Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Jurnal SPK Pembagian Harta Warisan

VIEWS: 2,302 PAGES: 13

  • pg 1
									Jurnal :

     SISTEM PAKAR PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBAGIAN HARTA WARISAN
          MENURUT HUKUM ISLAM MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0
                          Oleh : Afijal, S.Kom
Abstrak

       Membangun suatu sistem pakar untuk pendukung keputusan pembagian harta waris
yang berdasarkan pada hukum Islam. Sistem pakar ini diharapkan dapat membantu setiap
orang yang membutuhkan nilai pembagian harta waris dengan menggunakan cara pembagian
yang berdasarkan hukum Islam. Nilai harta waris yang akan dibagi adalah harta waris setelah
dikurangi wasiat pewaris bila ads wasiat, hutang piutang dan biaya pengurusan jenazah.
Hasil pembagian adalah berupa nilai prosentase untuk setiap ahli waris yang berhak
mendapatkan harta waris setelah proses pembagian. Penentuan nilai nominal harta waris
tidak akan dihitung dalam sistem ini. Pengguna sistem dapat memperoleh nilai nominal harta
pembagian dengan cara mengkalikan prosentase pembagian dengan nilai keseluruhan harta waris.
       Hasil yang diperoleh dari sistem pakar ini adalah output berupa informasi golongan ahli
waris yang berhak mendapatkan harta waris, dan nilai prosentase pendapat waris untuk masing-
masing ahli waris yang berhak mendapatkan harta, waris.Metode inferensi yang digunakan Sistem
Pakar ini menggunakan metode Forward Chaining. Metode yang digunakan untuk analisis dan
perancangan sistem adalah metoda Data Flow Oriented dengan menggunakan tool Data Flow
Diagram (DFD). Perancangan basis data menggunakan model relasi dengan tool Entity-Relationship
Diagram (E-R Diagram).

         Build an expert system for decision support division of the estate which is based on Islamic
law. Expert system is expected to help everyone in need of the division of the estate by using a
distribution based on Islamic law. Value of the estate to be divided is the net estate ads will heir when
wills, accounts payable and cost of handling the bodies. The division is a percentage value for each of
the heirs are entitled to the estate after the division process. Determination of nominal value of the
estate will not be counted in this system. System users can obtain the nominal value of the property
division by division by multiplying the percentage of the overall value of the estate.
         The results of this expert system is the output of the information class heirs are entitled to the
estate, and the percentage value the opinion of each heir to heir entitled to the property, which use
inference waris.Metode Expert System uses a method of Forward Chaining. The method used for
analysis and design of the system is the method by using the Data Flow tool Oriented Data Flow
Diagram (DFD). Database design tool using the relational model with Entity-Relationship Diagram
(ER Diagram)

Kata Kunci : Sistem Pakar, Pendukung Keputusan, Pembagian Waris. (Expert System, Decision
                Support, Division of Hereditary)

1.   Latar Belakang

        Perkembangan teknologi informasi telah memungkinkan pengambilan keputusan dapat
dilakukan dengan lebih cepat dan cermat.Penggunaan komputer telah berkembang dari sekedar
pengolahan data ataupun penyajian informasi, menjadi mampu untuk menyediakan pilihan-pilihan
sebagai pendukung pengambilan keputusan.Hal tersebut dimungkinkan berkat adanya perkembangan
teknologi perangkat keras, yang diiringi oleh perkembangan perangkat lunak, serta kemampuan
perakitan dan penggabungan beberapa teknik pengambilan keputusan di dalamnya.Integrasi dari
perangkat keras, perangkat lunak, dan pengetahuan seorang pakar menghasilkan Sistem Pendukung
Keputusan (SPK) yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pengambilan keputusan dengan
lebih cepat dan cermat.
        Sistem Pendukung Keputusan berbasis komputer (Computer Based Decision Support System)
adalah suatu sistem berbasis komputer yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pengambil
keputusan dalam memecahkan masalah. Teknik yang digunakan untuk pemecahan masalah pada
kasus ini menggunakan forward channing.
         Pembagian warisan sering kali menjadi suatu permasalahan yang terkadang memicu
pertikaian dan menimbulkan keretakan hubungan keluarga. Penyebab utamanya adalah keserakahan
atau ketamakan manusia, dan juga karena kurangnya pengetahuan pihak-pihak yang terkait tentang
hukum pembagian warisan. Di samping itu terbatasnya pakar atau orang-orang yang memiliki
pengetahuan dan keahlian khusus yang dapat memberikan solusi terhadap orang-orang yang
membutuhkan informasi tentang pembagian harta warisan secara Islam
         Pada prinsipnya pembagian warisan dalam hukum Islam bukan untuk menyulitkan manusia,
tetapi untuk memberikan kemudahan bagi manusia dan agar tidak terjadi pertengkaran dalam
keluarga setelah almarhum maninggal. Ilmu faraid (waris) memberikan penjelasan tentang cara-cara
pembagian harta waris, seperti siapa saja yang berhak mendapat harta waris dari semua ahli waris dan
berapa jumlah bagiannya.
         Salah satu pengaruh negatif dari globalisasi dalam kehidupan masyarakat adalah terjadinya
pergeseran gaya hidup dan cara pandang masyarakat pada hal-hal yang berhubungan dengan agama
Islam. Hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam pada sebagian masyarakat dianggap sebagai
suatu hal yang kuno dan ketinggalan zaman.Banyak orang Islam yang alergi dengan aturan-aturan
ditetapkan oleh agama, termasuk dalam hal pembagian harta warisan atau ilmu faraid.Karena itu
mengakibatkan ilmu faraid menjadi suatu ilmu yang langka, sehingga saat melakukan pembagian
pembagian harta warisan sering terjadi kebingungan karena pengetahuan yang kurang susah mencari
tempat bertanya tentang hal tersebut.
         Kurangnya kepedulian umat Islam terhadap disiplin ilmu ini memang tidak kita pungkiri,
bahkan Imam Qurtubi telah mengisyaratkannya: "Betapa banyak manusia sekarang mengabaikan ilmu
faraid." Setiap orang yang memerlukan cara pembagian harta waris menurut hukum Islam akan sangat
terbantu bila terdapat aplikasi sistem pakar untuk mendukung pengambilan keputusan pembagian
harta waris tersebut.
         Masalah yang dihadapi dari latar belakang tersebut diatas adalah bagaimana menentukan
besar nilai yang didapat dalam pembagian harta warisan berdasarkan hukum islam yang berbasis
komputer serta menyusun rule based forward chaining pada sistem pakaruntuk pembagian harta
warisan berdasarkan hukum islam.
         Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian sistem pakar untuk pendukung keputusan
pembagian harta warisan menurut hukum islam ini adalah :
 a) Memberikan kemudahan bagi orang-orang yang akan melakukan pembagian harta waris
     dengan menggunakan cara pembagian Islam secara cepat dan tepat.
 b) Penerapan sistem pakar untuk pengambilan keputusan dalam pembagian harta waris menurut
     hukum Islam.
 c) Membantu proses pengambilan keputusan secara cepat dan cermat mengenai pembagian harta
     waris.

2.   Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System/DSS)

         Salah satu jenis sistem aplikasi yang sangat popular di kalangan manajemen perusahaan
adalah Decision Support System atau disingkat DSS. DSS ini merupakan suatu sistem informasi yang
diharapkan dapat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Hal yang perlu
ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer,
tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi
teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research
dan management science. Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian
masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari
nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya
untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.
         Menurut Keen dan Scoot Morton, bahwa Sistem Pendukung Keputusan adalah :“Sistem
Pendukung Keputusan merupakan penggabungan sumber–sumber kecerdasan individu dengan
kemampuan komponen untuk memperbaiki kualitas keputusan. Sistem Pendukung Keputusan juga
merupakan sistem informasi berbasis komputer untuk manajemen pengambilan keputusan yang
menangani masalah-masalah semi struktur. “
         Suatu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) memiliki tiga subsistem utama yang menentukan
kapabilitas teknis sistem pendukung keputusan, yaitu:
 a. Subsistem Manajemen Basis data
 b. Subsistem Manajemen Basis Model
 c. Subsistem Dialog
         Secara garis besar Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System/DSS) dibangun
oleh tiga komponen besar:
 a. Database
 b. Model Base
 c. Software System
         DSS yang saat ini populer untuk digunakan adalah yang berbasis tabel atau spreadsheets,
karena para manajer sudah terbiasa membaca data dengan cara tersebut. Tabel inilah yang menjadi
media manajer dalam “mengkutak-katik” (mengganti atau merubah) variabel yang ada. Untuk
keperluan ini, biasanya sebuah stand-alone PC sudah cukup untuk mengimplementasikannya. Sejalan
dengan perkembangan teknologi informasi, telah banyak ditawarkan aplikasi DSS yang bekerja dalam
infrastruktur jaringan (LAN, WAN, Intranet, Internet, dsb.). Beberapa manajer pengambil keputusan
dihubungkan satu dengan lainnya melalui jaringan komputer, sehingga dapat saling mempertukarkan
data dan informasi untuk keperluan pengambilan keputusan. Bahkan sudah ada DSS yang
diperlengkapi dengan expert system (dibuat berdasarkan teori kecerdasan buatan/artifial intelligence),
sehingga keputusan bisnis secara langsung dapat dilakukan oleh komputer, tanpa campur tangan
manusia.

3.   Perkembangan Teknologi Informasi

        Pada umumnya, hampir setiap perusahaan modern memiliki sebuah divisi khusus yang
bertanggung jawab terhadap asset teknologi informasi dan penggunaannya. Dilihat dari kacamata
manajemen, terutama jika ditinjau dari perspektif finansial, peranan divisi teknologi informasi dapat
dibagi menjadi empat kelas: cost center, profit center, service center, dan investment center. Masing-
masing kelas memiliki karakteristiknya masing-masing yang akan membedakan dalam perlakuan
yang diberikan manajemen terhadapnya. Klasifikasi yang sama dapat pula diberlakukan pada setiap
jenis modul aplikasi atau infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki perusahaan (technology
portfolio) agar memudahkan manajemen dalam menilai teknologi mana saja yang: menghasilkan
pendapatan, merupakan investasi jangka panjang perusahaan, menunjang pelayanan kepada
pelanggan, dan merupakan bagian dari overhead sehari-hari. Sesuai dengan ilmu manajemen dan
bisnis yang ada, tentu saja untuk setiap kelas akan diterapkan perlakuan khusus sesuai dengan
hakekatnya masing-masing.
Dengan mencermati keadaan ini, jelas terlihat kebutuhan baru akan teknologi informasi yang cocok
untuk perusahaan, yaitu teknologi yang mampu adaptif terhadap perubahan. Para praktisi negara maju
menjawab tantangan ini dengan menghasilkan produk-produk aplikasi yang berbasis objek, seperti
OOP (Object Oriented Programming), OODBMS (Object Oriented Database Management System),
Object Technology, Distributed Object.

4.   Sistem Pakar

        Sistem pakar adalah program komputer yang menggunakan strategi intelegensia buatan seperti
representasi simbolik, inferensi, dan pencarian syaraf (Buchanan, 1985) untuk menjalankan tugas yang
hanya mungkin dilakukan oleh pakar.
       Sistem pakar mempunyai beberapa latar belakang yang mempengaruhinya.Latar belakang
tersebut adalah sebagai berikut:
a. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan orang tidak mampu lagi
     menguasai banyak hal, sehingga kebutuhan terhadap orang yang ahli dalam bidangnya semakin
     meningkat.
b.   Para pakar biasanya jumlahnya sedikit dan terkonsentrasi di kota-kota besar oleh karena itu
     biasanya jasa pakar mahal.
c.   Umur pakar terbatas sehingga jika pakar tersebut tidak tersedia lagi (meninggal) maka
     kepakarannya pun ikut hilang dan diperlukan waktu bertahun-tahun dengan biaya besar untuk
     menghasilkan pakar bidang tersebut.

5.   Definisi Ilmu Faraid

        Faraid adalah bentuk jamak dari al-faridhah yang bermakna sesuatu yang diwajibkan, atau
pembagian yang telah ditentukan sesuai dengan kadarnya masing-masing. Ilmu faraid adalah ilmu
yang mempelajari tentang perhitungan dan tata cara pembagian harta warisan untuk setiap ahli waris
berdasarkan syariat Islam.
        Ibnu Mas'ud r.a. berkata bahwa Nabi saw. bersabda, "Pelajarilah ilmu faraid serta ajarkanlah
kepada orang-orang, karena aku adalah orang yang akan direnggut (wafat), sedang ilmu itu akan
diangkat dan fitnah akan tampak, sehingga dua orang yang bertengkar tentang pembagian warisan,
mereka berdua tidak menemukan seorang pun yang sanggup meleraikan (menyelesaikan perselisihan
pembagian hak waris) mereka." (HR Imam Ahmad, at-Tirmidzi, dan al-Hakim). Untuk lebih jelasnya
dapat dilihat dari diagram hubungan antara pewaris dan ahli waris sebagaimana yang sudah Al-Qur’an
jelaskan pada gambar sebagai berikut:




                      Gambar 1. Hubungan antara pewaris dan ahli waris

6.    Analisa dan Desain sistem
     a. Analisa Kebutuhan
         Hukum pembagian waris Islam merupakan suatu aturan atau ketentuan dalam mengurus harta
peninggalan orang yang meninggal dalam agama Islam. Hasil yang diperoleh dari aturan pembagian
waris ini adalah siapa saja yang berhak menjadi ahli waris serta berapa hak yang akan diterima oleh
tiap ahli waris sesuai ketentuan dalam hukum waris Islam. Seorang pakar hukum waris Islam biasanya
menyelesaikan setiap kasus pembagian warisan dengan menelusuri syarat-syarat tertentu. Kemudian
informasi yang diperoleh dicatat untuk dicocokkan dengan basis pengetahuan yang dimilikinya. Dari
data yang diperoleh maka akan dapat disimpulkan orang-orang yang berhak menjadi ahli waris dan
menentukan berapa hak yang akan diterima oleh tiap ahli waris.

                      Data Harta Warisan          Daftar Ahli Waris


                   Pengetahuan 
                                        Proses Penghitungan


                                      Bagian setiap ahli waris
    b. Analisa Kebutuhan Data
        Ahli waris yang ditetapkan oleh Allah secara jelas di dalam Al-Qur’an adalah anak, orang tua,
suami atau istri, saudara seibu, dan saudara sekandung atau saudara seayah. Namun para ulama telah
menetapkan bahwa terdapat lima belas laki-laki dan sepuluh perempuan yang berhak untuk
mendapatkan hak waris. Dalam hal ini tidak ada seorangpun yang menyalahi ijma’ para ulama
tersebut, karena mereka bersandar kepada dalil Al-Qur’an dan hadits Rasulullah saw dan dapat
digambarkan seperti :




                                     Gambar 2. Diagram Ahli Waris

7.   Representasi Pengetahuan

        Untuk mendukung penalaran dalam pembagian harta warisan menurut hukum Islam, maka
pengetahuan yang diperoleh dari pakar dapat direpresentasikan dalam bentuk pohon keputusan
sebagai berikut :




                   Gambar3.Penalaran Keputusan Pembagian Harta Warisan

8.   Mekanisme Inferensi

        Teknik yang digunakan dalam mekanisme inferensi ini adalah penalaran maju (forward
chaining), yaitu aturan-aturan diuji satu demi satu. Jika kondisinya benar maka aturan itu disimpan
kemudian aturan berikutnya diuji. Sebaliknya jika kondisinya salah, aturan itu tidak disimpan dan
aturan berikutnya diuji. Dengan semua fakta yang tersimpan dalam basis data, input yang masuk
melalui antarmuka pemakai akan diproses dengan program inferensi menjadi data yang diinginkan
sebagai outputnya. Algorithma mekanisme inferensi untuk menghitung warisan ini menggunakan
penelusuran bread first engine. Proses penelusurannya dimulai dengan memasukkan ahli waris yang
ada satu persatu, ahli waris yang diinputkan akan di beri nilai true dan yang tidak akan diberi nilai
false. selanjutnya diteruskan dengan penelusuran pada rule dan menghitung bagian untuk ashhabul
furudh. Setelah didapatkan hasil untuk ashhabul furudh kemudian rule akan dibaca kembali untuk
menetapkan bagian ashabah yang menerima sisa dari warisan. Logika untuk penelusuran inferensi
engine dapat dilihat pada gambar dibawah ini :




                             Gambar 4. Algorithma Inferensi Engine
9.   Perancangan sistem

         Sistem pakar digunakan untuk menentukan hak masing-masing ahli waris berdasarkan
kaidah-kaidah yang sudah ditetapkan menggunakan metode inferensi maju (Fordward
Chaining).Pemilihan metode ini didasari karena metode ini cocok diterapkan untuk mendapatkan
hasil dari pembagian harta warisan. Gambaran umum dari blok sistem pakar yang dirancang dapat
dilihat pada gambar dibawah ini :




                              Gambar 5.Diagram Blok Sistem Pakar

        Diagram aliran data menggambarkan bagai interaksi antara user dengan sistem pakar yang
dirancang.Entity yang terlibat pada sistem adalah admin dan user. Pada diagram aliran data dibawah
ini dapat bagaimana bentuk hubungan antar entity dan proses apa saja yang terjadi pada sistem dan
hasil akhir yang diterima oleh user, seperti gambar dibawah ini :
                            Data Ahli Waris                       Data Ahli Waris 
                                                  1.0 
           ADmin                                                                          Ahli Waris 
                                               Input Ahli 
                                                 Waris 

                                                                Kaidah 
                      Kaidah 
                                                    2.0         Pembagian 
                      Pembagian                Kelola Kaidah                    Kaidah 
                                                Pembagian 




                5.0          Hak Ahli              4.0            Rule Pembagian 
             Tampilkan                           Proses 
             Hak Setiap       aris             Pembagian 
             Ahli Waris  


                                                       Data Ahli Waris 
                 Hak Ahli 
                 waris 
                               Data Ahli Waris    3.0
                                               Input Ahli 
             User                                waris  



          Gambar 6.Diagram Aliran Data Sistem Pakar pembagian Harta Warisan

10. Diagram Relasi Entitas
        Relasi entitas digunakan untuk menggambarkan hubungan antar table pada database yang
dirancang.Sistem pakar ini dibangun dengan menggunakan dua table, yaitu table ahli waris dan
kaidah.

       Rancangan database
       Nama Database              : Warisan.MDB
       Nama Tabel                 : Ahli waris
          Nama Field                 Tipe Data                    Ukuran
       Kode                             Text                         3
       Hubungan                         Text                        30

       Nama Tabel                 : Kaidah
          Nama Field                 Tipe Data                    Ukuran
       Kode                            Text                         3
       Kaidah                          Text                         50

       1. Tabel Ahli waris digunakan untuk menyimpan data semua ahli waris yang berhak
          menerima warisan. Terdiri dari filed kode dan hubungan.
       2. Tabel hubungan digunakan untuk menyimpan data kaidah yang digunakan untuk
          membagi harta warisan sesuai dengan ketentuan yang ada pada hukum islam. Terdiri dari
          field kode dan kaidah.
       Hubungan kedua table tersebut dapat digambarkan dengan bentuk relasi seperti pada gambar
dibawah ini :

                              Ahli waris                        Kaidah
                                             1          00 
                               Kode                           Kode 
                               Hubungan                       Kaidah 


                               Gambar7. Diagram Relasi Antar Tabel

11. Perancangan antar muka

         Interface merupakan penghubung antara user dengan sistem pakar. Interfase harus dirancang
user friendly, agar user tidak kebingungan menggunakan sistem ini. Sistem pakar ini terdiri dari dua
form input data master dan satu form untuk interface dengan user untuk penghitungan hak setiap ahli
waris yang ditinggalkan.
a. Form Input Data Daftar Ahli Waris
     Input data ahli waris digunakan untuk menginputkan master data semua ahli waris yang
     mungkin akan ditinggalkan oleh almarhum. Seperti pada gambar dibawah ini :




                             Gambar 8. Desain Input Master Ahli Waris

b.   Form Input Data Daftar Kaidah Pembagian Harta Warisan
     Input data kaidah pembagian warisan digunakan untuk menginputkan master data kaidah yang
     sudah ditetapkan untuk pembagian hak setiap ahli waris yang ditinggalkan. Seperti pada
     gambardibawah ini :




                        Gambar9. Desain Input Kaidah pembagian Warisan
c.   Form Penghitungan Hak Ahli Waris
     Form ini digunakan untuk menginputkan menghitung hak yang akan didapatkan oleh ahli waris
     yang tinggalkan sesuai dengan rule dan kaidah yang sudah menjadi ketetapan, seperti pada
     gambar dibawah ini :




                          Gambar 10.Desain Proses Pembagian Warisan

12. Implementasi Penggunaan Sistem
a. Cara Menjalankan Sistem
      Berikut langkah menjalan Sistem Aplikasi Penghitungan Harta Warisan :
      a. Klik icon Warisan.
         Selanjutnya muncul Tampilan menu utama. Pada menu utama terdiri dari 2 (dua) menu
         pilihan dan 1 (satu) menu keluar, seperti pada gambar di bawah ini :




                             Gambar 11. Tampilan Menu Utama

       b. Form Input Data Ahli Waris
          Untuk mengaktifkan menu ini maka langkahnya adalah : Klik Menu Data Master
          kemudian klik Sub Menu Entri Ahli Waris. Setelah formnya tampil maka Bisa diinputkan
          data ahli waris, seperti pada gambar dibawah ini :
                      Gambar 12. Tampilan Input Data Ahli Waris

c. Form Input Data Kaidah Pembagian Warisan.
   Menu ini berfungsi untuk menginputkan data kaidah pembagian yang ingin ditambahkan
   kedalam database. Untuk mengaktifkan menu ini maka langkahnya adalah : Klik Menu
   Data master kemudian klik Sub Menu Entri Kaidah Warisan. Setelah itu Tampilannya
   akan muncul seperti gambar dibawah ini :




                Gambar 13. Tampilan Input Kaidah Warisan
        d. Form Input Data Penghitungan Pembagian Warisan
           Untuk mengaktifkan menu ini maka langkahnya adalah : Klik Menu Penghitungan.
           Setelah itu tampilannya akan muncul seperti gambardibawah ini :




                        Gambar 14. Tampilan Penghitungan Pembagian Warisan


b.   Pengujian Sistem
     Setelah semua sistem kita terkonfigurasi dengan baik dan sistem dapat dapat berjalan dengan
     baik maka tahap terakhir kita lakukan pengujian sistem.
     Untuk hal ini kita coba dengan menerapkan pada contoh kasus untuk menguji beberapa rule.

     Contoh kasus 1:
             Seorang meninggal duniadan meninggalkan total warisan yang sudah dihargai dalam
     bentuk uang senilai RP 3.500.000.000,00
     Ahli waris yang ditinggalkan :
     1. Anak perempuan 1 orang
     2. Ayah
     3. Ibu
     4. Suami
Setelah data warisan dan ahli waris di atas diinputkan ke sistem maka didapat hasil seperti
gambar dibawah ini :




                         Gambar 15. Hasil Pengujian Terhadap Kasus 1

Contoh kasus 2:
        Seorang meninggal dunia dan meninggalkan total warisan yang sudah dihargai dalam
bentuk uang senilai RP 2.565.500.000,00
Ahli waris yang ditinggalkan :
    1. Anak Laki-laki 1 orang
    2. Anak Perempuan 3 orang
    3. Ayah
    4. Istri
    5. Kakek
    6. Saudara Kandung

Setelah data warisan dan ahli waris di atas diinputkan ke sistem maka didapat hasil seperti pada
gambar dibawah ini :




                         Gambar 16. Hasil Pengujian Terhadap Kasus 2
13. Kesimpulan
        Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan beberapa
hal sebagai berikut :
 1. Sistem aplikasi berbasis sistem pakar yang dirancang dapat membantu ahli waris menghitung
     warisan yang ditinggalkan meski tanpa bantuan pakar dengan menggunakan Software Visual
     Basic 6.0 dan database microsoft access 2007.
 2. Metode inferensi runut maju (fordward chaining) cocok digunakan untuk menangani masalah
     pengendalian (controling) dan diagnosa.
 3. Keluaran dari sistem ini adalah informasi hak diterima oleh ahli waris berdasarkan ketetapan
     perhitungan pembagian harta warisan menurut hukum Islam.

Daftar Pustaka

Aziz, Farid ( 1994 ), “Belajar Sendiri Pemograman Sistem Pakar “, PT. Elekmedia Komputindo,
          Jakarta
Tim Penerbit Andi ( 2003 ), “Pengembangan Sistem Pakar Menggunakan Visual Basic “, CV. Andi
          Offset, Yogyakarta
Anita Desiani & Muhammad Arhami (2006), “Konsep Kecerdasan Buatan”, Andi Yogyakarta,
          Yogyakarta
Arhami, Muhammad (2005), “Konsep Dasar Sistem Pakar”, Andi Yogyakarta, Yogyakarta
Kusrini (2008), “Aplikasi Sistem Pakar”, Andi Yogyakarta, Yogyakarta
Basyir, Ahmad Azhar, MA, (2001), “Hukum Waris Islam”, UII Press, Yogyakarta
http://opi.110mb.com/

Penulis :

Afijal, S.Kom
Http ://ijalnewbie.wordpress.com
Email : ijal.org@gmail.com
Lahir di Pulau Kayu, Susoh, Abdya, 25 Agustus 1984. Sarjana Teknik Informatika STMIK Bina
Bangsa Lhokseumawe, Aceh. Sedang menyelesaikan Thesis Study S-2 Magister Komputer di
Universitas Putra Indonesia (UPI) “YPTK” Padang. Bekerja sebagai Dosen Tetap pada Fakultas Ilmu
Komputer (FIKOM) Universitas Almuslim, Bireuen, Aceh.

								
To top