Sistem Periodik Unsur makalah by ArdisaPurnaning

VIEWS: 4,139 PAGES: 19

									       MAKALAH SEJARAH KEPUSTAKAAN KIMIA

SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK
               UNSUR




                             Kelompok 5

                              Anggota:

             Ardisa Mita Purnaning       (11303241017)

             Afi Yustiana                (11303241021)

             Revi Yanuarti               (11303241031)

             Dhanu Ratman Saputro (11303241034)



            JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA

 FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

         UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

                               2011
                                             BAB 1

                                       PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

       Unsur kimia atau hanya disebut unsur adalah zat kimia yang tak dapat dibagi lagi menjadi
zat yang lebih kecil,atau tak dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan menggunakan metode
kimia biasa. Partikel terkecil dari unsur adalah atom. Sebuah atom terdiri atas inti atom (nukleus)
dan dikelilingi oleh elektron. Inti atom terdiri atas sejumlah proton dan neutron. Hingga saat ini
diketahui terdapat kurang lebih 117 unsur di dunia.

       Hal yang membedakan unsur satu dengan lainnya adalah jumlah proton dalam inti atom
tersebut. Misalnya,seluruh atom karbon memiliki proton sebanyak 6 buah,sedangkan atom
oksigen memiliki proton sebanyak 8 buah. Jumlah proton pada setiap atom dikenal dengan istilah
nomor atom (Z).

       Namun demikian,atom-atom pada unsur yang sama tersebut dapat memiliki jumlah
neutron yang berbeda,hal ini dikenal dengan sebutan Isotop. Massa atom sebuah unsur (A)
adalah massa rata-rata atom suatu unsur pada alam. Karena massa elektron sangatlah kecil,dan
massa neutron hampir sama dengan massa proton,maka massa atom biasanya dinyatakan dengan
jumlah proton dan neutron pada inti atom,pada Isotop yang memiliki kelimpahan terbanyak di
alam. Ukuran massa atom adalah satuan massa atom (amu). Beberapa Isotop bersifat radioaktif
dan mengalami penguraian (peluruhan) terhadap radiasi partikel alfa atau beta.

       Unsur paling ringan adalah hidrogen dan helium. Hidrogen dipercaya sebagai unsur yang
ada pertama kali di jagad raya setelah terjadi Big Bang. Seluruh unsur-unsur berat secara alami
terbentuk (baik secara alami ataupun buatan) melalui berbagai metode nukleosintesis. Hingga
tahun 2005,dikenal 118 unsur yang diketahui,93 nsur diantaranya terdapat di alam, dan 23 unsur
merupakan unsur buatan. Unsur buatan pertama kali diduga adalah teknetium pada taun 1937.
Seluruh unsur buatan adalah radioaktif dengan waktu paruh yang pendek,sehingga atom-atom
tersebut yang terbentuk secara alami sepertinya telah terurai.

        Daftar unsur dapat dinyatakan dengan nama,simbol,atau nomor atom. Dalam tabel
periodik,disajikan pula pengelompokan unsur-unsur yang memiliki sifat-sifat kimia yang sama.
Pengelompokan unsur-unsur kimia terus berkembang seiring dengan penemuan unsur kimia dan
perkembangan ilmu pengetahuan. Pengelompokan unsur-unsur kimia ini menghasilkan suatu
tabel periodik yang berisi data dan informasi yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan
yang berkaitan dengan kimia. Seperti perhitungan jumlah proton,elektron,dan neutron suatu
atom,susunan elektron dalam atom (konfigurasi elektron),massa atom relatif unsur dan kelompok
unsur isotop, isobar, dan isoton.

B. Rumusan Masalah
1. Siapakah saja kah penemu tabel periodik unsur?

2. Sagaimanakah sejarah perkembangan tabel periodik unsur?

3. Apakah kekurangan dan kelebihan tabel periodik unsur menurut masing-masing penemu?

4.. Bagaimanakah bentuk tabel periodik unsur yang sekarang digunakan?



C. Tujuan

1. Mengetahui siapa saja penemu tabel periodik unsur.

2. Mengetahui sejarah perkembangan tabel periodik unsur.

3. Mengetahui kekurangan dan kelebihan tabel periodik unsur menurut masing-masing penemu.

4. Mengetahui bentuk tabel periodik unsur yang sekarang digunakan.
                                                BAB II

                                                  ISI



       Pengelompokan unsur disebut juga sistem periodok unsur-unsur. Pengelompokan unsur-
unsur tersebut didasarkan atas adanya kemiripan sifat sifatnya. Pengelompokan ini mengalami
perkembangan dan penyempurnaan. Mulai dari Antoine Lavoisier, Dobreiner, Newlands, Dmitri
Mendeleev, Henry Moseley.

       Secara keseluruhan, sifat unsur ditentukan oleh sifat-sifat atomnya. Berdasarkan
konfigurasi elektron suatu atom dapat ditentukan sifat kimia dan sifat fisik dari suatu atom. Saat
ini sudah ditemukan 115 unsur. Unsur-unsur ini ada yang memiliki sifat yang mirip, ada pula
yang sifatnya sama sekali berbeda dengan unsur lainnya. Sistem periodik unsur yang sekarang
dipakai adalah berdasarkan kenaikan nomor atom dan penempatan unsur-unsur dengan sifat yang
mirip ditempatkan dalam satu golongan.

A. Pengelompokan Unsur Berdasarkan Antoine Lavoisier

       Salah satu kontribusi utama Lavoisier adalah untuk mensistematiskan ide elemen pada saat
beberapa ilmuwan masih berjuang untuk memahami substansi dalam hal konten mereka Air, Bumi, Api,
dan Air.
       Antoine Lavoisier (1743-1794) memperkenalkan sistem kimia tata nama. Traité Nya Élémentaire
de Chimie (1789) adalah buku teks kimia modern pertama, dan disajikan unified melihat dari teori-teori
baru kimia. Selain itu, pada 1789, Antoine Lavoiser mengelompokan 33 unsur kimia (elemen), atau zat
yang tidak dapat dipecah lebih lanjut. Pengelompokan unsur berdasarkan unsur logam / non logam.
Daftarnya juga termasuk cahaya (Lumière) dan kalori (CALORIQUE), yang dia yakini sebagai zat
material. Lavoisier sendiri dikelompokkan menjadi empat kategori berdasarkan sifat kimia mereka:

   1. Zat sederhana milik semua kerajaan alam, yang dapat dianggap sebagai unsur-unsur tubuh (gas),
       yang tergolong unsur gas adalah cahaya, kalor, oksigen, azote ( nitrogen ), dan hidrogen.
   2. Zat sederhana dan Oxydable Acidifiable tidak metalik (bukan logam), yang tergolong unsur
       nonlogam adalah sulfur, fosfor, karbon, asam klorida, asam flourida, dan asam borak.
   3. Badan sederhana (logam), yang termasuk golongan logam adalah antimon,perak, arsenik,
       bismuth, kobalt, tembaga, timah, nesi, mangan, raksa, molibdenum, nikel, emas, platina, tobel,
       tungsten, dan seng.
   4. Salifiable bersahaja Zat sederhana (unsur tanah), yang tergolong unsur tanah adalah kapur,
       magnesium oksida, barium oksida, aluminium oksida, dan silikon oksida.
        Pengelompokan ini masih terlalu umum karena ternyata dalam kelompok unsur logam masih
terdapat berbagai unsur yang memiliki sifat berbeda.

Mengagumi akal sehat dari empiris, yaitu eksperimen berbasis, definisi bahwa ia memberikan dalam
Pendahuluan untuk "risalah Dasar Kimia" (1789) hlm xvii-xviii yang artinya:


"Jadi saya akan puas untuk mengatakan bahwa jika dengan nama elemen yang kita maksud untuk
menunjuk, molekul sederhana terpisahkan yang membentuk zat, besar kemungkinan bahwa kita tidak
tahu apa yang mereka, tetapi jika, sebaliknya, kita kaitkan dengan nama elemen, atau prinsip-prinsip zat,
ide tahap terjauh yang dapat mencapai analisis, semua zat yang kita sejauh ini tidak menemukan cara
untuk menguraikan unsur-unsur untuk kita, bukan bahwa kita bisa memastikan bahwa zat yang kita
anggap sederhana tidak sendiri terdiri dari dua atau bahkan lebih banyak prinsip, tapi karena prinsip-
prinsip ini tidak pernah terpisah, atau lebih tepatnya bahwa kita tidak berarti untuk memisahkan mereka,
mereka berperilaku terhadap kami seperti zat sederhana, dan kita tidak harus menganggap mereka untuk
menjadi senyawa sampai saat ketika percobaan dan pengamatan melengkapi kita buktinya. "
Lavoisier's table of simple
substances Lavoisier meja
zat sederhana




Gases Gas                                       Metals Logam
                    Old names (English                              Old names (English
New         names                               New         names
                    translation) Old nama                           translation) Old nama
(French)     Baru                               (French)     Baru
                    (terjemahan        bahasa                       (terjemahan    bahasa
nama (Prancis)                                  nama (Prancis)
                    Inggris)                                        Inggris)

Lumière Lumière Light Cahaya                    Antimoine
                                                                    Antimony Antimony
                    Heat                Panas Antimoine
Calorique
                    Principle     of     heat Argent Perak          Silver Perak
CALORIQUE
                    Prinsip             panas
                    Igneous         fluid     Beku Arsenic Arsenik Arsenic Arsenik
                    cairan                            Bismuth Bismut Bismuth Bismut
                    Fire             Kebakaran
                                                      Cobolt Cobolt        Cobalt Kobalt
                    Matter of fire and of
                                                      Cuivre Cuivre        Copper Tembaga
                    heat                Masalah
                                                      Étain Etain          Tin Timah
                    kebakaran dan panas
                                                      Fer Fer              Iron Besi
                    Dephlogisticated            air
                    Dephlogisticated udara Manganèse                       Manganese Mangan
                    Empyreal           air Mangan
Oxygène             Empyreal                  udara Mercure
                                                                           Mercury Air raksa
Oxygene             Vital air Vital udara Mercure
                    Base       of     vital     air Molybdène
                                                                           Molybdena Molybdena
                    Pangkalan                 udara Molybdène
                    penting                           Nickel Nikel         Nickel Nikel
                    Phlogisticated     gas Or Atau                         Gold Emas
                    Phlogisticated     gas
Azote           Zat                         Platine Platina                Platina Platina
                    Mephitis Bau amis
pelemas                                     Plomb Plomb                    Lead Memimpin
                    Base     of    mephitis
                    Dasar bau amis          Tungstène
                                                                           Tungsten Tungsten
                                                      Tungstène
                    Inflammable air or gas
                    Terbakar udara atau Zinc Seng                          Zinc Seng

Hydrogène           gas
Hidrogen            Base of inflammable
                    air Pangkalan udara
                    terbakar

Nonmetals Bukan logam                                 Earths Bumi
                    Old    names        (English                           Old   names       (English
New         names                                     New        names
                    translation) Old nama                                  translation) Old nama
(French)     Baru                                     (French)      Baru
                    (terjemahan             bahasa                         (terjemahan        bahasa
nama (Prancis)                                        nama (Prancis)
                    Inggris)                                               Inggris)
Soufre Soufre       Sulphur Sulphur                                        Chalk, calcareous earth
                                                      Chaux Chaux
Phosphore           Phosphorus Fosfor                                      Kapur bumi, berkapur
         Phosphore                                                  Magnesia,        base      of
                                                   Magnésie
         Carbone          Pure charcoal Murni                       Epsom salt Magnesia,
                                                   Magnésie
         Carbone          arang                                     pangkal garam Epsom

         Radical                                                    Barote, or heavy earth
                                                   Baryte Baryte
         muriatique                                                 Barote, atau tanah berat
                          Unknown Diketahui
         Radikal                                                    Clay, earth of alum,
         muriatique                                Alumine          base    of   alum Clay,
         Radical                                   Alumine          bumi    tawas,     pangkal
         fluorique                                                  tawas
                          Unknown Diketahui
         Radikal                                                    Siliceous               earth,
         fluorique                                 Silice Silice    vitrifiable earth Silikous
         Radical                                                    bumi, glasir bumi
         boracique
                          Unknown Diketahui
         Radikal
         boracique



    Kelemahan dari teori Lavoisior adalah penglompokan masih terlalu umum. Masih sangat sederhana
    jadi belum terlihat adanya kemiripan unsur. Sedangkan kelebihan dari teori Lavoisior adalah sudah
    mengelompokan 33 unsur yang ada berdasarkan sifat kimia sehingga bisa di jadikan referensi
    menjadi       dasar      pengelompokkan        bagi     ilmuan-ilmuan       yang       berikutnya.




B. Pengelompokan Unsur Berdasarkan Dobreiner

       Johann Wolfgang Dobereiner pada tahun 1829 menjelaskan hasil penelitiannya yang
menemukan kenyataan bahwa massa atom relatif stronsium berdekatan dengan massa rata-rata
dua unsur lain yang mirip dengan stronsium yaitu kalsium dan barium. Hasil penelitiannya
juga menunjukkan bahwa beberapa unsur yang lain menunjukkan kecenderungan yang sama.
       Berdasarkan hasil penelitiannya, Dobereiner selanjutnya mengelompokkan unsur-unsur
dalam kelompok-kelompok tiga unsur yang lebih dikenal sebagai triad. Triad yang ditunjukkan
oleh Dobereiner tidak begitu banyak sehingga berpengaruh terhadap penggunaannya.
       Ia mengemukakan bahwa massa atom relatif stronsium sangat dekat dengan massa rata-
rata dari dua unsur lain yang mirip dengan stonsium, yaitu kalsium dan barium. Dobreiner juga
mengemukakan beberapa kelompok unsur lain seperti itu. Unsur pembentuk garam dan massa
atomnya, yaitu Cl = 35,5 Br = 80 dan I = 127. Unsur pembentuk alkali dan massa atomnya, yaitu
Li = 7 Na = 23 dan K = 39.
       Kelemhan dari teori pengelompokan ini adalah kurang efisien dengan adanya beberapa
unsur lain dan tidak termasuk dengan kelompok triad padahal sifatnya sama dengan unsur pada
kelompok triad tersebut.
       Kelebihan dari teori pengelompokan ini adalah adanya keteraturan setiap unsur yang
sifatnya mirip massa atom (Ar) unsur yang kedua (tengah) merupakan massa atom rata- rata di
massa atom unsur pertama dan ketiga.


Massa Atom Relatif Unsur Triad Dobereiner




Triad Dobereiner
C. Pengelompokan Unsur Berdasarkan Newlands

   D. Pada tahun 1864, John Alexander Reina Newlands, seorang ahli kimia berkebangsaan
      Inggris, menyusun suatu tabel berdasarkan kenaikan massa atomnya. Tabel ini
      menunjukkan kemiripan sifat yang berulang setiap delapan unsur. Jadi, unsur yang
      kedelapan memiliki kemiripan sifat dengan unsur pertama. Sedangkan unsur kedua
      memiliki kemiripan sifat dengan unsur kesembilan, dan seterusnya.
   E. Susunan unsur-unsur tersebut dikenal sebagai Hukum Oktaf Newlands. Daftar unsur
      yang berhasil dikelompokkan berdasarkan hukum oktaf oleh Newlands ditunjukkan pada
                                       tabel berikut.
                                  F.
                                  G. John Newlands




                                  H.
                                  I. Kelemahan dari teori pengelompokan ini adalah unsur
                                       oktaf Newlands hanya cocok untuk unsur yang
      memiliki massa atom kecil dan terdapay unsur yang berimpitan yaitu dalam satu tempat
      terdapat dua unsur.
   J. Hukum oktaf Newlands ternyata hanya berlaku untuk unsur-unsur dengan massa atom
      relatif sampai 20 (kalsium). Kemiripan sifat terlalu dipaksakan apabila pengelompokan
      dilanjutkan.
K. Pengelompokan Unsur Berdasarkan Dmitri Mendeleev

       Banyak ide pengelompokan unsur yang lain yang diajukan tetapi tidak memuaskan
masyarakat ilmiah waktu itu. Namun, teori yang diusulkan oleh kimiawan Rusia Dmitrij
Ivanovich Mendeleev (1834-1907), dan secara independen oleh kimiawan Jerman Julius Lothar
Meyer (1830-1895) berbeda dengan usulan-usulan lain dan lebih persuasif. Keduanya
mempunyai pandangan sama sebagai berikut:

Pandangan Mendeleev dan Meyer

   1. Daftar unsur yang ada waktu itu mungkin belum lengkap.

   2. Diharapkan sifat unsur bervariasi secara sistematik. Jadi sifat unsur yang belum diketahui
      dapat diprediksi.

    Awalnya teori Mendeleev gagal menarik perhatian. Namun, di tahun 1875, ditunjukkan
bahwa unsur baru galium ditemukan oleh kimiawan Perancis Paul Emile Lecoq de Boisbaudran
(18381912) ternyata bukan lain adalah eka-aluminum yang keberadaan dan sifatnya telah
diprediksikan oleh Mendeleev. Jadi, signifikansi teori Mendeleev dan Meyer secara perlahan
diterima. Tabel 5.2 memberikan sifat yang diprediksi oleh Mendeleev untuk unsur yang saat itu
belum diketahui ekasilikon dan sifat germanium yang ditemukan oleh kimiawan Jerman
Clemens Alexander Winkler (1838-1904).

   Tabel 5.2 Prediksi sifat unsu eka-silikon oleh Mendeleev dan perbandingannya dengan sifat
yang kemudian ditemukan.

Sifat                      eka-silicon           Germanium
Massa atom relatif         72                    72,32
Rapat massa                5,5                   5,47
Volume atom                13                    13,22
Valensi                    4                     4
Kalor jenis                0,073                 0,076
Rapat jenis dioksida       4,7                   4,703
Titik didih tetrakhlorida
(°C)                      <100                   86


   Mendeleev mempublikasikan tabel yang dapat dianggap sebagai asal mula tabel periodik
modern. Dalam menyiapkan tabelnya, Mendeleev awalnya menyusun unsur berdasarkan urutan
massa atomnya, sebagaimana pendahulunya. Namun, ia menyatakan keperiodikan sifat, dan
kadang menyusun ulang unsur-unsur, yang berakibat membalikkan urutan massa atom.
    Lebih lanjut, situasinya diperumit sebab prosedur menentukan massa atom belum
distandarkan, dan kadang kimiawan mungkin menggunakan massa atom yang berbeda untuk
unsur yang sama. Dilema ini secara perlahan diatasi setelah International Chemical Congress
(Kongres ini diadakan di tahun 1860 di Karlsruhe, Jerman. Tujuan kongres ini untuk
mendiskusikan masalah penyatuan massa atom. Dalam kesempatan ini Cannizzaro mengenalkan
teori Avogadro.) pertama yang dihadiri oleh Mendeleev, namun kesukaran-kesukaran tetap ada.



   Dengan mendasarkan pada valensi dalam menentukan massa atom, Mendeleev sedikit
banyak menyelesaikan masalah.

   Tabel 5.3 Tabel Periodik awal Mendeleev (1869).




    Berdasarkan pengamatan terhadap 63 unsur yang sudah dikenal ketika itu, dia menyimpulkan
bahwa sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Artinya, jika unsur-
unsur disusun menurut kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat tertentu akan berulang secara
periodik. Mendeleev menempatkan unsur-unsur yang mempunyai kemiripan sifat dalam satu
lajur vertikal yang disebut golongan. Lajur-lajur horisontal, yaitu lajur-lajur unsur berdasarkan
kenaikan massa atom relatifnya, disebut periode. Daftar periodik Mendeleev yang dipublikasikan
tahun 1872. Sistem periodik Mendeleev disebut juga sistem periodik pendek.




        Menurut sistem periodik Mendeleev, unsur-unsur disusun 12 baris mendatar dan 8
kelompok tegak menyatakan golongan. Dalam satu baris, dari kiri ke kanan unsur-unsur disusun
berdasarkan kenaikan nomor massa. Dalam satu kolom tegak (golongan), dari atas ke bawah
unsur-unsur disusun berdasarkan kemiripan sifat fisik dan kimia.

       Dari tabel di atas dilihat bahwa, Mendeleev mengosongkan beberapa tempat dalam tabel
periodiknya. Hal itu dilakukannya untuk menetapkan kemiripan sifat beberapa golongan.
Mendeleev yakin bahwa akan ditemukan unsur-unsur yang aaakan menempati tempat kosong
tersebut. Bahkan Mendeleev mampu meramalkan unsur-unsur yang masih belum diketahui
tersebut, dan kenyataanya apa yang diramalkan oleh Mendeleev tersebut sesuai dengan
kenyataan. Hal inilah yang meeenjadi salah satu kelebihan dari sistem periodik.

Hal penting yang terdapat dalam sistem periodik Mendeleev antara lain sebagai berikut:

   a. dua unsur yang berdekatan, massa atom relatifnya mempunyai selisih paling kurang dua
      atau satu satuan;

   b. terdapat kotak kosong untuk unsur yang belum ditemukan, seperti 44, 68, 72, dan 100;

   c.   dapat meramalkan sifat unsur yang belum dikenal seperti ekasilikon;
     d. dapat mengoreksi kesalahan pengukuran massa atom relatif beberapa unsur, contohnya
        Cr = 52,0 bukan 43,3.



a)   Kelebihan sistem periodik Mendeleev

     1) Sifat kimia dan fisika unsur dalam satu golongan mirip dan berubah secara teratur.

     2) Valensi tertinggi suatu unsur sama dengan nomor golongannya.

     3) Dapat meramalkan sifat unsur yang belum ditemukan pada saat itu dan telah mempunyai
        tempat yang kosong.

b) Kekurangan sistem periodik Mendeleev

     1) Panjang periode tidak sama dan sebabnya tidak dijelaskan.

     2) Beberapa unsur tidak disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, contoh : Te (128)
        sebelum I (127).

     3) Selisih massa unsur yang berurutan tidak selalu 2, tetapi berkisar antara 1 dan 4 sehingga
        sukar meramalkan massa unsur yang belum diketahui secara tepat.

     4) Valensi unsur yang lebih dari satu sulit diramalkan dari golongannya.

     5) Anomali (penyimpangan) unsur hidrogen dari unsur yang lain tidak dijelaskan.



L. Pengelompokan Unsur Berdasarkan Henry Moseley

      Pada 1913, seorang kimiawan inggris bernama Henry Moseley melakukan eksperimen
pengukuran panjang gelombang unsur menggunakan sinar-X.

       Berdasarkan hasil eksperimenya tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa sifat dasar atom
bukan didasari oleh massa atom relative, melainkan berdasarkan kenaikan jumlah proton. Hal
tersebut diakibatkan adanya unsur-unsur yang memiliki massa atom berbeda, tetapi memiliki
jumlah proton sama atau disebut isotop.

       Kenaikan jumlah proton ini mencerminkan kenaikan nomor atom unsur tersebut.
Pengelompokan unsur-unsur sisitem periodik modern merupakan penyempurnaan hukum
periodik Mendeleev, yang di sebut juga sistem periodik bentuk panjang.

     Sistem periodik bentuk panjang ( tabel periodik modern ) disusun berdasarkan kenaikan
nomor atom unsur. Lajur-lajur horizontal, yang disebut periode disusun berdasarkan kenaikan
nomor atom ; sedangkan lajur-lajur vertikal, yang disebut golongan, disusun berdasarkan
kemiripan sifat. Tabel periodik modern berisi nomor atom, nomor massa, banyaknya elektron
valensi, serta simbol unsur yang bersangkutan. Selain menunjukkan jumlah proton di inti atom,
nomor atom sekaligus juga menunjukkan jumlah elektron yang dimiliki atom. Dengan
demikian, konfigurasi elektron unsur dapat digunakan untuk mempelajari sifat kimia dan sifat
fisika unsur-unsur di alam.

       Kegunaan utama tabel periodik adalah mempermudah mempelajari sifat unsur-unsur
dalam satu golongan maupun satu periode. Para ahli kimia dapat menemukan hubungan
antarunsur dan dapat menuliskan rumus senyawa yang berbeda-beda dengan bantuan tabel
periodik. Sistem periodik modern terdriri atas 7 periode dan 8 golongan. Setiap golongan dibagi
lagi menjadi 8 golongan A( IA-VIIIA ) dan 8 golongan B (IB – VIIIB).

       Periode unsur pada sistem periodik unsur modem disusun dalam arah horisontal (baris)
untuk menunjukkan kelompok unsur yang mempunyai jumlah kulit sama.

Sistem periodik bentuk panjang terdiri atas 7 periode sebagai berikut :

1)     Periode 1 = periode sangat pendek berisi 2 unsur, yaitu H dan He

2)     Periode 2 = periode pendek berisi 8 unsur

3)     Periode 3 = periode pendek berisi 8 unsur

4)     Periode 4 = periode panjang berisi 18 unsur

5)     Periode 5 = periode panjang berisi 18 unsur

6)     Periode 6 = periode sangat panjang berisi 32 unsur

7)     Periode 7 = periode yang unsur-unsurnya belum lengkap berisi 30 unsur

Pada periode 6 termasuk periode sangat panjang, yaitu berisi 32 unsur.

        Golongan IIIB periode 6 berisi 14 unsur dengan sifat mirip yang dinamakan golongan
lantanida.Begitu juga golongan IIIB periode 7 berisi 14 unsur dengan sifat mirip dinamakan
golongan aktinida.Unsur golongan aktinida dan lantanida biasanya dituliskan terpisah di bawah.
Golongan lantanida dan aktinida disebut golongan transisi dalam.
       Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan golongan unsur, nama golongan unsur, serta
jumlah elektron valensinya pada golongan A:

Golongan     Nama Golongan        Jumlah Elektron Valensi     Unsur-unsur
IA           Alkali               1                           Li, Na, K, Rb, Cs, dan Fr
IIA          Alkali Tanah         2                           Be, Mg, Ca, Sr, Ba, dan Ra
IIIA         Boron-Aluminium      3                           B, Al, Ga, In, dan Tl
IVA          Karbon-Silikon       4                           C, Si, Ge, Sn, dan Pb
VA           Nitrogen-Fosfor      5                           N, P, As, Sb, dan Bi
VIA          Oksigen-Sulfur       6                           O, S, Se, Te, dan Po
VIIA         Halogen              7                           F, Cl, Br, I, dan At
VIIIA        Gas Mulia            8                           He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn

        Beberapa sifat fisik unsur yang berubah secara berkala dan teratur dalam tabel periodik,
antara lain:

1. Jari-Jari Atom

Unsur-unsur dalam satu golongan akan mengalami peningkatan jari-jari seiring bertambahnya
nomor atom (dari atas ke bawah). Sementara, unsur-unsur dalam satu periode justru mengalami
penyusutan jari-jari seiring bertambahnya nomor atom (dari kiri ke kanan).

Peningkatan jari-jari dalam satu golongan terjadi akibat penambahan jumlah kulit yang terisi
oleh elektron. Sebaliknya, dalam satu periode, jumlah kulit yang terisi elektron sama, akan tetapi
jumlah elektron valensinya meningkat dari kiri ke kanan. Akibatnya, dalam satu periode, dari kiri
ke kanan, gaya penarikan inti terhadap elektron valensi semakin kuat . Dengan demikian, akan
terjadi peristiwa shrink (penarikan ke dalam = penyusutan) ukuran atom.

2. Energi Ionisasi

Energi Ionisasi adalah jumlah minimum energi yang diperlukan untuk melepaskan sebuah
elektron pada unsur dalam wujud (fasa) gas. Nilai energi ionisasi mencerminkan seberapa kuat
elektron (khususnya elektron valensi) terikat pada atom. Semakin besar nilai energi ionisasi,
semakin sulit elektron dilepaskan dari atom.

Dalam satu golongan, energi ionisasi akan menurun seiring peningkatan ukuran atom (dari atas
ke bawah). Hal ini terjadi akibat semakin jauhnya letak elektron valensi terhadap inti atom,
sehingga kekuatan gaya penarikan inti terhadap elektron melemah. Semakin besar ukuran atom,
semakin mudah pula atom tersebut melepaskan elektron, sehingga semakin mudah membentuk
ion positif (kation).
Sebaliknya, dalam satu periode, dari kiri ke kanan, terjadi kenaikan energi ionisasi. Hal ini akibat
menyusutnya ukuran atom, sehingga gaya penarikan inti terhadap elektron semakin kuat.
Elektron, dalam hal ini, semakin sulit dilepaskan.

3. Afinitas Elektron

Afinitas Elektron adalah jumlah energi yang dilepaskan saat suatu unsur dalam wujud (fasa) gas
menangkap elektron membentuk anion. Unsur yang mudah menangkap elektron akan
melepaskan energi dalam jumlah besar. Semakin mudah unsur menangkap elektron, semakin
besar pula energi yang dilepaskan.

Dalam satu golongan, seiring meningkatnya ukuran atom (dari atas ke bawah), mengakibatkan
letak kulit valensi semakin jauh dari inti. Akibatnya, kemampuan inti untuk menangkap elektron
dari luar semakin lemah. Dengan demikian, nilai afinitas elektron akan menurun seiiring
bertambahnya nomor atom dalam satu golongan.

Sementara itu, dalam satu periode, justru terjadi kondisi yang berlawanan. Seiring bertambahnya
nomor atom dalam satu periode (dari kiri ke kanan), akan menyebabkan penyusutan ukuran
atom. Kondisi ini akan memperkuat gaya penarikan inti terhadap elektron terluar. Dengan
demikian, unsur semakin mudah menangkap elektron dari luar. Hal ini menyebabkan nilai
afinitas elekton akan meningkat.

4. Keelektronegatifan

Keelektronegatifan adalah kekuatan (kemampuan) suatu atom untuk menarik elektron. Semakin
besar nilai keelektronegatifan, semakin besar pula kekuatan atom untuk menarik elektron. Sifat
ini berkaitan erat dengan afinitas elektron. Pada tabel periodik, dalam satu periode,
keelektronegatifan akan meningkat dari kiri ke kanan. Sebaliknya, dalam satu golongan, akan
menurun dari atas ke bawah. Nilai keelektronegatifan unsur-unsur dinyatakan dalam skala Pauli
dan dapat dilihat pada Tabel Keelektronegatifan Pauli.
       Tabel Periodik Unsur yang sekarang ini digunakan tersebut belumlah menjadi
suatu akhir karena terus mengalami proses penyempurnaa. Dan tidak menutup
kemungkinan jika sistem periodik unsur akan berbeda dengan sistem periodik unsur yang
sudah ada.
                                               BAB III

                                              PENUTUP



                                          Kesimpulan

Pengelompokan unsur disebut juga sistem periodok unsur-unsur. Pengelompokan unsur-unsur
tersebut didasarkan atas adanya kemiripan sifat sifatnya. Pengelompokan ini mengalami
perkembangan dan penyempurnaan. Mulai dari Antoine Lavoisier, Dobreiner, Newlands, Dmitri
Mendeleev, Henry Moseley. Tteori Lavoisior adalah mencetuskan teori pertama yang bisa di jadikan
referensi dasar pengelompokkan bagi ilmuan-ilmuan yang berikutnya. Tabel periodik unsur menurut
masing-masing penemu memiliki kekurangan dan kelebihan, dan terus disempurnakan.
Sampai akhirnya tersusun tabel periodik unsur yang digunakan saat ini.




       Tabel Periodik Unsur yang sekarang ini digunakan tersebut belumlah menjadi suatu akhir
karena terus mengalami proses penyempurnaa. Dan tidak menutup kemungkinan jika sistem
periodik unsur akan berbeda dengan sistem periodik unsur yang sudah ada.

								
To top