Kebanyakan orang tua mempunyai motivasi yang salah meski tidak seratus persen dalam menyekolahkan anak ke perguruan tinggi

Document Sample
Kebanyakan orang tua mempunyai motivasi yang salah meski tidak seratus persen dalam menyekolahkan anak ke perguruan tinggi Powered By Docstoc
					Kebanyakan orang tua mempunyai motivasi yang salah meski tidak seratus persen dalam

menyekolahkan anak ke perguruan tinggi. Ungakapn atau motivasi tersebut san gat mungkin sekali

merupakan warisan dari jaman penjajahan belanda dulu, yang ternyata masih mengakar kuat di dalam

beak para orang tua yang sangat mengkhatiran masa depan putra-putri mereka. Ungkapan tersebut

adalah "nak, belajar yang pinter,,,, biar nanti jadi pegawai (pemerintah)." Ternyata di era modern seperti

sekarang, ungakapan tersebut tidak banyak berubah, hanay mengalami modifikasi. Jika dulu sekolah

hanya di jenjang sekolah dasar jaman belanda atau yang penting bisa baca tulis saja sudah lebih dari

cukup, maka sekarang naik level hingga perguruan tinggi, lulus cepat dengan ipk tinggi, dan tidak harus

menjadi pegawai pemerintah ( meskipun menjadi pns masih menjadi primadona banyak orang) karena

menjadi pegawai swasta juga merupakan cita-cita setelah lulus kuliah. Akan tetapi esensinya masih

sama, yaitu sekolah untuk kerja.


Dari ungkapan tersebut, terdapat dua tujuan kuliah yang bisa kita tangkap jelas, yaitu belajar agar pintar

kemudian mudah cari kerja. Diperhatikan sekilas memang tidak ada yang salah, akan tetapi pemahaman

sepertiu itulah yang semakin menjerumuskan perguruan tinggi ke dalam lubang gelap. Menurut saya,

sekolah bukanlah untuk kerja, tetapi untuk mencari ilmu dan pengalaman hidup. Dengan memiliki bekal

ilmu dan pengalaman hidup yang cukup, maka para sarjana tidak akan sekedar berebut menjadi pns

atau karyawan, tetapi membuka kesempatan kerja sesuai keahlian mereka. Seandainya mereka menjadi

karyawan pun bukan sembarang karyawan, akan tetapi karyawan yang kreatif dan mempunyai daya

tawar yang tinggi.


Agar bekal ilmu dan pengalaman yang di dapat di bangku kuliah menjadi maksimal, maka alangkah

baiknya jika para calon mahasiswa memikirkan masak-masak jurusan apa yang akan mereka ambil;

jangan sampai salah pilih. Jangan sampai para mahasiswa masih bingung dan tidak yakin dengan pilihan
mereka sendiri. Banyak sekali para mahasiswa yang memilih jurusan karena paksaan orang tua,

pengaruh teman,ikut-ikutan trend, bahkan ada yang asal-asalan karena bingung mau milih apa.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:32
posted:5/8/2012
language:Malay
pages:2
Description: pengajaarn bahasa