Materi PAI KELAS X sem2 by ainnaku

VIEWS: 1,639 PAGES: 84

									                                                                                   1




Kelas X semester genap




                   AYAT-AYAT AL-QURAN TENTANG DEMOKRASI

     Standar Kompetensi :
     4. Memahami ayat-ayat Al Qur’an tentang demokrasi.

     Kompetensi Dasar :
     4.1. Membaca Q. S Ali Imran; 159, Q.S. Asy Syura; 38.
     4.2. Menyebutkan arti Q. S Ali Imran; 159, Q.S. Asy Syura; 38
     4.3. Menampilkan perilaku hidup demokrasi seperti terkandung dalam Q. S Ali
          Imran; 159, Q.S. Asy Syura; 38 dalam kehidupan sehari-hari.


                     TARTILAN
     Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta
     perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.



         Q. S. Ali Imran ayat 159 – 160




      Q.S. Al Baqarah, 2 : 30




        Q>S> Asy Syura, 42 : 38
                                                                                      2




1. Bacaan dan Penjelasan Tajwid
  Bacalah ayat berikut dengan tartil dan fasih. Kemudian salin kembali dengan
 benar dan baik.




            Penjelasan Tajwid
  Lafal            Hukum               Cara membaca                Alasan
                   Bacaan
                 Idgam                 Rahmatimmina              Tanwin    kasrah
                 bigunnah              dibaca terpadu berde-     bertemu dengan
                                       ngung                     mim
                 Ikhfa’                Langfaddu                 Nun mati bertemu
                                       Nun mati dibaca samar     fa’
                                       berdengung
                                       Min haulika               Nun mati bertemu
                 izhar                 ( dibaca jelas )          ha

                                       Wasyaawirhum fi           Mim mati bertemu
                 Izhar syafawi         (mim mati dibaca jelas)   dengan fa’

                                       ‘alalloohi                Lam jalalah
                 Tafkhim                                          sebelumnya fathah

                                                                 Nun dalam keadaan
                 Gunnah                inna                      bertsydid



            Kegiatan Siswa
     Lafal                Pernyataan                Hukum             Cara
                                                    bacaan         membacanya
                            Mim Fathah
                         mengadap alif yang          ........          .........
                               mati
                            Lam jalalah
                         sebelumnya fathah            .....            .........

                           Tanwin fathah
                          menghadap gain             ......             ......


                     Nun sukun bertemu ha            ......             ......

                          Mad bertemu nun
                                                                                         3



                         yang diwaqofkan           ...                    .....

    1. Terjemahan Per-kata



        bagi           kamu           Allah       dari      rahmat       Maka dengan
       mereka         lembut



     tentu mereka      hati          kasar      bersikap    kamu             dan
         akan                                    keras      adalah        sekiranya
      menjauhkan



     bagi mereka       dan            dari       maka       sekeliling
                     mohonkan        mereka    maafkanlah     kamu                dari
                      ampun



                       kamu           maka     urusan itu    dalam       dan bermu-
         Maka        membulat-       apabila                             syawarahlah
     bertawakallah   kan tekad                                             dengan
                                                                           mereka



     orang-orang       Dia            Allah    sesungguh      Allah        kepada
         yang        menyukai                     nya
      bertawakal


    2. Terjemahan ayat
                 Terjemahan Q.S. Ali Imran, 3 : 159 adalah :
       Maka berkat rahmat Allah engkau ( Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap
    mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka
    menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah
    ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. *)
    Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.
    Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.

    *) Urusan peperangan dan hal-hal duniawi lainnya, seperti urusan politik, ekonomi,
     kemasyarakatan dan lain-lain.

    3. Kandungan
                                                                                  Pen
  jelasan bahwa berkat adanya rahmat Allah SWT, Nabi Muhammad menjadi pribadi
  yang berbudi luhur dan berakhlak mulia dapat bersikap lemah lembut terhadap kaum
  muslimin di sekitarnya.
 Beliau tidak bersikap dan berperilaku keras dan berhati kasar, akan tetapi sebaliknya
  senantiasa memberi maaf kepada orang yang berbuat salah, khususnya terhadap para
  sahabatnya yang telah melakukan pelanggaran.
 Allah SWT memerintahkan kepada kaum muslimin agar melakukan musyawarah untuk
  memecahkan permasalahan yang mereka hadapi.
                                                                                         4



  Apabila musyawarah itu telah mencapai mufakat, dianjurkan untuk bertawakal kepada
   Allah, karena Allah menyukai orang-orang yang bertawakal.


 4.     Penjelasan
              Surat Ali Imran terdiri dari 200 ayat, termasuk golongan ayat Madaniyah.
       Dinamakan Ali Imram karena memuat kisah keluarga “ Imran “ yang di dalam kisah itu
       disebutkan kelahiran Nabi Isa a.s. , ada persaman kejadiannya dengan Nabi Adam
       a.s., meliputi kenabian dan beberapa Mu’jizatnya serta disebut pula kelahiran Maryam
       putri dari Imran, yaitu ibu dari Nabi Isa, a.s.
              Pada ayat yang ke 159 pada surat Ali Imran, bahwasannya berkat adanya
       rahmat Allah yang maha besar, bahwasannya Nabi Muhammad menjadi insan yang
       berbudi luhur dan berakhlak mulia. Apabila beliau bersifat kasar dan berkeras. hati,
       niscaya orang-orang itu akan pergi menjauh meninggalkan Nabi Muhammad saw.
       Begitu pula selanjutnya bagi umat Islam dalam berdakwah senantiasa menjadi pribadi
       yang lembut dan berakhlak mulia sehingga mendapat simpati dan manusia tidak akan
       lari dari sekelilingnya.
              Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar memaafkan dan
       memohonkan ampunan bagi para sahabatnya. Setelah itu beliau diperintahkan untuk
       bermusyawarah dalam berbagai hal dengan mereka untuk menyelesaikan persoalan-
       persoalan yang mereka hadapi. Perintah itu bukan hanya terbatas kepada beliau Nabi
       Muhammad saja, akan tetapi berlaku untuk semua sahabatnya dan seluruh
       pengikutnya yakni umat Islam.
              Apabila musyawarah itu telah mencapai mufakat, maka dianjurkan untuk
       bertawakkal kepada Allah, yakni bersandar diri keberhasilan selanjutnya kepada
       ketetapan Allah swt.




1. Bacaan dan Penjelasan Tajwid
      b. Bacalah ayat berikut dengan tartil dan fasih. Kemudian salin kembali dengan
         benar dan baik.




      c. Penjelasan Tajwid
      Lafal         Hukum            Cara membaca               Alasan
                    Bacaan
                                    Walladziina              Mad ya berada
                   Mad thabi’i      Panjang 2 harakat        setelah kasrah

                   Idgham           Ashsholaata              Alif lam    bertemu
                   syamsiyah                                 shad

                                    Waamruhum                Mim mati bertemu
                   Izhar syafawi    ( dibaca jelas )         ra

                                    wamimma
                   Gunnah           (mim dibaca dengung)     Mim bertasydid

                   Mad arid          Yunfiquun               Mad wau sukun
                   lissukun                                  bertemu nun yang
                                                                                          5



                                                          diwakafkan



 1.    Terjemahan Per-kata



      dan urusan     salat       dan        kepada      mereka     Dan orang-
       mereka                   mereka      Tuhan      memper-     orang yang
                               mendirikan   mereka     kenankan



                    Mereka     Kami beri      dan       diantara    musyawa-
                   menafkah-     rizki      sebagian    mereka        rah
                     kan        mereka        apa

2. Terjemahan ayat
    Terjemahan Q.S. Asy Syura, 42 : 38 adalah :
   Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan
   salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan
   mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

3. Kandungan
       Q.S. Asy- Syura, 42 : 38 adalah menjelaskan tentang orang-orang yang
  menyambut baik seruan Allah itu adalah :
                                                                               Sen
   antiasa mereka selalu melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-
   larangan-Nya.
 Mereka selalu melaksanakan salat apabila telah dating waktunya.
 Mereka selalu melaksanakan musyawarah pada hal-hal yang perlu dipecahkan
   bersama.
 Mereka selalu menginfakkan sebagian rezeki yang diberikan oleh Allah kepadanya
   pada hal-hal yang diridloi-Nya.

4.    Penjelasan

       Surat Asy Syuura termasuk surat yang ke 42 terdiri atas 53 ayat, termasuk surat-
 surat Makiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat. Dinamai surat Asy Syuura yang
 berati “musyawarah” yang diambil dari perkataan “syuura” yang terdapat pada ayat 38
 surat ini. Didalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan
 Islam ialah musyawarah.
       Tauladan Rosulullah yang dapat dipetik dalam kehidupannya adalah ketika
 “Perang Badar” Perang tersebut adalah perang antara umat Islam dengan kaum Kafir
 Quraisy yang terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke 2 Hijrah. Semula Rosulullah
 dan para sahabatnya mengambil posisi di dekat mata air Badar. Namun salah seorang
 sahabat yang bernama “ Hubab bin Munzir “ tidak setuju dengan posisi tersebut.
 Lantas ia bertanya” Wahai Rosulullah : apakah posisi ini berdasarkan wahyu dari Allah
 SWT atau pendapat Rosul sendirari ?” Rosulullah menjawab : “ ini semua adalah
 pendapatku, bukan dari wahyu”. Lalu Hubab bin Munzir mengajukan usul : “ kalau
 menurutku posisi yang kita lakukan adalah mengambil tempat di dekat mata air yang
 berdekatan dengan musuh, lalu kita gali sumur-sumur yang cukup dalam kemudian kita
 isi dengan air”. Kemudian Rosulullah menyetujuinya dan semua sahabat
 melaksanakannya sehingga peperangan akhirnya di menangkan kaum muslimin.
                                                                                            6



 KEGIATAN SISWA
 Diskusikan dengan teman-temanmu bagaimana bermusyawarah yang baik .
 Coba identifikasi ciri-ciri masyarakat demokrasi.
 Coba renungkan apa manfaat dan hikmah yang dapat diperoleh dalam
  bermusyawarah itu.

 RANGKUMAN
 Surah Ali Imran, 3 : 159 berisi bahwa Allah SWT telah memberikan rahmat yang amat
  besar kepada Nabi Muhammad SAW, bahwasanya beliau merupakan sosok manusia
  yang memiliki akhlak mulia, berhati lembut, penuh kasih sayang, suka memberi maaf
  dan berbuat pada hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Disamping itu beliau suka
  bermusyawarah pada hal-hal yang perlu dimusyawarahkan. Apabila telah mufakat
  maka bertawakkal kepada Allah.

 Kandungan Q.S. Asy-Syura, 42 : 38 adalah menerangkan tentang tanda-tanda orang
  yang beriman adalah mau menerima seruan Allah SWT berupa : menjalankan salat
  lima waktu, suka bermusyawarah, serta mau berinfak dijalan Allah apabila mendapat
  rezeki untuk dibelanjakan kepada hal-hal yang diridoi-Nya.

 UJI KOMPETENSI
 a.  Aspek afektif
     Isilah pernyataan-pernyataan berikut sesuai dengan sikapmu yang sebenarnya
 dengan cara mencontreng ( √ ) pada kolom yang tersedia


                            INTERNALISASI AKHLAK MULIA
                                                         tidak   tidak
      No           Pernyataan                  setuju   setuju   tahu    alasan
      1  Sikap santun dalam pergaulan           ……       ……        …..    ……
             hidup akan membawa situasi
             senang dan menyenangkan
      2      Sikap keras dan berhati kasar     ……       ……       …..     ……
             akan menjauhkan manusia dari
             pergaulan hidup
      3      Bermusyawarah harus berpedo       ……       ……       …..     ……
             man pada prinsip mufakat
      4      Disiplin mengerjakan ibadah       ……       ……       …..     ……
             salat merupakan kegiatan yang
             tidak dapat ditawar-tawar lagi.
      5      Setiap kali mendapatkan rezeki     …..      ….       ….      …..
             ada kewajiban sedekah atau
             zakat

 b.    Aspek kognitif
       1). Soal pilihan ganda
       Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dengan cara menyilang (X) pada
 huruf a,b,c,d, atau e.

 1.        Lafal             ada tanwin fathah bertemu dengan huruf mim dalam ilmu tajwid
          disebut bacaan....
          a. idgham bigunnah             d. Mad ‘arid
          b. ikhfa’                      e. Izhar syafawi
          c. gunnah
                                                                                      7




2. lafal                      ada mim mati bertemu dengan huruf fa’ adalah bacaan
   tajwid....
   a. ikhfak syafawi               d. gunnah
   b. izhar syafawi              e. Idgham bilagunnah
   c. tafkhim

3. Lafal             dalam Q.S. Ali Imran, 3 : 159 artinya adalah...
   a. kamu bersikap lemah lembut        d. Bermusyawarahlah kamu
   b. berhati kasar                      e. Memaafkan kepadanya
   c. mereka menjauhkan darimu

4. Perhatikanlah pernyataan-pernyataan berikut :
   (1) Dapat memuaskan semua anggota musyawarah
   (2) Dapat mengakomodasikan perbedaan-perbedaan pendapat
   (3) Dapat mempertajam perbedaan pendapat dalam musyawarah.
   (4) Menumbuhkan kerukunan dan persatuan anggota musyawarah
   (5) Dapat mendorong anggota untuk memunculkan konflik


   Dari pernyataan di atas yang dapat dihasilkan dalam bermusyawarah adalah...
    a. (1), (3), (4).          d. (2), (4), (5)
    b. (1), (2), (4).          E. ( 3), (4), (5)
    c. (2), (3), (5).

5. Kriteria orang yang memenuhi seruhan Allah sehingga dapat masuk surga,
   sebagaimana dijelaskan Q.S. Asy Syura 38 adalah seperti dibawah ini. Adapun yang
   tidak masuk didalamnya adalah....
   a. orang yang patuh dan taat kepada Allah
   b. orang yang disiplin mengerjakan salat
   c. orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah
   d. orang yang gemar bermusyawarah dalam segala urusan
   e. orang yang sangat patuh pada adat istiadat dimasyarakatnya.

6. Dalam Q.S. Asy Syura, 42 : 38 ada lafal                 artinya adalah....
   a. berdisiplin mengerjakan salat
   b. mematuhi seruhan Tuhannya
   c. mematuhi berzakat
   d. bermusyawarah dengan segala urusannya
   e. berbuat baik kepada Tuhannya

7. Pada akhir Q.S. Asy-Syura 38 ada lafal           dibaca waqof. Dalam ilmu tajwid
   disebut bacaan....
   a. Ikhfak hakiki              d. Mad wajib muttasil
   b. Ikhfak syafawi             e. Izhar syafawi
   c. Mad arid lissukun

8. Perilaku orang yang bertaqwa adalah sebagaimana pernyataan di bawah ini. Adapun
   yang tidak termasuk di dalamnya adalah...
   a. mengimani kepada masalah ghaib
   b. melaksanakan salat
   c. mengumbar nafsu untuk kesenangan hidup
   d. mau mengeluarkan sedekah /zakat
   e. percaya kepada kitab Al Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya
                                                                                      8



9. Tauladan Nabi Muhammad SAW dalam hal pelaksanaan musyawarah adalah dikala
   beliau mengatur strayegi perang....
   a. perang badar                  d. Perang jamal
   b. perang uhud                  e. Perang shiffin
   c. perang khandaq

10. Berikut ini adalah perilaku yang sesuai dengan kandungan Q.S. Ali Imran 159 dan
   Q.S. Asy Syura 38. Adapun yang tidak masuk di dalamnya adalah...
   a. bersikap lemah lembut ketika mengajak beiman kepada seseorang
   b. bersikap keras dan melawan kepada orang kafir yang memusuhi Islam
   c. mentaati perintah Allah dengan melaksanakan ibadah
   d. bersedia bermusyawarah apabila dilakukan dengan orang-orang yang seiman
      saja
   e. gemar bermusyawarah untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan hidup


   2). Soal Uraian
        Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan benar!
1. Jelaskan pengertian musyawarah menurut bahasa dan istilah, serta manfaat
    yang akan diperoleh!

2. Jelaskan dampak yang akan terjadi bila suatu masalah yang sulit mengabaikan
    musyawarah!

3. Bagimana adab dan etika ketika bermusyawarah itu?

4. Jelaskan contoh musyawarah yang dilakukan oleh Rosulullah SAW!

5.   Jelaskan prinsip-prinsip yang harus     diterapkan   dalam   bermusyawarah
     berdasarkan Q.S. Ali Imran, 3 : 159 !
                                                                           9




                            IMAN KEPADA MALAIKAT

Standar Kompetensi :
5. Meningkatkan keimanan kepada Malaikat.

Kompetensi Dasar :
5.1. Menjelaskan tanda-tanda beriman kepada Malaikat
5.2. Menampilkan contoh-contoh perilaku beriman kepada Malaikat
5.3. Menampilkan perilaku sebagai cerminan beriman kepada Malaikat dalam
     kehidupan sehari-hari


              TARTILAN
Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta
perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.




   Q. S. Al Baqarah : 30




   Q.S. Ali Imran : 18




   Q.S. Al Baqarah : 97 - 98
                                                                                                                                 10



BERIMAN KEPADA MALAIKAT-MALAIKAT ALLAH
IFTITAH
1. Bacalah Al Quran 5-10 menit sebelum memulai pembahasan!
2. Awali pelajaran dengan membaca doa belajar!
3. Berhati-hatilah dalam setiap perbuatan dan perkataan karena semua itu dicatat oleh para
    malaikat!
4. Jalinlah hubungan yang baik dengan malaikat karena mereka senantiasa mendoakanmu!
5. Teladanilah sifat-sifat ketaatan para malaikat!

        Memiliki keimanan berarti memiliki nikmat yang paling tinggi nilainya. Banyak orang
dapat mengucapkannya, tetapi tidak semua orang mampu menghayati ungkapan tersebut.
Iman merupakan sesuatu yang paling pokok dari seluruh aspek kehidupan. Iman yang
sempurna memiliki 3 unsur, yaitu meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan atau
bersyahadat, dan mengamalkan sesuai dengan Al Quran dan hadis. Iman yang terangkum
dalam rukun iman sebagaimana sabda Rasulullah saw.
                    ‫َ ا ْ ن ا ت من هلل َمالئك ه َكتبه َ ُس ه و ي ال ِر وت من ب قدر خ ر َ َ ِه‬
                      ‫ر‬
        )‫الِْيمَا ُ َنْ ُؤْ ِ َ بِا ِ و َ َ ِ َتِ ِ و ُُ ِ ِ ور ُلِ ِ َالْ َوْمِ اْ َخ ِ َ ُؤْ ِ َ ِالْ َ َ ِ َيْ ِوش ِّ ِ (رواه مسلم‬

Artinya: "Iman ialah engkau percaya kepada Allah swt., malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-
         Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir serta percaya pada takdir yang baik dan yang
         buruk. " (HR Muslim).

         Apabila mengingkari salah satu rukun iman, maka batallah keimanan seseorang.
Pada bab ini, kita mempelajari dan memahami serta menghayati rukun iman yang kedua
yaitu iman kepada malaikat dengan berpedoman pada ayat-ayat Al Quran dan hadis.
A. Pengertian Iman kepada Malaikat
             Menurut bahasa, malaikat berarti risalah, misi, atau utusan. Adapun iman
    kepada malaikat menurut istilah yaitu percaya atau yakin bahwa malaikat itu makhluk
    gaib ciptaan Allah yang senantiasa patuh menjalankan tugas dan tidak pernah durhaka
    sedikit pun. Firman Allah swt.


                                                                                     َ
                                                                                     ‫ل‬
   Artinya: “Malaikat-malaikatyangtidakpernah mendurhakai Allah swt. terhadap apa yang
            telah diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
            diperintahkan.” (QS At Tahrim: 6).

          Para malaikat senantiasa melaksanakan perintah Allah swt. untuk beribadah.
   Mereka menunjukkan jalan yang benar dan mendoakan agar dosa-dosa orang mukmin
   diampuni serta dilindungi dari berbagai macam kejahatan.

          Menurut pendapatmu, apakah malaikat merupakan makhluk yang paling
   sempurna? Jelaskanlah alasannya!

B. Penciptaan Malaikat dan Tugasnya
           Allah swt. telah menciptakan malaikat dari cahaya (nur) sebagaimana Allah
   telah menciptakan manusia dari tanah dan jin dari api. Rasulullah saw. bersabda.

                          ‫ج م ن ر و ََ ادم ِم و ِ لك‬                     ‫َ ت ْ َال ِكة م ن ر وخَق ج ِ م‬
                                                                           ‫ن‬
            )‫خلَقْ ُ الم َئ َ َ ِنْ ُوْ ٍ َ َل َ الْ ِ ِّ ِنْ مَارِ ٍ ِنْ َّا ٍ َخلقَ َ َ َ م َّا َصفَ َ ُمْ (رواه مسلم‬
                                                                                       11



Artinya: Malaikat Aku (Allah) ciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api, dan Adam dari
         apa yang telah diterangkan pada kamu semua." (HR Muslim).

         Berdasarkan hadis qudsi tersebut, malaikat diciptakan dari cahaya yang
karakternya memantulkan cahaya pada hati manusia dan kedamaian di bumi. Manusia
diciptakan dari tanah yang karakternya tenang, diam, stabil, sedangkan jin diciptakan dari
api yang sifatnya selalu bergerak, bergejolak, dan tidak pernah tenang. Para malaikat
mempunyai karakter patuh hanya pada Allah swt. Mereka melaksanakan tugas mengatur
dan menertibkan alam semesta serta tidak pernah mengeluh. Malaikat senantiasa
melaksanakan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan kehendak-Nya dan tidak
pernah melakukan perbuatan di luar kehendak Allah swt. memantulkan cahaya clan
kedamaian pada manusia. Firman Allah swt.



Artinya: “Malaikat itu takut pada Tuhannya yang berkuasa di atas mereka dan
         mengerjakan apa saja yang diperintahkan.” (QS An Nahl: 50).

RISALAH
Ruh setiap saat ada pada diri kita, tetapi tidak pernah kejahatan sebagaimana malaikat
yang senantiasa ada di kanan dan kiri kita. Tiap ucapan dan gerak-gerik di tempat sunyi
sekalipun, tidak akan lepas dan catatan malaikat. Ruh manusia dan malaikat dapat
menembus keluar maupun masuk dengan leluasa, bahkan pada dinding kaca yang rapat
atau lebih dari itu.
          Para malaikat bukanlah laki-laki, bukan perempuan, tidak makan, tidak minum,
dan tidak tidur sehingga tidak mempunyai nafsu. Oleh karena itu, malaikat semuanya
bersifat baik. Lain halnya dengan manusia, untuk melaksanakan ibadah dan
meninggalkan larangan-Nya harus berjuang melawan hawa nafsunya. Oleh karena itu,
apabila manusia mampu mengalahkan dan menguasai hawa nafsunya, maka is lebih
mulia derajatnya di atas malaikat. Akan tetapi, apabila tidak mampu, maka derajatnya
berada di bawah malaikat. Jadi, jelas bahwa tidak seluruh manusia lebih mulia dari
malaikat.
          Malaikat taat tanpa diperintahkan dan meninggalkan perbuatan maksiat
sebelum dilarang. Oleh karena itu, perintah beribadah hanya ditujukan pada manusia
dan jin. Firman Allah swt.



Artinya : “"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka
beribadah kepadaKu”. ( Q.S. Az Zariyat 56)

         Malaikat diciptakan lebih dulu dari manusia. Allah swt. memberitahukan pada
malaikat bahwa Allah akan menciptakan manusia dan menjadikannya khalifah di muka
bumi ini. Adam a.s. ditugaskan menjadi khalifah sebagai wakil Allah untuk mengatur,
memakmurkan, dan memanfaatkan segala yang ada di bumi. Pada awalnya, malaikat
menolaknya karena mengetahui bahwa penduduk bumi sebelum Adam, yaitu jin telah
berbuat kerusakan. Akan tetapi, akhirnya Malaikat diberitahu bahwa Allah menciptakan
manusia malaikat man tunduk dan sujud kepada Nabi Adam a.s. Firman Allah swt.
                                                                                        12




     Artinya: "Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat, sujudlah kamu
               kepada Adam, maka sujudlah, kecuali iblis. Ia enggan dan takabur dan is
               termasuk orangorang kafir."       (QS Al Baqarah: 34).

               Sujud malaikat tersebut kepada Adam adalah sujud sebagai penghormatan
     semata-mata atau sebagai pengakuan malaikat terhadap kelebihan dan keistimewaan
     Adam a.s. Juga sebagai pernyataan tobat kepada Allah swt. serta pernyataan maaf pada
     Adam a.s. karena para malaikat pernah mengatakan bahwa dirinya lebih pantas menjadi
     khalifah dari pada Adam. Peristiwa itu menandakan bahwa penciptaan malaikat lebih
     dahulu daripada manusia (Adam a.s.).
               Malaikat jumlahnya sangat banyak dan yang tahu hanyalah Allah swt. Kita
     hanya dapat mengetahui beberapa nama saja. Adapun tugas malaikat yang tercantum
     dalam Al Quran dan hadis adalah sebagai berikut.
     1. Jibril bertugas menyampaikan wahyu dari Allah kepada nabi dan rasul.
     2. Mikail bertugas membagi rezeki dari Allah kepada seluruh makhluk.
     3. Israfil bertugas meniup sangkakala sebagai pertanda datangnya hari kiamat
     4. Izrail bertugas mencabut nyawa.
     5. Raqib bertugas mencatat setiap aural (baik dan buruk).
     6. Atid bertugas mencatat setiap amal (baik dan buruk). Mereka selalu berada di kanan
         dan kiri kita.
     7. Munkar bertugas menanyakan amal manusia di alam kubur.
     8. Nakir bertugas menanyakan amal manusia di alam kubur.
     9. Malik bertugas menjaga neraka.
     10. Ridwan bertugas menjaga surga.

     Tugas dari kesepuluh nama malaikat, buatlah hikmah keimanan terhadap mereka dalam
     kehidupan pribadimu! Buatlah dalam bentuk tabel!

C.     Fungsi Iman kepada Malaikat
         Dengan memahami dalil naqli dan aqlinya, kita akan memahami pula manfaat
     beriman pada malaikat dalam kehidupan. Hal tersebut niscaya akan membuahkan
     bermacam manfaat yang penting dan tidak ternilai harganya. Manfaat-manfaat itu antara
     lain sebagai berikut.
     1. Iman Kita akan Menjadi Bertambah Kuat
                Allah swt. telah memerintahkan malaikat untuk mengatur peredaran matahari,
         bulan, bintang, mengatur jalannya angin, hujan, membagikan rezeki, mencatat aural,
         mencabut nyawa, dan lain sebagianya. Semua itu dikerjakan malaikat dengan patuh
         dan tak kenal lelah. Dengan demikian, kita akan terhindar dari kepercayaan tentang
         dewa yang dianggap berkuasa di balik kekuatan alam ini. Malaikat hanya makhluk
         Allah belaka yang tidak boleh disembah. Para malaikat mengatur alam semesta yang
         begitu besar atas Allah juga menciptakan malaikat sebagai pengatur perintah Allah
         swt. Tentu Zat yang memberi berjalannya alam raya. perintah memiliki sifat yang
         Mahabesar dan Mahakuasa. Firman Allah swt.
                                                                                      13



      Artinya: "Dan kepunyaan Allah tentara langit dan bumi dan Allah Maha perkasa dan
                 Maha bijaksana." (QS Al Fath: 7).

   2. Selalu Berhati-hati dalam Setiap Perbuatan, Perkataan, maupun Niat
             Baik di tempat ramai atau sunyi, ada yang melihat atau tidak kita harus
      senantiasa waspada. Dalam kehidupan sehari-hari sepanjang hayat, tidak ada satu
      pun perbuatan atau perkataan yang lolos dari catatan malaikat. Kita tidak mungkin
      dapat mengelak dari hat tersebut. Firman Allah swt.



      Artinya: “Sesungguhnya untukmu semua ada beberapa penjaga. Malaikat yang mulia
                 sebagai pencatat." (QS Al Infitar: 10-11).

   3. Menambah Ketaatan Beribadah
             Malaikat yang senantiasa taat beribadah, menggugah hati kita untuk
      mencontoh ketaatannya kepada Allah swt. Selain itu, kita akan terhindar dari sifat
      ujub (sombong) dalam beribadah. Kita menyadari bahwa ibadah yang kita ikukan
      belum seberapa jika dibandingkan dengan ibadah para malaikat. Allah berfirman.




      Artinya: "Sesungguhnya semua malaikat yang ada di sisi Tuhanmu itu tidak
                menyombongkan diri dan tidak enngan beribadah kepada-Nya. Mereka
                memahasucikan dan bersujud kepada-Nya."   (QS Al Araf 206).

   4. Tidak Takut Menghadapi Mati
             Setiap yang hidup pasti mengalami kematian. Hanya saja, waktu dan cara
      kematian itu berbeda-beda. Firman Allah swt.



      Artinya: "Tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati." (QS Ali Imran: 185).

             Kematian tidak harus menunggu usia tua, tidak harus didahului sakit, tetapi
      kematian dapat menjemput setiap saat. Malaikat Izrail melaksanakan tugas mencabut
      nyawa tepat atau sesuai dengan jadwal kematian yang tercantum di Lauhul Mahfuz.
      Maut tidak dapat diajukan ataupun diundur walaupun sesaat saja.
   5. Memperteguh Pendirian dalam Menegakkan Kebenaran
             Dengan beriman kepada malaikat, orang tidak akan ragu-ragu menegakkan
      keadilan atau kebenaran dan tidak takut pada atasan, takut dipecat, atau dikecam
      oleh masyarakat. Malaikat senantiasa berpihak pada orang-orang yang menegakkan
      kebenaran.

DISKUSI
Dapatkah kamu menganalisis fungsi keimanan dalam. kehidupan masyarakat saat ini?
Jelaskanlah!

D. Hikmah Penghayatan terhadap Malaikat
           Penghayatan terhadap iman kepada malaikat tentu memiliki efek yang positif
   dalam kehidupan manusia. Contohnya, orang yang beriman kepada Allah pasti memiliki
                                                                                              14



   keyakinan bahwa setiap gerak-gerik atau aural perbuatannya akan dicatat oleh malaikat.
   Firman Allah swt.



   Artinya: "Tiada satu ucapan pun yang diucapkan, melainkan ada di dekatnya malaikat
             pengawas yang selalu hadir (Raqib dan Atid)."     (QS Qaf: 18).
   Dalam ayat yang lain, Allah swt, juga berfirman.



   Artinya: Sesungguhnya untukmu semua ada beberapa penjaga. Malaikatyang mulia
            sebagai pencatat" (QS Al Infitar: 10-11)
            Beberapa hal yang merupakan bentuk hikmah penghayatan terhadap iman
   kepada Allah adalah sebagai berikut.
   1. Berusaha untuk selalu bertakwa kepada Allah di mana pun berada. Pesan Rasulullah
       saw dalam sabdanya.
                                                                    ‫ِتق هلل ا ن م تك ن‬
                                              )‫ا َّ ُوا ا َ َيْ َ َا َ ُوْ ُوْا (رواه احمدوالتمذي‬
      Artinya: "Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada."           (HR Ahmad dan
                 At Turmuzi).


   2. Berupaya untuk selalu berbuat kebaikan karena dia yakin akan mendapat imbalan
      pahala dari Allah swt. sebagaimana firman-Nya.



      Artinya: Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberatzarrah pun, niscaya dia
                akan melihat (balasan)nya. (QS Az Zalzalah: 7)

   3. Mampu menghindari diri dari perbuatan-perbuatan tercela yang mengakibatkan dosa.
      Firman Allah swt.


      Artinya: “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun niscaya
                dia melihat balasannya." (QS Az Zalzalah: 8).

TUGAS
Apakah hikmah penghayatan terhadap malaikat yang dapat kamu peroleh dalam upaya
mencapai suatu cita-cita atau tujuan? Jelaskanlah!

E. Hikmah Beriman terhadap Malaikat
       Iman yang sempurna harus memiliki perwujudan dalam kehidupan pada setiap
   pribadi muslim. Beberapa contoh penghayatan terhadap iman kepada malaikat adalah
   sebagai berikut.
   1. Seorang mukmin harus senantiasa merasa gembira dan bersyukur karena didoakan
       supaya diampuni dosanya, dipelihara dari kesalahan, dan dimasukkan surga oleh
       para malaikat. Oleh karena itu, Seorang mukmin tidak boleh berputus asa untuk
       mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang terlanjur dilakukan. Rahmat dan
       ampunan Allah lebih besar, asalkan orang itu belum terlambat untuk meninggalkan
                                                                                                                           15



   perbuatan dosa. Mulailah berbuat baik sehingga perbuatan dosa yang sudah
   dilakukan akan mendapatkan ampunan dari Allah swt.! Firman Allah swt.




   Artinya: “Malaikat-malaikat yang memikul Arsy dan malaikat yang berada di
             sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya
             serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman seraya
             mengucapkan, Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala
             sesuatu, maka berilab ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan
             mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang
             bernyala-nyala. " (QS Al Mukmin: 7).

2. Rajin melakukan ibadah, khususnya salat. Dengan iman kepada malaikat, salat yang
   tadinya terasa berat akan menjadi ringan. Ada malaikat yang bertugas menjaga di
   waktu malam dan di waktu siang. Firman Allah swt.



   Artinya: “Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan
              dirikanlah pula salat subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan oleh
              malaikat" (QS Al Isra: 78).
3. Rajin salat berjemaah. Para malaikat ikut serta membaca tamin (amin) bersama-
   sama dengan orang yang salat berjemaah. Rasulullah saw bersabda.


   َّ ‫ِ َا َا َ اْالمَا ُ َيْ ِ المغْ ُو ِ ََي ِمْ َ َ َّاِّيْ َ َ ُوْ ُوْا ا ِيْ ُ فَا َّ الم َ ِ َ َ َ ُوُوْ َ ا ِيْ ُ َا‬
                                                                     ‫ل‬
   ‫اذ ق ل ِ م غ ر ْ َ ض ب عل ْه وال الض ِ ن فق ل م ن ِن ْ َالئكة يق ْل ن َم ن وِن‬
             ‫ِ م ق ل ن َم ن فم و َق م نه ْم نه ْم ن ْ َال ِكة غ ِ َله م َدم م ذ ه‬
   ‫اْالمَا َ يَ ُوُْوْ َ ا ِيْ ُ َ َنْ َاف َ تَأْ ِيْ ُ ُ تَأ ِيْ ُ ُ تَأ ِيْ َ الم َ ئ َ ِ ُفرَ ُ َاتَق َّ َ ِنْ َنْبِ ِ (رواه‬
                                                                                                                 )‫البخارى‬
   Artinya: “Jika imam mengucapkan gairil magdubi `alaihim waladdallin," maka
             ucapkanlah amin. Sesungguhnya para malaikat pun mengucapkan dmin.
             Maka barang siapa yang bacaan amin-nya bersamaan dengan bacaan
             amin-nya malaikat, maka diampunilah untuknya dosa-dosa yang telah lalu."
             (HR Bukhari).

4. Rajin membaca AI Quran. Dalam sebuah hadis dikisahkan bahwa pada suatu ketika
   Usaid bin Hudair membaca Al Quran di ruangan yang jaraknya dekat dengan
   kandang kudanya dan kuda tersebut melompat-lompat. Setelah ditengok, ada pelita-
   pelita seperti awan yang terang cahayanya di dalam kandang tersebut. Ternyata itu
   adalah para malaikat yang sedang mendengarkan bacaan Al Quran. ketika Usaid
   melaporkan kejadian itu kepada Rasulullah saw., beliau bersabda:

     )‫(رواه البخارى و مسلم‬                   ‫ِ ْك ْمال ِكة ك ن َ ت ع َك َل َ َ ت َ ه الن س م َ ت ِ ُم ه‬
                                           ْ‫تل َ ال َ َئ َ ُ َا َتْ تسْ َمِ ُ ل َ وَوْ قرأْ َ يرَا َا َّا ُ َاتسْ َتر ِنْ ُم‬
                                                                                        16



       Artinya: “Itu adalah malaikat yang mendengarkan bacaanmu, andai kata engkau terus
                   membacanya sampai pagi, niscaya orang-orang dapat melihat sesuatu
                   yang hingga hari ini masih terselubung." (HR Bukhari Muslim).

   5. Selalu berupaya menyucikan jiwa. Kita berusaha membersihkan diri dari akhlak yang
      tercela, takabur, rakus, pemarah, dan sebagainya. Bahkan syarat untuk memperoleh
      ilmu dan hati yang tergerak untuk mengamalkan ilmu tersebut yaitu hati harus suci
      dari akhlak yang tercela. Malaikat tidak akan menurunkan ilmu pada orang yang di
      dalam hatinya terdapat sifat, tabiat, atau akhlak yang rusak. Maka satu-satunya jalan
      agar seseorang mendapat ilmu yang bermanfaat (diamaikan), terlebih dulu is harus
      membersihkan hatinya dari sifat-sifat tercela.

       IMTISAL
              Di sebuah warung, seorang nenek melayanimu ketika membeli alat tulis.
       Kamu membeli barang seharga Rp.5000 dan kamu memberi uang sebesar
       Rp.10.000 untuk membayarnya. Ternyata uangmu dikembalikan Rp.45.000. Setelah
       memberikan uang itu, nenek tersebut kembali sibuk melayani para pembeli yang
       lainnya. Apa yang seharusnya kamu lakukan ketika mengalami hal tersebut?

   6. Malaikat menjadi pelajaran bagi manusia. Manusia harus menyadari bahwa
      kemampuannya sangat terbatas. Hal ini patut direnungkan sebagaimana malaikat
      yang diberi tugas sesuai dengan keahliannya. Hal tersebut berlaku dalam setiap
      aspek kehidupan, seperti dalam bidang pembangunan, pendidikan, keamanan, dan
      peradilan.
   7. Memperbanyak bacaan salawat nabi. Firman Allah swt.



       Artinya: "SesungguhnyaAllah dan malaikat-malaikatnya bersalawat untuk nabi. Hai
                 orangorang yang beriman, bersalawatlah kamu dan ucapkan salam
                 penghormatan kepadanya." (QS Al Ahzab: 56).

       Masih banyak aspek kehidupan lainnya yang mendapat pengaruh positif dari beriman
       pada malaikat. Dengan penghayatan akan iman kepada para malaikat Allah, kita
       akan mampu menjadi insan yang senantiasa terlindung dan mendapatkan rahmat
       serta ampunan dari Allah swt.

TUGAS Sebutkan minimal sepuluh contoh penerapan iman kepada malaikat yang bisa
      diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat! Buatlah dalam bentuk tabel!

IJTIMA Menurut bahasa, malaikat berarti risalah, misi, atau utusan. Adapun iman kepada
        malaikat menurut istilah, yaitu percaya atau yakin bahwa malaikat itu makhluk gaib
        ciptaan Allah yang senantiasa patuh menjalankan tugas dan tidak pernah durhaka
        sedikit pun. Allah swt. telah menciptakan malaikat dari cahaya (nur) sebagaimana
        Allah telah menciptakan manusia dari tanah dan jin dari api.
                                                                                 17



IMTIHAN
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang benar!
   1. Percaya dan yakin adanya malaikat sebagai makhluk Allah adalah rukun iman yang
      ke....
      a. satu                                      d. empat
      b. dua                                       e. lima
      c. tiga... kepada Nabi.

   2. Keimanan pada para malaikat dipelajari melalui dalil....
      a. fikri                           d. naqli
      b. aqli                            e. sufi
      c. syar'i

   3. Jumlah malaikat yang tercantum dalam Al Quran sebanyak....
      a. 10                              d. 25
      b. 15                              e. 70
      c. 20

   4. Malaikat menurut bahasa berarti....
      a. taat                             d. dewa
      b. kerajaan                         e. cahaya
      c. risalah

   5. Malaikat diciptakan dari....
      a. udara                              d. air
      b. tanah                              e. cahaya
      c. api

   6. Di alam ruh, para malaikat membaca ....
      a. Al Quran                       d. takbir
      b. tasbih                         e. ta'min
      c. tahlil

   7. Salat yang disaksikan dua malaikat yaitu salat....
      a. subuh                            d. tahajud
      b. zuhur                            e. magrib
      c. Jumat

   8. Malaikat pencatat amal baik yaitu....
      a. Nakir                              d. Raqib
      b. Malik                              e. Atid
      c. Ridwan

   9. Allah swt. dan para malaikat membacakan …. Kepada nabi
      a. Tahlil                         d. Takbir
      b. Salawat                        e. tahmid
      c. Al-Qur'an

   10. Malaikat yang datang pada Maryam disebut ….
       a. Ruhul Qudus                   d. Marut
       b. Namus                         e. Izrail
       c. Harut

   11. Malaikat yang datang pada Nabi Ibrahim membawa kabar ….
       a. Pembangunan Kakbah
                                                                                    18



   b.   Menyembelih anak
   c.   Menunaikan haji
   d.   Akan punya anak
   e.   Supaya beristri lagi

12. Tabiat para malaikat yang paling menonjol adalah ….
    a. Mengalah                        d. Taat
    b. Suka menolong                   e. Dermawan
    c. Sabar

13. Jenis malaikat adalah ….
    a. Ada yang laki-laki dan perempuan
    b. Laki-laki
    c. Perempuan
    d. Banci
    e. Tidak laki, perempuan ataupun banci

14. Malaikat menjelma dengan rupa yang menakutkan ketika mencabut nyawa orang
    yang....
    a. Zalim                        d. Mukmin
    b. Qanaah                       e. Tawadu
    c. Sabar

15. Malaikat menjelma dengan rupa yang bagus ketika mencabut nyawa orang yang....
    a. Takabur                       d. Mukmin
    b. Ujub                          e. Munafik
    c. Tamak

16. Rasulullah saw bersabda
   ‫ِ ْك ْ َال ِكة ك ن َ ت ع َك‬
   َ ‫تل َ الم َئ َ ُ َا َتْ تسْ َمِ ُ ل‬
   Yang dimaksud malaikat pada hadis tersebut adalah ....
   a. Pembagi rezeki                 d. Penjaga neraka
   b. Penjaga surga                  e. Pencatat amal
   c. Pembawa ilmu

17. Tugas Malaikat Jibril saat ini adalah ....
    a. Menganggur                          d. Beribadah
    b. Mengatasi malaikat                  e. Berkeliling
    c. Membantu mencatat amal

18. Yang mengganti tubuh Ismail dengan seekor kambing yaitu Malaikat ….
    a. Mikail                         d. Ridwan
    b. Munkar dan Nakir               e. Jibril
    c. Raqib dan Atid

19. Malaikat Jibril dinamai Namus ketika menyampaikan wahyu kepada Nabi ….
    a. Musa a.s.                         d. Ibrahim a.s.
    b. Isa a.s.                          e. Muhammad saw
    c. Sulaiman a.s.

20. Malaikat yang menjaga surga adalah Malikat ….
    a. Israfil                        d. Mikail
    b. Jibril                         e. Ridwan
    c. Malik
                                                                                    19



B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!
   1. Tulislah hadis nabi mengenai rukun iman!
   2. Jelaskan arti iman kepada malaikat!
   3. Apakah arti malaikat menurut bahasa?
   4. Apakah arti dalil naqli dan agli?
   5. Jelaskan mengenai empat jenis makhluk (malaikat, manusia, jin, dan setan) beserta
       sifatnya masing-masing!
   6. Sebutkan tempat-tempat yang dikunjungi oleh malaikat!
   7. Sebutkan 10 malaikat dan tugasnya masing-masing!
   8. Sebutkan fungsi iman kepada malaikat!
   9. Mengapa malaikat tidak mempunyai nafsu?
   10. Apakah manusia lebih mulia daripada malaikat? Jelaskan!
                                                                          20




                             PERILAKU TERPUJI

Standar Kompetensi :
6. Membiasakan perilaku terpuji.

Kompetensi Dasar :
6.1. Menjelaskan pengertian adab dalam berpakaian, berhias, perjalanan,
     bertamu dan atau menerima tamu
6.2. Menampilkan contoh-contoh adab dalam berpakaian, berhias,
     perjalanan, bertamu atau menerima tamu
6.3. Mempraktikkan adab dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu
     dan atau menerima tamu dalam kehidupan sehari-hari.


               TARTILAN
Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta
perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.


   Q. S. Al A’raf : 26




   Q.S. Yusuf : 58 - 60




   Q.S.An Nisa’ 83
                                                                                                              21



I.   ADAB BERPAKAIAN
            Pakaian merupakan salah satu nikmat sangat besar yang Allah berikan kepada
     para hambanya, Islam mengajarkan agar seorang muslim berpakain dengan pakaian
     islami dengan tuntunan yang telah Allah dan Rasul-Nya ajarkan. Pakaian yang Islami
     adalah pakaian yang dapat menutup aurat, bagi laki-laki harus dapat menutup bagian
     tubuhnya antara pusar dan lutut, sedangkan bagi wanita harus dapat menutup seluruh
     tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan.

     1. Adab berpakaian bagi seorang laki-laki
             Tentang adab berpakaian bagi seorang laki-laki menurut Islam terlihat dari
        sabda Nabi berikut ini:

                 ‫عن الت َتم الذهب وع لب س ِس ء وع ل س ُع َر‬                                    ‫َس ل هلل‬        ‫َه‬
           ‫ن َاتِى ر ُوْ ُ ا ِ ص.م. َ ِ َّخ ُّ ِ بِا َّ َ ِ َ َنْ ِ َا ِ الْق ِّى ِ َ َنْ ِبَا ِ الْم َصْف ِ (رواه‬
                                                                                                       ‫الطبرانى‬
        “Rasulullah SAW pernah melarang aku memakai cincin emas dan pakaian sutra serta
        pakaian yang dicelup dengan asfar.” (HR. °abran³)
                Adab berpakaian bagi seorang laki-laki dengan demikian, adalah:
        Pertama, tidak boleh memakai pakaian sutra. Hal ini mengandung sebuah didikan
        moral yang tinggi. Cincin dan sutra dua benda yang identik dengan ”kehalusan
        dan keindahan” yang menjadi ciri khasnya seorang perempuan. Cincin dan pakaian
        sutra mengisyaratkan kemewahan dan kelemahgemulaian. Padahal seorang laki-laki
        diharapkan untuk menjadi pelindung bagi keluarganya, masyarakatnya, dan
        negaranya. Untuk menjadi seorang pelindung yang baik tentulah harus mempunyai
        kondisi fisik dan penampilan yang menggambarkan sebuah kekuatan sehingga orang
        yakin terhadap kemampuannya untuk memberikan perlindungan.
                Disisi lain, pelarangan ini juga sekaligus sebagai upaya untuk pencegahan
        terhadap sikap hidup bermewah-mewahan dan pamer (riya), padahal masih banyak
        rakyat yang menderita dan hidup di bawah garis kemiskinan. Dengan kata lain untuk
        mengasah kepekaan sosial.
        Kedua, mengenai model pakaian tidak ada aturan yang jelas asalkan menutup aurat,
        memenuhi unsur tuntutan kesehatan. Akan lebih baik lagi jika unsur estetikanya juga
        turut diperhatikan.

        Ajaran Islam sangat menganjurkan kepada kaum laki-laki untuk mengenakan pakaian
        yang baik, barsih, sopan, dan menutup aurat.
         Perhatikan Firman Allah SWT berikut ini :




        Artinya : Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian
                untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian
                takwa Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari
                tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS. Al-
                A’raf : 26).

        Di ayat lain Allah Berfirman :
                                                                                    22



    Artinya : Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki)
            mesjid, (QS. Al-‘Araf ; 31)
            Dari ayat diatas dapat dipahami bahwa tata cara berpakaian bagi pria adalah
    sebagai berikut :
1). Ketika mengenakan pakaian hendaklah niat untuk beribadah kepada Allah SWT, dan
    ber doa.
    Do’a Berpakaian dan Membuka Pakaian : “Allahumma innii asaluka min khoirihi wa
    khoiri maa huwa lahu, wa a’uudzubika min syarrohi wa syarro maa huwa lahu ”
     (wahai Allah, aku memohon kepada-Mu kebajikan pakaian ini dan kebajikan yang
     disediakan baginya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan
     sesuatu yang dibuat untuknya.”) (HR. Ibnu Sunni)
2). Pakaian yang dipakai wajib menutup aurat, bagi laki-laki minimal menutup pusar dan
    lutut.
3). Mendahulukan anggota badan yang kanan ketika hendak memakai pakaian, dan
    anggota badan yang kiri ketika hendak melepas.
    Dalil pokok dalam masalah ini, dari Aisyah Ummul Mukminin beliau mengatakan,
    “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suka mendahulukan yang kanan ketika bersuci,
    bersisir dan memakai sandal.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4). Apabila hendak pergi ke Masjid, pakailah pakaian yang baik, bersih, dan rapi.
    Sebagaimana firman Allah :


     Artinya : Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki)
             mesjid, (QS. Al-‘Araf ; 31)
5). Warna pakaian yang akan dipakai hendaklah berwarna putih.
    Warna pakaian yang dianjurkan untuk laki-laki adalah warna putih. Tentang hal ini
    terdapat hadits dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Kenakanlah pakaian yang berwarna putih, karena itu adalah sebaik-baik pakaian
    kalian dan jadikanlah kain berwarna putih sebagai kain kafan kalian.” (HR. Ahmad,
    Abu Daud dll, shahih)

         Para lelaki muslim, haram hukumnya menggunakan sutra dan emas, oleh karena
itu, dilarang bagi lelaki muslim untuk menggunakan barang-barang diatas, sebagaimana
sabda Rasulullah SAW : “sesungguhnya dua benda ini (emas dan sutra) haram atas laki-
laki umatku. (HR. Abu Daud)
Dan dalam Islam tidak diperkenankan lelaki memakai pakaian wanita dan sebaliknya
wanita tidak diperkenankan memakai pakaian laki-laki

2.    Tata Cara Barpakaian Bagi Wanita
     1. Adab berpakaian bagi seorang perempuan
            Adab berpakaian bagi seorang perempuan dalam Islam tergambar dalam
     firman Allah QS. an-Nur (24): 31,
                                                                              23




 “Katakanlah kepada wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka
menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya
kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau
putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki
mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara
perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki,
atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita)
atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka
memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan
bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya
kamu beruntung.”
Kemudian diperkuat lagi dengan firman Allah QS. al-Ahzab (33): 59,




Artinya :. Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan
          isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
          seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah
          untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha
          Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab ; 59)

       Di dalam sebuah hadis Nabi bersabda yang artinya : “ Sesungguhnya seorang
wanita apabila sudah sampai masa baligh (puber) tidaklah boleh memperlihatkan
tubuhnya, kecualimuka dan dua tapak tangannya” ( HR. Abu Daud)

        Dari kedua ayat dan hadis Nabi di atas dapat disimpulkan bahwa adab
berpakaian bagi seorang perempuan menurut Islam adalah:
Pertama, memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak
tangan. Kedua, tidak menampakkan (memamerkan) perhiasannya, kecuali yang
biasa nampak seperti cincin atau gelang. Ketiga, menampakkan perhiasaan hanya
dibolehkan bagi mahram dan suaminya. Keempat memanjangkan kerudung sehingga
menutupi dada. Kelima, tidak boleh memakai pakaian yang terlalu tipis sehingga
membuat bagian-bagian tubuhnya terlihat membayang. Keenam, tidak boleh
memakai pakaian yang terlalu ketat yang membuat lekukan-lekukan tubuhnya terlihat
dengan jelas. Ketujuh, dilarang memakai pakaian yang seronok, karena akan
membuat mata orang lain terus-menerus tertuju kepadanya, karena dikhawatirkan hal
itu akan menimbulkan fitnah dan niat jahat orang lain. Banyak fakta menunjukkan
bahwa kejahatan seksual terjadi selain faktor pelaku yang memang mempunyai tabiat
jahat bisa juga dipicu oleh pihak korban yang dengan sengaja atau tidak memakai
pakaian yang memperlihatkan aurat sehingga memancing perlakuan tak senonoh
dari orang lain.
                                                                                      24




          Dari dasar dalil diatas dapat dipahami bahwa Allah SWT menyuruh wanita-
   wanita beriman agar berpakaian, dengan pakaian yang dapat menutup seluruh
   auratnya, terutama sekali wanita yang sudah baligh (dwasa)
   Dengan demikian tata cara berpakaian bagi wanita adalah :
   1). Ketika mengenakan pakaian hendaklah berniat yang ikhlas, hanya untuk
        beribadah kepada Allah SWT dan mencari rido-Nya..
   2). Berdoalah sebelum berpakaian, agar pakaian berfungsi untuk ibadah.
        Do’a Berpakaian dan Membuka Pakaian : “Allahumma innii asaluka min khoirihi
        wa khoiri maa huwa lahu, wa a’uudzubika min syarrohi wa syarro maa huwa
        lahu ”
         (wahai Allah, aku memohon kepada-Mu kebajikan pakaian ini dan kebajikan
         yang disediakan baginya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan
         kejahatan sesuatu yang dibuat untuknya.”) (HR. Ibnu Sunni)
   3).   Bagian anggota badan hendaklah ditutup seluruhnya kecuali muka dan telapak
         tangan
   4).   Memanjangkan kerudungnya sampai menutup dada
   5).   Mendahulukan anggota badan yang kanan ketika hendak memakai pakaian,
         dan anggota badan yang kiri ketika hendak melepas.
   6).   Warna pakaian yang akan dipakai hendaklah berwarna putih

Tentang Mendahulukan yang Kanan
       Di antara sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mendahulukan yang
kanan ketika memakai pakaian dan semacamnya. Dalil pokok dalam masalah ini, dari
Aisyah Ummul Mukminin beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suka
mendahulukan yang kanan ketika bersuci, bersisir dan memakai sandal.” (HR. Bukhari
dan Muslim)
       Dalam redaksi muslim dikatakan, “Rasulullah menyukai mendahulukan yang
kanan dalam segala urusan, ketika memakai sandal, bersisir dan bersuci.”
       Mengomentari hadits di atas, Imam Nawawi mengatakan, “Hadits ini mengandung
kaidah baku dalam syariat, yaitu segala sesuatu yang mulia dan bernilai maka dianjurkan
untuk mendahulukan yang kanan pada saat itu semisal memakai baju, celana panjang,
sepatu, masuk ke dalam masjid, bersiwak, bercelak, memotong kuku, menggunting
kumis, menyisir rambut, mencabut bulu ketiak, menggundul kepala, mengucapkan salam
sebagai tanda selesai shalat, membasuh anggota wudhu, keluar dari WC, makan dan
minum, berjabat tangan, menyentuh hajar aswad dan lain-lain. Sedangkan hal-hal yang
berkebalikan dari hal yang diatas dianjurkan untuk menggunakan sisi kiri semisal masuk
WC, keluar dari masjid, membuang ingus, istinjak, mencopot baju, celana panjang dan
sepatu. Ini semua dikarenakan sisi kanan itu memiliki kelebihan dan kemuliaan.” (Syarah
Muslim, 3/131)

Adab Memakai Sandal
       Yang sesuai sunnah berkaitan dengan memakai sandal adalah memasukkan kaki
kanan terlebih dahulu baru kaki kiri. Ketika melepas kaki kiri dulu baru kaki kanan. Dari
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika
kalian memakai sandal, maka hendaklah dimulai yang kanan dan bila dicopot maka
hendaklah mulai yang kiri. Sehingga kaki kanan merupakan kaki yang pertama kali diberi
sandal dan kaki terakhir yang sandal dilepas darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Memilih Pakaian Warna Putih
       Warna pakaian yang dianjurkan untuk laki-laki adalah warna putih. Tentang hal ini
terdapat hadits dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Kenakanlah pakaian yang berwarna putih, karena itu adalah sebaik-baik pakaian kalian
                                                                                   25



dan jadikanlah kain berwarna putih sebagai kain kafan kalian.” (HR. Ahmad, Abu Daud
dll, shahih)
        Dari Samurah bin Jundab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Kenakanlah pakaian berwarna putih karena itu lebih bersih dan lebih baik dan
gunakanlah sebagai kain kafan kalian.” (HR . Ahmad, Nasa’I dan Ibnu Majah, shahih)
        Tentang hadits di atas Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkomentar,
“Benarlah apa yang Nabi katakan karena pakaian yang berwarna putih lebih baik dari
warna selainnya dari dua aspek. Yang pertama warna putih lebih terang dan nampak
bercahaya. Sedangkan aspek yang kedua jika kain tersebut terkena sedikit kotoran saja
maka orang yang mengenakannya akan segera mencucinya. Sedangkan pakaian yang
berwarna selain putih maka boleh jadi menjadi sarang berbagai kotoran dan orang yang
memakainya tidak menyadarinya sehingga tidak segera mencucinya. Andai jika sudah
dicuci orang tersebut belum tahu secara pasti apakah kain tersebut telah benar-benar
bersih ataukah tidak. Dengan pertimbangan ini Nabi memerintahkan kita, kaum laki-laki
untuk memakai kain berwarna putih.
        Kain putih disini mencakup kemeja, sarung ataupun celana. Seluruhnya
dianjurkan berwarna putih karena itulah yang lebih utama. Meskipun mengenakan warna
yang lainnya juga tidak dilarang. Asalkan warna tersebut bukan warna khas pakaian
perempuan. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang
menyerupai perempuan. Demikian pula dengan syarat bukan berwarna merah polos
karena nabi melarang warna merah polos sebagai warna pakaian laki-laki.Namun jika
warana merah tersebut bercampur warna putih maka tidaklah mengapa.” (Syarah
Riyadus Shalihin, 7/287, Darul Wathon)

Pakaian Berwarna Merah
        Dari Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash, Rasulullah pernah melihatku mengenakan
pakaian yang dicelup dengan ‘ushfur maka Nabi menegurku dengan mengatakan, “Ini
adalah pakaian orang-orang kafir jangan dikenakan”. Dalam lafazh yang lain, Nabi
melihatku mengenakan kain yang dicelup dengan ‘usfur maka Nabi bersabda, “Apakah
ibumu memerintahkanmu memakai ini?” Aku berkata, “Apakah kucuci saja?” Nabipun
bersabda, “Bahkan bakar saja.” (HR Muslim)
        Dalam hadits di atas Nabi mengatakan “Apakah ibumu memerintahkanmu untuk
memakai ini” hal ini menunjukkan pakain berwarna merah adalah pakaian khas
perempuan sehingga tidak boleh dipakai laki-laki. Sedangkan maksud dari perintah Nabi
untuk membakarnya maka menurut Imam Nawawi adalah sebagai bentuk hukuman dan
pelarangan keras terhadap palaku dan yang lainnya agar tidak melakukan hal yang
sama.
        Dari hadits di atas juga bisa kita simpulkan bahwa maksud pelarangan Nabi
karena warna pakaian merah adalah ciri khas warna pakaian orang kafir. Dalam hadits di
atas Nabi mengatakan “Sesungguhnya ini adalah pakaian orang-orang kafir. Jangan
dikenakan”.
        Jawaban untuk permasalahan ini adalah dengan kita tegaskan bahwa yang
terlarang adalah kain yang berwarna merah polos tanpa campuran warna selainnya.
Sehingga jika kain berwarna merah tersebut bercampur dengan garis-garis yang tidak
berwarna merah maka diperbolehkan.
        Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar menyebutkan adanya tujuh pendapat ulama
tentang hukum memakai kain berwarna merah. Pendapat ketujuh, kain yang terlarang
adalah berlaku khusus untuk kain yang seluruhnya dicelup hanya dengan ‘ushfur.
Sedangkan kain yang mengandung warna yang selain merah semisal putih dan hitam
adalah tidak mengapa. Inilah makna yang tepat untuk hadits-hadits yang nampaknya
membolehkan kain berwarna merah karena tenunan yaman yang biasa Nabi kenakan itu
umumnya memiliki garis-garis berwarna merah dan selain merah.

     Hadis-hadis Nabi SAW banyak menjelaskan tatakrama berhias diri, yaitu :
                                                                                                                  26



  1). Anjuran untuk mmotong kuku, memendekkan kumis, menyisir rambut, dan merapikan
      jenggot
  2). Anjuran untuk berharum-haruman dengan wewangian yang menyenangkan kati,
      melegakan dada, menyegarkan jiwa, serta membangkitkan tenaga dan gairah kerja.
  3). Larangan mencukur botak sebagian kepala, dan sebagian lainnya tidak
      dicukur/dibiarkan tumbuh
  4). Larangan berhias diri dengan mengubah apa yang telah diciptakan Allah SWT,
      misalnya mengeriting rambut, memakai cemara (menyambung rambut), mencukur
      alis mata, membuat tahi lalat palsu, dan larangan bertato
  5). Laki-laki dilarang berhias diri hingga menyerupai perempuan dan sebaliknya.

II. Adab dalam Berhias
  1. Pengertian Adab dalam Berhias
             Adab dalam berhias hampir sejalan dengan adab dalam berpakaian. Berhias,
     asal dilakukan dengan wajar dan tidak berlebihan pada dasarnya dibolehkan dalam
     ajaran Islam, bahkan dianjurkan asal menaati aturan-aturan yang telah digariskan.
     Karena, seperti kata Rasulullah dalam sabdanya yang juga telah disebutkan
     sebelumnya, Allah sendiri adalah penyuka keindahan,

                                         ‫َه‬         ‫ِن َ َم ْ ٌ ي ِب َم َ و يح ُّ َع ى أل ْال و َ ْره‬
                                                                                              ُ
                                        ‫ا َّ اهلل ج ِيل ُح ُّ الْج َال ُ ُ ِب م َالِ َ اْ َخ َق َيك َ ُ سَفَاسِف َا‬
                                                                      )‫(رواه التبرانى فى كتابه معجم األوساط‬
     “Sesungguhnya Allah itu Indah dan Dia mencintai keindahan, Dia mencintai akhlak
     yang mulia dan membenci perilaku yang tercela.” (HR. at-°abran³ dalam kitabnya
     Mu’jam al-Aus±¯ dengan sanad dari Jabir r.a.)
  2. Contoh-contoh Adab dalam Berhias
     Islam memberikan aturan-aturan dalam hal berhias, antara lain sebagai berikut:
     1). Laki-laki dilarang memakai cincin emas, sebagaimana sabda Nabi yang telah
         dijelaskan sebelumnya.
     2). Dilarang bertato dan mengikir gigi.
         Pada zaman Jahiliah, bertato banyak dilakukan oleh wanita-wanita Arab dalam
         bentuk ukiran-ukiran dengan warna biru di hampir semua bagian tubuhnya,
         termasuk muka dan tangan. Zaman sekarang, bertato lebih banyak dilakukan
         oleh laki-laki. Bagi sebagian besar laki-laki dan dalam pandangan masyarakat
         pada umumnya tato adalah perlambang ke-”macho”-an. Pertanda kehebatan
         bahkan kepremanan seorang laki-laki.
             Sedangkan mengikir gigi maksudnya memendekkan dan merapikan gigi,
         dengan maksud agar kelihatan cantik dan rapi. Rasulullah bersabda:

                                    ‫َ و ش َ و ْ ُ ت ْ ِ َ و و ِر َ و ْ ُ ت ْ ِرة‬             ِ ‫َعن َس ْل‬
                    )‫ل َ َ ر ُو ُ اهلل ص.م.الْ َا ِمَة َالمسْ َوشمَة َالْ َاش َة َالمسْ َوش َ َ.(رواه الطبرانى‬

        ”Rasulullah SAW melaknat perempauan yang menato dan minta ditato,yang
        mengikir gigi dan yang meminta dikikir.” (HR. °habran³)
     3). Dilarang menyambung rambut
         Selain hadi£ tentang larangan menyambung rambut yang telah disebutkan
         sebelumnya, dalam riwayat lain juga Rasulullah bersabda:

         ‫َس ْل هلل ِن ن أ ب ْ ح ة َ َق َ ْر َِن‬                                      ‫قل‬          ‫َ ت ِ ْ َأة الن ي‬
        ‫سَألْ ُ أمرَ ٌ َّبِ َ ص.م. فَ َاَتْ يَا ر َو ُ ا ِ أ َّ ابْ َتِي َصَا َتهَا الْ ِصْيَ ُ فَأمْر َ شع ُهَا وأِّي‬
                                              ‫ل لعن ُ و ِ َ و ْم ت صلة‬                            ‫َو ت أ أ ِ ُ ف‬
                              )‫ز َّجْ ُهَا َفََصل ِيْهِ؟ فَقَا َ:َ َ َ اهلل الْ َاصلَة َال ُصْ َوْ َِ َ. (رواه البخارى‬
                                                                                                         27



          “Seorang perempuan bertanya kepada nabi SAW: ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya
          anak saya tertimpa suatu penyakit sehingga rontok rambutnya, dan saya ingin
          menikahkan dia. Apakah boleh saya menyambung rambutnya?’ Jawab Nabi
          SAW: ‘Allah melaknat perempuan yang menyambung rambutnya dan meminta
          disambungkan rambutnya.” (HR. Bukhori)



      4). Jangan berhias secara berlebihan
          Islam membolehkan berhias, tapi kalau dilakukan dengan berlebihan dan tidak
          wajar, itu adalah perbuatan yang melampau batas (tabzir). Perbuatan melampaui
          batas akan menyeret kepada sikap sombong dan suka bermegah-megahan.
          Padahal sikap seperti itu adalah sikap setan la’natullah. Allah berfirman:




          Artinya : “… dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara
          boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan
          dan sesungguhnya setan itu sangat ingkar terhadap Rabb-nya.” (QS. al-Isra’ [17]:
          26 – 27)
              Akan lebih berbahaya lagi jika berhias secara mencolok dan berlebihan
          tersebut ditujukan untuk menarik perhatian laki-laki lain (selain suami sendiri). Hal
          itu bisa menimbulkan fitnah dan bahaya besar dalam kehidupan bermasyarakat.
          Adapun berhias (secara wajar) yang ditujukan untuk menarik perhatian dan kasih
          sayang suami adalah hal yang baik untuk dilakukan, dan para suami pantas untuk
          mendapatkannya. Nabi SAW bersabda :

                                                            ‫َلد م ع و خ ْر مت ِه َ ْ َ ْأة الص لحة‬
                                            )‫ا ُّنْيَا َتَا ٌ َ َي ُ َ َاع َا المرَ ُ َّاِ َ ُ (رواه التبرانى‬
          “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang
          ¡ali¥ah.” (HR. At Thabroni dari Salman r.a.)


III. ADAB DALAM PERJALANAN
     1. Tata Krama di Jalan Raya.
            Orang yang beriman hendaknya mentaati perintah Allah dan peirntah Rasul-Nya,
        serta mentaati perintah dari pemerintah yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
            Sebagaimana firman-Nya :




      Artinya : “... Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya),
          dan ulil amri di antara kamu.” (QS. An-Nisa’ ; 59)

          Termasuk taat kepada pemerintah adalah mentaati aturan lalulintas jalan raya.
   Karena jalan raya adalah milik umum/orang banyak maka dalam menggunakan jalan
   harus memperhatika keselamatan orang lain sesama pengguna jalan.
   Demi keselamatan bersama maka pemerintah membuat peraturan untuk pengguna jalan
   raya yang harus ditaati, yaitu :

   Bagi pejalan kaki hendaknya :
   1). berjalan disebelah kiri jalan dan di trotoar
                                                                                    28



  2). menyeberang di jembatan penyeberangan atau di zebracross
  3). menunggu lampu hijau bagi penyeberang atau saat yang aman untuk menyeberang
  4). menjaga sopan santun dan tidak melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban
  umum

  Bagi pengemudi kendaraan bermotor hendaknya :
  1). memerhatikan dan mentaati rambu-rambu lalu lintas
  2). melengkapi perlengkapan berkendaraan, seperti SIM, STNK, dan helm (bagi
      pengendara sepeda motor)
  3). mengemudi dalam batas kecepatan yang sesuai dengan keadaan jalan raya,
  4). tidak membuang sampah sembarangan.

  2. Tata Krama bagi Para Penumpang Kendaraan Umum
           Bagi para penumpang kendaraan umum seperti Bus dan atau kereta api,
  hendaknya memperhatikan dan melaksanakan tata krama antara lain :
  1). bermanis muka dan bertutur kata yang baik terhadap para penumpang yang lainnya.
  2). bersikap hotmat kepada penumpang yang lain, terutama kepada yang lebih tua.
  3). saling tolong menolong dengan sesama penumpang yang lain.
  4). jangan melakukan perbuatan-perbuatan yang mengganggu dan merugikan para
      pemunpang lain

IV. ADAB BERTAMU DAN MENERIMA TAMU

  1.   Adab Bertamu

        Dalam kehidupan sehari-hari atau bermasyarakat sudah barang tentu orang yang
  satu dengan yang lainnya terjadi saling mengunjungngi. Berkunjung ke rumah orang baik
  karena ada kepentingan yang sangat perlu maupun sekedar silaturrahmi ini dinamakan
  “bertamu”.
        Bertamu dengan maksud yang baik dilandasi dengan niat karena Allah SWT,
  bersilaturrahmi untuk mempererat tali persaudaraan antra sesama muslim sangat
  dianjurkn oleh ajaran Islam,
  Rosulullah SAW bersabda :
  Artinya : Dari Abu Hurairah ra. bahwa ia berkata : “ saya mendengar Rosulullah SAW
        bersabda : Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan
        umurnya, maka hendaklah ia melakukan silaturrahmi”. (HR. Bukhari dan Muslim);
        dan diriwayatkan oleh Timidzi dengan kalimat : “sesungguhnya silaturrahmi itu
        menimbulkan cinta kasih di kalangan famili, merupakan sumber kekayaan dan
        menyebabkan umur panjang”.

       Dalam ajaran Islam orang yang bertamu itu harus memperhatikan dan
  melaksanakan tatakrama, sesuai dengan petunjuk-petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya.
  Adapun adab bertamu itu antara lain :
  !).  Dalam bertamu didahului dengan niat untuk melaksanakan sunnah Rasul dan
       beribadah kepada Allah. Apabila ada keperluan sampaikan dengan cara yang baik.
       Sebaik-baiknya tamu adalah yang membawa kabar gembira dan menyenangkan
       tuan rumah yang didatangi.
  2)   Sebelum berkunjung sebaiknya memberitahu dahulu bahwa kita mau
       bersilaturrahmi, baik melalui tepoh, SMS, surat maupun yang lainnya.
  3). Menggunakan pakaian yang sopan, rapi, dan menutup aurat dan berpenampilan
       yang Islami.
  4). Usahakan dalam bertamu itu ketika orang yang ditamuni dalam keadaan tenggang
       waktu. Jangan bertamu apabila orang yang ditamuni itu dalam keadaan sibuk,
       sedang tidur, dan waktu makan, karena apabila bertamu dan orang yang ditamuni
                                                                                        29



          itu sedang dalam keadaan tidak memungkinkan akan dapat mengganggu yang di
          tamuni.
    5).   Ketika bertamu terlebih dahulu sebelum masuk memberi isyarat dengan salam,
          mengetuk pintu atau membunyikan bel, atau yang lainnya.
          Nabi bersabda :
          Artinya : Apabila seseorang bertamu lalu minta izin (mengetuk pintu atau mengucap
          salam) sampai tiga kalidan tidak ditemui (tidak dibukakan pintu), maka hendaklah
          dia pulang. (HR. Bukhari dan Muslim)
   6).    Dalam bertamu, kalau memeang harus menginap,usahakan jangan sampai lebih
          dari tiga hari. Karena hal itu dapat mengganggu atau memberatkan tuan rumah.
          Rasulullah SAW bersabda :
          Artinya : “ Bertamu itu selama tiga hari” (HR. Bukhari dan Muslim)
   7)     Hendaknya bersikap dan bertuturkata yang sopan, sehingga orang yang dikunjungi
          merasa senang serta menaruh hormat kepada tamunya.
   8).    Jangan bertamu kepada orang wanita yang suaminya sedang tidak berada di
          rumah, karena dapat menimbulkan fitnah.

   2.     Adab Menerima Tamu.

          Dalam kehidupan bermasyarakat seseorang pernah bertamu dan pernah pula
   menerima tamu. Dalam menerima tamu hendaknya sesuai dengan tatakrama yang
   sudah diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
   Rasulullah SAW bersabda :
        Artinya : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat hendaklah
        memulikan tamunya”. (HR. Bukhari dan Muslim )
   Adab dalam menerima tamu adalah sebagai berikut :
   1). Segaralah membukakan pintu bila ada tamu datang, menjawab salam serta segera
        mempersilahkan masuk. Dengan sikap yang baik dan muka yang menyenagkan
   2). Tuan rumah menyambut tamu dengan pakaian yang sopan dan menutup aurat
        Karena kedatangan tamu akan membawa manfaat tersendiri.
        Rasulullah SAW bersabda :
        Artinya : “apabila tamu telah masuk ke rumah seseorang maka ia masuk dengan
        membawa rizkinya dan jika ia keluar membawa pengampunan bagi tuan rumah dan
        keluarganya”.(HR. Ad-Dailami dari Annas)
   3). Tamu hendaklah dijamu, paling tidak disuguhi minuman atau makanan ringan.
        Rasulullah SAW bersabda
        Artinya : “ Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka
        hendaklah memuliakan tamunya. Dan bertamu itu tiga hari, adapun selebihnya
        adalah termasuk sedekah “.
   4). Tamu hendaklah diterima dengan rasa syukur dan rasa senang serta dengan wajah
        yang ceria
   5). Bila tamu yang datang itu tidak kita inginkan, jangan sekali-kali menunjukkan sikap
        yang membuatnya tersinggung. Jika ingin menolaknya, maka tolaklah denga cara
        yang bijaksana.
   6). Jika tamu telah berpamitan akan pulang, antarkanlah tamu sampai pintu rumah
        atau (pagar), karena hal tersebut termasuk sunnah.

Rangkuman :
 Sebagai seorang muslim dalam bergaul dan bermasyarakat dituntut untuk bersikap dan
   berperilaku yang Islami, misalnya : dalam cara berpakaian dan berhias diri, juga dalam
   cara bertamu dan menerima tamu
 Pakaian yang sesuai dengan tatakrama islam adalah yang dapat memenuhi fungsinya
   yaitu dapat menutup aurat, menambah keindahan fisik pemakaianya, dan menunjukkan
   identitas pemakainya adalah orang Islam
                                                                                       30



   Berhias diri yang sesuai dengan tatacara islam adalah yang berpedoman kepada Al-
    Quran dan hadits.
   Diantara ciri orang yang beriman adalah menghormatu tamu, maka menghormati tamu
    hukumnya wajib bagi orang Islam
   Bertamu yang baik adalah yang sesuai dengan tata cara Islami, yaitu diniati beribadah
    kepada Allah SWT, dan berpakaian yang sopan (menutup aurat)
   Dalam bertamu jangan sampai merepotkan tuan rumah, sehingga jika akan bermalam
    jangan sampai melebihi tiga hari.
   Sebagai orang Islam yang baik jika bepergian hendaklah mentaati aturan jalan raya atau
    aturan lalu lintas dengan disiplin. Baik bagi pejalan kaki ataupun sebagai pengendara
    kendaraan bermotor.


LATIHAN :

I. Berilah tanda silang( X ) pada jawaban yang benar !
1. Pakaian yang baik berdasarkan QS. Al-A’raf 26 adalah :
   a. berwarna putih
   b. tidak tembus pandang
   c. indah di pandang
   d. menyenangkan bagi pemakaianya
   e. pakaian takwa

2. Berikut ini adalah hal-hal yang hukumnya haram, kecuali ...
   a. mempertontonkan aurat
   b. memakai wangi-wangian
   c. mencukur rambut kepala sampai botak
   d. membiarkan rambut sampai gondrong
   e. tidak menyisir dan meminyaki rambut

3. Ayat yang mengandung perintah untuk berpakaian baik ketika hendak ke masjid adalah
...
    a. QS. Al-Ahzab ; 59
    b. QS. Al-A’raf ; 31
    c. QS. Al-Anbiya 41
    d. QS. Ali Imran ; 37
    QS. An-Nahl ; 123

4. QS. Al-Ahzab ; 59, menjelaskan fungsi berpakaian bagi wanita adalah menutup aurat ,
   agar ...
   a. tampak lebih cantik
   b. berpanampilan menarik
   c. melindungi udara panas atau dingin
   d. tidak diganggu kaum laki-laki
   e. disenangi oleh orang banyak.

5. Pernyataan berikut ini yang mempunyai hukum wajib adalah ...
   a. bertamu
   b. menjamu tamu dengan makanan yang lezat
   c. menghormati tamu
   d. mengucapkan salam
   e. memenuhi semua keinginan tamu
                                                                                 31



6. Sopan santun dalam ajaran Islam disebut ...
   a. tatakrama
   b. budi pekerti
   c. adab
   d. perilaku
   e. moral

7. Aurat wanita adalah seluruh anggota badan kecuali ....
   a. muak
   b. tangan
   c. muka dan tangan
   d. muka dan bagian kaki
   e. muka dan telapak tangan

8. Tujuan dan fungsi wanita berbusana adalah ....
   a. menjadi terkenal
   b. membuat indah
   c. menambah cantik
   d. menutuo aurat
   e. mendapat pujian

9. Pegangan utama yang perlu diperhatikan dalam berpakaian
   a. sesuai selera pribadi
   b. keindahan
   c. harga pakaian
   d. sesuai dengan zaman
   e. tidak berlebih-lebihan

10. Dalam adab bertamu, kita dibolehkan mengetuk pintu sebanyak ...
    a. satu kali
    b. dua kali
    c. tiga kali
    d. empat kali
    e. lima kali

II. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan jelas dan benar !

1.   Jelaskan cara berpakaian yang sesuai dengan Islam !
2.   Sebutkan manfaat-manfaat berpakaian yang menutupi aurat bagi kaum wanita !
3.   Jelaskan adab menerima tamu!
4.   Jelaskan tatakrama bertamu!
5.   Tuliskan dengan benar dalil yang memerintahkan bagi wanita harus berjilbab, dan
     tuliskan artinya!
                                                                          32




                      MENGHINDARI SIFAT TERCELA

Standar Kompetensi :
7. Menghindari perilaku tercela.

Kompetensi Dasar :
7.1. Menjelaskan pengertian hasad, riya, aniaya, dan diskriminasi
7.2. Menyebutkan contoh perilaku hasad, riya, aniaya, dan diskriminasi
7.3. Menghindari hasad, riya, aniaya, dan diskriminasi


              TARTILAN
Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta
perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.


   Q. S. Albaqarah : 109




   Q.S.Al Baqarah : 264




   Q.S.Al Baqarah : 229
                                                                                   33



MENGHINDARI SIFAT TERCELA
      Sifat-sifat akhlak yang baik (akhlakul karimah) banyak dijelaskan Al Quran
terutama yang menyangkut perilaku keteladanan Rasulullah Muhammad SAW. Ketika
salah seorang sahabat bertanya kepada Siti Aisyah (istri Rasulullah) mengenai
bagaimana akhlak Rasulullah itu, Siti Aisyah menngembalikan pertanyaan kepada
sahabat nabi tersebut,” Bukankah anda telah membaca Al Quran?” Aisyah kemudian
mengatakan bahwa Al Qur’an itu mengandung contoh-contoh tentang akhlak
Rasulullah yang sepatutnya dijadikan suri tauladan oleh seluruh umat manusia.Sifat-
sifat akhlak yang buruk atau tercela (akhlakul mahmudah) juga telah diungkapkan Al
Qur’an agar menjkadi peringatan untuk dapat dijauhi, karena perilaku butuk atau
tercela yang dapat merusak iman seseorang dan pada akhirnya akan merusak dirinya
serta kehidupan masyarakat. Akhlak buruk itulah selalu ditunjukan oleh kaum Quraisy
dahulu untuk memojokkan kebenaran yang disampaikan oleh Rasulullah sebagaimana
yang dilakukan oleh tokoh Quraisy, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah, Akhnas bin
Syariq, Aswas bin Abdi Yaqutus, dan lail-lain. Oleh karena itu iman merupakan suatu
pengakuan terhadap kebenaran yang harus dipelihara, dan ditingkatkan kualitasnya
melalui sikapnya dan perilaku terpuji.

Rasulullsah SAW bersabda:
Artinya:”Iman itu ialah melihat dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan
    mengerjakan dengan anggota (perbuatan).” (HR.Bukhari Muslim)

Imam Turmidzi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a bahwa
   Rasulullah saw bersabda
   “Malu adalah sebagian dari iman dan iman itu di surga. Sedangkan sikap tidak
   sopan adalah bagian dari buruknya peringai dan perangai yang buruk adalah di
   neraka”

   Keimanan seseorang akan rusak atau tidak manfaat apabila seseorang malukukan
   hal-hal yang dapat mengurangi bahkan merusak keimanannya. Diantara perbuatan
   yang tercela dan menyebabkan rusaknya keimanan adalah hasud,riya’ dan aniaya.

I. HASUD
   1. Pengerian Hasud
              Hasud ialah rasa atau sikap tidak senang terhadap kenikmatan atau
      kebahagiaan yang di peroleh oleh orang lain dan berusaha untuk melenyapkan
      atau mencelakaka orang lain tersebut
              Sifat tercela ini harus dihindari oleh semua orang, khususnya dikalangan
      generasi muda muslim karena jika sifat hasud ini terus menerus menjadi
      kebiasaan, tentu akan membawa akibat hncurnya kebaikan dalam diri seseorang
      akibat bertambahnya sifat rakus, tamak, dendam, serta rasa permusuhan di dalm
      diri.
              Rasulallah Muhammad SAW bersabda :
              Artinya : “ Telah masuk kedalam tubuhnya penyakit-penyakit umat dahulu
      ( yaitu ) benci dan dengki, itulah yang membinasakan agama, bukan dengki
      mencukur rambut.” (HR. Ahmad dan Tarmudzi)
      Dari hadits tersbut diatas, dapat dipahami bahwa hancurnya tau terpecahnya
      agama menjdi bercerai berai saling membenci, bermusuhan, dan saling merusak
      disebabkan sifat hasud dan dengki yang berkepanjangan diantara pemeluknya.
      Dalam hdist lain Rasullulah Muhammd SAW bersabda
              Artinya : “Janganlah kami saling mendengki,saling memutuskan
      hubungan, saling membenci dan saling membelakangi, jadilah kamu hamba Allah
      yang bersaudara sebagaimana yang telah diperintahkan Allah kepadamu. “(HR.
      Bukhari dan Muslim)
                                                                                      34



             Apabila kita perhatikan dan kita kaji dalil-dalil naqli yang terungkap dalam
     hadits-hadits Rasulallah SAW bahwa hasud sering terjadi akibat adanya iri hati. Iri
     hati artinya : ‘ merasa ingin menguasai sesuatu yang dimiliki orang lain karena
     dirinya belum memiliki dan tidak mau ketinggalan.” Iri hati tidak diikuti dengan
     perbuatan mencelakakan orang lain tersebut. Iri hati itu ada yang termasuk sifat
     tercela dan ada yang tidak.
             Berdasarkan hadits riwayat Nukhari-Muslim ada dua macam iri hati yang
     dibolehkan islam, yaitu iri hati kpada orang yang dianugerahi harta yang banyak
     kemudian harta itu digunakannya untuk hal-hal yang diridhoi Allah dan iri hati
     kepada orang yang dibri ilmu pngetahuan oleh Allah SWT, kemudian ilmu itu
     diamalkannya serta diajarkn pada orang lain.
             Seseorang yang beriman kepada qada’ dan qadar tentu tidak akan
     bersikap dengki kepada orang lain yang mempunyai kelebihan karena ia
     menyadari bahwa hal itu merupakan kehendak dan kekuasaan Allah SWT. Allah
     SWT berfirman :
     Artinya : “ Adakah (patut) mereka iri hati (dengki) kepda manusia (Muhammad)
     atas karunia yang telah diberikan Allah kepada mereka.” (Qs. An-Nisaa, 4:54)
               Setiap muslim atau muslimah wajib hukumnya menjauhi sifat hasud /
     dengki karena hasud termasuk sifat tercela dan merupakan perbuatan dosa. Allah
     SWT berfirman :
               Artinya : “ Dan jnganlah kami iri hati terhadap apa yng dikaruniakn Allah
     kepada sebagian kami lebih banyak dari sebagian yang lain.” (Qs. An-Nisa, 4 :
     32)
               Iri hati merupakan penyakit rohani atau jiwa. Apabila seseorang telah
     terkena penyakit hati, ia akan jatuh dari ajaran agama, bersikap takabur, suka
     merendahkan dan meremehkan orang lain.Dia tidak mempunyai rasa malu lagi
     untuk menjatuhkan orang lain, datang kesana kemari dengan berbagai cara
     supaya orang yang dihasudnya itu kebahagiaannya lenyap dari mereka bahkan
     berpindah kepadanya.
               Orang yang mempunyai sikap ini, sebenarnya merugikan dirinya sendiri,
     karena sikap demikian akan selalu merasa tidak puas terhadap berbagai hal,
     tidak akan dihargai oleh orang lain, takabur, dan membanggakan diri. Makin lama
     sikap ini melekat pada diri seseorang, akan semakin sakit rohaninya atau jiwanya.
     Ibarat besi kena karat, semakin lama karat merusak besi semakin hancur besi itu,
     atau laksana orang minum air laut, semakin bnyk orang tersebut minum akan
     semakin haus. Semkin lama sifat hasud itu melekat pada diri seseorang, semakin
     rusk dan semakin tidak puas jiwanya.

2,   Bahaya atau Kerugian yang ditimbulkan oleh Perbuatan Hasud antara lain
     :
     1). Dapat memutuskan hubungan persaudaraan dan menghapus segala
         kebaikan yang pernah dilaksanakan.
         Rasulallah SAW bersabda :
         Artinya : “ Juhkanlah dirimu dari hasud karena sesungguhnya hasud itu
         memakan kebaikan – kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR.
         Abu Daud)
     2). Dapat merusak iman
         Rasulallah SAW bersabda :
         Artinya : “Dengki (hasud) merusak iman sebagaimana Jadam merusak madu.”
         (HR. Daelami)
     3). Dapat merusak mental (hati) pendngki itu sendiri, sehingg kehidupan merasa
         gelisah dan tidak memperoleh ketentraman.
     4). Dapat menimbulkan kerugian atau bencana baik bagi penghsud maupun
         orang yang dihasud.
                                                                                                               35



   3. Usaha-usaha Preventif Perbuatan Hasud
       Agar terhindar dri penyakit hasud orang- orng yng beriman diperinthkan untuk :
        1). Memohon perlindungan kepada Allah SWT dari kejahatan pendengki apabila
            ia mndengki atau menghasud, sebagaimana telah dijelaskan Allah SWT
            dalam Al-Quran : Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang Menguasai
            subuh dari kejahatan mkhluk-Nya, dari kejahatan orang yang dengki
            (penghasud) apabila ia dengki (menghasud).” (Qs. Al-Falaq ayat 1, 2 & 5)
        2). Menyadari bahwa perbuatan hasud itu termasuk perbuatan tercela dan sangat
            berbahaya karena sifat tercela itu dapat merugikan orang lain dan dirinya
            sendiri.
        3). Menyadari bahwa sifat hasud itu merusak amal kebaikan dan dapat
            menghilangkan pahalanya.
        4). Menumbuhkan sikap jiwa kasih sayang terhadap sesama umat manusia,
            karena mereka itu mempunyai hak-hak yang harus dihormati oleh setiap
            orang.
             Imam muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari jarir bin Abdullah r.a.
                bahwa Rasulallah SAW bersabda :
                Orang yang tidak mempunyai sikap lemah lembut tidaklah mempunyai
                kebaikan sama sekali.”
             Abu Daud meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Mughaffal
                r.a. bahwa Rasulallah SAW bersabda,
                Sesungguhnya Allah Maha Lemah Lembut dan menyukai sikap lemah
                lembut. Dia memberi kepada sikap ini sesuatu yang tidak Dia berikan
                kepada kekerasan.”
             Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanadnya dari Aisyah r.a. berkata,
                “Suatu hari Rasulallah SAW datang ketempat aliran air ini dengan
                membawa unta dari sedekah yang terikat dilehernya. Lalu beliau bersabda
                :
                “Wahai Aisyah, bertaqwalah kepada Allah dan bersikap lemah lembutlah
                kepada unta ini. Sesungguhnya sikap lemah lembut jika masuk kedalam
                sesuatu maka ia akan memperindahnya dan jika ia meninggalkannya
                maka sesuatunitu akan menjadi buruk.”
II. RIYA’
        1. Pengertian Riya’

              Riya berasal dari kata “ru’yah” yang artinya melihat. Menurut istilah riya’
       adalah ibadah seseorang yang bukan karena Allah, tetapi ia ingin dilihat oleh
       orang lain. Dalam kata lain, riya’ adalah orang yang bermal atau bekerja dengan
       mengharapkan pujian orang lain.
              Imam Al-Hafiz Ibnu Hajar dalan kitabnya Fathul Bari mengatakan bahwa
       riya’ ialah ibadah yang dilakukan dengan tujuan atau maksud agar dapat dilihat
       orang lain sehingga memuja pelakunya (ia ingin memperoleh kemasyhuran dan
       keuntungan dunia). Adapun orang yang berusah untuk memperdengarkan
       ucapan ibadah dan amal saleh kepada orang lain dengan maksud seperti pada
       riya’ dinamakan sum’ah (ingin didengar).
              Riya’ dan sum’ah termasuk sifat tercela, merupakan syirik kecil yang
       hukumnya haram dan harus dijauhi oleh setiap muslim atau muslimah. Rosulullah
       bersabda :
                                       ‫الر ء‬           ‫ر ِ ه‬                   ‫ك‬         ‫ف ك‬                   َ
                           )‫أَخوفَ مَا أَخَا ُ عَلَي ُمُ الشِر ُ االَصغَ ُ فَسُئلَ عَن ُ فَقَالَ ِّيَآ ُ (رواخ امحد‬

       Artinya : Sesungguhnya yang paling aku takutkan terjadi pada kalian adalah syirik
                 kecil, sahabat bertanya “apakah syirik kecil itu, ya Rasulullah ?” Rasul
                 menjawab “, Riya’ (HR. Ahmad)
       Pada Hadis lain Rasulullah SAW Bersabda
                                                                                36



Artinya : Rasulullah SAW bersabda, “Allah Azza Wajalla berfirman pada hari
          kiamat, yaitu diwaktu sekalian hamba melihat hasil-hasil amalannya :
          Pergilah kamu kepada semua apa yang kamu jadikan bahan pamer
          (riya’) di dunia. Lihatlah apakah kamu semua memperoleh balasan dari
          mereka? (HR. Ahmad dan Baihaki)

2. Macam-macam Riya’
   Menurut Imam Ghazali, sifat riya’ itu dapat dibagi menjadi 2 (dua) bagia, yaitu
   :
   1). Riya’ yang berhubungan dengan keduniaan (ibadah ghoeru mahdah)
   2). Riya’ yang berhubungan dengan ibadah mahdah

         Ria yang berhubungan dengan keduniaan adalah segala jenis usaha
   seseorang dengan niat di dalam hatinya mengharapkan kedudukan atau
   pujian dari orang lain, contohnya : kegiatan yang berhubungan dengan
   kegiatan sosial kemsyarakat. Sedangkan riya’ yang berhubungan dengan
   ibadah, yaitu ibadah yang dilakukan oleh seseorang, selain mengharapkan
   keridoan Allah SWT, ia juga mengharapkan pujian atau sanjungan dari orang
   lain.
         Ditinjau dari brntuknya riya’ ada 2 (dua)
   1). Riya’ dalam hal niat
   2) Riya’ dalam hal perbuatan atau tindakan
         Seorang yang mengatakan bahwa ia ikhlas taat kepada Allah SWT,
   padahal dalam hati yang sebnarnya tidak demikian, maka yang demikian itu
   tergolong riya’ dalam niat, sdang riya’ dalam perbuatan seperti orang yang
   berpakaian mewah dengan maksud agar orang lain memujinya. Riya’ dalam
   ucapan seperti seringnya memberi nasehat kepada orang lain, mengucapkan
   kata-kata hikmah, sering bertasbih jika dihadapan orang banyak tapi jika
   sendirian hanya melamun saja dan hal yang dilakukan itu hanya ingin dilihat
   orang lain bahwa dia itu seorang yang alim, taat beragama, padahal
   sesunggunya tidak demikian.
         Ukuran riya’ atau tidaknya pekerjaan seseorang itu niat atau getaran hati
   (qalbu) seseorang, sikap ini hanya dia sendiri yang dapat mengukur dan
   merasakannya, orang lain tidak dapat mengetahui. Sedang ukuran riya’yang
   kedua pengaruhnya terlihat dalam kegiatan sehari-hari.
         Riya dlam hal urusan dunia (ibadah ghaer mahdah) atau riya’ dalam
   ibadah (mahdah) banyak diungkapkan dalam Al-Quran, diantaranya :

   1). Riya’ dalam perbuatan
          Seperti ketika akan mengerjakan shalat, seseorang tampak
   memperlihatkan kesungguhan dan kerajinan, namun alasannya karena takut
   dinilai rendah dihadapan guru atau orang lain. Dia melaksanakan shalat
   dengan khusyuk dan takut disertai harapan mendapat perhatian dalam QS.
   Al-Ma’un ayat 4 -7




   Artinya :
   (1). Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
   (2). (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
   (3). orang-orang yang berbuat riya
                                                                             37



   (4). dan enggan (menolong dengan) barang berguna

   2). Riya dalam prilaku

   Firman Allah dalan QS. An-Nisa 142




Artinya : Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan
          membalas tipuan mereka. dan apabila mereka berdiri untuk shalat
          mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya[365] (dengan
          shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah
          kecuali sedikit sekali (QS. An-Nisa 142)
Maksudnya: Alah membiarkan mereka dalam pengakuan beriman, sebab itu
mereka dilayani sebagai melayani Para mukmin. dalam pada itu Allah telah
menyediakan neraka buat mereka sebagai pembalasan tipuan mereka itu.
Riya Ialah: melakukan sesuatu amal tidak untuk keridhaan Allah tetapi untuk
mencari pujian atau popularitas di masyarakat.
Maksudnya: mereka sembahyang hanyalah sekali-sekali saja, Yaitu bila mereka
berada di hadapan orang.

    3). Riya’ dalam tindakan
         Firman Allah dalan QS. Al-Baqarah ayat 264




   Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan
            (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti
            (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya
            karena riya kepada manusia dan Dia tidak beriman kepada Allah dan
            hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang
            di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu
            menjadilah Dia bersih (tidak bertanah). mereka tidak menguasai
            sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak
            memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (QS. Al-Baqarah
            ayat 264)

3. Ciri-ciri orang yang berbuat riya’ atau sum’ah
   1) Tidak akan melakukan perbuatan baik apabila tidak dilihat orang
   2) Amal atau perbuatan baik yang telah ia lakukan sering diungkit-ungkit atau
       disebut-sebut
   3) Beramal atau beribadah hanya sekedar ikut-ikutan, itupun dilakukan
       apabila sedang berada di tengah-tengah orang banyak
   4) Amal (perbuatan baiknya) selalu ingin dilihat, diperhatikan ingin mendapat
       pujian dan ingin didengar orang lain
                                                                                      38



        5). Terlihat tekun dan bertambah motifasinya dalam beribadah apabila
            mendapat pujian dan sanjungan, sebaliknya semangatnya akan menurun
            bahkan menyerah apabila dicela orang
     4. Bahaya atau kerugian yang diakibatkan oleh perbuatan riya” dan sum’ah
        1) Muncul rasa ketidakpuasan terhadap apa yang telah dikerjakannya
        2) Muncul rasa hampa dan gelisah di saat berbuat sesuatu
        3) Mrusak nilai kebaikan dan pahala ibadah, bahkan bisa hilang sama sekali.
        4) Mengurangi kepercayaan dan rasa simpati dari orang lain.
        5) Menyesal melakukan sesuatu apabila orang lain tidak melihat dan
            memperhatikannya.

III. ANIAYA
   1. Pengertian Aniaya
             Aniaya dalam bahasa arab disebut “zalim” yang berarti melampaui batas,
       melanggar ketentuan, keterlalun atau menempatkan sesuatu permasalahan tidak
       pada proporsinya.
             Aniaya (kezaliman) dapat diartikan sebagai perbuatan yang melampaui
       batas-batas kemanusiaan dan menentang atau menyimpangdari ketentuan-
       ketentuan yang telah ditetapkan Allah SWT.
       Allah SWT berfirman :
       Artinya : “Barang siapa yang melanggar hukum- hukum Allah, merka itulah orang-
       orang yang zalim.” (Qs. Al-Baqarah,2 : 229)
             Aniaya atau zalim termasuk sifat tercela yang dikutuk Allah, dilaknat para
       malaikat dan dibenci sesama. Aniaya atau zalim termasuk perbuatan dosa yang
       dapat menjatuhkan martabat pelakunya dan merugikan pihak lain.
   2. Macam-macam Aniaya
             Sikap dan perilaku aniaya atau kezaliman, dapat terjadi terhadap Allah
       SWT, terhadap diri sendiri, terhadap orang lin dan terhadap alam sekitar atau
       lingkungan.
       1). Aniaya (zalim) terhadap Allah SWT.
               Kezaliman terhadap Allah SWT, yaitu tidak adanya pengakuan yang jujur,
           keimanan yang benar, bahwasanya kita manusia telah diciptakan Allah SWT
           untuk menjadi “Abdullah” (hamba Allah) dengan tidak menyekutukannya
           dengan sesuatu apapun dan sebagai “Kholifatullah” (Khalifah Allah) yakni
           pengatur, pengelola dan pemakmur alam jagadraya ini dengan segala
           ktentuan dan aturan yang telah Allah SWT tetapkan dalam Al-Quran dan
           Sunnah-Nya. Apabila kita tidak mengikuti ketentuan tersebut berarti kita telah
           tergolong kepada orang yang telah berbuat aniaya (zalim) terhadap Allah
           SWT.
           Allah SWT berfirman :
           Artinya : “Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang
           diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” (Qs. Al-
           Maidah, 5 : 45)
       2). Aniaya (zalim) terhadap diri sendiri
               Aniay terhadap diri sendiri misalnya mmbiarkan diri sendiri dalam keadaan
           bodoh dn miskin, karena malas, meminum minuman keras, menyalah
           gunakan obat-obatan terlarang (narkoba), menyiksa diri sendiri dan bunuh diri
           (sebagai akibat dari tidak mensyukuri nikmat pemberian Allah SWT)
           Allah SWT berfirman :
           Artinya : “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah
           kamu menjatuhkan dirimu sendiri dengan tanganmu kepada kecelakaan, dan
           berbuat baiklah karena swesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
           berbuat baik.” (Qs. Al-Baqarah, 2 :195)
       3). Aniaya (zalim) terhadap sesama manusia
                                                                                39



         Aniaya terhadap sesama manusia seperti ghibah (mengumpat), naminah
       (mengadu domba), fitnah, mencuri, merampok, melakukan penyiksaan dn
       melakukan pembunuhan, berbuat korupsi dan manipulasi.
       Allah SWT berfirman :
       Artinya :’......Dan janganlah kamu berbuat kejahatan di muka bumi dengan
       membuat kerusakan.” (Qs. Hud, 11 : 85)
       Rasulallah SAW dalam haditsnya bersabda :
       Artinya : “Barang siapa yang merampas hak orang muslim lainnya, dengan
       sumpahnya Allah mewajibkan neraka dan mengharamkan surga baginya.
       Salah seorang sahabat bertanya, “Walaupun hanya merampas sesuatu yang
       sederhana, ya Rasulallah?” Nabi bersabda: “Walaupun hanya sepotong kayu
       urok.” (HR. Bukhari)
   4). Aniaya (zalim) terhadap alam (lingkungan)
           Berbuat zalim terhadap alam adalah merusak kelestarian alam,
       mencemari lingkungan, menebang pepohonan secara liar, menangkap dan
       membunuh binatang tanpa mengindahkan aturan, sehingga akibat dari
       perbuatan itu dapat mrugikan alam dan merugikan masyarakat.
       Allah SWT berfirman :
       Artinya : “Janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi.”(Qs. Al-
       Baqarah,2 :11)
       Artinya : “Telah terjadi kerusakan di darat dan di laut, karena usaha tangan
       manusia supaya merasakan kepada mereka sebagai akibat kerja mereka,
       supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Qs. Ar-Rum, 30 : 41)

3. Bahaya dan Keburukan Perbuatan Aniaya
   Adapun bahaya dan keburukan sebagai dampak dari perbuatan aniaya (zalim)
   dapat menimpa pelaku (penganiaya), orang yang dianiaya, dan masyarakat.
   1). Bahaya / Keburukan yang akan dialami oleh Penganiaya antara lain :
   2). Hidupnya tidak akan disenangi, melainkan dijauhi bahkan dibenci masyarakat.
       Allah SWT berfirman dalam Qs. Al-Mu’minun :18 !
   3). Hidupnya tidak akan tenang, karena dibayangi rasa takut.
   4). Mencemarkan nama baik dirinya, dan keluarganya
   5). Mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan aniaya yang
       dilakukannya.
   6). Mendapat siksa dengan dicampakkan kedalam api neraka (lihat Qs. Al-
       Maidah, 5 : 39)
   7). Dalam kehidupannya tidak akan mendapat pelindung atau penolong. Allah
       SWT dalam Qs. As-Syura ayat 8!
       Artinya : “Tiadalah bagi orang zalim itu pelindung atau penolong.” (Qs. Asy-
       Syura ayat 8)

4. Bahaya / Keburukan yang akan dialami oleh yang dianiaya dan masyarakat,
   diantaranya :
   1). Ketenangan dan ketentraman dalam hidupnya terganggu.
   2). Menumbuhkan keresahan dan kekerasan di masyarakat.
   3). Mengalami kerugian dan bencana, baik berupa kehilangan harta benda,
       penganiayaan terhadap fisik mental bahkan sampai kehilangan jiwa.
   4). Semangat dan gairah kerja bik prindi maupun masyarakat akan menurun,
       karena dibayangi rasa takut terhadap perbuatan-perbuatan jahat orang zalim.
   5). Allah SWT akan menurunkan azabNya, apabila kezaliman di suatu negri atau
       suatu kelompok msyarakat sudah meraja lela. Allah SWT berfirman dalam Qs.
       Yunus ayat 13 :
       Artinya : “Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum
       kamu, ketika mereka berbuat kezaliman.” (Qs. Yunus,10 :13)
                                                                                        40



       5. Upaya Prefentif untuk Menghindari diri dari perbuatan Aniaya
          Setiap insan wajib berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjauhi perbuatan
          aniaya (zalim). Diantara usaha tersebut antara lain :
          1). Kesadaran akan eksistensi diri untuk selalu berbuat baik, ramah, dan sopan
              santun terhadap semua makhluk Allah ! Rasulallah Saw bersabda :
              Artinya : “ Sesungguhnya Allah SWT mewajibkan berbuat baik kepada segala
              sesuatu. Bila kamu membunuh, baik-baiklah cara membunuhnya. Bila kamu
              menymbelih binatang, baik-baiklah cara menyembelihnya. Hendaklah salah
              seorang diantara kamu menajamkan pisaunya, dan hendaklah ia
              mempercepat mati binatang sembelihnnya.” (HR. Muslim).
          2). Berusaha menegakan keadilan dan kebaikan terhadap diri sendiri, orang lain
              dan masyarakat. Allah SWT berfirman :
              Artinya : “ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu supaya berlaku adil dan
              berbuat kebaikan.” (Qs. An-Nahl, 16 : 90)
          3). Meningkatkan kehati-hatian bahwa segala bentuk perselisihan, permusuhan,
              kedengkian dan peruskn trhadp sesama manusia dan alam semesta pad
              akhirnya dpat merugikan diri sendiri.
          4). Meningkatkan kesadaran bahwa manusia itu tidak dapat berdiri sendiri,
              memerlukan bantuan dari orang lain dan bantuan dari alam. Apabila mereka
              dirugikan akibat perbuatan zalim yang pernah dilakukan kita, mereka pun
              akan menjauhi dan tidak menutup kemungkinan mereka balik menzalimi.
          5). Meningkatkan kesadaran bahwa sebenarnya manusia telah banyak
              melakukan kezaliman, kurang patuh pada orang tua, salatpun terkadang tidak
              tept waktu dn lainnya. Hal ini jangan sampai ditambah lagi dengan kezaliman
              yang lainnya. Oleh karena itu kita senantiasa memohn kepada Allah SWT
              supaya dijauhkan dari sifat-sifat demikian. Allah SWT dalam firmannya :
              Artinya : “ Ya Tuhan, kami telah menganiaya diri kami sendiri dn jika Engkau
              tidak mengampuni kami dan membri rahmat kepada kami, pastilah kami
              termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Araf, 7 : 23)

Rangkuman
    Hasud berbeda pengertiannya dengan iri hati, iri hati adalah merasa ingin menguasi
      sesuatu yang dimiliki orang lain, karena dirinya belum memiliki dan tidak mau
      ketinggalan. Iri hati tidak di ikuti oleh perbuatan mencelakakan dan iri hati itu ada
      yang dilarang dan ada yang dibolehkan. Hasud ialah rasa sikap tidak senang
      terhadap kenikmatan yang diperoleh orang lain dan berusaha menghilangkannya
      atau mencelakakan orangnya. Dengki (hasud) termasuk sifat tercela perbuatan dosa
      yang wajib di jauhi oleh setiap muslim/ muslimah.
    Riya’ adalah memperlihatkan suatu ibadah dan amal saleh kepada orang lain bukan
      karena Allah, tetapi karena sesuatu selain Allah. Sedangkan memperdengarkan
      ucapan ibadah dan amal seleh kepada orang lain dengan maksud seperti riya disebut
      sum’ah. Riya’ dan sum’ah termasuk sifat tercela, syirik kecil yang hukumnya haram
      dan harus dijauhi oleh setiap muslim/ muslimah. Riya’ bisa terdapat dalam urusan
      keagamaan dan dalam urusan keduniaan. Riya’ akan mendatangkan kerugian dan
      bencana.
    Aniaya (zalim) ialah sikap dan berperilaku tidak adil aniaya atau bengis yaitu suatu
      tindakan yang tidak menusiawi yang bertentangan dengan hak sesama manusia.
      Aniaya (zalim)termasuk sifat tercela yang hukumnya haram dan akan mendatangkat
      kerugian (bencana) di dunia maupun akhirat.

A. Berilah tanda silang (x) pada salah satu jawaban yang paling benar dan tepat!

1. Di bawah ini termasuk perbuatan tercala, kecuali .......
    a. su’uzan           d. riya’
    b. hasud             e. husnuzhan
                                                                                        41



   c. zalim

2. Keinginan supaya kebahagiaan yang diperoleh orang lain lenyap dan berpindah kepada
   dirinya, disebut..
    a. iri hati         d. hasud
    b. riya’            e. buruk sangka
    c. zalim

3. Seseorang apabila pekerjaannya ingin didengar oleh orang lain disebut....
    a. iri hati             d. riya’
    b. su’ul khatimah       e. hasud
    c. sum’ah

4. Dalil Naqli Al-quran yang menerangkan orang yang celaka salatnya karena lalai dan riya”
    adalah
    a. QS. Al-Ashr ayat 1-3            d. QS. Al-Maun 1-4
    b. QS. Al-Falaq ayat 1-3           e. QS. Al-Fil 1-3
    c. QS. Al-Maun ayat 4-6

5. Yang termasuk perilaku aniaya terhadap diri sendiri .....
    a. Tidak mentaati peraturan-peraturan yang berlaku di masyarakat
    b. Melakukan pencuria dan perampokan
    c. Membiarkan diri sendiri berada dalam kebodohan
    d. Lalai dalam melaksanakan kewajiban sosial
    e. Berkenalan dan bergau dengan orang yang tidak seiman

6. Zalim berarti.........
    a. Hormat                           d. Murah hati
    b. Sayang                           e. Amal baik
    c. Melampaui batas

7. Seseorang yang melakukan amal prbuatan agar mendapat pujian dari orang lain berarti
   orang tersebut
   a. Takabut                      d. Syirik
   b. Hasud                        e. Munafik
   c. Riya’

8. Yang termasuk ciri-ciri orang yang mempunyai sifat riya’ ialah ..
   a. Salat dengan husuk dan senantiasa berbuat baik walaupun tidak ad orang lain yang
      melihat
   b. tidak akan melakukan prbuatan baik bila tidak dilihat orang
   c. Beribadah hanya ikut-ikutan
   d. Terlihat bertambah tekun beribadah, bils mendapat pujian.
   e. Senantiasa berupaya menampakkan segala perbuatan baiknya agardiketahui orang
      banyak.

9. Menggangggu ketenangan dan ketenteraman orsng lsin termasuk perbuatan
   a. Kufur                        d. Zalim
   b. Hasud                        e. Nifak
   c. Ria

10. Zalim berarti ...
    a. Hormat                           d Murah hati
    b. Sayang                           e. Amat baik
    c . Menlampaui batas
                                                                            42




Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas

1. Tuliskan dalil nakli tentang hasud
2. Sebutkan 3 contoh riya dalam beribadah
3. Kemukakan akibat-akibat buruk sifat riya’
4. Kemukakan usaha-usaha yang harus ditempuh agat kezaliman yang terdapat dalam
   kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bisa berkurang atu hilang
5. Jelaskan tiga madcam kezaliman
                                                                                   43




                            ZAKAT, HAJI, DAN WAKAF

Standar Kompetensi :
8. Memahami hokum Islam tentang zakat, haji dan wakaf.

Kompetensi Dasar :
8.1. Menjelaskan perundang-undangan tentang pengelolaan zakat, haji dan waqaf.
8.2. Menyebutkan contoh-contoh pengelolaan zakat, haji dan wakaf
8.3. Menerapkan ketentuan perundang-undangan tentang pengelolaan zakat, haji dan
      wakaf.




              TARTILAN
Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta
perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.


   Q. S. At Taubah : 103




   Q. S. Al Baqarah 110




   Q.S. Ali Imran : 93




   Q.S. Al Baqarah : 158




   Q.S. Ali Imran 96
         44


GAMBAR
                                                                                        45



IFTITAH
Memahami Islam tidak akan lengkap bila kita tidak mengetahui hukum-hukumnya. Melalui
hukumlah aturan yang berasal dari nilai-nilai Islam dapat dilaksanakan. Allah SWT
menerapkan syari’at bukan untuk memberatkan manusia , akan tetapi dibalik itu, orang-
orang yang mampu melaksanakan syariat dengan baik pasti akan mendapatkan
kebahagiaan dan kemulyaan hidup.
Dalam bab ini akan dibahas ibadah-ibadah yang menggunakan unsur harta yaitu : zakat, haji
dan wakaf. Pemerintah juga memiliki kewajiban untuk menjamin keterlaksanaan ibadah
zakat, haji dan wakaf. Untuk itulah pemerintah mengeluarkan undang-undang yang
mengatur zakat, haji dam wakaf dengan tujuan agar ibadah tersebut dapat dilaksanakan
dengan baik, mensejahterkan masyarakat dan dapat memberdayakan potensi umat Islam
untuk kemaslahatan umat.

A. ZAKAT
   Pengertian Zakat
          Zakat adalah rukun ketiga dari rukun Islam. Secara syari'ah, zakat merujuk pada
   aktivitas memberikan sebagian kekayaan dalam jumlah dan perhitungan tertentu untuk
   orang-orang tertentu menurut ketentuan-ketentuan Al-Qur’an.
          Zakat secara bahasa dapat berarti ”kesucian”, ”tumbuh atau berkembang”,dan
   dapat berarti ”keberkatan”. Menurut istilah zakat ialah kadar harta tertentu yang wajib
   dikeluarkan oleh seseorang kepada yang berhak menerima (mustahik) dengan ketentuan
   dan syarat syarat tertentu. Zakat mengandung arti kesucian, maksudnya jika harta itu
   dikeluarkan zakatnya, maka harta yang dimiliki orang tersebut menjadi suci. Begitu pula
   orangnya juga menjadi suci atau lepas dari dosa. Zakat mengandung arti tumbuh atau
   berkembang, maksudnya jika zakat itu dilaksanakan dapat menjadikan suburnya harta
   yang dimilliki, maupun suburnya bagi orang yang menerima. Zakat mengandung arti
   keberkatan, maksudnya jika zakat itu dilaksanakan dapat memberi berkah terhadap harta
   itu sendiri, orang yang zakat (muzakki) maupun orang yang menerima zakat
   (mustahik).
       Zakat berbeda dengan pajak, menurut ahli fiqih pajak sama dengan jizyah yang
   berari pajak pungut, membalas jasa. Menurut istilah, pajak ialah kewajiban yang
   ditetapkan terhadap wajib pajak yang harus disetorkan kepada negara sesuai dengan
   ketentuan.

   Selain zakat dan pajak ada dana yang bersifat kesosialan yaitu :
      a. Infaq ialah memberikan sebagian harta yang dimiliki kepada fihak lain yang
          membutuhkan untuk membantu meringankan beban.
      b. Hibbah yaitu memberikan suatu barang kepada orang lain atas dasar cinta kasih
          dan tidak mengharap balasan.
      c. Sedekah yaitu memberikan suatu barang kepada orang lain dengan dasar
          mencari keridhaan Allah swt.
      d. Hadiah yaitu memberikan suatu barang kepada orang lain atas dasar prestasi.

   Dasar Kewajiba Zakat.
       Zakat merupakan salah satu[rukun Islam], dan menjadi salah satu unsur pokok bagi
   tegaknya [syariat Islam]. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap
   muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori
   ibadah, seperti:shalat,haji,dan puasa yang telah diatur secara rinci dan paten
   berdasarkan Al-Qur'an dan As Sunnah,sekaligus merupakan amal sosial
   kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan
   perkembangan ummat manusia. Adapun dasar kewajiban zakat ialah firman Allah swt :
                                                                                      46



                                                                          
   Artinya: "Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu
   membersihkan dan mensucikan harta dan mendo'akan untuk mereka. Sesungguh-
   nya do'a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka dan Allah Maha
   Mendengar Lagi Maha Mengetahui". ( At-Taubah : 103).

   Dari ayat diatas ada beberapa masalah yang perlu dicatat yaitu :
   a. Kata khudz (ambilah) menunjukkan kata perintah yang maksudnya wajib.
   b. Zakat yang diambil itu dalam bentuk harta yang penjabarannya bisa bermacam-
       macam seperti : emas, perak, dagangan, buah-buahan dan lain sebagainya.
   c. Zakat akan membawa keberuntungan bagi orang yang mengeluarkannya berupa
       kebersihan mereka dari kekikiran, menimbulkan ketentraman dan ketenangan
       jiwa bahkan akan mendapatkan do'a dari mereka yang diberi zakat.
   Adapun kewajiban melaksanakan pajak didasarkan kepada kemaslahatan umum
   yaitu sebagai dasar untuk mewujudkan keadaan masyarakat yang sejahtera lahir
   batin.Kesejahteraan lahir batin antara lain didukung oleh tersedianya kesejahteraan
   lahir dalam bentuk perlengkapan hidup untuk dapat melaksanakan perintah Allah swt.

Macam-macam Zakat
  a. Zakat Fitrah
     Zakat fitrah adalah zakat pribadi yang wajib dikeluarkan setiap bulan ramadhan
     atau sebelum idhul fitri berupa makanan pokok atau uang sebesar kadar yang
     diwajibkan. Zakat fitrah boleh dibayarkan sejak awal ramadhan dan sunahnya
     dibayarkan sesudah sholat subuh sebelum sholat Ied. Bila dibayarkan sesudah
     sholat Iedul fitri sebelum matahari tenggelam, hukumnya makruh sedang bila
     dibayar sesudah matahari tenggelam hukumnya haram. Yang wajib dikeluarkan
     untuk zakat fitrah adalah berupa makanan pokok seperti beras, jagung dan
     gandum sebesar 3,1 liter.
     Zakat fitrah adalah wajib atas setiap muslim dan muslimah. Berdasar hadits
     berikut, Dari Ibnu Umar r.a. ia berkata, “Rasulullah saw. telah memfardhukan
     (mewajibkan) zakat fitrah satu sha’ tamar atau satu sha’ gandum atas hamba
     sahaya, orang merdeka, baik laki-laki maupun perempuan, baik kecil maupun tua
     dari kalangan kaum Muslimin; dan beliau menyuruh agar dikeluarkan sebelum
     masyarakat pergi ke tempat shalat ‘Idul Fitri.” (Muttafaqun ‘alaih : Fathul Bari III
     :367 no:1503, Muslim II: 277 no:279/984 dan 986, Tirmidzi II : 92 dan 93 no: 670
     dan 672, ‘Aunul Ma’bud V:4-5 no: 1595 dan 1596, Nasa’i V:45, Ibnu Majah I: 584
     no:1826)
     Dari Ibnu Abbas r.a. berkata, “Rasulullah saw. telah mewajibkan zakat fitrah
     sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan
     yang kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa yang
     mengeluarkannya sebelum (selesai) shalat ‘id, maka itu adalah zakat yang
     diterima (oleh Allah); dan siapa saja yang mengeluarkannya sesuai shalat ‘id,
     maka itu adalah shadaqah biasa, (bukan zakat fitrah).” (Hasan : Shahihul Ibnu
     Majah no: 1480, Ibnu Majah I: 585 no: 1827 dan ‘Aunul Ma’bud V: 3 no:1594).
     Yang wajib mengeluarkan zakat fitrah ialah orang muslim yang merdeka yang
     sudah memiliki makanan pokok melebihi kebutuhan dirinya sendiri dan
     keluarganya untuk sehari semalam. Di samping itu, ia juga wajib mengeluarkan
     zakat fitrah untuk orang-orang yang menjadi tanggungannya, seperti isterinya,
     anak-anaknya, pembantunya, (dan budaknya), bila mereka itu muslim. Dari Ibnu
     Umar r.a. ia berkata, “Rasulullah saw. pernah memerintah (kita) agar
     mengeluarkan zakat untuk anak kecil dan orang dewasa, untuk orang merdeka
     dan hamba sahaya dari kalangan orang-orang yang kamu tanggung kebutuhan
     pokoknya.” (Shahih : Irwa-ul Ghalil no: 835, Daruquthni II:141 no: 12 dan Baihaqi
     IV: 161).
                                                                                47



b. Zakat Maal
   Zakat Maal adalah zakat yang dikenakan atas harta (maal) yang dimiliki oleh
   individu atau lembaga dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah
   ditetapkan secara hukum (syara). Maal berasal dari bahasa Arab yang secara
   harfiah berarti 'harta'.
   Harta yang akan dikeluarkan sebagai zakat harus memenuhi syarat-syarat
   sebagai berikut:
    Milik penuh, yakni harta tersebut merupakan milik penuh individu yang akan
       mengeluarkan zakat.
    Berkembang, yakni harta tersebut memiliki potensi untuk berkembang bila
       diusahakan.
    Mencapai nisab, yakni harta tersebut telah mencapai ukuran/jumlah tertentu
       sesuai dengan ketetapan, harta yang tidak mencapai nishab tidak wajib
       dizakatkan dan dianjurkan untuk berinfaq atau bersedekah.
    Lebih dari kebutuhan pokok, orang yang berzakat hendaklah kebutuhan
       minimal/pokok untuk hidupnya terpenuhi terlebih dahulu
    Bebas dari hutang, bila individu memiliki hutang yang bila dikonversikan ke
       harta yang dizakatkan mengakibatkan tidak terpenuhinya nishab, dan akan
       dibayar pada waktu yang sama maka harta tersebut bebas dari kewajiban
       zakat.
    Berlalu satu tahun (Al-Haul), kepemilikan harta tersebut telah mencapai satu
       tahun khusus untuk ternak, harta simpanan dan harta perniagaan. Hasil
       pertanian, buah-buahan dan rikaz(barang temuan) tidak memiliki syarat haul.
   Adapun harta (mal) yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah:
    Emas, perak dan mata uang
    Harta perniagaan
    Hewan ternak
    Buah-buhan dan biji-bijan
    Barang tambang dan rikaz (harta terpendam)


   Daftar nisob jenis harta dan besarnya zakat :
   N      Jenis Harta              Nisonya           Besarny   Keteranga
   o                                                 a Zakat        n
   1. Emas                 20 Dinar ( 93,6 gram)     2,5 %    Zakatnya
   2. Perak                200 Dirham ( 624          2,5 %    dikeluarka
   3. Uang kontan          gram)                      2,5 %    n setelah
   4. Harta                senilai   dengan harga     2,5 %    semua
        perniagaan         emas                                sarat
                           senilai   dengan harga              terpenuhi
                           emas

   Adapun binatang ternak yang wajib dizakati adalah kambing, domba, kerbau, sapi
   dan unta. Penghitungannya adalah sebagai berikut :
    Kambing atau domba;
      1) 40 – 120 ekor, zakatnya 1 ekor kambing berumur 1 tahun.
      2) 121 – 200 ekor, zakatnya 2 ekor kambing berumur 2 tahun.
      3) 201 – 300 ekor, zakatnya 3 ekor kambing berumur 2 tahun.
      4) 301ke atas, setiap bertambah 100 zakatnya bertambah 1 ekor kambing
          berumur 2 tahun.
    Sapi atu kerbau;
      1) 30 – 39 ekor, zakatnya 1 ekor berumur 1 – 2 tahun.
      2) 40 – 59 ekor, zakatnya 2 ekor berumur 1 – 2 tahun.
      3) 60 – 69 ekor, zakatnya 2 ekor berumur 1 – 2 tahun.
      4) 70 – 79 ekor, zakatnya 2 ekor berumur 2 – 3 tahun.
                                                                                  48



         5) 80 – 89 ekor, zakatnya 3 ekor berumur 1 – 2 tahun.
         6) 89 ke atas,setiap bertambah 30 zakatnya bertambah 1 ekor.
        Hasil pertanian;
         Hasil pertanian seperti makanan pokok beras, jagung dan gandum, hasil
         perkebunan seperti kurma, anggur dan semacamnya syarat zakatnya seperti
         wajib zakat emas dan perak. Waktunya setelah selesai panen. Nisobnya
         kurang lebih 930 liter. Biaya hasil pertanian yang ditanam dengan biaya yang
         cukup banyak, zakatnya 5 % , sedang bila ditanami tanpa biaya zakatnya 10
         %.
        Rikaz (harta tependam);
         Harta rikaz (harta terpendam seperti emas, perak dan semacamnya zakatnya
         20 %.

Yang berhak menerima zakat.
   Firman Allah swt ;




   Artinya : "Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-
   orang      miskin, pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk
   (memerdekakan) budak, orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang
   yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah
   dan Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Bijaksana ". (At-Taubah : 60)

   Delapan asnaf yang berhak menerima zakat (mustahik) itu ialah :
   1) Fakir yaitu orang yang tidak mempunyai harta atau usaha, atau mempunyai harta
       dan usaha tetapi kurang dari ½ kecukupannya dan tidak ada orang memberi
       belanja kepadanya.
   2) Miskin yaitu orang yang mempunyai harta atau usaha sebanyak ½ kecukupan-
       nya atau lebih tetapi tidak mencukupinya.
   3) Amil yaitu semua orang yang bekerja mengurus zakat, sedang dia tidak
       mendapatkan upah selain zakat itu.
   4) Muallaf yaitu orang yang masih lemah imannya sehingga masih memerlukan
       bimbingan dan pembinaan iman.
   5) Riqob yaitu hamba sahaya yang ingin merdeka. Dalam hal ini zakat dipergu
       nakan untuk menebus kepada majikannya.
   6) Ghorim yaitu orang yang terlilit hutang sehingga berat sekali untuk membayar
       padahal hutang bukan untuk maksiat.
   7) Sabilillah yaitu orang-orang yang berjuang di jalan Allah swt., atau menegakkan
       agama Islam, seperti membangun Rumah Sakit, Masjid dan lainnya.
   8) Ibnu Sabil yaitu orang-orang yang sedang dalam perjalanan jauh bukan untuk
       maksiat seperti belajar, haji dan lain sebagainya
Yang tidak berhak menerima zakat
    Orang kaya. Rasulullah bersabda, "Tidak halal mengambil sedekah (zakat) bagi
       orang yang kaya dan orang yang mempunyai kekuatan tenaga." (HR Bukhari).
    Hamba sahaya, karena masih mendapat nafkah atau tanggungan dari tuannya.
    Keturunan Rasulullah. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya tidak halal bagi kami
       (ahlul bait) mengambil sedekah (zakat)." (HR Muslim).
    Orang yang dalam tanggungan yang berzakat, misalnya anak dan istri.
    Orang kafir.
   
                                                                                   49



Beberapa Faedah Zakat.
   Faedah Diniyah (segi agama)
    Dengan berzakat berarti telah menjalankan salah satu dari Rukun Islam yang
      mengantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan dan keselamatan dunia dan
      akhirat.
    Merupakan sarana bagi hamba untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Rabb-
      nya, akan menambah keimanan karena keberadaannya yang memuat beberapa
      macam ketaatan.
    Pembayar zakat akan mendapatkan pahala besar yang berlipat ganda,
      sebagaimana firman Allah, yang artinya: "Allah memusnahkan riba dan
      menyuburkan sedekah" (QS: Al Baqarah: 276). Dalam sebuah hadits yang
      muttafaq "alaih Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam" juga menjelaskan bahwa
      sedekah dari harta yang baik akan ditumbuhkan kembangkan oleh Allah berlipat
      ganda.
    Zakat merupakan sarana penghapus dosa, seperti yang pernah disabdakan
      Rasulullah Muhammad SAW.

   Faedah Khuluqiyah (Segi Akhlak)
    Menanamkan sifat kemuliaan, rasa toleran dan kelapangan dada kepada pribadi
      pembayar zakat.
    Pembayar zakat biasanya identik dengan sifat rahmah (belas kasih) dan lembut
      kepada saudaranya yang tidak punya.
    Merupakan realita bahwa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat baik berupa
      harta maupun raga bagi kaum Muslimin akan melapangkan dada dan meluaskan
      jiwa. Sebab sudah pasti ia akan menjadi orang yang dicintai dan dihormati sesuai
      tingkat pengorbanannya.
    Di dalam zakat terdapat penyucian terhadap akhlak.

   Faedah Ijtimaiyyah (Segi Sosial Kemasyarakatan)
    Zakat merupakan sarana untuk membantu dalam memenuhi hajat hidup para
      fakir miskin yang merupakan kelompok mayoritas sebagian besar negara di
      dunia.
    Memberikan dukungan kekuatan bagi kaum Muslimin dan mengangkat eksistensi
      mereka. Ini bisa dilihat dalam kelompok penerima zakat, salah satunya adalah
      mujahidin fi sabilillah.
    Zakat bisa mengurangi kecemburuan sosial, dendam dan rasa dongkol yang ada
      dalam dada fakir miskin. Karena masyarakat bawah biasanya jika melihat mereka
      yang berkelas ekonomi tinggi menghambur-hamburkan harta untuk sesuatu yang
      tidak bermanfaaat bisa tersulut rasa benci dan permusuhan mereka. Jikalau harta
      yang demikian melimpah itu dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan tentu
      akan terjalin keharmonisan dan cinta kasih antara si kaya dan si miskin.
    Zakat akan memacu pertumbuhan ekonomi pelakunya dan yang jelas berkahnya
      akan melimpah.
    Membayar zakat berarti memperluas peredaran harta benda atau uang, karena
      ketika harta dibelanjakan maka perputarannya akan meluas dan lebih banyak
      pihak yang mengambil manfaat.

   Hikmah Zakat
   Hikmah dari zakat antara lain:
    Mengurangi kesenjangan sosial antara mereka yang berada dengan mereka yang
      miskin.
    Pilar amal jama'i antara mereka yang berada dengan para mujahid dan da'i yang
      berjuang dan berda'wah dalam rangka meninggikan kalimat Allah SWT.
    Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk
                                                                                  50



      Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat.
      Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan
      Untuk pengembangan potensi ummat
      Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam
      Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi ummat.

   Zakat dalam Al Qur'an
    QS (2:43) ("Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-
      orang yang ruku'".)
    QS (9:35) (Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu
      dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan)
      kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri,
      maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.")
    QS (6: 141) (Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan
      yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam
      buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama
      (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah,
      dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada
      fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak
      menyukai orang yang berlebih-lebihan).

Pengelolaan Zakat di Indonesia.
   Sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap masalah zakat ini, pemerintah
   mendirikan BAZIS (Badan Amil Zakat dan Sedekah). Lembaga ini diharapkan mampu
   mendorong profesinalisme dalam pengelolaan ZIS. Bagi umat Islam pengeloaan ZIS
   yang profesional akan memberikan beberapa manfaat antara lain :
   o Pendistribusian ZIS lebih terorganisir dan benar-benar akan sampai kepada yang
       berhak.
   o Pemerintah dapat melihat potensi masyarakat pembayar ZIS dan para
       penerimanya.
   o Masyarakat yang tidak mampu akan terbantu ekonominya
   Selain itu pemerintah juga mengeluarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
   38 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Zakat, Keputusan Menteri Agama RI no. 373
   tahun 2003 dan Keputusan Dirjen Bimas Islam Urusan Haji no : D/291 tahun 2000
   tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Zakat.
   Adapun isi dari UU Nomor 38 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Zakat tersebut
   adalah :
    BAB I
   Pasal 1
   Dalam Undang-undang ini yang dimkasud dengan :
   1) Pengelolaan zakat adalah kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan
       terhadap pengumpulan dan pendistribusian serta pendayagunaan zakat.
   2) Zakat adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang musli atau badan yang
       dimiliki oleh orang muslim sesuai dengan ketentuan agama untuk diberikan
       kepada yang berhak menerimanya.
   3) Muzakki adalah orang atau badan yang dimiliki oleh orang muslim yang
       berkewajiban menunaikan zakat.
   4) Mustahiq adalah orang atau badan yang berhak menerima zakat.
   5) Agama adalah agama Islam.
   6) Menteri adalah Menteri yang ruang lingkup tugas dan tanggung jawabnya meliputi
       bidang agama.
   Pasal 2
   Setiap warga negara Indonesia yang beragama Islam dan mampu atau badan yang
   dimiliki oleh orang muslim berkewajiban menunaikan zakat.
                                                                               51



Pasal 3
Pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan, pembinaan dan pelayanan
kepada muzakki, mustahiq dan amil zakat.
BAB II
Pasal 5
Pengelolaan zakat bertujuan :
1) meningkatnya pelayanan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat sesuai
    dengan tuntunan agama;
2) meningkatnya fungsi dan peranan pranata keagamaan dalam upaya mewujudkan
    kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial.
3) meningkatnya hasil guna dan daya guna zakat.
BAB III
Pasal 6
(1) Pengelolaan zakat dilakukan oleh badan amil zakat yang dibentuk oleh
pemerintah.
(2) Pembentukan badan amil zakat :
a. nasional oleh Presiden atas usul Menteri;
b. daerah propinsi oleh gubernur atas usul kepala kantor wilayah departemen agama
propinsi;
c. daerah kabupaten atau daerah kota oleh bupati atau wali kota atas usul kepala
kantor departemen agama kabupaten atau kota;
d. kecamatan oleh camat atas usul kepala kantor urusan agama kecamatan.
BAB IV
Pasal 11
(1) Zakat terdiri atas zakat mal dan zakat fitrah.
(2) Harta yang dikenai zakat adalah :
    a. emas, perak dan uang;
    b. perdagangan dan perusahaan;
    c. Hasil pertanian, perkebunan dan perikanan;
    d. Hasil pertambangan;
    e. Hasil peternakan;
    f. Hasil pendapatan dan jasa;
    g. tikaz
(3) Penghitungan zakat mal menurut nishab, kadar dan waktunya ditetapkan
berdasarkan hukum agama.
Pasal 13
Badan amil zakat dapat menerima harta selain zakat seperti infaq, shadaqah, wasiat
waris dan kafarat.
BAB V
Pasal 16
(1) Hasil pengumpulan zakat didayagunakan untuk mustahiq sesuai dengan
ketentuan agama.
(2) Pendayagunaan hasil pengumpulan zakat berdasarkan skala prioritas kebutuhan
mustahiq dan dapat dimanfaatkan untuk usaha yang produktif.
(3) Persyaratan dan prosedur pendayagunaan hasil pengumpulan zakat
sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diatur dengan keputusan menteri.
         Gerakan zakat di Indonesia telah diberlakukan sebagai komponen pengurang
penghasilan sebelum dikenakan pajak. Pendirian Badan Amil Zakat Nasional dan
tumbuhnya lembaga-lembaga amil zakat sejak berdirinya Dompet Dhuafa pada tahun
1993 merupakan gerakan masyarakat walau sebelumnya sudah ada lebih dulu
Badan Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (BAZIS) DKI yang dikelola Pemda DKI.
Kelahiran lembaga-lembaga amil zakat profesional dan kiprahnya yang semakin
masif di masyarakat selanjutnya mendorong lahirnya FOZ (forum zakat)yang
merupakan asosiasi lembaga-lembaga zakat di Indonesia. Saat ini muncul nama-
nama lembaga yang dikenal di masyarakat seperti Dompet Dhuafa, PKPU, Rumah
                                                                                                               52



       Zakat Indonesia, DPU Daarut Tauhiid, YDSF, Al Azhar, dan lainnya. Paralel dengan
       gerakan mewujudkan terbentuknya Dewan Zakat Internasional yang akan
       mempelopori pembentukan Baitul Mal Internasional ini berawal melalui
       diselenggarakannya Konferensi Zakat Asia Tenggara di Kuala Lumpur tahun 2006
       yang didukung oleh lembaga-lembaga zakat dari 4 negara yaitu Indonesia, Malaysia,
       Singapura dan Brunei Darussalam mengeluarkan Deklarasi Zakat mengenai
       berdirinya Dewan Zakat MABIMS dengan Indonesia sebagai sekretariatnya kemudian
       disusul dengan Konferensi Zakat Internasional pertama tahun 2007 di Kuala Lumpur
       dan selanjutnya Konferensi Zakat Internasional kedua tahun 2008 yang
       diselenggarakan di Padang. http://id.wikipedia.org/wiki/Zakat


B. HAJI DAN UMROH
   Haji adalah rukun (tiang agama) Islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan
   puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum
   muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan
   melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu
   yang dikenal sebagai musim haji (bulan Dzulhijjah). Hal ini berbeda dengan ibadah
   umrah yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu.
                                              ‫د‬
   Haji menurut bahasa artinya menyengaja (ُ ْ‫ .)اَْلقَص‬Menurut istilah haji ialah menyengaja
   berkunjung ke Baitullah (Ka'bah) untuk melakukan beberapa perbuatan antara lain
   wukuf, thowaf, sa'i dan amalan-amalan lain pada waktu tertentu dengan syarat dan rukun
   tertentu demi memenuhi panggilan Allah swt, dan mengharap ridhoNya. Allah swt,
   berfirman :
                 ]97 -                                                             ‫الن ِج‬
                         ‫وََِهللَِ عَلَى َّاس ح ُّ الْبَيْتِ مَن اسْتَطَاعَ إلَيْهِ سَبيْالً [ سورة أل عمران‬
   Artinya : "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang
   yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah ". (Ali Imron : 97)

   1. Syarat Haji
      Haji diwajibkan atas orang yang kuasa dan mampu, satu kali dalam seumur
      hidupnya. Adapun syarat wajib haji adalah :
      a. Islam
      b. Baligh (dewasa), anak-anak tidak wajib.
      c. Berakal sehat.
      d. Merdeka (bebas, sedang tidak dalam tahanan).
      e. Mampu (istitho'ah)
      Yang dimaksud dengan mampu disini adalah :
      - Mempunyai bekal yang cukup untuk perjalanan pergi dan pulang serta bekal bagi
        keluarga yang ditinggalkan.
      - Aman dalam perjalanan.
      - Bagi perempuan hendaklah dengan muhrimnya, suami atau wanita lain yang dapat
        dipercaya. Rasulullah saw, bersabda :
                                                                 ‫ال‬               ‫ِر‬
                                )‫الَُتسَاف ُ اْلمَرْأَةِ إ َّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ (رواه البخاري‬
       Artinya : "Janganlah seorang wanita bepergian kecuali beserta muhrimnya". (HR.
       Bukhori)

       - Sehat badan. Orang yang sakit atau sudah tua kewajiban haji boleh digantikan
         orang lain dengan biaya orang tersebut.

   2. Rukun Haji.
      Di dalam haji rukun dibedakan dengan wajib. Rukun haji adalah perbuatan-perbuatan
      yang apabila tidak dikerjakan maka batal ibadah hajinya dan harus diulang. Sedang
      wajib haji adalah suatu perbuatan yang wajib dikerjakan tetapi syahnya haji tidak
                                                                                                                                       53



   tergantung kepadanya, dan apabila tidak dikerjakan wajib diganti dengan dam
   (denda). Adapun yang termasuk rukun haji adalah sebagai berikut :
   a. Ihrom, yaitu niat mulai mengerjakan ibadah haji/umroh dengan berpakaian ihrom.
   b. Wukuf, yaitu berdiam dipadang Arafah pada waktu yang ditentukan, yaitu mulai
       tergelincirnya matahari pada tanggal 9 dzulhijjah sampai terbit fajar pada tanggal
       10 dzulhijjah.
   c. Thawaf, yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali. Adapun syarat-syarat thawaf
       adalah sebagai berikut:
           1). Suci dari hadats dan najis.
           2). Menutup aurot
           3). Hendaklah sempurna 7 kali putaran.
           4). Dimulai dari Hajar Aswad dan diakhiri di Hajar Aswad.
           5). Hendaklah Ka'bah selalu disebelah kiri orang yang thowaf.
           6). Hendaklah thawaf itu diluar Ka'bah tetapi masih di dalam Masjid.

     Macam-macam Thawaf :
      Thawaf Qudum, yaitu thawaf yang dilakukan ketika baru datang. (sebagai
       tahiyatul masjid).
      Thawaf Ifadhah, yaitu thawaf yang merupakan rukun haji.
      Thawaf Wada', yaitu thawaf ketika akan pulang ke tanah air.
      Thawaf Tahallul, yaitu thawaf yang dilakukan untuk melepaskan diri dari yang
       diharamkan karena ihrom.
      Thawaf Nadzar, yaitu thowaf karena nazdar.
      Thawaf Sunat.




                                              ‫ال هلل هلل ر َ َ َ ُو ال‬                                 َ ‫د‬                                 ‫س‬
                     )‫ُبْحَانَ اهللَِ وَالْحَمْ ُ َِهللَِ والَإلَهَ إ َّا ُ وَا ُ أََْبَ ُ, الحوْلَ والَ ق َّةَ إ َّ بااهللَِ (رواه إبن ماجه‬
     Artinya : "Maha Suci Allah, segala Puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah,
     Allah Maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah".
     (HR. Ibnu Majah)

   d. Sa'i, yaitu berlari-lari kecil antara bukit Shofa dan Marwah.
      Syarat-syarat sa'i adalah sebagai berikut :
       Dimulai dari bukit Shofa dan di akhiri dibukit Marwah.
       Dilakukan sebanyak 7 kali. Dari Shofa ke Marwah dihitung sekali dan
        sebaliknya dari Marwah keShofa juga dihitung sekali.
       Dilakukan sesudah thawaf.
   e. Mencukur/Menggunting rambut.
      Mencukur rambut berfungsi sebagai tahallul (penghalalan) terhadap beberapa
      hal yang diharamkan selama ihrom. Mencukur rambut sekurang-kurangnya 3
      helai.

3. Wajib Haji.
   Wajib haji adalah hal-hal yang harus dilakukan dalam mengerjakan haji dan bila
   ditinggalkan tetap syah hajinya tetapi wajib membayar dam (denda). Hal-hal yang
   termasuk wajib haji adalah :
   a. Ihrom dari miqot.
        Miqot adalah batas tempat dan waktu untuk melakukan ihrom ( niat haji ). Miqot
        dibagi menjadi dua macam :
        o Miqot Zamani yaitu batas atau ketentuan waktu mulai mengerjakan ibadah
            haji. Miqot zamani mulai awal bulan syawal sampai terbit fajar tanggal 10
            dzulhijjah.
        o Miqot Makani yaitu tempat memulai ihrom bagi yang akan mengerjakan haji/
            umroh.Untuk jamaah haji dari Indonesia mulai ihromnya dari Bandara King
                                                                                                                               54



           Abdul Azis Jeddah bagi yang langsung menuju Makkah, dan mulai dari Bir Ali
           bagi yang menuju Madinah lebih dahulu.
   b. Bermalam di Musdalifah.
       Yaitu sesudah terbenam matahari tanggal 9 dzulhijjah (setelah wukuf). Kemudian
       sholat maghrib dan isak dijamak qosor. Disini bisa mengambil kerikil sebanyak 49
       buah atau 70 buah.
   c. Bemalam di Mina.
       Pada tanggal 11, 12, atau 13 wajib bermalam di Mina.
   d. Melontar Jumrah Aqobah.
       Dilakukan sebanyak 7 kali pada tanggal 10 dzulhijjah kemudian melakukan
       tahallul awal dengan mencukur rambut, sehingga seluruh larangan ihrom menjadi
       gugur kecuali menggauli istri.
   e. Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqobah.
       Dilakukan pada tanggal 11, 12, 13 dzulhijjah (masing-masing 7 kali). Boleh
       melontar pada tanggal 11,12 saja kemudian kembali ke- Makkah dan ini
       dinamakan nafar awal. Bagi yang pada tanggal 13 masih di Mina diharuskan
       melontar jumrah lagi dan ini dinamakan nafar tsani.
   f. Menjauhkan dari hal-hal yang diharamkan selama ihrom.
   g. Thawaf Wada'.
   Adapun larangan-larangan ihrom haji dan umroh adalah :
   1). Bagi laki-laki dilarang berpakaian berjahit.
   2). Bagi laki-laki dilarang menutup kepala.
   3). Bagi wanita dilarang menutup muka dan telapak tangan.
   4). Bagi laki-laki maupun perempuan dilarang memakai harum-haruman selama
       ihrom baik badan atau pakaian kecuali sebelum ihrom malah dianjurkan.
   5). Dilarang memotong rambut atau bulu badan lain, dan juga dilarang memakai
       minyak rambut.
   6). Dilarang meminang, menikah, menikahkan, atau menjadi wali.
   7). Dilarang bersetubuh atau pendahulunya.
   8). Dilarang membunuh binatang darat yang liar dan halal dimakan.
   ad. g. Thawaf Wada' ( thawaf pamitan ).

4. Sunat Haji
   a. Membaca Talbiyah. Bagi laki-laki dengan suara nyaring dan bagi perempuan
      cukup di dengar sendiri. Waktunya sejak mulai ihrom sampai melontar jumrah
      aqobah. Adapun lafal talbiyah adalah sebagai berikut :

                               ‫مك ش‬                       ْ ‫َب ْ ن َ َالن‬                       ‫ش‬       ْ ‫َب ْ َّ ُم َب ْ َب‬
       ‫لَّيكَ الله َّ لَّيكَ, لَّيكَ الَ َرْيكَ لَكَ لَّيكَ, إ َّ الْحمْدَ و ِّعمَةَ لَكَ وَاْل ُلْ ُ الَ َريْكَ لَكَ (رواه البخارى‬
                                                                                                                         )‫و مسلم‬
       Artinya: "Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu,
       tiada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya segala puji dan nikmat bagi-Mu, bagi-Mulah
       segala kekuasaan, tiada sekutu bagi-Mu". (HR. Bukhori dan Muslim)

   b. Membaca sholawat dan berdo'a sesudah membaca talbiyah.
   c. Membaca dzikir sewaktu thawaf. Lafal dzikirnya adalah :

                                   ‫الن‬         ‫ِ َ َن‬                   َ َ ‫لد‬                   ‫َبن ن‬
                                 ‫رََّا آتَِا فِي ا ُّنْيَا حسَنَةً وفِي اآلخرَةِ حسَنَةً وقَِا عَذَابَ َّار‬

   d. Sholat dua rokaat sesudah thawaf.
   e. Masuk ke Ka'bah.

5. Cara Mengerjakan Haji.
   Ada 3 cara mengerjakan haji yaitu :
                                                                                                          55



   (1). Ifrod, yaitu mengerjakan haji dan umroh dengan cara mendahulukan haji dari
        pada umroh. Yakni ihrom diteruskan haji, kemudian ihrom lagi untuk umroh.
        Cara ini yang terbaik dan bebas dari dam (denda).
   (2). Tamatuk, yaitu mengerjakan haji dan umroh dengan cara mendahulukan umroh
        dari pada haji. Yakni ihrom dulu diteruskan umroh kemudian ihrom lagi untuk
        haji. Cara ini terkena dam (denda).
   (3). Qiron, yaitu mengerjakan haji dan umroh secara bersama. Jadi sekali ihrom
          dalam waktu haji untuk menunaikan haji dan umroh sekaligus. Cara ini juga
          terkena dam.

6. Dam (denda) Dalam Haji.
   Dam adalah denda yang wajib dilaksanakan oleh orang yang selama menunaikan
   haji dan umroh, melanggar larangan haji atau meninggalkan wajib haji.
   a. Dam karena bersenggama dalam keadaan ihrom sebelum tahallul pertama :
       o Menyembelih seekor unta atau lembu, atau 7 ekor kambing.
       o Bila tidak menyembelih, ia wajib bersedekah kepada fakir miskin berupa makan
         seharga unta/lembu.
       o Bila tidak sanggup, ia harus berpuasa sebanyak harga unta dengan
         perhitungan setiap satu mud (+ 0,8 kg.) daging tersebut ia harus berpuasa satu
         hari.
   b. Dam karena melanggar salah satu larangan haji sebagai berikut : mencukur
       rambut, memotong kuku, memakai pakaian berjahit (bagi laki-laki), memakai
       minyak rambut, memakai wangi-wangian, bersenggama sesudah tahalul pertama,
       maka dendanya memilih salah satu diantara 3 hal yaitu:
       - Menyembelih seekor kambing.
       - Puasa 3 hari.
       - Bersedekah 3 gantang (9,3 liter) makanan kepada 6 orang fakir miskin.
   c. Dam karena melaksanakan haji Tamatuk atau Qiron. Dendanya adalah sebagai
       berikut:
        Menyembelih seekor kambing.
        Jika tidak mampu ia wajib puasa 10 hari, 3 hari dikerjakan di tanah suci dan 7
         hari dikerjakan di tanah air.
   d. Dam karena meninggalkan salah satu wajib haji. Dendanya sama dengan
       melakukan haji Tamatuk atau Qiron
   e. Dam karena berburu atau membunuh binatang buruan. Dendanya memilih salah
       satu diantara 3 hal :
       (1) Menyembelih binatang yang sebanding dengan binatang yang dibunuh.
       (2) Bersedekah kepada fakir miskin seharga binatang tersebut.
       (3) Puasa sebanyak harga binatang tersebut, setiap satu mud wajib berpuasa 1

7. Umroh
   a. Pengertian Umroh.
      Menurut bahasa umroh berarti ziarah. Menurut istilah umroh ialah ziarah ke
      Ka'bah    untuk melakukan thawaf, sa'i dan memotong rambut. Hukum
      mengerjakan umroh adalah wajib sekali seumur hidup. Allah swt, berfirman :

                                                                            ْ ُ ‫ِم َج‬
                                           ]196 - ‫وَأَت ُّواْ الْح َّ وَالْعمرَةَ َِهللَِ [ سورة البقرة‬
       Artinya : "Dan sempurnakan ibadah haji dan umroh karena Allah.... ". (Al-Baqoroh
       : 196)

   b. Tata Cara Umroh.
      o Ihrom dari miqot, lalu sholat sunat ihrom.
      o Menuju Makkah dan membaca talbiyah.
      o Thawaf, setelah thawaf disunatkan sholat dua rokaat dimakam Ibrahim.
                                                                                56



      o Sa'i.
      o Tahallul dengan menggunting rambut.
   c. Perbedaan Haji dan Umroh.
      o Haji dilakukan pada waktu tertentu ( mulai bulan syawal sampai dengan
         tanggal 10 dzulhjjah ), sedangkan umroh waktunya sepanjang tahun.
      o Rukun haji ada wukuf Arafah sedangkan umroh tidak ada.
      o Bemalam di Musdalifah, Mina, melempar jumroh, thawaf wada' menjadi wajib
         haji, sedangkan umroh tidak.
      o Bebeda dalam niat.

8. Hikmah Haji Dan Umroh
    Dapat menambah dan memperkuat iman dan taqwa kepada Allah swt, sebab haji
      dan umroh memerlukan fisik yang kuat.
    Dapat memberi pelajaran dan pendorong kaum muslimin untuk berkorban.
    Memperkuat ukhuwah islamiyah antara sesama umat Islam dari berbagai penjuru
      dunia.
    Dapat menjadi forum muktamar umat Islam seluruh dunia untuk membahas dan
      memecahkan permasalahan kaum muslimin.
    Dapat mengenal tempat-tempat bersejarah seperti Ka'bah, Sofa, Marwa, Sumur
      Zam- zam Mekah, Arofah, Madinah, Makam Nabi saw, dan lain-lain.

9. Penyelenggaraan Haji dan Umroh di Indonesia.
   Penyelenggaraan ibadah Haji di Indonesia diatur oleh Undang-undang Nomor 13
   Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji
   BAB I. KETENTUAN UMUM
   Pasal 1
   Ayat 1. Ibadah Haji adalah rukun Islam kelima yang merupakan kewajiban sekali
   seumur hidup bagi setiap orang Islam yang mampu menunaikannya.
   Ayat 2. Penyelenggaraan Ibadah Haji adalah rangkaian kegiatan pengelolaan
   pelaksanaan Ibadah Haji yang meliputi pembinaan, pelayanan, dan perlindungan
   Jemaah Haji.
   Ayat 3. Jemaah Haji adalah Warga Negara Indonesia yang beragama Islam dan telah
   mendaftarkan diri untuk menunaikan Ibadah Haji sesuai dengan persyaratan yang
   ditetapkan.
   Ayat 7. Komisi Pengawas Haji Indonesia, yang selanjutnya disebut KPHI, adalah
   lembaga mandiri yang dibentuk untuk melakukan pengawasan terhadap
   Penyelenggaraan Ibadah Haji.
   Ayat 8. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji, yang selanjutnya disebut BPIH, adalah
   sejumlah dana yang harus dibayar oleh Warga Negara yang akan menunaikan
   Ibadah Haji.
   Ayat 11. Paspor Haji adalah dokumen perjalanan resmi yang diberikan kepada
   Jemaah Haji untuk menunaikan Ibadah Haji.
   Ayat 16. Ibadah Umrah adalah umrah yang dilaksanakan di luar musim haji.
   Ayat 17. Dana Abadi Umat, yang selanjutnya disebut DAU, adalah sejumlah dana
   yang diperoleh dari hasil pengembangan Dana Abadi Umat dan/atau sisa biaya
   operasional
   Penyelenggaraan Ibadah Haji serta sumber lain yang halal dan tidak mengikat.
   Ayat 18. Badan Pengelola Dana Abadi Umat, yang selanjutnya disebut BP DAU,
   adalah badan untuk menghimpun, mengelola, dan mengembangkan Dana Abadi
   Umat.
   BAB II. ASAS DAN TUJUAN
   Pasal 2
   Penyelenggaraan Ibadah Haji dilaksanakan berdasarkan asas keadilan,
   profesionalitas, dan akuntabilitas dengan prinsip nirlaba.
   Pasal 3
                                                                                57



Penyelenggaraan Ibadah Haji bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelayanan,
dan perlindungan yang sebaikbaiknya bagi Jemaah Haji sehingga Jemaah Haji dapat
menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam.

BAB III. HAK DAN KEWAJIBAN
Pasal 4
(1) Setiap Warga Negara yang beragama Islam berhak untuk menunaikan Ibadah
Haji dengan syarat:
a. berusia paling rendah 18 (delapan belas) tahun atau sudah menikah; dan
b. mampu membayar BPIH.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) diatur dengan Peraturan Menteri.
Pasal 5
Setiap Warga Negara yang akan menunaikan Ibadah Haji berkewajiban sebagai
berikut:
a. mendaftarkan diri kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji kantor Departemen
Agama kabupaten/kota setempat;
b. membayar BPIH yang disetorkan melalui bank penerima setoran; dan
c. memenuhi dan mematuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku dalam
Penyelenggaraan Ibadah Haji.
Pasal 6
Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan
dengan menyediakan layanan administrasi, bimbingan Ibadah Haji, Akomodasi,
Transportasi, Pelayanan Kesehatan, keamanan, dan hal-hal lain yang diperlukan oleh
Jemaah Haji.
Pasal 7
Jemaah Haji berhak memperoleh pembinaan, pelayanan, dan perlindungan dalam
menjalankan Ibadah Haji, yang meliputi:
a. pembimbingan manasik haji dan/atau materi lainnya, baik di tanah air, di
perjalanan, maupun di Arab Saudi;
b. pelayanan Akomodasi, konsumsi, Transportasi, dan Pelayanan Kesehatan yang
memadai, baik di tanah air, selama di perjalanan, maupun di Arab Saudi;
c. perlindungan sebagai Warga Negara Indonesia;
d. penggunaan Paspor Haji dan dokumen lainnya yang diperlukan untuk pelaksanaan
Ibadah Haji; dan
e. pemberian kenyamanan Transportasi dan pemondokan selama di tanah air, di
Arab Saudi, dan saat kepulangan ke tanah air.
BAB IV. PENGORGANISASIAN
Pasal 11
(1) Menteri membentuk Panitia Penyelenggara Ibadah Haji di tingkat pusat, di daerah
yang memiliki embarkasi, dan di Arab Saudi.
(2) Dalam rangka Penyelenggaraan Ibadah Haji, Menteri menunjuk petugas yang
menyertai Jemaah Haji, yang terdiri atas:
a. Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI);
b. Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI); dan
BAB XIII
PENYELENGGARAAN PERJALANAN IBADAH UMRAH
Pasal 43
(1) Perjalanan Ibadah Umrah dapat dilakukan secara perseorangan atau rombongan
melalui penyelenggara perjalanan Ibadah Umrah.
(2) Penyelenggara perjalanan Ibadah Umrah dilakukan oleh Pemerintah dan/atau biro
perjalanan wisata yang ditetapkan oleh Menteri.
                                                                                        58



C. WAKAF
   1. Ketentuan Wakaf
      a. Pengertian wakaf
                                       َ ‫َق‬
      Wakaf berasal dari bahasa arab "‫ "و َف‬yang berarti berhenti, menahan. Menurut istilah
      wakaf ialah menahan suatu benda yang kekal dzatnya yang dapat diambil
      manfaatnya guna diberikan di jalan kebaikan (di jalan Allah swt). Dasar wakaf adalah
      firman Allah swt., :



                                                                                       

       Artinya : "Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebaktian yang (sempurna)
       sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang
       kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui ". (Ali Imron : 92)

       b. Rukun Wakaf
           Wakif (fihak yang menyerahkan wakaf), yaitu orang atau badan hukum yang
             mewakafkan benda miliknya.
           Mauquf 'Alaihi (fihak yang menerima wakaf/nadzir), yaitu kelompok atau
             badan hukum yang diserahi tugas memelihara dan mengurus benda wakaf.
           Mauquf (harta yang diwakafkan) yaitu benda yang bergerak/ tidak bergerak
             yang memilki daya tahan lama dan bernilai seperti tanah, mobil dan lain-lain.
           Sighot (ikrar serah terima wakaf), yaitu pernyataan kehendak dari wakif untuk
             mewakafkan benda miliknya.
       c. Syarat Wakaf
           Orang yang berwakaf hendaklah mukallaf (tidak syah wakafnya anak-anak).
           Harta yang diwakafkan hendaklah tahan lama, dapat diambil manfaatnya,
             milik sendiri dan tidak dibatasi waktu.
           Tujuan wakaf, hendaklah semata-mata karena beribadah kepada Allah swt,
             dan bukan untuk maksiat.
           Sighat (ijab qobul) harus jelas dan mengandung kata-kata wakaf.
           Orang yang diserahi wakaf hendaklah dapat dipercaya.

          Hukum wakaf adalah sunat dan dilaksanakan pada waktu seseorang masih hidup
          sampai tak terbatas waktunya, sebab ia sendiri yang akan mendapatkan pahala
          dari Allah swt. Dengan telah dilaksakannya wakaf maka hak wakif terputus dan
          beralih menjadi hak Allah swt., yang pengurusannya dilaksanakan oleh nadzir.
          Pada dasarnya terhadap benda wakaf tidak dapat dilakukan perubahan sesuai
          dengan ikrar wakaf. Tetapi misalnya bangunan Masjid/Madrasah telah ditinggal
          penduduk sekitar, dengan alasan maslahah dan manfaat maka mengganti
          bangunan itu boleh dengan alasan :
           Karena tidak sesuai lagi dengan tujuan wakaf yang di ikrarkan oleh wakif.
           Karena untuk kepentingan umum.

   2. Harta Yang Di Wakafkan
      Jenis barang/benda yang boleh di wakafkan adalah barang yang dapat di ambil
      manfaatnya dan tidak merusak dzatnya, misalnya :
      a. sebidang tanah
      b. Bangunan Masjid, Madrasah, Jembatan dan lain-lain.
      c. Pepohonan yang dapat di ambil manfaatnya/hasilnya.

   3. Wakaf Di Indonesia
      a. Dasar Hukum Wakaf.
          PP Nomor. 28 tahun 1977
                                                                                                                                                   59



       Peraturan Mendagri Nomor. 6 tahun 1997
       Peraturan MENAG Nomor 1 tahun 1978
       Peraturan Dirjen Bimas Islam No. Kep/P/75/1978.
   b. Tata Cara Wakaf.
       Calon wakif menghadap Nadzir di hadapan Pejabat Pembuat AktA Ikrar
         Wakaf (PPAIW) yaitu Kepala KUA setempat dengan membawa sertifikat
         tanah atau surat bukti kepemiikan tanah yang syah yang diperkuat dengan
         keterangan Kepala desa dan camat bahwa tanah tersebut tidak dalam
         keadaan sengketa.
       Ikrar Wakaf disaksikan sedikitnya 2 orang saksi dan dilakukan secara tertib.
       Ikrar wakaf ditulis dengan persetujuan Kepala Kantor Depag Kab./Kota
         setempat.
       PPAIW membuat Akta Ikrar Wakaf (AIW) setelah ikrar wakaf selesai
         dilaksanakan. AIW dibuat rangkap tiga dan salinannya rangkap empat.
         Lembar ke 1 disimpan PPAIW, lembar ke 2 dilampirkan pada surat
         permohonan Bupati/Walikota c.g. Kepala Sub Derektorat Agraria setempat,
         lembar ke 3 dikirim ke Pengadilan Agama setempat, sedang salinan AIW
         yang empat diberikan kepada wakif, nadzif, Kandepag dan kepala desa
         setempat.
       PPAIW atas nama nadzir mengajukan permohonan pendaftaran tanah wakaf
         kepada Bupati/Wakilota c.g. Kepala Sub Direktorat Agraria setempat.
       Dengan telah didaftarkannya tanah wakaf tersebut Kepala Sub Direktorat
         Agraria atas nama Bupat/Walikota menerbitkan Sertifikat Tanah Wakaf.
   c. Hak dan Kewajiban Nadzir.
      1) Hak Nadzir
          Berhak menerima penghasilan tanah wakaf yang ditentukan oleh Kepala
             Kantor Depag Kab./Kota dan menggunakan untuk kepentinngan umum.
          Menggunakan fasilitas dengan persetujuan Kepala Kantor Depag
             Kab./Kota setempat.
      2) Kewajiban Nadzir
          Menggunakan harta wakaf, surat-surat wakaf dan hasil wakaf.

4. Keutamaan Wakaf
   Wakaf termasuk sodaqoh jariyah yang pahalanya mengalir terus kepada yang
   berwakaf. Sebagaimana Sabda Rasulullah saw sebagai berikut :

               ‫ُْ ه‬            ‫ص‬                  ‫ي ع‬                          ‫ج‬                         ‫َ له ال‬                       ‫ن‬        ‫م‬
   )‫إَِذَا َاتَ ابْ ُ أَدَمَ إنْقَطَعَ عمَ ُ ُ إ َّ مِنْ ثَالَثٍ : صَدَقَةٍ َاريَةٍ, أَوْ عِلْمٍ ُنْتَفَ ُ بهِ, أَوْ وَلَدٍ َالِحٍ يَدعوْلَ ُ (رواه مسلم‬
   Artinya : “Apabila seorang anak adam meninggal dunia maka terputuslah semua
   amalnya keculi tiga perkara : Sodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak
   sholeh yang mau mendoakan kepadanya”. (HR. Muslim)

5. Undang-Undang Wakaf Di Indonesia
   Untuk mengatur perwakafan, Pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang
   Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf
   BAB I
   Pasal 1
   Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
   1. Wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan
      sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka
      waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau
      kesejahteraan umum menurut syariah.
   2. Wakif adalah pihak yang mewakafkan harta benda miliknya.
   3. Ikrar Wakaf adalah pernyataan kehendak wakif yang diucapkan secara lisan
      dan/atau tulisan kepada Nazhir untuk mewakafkan harta benda miliknya.
                                                                                 60



4. Nazhir adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari Wakif untukdikelola
     dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya.
5. Harta Benda Wakaf adalah harta benda yang memiliki daya tahan lama dan/atau
     manfaat jangka panjang serta mempunyai nilai ekonomi menurut syariah yang
     diwakafkan oleh Wakif.
6. Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf, selanjutnya disingkat PPAIW, adalah pejabat
     berwenang yang ditetapkan oleh Menteri untuk membuat akta ikrar wakaf.
7. Badan Wakaf Indonesia adalah lembaga independen untuk mengembangkan
     perwakafan di Indonesia.
8. Pemerintah adalah perangkat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri
     atas Presiden beserta para menteri.
9. Menteri adalah menteri yang bertanggung jawab di bidang agama.
BAB II
Pasal 4
Wakaf bertujuan memanfaatkan harta benda wakaf sesuai dengan fungsinya.
Pasal 5
Wakaf berfungsi mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf
untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum.
Pasal 7
Wakif meliputi: a. perseorangan; b. organisasi; c. badan hukum.
Pasal 9
Nazhir meliputi: a. perseorangan; b. organisasi; atau c. badan hukum.
PENDAFTARAN DAN PENGUMUMAN HARTA BENDA WAKAF
Pasal 32
PPAIW atas nama Nazhir mendaftarkan harta benda wakaf kepada Instansi yang
berwenang paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak akta ikrar wakaf ditandatangani.
Pasal 33
Dalam pendaftaran harta benda wakaf sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32,
PPAIW
menyerahkan:
a. salinan akta ikrar wakaf;
b. surat-surat dan/atau bukti-bukti kepemilikan dan dokumen terkait lainnya.
Pasal 34
Instansi yang berwenang menerbitkan bukti pendaftaran harta benda wakaf.
Pasal 35
Bukti pendaftaran harta benda wakaf sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34
disampaikan oleh PPAIW kepada Nazhir.
Pasal 36
Dalam hal harta benda wakaf ditukar atau diubah peruntukannya Nazhir melalui
PPAIW mendaftarkan kembali kepada Instansi yang berwenang dan Badan Wakaf
Indonesia atas harta benda wakaf yang ditukar atau diubah peruntukannya itu sesuai
dengan ketentuan yang berlaku dalam tata cara pendaftaran harta benda wakaf.
BAB IV
PERUBAHAN STATUS HARTA BENDA WAKAF
Pasal 40
Harta benda wakaf yang sudah diwakafkan dilarang:
a. dijadikan jaminan;
b. disita;
c. dihibahkan;
d. dijual;
e. diwariskan;
f. ditukar; atau
g. dialihkan dalam bentuk pengalihan hak lainnya.
Pasal 41
                                                                                     61



      (1) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf f dikecualikan apabila
      hartabenda wakaf yang telah diwakafkan digunakan untuk kepentingan umum sesuai
      dengan rencana umum tata ruang (RUTR) berdasarkan ketentuan peraturan
      perundang-undangan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan syariah.
      (2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat
      dilakukan setelah memperoleh izin tertulis dari Menteri atas persetujuan Badan
      Wakaf Indonesia.
      (3) Harta benda wakaf yang sudah diubah statusnya karena ketentuan pengecualian
      sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib ditukar dengan harta benda yang
      manfaat dan nilai tukar sekurang. kurangnya sama dengan harta benda wakaf
      semula.
      BAB V
      PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN HARTA BENDA WAKAF
      Pasal 42
      Nazhir wajib mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan
      tujuan, fungsi, dan peruntukannya.
      Pasal 43
      (1) Pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf oleh Nazhir sebagaimana
      dimaksud dalam Pasal 42 dilaksanakan sesuai dengan prinsip syariah.
      (2) Pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf sebagaimana dimaksud
      pada ayat
      (1) dilakukan secara produktif.
      (3) Dalam hal pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf yang dimaksud
      pada ayat (1) diperlukan penjamin, maka digunakan lembaga penjamin syariah.
      Pasal 44
      (1) Dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf, Nazhir dilarang
      melakukan perubahan peruntukan harta benda wakaf kecuali atas dasar izin tertulis
      dari Badan Wakaf Indonesia.
      Pasal 45
      (1) Dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf, Nazhir diberhentikan
      dan diganti dengan Nazhir lain apabila Nazhir yang bersangkutan:
      a. meninggal dunia bagi Nazhir perseorangan;
      b. bubar atau dibubarkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang.undangan
      yang berlaku untuk Nazhir organisasi atau Nazhir badan hukum;
      c. atas permintaan sendiri;
      d. tidak melaksanakan tugasnya sebagai Nazhir dan/atau melanggar ketentuan
      larangan dalam pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf sesuai dengan
      ketentuan peraturan perundang.undanganyang berlaku;
      e. dijatuhi hukuman pidana oleh pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hokum
      tetap.
      BAB VI
      Pasal 47
      (1) Dalam rangka memajukan dan mengembangkan perwakafan nasional, dibentuk
      Badan Wakaf Indonesia.
      (2) Badan Wakaf Indonesia merupakan lembaga independen dalam melaksanakan
      tugasnya.
      Pasal 48
      Badan Wakaf Indonesia berkedudukan di ibukota Negara Kesatuan Republik
      Indonesia dan dapat membentuk perwakilan di Provinsi dan/atau Kabupaten/Kota
      sesuai dengan kebutuhan.

RANGKUMAN
Salah satu wujud pelayanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya umat Islam adalah
dengan adanya Undang-undang yang mengatur kepentingan umat Islam dalam
                                                                                            62



melaksanakan zakat, haji dan wakaf. Pemerintah telah menetapkan perundang-undangan
yang menyangkut masalah adalah :
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Zakat.
2. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf

KAMUS ISTILAH/KATA-KATA PENTING
1. muzakki = orang yang zakat
2. mustahik = orang yang menerima zakat.
3. jizyah     = pajak
4. Zakat Maal         = zakat harta
5. Rukun haji         = perbuatan-perbuatan yang apabila tidak dikerjakan maka batal
   ibadah hajinya dan harus diulang.
6. wajib haji = perbuatan yang wajib dikerjakan tetapi syahnya haji tidak tergantung
   kepadanya, dan apabila tidak dikerjakan wajib diganti dengan dam (denda).
7. Wakif      = fihak yang menyerahkan wakaf.
8. nadzir     = fihak yang menerima wakaf
9. Mauquf     = harta yang diwakafkan

PERNIK-PERNIK




”Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan
beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik* dan Sesungguhnya
akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang Telah mereka
kerjakan”.(An-Nahl : 97)
* Ditekankan dalam ayat Ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama
dan bahwa amal saleh harus disertai iman.



                                  NASEHAT KEJUJURAN

Kejujuran Tak Pernah Hilang
Bersiaplah selalu untuk menghadapi situasi yang menuntut kejujuran kita. Nasehat agar kita
senantiasa berlaku jujur lebih mudah diucapkan daripada kenyataan. Bayangkan seseorang
dalam keadaan "terjepit"; bila ia berkata jujur, ia akan kehilangan keuntungan besar yang
sudah ada dalam genggamannya. Sebaliknya, bila ia mau sedikit berdusta bukan hanya
keuntungan namun juga kebanggaan yang akan diraihnya.
Sebenarnya, kejujuran tidak berkaitan dengan untung-rugi. Kejujuran adalah sebuah sikap
yang tidak perlu dihitung dengan nilai uang. Kejujuran bukanlah sebuah pilihan. Seseorang
melakukan dusta karena ia memilih untuk berdusta. Mengapa dusta adalah pilihan? Karena
kita tak bisa menipu diri sendiri.
Hati nurani tak bisa dibungkam meski ia hanya berbisik lirik.
Kejujuran tak akan pernah hilang dimakan zaman!
                                                                                           63



PENILAIAN


      UJI KOMPETNSI


Pilihlah jawaban yang paling tepat A, B, C, D atau E dengan memberi tanda silang ( X )

1.    Zakat dapat mengandung arti keberkatan yang maksudnya adalah .....
      A. bila zakat itu dilaksanakan hartanya menjadi suci
      B. bila zakat itu dilaksanakan orang yang berzakat menjadi bersih
      C. bila zakat itu dilaksanakan hartanya menjadi subur
      D. bila zakat itu dilaksanakan orangnya terlepas dari dosa
      E. bila zakat itu dilaksanakan dapat memberikan manfaat terhadap harta itu sendiri

2.    Cara yang paling sederhana untuk menentukan seseorang berhak atau tidaknya
      menerima zakat fitrah adalah. . . .
      A. latar belakang pendidikannya
      B. ketaatan menjalankan syari'at agama
      C. jumlah anggota keluarganya
      D. banyaknya harta benda yang dimiliki
      E. tercukupi atau tidaknya kebutuhan sehari-hari

3.    Di dalam Al-Qur'an Allah swt., memerintahkan orang muslim untuk mengeluarkan
      zakat. Perintah zakat ini dalam Al-Qur'an biasanya diawali dengan perintah . . . .
      B. Puasa
      C. haji
      D. sholat
      E. sedekah
      F. syahadad

4.    Waktu yang paling tepat untuk memberikan zakat fitrah menurut tuntunan Rasulullah
      saw., adalah....
      A. pada awal Ramadhan
      B. Sebelum berangkat sholat Ied
      C. pada pertengahan Ramadhan
      D. pada akhir Ramadhan
      E. sebelum berbuka pada hari terakhir bulan Ramadhan

5.    Q.S./ At Taubah 103 :
      Kata “khudz” dalam ayat tersebut menunjuk kalimat perintah yang berarti .....
      A. Wajib
      B. Sunat
      C. Mubah
      D. Makruh
      E. Haram

6.    Tersebut di bawah ini yang merupakan peran zakat untuk meningkatkan kesejahteraan
      masyarakat adalah.....
      A. membersihkan diri dari sifat kikir
      B. menjauhkan diri dari sifat sombong dan akhlak tercela
      C. mendidik manusia agar selalu bersyukur atas semua pemberian Allah SWT
      D. memperat hubungan antara si kaya dan si miskin
      E. betul semua
                                                                                         64



7.     Zakat harta benda (zakat mal) menurut aturan agama sebaiknya diberikan pada waktu
       ....
       A. hari raya idhul fitri
       B. ketika pembelian barang
       C. hari raya idhul adha
       D. ketika menjual barang
       E. setahun setelah memiliki barang tersebut

8.     Zakat untuk keperluan konsumtif sebaiknya diberikan kepada mereka yang .....
       A. kuat fisik lemah harta
       B. lemah kemampuan produksinya
       C. kuat harta lemah fisik
       D. lemah harta
       E. lemah fisik lemah harta

9.     Tersebut di bawah ini merupakan peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan
       masyarakat, kecuali ....
       A. membersihkan diri dari sifat kikir, sombong dan akhlak tercela
       B. mendidik manusia agar selalu bersyukur dengan semua pemberian Allah SWT.
       C. mempererat hubungan antara si kaya dan si miskin
       D. mengentaskan manusia dari kemiskinan dan kehinaan
       E. meningkatkan harga diri orang yang memberi zakat

10.    Pelaksanaan pajak dalam sejarah umat Islam telah telah dimulai sejak zaman ....
       A. Rasulullah SAW
       B. Umar bin Khattab
       C. Utsman bin ‘Affan
       D. Abu Bakar Ash-Shiddiq
       E. Ali bin Abi Thalib

11.    Tersebut di bawah ini yang bukan termasuk pengertian istitha'ah (mampu) dalam
       ibadah haji, ialah:
       A. mempunyai bekal untuk pergi dan pulang serta bagi keluarga yang ditinggalkan
       B. aman dalam perjalanan
       C. bagi perempuan hendahklah dengan mukhrimnya
       D. sehat badannya
       E. merdeka (tidak sedang dalam tahanan)

      12. a
                                    ٍ ‫َتس فر ْم ْأة ال َع ذ م ر‬
                     )‫الُ َا ِ ُ ال َرَ ِ إ َّ م َ ِى َحْ َم (رواه البخاري‬
       Arti yang benar dari hadits tersebut ialah ....
       A. tidak sah seseorang menikah dengan mukhrimnya
       B. anganlah seorang wanita bepergian kecuali beserta mukhrimnya
       C. tidak sah haji seorang wanita kecuali dengan muhrimnya
       D. tidak sah seorang wanita melakukan haji kecuali atas izin suaminya
       E. wanita yang bersuami adalah haram dinikahi

13.    Suatu perbuatan yang wajib dikerjakan tetapi sahnya haji tidak tergantung
       kepadanya dan apabila tidak dikerjakan wajib diganti dengan dam ( denda )
       dinamakan . . . .
       A. rukun haji
       B. wajib haji
       C. syarat haji
       D. sunat haji
                                                                                      65



      E. larangan haji

14.   Berdiam diri di padang Arafah sejak mulai tergelincirnya matahari tanggal        9
      Dzulhijjah sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah, disebut ....
      A. ihram
      B. wukuf
      C. thawaf
      D. sa'i
      E. tahallul

15.   Thawaf yang dilakukan dan merupakan thawaf rukun haji adalah ....
      A. thawaf qudum
      B. thawaf ifadhah
      C. thawaf wada'
      D. thawaf tahallul
      E. thawaf sunat

16.   Orang yang sudah terkena kewajiban haji tetapi tidak dapat melaksanakanya karena
      sakit/terlalu tua, maka ....
      A. ia gugur kewajibannya
      B. digantikan orang lain, sedang biaya dari orang tersebut
      C. sunat hukumnya bila ia haji
      D. kewajiban haji dilimpahkan kepada ahli warisnya
      E. tidak perlu haji

17.   Miqat zamani atau batas waktu untuk memulai mengerjakan ibadah haji adalah . . . .
      A. awal bulan Syawal sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah
      B. awal bulan Syawal sampai terbit fajar tanggal 11 Dzulhijjah
      C. awal bulan Syawal sampai terbit fajar tanggal 12 Dzulhijjah
      D. awal bulan Syawal sampai terbit fajar tanggal 13 Dzulhijjah
      E. awal bulan Syawal sampai terbit fajar tanggal 14 Dzulhijjah

18.   Melontar 3 jumrah boleh dilakukan hanya pada tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah saja
      kemudian kembali ke Makkah untuk melakukan thawaf ifadhah. Hal semacam ini dalam
      haji disebut ....
      A. nafar awal
      B. nafat tsani
      C. nafar tsalits
      D. tahallul tsani
      E. tahallul awal

19.   Tersebut di bawah ini merupakan larangan haji yang berlaku baik bagi laki-laki
      maupun perempuan, yaitu ....
      A. dilarang berpakaian berjahit
      B. dilarang menutup muka
      C. dilarang memakai kaos tangan
      D. dilarang memakai harum-haruman
      E. dilarang menutup kepala
20.   Tersebut di bawah ini adalah cara mengerjakan haji yang terkena denda (dam),
      yaitu ....
      A. ifrad, tamatu'
      B. tamatu', qiran
      C. ifrad, qiran
      D. ifrad. Wada’
      E. qiran, wada'
                                                                                           66




21.   Allah swt., berfirman : "Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebaktian (yang
      sempurna) sebelum kamu . . . ". ( Ali Imron : 92 )
      A. memberikan hartamu kepada orang lain.
      B. memberikan rizki yang halal
      C. menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai
      D. memberikan rizkimu kepada kerabat.
      E. memberikan hasil usahamu kepada orang lain.

22.

      Arti yang paling tepat dari ayat tersebut ialah . . . .
      A. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka akan diberi pahala.
      B. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka malaikat mendo'akanmu.
      C. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah Maha Mengetahui.
      D. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka pahalanya sisisi Allah swt.
      E. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka balasannya adalah surga.

23.   Tersebut di bawah ini yang bukan termasuk rukun wakaf adalah . . . .
      A. Yang berwakaf
      B. yang di wakafkan
      C. Yang menerima wakaf
      D. Milik sendiri
      E. Sighat

24.   Dengan telah dilaksanakannya wakaf, maka hak wakif terputus dan beralih menjadi . . .
      yang pengurusannya dilaksanakan oleh nadzir.
      A. hak warist
      B. hak orang lain
      C. hak pengurus wakif
      D. hak Allah swt
      E. hak badan hukum

25.   Pada dasarnya terhadap benda wakaf tidak dapat dilakukan perubahan sesuai
      dengan ikrar wakaf. Akan tetapi misalnya bangunan Masjid/Madrasah telah di tinggal
      penduduk sekitar dan dengan alasan maslahah serta manfaat maka mengganti
      bangunan itu diperbolehkan dengan alasan . . . .
      A. Karena tidak sesuai dengan tujuan wakaf yang diikrarkan oleh wakif
      B. Karena tidak sejalan dengan kepentingan penguasa
      C. Karena tidak sesuai dengan keinginan pengurus wakaf
      D. Karena tidak sesuai lagi dengan budaya masyarakat sekitar
      E. Karena digunakan untuk kepentingan pribadi

26.   Tersebut di bawah ini yang bukan termasuk harta/ benda yang memenuhi syarat untuk
      di wakafkan adalah :
      A. Kekal dzatnya
      B. Dapat diambil manfaatnya
      C. Miliknya sendiri
      D. Barangnya tidak mudah rusak
      E. Dalam jangka waktu tertentu

27.   Syarat harta/benda yang diwakafkan antara lain harus kekal dzatnya, yang artinya ;
      A. Barangnya tidak dapat diambil manfaatnya
      B. Barangnya milik pribadi
      C. Kepemilikannya tidak dibatasi waktu
                                                                                    67



      D. Barang tersebut milik masyarakat
      E. Barangnya tidak mudah rusak dan dapat diambil manfaatnya

28.   Dalam tata cara perwakafan antara lain calon wakif harus menghadap Nadzir di
      hadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). Sedangkan yang dimaksud
      PPAIW itu ialah :
      A. Kepala Kandepag. Kabupaten
      B. Camat setempat
      C. Kepala Kadepdikbud. Kabupaten
      D. Kepala KUA setempat
      E. Kepala Kadepdikbud. Kecamatan

29.   Menerima penghasilan tanah wakaf yang ditentukan oleh Kepala Kandepag Kab/Kota
      dan menggunakan untuk kepentingan umum, adalah meruapakan . . . .
      A. hak wakif
      B. haka nadzir
      C. kewajiban nadzir
      D. syarat wakif
      E. kewajiban wakif

30.   Tersebut di bawah ini yang bukan termasuk tata cara wakaf ialah . . . .
      A. Calon wakif menghadap Nadzir dihadapan Pejabat Pembuat Akata Ikrar Wakaf
         (PPAIW ) yaitu Kepala KUA setempat.
      B. Ikrar Wakaf disaksikan sedikitnya 2 orang saksi dan dilakukan secara tertib.
      C. Ikrar wakaf ditulis dengan persetujuan Kepala Kantor Depag Kab./Kota setempat.
      D. Tanah wakaf dalam keadaan tuntas.
      E. Orang yang diserahi wakaf hendaklah dapat dipercaya.

Diskusikan dengan temanmu kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1.   Mengapa zakat itu diwajibkan dalam agama Islam ? Jelaskan.
2.   Sebutkan dan terangkan 4 dari 8 golongan orang yang berhak menerima zakat !
3.   Tuliskan kembali surat At-Taubah ayat: 60 lengkap dengan harokat kemudian
     terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia !
4.   Harta yang dimiliki oleh seseorang adalah amanah Allah swt. Bagaimana sikap kita
     sebagai manusia terhadap harta tersebut ? Jelaskan !
5.   Apa yang dimaksud dengan pajak menurut pengertian Islam ? Jelaskan !
6.   Sebutkan hal-hal yang menjadi dasar seseorang wajib membayar pajak !
7.   Mengapa pajak dikatakan sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan
     masyarakat?
8.   Jelaskanlah pelaksanaan pajak dalam sejarah Islam !
9.   Apakah yang dimaksud dengan syarat dan rukun haji ? serta jelaskan perbedaan
     antara keduanya !
10. Apakah yang dimaksud dengan ihrom dalam ibadah haji ? Jelaskan.
11. Jelaskan perbedaan antara haji tamatu' dan haji ifrod dan dalam tata cara
     mengerjakan-nya!

12.

      Sempurnakan hadits tersebut dengan harokat kemudian terjemahkan kedalam bahasa
      Indonesia!
13.   Tuliskan dengan baik bacaan talbiyah ketika seseorang memulai ibadah haji !
14.   Jelaskan perbedaan antara haji dan umroh !
15.   Jelaskan pengertia umroh menurut bahasa dan istilah! Kemudian tuliskan dalil
      naqlinya.
16.   Sebutkan dan jelaskan istilah-istilah di bawah ini !
                                                                                                   68



          a. Wakif ialah
          b. Nadzir ialah
          c. Mauquf 'alaihi ialah
17.     Pada dasarnya terhadap benda wakaf tidak dapat dilakukan perubahan. Bagaimana
        apabila dalam keadaan dhorurot ? terangkan.
18.     Jelakan bagaimana tata cara perwakafan di Indonesia !
19.     Sebutkan hak dan kewajiban nadzir menurut Undang-Undang Republik Indonesia
        Nomor 41 Tahun 2004 !
20.     Siapakah yang dimaksud TPHI dan TPIHI menurut UU Nomor 13 Tahun 2008

LENGKAPILAH HURUF BERIKUT HINGGA SESUAI DENGAN KOLOM SEBELAH
KANAN

                  M                             1. Orang yang berzakat
             G                                  2. Salah satu asnaf penerima zakat
                       M                        3. Zakat harta
                  B                             4. Badan Amil Zakat dan Sedekah
             I                                  5. Salah satu rukun haji
         T                                      6. Cara mengerjakan haji
             T                                  7. Mengelilingi Ka’bah
             M                                  8. Batas mulai mengerjakan haji
                  W                             9. Orang yang berwakaf
             N                                  10. Badan Pengelola wakaf




                                    KEUTAMAAN ILMU
      Sayyidina Ali bin Abi Thalib -Seorang sahabat Rasulullah SAW yang sangat terkenal
      kebijakanya- berkata “Barang siapa sedang mencari ilmu, maka sebenarnya ia
      sedang mencari surga. Dan barang siapa mencari kemaksiatan, maka sebenarnya
      dia sedang mencari neraka”
      Sayidina Ali bin Abi Thalib yang oleh Rasululah SAW, dijuluki sebagai pintu gerbangnya
      ilmu mengatakan “Tiada kekayaan lebih utama daripada akal, tiada kepapaan lebih
      menyedihkan dari pada kebodohan, tiada warisan lebih baik dari pada pendidikan”
      Inilah jawaban-jawaban dari Imam Ali bin Abi Thalib ketika ditanya tentang kelebihan ilmu:
      1.Ilmu lebih utama dari pada Harta, ilmu adalah pusaka para Nabi, sedang harta adalah
      pusaka Karun, Fir’aun, dan para pengumbar nafsu
      2.Ilmu akan menjagamu sedang harta memintamu untuk menjagannya
      3.Harta yang engkau berikan kepada orang akan mengurangi hartamu, sedangkan ilmu
      akan bertambah jika engkau berikan
      4.Pemilik harta musuhnya banyak, sedangkan pemilik ilmu temanya banyak
      5.Diakhirat nanti pemilik harta akan dihisab sedangkan pemilik ilmu memperoleh safaat
      6.Harta membuat hati seseorang menjadi keras sedang ilmu membuat hati bercahaya
                                                                           69




       DAKWAH NABI MUHAMMAD S.A.W. PERIODE MADINAH

Standar Kompetensi :
9.  Memahami keteladanan Rasulullah SAW dalam membina umat periode
    Madinah

Kompetensi Dasar :
9.1. Menceritakan sejarah dakwah Rasulullah periode Madinah
9.2. Mendeskripsikan strategi dakwah Rasulullah SAW periode Madinah.




               TARTILAN
 Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta
 perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.



    Q.S. At Taubat 117




    Q. S. An Nahl 41




    Q.S. Ali Imran : 121




    Q.S. Al Hujurat : 9 – 10




                    :
                                                                                            70




Masjid nabawi di Madinah


A. SEJARAH DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MADINAH
   1. Arti Hijrah dan Tujuan Rasulullah SAW dan Umat Islam Berhijrah
            Setidaknya ada dua macam arti hijrah yang harus diketahui umat Islam.
      Pertama, hijrah berarti meninggalkan semua perbuatan yang dilarang dan dimurkai
      Allah SWT untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, yang disuruh Allah
      SWT dan diridai-Nya. Contohnya, semula siswa itu malas mengerjakan salat 5 waktu
      dan malas belajar. Kemudian dia membuang jauh sifat malasnya itu, sehingga ia
      menjadi siswa yang berdisiplin dalam salat lima waktu dan rajin dalam menuntut
      ilmu. Arti hijrah dalam pengertian pertama ini wajib dilaksanakan oleh setiap umat
      Islam. Rasuluilah SAW bersabda :



       Artinya : “Orang berhijrah itu ialah orang yang meninggalkan segala apa yang
                  dilarang Allah SWT” (H. R. Bukhari)

             Arti kedua dari hijrah ialah berpindah dari suatu negeri kafir (non-Islam), karena
       di negeri itu umat Islam selalu mendapat tekanan, ancaman dan kekerasan,
       sehingga tidak memiliki kebebasan dalam berdakwah dan beribadah. Kemudian
       umat Islam di negeri kafir itu, berpindah ke negeri Islam agar memperoleh keamanan
       dan kebebasan dalam berdakwah dan beribadah.
             Arti kedua dari hijrah ini pernah dipraktikkan oleh Rasulullah SAW dan umat
       Islam, yakni berhijrah dari Mekah ke Yatsrib pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun
       pertama hijrah, bertepatan dengan tanggal 28 Juni 622 M.
       Tujuan hijrahnya Rasulullah SAW dan umat Islam dari Mekah (negeri kafir) ke
       Yatsrib (negeri Islam) adalah :
       - Menyelamatkan diri dan umat Islam dari tekanan, ancaman, dan kekerasan kaum
           kafir Quraisy. Bahkan pada waktu Rasulullah SAW meninggalkan rumahnya di
           Mekah untuk berhijrah ke Yatsrib (Madinah), rumah beliau sudah dikepung oleh
           kaum kafir Quraisy dengan maksud untuk membunuhnya.
       - Agar memperoleh keamanan dan kebebasan dalam berdakwah serta beribadah,
           sehingga dapat meningkatkan usaha-usahanva dalam berjihad di jalan Allah
           SWT, untuk menegakkan dan meninggikan agama-Nya (Islam) (lihat dan pelajari
           Q.S. An-Nahl, 16: 41-42)
                                                                                 71



2. Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah
         Dakwah Rasulullah SAW periode Madinah berlangsung selama sepuluh tahun,
   yakni dari semenjak tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama hijrah sampai dengan
   wafatnva Rasulullah SAW tanggal 13 Rabiul Awal tahun ke-11 hijrah.
         Materi dakwah yang disampaikan Rasulullah SAW pada periode Madinah,
   selain ajaran Islam yang terkandung dalam 89 surah Makkiyah dan Hadis periode
   Mekah, juga ajaran Islam yang rerkandung dalam 25 surah Madaniyah dan hadis
   periode Madinah. Adapun ajaran Islam periode Mekah sudah dikemukakan dalam
   Bab 6 semester pertama buku ini. Sedangkan ajaran Islam yang rerkandung pada 25
   surah Madaniyah dan hadis periode Madinah, umumnya ajaran Islam tentang
   masalah sosial kemasyarakatan.
         Mengenai objek dakwah Rasulullah SAW pada periode Madinah adalah orang-
   orang yang sudah masuk Islam dan kalangan Muhajirin dan Ansar. Juga orang-orang
   yang belum masuk Islam seperti kaum Yahudi penduduk Madinah, para penduduk di
   luar kota Madinah yang termasuk bangsa Arab, dan yang tidak termasuk bangsa
   Arab.
         Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT bukan hanya untuk bangsa Arab tetapi
   untuk seluruh umat manusia di dunia, Allah SWT berfirman :



   Artinya: “Dan tidaklah kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi
             alam semesta.” (QS. Al-Anbiyã’, 21: 107)

         Dakwah Rasulullab SAW yang ditujukan kepada orang-orang yang sudah
   masuk Islam (umat Islam) bertujuan agar mereka mengetahui seluruh ajaran Islam
   baik yang diturunkan di Mekah ataupun yang diturunkan di Madinah, kemudian
   mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka betul-betul menjadi
   umat yang bertakwa. Selain itu Rasulullah SAW dibantu oleh para sahabatnya
   melakukan usaha-usaha nyata agar terwujud persaudaraan sesama umat Islam dan
   terbentuk masyarakar madani di Madinah. Usaha-usaha nyata Rasulullah SAW
   seperti tersebur akan dibahas pada sub pokok bahasan tentang strategi Rasulullah
   dalam membentuk masyarakat madani di Madinah.
         Mengenai dakwah yang ditujukan kepada orang-orang yang belum masuk
   Islam bertujuan agar mereka bersedia menerima Islam sebagai agamanya,
   mempelajari ajaran-ajarannya dan mengamalkannya, sehingga mereka menjadi
   umat Islam yang senantiasa beriman dan beramal saleh, yang berbahagia di dunia
   serta sejahtera di akhirat.
         Tujuan dakwah Rasulullah SAW yang luhur dan cara penyampaiannya yang
   terpuji, menyebabkan umat manusia yang belum masuk Islam banyak yang masuk
   Islam dengan kemauan dan kesadaran sendiri. Namun tidak sedikit pula orang-orang
   kafir yang tidak bersedia masuk Islam, bahkan mereka berusaha menghalang-
   halangi orang lain masuk Islam dan juga berusaha melenyapkan agama Islam dan
   umatnya dari muka bumi. Mereka itu seperti kaum kafir Quraisy penduduk Mekah,
   kaum Yahudi Madinah, dan sekutu-sekutu mereka.
         Setelah ada izin dari Allah SWT untuk berperang, sebagaimana firman-Nya
   dalam Surah Al-Hajj, 22 : 39 dan Al-Baqarah, 2 : 90, maka kemudian Rasulullah
                                                                                 72



SAW dan para sahabatnya menyusun kekuatan untuk menghadapi peperangan
dengan orang kafir yang tidak dapat dihindarkan lagi.
       Peperangan-peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para
pengikutnya itu tidaklah bertujuan untuk melakukan penjajahan atau meraih harta
rampasan perang, tetapi bertujuan untuk :
- Membela diri kehormatan, dan harta.
- Menjamin kelancaran dakwah, dan memberi kesempatan kepada mereka yang
    hendak menganutnya.
- Untuk memelihara umat Islam agar tidak dihancurkan oleh bala tentara Persia
    dan Romawi.
       Setelah Rasulullah SAW dan para pengikutnya mampu membangun suatu
negara yang merdeka dan berdaulat, yang berpusat di Madinah, mereka berusaha
menyiarkan dan memasyhurkan agama Islam, bukan saja terhadap para penduduk
Jazirah Arabia, tetapi juga ke luar Jazirah Arabia, maka bangsa Romawi dan Persia
menjadi cemas dan khawatir kekuasaan mereka akan tersaingi. Oleh karena itu,
bangsa Romawi dan bangsa Persia bertekad untuk menumpas dan menghancurkan
umat Islam dan agamanya. Untuk menghadapi tekad bangsa Romawi dan Persia
tersebut, Rasulullah dan para pengikutnya tidak tinggal diam sehingga terjadi
peperangan antara umat Islam dan bangsa Romawi, yaitu pertama Perang Mut’ah
pada tahun 8 H, di dekat desa Mut’ah, bagian utara Jazirah Arabia dan kedua
Perang Tabuk pada tahun 9 H di kota Tabuk, bagian utara Jazirah Arabia.
Sedangkan bangsa Persia selalu mengadakan penyerangan kepada wilayah
kekuasaan umat Islam.
Peperangan lainnya yang dilakukan pada masa Rasulullah SAW seperti :
(1) Perang Badar Al-Kubra, terjadi pada tanggal 17 Ramadan tahun 2 H di sebuah
    tempat dekat Perigi Badar, yang letaknya antara Mekah dan Madinah.
    Peperangan ini terjadi antara Rasulullah SAW dan para pengikutnya dengan
    kaum kafir Quraisy yang telah mengusir kaum Muslimin penduduk Mekah untuk
    pindah ke Madinah dengan meninggalkan rumah dan harta benda. Mereka masih
    tetap bertekad untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslimin di Madinah.
    Dalam Perang Badar ini kaum Muslimin memperoleh kemenangan yang gilang-
    gemilang.
(2) Perang Ubud, terjadi pada pertengahan Sya’ban tahun 3 H. Pada peperangan ini
    kaum Muslimin mengalami kekalahan.
(3) PerangAhzab (Khandaq), terjadi pada bulan Syawal tahun 5 H. Ahzab artinya
    golongan-golongan, yaitu gabungan kaum kafir Quraisy, kaum Yahudi, Bani
    Salim, Bani Asad, Gathfan, Bani Murrah, dan Bani Asyja, sehingga berjumlah
    10.000 lebih. Pasukan Azhab ini menyerbu Madinah untuk menumpas Islam dan
    umat Islam. Atas inisiatif dari Salman Al-Farisi, untuk mempertahankan kota
    Madinah dibuat parit yang dalam dan lebar. Berkat inisiatif itu, kekompakan umat
    Islam dan pertolongan Allah SWT, dalam perang Ahzab ini umat Islam
    memperoleh kemenangan.
       Pada tahun keenam hijriah Rasulullah SAW dan para pengikutnya umat Islam
penduduk Madinah yang berjumlah 1000 orang berangkat menuju Mekah untuk
melakukan umrah. Agar kaum kafir Quraisy tidak menduga bahwa kedatangan kaum
Muslimin ke Mekah itu untuk memerangi mereka maka jauh sebelum mendekati kota
Mekah umat Islam sudah mengenakan pakaian ihram, tidak membawa alat-alat
perang, kecuali pedang dalam sarungnya, sekadar untuk menjaga diri di perjalanan.
                                                                                73



      Rombongan kaum Muslimin tiba di suatu tempat yang bernama ”Al
Hudaibiyah”, yang letaknya beberapa kilometer dari kota Mekah, dengan maksud
selain untuk beristirahat, juga untuk melihat situasi. Sebenarnya saat itu termasuk
bulan yang disucikan oleh bangsa Arab sebelum Islam. Mereka dilarang melakukan
peperangan di dalamnya. Namun dalam kenyataannya, kaum kafir Quraisy telah
menempatkan sejumlah bala tentara yang cukup besar di perbatasan kota Mekah,
siap untuk melakukan peperangan.
      Membaca situasi yang demikian, kemudian Rasulullah SAW mengutus sahabat
Utsman bin Affan memasuki kota Mekah untuk menemui pimpinan kaum kafir
Quraisy dan menjelaskan kepadanya, bahwa kedatangan mereka ke Mekah bukan
untuk berperang, tetapi semata-mata untuk melakukan ibadah umrah. Namun kaum
kafir Quraisy bersikeras tidak mengizinkan kaum Muslimin memasuki kota Mekah,
dengan alasan akan menjatuhkan kewibawaan kaum kaflr Quraisy pada pandangan
bangsa Arab.
      Sahabat Utsman ditahan oleh kaum kafir Quraisy, bahkan tersiar kabar bahwa
beliau telah dibunuh. Menyikapi kabar tersebut kaum Muslimin telah bersepakat
mengadakan “sumpah setia” (baiat), untuk berperang melawan kafir Quraisy, sampai
meraih kemenangan. Sumpah setia itu disebut “Baiatur Ridwan”.
      Untunglab di saat-saat genting seperti itu sahabat Utsman bin Affan muncul,
membawa berita akan diadakannya perundingan antara kaum kafir Quraisy dengan
kaum Muslimin. Maka terjadilah perundingan antara delegasi kaum kafir Quraisy
yang dipimpin oleh Suhail Ibnu Umar dan delegasi umat Islam yang dipimpin oleh
Nabi Muhammad SAW.
      Perundingan tersebut melahirkan kesepakatan antara dua belah pihak, dan
melahirkan sebuah perjanjian, yang dikenal dalam sejarah sebagai perjanjian
Hudaibiyah (Sulhul Hudaibiyah). Isi perjanjian itu sebagai berikut :
(1) Selama sepuluh tahun diberlakukan gencatan senjata antara kaum Quraisy
    penduduk Mekah dan umat Islam penduduk Madinah.
(2) Orang Islam dari kaum Quraisy yang datang kepada umat Islam, tanpa seizin
    walinya hendaklah ditolak oleh umat Islam.
(3) Kaum Quraisy tidak akan menolak orang-orang Islam yang kembali dan
    bergabung dengan mereka.
(4) Tiap kabilah yang ingin masuk dalam persekutuan dengan kaum Quraisy, atau
    dengan kaum Muslimin dibolehkan dan tidak akan mendapat rintangan.
(5) Kaum Muslimin tidak jadi mengerjakan umrah saat itu, mereka harus kembali ke
    Madinah, dan boleh mengerjakan umrah di tahun berikutnya, dengan persyaratan
    :
    • Kaum Muslimin memasuki kota Mekah setelah penduduknya untuk
        sementara keluar dari kota Mekah.
    • Kaum Muslimin memasuki kota Mekah, tidak boleh membawa senjata.
    • Kaum Muslimin tidak boleh berada di dalam kota Mekah lebih dari tiga hari-
        tiga malam.
      Kaum kafir Quraisy mengetahui, bahwa perjanjian Hudaibiyah itu sangat
menguntungkan kaum Muslimin. Umat Islam semakin kuat, karena hampir seluruh
semenanjung Arab, termasuk suku-suku bangsa Arab yang paling selatan telah
menggabungkan diri kepada Islam. Kaum kafir Quraisy merasa terpojok, dan mereka
secara sepihak berniat membatalkan perjanjian Hudaibiyah itu, dengan cara
menyerang Bani Khuza’ah yang berada di bawah perlindungan Islam. Sejumlah
                                                                                74



   orang dari Bani Khuza’ah mereka bunuh dan selebihnya mereka cerai-beraikan. Bani
   Khuza’ah segera mengadu kepada Rasulullah SAW dan mohon keadilan.
         Mendapat pengaduan seperti itu kemudian Nabi Muhammad SAW dengan
   sepuluh ribu bala tentaranya berangkat menuju kota Mekah untuk membebaskan
   kota Mekah dari para penguasa kafir yang zalim, yang telah melakukan pembunuhan
   secara kejam terhadap umat Islam dan Bani Khuza’ah.
         Rasulullah SAW sebenarnya tidak menginginkan terjadinya peperangan, yang
   sudah tentu akan menelan banyak korban jiwa. Untuk itu Rasulullah SAW dan bala
   tentaranya berkemah di pinggiran kota Mekah dengan maksud agar kaum kafir
   Quraisy melihat sendiri, kekuatan besar dan bala tentara kaum Muslimin.
         Taktik Rasulullah SAW seperti itu ternyara berhasil, sehingga dua orang
   pemimpin Quraisy yaitu Abbas (paman Nabi SAW) dan Abu Sufyan (seorang
   bangsawan Quraisy yang lahir tahun 567 M dan wafar tahun 652 M) datang
   menemui Rasulullah SAW dan menyatakan diri masuk Islam.
         Dengan masuk Islamnya kedua orang pemimpin kaum kafir Quraisy itu,
   Rasulullah SAW dan bala tentaranya dapat memasuki kota Mckah dengan aman dan
   membebaskan koba itu dari para penguasa kaum kafir Quraisy yang zalim.
   Pembebasan kota Mekah ini terjadi pada tahun 8 H secara damai tanpa adanya
   pertumpahan darah.
         Bahkan setelah itu, kaum Quraisy berbondong-bondong menyatakan diri
   masuk Islam, menerima ajakan Rasulullah dengan kerelaan hati. Kernudian
   bersama-sama bala tentara Islam mereka membersihkan Ka’bah dan berhala-
   berhala dan menghancurkan berhala-berhala itu.
         Kaum Muslimin masih menghadapi kaum musyrikin, yang semula bersekutu
   dengan kaum kafir Quraisy yang telah masuk Islam itu, yaitu ; Bani Saqif, Bani
   Hawazin, Bani Nasr, dan Bani Jusyam. Kaum musyrikin tersebut bersatu di bawah
   pimpinan Malik bin Auf (Bani Nasr) berangkat menuju Mekah untuk menyerbu kaum
   Muslimin, yang telah menghancurkan berhala-berhala yang mereka sembah.
         Mendengar berita bahwa kaum musyrikin itu akan menyerang umat Islam di
   Mekah, maka Rasulullah SAW memimpin bala tentaranya sebanyak 12000 orang
   menuju ke lembah Hunain tempat kaum musyrikin berkemah. Maka terjadilah
   pertempuran sengit antara pasukan Islam dan pasukan musyrikin, yang berakhir
   dengan kemenangan di pihak Islam. Perang Hunain ini terjadi dua minggu setelah
   peristiwa pembebasan kota Mekah.
         Sisa pasukan musyrikin melarikan diri ke Thaif. Rasulullab SAW dan bala
   tentaranya mengejar mereka sampai ke Thaif, lalu mengadakan pengepungan
   selama beberapa hari lamanya sehingga pemimpin mereka Malik bin Auf dengan
   seluruh pasukan gabungannya, yaitu: Bani Saqif, Bani Hawazim, Bani Nasr, dan
   Bani Jusyam menyatakan masuk Islam.
         Pada tabun ke-9 dan 10 H berbagai kabilah bangsa Arab seperti Bani Tamim,
   Bani Amr, Bani Sa’ad Ibnu Bakr, dan Bani Abdul Haris datang ke Madinah
   menghadap Rasulullah SAW untuk menyatakan dukungannya.
         Dengan demikian seluruh Jazirah Arabia telah masuk Islam, dan masuk
   wilayah pemerintahan Islam yang berpusat di Madinah. Rasulullab SAW dan umat
   Islam memperoleh kemenangan yang gilang-gemilang (lihat dan pelajari Q.S. An -
   Nasr, 110: 1-3).

3. Dakwah Islamiah Keluar Jazirah Arabia
                                                                                  75



           Rasulullah SAW menyeru umat manusia di luar Jazirah Arabia agar memeluk
      agama Islam, dengan jalan mengirim utusan untuk menyampaikan surat dakwah
      Rasulullah SAW kepada para penguasa atau para pembesar mereka.
           Para penguasa atau para pembesar negara yang dikirimi surat dakwah
      Rasulullab SAW itu seperti :
      1. Heraclius, Kaisar Romawi Timur
         Yang menenima surat dakwah Rasulullah, melalui utusannya Dihijah bin
         Khalifah. Heraclius tidak menenima seruan dakwah Rasulullab SAW karena tidak
         mendapat persetujuan dari para pembesar negara dan pendeta. Namun surat
         dakwah itu dibalasnya dengan tutur kata sopan,disamping mengirimkan hadiah
         untuk Rasulullab SAW
      2. Muqauqis, Gubernur Romawi di Mesir
         Rasulullah SAW mengirim surat dakwah kepada Muqauqis melalui utusannya
         yang bernama Hatib. Setelah surat itu dibaca Muqauqis belum bisa menerima
         seruan untuk masuk Islam, namun dia menyampaikan surat balasan kepada
         Rasulullah SAW dan mengirim hadiah-hadiah berupa seorang budak wanita,
         kuda, keledai, dan pakaian-pakaian.
      3. Syahinsyah, Kaisar Persia
         Syahinsyah adalah penguasa yang lalim dan sombong. Karena
         kesombongannya surat dakwah Rasulullah SAW itu dirobek-robeknya.
         Merigetahui surat dakwah itu dirobek-robek, Rasulullah menjelaskan bahwa
         Syahin yang sombong itu akan dibunuh oleh anaknya sendiri pada malam Selasa
         tanggal 10 Jumadil Awal tahun ke-7 hijrah. Apa yang diucapkan Rasulullah SAW
         ternyata sesuai dengan kenyataan. Syahinsyah dibunuh oleh anaknya sendiri
         Asv-Syirwaih karena kelalimannya.
         Kemudian surat dakwah Rasulullah SAW dikirimkan pula kepada An-Najasyi
         (Raja Ethiopia), Al-Munzir bin Sawi (Raja Bahrain), Hudzah bin Ali (Raja
         Yamanah), dan Al-Haris (Gubernur Romawi di Syam). Di antara penguasa-
         penguasa tersebut yang menerima seruan dakwah Rasulullah, hanyalah Al-
         Munzir bin Sawi penguasa Bahrain yang menyatakan masuk Islam dan mengajak
         para pembesar negara dan rakyatnya agar masuk Islam.

B. STRATEGI DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MADINAH
        Pokok-pokok pikiran yang dijadikan strategi dakwah Rasulullah SAW periode
   Madinah adalah :
   1. Berdakwah dimulai dan diri sendiri, maksudnya sebelum mengajak orang lain
      meyakini kebenaran Islam dan mengamalkan ajarannya, maka terlebih dahulu orang
      yang berdakwah itu harus meyakini kebenaran Islam dan mengamalkan ajarannya.
   2. Cara (metode) melaksanakan dakwah sesuai dengan petunjuk Allah SWT dalam
      Surah An-Nahl, 16: 125. (Coba kalian cari dan pelajari!)
   3. Berdakwah itu hukumnya wajib bagi Rasulullah SAW dan umatnya. Dalil wajibnya:
      Al-Qur’an Surah Ali ‘Imrãn, 3: 104, dan Hadis Rasulullah SAW:



      Artinya: “Sampaikanlah, apa yang berasal dariku (tentang Islam), walaupun hanya
                satu ayat.“ (H.R. Bukhari)
                                                                                   76



4. Berdakwah dilandasi dengan niat ikhlas karena Allah SWT semata, bukan dengan
    niat untuk memperoleh popularitas dan keuntungan yang bersifat materi.
    Umat Islam dalam melaksanakan tugas dakwahnya, selain harus menerapkan
    pokok-pokok pikiran yang dijadikan sebagai strategi dakwah Rasulullah SAW, juga
    hendaknya meneladani strategi Rasulullah SAW dalam membentuk masyarakat
    Islam atau masyarakat madani di Madinah.
      Masyarakat Islam atau masyarakat madani adalah masyarakat yang menerapkan
ajaran Islam pada seluruh aspek kehidupan sehingga terwujud kehidupan bermasyarakat
yang baldatun tayyibatun wa rabbun gafur, yakni masyarakat yang baik, aman, tenteram,
damai, adil, dan makmur di bawah naungan rida Allah SWT dan ampunan-Nya.
      Usaha-usaha Rasulullah SAW dalam mewujudkan masyarakat Islam seperti
tersebut adalah :
a. Membangun Masjid
           Masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah SAW di Madinah ialah
    Masjid Quba, yang berjarak ± 5 km, sebelah barat daya Madinah. Masjid Quba ini
    dibangun pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama hijrah (20 September 622 M).
           Setelah Rasulullah SAW menetap di Madinah, pada setiap hari Sabtu, beliau
    mengunjungi Masjid Quba untuk salat berjamaah dan menyampaikan dakwah Islam.
           Masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya ada
    Masjid Nabawi di Madinah. Masjid ini dibangun secara gotong royong oleh kaum:
    Muhajirin dan Anshor, yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Nabi
    Muhammad SAW dan peletakan batu kedua, ketiga, keempat, dan kelima
    dilaksanakan oleh para sahabat terkemuka yakni : Abu Bakar r.a., Umar bin Khattab
    r.a., Utsman bin Affan r.a., dan Ali bin Abu Thalib k.w.
           Mengenai fungsi atau peranan masjid pada masa Rasulullah SAW adalah
    sebagai berikut :
     Masjid sebagai sarana pembinaan umat Islam di bidang akidah, ibadah, dan
         akhlak.
     Masjid merupakan sarana ibadah, khususnya salat lima waktu, salat Jumat
         Tarawih, salat Idul Fitri, dan Idul Adha. (Lihat Q.S. Al-Jinn, 72 : 18 !).
     Masjid merupakan tempat belajar dan mengajar tentang agama Islam bersumber
         kepada A1-Qur’an dan Hadis.
     Menjadikan masjid sebagai sarana kegiatan sosial. Misalnya sebagai tempat
         penampungan zakat, infak, dan sedekah dan menyalurkannya kepada yang
         berhak menerimanya, terutama para fakir miskin dan anak-anak yatim terlantar.
     Masjid sebagai tempat pertemuan untuk menjalin hubungan persaudaraan
         sesama Muslim (ukhuwah Islamiah) demi terwujudnya persatuan.
     Menjadikan halaman masjid dengan memasang tenda, sebagai tempat
         pengobatan para penderita sakit, terutama para pejuang Islam yang menderita
         luka ikibat perang melawan orang-orang kafir. Sejarah mencatat adanya seorang
         perawat wanita terkenal pada masa Rasulullah SAW yang bernama “Rafidah”.
     Rasulullah SAW menjadikan masjid sebagai tempat bermusyawarah dengan para
         sahahatnya. Masalah-masalah yang dimusyawarahkan antara lain ; usaha usaha
         untuk mengatasi kesulitan, usaha-usaha untuk memajukan umat Islam, dan
         strategi peperangan melawan musuh-musuh Islam agar memperoleh
         kemenangan,
b. Mempersaudarakan antara Kaum Muhajirin dan Ansar
                                                                                  77



         Muhajirin adalah para sahahat Rasulullah SAW penduduk Mekah yang
   berhijrah ke Madinah. Ansar adalah para sahabat Rasulullah SAW penduduk asli
   Madinah yang memberikan pertolongan kepada kaum Muhajirin.
         Rasulullah SAW bermusyawarah dengan Abu Bakar r.a. dan Umar bin Khattab
   r.a. mempersaudarakan antara Muhajirin dan Ansar, sehingga terwujud persatuan
   yang tangguh. Hasil musyawarah memutuskan agar setiap orang Muhajirin mencari
   dan mengangkat seorang dari kalangan Ansar menjadi saudaranya senasab
   (seketurunan), dengan niat ikhlas karena Allah SWT. Demikian juga sebaliknya
   orang Ansar.
         Rasulullah SAW memberi contoh dengan mengangkat Ali bin Abu Thalib
   sebagai saudaranya. Apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dicontoh oleh
   seluruh sahahatnya misalnya :
    Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Rasuluhlah SAW, pahlawan Islam yang
       pemberani bersaudara dengan Zaid bin Haritsah, mantan hamba sahaya, yang
       kemudian dijadikan anak angkat Rasulullah SAW.
    Abu Bakar Ash-Shiddiq, bersaudara dengan Kharizah bin Zaid.
    Umar bin Khattab bersaudara dengan Itban bin Malik Al Khazraji (Ansar).
    Utsman bin Affan bersaudara dengan Aus bin Tsabit.
    Abdurrahman bin Auf bersaudara dengan Sa’ad bin Rabi (Ansar).
         Demikianlah seterusnya setiap orang Muhajirin dan orang Ansar, termasuk
   Muhajirin setelah hijrahnya Rasulullah SAW dipersaudarakan secara sepasang-
   sepasang, layaknya seperti saudara senasab.
         Persaudaraan      secara   sepasang-sepasangseperti     rersebut,   ternyata
   membuahkan hasil sesama Muhajirin dan Ansar terjalin hubungan persaudaraan
   yang lebih baik. Mereka saling mencintai, saling menyayangi, hormat-menghormati,
   dan tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.
         Kaum Ansar dengan ikhlas memberikan pertolongan kepada kaum Muhajirin
   berupa tempat tinggal, sandang pangan, dan lain-lain yang diperlukan. Namun kaum
   Muhajirin juga tidak diam berpangku tangan, mereka berusaha sekuat tenaga untuk
   mencari nafkah agar dapat hidup mandiri. Misalnya Abdurrahman bin Auf menjadi
   pedagang, Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Ali bin Abu Thalib menjadi petani
   kurma.
         Kaum Muhajirin yang belum mempunyai tempat tinggal dan mata pencaharian
   oleh Rasulullah SAW ditempatkan di bagian Masjid Nabawi yang beratap yang
   disebut Suffa dan mereka dinamakan Ahlus Suffa (penghuni Suffa). Kebutuhan-
   kebutuhan mereka dicukupi oleh kaum Muhajirin dan Ansar secara bergotong-
   royong. Kegiatan Ahlus Suffa itu antara lain mempelajari dan menghafal Al-Qur’an
   dan Hadis, kemudian diajarkannya kepada yang lain. Sedangkan apabila terjadi
   perang antara kaum Muslimin dengan kaum kafir, mereka ikut berperang.

c. Perjanjian Bantu-Membantu antara Umat Islam dan Umat Non-Islam
         Pada waktu Rasulullah SAW menetap di Madinah, penduduknya terdiri dari tiga
   golongan, yaitu umat Islam, umat Yahudi (Bani Qainuqa, Bani Nazir dan Bani
   Quraizah), dan orang-orang Arab yang belum masuk Islam.
         Rasulullah SAW membuat perjanjian dengan penduduk Madinah non-Islam
   dan tertuang dalam Piagam Madinah. Isi Piagam Madinah itu antara lain:
   (1) Setiap golongan dari ketiga golongan penduduk Madinah memiliki hak pribadi,
       keagamaan dan politik. Sehubungan dengan itu setiap golongan penduduk
                                                                                         78



             Madinah berhak menjatuhkan hukuman kepada orang yang membuat kerusakan
             dan memberi keamanan kepada orang yang mematuhi peraturan.
         (2) Setiap individu penduduk Madinah mendapat jaminan kebebebasan beragama.
        (3) Seluruh penduduk Madinah yang terdiri dan kaum Muslimin, kaum Yahudi, dan
             orang-orang Arab yang belum masuk Islam sesama mereka hendaknya saling
             membantu dalam bidang moril dan materil. Apabila madinah diserang musuh,
             maka     seluruh    penduduk     Madinah     harus    bantu-membantu    dalam
             mempertahankan kota Madinah.
        (4) Rasulullah SAW adalah pemimpin seluruh penduduk Madinah. Segala perkara
             dan perselisihan besar yang terjadi di Madinah harus diajukan kepada Rasulullah
             SAW untuk diadili sebagaimana mestinya.

   d. Meletakkan Dasar-dasar Politik, Ekonomi, dan Sosial yan Islami demi
      Terwujudnya Masyarakat Madani
             Islam tidak hanya mengajarkan bidang akidah dan ibadah, tetapi mengajarkan
      juga bidang politik, ekonomi, dan sosial, yang kesemuanya bersumber pada Al
      Qur’an dan Hadis.
             Pada masa Rasulullah, penduduk Madinah mayoritas sudah beragama Islam,
      sehingga masyarakat Islam sudah terbentuk, maka adanya pemerintahan Islam
      merupakan keharusan. Rasulullah SAW selain sebagai seorang nabi dan rasul, juga
      tampil sebagai seorang kepala negara (khalifah).
             Sebagai kepala negara, Rasulullah SAW telah meletakkan dasar bagi sistem
      politik islam, yakni musyawarah. Melalui musyawarah, umat Islam dapat mengangkat
      wakil-wakil rakyat dan kepala pemerintahan, serta membuat peraturan peraturan
      yang harus ditaati oleh seluruh rakyatnya. Dengan syarat, peraturan peraturan itu
      tidak menyimpang dan tuntunan Al-Qur’an dan Hadis (dalil naqlinya lihat QS. An-
      Nisã’, 4: 59).
             Dalam bidang ekonomi Rasulullah SAW telah meletakkan dasar bahwa system
      ekonomi Islam itu harus dapat menjamin terwujudnya keadilan sosial.
             Dalam bidang sosial kemasyarakatan, Rasulullah SAW telah meletakkan dasar
      antara lain adanya persamaan derajat di antara semua individu, semua golongan,
      dan semua bangsa. Sesuatu yang membedakan derajat manusia ialah amal
      salehnya atau hidupnya yang bermanfaat (lihat Q.S. Al-Hujurat, 49: 13).



EVALUASI
Jawablah Pertanyaan Berikut Dengan Tepat!
   1.   Sebutkan isi perjanjian Hudaibiyah!
   2.   Jelaskan inti pokok strategi dakwah Rasulullah saw pada periode Madinah!
   3.   Ceritakan tentang peristiwa Isro’ MI’raj Nabi dan jelaskan hikmahnya!
   4.   Siapakah yang dimaksud dengan golongan Muhajirin dan Anshor?
   5.    Jelaskan fungsi Masjid (lima saja) bagi umat Islam, khususnya pada masa
        Rasulullah!
                                                                                             79



LATIHAN SOAL SEMESTER GENAP

1. Q.S. Ali Imran 159
   Bacaan ayat tersebut yang tidak ada bacaan tajwidnya adalah
   a. Ikhfa’ haqiqi         c. idgham bigunnah       e. Tafkhim
   b. Matd thobi’i          d. izhar safawi

2. Q.S. Ali Imran 159
   Bacaan ayat tersebut terdapat bacaan tajwid yaitu...
   a. Ikhfa’ haqiqi         c. gunnah               e. Mad Arid lissukun
   b. Izhar halqi          d. izhar qomariyah
                   c.
3. Q.S. Ali Imran 159 :
   Dari ayat tersebut yang tidak ada artinya pada isian di bawah ini adalah....
   a. didalam perkara itu                  c. Dan mohonlah ampun e. dan bermusyawarahlah
   b. Apabila telah membulatkan tekad d. maka maafkanlah

4.    Pada akhir ayat Q.S. Ali Imrab 159 :
     Arti ayat di atas adalah...
     a. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal
     b. Sesungguhnya bertawakkal adalah usaha yang paling baik
     c. Allah mencintai orang-orang yang bersabar
     d. Sesungguhnya syaetan itu menjadi musuh nyata bagi orang beriman
     e. Bermusyawarah pangkal akhirnya adalah bertawakkal

5. Q.S. Syura 38 terdapat ayat
   Ayat di atas terdapat hukum bacaan seperti berikut, yaitu...
   a. izhar halqi         c. idgham bigunnah              e. ikhfa’ haqiqi
   b. izhar syafawi        d. idgham bila gunnah

6. Q.S Asy Syura 38 berisi tentang....
   a. Ajaran bertawakkal            d. ajaran perkawinan
   b. Ajaran berdemokrasi            e. ajaran berakhlak mulia
   c. Ajaran keimanan

7. Buah dari senang berinfak dan bersedekah adalah....
   a. dimudahkan dalam belajar               d. dimudahkan jadi siswa teladan
   b. dimudahkan dalam membantu saudara e. dimudahkan dalam mendapat rizki
   c. dimudahkan dalam membantu saudara

8. Dalam demokrasi sekuler persoalan apapun dapat dibahas, sedang dalam musyawarah Islami tidak
   boleh bagi seseorang untuk membahas sesuatu yang telah...
   a. disepakati bersama                       d. ditetapkan sebelumnya
   b. dimusyawarahkan sebelumnya               e. dipersoalkan bersama
   c. dijelaskan oleh Al Qur’an dan Al Hadits

9. Untuk menjadi muslim yang baik, beriman dan beramal saleh, taat, dan bertakwa maka senantiasa
   ia harus memiliki sikap “ As Shidqu “
   Yang artinya ...
   a. Menyayangi anak yatim              d. memenuhi janji
   b. Meninggalkan khianat               e. Meraih cita-cita
   c. Berhati jujur
                                                                                                80



10. Menyamakan malaikat dengan Allah swt, baik dalam zat, sifat maupun af’alnya termasuk
    perbuatan...
    a. perbuatan yang buruk          d. kemaksiatan
    b. kefasikan dan kemunafikan     e, kemungkaran
    c. syirik dan dosa besar

11. Beriman kepada malaikat mampu mendorong manusia agar senantiasa mengingat mati dan hidup,
    serta mempersiapkan bekal untuk...
    a. hidup selamanya                 d. hidup setelah mati
    b. hidup di dunia                  e. mempersiapkan mati
    c. masa depan anak dan cucunya

12. Berikut ini termasuk ciri-ciri orang yang betul-betul beriman kepada malaikat, kecuali...
    a. Senantiasa melaksanakan perintah Allah, terutama yang wajib-wajin
    b. Usaha sekuat tenaga agar selalu meninggalkan perbuatan haram
    c. Berusaha agar tatkala meninggal dunia dalam kusnul khatimah
    d. Menyadari bahwa malaikat itu makhluk Allah yang paling tinggi drajatnya
    e. Membiasakan diri dengan akhlak terpuji

13. Setiap mukmin dan mukminat hendaknya menyadari bahwa dimanapun berada, disitulah ada
    malaikat yang senantiasa....
    a. mengawasi semua sikap dan tingkah laku manusia
    b. mengontrol ibadah yang dilakukan manusia
    c. mencari kesalahan perbuatan manusia
    d. membantu kesusahan manusia
    e. menyiksa umat manusia


14. Malaikat IZRAIL adalah malaikat yang bertugas untuk...
    a. Mencatat perbuatan baik dan buruk manusia
    b. Menanyai keimanan manusia di alam barzah
    c. Membagi rizqi kepada semua makhluk di alam ini
    d. Mencabut nyawa makhluk hidup
    e. Menyiksa manusia yang masuk di neraka

15. Selain Malaikat terdapat juga makhluk Jin yang senantiasa terkena kwajiban seperti halnya
    manusia untuk menjalankan syari’ah Islam. Sedangkan Rosul yang diikutinya adalah...
    a. Para Malaikat karena sama-sama makhluk gaib
    b. Para Ulama Jin
    c. Para Rosul sebagaimana rosul-rosul manusia
    d. Para Jin yang beriman ydan beramal soleh
    e. Para raja-raja jin yang berkuasa
                      f.
16. Menurut Hadits Nabi bersilaturrahmi itu selain mempererat tali persaudaraan juga menimbulkan
    hasil seperti berikut, yaitu...
    a. menjadikan pandai              d. menjadikan pejabat
    b. mengurangi kebaikan            e. memanjangkan umur
    c. menambah masalah hidup

17. Petunjuk Nabi yang berkaitan dengan bertamu, apabila bertamu itu kalau memang harus menginap
    maksimal sebaiknya selama...
    a. satu hari b. dua hari   c. tiga hari  d. lima hari e. tidak ada ketentuan

18. Menurut Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi bahwa memakai perhiyasan emas bagi
    kaum laki-laki merupakan...
                                                                                                 81



    a. kebanggaan yang baik untuk dilakukan              d. keindahan yang boleh dipakai
    b. larangan yang harus dihindari                     e. dibolehkan bila memakainya
    c. boleh memakai asal tidak berlebihan

19. Aurat bagi wanita adalah seluruh bagian tubuhnya harus ditutupi supaya tetap indah dan nyaman,
    kecuali...
    a. muka dan telapak kakinya                     d. muka dan tapak tangannya
    b. muka dan kedua lengannya                     e. mata dan kedua tangannya
    c. kedua matanya saja

20. Islam melalui kedua sumber Al Qur’an dan Hadits memberikan batasan dan aturan yang jelas
    mengenai tatacara berpakaian. Pada prinsipnya Islam mewajibkan setiap muslim dalam berpakaian
    untuk...
    a. melaksanakan ibadah sebaik-baiknya        d. menghiyasi diri dg pakaian bagus dan mahal
    b. menjaga dan memelihara jiwanya            e. melaksanakan berpakaian yang model
    c. menghiyasi diri dg pakaian indah dan iman

21. Riya’ adalah termasuk akhlak tercela yang harus dihindari. Tanda bagi orang yang suka bersikap
    riya’ adalah...
    a. suka disanjung          c. suka berhutang          e. suka beramal
    b. suka membantu          d. suka bekerja

22. Sikap Hasad bila masih tersimpan di dalam hati manusia, maka akan muncul sikap seperti berikut,
    kecuali....
    a. marah      b.dengki      c. benci    d. permusuhan    e. sabar

23. Iri hati yang dibolehkan berdasarkan hadis Nabi, seperti...
    a. ingin menguasai istri orang lain, karena merasa istrinya tidak secantik dia
    b. ingin memiliki ketampanan/kecantikan yang dimiliki orang lain
    c. terhadap orang yang berilmu pengetahuan tinggi, dan ilmunya itu berguna untuk dirinya dan
        orang lain
    d. kepada seseorang yang kaya raya, dan kekayaannya diperoleh dengan cara haram
    e. ingin memiliki kedudukan tinggi, yang diraih oleh seseorang dengan cara tidak halal.

24. Berikut ini yang termasuk perilaku aniaya terhadap diri sendiri ialah...
    a. melakukan pencurian dan perampokan
    b. membiarkan diri sendiri berada dalam kebodohan
    c. lali dalam melaksanakan kegiatan sosial
    d. bergaul dan beerkenalan dengan orang yang tidak beriman
    e. tidak mentaati peraturan-peraturan yang berlaku di masyarakat

25. Menurut hadits Nabi HR Abu Daud dan Ibnu Majah, akibat dari perbuatan hasad akan
    mengurangi amal baik bagi pelakunya, diibaratkan seperti....
    a. tanah yang tersiram air hujan               d. api yang menhabiskan kayu bakar
    b. panas yang tersiram air hujan               e. anai-anai yang beterbangan
    c. minyak diatas air

26. Sikap riya bisa hilang dari diri manusia, bila manusia mampu....
    a. mengamalkan apa yang telah diketahui             d. menafsiri diri sendiri
    b. memahami apa yang ia ketahui                     e. mengenal agama yang dianutnya
    c. memahami agama dengan baik.

27. Pelajar yang memiliki sifat tidak adil pada dirinya sendiri, maka ia akan melakukan...
    a. Ibadah dengan khusyu dan ikhlas                      d. berlaku riya’dan hasad
    b. Menghiyasi diri dengan iman dan amal saleh            e. memanfaatkan waktu yang kosong
                                                                                              82



    c. Belajar keras dan menghilangkan kemalasan

28. Orang yang memiliki sikap aniaya dan zalim, biasanya terhadap harta berlaku....
    a. Tamak       c. Penimbun       e. penyayang
     b. Perusak    d. Pemboros

29. Berikut ini yang tidak termasuk perilaku aniaya terhadap sesama manusia adalah....
    a. gibah               c. fitnah          e. mengingatkan pelaku zalim
    b. namimah             d. membunuh

30. Seorang muslim mempunyai saldo uang setiap bulannya, kemudian ditabung di bank pada tanggal
    1 januari 2006 setiap bulannya sebesar Rp 10.000.000,- harga emas setiap gramnya Rp 200.000,-
    Jika tanggal 1 Januari 2007 jumlah uang tabungannya sebesar Rp 121.000.000,- maka besar zakat
    yang harus dibayarkan adalah...
    a. Rp 5.000.000,-             c. Rp 4.050.000,-        e. Rp 1.250.000,-
    b. Rp 2.500.000,-             d. Rp 3.025.000,-

31. Infak bagi seorang muslim hukumnya....
    a. wajib     b. mubah c. sunah d. makruh          e. fardlu kifayah

32. Imam Malik dan Imam Syafi’i menyatakan bahwa mengapa kurma, gandum dan kismis itu
    dizakati, karena....
    a. makanan yang disukai para nabi dan rasul d. menjadi tanaman andalan
    b. hanya dimilki orang Timur Tengah         e. hanya hidup dipadang pasir
    c. kesemuanya sebagai makanan pokok

33. Zakat harta disebut dengan istilah....
    a. zakat fitrah b. zakat mal c. zakat infak d. zakat profesi   e. zakat tjaroh

34. Pajak dan zakat sama-sama memilki tujuan seperti berikut, kecuali...
    a. ekonomi             c. keungan                    e. kemasyarakatan
    b. pendidikan          d. politik

35. Harta benda yang dimiliki seorang muslim tidak dikeluarkan zakatnya apabila belum memenuhi
    syarat genap satu tahun yang disebut...
    a. haul                  c. nisab       e. qoul
    b. mustahiq              d. muzaqqi

36. Pak Husen memiliki penghasilan banyak karena pekerjaannya sebagai seorang pedagang yang
    barang dagangannya sudah mencapai nisab, maka cara membayar zakatnya adalah...
    a. dibayar seperti zakatnya unta
    b. dibayar seperti zakatnya sapi
    c. dibayar seperti zakatnya kambing
    d. dibayar seperti ukuran zakat tanaman padi
    e. e. dibayar seperti zakatnya pemilikan emas

37. Salah satu persamaan antara haji dan umrah adalah....
    a. Persamaan syarat, wajib dan hukumnya               d. persamaan miqat waktunya.
    b. Keharusan wuquf di Arafah                          e. Mabit di Mina dan Muzdalifah
    c. Persamaannya Melontar jumrah

38. Kegiatan yang harus dilakukan oleh jamaah haji adalah Wukuf di Padang Arafah secara serentak
    bersama-sama yang dilaksankannya pada ....
    a. tanggal 7 Dulhijjah      c. tanggal 9 Dulhijjah     e. tanggal 11-12-13 Dulhijjah
    b. tanggal 8 Dulhijjah      d. tanggal 10 Dulhijjah
                                                                                             83




39. Pada hari Tasyrik para jama’ah haji melaksankan kegiatan....
    a. Mabit di Muzdalifah                 c. wukuf di padang Arafah    e. Melontar jumrah
    b. Salat arbain di masjid nabawi        d. Bertahallul

40. Sa’i merupakan kegiatan haji dengan berlari-lari kecil antara bukit Sofa dan Marwah sebanyak
    tujuh kali, yang keberadaannya bertempat di....
    a. Padang Arafah           c. Masjid Madinah              e. Muzdalifah
    b. Masjidil Haram          d. Mina

41. Hikmah dan fungsi ibadah haji dapat disebutkan sebagai berikut, adapun yang tidak termasuk
    didalamnya adalah...
    a. Merupakan sarana untuk menunjukkan kebesaran Allah
    b. Merupakan konggres besar bagi umat Islam sedunia
    c. Merupakan jaminan ampunan dari Allah yang sangat besar
    d. Meningkatkan harta kekayaan yang luar biasa
    e. Memerteguh iman dan taqwa kepada Allah swt.

42. Berwakaf diajarkan oleh Islam yaitu menafkahkan harta untuk kepentingan umum bagi keperluan
    umat Islam, makna wakaf sendiri secara etimologis adalah...
    a. memberikan sesuatu            c. membangun sesuatu          e. mengabadikan sesuatu
    b. menahan sesuatu               d. menafkahkan sesuatu

43. Harta yang dapat diwakafkan harus memenuhi syarat dan ketentuan wakaf, berikut ini adalah
    harta yang tidak memenuhi syarat kecuali....
    a. Barang yang mudah dikonsumsi oleh penerimanya
    b. Kebun yang belum jelas kepemilikannya
    c. Harta itu masih tanggungan orang lain
    d. Harta itu harus jelas wujudnya dan batas-batasnya
    e. Dapat dimanfaatkan dalam waktu singkat

44. Nadzir adalah orang yang memelihara harta wakaf, adapun tugas dan hak nadzir menurut UU RI
    N0 41 pasal 11 tahun 2004 sebagai berikut, kecuali...
    a. melakukan pengadministrasian harta benda wakaf
    b. mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan tujuan dan fungsinya
    c. mengawasi dan ,melindungi harta benda wakaf
    d. Berhak menerima imbalan dari hasil bersih atas pengelolaan harta wakaf
    e. Mewariskan harta wakaf kepada pewarisnya.

45. Petugas pemerintah yang berwenang mencatat dan mengurusi serah terima harta wakaf serta
    menerbitkan akta wakaf adalah....
    a. Wakif             c. Maukuf             e. Pengadilan Agama
    b. NAZDIR            d. PPAIW

46. Hijrah Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Madinah memiliki arti....
    a. Pelarian            c. perpindahan      e. persatuan
    b. Perlindungan        d. pengasingan

47. Setelah Nabi dapat hijrah di Madinah diantara suku ada yang kurang senang dengan kehadiran
    Nabi Muhammad saw, suku tersebut adalah...
    a. Suku Aus b. Suku Kinanah c. Suku Yamani d. Suku khazraj e. suku Yahudi

48. Perang antara kaum muslimin dengan orang kafir Quraisy selalu dimenangkan oleh kaum
    muslimin, adapun yang tidak bisa menang adalah dikala perang...
    a. Perang Badar             c. Perang Uhud               e. Perang Khandak
                                                                                              84



   b. Perang Muktah             d. Perang Siffin

49. Sewaktu orang Islam di madinah hendak menunaikan haji besar-besaran di kota Makah, orang
    Kafir Quraisy menyangka perbuatan itu merupakan strategi akan menyerang dirinya, maka timbul
    kebulatan tekad kaum muslimin untuk berikrar mempertahankan Agama Islam sampai titik darah
    penghabisan. Sumpah setia itu dikenal dengan istilah...
    a. Baiatur Ridwan      c. Hudzaibiyah       e. Fathu Makkah
    b. Hijriyah            d. Assalaamah

50. Sebab-sebab terjadinya Fathu Makkah adalah seperti berikut, yaitu....
    a. pelanggaran terhadap perjanjian Hudzaibiyah oleh Banu nadzir
    b. pelanggaran terhadap perjanjian Hudzaibiyah oleh Banu Quraizhah
    c. pelanggaran terhadap perjanjian Hudzaibiyah oleh Banu Kinanah
    d. pelanggaran terhadap perjanjian Hudzaibiyah oleh Banu Bakar
    e. pelanggaran terhadap perjanjian Hudzaibiyah oleh Banu Hasyim

Soal Uraian
51. Jelaskan potongan ayat Q.S. Ali Imran Ayat 159 berikut :
52. Seorang muslim ketika menggali sumur menemukan bongkahan emas seberat 200 gram,
    sedangkan harga emas 1gram Rp 200.000,- Berapakah membayar zakatnya?
53. Jelaskan mustahiq zakat ( 8 orang )sesuai dengan petunjuk Al Qur’an Surat At Taubah ayat 60 !
54. Sebutkan 10 Malaikat yang wajib kita ketahui beserta tugasnya !
55. Jelaskan tiga cara menunaikan ibadah haji bagi kaum muslimin !

								
To top