Makalah Manusia dan Peradaban (DOC)

Document Sample
Makalah Manusia dan Peradaban (DOC) Powered By Docstoc
					    Manusia Dan Peradaban




              Disusun oleh :
    Yuna Setia Hendarto     B. 131. 11. 0434
    Panca Putra Adi Kusuma B. 131. 11. 0456
    Annisatul M             B. 131. 11. 0459




      UNIVERSITAS SEMARANG
           TAHUN 2012
       PERNYATAAN ORISINALITAS MAKALAH



   Yang bertanda tangan dibawah ini kami, menyatakan bahwa makalah dengan
judul: Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial adalah tulisan kami
sendiri. Dengan ini kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam
makalah ini tidak terdapat keseluruhan dan atau sebagian tulisan orang lain yang
kami ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat
atau symbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari
penulis lain tanpa memberikan pengakuan penulis aslinya.
   Apabila kami melakukan tindakan yang bertentangan dengan hal tersebut di
atas,baik disengaja maupun tidak,dengan ini kami menyatakan menarik makalah
yang kami ajukan sebagai hasil tulisan kami sendiri. Bila kemudian terbukti
bahwa kami melakukan tindakan menyalin atau meniru orang lain seolah-olah
pemikiran kami sendiri, kami siap menerima sanksi yang akan ditetapkan
kemudian.




Semarang, 4 April 2012


Yang membuat pernyataan,
    Yuna Setia hendarto            NIM:B.131.11.0434
    Panca Putra Adi Kusuma         NIM:B.131.11.0456
    Annisatul M                    NIM:B131.11.0459
                          KATA PENGANTAR


   Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun
makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas Manusia Dan
Peradaban.
   Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan
hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa
teratasi. Oleh karena   itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah
ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha
Esa.
   Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari
bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat
penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
   Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita
sekalian.




Semarang, 11 April 2012




Penulis
                             DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I    PENDAHULUAN
         A. Latar Belakang
         B. Rumusan Masalah
BAB II   URAIAN
         A. Hakekat Manusia dan Peradaban
              1.   Makna Manusia
              2.   Makna Adab dan Peradaban
         B. Wujud dan Perkembangan Peradaban
              1.   Wujud Peradaban
              2.   Evolusi Budaya dan Tahapan Peradaban
         C. Peradaban dan Perubahan Sosial
              1.   Tradisi
              2.   Modernisasi
              3.   Masyarakat Madani
         D.   Masyarakat Yang Beradab
         E.   Problematika Peradaban Dalam Kehidupan Masyarakat
              1.   Kemajuan IPTEK Bagi Peradaban Manusia
              2.   Dampak Globalisasi Bagi Peradaban Manusia
BAB III PENUTUP
         Kesimpulan
                                     BAB I
                              PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
   Manusia merupakan makhluk yang mempunyai akal, jasmani dan rohani.
Dimana akal, jasmani dan rohani dituntuk untuk menjalankan sesuatu sesuai
dangan fungsinya masing-masing.
   Antara manusia dan perdaban mempunyai hubungan yang sangat erat dimana
keduanya saling mendukung untuk terciptanya suatu kehidupan yang sesuai
dengan     kodratnya.    Timbulnya   suatu   peradaban   dikarenakan   ada   yang
menciptakannya. Diamana manusia sebagai pencipta dan sekaligus sebagai
pelaksananya..
   Suatu peradaban mempunyai tahapan-tahapan dan dapat berrubah sesuai
dengan perkembangan zaman. Peradaban sangat berpengaruh besar dalam
kehidupan sosial manusia, sehngga dapat membuat suatu perubahan              pada
kehidupan sosial. Perubahan ini diakibatkan dari pengaruh perkembangan zaman
yang terjadi.
   Masyarakat yang beradab dapat diartikan sebagai masyarakt yang memiliki
sikap sopan santun , ramah tamah dan kebaikan budi pekerti. Atau dapat juga
diartikan suatu kombinasi ideal antara kepentingan umum dan kepentingan
pribadi.


   Perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah
membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-
jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar,
kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis, Demikian
juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah
mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu
dan aktifitas manusia.
B. Rumusan Masalah
   Berpijak dari latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah
pada penulisan makalah ini adalah : Hakekat Manusia dan Peradaban yang
meliputi makna manusia dan makna ada dan peradaban, Kemudian Wujud dan
Perkembangan Peradaban yang meliputi wujud peradaban dan evolusi budaya dan
tahapan peradaban, Kemudian Peradaban dan Perubahan Sosial yang meliputi
tradisi, modernisasi dan masyarakat madani. Kemudian Masyarakat Yang
Beradab, Lalu Problematika Peradaban Dalam Kehidupan Masyarakat yang
meliputi kemajuan IPTEK bagi peradaban manusia dan dampak globalisasi bagi
peradaban manusia.




                                   BAB II
                                  URAIAN


A. Hakekat Manusia dan Peradaban
1. Makna Manusia
      Manusia seutuhnya adalah sebuah matriks yang mempunyai akal, jasmani
   dan rohani. Pemahaman terhadapnya memerlukan pendekatan multi
   dimensional dengan tidak melupakan kodratnya sebagai mahluk pribadi dan
   sosial. Melalui akalnya manusia dapat menciptakan dan mengembangkan
   teknologi, lewat jasmaninya manusia dapat menerapkan dan merasakan
   kemudahan yang diperolehnya dari teknologi tersebut sedangkan melalui
   rohani terciptalah peradaban. Lebih dari itu melalui ketiganya (akal, jasmani,
   rohani) manusia dapat membuat perubahan di berbagai bidang sesuai dengan
   perjalanan waktu yang dilaluinya sebagai upaya penyesuaian terhadap
   perubahan yang terjadi pada lingkungan sekitarnya. Aspek inilah yang
   menjadi pembeda antara manusia dengan mahluk lainnya dalam hal
   kemampuannya beradaptasi dengan alam. Peradaban hanya dikenal oleh
  manusia, sedangkan mahluk lain melakukan adaptasi dengan perubahan alam
  melalui proses evolusi jasmaniahnya.
     Manusia dalam kehidupannya mempunyai tiga fungsi, yaitu :
  1. Sebagai makhluk Tuhan
  2. Sebagai makhluk individu
  3. Sebagai makhluk sosial budaya
     Sebagai makhluk pribadi, manusia terus melakukan interaksi dengan
  sesamanya untuk pemenuhan kebutuhan yang tidak dapat diperolehnya
  sendiri. Interaksi itu sudah tercipta sejak manusia masih berada di dalam
  kandungan ibunya dan terus berkelanjutan sampai dia dilahirkan yang
  kemudian tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa dengan bentuk
  interaksi yang semakin komplek dalam mengenal lingkungan sekitarnya.
  Interaksi tersebut sebagai cikal terbentuknya suatu komunitas sosial yang
  selanjutnya melahirkan aturan-aturan dan norma yang disepakati bersama
  untuk mengatur interaksi yang terjadi tersebut.
     Sejarah   peradaban      manusia    menunjukkan   bahwa   konsep    dasar
  keorganisasian dan manajemen bukan merupakan sesuatu yang baru. Beberapa
  peninggalan bersejarah baik yang berupa bangunan, tulisan atau yang
  sejenisnya dari beberapa dinasti di seluruh dunia yang dibuat beberapa ribu
  tahun silam merupakan saksi bisu yang menguatkan pernyataan di atas.
     Keberadaan dinasti tersebut seolah mengatakan bahwa masyarakat pada
  saat itu sudah mengenal organisasi yang mengatur segala macam interaksi
  yang terjadi antar individu dalam masyarakat, sedangkan peninggalan sejarah
  (misalnya tujuh keajaiban dunia) bisa dikatakan sebagai sebuah maha karya
  yang tak akan terwujud bila proses pembuatannya tidak menggunakan konsep
  manajemen yang benar-benar brilian. Tingkat penguasaan teknologi dan ilmu
  pengetahuan pada saat itu yang masih sangat minim, membuat konsep-konsep
  manajemen dan organisasi pada era tersebut tidak dapat tertuang dalam
  konsep yang tersusun secara sistematis sebagai bahan studi banding dengan
  konsep yang ada sekarang.


2. Makna Adab dan Peradaban
   Istilah peradaban dalam bahasa Inggris disebut Civilization. Istilah peradaban
sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap
perkembangan kebudayaan. Definisi peradaban menurut Koentjaraningrat
menyatakan bahwa peradaban merupakan bagian dan unsur kebudayaan yang
halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan
santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang
mempunyai system teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.
   Pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-
unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya,
maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki
peradaban yang tinggi.
   Dengan batasan-batasan pengertian di atas maka istilah peradaban sering
dipakai untuk hasil-hasil kebudayaan seperti: kesenian, ilmu pengetahuan dan
teknologi, adat sopan santun serta pergaulan. Selain itu juga kepandaian menulis,
organisasi bernegara serta masyarakat kota yang maju dan kompleks.
   Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor:
      Pendidikan,
      Kemajuan teknologi dan
      Ilmu pengetahuan.


B. Wujud dan Perkembangan Peradaban
1. Wujud Peradaban
   Wujud dari peradaban dapat berupa :
   1. Moral : nilai-nilai dalam masyarakat dalam hubungannya dengan
       kesusilaan.
   2. Norma : aturan, ukuran, atau pedoman yang dipergunakan dalam
       menentukan sesuatu benar atau salah, baik atau buruk.
   3. Etika : nilai-nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan buruk yang
       menjadi pegangan dalam megatur tingkah laku manusia. Bisa juga
       diartikan sebagai etiket, sopan santun.
   4. Estetika : berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam
       keindahan, mencakup kesatuan (unity), keselarasan (balance), dan
       kebalikan (contrast).


2. Evolusi Budaya dan Tahapan Peradaban
   a. gelombang pertama sebagai tahap peradaban pertanian, dimana dimulai
       kehidupan baru dari budaya meramu ke bercocok tanam. ( revolusi
       agraris)
   b. gelombang kedua sebagai tahap peradaban industri penemuan mesin uap,
       energi listrik, mesin untuk mobil dan pesawat terbang. (revolusi industri)
   c. gelombang ketiga sebagai tahap peradaban informasi. Penemuan TI dan
       komunikasi dengan computer atau alat komunikasi digital.


C. Peradaban dan Perubahan Sosial
   Perubahan menyebabkan ketidaksesuaian antara unsur-unsur social yang ada
dalam masyarakat sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai
dengan fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan.
   Penyebab atau faktor – faktor terjadinya perubahan :
Faktor intern :
   a. Bertambah dan berkurangnya penduduk
   b. Adanya penemuan – penemuan baru
   c. Konflik dalam masyarakat
   d. Pemberontakan dalam masyarakat
Faktor extern :
   a. Faktor alam yang berubah
   b. Pengaruh kebudayaan lain


1. Tradisi
   Tradisi (Bahasa Latin: traditio, "diteruskan") atau kebiasaan, dalam
pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak
lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya
dari suatu negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama. Hal yang paling
mendasar dari tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke
generasi baik tertulis maupun (sering kali) lisan, karena tanpa adanya ini, suatu
tradisi dapat punah. Tradisi juga merupakan adat kebiasaan turun temurun yang
masih dijalankan di masyarakat karena adanya penilaian bahwa cara-cara yang
telah ada merupakan cara yang paling baik dan benar.


2. Modernisasi
   Modernisasi berasal dari bahasa latin yaitu modo (cara) dan ernus (masa kini).
Secara harfiah modernisasi berarti proses menuju masa kini atau proses menuju
masyarakat yang modern.
   Modernisasi diartikan sebagai       perubahan-perubahan masyarakat       yang
bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju
kepada suatu masyarakat yang modern. Pengertian modernisasi berdasar pendapat
para ahli adalah sebagai berikut.
a. Widjojo Nitisastro, modernisasi adalah suatu transformasi total dari
   kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern dalam arti teknologi serta
   organisasi sosial, ke arah pola-pola ekonomis dan politis.
b. Prof. Koentjaraningrat menyatakan modernisasi adalah usaha untuk hidup
   sesuai dengan zaman dan konstelasi dunia sekarang.
c. Anthony D Smith menyatakan modernisasi bukan semata-mata proses yang
   spontan dan tanpa perencanaan.
d. Soerjono Soekanto, modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial
   yang terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan yang biasanya
   dinamakan social planning.
   Dengan dasar pengertian di atas maka secara garis besar istilah modern
mencakup pengertian sebagai berikut.
a. Modern berarti berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan
   meningkatnya tarat penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan merata.
b. Modern berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam
   pergaulan hidup dalam masyarakat.
   Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa sebuah modernisasi memiliki
syarat-syarat tertentu, yaitu sebagai berikut :
a. Cara berpikir yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa ataupun
   masyarakat.
b. Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan
   birokrasi.
c. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada
   suatu lembaga atau badan tertentu
d. Penciptaan iklim yang menyenangkan dan masyarakat terhadap modernisasi
   dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.
e. Tingkat organisasi yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin, sedangkan
   di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan.
f. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial.
   Dari pengertian para ahli diatas dapat disimpulkan modernisasi yaitu proses
menuju masa kini, dimana terjadi perubahan sosial budaya dan masyarakat
memperbaharui diri untuk mendapatkan cirri-ciri yang dimiliki oleh masyarakat
modern.
Adapun syarat-syarat dari modernisasi terdiri dari :
1. Cara berfikir ilmiah.
2. Sistem administrasi Negara yang baik.
3. Kedisiplinan yang tinggi.
4. Mampu menciptakan suasana yang kondusif.


3. Masyarakat Madani
   Masyarakat madani merupakan konsep yang memiliki banyak arti atau sering
diartikan dengan makna yang beda-beda. Bila merujuk kepada Bahasa Inggris, ia
berasal dari kata civil society atau masyarakat sipil, sebuah kontraposisi dari
masyarakat militer.
   Merujuk pada Bahmueller (1997), ada beberapa karakteristik masyarakat
madani, diantaranya:
1. Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif kedalam
   masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial.
2. Menyebarnya       kekuasaan     sehingga     kepentingan-kepentingan       yang
   mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan
   alternatif.
3. Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara
   dengan program-program pembangunan yang berbasis masyarakat.
4. Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena
   keanggotaan organisasi-organisasi masyarakat mampu memberikan masukan-
   masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah.
5. Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individu-
   individu mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan
   diri sendiri.
6. Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial
   dengan berbagai ragam perspektif.
   Dari beberapa ciri tersebut, kiranya dapat dikatakan bahwa masyarakat
madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya
menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan
mewujudkan kepentingan-kepentingannya; dimana pemerintahannya memberikan
peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan
program-program pembangunan di wilayahnya. Namun demikian, masyarakat
madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi, yang hampa udara, taken for
granted. Masyarakat madani adalah konsep yang cair yang dibentuk dari poses
sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus. Bila kita kaji,
masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai
masyarakat madani, maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk
menjadi masyarakat madani, yakni adanya democratic governance (pemerintahan
demokratis yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic civilian
(masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security; civil
responsibility dan civil resilience). Apabila diurai, dua kriteria tersebut menjadi
tujuah prasyarat masyarakat madani sbb:
1. Terpenuhinya kebutuhan dasar individu, keluarga, dan kelompok dalam
   masyarakat.
2. Berkembangnya modal manusia (human capital) dan modal sosial (socail
   capital) yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-
   tugas kehidupan dan terjalinya kepercayaan dan relasi sosial antar kelompok.
3. Tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan; dengan kata
   lain terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan sosial.
4. Adanya hak, kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat dan lembaga-
   lembaga    swadayauntuk terlibat dalam berbagai forum dimana isu-isu
   kepentingan bersama dan kebijakan publik dapat dikembangkan.
5. Adanya kohesifitas antar kelompok dalam masyarakat serta tumbuhnya sikap
   saling menghargai perbedaan antar budaya dan kepercayaan.
6. Terselenggaranya sistem pemerintahan yang memungkinkan lembaga-lembaga
   ekonomi, hukum, dan sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial.
7. Adanya jaminan, kepastian dan kepercayaan antara jaringan-jaringan
   kemasyarakatan yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi
   antar mereka secara teratur, terbuka dan terpercaya.



D. Masyarakat yang Beradab
   Masyarakat yang beradab dapat didefinisikan sebagai masyarakat yang
mempunyai sopan santun dan kebaikan budi pekerti. Atau dapat pula diartikan
sebagai masyarakat yang santun dan telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya.
Segala sesuatu yang dinilai maju dalam aspek kehidupan lahir batin suatu
masyarakat perlu selalu dipelihara dan dikembangkan, walaupun perlu dipahami
bahwa beberapa nilai yang dianut masyarakat selalu berubah atau berkembang.
Dalam proses estafet antar generasi selalu terdapat friksi, disamping adanya
pengaruh globalisasi atau segala aspek kehidupan yang padat menimbulkan
gangguan     dan   peluang   untuk   mangembangkan        peradaban   masyarakat.
Tingkat peradaban suatu masyarakat bangsa dapat diukur atau diklasi¬fikasikan
dengan berbagai cara. Pada umumnya dilakukan dengan menggunakan
pendekatan kesejahteraan sosial, ekonomi, meliputi berbagai fasetnya dengan
menggunakan indikator-indikator sosial dan ekonomi.
       Ketenangan, kenyamanan, ketentraman, dan kedamaian sebagai makna hakiki
manusia beradab dan dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal
antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum.


E. Problematika Peradaban dalam Kehidupan Masyarakat
1. Kemajuan IPTEK Bagi Peradaban Manusia
       Secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian
teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi
kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan
memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh,
pancaindra dan otak manusia.
       Sedangkan menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi
sebagai” keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri
efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia”Pengertian teknologi secara
umum adalah:
   proses yang meningkatkan nilai tambah
produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan
kinerja
Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan dan
digunakan
       Sedangkan dampak adalah suatu akibat yang ditimbulkan oleh sesuatu . Jadi
dampak teknologi adalah akibat yang ditimbulkan oleh suatu teknologi, bisa
akibat baik bisa juga akibat buruk dalam kehidupan manusia.
       Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam
kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan
kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan
manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta
sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang
teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-
inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian,
walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi
lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Karena itu pada
makalah ini kami membuat dampak-dampak positif dan negatif dari kemajuan
teknologi dalam kehidupan manusia


2. Dampak Globalisasi Bagi Peradaban Manusia
   Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan
budaya bangsa Indonesia . Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata
menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-
nilai pelestarian budaya. Perkembangan 3T (Transportasi, Telekomunikasi, dan
Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya
negeri sendiri . Budaya Indonesia yang dulunya ramah-tamah, gotong royong dan
sopan berganti dengan budaya barat, misalnya pergaulan bebas. Saat ini, ketika
teknologi semakin maju, ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut
semakin lenyap di masyarakat, bahkan hanya dapat disaksikan di televisi dan
Taman Mini Indonesi Indah (TMII). Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah
tersebut, bila dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang
menghasilkan pendapatan untuk pemerintah baik pusat maupun daerah, juga dapat
menjadi lahan pekerjaan yang menjanjikan bagi masyarakat sekitarnya. Hal lain
yang merupakan pengaruh globalisasi adalah dalam pemakaian bahasa indonesia
yang baik dan benar (bahasa juga salah satu budaya bangsa). Sudah lazim di
Indonesia untuk menyebut orang kedua tunggal dengan Bapak, Ibu, Pak, Bu,
Saudara, Anda dibandingkan dengan kau atau kamu sebagai pertimbangan nilai
rasa. Sekarang ada kecenderungan di kalangan anak muda yang lebih suka
menggunakan bahasa Indonesia dialek Jakarta seperti penyebutan kata gue (saya)
dan lu (kamu). Selain itu kita sering dengar anak muda mengunakan bahasa
Indonesia dengan dicampur-campur bahasa inggris seperti OK, No problem dan
Yes’, bahkan kata-kata makian (umpatan) sekalipun yang sering kita dengar di
film-film barat, sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata ini
disebarkan melalui media TV dalam film-film, iklan dan sinetron bersamaan
dengan disebarkannya gaya hidup dan fashion . Gaya berpakaian remaja Indonesia
yang dulunya menjunjung tinggi norma kesopanan telah berubah mengikuti
perkembangan jaman. Ada kecenderungan bagi remaja putri di kota-kota besar
memakai pakaian minim dan ketat yang memamerkan bagian tubuh tertentu.
Budaya perpakaian minim ini dianut dari film-film dan majalah-majalah luar
negeri yang ditransformasikan kedalam sinetron-sinetron Indonesia . Derasnya
arus informasi, yang juga ditandai dengan hadirnya internet, turut serta
`menyumbang` bagi perubahan cara berpakaian. Pakaian mini dan ketat telah
menjadi trend dilingkungan anak muda. Salah satu keberhasilan penyebaran
kebudayaan Barat ialah meluasnya anggapan bahwa ilmu dan teknologi yang
berkembang di Barat merupakan suatu yang universal. Masuknya budaya barat
(dalam kemasan ilmu dan teknologi) diterima dengan `baik`. Pada sisi inilah
globalisasi telah merasuki berbagai sistem nilai sosial dan budaya Timur
(termasuk Indonesia ) sehingga terbuka pula konflik nilai antara teknologi dan
nilai-nilai ketimuran.
   Dari hasil pembahasan diatas, dapat dilakukan beberapa tindakan untuk
mencegah terjadinya pergeseran kebudayaan/peradaban yang disebabkan oleh
pengaruh globalisasi, diantaranya yaitu :
1. Pemerintah     perlu   mengkaji    ulang   peraturan-peraturan   yang   dapat
   menyebabkan pergeseran budaya bangsa
2. Masyarakat perlu berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah masing-
   masing khususnya dan budaya bangsa pada umumnya
3. Para pelaku usaha media massa perlu mengadakan seleksi terhadap berbagai
   berita, hiburan dan informasi yang diberikan agar tidak menimbulkan
   pergeseran budaya
4. Masyarakat perlu menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru,
   sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negative.
5. Masyarakat harus berati-hati dalam meniru atau menerima kebudayaan baru,
   sehingga pengaruh globalisasi di negara kita tidak terlalu berpengaruh pada
   kebudayaan yang merupakan jati diri bangsa kita.
                                     BAB III
                                   PENUTUP


   Kesimpulan
   Manusia seutuhnya adalah sebuah matriks yang mempunyai akal, jasmani dan
rohani. Manusia dalam kehidupannya mempunyai tiga fungsi, yaitu : Sebagai
makhluk tuhan, Sebagai makhluk individu dan Sebagai makhluk sosial budaya.
   Peradaban merupakan bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan
indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan,
kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai system
teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. Masyarakat yang
beradab dapat didefinisikan sebagai masyarakat yang mempunyai sopan santun
dan kebaikan budi pekerti.
                             DAFTAR PUSTAKA




1. http://www.policy.hu/suharto/modul_a/makindo_16.htm
2.   http://indonetasia.com/definisionline/?p=974
3.   http://ojs.lib.unair.ac.id/index.php/JID/article/view/2154
4. http://www.google=pengaruh globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan
     daerah.com/
5.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:854
posted:5/1/2012
language:Latin
pages:19