Docstoc

HAK ASASI MANUSIA BERDASARKAN PASAL 28 G UUD 1945

Document Sample
HAK ASASI MANUSIA  BERDASARKAN PASAL 28 G UUD 1945 Powered By Docstoc
					                  TUGAS

    PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN




             HAK ASASI MANUSIA

    BERDASARKAN PASAL 28 G UUD 1945




     Nama       : Yogi Oktopianto

     NPM        : 16309875

     Kelas      : Teknik Sipil 2009 B

     Dosen      : Emilianshah Banowo, Ssos., MM




FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

         JURUSAN TEKNIK SIPIL

       UNIVERSITAS GUNADARMA

              NOVEMBER 2011

                                            Yogi Oktopianto
                                         Teknik Sipil 2009 B
                                        BAB I

                                 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

       Sepanjang kehidupan ini, Hak Asasi Manusia (HAM) sering dikesampingkan.
Bahkan banyak sekali tindakan yang yang bersifat melanggar HAM seperti penganiayaan,
pembunuhan, dan sebagainya. Para pemimpin atau penguasa juga sering melanggar HAM
karena memperlakukan rakyatnya dengan semena-mena. Karena itulah penegakkan HAM
terus-menerus diupayakan di sepanjang masa.

       Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki manusia sejak manusia itu
dilahirkan. Hak asasi dapat dirumuskan sebagai hak yang melekat dengan kodrat kita
sebagai manusia yang bila tidak ada hak tersebut, mustahil kita dapat hidup sebagai
manusia. Hak ini dimiliki oleh manusia semata – mata karena ia manusia, bukan karena
pemberian masyarakat atau pemberian negara. Maka hak asasi manusia itu tidak
tergantung dari pengakuan manusia lain, masyarakat lain, atau Negara lain. Hak asasi
diperoleh manusia dari Penciptanya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan hak yang
tidak dapat diabaikan.

       Pada setiap hak melekat kewajiban. Karena itu,selain ada hak asasi manusia, ada
juga kewajiban asasi manusia, yaitu kewajiban yang harus dilaksanakan demi terlaksana
atau tegaknya hak asasi manusia (HAM). Dalam menggunakan Hak Asasi Manusia, kita
wajib untuk memperhatikan, menghormati, dan menghargai hak asasi yang juga dimiliki
oleh orang lain.

       Hak Asasi Manusia di Indonesia bersumber dan bermuara pada pancasila. Yang
artinya Hak Asasi Manusia mendapat jaminan kuat dari falsafah bangsa, yakni Pancasila.
Bermuara pada Pancasila dimaksudkan bahwa pelaksanaan hak asasi manusia tersebut
harus memperhatikan garis-garis yang telah ditentukan dalam ketentuan falsafah Pancasila.
Bagi bangsa Indonesia, melaksanakan hak asasi manusia bukan berarti melaksanakan
dengan sebebas-bebasnya, melainkan harus memperhatikan ketentuan-ketentuan yang
terkandung dalam pandangan hidup bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Hal ini disebabkan
pada dasarnya memang tidak ada hak yang dapat dilaksanakan secara multak tanpa
memperhatikan hak orang lain.

                                                                          Yogi Oktopianto
                                                                       Teknik Sipil 2009 B
       Hak asasi manusia merujuk kepada hak yang dimiliki oleh semua insan. Konsep
hak asasi manusia adalah berdasarkan memiliki suatu bentuk yang sama sebagaimana yang
dimiliki oleh semua insan manusia yang tidak dipengaruhi oleh asal, ras, dan warga
negara. Oleh karena itu secara umum hak asasi manusia dapat diartikan sebgai hak-hak
yang telah dimiliki seseorang sejak ia lahir dan merupakan pemberian Tuhan.




1.2 Perumusan Masalah

  1. Apa saja ruang lingkup Hak Asasi Manusia?
  2. Apasaja Hak Asasi Manusia yang tercantum dalam pasal 28 G ?
  3. Bagaiman implementasi dan penerapan Hak Asasi Manusia dimasyarakat
      berdasarkan pasal 28 G ?



1.3 Tujuan Penulisan

  1. Untuk mengetahui ruang lingkup Hak Asasi Manusia?
  2. Untuk mengetahui Hak Asasi Manusia yang tercantum dalam pasal 28 G ?
  3. Untuk mendiskripsikan mengenai implementasi dan penerapan Hak Asasi Manusia
      dimasyarakat berdasarkan pasal 28 G ?




                                                                         Yogi Oktopianto
                                                                      Teknik Sipil 2009 B
                                        BAB II

                                  PEMBAHASAN

2.1 Uraian Umum Hak Asasi Manusia (HAM)

       Di Indonesia, HAM dianggap sebagai anugerah Tuhan YME, sehingga sumber

HAM di Indonesia adalah Tuhan YME. Hal itu karena menurut ideologi kita (Pancasila)

Tuhan adalah penyebab pertama (kausa prima), sehingga kehidupan manusia dan segala

aspeknya, termasuk HAM, bersumber pada Tuhan.


       Dalam hal proses penegakan hukum, apabila implementasi lebih berorientasi pada

penghormatan terhadap hak asasi manusia maka akan lebih “menggugah” masyarakat

untuk menjunjung tinggi hukum itu sendiri.


       Dari segi perundangan, hak asasi manusia diartikan sebagai seperangkat hak yang

melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa

dan merupakan anugrah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh

negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat

dan martabat manusia. Dalam konteks nasional, tak dapat dipungkiri bahwa isi dari adat

istiadat dan budaya yang ada    di Indonesia juga mengandung pengakuan terhadap hak

dasar dari seorang manusia. Apabila dilihat dari konteks ini, maka sebenarnya bangsa

Indonesia sudah memiliki pola dasar dalam pengakuannya terhadap hak asasi manusia.

Sala satu dari dasar-dasar hak asasi manusia di Indonesia terletak pada pasal 28G Undang-

Undang Dasar 1945.


       HAM adalah hak-hak yang seharusnya diakui secara universal sebagai hak-hak

yang melekat pada manusia karena hakekat dan kodratnya sebagai manusia. Adapun

pembatasan terhadap HAM tersebut dapat dibagi menjadi :

                                                                          Yogi Oktopianto
                                                                       Teknik Sipil 2009 B
   1. Universal : tanpa melihat perbedaan suku, agama, ras, kepercayaan, usia, latar

       belakang, jenis kelamin, warna kulit.

   2. Melekat (inherent) : hak tersebut bukan hasil pemberian kekuasaan/ orang lain.



Adapun ruang lingkup dari HAM adalah :

   a   Larangan Diskriminasi

   b   Hak atas Penghidupan, Kemerdekaan, dan Keselamatan seseorang.

   c   Larangan .penganiayaan

   d   Hak Persamaan di Muka Hukum.

   e   Hak Kebebasan Bergerak dan Berdiam

   f   Hak atas Kebebasan Pikiran, Hati Nurani, dan Agama



2.2 Pasal 28 G Undang-Undang Dasar 1945

   “Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat,

   dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan

   perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang

   merupakan hak asasi.”



   “Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan

   derajat martabat menusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain.”




                                                                          Yogi Oktopianto
                                                                       Teknik Sipil 2009 B
2.3 Penjelasan dan Penerapan Pasal 28 G

       Dari pasal 28 G,maka hak asasi manusia yang tercantum didalamnya meliputi hak-

hak sebagai berikut:

Hak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak

berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi manusia (Pasal 28 G ayat 1).

Hak untuk bebeas dari penyiksaan (torture) dan perlakuan yang merendahkan derajat

martabat manusia (Pasal 28 G ayat 2).


       Maksud dari pasal diatas adalah setiap orang itu harus mendapatkan perlindungan

diri, keluarga,kehormatan, martabat,dan tidak boleh seseorang itu berbuat semaunya

kepada orang lain,tidak boleh merendahkan martabat,kehormatan karena itu akan

menimbulkan salah seorang tersebut atau orang yang direndahkan martabatnya akan

merasa sakit hati,banyak kasus jika seseorang merendahkan martabat atau kehormatan

orang lain orang tersebut akan merasa dendam,dan akan muncul pikiran untuk membalas

rasa sakit hatinya tersebut karena telah direndahkan martabatnya entah itu dengan cara

membunuh atau dengan cara lain,dan jika sesorang mempunyai harta benda dibawah

kekuasaanya,maka orang lain tidak berhak mengambilnya,tapi sekarang banyak orang

yang bukan hartanya tapi mengambilnya denga cara mencuri,korupsi dan lain-lain dan itu

sangat melnggar hukum dan hak asasi,dan setiap orang pun berhak mendapatkan rasa

aman dan perlindungan dari ancaman dari siapapun dan dalam bentuk apapun.tapi

sekarang banyak sekali ancaman-ancaman kepada orang yang akan memberantas yang

melanggar hukum,contohnya mantan ketua KPK antasari azhar,keluarganya banyak

mendapatkan ancaman bagi orang-orang yang akan diusut kasusnya,seharusnya itu tidak

boleh,karena dipasal diatas jelas-jelas dijelaskan bahwa berhak mendapatkan rasa aman

dan perlindungan dari ancaman.


                                                                           Yogi Oktopianto
                                                                        Teknik Sipil 2009 B
       Dan dari pasal diatas juga dijelaskan setiapa orang berhak untuk bebas dari

penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia,tapi sekarang

banyak sekali berita di media cetak maupun elektronik tentang penyiksaan,contohnya para

tenaga kerja wanita(TKW) banyak sekali yang mendapatkan perlakuan tidak manusiawi

oleh para majikannya,banyak dari mereka yang mendapatkan siksaan sehingga ditubuhnya

penuh dengan bekas siksaan siksaan,dan ini terjadi bukan hanya sekali atau dua kali

saja,tetapi sudah tidak terhitung lagi,ini seharusnya menjadi perhatian khusus buat

pemerintah,karena penyiksaan tersebut tidak hanya menimbulkan luka tapi banyak juga

yang kehilangan nyawa akibat mengalami penyiksaan. Ini seharusnya tidak boleh

terjadi,karena jelas diundang-undang sudah diatur,tentang hak asasi manusia,dan kalau

dilanggar harus mendapatkan hukuman yang setimpal.


Kembali ditegaskan senagaimana pada pasal 28 Gayat 2 “Setiap orang berhak untuk bebas

dari penyiksaan atau pelakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak

memperoleh suaka politik dari negara lain”.


       Setiap manusia memiliki hak asasi yang harus dihormati dan dihargai oleh semua

orang. Contoh kasus dalam pasal ini seorang tenaga kerja wanita (TKW) tenaga pekerja

asal Indonesia yang banyak dikirim keluar negri untuk mendapatkan suatu penghasilan

yang dapat menghidupi dan untuk melanjutkan kehidupannya. Akibat pertumbuhan

sumber daya manusia yang tidak terbatas, banyak pengeluaran yang harus dipenuhi. TKW

asal Indonesia banyak dikirim keluar negri untuk menjadi pekerja, TKW yang memiliki

keahlian, bidang perhotelan, kesehatan, teknik dan manajemen adalah keahlian yang

dibutuhkan dan mendapat gaji tinggi di Arab Saudi saat ini. Sementara TKI non keahlian,

seperti pembantu rumah tangga, penjaga kebun, atau pengemudi, belum termasuk kategori

tersebut.

                                                                        Yogi Oktopianto
                                                                     Teknik Sipil 2009 B
Kebanyakan TKW yang dipakai dinegri tersebut sebagai pembantu rumahtangga,

kebanyakan pembantu rumahtangga mendapatkan perlakuan yang tidak baik terhadap

perlakuan yang diberikan para majikan, banyak majikan tidak mementingkan hak

pembantu rumahtangga mereka merendahkan hak asasi nya mungkin karena derajat

seorang pembantu rumahtangga dianggap rendah. Padahal tenaga yang dibutuhkan sangat

berguna bagi para majikan tersebut, kadang – kadang ada saja majikan yang sangat tega

menyiksa pembantu tersebut, hanya karena masalah sepele, misalnya lalai dalam

pekerjaannya, bisa – bisa pembantu tersebut dipelakukan yang tidak baik terhadapnya. Ada

saja pembantu rumahtangga yang memilih melarikan diri pulang ke Indonesia karena tidak

tahan lagi akibat perlakuan majikannya, terkadang majikan dengan sangat tega menyiksa

pembantu dengan tindakan – tindakan yang tidak terpuji seperti membakar tubuhnya,

dipukuli, dan sebagainya. Pembantu rumahtangga juga manusia yang memiliki hak untuk

dihormati seharusnya para majikan memberikan hak dan kewajiban yang layak bagi

mereka. Pemerintah pun wajib melindungi para TKW tersebut agar dapat pulang ke tanah

air dengan selamat tanpa ada suatu kekerasan yang dialaminya. Dukungan yang harus

diberikan kepada tenaga kerja tersebut dengan secara materiil dan nonmaterial. TKW

tersebut juga dapat menjadikan devisa Negara karena penghasilan yang didapatkannya

juga menjadikan Negara mendapatkan keuntungan. Untuk itu sebagai bangsa yang

menjunjung tinggi HAM maka selayaknya perundang undangan yang mengatur harus

lebih ditegakkan terutama pasal 28 G menyangkut kasus-kasus yang tidak asing lagi bagi

masyarakat kita penyiksaan, penganiayaan TKW Indonesia.




                                                                         Yogi Oktopianto
                                                                      Teknik Sipil 2009 B
                                       BAB III

                                  KESIMPULAN

       Kebebasan dasar dan hak-hak dasar itulah yang disebut hak asasi manusia yang

melekat pada manusia secara kodrati sebagai anugerah tuhan yang maha esa. Hak-hak ini

tidak dapat diingkari. Pengingkaran terhadap hak tersebut berarti mengingkari martabat

kemanusiaan. Oleh karena itu, negara, pemerintah, atau organisasi apapun mengemban

kewajiban untuk mengakui dan melindungi hak asasi manusia pada setiap manusia tanpa

kecuali. Ini berarti bahwa hak asasi manusia harus selalu menjadi titik tolak dan tujuan

dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara sebagimana

tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang berbasis hak asasi

manusia.


       Namun pada implementasi dan penerapan Hak Asasi Manusia dimasyarakat masih

terdapat banyak kesenjangan seperti dari kasus-kasus diatas dapat dilihat sendiri bahwa

HAM khususnya dalam pasal 28 G seperti hak atas rasa aman tetapi dibeberapa kalangan

masyarakat hal tersebut tidak didapatkan. Hak bebas dari penyiksaan, namun kita lihat

sendiri TKW yang sering disiksa. Selain itu di masyarakat kita sendiri masih terdapat

pengecualian antara masyarakat rendah dan kalangan atas.




                                                                         Yogi Oktopianto
                                                                      Teknik Sipil 2009 B
                              DAFTAR PUSTAKA

http://www.geocities.jp/indo_ka/const/uud45_2k.htm


http://id.wikipedia.org/wiki/Hak_asasi_manusia


http://emperordeva.wordpress.com/about/sejarah-hak-asasi-manusia/




                                                                       Yogi Oktopianto
                                                                    Teknik Sipil 2009 B

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:518
posted:5/4/2012
language:
pages:10