Kemampuan Bahasa Indonesia by anjumichalwa

VIEWS: 14 PAGES: 1

More Info
									Kemampuan Bahasa Indonesia, terutama sastra, sebenarnya juga tidak etis jika diujikan secara tertulis,

terutama multiple choice. Karena sastra adalah tenang penguasaan dan ketrampilan, sehingga sangat

tidak etis jika penilainnya hanya diserahkan pada lembaran-lembaran kertas yang kaku dan berlawanan

dengan karakter sastra sebagai buah pikiran manususia itu sendiri. Kurangnya dinamisasi dan inovasi di

pengajaran Bahasa Indonesia mempengaruhi minat para siswa secara psikologis untuk belajar serius dan

mendalam. Secara logika, pelajaran Bahasa Indonesia seharusnya adalah pelajaran yang menyengkan,

karena dalam pelajaran ini mengandung banyak pengetahuan, terutama sastra yang merupakan buah

kreasi akal pikiran. Akan tetapi, dengan semakin menjauhnya pengajaran Bahasa Indonesia dari usaha

pengembahan akal, budi, dan logika, telah semakin memperkuat stigma bahwa pelajaran Bahasa

Indonesia itu menyebalkan dan sulit, jauh lebih sulit dari matematika atau fisika yang menuntut hapalan,

bukan kreasi.


Sistem evaluasi pun sudah sangat mendesak untuk direvisi, karena standar nilai minimal ternyata tidak

banyak membantu perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia, terlebih dengan adanya stnadr nilai

minimal yang semakin naik dari tahun ke tahun. Memang menetapkan suatu angka sebagai standar

minimal untuk kelulusan bukanlah sesuatu yang buruk, akan tetapi yang paling buruk apabila proses

pendidikan sudah ditujukan untuk menghadapi ujian semata, bukan lagi untuk menghadapi kehidupan

nyata (learning for the test, not learning for the living). Sekolah adalah tempat untuk membangun

generasi muda yang berpikiran maju ke depan demi masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik.

Jangan sampai sekolah justru menjadi penjara intelektual yang malah mematikan potensi para siswa.

								
To top