Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Get this document free

Resensi Who Moved My Cheese

VIEWS: 56 PAGES: 23

									                  IDENTITAS BUKU


Judul Buku   : Who Moved My Cheese?
Penulis      : Spencer Johnson, M.D.
Penerjemah   : Juni Prakoso
Penerbit     : PT Gramedia
Cetakan      : ke-13, November 2009
Tebal Buku   : 111 Halaman (1.5cm)
Panjang Buku : 21.8cm
Lebar Buku   : 14.6cm




                                       1
                           Who Moved My Cheese?

                                         Daftar Isi

Identitas Buku .................................................................        1
Daftar Isi .........................................................................    2
Bagian dari Diri Kita .......................................................           3
Kisah di Balik Cerita .......................................................           4
Pertemuan Chicago .........................................................             5
Cerita : Who Moved My Cheese? ...................................                       6
           Empat Tokoh
           Menemuka Cheese
           Tak Ada Cheese!
           Si Tikus : Sniff (Endus) & Scurry (Lacak)
           Si Kurcaci : Hem (Kaku) & Haw (Aman)
           Sementara itu, Kembali ke Labirin
           Mengatasi Ketakutan
           Menikmati Petualangan
           Bergerak Bersama Cheese
           Tulisan Tangan di Dinding
           Merasakan Cheese Baru
           Menikmati Perubahan!
Diskusi : Setelah Itu pada Hari yang Sama .....................                        20
Sekilas tentang Penulis ...................................................            22


                                                                                            2
              BAGIAN DARI DIRI KITA


                Si Sederhana dan Si Rumit
 Empat tokoh Imajiner dalam cerita yang mewakili diri kita
                           Sniff
Yang mampu mencium adanya perubahan dengan cepat, atau
                          Scurry
      Yang segera bergegas mengambil tindakan, atau
                           Hem
 Yang menolak dan mengingkari adanya perubahan karena
takut perubahan akan mendatangkan sesuatu yang buruk, atau
                           Haw
 Yang baru mencoba beradaptasi jika ia melihat perubahan
          mendatangkan sesuatu yang lebih baik!


           Bagian diri mana pun yang kita pilih,
             kita mempunyai ciri yang sama:
     Kebutuhan untuk menemukan jalan dalam labirin,
     dan sukses mengatasi perubahan yang kita hadapi.




                                                             3
                       Kisah di Balik Cerita
                     Oleh Kenneth Blanchard, Ph.D.
          Saya menginginkan buku ini ditulis sejak mendengar
Spencer Johnson bercerita tentang “Cheese” hebatnya beberapa
tahun lalu, sebelum kami menulis The One Minute Manager.
          Who Moved My Cheese? adalah kisah tentang perubahan
yang terjadi di Labirin, dimana empat tokoh mencari “Cheese”.
Cheese adalah perumpamaan hal yang kita inginkan di dunia.
Masing-masing kita memiliki cara untuk mendapatkan Cheese
agar kita bahagia. “Labirin” mewakili tempat di mana anda
menghabiskan waktu mendapat apa yang anda inginkan.
          Dalam seminar-seminar saya di seluruh dunia, cerita
Cheese ini selalu saya ceritakan. Cerita ini telah mambawa
banyak perubahan bagi banyak orang. Salah satu kisah nyata dari
Charlie     Jones,    penyiar   terkenal   NBC-TV.   Awalnya   dia
menyiarkan Track and Field dengan baik tetapi pada periode
berikut, bosnya lalu memindahkan ke program Swimming and
Diving. Dia sangat marah dan kesal karena itu adalah cabang olah
raga yang tidak dikuasainya. Kemarahannya membuat semua
yang dilakukan menjadi kacau.
          Kemudian, ia mendengar cerita Who Moved My Cheese?.
Setelah itu, dia menertawakan dirinya dan mengubah sikapnya
yang membuatnya dipindah ke program Pro Football’s Hall of
Fame-Broadcasters’ Alley.



                                                                4
                         Pertemuan
                            Chicago


       Setelah bertemu dalam reuni sekolah, Angela, Carlos,
Nathan, Michael, Frank, Jessica, Laura, Elaine, Cory, Richard dan
Becky) bertemu untuk makan siang bersama. Mereka berbincang
tentang kehidupan masa lalu mereka dan saling membandingkan
satu sama lain. Michael lalu berceriita bahwa dia mempunyai
cerita yang telah mengubah hidupnya. Ketika bisnisnya hampir
bangkrut dan dia dapat bangkit bersama semua karyawannya.
Teman-temannya tertarik dan memintanya untuk menceritakan
cerita itu. Dia pun memulai ceritanya dengan judul “Who Moved
My Cheese?”




                                                               5
                             Cerita
                    Who Moved My Cheese?


       Zaman dahulu hiduplah empat tokoh, yaitu dua tikus yang
bernama “Sniff” dan “Scurry” dan dua kurcaci “Hem” dan
“Haw”. Mereka hidup di labirin untuk mencari cheese demi
kesejahteraan mereka. Setiap pagi mereka mengenakan pakaian
jogging dan sepatu lari mereka, meninggalkan rumah kecil
mereka, dan berlari mencari cheese.
       Labirin tersusun atas lorong-lorong dan ruangan yang
diantaranya terdapat cheese, tetapi ada juga lorong gelap. Kurcaci
dan tikus mempunyai cara berbeda dalam mencari cheese. Sniff
dan Scurry menggunakan metode trial and error dalam mencari
cheese. Mereka mencoba satu lorong, dan bila tidak terdapat
cheese, mereka kembali dan mencari di lorong yang lain.
Sedangkan Hem dan Haw menggunakan kemampuan berpikir
otak, namun sering kali kepercayaan dan emosi manusiawi
mereka mengaburkan cara melihat masalah.
       Suatu hari, mereka menemukan cheese kesukaan mereka
di salah satu ujung lorong Cheese Station C. Setiap hari, para
tikus tetap bangun pagi dan jogging, lalu setelah sampai di tujuan,
mereka melepas sepatu dan mulai menikmati cheese. Berbeda



                                                                 6
halnya denga para kurcaci yang bangun lebih siang dan hanya
berjalan menuju Cheese Station C.
       Para kurcaci menggambari cheese di dinding dan mereka
juga menulis pepatah, supaya mereka nyaman. Salah satunya:




       Kadang Hem dan Haw mengundang temannya untuk
menyombongkan Cheese mereka. Kadang mereka memberi
cheese pada temannya dan kadang tidak. Mereka terjebak dalam
kesombongan dan tidak menyadari perubahan yang terjadi.
       Sementara itu, Sniff dan Scurry tetap dengan kebiasaan
berlari, mencakar dan mengendus Cheese sebelum memakannya.
Suatu siang, mereka mendapati bahwa Cheese telah habis.
Mereka tidak heran, dan dengan sigap memakai sepatunya, lalu
pergi mencari Cheese di labirin. Sniff mengendus dan Scurry

                                                               7
berlari dahulu ke tempat yang ditunjukkan Sniff, lalu Sniff
mengikuti sebisa dia berlari.
       Dengan cepat mereka berangkat untuk menemukan
Cheese Baru.
Siangnya, masih pada hari yang sama, Hem dan Haw tiba di
Cheese Station C dan mendapati sudah tidak ada Cheese lagi.
Mereka berteriak-teriak kehilangan karena tidak siap menghadapi
kenyataan.
       “Who Moved My Cheese?” teriak Hem.
       Mereka termenung lama di sana dan mengharap ada
seseorang yang menempatkan Cheese di sana. Akhirnya ketika
malam datang, mereka pulang dalam keadaan lapa. Namun
sebelum pulang, Haw menulis:




                                                             8
           Keesokan harinya, Hem dan Haw pergi ke Cheese Station
C berharap ada Cheese, tetapi tempat itu tetap kosong. Hem
kembali menganalisis apa yang terjadi, sementara Haw duduk
sambil menutup mata dan telinganya. Setelah beberapa saat
kemudian, Haw mengajak Hem untuk kembali menyusuri labirin
untuk mencari Cheese lain.
           Sementara itu, Sniff dan Scurry berlari jauh dan keluar
masuk lorong untuk mencari Cheese. Akhirnya mereka sampai di
Cheese Station N, mereka menemukan apa yang mereka cari :
persediaan Cheese Baru yang sangat banyak. Di lain tempat, Hem
dan Haw masih terus berusaha mencari Cheese Station C dan
berharap adanya orang yang menaruh Cheese di sana, walau
hasilnya nihil.
           Suatu hari, Haw menyadari dirinya harus kembali ke
labirin menyusuri lorong untuk menemukan Cheese baru. Tetapi
Hem membanjirinya dengan pertanyaan yang menyudutkan Haw,
bahwa tak ada Cheese lagi di luar. Ia berpikir sejenak dan
membayangkan dirinya menunggu di Cheese Station C merenung
dan di sisi lain dia berlari keluar masuk lorong dan melihat
dirinya tersenyum dengan Cheese lain. Lalu dia mengambil
keputusan untuk berpetualang mencari Cheese baru di dalam
labirin.




                                                                9
       Saat Haw bersiap berangkat, di merasa lebih bergairah,
bisa   merelakan   dan   bergerak   maju.   Dia   tertawa   dan
mengumumkan, “Inilah waktu-nya ber-LABIRIN!”. Haw lalu
mengambil batu kecil dan kembali menulis seuatu di dinding
dengan menggambar Cheese di sekelilingnya berharap Hem
tergugah dan mengikutinya. Tetapi Hem tidak bereaksi dan
memalingkan wajahnya.
       Tertulis




       Haw mengintip ke arah labirin dengan cemas, dia pernah
berkeyakinan bahwa di dalam labirin tidak ada Cheese, tapi ia
dapat menemukannya. Keyakinan buruk timbul karena ketakutan
telah membekukan dan akan membunuhnya karena lapar. Dia
tersenyum membayangkan pasti Hem sedang bertanya-tanya



                                                             10
“Who Moved My Cheese?”, namun Haw juga bertanya, “Mengapa
aku tidak bangkit dan bergerak bersama Cheese lebih awal?”
       Haw terlihat cemas saat memasuki labirin, setelah lama
tidak masuk ke dalamnya. Ia lalu menuliskan pepatah lagi dan
menatapnya beberapa saat:




       Rasa takutnya mulai menjalar di tubuhnya, namun dia
mencoba lebih tegar dan masuk ke labirin. Dia berpikir kalau dia
diberi sekali lagi kesempatan, dia akan mengambil jalan yang
sulit dan keluar dari zona kenikmatan. Senyumnya kembali
merekah “Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali”
       Haw menyadari bahwa Cheese di Cheese Station C
tidaklah lenyap begitu saja. Tetapi jumlahnya senantiasa
berkurang dan hanya tertinggal yang tua dan tidak enak.



                                                             11
       Sekarang Haw sadar bahwa perubahan tidak akan
mengejutkan    bila   ia   selalu   memperhatikan    keadaan.   Ia
memutuskan untuk lebih waspada sekarang akan hal-hal kecil
dalam hidupnya.
       Ia berhenti dan menulis di dinding labirin:




       Haw merasa sudah bisa mengatasi rasa takutnya, walau
sering rasa takutnya melebihi keberaniannya. Ia ingat masa
terbaiknya saat di labirin adalah saat dia terus bergerak. Lalu ia
kembali menulis sesuatu di dinding, karena tulisannya sebagai
pengingat dirinya. Tertulis:




                                                                12
       Haw menoleh ke belakang dan merasakan rasa takutnya
kembali menjalar ke seluruh tubuhnya. Ia tertawa, dan tersadar
bahwa rasa takutnya membuat keadaan menjadi tambah buruk,
pikirannya menyenangkan hatinya. Ia berpikir mengapa dia
senang, tetapi dia tidak memiliki Cheese? Ia menyadari apa yang
membuatnya senang. Haw berhenti dan kembali menulis di
dinding:




                                                            13
       Haw menyadari dirinya terbelenggu rasa takutnya yang
membuat dirinya sengsara. Kini dia mulai kembali menikmati
senangnya mencari Cheese itu. Agar segalanya menjadi lebih
baik, kini dia membayangkan dirinya sedang mencicipi Cheese
kesukaannya.
       Semakin jelas ia melihat bayangan Cheese itu, semakin
nyata dan yakin dia akan mendapatkannya. Ia menulis:




       Akhirnya dia sampai di Cheese Station Baru yang belum
pernah ia datangi sebelumnya. Tetapi dia kecewa karena tinggal
potongan kecil Cheese yang ada. Dia memakan sebagian dan
menyimpan beberapa potong untuk Hem. Sebelum pergi, ia
kembali menulis:



                                                           14
       Beberapa saat kemudian, Haw kembali ke Cheese Station
C, dan memberi potongan Cheese Baru pada Hem. Hem
menghargai tawaran temannya, namun dia berkata, “Kupikir aku
tidak akan suka Cheese Baru. Itu bukan yang biasa aku makan.
Aku ingin Cheese-ku kembali dan aku tidak akan berubah sampai
aku dapatkan yang aku mau.”
       Haw lalu pergi untuk mencari Cheese Baru di labirin ke
lorong yang belum dia kenal dan seperti biasa, dia menulis
sesuatu sebelum pergi:




                                                          15
       Sekarang Haw berusaha untuk mengalahkan rasa takutnya
dengan kekuatan yang dia miliki. Dia juga sadar bahwa
perubahan itu pasti terjadi, baik kita mengharapkannya atau tidak.
Saat menyadari bahwa keyakinannya telah berubah, dia berhenti
dan kembali menulis di dinding:




                                                                16
       Haw kini sadar bahwa keyakinan barunya telah mengubah
sikapnya dalam menghadapi masalah. Kini dia tidak lagi menolak
akan perubahan, tetapi menerima dan menyesuaikan dirinya.
“Itu semua bergantung pada keyakinan anda.” Katanya sembari
menulis di dinding:




       Haw berharap Hem akan meninggalkan Cheese Station C
dan mengikutinya melalui tulisan-tulisan dindingnya. Kali ini, dia
kembali menulis hal yang selalu dipikirkannya:




                                                               17
       Kini Haw telah melupakan masa lalu dan menyesuaikan
diri. Ketika ia memasuki lorong yang belum dikenalnya, ia
berbelok dan memasuki Cheese Station N yang terdapat banyak
sekali Cheese yang berbeda jenis. Untuk beberapa saat ia masih
merasa ini adalah mimpi, tetapi setelah ia melihat Sniff dan
Scurry, diapun sadar bahwa ini adalah kenyataan yang manis.
       Haw lalu melepas sepatunya dan berlari menuju Cheese
kesukaannya, kemudian mencicipinya. Ia sadar bahwa cara
tercepat untuk berubah adalah dengan menertawakan kebodohan
diri sendiri. Sehingga kita bisa merelakan, melupakan, dan mudah
bergerak. Haw berencana kembali ke Cheese Station C untuk
membujuk Hem, tetapi mengingat apa yang dikatakan Hem, dia
mengurungkan niatnya. Dia yakin Hem harus menemukan


                                                              18
jalannya dan membaca Tulisan Dindingnya agar sampai di
Cheese Station C menyusulnya.
       Haw berusaha berubah dan memperbaiki kesalahan masa
lampaunya. Kini dia rajin memeriksa Cheese-nya. Dia juga rajin
menjelajahi labirin untuk mengetahui perubahan sekitar. Hal ini
dilakukan untuk menyadari pilihan yang di depan dari pada
mengunci diri dalam kenikmatan.
       Suatu hari, dia mendengar suara ribut dari lorong lain
dalam labirin, ia sadar ada orang yang berjalan menuju
tempatnya. Haw berdoa singkat-seperti yang sering dia lakukan
selama ini-bahwa mungkin, akhirnya, Hem mampu untuk…




                           Tamat…
               Ataukah sebuah awal yang baru?


                                                            19
                           Diskusi
                Setelah Itu pada Hari yang Sama


       Saat Michael selesai bercerita, dia melihat ke sekeliling
ruangan dan melihat mantan rekannya tersenyum. Beberapa
mengucap terimakasih kepadanya karena cerita yang dapat
menyadarkan mereka. Kemudian mereka berencana untuk
berkumpul lagi sebelum makan malam dimulai.
       Malam itu mereka berkumpul dan saling olok tentang
cerita Who Moved My Cheese? tersebut. Carlos menceritakan
tentang pekerjaannya yang berantakan karena dia tidak mau
menyesuaikan diri. Frank menceritakan tentang rekannya yang
departmentnya ditutup dan tidak mau menyesuaikan diri dengan
keadaan. Nathan bercerita tentang jaringan toko kecil keluarganya
yang banyak ditutup karena kalah bersaing dengan supermarket.
       Sebagian besar rekan Michael merasa diri mereka seperti
Hem yang selalu ingin mempertahankan Cheese mereka. Cory
menceritakan klien kliniknya yang seperti Hem, senantiasa
menyalahkan orang lain dan membuat penyakitnya makin parah.
Nathan akan berusaha bersaing dengan investor asing dengan
menjual tokonya, dan membangun station toko modern.
       Michael menceritakan tentang karirnya yang kembali
membaik setelah mendengar cerita itu. Dia mengetahui empat


                                                              20
karakter tokoh itu dalam diri karyawannya dan dia harus
memperlakukan dengan cara yang berbeda. Sniff bisa mengetahui
perubahan yang terjadi di pasar, sehingga mereka dipekerjakan
untuk merevisi visi perusahaan. Scurry suka membereskan
sesuatu, maka mereka didorong untuk melakukan sesuatu
berdasarkan visi perusahaan.
       Sementara bagi karakter Hem, Michael menawarkan visi
perusahaan yang baru dan menguntungkan untuk mengubah Hem
menjadi Haw. Namun apabila Hem tidak mau berubah, maka
mereka terpaksa dikeluarkan.
       Rekan-rekan Michael berjanji akan menyebarkan cerita itu
pada keluarga, rekan, karyawan dan semua orang agar berubah ke
arah positif. Mereka juga berharap dapat bertemu lagi lain waktu,
mereka akan kembali berburu Cheese mereka masing-masing.




                               Tamat




                                                              21
                 Sekilas Tentang Penulis


       Spencer Johnson, M.D., adalah penulis buku-buku terlaris
di mana bukunya telah membantu jutaan orang menemukan
kebenaran di hidup mereka. Bersama Kenneth Blanchard Ph.D.,
sejak tahun 1982 menghasilkan metode manajement terpopuler di
dunia. Karya Dr. Johnson lainnya adalah The Precious Present,
Yes or No, dan lima buku seri The One Minute. Ia juga editor dan
penulis buku anak-anak terkenal seri New Value Tales.
       Latar belakang pendidikan Dr. Johnson adalah Sarjana
Psikologi Universitas Southern California dan gelar Master dari
Royal College of Surgeons, serta administrasi medis Harvard
Medical Schooldan The Mayo Clinic.
       Buku-buku Dr. Johnson banyak ditampilkan di media
CNN, The Today Show Larry King Live, Majalah Time, USA
Today, The Wall Street Journal, dan United Press International.
Buku Dr. Johnson juga telah diterjemahkan dalam 26 bahasa.




                                                             22
     MERANGKUM BUKU NON-FIKSI
            WHO MOVED MY CHEESE?
Memenuhi Tugas Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia




                  DISUSUN OLEH
                IZZUDDIEN SOBRI
                       (8027)




             SMA NEGERI 2 BANTUL
                   TAHUN 2011



                                                       23

								
To top