Docstoc

pengaman kerja

Document Sample
pengaman kerja Powered By Docstoc
					Semakin lama mengajar seorang guru, maka seharusnya pengalamannya semakin banyak dan
kualitasnya pun lebih baik daripada guru baru yang miskin pengalaman, misal guru yang sudah mengajar
berpuluh tahun dibandingkan guru yang baru mengajar satu atau dua tahun. Semakin tinggi jenjang
pendidikan, maka idealnya semakin banyak pengetahuan yang dimilikinya apabila dibandingkan dengan
guru yang jenjang pendidikannya lebih rendah, seperti lulusan S2 dibandingkan dengan lulusan S1 atau
D4.

Orang yang menjadi guru dengan sukarela juga lebih baik kinerjanya daripada yang menjadi guru karena
terpaksa, seperti karena kesulitan mencari pekerjaan dan pada saat yang sama lowongan yang tersedia
hanya guru. Guru dengan komitmen yang tinggi akan mengajar dengan penuh dedikasi karena dia tahu
bahwa mengajar adalah sama membangun peradaban manusia, tetapi guru yang tidak memiliki
komitmen akan menganggap sebagai profesi guru seperti profesi lain, untuk sekedar mendapatkan
penghargaan material semata, tanpa ada kesadaran terhadap misi kemanusiaan dan membangun
peradaban umat manusia.

Di berbagai tempat, terutama di wilayah perkotaan terjadi perkembangan yang luar biasa dengan
fenomena munculnya berbagai sekolah unggulan, terutama di jenjang sekolah dasar seperti sekolah
dasar unggulan, sekolah islam terpadu, sekolah alam, dll. Sekolah-sekolah semacam itu telah
mendominasi posisi puncak klasemen di dunia pendidikan selama beberapa tahun terakhir, padahal
standar yang diguankan untuk mengukur output semua sekolah dasar adalah sama, yaitu UAN, akan
tetapi pemerintah telah gagal dengan standar yang mereka ciptakan sendiri. Sebagai misal, beberapa
tahun terakhr ini sekolah-sekolah negeri telah tergusur dari posisi 10 besar di kota solo, termasuk dari
hasil uji cba (try out) pada tahun 2010 ini. Dengan demikian, sangat patut dipertanyakan kualitas dan
produktifitas para guru sekolah negeri yang notabene didominasi oleh guru negeri. Hal tersebut
berlawanan dengan sekolah-sekolah swasta favorit yang yang tidak memiliki guru PNS yang
diperbantukan (sebagai contoh adalah sd al azhar syifa budi tempat penulis bekerja tidak memiliki
seorangpun guru PNS).

Dengan fakta yang demikian, sudah seharusnya pemerintah memberi perhatian lebih kepada sekolah
dan guru swasta. Kalau pemerintah belum mampu untuk memberi tunjangan untuk guru swasta yang
setara dengan guru pns, maka paling tidak pemerintah memberika kesempatan yang sama kepada guru
swasta untuk mengikuti sertifikasi. Akan tetapai pada faktanta pemerintah malah menetapkan jatah
75%-85% alokasi sertifikasi untuk guru berstatus PNS, dan 15%-25% untuk guru berstatus swasta. Hal ini
merupakan kebijakan sangat konyol, sangat tidak beralasan, dan sangat tidak adil, dan yang jelas
semakin memperlihatkan bahwa ada kesenjangan struktural terencana dan disengaja di sistem
pendidikan nasional Indonesia; dengan kata lain pemerintah, melalui kementerian dan dina pendidikan,
telah “sengaja” menghambat pengembangan kualitas guru dan sekolah swasta dengan mengadakan
program diskriminasi seperti ini.

Dengan adanya fakta seperti ini, maka sertifikasi jelas tidak layak digunakan untuk menilai kualitas guru,
karena proses menuju sertifikasi sendiri sudah diwarnai dengan ketidakadilan antara guru pns dan guru
swasta.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:35
posted:5/1/2012
language:Indonesian
pages:2