Docstoc

Proposal_KNPDT_widhi

Document Sample
Proposal_KNPDT_widhi Powered By Docstoc
					PROPOSAL
INVENTARISASI DAN PEMETAAN POTENSI DAERAH PESISIR TERTINGGAL
UNTUK PERENCANAAN PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL
BERBASIS KARAKTERISTIK WILAYAH




Proposal diajukan ke Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal




KEMENTERIAN NASIONAL PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
TAHUN ANGGARAN 2012
1. Pendahuluan
       Indonesia sebagai negara besar dengan garis pantai sebesar 81.000 km
merupakan salah satu negara dengan wilayah pesisir terbesar di dunia. Wilayah ini
memiliki potensi sumberdaya alam yang besar dengan biodiversitas yang beraneka
ragam. Selain itu, potensi demografis wilayah pesisir yang merupakan wilayah dengan
populasi penduduk yang besar biasanya diikuti dengan pergerakan arus modal dan
investasi yang mendorong wilayah sekitarnya untuk ikut berkembang sebagai trickle down
effect dari sebuah perkembangan wilayah. Berdasarkan hal tersebut idealnya wilayah
pesisir di Indonesia merupakan wilayah yang maju baik segi fisik, ataupun sosial
kemasyarakatan dalam kerangka aktivitas pembangunan. Namun faktanya, pertumbuhan
wilayah saat ini masih terpusat di kota-kota besar terutama di Pulau Jawa dan Bali,
sedangkan di kota-kota menengah dan kecil pertumbuhannya masih berjalan lambat dan
cenderung tertinggal. Hal ini menyebabkan terjadinya urbanisasi yang tidak terkontrol dan
kondisi tersebut mengarah pada menurunnya kualitas kehidupan di perkotaan disamping
semakin mundurnya wilayah-wilayah perdesaaan dan wilayah-wilayah yang jauh dari kota
besar dimana sebenarnya sumberdaya alam, bahan baku serta tenaga kerja itu berasal.
       Perspektif perkembangan wilayah melihat bahwa proses perkembangan suatu
wilayah berjalan secara bertahap mulai dari tahap polarisasi, dispersi dan dekonsentrasi.
Pada tahap awal, akan terjadi dikotomi antara daerah maju dan tertinggal, dimana daerah
maju memiliki energi untuk menarik penduduk di sekitarnya, sedangkan daerah tertinggal
menjadi target pemasaran produk, dan disaat yang bersamaan economic capital dari
daerah tertinggal ditarik menuju daerah maju lewat arus transaksi bahan mentah yang
akan mengarah kepada semakin terkonsentrasinya perkembangan wilayah di kota-kota
besar. Kajian geografi ekonomi melihat transformasi keruangan (spatial transformation)
dari aspek kepadatan ruang, jarak ruang, dan pembagian fungsi ruang menunjukkan
bahwa konsentrasi ekonomi yang terjadi saat ini akan menyebabkan semakin sempitnya
kesempatan ekonomi di wilayah perkotaan, dan pada saat yang bersamaan akan terjadi
stagnasi perkembangan di wilayah tertinggal.
        Keberadaan Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (KNPDT) yang
telah menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) dan menetapkan pilar pembangunan
daerah tertinggal termasuk didalamnya wilayah pesisir, yakni (1) pengembangan ekonomi
lokal, (2) pemberdayaan masyarakat, dan (3) pembangunan infrastruktur terintegrasi,
menjadi sentral dalam kerangka mengoptimalkan potensi wilayah dalam otonomi daerah
untuk tetap menjaga peran pemerintah pusat dan daerah dalam roadmap pembangunan
nasional. Pembangunan daerah tertinggal saat ini juga telah menjadi prioritas nasional ke-
10 dalam program perencanaan pembangunan yang tercantum dalam RPJMN 2010-2014.
Penguatan ketiga pilar yang telah dirumuskan diharapkan mampu untuk mengentaskan
daerah tertinggal untuk maju, berkembang dan mampu bersaing sesuai dengan potensi
dan karakteristik yang dimiliki oleh wilayahnya. Selanjutnya program pembangunan
daerah tertinggal, yang saat ini difokuskan pada aspek sosial budaya, ekonomi, keuangan
daerah, dan ketersediaan infrastruktur memerlukan kajian yang dapat menginventarisir
berbagai potensi serta dilakukan pemetaan secara komprehensif dengan melihat berbagai
aspek perkembangan di wilayah pesisir sesuai dengan karakteristik wilayah secara
terpadu. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyediakan data yang valid, informatif
serta multiguna sehingga dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan oleh
berbagai pihak.
2. Identifikasi Permasalahan
       Permasalahan yang dihadapi dalam perencanaan pembangunan nasional,
khususnya daerah pesisir tertinggal di Indonesia adalah minimnya data yang terkait
dengan potensi sumberdaya alam yang terkandung, potensi demografis, potensi
sumberdaya lahan, potensi ekonomi, potensi kawasan regional dan lain sebagainya yang
secara spesifik dimiliki oleh daerah berdasar karakteristik wilayahnya. Kondisi demikian
akan memicu ketidak optimalan pemerintah, swasta, ataupun masyarakat dalam rangka
merencanakan, dan melaksanakan program pembangunan karena minimnya informasi
selain karena faktor ketertinggalan wilayah pesisir yang juga secara alami memiliki
kerentanan terhadap berbagai bencana baik banjir, erosi, abrasi, gempa bumi, tanah
longsor, tsunami, dan sebagainya. Dilain sisi karakteristik ekonomi lokal wilayah pesisir
juga memberikan gambaran riil mengenai kemampuan dan kinerja pemerintah serta
problematika yang dihadapinya. Terkait dengan hal itu semua informasi yang ada akan
sangat diperlukan dan menjadi bagian vital dalam memahami karakteristik wilayah pesisir
secara komprehensif. Ketersediaan informasi akan mengurangi persoalan disparitas antar
wilayah yang saat ini menjadi permasalahan dalam pemerataan pembangunan dan akan
mendorong penyelenggaraan yang lebih terencana.
       Penyediaan informasi kewilayahan baik dalam bentuk peta ataupun tabel informatif
yang berisi data potensi wilayah akan diperlukan dalam upanya sinergi antar sektor
perencanaan pembangunan, baik di level pusat, ataupun di daerah. Wilayah pesisir yang
memiliki potensi yang sangat besar memerlukan penanganan komprehensif dengan
dukungan data dan informasi yang berguna bagi banyak pihak termasuk pemangku
kebijakan selain juga investor yang memerlukan informasi tersebut untuk pengambilan
keputusan berinvestasi. Karakteristik wilayah yang dimiliki oleh setiap daerah akan
tertuang dalam bentuk informasi terpadu dengan mengetengahkan unique value dari
masing-masing wilayah sehingga selanjutnya dapat dianalisa keunggulan kompetitif dan
keunggulan komparatif setiap wilayah dan pada ujungnya pelaksanaan program
Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal dapat berjalan tepat sasaran
sesuai dengan kondisi dan karakteristik masing-masing wilayah.
       Berdasarkan hal tersebut diatas maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan
di daerah pesisir tertinggal untuk pengembangan ekonomi lokal berdasarkan pada
karakteristik wilayah.
   1. Belum tersedianya data dan informasi secara spasial/keruangan dan secara
      komprehensif tentang karakteristik dan potensi sumberdaya lahan, sumberdaya air,
      sumberdaya kehutanan, sumberdaya geologi, sumberdaya sosial, sumberdaya
      penduduk, sumberdaya ekonomi, sumberdaya buatan dan infrastruktur, dan
      sumberdaya kawasan regional di suatu kawasan pesisir daerah tertinggal.
   2. Belum tersedianya data dan informasi potensi penghambat suaatu perkembangan
      kawasan seperti data kemiskinan, data potensi bencana alam, data potensi
      kerusakan dan pencemaran lingkungan.
   3. Belum tersedianya data dan informasi mengenai kegiatan ekonomi lokal yang
      dilakukan oleh masyarakat di daerah pesisir tertinggal, yang potensial untuk
      dikembangkan dan dimaksimalkan sebagai kegiatan ekonomi berbasis masyarakat
      mandiri dan berdaya saing.
3. Tujuan
       Secara umum kegiatan yang akan dilaksanaakan ini adalah untuk melakukan
inventarisasi dan pemetaan potensi daerah pesisir tertinggal dalam rangka
pengembangan ekonomi lokal berbasis karakteristik wilayah. Adapun secara spesifik
kegiatan memiliki tujuan sebagai berikut.
   1. Melakukan inventarisasi dan pemetaan potensi sumberdaya yang ada di suatu
      kawasan yang meliputi potensi sumberdaya lahan, sumberdaya air, sumberdaya
      kehutanan, sumberdaya geologi, sumberdaya sosial, sumberdaya penduduk,
      sumberdaya buatan dan infrastruktur, sumberdaya kawasan regional, serta
      ekonomi lokal masyarakat.
   2. Melakukan identifikasi dan pemetaan secara komprehensif terhadap
      potensiipenghambat pengembangan kawasan seperti potensi kemiskinan, potensi
      bencana alam (yang meliputi erosi dan abrasi, longsor, banjir, gempabumi,
      tsunami, dan gunungapi), serta potensi pencemaran dan kerusakan lingkungan
      (seperti kerusakan hutan mangrove, pencemaran perairan dsb).
   3. Memberikan landasan kepada pemerintah dengan melakukan perumusan awal
      perencanaan daerah pesisir tertinggal untuk pengembangan ekonomi lokal
      berdasarkan data secara komprehensif dari berbagai faktor yang menunjukkan
      karakteristik wilayah termasuk di dalamnya sumberdaya yang mendukung dan
      faktor penghambat yang dimiliki.


4. Manfaat
        Kegiatan yang akan dilaksanakan ini diharapkan memberikan manfaat sebagai
berikut:
   1. Menyediakan informasi spasial potensi dan juga permasalahan yang ada di
      wilayah daerah pesisir tertinggal
   2. Memberikan gambaran komprehensif mengenai kegiatan ekonomi masyarakat
      lokal, untuk mengetahui prospek pengembangan ekonomi lokal yang ada di
      wilayah tersebut.
   3. Membangun basis data sebagai kerangka kerja bagi Kementerian Negara
      Pembangunan Daerah Tertinggal (KNPDT) untuk menyusun rencana
      pembangunan di daerah pesisir tertinggal.


5. Metodologi
       Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan beberapa pendekatan yang akan mengkaji
secara luas potensi daerah pesisir tertingga di Indonesia. Tiga pendekatan utama dalam
geografi akan digunakan yakni pendekatan keruangan, ekologi dan kompleks
kewilayahan. Pemetaan persebaran masing-masing potensi akan dilakukan, selain juga
melakukan analisa terhadap informasi lingkungan di wilayah pesisir, dan komparasi
potensi antar wilayah pesisir dengan mendasarkan pada karakteristik spesifik antar
wilayah. Penilaian ekonomi lokal di daerah pesisir tertinggal juga akan dilakukan dengan
LEDR (Local Economic Development Resources) dan PACA (Participative Appraisal of
Competitive Advantages) untuk mengaudit kegiatan ekonomi lokal yang berlangsung di
wilayah tersebut dan peran masing-masing stakeholders dalam rangka mencari kekuatan
dan kelemahan perekonomian lokal di daerah pesisir yang nantinya akan dikembangkan.
         Pengambilan data di lapangan dilakukan dengan survey dan pemetaan. Survey
dilakukan untuk memperoleh data primer berdasarkan hasil identifikasi di lapangan
dengan membawa lembar survey sebagai pedoman. Survey institusional juga akan
dilaksanakan untuk memperoleh informasi melalui instansi pemerintah berupa data-data
statistic kependudukan, laporan kegiatan, hasil penelitian, program pemerintah dan lain
sebagainya. Wawancara mendalam akan dilaksanakan terhadap elemen-elemen yang
memiliki peran dalam kegiatan perekonomian baik tokoh masyarakat, dunia usaha,
pemerintah daerah, swasta ataupun akademisi. Pengumpulan informasi dari masyarakat
akan dilakukan dengan focus group discussion untuk menelaah permasalahan yang
dihadapi beserta kegiatan yang saat ini telah dilakukan oleh masyarakat untuk
menyelesaikannya. Adapun kerangka pikir kegiatan ini dapat dilihat pada skema di bawah
ini.
          Fisik dan                            Kebijakan Pembangunan                         Koordinasi Pembangunan
    Potensi Wilayah Pesisir                            Wilayah                                    Dalam Wilayah
              ter


 Latar Belakang             1. KNPDT menetapkan pilar pembangunan daerah tertinggal
                               termasuk didalamnya wilayah pesisir, yakni (1) pengembangan
                               ekonomi lokal, (2) pemberdayaan masyarakat, dan (3)
                               pembangunan infrastruktur terintegrasi.
                            2. Belum tersedianya data dan informasi secara spasial/keruangan
                               dan secara komprehensif tentang karakteristik dan potensi,
                               kawasan pesisir daerah tertinggal.
                            3. Belum tersedianya data dan informasi potensi penghambat suaatu
                               perkembangan kawasan.
                            4. Belum tersedianya data dan informasi mengenai kegiatan ekonomi
                               lokal yang dilakukan oleh masyarakat di daerah pesisir tertinggal,
                               yang potensial untuk dikembangkan.



 Tujuan                     Tujuan: (mengacu uraian)
                            Inventarisasi dan pemetaan potensi daerah pesisir tertinggal dalam
                            rangka pengembangan ekonomi lokal berbasis karakteristik wilayah

Inventarisasi
dan pemetaan
                                              Data Spasial:
   Data Potensi Wilayah:                      1. Geologi                                  Data Kebijakan Pembangunan:
   1. Fisik, SDA, kebencanaan                 2. Penggunaan Lahan (time                   7. Kebijakan dan kelembagaan
                                                 series)
   2. Infrastruktur                                                                       8. Stakeholder
                                              3. Kependudukan
   3. Ekonomi lokal                           4. Sosial                                   9. Kelompok masyarakat
   4. Penduduk                                5. Bencana
                                              6. Pusat perekonomian lokal


   Kajian Teori:                                                                                              Analisis
   1. Pesisir dan pengelolaannya
   2. Pengembangan pesisir
   3. LEDR (Local Economic                              Analisis
      Development Resources)
   4. PACA (Participative Appraisal of
      Competitive Advantages)



   Analisis Potensi Wilayah:                   Analisis Spasial:                       Analisis Kebijakan Pembangunan :
   1. Kependudukan dan Sosial                  1. Kondisi dasar eksisting              1. Kebijakan pemerintah terkait
   2. Perekonomian                             2. Potensi kewilayahan                     pengembangan wilayah pesisir
                                               3. Perkembangan wilayah                 2. Kebijakan terhadap pembangunan
   3. Sumber daya alam                         4. Potensi kebencanaan                     sektor-sektor yang berkembang di
   4. Infrastruktur                                                                       wilayah pesisir
   5. Potensi bencana                                                                  3. Kelembagaan baik lokal maupun
                                                                                          regional




                          1. Potensi wilayah pesisir tertinggal beserta masalah yang dihadapi di
                             daerah pesisir tertinggal
                          2. Prospek pengembangan ekonomi lokal masyarakat berbasis                              Output
                             karakteristik wilayah
                          3. Basis data informasi spasial maupun ekonomi local masyarakat sebagai
                             pijakan pengambilan keputusan pemerintah pusat ataupun daerah.




                                                       Skema:
                                                Kerangka Pikir Kegiatan
6. Organisasi Pelaksanaan
  Ketua tim
  Ahli Geografi lingkungan dan perencanaan pesisir
  Anggota tim
   1. Ahli geomorfologi sumberdaya lahan
   2. Ahli Hidrologi dan kualitas air
   3. Ahli kehutanan
   4. Ahli geologi dan mineral
   5. Ahli kependudukan
   6. Ahli sosiologi dan kemasyarakatan
   7. Ahli ekonomi masyarakat dan regional
   8. Ahli pemetaan dan SIG
   9. Ahli kebencanaan dan lingkungan
   10. Ahli perencaan dan pengembangan wilayah
Asisten
   1. Asisten pemetaan dan sistem informasi geografis
   2. Asisten manajemen proyek dan administrasi
   3. Asisten survey lapangan dan grup diskusi
7. Jadwal Kegiatan
       Kegiatan yang akan dilakukan dapat diselesaikan dalam 10 bulan kalender dengan
jadwal kegiatan sebagai berikut:
No   Kegiatan                                            Bulan   Bulan   Bulan   Bulan   Bulan
                                                         1-2     3-4     5-6     7-8     9-10
1    Persiapan, konsultasi pelaksanaan kegiatan dan
     penentuan lokasi kegiatan
2    Pengurusan perijinan dan dokumen administrasi
3    Pengumpulan data sekunder dan data kondisi
     wilayah
4    Orientasi lapangan, survey lapangan, identifikasi
     dan pengukuran di lapangan
5    Survey instansional, wawancara dan grup diskusi
6    Analisis data dan pembuatan peta berbasis sistem
     informasi geografis (SIG)
7    Pembuatan laporan awal, presentasi dan konsultasi
8    Perbaikan laporan dan konsultasi-2
9    Draft laporan akhir
10   Penggandaan laporan dan diseminasi

8. Penutup
        Kegiatan inventarisasi dan pemetaan potensi sumberdaya daerah pesisir tertinggal
untuk perencanaan pembangunan ekonomi lokal berbasis karakteristik wilayah
merupakan kegiatan pembuatan basis data dalam rangka perencanaan dan pengelolaan
pengembangan daerah tertinggal sebagaimana kerangka kerja Kementerian Nasional
Pengembangan Daerah Tertinggal (KNPDT) untuk meningkatkan kapasitas daerah
tertinggal agar dapat bersaing dan mengentaskan ketertinggalannya. Harapan
dilakukannya kegiatan ini adalah mendukung percepatan pelaksanaan pembangunan
kawasan tertinggal agar sesuai sasaran dan tepat guna. Berdasarkan hal tersebut,
diharapkan proposal ini dapat disetujui olehh kementeriaan pengembangan daerah
tertinggal.

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:45
posted:5/13/2012
language:Malay
pages:7