Docstoc

ASUHAN KEPERAWATAN IBU HAMIL

Document Sample
ASUHAN KEPERAWATAN IBU HAMIL Powered By Docstoc
					.




     Tujuan Instruksional Umum :

Setelah dilakukan      perkuliahan selama 100 menit, mahasiswa diharapkan mengerti dan memahami
mengenai asuhan keperawatan pada ibu hamil.


     Tujuan Instruksional Khusus :


Setelah dilakukan perkuliahan selama 100 menit, mahasiswa diharapkan mengerti dan memahami
mengenai :
    1. Istilah dalam kehamilan
    2. Faktor factor yang mempengaruhi kehamilan
    3. Perubahan dan adaptasi psikologis selama kehamilan
    4. Kebutuhan Ibu Hamil
    5. Tanda Bahaya Kehamilan
    6. Konsep dasar asuhan kehamilan (Prenatal care)
    7. Proses Keperawatan
       a. Pengkajian
       b. Diagnosa Keperawatan
       c. Intervensi


Daftar Pustaka :


       z Ilyas, Jumarni. 1994. Asuhan keperawatan Perinatal. Jakarta. EGC
       z     Hamilton, Persis Mary. 1995. Dasar dasar Keperawatan Maternitas. Ed 6. Jakarta.
           EGC
       z Bobak. 2004. Buku Ajar keperawatan Maternitas. Ed 4. Jakarta. EGC.
       z Mitayani. 2009. Asuhan Keperawatan Maternitas. Salemba Medika. Jakarta
       z     Sulistyawati, Ari. 2009. Asuhan kebidanan pada masa kehamilan. Salemba Medika.
           Jakarta
       z     Bandiyah, Siti. 2009. Kehamilan, Persalinan dan gangguan kehamilan. Nuha Medika.
           Yogyakarta


.                                                                                           2
.




A. Istilah dalam kehamilan
     ƒ     Partus   adalah suatu proses       pengeluaran hasil     konsepsi   yang dapat     hidup dari
          dalam uterus melalui vagina ke dunia luar.
     ƒ Partus prematurus adalah suatu partus dari hasil konsepsi yang dapat hidup tetapi
          belum aterm. Berat janin antara 1000 sampai 2500 gram atau tua kehamilan antara
          28 minggu sampai 36 minggu.
     ƒ      Partus post maturus atau serotinus adalah partus yang terjadi 2 minggu atau lebih
          dari waktu partus yang diperkirakan.
     ƒ Gravida adalah orang yang sedang hamil.
     ƒ Primigravida adalah seorang wanita yang hamil untuk pertama kali.
     ƒ Para adalah seorang wanita yang pernah melahirkan bayi yang dapat hidup.
     ƒ      Multipara adalah seorang wanita yang beberapa kali melahirkan bayi yang dapat
          hidup (Prawirohardjo, 1999).
B. Faktor factor yang mempengaruhi kehamilan
    1. Faktor Fisik
         a. Status kesehatan
            1) kehamilan pada usia tua
                a) Segi negatif kehamilan di usia tua
                    ƒ Kondisi fisik ibu hamil dengan usia lebih dari 35 tahun akan sangat
                       mempengaruhi proses kelahiran (kontraksi uterus).
                    ƒ Pada usia lebih dari 35 tahun, kualitas sel telur sudah mulai menurun
                       sehingga pada proses pembuahan kemungkinan terjadi gangguan yang
                       akan mengakibatkan gangguan tumbuh kembang janin (IUGR) yang
                       bisa berakibat bayi berat lahir rendah (BBLR).
                b) Segi positif kehamilan di usia tua
                    ƒ Kepuasan peran sebagai ibu
                    ƒ Merasa lebih siap
                    ƒ Pengetahuan mengenai perawatan kehamilan dan bayi lebih baik ƒ Rutin
                    melakukan pemeriksaan kehamilan
                    ƒ Mampu mengambil keputusan
                    ƒ Karier baik, status ekonomi lebih baik
                    ƒ Perkembangan intelektual anak lebih tinggi

.                                                                                                    3
.

               ƒ Periode menyusui lebih lama
               ƒ Toleransi pada kehamilan lebih besar
       2)   Kehamilan multiple
                      Pada     kehamilan     multiple    biasanya    kondisi   ibu lebih lemah.        Halini
            disebabkan oleh adanya beban ganda yang harus ditanggung ibu, baik dalam pemenuhan
            kebutuhan nutrisi, oksigen, dll.
                      Pada     kehamilan     multiple    biasanya    mengindikasikan     adanya      beberapa
            penyulit    pada     proses    persalinannya     sehingga    diperlukan     persalinan    operatif
            (SC).
                      Ketika bayi sudah lahir, kemungkinan ketegangan dalam merawat bayi akan
            sering terjadi karena konsentrasi ibu dua kali lipat daripada bayi tunggal.
       3)   Kehamilan dengan HIV
                      Pada kehamilan dengan ibu yang mengidap HIV, maka janin akan menjadi
            sangat rentan terhadap penularan selama proses kehamilannya karena virus HIV
            kemungkinan akan ditransfer melalui plasenta.
                      Pada penderita HIV, salam perjalanan penyakitnya akan mengalami penurunan
            kondisi     tubuh     jika     tidak   mendapatkan       penanganan       dan pemantauan yang
            adekuat dari petugas kesehatan.
                      Selain adanya pengaruh fisik terhadap ibu dan bayi, hal hal lain yang tidak kalah
            pentingnya dan harus dipertimbangkan oleh tenaga kesehatan ketika memberikan
            asuhan adalah kondisi psikologis ibu yang kemungkinan akan mengalami kehilangan,
            cemas, depresi, dilema serta khawatir akan kesehatan bayinya.
    b. Status Gizi
            Pemenuhan kebutuhan nutrisi yang adekuat sangat mutlak dibutuhkan oleh ibu hamil
       agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi dan
       persiapan fisik ibu dalam menghadapi persalinan dengan aman. Selain itu pemenuhan gizi
       seimbang selama hamil akan meningkatkan kondisi kesehatan bayi dan ibu terutama
       dalam menghadapi masa nifas sebagai modal awal untuk menyusui.
    c. Gaya hidup
       Beberapa      gaya    hidup yang dapat           menrugikan   kesehatan ibu hamil          dan harus
       dihindari adalah kebiasaan begadang, bepergian jauh dengan kendaraan




.                                                                                                         4
.

          bermotor, dll. Gaya hidup ini akan menganggu kesejahteraan bayi yang dikandung
          karena kebutuhan istirahat mutlak diperlukan.
       d. Perokok/Alkoholik
          Ibu hamil yang merokok akan sangat merugikan dirinya dan bayinya. Bayi akan
          kekurangan oksigen dan racun yang diisap melalui rokok dapat ditransfer melalui
          plasenta kedalam tubuh bayi. Pada ibu hamil dengan merokok berat kita harus
          waspada      akan    risiko   keguguran,   kelahiran   prematur,   BBLR   bahkan   kematian
          janin.
       e. Kehamilan yang tidak diharapkan/kehamilan diluar nikah
               Jika kehamilan tidak diharapkan maka secara otomatis ibu akan membenci
          kehamilannya sehingga tidak ada keinginan dari ibu untuk melakukan hal hal positif yang
          dapat meningkatkan kesehatan janinnya.
               Pada kasus ini perlu kita waspadai risiko adanya keguguran, prematur bahkan
          kematian janin. Yang harus diperhatikan lagi adalah kesiapan ekonomi. Ketidaksiapan ibu
          akan menyebabkan postpartum blues.
    2. Faktor Psikologis
       a. Stressor internal
               Merupakan stressor yang berasal dari dalam diri ibu sendiri. Adanya beban
          psikologis    yang     ditanggung    ibu   dapat   menyebabkan     gangguan   perkembangan
          bayi dalam kandungan yang akan terlihat nantinya ketika bayi sudah dilahirkan.
          Kepribadian anak akan tergantung dari kondisi stres yang dialami ibu ketika
          hamil.
       b. Stressor eksternal
               Merupakan pemicu stres yang berasal dari luar. Misalnya masalah ekonomi,
          konflik keluarga, pertengkaran dengan suami, tekanan dari lingkungan luar, dll.
       c. Dukungan keluarga
               Pada setiap tahap usia kehamilan, ibu akan mengalami perubahan baik fisik
          maupun psikologis. Ibu harus melakukanb adaptasi pada setiap perubahan yang
          terjadi. Untuk ibu ibu hamil sangat membutuhkan dukungan yang intensif dari
          keluarga dengan cara menunjukkan perhatian dan kasih sayang.
       d. Kekerasan pada masa lalu
               Kekerasan yang mungkin dialami ibu pada masa lalu/masa kecil akan sangat
          mempengaruhi kepribadian ibu dan akan mempengaruhi kepribadian bayi yang
          dikandung. Untuk itu tenaga kesehatan harus bisa menempatkan diri sebagai




.                                                                                                 5
.

           teman atau pendamping tempat bersandar bagi pasien dalam masalah kesehatan. Klien
           dengan riwayat ini akan cenderung berkepribadian tertutup.
       e. Partner abuse
                Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban kekerasan terhadap perempuan adalah
           wanita yang telah bersuami. Setiap bentuk kekerasan yang dilakukan oleh pasangan harus
           selalu diwaspadai oleh tenaga kesehatan jangan sampai membahayakan kesehatan
           ibu dan bayi yang dikandung. Efek psikologis yang muncul adalah gangguan rasa aman
           dan nyaman pada pasien. Sewaktu waktu pasien akan mengalami perasaan terancam yang
           akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan janinnya.
    3. Faktor lingkungan, sosial dan budaya
       a. Kebiasaan, adat istiadat
                Ada beberapa kebiasaan adat istiadat yang merugikan kesehatan ibu hamil. Tenaga
           kesehatan harus bijaksana dalam menyikapi keadaan ini jangan sampai menyinggung
           ”kearifan lokal” yangg sudah berlaku di daerah tersebut.
       b. Fasilitas kesehatan
                Adanya fasilitas kesehatan yang memadai akan sangat menentukan kualitas pelayanan
           kepada ibu hamil dan akan sangat menentukan atau berpengaruh terhadap upaya
           penurunan angka kesehatan ibu (AKI).
       c. Status ekonomi
                Tingkat sosial ekonomi terbukti sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan
           fisik dan psikologis ibu hamil.
       d. Kekerasan dalam kehamilan
           Terjadinya kekerasan dalam kehamilan akan sangat mempengaruhi kesehatan ibu
           dan bayi. Tekanan psikologis           yang dialami ibu hamil akan membawa dampak
           yang sangat tidak baik bagi bayinya. Jika ibu mengalami depresi kemungkinan
           keinginan untuk merawat bayi juga akan menurun sehingga sebagai tenaga kesehatan
           perlu waspada terhadap adanya penyulit dan komplikasi tersebut.
       e. Tingkat pendidikan
           Penguasaan pengetahuan erat kaitannya dengan kualitas perawatan bayi sangat berkaitan
           erat dengan tingkat pengetahuan seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa           semakin
           tinggi     pendidikan     seseorang   maka   semakin    baik   pula pengetahuannya tentang
           sesuatu.




.                                                                                                 6
.

          f. Pekerjaan
             Pekerjaan seseorang akan menggambarkan aktivitas dan tingkat kesejahteraan ekonomi
             yang akan didapatkan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ibu yang bekerja
             mempunyai tingkat pengetahian yang lebih baik daripada ibu yang tidak bekerja.
C.   Konsep dasar asuhan kehamilan (Prenatal Care)
     Tiga komponen dasar perawatan prenatal adalah :

     1.    Pengkajian risiko kehamilan
     2.    meningkatkan kesehatan
     3.    Intervensi medis dan psikososial
     Perawatan kehamilan yang tidak adekuat bisa mengakibatkan berat badan bayi lahir rendah dan
     meningkatkan kejadian prematuritas. Adanya korelasi yang kuat antara dua kejadian di atas dengan
     peningkatan angka morbiditas bayi.
     Tujuan Asuhan Kehamilan antara lain :
     1.      Memantau      kemajuan      kehamilan,    memastikan     kesejahteraan   ibu   dan   tumbuh
           kembang janin.
     2.       Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental serta sosial ibu dan
           bayi.
     3.        menemukan secara dini adanya masalah/gangguan dan kemungkinan komplikasi
           yang terjadi selama kehamilan.
     4.       Mempersiapkan kehamilan dan persalinan dengan selamat baik ibu maupun bayi,
           dengan trauma seminimal mungkin.
     5. Mempersiapkan ibu agar masa nifas dan pemberian ASI Eksklusif berjalan normal.
     6.       Mempersiapkan ibu dan keluarga dapat berperan dengan baik dalam memelihara
           bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara normal.
     Standar Asuhan Kehamilan

     Kunjungan antenatal care (ANC) minimal :
     1. Satu kali pada trimester 1 (usia kehamilan 0 - 13 minggu).
     2. Satu kali pada trimester II (usia kehamilan 14 - 27 minggu)
     3.      Dua kali pada trimester III (usia kehamilan 18 - 40 minggu)
     Pelayanan standar adalah 7T yaitu
     a. Timbang berat badan.
     b. Ukur Tekanan darah.
     c. Ukur Tinggi fundus uteri.
     d. Pemberian imunisasi TT lengkap.


.                                                                                                    7
.

     e. Pemberian Tablet besi (Fe) minimal 90 tablet selama kehamilan dengan dosis
     f.   satu tablet setiap harinya.
     g. Lakukan Tes Penyakit Menular Seksual (PMS).
     h. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan.
     Kunjungan Prakonsepsi
     Idealnya     kunjungan      pertama      dilakukan     selama      konsepsi   dengan     riwayat    kesehatan
     yang lengkap dan pemeriksaan fisik, misalnya DM, IMS, merokok, minum minuman
     keras ,    dll   yang    mungkin       berakibat     negatif    pada   kehamilan     ibu.   Ibu    dianjurkan
     mengkonsumsi asam folat dosis                 400mg/hari untuk mengurangi risiko defek tabung
     neural.
     Kunjungan Prenatal Pertama
      Tujuan pemeriksaan ibu pada kunjungan prenatal pertama adalah sebagai berikut :
     1. Untuk memastikan kehamilan
     2. Untuk pemeriksaan kesehatan fisik ibu hamil
     3. Untuk mengkaji pertumbuhan dan perkembangan janin
     4. Untuk mengevaluasi kebutuhan psikososial ibu dan keluarganya
     5. Untuk mengkaji kebutuhan konseling dan pembelajaran
     6. untuk menyusun rencana perawatan guna meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.
D. Perubahan dan adaptasi psikologis selama kehamilan
    PERUBAHAN PERAN SELAMA KEHAMILAN
    Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, ibu akan mengalami perubahan
    psikologis dan pada saat ini pula wanita akan mencoba untuk beradaptasi terhadap peran
    barunya melalui tahapan sebagai berikut.
    1.    Tahap antisipasi
                 Dalam tahap ini wanita akan mengawali adaptasi perannya dengan merubah peran
          sosialnya melalui latihan formal (misalnya kelas-kelas khusus kehamilan) dan informal melalui
          model peran (role model). Meningkatnya frekuensi interaksi dengan wanita harnil dan ibu
          muda lainnya akan mempercepat proses adaptasi untuk mencapai penerimaan peran barunya
          sebagai seorang ibu.
     2. Tahap honeymoon (menerima peran, mencoba menyesuaikan diri)
                 Pada tahap ini wanita sudah mulai menerirna peran barunya dengan cara
          mencoba     menyesuaikan         diri.   Secara    internal    wanita    akan     mengubah     posisinya
          sebagai penerima kasih sayang dari ibunya menjadi pemberi kasih sayang terhadap
          bayinya. Untuk memenuhi kebutuhan akan kasih sayang, wanita akan menuntut
          dari pasangannya. Aspek lain yang berpengaruh dalam tahap ini adalah seiring


.                                                                                                              8
.

         dengan sudah mapannya beberapa persiapan yang berhubungan dengan kelahiran bayi,
         termasuk dukungan semangat dari orang-orang terdekatnya.


    3. Tahap stabil (bagaimana mereka dapat melihat penampilan dalam peran)
                  Tahap sebelumnya mengalami peningkatan sampai ia mengalami suatu titik stab dalam
         penerimaan peran barunya. la akan melakukan akti vitas-aktivitas yan bersifat positif dan
         berfokus untuk kehamilannya, seperti mencari tahu tentan informasi seputar persiapan
         kelahiran, cara mendidik dan merawat anak, serf hal yang berguna untuk menjaga kondisi
         kesehatan keluarga.
    4. Tahap akhir (perjanjian)
         Meskipun      ia   sudah    cukup     stabil   dalam     menerima        perannya,        namun   ia   tetap
         mengadakan "perjanjian" dengan dirinya sendiri untuk sedapat mungkii "menepati
         janji"    mengenai     kesepakatan-kesepakatan         internal   yang     telah     ia    buat   berkaitan
         dengan apa yang akan ia perankan sejak saat ini sampai bayinya lahir kelak.
    PERUBAHAN PSIKOLOGIS TRIMESTER I (PERIODE PENYESUAIAN)
    1. Ibu merasa tidak sehat dari kadang merasa benci dengan kehamilannya.
    2.     Kadang      muncul     penolakan,     kekecewaan,        kecemasan,       dan    kesedihan.      Bahkan
         kadang ibu berharap agar dirinya tidak hamil saja.
    3.    Ibu akan selalu mencari tanda-tanda apakah ia benar-benar hamil. Hal ini
         dilakukan sekadar untuk meyakinkan dirinya.
    4.    Setiap     perubahan      yang   terjadi   dalam   dirinya       akan    selalu   mendapat       perhatian
         dengan saksama.
    5. Oleh karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seorang ibu yang
         mungkin akan diberitahukannya kepada orang lain atau malah mungkin
         dirahasiakannya.
    6.    Hasrat untuk melakukan hubungan seks berbeda-beda pada tiap wanita, tetapi
         kebanyakan akan mengalami penurunan.
    PERUBAHAN PSIKOLOGIS TRIMESTER II (PERIODE KESEHATAN YANG BAIK)
    1. Ibu merasa sehat, tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormon yang tinggi.
    2. Ibu sudah bisa menerima kehamilannya.
    3. Merasakan gerakan anak.
    4. Merasa terlepas dari ketidaknyamanan dan kekhawatiran.
    5. Libido meningkat.
    6. Menuntut perhatian dan cinta.
    7. Merasa bahwa bayi sebagai individu yang merupakan bagian dari dirinya.


.                                                                                                                9
.

    8.         Hubungan sosial meningkat dengan wanita hamil lainnya atau pada orang lain
         yang baru menjadi ibu.
    9.         Ketertarikan dan aktivitasnya terfokus pada kehamilan, kelahiran, dan persiapan
         untuk peran baru.

    PERUBAHAN PSIKOLOGIS TRIMESTER III                         (PERIODE PENANTIAN DENGAN PENUH

    KEWASPADAAN)

    1. Rasa tidak nyaman tirabul kembali, merasa dirinya jelek, aneh, dan tidak menarik.
    2. Merasa tidak menyenangkan ketika bayi tidak lahir tepat waktu.
    3.         Takut akan rasa sakit dan bahaya fisikyang timbul pada saat melahirkan, khawatir
         akan keselamatannya.
    4.     Khawatir     bayi   akan      dilahirkan dalam      keadaan    tidak normal,     bermimpi     yang
         mencerminkan perhatian dan kekhawatirannya.
    5. Merasa sedih karena akan terpisah dari bayinya.
    6. Merasa kehilangan perhatian.
    7. Perasaan mudah terluka fsensitif).
    8. Libido menurun.
    ADAPTASI YANG DIALAMI OLEH AYAH
    Selama masa kehamilan ayah juga mengalami adaptasi peran yang cukup menimbulkan
    stres tersendiri.
    1. Surnber stres ayah
          a. Masalah keuangan.
          b. Kondisi yang tidak diinginkan selama hamil.
          c. Cemas bayinya tidak sehat/tidak normal
          d. Khawatir tentang nyeri istrinya saat melahirkan.
          e. Peran setelah melahirkan.
          f.    Perubahan hubungan dengan istri, keluarga, dan teman-temannya.
          g. Kemampuan sebagai orangtua.
    2. Perubahan psikologis ayah
                  Perubahan    psikologis    yang    dialami      oleh   ayah   dalam    rangka    pencapaian
         penerimaan peran barunya sejalan dengan fase-fase yang dialami oleh ibu. Secara
         umum ayah yang stres menyukai anak-anak, senang berperan sebagai ayah, dan
         senang     mengasuh     anak,     percaya   diri   dan    mampu    menjadi     ayah,   serta   senang
         membagi pengalamannya tentang kehamilan dan melahirkan dengan pasangannya.




.                                                                                                         10
.




           a. Trimester I
                1). Memberitahu keluarga, teman, dan relasi.
                2). Sering bingung terhadap perubahan istrinya, meliputi perubahan perasaan
                    dan tubuhnya. la memperhatikan kebutuhan istrinya yang mudah lelah
                    dan menurunnya keinginan untuk berhubungan seksual.
                3). Saat ini, anaknya adalah bayi yang "potensial". Ayah sering dibayangkan
                    berinteraksi dengan anaknya yang sudah berusia 5 atau 6 tahun, walaupun
                    kehamilan istrinya belum kelihatan.
           b. Trimester II
                1). Peran ayah saat ini masih samar-samar, tetapi kebingungan atas
                    keterbatasannya menurun dengan melihat dan merasakan gerakan fetus.
                2). Merasa lebih nyaman dengan dapat melihat anaknya pada USG.
                3). Khawatir tentang pembagian peran antara mencari nafkah dan membantu
                    istri mengurus anak. Pada tahap ini kadang timbul konflik pada pasangan
                    mengenai bagaimana ia akan menjadi ayah,
           c. Trimester III
                1). Persiapan yang nyata terlihat untuk kelahiran bayinya.
                2). Terlibat dalam kelas bersama, mendampingi istri saat memeriksakan
                    kehamilannya.
                3). Timbul rasa takut.
                4). Timbul pertanyaan dalam benak, "Seperti apa menjadi orangtua?" atau
                    "Dapatkah ia membantu istrinya selama proses persalinan?"
                5). Timbul rasa tidak percaya, seperti apakah ia akan benar-benar mempunyai
                    anak?

    PERSIAPAN SAUDARA KANDUNG (SIBLING)
         Sibling Rivalry adalah rasa persaingan diantara saudara kandung akibat kelahiran
    anak berikutnya. Biasanya terjadi pada anak usia 2 - 3 tahun. Sibling rivalry ini biasanya
    ditunjukkan dengan penolakan terhadap kelahiran adiknya, menangis, menarik diri dari
    lingkungannya, menjauh dari ibunya atau melakukan kekerasan pada adiknya.
         Untuk mencegah sibling rivalry ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain sebagai
    berikut :
    1.    Jelaskan pada anak tentang posisinya
    2.    Libatkan anak dalam mempersiapkan kelahiran adiknya


.                                                                                                11
.

     3.    Ajak anak untuk berkomunikasi dengan bayi sejak masih dalam kandungan
     4.    Ajak anak untuk melihat benda benda yang berhubungan dengan kelahiran bayi.
E.   Kebutuhan ibu hamil
     Diet Makanan
          Kebutuhan makanan pada ibu hamil mutiak harus dipenuhi. Kekurangan nutrisi dapat
     menyebabkan anemia, abortus, IUGR, inersia uteri, perdarahan pasca-persalinan, sepsis puerperalis,
     dan lain-lain. Sedangkan kelebihan makanan—karena beranggapan pemenuhan makan untuk
     dua orang—akan berakibat kegemukan, pre-eklampsi, janin terlalu besar, dan sebagainya
          Status gizi ibu yang kurang baik sebelum dan selama kehamilan merupakan penyebab
     utama dari berbagai persoalan kesehatan yang serius pada ibu dan bayi, yang berakibat terjadinya
     bayi lahir dengan berat badan rendah, kelahiran prematur, serta kematian neonatal dan prenatal
          Pengaruh suplementasi multigizi mikro (MGM) dan Fe-folat terhadap status gizi makro ibu
     hamil dengan menggunakan penambahan berat badan hamil (PBBH) sebagai indikator, masih
     sangat sedikit. Padahal, PBBH merupakan indikator utama yang menentukan hasil kehamilan,
     di samping berat badan prahamil (BBpH).
          Berat badan sebelum hamil, PBBH, dan indeks massa tubuh (IMT) masih merupakan indikator
     yang banyak dipakai untuk menentukan status gizi ibu. Rendahnya PBBH yang diperburuk oleh
     rendahnya berat badan sebelum hamil dan otomatis rendahnya IMT ditengarai akan meningkatkan
     risiko kehamilan, seperti BBLR, kelahiran prematur, dan komplikasi pada saat melahirkan.
          PBBH yang terlalu tinggi berisiko terhadap komplikasi kehamilan seperti hipertensi ,diabetes,
     dan pre-eklampsi, komplikasi waktu melahirkan, serta makrosomia. Untuk menghindari risiko
     tersebut,   ibu   hamil   harus   memperhatikan   asupan    gizi   sebelura ketika,   dan   setelah
     kehamilan, karena rerata PBBH yang dianjurkan di negara berkembang adaJah 12,5
     kilogram.
     Kebutuhan energi
          Widya Karya Pangan dan Gizi Nasional               menganjurkan pada ibu hamil untuk
     meningkatkan asupan energinya sebesar 285 kkal per hari. Tambahan energi ini
     bertujuan untuk memasok kebutuhan ibu dalam memenuhi kebutuhan janin. Pada trimester I
     kebutuhan energi nieningkat untuk organogenesis atau pembentukan organorgan penting janin, dan
     jumlah tambahan energi ini terus nieningkat pada trimester II dan III untuk pertumbuhan janin.

.                                                                                                     12
.

    Protein. Ibu hamil mengalarni peningkatan kebutuhan protein sebanyak 68%. Widya Karya
    Pangan dan Gizi Nasional menganjurkan untuk menambah asupan protein menjadi 12% per
    hari atau 75-100 gram.
    Bahan pangan yang dijadikan sebagai sumber protein sebaiknya bahan pangan dengan nilai biologi
    yang tinggi, seperti daging tak berlemak, ikan, telur, susu, dan hasil olahannya. Protein yang
    berasal dari tumbuhan nilai biologinya rendah jadi cukup sepertiga bagian saja.
    Zat Besi. Anemia sebagian besar disebabkan oleh defisiensi zat besi, oleh karena itu
    perlu   ditekankan     kepada    ibu    hamil    untuk     mengonsumsi zat     besi   selama    hamil dan
    setelah melahirkan. Kebutuhan zat besi selama hamil nieningkat sebesar 300% (1.040 nig
    selama hamil) dan peningkatan ini tidak dapat tercukupi hanya dari asupan makanan
    ibu selama     hamil     melainkan perlu ditunjang dengan suplemen                zat besi. Pemberian
    suplemen zat besi dapat diberikan sejak minggu ke-12 kehamilan sebesar                         30-60 gram
    setiap hari selama       kehamilan dan enam minggu setelah kelahiran untuk mencegah
    anemia postpartum.
    Pemantauan konsumsi suplemen zat besi perlu juga diikuti dengan pemantauan cara
    minum yang benar karena hal ini akan sangat memengaruhi efektivitas penyerapan zat
    besi. Vitamin C dan protein hewani merupakan elemen yang sangat membantu dalam
    penyerapan    zat    besi,     sedangkan   kopi,    teh,    garam   kalsium,    magnesium        dan   fitat
    (terkandung dalam kacang- kacangan) akan mengbambat penyerapan zat besi. Namun;
    demikian   bukan     berarti    zat    makanan     yang    menghambat   penyerapan      zat     besi   tidak
    prmanfaat bagi tubuh. Zat-zat ini tetap dikonsumsi naraun jangan diminum bersamaan
    igan tablet zat besi. Berilah jarak waktu kurang lebih dua jam dari pemberian zat si.
    Meskipun begitu besar manfaat dari suplemen zat besi,               tetapi tetap perlu :rhatikan bahwa
    mengonsumsi zat besi yang berlebihan kurang baik, karena tablet |i terbukti dapat menurunkan
    kadar seng dalam serum. Oleh karena itu asupan zat Si dari makanan adalah yang terbaik.
    Asam Folat. Asam folat merupakan satu-satunya vitamin yang kebutuhannya |ningkat
    dua kali lipat selama hamil. Asam folat sangat berperan dalam metabolisme lal
    makanan menjadi energi, pematangan sel darah merah, sintesis DNA, tumbuhan sel,
    dan pembentukan heme. Jika kekurangan asam folat maka ibu dapat ^nderita anemia
    megaloblastik dengan gejala diare, depresi, lelah berat, dan selalu mengantuk. Jika
    kondisi ini terus berlanjut dan tidak segera ditangani maka pada ibu harail akan terjadi
    BBLR, ablasio plasenta, dan kelainan bentuk tulang belakang janin (spina bifida).




.                                                                                                          13
.

    lenis makanan yang banyak mengandung asam folat adalah ragi, hati, brokoli, sayur
    berdaun hijau (bayam, asparagus), dan kacang-kacangan (kacang kering, kacang
    kedelai). Sumber lain adalah ikan, daging, buah jeruk, dan telur. Oleh karena asam folat
    tidak stabil dalam pemanasan, maka dianjurkan untuk memakan sayuran dalam
    keadaan mentah dengan dicuci sebelumnya agar sisa pestisida dan cacing hilang.
    Oleh karena ada kekhawatiran asam folat tidak dapat terpenuhi hanya dari asupan
    makanan, maka Widya Karya Pangan Nasional menganjurkan untuk pemberian
    suplemen asam folat dengan besaran 280,660, dan 470 mikrogram untuk trimester I, II,
    dan III. Asam folat sebaiknya diberikan 28 hari setelah ovulasi atau 28 hari pertama
    setelah kehamilan karena sumsum tulang belakang dan otak dibentuk pada rainggu
    pertama kehamilan.
    Kalsium. Metabolisme kalsium selama hamil mengalami perubahan yang sangat berarti.
    Kadar kalsium dalam darah ibu hamil turun drastis sebanyak 5%. Oleh karena itu, asupan yang
    optimal perlu dipertimbangkan. Sumber utama kalsiun adalah susu dan hasil olahannya, udang,
    sarang burung, sarden dalam kaleng, dan beberapa bahan makanan nabati, seperti sayuran warna
    hijau tua dan lain-lain.
    Selain beberapa zat gizi yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil, ada beberapa
    makanan yang harus dihindari karena kemungkinan akan dapat membahayakan ibu dan
    pertumbuhan janin. Makanan yang tidak sehat atau berbahaya bagi janin di antaranya adalah sebagai
    berikut.
    •     Hati dan produk hati. Mengandung vitamin A dosis tinggi yang bersifat teratogenik (menyebabkan
    cacat pada janin).
    •    Makanan mentah atau setengah matang karena risiko toksoplasma.
    •          Ikan yang mengandung metil merkuri dalam kadar tinggi seperti hiu, marlin; yang dapat
    mengganggu sistem saraf janin.
    •     Kafein yang terkandung dalam kopi, teh, cokelat, kola dibatasi 300 mgper hari. Efek yang dapat
    terjadi di antaranya adalah insomnia (sulit tidur), refluks, dan frekuensi berkemih yang meningkat.
    •    Vitamin A dalam dosis > 20.000-50.000 lU/hari dapat menyebabkan kelainafl bawaan.

    Obat-obatan
        Sebenarnya jika kondisi ibu hamil tidak dalam keadaan yang benar-benar berindikasi untuk
    diberikan obat-obatan, sebaiknya pemberian obat dihindari. Penatalaksanaan keluhan dan
    ketidaknyamanan yang dialami lebih dianjurkan kepada pencegahan dan perawatan saja.

.                                                                                                 14
.

           Dalam pemberian terapi, dokter biasanya akan sangat memperhatikan reaksi obat terhadap
        kehamilan, karena ada obat tertentu yang kadang bersifat kontra dengan kehamilan.

        Lingkungan yang Bersih
           Salah satu pendukung untuk keberlangsungan kehamilan yang sehat dan aman adalah
        adanya lingkungan yang bersih, karena kemungkinan terpapar kuman dan zat tobik yang berbahaya
        bagi ibu dan janin akan terminimalisasi. Lingkungan bersih di sini adalah termasuk bebas dari polusi
        udara seperti asap rokok.
           Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Cuno S.P.M. Uiterwaal, pemimpin penelitian
        dan professor yang berkerja sama dengan klinik epidemiologi di Medical Center University
        di Utrecht menemukan bahwa orangtua perokok dapat membahayakan kesehatan anak
        mereka, termasuk sistem kardiovaskular mereka yang dapat dideteksi sejak awal kehamilannya.
        Karbon monoksida yang terdapat dalam rokok akan dapat dengan bebas menembus plasenta dan
        mengurangi kemampuan Hb dalam mengikat oksigen. Nikotin merangsang hormon adrenergik
        yang menyebabkan vasokonstriksi menyeluruh, terutama mengurangi perfusi uterus dan
        mempersempit arteri tali pusat. Ibu hamil sebagai perokok aktif ataupun terpapar asap rokok
        {perokok pasif) akan terkena dampak yang sama.

        Pakaian
        Messkipun pakaian bukan merupakan hal yang berakibat langsung terhadap kesejahteraan
        ibu dan janin, namun perlu kiranya jika tetap dipertimbangkan beberapa aspek kenyamanan dalam
        berpakaian. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pakaian ibu hamil adalah memenuhi
        kriteria berikut ini.
    ƒ      Pakaian harus longgar, bersih, dan tidak ada ikatan yang ketat pada daerah perut. ƒ   Bahan
    pakaian usahakan yang mudah menyerap keringat.
    ƒ Pakailah bra yang menyokong payudara.
    ƒ
           Memakai sepatu dengan hak yang rendah.
    ƒ Pakaian dalam yang selalu bersih.

    Islirahat dan Rekreasi
        Dengan adanya perubahan fisik pada ibu hamil, salah satunya beban berat pada perut
        sehingga terjadi perubahan sikap tubuh, tidak jarang ibu akan mengalami kelelahan,
        oleh karena itu istirahat dan tidur sangat penting untuk ibu hamil. Pada trimester akhir
        Kamilan sering diiringi dengan bertambahnya ukuran janin, sehingga terkadang ibu
        kesulitan untuk menentukan posisi yang paling baik dan nyaman untuk tidur. Posisi


.                                                                                                      15
.

    yang dianjurkan pada ibu hamil adalah miring ke kiri, kaki kiri lurus, kaki kanan sedikit menekuk
    dan diganjal dengan bantal, dan untuk mengurangi rasa nyeri pada perut, ganjal dengan bantal
    pada perut bawah sebelah kiri.
    Hal-hal yang dianjurkan apabila ibu hamil bepergian adalah sebagai berikut.
    ƒ Hindari pergi ke suatu tempat yang ramai, sesak, dan panas, serta berdiri terlalu
         lama di tempat itu karena akan dapat menimbulkan sesak napas sampai akhirnya
         jatuh pingsan (sinkop).
    ƒ Apabila bepergian selama kehamilan, maka duduk dalam jangka waktu lama ha;
         dihindari karena dapat menyebabkan peningkatan risiko bekuan darah vena dal
         (deep vein thrombosis) dan tromboflebitis selama kehamilan.
    ƒ       Wanita hamil dapat mengendarai mobil maksimal 6 jam dalam sehari dan hai
         berhenti selama 2 jam lalu berjalan selama 10 menit.
    ƒ        Stocking penyangga sebaiknya dipakai apabila harus duduk dalam jangka waktu
         lama di mobil atau pesawat terbang.
    ƒ       Sabuk pengaman      sebaiknya     selalu    dipakai, sabuk tersebut    diletakkan   di   bawah
         perut ketika kehamilan sudah besar.

    Kebersihan Tubuh
        Kebersihan tubuh ibu hamil perlu diperhatikan karena dengan perubahan sistem metabolisme
    mengakibatkan       peningkatan      pengeluaran      keringat.   Keringat    yang menempel di kulit
    meningkatkan      kelembapan      kulit   dan      memungkinkan    menjadi    tempat   berkembangnya
    mikroorganisme. Jika tidak dibersihkan (dengan mandi), maka ibu hamil akan sangat mudah
    untuk terkena penyakit kulit.
        Bagian tubuh lain yang sangat membutuhkan perawatan kebersihan adalat daerah
    vital, karena saat hamil terjadi pengeluaran sekret vagina yang berlebihan Selain dengan
    mandi, mengganti celana dalam secara rutin minimal dua kali sehar sangat dianjurkan.

    Perawatan Payudara
    Payudara merupakan aset yang sangat penting sebagai persiapan menyambut kelahiran sang bayi
    dalam proses menyusui.
    Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perawatan payudara adalah sebagai berikut :
        ƒ Hindari pemakaian bra dengan ukuran yang terlalu ketat dan yang
              menggunaka: busa, karena akan mengganggu penyerapan keringat payudara.
        ƒ Gunakan bra dengan bentuk yang menyangga payudara.
        ƒ       Hindari membersihkan puting dengan sabun mandi karena akan menyebabka
              iritasi. Bersihkan puting susu dengan minyak kelapa lalu bilas dengan ai hangat.

.                                                                                                     16
.

        ƒ          Jika ditemukan pengeluaran cairan yang berwarna kekuningan dari payudara
             berarti produksi ASI sudah dimulai.

    Eliminasi
        Keluhan yang sering muncul pada ibu hamil berkaitan dengan eliminasi adalah konstipasi
    dan sering buang air kemih. Konstipasi terjadi karena adanya pengaruh hormon progesteron
    yang mempunyai efek rileks terhadap otot polos, salah satunya otot usus. Selain itu, desakan
    usus oleh pembesaran janin juga menyebabkan bertambahnya konstipasi.
        Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan
    tinggi serat dan banyak minum air putih, terutama ketika lambung dalam keadaan kosong.
    Meminum air putih hangat ketika perut dalam keadaan kosong dapat merangsang gerak peristaltik
    usus. jika ibu sudah mengalami dorongan, maka segeralah untuk buang air besar agar tidak terjadi
    konstipasi.
        Sering buang air kecil merupakan keluhan yang umum dirasakan oleh ibu hamil, terutama
    pada trimester I dan III. Hal tersebut adalah kondisi yang fisiologis. Ini terjadi karena pada awal
    kehamilan terjadi pembesaran uterus yang mendesak kantong kemih sehingga                kapasitasnya
    berkurang. Sedangkan pada trimester III terjadi pembesaran janin yang juga menyebabkan
    desakan pada kantong kemih. Tindakan mengurangi asupan cairan untuk mengurangi keluhan
    ini sangat tidak dianjurkan, karena akan nenyebabkan dehidrasi.

    Seksual
    Hubungan seksual selama kehamilan tidak dilarang selama tidak ada riwayat penyakit seperti
    berikut ini.
    -    Sering abortus dan kelahiran prematur.
    -    Perdarahan per vaginam.
    -    Koitus harus dilakukan dengan hati-hati terutama pada minggu terakhir kehamilan.
    -    Bila ketuban sudah pecah, koitus dilarang karena dapat menyebabkan infeksi janin
         intrauteri.

    Persiapan Persalinan
    Meskipun hari perkiraan persalinan masih lama tidak ada salahnya jika ibu dan keluarga.
    mempersiapkan persalinan sejak jauh hari sebelumnya. Ini dimaksudkan agar jika terjadi sesuatu hal
    yang tidak diinginkan atau persalinan maju dari hari perkiraan, semua perlengkapan yang
    dibutuhkan sudah siap.




                                                                                                   17
     Beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk persalinan adalah sebagai berikut.
         ƒ Biaya dan penentuan tempat serta penolong persalinan.
         ƒ      Anggota keluarga yang dijadikan sebagai pengambil keputusan jika terjadi sut
             komplikasi yang membutuhkan rujukan.
         ƒ Baju ibu dan bayi beserta perlengkapan lainnya.
         ƒ      Surat-surat fasilitas kesehatan (misalnya ASKES, jaminan kesehatan dari terapj
             kerja, Kartu Sehat, dan lain-lain).
         ƒ     Pembagian peran ketika ibu berada di RS              (ibu dan mertua, yang menjaga am
             lainnya—jika bukan persalinan yang pertama).
     Selain beberapa hal di atas, yang tak kalah penting untuk dipersiapkan dari ibu adalah pemahaman
     akan tanda-tanda pasti persalinan antara lain :
         ƒ     Rasa sakit atau mulas di perut dan menjalar ke perut bagian bawah sampai ke
             pinggang bagian belakang, yang disebut sebagai kontraksi.
         ƒ Kontraksi ini terjadi secara teratur dan semakin lama semakin sering dengan
             intensitas yang meningkat Minimal tiga kali dalam 10 menit dengan durasi 30-40
             detik.
         ƒ    Adanya     pengeluaran    per    vagina   berupa   sekret    yang   berwarna    merah    muda
             disertai lendir.
         ƒ Kadang dijumpai pengeluaran air ketuban yang terjadi secara spontan (selapu
             ketuban pecah) dengan ciri-ciri adanya pengeluaran air ketuban seketika dalam
             jumlah banyak atau keluarnya air ketuban sedikit-sedikit tetapi dalam waktu
             yang lama. Hal ini disebut sebagai ketuban rembes karena selaput ketuban
             robek. Perlu ditekankan kepada ibu dan keluarga untuk dapat membedakan
             antara pengeluaran air seni dengan air ketuban, karena perbedaan
             konsistensinya sangat tipis, terutama jika air ketuban sudah terserap dalam kain.
     Ketidaknyamanan dan Cara mengatasinya
     Dalam proses kehamilan terjadi perubahan sistem dalam tubuh ibu yang semuanya
     membutuhkan suatu adaptasi.
F.   Tanda Bahaya Kehamilan

     Tanda Bahaya Ibu dan Janin Masa Kehamilan Muda
     1. Perdarahan Pervaginam
         Perdarahan vagina dalam kehamilan adalah sesuatu yang normal jika hanya terjadi
         disekitar    waktu     pertama       haidnya   terlambat    dan    perdarahan       hanya    sedikit
         (spooting). Jika perdarahan yang terjadi banyak dan dalam waktu beberapa hari
         maka harus dicurigai adanya kejadian yang lain yang harus segera ditindaklanjuti.

                                                                                                        18
   Beberapa diagnosis perdaharan pervaginan pada masa kehamilan :
    a. Kehamilan ektopik
    b. Kemungkinan abortus (abortus Imminens, abortus inkomplet, abortus komplet)
    c. Kehamilan ektopik terganggu
        Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan implantasi terjadi di luar uterus. Tuba
        Fallopi   merupakan      tempat   tersering     untuk   terjadinya    implantasi kehamilan
        ektopik (>90%).
        Tanda dan gejala Kehamilan Ektopik
                     Kehamilan Ektopik                       Kehamilan Ektopik terganggu
          ƒ Gejala            kehamilan         awal     ƒ Kolaps dan kelelahan
             (flek/perdarahan yang ireguler, mual,       ƒ      Denyut nadi cepat dan lemah
             pembesaran        payudara,    perubahan         (110x/menit atau lebih).
             warna pada vagina dan serviks,              ƒ Hipotensi
             pelunakan serviks,          pembesaran      ƒ Hipovolemia
             uterus,      frekuensi     BAK yang         ƒ     Abdomen akut dan nyeri pelvis ƒ
             meningkat).                                 Distensi Abdomen
          ƒ Nyeri pada abdomen dan pelvis                ƒ Nyeri Lepas
                                                         ƒ Pucat


    d. Mola Hidatidosa, merupakan proliferasi abnormal dari vili khorialis.
2. Hipertensi Gravidarum
   Hipertensi dalam kehamilan termasuk hipertensi karena kehamilan dan hipertensi
   kronik (meningkatnya tekanan darah sebelum usia kehamilan 20 minggu.
   Hipertensi dalam kehamilan sering ditandai dengan nyeri kepala, kejang dan hilangnya
   kesadaran. Kejadian lain yang bisa mengakibatkan kejang adalah epilepsi, malaria, trauma
   kepala, meningitis dan ensefalitis.
    a. Tekanan diastolik merupakan indikator untuk prognosis pada penanganan
        hipertensi dalam kehamilan.
    b. Tekanan diastolik mengukur tekanan tahanan perifer dan tidak dipengaruhi
        oleh keadaan emosi pasien.
    c. Jika tekanan diastolik >90mmHg pada dua pemeriksaan berjarak 4 jam atau
        lebih, diagnosisnya adalah hipertensi. Pada keadaan urgen, tekanan diastolik
        110 mmHg dapat dipakai sebagai dasar diagnosis, dengan jarak waktu
        pengukuran < 4 jam.
        1) Jika hipertensi pada kehamilan >20 minggu, pada persalinan, atau dalam 48
            jam sesudah persalinan, diagnosisnya adalah hipertensi dalam kehamilan.
        2) Jika hupertensi terjadi pada kehamilan < 20 minggu, diagnosisnya adalah
            hipertensi kronik.




                                                                                              19
    Klasifikasi hipertensi dalam kehamilan adalahs ebagai berikut :
        a. Hipertensi (tanpa proteinuria atau edema).
        b. Preeklamsia ringan
        c. Preeklamsia berat
        d. Eklamsia
 3. Nyeri Perut bagian Bawah
    Nyeri perut pada kehamilan 22 minggu atau kurang merupakan gejala utama pada kehamilan
    ektopik atau abortus.
    Diagnosis banding nyeri perut :
1) Kista Ovarium
2) Apendisitis
3) Sistisis
4) Pielonefritis akut
5) Kehamilan ektopik

 Tanda Bahaya Ibu dan Janin Masa Kehamilan Lanjut
1. Perdarahan Pervaginam
    Perdarahan pada kehamilan setelah 22 minggu sampai bayi dilahirkan dinamakan perdarahan
    intrapartum sebelum kelahiran. Perdarahan pada akhir kehamilan, perdarahan tidak normal
    adalah merah, banyak dan kadang kadang, tetapi tidak selalu, disertai dengan rasa nyeri.
    Perdarahan seperti ini bisa berarti plasenta previa atau abrubiso plasenta.
    Diagnosis perdarahan antepartum


                                                                                           Diagnostic
  Tanda & gejala Utama           Faktor predisposisi           Penyulit lain
  ƒ Perdarahan tanpa            ƒ Grande multipara      ƒ   Syok
      nyeri, usia gestasi                               ƒ       Perdarahan setelah
      > 22 minggu.                                           koitus
  ƒ Darah                                               ƒ   Tidak                 ada
      segar/kehitaman                                        kontraksi uterus
      dengan bekuan.                                    ƒ   Bagian         terendah
  ƒ      Perdarahan dapat                                    janin tidak masuk          Plasenta previa
      terjadi      setelah                                   PAP
      miksi            atau                             ƒ   Kondisi             janin
      defekasi,    aktifitas                                 normal atau gawat
      fisik,     kontraksi                                   janin
      braxton hiks atau
      koitus

  ƒ Perdarahan                  ƒ Hipertensi            ƒ   Syok yang tidak
     dengan             nyeri   ƒ Versi luar               sesuai      dengan
     intermitten         atau   ƒ    Trauma abdomen ƒ      jumlah darah yang            Solutio plasenta
     menetap                    Polihidramnion      ƒ      keluar
  ƒ Warna            darah      Gemelli                 ƒ Anemia berat
     kehitaman         dan      ƒ Defisiensi gizi       ƒ Melemah         atau

                                                                                                           20
      cair,             tetapi                                    hilangnya       gerak
      mungkin              ada                                    janin
      bekuan               ada                                ƒ   Gawat
      bekuan jika solusio                                         janin/hilangnya
      relatif baru                                                DJJ
 ƒ    Jika            ostium                                  ƒ   Uterus tegang dan
      terbuka,         terjadi                                    nyeri
      perdarahan
      berwarna           merah
      segar.
 ƒ    Perdarahan                  ƒ Riwayat SC                ƒ   Syok atau takikardi
      intrabdominal         dan   ƒ     Partus lama atau      ƒ   Adanya          cairan
      atau vaginal                    lewat waktu                 bebas
 ƒ    Nyeri             hebat     ƒ    Disproporsi kepala ƒ       intrabdominal
      sebelum                     Kelainan                    ƒ   Hilangnya gerak
      perdarahan            dan       letak/presentasi            DJJ
      syok,              yang     ƒ Persalinan                ƒ   Bentuk         uterus
                                                                                            Ruptura Uteri
      kemungkinan                     traumatik                   abnormal          atau
      hilang          setelah                                     konturnya        tidak
      terjadi      regangan                                       jelas.
      pada perut bawah                                        ƒ   Nyeri raba/tekan
                                                                  dinding perut dan
                                                                  bagian bagian janin
                                                                  mudah dipalpasi
 ƒ    Perdarahan                  ƒ Solusio plasenta          ƒ   Perdarahan gusi
      berwarna merah              ƒ Janin mati dalam          ƒ   Gambaran memar
 ƒ    Uji     pembekuan              rahim                        bawah kulit
      darah          tidak        ƒ Eklamsia                  ƒ   Perdarahan         dari
      menunjukkan                 ƒ Emboli air ketuban            tempat       tusukan
      adanya       bekuan                                         dan jarum infus
                                                                                              Gangguan
      darah setelah tujuh
                                                                                             pembekuan
      menit.
                                                                                                darah
 ƒ    Rendahnya faktor
      pembekuan      darah,
      fibrinoen,
      trombosit,
      fragmentasi       sel
      darah merah.


2. Sakit Kepala yang hebat dan menetap
     Sakit kepala selama kehamilan adalah umum terjadi dan sering kali merupakan
     ketidaknyamanan yang normal selama kehamilan. Sakit                         kepala yang menunjukkan
     suatu masalah yang serius adalah sakit kepala yang hebat dan menetap dan tidak
     hilang dengan beristirahat. Kadang kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut,
     ibu mungkin mengalami kehilangan penglihatan yang menjadi kabur dan bayang
     bayang. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah salah satu gejala dari
     preeklamsia.
3. Nyeri abdomen yang hebat
     Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal adalah tidak
     normal. Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam


                                                                                                            21
         keselamatan jiwa adalah hebat, menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Hal ini
         bisa      berarti    apendisitis,   kehamilan   ektopik,     penyakit   radang    pelvis,   persalinan
         preterm, gastritis, penyakit kantong empedu, iritasi uterus, abrupsio plasenta, ISK
         dll.
         Diagnosis banding nyeri abdomen pada kehamilan lanjut :
         a. Kemungkinan persalinan preterm
         b. Solutio plasenta
         c. Ruptura uteri
         d. Amnionitis
         e. Sistitis
         f.     Pielonefritis
         g. Apendisitis
         h. Matritis
         i.     Abses pelvis
         j.     Peritonitis
         k. Kista ovarium
   4. Bengkak pada muka dan tangan
         Hampir setengah dari ibu ibua hamil akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang
         biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah istirahat atau meletakkan kaki lebih
         tinggi. Bengkak dapat menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada permukaan
         muka, tangan, tidak hilang dengan istirahat, dan diikuti dengan keluhan fisik lainnya. Hal ini
         bisa merupakan pertanda anemia, gagal jantung, atau preeklamsia.
   5. Bayi kurang bergerak seperti biasa
    Ibu mulai merasakan gerakan bayinya selama bulan ke-5 dan ke-6, beberapa ibu dapat
    merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi tidur, gerakannya akan melemah. Bayi
    harus bergerak palings edikit 3 kali dalam periode 3 jam. Gerakan bayi akan lebih
    mudah terasa jika berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan
    baik.
G. Pendidikan Kesehatan
    Tujuan pemberian edukasi adalah :
    1.          Fasilitasi    pemahaman      mengenai    status     kesehatan    pasien,   pilihan   perawatan
          kesehatan dan konsekuensinya.
    2. Mendorong partisipasi dalam proses pengambilan keputusan.
    3. Meningkatkan kemungkinan untuk mengikuti rencana perawatan.


                                                                                                           22
4. Memaksimalkan ketrampilan
5. Membantu perawatan berkelanjutan
6. Meningkatkan gaya hidup sehat.


Faktor Faktor yang mempengaruhi edukasi antara lain :
1. Usia
    Pada tingkat masing masing usia memiliki pendekatan emosi dan psikologisnya berbeda
    beda sesuai dengan tingkat emosinya masing masing.
2. Tingkat pendidikan
    Berkaitan dengan tingkat pengetahuan dan pemahaman.
3. Status sosial ekonomi
    Termasuk didalamnya family dan social support.
4. Status perkawinan
    Tingkat perhatian pada single parents akan berbeda dengan partnered mother.
5. Budaya
6. Agama
7. Paritas
8. Ketertarikan pasien dan keluarga
TRIMESTER CONCERN
TRIMESTER 1 (Mgg 1 - Mgg 13)
Pada trimester ini akan didapat reaksi orang tua terhadap kehamilan mengenai perubahan
kehidupan sehari hari, siapa yang merawat bayi dan kebutuhan akan mutual support. Pada trimester
ini yang menjadi perhatian utama adalah
• Mual muntah
• Efek obat obatan pada fetus
• Perubahan gambaran diri
• Reaksi keluarga
• Kebutuhan nutrisi
• Tes genetik
Pendidikan tentang perawatan diri
        Menjaga kesehatan merupakan aspek penting dalam perawatan prenatal. Partisipasi
pasien dalam hal ini menjamin adanya laporan dini tentang respons yang tidak diharapkan
dalam kehamilan. Perawat sebagai pengajar, memberi pasien informasi yang diperlukan
menaati tindakan tindakan yang berkaitan dengan perawatan kesehatan.


                                                                                           23
         Calon     ibu        memerlukan           informasi         tentang      banyak    hal.     Selama      pemeriksaan
kesehatan pertama, wanita mungkin telah menunjukkan suatu kebutuhan untuk belajar
aktivitas merawat diri, seperti mencegah infeksi saluran kemih, dan latihan kegel.
Mencegah Infeksi Saluran Kemih
         Infeksi saluran kemih bisa asimptomatik. Baik simptomatik atau tidak, infeksi saluran
kemih berisiko, baik ibu maupun bagi janin. Pencegahan infeksi ini sangatlah penting. Pengertian
wanita dan penggunaan tindakan tindakan hygiene umum perlu dikaji. Sebelum membuat rencana
perawatan, perawat perlu mengidentifikasi perasaan atau ide tentang budaya, etnik, agama, atau
faktor faktor lain yang mempengaruhi praktik kesehatan.
         Wanita perlu mempelajari bahwa setiap wanita harus selalu nelakukan gerakan
membersihkan dari depan ke belakang setiap kali selesai berkemih atau buang air besar
dan harus menggunakan tissue yang bersih setiap kali melakukannya. Membersihkan
dengan mengelap dari belakang ke depan akan membawa bakteri dari daerah rektum
ke   muara      uretra    dan      meningkatkan             risiko     infeksi.    Sebaiknya        gunakan     tissue    yang
lembut    dan     menyerap             air,   lebih       disukai     yang     berwarna        putih      dan   tidak    diberi
wewangian       karena        tissue     yang      kasar,    diberi      wewangian,        atau    yang     bergambar      bisa
menimbulkan        iritasi.     Wanita        harus       sering      mengganti      pelapis      atau     pelindung     celana
dalam. Wanita sebaiknya mengenakan celana dalam yang terbuat dari bahan katun.
Wanita sebaiknya tidak mengenakan celana ketat atau jeans ketat untuk waktu yang
lama. Panas dan kelembaban di daerah genetalia, yang terbentuk akibat penggunaan
pakaian ketat dapat mempermudah pertumbuhan bakteri.
         Beberapa        wanita           tidak     mendapat           cukup       makanan         dan     cairan.      Setelah
mengemukakan makanan pilihannya, perawat harus menganjurkan agar wanita ini meminum 8
dampai 12 gelas cairan setiap hari. Yogurt dab susu asam juga bisa membantu mencegah
infeksi saluran kemih atau vagina.
         Perawat      harus       memberitahukan             cara      berkemih      yang      sehat.     Ibu   hamil     harus
sering berkemih yang sehat. Mereka harus cukup minum agar produksi air kemihnya
cukup dan jangan sengaja mengurangi minum untuk menjarangkan berkemih. Apabila
perasaan ingin berkemih muncul, jangan diabaikan. Menahan berkemih akan membuat
bakteri di dalam kandung kemih berlipat ganda. Ibu hamil harus merencanakandi muka
untuk berkemih jika ia akan memasuki keadaan dimana ia tidak akan dapat berkemih
untuk jangka waktu yang lama misal dalam kendaraan bepergian jauh. Ia harus selalu
berkemih     sebelum           berangkat          tidur     dimalam        hari.    Bakteri        bisa    masuk       sewaktu
melakukan hubungan seksual. Oleh karena itu ibu hamil dianjurkan untuk berkemih


                                                                                                                           24
sebelum     dan   sesudah    melakukan     hubungan     seksual   dan    minum     banyak    air   untuk
meningkatkan produksi kemihnya.
Latihan Kegel
          Latihan kegel     (latihan dasar penggul) memperkuat otot otot di sekitar organ
reproduksi dan memperbaiki tonus otot otot tersebut. Banyak wanita tidak mengenali
otot otot di dasar panggul sampai sampai mereka diberi tahu bahwa inilah otot otot
yang    dipakai    ketika   mereka     berkemih   dan   melakukan       hubungan   seksual   dan    oleh
karena itu otot otot ini dapat dikendalikan secara sadar. Karena otot otot dasar panggul
melingkari jalan keluar bayi, sangatlah penting otot otot ini dilatih karena otot yang
terlatih dapat meregang dan berkontraksi dengan baik selama proses melahirkan.
          Untuk membantu otot otot dasar panggul kembali ke fungsi normal, latihan kegel harus
dilakukan setelah melahirkan. Latihan kegel memperkuat otot otot ini dan memperbaiki tonus
otot. Apabila dilakukan secara teratur, latihan ini membantu mencegah prolaps uterus dan
stres inkontinensia di kemudian hari.
Berikut ini mengenai latihan kegel :
Latihan
          Otot otot yang menghentikan aliran kemih adalah otot otot pubokoksigis. Melakukan
latihan kegel sewaktu berkemih membantu ibu hamil untuk mengetahui apakah ia telah benar
melakukan latihannya. Apabila ia dapat menghentikan aliran kemihnya, berarti tonus ototnya
baik.
          Setelah ibu hamil mengetahui dengan benar tempat otot otot tersebut, latihan kegel dapat
dilakukan dengan cara berikut :
1. Lambat : kencangkan otot, tahan sampai hitungan ketika dan lemaskan.
2. Cepat : kencangkan otot dan lemaskan secepat mungkin.
3. Dorong keluar, tarik ke dalam : tarik ke atas seluruh dasar panggul seakan akan
   sedang mencoba menarik air masuk ke dalam vagina. Kemudian dorong keluar
   seakan akan mencoba mengeluarkan air tersebut. Latihan ini juga menggunakan otot
   otot abdomen.
Pelaksanaan
Latihan ini darus dilakukan beberapa kali dalam sehari supaya efektif. Latihan ini harus dilakukan
setiap hari seumur hidup wanita tersebut. Latihan ini dapat dilakukan 10 kali untuk setiap kali
latihan dan dilakukan sedikitnya tiga kali sehari. Waktu yang baik untuk melakukan latihan ini
ialah saat sedang berjalan ke kamar kecil, tetapi tambahan latihan diwaktu yang lain akan lebih baik.




                                                                                                    25
   Pengajaran Tambahan
   Informasi lain yang juga dibutuhkan oleh pasien adalah masalah diet, latihan fisik, tidur,
   kebiasaan buang air besar, merokok, ingesti alkohol, pemakaian obat obatan, dan hubungan
   seksual. Tidaklah mungkin mengajarkan semua hal yang dibutuhkan oleh ibu             hamil   dan
   keluarganya sekaligus dalam satu kunjungan setelah ia didiagnosis hamil. Ibu bisa diberikan
   catatan kecil yang sudah disipkan sebelumnya, yang bisa dibaca oleh ibu hamil di rumah.


   Jadwal Perawatan
   Pada kunjungan pertama, wanita hamil akan senang bila diberitahukan jadwal kunjungan
   berikutnya. Kebanyakan ibu perlu datang berkunjung setiap selang waktu empat minggu sampai
   usia kandungannya 20 minggu, kemudian setiap dua minggu sekali sampai minggu ke 36 dan
   sejak minggu ke 37 sampai melahirkan jadwal kunjungan menjadi setiap minggu.


   Tanda Komplikasi Potensial
   Salah satu tanggungjawab utama tenaga kesehatan yang terlibat dalam perawatan ibu hamil ialah
   menyadarkan ibu tentang tanda dan gejala yang berpotensi menimbulkan komplikasi pada
   kehamilan.
   Tanda komplikasi potensial pada trimester pertama :
    • Muntah berat, kemungkinan penyebab adalah hiperemesis gravidarum
    • Menggigil, demam, kemungkinan disebabkan oleh infeksi.
    • Rasa terbakar sewaktu berkemih, kemungkinan disebabkan oleh infeksi
    • Diare, kemungkinan disebabkan oleh infeksi.
    •    Kram     perut,   perdarahan   dari   vagina,   kemungkinan     disebabkan   oleh   abortus
        spontan, keguguran.


   Trimester II (Mgg 14 - Mgg 26)
   Adanya perubahan pada pasangan terhadap penerimaan kehamilan dan persiapan
   untuk kelahiran. Adapun yang menjadi perhatian utama pada masa ini adalah :
♦ Kenaikan BB
♦ Ketidaknyamanan
♦ Aktivitas seksual




                                                                                                26
    Trimester III (Mgg 27 - Mgg 38/40)
    Perhatian utama selama masa ini adalah : ♥
Persiapan melahirkan
♥ Persiapan menyusui
♥ Perawatan bayi baru lahir.


H. Proses Keperawatan
    1. Pengkajian

        Riwayat Obstetri
              Memberikan intormasi yang penting mengenai kehamilan sebelumnya agar perawat
        dapat menentukan kemungkinan masalah pada kehamilan-sekarang. Riwayat Obstetri
        meliputi hal-hal di bawali ini.
         a. Gravida, para-abortus, dan anak hidup (GPAH).
         b. Berat badan bayi waktu lahir dan usia gestasi.
         c. Pengalaman persalinan, jenis persalinan, tempat persalinan, dan penolong
              persalinan.
         d. jenis anestesi dan kesulitan persalinan.
         e. Komplikasi maternal seperti diabetes, hiperlensi, infeksi, dan perdarahan.
         f.   Komplikasi pada bayi.
         g. Rencana menyusui bayi.

        Riwayat Menstruasi
               Riwayat menstruasi yang lengkap diperlukan untuk menentukan taksiran persalinan
        (TP). TP ditentukan berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT).
        Untuk menentukan TP berdasarkan HPHT dapat digunakan rumus Naegle, yaitu Hari
        ditambah tujuh, bulan dikurangi tiga, tahun disesuaikan.
        Contoh:
        HPHT 30 Agustus 2004 berarti TP tanggal 6 Juni 2005. Aturan Naegle lebih akurat dilakukan
        pada ibu dengan siklus menstruasi yang teratur dengan 28 hari, kurang akurat pada ibu dengan
        siklus menstruasi yang tidak teratur.

        Riwayat Kontrasepsi
               Beberapa     bentuk    konirasepsi    dapat    berakibat    buruk    pada   janin, ibu,   atau
        keduanya.      Riwayat    kontrasepsi       yang     lengkap      harus    didlapatkan   pada    saat
        kunjungan pertama. Penggunaan kontrasepsi oral sebelum kelahiran dan berlanjut



                                                                                                         27
saat kehamilan yang tidak diketahui dapat berakibat buruk pada pembentukan organ seksual
janin.

Riwayat Penyakit dan Operasi
Kondisi    kronis     (menahun/terus    menerus)     seperti    DM,    hipertensi,   dan   penyakit
ginjal bisa berefek buruk pada kehamilan. Oleh karena itu adanya penyakit infeksi,
prosedur infeksi dan trauma pada persalinan sebelumnya harus didokumentasikan.

Riwayat Kesehatan
a. Riwayat kesehatan yang dikaji meliputi hal-hal sebagai berikut.
b. Usia, ras, dan latar belakang etnik             (berhubungan dengan kelompok risiko
     tinggi untuk masalah genelis seperti anemia sickle sel, talasemia).
c. Penyakit pada niasa kanak-kanak dan imunisasi.
d. Penyakit kronis (menahun/terus-menerus), seperti asma dan jantung.
e. Penyakit sebelumnya, prosedur operasi, dan ccdera (pelvis dan pinggang).
f.   Infeksi sebelumnya seperti hepatitis, penyakit menular seksual, dan
     tuberkulosis.
g. Riwayat dan perawalan anemia.
h. Fungsi vesika urinaria dan bowel (fungsi dan perubahan).
i.   Jumlah konsumsi katein tiap hari seperti kopi, teh, coklat, dan minuman
     ringanlainnya,
j.   Merokok (Jumlah batang per hari).
k. Kontak dengan hewan peliharaan seperti kucing dapat meningkatkan risiko
     terinfeksi toxoplasma.
l.   Alergi dan sensitif dengan obat.
m. Pekerjaan yang berhubungan dengan risiko penyakit.
n. Riwayat keluarga.
     Memberikan       informasi    tentang   kesehatan   keluarga,    termasuk penyakit      kronis
     (menahun/terus--menerus) seperti diabetes melilus dan jantung, infeksi seperti
     tuberkulosis dan hepatitis, serta riwayat kongenital yang perlu dikumpulkan.
o. Riwayat kesehatan pasangan.
     Untuk     menentukan         kemungkinan      masalah      kesehatan    yang     berhubungan
     dengan masalah genetik, penyakit kronis, dan infeksi. Penggunaan obat-obatan
     seperti   kokain    dan      alkoholakanberpengaruh       pada   keraampuankeluarga     untuk
     menghadapa kehamilan dan persalinan. Rokok yang digunakan oleh ayah akan
     berpengaruh pada ibu dan janin, terulama risiko mengalami komplikasi


                                                                                               28
   pernapasan akibat sebagai perokok pasif. Golongan darah dan tipe Rhesus ayah penting
   jika ibu dengan Rh negatif dan kemungkinan inkompabilitas darah dapat terjadi.

Pemeriksaan Fisik
a. Tanda Tanda Vital
    1). Tekanan darah
               Posisi pengambilan tekanan darah sebaiknya ditetapkan, karena posisi
       akan      memengaruhi     tekanan     darah   pada     ibu   hamil.   Sebaiknya       tekanan
       darah     diukur   pada    posisi   duduk     dengan    lengan   sejajar     posisi   jantung.
       Pendokumentasian          perlu     dicatat   posisi     dan     tekanan      darah     yang
       didapatkan.
    2). Nadi
               Frekuensi nadi normalnya 60-90 kali per menit. Takikardi bisa terjadi pada
       keadaan cemas, hipertiroid, dan infeksi. Nadi diperiksa selama satu menit penuh
       untuk dapat menentukan keteraturan detak jantung. Nadi diperiksa untuk
       menentukan masalah sirkulasi tungkai, nadi seharusnya sama kuat dan teratur.
    3). Pernapasan
               Frekuesi pernapasan selama hamil berkisar antara                   16-24 kali per
       menit. Takipnea terjadi karena adanya infeksi pernapasan atau penyakit jantung.
       Suara napas hams sama bilateral, ekspansi paru simetris, dan lapangan paru bebas
       dari suara napas abdominal.
    4). Suhu
       Suhu normal selama hamil adalah                  36,2-37,6 °C. Peningkatan suhu
       menandakan terjadi infeksi dan membutuhkan perawatan medis.
b. Sistem Kardiovaskuler
   Bendungan vena
   Pemeriksaan sistem kardiovaskular adalah observasi terhadap bendungan vena, yang
   bisa berkembang menjadi varises. Bendungan vena biasanya terjadi pada tungkai, vulva,
   dan rektum
   Edema
   Edema pada tungkai merupakan refleksi dari pengisian darah pada ekstremitas
   akibat perpindahan cairan intravaskular ke ruang intertisial. Ketika dilakukan
   penekanan dengan jari atau jempol menyebabkan terjadinya bekas tekanan,



                                                                                                29
   keadaan ini disebut pitting edema. Edema pada tangan dan wajah memerlukan
   pemeriksaan lanjut karena merupakan tanda dari hipertensi pada kehamilan.
c. Sistem Muskuloskeletal
    1). Postur
              Mekanik tubuh dan perubahan postur bisa terjadi selama kehamilan.
        Keadaan ini mengakibatkan regangan pada otot punggung dan tungkai.
    2). Tinggi dan berat badan
              Berat badan awal kunjungan dibutuhkan sebagai data dasar untuk dapat
        menentukan kenaikan berat badan selama kehamilan. Berat badan sebelum konsepsi
        kurang dari 45 kg dan tinggi badan kurang dari 150 cm ibu berisiko melahirkan bayi
        prematur dan berat badan lahir rendah. Berat badan sebelum konsepsi lebih dari 90
        kg dapat menyebabkan diabetes pada kehamilan, hipertensi pada kehamilan,
        persalinan seksio caesarea, dan infeksi postpartum.
    3). Pengukuran pelviks           •
              Tulang      pelviks        diperiksa    pada     awal     kehamilan     untuk   menentukan
        diameternya yang berguna untuk persalinan per vaginam.
    4). Abdomen
              Kontur, ukuran, dan tonus otot abdomen perlu dikaji. Tinggi fundus
        diukur jika fundus bisa dipalpasi diatas simfisis pubis. Kandung kemih
        harus      dikosongkan       sebelum          pemeriksaan       dilakukan     untuk    menetukan
        keakuratannya.       Pengukuran              metode     Mc      Donald      dengan    posisi   ibu
        berbaring.
d. Sistem neurologi
     Pemeriksaan neurologi lengkap tidak begitu diperlukan bila ibu tidak memiliki
   tanda dan gejala yang mengindikasikan adanya masalah. Pemeriksaan refleks
   tendon     sebaiknya     dilakukan           karena      hiperefleksi menandakan adanya komplikasi
   kehamilan
e. Sistem Integumen
     Warna       kulit   biasanya        sama     dengan      rasnya.    Pucat     menandakan      anemis,
   jaundice      menandakan         gangguan         pada     hepar,    lesi,    hiperpigmentasi    seperti
   cloasma gravidarum, serta linea nigra berkaitan dengan kehamilan dan strie
   perlu dicatat. Penampang kuku ber warna merah muda menandakan pengisian
   kapiler baik.




                                                                                                       30
f.   Sistem endokrin
     Pada trimester kedua kelenjar tiroid membesar, pembesaran yang berlebihan
     menandakan hipertiroid dan perlu pemeriksaan lebih lanjut.
g. Sistem Gatsrointestinal
     Mulut
      Membran mukosa berwarna merah muda dan lembut. Bibir bebas dari ulserasi,
     gusi berwarna kemerahan, serta edema akibat efek peningkatan estrogen yang
     menyebabkan hiperplasia. Gigi terawat dengan baik, ibu dapat dianjurkan      ke     dokter
     gigi secara teratur karena penyakit periodontal menyebabkan infeksi yang memicu
     terjadinya persalinan prematur. Trimester kedua lebih nyaman bagi ibu untuk melakukan
     perawatan gigi.
     Usus
      Stetoskop yang hangat untuk memeriksa bising usus lebih nyaman untuk ibu hamil.
     Bising usus bisa berkurang karena efek progesteron pada otot polos, sehingga
     menyebabkan konstipasi. Peningkatan bising usus terjadi bila menderita diare.
h. Sistem Urinarius
     Protein
     Protein seharusnya tidak ada dalam urine. Jika protein ada dalam urine, hal ini
     menandakan adanya kontaminasi sekret vagina, penyakit ginjal, serta hipertensi
     pada kehamilan.
     Glukosa
     Glukosa dalam jumlah yang kecil dalam urine bisa dikatakan normal pada ibu
     hamil.    Glukosa    dalam   jumlah   yang   besar    membutuhkan    pemeriksaan      gula
     darah.
     Keton
     Keton ditemukan dalam urine setelah melakukan aktivitas yang berat atau pemasukan
     cairan dan makanan yang tidak adekuat.
     Bakteri
     Peningkatan bakteri dalam urine berkaitan dengan infeksi saluran kemih yang biasa
     terjadi pada ibu hamil.
i.   Sistem reproduksi
     1). Ukuran payudara, kesimetrisan, kondisi puling, dan pengeluaran
          kolostrum perlu dicatat. Adanya benjolan dan tidak simetris pada
          payudara membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
     2). Organ reproduksi eksternal

                                                                                           31
             Kulit dan membran mukosa perineum, vulva, dan anus perlu diperiksa
             dari eksoriasi, ulserasi, lesi, varises, dan jaringan parut pada perineum.
         3). Organ reproduksi internal
             Serviks berwarna merah muda pada ibu yang tidak hamil dan berwarna
             merah kebiruan pada ibu hamil yang disebut tanda Chadwik.
2. Diagnosa Keperawatan
   Trimester 1
    a. Kecemasan
    b. Nyeri
    c. Gangguan Nutrisi
    d. Perubahan pola seksual
   Trimester 2
    a. Nyeri
    b. Gangguan gambaran diri
    c. Perubahan proses keluarga
    d. Kecemasan
    e. Perubahan pola seksual
   Trimester 3
    a. Nyeri
    b. Pola nafas tidak efektif
    c. Perubahan pola tidur
    d. Intoleransi aktivitas
    e. Perubahan pola seksual




                                                                                          32

				
DOCUMENT INFO