Apakah Jamaah Tabligh Gerakan Sesat?

Document Sample
Apakah Jamaah Tabligh Gerakan Sesat? Powered By Docstoc
					Apakah Jamaah Tabligh Gerakan Sesat?
Oleh A. Fatih syuhud

        Apakah Jamaah Tabligh (JT) itu gerakan sesat? Pertanyaan ini diajukan oleh salah
seorang alumni PP Al-Khoirot sekitar dua bulan lalu melalui SMS.1
        Pertanyaan tersebut wajar diajukan karena Jamaah Tabligh merupakan gerakan
da’wah yang lahir dan berkembang di luar Indonesia, tepatnya di India. Sehingga tidak
banyak santri dan kyai Indonesia yang memahami gerakan da’wah JT saat gerakan ini mulai
masuk ke Indonesia. Apalagi ada pendapat beberapa ulama Arab Saudi yang menganggap
JT sebagai gerakan sesat, bid’ah dan bahkan syirik. Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz,
misalnya, berfatwa demikian:
        “Adapun jama'ah (firqah) tabligh yang terkenal dari India itu, di dalamnya terdapat
khurafat-khurafat, bid’ah-bid’ah dan kesyirikan-kesyirikan. Maka tidak boleh khuruj (keluar)
bersama mereka. Kecuali kalau ada ulama yang ikut bersama mereka untuk mengajari
mereka dan menyadarkan mereka, maka ini tidak mengapa. Tapi kalau untuk mendukung
mereka, maka tidak boleh, karena mereka memiliki khurafat dan bid'ah. Dan orang alim
yang keluar bersama mereka hendaknya menyadarkan dan mengembalikan mereka kepada
jalan yang benar.” 2
        Shaleh Fauzan al Fauzan3 memiliki pendapat yang hampir serupa dengan
mengatakan bahwa “Jamaah Tabligh adalah kelompok bid’ah shufiyyah, maka tidak boleh
berjalan dan bermajelis dengan mereka.”4
        Muhammad Nashiruddin Al Albani5 saat ditanya soal Jamaah Tabligh menjawab,
“Yang saya yakini bahwa da'wah tabligh adalah: sufi gaya baru. Da'wah ini tidak berdasarkan
kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Khuruj yang mereka lakukan
dan yang mereka batasi dengan tiga hari dan empat puluh hari, serta mereka berusaha
menguatkannya dengan berbagai nas, sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan nash
secara mutlak.” 6

Pendapat seputar Jamaah Tabligh

        Para pengikut dan simpatisan JT tentu tidak perlu khawatir dengan opini para ulama
di atas dan banyak fatwa ulama lain yang serupa. Karena, pendapat yang menganggap
gerakan JT sesat didominasi oleh ulama Arab Saudi yang dikenal ekstrim dan kurang toleran
dalam menilai kelompok lain. Sebagaimana diketahui ulama yang memiliki jabatan profesi di
kerajaan maupun universitas Arab Saudi umumnya adalah mereka yang berfaham Wahabi
atau Salafi. Sebuah faham yang didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahab. Kelompok
yang mengklaim paling murni menjalankan ajaran Islam ini dikenal sering menghakimi
kelompok lain dalam Islam sebagai bid’dah dan syirik.

1
  Saya memang membuka konsultasi agama melalui SMS dan internet (email, website, facebook,
twitter) kepada siapa saja yang memiliki persoalan yang belum terjawab.
2
  Dari kaset Al Qaulul Balig Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (1909 - 1999) adalah Mufti Agung Arab
Saudi.
3
  Salah seorang mufti resmi Kerajaan Arab Saudi anggota Lajnah Daimah lil buhuts wal ifta’ Arab
Saudi.
4
  Shaleh Fauzan Al Fauzan, Al Ijabatu al-Muhimmah fil Masyakil al-Malammah, hal. 145.
5
  Muhammad Nashiruddin Al Albani adalah seorang ahli hadits universitas Islam Madinah.
6
  Dari kaset Al Qaulul Baligh fir Radd 'ala Firqatit Tabligh.
        Untungnya, Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakat yang awal berdirinya
terinspirasi Wahabi tidak bertaklid pada opini ulama Wahabi dalam menilai JT. Dalam salah
satu fatwanya, Majlis Tarjih Muhammadiyah menyatakan:
        “Kelompok Jama‘ah Tabligh … itu belum dapat dikategorikan golongan yang sesat,
kecuali jika ada hal-hal lain yang mereka lakukan yang berlawanan dengan rukun Islam dan
rukun Iman, yang tidak terdapat dalam al-Qur’an dan as-Sunnah.”7
        Yusuf Qardhawi termasuk di antara ulama kontemporer yang tidak menganggap JT
sebagai gerakan sesat. Lebih dari itu, ia menganggap Maulana Muhammad Ilyas, pendiri JT,
sebagai seorang da’i dan mujaddid (pembaharu) besar. Dan bahwasanya Maulana Ilyas
termasuk di antara juru dakwah hebat yang pernah dikenal dunia Islam.8
        Wahbah Az Zuhayli, pakar fiqh asal Suriah, sangat mengapresiasi gerakan ini. Penulis
kitab Mawsu’ah al Fiqh al Islamy wal Qadhaya al Muashirah (14 jilid) ini bahkan sangat
memuji JT. Dalam salah satu fatwanya ia mengatakan bahwa “anggota Jamaah Tabligh
adalah orang-orang yang sangat baik, salih, dan zuhud dan banyak berkorban untuk
menyebarkan akidah Islam. ”9 Az Zuhayli bahkan menganggap sangat tidak pantas
mempertanyakan status sesat atau tidak sesatnya JT. Bagi Az Zuhayli, orang yang
mempertanyakan niat baik JT adalah orang yang dengki.10 Berikut pertanyaan seputar JT
dan jawaban lengkap dari Az Zuhayli:11
                                                                   ‫مارأيكم في جماعة الدعوة والتبليغ؟‬
 ‫جماعة الدعوة والتبليغ هم اآلن أمة التبليغ القائمة بفرض الكفاية، وإن كان منهجهم على الطريقة الهندية‬
  ‫وهي عرض اإلسالم من جانب سلمي، وربما يكون هذا مناسبا ً في مبدأ األمر ليدخل الناس في دين هللا‬
 ‫ثم تكتمل ثقافتهم ومعرفتهم ببقية أحكام اإلسالم. فهم إذن يستنون بسنة وسيرة النبي صلى هللا عليه وسلم‬
                                                       ‫في التفرقة بين المرحلة الملكية والمرحلة المدنية‬
     ‫وعلى أية حال: إن هجوم بعض الناس عليهم ال مسوغ له، فهذا منهج أفضل من منهج المهاجمين‬
                                                                   .‫الذين يتشددون في عرض اإلسالم‬
!‫وهؤالء الدعاة في غاية الصالح والتقوى والزهد والتضحية من أجل نشر العقيدة، فلماذا نسأل عنهم؟‬
     ‫إال لعرقلة مسيرة الدعوة والتبليغ، وحسداً من اآلخرين الذين يكفرون كما يكفرون أغلب المسلمين‬
                                                                                               ‫.غيرهم‬

Dalam dua paragraf terakhir (yang saya beri teks tebal), Az Zuhayli sedikit menyindir
kelompok yang menyerang JT –yakni kalangan ulama Wahabi—dengan mengatakan bahwa
JT jauh lebih baik dari pengeritiknya yang suka mengkafirkan orang lain selain kelompok
mereka sendiri.

Kritik terhadap Jamaah Tabligh

Jadi jelas, bahwa JT bukanlah gerakan sesat. Di mata para ulama terkemuka dunia, mereka
justru sebuah gerakan yang membawa berkah bagi umat Islam. Namun demikian, bukan
berarti tidak ada kritik yang dialamatkan pada gerakan ini. Beberapa kritik untuk sebagian
(besar) anggota JT antara lain:


7
  tarjihmuhammadiyah.blogspot.com 10 Oktober 2011
8
  Yusuf Qardhawi, Asy-Syaikh Abul Hasan An Nadwi Kama Aroftuhu (‫)اشيخ أبو الحسن الندوي كما عرفته‬
9
  ‫ وهؤالء الدعاة في غاية الصالح والتقوى والزهد والتضحية من أجل نشر العقيدة‬Lihat fatawa di zuhayli.com
10
   ‫لماذا نسأل عنهم؟! إال لعرقلة مسيرة الدعوة والتبليغ، وحسداً من اآلخرين‬
11
   ibid
      Kurang ilmu. Kritik ini muncul dari Habib Mundzir Al Musawa seorang ulama Jakarta.
       Ia mengatakan bahwa JT hendaknya memprioritaskan mencari ilmu terlebih dahulu
       sebelum berdakwah atau berdakwah tanpa lupa mencari ilmu. Agar tidak terjadi
       fanatisme aliran dan tidak ngawur. Terutama saat mereka ditanya perihal agama
       pada saat menjalankan dakwahnya. Ia mengakui bahwa tidak semua anggota JT
       orang bodoh di bidang agama.
      Komitmen pada hadits shahih perlu mendapat penekanan,
      Metode khuruj dengan hitung-hitungan tertentu juga masih perlu didiskusikan.
      Jika seseorang mau khuruj empat bulan dengan meninggalkan keluarganya maka
       yang harus diperhatikan adalah apakah sudah menyediakan nafkah untuk
       keluarganya selama mereka ditinggalkan. Khuruj begitu saja tanpa memperhatikan
       nafkah merupakan tindakan yang kurang bijak. Bertawakkal kepada Allah bukan
       berarti mengesampingkan usaha yang benar.
      Hantam kromo. Dari semangatnya berdakwah sampai lupa etika berkomunikasi. Saat
       bersilaturrahmi pada ulama disamakan dengan cara ketika berbicara dengan orang
       yang buta huruf. Semua dalil yang dihafalnya keluar begitu saja tanpa rem. Padahal
       untuk mengambil hati orang pintar di bidang agama, cara terbaik adalah dengan
       bertanya, meminta saran dan petunjuk. Bukan menasihati. Bayangkan apabila anak
       TK memberi kuliah ilmu hitung pada seorang dosen matematika.
      Fanatisme golongan. Tidak sedikit anggota JT yang secara eksplisit mengatakan
       bahwa orang yang di luar JT adalah “orang-orang yang belum mendapat hidayah.”
       Kata-kata ini jelas tidak benar, bodoh dan tidak taktis. Dan itu semakin memperkuat
       stereotipe yang menganggap bahwa JT kumpulan orang-orang yang “tidak pintar.”
      India minded. Personil JT Indonesia terlalu dipengaruhi gaya berpakaian ala India. Itu
       bisa dilihat dari kesukaan memakai kurta (baju putih semi jubah), pakai sandal jepit
       dan kurang rapi.

Kesimpulan

        Jamaah Tabligh adalah gerakan dakwah yang didirikan oleh seorang ulama India
bernama Maulana Muhammad Ilyas pada 1920. Gerakan ini bertujuan untuk
“mengislamkan orang Islam” yang kurang komitmen terhadap ajaran agamanya. JT
bukanlah gerakan sesat. Ia juga bukan kelompok ekstrim yang mudah mengkafirkan orang
lain. Walaupun fanatisme golongan terkadang muncul. Dengan sistem perekrutan yang
terbuka dan seperti MLM (multi level marketing) di mana setiap anggota “diwajibkan” untuk
mendapat anggota baru, maka gerakan ini tumbuh dengan pesat di seluruh dunia termasuk
Indonesia.
        Yang suka dan merasa cocok dengan metode dakwah JT dipersilahkan bergabung
menjadi bagian da’i global. Yang tidak suka atau kurang cocok, tidak perlu ikut. Juga tidak
perlu mencaci. Apalagi mengafirkan mereka. Terlepas dari segala kekurangan para personil
JT, mereka jelas telah berbuat sesuatu untuk Islam. Yang belum tentu dilakukan oleh para
pengeritiknya. JT adalah bagian dari keindahan Islam yang yang membolehkan munculnya
berbagai macam kelompok tapi tetap berpayung dalam satu akidah Islam.
        Pada saat yang sama, JT juga hendaknya bermawas diri dan membuka kuping lebar-
lebar terhadap kritik. Karena kritik tidak muncul dari ruang hampa.[]

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:192
posted:5/13/2012
language:Malay
pages:3
Description: Artikel-artikel dalam buku Menuju Kebangkitan Islam dengan Pendidikan diterbitkan oleh Pustaka Alkhoirot Februari tahun 2012