Syarah Kitab Tauhid Hal 50-55 by desasalaf

VIEWS: 71 PAGES: 3

									         "Shalatlah di sini!" kata Itban sambil memberi isyarat ke sebuah                  Irrkecoh dengan yang demikian i t u . " Hadits ini sudah jelas arahnya yang
pojok rumahnya. Maka beliau shalat dua rakaat bersama mereka, ke-                          mensyaratkan amal bagi o r a n g yang m e n g u c a p k a n la ilaha illallah, k a -
m u d i a n d u d u k u n t u k menyantap m a k a n a n yang sengaja dimasak untuk         rena beliau bersabda, "Yang dia maksudkan untuk mencari Wajah A l l a h . "
beliau. Lalu mereka p u n berbincang-bincang. Dalam perbincangan i t u                     Karena itulah ketika menjelaskan sabda Rasulullah Shallallahu            Alaihi wa
mereka       menyebut-nyebut       seseorang     yang   bernama      Malik b i n A d -     .N,i//am, " K u n c i surga adalah la Ilaha Illallah", sebagian orang salaf ber-
D u k h s y u m . Seseorang mengabarkan bahwa dia itu orang munafik. Maka                  kata, "Tapi siapa yang datang m e m b a w a kunci yang tidak m e m i l i k i gigi,
beliau bersabda, "Janganlah kalian berkata seperti itu. Bukankah dia                       tentu tidak akan dibukakan baginya."
m e n g u c a p k a n 'la ilaha illallah', yang dengan ucapan itu dia m e n g h e n -            Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah berkata, " O r a n g yang mencari se-
daki Wajah Allah?" K e m u d i a n beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah                    suatu harus melengkapi sarana pencarian. Jika dia menyempurnakannya,
m e n g h a r a m k a n atas neraka...." (Al-Hadits).                                      maka diharamkan neraka atas dirinya dengan                 pengharamkan        yang
         Rasulullah Shallallahu    Alaihi wa Sallam melarang mereka m e n g a -            mutlak. Jika dia datang dengan m e m b a w a berbagai m a c a m kebaikan se-
takan apa yang mereka katakan, karena t o h mereka tidak mengetahui apa                    cara leblh sempurna, m a k a d i h a r a m k a n neraka atas dirinya dengan p e n g -
yang ada di dalam hati orang itu, karena dia sudah bersaksi bahwa tidak                    haraman yang mutlak. Tapi jika dia datang dengan sesuatu yang k u r a n g ,
ada Ilah melainkan Allah. Begitulah yang disabdakan Rasulullah Shall-                      maka pencarian itu p u n j u g a berkurang, sehingga pengharaman neraka
allahu Alaihi wa Sallam         d a n beliau tidak membebaskan orang itu dari              atas dirinya j u g a berkurang. N a m u n tauhid menghalang kekekalannya d i
dosa, tapi beliau m e n g g u n a k a n u n g k a p a n yang bersifat u m u m bahwa        dalam neraka, seperti orang yang berzina, mencuri, m i n u m khamr. Jika
Allah m e n g h a r a m k a n atas surga bagi orang yang m e n g u c a p k a n 'la Ilaha   dia melakukan kedurhakaan ini lalu berucap ketika mengerjakannya, " A k u
Illallah',   yang karenanya dia mengharapkan Wajah Allah. Beliau j u g a                   bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah, aku melakukan yang demikian ini
melarang kita menduga-duga              tentang diri h a m b a - h a m b a Allah yang      karena mencari Wajah Allah", berarti dia seorang pendusta                   dengan
t a m p a k memiliki kebaikan, dengan berkata, "Dia adalah orang yang ber-                 bualannya itu, karena Nabi Shallallahu           Alaihi   wa Sallam       bersabda,
maksud riya', dia adalah orang munafik", atau yang sejenisnya. Sebab                       " lldaklah seorang pezina berzina, ketika berzina di dalam keadaan M u k -
sekiranya kita m e m u t u s k a n berdasarkan dugaan kita, tentu akan ber-                m l n . " (Diriwayatkan Al-Bukhary d a n Muslim). Apalagi jika dia m e m a k -
d a m p a k kerusakan dunia d a n akhirat. M e m a n g banyak orang yang kita              Hudkannya u n t u k mencari Wajah Allah.
sangka dengan sangkaan yang buruk. Tapi kita tidak boleh m e n g u c a p k a n                    Di dalam hadits ini terkandung bantahan terhadap                   golongan
sangkaan ini selagi zhahir mereka baik. Karena itulah para u l a m a berkata,              Murji'ah yang menyatakan, "Ucapan la ilaha illallah sudah c u k u p , d a n
"Diharamkan sangkaan yang b u r u k terhadap orang Muslim jika zhahirnya                   tidak perlu mencari Wajah Allah."
baik."
                                                                                                  Di dalam hadits ini j u g a terkandung bantahan terhadap g o l o n g a n
         Sabda Rasulullah Shallallahu        Alaihi wa Sallam,        "Sesungguhnya        Khawarij dan Mu'tazilah, karena m e n u r u t zhahir hadits, siapa yang mela-
Allah m e n g h a r a m k a n atas neraka", artinya mencegah dari neraka atau              kukan hal-hal yang d i h a r a m k a n ini tidak dikekalkan d i dalam neraka, tapi
mencegah neraka u n t u k m e n i m p a k a n bencana.                                     dia layak mendapat siksa; Sementara mereka berkata, " O r a n g yang m e -
         Sabda beliau, "Siapa yang m e n g u c a p k a n 'la Ilaha Illallah ," artinya
                                                                            1
                                                                                           ngerjakan dosa besar kekal di dalam neraka."
dengan syarat ikhlas. Dalilnya adalah sabda beliau berikutnya, "Yang dia
maksudkan u n t u k mencari Wajah Allah". Artinya mencari atau m e n g h a -               T l m b a n g a n La Ilaha   Illallah
rapkan Wajah Allah. J a d i dia harus beramal sesuai dengan kesanggupan-
                                                                                                  Dari A b u Sa'id Al-Khudry Radhiyallahu      Anhu, dari Rasulullah Shall-
nya supaya sampai kepada-Nya'* karena orang yang mencari sesuatu,
                                                                                           ulldhu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
tentu akan berusaha u n t u k sampai kepadanya dan terpancang kepada-
nya. Berarti kita tidak lagi m e m b u t u h k a n perkataan Az-Zuhry           Rahima-
hullah, setelah dia m e n y e b u t k a n hadits ini seperti yang disebutkan dalam
Shahih Muslim, dia berkata, " K e m u d i a n setelah itu diwajibkan beberapa
hal dan d i h a r a m k a n beberapa hal pula. Maka tidak seharusnya seseorang
                                                                                         lebih berat daripada timbangan langit dan b u m i serta seisinya. Hal ini
                                                                                         menunjukkan kelebihan la ilaha Illallah dan keagungannya, tapi harus

                         .Srt V» ill N ^       c J l ^ AiT ^ ill VI iit V } 4iT
                                                                                         disertai pemenuhan syarat-syaratnya. Jika hanya sekedar untaian kata-
                                                                                         kata yang diucapkan di lisan, m a k a berapa banyak orang yang m e n g u c a p -
        "Musa Alaihis-Salam berkata, 'Ya Rabbi, ajarkanlah kepadaku sesuatu              kannya, tapi pada hakikatnya ia seperti bulu yang tidak bernilai, karena dia
      yang dapat kugunakan untuk mengingat-Mu                dan berdoa    kepada-Mu'.   tidak mengucapkannya dengan m e m e n u h i syarat-syaratnya dan m e -
      Allah berfirman,     'Ucapkanlah wahai Musa, la ilaha illallah'.           Musa    nyingkirkan penghalang-penghalangnya.
       berkata, 'Ya Rabbi, apakah setiap hamba-Mu                    mengucapkannya?'          Firman Allah, " b u m i yang tujuh", dalam sebagian naskah dise-
      Allah berfirman, 'Wahai Musa, sekiranya langit yang tujuh dan seisi-               butkan dalam b e n t u k marfu.      Tapi itu tidak benar, karena jika ia disam-
      nya selain Aku beserta bumi yang tujuh berada pada satu mangkuk                    bungkan dengan         ismu   anna      sebelum   ada khabar,   m a k a ia harus
      timbangan, dan la ilaha illallah berada pada mangkuk                  timbangan    manshub.
       lainnya, maka la ilaha illallah dapat mengalahkannya'. " (Diriwayat-                    Firman Allah, "malat",      artinya 'lebih berat hingga condong'.
      kan Ibnu Hibban dan A l - H a k i m . Dia menshahihkannya).                              Firman Allah, "amirahunna",          artinya 'penghuninya'. Al-Amiru   lisy-
       Perkataan Musa, "Yang dapat kugunakan untuk mengingat-Mu dan                      syai'i artinya ' y g mengisi sesuatu'.
                                                                                                          a n


berdoa kepada-Mu", ini merupakan sifat dari sesuatu dan bukan jawaban
                                                                                                Firman Allah, "selain A k u " , Allah mengecualikan Diri-Nya sendiri,
dari permintaan. Musa Alaihis-Salam          m e m i n t a sesuatu, agar dapat beliau
                                                                                         karena perkataan la ilaha illallah        merupakan pujian bagi-Nya, yang
gunakan u n t u k mendapatkan dua hal: mengingat Allah dan berdoa ke-
                                                                                         berarti siapa yang dipuji lebih a g u n g dari pujian itu. Di sini engkau harus
pada-Mya~j
                                                                                         tahu bahwa keberadaan Allah d i langit tidak sama dengan keberadaan
       Maka Allah m e m e n u h i permintaan itu dengan berfirman, "Ucapkan-             para malaikat d i langit. Keberadaan para malaikat d i langit m e r u p a k a n
lah la ilaha illallah." Kalimat ini merupakan dzikir yang juga m e n g a n d u n g       kebutuhani; Mereka berada di langit karena m e m a n g mereka merasa perlu
doa, karena orang yang berdzikir menghendaki keridhaan Allah bagi diri-                  berada d i sana. Sementara Allah Subhanahu           wa Ta'ala tidak m e m b u -
nya dan keinginan u n t u k mencapai t e m p a t kemuliaan-Mya. Jadi, itu                tuhkan langit, bahkan langit dan selain langit m e m b u t u h k a n Allah. J a d i
merupakan dzikir yang juga m e n g a n d u n g doa, sebagaimana perkataan                jangan sampai ada yang beranggapan bahwa langit m e m b e r i lindungan
penyair,                                                                                 kepada Allah, m e m a y u n g i Btau melingkupi-Nya atau berada di atas-Mya.
       Apakah aku harus mengingat kebutuhanku atau cukup bagiku                          Langit bagi para malaikat merupakan tempat kediaman dan lindungan.
       Pemberianmu ketika aku sedang membutuhkan pemberianmu?                            Tapi bagi Allah, langit itu merupakan sisi, karena Allah bersemayam di atas
                                                                                         'Arsy dan tak satu p u n d i antara makhluk-Nya yang memberi-Nya lin-
       Ibnu Abbas menegaskan bahwa dzikir j u g a berarti doa, dan me-
                                                                                         dungan.
nguatkan pendapat ini dengan perkataan seorang penyair,
       Jika suatu hari hamba menyampaikan pujian kepada-Mu
       Maka cukup baginya apa yang dia lakukan dengan pujian itu                         Tauhid dan Ampunan
       Perkataan Musa, "Apakah setiap hamba-Mu                 mengucapkannya?"                   Dalam riwayat At-Tirmidzy, dan dia menghasankannya, dari Anas,
bukan berarti ini m e r u p a k a n kalimat remeh yang dapat diucapkan setiap             dia berkata, " A k u pernah mendengar Rasulullah Shallallahu          Alaihi wa
makhluk,    karena Musa Alaihis-Salam            juga    mengetahui       keagungan      Sallam     bersabda,

                                                                                                                       p                                   °J $ -
kalimat ini. Tapi beliau menginginkan sesuatu yang dikhususkan karena-
                                                                                                                                                                          L
nya, karena pengkhususan manusia dengan sesuatu menunjukkan kedu-                                   JjtjJ^f V                              <-Jj*> J$
dukan dan ketinggiannya. Maka Allah menjelaskan kepada Musa bahwa
kendatipun beliau diberi sesuatu, maka tidak ada pemberian yang lebih
baik daripada kalimat ini, bahwa kalimat la ilaha              illallah   lebih besar             "Allah berfirman,    'Wahai anak Adam, sesungguhnya sekiranya       kamu
daripada langit dan b u m i serta seisinya, karena kalimat la ilaha illallah ini                  datang kepaaa-Ku      dengan    satu kantong   tanah berupa    kesalahan-
       kesalahan, kemudian kamu datang kepada-Ku tanpa menyekutukan                            Sekiranya Iafazh hadits qudsy itu dari sisi Allah, m a k a tidak ada
       sesuatu pun dengan-Ku, maka Aku benar-benar mendatangimu dengan                         bedanya antara hadits itu dengan Al-Qur'an, karena keduanya de-
       satu kantong ampunan'. "
                                                                                               ngan kondisi seperti itu merupakan kalam Allah, yang             mengha-
       Sabda Rasulullah Shallallahu           Alaihi wa Sallam,         "Allah berfirman,      ruskan kesamaan antara keduanya dalam h u k u m , ketika keduanya
'Wahai anak A d a m . . . . ' " dan seterusnya, ini termasuk hadits-hadits qudsy               bertemu pada dasarnya. Sebagaimana yang diketahui, antara Al-
yang diriwayatkan Nabi Shallallahu            Alaihi wa Sallam         dari Rabb beliau.       Qur'an dan hadits qudsy terdapat perbedaan yang banyak, di
Para ahli hadits memasukkannya dalam hadits-hadits nabawy, karena ia                           antaranya:
dinisbatkan kepada Nabi Shallallahu            Alaihi wa Sallam         secara langsung        a.   Hadits qudsy tidak dijadikan bacaan untuk ibadah. Dengan
dan bukan termasuk Al-Qur'an berdasarkan ijma', meskipun masing-                                    kata lain, manusia tidak dianggap m e n y e m b a h Allah Subha-
masing di antara keduanya disampaikan Nabi Shallallahu                         Alaihi    wa         nahu wa Ta'ala hanya dengan m e m b a c a hadits qudsy, tidak
Sallam kepada u m a t dari sisi Allah Subhanahu          wa    Ta'ala.                              diberi pahala dari setiap huruf yang dibaca dengan sepuluh
       Para ulama saling berbeda pendapat tentang Iafazh hadits qudsy,                              kebaikan, sementara Al-Qur'an dijadikan sebagai ibadah ke-
apakah itu m e r u p a k a n kalam Allah Subhanahu         wa ta'ala         ataukah Allah          tika membacanya, yang setiap huruf mendatangkan sepuluh
mewahyukannya         kepada    Rasul-Nya      berdasarkan maknanya saja,                se-        kebaikan.
mentara lafazhnya berasal dari Rasulullah Shallallahu                Alaihi wa      Sallam?    b.   Allah Subhanahu       wa Ta 'ala menantang manusia u n t u k m e m -
Ada dua pendapat t e n t a n g hal ini:                                                             buat yang serupa dengan Al-Qur'an, atau bahkan satu ayat
       Pendapat Pertama: Hadits qudsy berasal dari sisi Allah, baik Iafazh                          yang mirip dengannya. Sementara Allah tidak melakukan t a n -
maupun       maknanya,     karena      Nabi     Shallallahu         Alaihi    wa     Sallam         tangan yang sama d a l a m hal hadits qudsy.
menisbatkannya kepada Allah Subhanahu                wa Ta 'ala^Sebagaimana             yang   c.   Al-Qur'an m e n d a p a t k a n pemeliharaan dari sisi Allah,) sebagai-
diketahui, h u k u m dasar dalam perkataan yang dinisbatkan harus berupa                            m a n a firman-Nya, "Sesungguhnya         Kamilah yang      menurun-
Iafazh siapa yang mengucapkannya dan b u k a n m e n u r u t perkataan orang                        kan Al-Qur'an dan sesungguhnya           Kami benar-benar     memeli-
yang menukilnya, apalagi Nabi Shallallahu               Alaihi wa Sallam             adalah         haranya."       (Al-Hijr: 9). Sementara perlakuan serupa tidak d i -
orang yang paling kuat amanatnya dan yang paling kuat periwayatannya.                               berikan kepada hadits qudsy. Di antara hadits-hadits qudsy itu
       Pendapat Kedua:         Makna hadits qudsy berasal dari sisi Allah se-                       ada yang shahih, ada yang hasan dan bahkan ada yang diindi-
dangkan lafazhnya dari Nabi Shallallahu               Alaihi wa Sallam.            A d a dua        kasikan dha'if atau bahkan m a u d h u ' . Kalaupun tidak begitu, di
pertimbangan tentang hal ini:                                                                       antara hadits-hadits qudsy ini ada yang didahulukan, diakhir-
  1.   Sekiranya hadits qudsy berasal dari sisi Allah, baik m a k n a m a u p u n                    kan, ditambahi dan j u g a dikurangi.
       lafazhnya, tentu sanadnya lebih tinggi dari Al-Qur'an, karena Nabi                      d.   Al-Qur'an tidak boleh dibaca m e n u r u t maknanya" berdasarkan
       Shallallahu    Alaihi wa Sallam          meriwayatkannya dari Allah tanpa                     ijma' orang-orang M u s l i m . A d a p u n hadits-hadits qudsy tidak
       perantara,)seperti yang dapat dilihat dari zhahir susunan kalimatnya.                         seperti i t u , yang boleh dinukil menurut maknanya. Begitulah
       A d a p u n Al-Qur'an t u r u n kepada Nabi Shallallahu         Alaihi wa     Sallam          m e n u r u t pendapat mayoritas.
       lewat perantaraan Jibril, sebagaimana firman Allah,                                     e.    Al-Qur'an disyariatkan untuk dibaca dalam shalat, bahkan ada
       "Katakanlah,     'Ruhul-Qudus      (Jibril)   menurunkan Al-Qur'an           itu dari         shalat yang dianggap tidak sah jika tidak disertai bacaan A l -
       Rabbmu dengan benar. " (An-Nahl: 102).                                                        Qur'an, sementara hadits qudsy tidak mendapatkan perlakuan
       "Ia   dibawa    turun    oleh   Ruhul-Amin       (Jibril),      ke dalam hatimu               seperti ini.
       (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang                        f.    Al-Qur'an tidak boleh disentuh kecuali dalam keadaan suci.
       yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. " (Asy-                               Begitulah m e n u r u t suatu pendapat. Sementara hadits qudsy
       Syu'ara': 192-194).                                                                           tidak mendapatkan perlakuan serupa.

								
To top