Lika liku obat ANTIBIOTIKA

Document Sample
Lika liku obat ANTIBIOTIKA Powered By Docstoc
					                              LIKA LIKU OBAT ANTIBIOTIKA

                                        Farih Ibnu Khozin
Definisi

           Antibiotika bukan asli bahasa Indonesia, ia berasal dari serapan bahasa Yunani : anti
(lawan) dan bios (hidup, kehidupan). Merupakan sejenis zat kimia yang dihasilkan dari proses
pemeraman (isolasi) mikroba pada tumbuhan fungi (jamur) tertentu dengan tujuan membunuh
atau melemahkan makhluk hidup lain berupa jasad renik (mikro organisme) misalnya bakteri,
parasit ataupun jamur. Yang dapat terbunuh oleh antibiotika hanya sejenis bakteri, tetapi ia tidak
mampu membunuh virus.
           Hal yang harus kita fahami bahwa antibiotika hanya bisa membunuh makhluk hidup
yang berkembang secara mandiri, walaupun makhluk hidup itu tidak berada pada suatu media
tertentu. Hal ini berbeda dengan virus yang hanya berkembang dalam materi genetik dari
makhluk hidup. Virus membutuhkan makhluk hidup untuk dapat berkembang biak misalnya sel
tubuh manusia, sel tubuh hewan ataupun bakteri.


Pemanfaatan Antibiotika
           Untuk mematikan bakteri yang menjadi penyebab penyakit seperti TBC, Typhus,
Cholera, Desentri, diare akibat amoeba, batuk (infeksi sinus berat), infeksi saluran kemih, radang
tenggorokan oleh bakteri streptococcus, infeksi telinga, dokter sering menggunakan antibiotika.
Efek yang tidak diharapkan adalah apabila penggunaan antibiotika berdampak pada matinya
bakteri yang dibutuhkan tubuh. Atau bahkan terjadi perubahan bakteri tersebut menjadi bakteri
jahat yang dinamakan namur atau superinfection, yang akan merusak system kekebalan dalam
tubuh kita sehingga menjadi rentan terhadap penyakit.
           Ketika memanfaatkan antibiotika seharusnya kita hanya menggunakan antibiotika
yang langsung bekerja dan hanya pada bakteri yang dituju. Antibiotika semacam ini dinamakan
antibiotika spetrum sempit (narrow spectrum antibiotikca). Antibiotika yang digunakan pada
spectrum luas hanya akan membahayakan tubuh dalam waktu yang lama.
           Hal yang harus selalu kita ingat bahwa antibiotika tidak dapat membunuh virus ! Bila
kita flu (pilek) tidak bisa diobati menggunakan antibiotika.
           Bila kita sakit dan memerlukan pengobatan dengan antibiotika mohon dipastikan dari
dokter yang meresepkan antibiotika agar hanya memberikan narrow spectrum antibiotica tanpa
menggunakan bermacam-macam antibiotika dalam satu kali pengobatan itu. Hindari pemakaian
antibiotika yang tidak diresepkan oleh dokter, termasuk salep antibiotika, kecuali untuk infeksi
mata.
              Bila terpaksa kita diharuskan menggunakan lebih dari satu antibiotika karena ada
infeksi berat dari kuman penyakit, selalulah berkonsultasi dengan ahli medis terutama dokter
spesialis. Dari pengawasan ini akan diharapkan adanya formula yang tepat tidak terlalu sedikit
sehingga kuman tidak mati atau terlalu banyak yang berakibat terjadi infeksi tambahan (super
infection).
              Bila kita menggunakan obat antibiotika satu hal yang harus kita ketahui, ingat dan
sangat penting adalah bahwa obat antibiotika harus diminum dan dihabiskan, walau gejala
penyakit sudah berkurang. Sebaliknya bila obat sudah habis, gejala penyakit belum berkurang
jangan sekali-kali membeli obat sendiri dan meminumnya tanpa berkonsultasi dengan dokter
ahlinya.
              Sesuatu yang selalu dikhawatirkan terhadap pemanfaatan antobiotika yang
sembarangan adalah terjadinya imunisasi kuman terhadap obat, atau terjadinya super infection,
suatu keadaan yang menjadikan bakteri baik dan dibutuhkan berubah menjadi bakteri yang
membahayakan dan menjadi penyakit dalam tubuh. Ketepatan dalam memanfaatkan obat
antibiotika sangat diperlukan dan ini hanya bisa dilakukan oleh yang benar-benar mengerti
tentang hal ini.
Efek samping lain
              Selain dari efek yang disebutkan diatas, penggunaan antibiotika yang tidak tepat
adalah terjadi efek :
     Gangguan saluran pencernaan seperti diare, mual , muntah dan mulas.
     Ruam kulit.
     Pembengkakan bibir.
     Pembengkakan kelopak mata.


    Lihat gambar berikut
    Gangguan nafas
    Alergi pada masa dating bila diberikan pada anak usia dini.
    Demam.
    Gangguan darah, misalnya antibiotika kloramfenikol yang menekan sumsum tulang
       dalam memproduksi darah sehingga menurunnya sel-sel darah.
    Gangguan fungsi hati, dan ini menjadi sangat umum dalam penggunaan obat yang tidak
       tepat.   Pada antibitika   misalnya jenis      erytromicin,     sulfonamide, flucloxacillin,
       nitrofurantoin, trimetoprim, dan amoxicillin clavulinic acid.
    Alergi yang menjadikan peradangan pada hati (hepatitis) yang ditimbulkan oleh
       antibiotika kelompok makrolod.
    Gangguan fungsi ginjal, akibat (efek samping) antibiotika golongan aminoglikosida,
       imipenem atau meropenem dan ciprofloxacin.
           Akhir-akhir ini tidak lagi ditemukan antibiotika yang lebih kuat dan baru, sedangkan
bakteri terus berkembang dan semakin kebal terhadap antibiotika karena penggunaan yang tidak
tepat. Ini yang akhir ini menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat. Penggunaan antibiotika
bagai pisau bermata dua, pemanfaatan yang tepat akan menjadi penyelamat dan obat, jika
pemanfaatannya tidak tepat akan menjadi senjata balik yang membahayakan tubuh manusia.
           Diambil dari berbagai sumber (referensi)
           www.iwandarmansjah.web.id. Oleh Prof. dr. Iwan Darmansjah, Sp.Fk.
           Antibiotik Irasional pada Anak, makalah dr. Widodo P Judarwanto, Sp.A.
           Tentang Obat Antibiotika, Jejak Sehat, PT Askes, Juli 2006.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:14
posted:5/3/2012
language:
pages:3