Docstoc

Pedoman Pelayanan Medik Asma Pada Anak

Document Sample
Pedoman Pelayanan Medik Asma Pada Anak Powered By Docstoc
					                            PEDOMAN PELAYANAN MEDIK
                                     ASMA
BATASAN
Asma didefinisikan sebagai gangguan inflamasi kronik saluran napas dengan banyak sel
yang berperan, khususnya sel mast, eosinofil, dan limfosit T. Pada orang yang rentan
inflamasi ini menyebabkan penyempitan saluran napas yang menimbulkan gejala episode
mengi berulang, sesak nafas, rasa dada tertekan, dan batuk, khususnya pada malam hari
atau dini hari.

DIAGNOSIS
Mengi berulang dan/atau batuk kronik berulang merupakan titik awal untuk menegakkan
diagnosis.
Derajat penyakit asma anak dibagi berdasarkan keadaan klinis dan kebutuhan obat menjadi
3, yaitu, asma episodik jarang, asma episodik sering, dan asma
persisten.

Tabel1. Pembagian derajat penyakit asma pada anak
  Parameter klinis,          Asma episodik         Asma episodik         Asma persisten
   kebutuhan obat,              jarang                sering
    dan faal paru
 Frekuensi serangan       <1x/bulan             >1x/bulan              Sering
 Lama serangan            < 1 minggu            ≥ 1 minggu             Hampir sepanjang
                                                                       tahun/tidak ada remisi
 Intensitas serangan      Biasanya ringan       Biasanya sedang        Biasanya berat
 Di antara serangan       Tanpa gejala          Sering ada gejala      Geala siang dan
                                                                       malam
 Tidur dan aktivitas      Tidak terganggu       Sering terganggu       Sangat terganggu
 Pemeriksaan fisis di     Normal (tidak         Mungkin terganggu      Tidak pernah normal
 luar serangan            ditemukan kelainan)   (ditemukan kelainan)
 Obat pengendali          Tdak perlu            Perlu                  Perlu
 (anti inflamasi)
 Uji faal paru (di luar   PEF/FEV1 >80%         PEF/FEV1 60-80%        PEF/fev1 <60%
 serangan)                                                             Variabilitas 20-30%
 Variabilitas faal paru   Variabilitas >15%     Variabilitas >30%      Variabilitas >50%

TATALAKSANA
Edukasi untuk orang tua
   1. Kenali faktor pencetus asma anda dan keluarga, yang dapat berupa indoor (kecoa,
      debu, hewan peliharaan) dan outdoor (pollen, asap kendaraan)
   2. Kenali gejala asma dengan memonitor pernafasan anda, dapat dengan
      menggunakan peakflow meter
   3. Buat suatu action plan apabila terjadi serangan asma (diskusikan dengan dokter)
   4. Bersihkan rumah minimal seminggu sekali
   5. Berolahraga sekitar 30 menit 2-3 x/minggu dapat menguatkan jantung dan paru,
      dapat berupa berjalan, berenang
   6. Kontrol penyakit lain yang dapat mencetuskan serangan asma (rhinitis alergika,
      GERD)
   7. Apabila terjadi serangan bersikaplah tenang dan gunakan obat-obatan yang sudah
      disiapkan. Bila serangan berlanjut segera bawa anak ke Rumah Sakit
   8. Apabila menggunakan obat inhaler/MDI, pastikan tehnik sudah benar
   9. jangan lupa berkumur sesudah menggunakan inhaler.
                                        Asma
                                                            Pencetus


                  Asma stabil                     Serangan asma akut



                                                                             Lihat algoritma
          Penilaian klasifikasi           Penilaian derajat serangan         Asma akut




      Asma episodik                       Asma episodik                  Asma persisten
      jarang                              sering


                             Edukasi dan penghindaran pencetus



    Pereda :                         Pereda : SABA                     Pereda :
    bronkodilator b-                 Pengendali :                       SABA/Ipratropium
    agonis kerja                      Antiinflamasi                    Pengendali:
    pendek (SABA) (1)                 kromoglikat(2)                    Steroid inhalasi dosis
    hirupan atau oral                 steroid inhalasi                   medium/tinggi(4) +
                                      dosis rendah(3)                    LABA atau TSR atau
                                                                         leukotrien modifier.
    Bila respon tidak                                                    Steroid oral(6)
    baik                          Bila respon tidak baik


Dosis
(1) dosis sesuai kebutuhan, digunakan jika ada gejala/serangan
(2) dosis minimum kromoglikat 10 mg 2-4 kali perhari, bila sudah terkendali dapat dikurangi
    menjadi 2-3 kali perhari.
(3) Dosis rendah steroid hirupan adalah setara dengan 100-200 ug/hari budesonid (50-100
    ug/hari flutikason) untuk anak < 12 tahun, dan 200-400 ug/hari budesonid (100-200
    ug/hari flutikason) untuk anak > 12 tahun
(4) dosis medium adalah setara dengan 200-400 ug/hari budesonid (100-200 ug/hari
    flutikason) untuk anak < 12 tahun, 400-600 ug/hari budesonid (200-300 ug/hari
    flutikason) untuk anak > 12 tahun.
(5) Apabila dengan steroid dosis medium, respon masih tidak baik, steroid inhalasi
    ditingkatkan menjadi dosis tinggi yaitu setara dengan >400 ug/hari budesonid (>200
    ug/hari flutikason) untuk anak <12 tahun, dan >600 ug/hari budesonid (>300 ug/hari
    flutikason) untuk anak > 12 tahun. Atau dosis medium ditambah Long Acting B-Agonis
    (LABA) atau Teofilin Slow Release atau Leukotrien modifier (Zafirlukas).
(6) Apabila dosis steroid hirupan sudah mencapai >800 ug/hari namun tetap tidak
    mempunyai respons, maka baru digunakan steroid oral (sistemik). Untuk steroid oral
    sebagai dosis awal dapat diberikan 1-2 mg/kgBB/hari. Dosis kemudian diturunkan
    sampai dosis terkecil yang diberikan selang hari pada pagi hari.
                                          Algoritma Serangan Asma

                                            Nilai derajat serangan(1)



                               Tatalaksana awal
                               -
                                 Nebulisasi βagonis 1-3x, selang 20 menit(2)
                               - Nebulisasi ketiga + anikolinergik
                               - Bila serangan berat, nebulisasi βagonis + antikolinergik




    Serangan ringan                          Serangan sedang                        Serangan berat
    (nebulisasi 1x, respons baik)            (nebulisasi 2-3x, respons              (nebulisasi 3x, respons buruk)
    - observasi 1 jam                        parsial)                               - sejak awal berikan O2 saat/di
    - bila efek bertahan boleh pulang        - berikan oksigen(3)                     luar nebulisasi
    - bila gejala timbul lagi,               - nilai kembali derajat                - pasang jalur parenteral
      perlakukan sebagai serangan              serangan, bila sesuai dengan         - steroid intravena
      sedang                                   serangan sedang, observasi di        - nilai ulang klinisnya, bila
                                               Ruang Rawat Sehari                     sesuai dengan serangan
                                             - berikan steroid oral                   berat, rawat di Ruang Rawat
                                             - pasang jalur parenteral                Inap
                                                                                    - foto rontgen toraks

    Boleh pulang
    - bekali obat βagonis
      (hirupan/oral)bila sudah ada           Ruang Rawat Sehari/Observasi
      obat pengendali, teruskan              - oksigen teruskan                     Ruang Rawat Inap
    - bila infeksi virus sebagai             - steroid oral dilanjutkan             - oksigen teruskan
      pencetus, dapat diberikan              - nebulisasi tiap 2 jam                - atasi dehidrasi dan asidosis
      steroid oral (3-5 hari)                - bila dalam 12 jam perbaikan            bila ada
    - dalam 24-48 jam kontrol ke               klinis stabil, boleh pulang          - steroid IV tiap 6-8 jam
      klinik rawat jalan untuk               - bila dalam 12 jam klinis             - nebulisasi tiap 1-2 jam
      reevaluasi                               tetap belum membaik, alih            - aminofilin IV awal, lanjutkan
                                               rawat ke Ruang Rawat Inap              rumatan. Dosis awal 6-8
                                                                                      mg/kgbb dilarutkan dalam
                                                                                      dextrose atau garam fisiologis
                                                                                      sebanyak 20 ml, diberikan
                                                                                      dalam 30 mnt. Bila sudah
             Catatan:                                                                 mendapatkan aminofilin
             (1) Bila menurut penilaian serangannya berat, nebulisasi                 (kurang dari 8 jam), dosis
                  cukup 1x langsung dengan βagonis + antikolinergik                   diberikan setenganya.
             (2) Bila tidak ada alatnya, nebulisasi dapat diganti dengan              Aminofilin dosis rumatan 0,5-
                  adrenalin subkutan 0,01 ml/kg/kali maksimal 0,3                     1 mg/kgbb/jam.
                  ml/kali                                                           - bila membaik dalam 4-6x
             (3) Untuk serangan sedang dan terutama berat, oksigen 2-4                nebulisasi, interval jadi 4-6jam
                  L/menit diberikan sejak awal, termasuk saat nebulisasi            - bila dalam 24 jam perbaikan
                                                                                      klinis stabil, boleh pulang
                                                                                    - bila dengan steroid dan
                                                                                      aminofilin parenteral tidak
                                                                                      membaik, bahkan timbul
                                                                                      ancaman henti napas, alih
                                                                                      rawat ke ICU


Referensi:
   1. UKK Pulmonologi PP IDAI
   2. RCH, Asthma Best Practice Guidelines
                                        Penanganan Asma Serangan Akut
                                             Penilaian Awal (lihat gb. 1)
   Riwayat asma, pemeriksaan fisik (auskultasi, penggunaan otot Bantu, frekuensi nadi, frekuensi nafas, PEF atau
    FEV1, saturasi oksigen, analisa gas darah bila pasien sangat sesak

                                                      Tatalaksana Awal
          Berikan oksigen sampai saturasi oksigen ≥ 90% (95% pada anak)
          Berikan β2 agonist onset-cepat secara inhalasi selama satu jam
          Glucocorticoid sistemik bila tidak ada respon yang cepat, atau bila pasien sudah menggunakan glucocorticoid
           oral, atau bila merupakan serangan berat
          Jangan berikan obat-obatan sedasi pada serangan akut


                                                 Penilaian ulang setelah satu jam
                             Pemeriksaan fisik, PEF, saturasi oksigen, dan tes lain bila diperlukan




    Kriteria serangan sedang                                              Kriteria serangan berat:
         Nilai PEF 60-80% nilai prediksi normal                               Riwayat serangan asma berat sebelumnya
         PF: gejala sedang, penggunaan otot bantu nafas                       PEF < 60% dari nilai prediksi normal
    Tatalaksana:                                                               PF: gejala berat saat istirahat, retraksi dada
         Oksigen                                                              Tidak ada perbaikan setelah terapi awal
         Inhalasi β2 agonist dan kolinergik setiap 60 mnt                Tatalaksana:
         Glucocorticosteroid oral                                             Oksigen
         Lanjutkan terapi selama 1-3 jam, bila ada perbaikan                  Inhalasi β2 agonist dan kolinergik
                                                                               Glucocorticosteroid sistemik
                                                                               Magnesium intravena



                                                      Nilai kembali setelah 1-2 jam




Respon baik dalam 1-2 jam                      Respon kurang baik dalam 1-2 jam:               Respon kurang baik dalam 1-2 jam:
   Respon tetap baik dalam 60 mnt                Faktor risiko pernah mengalami                 Faktor risiko pernah mengalami
    setelah terapi terakhir                        serangan asma hampir fatal                      serangan asma hampir fatal
   Tidak distress                                PF: gejala ringan-sedang                       PF: gejala berat, limbung, mau
   PEF > 70%                                     PEF < 60%                                       pingsan
   Saturasi O2 > 90% (95% utk anak)              Saturasi oksigen tidak meningkat               PEF < 30%
                                                                                                  PO2 < 60 mmHg
                                               Observasi di IGD                                   PCO2 > 45 mmHg
                                                  Oksigen                                     Rawat di ICU
                                                  Inhalasi β2 agonist ± antikolinergik           Oksigen
                                                  Glucocorticosteroid sistemik                   Inhalasi β2 agonist + antikolinergik
                                                  Magnesium intravena                            Glucocorticosteroid sistemik
                                                  Monitor PEF, Saturasi O2, frekuensi            Pertimbangkan β2 agonist IV
                                                   nadi                                           Pertimbangkan teofilin IV
                                                                                                  Mungkin perlu intubasi dan ventilasi
                                                                                                   mekanik


                                                                                  Nilai kembali

Ada Perbaikan: Kriteria memulangkan                                                       Respon jelek (lihat atas)
   PEF > 60% nilai prediksi normal                                                          Rawat ICU
   Tetap menggunakan obat oral/inhalasi
Perawatan di rumah:                                                                       Respon kurang baik dalam 6-12 jam (lihat atas)
   Lanjutkan inhalasi β2 agonist                                                            Pertimbangkan rawat ICU bila tidak ada
   Pertimbangkan glucocorticoid oral                                                         perbaikan dalam 6-12 jam
   Pertimbangkan terapi inhalasi kombinasi
   Edukasi ke pasien untuk menggunakan obat dengan benar,
    mempunyai action-plan, dan follow up ke dokter                                Ada perbaikan (lihat sebelah)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:151
posted:5/1/2012
language:Indonesian
pages:4