimbang atas akun-akun            Verifikasi intern tidak dilakukan       akun penyeimbang.
                                                                                        yang terkait secara relevan.          dengan semestinya.                      Teliti apakah ekuitas dana tidak sama
                                                                                        Teliti apakah verifikasi intern                                               dengan yang dilaporkan.
                                                                                        telah dijalankan dengan
                                                                                        semestinya.
3.      Penilaian:                            Prosedur verifikasi intern atau reviu     Teliti apakah telah dilakukan         Ekuitas dana salah dibukukan dan        Teliti secara uji petik dokumen ekuitas
        Pembentukan ekuitas dana sesuai       atas nilai ekuitas dana yang telah        verifikasi intern atau reviu atas     dilaporkan.                             dana apakah telah benar
        dengan kebutuhan terhadap             dilakukan.                                dokumen ekuitas dana dan              Ekuitas dana yang diperoleh             perhitungannya.
        keseimbangan akun-akun terkait        Penilaian kembali ekuitas dana            teliti apakah hasilnya telah          sebelum neraca awal belum dinilai       Teliti secara uji petik atas dokumentasi
        secara relevan telah dicatat sesuai   pada neraca awal /pertama kali            ditindaklanjuti.                      dengan nilai wajar.                     ekuitas dana apakah telah benar
        dengan nilai yang semestinya, dan     dengan nilai wajar.                       Teliti apakah ekuitas dana                                                    perhitungannya.
        perhitungan yang tepat.                                                         yang ada sebelum neraca awal
                                                                                        telah dinilai kembali.
4.      Hak dan Kewajiban                     Pengawasan atau reviu atas ekuitas        Teliti secara uji petik               Pengawasan intern atas ekuitas          Teliti secara uji petik terhadap
        Pembentukan ekuitas dana yang         dana yang terjadi.                        pengawasan atas ekuitas dana          dana yang terbentuk lemah.              dokumen ekuitas dana yang terjadi
        dilakukan benar-benar atas dasar                                                yang terjadi pada keuangan                                                    apakah benar-benar ada di keuangan
        kebutuhan yang relevan.                                                         pemerintah pusat.                                                             pemerintah pusat.

5.      Pengungkapan:                         Pengawasan intern atau reviu atas         Teliti pengawasan atau reviu          Pengawasan atau reviu atas              Teliti klasifikasi akun ekuitas dana
        Ekuitas dana yang terjadi             klasifikasi akun-akun ekuitas dana        atas klasifikasi dan                  klasifikasi dan pengungkapan            dalam laporan keuangan apakah telah
        diungkapkan secara memadai            telah memadai.                            pengungkapan ekuitas dana             ekuitas dana lemah.                     sesuai SAP.
        dalam laporan keuangan dan            Pengawasan intern atau reviu atas         pemerintah pusat apakah telah         Klasifikasi ekuitas dana tidak sesuai   Teliti secara uji petik dokumentasi
        sesuai dengan Standar Akuntansi       pengungkapan ekuitas dana telah           dilakukan dan hasilnya                SAP                                     ekuitas dana yang terjadi khususnya
        Pemerintahan (SAP).                   memadai.                                  memadai.                              Pengungkapan ekuitas dana               terhadap kondisi dan status ekuitas
                                                                                        Teliti apakah pengungkapan            tidak/kurang memadai.                   dana terhadap akun-akun terkait
                                                                                        ekuitas dana pemerintah pusat                                                 diungkapkan secara memadai dalam
                                                                                        dalam catatan atas laporan                                                    catatan atas laporan keuangan.
                                                                                        keuangan telah memadai
                                                                                        (sesuai SAP).


Litbang Pemeriksaan                                                                                               Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                             Lampiran 3.17




IKHTISAR KOREKSI PEMERIKSAAN

Revisi, jika ada, terhadap PM and TE:




Permasalahan Akuntansi dan Pemeriksaan yang Signifikan dan Resolusi yang Terkait:

Indikasikan di bawah ini masalah akuntansi dan pemeriksaan yang signifikan yang terjadi selama audit.
Lampirkan memo terpisah lainnya sesuai yang dibutuhkan untuk menjelaskan secara penuh masalah-
masalah khusus dan pemecahannya. Kasus/masalah (matters) yang didiskusikan dalam Memorandum
Strategi Pemeriksaan dan terpecahkan secara memuaskan (satisfactorily resolved) seperti yang diharapkan
selama penugasan audit, tidak perlu didiskusikan lagi dalam IHP ini.

 Masalah/kasus                                                                      Indeks
                                                                                     KKP
                                                                                      No.




 Masalah/kasus                                                                      Indeks
                                                                                     KKP
                                                                                      No.




Litbang Pemeriksaan                 Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                               Lampiran 3.17




Akhir dari Keseluruhan Review Analitis

Menyediakan akhir dari review analitis atas observasi atau lampirkan salinan dari laporan keuangan dan hal
yang berkaitan dengan keuangan yang sudah final dengan catatan-catatan tanggapan




Catatan dari pertemuan penutup (Closing Briefing) dengan klien :

Berikan ringkasan




Litbang Pemeriksaan                   Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                        Lampiran 3.17




Daftar Jurnal Koreksi

                                   Indeks                           Laporan
                                                                                Laporan Arus                 Catatan Atas
No                    Uraian        KKP            Neraca          Realisasi
                                                                                    Kas                   Laporan Keuangan
                                     No.                           Anggaran
                                                Dr          Cr    Dr       Dr   Cr        Cr            No.       Uraian




Jakarta, ………………
Ketua Tim,                                       Pengendali Teknis,             Penanggung Jawab,



Ahmad Sukarna                                    Robbi Roddia                   Anthoni Sulaiman




Litbang Pemeriksaan                  Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPD                                                                                                                                         Lampiran 3.18




Daftar Jurnal Koreksi

                                                                                        Laporan Realisasi                           Catatan Atas
                                      Indeks                    Neraca                                       Laporan Arus Kas                           Tindak Lanjut**
 No.            Uraian*                                                                    Anggaran                              Laporan Keuangan
                                     KKP No.
                                                     Dr               Cr             Dr          Cr         Dr        Cr        No.        Uraian   Setuju    Tidak Setuju




(Nama Kota),……………200X

Penanggung Jawab,                                                                                            Pejabat Entitas Yang Berwenang,***



…………………………                                                                                                   …………………………………..
NIP…………………….


*Diisi nama akun/perkiraan atau pengungkapan yang seharusnya dilakukan.
** Diisi dengan tanda (√) oleh pejabat entitas yang berwenang.
*** Pejabat entitas yang berwenang : pemerintah pusat/menteri/pimpiinan Lembaga.




Litbang Pemeriksaan                                       Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                  Lampiran 3.19




                                   BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                      REPUBLIK INDONESIA
                                   (Alamat, No. Telp., No. Fax., Kode Pos)


Nomor           :     ………………………..                                (Tempat, tanggal laporan)
Lampiran        :     ……. (….) berkas
Perihal         :     Temuan Pemeriksaan                         Kepada Yth.
                      atas LKPP (atau LK                         Kepala Negara/Menteri/Pimpinan
                      Kementerian/Lembaga)                       Lembaga ...
                      Tahun 200X                                    (Alamat)

Berdasarkan Surat Tugas No. …………… tanggal …………. dan menunjuk Surat Kepala
Negara/Menteri/Pimpinan Lembaga No. …………. tanggal ……… perihal ………….,
bersama in kami sampaikan Temuan Pemeriksaan yang kami pandang merupakan
kondisi yang perlu diperhatikan yang meliputi koreksi atas penyajian LKPP (atau LK
Kementerian/Lembaga) …….. Tahun 200X, kelemahan sistem pengendalian intern dan
ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Dari hasil pemeriksaan atas LKPP (atau LK Kementerian/Lembaga) …….. Tahun 200X,
yang disajikan oleh Pemerintah Pusat/Menteri/Lembaga.........., kami telah mengajukan
sebanyak ..... koreksi, dengan nilai sebesar Rp................ Koreksi tersebut didasarkan
atas kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Rincian koreksi tersebut kami
sajikan dalam ikhtisar koreksi terlampir.

Kondisi yang perlu diperhatikan mencakup kekurangan yang material dalam desain dan
implementasi sistem pengendalian intern meliputi: “…………………… (isi dengan
kelemahan sistem pengendalian intern)”.
Kelemahan tersebut, menurut pendapat kami, dapat mempengaruhi kemampuan
organisasi untuk mencatat, mengolah, mengikhtisarkan, dan melaporkan data keuangan
yang konsisten dengan asersi manajemen dalam laporan keuangan.

Permasalahan material terkait dengan kepatuhan perundang-undangan yang dapat kami
laporkan antara lain sebagai berikut :
1. ………………..(isi dengan judul catatan pemeriksaan terkait dengan kepatuhan
terhadap peraturan perundangan yang material)

Temuan Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi dan memperoleh
tanggapan dari Kepala Negara/Menteri/Pimpinan Lembaga………...

                                                                           Ketua Tim Pemeriksa,


                                                                           ………………………..
                                                                            NIP ………………
Tembusan :
1. Pengendali Teknis;
2. Penanggung Jawab.




Litbang Pemeriksaan                             Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                            Lampiran 3.19




                                   TEMUAN PEMERIKSAAN

                       ISI LAPORAN                                     PENJELASAN

KONDISI                                                        Memuat kondisi yang perlu
                                                               dijelaskan
(Uraikan kondisi)

KRITERIA                                                       Kriteria dan atau kondisi yang
                                                               seharusnya terjadi
(Uraikan Kriteria)

AKIBAT                                                         Dampak yang akan terjadi
                                                               karena adanya varians antara
(Uraikan Akibat)                                               kondisi dan kriteria

SEBAB                                                          Alasan terjadinya varian antara
                                                               kondisi dan kriteria.
(Uraikan Sebab)




Litbang Pemeriksaan                     Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                               Lampiran 3.19




          (KOP PEMERINTAH PUSAT/KEMENTERIAN/LEMBAGA)

        TANGGAPAN MANAJEMEN ATAS TEMUAN PEMERIKSAAN




                                                  Kedudukan entitas, Tanggal
                                                    Kepala Daerah/Pejabat
                                                       SKPD/SKPKD

                                                        (TANDA TANGAN
                                                           (STEMPEL)

                                                              (Nama Jelas)




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                      Lampiran 3.2




                           PEMAHAMAN TUJUAN DAN HARAPAN PENUGASAN
(Contoh)

I.    Tujuan Penugasan
Tujuan pemeriksaan LKPP Tahun 2006 adalah pemberian opini atas kewajaran LKPP tersebut berdasarkan:
      1.   Kesesuaian LKPP tersebut dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP);
      2.   Kecukupan pengungkapan LKPP tersebut sesuai dengan pengungkapan yang diatur dalam SAP;
      3.   Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan; dan
      4.   Efektivitas sistem pengendalian intern.


II.   Harapan Penugasan
1. Standar Pemeriksaan
Dalam rangka pencapaian tujuan pemeriksaan di atas, pemeriksa LKPP Tahun 2006 melakukan pemeriksaan laporan
keuangan berdasarkan SPKN, dengan memberlakukan SPAP untuk standar pekerjaan lapangan dan standar
pelaporan kecuali diatur lain dalam SPKN.
2. Jadwal Waktu Pemeriksaan
Pemeriksaan LKPP Tahun 2006 harus diselesaikan sesuai dengan jadwal waktu dalam peraturan perundang-
undangan, yaitu 2 (dua) bulan sejak LKPP Tahun 2006 diterima oleh BPK. Penyelesaian pemeriksaan tersebut
diwujudkan dengan penyampaian laporan hasil pemeriksaan kepada DPR dan DPD.
3. Fokus dan Sasaran Pemeriksaan
Berdasarkan hasil pemeriksaan LKPP Tahun 2004 dan 2005 dan hasil pemeriksaan interim tersebut, pemeriksa
menentukan sasaran dan fokus pemeriksaan.
Selain itu, pemeriksaan LKPP tahun 2006 dapat mengungkapkan secara memadai hasil pemeriksaan atas
pengeluaran dana perimbangan dan dana otonomi khusus dan penyesuaian. Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan
meneliti penyaluran dana tersebut oleh Pemerintah Pusat.


       •    Tindak lanjut pemeriksaan sebelumnya, yang perlu diteliti lebih lanjut:
                 o 1. .......
                 o 2. .......
                 o 3. .......

       •    Teliti lebih lanjut belanja daerah (dana perimbangan dan dana otonomi khusus dan penyesuaian) Tahun 2006 dan
            bandingkan dengan penerimaannya oleh Pemerintah Daerah baik jumlah, waktu, dan rekening tempat menampung dana
            tersebut. Apakah rekening tersebut merupakan rekening kas daerah.

       •    Teliti lebih lanjut (misalnya belanja modal dan aset tetap)

       •    Teliti lebih lanjut (misalnya sistem informasi yang diselenggarakan, apabila pemerintah telah menggunakan sistem informasi
            dalam membukukan dan melaporkan pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN).




Litbang Pemeriksaan                                   Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                               Lampiran 3.2



III.     Rencana Pencapaian Hasil Pemeriksaan yang Diharapkan

Mengingat waktu yang sangat terbatas tersebut, pemeriksaan LKPP Tahun 2006 dapat didahului dengan pemeriksaan
interim untuk melakukan pemeriksaan atas: pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan LKPP tahun 2004 dan 2005;
pemahaman dan pengujian pengendalian intern; pengujian kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan; dan
pengujian transaksi pendapatan, belanja, dan pembiayaan sampai dengan periode yang memungkinkan.
Apabila pemeriksaan interim tidak dilakukan, maka pemeriksaan perlu diarahkan pada area-area yang berisiko salah
saji yang material berdasarkan informasi dari hasil pemeriksaan sebelumnya atau informasi lain yang diperoleh.
Penentuan area dan uji petik yang dilakukan didokumentasikan dalam kertas kerja pemeriksaan disertai dengan
pertimbangan atau alasan yang ada.
Selain itu, apabila pemerintah telah menyelenggarakan pembukuan dan pelaporan keuangan dengan sistem informasi
terkomputerisasi, maka pemeriksaan dilakukan dengan pengujian sistem informasi tersebut baik pengendalian
umumnya maupun pengendalian aplikasi. Untuk itu, tim pemeriksa harus memiliki paling tidak satu orang yang
memahami sistem informasi atau pemeriksaan sistem informasi tersebut.
Penyelesaian pemeriksaan dan laporan hasil pemeriksaan adalah sebagai berikut



                    Kegiatan                                          Waktu                                        Keterangan
  Pemeriksaan Interim (apabila              Februari – Maret 2007
  dilakukan)
  Pemeriksaan atas LKPP Tahun               April – Mei (Minggu I) 2007                                  Apabila BPK menerima LKPP Tahun
  2006 (pengujian substantif dan                                                                         2006 akhir Maret 2007
  saldo)

  Penyampaian Temuan                        Mei (II) 2007                                                Sudah termasuk pembahasan
  Pemeriksaan:                                                                                           dengan pejabat yang berwenang
     Temuan tentang SPI                                                                                  dari pemerintah daerah dan sudah
     Temuan tentang Kepatuhan                                                                            diperoleh tanggapan resmi dan
     Ikhtisar Koreksi                                                                                    tertulis.
  Penyampaian Laporan Hasil                 31 Mei 2007                                                  Apabila BPK menerima LKPP Tahun
  Pemeriksaan atas LKPP Tahun                                                                            2006 pada akhir Maret 2007, dan
  2006                                                                                                   sudah termasuk pembahasan dan
                                                                                                         perolehan surat representasi.

Jakarta, ...................
Ketua Tim,                          Pengendali Teknis,                        Penanggung Jawab,                      Pemberi Tugas,




.................................   ...............................           .................................      ............................




Litbang Pemeriksaan                                            Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                         Lampiran 3.20



(warna cover LHP biru dan dapat diberikan gambar-gambar yang tidak dominan dan relevan serta warna huruf putih)




                                   BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                      REPUBLIK INDONESIA

                          LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN
                                ATAS
                    LAPORAN KEUANGAN (NAMA ENTITAS)

                                              TAHUN 200X




Nomor           :
Tanggal         :




Litbang Pemeriksaan                            Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                         Lampiran 3.20




                                           DAFTAR ISI

                                                                                         HALAMAN
DAFTAR ISI…………………………………………………………………                                                         ...
LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN..                                           …
LAPORAN KEUANGAN POKOK ........................................................             …
1. NERACA KOMPARATIF................................................................        …
2. LAPORAN REALISASI ANGGARAN……………………………….                                                  …
3. LAPORAN ARUS KAS. .................................................................      …
4. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN. .................................                         …
GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN…………………………………..                                                    ...




Litbang Pemeriksaan                     Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                     Lampiran 3.20




1. Contoh Opini Wajar Tanpa Pengecualian




                                   BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                      REPUBLIK INDONESIA


                LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

     Berdasarkan ........ (diisi UU/Peraturan Perundang-undangan lainnya yang paling spesifik menyatakan LKPP/LKKL
     harus diperiksa oleh BPK) BPK RI telah memeriksa Neraca (nama entitas) per 31 Desember 20XX, Laporan Realisasi
     Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.
     Laporan keuangan adalah tanggung jawab (nama entitas).Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan pendapat
     atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan.
     BPK RI melaksanakan pemeriksaan berdasarkan standar pemeriksaan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa
     Keuangan. Standar tersebut mengharuskan BPK RI merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan agar BPK RI
     memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu pemeriksaan meliputi
     penilaian, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan
     keuangan. Pemeriksaan juga meliputi penilaian atas Standar Akuntansi Pemerintahan yang digunakan dan estimasi
     signifikan yang dibuat oleh (pemerintah pusat/kementerian/lembaga), serta penilaian terhadap penyajian laporan
     keuangan secara keseluruhan. BPK RI yakin bahwa pemeriksaan BPK RI memberikan dasar memadai untuk
     menyatakan pendapat.
     Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI menemukan ketidakpatuhan kepada ketentuan peraturan
     perundang-undangan, kecurangan serta ketidakpatutan yang material. Temuan ini telah BPK RI muat dalam Laporan
     Hasil Pemeriksaan Kepatuhan tertanggal (tanggal laporan, yang seharusnya sama dengan tanggal laporan ini) kepada
     (nama entitas yang diperiksa) dan (pihak berwenang yang terkait)
     Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI mengungkapkan kondisi pengendalian intern (nama entitas)
     yang telah BPK RI dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas pengendalian intern tertanggal (tanggal laporan yang sama
     dengan tanggal laporan ini)
     Menurut pendapat BPK RI, laporan keuangan yang disebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
     material, posisi keuangan (Nama entitas) per 31 Desember 20XX, realisasi anggaran, dan arus kas untuk tahun yang
     berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
                                                                           ….(tempat, Tanggal Laporan)…
                                                                              BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                                                                   REPUBLIK INDONESIA
                                                                                Perwakilan BPK RI di ……….
                                                                              Penanggung Jawab Pemeriksaan,




                                                                              ….……………………….Ak.
                                                                            Akuntan, Register Negara No….




Litbang Pemeriksaan                          Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                     Lampiran 3.20




2. Contoh Opini Wajar Dengan Pengecualian




                                   BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                      REPUBLIK INDONESIA


             LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

     Berdasarkan ........ (diisi UU/Peraturan Perundang-undangan lainnya yang paling spesifik menyatakan LKPP/LKKL
     harus diperiksa oleh BPK) BPK RI telah memeriksa Neraca (nama entitas) per 31 Desember 20XX, Laporan Realisasi
     Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.
     Laporan keuangan adalah tanggung jawab (nama entitas).Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan pendapat
     atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan.
     BPK RI melaksanakan pemeriksaan berdasarkan standar pemeriksaan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa
     Keuangan. Standar tersebut mengharuskan BPK RI merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan agar BPK RI
     memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu pemeriksaan meliputi
     penilaian, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan
     keuangan. Pemeriksaan juga meliputi penilaian atas Standar Akuntansi Pemerintahan yang digunakan dan estimasi
     signifikan yang dibuat oleh (pemerintah pusat/kementerian/lembaga), serta penilaian terhadap penyajian laporan
     keuangan secara keseluruhan. BPK RI yakin bahwa pemeriksaan BPK RI memberikan dasar memadai untuk
     menyatakan pendapat.
     Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI menemukan ketidakpatuhan kepada ketentuan peraturan
     perundang-undangan, kecurangan serta ketidakpatutan yang material. Temuan ini telah BPK RI muat dalam Laporan
     Hasil Pemeriksaan Kepatuhan tertanggal (tanggal laporan, yang seharusnya sama dengan tanggal laporan ini) kepada
     (nama entitas yang diperiksa) dan (pihak berwenang yang terkait)
     Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI mengungkapkan kondisi pengendalian intern (nama entitas)
     yang telah BPK RI dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas pengendalian intern tertanggal (tanggal laporan yang sama
     dengan tanggal laporan ini)
     (pada paragraf ini uraikan hal-hal yang menyebabkan opini wajar dengan pengecualian/hal-hal yang dikecualikan)
     Menurut pendapat BPK RI, kecuali …(hal yang menyebabkan pengecualian)… laporan keuangan yang disebut di atas
     menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan (Nama Entitas) per 31 Desember 20XX,
     realisasi anggaran, dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi
     Pemerintahan.
                                                                                ….(tempat, tanggal laporan)…
                                                                              BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                                                                  REPUBLIK INDONESIA
                                                                               Perwakilan BPK RI di………….
                                                                              Penanggung Jawab Pemeriksaan,



                                                                                  ….……………………….AK
                                                                               Akuntan, Register Negara No…..




Litbang Pemeriksaan                          Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                       Lampiran 3.20




3. Contoh Opini Tidak Wajar




                                   BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                      REPUBLIK INDONESIA


             LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

     Berdasarkan ........ (diisi UU/Peraturan Perundang-undangan lainnya yang paling spesifik menyatakan LKPP/LKKL
     harus diperiksa oleh BPK) BPK RI telah memeriksa Neraca (nama entitas) per 31 Desember 20XX, Laporan Realisasi
     Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.
     Laporan keuangan adalah tanggung jawab (nama entitas).Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan pendapat
     atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan.
     BPK RI melaksanakan pemeriksaan berdasarkan standar pemeriksaan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa
     Keuangan. Standar tersebut mengharuskan BPK RI merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan agar BPK RI
     memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu pemeriksaan meliputi
     penilaian, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan
     keuangan. Pemeriksaan juga meliputi penilaian atas Standar Akuntansi Pemerintahan yang digunakan dan estimasi
     signifikan yang dibuat oleh (nama entitas), serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.
     BPK RI yakin bahwa pemeriksaan BPK RI memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.
     Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI menemukan ketidakpatuhan kepada ketentuan peraturan
     perundang-undangan, kecurangan serta ketidakpatutan yang material. Temuan ini telah BPK RI muat dalam Laporan
     Hasil Pemeriksaan Kepatuhan tertanggal (tanggal laporan, yang seharusnya sama dengan tanggal laporan ini) kepada
     (nama entitas yang diperiksa) dan (pihak berwenang yang terkait)
     Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI mengungkapkan kondisi pengendalian intern (nama entitas)
     yang telah BPK RI dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas pengendalian intern tertanggal (tanggal laporan yang sama
     dengan tanggal laporan ini)
          … (paragraf yang berisi alasan tidak wajar baik karena ketidakpatuhan dan kelemahan sistem pengendalian
     intern yang berdampak pada penyajian LKPD maupun kelemahan lain pada LKPD)…
     Menurut pendapat BPK RI, karena dampak dari hal yang diuraikan dalam paragraf diatas, laporan keuangan yang
     disebut di atas tidak menyajikan secara wajar sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, posisi keuangan
     (Nama entitas) per 31 Desember 20XX, realisasi anggaran, dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal
     tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
                                                                                  ….(tempat, Tanggal Laporan)…
                                                                                BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                                                                     REPUBLIK INDONESIA
                                                                                 Perwakilan BPK RI di………….
                                                                                Penanggung Jawab Pemeriksaan,



                                                                                   ….……………………….Ak
                                                                            Akuntan, Register Negara No….




Litbang Pemeriksaan                           Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                     Lampiran 3.20




  4. Contoh Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat




                                   BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                      REPUBLIK INDONESIA


             LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

     Berdasarkan ........ (diisi UU/Peraturan Perundang-undangan lainnya yang paling spesifik menyatakan LKPP/LKKL
     harus diperiksa oleh BPK) BPK RI telah memeriksa Neraca (nama entitas) per 31 Desember 20XX, Laporan Realisasi
     Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.
     Laporan keuangan adalah tanggung jawab (nama entitas).Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan pendapat
     atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan.
     Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI menemukan ketidakpatuhan kepada ketentuan peraturan
     perundang-undangan, kecurangan serta ketidakpatutan yang material. Temuan ini telah BPK RI muat dalam Laporan
     Hasil Pemeriksaan Kepatuhan tertanggal (tanggal laporan, yang seharusnya sama dengan tanggal laporan ini) kepada
     (nama entitas yang diperiksa) dan (pihak berwenang yang terkait)
     Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI mengungkapkan kondisi pengendalian intern (nama entitas)
     yang telah BPK RI dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas pengendalian intern tertanggal (tanggal laporan yang sama
     dengan tanggal laporan ini)
          … (paragraf yang berisi alasan tidak dapat menyatakan pendapat baik karena ketidakpatuhan dan kelemahan
     sistem pengendalian intern yang berdampak pada penyajian LKPP/LKKL maupun kelemahan lain pada LKPP/LKKL).
          Karena …(alasan tidak dapat memberikan pendapat)… dan BPK RI tidak dapat menerapkan prosedur audit untuk
     memperoleh keyakinan yang memadai atas kewajaran laporan keuangan, lingkup pemeriksaan BPK RI tidak cukup
     untuk memungkinkan BPK RI menyatakan pendapat, dan BPK RI tidak menyatakan pendapat atas Laporan Keuangan
     (Nama Entitas).
                                                                                ….(tempat, Tanggal Laporan)…
                                                                              BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                                                                   REPUBLIK INDONESIA
                                                                               Perwakilan BPK RI di………….
                                                                              Penanggung Jawab Pemeriksaan,


                                                                                  ….……………………….Ak
                                                                               Akuntan, Register Negara No….




Litbang Pemeriksaan                          Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                   Lampiran 3.20




                            (KOP ENTITAS YANG DIPERIKSA)

                      LAPORAN KEUANGAN (NAMA ENTITAS)
                           TAHUN ANGGARAN 200X




                                                                Kedudukan entitas, Tanggal..
                                                               Kepala Negara/Menteri/Pimpinan
                                                                         Lembaga



                                                                        (Nama Jelas)




Litbang Pemeriksaan                 Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                              Lampiran 3.20




                          GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN


     1. Dasar Hukum Pemeriksaan
           …………

     2. Tujuan Pemeriksaan
        …………

     3. Sasaran Pemeriksaan
        …………

     4. Standar Pemeriksaan
        …………

     5. Metode Pemeriksaan
        …………

     6. Waktu Pemeriksaan
        …………

     7. Objek Pemeriksaan
        …………

     8. Batasan Pemeriksaan
           …………




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                              Lampiran 3.20




(JUDUL COVER SAMPING)




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
          Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                Lampiran 3.20




                                             (COVER BELAKANG)




Badan Pemeriksa Keuangan                                           Telp. (021) 5720949, 5704395 Ext….
Republik Indonesia                                                 Fax…………..
Jl. Gatot Subroto No. 31                                           Webside: www.bpk.go.id
Jakarta Pusat 10210




          Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP/LKKL                                                                Lampiran 3.21


(warna cover Laporan biru dengan gambar-gambar tidak dominan dan relevan dengan warna huruf putih)




                               BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                  REPUBLIK INDONESIA

                               LAPORAN HASIL ANALISA
                               TRANSPARANSI FISKAL

                                   (NAMA ENTITAS)
                     UNTUK TAHUN ANGGARAN 200X




                   AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA ....




Nomor          :
Tanggal        :
Juknis Pemeriksaan LKPP/LKKL                                          Lampiran 3.21



                               DAFTAR ISI


                                                                      HALAMAN
DAFTAR ISI………………………………………………………………….                                     ...
RESUME TRANSPARANSI FISKAL…..…………………………………                               …
ANALISA TRANSPARANSI FISKAL ……………………………………                               …
1. (Judul Temuan)………………………………………………………..                                 …
2. (Judul Temuan)………………………………………………………..                                 …
MATRIKS ANALISA TRANSPARANSI FISKAL................................      ...
Juknis Pemeriksaan LKPP/LKKL                                                          Lampiran 3.21




                               BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                  REPUBLIK INDONESIA

                                 RESUME TRANSPARANSI FISKAL


Berdasarkan ........ (diisi UU/Peraturan Perundang-undangan lainnya yang paling spesifik
menyatakan LKPP/LKKL harus diperiksa oleh BPK) BPK RI telah memeriksa Neraca (nama
entitas) per 31 Desember 20XX, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas
Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan hasil pemeriksaan
atas laporan keuangan tersebut telah disampaikan kepada ....dalam laporan
nomor.........tanggal........

Dalam rangka pemeriksaan atas laporan keuangan tersebut, BPK melakukan analisa terhadap
unsur-unsur transparansi fiskal yang diatur dalam pedoman transparansi fiskal yang diterbitkan
IMF. Hasil analisa dapat dikemukakan sebagai berikut:
    1. Kejelasan peran dan tanggung jawab (resume atas analisa BPK terhadap unsur
       transparansi fiskal yang telah diatur dalam dalam pedoman transparansi fiskal yang
       diterbitkan IMF.
    2. Ketersediaan informasi untuk publik.
    3. Perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan anggaran secara terbuka
    4. Jaminan integritas

Rincian hasil analisa BPK terhadap unsur-unsur transparansi fiskal akan dijelaskan dalam analisa
transparansi fiskal.




                                                                   ….(tempat, Tanggal Laporan)…
                                                                 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                                                      REPUBLIK INDONESIA
                                                                 Penanggung Jawab Pemeriksaan,


                                                                    ….……………………….Ak
                                                                  Akuntan, Register Negara No…
Juknis Pemeriksaan LKPP/LKKL                                 Lampiran 3.21




                               ANALISA TRANSPARANSI FISKAL


1. KEJELASAN PERAN DAN TANGGUNG JAWAB

     (KONDISI)


     (KRITERIA)


     (HASIL ANALISA)


2. KETERSEDIAAN INFORMASI UNTUK PUBLIK

     (KONDISI)

     (KRITERIA)

     (HASIL ANALISA)


3. PERENCANAAN, PELAKSANAAN, DAN PELAPORAN ANGGARAN SECARA TERBUKA

     (KONDISI)

     (KRITERIA)

     (HASIL ANALISA)


4. JAMINAN INTEGRITAS


     (KONDISI)

     (KRITERIA)

     (HASIL ANALISA)
Juknis Pemeriksaan LKPP/LKKL                                                                   Lampiran 3.21




                     MATRIKS ANALISA TRANSPARANSI FISKAL
                                                                                     HASIL ANALISA*
No                     Unsur Transparansi Fiskal
                                                                                  Desain     Implementasi
 1.     Kejelasan Peran dan Tanggung Jawab
       1.   Sektor pemerintahan harus bisa dibedakan dari sektor publik
            lainnya dan dari sektor ekonomi lainnya, dan kebijakan serta
            peran manajemen dalam sektor publik harus jelas dan
            diungkapkan kepada publik.

                 Struktur dan fungsi pemerintah harus ditetapkan dengan
                 jelas.
                 Tanggung jawab dari setiap level pemerintahan yang
                 berbeda, dan pada pihak eksekutif, pihak legislatif, serta
                 yudikatif, harus dijelaskan dengan baik.
                 Mekanisme yang jelas untuk koordinasi dan manajemen
                 aktivitas budgeter dan non budgeter harus ditetapkan.
                 Hubungan antara lembaga publik pemerintah dan
                 nonpemerintah (yaitu bank sentral, lembaga keuangan publik,
                 dan perusahaan nonfinansial) harus didasarkan pada
                 pengaturan yang jelas.
                 keterlibatan pemerintah pada sektor swasta (misalnya
                 melalui penetapan peraturan dan kepemilikan saham)
                 dilakukan secara terbuka dan umum, serta didasarkan pada
                 aturan dan prosedur yang jelas yang diaplikasikan tanpa
                 diskriminasi.

            2.     Harus ada kerangka kerja hukum dan administratif yang
                   jelas untuk manajemen fiskal.

                 Setiap komitmen atau belanja atas dana publik harus
                 dikendalikan oleh hukum anggaran yang menyeluruh dan
                 peraturan administratif yang tersedia secara terbuka.
                 Pajak, bea cukai, biaya, dan beban harus mempunyai dasar
                 hukum eksplisit. Hukum dan peraturan pajak harus dapat
                 diakses dengan mudah dan mudah dimengerti, serta kriteria
                 yang jelas harus memberi petunjuk dalam setiap penerapan
                 kebijakan administratif.
                 Standar etis atas tingkah laku untuk pegawai negeri harus
                 jelas dan dipublikasikan dengan baik.


 2.     Ketersediaan Informasi untuk Publik

       1.   Masyarakat harus disediakan informasi yang lengkap tentang
            aktivitas fiskal pemerintah di masa lalu, sekarang dan yang
            direncanakan.

                 Dokumentasi anggaran, Laporan Akhir, dan laporan fiskal
                 lainnya untuk publik harus mencakup seluruh aktivitas
                 budgeter dan non budgeter pemerintah pusat, dan posisi
                 fiskal pemerintah pusat yang telah dikonsolidasikan harus
                 dipublikasikan.
                 Harus tersedia informasi tentang realisasi anggaran untuk
                 dua tahun sebelumnya bersama dengan ramalan anggaran
                 pokok untuk dua tahun kedepan, serta harus bisa
                 diperbandingkan dengan anggaran tahunan.
                 Pernyataan yang menjelaskan sifat dan signifikansi fiskal atas
                 kewajiban kontinjen pemerintah pusat dan belanja pajak dan
                 aktivitas quasi-fiskal, harus menjadi bagian dari dokumentasi
                 anggaran.
                 Pemerintah pusat harus mempublikasikan informasi secara
                 lengkap tentang level dan komposisi utang serta aset
                 finansial pemerintah.
                 Jika level pemerintah subnasional signifikan, kombinasi posisi
                 fiskal gabungan dan posisi fiskal konsolidasian untuk seluruh
                 pemerintahan harus dipublikasikan.
Juknis Pemeriksaan LKPP/LKKL                                                    Lampiran 3.21




       2.   Harus dibuat suatu komitmen untuk mempublikasikan informasi
            fiskal secara tepat waktu.

               Publikasi informasi fiskal harus menjadi kewajiban legal
               pemerintah.
               Tanggal-tanggal penerbitan informasi keuangan harus
               diumumkan sebelumnya.



 3.     Perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan anggaran secara
        terbuka.

       1.   Dokumentasi anggaran harus merinci sasaran kebijakan fiskal,
            kerangka makroekonomi, basis kebijakan anggaran, dan risiko
            fiskal utama yang bisa diidentifikasikan.
               Pernyataan sasaran kebijakan fiskal dan penilaian
               kemampuan fiskal harus menyediakan kerangka kerja untuk
               anggaran tahunan.
               Semua ketentuan fiskal yang telah diterapkan (misalnya
               persyaratan anggaran berimbang dan batas pinjaman
               pemerintah pada level subnasional) harus ditetapkan dengan
               jelas.
               Anggaran tahunan harus dipersiapkan dan disajikan dalam
               kerangka makroekonomi kuantitatif yang menyeluruh dan
               konsisen serta asumsi-asumsi yang mendasari anggaran
               harus disediakan.
               Kebijakan-kebjakan baru yang sedang diperkenalkan dalam
               anggaran tahunan harus digambarkan dengan jelas.
               Risiko fiskal yang utama harus diidentifikasi dan diukur
               apabila memungkinkan, termasuk variasi asumsi ekonomi
               dan biaya tidak pasti atas komitmen belanja spesifik (sebagai
               contoh restrukturisasi keuangan).

       2.   Informasi anggaran harus disajikan dengan cara yang dapat
            memfasilitasi analisis kebijakan dan meningkatkan
            pertanggungjawaban.

               Data anggaran harus dilaporkan dalam basis
               bruto,membedakan antara pendapatan, belanja, dan
               pembiayaan, dengan belanja yang diklasifikasikan
               berdasarkan kategori ekonomi, fungsi, dan administratif. Data
               aktivitas nonbudgeter harus dilaporkan dengan basis yang
               sama.
               Pernyataan tujuan yang akan dicapai dengan program
               anggaran utama (sebagai contoh peningkatan indikator sosial
               yang relevan) harus disediakan.
               Saldo keseluruhan pemerintah harus bisa menjadi standar
               ringkasan indikator posisi fiskal pemerintah. Hal itu harus
               ditambahkan, jika sesuai, dengan indikator fiskal lainnya pada
               pemerintah (sebagai contoh saldo operasional, saldo
               struktural, atau saldo utama).
               Saldo sektor publik harus dilaporkan ketika lembaga publik
               nonpemerintah melakukan aktivitas quasi-fiskal yang
               signifikan.

       3.   Prosedur-prosedur untuk melaksanakan dan mengawasi belanja
            yang telah disetujui serta merealisasikan pendapatan harus
            ditetapkan denga jelas

               Harus ada sistem akuntansi yang menyeluruh dan
               terintegrasi yang menyediakan dasar yang dapat dipercaya
               untuk menghitung pembayaran tunggakan.
               Pengadaan dan regulasi pegawai harus distandarisasi dan
               mudah dijangkau oleh semua pihak.
               Pelaksanaan anggaran harus telah diperiksa oleh pihak
               internal, dan prosedur pemeriksaan harus terbuka untuk
               direviu.
Juknis Pemeriksaan LKPP/LKKL                                                                               Lampiran 3.21


               Administrasi pajak nasional harus dilindungi undang-undang
               dari kepentingan politik dan harus melaporkan secara teratur
               atas aktivitas-aktivitas yang dilakukannya.

       4.   Harus dilakukan pelaporan fiskal secara teratur kepada legislatif
            dan kepada publik.
              Laporan tengah tahunan anggaran harus diserahkan kepada
              legislatif. Laporan yang lebih sering (paling tidak triwulan)
              juga harus dipublikasikan.
              Laporan Keuangan akhir tahun harus disajikan kepada
              legislatif dalam satu tahun setelah tahun anggaran fiskal
              berakhir.
              Hasil yang dicapai berdasarkan program anggaran utama
              harus dilaporkan kepada legislatif secara tahunan.
 4.     Jaminan integritas
       1.   Data Fiskal Harus Memenuhi Standar Kualitas Data yang
            Diterima umum

               Data anggaran harus mencerminkan tren pendapatan dan
               belanja tahun berjalan, perkembangan makroekonomi yang
               mendasarinya, dan kebijakan komitmen yang ditetapkan
               dengan baik.
               Anggaran tahunan dan Laporan Keuangan akhir tahun harus
               mengindikasikan basis akuntansi (sebagai contoh kas atau
               akrual) dan standar yang digunakan dalam penggabungan
               dan penyajian data anggaran.
               Harus ada jaminan yang spesifik atas kualitas data fiskal.
               Khususnya, harus ada indikasi apakah data dalam laporan
               keuangan secara internal telah konsisten dan telah
               direkonsiliasi dengan sumber data yang lain.

       2.   Informasi fiskal harus diperiksa oleh pemeriksa independen.
                Badan pemeriksa nasional atau organisasi yang setara, yang
                independen dan pihak eksekutif, harus menyediakan laporan
                atas integritas keuangan dalam pertanggungjawaban
                pemerintah kepada legislatif dan masyarakat dengan tepat
                waktu.
                Tenaga ahli independen harus disertakan dalam penilaian
                perkiraan fiskal dan makroekonomi yang ndasarinya, serta
                semua asumsi yang digunakan.
                Lembaga statistik nasional harus diberikan independensi
                institusional untuk memferifikasi kualitas data fiskal.


Keterangan:
* Diisi dengan tanda (√) apabila kondisi sudah sesuai dengan kriteria dan tanda (x) apabila kondisi tidak sesuai
  dengan kriteria.
Juknis Pemeriksaan LKPP/LKKL   Lampiran 3.21
Juknis Pemeriksaan LKPP/LKKL   Lampiran 3.21




(JUDUL COVER SAMPING)
            Juknis Pemeriksaan LKPP/LKKL                   Lampiran 3.21



            (COVER BELAKANG)




Badan Pemeriksa Keuangan                   Telp…….Ext……
Republik Indonesia                         Fax…………..
(Alamat Tempat Kedudukan Kantor)           e-mail …………….
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                              Lampiran 3.22




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                   Lampiran 3.22




Penjelasan atas flowchart:

     1. Pembatasan lingkup
        Pembatasan terhadap lingkup audit terdiri atas:
             a. Pembatasan oleh auditee.
                 Hal ini terjadi karena auditee benar-benar tidak memberikan data/informasi yang dibutuhkan. Hal ini juga didukung oleh bukti-
                 bukti secara tertulis dan disadari oleh kedua belah pihak.
             b. Pembatasan oleh keadaan (keterbatasan waktu, dana, dll).
                 Hal ini terjadi pada saat auditor tidak mampu meyakini diri mereka sendiri terhadap kewajaran LK dengan keterbatasan yang di
                 luar kontrol pihak auditor maupun auditee.
     2. Materialitas
        Tingkat materialitas diukur terhadap:
             a. Suatu akun tertentu tetapi tidak terhadap LK secara keseluruhan.
                 Tingkat materialitas terhadap suatu akun hanya mempunyai konsekuensi maksimal pengecualian terhadap akun tertentu
                 tersebut (apabila tidak dilakukan koreksi). Akan tetapi, hal ini tidak berpengaruh terhadap penyajian LK secara keseluruhan.
             b. Suatu akun dan terhadap LK secara keseluruhan.
                 Tingkat materialitas ini dapat menghasilkan pendapat tidak wajar (tingkat maksimal, apabila tidak dapat dilakukan koreksi).
     3. SPI yang memadai
        Pengukuran tingkat pengendalian intern dilakukan dengan membandingkan tingkat kesesuaian peng-aplikasi-an penyusunan dan
        pelaporan LK dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, Standar Pemeriksaan Keuangan Negara dan Standar Pemeriksaan Akuntan
        Publik (dalam hal-hal yang menjadi referensi SPKN).
        Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara:
             a. Pengukuran kuantitas tertentu.
                 Keadaan ini dapat dihitungkan dengan persentase tertentu, misalnya dengan persentase atas sampling jumlah BAST yang
                 diotorisasi oleh pihak yang berwenang.
             b. Pengukuran kualitas yang memerlukan “judgement”.
                 Tingkat pengendalian ini misalnya terjadi pada tingkat kompetensi personil pelaksana.
     4. Kesesuaian dengan SAP
        Tingkat kesesuaian terhadap SAP dilakukan dengan memahami laporan-laporan yang wajib disusun dan volunteer (pilihan).
     5. Kriteria yang menjadi pertimbangan dalam penentuan opini:
             a. Kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan
             b. Efektivitas pengendalian intern

Litbang Pemeriksaan                                            Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                    Lampiran 3.22




               c. Kepatuhan terhadap ketentuan per-UU
               d. Pengungkapan yang memadai
     6.    Unqualified opinion (Pendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian) diberikan dengan kondisi:
               a. Keempat kriteria yang menjadi kriteria dalam penentuan opini dapat dipenuhi.
               b. Semua koreksi yang dapat mempengaruhi kewajaran penyajian LK sudah dilakukan oleh auditee.
               c. Dapat melakukan review atas auditor lain yang melaksanakan pemeriksaan atas LK entitas lain yang menjadi bagian LK yang
                    kita periksa. Atau, tidak dapat mereview pekerjaan auditor lain tersebut, tetapi dapat meyakini bahwa bagian tersebut tidak
                    material terhadap LK yang kita diperiksa.
     7.    Unqualified opinion with modified wording (Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelasan)
               a. Keempat kriteria kecuali pembatasan lingkup audit telah dipenuhi.
               b. Terdapat koreksi material yang tidak dilaksanakan oleh auditee.
               c. Tidak dapat mereview pekerjaan auditor lain yang melakukan pemeriksaan atas LK yang merupakan bagian dari LK yang kita
                    periksa, akan tetapi jumlahnya material (bukan tidak material, dan bukan sangat material).
     8.    Qualified opinion (Pendapat Wajar Dengan Pengecualian)
               a. Pembatasan lingkup audit atas beberapa akun yang cukup material (bukan tidak material dan bukan sangat material).
               b. Tidak semua koreksi telah dilakukan oleh auditee.
               c. Tidak dapat mereview pekerjaan auditor lain yang melakukan pemeriksaan atas LK yang merupakan bagian dari LK yang kita
                    periksa, akan tetapi jumlahnya sangat material.
     9.    Adverse opinion (Pendapat Tidak Wajar)
           Pada dasarnya, Pendapat Tidak Wajar diberikan apabila auditor dapat meyakini bahwa penyajian LK tidak wajar, dengan kondisi-
           kondisi:
               a. Terdapat 2 kriteria yang tidak dipenuhi, yaitu “kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan” dan “Konsistensi
                    pelaksanaan SAP”.
               b. Terdapat koreksi yang sangat material yang tidak dilaksanakan oleh auditee.
     10.   Disclaimer
           Pendapat Tidak Memberi Pendapat diberikan pada saat auditor tidak dapat menyimpulkan bahwa penyajian LK wajar atau tidak wajar,
           dengan kondisi-kondisi:
               a. Keempat kriteria tersebut tidak dilaksanakan.
               b. Terdapat pembatasan lingkup audit atas akun-akun yang sangat material terhadap penyajian LK.
               c. Prosedur alternatif untuk meyakini kewajaran penyajian LK tidak dapat dilaksanakan.
               d. Tidak dapat mereview pekerjaan auditor lain yang melakukan pemeriksaan atas LK yang merupakan bagian dari LK yang kita
                    periksa, akan tetapi jumlahnya sangat material.

Litbang Pemeriksaan                                             Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                       Lampiran 3.23



(warna cover Laporan biru dan dapat diberikan gambar-gambar yang tidak dominan yang relevan dengan warna huruf putih)




                          BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                             REPUBLIK INDONESIA


                                   LAPORAN ATAS KEPATUHAN
                          DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN
                      LAPORAN KEUANGAN (NAMA ENTITAS)
                            UNTUK TAHUN ANGGARAN 200X




                      AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA ...




Nomor                 :
Tanggal               :




Litbang Pemeriksaan                           Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                              Lampiran 3.23




                                      DAFTAR ISI

                                                              HALAMAN
DAFTAR ISI………………………………………………………………….                             ...
RESUME LAPORAN ATAS KEPATUHAN……………………………...                      …
TEMUAN PEMERIKSAAN KEPATUHAN………………………………                         …
1. (Judul Temuan)………………………………………………………..                         …
2. (Judul Temuan)………………………………………………………..                         …
TANGGAPAN ENTITAS ATAS LAPORAN ATAS KEPATUHAN........            ...




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                     Lampiran 3.23




                                   BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                      REPUBLIK INDONESIA

                                   RESUME LAPORAN ATAS KEPATUHAN

     Berdasarkan ........ (diisi dengan UU/peraturan perundang-undangan lain yang paling spesifik menyatakan LKPP/LKKL
     harus diperiksa oleh BPK) BPK RI telah memeriksa Neraca (Nama entitas) per 31 Desember 20XX, Laporan Realisasi
     Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.
     Laporan keuangan adalah tanggung jawab (Nama entitas) …. Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan
     pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan.
     Ketidakpatuhan kepada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku merupakan tanggung jawab (Nama
     Entitas). Sebagai bagian dalam perolehan keyakinan yang memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari
     salah saji material, BPK RI melakukan pengujian kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan,
     kecurangan serta ketidakpatuhan yang berkaitan dengan pelaporan keuangan. Namun pemeriksaan yang BPK RI
     lakukan tidak dirancang khusus untuk menemukan ketidakpatuhan pada ketentuan peraturan perundang-undangan,
     dan BPK RI tidak mengeluarkan opini atas laporan kepatuhan. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN)
     mngharuskan BPK RI untuk melaporkan kepada pihak berwenang yang terkait apabila terjadi ketidakpatuhan terhadap
     paraturan perundang-undangan, kecurangan serta ketidakpatutan, apabila dalam melakukan pemeriksaan atas laporan
     keuangan menemukan hal-hal tersebut.
     Atas pemeriksaan tersebut, BPK RI telah menerbitkan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan atas Laporan Keuangan
     (Nama entitas) tahun 200X yang memuat opini (opini yang diberikan) dengan nomor…(nomor LHP yang memuat
     opini), tanggal….(tanggal LHP) dan Laporan atas Pengendalian Intern dalam kerangka pemeriksaan laporan Laporan
     Keuangan (Nama entitas) dengan nomor….(nomor Laporan) tanggal…(tanggal Laporan)
     Pemeriksaan atas Laporan Keuangan (Nama entitas) tersebut dilakukan berdasarkan pada Standar Pemeriksaan
     Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI. Standar tersebut mengharuskan BPK RI untuk
     merencanakan, mengumpulkan bukti yang cukup dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh keyakinan yang
     memadai sebagai standar untuk memebrikan pendapat. Standar tersebut juga mengharuskan BPK RI untuk
     mengungkapkan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundag-undangan, kecurangan serta ketidakpatutan dalam
     pelaporan keuangan.
     Pokok-pokok temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundan-undangan, kecurangan serta ketidakpatutan dalam
     pelaporan keuangan yang ditemukan BPK RI adalah sebagai berikut:
     1.    ….
     2.    ….
     3.    ….
     4.    ….dsb
     Berdasarkan temuan tersebut, BPK RI menyarankan (Kepala Negara/Menteri/pPmpinan lembaga) agar:
     1.    ….
     2.    ….
     3.    ….
     4.    ….dsb
     Secara lebih rinci akan dijelaskan pada bagian Temuan Pemeriksaan atas Kepatuhan.

                                                                                 ….(tempat, Tanggal Laporan)…
                                                                               BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                                                                    REPUBLIK INDONESIA
                                                                               Penanggung Jawab Pemeriksaan,

                                                                                  ….……………………….Ak
                                                                                Akuntan, Register Negara No…

Litbang Pemeriksaan                          Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                Lampiran 3.23




                                   TEMUAN KEPATUHAN


1. (nama temuan)

     (KONDISI)

     (KRITERIA)

     (SEBAB)

     (AKIBAT)

     (SARAN)



2. (nama temuan)

     (KONDISI)

     (KRITERIA)

     (SEBAB)

     (AKIBAT)

     (SARAN)


3. dsb…




Litbang Pemeriksaan                  Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                              Lampiran 3.23




       TANGGAPAN ENTITAS ATAS LAPORAN ATAS KEPATUHAN




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                              Lampiran 3.23




(JUDUL COVER SAMPING)




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
         Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                  Lampiran 3.23




                                            (COVER BELAKANG)




Badan Pemeriksa Keuangan                                                   Telp…….Ext……
Republik Indonesia                                                         Fax…………..
(Alamat Tempat Kedudukan Kantor)                                           e-mail …………….




         Litbang Pemeriksaan                    Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                    Lampiran 3.24




(warna cover Laporan biru dan dapat diberikan gambar-gambar yang tidak dominan yang relevan dengan warna huruf putih)




                                    BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                       REPUBLIK INDONESIA


                      LAPORAN ATAS PENGENDALIAN INTERN
    DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN
                                               (NAMA ENTITAS)
                              UNTUK TAHUN ANGGARAN 20XX




                  AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA .....



Nomor   :
Tanggal :




Litbang Pemeriksaan                                 Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                          Lampiran 3.24




                                     DAFTAR ISI


                                                                         Halaman
DAFTAR ISI……………………………………………………………....                                       ...
RESUME LAPORAN ATAS PENGENDALIAN INTERN……………                                …
GAMBARAN UMUM PENGENDALIAN INTERN DALAM SISTEM
AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN ……………….......                             …
TEMUAN PEMERIKSAAN ……………..............................................     …
1. (judul temuan) ……………………………………………………..                                   …
2. (judul temuan) ……………………………………………………..                                   …
3. (judul temuan) ……………………………………………………..                                   …
TANGGAPAN       ENTITAS ATAS      LAPORAN                   ATAS
PENGENDALIAN INTERN………………………………………………                                      …




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                          Lampiran 3.24




                                   BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                      REPUBLIK INDONESIA


                      RESUME LAPORAN ATAS PENGENDALIAN INTERN

     Berdasarkan ........ (diisi dengan UU/peraturan perundang-undangan lain yang paling spesifik
     menyatakan LKPP/LKKL harus diperiksa oleh BPK) BPK RI telah memeriksa Neraca (Nama
     entitas) per 31 Desember 20XX, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan
     Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan
     keuangan adalah tanggung jawab (Nama entitas) …. Tanggung jawab BPK RI adalah pada
     pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan.
     Atas pemeriksaan tersebut, BPK RI telah menerbitkan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan
     atas Laporan Keuangan (Nama entitas) tahun 200X yang memuat opini (opini yang
     diberikan) dengan nomor…(nomor LHP yang memuat opini), tanggal….(tanggal LHP) dan
     Laporan atas Kepatuhan dengan nomor….(nomor Laporan) tanggal…(tanggal Laporan)
     Pemeriksaan atas Laporan Keuangan (nama entitas) tersebut dilakukan berdasarkan pada
     Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI. Standar
     tersebut mengharuskan BPK RI untuk merencanaan, mengumpulkan bukti yang cukup dan
     melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh keyakinan yang memadai sebagai standar
     untuk memberikan pendapat. Standar tersebut juga mengharuskan BPK RI untuk
     mengungkapkan kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas pelaporan keuangan.
     Kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas Laporan Keuangan (nama entitas) yang
     ditemukan BPK RI adalah sebagai berikut:
     1. ….
     2. ….
     3. ….dsb
     Berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut,                 BPK     RI   menyarankan     (Kepala
     Negara/Menteri/Pimpinanan Lembaga) agar:
     1. ….
     2. ….
     3. ….dsb
     Secara lebih rinci akan dijelaskan pada bagian Temuan Pemeriksaan Sistem Pengendalian
     Intern.
                                                                      ….(tempat, Tanggal Laporan)…
                                                                    BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
                                                                         REPUBLIK INDONESIA
                                                                           Penanggung Jawab
                                                                             Pemeriksaan,


                                                                         ….……………………….Ak
                                                                    Akuntan, Register Negara No….



Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                              Lampiran 3.24




 GAMBARAN UMUM PENGENDALIAN INTERN ENTITAS YANG DIPERIKSA




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                              Lampiran 3.24




        TEMUAN PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN

     1. (judul temuan)

           (kondisi)………….

           (Kriteria)…………

           (Sebab)………….

           (Akibat)…………..

           (Saran)…………..




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                              Lampiran 3.24




  TANGGAPAN ENTITAS ATAS LAPORAN ATAS PENGENDALIAN INTERN




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                              Lampiran 3.24




(JUDUL COVER SAMPING)




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
          Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                 Lampiran 3.24




                                             (COVER BELAKANG)




Badan Pemeriksa Keuangan                                                   Telp…….Ext……
Republik Indonesia                                                         Fax…………..
(Alamat Tempat Kedudukan Kantor)                                           e-mail …………….




          Litbang Pemeriksaan                   Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                       Lampiran 3.25



CONTOH TEMUAN PEMERIKSAAN YANG MEMPENGARUHI KEWAJARAN PENYAJIAN
LAPORAN KEUANGAN
Temuan pemeriksaan yang dapat dikelompokan sebagai temuan yang mempengaruhi kewajaran
laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1. Bukti tidak lengkap dan atau tidak valid, misalnya: (a) Terdapat pengeluaran yang tidak
   didukung dengan bukti-bukti yang sah dan memenuhi syarat sahnya suatu pengeluaran atau
   mungkin hanya didukung oleh bukti yang diciptakan secara intern; (b) Terjadi pengeluaran yang
   menjadi beban belanja tidak tersangka tapi tidak diberitahukan ke DPR; (c) Terdapat SPI yang
   belum diverifikasi sampai dengan berakhirnya pekerjaan lapangan; (d) Realisasi anggaran
   melebihi anggaran tanpa persetujuan DPR (bukan darurat) jika darurat boleh melebihi anggaran
   (Pasal 28 UU No.17 thn 2003).
2. Pencatatan tidak dilakukan secara bruto, kondisi yang mungkin terjadi antara lain :
   (a) Terdapat penerimaaan yang dipergunakan secara langsung sehingga tidak tercatat sebagai
   pendapatan pusat dan sekaligus juga tidak tercatat sebagai pengeluaran/belanja. Pada kondisi
   ini bukti pembukuan telah dibuat secara netto (tidak menganut asas bruto); (b) Terdapat
   pemerimaan yang secara langsung dikeluarkan dengan pengeluarannya dan diungkapkan dalam
   bukti pembukuan dan dicatat hanya jumlah nettonya saja. Apabila koreksi maka belanja melebihi
   anggaranya; (c) Kondisi-kondisi tersebut memungkinkan bahwa: jumlah yang diterima lebih dari
   yang dikeluarkan, jumlah yang dikeluarkan lebih dari yang diterima, jumlah yang diterima sama
   dengan jumlah yang keluar sehingga tidak ada transaksi yang tercatat; (d) Afektasi (akun yang
   dituju) bukti pembukuan secara materiil tidak tepat, kondisi yang terjadi antara lain terdapat
   pengeluaran yang tidak dianggarkan kemudian ditampung dalam suatu akun yang tepat seperti
   akun bantuan sosial. Dengan demikian akun tersebut digunakan untuk pengeluaran yang tidak
   sesuai dengan peruntukkannya (tidak informatif)


CONTOH TEMUAN PEMERIKSAAN YANG TIDAK MEMPENGARUHI KEWAJARAN PENYAJIAN
LAPORAN KEUANGAN
Temuan pemeriksaan yang dapat dikelompokan sebagai temuan yang tidak mempengaruhi
kewajaran laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1. Hal-hal yang berkaitan dengan ketaatan terhadap kriteria, misalnya antara lain:
   (a) Pengguanaan dana cadangan tidak sesuai peruntukan penggunaan dana cadangan yang
   ditetapkan; (b) Penerbitan dan atau pencairan SPM atas beban Tahun Anggaran belanja pada
   tahun anggran tahun berikutnya; (c) Anggaran yang telah di PP kan disusun tidak sesuai dengan
   prinsip akuntansi, misalnya:
        Dianggarkan perjalanan pergi haji pejabat negara dalam akun belanja barang walaupun
        secara materiil afektasi belanja pada anggaran tidak benar secara formalafektasinya pada
        bukti SPM telah sesuai dengan anggaran
        Pengguanaan akun terbuka (contohnya belanja tidak tersangka) untuk pengeluaran yang
        tidak memenuhi kriteria tidak tersangka tetapi telah diberitahukan ke DPR
   (d) Lampiran laporan keuangan tidak lengkap atau tidak valid
2. Hal-hal yang berpotensi menjadi indikasi kerugian negara, misalnya antara lain :
   (a) Penerbitan dan atau pencairan SPM untuk proyek pada tahun anggaran berjalan yang belum
   selesai sampai dengan akhir tahun anggaran berjalan, sehingga terjadi pelanggaran terhadap
   kontrak atau perjanjian; (b) Terdapat penanaman berupa saham dari suatu perusahaan yang
   tidak listing di pasar modal sehingga risiko kerugian investasi cukup potensial; (d) Terdapat
   transfer ke rekening diluar rekening negara, tanpa adanya transaksi yang wajar dalam periode
   berjalan yang pada tanggal neraca tidak mempengaruhi saldo; (e) Terdapat pengeluaran untuk
   penempatan dana antara lain deposito, penanaman pada BUMN atau perusahaan yang tidak
   didukung dengan bukti kepemilikan berupa saham, sehingga seolah-olah akan menjadi
   pengeluaran biasa; (f) Terdapat perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga yang ternyata
   merugikan pemerintah; (g) Terdapat pajak-pajak yang harus dipungut dan disetor ke kas negara
   oleh pemegang kas, namun tidak dipungut.

Litbang Pemeriksaan                  Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                        Lampiran 3.25



3. Hal-hal yang berpotensi pada kekurangan penerimaan, misalnya antara lain:
   (a) Potensi pendapatan pada tahun anggaran berjalan yang mempengaruhi anggaran tahun
       anggaran berikutnya, yang mencakup : (1) Terdapat potensi pendapatan yang mungkin
       dapat diterima pada tahun anggaran berikutnya, misalnya: Denda atas keterlambatan
       pekerjaan/pengadaan barang belum ditetapkan, Tuntutan perbendaharaan kepada
       pemegang kas dan TGR kepada pihak ketiga belum diselesaikan pelunasannya; (2) Terdapat
       potensi pendapatan yang belum diterima pada tahun anggaran berjalan, misalnya: Denda
       yang belum dipungut, Piutang yang telah jatuh tempo namun belum diterima, TP/TGR yang
       sudah jatuh tempo namun belum diterima.
   (b) Potensi pendapatan yang hilang karena Sistem Akuntansi Pengangaran yang berbeda
       sesuai misalnya: (1) Sampai dengan akhir tahun anggaran penerimaan/ pendapatan tidak
       dan atau belum diterima seluruhnya dan kekurangan ini tidak dianggarkan dalam APBN
       tahun anggaran berikutnya.
4. Hal-hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, misalnya antara lain: (a) Terjadi pekerjaan
   yang mendahului sumber pembiayaannya (full financing), (b)Terdapat transfer antar rekening
   negara tanpa otorisasi dalam periode tahun berjalan, tidak dicatat dan tidak mempengaruhi saldo
   laporan keuangan pusat.
5. Hal-hal yang bersifat menambah kualitas informasi laporan keuangan pusat, misalnya:
   (a) Terdapat potensi pengeluaran yang pasti (probable) tetapi belum terjadi dan tidak
   dianggarkan dan atau jika dicatat akan melebihi anggaran. Contoh potensi pengeluaran yang
   pasti (probable) adalah: (1) Upah pungut yang belum dibayarkan karena anggaran yang habis
   sebagai implikasi peningkatan pendapatan (hubungannya dengan “dependent account”), (2) Janji
   untuk membiayai/rekondisi atas status darurat yang belum terealisasi sampai dengan akhir tahun
   anggaran berjalan (misalnya menangguang biaya pengobatan korban pengeboman); (b)
   Terdapat penyetoran bagian laba dari BUMN/Perusahaan Negara yang rugi.




Litbang Pemeriksaan                  Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK K/L                                                                                                          Lampiran 3.26




                                                        RISALAH PEMBAHASAN KONSEP LHP


Auditorat Utama Keuangan Negara
Auditorat
Program Pemeriksaan
Entitas yang diperiksa
T.A./Buku yang diperiksa
Waktu Pemeriksaan

No                     TEMUAN PEMERIKSAAN                        SARAN YANG DIUSULKAN                             KEPUTUSAN HASIL DISKUSI
 1                              2                                         3                                                 4
 1
 2
                                                         Tanggal
                                                         Tanda Tangan Ketua Tim

                                                         Nama Ketua Tim
                                                                KHP diselesaikan dalam waktu               …….. hari
                                                                Tanggal
                                                                Tanda Tangan Penanggung jawab
                                                                Nama Penanggung Jawab
Keterangan :
Kolom (2) diisi dengan judul dari
a. Koreksi pembukuan
b. Catatan pemeriksaan
    - Wajar dengan LKPP (atau LK Kementerian/Lembaga)
    - Tidak wajar dengan LKPP (atau LK Kementerian/Lembaga)
Kolom (3) diisi hanya untuk catatan pemeriksaan yang tidak mempengaruhi kewajaran LKPP (atau LK Kementerian/Lembaga)



Konsep Final                                                                    Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KNL                                                                                   Lampiran 3.27

                                                     [Kop Pemerintah Pusat]

Nomor            :                                                      Jakarta,        200X
Lampiran         :
Perihal          :   Surat Representasi Manajemen                       Kepada
                                                                        Yth. Ketua Badan Pemeriksaan Keuangan
                                                                        Jl. ……………………………………..
                                                                        Jakarta/………..


Kami memberikan surat representasi ini sehubungan dengan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan atas Laporan Keuangan
Pemerintah Pusat (atau Laporan Keuangan Kementrian Negara/Lembaga) ........... Tahun 200X, yang terdiri dari Laporan Realisasi
Anggaran untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 200X, Laporan Arus Kas (hanya untuk LKPP), Neraca per 31 Desember
200X, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Kami menegaskan bahwa kami bertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian
laporan keuangan tersebut sesuai dengan Standar Akuntanasi Pemerintahan (SAP).
Representasi surat ini diberikan terbatas pada hal-hal yang material. Sesuatu dipandang material, tanpa melihat besarnya, namun
juga menyangkut salah saji informasi akuntansi yang mempengaruhi pertimbangan wajar pengguna laporan keuangan, yang
mengandalkan kepercayaan pada informasi laporan keuangan dimaksud.
Kami menegaskan bahwa berdasarkan keyakinan dan pengetahuan kami yang terbaik, representasi berikut ini telah kami buat
kepada Tim BPK RI selama pemeriksaan :
1.   Laporan keuangan yang disebut di atas telah kami disajikan sesuai dengan SAP.
2.   Kami telah menyediakan semua data material dan informasi yang diperlukan kepada Tim BPK-RI.
3.   Semua transaksi yang material sudah dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan.
4.   Semua rekening atas nama pejabat terkait dengan jabatannya dalam pemerintahan sudah dicatat atau diungkapkan dalam
     laporan keuangan.
5.   [Pemerintah Pusat] memiliki hak penuh atas aset yang dimiliki, dan tidak terdapat gadai atau penjaminan atas aset tersebut.
6.   Sampai dengan saat ini kami tidak mengetahui adanya tindakan pelanggaran terhadap hukum dan peraturan yang dampaknya
     perlu diungkapkan dalam laporan keuangan.
7.   Semua kewajiban material sudah dicatat atau diungkapkan dalam laporan keuangan.
8.   Tidak terdapat tagihan yang belum dinyatakan dan harus dinyatakan tetapi belum diungkapkan.
9.   [Pemerintah Pusat] telah mematuhi semua aspek perjanjian kontrak yang akan mempunyai dampak material terhadap laporan
     keuangan jika terjadi pelanggaran.
10. Tidak terdapat peristiwa atau transaksi material yang terjadi setelah tanggal 31 Desember 200X yang belum dicatat dan
    diungkapkan dalam catatan laporan keuangan.
11. Tidak terdapat kecurangan material (kesalahan disengaja, penghilangan jumlah atau pengungkapan dalam laporan keuangan
    dan penyalahgunaan aset yang dapat berdampak material terhadap laporan keuangan) dan kecurangan lain yang melibatkan
    pimpinan atau pegawai yang memiliki peran penting dalam pengendalian intern.
12. Kami bertanggungjawab untuk menyelenggarakan dan memelihara sistem pengendalian intern.
13. Kami telah menilai efektifitas sistem pengendalian intern dalam hal :
     a.    Keandalan pelaporan keuangan: transaksi-transaksi telah dicatat, diproses, dan diringkas secara memadai untuk
           memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, dan aset telah
           dilindungi dari kehilangan yang disebabkan oleh pengambilalihan, penggunaan atau pelepasan hak yang tidak sah.
     b.    Ketaatan pada peraturan yang berlaku: transaksi-transaksi dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang
           berdampak langsung dan material terhadap laporan keuangan.
14. Kami telah menyampaikan semua kelemahan seginifikan yang ada pada perancangan dan pelaksanaan pengendalian intern
    yang dapat berdampak negatif terhadap kemampuan [Pemerintah Pusat ....] dalam mencapai tujuan pengendalian intern dan
    mengindikasikan kelemahan-kelemahan yang material.
15. Kami bertanggungjawab atas penyelenggaraan sistem pengelolaan keuangan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan
    tentang keuangan negara dan SAP.
16. Kami telah mengidentifikasi dan mengungkapkan semua pertauran dan undang-undang yang berdampak langsung dan
    material terhadap penentuan jumlah dalam laporan keuangan.
17. Kami telah menyampaikan semua kejadian ketidakpatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
          Demikian surat representasi ini dibuat sebagai penjelasan atas hasil pemeriksaan BPK-RI atas laporan Keuangan
[Pemerintah Pusat .....].
                                                                                   [Nama Pemerintah Pusat]
                                                           [Menteri Keuangan, untuk LKPP atau Menteri/Pimpinan Lembaga,
                                                                       untuk LK kementrian Negara/Lembagaa]
                                                               [Nama Menteri Keuangan atau Menteri/Pimpinan Lembaga]


Konsep Final                                         Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                       Lampiran 3.28




                                          JADWAL PEMERIKSAAN DAN PELAPORAN LKPP DAN LKKL


                                                                 JAN                    FEB             MARET               APRIL                    MEI
 No.                       KEGIATAN                                                                                                                              KETERANGAN
                                                        I   II    III   IV   I     II    III   IV   I   II   III   IV   I   II   III   IV   I   II    III   IV
    1   Pemeriksaan Interim LKPP
        Pemeriksaan Interim LKKL
    2   Pemeriksaan LKKL yang menghasilkan TP LKKL
    3   Penyusunan konsep LHP LKKL dan pembahasan
        dengan pejabat entitas yang diperiksa.

    4   Pemeriksaan LKPP yang menghasilkan TP LKPP
    5   Pembahasan/Rekonsiliasi Tripartit (hosted by
        Depkeu)
    6   Penyusunan konsep LHP LKPP yang merupakan
        konsolidasian dengan LHP LK KL
    7   Penyusunan konsep LHP LKPP konsolidasian +
        Pos Non Konsolidasian; tanggapan
    8   Finalisasi dan pencetakan LHP LKPP & LHP LKKL
    9   Penyampaian LHP LKPP dan LKKL


Keterangan:
LKKL diterima BPK paling lambat akhir Februari
LKPP diterima BPK paling lambat akhir Maret




Ltbang Pemeriksaan                                                               Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                               Lampiran 3.4



PEMAHAMAN ENTITAS


I.      Gambaran Jelas Mengenai Bidang Kerja Entitas




II.     Kekuatan Lingkungan


 Kemampuan Pendapatan Negara dan Hibah
 Dsb.......




III.    Tren yang Signifikan


 Pendapatan/belanja/pembiayaan?
 Turnover pemerintahan




IV.     Hubungan dengan DPR dan BPK, serta Lembaga Lain




Litbang Pemeriksaan                 Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                       Lampiran 3.4



V.      Sumber Pendapatan dan Pembiayaan




VI.     Dasar Hukum dan Peraturan yang Mempengaruhi




VII.    Faktor Sosial dan Politik yang Mempengaruhi Pemerintah Pusat




VIII.   Pengaruh Stakeholder (Pemegang Kepentingan): DPR




Litbang Pemeriksaan                 Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                           Lampiran 3.4



IX.     Dampak dari Lingkungan Entitas terhadap Risiko Bidang Kerja dan Laporan Keuangan




X.      Pejabat



 Nama*                                            Jabatan
 Robby Joe                                        Kepala Negara
 Michael Tarnak                                   Sekretaris Negara
 Husin Abdilah                                    Menteri




Litbang Pemeriksaan                 Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                          Lampiran 3.6




                                         Contoh Pemahaman SPI
                                       (dengan pendekatan OKP6*)

No.                                Pemahaman SPI                             Ya   Tidak   Catatan

 1.     Organisasi
        a. Struktur Organisasi
           Struktur organisasi tidak boleh terlalu sederhana sehingga
           pemantauan terhadap kegiatan entitas tidak akan memadai dan
           tidak boleh pula terlalu kompleks yang dapat menggangu
           kelancaran arus informasi.
           (1) Apakah jajaran pimpinan entitas telah memahami
                sepenuhnya tanggung jawab pengendalian yang mereka
                miliki?
           (2) Bagaimana kelengkapan struktur organisasi yang dimiliki
                entitas dan kemampuannya dalam meyediakan arus
                informasi yang diperlukan untuk mengelola kegiatan
                operasional?
           (3) Apakah       struktur     organisasi disentralisasi ataupun
                didesentralisasikan secara memadai?
           (4) Apakah struktur tersebut dapat memfasilitasi arus informasi
                ke atas, ke bawah maupun kepada seluruh kegiatan?
           (5) Apakah jajaran pimpinan entitas memiliki pengetahuan,
                pengalaman dan pelatihan guna pelaksanaan tugas
                mereka?
           (6) Apakah hubungan pelaporan yang ada, baik formal maupun
                informal, langsung maupun tidak langsung telah dilakukan
                secara efektif dan dapat memberikan informasi yang
                memadai kepada para pimpinan sesuai tanggung jawab dan
                wewenang masing-masing?
           (7) Apakah manajemen dari semua bagian entitas memiliki
                akses terhadap saluran komunikasi kepada pimpinan
                entitas?
           (8) Apakah terdapat mekanisme evaluasi dan kemungkinan
                perubahan terhadap struktur organisasi secara berkala
                sehubungan dengan perubahan kondisi lingkungan?
           (9) Apakah terdapat jumlah personil yang memadai, khususnya
                untuk kapasitas supervisor maupun manajemen?
           (10) Apakah para pimpinan dan supervisor memiliki waktu yang
                memadai untuk menjalankan tanggung jawabnya secara
                efektif?
        b. Integritas dan Nilai Etika
           (1) Apakah jajaran pimpinan entitas memiliki komitmen terhadap
                integritas dan nilai etika?
           (2) Apakah entitas memiliki kode etik yang bersifat
                komperhensif?
           (3) Apakah kode etik tersebut secara periodik disosialisasikan
                pada seluruh personil?
           (4) Apakah para personil memahami tindakan yang etis/tidak
                etis dan mengetahui apa yang harus dilakukan dalam
                menyikapi penyimpangan?
           (5) Apabila tidak ada kode etik tertulis, apakah budaya
                manajemen (misalnya melalui komunikasi lisan pada saat
                rapat, bertatap muka, atau contoh dalam kegiatan sehari-
                hari) dapat mendorong terciptanya integritas dan perilaku
                bermoral?
           (6) Apakah pihak pimpinan entitas mampu memberi contoh
                yang baik sesuai kode etik?
           (7) Apakah hubungan keseharian internal dan eksternal entitas
                didasarkan atas prinsip kejujuran dan kewajaran?
           (8) Apakah pimpinan entitas memberikan respon yang memadai



Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                             Lampiran 3.6



No.                                Pemahaman SPI                                Ya   Tidak   Catatan

                 terhadap pelanggaran kode etik?
             (9) Apakah       tindakan    disiplin   terhadap     pelanggaran
                 dikomunikasikan secara luas sehingga menimbulkan
                 dampak menjerakan (deterrent effect)?
           (10) Apakah manajemen telah memiliki aturan yang jelas (kapan,
                 siapa, dan dalam hal apa) mengenai kemungkinan
                 pengambilan kebijaksanaan          yang menyimpang dari
                 ketentuan yang berlaku?
           (11) Apakah kebijaksanaan tersebut didokumentasikan dan
                 dijelaskan secara memadai ?
           (12) Apakah penyimpangan dari ketentuan yang ada telah
                 diselidiki dan didokumentasikan ?
 2.     Kebijaksanaan
        a. Apakah manajemen entitas menerapkan prinsip kehati-hatian dan
           hanya akan bertindak setelah melalui analisa mendalam terhadap
           risiko dan kemungkinan manfaat yang diperoleh?
        b. Apakah terdapat perputaran personil (masuk-keluar) yang tinggi
           pada fungsi utama entitas, misalnya bagian operasional,
           akuntansi, pengolahan data dan audit intern?
        c. Apakah pola perputaran personil tersebut telah dibuat secara
           konsisten?
        d. Apakah perputaran personil kunci dalam suatu fungsi dilakukan
           tanpa perencanaan terlebih dahulu?
        e. Apakah manajemen memandang penting fungsi pengolahan data,
           fungsi akuntansi, keandalan laporan keuangan dan perlindungan
           terhadap kekayaan entitas?
        f. Apakah fungsi akuntansi dipandang hanya sebagai unit pencatat
           atau sebagai alat untuk menguji pengendalian atas berbagai
           aktivitas entitas?
        g. Apakah aset yang dimiliki entitas (termasuk aset intelektual dan
           informasi) dilindungi dari akses oleh pihak yang tidak berwenang?
        h. Apakah terdapat interaksi yang sering antara pimpinan entitas
           dengan manajemen pelaksana di daerah (baik kunjungan ke
           daerah, komunikasi via telepon, atau pertemuan di pusat)?
        i. Apakah pertemuan koordinasi antar unit pelaksana dengan
           penanggung jawab selalu dilakukan?
        j. Bagaimana sikap dan tindakan manajemen entitas atas
           kesalahan dalam pelaporan keuangan?
        k. Apakah laporan yang disampaikan oleh pegawai benar-benar
           menggambarkan keadaan sebenarnya (bukan bersifat ABS yang
           hanya menggambarkan sesuatu yang baik-baik saja)?
        l. Apakah manajemen akan bereaksi jika ada gejala praktek yang
           tidak baik yang disampaikan melalui laporan?
 3.     Personalia
        a. Kebijakan dan Praktek Sumber Daya Manusia
           Lakukan pengujian bagaimana kebijakan manajemen dalam
           merekrut dan mempertahankan pegawai yang handal guna
           melaksanakan rencana-rencana entitas dalam rangka mencapai
           tujuan entitas.
           (1) Apakah terdapat prosedur dan kebijakan tertulis dalam
                 penggunaan, pelatihan, promosi dan penggajian pegawai?
           (2) Jika tidak ada praktek dan kebijakan tertulis, apakah
                 manajemen mengkomunikasikan ekspektasi tentang orang
                 yang akan dipekerjakan atau berpartisipasi secara langsung
                 dalam proses pemilihan tersebut?
           (3) Apakah setiap personil menyadari tanggung jawab dan
                 ekspektasi terhadap mereka?
           (4) Apakah personil baru diberikan pengertian tentang tanggung
                 jawab dan ekspektasi terhadap mereka?
           (5) Apakah para supervisor bertemu dengan para pegawai



Litbang Pemeriksaan                         Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                              Lampiran 3.6



No.                                Pemahaman SPI                                 Ya   Tidak   Catatan

                 secara berkala guna mereview kinerja mereka dan
                 memberikan saran-saran perbaikan?
            (6) Apakah terdapat tindakan manajemen yang memadai untuk
                 merespon penyimpangan terhadap kebijakan dan prosedur
                 yang ada?
            (7) Apakah para pegawai mengerti bahwa kinerja yang jelek
                 memiliki dampak bagi organisasi?
            (8) Apakah kebijakan personalia mengacu pada standar etika
                 yang memadai.
            (9) Apakah nilai etika dan integritas merupakan kriteria dalam
                 penilaian kinerja?
            (10) Apakah ada pengecekan yang memadai terhadap latar
                 belakang calon personil, khususnya menyangkut aktifitas
                 yang pernah dilakukan?
            (11) Apakah        ada    kebijakan      yang    mempersyaratkan
                 dilakukakanya penyelidikan terhadap catatan kriminal calon
                 personil?
            (12) Apakah       Bagaimana     kriteria   promosi    dan   teknik
                 pengumpulan informasi pegawai (contoh: evaluasi kinerja)
                 dan kaitannya dengan kode etik ataupun panduan moral
                 lainnya?
            (13) Apakah evaluasi kinerja dan pedoman etika menjadi salah
                 satu kriteria dalam promosi?
            (14) Apakah ketentuan promosi dan dan kenaikan gaji dijelaskan
                 secara rinci sehingga setiap personil mengetahui apa yang
                 diharapkan oleh manajemen?
        b. Komitmen terhadap Kompetensi
            (1) Apakah telah terdapat job description yang menjelaskan
                 tugas suatu pekerjaan/posisi tertentu sesuai kebutuhan
                 entitas?
            (2) Apakah manajemen entitas telah melakukan analisa, baik
                 formal maupun informal, mengenai jenis pekerjaan dan
                 perlu/tidaknya supervisi atau pelatihan?
            (3) Apakah terdapat ketentuan mengenai tingkat kompetensi
                 (pengetahuan dan keahlian) yang dibutuhkan untuk suatu
                 pekerjaan tertentu?
            (4) Apakah ada bukti yang dapat meyakinkan bahwa seorang
                 personil telah ditempatkan sesuai keahlian dan pengetahuan
                 yang dibutuhkan?
 4.     Perencanaan
        a. Penetapan Tujuan Organisasi
            (1) Apakah pimpinan organisasi telah menetapkan tujuan umum
                 organisasi dalam bentuk visi, misi, tujuan, dan sasaran?
            (2) Apakah visi, misi, tujuan, dan sasaran organisasi tersebut
                 sejalan dengan program yang telah ditetapkan oleh lembaga
                 legislatif?
            (3) Apakah visi, misi, tujuan, dan sasaran organisasi tersebut
                 cukup spesifik dan dapat diaplikasikan pada organisasi
                 tersebut dan tidak pada seluruh organisasi?
            (4) Apakah rencana strategis mendukung visi, misi, tujuan, dan
                 sasaran organisasi?
            (5) Apakah rencana strategis memperhatikan alokasi sumber
                 daya dan skala prioritas?
            (6) Apakah rencana strategis dan anggaran didesain melalui
                 berbagai tingkatan pimpinan organisasi?
            (7) Apakah asumsi yang dibuat dalam menyusun rencana
                 strategis dan anggaran sudah konsisten dengan
                 pengalaman organisasi masa lampau dan sekarang?
        b. Penetapan Tujuan Operasional Entitas
            Apakah semua aktivitas yang signifikan sudah sejalan dengan



Litbang Pemeriksaan                         Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                              Lampiran 3.6



No.                                Pemahaman SPI                                 Ya   Tidak   Catatan

           tujuan operasional entitas?
           (1) Apakah semua aktivitas telah di review secara periodik
                untuk memastikan bahwa aktivitas-aktivitas tersebut tidak
                menyimpang dari tujuan operasional dan rencana strategis
                entitas?
           (2) Apakah tujuan setiap aktivitas kunci dan aktivitas pendukung
                sudah ditetapkan?
           (3) Apakah tujuan tingkat operasional entitas sudah konsisten
                dengan praktik-praktik dan kinerja yang baik di masa
                lampau, dan konsisten dengan norma-norma bisnis dan
                industri yang sesuai dengan entitas?
           (4) Apakah sumber daya yang diperlukan untuk mendukung
                pencapaian tujuan sudah diidentifikasikan?
           (5) Jika sumber daya belum tersedia, apakah pimpinan entitas
                sudah mempunyai rencana untuk memperolehnya?
           (6) Apakah pimpinan entitas sudah mengidentifikasikan hal-hal
                yang harus dicapai untuk mencapai tujuan operasional
                entitas?
           (7) Apakah tujuan operasional entitas yang signifikan
                memperoleh perhatian yang khusus dari pimpinan entitas
                dan apakah sudah ada pemantauan kinerjanya secara
                reguler?
 5.     Prosedur
        a. Mereviu pengelolaan informasi untuk memastikan tingkat
           keakuratan dan kelengkapan informasi
           (1) Apakah pembukuan semua transaksi dilakukan secara
                sekuensial,
           (2) Apakah jumlah-jumlah transaksi telah dicocokan dengan
                jumlah pengendali,
           (3) Apakah akses ke data dan dokumen lain dikendalikan.
        b. Menetapkan dan memantau indikator dan ukuran kinerja
           (1) Apakah indikator dan ukuran kinerja telah dibuat untuk
                setiap bagian dan level dalam organisasi sampai kepada
                individu,
           (2) Apakah terhadap indikator tersebut telah dilakukan review
                dan validasi secara periodik,
           (3) Apakah data mengenai kinerja aktual senantiasa
                ditandingkan dengan tujuan yang akan dicapai dan jika ada
                perbedaan akan dilakukan analisa.
        c. Memisahkan tugas atau fungsi
            (1) Apakah kewenangan untuk mengendalikan seluruh aktifitas
                kunci dipisahkan,
            (2) Apakah terdapat pemisahan tugas dan tanggung jawab
                dalam otorisasi, penyetujuan (approval), pemrosesan,
                pencatatan, pembayaran/penerimaan uang, audit, dan fungsi
                penyimpanan,
            (3) Apakah penugasan telah dilakukan dengan memperhatikan
                efektifitas mekanisme chek and balance.
        d. Mereviu otorisasi kepada personil tertentu dalam melakukan
           suatu transaksi
           (1) Apakah transaksi yang diakui hanya transaksi-transaksi
                yang valid sesuai ketentuan manajemen,
           (2) Apakah suatu transaksi hanya dilakukan oleh orang yang
                memiliki wewenang dan dilakukan sesuai dengan
                kewenangan yang bersangkutan,
           (3) Apakah prosedur otorisasi telah dikominikasikan kepada
                seluruh pegawai termasuk kapan otorisasi tersebut dapat
                digunakan.
        e. Mereviu pencatatan atas transaksi, dengan menguji apakah:
            (1) Apakah setiap transaksi telah diklasifikasi dan dicatat secara



Litbang Pemeriksaan                         Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                              Lampiran 3.6



No.                                Pemahaman SPI                                 Ya   Tidak   Catatan

                 memadai guna mendukung pengendalian operasi dan
                 pengambilan keputusan,
            (2) Apakah pengklasifikasian dan pencatatan tersebut telah
                 meliputi seluruh siklus mulai dari otorisasi, inisiasi,
                 pemrosesan sampai dengan klasifikasi final dalam
                 pencatatan secara keseluruhan.
        f. Membuat pembatasan akses dan akuntabilitas terhadap sumber
           daya dan catatan-catatan
            (1) Apakah terdapat pembatasan terhadap akses atas sumber
                 daya dan catatan,
            (2) Apakah standar, prosedur dan operasi atas pembatasan
                 akses telah ditetapkan,
            (3) Apakah personel yang diberi hak akses telah ditetapkan.
        g. Pendokumentasian
            (1) Apakah sistem pengendalian intern, semua transaksi dan
                 kejadian penting lainnya telah didokumentasikan secara
                 memadai,
            (2) Apakah dokumentasi tersebut selalu tersedia untuk
                 kepentingan pengujian,
            (3) Apakah dokumentasi terhadap transaksi maupun kegiatan
                 penting lainnya telah dilakukan secara lengkap dan akurat
                 sehingga memungkinkan dilakukannya penelusuran,
            (4) Apakah dokumentasi tersebut, baik tertulis maupun secara
                 elektronis, berguna bagi proses evaluasi, analisa dan
                 pengendalian.
 6.     Pembukuan dan Pencatatan
        a. Apakah setiap transaksi telah diklasifikasi dan dicatat secara
           memadai guna mendukung pengendalian operasi dan
           pengambilan keputusan,
        b. Apakah pengklasifikasian dan pencatatan tersebut telah meliputi
           seluruh siklus mulai dari otorisasi, inisiasi, pemrosesan sampai
           dengan klasifikasi final dalam pencatatan secara keseluruhan.
        c. Apakah terdapat pembatasan terhadap akses atas sumber daya
           dan catatan,
        d. Apakah standar, prosedur dan operasi atas pembatasan akses
           telah ditetapkan,
        e. Apakah personel yang diberi hak akses telah ditetapkan.
 7.     Pelaporan
        a. Apakah informasi diidentifikasi, diperoleh, diproses dan dilaporkan
           melalui suatu sistem informasi?
        b. Apakah informasi yang relevan diperoleh baik dari sumber
           ekstenal maupun dari informasi yang dikelola secara internal?
        c. Apakah terdapat mekanisme untuk memperoleh informasi
           eksternal (seperti kondisi pasar, perkembangan dalam bidang
           peraturan dan perubahan kondisi ekonomi)?
        d. Apakah informasi internal diidentifikasi dan secara teratur
           dilaporkan dalam kaitannya dengan pencapaian tujuan entitas
           termasuk fator-faktor keberhasilan?
        e. Apakah pimpinan entitas memperoleh informasi yang dibutuhkan
           guna melaksanakan tanggung jawabnya?
        f. Apakah terdapat mekanisme penyediaan informasi yang
           memadai bagi orang yang tepat secara tepat waktu guna
           membantu mereka melaksanakan tugasnya secara efektif dan
           efisien?
        g. Apakah para pimpinan memperoleh informasi analitis yang
           membantu mereka dalam mengidentifikasi tindakan yang perlu
           diambil?
        h. Apakah informasi yang jelas dan tepat tersedia bagi berbagai
           tingkatan pimpinan entitas?
        i. Apakah informasi dirangkum secara memadai guna menyediakan



Litbang Pemeriksaan                         Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                           Lampiran 3.6



No.                                Pemahaman SPI                              Ya   Tidak   Catatan

           data yang lebih mendetail?
        j. Apakah informasi tersedia sewaktu-waktu yang memungkinkan
           pemantauan yang efektif terhadap suatu aktifitas dan kejadian,
           baik intern maupun ekstern untuk selanjutnya bereaksi terhadap
           kondisi ekonomi, faktor usaha dan masalah pengendalian?
        k. Apakah pengembangan atau perbaikan sistem informasi
           dilaksanakan berdasarkan rencana strategis sistem informasi
           dikaitkan dengan strategi umum entitas dan pencapaian tujuan
           umum maupun kegiatan entitas?
        l. Apakah komite pengarah teknologi informasi telah dibentuk dalam
           rangka identifikasi informasi yang dibutuhkan?
        m. Apakah prioritas dan kebutuhan akan informasi ditentukan oleh
           pihak eksekutif?
        n. Apakah perencanaan teknologi informasi telah dikembangkan dan
           dikaitkan dengan inisiatif strategi?
        o. Apakah pimpinan entitas mendukung pengembangan sistem
           informasi melalui komitmen terhadap sumber daya yang
           memadai, baik manusia maupun keuangan?
        p. Apakah sumber daya yang memadai (para pimpinan, analis,
           programer, dengan kemampuan yang sesuai) tersedia sesuai
           kebutuhan?
 8.     Pengawasan
        a. pelaksanaan reviu oleh manajemen pada tingkat atas (top-level
           reviews)
           (1) Apakah terdapat mekanisme reviu dari pejabat tinggi atau
                 pimpinan senior untuk mengawasi pencapaian suatu entitas
                 terhadap rencana yang telah dibuat.
           (2) Apakah pejabat tinggi atau pimpinan senior mengawasi
                 pencapaian suatu entitas terhadap rencana yang telah
                 dibuat sesuai mekanisme yang ada,
           (3) Apakah tindak lanjut hasil reviu dilaksanakan oleh unit-unit
                 terkait.
           (4) Reviu oleh manajemen pada tingkat fungsional/aktivitas
                 (functional/activity-level reviews), melalui pengujian:
           (5) Apakah terdapat mekanisme reviu pada semua tingkat
                 manajemen fungsional untuk menelaah kinerja suatu
                 aktivitas atau fungsi terhadap rencana yang telah dibuat.
           (6) Apakah pimpinan yang terkait menelaah kinerja suatu
                 aktivitas atau fungsi terhadap rencana yang telah dibuat
                 sesuai mekanisme yang ada.
           (7) Apakah tindak lanjut hasil reviu dilaksanakan oleh unit-unit
                 terkait.
        b. Fungsi Internal Auditor
           (1) Apakah entitas memiliki auditor intern dan telah ditempatkan
                 pada kedudukan yang tepat dalam organisasi.
           (2) Apakah auditor internal melakukan audit dan reviu atas
                 kegiatan entitas secara independen
           (3) Apakah ruang lingkup kegiatan audit intern telah ditetapkan
                 dengan jelas, dan kegiatannya dilaksanakan tepat waktu
                 serta pelaksanaan tugasnya dapat diandalkan.
           (4) Apakah pekerjaan pengawasan intern ditujukan pada
                 perbaikan organisasi dan apakah telah ditetapkan prosedur
                 yang mengatur tindak lanjut atas hasil pengawasannya.
           (5) Apakah entitas memiliki komite audit yang mereviu
                 pekerjaan audit internal
           (6) Apakah komite audit menjalin koordinasi dengan audit
                 internal dan auditor eksternal secara baik.
           (7) Apakah fungsi auditor internal mereviu sistem dan kegiatan
                 entitas serta menyediakan informasi, analisa, perkiraan,
                 rekomendasi dan konsultasi kepada manajemen.



Litbang Pemeriksaan                        Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                          Lampiran 3.6



No.                                Pemahaman SPI                            Ya    Tidak   Catatan

        KESIMPULAN:




*) OKP6 : Organisasi, Kebijakan, Perencanaan, Prosedur, Pegawai/Personil, Pencatatan,
Pelaporan/Pertanggungjawaban, dan Pengawasan.




Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                            Lampiran 3.6




                                          Contoh Pemahaman SPI
                                        (dengan pendekatan COSO*)

No.                                Pemahaman SPI                             Ya   Tidak   Catatan

  1.    Lingkungan Pengendalian
        a. Integritas dan Nilai Etika
           (1) Apakah jajaran pimpinan entitas memiliki komitmen
                terhadap integritas dan nilai etika?
           (2) Apakah entitas memiliki kode etik yang bersifat
                komperhensif?
           (3) Apakah kode etik tersebut secara periodik disosialisasikan
                pada seluruh personil?
           (4) Apakah para personil memahami tindakan yang etis/tidak
                etis dan mengetahui apa yang harus dilakukan dalam
                menyikapi penyimpangan?
           (5) Apabila tidak ada kode etik tertulis, apakah budaya
                manajemen (misalnya melalui komunikasi lisan pada saat
                rapat, bertatap muka, atau contoh dalam kegiatan sehari-
                hari) dapat mendorong terciptanya integritas dan perilaku
                bermoral?
           (6) Apakah pihak pimpinan entitas mampu memberi contoh
                yang baik sesuai kode etik?
           (7) Apakah hubungan keseharian internal dan eksternal
                entitas didasarkan atas prinsip kejujuran dan kewajaran?
           (8) Apakah pimpinan entitas memberikan respon yang
                memadai terhadap pelanggaran kode etik?
           (9) Apakah        tindakan   disiplin    terhadap   pelanggaran
                dikomunikasikan secara luas sehingga menimbulkan
                dampak menjerakan (deterrent effect)?
           (10) Apakah manajemen telah memiliki aturan yang jelas
                (kapan, siapa, dan dalam hal apa) mengenai kemungkinan
                pengambilan kebijaksanaan          yang menyimpang dari
                ketentuan yang berlaku?
           (11) Apakah kebijaksanaan tersebut didokumentasikan dan
                dijelaskan secara memadai ?
           (12) Apakah penyimpangan dari ketentuan yang ada telah
                diselidiki dan didokumentasikan ?

        b. Komitmen terhadap Kompetensi
           (1) Apakah telah terdapat job description yang menjelaskan
               tugas suatu pekerjaan/posisi tertentu sesuai kebutuhan
               entitas?
           (2) Apakah manajemen entitas telah melakukan analisa, baik
               formal maupun informal, mengenai jenis pekerjaan dan
               perlu/tidaknya supervisi atau pelatihan?
           (3) Apakah terdapat ketentuan mengenai tingkat kompetensi
               (pengetahuan dan keahlian) yang dibutuhkan untuk suatu
               pekerjaan tertentu?
           (4) Apakah ada bukti yang dapat meyakinkan bahwa seorang
               personil telah ditempatkan sesuai keahlian dan
               pengetahuan yang dibutuhkan?

        c. Gaya operasi dan filosofi manajemen
           (1) Apakah manajemen entitas menerapkan prinsip kehati-
               hatian dan hanya akan bertindak setelah melalui analisa
               mendalam terhadap risiko dan kemungkinan manfaat yang
               diperoleh?
           (2) Apakah terdapat perputaran personil (masuk-keluar) yang
               tinggi pada fungsi utama entitas, misalnya bagian
               operasional, akuntansi, pengolahan data dan audit intern?
           (3) Apakah pola perputaran personil tersebut telah dibuat
               secara konsisten?
           (4) Apakah perputaran personil kunci dalam suatu fungsi
               dilakukan tanpa perencanaan terlebih dahulu?
           (5) Apakah     manajemen       memandang     penting     fungsi

Litbang Pemeriksaan                        Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                              Lampiran 3.6




No.                                Pemahaman SPI                               Ya   Tidak   Catatan

                 pengolahan data, fungsi akuntansi, keandalan laporan
                 keuangan dan perlindungan terhadap kekayaan entitas?
            (6) Apakah fungsi akuntansi dipandang hanya sebagai unit
                 pencatat atau sebagai alat untuk menguji pengendalian
                 atas berbagai aktivitas entitas?
            (7) Apakah aset yang dimiliki entitas (termasuk aset intelektual
                 dan informasi) dilindungi dari akses oleh pihak yang tidak
                 berwenang?
            (8) Apakah terdapat interaksi yang sering antara pimpinan
                 entitas dengan manajemen pelaksana di daerah (baik
                 kunjungan ke daerah, komunikasi via telepon, atau
                 pertemuan di pusat)?
            (9) Apakah pertemuan koordinasi antar unit pelaksana dengan
                 penanggung jawab selalu dilakukan?
            (10) Bagaimana sikap dan tindakan manajemen entitas atas
                 kesalahan dalam pelaporan keuangan?
            (11) Apakah laporan yang disampaikan oleh pegawai benar-
                 benar menggambarkan keadaan sebenarnya (bukan
                 bersifat ABS yang hanya menggambarkan sesuatu yang
                 baik-baik saja)?
            (12) Apakah manajemen akan bereaksi jika ada gejala praktek
                 yang tidak baik yang disampaikan melalui laporan?

        d. Struktur Organisasi
           Struktur organisasi tidak boleh terlalu sederhana sehingga
           pemantauan terhadap kegiatan entitas tidak akan memadai dan
           tidak boleh pula terlalu kompleks yang dapat menggangu
           kelancaran arus informasi.
           (1) Apakah jajaran pimpinan entitas telah memahami
                sepenuhnya tanggung jawab pengendalian yang mereka
                miliki?
           (2) Bagaimana kelengkapan struktur organisasi yang dimiliki
                entitas dan kemampuannya dalam meyediakan arus
                informasi yang diperlukan untuk mengelola kegiatan
                operasional?
           (3) Apakah struktur organisasi disentralisasi ataupun
                didesentralisasikan secara memadai?
           (4) Apakah struktur tersebut dapat memfasilitasi arus
                informasi ke atas, ke bawah maupun kepada seluruh
                kegiatan?
           (5) Apakah jajaran pimpinan entitas memiliki pengetahuan,
                pengalaman dan pelatihan guna pelaksanaan tugas
                mereka?
           (6) Apakah hubungan pelaporan yang ada, baik formal
                maupun informal, langsung maupun tidak langsung telah
                dilakukan secara efektif dan dapat memberikan informasi
                yang memadai kepada para manajer sesuai tanggung
                jawab dan wewenang masing-masing?
           (7) Apakah manajemen dari semua bagian entitas memiliki
                akses terhadap saluran komunikasi kepada pimpinan
                entitas?
           (8) Apakah terdapat mekanisme evaluasi dan kemungkinan
                perubahan terhadap struktur organisasi secara berkala
                sehubungan dengan perubahan kondisi lingkungan?
           (9) Apakah terdapat jumlah personil yang memadai,
                khususnya      untuk   kapasitas   supervisor  maupun
                manajemen?
           (10) Apakah para manajer dan supervisor memiliki waktu yang
                memadai untuk menjalankan tanggung jawabnya secara
                efektif?

        e. Tanggung Jawab dan Wewenang
           (1) Apakah mekanisme pembebanan suatu tanggung jawab,
               pendelegasian wewenang dan pengembangan kebijakan

Litbang Pemeriksaan                         Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                Lampiran 3.6




No.                                  Pemahaman SPI                               Ya   Tidak   Catatan

                      dapat    mendukung      terciptanya    akuntabilitas dan
                      pengendalian?
             (2)      Apakah pembebanan tanggung jawab dan pendelegasian
                      wewenang dihubungkan/dikaitkan dengan tujuan dan
                      sasaran organisasi, fungsi operasi, tuntutan peraturan,
                      tanggung jawab atas sistem operasi dan wewenang atas
                      suatu perubahan?
             (3)      Apakah setiap personil entitas memiliki wewenang dan
                      tanggung jawab?
             (4)      Apakah pengambilan keputusan dikaitkan dengan
                      wewenang dan tanggung jawab?
             (5)      Apakah terdapat standar dan prosedur yang terkait dengan
                      pengendalian, termasuk job description masing-masing
                      pegawai?
             (6)      Apakah job description tersebut mengatur juga tanggung
                      jawab pengendalian?
             (7)      Apakah telah terdapat jumlah pegawai yang memadai,
                      khususnya yang berkaitan dengan pengolahan data dan
                      fungsi akuntansi, dengan tingkat keahlian yang sesuai
                      dikaitkan dengan besar/kecilnya entitas, jenis dan
                      kompleksitas dari kegiatan dan sistem.

        f.   Kebijakan dan Praktek Sumber Daya Manusia
             Lakukan pengujian bagaimana kebijakan manajemen dalam
             merekrut dan mempertahankan pegawai yang handal guna
             melaksanakan rencana-rencana entitas dalam rangka mencapai
             tujuan entitas.
             (1) Apakah terdapat prosedur dan kebijakan tertulis dalam
                  penggunaan, pelatihan, promosi dan penggajian pegawai?
             (2) Jika tidak ada praktek dan kebijakan tertulis, apakah
                  manajemen mengkomunikasikan ekspektasi tentang orang
                  yang akan dipekerjakan atau berpartisipasi secara
                  langsung dalam proses pemilihan tersebut?
             (3) Apakah setiap personil menyadari tanggung jawab dan
                  ekspektasi terhadap mereka?
             (4) Apakah personil baru diberikan pengertian tentang
                  tanggung jawab dan ekspektasi terhadap mereka?
             (5) Apakah para supervisor bertemu dengan para pegawai
                  secara berkala guna mereview kinerja mereka dan
                  memberikan saran-saran perbaikan?
             (6) Apakah terdapat tindakan manajemen yang memadai
                  untuk merespon penyimpangan terhadap kebijakan dan
                  prosedur yang ada?
             (7) Apakah para pegawai mengerti bahwa kinerja yang jelek
                  memiliki dampak bagi organisasi?
             (8) Apakah kebijakan personalia mengacu pada standar etika
                  yang memadai.
             (9) Apakah nilai etika dan integritas merupakan kriteria dalam
                  penilaian kinerja?
             (10) Apakah ada pengecekan yang memadai terhadap latar
                  belakang calon personil, khususnya menyangkut aktifitas
                  yang pernah dilakukan?
             (11) Apakah       ada    kebijakan   yang   mempersyaratkan
                  dilakukakanya penyelidikan terhadap catatan kriminal
                  calon personil?
             (12) Apakah Bagaimana kriteria promosi dan teknik
                  pengumpulan informasi pegawai (contoh: evaluasi kinerja)
                  dan kaitannya dengan kode etik ataupun panduan moral
                  lainnya?
             (13) Apakah evaluasi kinerja dan pedoman etika menjadi salah
                  satu kriteria dalam promosi?
             (14) Apakah ketentuan promosi dan dan kenaikan gaji
                  dijelaskan secara rinci sehingga setiap personil
                  mengetahui apa yang diharapkan oleh manajemen?

Litbang Pemeriksaan                             Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                           Lampiran 3.6




No.                                Pemahaman SPI                            Ya   Tidak   Catatan


        g. Kegiatan Pengawasan
           (1) Apakah entitas memiliki auditor intern dan telah
                 ditempatkan pada kedudukan yang tepat dalam organisasi.
           (2) Apakah auditor internal melakukan audit dan reviu atas
                 kegiatan entitas secara independen
           (3) Apakah ruang lingkup kegiatan audit intern telah
                 ditetapkan dengan jelas, dan kegiatannya dilaksanakan
                 tepat waktu serta pelaksanaan tugasnya dapat diandalkan.
           (4) Apakah pekerjaan pengawasan intern ditujukan pada
                 perbaikan organisasi dan apakah telah ditetapkan
                 prosedur yang mengatur tindak lanjut atas hasil
                 pengawasannya.
           (5) Apakah entitas memiliki komite audit yang mereviu
                 pekerjaan audit internal
           (6) Apakah komite audit menjalin koordinasi dengan audit
                 internal dan auditor eksternal secara baik.
           (7) Apakah fungsi auditor internal mereviu sistem dan kegiatan
                 entitas serta menyediakan informasi, analisa, perkiraan,
                 rekomendasi dan konsultasi kepada manajemen.
  2.    Penilaian Risiko
        a. Penetapan Tujuan Organisasi
           (1) Apakah pimpinan organisasi telah menetapkan tujuan
                 umum organisasi dalam bentuk visi, misi, tujuan, dan
                 sasaran?
           (2) Apakah visi, misi, tujuan, dan sasaran organisasi tersebut
                 sejalan dengan program yang telah ditetapkan oleh
                 lembaga legislatif?
           (3) Apakah visi, misi, tujuan, dan sasaran organisasi tersebut
                 cukup spesifik dan dapat diaplikasikan pada organisasi
                 tersebut dan tidak pada seluruh organisasi?
           (4) Apakah rencana strategis mendukung visi, misi, tujuan,
                 dan sasaran organisasi?
           (5) Apakah rencana strategis memperhatikan alokasi sumber
                 daya dan skala prioritas?
           (6) Apakah rencana strategis dan anggaran didesain melalui
                 berbagai tingkatan pimpinan organisasi?
           (7) Apakah asumsi yang dibuat dalam menyusun rencana
                 strategis dan anggaran sudah konsisten dengan
                 pengalaman organisasi masa lampau dan sekarang?

       b.   Penetapan Tujuan Operasional Entitas
            (1) Apakah semua aktivitas yang signifikan sudah sejalan
                dengan tujuan operasional entitas?
            (2) Apakah semua aktivitas telah di review secara periodik
                untuk memastikan bahwa aktivitas-aktivitas tersebut tidak
                menyimpang dari tujuan operasional dan rencana strategis
                entitas?
            (3) Apakah tujuan setiap aktivitas kunci dan aktivitas
                pendukung sudah ditetapkan?
            (4) Apakah tujuan tingkat operasional entitas sudah konsisten
                dengan praktik-praktik dan kinerja yang baik di masa
                lampau, dan konsisten dengan norma-norma bisnis dan
                industri yang sesuai dengan entitas?
            (5) Apakah sumber daya yang diperlukan untuk mendukung
                pencapaian tujuan sudah diidentifikasikan?
            (6) Jika sumber daya belum tersedia, apakah pimpinan entitas
                sudah mempunyai rencana untuk memperolehnya?
            (7) Apakah pimpinan entitas sudah mengidentifikasikan hal-
                hal yang harus dicapai untuk mencapai tujuan operasional
                entitas?
            (8) Apakah tujuan operasional entitas yang signifikan
                memperoleh perhatian yang khusus dari pimpinan entitas
                dan apakah sudah ada pemantauan kinerjanya secara

Litbang Pemeriksaan                        Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                Lampiran 3.6




No.                                Pemahaman SPI                                 Ya   Tidak   Catatan

                      reguler?


       c.   Identifikasi Risiko
            (1) Apakah sudah digunakan metode penilaian risiko kualitatif
                  dan kuantitatif untuk menentukan urutan risiko relatif
                  secara periodik?
            (2) Apakah risiko yang diidentifikasikan, diurutkan, dianalisa,
                  dan diminimalisir sudah dikomunikasi kepada staf?
            (3) Apakah diskusi tentang identifikasi risiko terjadi pada
                  tingkat pimpinan senior entitas?
            (4) Apakah identifikasi risiko sudah diperhitungan dalam
                  rencana jangka pendek dan rencana strategis jangka
                  panjang?
            (5) Apakah identifikasi risiko terjadi sebagai pertimbangan dari
                  temuan pemeriksaan, evaluasi, atau penilaian lainnya?
            (6) Apakah identifikasi risiko pada tingkat staf dan pimpinan
                  yunior entitas telah diangkat pada diskusi tingkat pimpinan
                  senior entitas?
            (7) Apakah entitas sudah memperhatikan risiko-risiko yang
                  berkaitan dengan perkembangan dan kemajuan teknologi?
            (8) Apakah sudah ada pertimbangan tentang risiko yang
                  timbul dari perubahan kebutuhan atau ekspektasi dari
                  DPR, Pejabat Pemerintah, maupun Publik?
            (9) Apakah sudah diidentifikasikan risiko-risiko sebagai akibat
                  dari ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan baru?
            (10) Apakah sudah diperhitungkan risiko-risiko bagi entitas
                  sebagai akibat dari bencana alam maupun tindak
                  kejahatan?
            (11) Apakah sudah diidentifikasikan risiko-risiko sebagai akibat
                  dari perubahan ekonomi, bisnis, dan politik?
            (12) Apakah sudah diidentifikasikan risiko-risiko yang terkait
                  dengan kontraktor dan supplier utama?
            (13) Apakah sudah diidentifikasikan risiko-risiko sebagai akibat
                  dari interaksi dengan entitas lainnya baik di dalam maupun
                  di luar lingkungan pemerintahan?
            (14) Apakah sudah dipertimbangkan risiko-risiko sebagai akibat
                  dari penciutan entitas?
            (15) Apakah sudah diidentifikasikan risiko-risiko yang berkaitan
                  dengan proses rekayasa dan desain kembali proses
                  operasi?
            (16) Apakah sudah dipertimbangkan risiko-risiko akibat dari
                  terganggunya proses sistem informasi?
            (17) Apakah sudah diidentifikasikan risiko-risiko potensial akibat
                  dari proses yang terdesentralisasi?
            (18) Apakah sudah diidentifikasikan risiko-risiko akibat personil
                  yang kurang kualified dan kurang terlatih?
            (19) Apakah sudah diidentifikasikan risiko-risiko akibat terlalu
                  menggantukan diri pada beberapa kontraktor untuk hal-hal
                  yang kritis?
            (20) Apakah sudah diidentifikasikan risiko-risiko yang berkaitan
                  dengan perubahan yang mendasar dari tanggung jawab
                  pimpinan entitas?
            (21) Apakah sudah diidentifikasikan risiko-risiko akibat akses
                  pegawai terhadap aset-aset yang rentan?
            (22) Apakah sudah dipertimbangkan risiko-risiko yang berkaitan
                  dengan SDM, seperti rencana suksesi, ketidakcukupan
                  kompensasi dan benefit untuk dapat tetap kompetitif
                  dengan pegawai sektor swasta?
            (23) Apakah sudah diidentifikasikan risiko-risiko yang berkaitan
                  dengan kelanjutan program?
            (24) Apakah pimpinan entitas telah mempertimbangkan risiko-
                  risiko yang berkaitan dengan kegagalan di masa lalu
                  dalam mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran atau

Litbang Pemeriksaan                          Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                               Lampiran 3.6




No.                                Pemahaman SPI                                Ya   Tidak   Catatan

                 kegagalan dalam menyikapi keterbatasan anggaran.
            (25) Apakah sudah dipertimbangkan risiko-risiko akibat dari
                 belanja program yang tidak tepat, pelanggaran prinsip
                 pengendalian dana, atau ketidakpatuhan lainnya.
            (26) Apakah telah diidentifikasikan risiko-risiko inherent
                 berkaitan dengan misi atau signifikansi dan kompleksitas
                 dari program atau aktivitas tertentu.

       d.   Analisa Risiko
            (1) Apakah pimpinan entitas telah menetapkan proses formal
                 untuk menganalisa risiko termasuk proses informal
                 berdasarkan aktivitas sehari-hari?
            (2) Apakah telah ditetapkan kriteria dalam menetapkan tingkat
                 risiko rendah, sedang, dan tinggi?
            (3) Apakah tingkat manajemen dan staf sudah terlibat dalam
                 analisa risiko?
            (4) Apakah risiko yang diidentifikasi dan dianalisa relevan
                 dengan tujuan operasional entitas?
            (5) Apakah analisa risiko sudah termasuk perkiraan
                 signifikansinya?
            (6) Apakah analisa risiko sudah termasuk perkiraan
                 kemungkinan dan frekuensi terjadinya dan juga penentuan
                 kategorinya, rendah, sedang, dan tinggi?
            (7) Apakah sudah ada penentuan tentang bagaimana
                 mengelola atau meminimalkan risiko dengan baik
                 termasuk tindakan-tindakan yang harus diambil?
            (8) Apakah        pendekatan    terhadap    pengelolaan       dan
                 pengendalian risiko sudah sesuai dengan sifat entitas?
            (9) Apakah pendekatan terhadap risiko sudah didisain untuk
                 menjaga tingkat risiko pada tingkat yang dapat ditolerir?
            (10) Apakah sudah ditetapkan aktivitas pengendalian untuk
                 mengelola dan meminimalisasi risiko tertentu pada level
                 operasional entitas, serta apakah ada pemantauan atas
                 implementasinya?

       e.   Mengelola Risiko akibat Perubahan
            (1) Apakah sudah diperhitungkan seluruh operasional entitas
                yang dapat dipengaruhi oleh perubahan?
            (2) Apakah       perubahan-perubahan        yang    rutin  sudah
                diperhitungkan dalam proses identifikasi dan analisa risiko
                yang sudah baku?
            (3) Apakah risiko-risiko akibat kondisi yang berubah secara
                signifikan sudah diperhitungkan sebagai risiko yang tinggi
                bagi entitas sehingga akibatnya dapat diperhitungkan dan
                diantisipasi?
            (4) Apakah entitas telah memberikan perhatian terhadap risiko
                akibat rekrutmen pegawai baru yang menempati posisi
                penting atau tingkat penggantian pegawai yang tinggi?
            (5) Apakah terdapat mekanisme untuk menilai risiko akibat
                pengenalan sistem informasi yang baru dan risiko yang
                melibatkan pelatihan pegawai untuk menggunakan sistem
                baru?
            (6) Apakah pimpinan entitas sudah memberikan pertimbangan
                khusus tentang risiko akibat pertumbuhan dan ekspansi
                yang cepat atau penciutan entitas serta pengaruhnya
                terhadap kemampuan sistem dan revisi atas rencana
                strategis, visi, misi, tujuan, dan sasaran organisasi?
            (7) Apakah sudah ada pertimbangan tentang risiko akibat
                pengenalan teknologi dan aplikasi baru?
            (8) Apakah sudah dilakukan analisa terhadap risiko-risiko
                akibat produksi jasa atau output baru?
            (9) Apakah sudah dilakukan penilaian terhadap risiko akibat
                pembentukan operasi di wilayah yang baru?


Litbang Pemeriksaan                          Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                             Lampiran 3.6




No.                                Pemahaman SPI                              Ya   Tidak   Catatan

  3.   Aktivitas Pengendalian
       a. pelaksanaan reviu oleh manajemen pada tingkat atas (top-level
           reviews)
           (1) Apakah terdapat mekanisme reviu dari pejabat tinggi atau
                manajer senior untuk mengawasi pencapaian suatu entitas
                terhadap rencana yang telah dibuat.
           (2) Apakah pejabat tinggi atau manajer senior mengawasi
                pencapaian suatu entitas terhadap rencana yang telah
                dibuat sesuai mekanisme yang ada,
           (3) Apakah tindak lanjut hasil reviu dilaksanakan oleh unit-unit
                terkait.
           (4) Reviu oleh manajemen pada tingkat fungsional/aktivitas
                (functional/activity-level reviews), melalui pengujian:
           (5) Apakah terdapat mekanisme reviu pada semua tingkat
                manajemen fungsional untuk menelaah kinerja suatu
                aktivitas atau fungsi terhadap rencana yang telah dibuat.
           (6) Apakah manajer yang terkait menelaah kinerja suatu
                aktivitas atau fungsi terhadap rencana yang telah dibuat
                sesuai mekanisme yang ada.
           (7) Apakah tindak lanjut hasil reviu dilaksanakan oleh unit-unit
                terkait.

       b.   Mereviu pengelolaan SDM
            (1) Apakah ekspektasi manajemen terhadap pencapaian
                tujuan telah didokumentasikan dan dikomunikasikan
                kepada seluruh personil,
            (2) Apakah terdapat rencana strategis mengenai pengelolaan
                personil,
            (3) Apakah telah terdapat prosedur guna memasitikan bahwa
                personil yang direkrut maupun dipertahankan adalah
                mereka yang benar-benar memiliki kompetensi,
            (4) Apakah kepada pegawai telah diberikan orientasi, training
                dan dukungan lainnya dalam rangka menjalankan
                tugasnya,
            (5) Apakah sistem kompenasi telah memadai dan terdapat
                insentif khusus yang dapat mendorong pegawai bekerja
                secara maksimal,
            (6) Apakah terdapat mekanisme suksesi (promosi dan mutasi)
                yang jelas.
       c.   Mereviu pengelolaan informasi untuk memastikan tingkat
            keakuratan dan kelengkapan informasi
            (1) Apakah pembukuan semua transaksi dilakukan secara
                sekuensial,
            (2) Apakah jumlah-jumlah transaksi telah dicocokan dengan
                jumlah pengendali,
            (3) Apakah akses ke data dan dokumen lain dikendalikan.

       d.   Menetapkan dan memantau indikator dan ukuran kinerja
            (1) Apakah indikator dan ukuran kinerja telah dibuat untuk
                setiap bagian dan level dalam organisasi sampai kepada
                individu,
            (2) Apakah terhadap indikator tersebut telah dilakukan review
                dan validasi secara periodik,
            (3) Apakah data mengenai kinerja aktual senantiasa
                ditandingkan dengan tujuan yang akan dicapai dan jika
                ada perbedaan akan dilakukan analisa.

       e.   Memisahan tugas atau fungsi
            (1) Apakah kewenangan untuk mengendalikan seluruh
                aktifitas kunci dipisahkan,
            (2) Apakah terdapat pemisahan tugas dan tanggung jawab
                dalam otorisasi, penyetujuan (approval), pemrosesan,
                pencatatan, pembayaran/penerimaan uang, audit, dan

Litbang Pemeriksaan                         Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                              Lampiran 3.6




No.                                 Pemahaman SPI                              Ya   Tidak   Catatan

                      fungsi penyimpanan,
            (3)       Apakah      penugasan      telah   dilakukan    dengan
                      memperhatikan efektifitas mekanisme cek and balance.



       f.   Mereviu otorisasi kepada personil tertentu dalam melakukan
            suatu transaksi
            (1) Apakah transaksi yang diakui hanya transaksi-transaksi
                 yang valid sesuai ketentuan manajemen,
            (2) Apakah suatu transaksi hanya dilakukan oleh orang yang
                 memiliki wewenang dan dilakukan sesuai dengan
                 kewenangan yang bersangkutan,
            (3) Apakah prosedur otorisasi telah dikominikasikan kepada
                 seluruh pegawai termasuk kapan otorisasi tersebut dapat
                 digunakan.

       g.   Mereviu pencatatan atas transaksi, dengan menguji apakah:
            (1) Apakah setiap transaksi telah diklasifikasi dan dicatat
                secara memadai guna mendukung pengendalian operasi
                dan pengambilan keputusan,
            (2) Apakah pengklasifikasian dan pencatatan tersebut telah
                meliputi seluruh siklus mulai dari otorisasi, inisiasi,
                pemrosesan sampai dengan klasifikasi final dalam
                pencatatan secara keseluruhan.

       h.   Membuat pembatasan akses dan akuntabilitas terhadap sumber
            daya dan catatan-catatan
            (1) Apakah terdapat pembatasan terhadap akses atas sumber
                 daya dan catatan,
            (2) Apakah standar, prosedur dan operasi atas pembatasan
                 akses telah ditetapkan,
            (3) Apakah personel yang diberi hak akses telah ditetapkan.

       i.   Pendokumentasian
            (1) Apakah sistem pengendalian intern, semua transaksi dan
                kejadian penting lainnya telah didokumentasikan secara
                memadai,
            (2) Apakah dokumentasi tersebut selalu tersedia untuk
                kepentingan pengujian,
            (3) Apakah dokumentasi terhadap transaksi maupun kegiatan
                penting lainnya telah dilakukan secara lengkap dan akurat
                sehingga memungkinkan dilakukannya penelusuran,
            (4) Apakah dokumentasi tersebut, baik tertulis maupun secara
                elektronis, berguna bagi proses evaluasi, analisa dan
                pengendalian.

        Langkah pengujian pada aktivitas pengendalian dalam lingkungan
        yang terkomputerisasi pada dasarnya serupa dengan langkah
        pengujian pada aktivitas pengendalian dalam lingkungan yang tidak
        terkomputerisasi. Teknik audit berbantuan komputer dapat
        digunakan untuk melaksanakan langkah pengujian dimaksud.

  4.   Informasi dan Komunikasi
       a. Informasi
           (1) Apakah informasi diidentifikasi, diperoleh, diproses dan
               dilaporkan melalui suatu sistem informasi?
           (2) Apakah informasi yang relevan diperoleh baik dari sumber
               ekstenal maupun dari informasi yang dikelola secara
               internal?
           (3) Apakah terdapat mekanisme untuk memperoleh informasi
               eksternal (seperti kondisi pasar, perkembangan dalam
               bidang peraturan dan perubahan kondisi ekonomi)?
           (4) Apakah informasi internal diidentifikasi dan secara teratur

Litbang Pemeriksaan                            Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                   Lampiran 3.6




No.                                   Pemahaman SPI                                 Ya   Tidak   Catatan

                      dilaporkan dalam kaitannya dengan pencapaian tujuan
                      entitas termasuk fator-faktor keberhasilan?
            (5)       Apakah pimpinan entitas memperoleh informasi yang
                      dibutuhkan guna melaksanakan tanggung jawabnya?
            (6)       Apakah terdapat mekanisme penyediaan informasi yang
                      memadai bagi orang yang tepat secara tepat waktu guna
                      membantu mereka melaksanakan tugasnya secara efektif
                      dan efisien?
            (7)       Apakah para manajer memperoleh informasi analitis yang
                      membantu mereka dalam mengidentifikasi tindakan yang
                      perlu diambil?
            (8)       Apakah informasi yang jelas dan tepat tersedia bagi
                      berbagai tingkatan pimpinan entitas?
            (9)       Apakah informasi dirangkum secara memadai guna
                      menyediakan data yang lebih mendetail?
            (10)      Apakah      informasi    tersedia    sewaktu-waktu    yang
                      memungkinkan pemantauan yang efektif terhadap suatu
                      aktifitas dan kejadian, baik intern maupun ekstern untuk
                      selanjutnya bereaksi terhadap kondisi ekonomi, faktor
                      usaha dan masalah pengendalian?
            (11)      Apakah pengembangan atau perbaikan sistem informasi
                      dilaksanakan berdasarkan rencana strategis sistem
                      informasi dikaitkan dengan strategi umum entitas dan
                      pencapaian tujuan umum maupun kegiatan entitas?
            (12)      Apakah komite pengarah teknologi informasi telah dibentuk
                      dalam rangka identifikasi informasi yang dibutuhkan?
            (13)      Apakah prioritas dan kebutuhan akan informasi ditentukan
                      oleh pihak eksekutif?
            (14)      Apakah      perencanaan       teknologi   informasi   telah
                      dikembangkan dan dikaitkan dengan inisiatif strategi?
            (15)      Apakah pimpinan entitas mendukung pengembangan
                      sistem informasi melalui komitmen terhadap sumber daya
                      yang memadai, baik manusia maupun keuangan?
            (16)      Apakah sumber daya yang memadai (para manajer, analis,
                      programer, dengan kemampuan yang sesuai) tersedia
                      sesuai kebutuhan?
       b.   Komunikasi
            (1) Apakah tugas dan tanggung jawab pengendalian pegawai
                 dikomunikasikan melalui jaringan komunikasi yang efektif?
            (2) Apakah saluran komunikasi seperti pada saat pelatihan,
                 rapat atau dalam pelaksanaan pekerjaan baik secara
                 formal maupun informal telah dilaksanakan secara
                 memadai?
            (3) Apakah setiap pegawai mengetahui tujuan kegiatan
                 masing-masing dan cara mencapai tujuan tersebut?
            (4) Apakah setiap pegawai mengerti bagaimana tugas mereka
                 berpengaruh ataupun dipengaruhi oleh tugas pegawai
                 yang lain?
            (5) Apakah terdapat saluran komunikasi bagi setiap orang
                 untuk melaporkan adanya dugaan penyimpangan?
            (6) Apakah terdapat jalur komunikasi kepada pihak yang lebih
                 tinggi diluar atasan langsung, seperti bagian ombudsman
                 ataupun corporate counsel?
            (7) Apakah para pegawai benar-benar menggunakan saluran
                 komunikasi yang ada?
            (8) Apakah terhadap orang yang melaporkan dugaan
                 penyimpangan disediakan umpan balik dan diberi
                 kekebalan terhadap tuntutan balik?
            (9) Apakah pimpinan entitas menerima dengan baik saran
                 yang diberikan oleh pegawai dalam rangka peningkatan
                 produktifitas, kualitas atau sejenisnya.
            (10) Apakah terdapat mekanisme bagi pegawai untuk
                 menyampaikan saran-saran perbaikan?

Litbang Pemeriksaan                              Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                              Lampiran 3.6




No.                                 Pemahaman SPI                              Ya   Tidak   Catatan

            (11) Apakah pimpinan entitas memberikan penghargaan
                 kepada para pegawai yang memberikan saran yang baik?
            (12) Apakah komunikasi antar bagian telah dilakukan secara
                 memadai?
            (13) Apakah pimpinan entitas mengkomunikasikan kepada
                 pihak luar tentang standar etika yang dimiliki entitas?
            (14) Apakah pihak ketiga mengetahui standar etika dan
                 ekspektasi dalam rangka hubungan mereka dengan pihak
                 entitas?
            (15) Apakah penyimpangan yang dilakukan oleh pegawai pihak
                 luar dilaporkan kepada personil yang berwenang?
            (16) Apakah pegawai senantiasa melaporkan masalah yang
                 terjadi dan laporan tersebut ditindaklanjuti/diinvestigasi?
            (17) Apakah tindak lanjut atas penyimpangan dikomunikasikan
                 kepada sumbernya?
            (18) Apakah pimpinan puncak sadar akan sifat dan jumlah
                 keluhan yang masuk?

       c.   Bentuk dan alat komunikasi
            (1) Apakah      pimpinan      entitas  menggunakan      metode
                 komunikasi efektif yang antara lain meliputi manual
                 kebijakan     dan      prosedur,   arahan     manajemen,
                 memorandum, pemberitahuan, situs internet dan intranet,
                 pesan-pesan melalui video-tape, e-mail, dan pidato-
                 pidato?
            (2) Apakah terdapat rencana strategis sistem informasi yang
                 sejalan dengan rencana strategis organisasi?
            (3) Apakah terdapat mekanisme untuk mengidentifikasi
                 kebutuhan informasi yang mendesak?
            (4) Apakah peningkatan dan keunggulan teknologi dimonitor,
                 dianalisa, dievaluasi, dan diperkenalkan untuk membantu
                 organisasi untuk merespon lebih cepat dan efisien?
            (5) Apakah pimpinan entitas memonitor secara kontinu
                 kualitas informasi yang diperoleh, dipelihara, dan
                 dikomunikasikan telah sesuai dengan materi, waktu,
                 akurasi, dan akses yang dibutuhkan?
            (6) Apakah       terdapat      dukungan    manajemen      bagi
                 pengembangan teknologi informasi yang ditunjukkan
                 dengan komitmen organisasi dalam menyediakan
                 sumberdaya manusia dan keuangan?

  5.   Pemantauan
       a. Pemantauan Berkelanjutan (ongoing monitoring)
          (1) Apakah pemerintah atau manajemen memiliki strategi
              untuk menjamin efektifitas pelaksanaaan pemantauan
              berkelanjutan? Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
          (a) Apakah strategi yang dimiliki pemerintah atau manajemen
              menjamin umpan balik (feed back) secara rutin,
              pemantauan kinerja dan pencapaian tujuan SPI?
          (b) Apakah strategi pemantauan mencakup metode yang
              memberi penekanan kepada pejabat pelaksana atau
              manajer operasi dalam memantau efektivitas SPI?
          (c) Apakah strategi pemantauan mencakup identifikasi
              kegiatan operasi utama yang membutuhkan review dan
              evalusi tersendiri? Selanjutnya apakah strategi      juga
              meliputi perencanaan untuk evaluasi berkala atas aktivitas
              pengendalian bagi kegiatan atau operasi utama tersebut?
            (2)       Dalam pelaksanaan tugas rutinnya, apakah pegawai
                      memperoleh informasi mengenai berfungsi tidaknyaSPI?
                      Beberapa informasi yang dapat dipertimbangkan adalah:
            (a)       Apakah pejabat pelaksana atau manajemen operasi
                      membandingkan produksi, persedian, penjualan dan
                      informasi lainnya yang didapatkan dari kegiatan rutin

Litbang Pemeriksaan                           Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                Lampiran 3.6




No.                                  Pemahaman SPI                               Ya   Tidak   Catatan

                      dengan sistem yang menghasilkan informasi serta
                      menindaklanjuti setiap ketidakcocokkan atau masalah lain
                      yang diketemukan?
            (b)       Apakah integrasi dan rekonsiliasi informasi operasi yang
                      digunakan untuk mengelola pelaksanaan dengan data
                      yang dihasilkan oleh sistem pelaporan keuangan
                      dilakukan?
            (c)       Apakah     pegawai      pelaksana     diharuskan   untuk
                      bertanggungjawab        atas     kecermatan      laporan
                      keuangannya?
            (3)       Apakah pihak ketiga juga dilibatkan dalam pelaksanaan
                      pemantauan?
            (a)       Apakah keluhan-keluhan masyarakat dan pihak lain dapat
                      segera diketahui penyebabnya?
            (b)       Apakah komunikasi dengan pihak yang berkepentingan
                      dilakukan?
            (c)       Apakah pemerintah/pembuat peraturan menginformasikan
                      hal-hal yang terkait dengan kepatuhan atau hal lain yang
                      menggambarkan berfungsinya SPI?
            (d)       Apakah aktivitas SPI yang semestinya menjaga atau dapat
                      mendeteksi setiap masalah yang muncul tetapi tidak
                      berfungsi dengan baik, kembali dilakukan pengujian?
            (4)       Apakah struktur organisasi dan kegiatan supervisi yang
                      ada dapat membantu pemantauan terhadap fungsi SPI?
            (a)       Apakah pembagian tugas dan tanggung jawab digunakan
                      untuk membantu pendeteksian kecurangan?
            (b)       Apakah auditor intern adalah badan yang independen dan
                      mempunyai kewenangan untuk melaporkan secara
                      langsung kepada pimpinan organisasi?
            (5)       Apakah data yang dicatat oleh sistem informasi maupun
                      keuangan telah dibandingkan secara periodik dengan
                      fisiknya?
            (a)       Apakah persediaan dan aset lainnya diperiksa secara
                      berkala? Dan apakah setiap perbedaan antara yang
                      tercatat dengan jumlah yang ada dikoreksi? Demikian juga
                      dengan sebab-sebab terjadinya perbedaan, apakah
                      dijelaskan dan diperbaiki?
            (b)       Apakah frekwensi perbandingan merupakan fungsi dari
                      penjagaan aset?
            (c)       Apakah tanggung jawab penyimpanan sumber daya dan
                      kekayaan diberikan kepada individu tertentu?
            (6)       Apakah tanggapan atas rekomendasi auditor baik internal
                      maupun eksternal ditujukan untuk memperkuat/perbaikan
                      pengendalian intern?
            (a)       Apakah pejabat pelaksana yang mempunyai kewenangan
                      memberi keputusan mengenai rekomendasi yang akan
                      diimplementasikan?
            (b)       Apakah tindakan yang diinginkan ditindaklanjuti untuk
                      memverifikasi implementasi?
            (7)       Apakah terdapat mekanisme pertemuan dengan para
                      pegawai dalam rangka memperoleh umpan balik mengenai
                      efektifitas SPI?
            (a)       Apakah isu-isu yang relevan, informasi dan umpan balik
                      terkait tengan efektivitas pengendalian intern yang
                      dinyatakan dalam pelatihan, seminar, sesi perencanaan
                      dan pertemuan-pertemuan lain didapatkan dan digunakan
                      oleh manajemen untuk menjawab masalah-masalah atau
                      untuk memperkuat struktur pengendalian intern?
            (b)       Apakah saran-saran dari pegawai terkait dengan
                      pengendalian intern dipertimbangkan dan dilaksanakan
                      secara proporsional?

Litbang Pemeriksaan                             Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                  Lampiran 3.6




No.                                  Pemahaman SPI                                 Ya   Tidak   Catatan

            (c)       Apakah manajemen mendorong para pekerjanya untuk
                      mengidentifikasi kelemahan pengendalian intern dan
                      melaporkan kepadanya dalam rangka pengawasan?
            (8)       Apakah para pegawai secara rutin diminta untuk
                      menyatakan secara eksplisit mengenai kesesuaian
                      perilaku mereka terhadap kode etik?
            (a)       Apakah para pegawai secara berkala diminta untuk
                      melaksanakan kode etik?
            (b)       Apakah ada tanda bagi pembuktian telah dilakukannya
                      fungsi pengendalian untuk fungsi-fungsi pokok seperti
                      rekonsiliasi?
            (9)       Apakah terdapat efektivitas dari kegiatan audit intern?
            (a)       Apakah kegiatan audit intern di dalam organisasi
                      mempunyai tingkat kompetensi dan pengalaman di
                      bidangnya?
            (b)       Apakah posisi-posisi dalam organisasi tepat?
            (c)       Apakah dapat berhubungan dengan dewan direksi ataupun
                      komite audit?
            (d)       Apakah lingkup, tanggung jawab dan perencanaan audit
                      mereka memenuhi kebutuhan organisasi?

        b. Evaluasi Terpisah (Separate Evaluation)
           (1) Apakah lingkup dan frekuensi pelaksanaan evaluasi
                khusus terhadap pengendalian intern telah memadai?
           (a) Apakah hasil penilaian resiko dan efektivitas pemantauan
                berkelanjutan dipertimbangkan dalam menentukan lingkup
                dan frekwensi evaluasi terpisah?
           (b) Apakah seksi atau bagian tertentu pengendalian intern
                dievalusi secara periodik?
           (c) Apakah lingkup, kedalaman cakupan sudah cukup?
           (d) Apakah evaluasi dilakukan oleh pegawai dengan keahlian
                yang dibutuhkan?
           (e) Apakah kejadian-kejadian tertentu seperti perubahan
                rencana atau strategi manajemen yang mendasar,
                ekspansi usaha, perubahan yang signifikan pada operasi
                atau informasi anggaran telah diadakan evaluasi?
            (2)       Apakah metodologi untuk mengevaluasi pengendalian
                      intern telah memadai dan logis? Beberapa hal yang perlu
                      dipertimbangkan:
            (a)       Metodologi yang digunakan seperti checklist, kuisioner
                      atau metode lain.
            (b)       Evaluasi terpisah mungkin saja mencakup review atas
                      design pengendalian dan pengujian langsung terhadap
                      aktivitas pengendalian intern.
            (c)       Apakah tim evaluasi juga dilibatkan dalam merencanakan
                      proses evaluasi?
            (d)       Apakah proses evaluasi dipimpin oleh eksekutif yang
                      mempunyai kewenangan, keahlian dan pengalaman yang
                      dibutuhkan?
            (3)       Apabila evaluasi ini dilakukan oleh auditor intern, apakah
                      mereka memiliki sumber daya, kemampuan dan
                      independensi yang memadai? Hal-hal berikut perlu
                      menjadi bahan pertimbangan:
            (a)       Apakah auditor intern mempunyai pegawai dengan
                      kompetensi dan pengalaman yang dapat melakukan
                      pekerjaan evaluasi?
            (b)       Apakah secara organisasi auditor intern independen dan
                      melaporkan hasil evaluasi kepada tingkat tertinggi yang
                      ada dalam organisasi?
            (c)       Apakah tanggung jawab, lingkup pekerjaan, dan rencana
                      audit    auditor intern dapat memenuhi kebutuhan
                      organisasi?

Litbang Pemeriksaan                              Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                Lampiran 3.6




No.                                  Pemahaman SPI                               Ya   Tidak   Catatan

            (d)       Apakah penyimpangan yang ditemukan dalam evaluasi ini
                      telah dilaporkan ke pimpinan puncak dan telah
                      diselesaikan secara tepat?
            (e)       Apakah terdapat kecukupan proses evaluasi? Beberapa
                      hal berikut dapat dijadikan pertimbangan:
            (f)       Apakah evaluator mempunyai kecukupan pemahaman
                      terhadap aktivitas organisasi?
            (g)       Apakah pemahaman terhadap bagaimana sistem
                      seharusnya bekerja dan bagaimana sistem bekerja
                      didapatkan oleh evaluator?
            (h)       Apakah analisis dengan menggunakan hasil evaluasi
                      sebagai pengukuran terhadap kriteria yang telah
                      ditetapkan dilakukan oleh evaluator?
            (i)       Apakah pekerjaan evaluasi didokumentasikan secara
                      memadai?
        c. Penyelesaian hasil audit
           (1) Apakah terdapat mekanisme yang dapat menjamin bahwa
               terhadap temuan-temuan audit ataupun review lainnya
               telah dilakukan penyelesaian dengan tepat? Antara lain:
           (a) Apakah manager melakukan review dan megevaluasi
               temuan-temuan audit ataupun review lainnya termasuk
               penyimpangan-penyimpangan         dan       kemungkinan
               perbaikannya?
           (b) Apakah manajemen menentukan hal-hal yang perlu
               dilakukan dalam menanggapi temuan dan rekomendasi?
           (c) Apakah tindakan perbaikan dilakukan dalam jangka waktu
               yang telah ditentukan?
           (d) Dalam hal terjadi ketiksetujuan terhadap temuan atau
               rekomendasi, apakah manajemen mampu menunjukkan
               bahwa temuan atau rekomendasi tersebut tidak valid
               ataupun tidak bisa dilaksanakan?
           (e) Apakah manajemen mempunyai pemikiran untuk
               melakukan konsultasi kepada auditor ketika mereka
               percaya bahwa hal tersebut akan membantu proses
               penyelesaian hasil audit?
            (2)       Apakah manajemen tanggap terhadap temuan dan
                      rekomendasi audit ataupun review lainnya yang bertujuan
                      kepada perbaikan pengendalian intern? Hal tersebut dapat
                      terlihat dari:
            (a)       Apakah eksekutif yang berwenang mengevaluasi temuan
                      dan rekomendasi serta menentukan tindakan yang tepat
                      untuk memperbaiki atau meningkatkan pengendalian?
            (b)       Apakah tindakan pengendalian intern yang diinginkan
                      ditindaklanjuti dalam rangka verifikasi pengendalian?
            (3)       Apakah tindak lanjut terhadap temuan dan rekomendasi
                      audit ataupun review lainnya telah dilakukan secara
                      memadai? Antara lain dapat diketahui dari:
            (a)       Apakah masalah-masalah pada transaksi atau kejadian
                      tertentu dikoreksi secara tepat?
            (b)       Apakah penyebab permasalahan yang terjadi dapat
                      diselidiki oleh manajemen?
            (c)       Apakah tindak lanjut untuk meyakinkan bahwa tindakan
                      perbaikan yang diperlukan telah dilakukan?
            (d)       Apakah top manajemen selalu mendapatkan informasi
                      terhadap status dan posisi penyelesaian hasil audit?
            (e)       Apakah penyebab terjadinya permasalahan sebagaimana
                      dituangkan dalam temuan dan rekomendasi telah diselidiki
                      dan telah dilakukan perbaikan?




Litbang Pemeriksaan                             Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                             Lampiran 3.6




No.                                Pemahaman SPI                          Ya    Tidak     Catatan


        KESIMPULAN:




*)    COSO (Committee of Sponsoring Organization of the Treadway Commission), merupakan organisasi
      swasta sukarela yang didirikan pada tahun 1985 yang ditujukan untuk pengembangan kualitas laporan
      keuangan melalui etika bisnis, pengendalian intern yang efektif serta penguasaan perusahaan.




Litbang Pemeriksaan                        Badan Pemeriksa Keuangan
     Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                    Lampiran 3.7




                 FORMULIR PEMAHAMAAN TRANSPARANSI FISKAL

                                                                                                            Langkah-
                                                                                  Peran Pemerintah
                                                                                                         langkah Audit
No                 Unsur Transparansi Fiskal
                                                                                                           yang Harus
                                                                             Desain       Implementasi      Dilakukan
1.    Kejelasan Peran dan Tanggung Jawab
     1.   Sektor pemerintahan harus bisa dibedakan dari sektor
          publik lainnya dan dari sektor ekonomi lainnya, dan
          kebijakan serta peran manajemen dalam sektor publik
          harus jelas dan diungkapkan kepada publik.

             Struktur dan fungsi pemerintah harus ditetapkan dengan
             jelas.
             Tanggung jawab dari setiap level pemerintahan yang
             berbeda, dan pada pihak eksekutif, pihak legislatif, serta
             yudikatif, harus dijelaskan dengan baik.
             Mekanisme yang jelas untuk koordinasi dan manajemen
             aktivitas budgeter dan non budgeter harus ditetapkan.
             Hubungan antara lembaga publik pemerintah dan
             nonpemerintah (yaitu bank sentral, lembaga keuangan
             publik, dan perusahaan nonfinansial) harus didasarkan
             pada pengaturan yang jelas.
             keterlibatan pemerintah pada sektor swasta (misalnya
             melalui penetapan peraturan dan kepemilikan saham)
             dilakukan secara terbuka dan umum, serta didasarkan
             pada aturan dan prosedur yang jelas yang diaplikasikan
             tanpa diskriminasi.

     2.   Harus ada kerangka kerja hukum dan administratif yang
          jelas untuk manajemen fiskal.

             Setiap komitmen atau belanja atas dana publik harus
             dikendalikan oleh hukum anggaran yang menyeluruh
             dan peraturan administratif yang tersedia secara
             terbuka.
             Pajak, bea cukai, biaya, dan beban harus mempunyai
             dasar hukum eksplisit. Hukum dan peraturan pajak
             harus dapat diakses dengan mudah dan mudah
             dimengerti, serta kriteria yang jelas harus memberi
             petunjuk dalam setiap penerapan kebijakan
             administratif.
             Standar etis atas tingkah laku untuk pegawai negeri
             harus jelas dan dipublikasikan dengan baik.


2.    Ketersediaan Informasi untuk Publik

     1.   Masyarakat harus disediakan informasi yang lengkap
          tentang aktivitas fiskal pemerintah di masa lalu, sekarang
          dan yang direncanakan.

             Dokumentasi anggaran, Laporan Akhir, dan laporan
             fiskal lainnya untuk publik harus mencakup seluruh
             aktivitas budgeter dan non budgeter pemerintah pusat,
             dan posisi fiskal pemerintah pusat yang telah
             dikonsolidasikan harus dupublikasikan.
             Harus tersedia informasi tentang realisasi anggaran
             untuk dua tahun sebelumnya bersama dengan ramalan
             anggaran pokok untuk dua tahun kedepan, serta harus
             bisa diperbandingkan dengan anggaran tahunan.
             Pernyataan yang menjelaskan sifat dan signifikansi
             fiskal atas kewajiban kontinjen pemerintah pusat dan


     Litbang Pemeriksaan                               Badan Pemeriksa Keuangan
     Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                             Lampiran 3.7



             belanja pajak dan aktivitas quasi-fiskal, harus menjadi
             bagian dari dokumentasi anggaran.
             Pemerintah pusat harus mempublikasikan informasi
             secara lengkap tentang level dan komposisi utang serta
             aset finansial pemerintah.
             Jika level pemerintah subnasional signifikan, kombinasi
             posisi fiskal gabungan dan posisi fiskal konsolidasian
             untuk seluruh pemerintahan harus dipublikasikan.

     2.   Harus dibuat suatu komitmen untuk mempublikasikan
          informasi fiskal secara tepat waktu.

             Publikasi informasi fiskal harus menjadi kewajiban legal
             pemerintah.
             Tanggal-tanggal penerbitan informasi keuangan harus
             diumumkan sebelumnya.



3.    Perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan anggaran secara
      terbuka.

     1.   Dokumentasi anggaran harus merinci sasaran kebijakan
          fiskal, kerangka makroekonomi, basis kebijakan anggaran,
          dan risiko fiskal utama yang bisa diidentifikasikan.
             Pernyataan sasaran kebijakan fiskal dan penilaian
             kemampuan fiskal harus menyediakan kerangka kerja
             untuk anggaran tahunan.
             Semua ketentuan fiskal yang telah diterapkan (misalnya
             persyaratan anggaran berimbang dan batas pinjaman
             pemerintah pada level subnasional) harus ditetapkan
             dengan jelas.
             Anggaran tahunan harus dipersiapkan dan disajikan
             dalam kerangka makroekonomi kuantitatif yang
             menyeluruh dan konsisen serta asumsi-asumsi yang
             mendasari anggaran harus disediakan.
             Kebijakan-kebjakan baru yang sedang diperkenalkan
             dalam anggaran tahunan harus digambarkan dengan
             jelas.
             Risiko fiskal yang utama harus diidentifikasi dan diukur
             apabila memungkinkan, termasuk variasi asumsi
             ekonomi dan biaya tidak pasti atas komitmen belanja
             spesifik (sebagai contoh restrukturisasi keuangan).

     2.   Informasi anggaran harus disajikan dengan cara yang
          dapat memfasilitasi analisis kebijakan dan meningkatkan
          pertanggungjawaban.

             Data anggaran harus dilaporkan dalam basis
             bruto,membedakan antara pendapatan, belanja, dan
             pembiayaan, dengan belanja yang diklasifikasikan
             berdasarkan kategori ekonomi, fungsi, dan administratif.
             Data aktivitas nonbudgeter harus dilaporkan dengan
             basis yang sama.
             Pernyataan tujuan yang akan dicapai dengan program
             anggaran utama (sebagai contoh peningkatan indikator
             sosial yang relevan) harus disediakan.
             Saldo keseluruhan pemerintah harus bisa menjadi
             standar ringkasan indikator posisi fiskal pemerintah. Hal
             itu harus ditambahkan, jika sesuai, dengan indikator
             fiskal lainnya pada pemerintah (sebagai contoh saldo
             operasional, saldo struktural, atau saldo utama).
             Saldo sektor publik harus dilaporkan ketika lembaga
             publik nonpemerintah melakukan aktivitas quasi-fiskal
             yang signifikan.

     3.   Prosedur-prosedur untuk melaksanakan dan mengawasi
          belanja yang telah disetujui serta merealisasikan
          pendapatan harus ditetapkan denga jelas


     Litbang Pemeriksaan                               Badan Pemeriksa Keuangan
     Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                             Lampiran 3.7




             Harus ada sistem akuntansi yang menyeluruh dan
             terintegrasi yang menyediakan dasar yang dapat
             dipercaya untuk menghitung pembayaran tunggakan.
             Pengadaan dan regulasi pegawai harus distandarisasi
             dan mudah dijangkau oleh semua pihak.
             Pelaksanaan anggaran harus telah diperiksa oleh pihak
             internal, dan prosedur pemeriksaan harus terbuka untuk
             direviu.
             Administrasi pajak nasional harus dilindungi undang-
             undang dari kepentingan politik dan harus melaporkan
             secara teratur atas aktivitas-aktivitas yang dilakukannya.

     4.   Harus dilakukan pelaporan fiskal secara teratur kepada
          legislatif dan kepada publik.
             Laporan tengah tahunan anggaran harus diserahkan
             kepada legislatif. Laporan yang lebih sering (paling tidak
             triwulan) juga harus dipublikasikan.
             Laporan Keuangan akhir tahun harus disajikan kepada
             legislatif dalam satu tahun setelah tahun anggaran fiskal
             berakhir.
             Hasil yang dicapai berdasarkan program anggaran
             utama harus dilaporkan kepada legislatif secara
             tahunan.
4.    Jaminan integritas
     1.   Data Fiskal Harus Memenuhi Standar Kualitas Data yang
          Diterima umum

             Data anggaran harus mencerminkan tren pendapatan
             dan belanja tahun berjalan, perkembangan
             makroekonomi yang mendasarinya, dan kebijakan
             komitmen yang ditetapkan dengan baik.
             Anggaran tahunan dan Laporan Keuangan akhir tahun
             harus mengindikasikan basis akuntansi (sebagai contoh
             kas atau akrual) dan standar yang digunakan dalam
             penggabungan dan penyajian data anggaran.
             Harus ada jaminan yang spesifik atas kualitas data
             fiskal. Khususnya, harus ada indikasi apakah data dalam
             laporan keuangan secara internal telah konsisten dan
             telah direkonsiliasi dengan sumber data yang lain.

     2.   Informasi fiskal harus diperiksa oleh pemeriksa independen.
              Badan pemeriksa nasional atau organisasi yang setara,
              yang independen dan pihak eksekutif, harus
              menyediakan laporan atas integritas keuangan dalam
              pertanggungjawaban pemerintah kepada legislatif dan
              masyarakat dengan tepat waktu.
              Tenaga ahli independen harus disertakan dalam
              penilaian perkiraan fiskal dan makroekonomi yang
              ndasarinya, serta semua asumsi yang digunakan.
              Lembaga statistik nasional harus diberikan independensi
              institusional untuk memverifikasi kualitas data fiskal.




     Litbang Pemeriksaan                               Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                               Lampiran 3.8



       Akun Signifikan

       Proses Akuntansi Signifikan

                                                                             RINGKASAN PENILAIAN RISIKO: AKUN NERACA

             Langkah                              Faktor Resiko Inheren Utama                                 Asersi--------->             C   O   V&A   R&O
       3                                                                                        IR            rendah/menengah/tinggi
       Pemahaman
       Entitas




       5 Pengendalian                                                                           IR            rendah/menengah/tinggi
       Intern
       pada Entity Level




       6 Menyusun                                                                               IR            rendah/menengah/tinggi
       Strategi Audit
       Awal


       7&8 Memahami dan mengevaluasi                                                 Proses
       dan pengendalian terkait / Melakukan Test of Control


                                                   Pengendalian yang teridentifikasi dan
          Proses Akuntansi          Strategi                 terdokumentasi


                                      TOC                                                       CR            rendah/menengah/tinggi


                                      TOC                                                       CR            rendah/menengah/tinggi

                                     WALK                                                       CR            rendah/menengah/tinggi


       Evaluasi secara keseluruhan
       Pada kotak sebelah kanan, masukkan evaluasi berdasarkan hasil dari langkah               IR            rendah/menengah/tinggi
       sebelumnya                                                                               CR            rendah/menengah/tinggi

                                      Penilaian Risiko Gabungan (CRA) berdasarkan penilaian terhadap Risiko Inheren dan Risiko Pengendalian diatas
                                   CRA         ( Rendah, Menengah , Tinggi)
                                   [Nilai-nilai tersebut secara otomatis diambil dari keputusan-keputusan mengenai CRA yang
                      9
                                   diambil diatas]




                                                                 (RESIKO AUDIT YANG TERSISA) REMAINING AUDIT RISK
       Batasan dari prosedur substantif yang dibutuhkan untuk                                       membahas
       remaining audit risk
       [Nilai-nilai tersebut secara otomatis diambil dari keputusan-keputusan mengenai CRA diatas]



                                                                             Strategi audit untuk mebahas remaining audit risk
                      10                         Analitis dan analisa data                      (Ketik "Ya" pada kotak yg sesuai utk
                      11                         Pengujian rincian                              mengindikasikan pendekatan yang diambil)




                                                      Ringkasan prosedur substantif yang dirancang untuk membahas remaining audit risk
                      12           Timing                        Analitis                           Asersi -------->         C                 V     E   R&O

                                     Akhir
                  Test 1
                                     Tahun
                                                                                                                                               x
                                     Akhir
                  Test 2
                                     Tahun
                                                                                                                                               x
                   13                                          Pengujian rincian
                  Test 1             Interim
                  Test 2           Akhir Tahun
                  Test 3           Akhir Tahun
                  Test 3           Akhir Tahun

                      Keterangan:
                      C = Kelengkapan
                      O = Keberadaan dan Keterjadian
                      R & O = Hak dan Kewajiban
                      V & A = Penilain dan Alokasi




Litbang Pemeriksaan                                                                            Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                                                Lampiran 3.8



            Akun Signifikan                                                                                                                      PIUTANG

            Proses Akuntansi Signifikan                                                                                            Pendapatan Negara, Penerimaan Kas

                                                                                RINGKASAN PENILAIAN RISIKO: AKUN NERACA

                  Langkah                          Faktor Resiko Inheren Utama                                       Asersi--------->           C          O        V&A                R&O
            3                                                                                            IR        rendah/menengah/tinggi                                              tinggi
            Pemahaman               1. Penerimaan lebih kecil dari anggaran
            Entitas                 2. Penerimaan anggaran terlambat diterima




            5 Pengendalian                1. Rapat dengan Instansi terkait secara teratur                IR        rendah/menengah/tinggi    rendah     rendah     rendah          rendah
            Intern
            pada Entity Level



            6 Menyusun                                                                                   IR        rendah/menengah/tinggi                                              tinggi
            Strategi Audit          Penurunan perputaran piutang yang signifikan
            Awal


            7&8 Memahami dan mengevaluasi                                                 Proses dan
            pengendalian terkait / Melakukan Test of Control


                                                     Pengendalian yang teridentifikasi dan
              Proses Akuntansi       Strategi                  terdokumentasi

                                                  1. Membandingkan jumlah anggaran dengan
             Pendapatan (Proses
                                       TOC        jumlah penerimaan                       CR                       rendah/menengah/tinggi    rendah
                 Data Rutin)
                                                  1. Seluruh pelunasan piutang harus
                                       TOC        dilakukan dengan cara transfer bank                    CR        rendah/menengah/tinggi                          rendah          rendah
               Penerimaan Kas
                                                  3. Pemeriksaan harian atas transfer masuk
             (Proses Data Rutin)
                                      WALK        ke rekening piutang                                    CR        rendah/menengah/tinggi    rendah


            Evaluasi secara keseluruhan
            Pada kotak sebelah kanan, masukkan evaluasi berdasarkan hasil dari langkah                   IR        rendah/menengah/tinggi     tinggi     tinggi     tinggi          Tinggi
            sebelumnya                                                                                   CR        rendah/menengah/tinggi    rendah     rendah     rendah          rendah

                                        Penilaian Risiko Gabungan (CRA) berdasarkan penilaian terhadap Risiko Inheren dan Risiko Pengendalian diatas
                                    CRA         (Min, Rendah, Mod , Tinggi)
                                    [Nilai-nilai tersebut secara otomatis diambil dari keputusan-keputusan mengenai CRA yang Rendah Rendah   Rendah                          Rendah
                         9
                                    diambil diatas]




                                                                          (RESIKO AUDIT YANG TERSISA) REMAINING AUDIT RISK
            Batasan dari prosedur substantif yang dibutuhkan untuk                                                           membahas
            remaining audit risk                                                                                                            Deteksi    Deteksi    Deteksi    Deteksi
            [Nilai-nilai tersebut secara otomatis diambil dari keputusan-keputusan mengenai CRA diatas]


                                                                           Strategi audit untuk mebahas remaining audit risk
                        10                        Analitis dan analisa data                     (Ketik "Ya" pada kotak yg sesuai utk                      Ya         Ya
                        11                        Pengujian rincian                             mengindikasikan pendekatan yang diambil)       Ya         Ya         Ya                 Ya


                                                         Ringkasan prosedur substantif yang dirancang untuk membahasremaining audit risk
                        12          Timing                          Analitis                          Asersi -------->       C           V                            E                R&O
                                                Membandingkan piutang tahun berjalan sebagai
                                                persentase penjualan bersih dengan persentase periode
                      Test 1        Akhir Tahun sebelumnya, dan mempertimbangkan kewajaran
                                                persentase tahun berjalan                                                                                  x
                                                Membandingkan perputaran piutang periode berjalan dan
                                                jumlah hari sales outstanding dengan jumlah sebelumnya,
                      Test 2        Akhir Tahun   kemudian mempertimbangkan kewajaran dari jumlah
                                                              pada periode tahun berjalan.
                                                                                                                                                           x
                       13                                          Pengujian rincian
                      Test 1          Interim     Mengirimkan konfirmasi permintaan untuk saldo Rp__
                      Test 2        Akhir Tahun Mengadakan pengujiancut-off atas penjualan
                      Test 3        Akhir Tahun Melakukan pengkajian atas proses penagihan selanjutnya
                      Test 3        Akhir Tahun Menelusuri dokumen yang mendasari transaksi untuk
                                                  jumlah diatas Rp___
                          Keterangan:
                          C = Kelengkapan
                          O = Keberadaan dan Keterjadian
                          R & O = Hak dan Kewajiban
                          V & A = Penilain dan Alokasi




Litbang Pemeriksaan                                                                               Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                             Lampiran 3.9




                                                         Perhitungan Materialitas


                          Entitas yang Diperiksa                     :
                          Periode Laporan Keuangan                   :

                          Dasar Perhitungan Materialitas             :
                          Jumlah Yang Mendasari                      :
                          Prosentasi Materialitas                    :
                          Materialitas                               :
                          Prosentase Materialitas Per Akun           :
                          Kesalahan Tertoleransi                     :

                           Diajukan oleh:                                Disetujui oleh:
                           Ketua Tim,                                    Penanggung Jawab,




LItbang Pemeriksaan                                          Badan Pemeriksa Kuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                         Lampiran 3.9



        Contoh Penentuan Materialits (Dihitung berdasarkan % dari belanja)

        Laporan Realisasi Anggaran
        Pemerintah Pusat Tahun 200X
        (Dalam Ribuan Juta Rupiah)

                                                                                                         Planning    Kesalahan Yang
                                         Uraian                                  Nilai Realisasi
                                                                                                       Materiality 1% Dapat Ditolerir


        I      Pendapatan Negara dan Hibah                                                645.624
        I.I    Penerimaan Perpajakan                                                      351.974
        I.2    Penerimaan Negara Bukan Pajak                                              180.697
        I.3    Penerimaan Hibah                                                             7.445


        2      Belanja                                                                    565.070             5.651             2.825
        2.2    Balanja Pemerintah Pusat                                                   371.880
        2.2    Belanja Untuk Daerah                                                       265.197
               ...                                                                             ...
               Surplus                                                                     80.554


               Perhitungan Materialitas :

                                          Kertas Kerja Perhitungan Pertimbangan Awal Tentang Materialitas
                                        (Worksheet for Calculating the Preliminary Judgment about Materiality)

                      Auditee                                            :   Pemerintah Pusat

                      Tahun Anggaran                                     :              200X

                      Identifikasi Jumlah Yang Mendasari/
                      (Identify Base Amount)
                      1. Jumlah Yang Mendasari/Base Amount               :                565.070                      (total Belanja)
                      2. Perhitungan Materialitas Terencana              :                  5.651                     (1% x 565.070)
                         (Calculating Planning Materiality)
                      3. Jumlah Kesalahan Yang Dapat Ditoleransi         :                     2.825                  (50% x 5.651)
                         (Tolerable Error)




Litbang Pemeriksaan                                          Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                Lampiran 4.1




                                   Badan Pemeriksa Keuangan
                                      Republik Indonesia



                                                                       Review Sheet Ketua Tim




 No      Indeks KKP                Risalah Hasil Pembahasan          Tindak Lanjut/Tanggal




                                                                    ……………,…………..,20……
                                                                        Ketua Tim


                                                                    …………………………………
                                                                    NIP……………………………..



Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                     Lampiran 4.1




                                   Badan Pemeriksa Keuangan
                                      Republik Indonesia



                                                                    Review Sheet Pengendali Teknis




 No      Indeks KKP                Risalah Hasil Pembahasan              Tindak Lanjut/Tanggal




                                                                      ……………,…………..,20……
                                                                        Pengendali Teknis


                                                                      …………………………………
                                                                      NIP……………………………..



Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                     Lampiran 4.1




                                   Badan Pemeriksa Keuangan
                                      Republik Indonesia



                                                                    Review Sheet Penanggung Jawab




 No      Indeks KKP                Risalah Hasil Pembahasan               Tindak Lanjut/Tanggal




                                                                       ……………,…………..,20……
                                                                         Penanggung Jawab


                                                                       …………………………………
                                                                       NIP……………………………..




Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                            Lampiran 4.2




                                               Badan Pemeriksa Keuangan
                                                  Republik Indonesia




     LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN PEMERIKSAAN

                                                                      Kesesuaian dengan tujuan dan harapan
                 Kriteria Penilaian Laporan Perkembangan              penugasan serta program pemeriksaan
  No
                          Pelaksanaan Pemeriksaan
                                                                          Sudah Sesuai      Belum Sesuai

                                       PERENCANAAN PEMERIKSAAN

          Pemahaman tujuan pemeriksaan dan harapan
     1    penugasan

     2    Pemenuhan kebutuhan pemeriksa

     3    Pemahaman atas entitas
          Pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan
     4    atas LKPP dan atau LKKL sebelumnya

     5    Pemahaman sistem pengendalian intern

     6    Pemahaman dan penilaian risiko

     7    Penentuan materialitas dan kesalahan tertolerir

     8    Penentuan metode uji petik

     9    Pelaksanaan prosedur analitis awal dan
          Penyusunan program pemeriksaan dan penyusunan
   10     program kerja perorangan

                                       PELAKSANAAN PEMERIKSAAN


     1    Pelaksanaan Pengujian Analitis Terinci

     2    Pengujian Sistem Pengendalian Intern

     3    Pengujian Substansi Transaksi dan Saldo

     4    Penyelesaian Penugasan




Konsep Final                             Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                   Lampiran 4.2




     5    Penyusunan Ikhtisar Koreksi

     6    Penyusunan Konsep Temuan Pemeriksaan
     7    Pembahasan Konsep Temuan Pemeriksaan dengan
          Pejabat Pemerintah Pusat yang Berwenang

     8    Perolehan Tanggapan Resmi dan Tertulis

     9    Penyampaian Temuan Pemeriksaan
                                    PELAPORAN HASIL PEMERIKSAAN

 1        Penyusunan Konsep Laporan Hasil Pemeriksaan
          Pembahasan Konsep Laporan Hasil Pemeriksaan
 2
          dengan Penaggung Jawab
          Penyampaian Konsep Laporan Hasil Pemeriksaan
 3
          dengan Pemerintah Pusat
          Pembahasan Konsep Hasil Pemeriksaan dengan
 4
          Pemerintah Pusat
          Perolehan Surat Representasi atas Laporan
 5
          Keuangan dari Pemerintah Pusat
          Penyusunan Konsep Akhir dan Penyampaian
 6
          Laporan Hasil Pemeriksaan


Keterangan:
     Kolom kesesuaian dengan tujuan dan harapan penugasan serta program pemeriksaan diisi
     dengan membubuhkan tick mark (√) pada kolom yang tepat.




                                                                   …………….,………….,20..
                                                                    Penanggung Jawab………
                                                                    di…………………………


                                                                     …………………………
                                                                     NIP……………………..




Konsep Final                            Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                                                                                  Lampiran 4.3


                                                        LEMBAR KENDALI PENYELESAIAN LAPORAN


                                                                                    Tanggal pemeriksaan dimulai         :
Nama Entitas   :                                                                    Tanggal pemeriksaan selesai         :
Semester       :                                                                    Tanggal TP ditandatangani           :
Tahun Anggaran :                                                                    Tanggal pembahasan TP selesai       :

                                                        Deadline                                           Tanggal Aktual                    Rekapitulasi
               Penyelesaian
  No                                                                                                                                         jumlah hari
               Laporan oleh          1*     2*     3*      4*       5*        6*        7*       1*   2*   3*   4*     5*      6*    7*
                                                                                                                                          penyelesaian KHP
  1.      Ketua Tim                 20/4   27/4   4/5     4/5      11/5      19/5     26/5
  2.      Pengendali Teknis         22/4   29/4   6/5     6/5      13/5      21/5     28/5
  3.      Penanggungjawab           25/4   2/5    9/5     9/5      16/5      24/5     31/5

Penanggungjawab                 :
Pengendali Teknis               :
Ketua Tim                       :


 Pengendali Teknis                                                                       Penanggungjawab : …………..




                                                                                                                            …………….., …………………, 20….
                                                                                                                             Penanggung Jawab ……………
                                                                                                                                      di Jakarta

                                                                                                                                    ……………………
                                                                                                                                    NIP………………


Konsep Final                                                              Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                                                                          Lampiran 4.3


Keterangan :         -     Kolom pada tanggal aktual diisi tanggal aktual penyelesaian supervisi dan koreksi dari tiap kegiatan berikut:
                            1.   TP seluruh LKKL
                            2.   Pembahasan konsep LHP LKKL dengan pejabat entitas yang diperiksa
                            3.   LHP atas seluruh pemeriksaan LKKL
                            4.   TP atas LKPP (sebelum konsolidasian)
                            5.   Konsolidasian atas seluruh LHP LKKL dan konsep LHP LKPP
                            6.   Pembahasan konsep LHP LKPP (konsolidasian)
                            7.   LHP atas LKPP konsolidasian.

                     -     Tiap kolom harus berisi satu tanggal.




Konsep Final                                                            Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                                                                  Lampiran 6


                                                                              Indeks KKP No.:


                                    Pemeriksaan atas Laporan Keuangan           Penyusun/Tgl:             /
                                     Pemerintah Pusat ....... Tahun ......



  Badan Pemeriksa Keuangan                                                        Pereviu/ Tgl:           /
     Republik Indonesia




                                                    PELAPORAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT
                                                LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LKPP TAHUN ….

                                                               Monitoring Tindak Lanjut
                                                                       Belum
                                                       Selesai                                                          Pengaruh terhadap
No.               Rekomendasi BPK-RI                                   Selesai        Belum                   Alasan
                                                        Sesuai                                                         LKPP yang diperiksa
                                                                       Sesuai     Ditindaklanjuti
                                                     Rekomendasi
                                                                   Rekomendasi




Konsep Final                                                                   Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                                                                  Lampiran 6


                                                                               Indeks KKP No.:


                                    Pemeriksaan atas Laporan Keuangan           Penyusun/Tgl:             /
                                     Pemerintah Pusat ....... Tahun ......



  Badan Pemeriksa Keuangan                                                        Pereviu/ Tgl:           /
     Republik Indonesia



                                              PELAPORAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT
                             LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LK KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA TAHUN ….

                                                               Monitoring Tindak Lanjut
                                                                                                                       Pengaruh terhadap LK
                                                                       Belum
                                                       Selesai                                                             Kementerian
No.               Rekomendasi BPK-RI                                   Selesai        Belum                   Alasan
                                                        Sesuai                                                         Negara/Lembaga yang
                                                                       Sesuai     Ditindaklanjuti
                                                     Rekomendasi                                                             diperiksa
                                                                   Rekomendasi




Konsep Final                                                                   Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                                                                                                                                                                             Lampiran 7.1




                                                                                                                                                                                            Indeks KKP
                                                                                                                                                                                            Dep/lemb
                                                                                                                                                                                            Disusun oleh
                                                                                                                                                                                            Tanggal
                                            BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI

                                                       LEAD SCHEDULE


                                                                                                                                                                                             Audited tahun
                 Referensi                    Uraian        Indeks KKP   Unaudited (Rp)                    Koreksi                          Reklasifikasi                Audited (Rp)                             Variance       Keterangan
                                                                                                                                                                                               lalu (Rp)
                                                                                              Debet (Rp)         Kredit (Rp)          Debet (Rp)       Kredit (Rp)                                               Rp          %

                                                                                                                                                                                        -                              -

                                                                                                                                                                                        -                              -

                                                                                                                                                                                        -                              -
                                                                                                                                                                                        -                              -
                                                                                                                                                                                        -                              -
                                                                                                                                                                                        -                              -
                                    Total                                                 -                 -                    -                 -                 -                  -                    -         -




Litbang Pemeriksaan                                                                                              Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                                                                                                                                           Lampiran 7.2




                      BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI

                             SUB LEAD SCHEDULE




                                                                                                                                  Reklasifikasi                     Audited          Variance
                                                         Unaudited       Indeks                                    Indeks
   Referensi                       Uraian   Indeks KKP                                  Koreksi                                                     Audited (Rp)   tahun lalu                          Keterangan
                                                           (Rp)           KKP                                       KKP
                                                                                                    Kredit                                 Kredit                     (Rp)
                                                                                                                              Debet (Rp)                                            Rp          %
                                                                                  Debet (Rp)         (Rp)                                   (Rp)


                                                                                                                                                               -                         -   #DIV/0!
                                                                                                                                                               -                         -   #DIV/0!
                                                                                                                                                               -                         -   #DIV/0!




                                                                     -                         -                                                               -                -        -   #DIV/0!




Litbang Pemeriksaan                                                                                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPD                                                                      Lampiran 7.3


                                                                          Indeks KKP No.:

                                Pemeriksaan atas Laporan Keuangan          Penyusun/Tgl:                /
                                 Pemerintah Daerah ....... Tahun ......




     Badan Pemeriksa Keuangan                                                Pereviu/ Tgl:              /
         Republik Indonesia




I.      Definisi



II. Tujuan



III. Langkah Pemeriksaan




IV. Hasil Pemeriksaan




V. Kesimpulan




Konsep Final                           Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                                          Lampiran 7.4


                                     DAFTAR INDEKS KKP

I.   Index KKP permanent file dan current file dilakukan dengan index sebagai berikut :
1.   Permanent File
     a. Peraturan-peraturan umum                                                                PF1
     b. Struktur organisasi                                                                     PF2
2.   Current File
     a. Surat Tugas                                                                             CF1
     b. Program Pemeriksaan                                                                     CF2
     c. Laporan Keuangan Unaudited                                                              CF3
     d. Lembaran Temuan Pemeriksaan                                                             CF4
     e. Hasil Pemeriksaan                                                                       CF5
     f. Korespondensi                                                                           CF6
     g. Jadwal Pemeriksaan (khusus untuk Dephankam, TNI, Polri)                                 CF7

II. Index KKP untuk setiap akun LRA, Neraca dan Laporan Arus Kas untuk LKPP maupun LKKL
dilakukan dengan index sebagi berikut :

LAPORAN REALISASI APBN

A. Pendapatan Negara dan Hibah                                                     B.2.1
    I. Penerimaan Perpajakan                                                       B.2.1.1
       1. Pajak Dalam Negeri                                                       B.2.1.1.1
       2. Pajak Perdagangan Internasional                                          B.2.1.1.2
   II. Penerimaan Negara Bukan Pajak                                               B.2.1.2
       1. Penerimaan Sumber Daya Alam                                              B.2.1.2.1
       2. Bagian Pemerintah atas Laba BUMN                                         B.2.1.2.2
       3. Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya                                    B.2.1.2.3
  III. Penerimaan Hibah                                                            B.2.1.3
B. Belanja Negara                                                                  B.2.2
    I. Belanja Pemerintah Pusat                                                    B.2.2.1
       1. Belanja Pegawai                                                          B.2.2.1.1
       2. Belanja Barang                                                           B.2.2.1.2
       3. Belanja Modal                                                            B.2.2.1.3
       4. Pembayaran Bunga Utang                                                   B.2.2.1.4
       5. Subsidi                                                                  B.2.2.1.5
       6. Bantuan Sosial                                                           B.2.2.1.6
       7. Belanja Lain-lain                                                        B.2.2.1.7
   II. Belanja untuk Daerah                                                        B.2.2.2
       1. Dana Perimbangan                                                         B.2.2.2.1
          a. Dana Bagi Hasil                                                       B.2.2.2.1.1
          b. Dana Alokasi Umum                                                     B.2.2.2.1.2
          c. Dana Alokasi Khusus                                                   B.2.2.2.1.3
       2. Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian                                      B.2.2.2.2
          a. Dana Otonomi Khusus                                                   B.2.2.2.2.1
          b. Dana Penyesuaian                                                      B.2.2.2.2.2
  III. Suspen                                                                      B.2.2.3
C. Surplus (Defisit) Anggaran (A - B)                                              B.2.3
D. Pembiayaan                                                                      B.2.4
    I. Pembiayaan Dalam Negeri                                                     B.2.4.1
       1. Perbankan Dalam Negeri                                                   B.2.4.1.1
       2. Non Perbankan Dalam Negeri                                               B.2.4.1.2
   II. Pembiayaan Luar Negeri (Neto)                                               B.2.4.2
       1. Penarikan Pinjaman Luar Negeri (Bruto)                                   B.2.4.2.1
          a. Penarikan Pinjaman Program                                            B.2.4.2.1.1
          b. Penarikan Pinjaman Proyek                                             B.2.4.2.1.2
       2. Pembayaran Cicilan Pokok Utang Luar Negeri                               B.2.4.2.2
E. Sisa Lebih (Kurang )Pembiayaan Anggaran-SILPA (SIKPA ) (D+C)                    B.2.5




Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                      Lampiran 7.4



C. NERACA

ASET
Aset Lancar
  Kas dan Bank
    Rekening Kas BUN di Bank Indonesia                             C.2.1
    Rekening Kas di KPPN                                           C.2.2
    Rekening Pemerintah Lainnya di Bank Indonesia                  C.2.3
    Kas di Bendahara Pengeluaran                                   C.2.4
    Kas di Bendahara Penerimaan                                    C.2.5
  Uang Muka dari Rekening BUN                                      C.2.6
  Piutang
    Piutang Pajak                                                  C.2.7
    Piutang Bukan Pajak                                            C.2.8
    Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran                       C.2.9
    Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi                      C.2.10
    Piutang Lain-lain                                              C.2.11
  Persediaan                                                       C.2.12
Investasi Jangka Panjang
  Investasi Non Permanen
    Rekening Dana Investasi/Rekening Pembangunan Daerah            C.2.13
    Dana Bergulir                                                  C.2.14
    Investasi Non Permanen Lainnya                                 C.2.15
  Investasi Permanen
    Investasi Permanen Penyertaan Modal Pemerintah                 C.2.16
    Investasi Permanen Lainnya                                     C.2.17
Aset Tetap                                                         C.2.18
  Tanah                                                            C.2.18.1

 Peralatan dan Mesin                                               C.2.18.2
 Gedung dan Bangunan                                               C.2.18.3
 Jalan, Irigasi, dan Jaringan                                      C.2.18.4
 Aset Tetap Lainnya                                                C.2.18.5
 Konstruksi Dalam Pengerjaan                                       C.2.18.6
Dana Cadangan
 Dana Cadangan                                                     C.2.19
Aset Lainnya                                                       C.2.20
 Tagihan Penjualan Angsuran                                        C.2.20.1
 Tagihan Tuntutan Ganti Rugi                                       C.2.20.2
 Kemitraan Dengan Pihak Ketiga                                     C.2.20.3
 Dana yang Dibatasi Penggunaannya                                  C.2.20.4
 Aset Tak Berwujud                                                 C.2.20.5
 Aset Lain-lain                                                    C.2.20.6
KEWAJIBAN
Kewajiban Jangka Pendek
 Utang Perhitungan Fihak Ketiga                                    C.2.21
 Bagian Lancar Utang Jangka Panjang                                C.2.22
 Utang Bunga                                                       C.2.23
 Utang Jangka Pendek Lainnya                                       C.2.24
Kewajiban Jangka Panjang
 Utang Jangka Panjang Dalam Negeri
   Utang Jangka Panjang Dalam Negeri SUN                           C.2.25
   Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Lainnya                       C.2.26
 Utang Jangka Panjang Luar Negeri
   Utang Jangka Panjang Luar Negeri Perbankan                      C.2.27
   Utang Jangka Panjang Luar Negeri Non Perbankan                  C.2.28
   Utang Jangka Panjang Luar Negeri SUN                            C.2.29
   Utang Jangka Panjang Luar Negeri Lainnya                        C.2.30
EKUITAS DANA
Ekuitas Dana Lancar
 SAL                                                               C.2.31
 SILPA (SIKPA)                                                     C.2.32
 Dana Lancar Lainnya                                               C.2.33
 Cadangan Piutang                                                  C.2.34
 Cadangan Persediaan                                               C.2.35
 Pendapatan yang Ditangguhkan                                      C.2.36
 Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek   C.2.37



Litbang Pemeriksaan                   Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                       Lampiran 7.4



Ekuitas Dana Investasi
 Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang                      C.2.38
 Diinvestasikan dalam Aset Tetap                                    C.2.39
 Diinvestasikan dalam Aset Lainnya                                  C.2.40
 Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang   C.2.41
Ekuitas Dana Cadangan
 Diinvestasikan dalam Dana Cadangan                                 C.2.42
EKUITAS DANA NETO
LAPORAN ARUS KAS

A. ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
   I. Arus Kas Masuk
      1. Penerimaan Perpajakan                                      D.2.1
         a. Pajak Penghasilan                                       D.2.1.1
         b. Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan Barang Mewah      D.2.1.2
         c. Pajak Bumi dan Bangunan                                 D.2.1.3
         d. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan               D.2.1.4
         e. Cukai                                                   D.2.1.5
         f. Bea Masuk                                               D.2.1.6
        g. Pajak Ekspor                                             D.2.1.7
        h. Pajak Lainnya                                            D.2.1.8
      2. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)                       D.2.2
        a. Penerimaan Sumber Daya Alam                              D.2.2.1
        b. Penerimaan Bagian Pemerintah atas Laba BUMN              D.2.2.2
        c. Penerimaan PNBP Lainnya                                  D.2.2.3
     3. Penerimaan Hibah                                            D.2.3
  II. Arus Kas Keluar
     1. Belanja Pegawai                                             D.2.4
     2. Belanja Barang dan Jasa                                     D.2.5
     3. Bunga Utang                                                 D.2.6
     4. Subsidi                                                     D.2.7
     5. Bantuan Sosial                                              D.2.8
     6. Belanja Lain-Lain                                           D.2.9
     7. Bagi Hasil Pajak                                            D.2.10
     8. Bagi Hasil Sumber Daya Alam                                 D.2.11
     9. Dana Alokasi Umum                                           D.2.12
   10. Dana Alokasi Khusus                                          D.2.13
   11. Dana Otonomi Khusus                                          D.2.14
   12. Dana Penyesuaian                                             D.2.15
B. ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI ASET NON KEUANGAN-
  I. Arus Kas Masuk
     1. Penjualan Aset                                              D.2.16
 II. Arus Kas Keluar-
     1. Belanja Aset Tetap                                          D.2.17
C. ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN
  I. Arus Kas Masuk
     1. Penerimaan Pinjaman Dalam Negeri – Perbankan                D.2.18
     2. Penerimaan Pinjaman Dalam Negeri – Obligasi                 D.2.19
     3. Penerimaan Pinjaman Dalam Negeri – Lainnya                  D.2.20
     4. Penerimaan dari Divestasi
     5. Penerimaan Pinjaman Luar Negeri                             D.2.21
     6. Penerimaan Pembiayaan Lain-lain                             D.2.22
 II. Arus Kas Keluar
     1. Pembayaran Pembiayaan Dalam Negeri-Perbankan                D.2.23
     2. Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri – Obligasi           D.2.24
     3. Pengeluaran Penyertaan Modal Pemerintah                     D.2.25
     4. Pemberian Pinjaman kepada Perusahaan Negara                 D.2.26
     5. Pemberian Pinjaman kepada Perusahaan Daerah                 D.2.27
     6. Pembayaran Pokok Pinjaman Luar Negeri                       D.2.28
     7. Pemberian Pinjaman kepada Swasta
D. ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN
  I. Arus Kas Masuk
     1. Penerimaan Perhitungan Fihak Ketiga                         D.2.29
     2. Kiriman Uang                                                D.2.30
     3. Transito                                                    D.2.31
II. Arus Kas Keluar
  1. Pengeluaran Perhitungan Fihak Ketiga                           D.2.32



Litbang Pemeriksaan                   Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LKKL                                 Lampiran 7.4



SALDO AWAL KAS                                                D.2.33
SALDO AKHIR KAS                                               D.2.34
KAS DI BENDAHARA PENGELUARAN                                  D.2.35
KAS DI BENDAHARA PENERIMAAN                                   D.2.36
REKENING PEMERINTAH LAINNYA PADA BI                           D.2.37
SALDO AKHIR KAS DAN BANK




Litbang Pemeriksaan                Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                     Lampiran 7.5




                                     Badan Pemeriksa Keuangan
                                        Republik Indonesia

               BERITA ACARA SERAH TERIMA KKP ATAS PEMERIKSAAN
                     PROGRAM/KEGIATAN ............ PADA .............
                            TAHUN ANGGARAN ........
                UNTUK PERIODE PEMERIKSAAN .............. S.D ...................


Pada hari ............ tanggal ............. kami menyerahkan berkas-berkas KKP yang sudah
diberi nomor kode indeks dan kami nyatakan sesuai standar.

Pihak yang menyerahkan :
Nama : _________________
NIP : _________________
Jabatan: Ketua Tim

Pihak yang menerima :
Nama : _________________
NIP : _________________
Jabatan: Kepala Sub Auditorat .......................


Pihak yang Menerima                                                  Pihak yang Menyerahkan



_________________                                                     __________________
NIP.                                                                  NIP.




Draft 3                                   Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                Lampiran 8.1



                                        CHECKLIST
                      PENGENDALIAN DAN PENJAMINAN MUTU PEMERIKSAAN


 Penanggung Jawab

 Pengendali Teknis

 Ketua Tim Pemeriksaam

 Ketua Sub Tim pemeriksaan (jika ada)

 Entitas yang diperiksa

 Laporan Keuangan Akhir Tahun Entitas


 Tahap penyelesaian

 Tanggal mulai reviu

 Tanggal akhir reviu

 Pembahasan temuan

 Nama Pereviu*

* Jika dilakukan oleh pihak di luar Tim

Kami, yang bertandatangan di bawah ini, menyatakan bahwa temuan di dalam reviu ini telah:
       • Dibahas dengan manajemen (Penangung Jawab, Pengendali Teknis dan Ketua
           Tim).
       • Dikomunikasikan dengan seluruh anggota tim pemeriksaan.
       • Termasuk sebagai bagian dari rencana aksi yang akan dimasukkan ke dalam
           Rencana Strategi (Renstra),


 Penanggung Jawab

 Pengendali Teknis

 Ketua Tim

 Ketua Sub Tim (jika ada)

 Pereviu*

 Tanggal

* Jika dilakukan oleh pihak di luar Tim



Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                          Lampiran 8.1



Pendahuluan:

Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) mensyaratkan bagi setiap organisasi pemeriksa
yang melaksanakan pemeriksaan berdasarkan SPKN untuk memiliki sistem pengendalian mutu
yang memadai, dan sistem pengendalian mutu tersebut harus direviu oleh pihak lain yang
berkompeten.
Untuk itu, dikembangkan suatu Reviu Pengendalian dan Penjaminan Mutu.
Pereviu tidak dibatasi pada unsur-unsur yang dimasukkan di dalam checklist ini dan segala hal
yang mungkin mempunyai dampak terhadap kualitas pemeriksaan harus dipertimbangkan.
Dokumen reviu ini digunakan pada pemeriksaan keuangan, dan tidak ditujukan untuk digunakan
pada pemeriksaan kinerja dan investigasi.


Apabila temuan dari pertanyaan tertentu positif, berikan tanda tick ( ) pada kolom ‘Ya’.

Apabila temuannya negatif, berikan tanda tick ( ) pada kolom ‘tidak’, disertai dengan
alasan/penjelasan yang memadai dalam kolom yan disediakan. Selain itu perlu dibuat suatu
rujukan baik pada risalah pembahasan temuan dengan manajemen atau pada laporan final QAR
(Quality Assurance Reviu).

Apabila pertanyaannya tidak dapat diterapkan, berikan tanda tick ( ) pada kolom ‘Tidak ada’,
disertai dengan penjelasan yang memadai.

Seluruh pertanyaan sedapat mungkin harus diberikan rujukan pada KKP yang berkaitan dalam
file pemeriksaan tersebut.


                                                      Ya     Tidak      Tidak     Komentar Ref. KKP
                                                                        Dapat
                                                                     Diterapkan

A.       KERANGKA ACUAN KERJA
1        Apakah terdapat file atas salinan surat
         penugasan untuk penugasan yang
         pernah dilakukan dan yang baru?
2        Apakah persyaratan dalam surat
         penugasan sesuai dengan panduan
         dan kebutuhan terkait?

B        PERENCANAAN
1        Apakah KKP mencerminkan
         perencanaan yang memadai dengan
         adanya memorandum perencanaan
         atau dokumen sejenisnya?
2        Apakah terdapat bukti bahwa
         memorandum perencanaan atau
         dokumen sejenisnya disetujui dengan
         tepat waktu oleh pejabat penanggung
         jawab?
3        Apakah seluruh perubahan yang
         signifikan terhadap perencanaan
         pemeriksaan didokumentasikan,
         dibuktikan dan disetujui?
4        Apakah KKP menunjukkan tingkat
         pemahaman yang memadai mengenai



Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                         Lampiran 8.1



                                                      Ya     Tidak      Tidak     Komentar Ref. KKP
                                                                        Dapat
                                                                     Diterapkan

         entitas yang diperiksa untuk
         mengidentifikasi risiko, peristiwa
         transaksi, praktik-praktik yang mungkin
         mempunyai dampak yang signifikan
         terhadap laporan keuangan?
5        Apakah pemeriksaan yang kompleks
         telah dialokasikan secara efektif dan
         efisien?
6        Apakah komponen-komponen/akun-
         akun diidentifikasi dan pemeriksaan
         mencakup seluruh unsur laporan
         keuangan?
7        Apakah tujuan pemeriksaan (asersi)
         untuk setiap akun atau kelompok
         transaksi diidentifikasi dengan benar?
8        Apakah terdapat bukti bahwa anggota
         tim pemeriksa mempunyai tingkat
         pelatihan teknis dan kemampuan yang
         diperlukan sesuai dengan keadaan
         yang dihadapi?
9        Apakah terdapat jadwal kegiatan
         pemeriksaan yang memadai dan
         apakah waktu yang dijadwalkan
         memedai?
         Pertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
         • Kehadiran dalam pelaksanaan
             perhitungan fisik persediaan dan
             aset?
         • Penerimaan surat pernyataan atau
             konfirmasi pemeriksaan?
         • Tanggal mulai pemeriksaan?
         • Tanggal penyelesaian pengujian
             rinci untuk direviu oleh atasan?
         • Rencana tanggal penerbitan
             laporan?
         • Penyelesaian proses perencanaan
             sebelum tahap pelaksanaan
             pekerjaan lapangan terinci?
         • Supervisi yang memadai oleh staf
             senior terhadap staf yunior?
         • Waktu yang cukup untuk reviu
             akhir?
10       Apakah KKP mencerminkan waktu
         yang digunakan oleh staf dan alasan
         jika terdapat penyimpangan yang
         signifikan dari waktu yang ditentukan?
11       Apakah terdapat pengarahan yang
         memadai kepada anggota tim yang
         mendapat pelimpahan pekerjaan?




Litbang Pemeriksaan                       Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                          Lampiran 8.1



                                                       Ya     Tidak      Tidak     Komentar Ref. KKP
                                                                         Dapat
                                                                      Diterapkan

C        PLANNING MATERIALITY (PM)
1        Apakah digunakan tingkat materialitas
         yang dapat diterima untuk mendeteksi
         salah saji material kuantitatif?
2        Apakah materialitas
         mempertimbangkan faktor kualitatif?
3        Apakah angka PM masih sesuai untuk
         mengevaluasi hasil yang diperoleh dari
         pelaksanaan prosedur pemeriksaan
         dan apakah alasan-alasan terjadinya
         perubahan didokumentasikan denan
         baik?
4        Apakah maretialitas dipertimbangkan
         selama pelaksanaan evaluasi hasil
         yang diperoleh dari pelaksanaan
         prosedur pemeriksaan dan apakah
         dalam hal ini dapat diperoleh
         kesimpulan yang memadai?

D        PENILAIAN RISIKO DAN
         PENGENDALIAN INTERN
1        Apakah dilakukan penilaian risiko
         inheren pada tingkat laporan keuangan
         dan tingkat asersi untukk saldo akun
         serta kelompok transaksi? Apakah
         penilaian risiko inheren dapat
         dijustifikasi dengan faktor risiko yang
         telah diidentifikasi?
2        Apakah KKP dapat membuktikan
         bahwa reviu dan evaluasi awal
         mengenai lingkungan pengendalian
         serta prosedur pengendalian telah
         dilaksanakan?
3        Apakah Satuan Pengawas Internal
         dievaluasi secara memadai?
4        Jika pemeriksaan yang dilakukan
         dimaksudkan untuk mengandalkan hasil
         pengawasan Satuan Pengawas
         Internal, apakah pekerjaan unit tersebut
         dievaluasi dan diuji untuk melihat
         kesesuainya?
5        Apakah pengendalian intern serta
         sistem akuntansi entitas yang diperiksa
         didokumentasikan secara memadai?
6        Apakah sistem dideskripsikan dalam
         format yang dapat diterima (contoh,
         catatan sistem lain, naratif dan evaluasi
         yang bersatu atau bagan alur)?
7        Apakah setiap sistem diverifikasi
         dengan cara, misalnya, walktrough.




Litbang Pemeriksaan                        Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                        Lampiran 8.1



                                                     Ya     Tidak      Tidak     Komentar Ref. KKP
                                                                       Dapat
                                                                    Diterapkan

         Dan apakah verifikasi sistem
         didokumentasikan secara memadai?
8        Apakah ada kesimpulan yang memadai
         tentang kecukupan sistem (desain
         sistem akuntasi dan sistem
         pengendalian intern)?
9        Apakah penilaian awal atas risiko
         pengendalian untuk setiap asersi
         laporan keuangan dapat dijustifikasi?
         Apakah pengendalian kunci
         diidentifikasi untuk membuktikan
         penilaian setiap asersi?
10       Apakah pendekatan pemeriksaan
         memadai? Apakah penilaian awal atas
         risiko pengendalian, serta penilaian
         risiko inheren, dipertimbangkan
         pengembangan pendekatan
         pemeriksaan?

E        LINGKUNGAN SISTEM INFORMASI
1        Apakah dilakukan penilaian atas tingkat
         penggunaan dan arti penting
         lingkungan yang berbasis komputer dan
         pendekatan pemeriksaan yang akan
         dilakukan telah didokumentasikan?
2        Apakah aplikasi sistem yang
         mempunyai pengaruh signifikan
         terhadap proses akuntansi dan
         pelaporan keuangan, diidentifikasi
         untuk setiap siklus dan disimpulkan?
3        Apakah pengendalian umum Sistem
         Informasi Berbasis Komputer (CIS)
         dievaluasi secara memadai dengan
         mempertimbangkan hal-hal sebagai
         berikut:
         • Organisasi dan pengendalian
             manajemen
         • Pengendalian dalam pengembangan
             sistem aplikasi dan pemeliharaan
         • Pengendalian operasi komputer
         • Pengendalian software sistem
         • Pengendalian logical access
         • Pengendalian untuk Disaster
             Recovery
4        Apakah pengendalian aplikasi CIS
         dievaluasi secara memadai dengan
         mempertimbangkan:
         • Pengendalian input
         • Pengendalian proses dan file data
             komputer
         • Pengendalian output


Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                       Lampiran 8.1



                                                    Ya     Tidak      Tidak     Komentar Ref. KKP
                                                                      Dapat
                                                                   Diterapkan


5        Apakah tingkat keyakinan atas
         pengendalian umum CIS
         dipertimbangkan dalam mengevaluasi
         efektivitas pengendalian aplikasi CIS?
6        Jika pengendalian umum dan
         pengendalian aplikasi tidak dapat
         diyakini, apakah pengendalian manual
         dianggap dapat memberikan
         pengendalian pengganti yang efektif
         pada tingkat aplikasi?
7        Apakah pemeriksa mempertimbangkan
         kombinasi yang memadai antara
         prosedur manual dan teknik
         pemeriksaan berbantuan komputer
         (CAAT)?
8        Dalam menetapkan penggunaan CAAT,
         apakah mempertimbangkan hal-hal
         sebagai berikut:
         • Pengetahuan, keahlian dan
            pengalaman pemeriksa tentang
            komputer
         • Ketersediaan CAAT dan fasilitas
            komputer yang memadai
         • Ketidakpraktisan pengujian manual
         • Ekonomi, efektivitas dan efisiensi.
         • Waktu
9        Jika CAAT digunakan, apakah KKP
         berisi dokumentasi yang memadai
         untuk menggambarkan aplikasi CAAT
         seperti hal-hal sebagai berikut:
         Perencanaan:
         • Tujuan CAAT
         • CAAT spesifik yang akan digunakan
         • Penunjukan staf, waktu dan biaya.
         Pelaksanaan:
         • Penyiapan CAAT dan prosedur
            pengujian dan pengendalian
         • Rincian pengujian yang dilakukan
            dengan CAAT
         • Rincian input, proses dan output,
            serta
         • Informasi teknis yang relevan
            tentang sistem akuntansi entitas,
            seperti lay out file komputer.
         Bukti Pemeriksaan:
         • Output yang diberikan
         • Deskripsi pekerjaan pemeriksan
            yang dilaksanakan terhadap output
            tersebut
         • Kesimpulan pemeriksaan


Litbang Pemeriksaan                     Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                           Lampiran 8.1



                                                        Ya     Tidak      Tidak     Komentar Ref. KKP
                                                                          Dapat
                                                                       Diterapkan

         Pelaporan
         • Saran kepada manajemen

F        PENGUJIAN PENGENDALIAN (TEST
         OF CONTROL/TOC)
1        Apakah bukti pemeriksaan diperoleh
         melalui pengujian pengendalian untuk
         mendukung setiap penilaian risiko
         pengendalian yang kurang dari tinggi?
2        Apakah terlihat bahwa pengujian
         pengendalian terhadap pengendalian
         intern memadai dalam kondisi yang
         ada?
3        Apakah terlihat bahwa hasil pengujian
         pengendalian dinilai dan dievaluasi
         secara memadai?
4        Dalam hal tingkat risiko pengendalian
         yang telah dinilai direvisi, apakah sifat,
         waktu dan tingkat modifikasi atas
         prosedur substantif yang telah
         direncanakan?

G        KKP LEMBAR UTAMA
1.       Apakah semua area akun dalam KKP
         Lembar Utama (untuk masing-masing
         akun/komponen) telah lengkap dan di
         referensi silang (dicocokkan) dengan
         Laporan Keuangan entitas yang
         diperiksa?
         Perhatikan:
         • Angka Komparatif
         • Neraca Awal

H        PENGEMBANGAN RINCIAN
         PROGRAM PEMERIKSAAN
1.       Apakah benar bahwa pejabat telah
         menyetujui program pemeriksaan
         sebelum memulai pekerjaan lapangan?
2.       Apakah program pemeriksaan telah
         dirancang untuk mendukung opini yang
         tercantum dalam laporan keuangan?
3        Apakah program pemeriksaan telah
         cukup memadai sehingga memberikan
         jaminan mutu untuk seluruh area
         risiko audit yang signifikan?
4.       Apakah setiap langkah program
         pemeriksaan diawali dengan bukti yang
         menunjukkan bahwa pekerjaan telah
         dilaksanakan.




Litbang Pemeriksaan                         Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                        Lampiran 8.1



                                                     Ya     Tidak      Tidak     Komentar Ref. KKP
                                                                       Dapat
                                                                    Diterapkan

I        PROSEDUR ANALITIS
1.       Apakah prosedur analitis dilakukan
         dalam tahap perencanaan pemeriksaan
         untuk mengidentifikasi risiko?
2.       Bilamana pengujian substantif
         dilakukan, apakah hal tersebut dapat
         memberikan jaminan kewajaran akun-
         akun yang tercantum dalam neraca
         atau sejumlah transaksi.
3.       Bilamana setiap pengujian analitis
         dilakukan untuk membatasi sifat, jangka
         waktu dan/atau tambahan prosedur
         pengujian substantif apakah hasil dari
         analisis tersebut telah diukur
         materialitasnya secara memadai?
4.       Apakah sasaran prosedur analitis telah
         didefinisikan dengan jelas ?
5.       Apakah prosedur tersebut telah
         dilaksanakan dengan benar ?
6.       Apakah simpulan yang benar telah
         telah dicapai?
7.       Apakah KKP sesuai dengan Laporan
         Rugi Laba/akun penyesuaian ?
8.       Apakah akun-akun telah diteliti
         bilamana terdapat perubahan dari:
              Hasil tahun sebelumnya
              Selisih dari anggaran

J        PENGUJIAN SUBSTANTIF
1.       Apakah pengujian substantif dirancang
         dan dilaksanakan untuk tiap akun
         neraca dan asersi-asersi?
2.       Apakah tambahan setiap prosedur
         pengujian substantif telah ditetapkan
         dan wajar?
3.       Mengenai jangka waktu pengujian
         substantif, Apakah cara yang paling
         efisien untuk melakukan prosedur
         pengujian substantif dipertimbangkan?
4.       Bilamana prosedur pengujian substantif
         dilakukan terhadap neraca sebelum
         akhir tahun / tutup buku, apakah
         prosedur roll forward dilakukan
         terhadap jumlah yang diproses dalam
         periode yang bersangkutan?
5.       Jika teknik sampling statistik /non
         statistik digunakan untuk pengujian
         substantif:
         •     Apakah ukuran (jumlah) sampling
               dan pendekatan sampling telah
               memadai?



Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                          Lampiran 8.1



                                                       Ya     Tidak      Tidak     Komentar Ref. KKP
                                                                         Dapat
                                                                      Diterapkan

         •      Apakah sampelnya sudah cukup
                mewakili populasi?

               Kewajiban Jangka Panjang
7.       Apakah konfirmasi dari pihak ketiga
         telah diperoleh berkenaan dengan
         seluruh utang jangka panjang?
8.       Apakah kewajiban jangka panjang
         entitas yang diperiksa memberikan
         keleluasaan peminjaman (borrowing
         power)?
9.       Apakah jangka waktu pinjaman jangka
         panjang yang telah diberikan oleh si
         pemberi pinjaman telah dipatuhi?
                         Aset Tetap
10       Apakah telah terbukti bahwa
         pencatatan aset tetap telah dilakukan
         secara memadai?
11       Apakah sifat dan perluasan (tambahan)
         pengujian Aset Tetap cukup memadai
         dalam hal :
         • Penambahan dan penghapusan aset
            tetap
         • Kepemilikan dan keberadaannya
         • Transaksi sebelum dan sesudah
            tanggal neraca untuk menentukan
            bahwa cut off yang wajar telah
            terjadi
         • Saldo aset tetap dan akun-akun
            terkait
12       Apakah leases (sewa guna) telah diriviu
         dan KKP telah menyatakan bahwa
         Sewa guna telah secara wajar
         diperhitungkan (misalnya:
         dikapitalisasikan jika memadai,
         pendapatan atau biaya yang telah
         disepakati dalam sewa guna, dll)
13       Apakah bukti kepemilikan telah
         diperiksa berkenaan dengan
         kepemilikan properti?
14        Apakah sumber konfirmasi eksternal
         yang diperoleh untuk semua aset dan
         kewajiban yang material telah sesuai?
         (Mengacu ke 5.1.3 Vol. IV(2) Bagian 2,
         Seksi 3). Bila tidak, prosedur alternatif
         apa yang dilakukan untuk memverifikasi
         aset dan kewajiban yang material?

                      Investasi
15       Apakah KKP menunjukkan rincian
         pemeriksaan mengenai :



Litbang Pemeriksaan                        Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                        Lampiran 8.1



                                                     Ya     Tidak      Tidak     Komentar Ref. KKP
                                                                       Dapat
                                                                    Diterapkan

          1. Harga pembelian/tanggal
          2. Perubahan dalam tahun yang
              bersangkutan
          3. Harga pasar pada akhir tahun
16       Apakah semua informasi pembelian
         dan penjualan sebelum dan sesudah
         akhir tahun telah diperoleh dan
         dievaluasi sehingga cut-off yang wajar
         telah dicapai?
17.      Apakah kalkulasi yang tepat mengenai
         pendapatan investasi telah dicek dan
         dihubungkan denngan pendapatan
         yang telah tercatat?
18       Apakah pertimbangan yang memadai
         telah diberikan terhadap penggolongan
         investasi jangka pendek vs. Jangka
         panjang?

                         Persediaan
19       Apakah klien melaksanakan
         perhitungan persediaan di akhir tahun?
20       Apakah KKP telah secara memadai
         mencerminkan kehadiran dan evaluasi
         klien dalam perhitungan persediaan,
         yang meliputi :
         • Jangka waktu dan luas cakupan
             pengamatan perhitungan persediaan
         • Pengujianperhitungan dan tindak
             lanjutnya
         • Kesimpulan mengenai kecukupan
             prosedur perhitungan persediaan
         • Pertimbangan yang diberikan dalam
             menghitung atau mengkonfirmasi
             persediaan yang dikonsinyasi atau
             persediaan yang disimpan pihak
             lain.
         • Bilamana perhitungan persediaan
             dilakukan diluar tanggal neraca,
             apakah ada pertimbangan yang
             memadai terhadap transaksi
             persediaan yang dilakukan antara
             tanggal perhitungan persediaan
             dengan tanggal neraca.
         • Jika metoda pencatatan persediaan
             secara perpetual dilakukan, apakah
             perbedaan dengan penghitungan
             fisik yang dilakukan tersebut
             diungkapkan secara wajar
             /memadai oleh klien dalam akun-
             akun.




Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                        Lampiran 8.1



                                                     Ya     Tidak      Tidak     Komentar Ref. KKP
                                                                       Dapat
                                                                    Diterapkan

21       Apakah pengujian pisah batas (cut off)
         dilaksanakan dan didokumentasikan
         secara memadai ?

                          Piutang
22       Apakah pengujian dilakukan untuk
         menegaskan keberadaan debitur?
23       Apakah pengujian cut off dilakukan
         dan dicatat secara memadai pada
         catatan kredit, penerimaan kas dan
         pengembalian?
24       Apakah kewajaran cadangan piutang
         tak tertagih dan penghapusan telah
         secara memadai tercatat dalam KKP?
25       Apakah piutang lainnya telah
         diverifikasi secara memadai.

                     Kas dan Bank
26       Apakah semua konfirmasi permohonan
         bank untuk semua akun-akun bank
         telah diperoleh?
27       Apakah semua sertifikat bank telah
         sesuai dengan laporan rekonsiliasi
         bank?

                          Hutang
28       Apakah KKP menunjukkan bahwa
         dokumen-dokumen sumber telah di
         periksa?
29       Apakah KKP menunjukkan bahwa
         lingkup konfirmasi yang memadai telah
         dibuat dan dicatat atau bilamana
         pemeriksaan atas laporan pemasok
         dianggap memadai, termasuk neraca
         awal dan atau tidak wajar atau neraca
         yang terlalu rendah?
30       Apakah pengujian cut off dilakukan dan
         dicatat sampai pada pembelian dan
         pencairan termasuk pelacakan
         kewajiban yang tidak tercatat?
31       Apakah pengujian terhadap neraca
         untuk kewajiban utang telah memadai?
32       Apakah kewajiban jangka pendek telah
         diverifikasi secara memadai?

                    Hutang Pajak
33       Apakah hutan pajak telah diperiksa
         secara memadai?

                    Informasi Kas
35       Apakah arus kas masuk dan keluar


Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                       Lampiran 8.1



                                                    Ya     Tidak      Tidak     Komentar Ref. KKP
                                                                      Dapat
                                                                   Diterapkan

         telah dicatat secara memadai dalam
         laporan Arus Kas?
36       Apakah dapat dibuktikan bahwa
         laporan arus kas telah diperiksa?
37       Apakah informasi lainnya, termasuk
         laporan keuangan telah diverifikasi
         untuk menentukan bilamana terdapat
         inkonsistensi ?

K        EVALUASI HASIL

1.       Apakah kesalahan yang ditemukan
         pada saat sampling telah
         dipertimbangkan secara memadai ?
2.       Apakah ringkasan selisih pemeriksaan
         disajikan dan efek keseluruhan
         (penjumlahan) dari selisih tersebut
         telah dievaluasi?
3.       Apakah auditor yang bertanggungjawab
         terhadap pemeriksaan mereviu
         ringkasan selisih (perbedaan)
         pemeriksaan tersebut?

L        KERTAS KERJA PEMERIKSAAN
1        Apakah simpulan, yang didukung
         dengan bukti yang memadai, diberikan
         untuk tiap komponen yang diperiksa?
2        Apakah terdapat bukti bahwa tujuan-
         tujuan pemeriksaan telah dipenuhi pada
         setiap prosedur pemeriksaan?
3        Apakah angka-angka dalam laporan
         keuangan dapat dengan mudah
         ditelusuri dari neraca percobaan dan
         lembar utama?
4        Apakah catatan penyesuaian yang ada
         telah didukung oleh kertas kerja dan
         dirujuk silangkan dengan lembar kerja
         yang sesuai?
5        Apakah terdapat cukup bukti dalam
         kertas kerja untuk semua informasi
         yang terdapat dalam Catatan atas
         Laporan Keuangan?
6        Apakah kertas kerja yang disusun
         biasanya:
         • Mencakup
            indeksasi/penandatanganan dan
            penanggalan oleh penyusun kertas
            kerja dan orang yang mereviu kertas
            kerja tersebut?
         • Menerangkan arti dari tanda tick
            mark pemeriksaan?



Litbang Pemeriksaan                     Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                        Lampiran 8.1



                                                     Ya     Tidak      Tidak     Komentar Ref. KKP
                                                                       Dapat
                                                                    Diterapkan

         • Menyatakan sumber informasinya?
         • Menyatakan tujuan dokumen-
            dokumen yang difoto copy?
         • Mencakup memo atau bukti lain
            yang meliputi masalah-masalah
            perhitungan dan pelaporan yang
            signifikan dan tidak biasa?
         • Menyatakan bahwa semua lembar
            kerja yang disajikan oleh entitas
            yang diperiksa telah diserahkan dan
            di cross cast kan?
7        Apakah semua pertanyaan dan
         harapan yang muncul dari pengujian
         pemeriksaan telah diterangkan dan
         diputuskan dengan cukup jelas?
8        Jika sesuai apakah KKP tersebut
         menunjukkan bukti prosedur konsultasi
         dengan pihak yang memang memiliki
         keahlian?

L        REVIU
1        Apakah KKP menunjukkan cukupnya
         keterlibatan manager dalam proses
         perencanaan/supervisi/reviu
         pemeriksaan?

M        PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN
         PEMERIKSAAN YANG LAIN
1        Apakah prosedur yang memadai
         dirancang dengan tujuan untuk
         memeriksa proses yang terkait dengan
         penganggaran pada entitas yang
         diperiksa?
2        Apakah kejadian setelah tanggal
         neraca telah didokumentasikan secara
         memadai dan apakah kejadian-kejadian
         yang penting dipertimbangkan dalam
         pengungkapan/penyesuaian laporan
         keuangan?
3        Jika laporan hasil pemeriksaan
         terlambat diberikan diluar jangka waktu
         yang dapat diterima, apakah kejadian
         setelah tanggal neraca disampaikan?
4        Apakah semua komitmen dan tanggung
         jawab kontinjensi telah dipertimbangkan
         dengan tepat?
5        Apakah kemampuan entitas yang
         diperiksa untuk melihat ke depan going
         concern dari usahanya telah
         dipertimbangkan oleh pemeriksa
         dengan tepat dan memadai?



Litbang Pemeriksaan                      Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                       Lampiran 8.1



                                                    Ya     Tidak      Tidak     Komentar Ref. KKP
                                                                      Dapat
                                                                   Diterapkan

6        Apakah surat representasi manajemen
         yang didapatkan, ditandatangani oleh
         anggota manajemen yang tepat,
         ataukah adakah bentuk representasi
         lain yang didapatkan?
7        Apakah surat dari kejaksaan perlu
         diminta dan didapatkan jika terdapat
         indikasi bahwa entitas yang diperiksa
         terlibat dalam suatu bentuk
         permasalahan hukum?
8        Apakah terjalin komunikasi yang
         memadai dengan entitas yang diperiksa
         selama jalannya pemeriksaan
         (pertemuan-pertemuan dewan
         pengarah pemeriksa)?

N        KEPATUHAN TERHADAP HUKUM
         DAN PERATURAN PERUNDANG-
         UNDANGAN
1        Apakah prosedur telah dirancang dan
         dilaksanakan dengan memadai agar
         bisa mengekspresikan suatu opini atas
         kepatuhan terhadap hukukm dan
         peraturan perundang-undangan?

O        PELAPORAN
1        Apakah laporan keuangan telah
         disajikan dengan tepat dan jelas dan
         apakah laporan keuangan yang
         disajikan tersebut memenuhi standar-
         standar yang dapat digunakan?
2        Apakah Catatan atas Laporan
         Keuangan sesuai dengan standar-
         standar profesional dan cukup serta
         layak sesuai keadaan yang ada?
3        Apakah kebijakan-kebijakan akuntansi
         dan asal kebijakan tersebut serta
         dampak yang muncul karena kebijakan
         tersebut diungkapkan dengan jelas
         dalam laporan keuangan?
4        Apakah laporan hasil pemeriksaan
         sesuai dengan standar-standar yang
         dapat digunakan?
5        Apakah prosedur-prosedur dilakukan
         untuk memastikan kelengkapan laporan
         keuangan?
6        Apakah aspek-aspek atau kekurangan-
         kekurangan untuk follow up selama
         pemeriksaan selanjutnya
         diidentifikasikan dan didokumentasikan
         dengan tepat?



Litbang Pemeriksaan                     Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                          Lampiran 8.1



                                                       Ya     Tidak      Tidak     Komentar Ref. KKP
                                                                         Dapat
                                                                      Diterapkan

7        Apakah terdapat temuan pemeriksaan
         untuk bahan diskusi dengan pihak
         manajemen entitas yang diperiksa?
8        Apakah temuan pemeriksaan tersebut
         mengemukakan:
         •     Permasalahan, sumber
               permasalahan dan konsekuensi-
               konsekuensi yang mungkin
               muncul?
         •     Rekomendasi-rekomendasi yang
               berguna dan efektif dalam hal
               biaya?
         •     Referensi untuk pertanyaan-
               pertanyaan verbal atau informal?
         •     Masalah-masalah yang belum
               terselesaikan dari surat-surat pada
               tahun sebelumnya?
9        Apakah anggota manajemen
         menandatangani temuan pemeriksaan?
10       Apakah semua permasalahan signifikan
         yang diidentifikasikan dalam temuan
         pemeriksaan dinyatakan dalam Laporan
         Hasil Pemeriksaan?
11       Apakah dasar hukum diidentifikasikan
         dalam laporan untuk entitas yang
         diperiksa?
12       Apakah laporan hasil pemeriksaan
         diserahkan dalam waktu yang tepat
         sesuai dengan tanggal yang telah
         ditetapkan?
13       Apakah alasan yang diberikan untuk
         keterlambatan penyerahan laporan
         hasil pemeriksaan tersebut valid?
14       Apakah hal-hal berikut ini telah
         dikonfirmasikan sebelum
         pengungkapan:
          • Bahwa informasi, yang ditujukan
               untuk publik, telah di back up oleh
               dokumentasi pendukung
          • Bahwa fakta-fakta, yang ditujukan
               untuk publik, telah disajikan
               dengan tepat demi transparansi,
               keterbukaan dan aksesibilitas yang
               diperlukan.
          • Bahwa tingkat pengungkapan
               telah didefinisikan dengan tepat,
               misalnya, apakah berupa laporan
               hasil pemeriksaan interim, final
               atau spesial.
          • Bahwa pejabat akuntansi yang
               terkait telah mendapatkan



Litbang Pemeriksaan                        Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                                                            Lampiran 8.1



                                                         Ya     Tidak      Tidak     Komentar Ref. KKP
                                                                           Dapat
                                                                        Diterapkan

                informasi secara tertulis tentang
                informasi yang akan ditujukan
                untuk publik.
           •    Bahwa ketua badan atau komite
                akuntansi publik yang terkait telah
                mendapatkan informasi tentang
                pengungkapan yang
                direncanakan.

15       Apakah KKP, prosedur pemeriksaan
         yang dilaksanakan, dan hasil prosedur
         pemeriksaan telah mendukung dan
         mengkonfirmasi opini pemeriksaan
         yang diberikan?

         Pemeriksaan dilakukan dengan penuh
         ketelitian.

P        PENUGASAN KEPADA PIHAK LAIN
         YANG BEKERJA UNTUK DAN ATAS
         NAMA BPK
1        Apakah surat penugasan dikeluarkan
         untuk kantor pemeriksa (KAP) dan
         menetapkan apa tanggung jawab
         mereka?
2        Tindakan apa yang telah diambil untuk
         menentukan sarana komunikasi yang
         tepat antara BPK-RI dan KAP?
3        Apakah BPK-RI menerima rencana
         pemeriksaan setelah reviu yang tepat
         dilakukan?
4        Apakah semua perubahan rencana
         pemeriksaan tersebut diterima oleh
         BPK-RI?
5        Apakah terdapat dewan pengarah dan
         apakah BPK-RI telah memastikan
         pelaksanaannya dilakukan dengan
         efisien?
6        Apakah BPK-RI memastikan bahwa
         standar pemeriksaan telah dipatuhi?
         Apakah BPK-RI melakukan reviu
         menyeluruh atas pekerjaan yang
         dilakukan oleh KAP?
7        Apakah BPK-RI melakukan
         pengawasan terhadap biaya
         pemeriksaan secara memadai?
8        Apakah proses yang terkait dengan
         penganggaran dievaluasi?
9        Apakah pekerjaan yang memadai
         dilakukan sesuai dengan hukum dan
         peraturan perundang-undangan?



Litbang Pemeriksaan                          Badan Pemeriksa Keuangan
Juknis Pemeriksaan LKPP dan LK KL                              Lampiran 8.1




Litbang Pemeriksaan                 Badan Pemeriksa Keuangan

								
To top