Docstoc

hell , neraka

Document Sample
hell , neraka Powered By Docstoc
					Secara harfiyah, neraka artinya api, yakni tempat siksaan dan balasan bagi orang yang
tidak beriman kepada Allah swt dan berbuat dosa dalam kehidupannya di dunia. Agar
tumbuh ke dalam jiwa perasaan takut kepada neraka, menjadi penting bagi kita semua
memahami hakikat neraka yang sesungguhnya, karena memang tidak ada yang bisa
membahasakan dahsyatnya penderitaan di neraka, sebagaimana tidak ada yang bisa
membahasakan kenikmatan surga.

Paling tidak, ada delapan hal yang harus kita perhatikan untuk memahami hakikat neraka.
1. Panas Yang Tidak Terkira.

Azab dan siksa Allah dalam kehidupan akhirat merupakan sesuatu yang sangat dahsyat
dan tidak bisa dibayangkan sedikitpun, begitu juga sebenarnya kenikmatan yang
diberikan Allah kepada penghuni surga. Salah satu gambaran yang dikemukakan
Rasulullah saw dalam hadits tentang betapa dasyatnya siksa neraka adalah perbandingan
panasnya api dunia dengan api di akhirat, beliau bersabda:

Apimu (yang kamu semua menyalakannya di dunia) ini adalah satu bagian dari tujuh
puluh bagian dari panasnya neraka jahanam, setiap bagian sama suhu panasnya dengan
api di dunia ini (HR. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi).

Karena begitu panasnya api neraka ini, ia berkobar dan mengelupaskan kulit kepala,
sesuatu yang amat mengerikan sebagaimana firman-Nya: Sekali-kali tidak dapat,
sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak, yang mengelupas kulit kepala (QS.
Al-Ma’arij [70]: 15-16).

Untuk menggambarkan pedihnya penderitaan di neraka, penghuninya tidak hanya dibakar
sampai kulit kepala, tapi juga sampai ke hati, sebagaimana disebutkan dalam firman
Allah swt: (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai
ke hati, sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang mereka itu) diikatpada
tiang-tiang yang panjang (QS. Al-Humazah [104]:6-9)

Adapun panasnya api neraka yang sedemikian dahsyat ternyata bahan bakarnya adalah
manusia dan batu, Allah swt berfirman: Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) – dan
pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan
bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir (QS. Al-Baqarah
[2]:24)

Rasa panas yang tidak terkira tidak hanya berupa api, penghuni neraka juga akan disiram
dengan air yang sangat panas yang bisa tembus sampai ke perut dan menghancurkan
isinya, di dalam kitab hadits sunan Tirmidzi, Rasulullah saw bersabda:

Sesungguhnya air mendidih disiramkan atas kepada mereka (penghuni neraka), lalu air
yang mendidih itu menembus hingga sampai diperutnya kemudian memotong apa yang
ada di dalam perutnya hingga keluar dari kedua telapak kakinya dalam keadaan cair,
kemudian dikembalikan seperti semula (HR. Tirmidzi).
Disisi lain, masalah siksa neraka yang tak terbayangkan dahsyatnya adalah dari segi
waktu yang berabad-abad lamanya, bahkan mereka kekal di dalamnya, Allah berfiman:
“Sesungguhnya neraka jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi tempat kembali
bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad
lamanya, mereka tidak merasakan kesejukan dan (tidak pula) mendapat minuman, selain
air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. Sesungguhnya mereka
tidak takut kepada hisab, dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-
sungguhnya. Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu
rasakanlah. Dan segala sesuatu telah kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakanlah.
Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain azab“. (QS. An Naba
[78]: 21-30).

Untuk memberi gambaran dahsyatnya neraka, ternyata Rasulullah saw memberi ilustrasi
tentang siksa neraka yang paling ringan, meskipun siksa yang ringan ini juga sudah
sangat berat untuk dirasakan, beliau bersabda:

Azab yang paling ringan di neraka pada hah kiamat ialah dua butir bara api di kedua
telapak kakinya yang dapat menembus otak (HR. Tirmidzi).
2. Bau Busuk Yang Menyengat.

Selain panas yang tidak terkira, penghuni neraka juga akan mencium bau yang sangat
tidak sedap, bau yang tidak bisa dikira lagi sehingga Rasulullah saw memberikan ilustrasi
dalam sabdanya:

Seandainya satu timba berisi nanah yang mengalir dari penghuni neraka menimpa
kehidupan dunia, niscaya penduduk dunia menjadi busuk baunya (HR. Tirmidzi)

Dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda: Sungguh seandainya satu tetes dari pohon
zaqqum (pohonjelek di neraka) dijatuhkan di dunia, niscaya merusak penghidupan
penghuni dunia, lalu bagaimana keadaan orang yang pohon zaqqum menjadi makanannya
(HR. Tirmidzi).
3. Penderitaan Yang Berkepanjangan.

Neraka yang selalu dilalui dengan penderitaan akan dialami oleh manusia secara terus
menerus sehingga penderitaan ini berkepanjangan dan tidak berujung, karena memang
neraka itu kekal abadi, Allah swt berfirman: Adapun orang-orang yang kafir dan
mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka mereka kekal di dalamnya.
(QS. Al Baqarah [2]:39).

Derita yang berkepanjangan itu menunjukkan bahwa penghuni neraka tidak akan mati,
bahkan tidak mendapatkan keringanan hukuman dari Allah swt sebagaimana firman-Nya:
Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam mereka tidak dibinasakan sehingga
mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami
membalas setiap orang yang sangat kafir (QS. Fathir [35]:36).
Karena itu dugaan bahwa neraka hanya dilalui beberapa hari saja merupakaan dugaan
yang salah, Allah swt berfirman: Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan
disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja”. Katakanlah: “Sudahkah
kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya,
ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui ? (Bukan
demikian), yang benar barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya,
mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al Baqarah [2]: 80-81)
4. Lapar Yang Tidak Teratasi.

Rasa lapar merupakan keadaan yang sangat tidak menyenangkan bagi kehidupan
manusia. Di dunia ini kadangkala kita merasa lapar, bukan karena tidak ada makanan dan
tidak ada uang, tapi belum memungkinkan bagi kita untuk makan, namun itu hanya
beberapa saat.


Bagaimana dengan azabAllah swt kepada penghuni neraka dengan rasa lapar yang tidak
terkira dan waktu yang sangat lama, karenanya mereka akan meminta tolong agar bisa
mendapatkan makanan dan minuman, namun ternyata ketika diberi makan, bukan
makanan yang Allah swt berikan tapi pohon berduri yang tidak bisa mengenyangkan,
sedangkan minumannya adalah air yang amat panas yang menghancurkan isi perut.

Penderitaan yang sedemikian berat itu membuat penghuni neraka minta dimatikan saja,
namun mereka dipastikan tidak akan mati, Rasulullah saw bersabda:

Rasa lapar akan ditimpakan kepada para penghuni naraka. Rasa lapar yang mereka alami
itu sudah menyamai azab (di neraka). Mereka akan meminta tolong (untuk diberi
makanan). Mereka diberi makanan berupa pohon berduri yang tidak menggemukkan dan
tidak menghilangkan rasa lapar. Mereka kembali minta diberi makanan, lalu mereka
diberi makanan yang menyumbat di kerongkongan. Mereka teringat kalau ada makanan
yang tersendat di kerongkongan ketika masih di dunia, maka mereka menghilangkannya
dengan cara minum air. Merekapun minta minum. Diangkatlah air yang mendidih untuk
mereka dengan besi pengait. Ketika telah dekat di wajah mereka, maka air mendidik itu
memanggang wajah mereka. Jika air itu telah sampai di perut, maka cairan itu akan
memotong-motong isi perut mereka. Mereka akan berkata: “Panggilah malaikat penjaga
neraka jahannam”. Lalu para malaikat penjaga jahannam berkata: “apakah belum datang
kepadamu rasul-rasulmu yang membawa berbagai keterangan?”. Mereka menjawab:
“Benar, sudah datang”. Malaikat penjaga jahannam berkata: “Berdo’alah kamu, doa
orang kafir itu sia-sia”. Mereka kembali berkata: “Panggillah malaikat Malik”. Lalu
mereka berkata: “Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”. Malaikat Malik
menjawab: “Kalian akan tetap tinggal (di neraka ini)”. (HR. Tirmidzi).
5. Ingin Keluar Tapi Tidak Bisa.

Penderitaan penghuni neraka yang sedemikian berat membuat mereka sudah tidak
sanggup lagi menghadapinya, ingin rasanya penghuni neraka itu mati agar penderitaan
tidak bisa dirasakan lagi, tapi matipun tidak akan terjadi pada mereka, karenanya mereka
ingin segera bisa keluar dari neraka itu, namun hal itupun tidak mungkin bisa dilakukan
dan azab yang dahsyat akan terus mereka rasakan dalam melalui hari-hari yang amat
panjang.

Allah swt berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka
mempunyai apa yang di bumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula)
untuk menebusi diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak
akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih, mereka ingin keluar dari
neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka beroleh
azab yang kekal “. (QS. Al Maidah [5]: 36-37).

Di dalam ayat lain, Ailah swt berfirman: Dan Adapun orang-orang yang fasik (kafir)
maka tempat mereka adalah Jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya,
mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa
neraka yang dahulu kamu mendustakannya”. (QS As-Sajadah [32]: 20).
6. Penyesalah Yang Amat Dalam.

Dalam kehidupan akhirat yang tidak menyenangkan, banyak manusia yang merasakan
penyesalan yang amat dalam dengan berbagai sebab, ada yang sebabnya mengikuti orang
yang tidak benar, teman yang tidak baik, tidak mentaati Allah swt dan Rasul-Nya dan
sebagainya.

Allah swt berfirman: (yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-
orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara
mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya
Kami dapat kembali (ke dunia), pasti Kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana
mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka
amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan
keluar dari api neraka (QS. Al Baqarah [2]: 166-167).

Di dalam ayat lain, Allah swt berfirman: Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim
menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan
bersama-sama Rasul”. kecelakaan besarlah bagiku. Kiranya aku (dulu) tidak menjadikan
si fulan itu teman akrab(ku). (QS. Al Furqan [25]: 27-28).

Penyesalan yang tidak berguna juga dikemukakan Allah swt dalam firman-Nya karena
siksa yang sudah tidak terelakkan lagi: Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan
dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata Kami taat kepada Allah
dan taat (pula) kepada Rasul” (QS. Al-Ahzab[33]: 66).

Diantara gambaran penyesalan yang amat dalam itu adalah penghuni neraka menangis
sejadi-jadinya, bahkan menangis yang sampai mengeluarkan air mata darah.

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya para penghuni neraka benar-benar menangis
sehingga kalau engkau menjalankan perahu di air mata mereka, tentu ia berjalan. Dan
sesungguhnya mereka menaftgis (mencucurkan air mata) darah “. (HR. Hakim).
7. Malaikat Penjaga Yang Bengis dan Kejam.
Sebagai tempat yang diliputi oleh kesengsaraan, pasti setiap orang yang masuk ke dalam
neraka tidak akan betah sehingga mereka ingin keluar darinya, namun hal itu tidak
mungkin bila tanpa izin Allah SWT, karenanya neraka itu dijaga oleh malaikat-malaikat
yang kasar, keras, kejam dan selalu mentaati perintah Allah swt sehingga meskipun suka
menyiksa penghuninya sedemikian kejam, akan tetap melakukannya lagi atas perintah
Allah swt dan tidak ada perasaan kasihan kepada manusia yang disiksanya.

Hal ini dinyatakan oleh Allah swt dalam firman-Nya: Hai orang-orang yang beriman,
peliharalah dirimu dan keluarga-mu dari api neraka yang bahan bakar-nya adalah
manusia dan batu; pen-jaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak
mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu
mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS At Tahrim [66]:6).

Karena itu pada saat manusia masuk ke neraka, ada perasaan tidak mau memasukinya
karena memang tempat itu sangat tidak menyenangkan,
karenanya malaikat mendorong mereka dengan sekuat-kuatnya sehingga tidak ada
manusia yang bakal menjadi penghuni neraka bisa lepas dari penjagaan malaikat itu.

Allah swt berfirman: Maka kecelakaan yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang
mendustakan, (yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebathilan, pada hari
mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat-kuatnya. (QS. Ath Thur[52]: 11-
13).
8. Sumur Yang Amat Dalam.

Neraka adalah tempat yang amat dalam sehingga bila seseorang dilem-parkan ke
dalamnya, puluhan tahun baru sampai ke dasarnya, ini berarti baru dimasukkan saja
manusia sudsh amat menderita karena terus melayang-layang di sumur neraka yang
begitu lama dalam kobaran api, apalagi bila sudah betul-betul berada di dalamnya.

Rasulullah saw bersabda: Demi dzat yang diriku ada di tangan-Nya. Sesungguhnya
jauhnya jarak antara piggir neraka sampai ke dasarnya seperti batu seukuran tujuh unta
hamil dengan lemak dan dagingnya serta anak-anaknya yang jatuh diantara pinggiran
neraka hingga mencapai dasarnya selama tujuh puluh tahun (HR. Thabrani dari Muadz
bin Jabal ra).

Dari uraian di atas, cukuplah untuk menggambarkan betapa dahsyat penderitaan di neraka
itu sehingga tidak bisa dikemukakan dengan kata-kata. Karenanya yang terpenting bagi
kita adalah bagaimana kita bisa menjaga dan mencegah diri dan keluarga kita masing-
masing dari neraka.

				
DOCUMENT INFO
Tags: tasawuf
Stats:
views:11
posted:5/5/2012
language:Indonesian
pages:5
Description: ilmu tasawuf, doa, do'a , tasawwuf