Docstoc

05-panduan fasilitator-longsor-wira.doc

Document Sample
05-panduan fasilitator-longsor-wira.doc Powered By Docstoc
					                                      KESIAPSIAGAAN BENCANA TANAH LONGSOR
                                                                 PMR WIRA



Patung Longsor

A. Sub-pokok Bahasan
   1. Arti dan ciri-ciri bencana tanah longsor
   2. Dampak bencana tanah longsor

B. Tujuan Pembelajaran
   1. Peserta dapat menjelaskan bencana tanah longsor dan penyebabnya
   2. Peserta dapat menjelaskan dampak bencana tanah longsor

C. Sasaran
   PMR Wira

D. Waktu
   2 x 45 menit : Pemahaman bencana tanah longsor dan penyebabnya
   3 x 45 menit : Pemahaman dampak bencana tanah longsor

E. Metode
   Ceramah, diskusi, bermain peran, simulasi

F. Media
   Flipchart, kertas plano, spidol/alat tulis

G. Proses Pembelajaran 1
   1. Pengantar
      Fasilitator mengulas secara singkat pengertian bencana

      2. Kegiatan belajar
         a. Setiap peserta diminta untuk mengambil selembar kertas dan pulpen atau
            spidol. Mintalah kepada masing-masing peserta untuk menggambar sebuah
            garis di kertas. Di setiap awal garis ditandai dengan X dan di ujung garis
            ditandai dengan panah.
         b. Tanda panah menandai posisi mereka pada saat ini – sebagai PMR Wira.
         c. Kilas balik sejauh mungkin ingatan mereka, mulai dari tanda X dan
            memberi label berbagai kejadian penting yang dapat mereka ingat di
            dalam kehidupan mereka yang menuntun mereka untuk lebih mengenal
            bencana tanah longsor dan penyebabnya.
         d. Beri waktu kepada peserta, dan kemudian minta kepada peserta untuk
            masing-masing mencari pasangan, dan mendiskusikan bencana tanah
            longsor dan penyebabnya yang mereka alami atau ketahui dalam
            kehidupan mereka.
         e. Apabila menggunakan latihan ini untuk menelaah berbagai faktor umum
            yang menyebabkan perubahan sikap pada diri masing-masing, berbagai
            faktor tersebut dapat saling diungkapkan di dalam pleno, dan ditulis
            dengan mengelompokkannya di papan tulis.




116
                                  KESIAPSIAGAAN BENCANA TANAH LONGSOR
                                                             PMR WIRA



H. Proses Pembelajaran 2
   1. Pengantar
      a. Fasilitator mengulas secara singkat pengertian bencana
      b. Fasilitator meminta perwakilan peserta yang pernah melihat atau
          mengalami bencana tanah longsor untuk menceritakan pengalamannya,
          misal sebab, dampak

   2. Kegiatan Belajar
      a. Seni patung merupakan suatu cara altenatif bagi berbagai kelompok untuk
         melihat kembali sebuah situasi bencana (dalam hal ini bencana tanah
         longsor), dan melihat dampak bencana tersebut.
      b. Biasanya diperlukan hingga 6 orang untuk berperan sebagai model,
         ditambah satu orang sebagai pematung. Sisa anggota kelompok lainnya
         dapat bertindak sebagai pengamat pada awalnya dan kemudian dapat
         menjadi pematung ulang. Peserta lainnya yang tidak mau menjadi
         pematung awal atau pematung ulang dapat menjadi pengamat, dan ikut
         dalam diskusi-diskusi selanjutnya.
      c. Seorang relawan menawarkan diri untuk menjadi pematung pertama, dan
         “memahatkan” dampak dari bencana tanah longsor, dengan menggunakan
         peserta lainnya sebagai model.
      d. Pematung dapat memilih jumlah peserta sesuai dengan yang
         dibutuhkannya untuk latihan, menggunakan peserta untuk mencipta
         “patung hidup” dari sebuah situasi bencana tanah longsor. Peserta diatur
         seperti yang diinginkan, dengan tubuh yang “dipahat” untuk
         mengungkapkan ketegangan yang ada, emosi, situasi bencana, dsb. Latihan
         ini dilakukan tanpa diskusi. Ketika seorang pematung puas dengan
         pengaturan posisinya, ia dapat memberi penjelasan singkat tentang kenapa
         tubuh-tubuh tersebut diatur demikian.
      e. Para peserta yang dijadikan model kemudian diminta untuk
         mengekspresikan bagaimana perasaan mereka dalam posisi tersebut.
      f. Sesuai dengan waktu yang tersedia, peserta lain dapat mengajukan diri
         untuk membuat “patung” yang lain dan mengulangi proses di atas. Setiap
         proses pembuatan “patung” dapat menghabiskan waktu sekitar 20 menit.

I. Latihan/Evaluasi/Penugasan
   Peserta diminta untuk membuat sebuah permainan peran teaterikal yang dapat
   digunakan sebagai bentuk kampanye. Permainan peran ini untuk menjelaskan
   tentang bencana dan dampak tanah longsor.

J. Kunci Materi/Referensi
   Buku “Ayo Siaga Bencana PMR Wira”




                                                                             117
                                      KESIAPSIAGAAN BENCANA TANAH LONGSOR
                                                                 PMR WIRA



Obyektif – Subyektif

A. Sub-pokok Bahasan
   1. Upaya kesiapsiagaan bencana tanah longsor.
   2. Peran PMR Wira dalam kesiapsiagaan bencana tanah longsor.

B. Tujuan Pembelajaran
   1. Peserta dapat melakukan upaya-upaya dalam mengurangi bahaya bencana
      tanah longsor serta melaksanakan aktivitas yang memungkinkan dapat
      dilakukan dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam
      kesiapsiagaan bencana.
   2. Peserta memiliki kepedulian terhadap upaya kesiapsiagaan bencana tanah
      longsor dalam lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat serta kepedulian
      terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana dan mendukung program
      kesiapsiagaan PMI.

C. Sasaran
   PMR Wira

D. Waktu
   4 x 45 Menit    : Pemahaman kesiapsiagaan bencana tanah longsor.
   6 x 45 Menit    : Pemahaman peran PMR dalam kesiapsiagaan bencana tanah
   longsor.

E. Metode
   Ceramah, tanya jawab, study kasus, praktek

F. Media
   Flipchart, spidol/alat tulis

G. Proses Pembelajaran 1
   1. Pengantar
      Fasilitator meminta perwakilan peserta untuk menjelaskan kepada teman-
      temannya tentang apa yang dimaksud upaya kesiapsigaan bencana

      2. Kegiatan Belajar
         a. Setiap orang mengambil 5 kartu, dan menuliskan di atasnya 5 tujuan
            spesifik yang mereka miliki untuk upaya kesiapsiagaan bencana tanah
            longsor. Ini dapat berupa daftar yang umum untuk upaya tersebut, atau
            daftar untuk kelompok mereka (PMR Wira). Berikan waktu yang cukup
            untuk masing-masing peserta membuat daftar tersebut.
         b. Apabila selesai, semua kartu diletakkan terbalik dengan tulisan menghadap
            ke bawah, di atas meja atau lantai di tengah ruangan. Setiap orang
            kemudian mengambil 3 kartu (bukan milik mereka sendiri) yang isinya
            dapat mereka setujui. Apabila saat mengambil satu kartu mereka merasa
            tidak puas dengan isinya, mereka dapat meletakkan kembali kartu itu dan
            mengambil kartu lain sampai akhirnya mereka mendapatkan 3 kartu yang



118
                                   KESIAPSIAGAAN BENCANA TANAH LONGSOR
                                                              PMR WIRA



         mereka sukai. Ketika selesai, setiap orang dapat membaca keras-keras isi
         tiga kartu yang mereka miliki. Selama mereka membaca, fasilitator
         menuliskan    pada     Flip-chart,    dan    menanyakan      persetujuan/
         ketidaksetujuannya. Lanjutkan sampai semua tujuan tertulis di Flip-chart.
      c. Setelah membuat daftar tujuan, peserta dapat memberikan urutan
         prioritas menurut mereka. Hal ini dapat dilakukan secara individual, atau
         dalam kelompok kecil, dan setelah itu dilaporkan pada saat pleno.
      d. Peserta dapat memilih satu tujuan, dan mulai merancang strategi taktis
         untuk mengupayakan tercapainya tujuan tersebut.
      e. Melakukan praktek sederhana terhadap kegiatan yang telah disepakati
         bersama.

H. Proses Pembelajaran 2
   1. Pengantar
      Fasilitator mengulas secara singkat upaya kesiapsiagaan bencana

   2. Kegiatan Belajar
      a. Fasilitator menguraikan secara singkat kedua pendekatan dalam
         penanganan bencana – pendekatan “obyektif” dan “subyektif”.
      b. Pendekatan “obyektif” adalah pendekatan yang berpusat pada penanganan
         sebab dan akibat nyata dari suatu bencana tertentu
      c. Pendekatan “subyektif” adalah pendekatan yang berpusat pada usaha
         meningkatkan komunikasi dan kepercayaan kembali, mengubah sikap, dan
         meningkatkan kejelasan keadaan dan harapan yang diinginkan pasca
         bencana.
      d. Mintalah peserta untuk membentuk kelompok beranggotakan 5 - 7 orang
         dan menjawab pertanyaan berikut:
          Bila anda percaya pada pendekatan “obyektif”, anda akan melibatkan
             diri dalam jenis kegiatan seperti apa?
          Bila anda percaya pada pendekatan “subyektif”, anda akan melibatkan
             diri dalam jenis kegiatan seperti apa?
          Pendekatan manakah yang menurut anda paling penting?
      e. Peserta mendapat waktu 30 menit untuk menjawab pertanyaan di atas dan
         kemudian berkumpul kembali untuk diskusi pleno.
      f. Kemudian beri waktu 45 menit untuk diskusi dalam kelompok kecil
         kemudian berkumpul kembali untuk diskusi pleno. Topik diskusi:
          Apakah peserta dapat membedakan kedua tipe pendekatan itu?
          Jenis kegiatan apakah yang membedakan kedua pendekatan tersebut?
          Pendekatan mana yang diyakini terpenting oleh peserta? Mengapa?
          Apakah mereka percaya kedua pendekatan itu diperlukan?
          Pendekatan mana yang lebih diunggulkan oleh PMR Wira? Apakah kita
             puas dengan pendekatan itu?
          Apakah kita puas dengan pendekatan yang selama ini kita lakukan?
          Apakah kita ingin mengembangkan kegiatan jenis lain? Seperti apa?
      g. Bagikan daftar bencana tanah longsor, dan minta agar peserta
         merencanakan sebuah strategi untuk melakukan intervensi pada salah satu
         situasi, dan bila mereka menginginkan aturlah suatu permainan-peran,


                                                                              119
                                   KESIAPSIAGAAN BENCANA TANAH LONGSOR
                                                              PMR WIRA



         yang memperlihatkan bagaimana usaha mereka untuk berperan dalam
         penanggulangan bencana tanah longsor. Bila beberapa kelompok memilih
         situasi yang sama tidak menjadi masalah, karena membandingkan
         bermacam intervensi ternyata produktif bagi diskusi nantinya. Beri waktu
         setiap kelompok 20 menit untuk mempersiapkan permainan-peran mereka.
      h. Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan usaha mereka
         kepada kelompok pleno. Beri waktu 10 menit bagi setiap kelompok untuk
         mempertunjukkan permainan-peran mereka, dan 10 menit lagi untuk
         diskusi kelompok.

I. Latihan/Evaluasi/Penugasan
   Melakukan praktek sederhana terhadap kegiatan yang telah disepakati bersama.

J. Kunci Materi/Referensi
   Buku “Ayo Siaga Bencana PMR Wira”




120

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:68
posted:5/7/2012
language:Malay
pages:5