Docstoc

RETORIKA.8

Document Sample
RETORIKA.8 Powered By Docstoc
					RETORIKA                                                                             1

Edwi Arief Sosiawan, M.Si

                                                                       Kuliah 8
Pengertian Pembawa Acara
      Pembawa acara adalah orang yang membawakan narasi atau informasi dalam
suatu acara atau kegiatan, ataupun dalam acara televisi, radio dan film. Pembawa acara
biasanya membaca naskah yang telah disiapkan sebelumnya, tapi sering juga mereka
harus memberikan komentar atau informasi tanpa naskah.
      Membawa Acara adalah proses berbicara dengan cara mengatur susunan atau
jalannya acara agar acara tersebut bisa berjalan dengan baik dan tersusun sistematis.
Dalam kegiatan yang diacarakan, selalu ada orang yang bertugas memberitahu dan
mengatur pelaksanaan setiap mata acara. Pergantian dari satu mata acara ke mata acara
berikutnya selalu mengikuti perintahnya. Orang-orang yang terlibat dalam setiap mata
acara itu pun selalu mematuhinya. Lancar tidaknya suatu acara sangat bergantung
kepadanya. Dialah yang disebut pembawa acara. Pembawa acara adalah orang yang
mengatur atau memberikan narasi dan informasi mengenai susunan suatu acara atau
kegiatan (Wikipedia, 2008:1).
      Menurut Wiyanto dan Astuti (2002:2) Pembawa Acara adalah orang pertama yang
berbicara dalam suatu acara (Wiyanto dan Astuti, 2002:2). Sebagai pembawa acara, dia
haus bisa menarik perhatian hadirin untuk segera merasa terlibat dalam pertemuan itu.
Kalau upaya ini gagal, jalannya acara menjadi hambar, tidak berkesan dan
mengecewakan. Sebaliknya bila pembawa acara pandai menguasai dan mengasyiki
hadirin, maka acara menjadi lancar dan menyenangkan. Dengan demikian kesuksesan
sebuah acara berada di tangan pembawa acara.
      Dalam menjalankan tugasnya, pembawa acara berbicara di depan khalayak
umum. Berbicara di depan umum ini mudah-mudah susah. Dikatakan mudah
karena setiap hari kita berbicara. Dikatakan susah karena tidak semua orang
berani melakukannya karena dipengaruhi oleh rasa takut dan malu. Jika sudah
berpengalaman kedua rasa tersebut akan hilang sehingga tidak menjadikan demam
panggung dan acara pun berjalan lancar.

Persiapan    yang    bisa   dilakukan   saat   menjadi   Pembawa    Acara   adalah   :

1. Rileks…Pastikan kondisi tubuh & suara fit, segar dan normal
Atasi rasa gugup dengan menarik nafas panjang dan dalam, menggerakkan badan sedikit
untuk sekedar melemaskan otot yang kaku, berdiri tegap lalu tersenyumlah
2. Know The Room (Kenalilah ruangan tempat anda akan menjadi Pembawa Acara)
3. Know The Audience (Kenali karakteristik tamu dan pandang mereka sebagai sahabat)
4. Know The Material (Kuasai bahan/ acara yang akan dibawakan)
5. Baca literature yang diperlukan untuk menunjang pengetahuan anda, karena semakin
banyak yang anda ketahui tentang acara yang anda bawakan, pasti semakin Percaya Diri
6. Susun pointer untuk membantu mengingat apa yang akan diucapkan
7. Jangan terlalu sering mengucapkan kata (meminta) maaf pada audience
8. Jangan tinggalkan daftar acara atau rundown acara (meskipun sudah ada stage
manager)
9. Pakaialah pakaian yang serasi/cocok dengan acara, jangan sampai saltum atau salah
kostum. (Buatlah sedikit saja berbeda dengan tambahan assesories atau pernak-pernik




http://edwi.dosen.upnyk.ac.id                                           edwias@yahoo.com
RETORIKA                                                                             2

Edwi Arief Sosiawan, M.Si
jika harus memakai seragam yang sama dengan tamu atau panitia. Ingat Pembawa Acara
adalah pusat perhatian)
10. Pakailah Make Up (meskipun anda laki-laki pakailah sedikit riasan wajah agar wajah
tidak mengkilap atau berwarna gelap)
11. Lakukan gerakan tangan seperlunya saat sudah berada di atas pentas. Jangan sampai
berlebihan apalagi untuk menutupi kegugupan. Karena gerakan tubuh yang berlebihan
hanya akan mengacaukan penampilan anda
12. Jaga mulut & tenggorokan selalu basah, untuk itu siapkan air putih yang siap
diminum jika dibutuhkan
13. Jangan makan & minum yang akan mengganggu organ tubuh anda, minimal satu jam
sebelum tampil misalnya soda, makanan berlemak (yang bisa membuat mual), makanan
pedas atau asam
14. Tampillah Percaya Diri dan BeYourself

Teknik Vocal :
1. Intonasi (intonation) : Pakailan intonasi atau nada suara, irama bicara atau alunan
nada dalam melafalkan kalimat
2. Aksentuasi (accentuation) atau logat. Lakukan stressing pada kalimat tertentu yang
dianggap penting, Hindari logat kedaerahan yang medhok apabila menggunakan bahasa
Indonesia atau bahasa asing.
3. Kecepatan (speed) bicara. Jangan bicara terlalu cepat atau terlalu lambat
4. Artikulasi (articulation) Yaitu kejelasan pengucapan kalimat, pelafalan kata
5. Infleksi. Lagu kalimat, perubahan nada suara, hindari pengucapan yang sama bagian
setiap kata (redundancy). Inflesi naik menunjukkan adanya lanjutan kalimat atau
menurun untuk menunjukkan akhir kalimat

Teknik Performa & Gesture
1. Lakukan Eye Contact : Pandangi audience ke seluruh ruangan, padang tepat ke mata
mereka, (bila memungkinkan dekati bila ada yang tidak interest dengan anda)
2. Lakukan gerakan tangan/isyarat/sikap yang alami, spontan (tidak dibuat-buat), tidak
sepotong-sepotong, tidak ragu, serasi dengan kalimat yang diucapkan, gunakan
penekanan pada point penting, tapi jangan berlebihan. But The Most important Gesture
: TO SMILE
3. Gerakan Tubuh ini meliputi ekspresi wajah, gerakan tangan, kaki, lengan, bahu, mulut
atau bibir, gerakan hidung, kepala, badan
4. Jangan melakukan gerakan yang monoton misalnya meremas-remas jari, menepuk
tangan, dll
5. Jangan lakukan gerakan yang tidak bermakna aatau tidak mendukung pembicaraan,
misalnya memegang kerah baju, mengelus atau menyibak rambut, memainkan
microphone, garuk-garuk kepala, dll
6. Makin besar jumlah audience, makin besar & lambat gerakan tubuh yang bisa kita
lakukan, tapi kalau audience jumlahnya kecil lakukan gerakan tubuh ala kadarnya saja.
7. Ucapkan setiap kalimat dengan senyum sehingga suara yang dihasilkan adalah
Smilling Voice
8. Jangan sekali-kali anda membuat joke tapi anda sendiri tertawa terpingkal-pingkal
9. Jika melempar Joke lakukan sedikit pause untuk memberi kesempatan audience
tertawa.




http://edwi.dosen.upnyk.ac.id                                            edwias@yahoo.com
RETORIKA                                                                            3

Edwi Arief Sosiawan, M.Si
10. Jika dalam opening anda mengucapkan salam, beri jeda beberapa detik untuk
memberi kesempatan audience menjawab

Saran                                                                                :
1. Sebaiknya seorang Pembawa Acara / MC memiliki kemampuan menyusun acara yang
sesuai dengan aturan protokoler, sehingga MC bisa memberi masukan pada
penyelenggara acara, dan tidak sekedar menuruti keinginan penyelenggara yang belum
tentu tepat.
2. Pembawa Acara / MC harus bisa berfikir dan bertindak cepat serta punya planning-
planning cadangan, jika terjadi trouble yang tidak dikehendaki saat acara berlangsung.
Sehingga acara tidak tampak kacau atau audience merasa bosan.




http://edwi.dosen.upnyk.ac.id                                           edwias@yahoo.com

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:19
posted:5/9/2012
language:
pages:3