Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Pedoman Pelayanan Medik Sinusitis Pada Anak

VIEWS: 94 PAGES: 4

									                    PEDOMAN PELAYANAN MEDIK
                           SINUSITIS

BATASAN
Sinusitis adalah inflamasi yang terjadi pada mukosa sinus paranasal. Sinusitis dapat
disebabkan oleh infesi virus, bakteri, alergi, hipertrofi adenoid, atau benda asing.
Sebagian besar sinusitis merupakan sinusitis viral (rhinosinusitis) dan bersifat self
limiting diseases. Untuk panduan sinusitis viral, lihat SPM ISPA.
Pada panduan ini pembahasan dibatasi pada sinusitis bakterial akut. Sinusitis
bakterial diklasifikasikan sebagai berikut:
     1. Sinusitis bakterial akut : infeksi bakterial pada sinus paranasal yang
         berlangsung kurang dari 4 minggu.
     2. Sinusitis bakterial subakut: infeksi bakteri pada sinus paranasal yang
         berlangsung 4 – 12 minggu.
     3. Sinusitis kronik: episode inflamasi pada sinus paranasal yang berlangsung
         lebih dari 12 minggu.

GEJALA KLINIS
Gejala sinusitis bakterial akut meliputi:
 Demam lebih dari 10 hari
 Rasa tersumbat (obstruksi) atau kongesti hidung
 Hiposmia (perununan ketajaman penciuman)
 Nyeri pada daerah dahi atau pipi (fasial pain)
 Rhinorrhoea (anterior atau postnasal drip)
 Nyeri pada gigi rahang atas
 Nyeri kepala, disertai nyeri retroorbita/supraorbita.
Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan:
 inflamasi/edema mukosa nasal,
 pus yang keluar meatus media, postnasal drip, dan
 transiluminasi maksila.
Sinusitis sebagian besar merupakan komplikasi dari infeksi virus saluran napas atas.
Oleh karena itu gejala klinis harus dibedakan dengan infeksi virus saluran napas
atas. Infeksi virus saluran napas atas biasanya berlangsung 5-7 hari dan terjadi
perbaikan klinis setelah 10 hari. Gejala ISPA yang persisten (>10-14 hari) harus
dicurigai infeksi bakteri.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
   Radiologi: foto sinus paranasal dan CT Scan. Pemeriksaan radiologi tidak
     direkomendasikan pada anak usia ≤ 6 tahun. Foto polos paranasal dapat
     dipertimbangkan untuk konfirmasi diagnosis sinusitis pada anak usia > 6
     tahun. Pada foto polos paranasal dapat ditemukan opasifikasi, penebalan
     mukosa sinus, atau air-fluid level. Pemeriksaan CT scan diperlukan pada
     sinusitis bakterial akut dengan komplikasi, tidak responsif dengan terapi
     medikamentosa, atau direncanakan operasi.
   Kultur dan resistensi. Spesimen: aspirasi sinus. Indikasi: sinusitis dengan
     komplikasi atau tidak responsif dengan terapi medikamentosa.

DIAGNOSIS
Diagnosis pada anak usia ≤ 6 tahun ditegakkan berdasarkan kriteria klinis yaitu
terdapat gejala klinis infeksi saluran napas atas yang persisten atau berat. Yang
dimaksud persisten adalah keluhan berlangsung lebih dari 10-14 hari dan kurang
dari 30 hari. Sedangkan gejala berat meliputi demam ≥ 39ºC dan sekret nasal
purulen (thick, colored, and opaque nasal discharge) selama 3-4 hari berturut-turut
pada anak yang tampak sakit sedang-berat.



KOMPLIKASI
Komplikasi yang dapat terjadi: selulitis periorbital, selulitis orbital, abses serebral,
trombosis sinus kavernosus, meningitis, ensefalitis, dan empiema subdural/epidural.

PENATALAKSANAAN
Medikamentosa
 Antibiotik lini I : amoxycillin (45-90 mg/kg/hari, 3 dosis terbagi), selama 10-14
   hari.
 Antibiotik lini II : amoxycillin + clavulanic acid, cefuroxime, clarithromycin, atau
   clindamycin. Lama terapi antibiotik 10-14 hari. Pemilihan antibiotik lini II : tidak
   ada respon setelah 48-72 jam terapi dengan antibiotik lini I, tampak sakit
   sedang-berat, terdapat riwayat pengobatan sebelumnya, alergi penisilin, atau
   resisten terhadap penisilin.
 Antibiotik lini III: ceftriaxone, cefotaxime. Indikasi: tidak responsif terhadap
   antibiotik lini I.
 Evaluasi respon terapi setelah 48-72 jam pemberian antibiotik. Bila tidak ada
   perbaikan klinis, berikan antibiotik lini II.
 Pemberian steroid sprays, dekongenstan, atau antihistamin tidak terbukti
   bermanfaat.
Tabel. Antibiotik dan dosisnya untuk terapi sinusiti
           Antibiotik                                      Dosis
  Antibiotik lini I
  Amoxycillin                    45-90 mg/kg/hari, 3 dosis terbagi
  Antibiotik lini II
  Amoxycillin + clavulanic       Amoxycillin:80-90 mg/kg/hari + claculanic acid: 6,4
  acid                           mg/kg/hari, dalam 2 dosis terbagi.
  Cefuroxime                     30 mg/kg/hari, dalam 2 dosis terbagi
  Clarithromycin                 15 mg/kg/hari, dalam 2 dosis terbagi
  Clindamycin                    30-40 mg/kg/hari, dalam 3 dosis terbagi
  Antibiotik lini III
  Ceftriaxone                    50 mg/kg/hari, IM/IV
  Cefotaxime                     50 mg/kg/dosis, IV, tiap 6 jam

Edukasi
    Perbanyak asupan cairan: sup hangat, jus buah, es krim, dsb
    Cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir
    Istirahat yang cukup
    Untuk sementara dijauhkan dari bayi dan manula untuk mencegah penularan
    Orang tua tidak merokok di dalam rumah

Referensi
   1. American Academy of Pediatric. Subcommittee on Management of Sinusitis
      and committe on Quality Improvement. Practice Guideline: Management of
      Sinusitis. Pediatrics 2001;108:798-808.
   2. Royal Children’s Hospital. Clinical Practice Guideline. Sinusitis. Diunduh dari
      http://www.rch.org.au/clinicalguide/cpg.cfm?doc_id=5230      diakses pada 3
      September 2008.
Algoritma 1. Diagnosis Sinusitis

                                       Gejala ISPA > 10-14 hari

   Gejala ISPA:
    Demam
    Rasa tersumbat/ kongesti hidung
    Hiposmia
    Nyeri di dahi/pipi                                 Pemeriksaan fisik:
    Rhinorrhoea                                         inflamasi/edema mukosa nasal,
    Nyeri pada gigi rahang atas                         pus yang keluar meatus media,
    Nyeri kepala, nyeri                                   postnasal drip, dan
       retroorbita/supraorbita                           transiluminasi maksila.



                            Persisten (gejala berlangsung > 10-14 hari)
                                               ATAU
                             Demam ≥ 39ºC dan sekret nasal purulen
                                   selama 3-4 hari berturut-turut

                                   Ya                     Tidak


               Sinusitis Bakterial Akut                       Bukan Sinusitis Bakterial




                                                       Rhinosinusitis viral      Sinusitis Alergik



                    Algoritma 2                        Lihat SPM ISPA             Hindari pencetus
                                                                                   (debu, suhu udara
                                                                                   dingin)
                                                                                  Orang tua jangan
                                                                                   merokok di rumah
Algoritma 2. Tatalaksana Sinusitis Bakterial Akut

                         Sinusitis Bakterial Akut


 Anak usia > 6 tahun:
 pertimbangankan foto
  foentgen paranasal


                              Klinis sakit berat:
                       Tampak sakit berat
                       Demam ≥ 39ºC dan sekret nasal
                        purulen selama 3-4 hari berturut-
                        turut
                                      ATAU
                        Ada riwayat pemberian AB



                           Ya                 Tidak

              Antibiotik lini II             Antibiotik lini I       Respon klinis baik?
                                             Rawat jalan              Setelah 48-72 jam


                                                                                     Lanjutkan terapi
                                                                  Tidak   Ya       antibiotik hingga 10-
                                                                                          14 hari

             Respon klinis baik?         Ya
                                                                                     Lanjutkan terapi
              setelah 48-72 jam
                                                                                        antibiotik

                         Tidak
             Antibiotik lini III
      Rujuk ke Sp. THT untuk CT Scan
             dan aspirasi sinus

								
To top