Docstoc

Pedoman Pelayanan Medik Bronkiolitis Pada Anak

Document Sample
Pedoman Pelayanan Medik Bronkiolitis Pada Anak Powered By Docstoc
					                    PEDOMAN PELAYANAN MEDIK
                               BRONKIOLITIS

BATASAN
Bronkiolitis adalah infeksi saluran nafas bawah yang biasanya ditandai dengan
inflamasi akut, edema, nekrosis epitel saluran nafas, peningkatan produksi mukus
dan spasme bronkus sehingga menyebabkan pasokan oksigen ke darah tidak
adekuat. Paling sering menyerang bayi <6 bulan.

ETIOLOGI
Etiologi paling sering adalah Respiratory Syncytial Virus (RSV), dapat juga
disebabkan oleh virus-lain seperti metapneumovirus, adenovirus, parainfluenza).
Bronkiolitis merupakan self limiting disease namun dapat berbahaya bila terjadi pada
bayi prematur atau mereka yang menderita penyakit lain (ada underlying conditions
seperti gangguan nafas, jantung, neuromuskular atau imunologis).

DIAGNOSIS
a. Anamnesis:
    Usia pasien : <6 bln risiko bronkiolitis berat meningkat
    Gejala : diawali dengan gejala common colds lalu hari ke 2 – 3:
          o Batuk kering
          o Mengi atau takipnea (kadang jarak antar inspirasi cukup lama
              misalnya 10 detik)
          o Tak mau menyusu (berkurang keinginan menyusunya)
          o Bibir dan lidah kebiruan
          o Mengantuk lebih dari biasanya
    Perjalanan penyakit : Biasanya memburuk pada hari ke 2 - 3 dan setelah itu
      mengalami perbaikan.
    Apakah tejadi episode apne? Frekuensi dan durasi?
    Perubahan warna kulit: kemerahan, pucat, sianosis, atau ke-abu-abuan?
    Pola makan: apakah bayi masih dapat menghisap? berapa lama sampai
      selesai makan atau bila minum ASI sampai payudara kosong?
    Riwayat atopi / asma dalam keluarga?
    Kondisi pasien sebelumnya (bila terdapat hal-hal dibawah, hati-hati
      bronkiolitis berat)
      o Lahir prematur
      o Gangguan nafas kronik (penyakit paru kronis, kistik fibrosis)
      o Kondisi neurologis
      o Kelainan jantung kongenital
      o Imuno defisiensi
b. Pemeriksaan Fisik
    Kondisi umum
          o Demam, takipne, takikardia, episode apne
          o Sianosis sentral (Sianosis selalu menggambarkan keadaan yang
              berat, namun bayi yang tidak sianosis juga dapat mengalami hipoksia)
          o Bayi terlihat aktif atau irritable
          o Bayi yang kelelahan lebih mudah mengalami hipoksia bahkan gagal
              nafas
    Status hidrasi : turgor, capillary reffil, sirkulasi perifer
    Pernafasan :
          o Suara nafas tambahan : ronki basah, wheezing
          o Retraksi? Nafas cuping hidung?
      Pemberian makan
         o Observasi saat bayi diberi makan, ukur saturasi O2 saat makan


c. Pemeriksaan Penunjang
    Umumnya tidak memerlukan pemeriksaan penunjang
    Aspirasi nasofarings : Indikasi : riwayat apne, KU buruk, dd/ pertusis
    Ro Toraks : tidak rutin, hanya bila terdapat keraguan pada pemeriksaan fisik
     (suara nafas tambahan, murmur jantung dengan kecurigaan gagal jantung
     kongestif)
    Lain-lain:
         o Ur/ Cr : bila medapatkan cairan melalui iv
         o Kultur darah : Jika ada kecurigaan lain; hanya untuk menyingkirkan
             diagnosis banding
         o Analisis gas darah : tidak dilakukan rutin

DIAGNOSIS BANDING :
    Pneumonia : pucat, demam dan merintih
    Gagal jantung
    Asma
    Benda asing bronchial
    Pertusis

TATALAKSANA
Tujuan: Bukan menyembuhkan penyakit melainkan membuat anak nyaman,
menegah dehidrasi, deteksi dini bronkiolitis berat
Terapi non obat:
    ASI, cairan lain (jika sudah tidak ASI eksklusif)
    Ruangan agak lembab
Terapi medikamentosa
   1. Bronkodilator
        Pertimbangkan pada anak >6 bulan (jika tak ada perbaikan, hentikan)
        Anak yang memiliki riwayat atopi atau riwayat atopi pada keluarga
        Riwayat wheezing
        Riwayat responsif terhadap bronkodilator
        Salbutamol MDI 6 puff (100mcq per puff)lewat spacer. Periksa respons
          setelaj 10-20 menit
        Terapi diteruskanhanya bila responsiif
   2. Parasetamol
        Dapat diberikan untuk meredakan nyeri atau membuat anak merasa lebih
          nyaman
     TABEL KLASIFIKASI BRONKIOLITIS DAN TATALAKSANANYA
                    Ringan           Sedang                Berat
                                     (salah     satu    di
                                     bawah ini)
Keadaan umum        Compos mentis, Sedikit irritable atau Irritable / letargi
                    tak sianosis     letargi;
                                     Usia < 6 minggu
Frekuensi nafas     Normal           Sedikit meningkat     Sangat
Nafas cuping hidung (-)              (+)                   meningkat/turun
                                                           (+)
Retraksi            (-)              Retraksi sedang       Retraksi dalam
                                     Dinding dada          Dinding dada
Feeding             Normal           berkurang             Tidak dapat makan
Oksigen             SaO2 > 93%       SaO2         90-93% Hiposksemia berat,
                                     hipoksemia ringan     (SaO2 <90%)
Episode apne        (-)              singkat               Sering & lama
Tatalaksana         • Tangani di     • Rawat inap          • Pasang        monitor
                      rumah, smaller • O2            untuk   kardio respirasi,
                      frequent feeds   pertahan-kan        • Persiapkan
                    • Tidak perlu O2   saturasi              ruangan          ICU,
                      suplementasi   • Pertimbangkan         kemungkinan
                    • Edukasi &        cairan IV (75%        CPAP/ventilator
                      penjelasan -     maintenans)
                      orangtua       • Observasi setiap
                                       2 jam


Referensi
   1. WHO: Hospital care for children
   2. The Royal Childreen’s Hospital: Clinical Practice Guidelines
   3. The Australian Medical Association : Children Symptoms

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:122
posted:5/1/2012
language:
pages:3