Docstoc

Teknologi Hidroponik

Document Sample
Teknologi Hidroponik Powered By Docstoc
					Teknologi Hidroponik
Kontribusi Dari Administrator
Monday, 07 July 2008
Pemutakhiran Terakhir Sunday, 08 March 2009
Hidroponik adalah cara budidaya tanpa media tanah; bagian dari pertanian pada kondisi
lingkungan terkendali
(controlled environment agriculture) dalam rumah kaca atau rumah kasa. Dengan kata
lain, hidroponik merupakan suatu
sistem budidaya tanaman pada media yang tidak menyediakan unsur hara, dan unsur hara
esensial yang diperlukan
tanaman disediakan dalam bentuk larutan/nutrisi.
Tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik meliputi golongan tanaman hortikultura
yang meliputi tanaman sayur,
tanaman buah, tanaman hias, pertamanan, dan tanaman obat-obatan. Pada hakekatnya
berlaku untuk semua jenis
tanaman baik tahunan, biennial, maupun annual. Pada umumnya merupakan tanaman
annual (semusim).
Klasifikasi hidroponik berdasarkan media, yaitu :
1. Kultur air : NFT, irigasi tetes, hidroponik terapung.
2. Kultur agregat : pasir, rockwool, arang sekam, kerikil, batu apung.
3. Aeroponik : medium gas.
Beberapa model dasar hidroponik yang biasa dikembangkan di Indonesia yaitu: Wick
System (Sistem sumbu), Water
Culture (Kultur air), Ebb and Flow (Pasang surut), Drips System (Irigasi tetes), Nutrient
Film Technic (NFT) dan
Aeroponik (penjelasan lengkap pada menu Produk Kami)
Beberapa keuntungan menggunakan teknologi hidroponik, ditinjau dari tiga aspek, yaitu :
1) Keuntungan secara teknologis
Keuntungan yang bisa didapat, produk hidroponik lebih terjamin kebebasannya dari
hama penyakit yang berada di
dalam tanah, hidroponik menggunakan metode kerja yang lebih praktis dan tepat guna,
memungkinkan menanam suatu
jenis tanaman di luar musim tanam, sehingga secara komersial mempunyai harga jual
yang lebih baik, dan hidroponik
mampu memanfaatan lahan sempit atau kritis dan tidak produktif.
2) Kuntungan secara ekonomis
Dapat menjadi sumber peningkatan penghasilan dan profesi, meningkatkan pemenuhan
sumber pengadaan gizi
masyarakat dan keluarga jika diusahakan dalam skala besar dapat meningkatkan ekspor
yaitu produk hortikultura segar
dan berkualitas tinggi.
3) Keuntungan bagi lingkungan dan sosial
Dapat dijadikan sarana pendidikan pertanian modern, memperindah lingkungan, dan
mengesankan dunia pertanian
yang bersih, dapat menimbulkan gairah usaha mandiri, menciptakan lapangan pekerjaan,
bisa menjadi tempat berkreasi
orang-orang lanjut usia, dan merupakan usaha agribisnis di perkotaan tanpa mencemari
lingkungan.
Selain keuntungan dan manfaat seperti dipaparkan di atas, usaha hidroponik juga
dihadapkan pada berbagai kendala
yang menyebabkan masih tersendat-sendatnya perkembangan hidroponik di Indonesia.
Kendala-kendala penerapan
teknologi hidroponik di Indonesia, yaitu :
1. Kendala teknologi
Rendahnya pengetahuan tentang fisiologi tumbuhan (keperluan unsur hara, sinar
matahari, oksigen, air, temperatur,
ruang), pengetahuan tentang pupuk dan pemupukan, pengairan. Pengetahuan tentang
green house (desain, bahan
baku) dikalangan petani masih sangat kurang apalagi pengetahuan tentang cara budidaya
setiap tanaman.
2. Kendala pemasaran
Beberapa kendala dalam pemasaran meliputi rendahnya kualitas, kuantitas, dan
kontinuitas. Untuk skala usaha yang
kecil menyebabkan produksi yang kecil/rendah pula, perlu menggandeng pemasok agar
harga lebih rendah. Pasar elite
sulit ditembus oleh pemula dan perlu pengetahuan pasca panen yang benar.
3. Kendala modal/biaya
Dalam biaya dibutuhkan modal besar untuk memulai, keperluan perawatan tanaman
sehari-hari, perawatan green house
dan kelengkapan irigasi dan biaya untuk pengemasan, pemasaran, dan promosi.
Berikut perbandingan budidaya tanaman secara hidroponik dan
konvensionalNoParameterKonvensionalHidroponik1LahanTerbatas pada lahan
tertentuLebih tidak terbatas, misal
padang pasir, pulau karang dsb2MediumTanah perlu diolah, diganti setelah 2-3 generasi
tanamanTanpa pengolahan,
media dapat dipakai berulang-ulang3Sterilisasi mediumPerlu biaya, waktu, dan tenaga
yang besarLebih
sedikit4Kandungan haraSangat bervariasi, defisiensi lokal, lebih sulit diaturSeragam,
lebih mudah diatur, hara cukup dan
tersedia5PemupukanDisebar, perlu jumlah banyak, kurang efisienDilarutkan, jumlah
lebih sedikit, lebih efisien6AirSering
terjadi kekeringan karena sifat tanah dan iklim, penggunaan kurang efisienTidak, lebih
efisien7Jumlah TanamanDibatasioleh akar, hara dan cahaya, populasi tanaman lebih
kecilDibatasi oleh cahaya, populasi lebih besar8GulmaAda, perlu
pengendalianTidak ada9Hama dan PenyakitBanyakSedikit10Tenaga kerjaBanyakSedikit11Masa
BeroPerluTidak
perlu12HasilLebih rendahLebih tinggi13KualitasKurang baik karena ada serangan OPTLebih
baik14BiayaRendahTinggi15TeknologiSederhanaRumit16BahanMudah diperolehSulit diperoleh

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:279
posted:5/3/2012
language:Indonesian
pages:2