Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

budidaya belut

VIEWS: 497 PAGES: 8

cara budidaya belut di air bersih

More Info
									A. Memilih Tempat / Lokasi Budidaya




                                                Sebelum pembuatan kolam dimulai, lokasi
bakal pembuatan kolam perlu diperhatikan. Survei lokasi sehatusnya dilakukan sebagai
langkah awal bagipara investor atau peminat sebelum memutuskan untuk membangun
kolam. Namun, kenyataan yang terjadi kini sering tidak denikian. Umumnya orang memiliki
tanah terlebih dahulu baru tertarik untuk membangun kolam. Meskipun demikian, tidaklah
berlebihan jika dalam diktat ini disinggung langkah –langkah yang idelauntuk membuat
kolam.
Luas lahan yang akan dibuat kolam harus diukur terlebih dahulu. Kemiringan lahan juga
harus diukur, kemudian menentukan batas kolam yang akan dibuat.
Kolam untuk belut, pembuatan kolam meliputi pengamatan letak lahan, pembuatan skema
(gambar) konstruksi, pengerjaan pengganlian, serta pemasangan danpembuatan bagian-
bagian perlengkapan kolam seperti pintu air, saringan dan lain – lain.

B. Membuat Kolam
Jika dalam memilih lokasi sudah ditentukan dimana lokasi kolam yang akan dibuat dan telah
memenuhi persyaratan maka pembangunan kolam sudah dapat dimulai. Namun
sebelumnya harus ditentukan dulu jenis kolam yang akan dibuat sebab kegiatan budidaya
belut yang lengkap memerlukan jenis kolam sesuai dengan kegiatan yang hendak dilakukan.
Adapun jenis-jenis kolam yang harusadadi suatu areal budidaya belut adalah kolam
penampungan induk, kolam pemijahan dan pendederan, dan kolam pembesaran.
Ukuran kolam untuk semua jenis kegiatan tidak sama besarnya, yaitu :

Kolam penampungan induk,ukurannya 200 cm X 200 cm dengan kedalaman 100 cm

Kolam pemijahan dan pendederan, ukurannya 200 cm X 200 cm dengan kedalaman100 cm

Kolam pembesaran, ukurannya 500 cm X 500 cm dengan kedalaman 120 cm

C. Media Pemeliharaan

Setelah kolam selesai dibuat yang paling utama adalah pemberian media pemeliharaan
sebelum kolam tersebut dipergunakan, yaitu media untuk tempat hidup belut berupa tanah
sawah atau Lumpur kolam yang sudah dikeringkan, pupuk kandang, pupuk kompos (
sekam/gabah padi yang sudah dibusukkan ), jerami padi, cincangan pisang, pupuk Urea, dan
pupuk NPK, dengan perbandingan sebagai berikut :

Lapisan pertama paling bawahjerami padi setinggi 40 cm

Diatas jerami ditaburi secara merata pupuk Urea 5 Kg dan NPK 5 Kg

( Untuk ukuran kolam 500 cm X 500 cm, apabila kolamnya lebih besar atau lebih kecil
ukuran ini, perbandingan pupuk diatasdapat dijadikan patokannya )

Lapisan kedua tanah / Lumpur setinggi 5 cm

Lapisan ketiga pupuk kandang setinggi 5 cm lapisan keempat pupuk kompos setinggi5 cm

Lapisan keempat tanah / Lumpur setinggi 5 cm

Lumpur kelima cincangan batang pisang setinggi 10 cm

Lapisan Keenam tanah / Lumpur setinggi 15 cm

Lapisan ketujuh air setinggi 10 cm

Diatas air ditanami secara merat ecenfg gondok sampai menutupi ¾ permukaan kolam.

Setelah semua media pemeliharaan terisi dalam kolam, diamkan media pemeliharaan
tersebut selama 2 ( Dua ) minggu agar seluruh media mengalami proses permentasi. Dan
setelah 2 ( Dua ) minggu slesai poroses permentasinya maka benih / bibit belut dapat
dimasukkan ke kolam pemeliharaan tersebut.

D. Memilih Benih
Pelaksanaan pengembangbiakkan sudah bisa dimulai dengan telah terlengkapinya semua
sarana yang dibutuhkan. Untuk tahapan ini yaitu memilih benih. Agar diperoleh belut
berkualitas baik dan tidak menghasilkan keturunan abnormal, benih yang dipilih harus
memenuhi syarta sebagai berikut :

Anggota tubuhnya masih utuh dan mulus, yaitu tidak ada luka bekas gigitan,

Gerakan tubuhnya lincah dan agresif.

Penampilannya sehat yang dicirikan dari tubuhnya yang keras, tidak lemas jika di pegang

Tubuhnya berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklat-coklatan

Usianya berkisar 2 bulan – 4 bulan

Belut mempunyai kelamin ganda (Hermaprodit) pada kehidupannya. Belut ini menjalani
pergantian kelamin dari betina ke jantan dalam siklus kehidupannya. Belut muda selalu
berkelamin betina. Sedangkan belut yang sudah tua selalu berkelamin jantan. Dan karena
sifat – sifat belut serupa itu, amka pada belut bisa terjadi masa kosong kelamin atau banci.
Dengan adanya perubahan kelamin inilah pada belut sering terjadi kanibalisme, saling
bunuh dan makan diantara mereka sendiri.
Induk belut yang baik dapat dikenali dari penampilannya. Untuk mengetahui induk belut
yang baik, berikut diberikan cirri-ciri induk belut jantan dan induk belut betina.

a. Ciri Induk Belut Jantan

Berukuran panjang lebih dari 40 cm

Warna permukaan kulit lebih gelap atau abu – abu

Bemtuk kepala tumpul

Usianya diatas sepuluh tahun

b. Ciri Induk Belut Betina

Berukuran panjang antara 20 cm -30 cm

Warna permukaan kulit lebih cerah atau lebih muda

Warna hijau muda pada punggung dan warna putih kekuningan pada perutnya

BEntuk kepala runcing

Usianya dibawah sembilan bulan

E. Perkembangbiakkan Belut
Belut ini mudah berkembang biak dialam, tetapi juga tidak sulit dikembangbiakkan di kolam,
asal media dikolam menyerupai habitat aslinya. Secara alami berkembang biak setahun
sekali, tapi dengan masa perkawinan yang amat panjang yaitu mulai dari musim penghujan
sampai dengan permulaan musim kemarau ( Kurang lebih empat sampai lima bulan )

Perkawinan belut umumnya tiba akan terlihat belut jantan berbomdong ramai – ramai
berenang ke berbagai penjuru kearah tepian. Diperairan yang dangkal itulah nantinya belut
jantan menggali lubang perkawinan. Lubang perkawinan diabangun mirip “U” . Selanjutnya
dalam lubang tersebut belut jantan lalu membuat gelembung-gelembung udara yang
membusa di permukaan air diatas salah satu lubnagnya. Busa – busa tersebut berguna
untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Belut jantan menanti kehadiran belut betina di
lubang yang tidak diliputi busa.

Setelah belut betina yang dinanti tiba, sebelum perkawinan dilangsungkan akan terjadi
cumbu-cumbuan mesra terlebih dahulu. Dalam perkawinan telur-telur dari betina akan
dikeluarkan disekitar lubang dibawah busa-busa yang mengapung pada permukaan aor.
Telur yang sudah dibuahi selanjutnya akan dicakup belut jantan untuk disemburkan dan
diamankan dalam lubang persembunyian.
Kemudian belut jantanlah yang akan menjalani tugas menjaga telur – telur tersebut sampai
menetas. Selama menjaga telur ini belut jantan galaknya bukan main. Setiap mahluk yang
mendekat ke sarang pasti akan diserang.

F. Penetasan
Telur –telur dialam akan menetas setelah 9-10 hari kemudian. Tetspi untuk dikolam
pendederan dan pemijahan telur-telur belut akan menetas dalam waktu 12-14 hari.
Sewaktu baru menetas warna anak belut kuning setelah itu pelan – pelan berubah menjadi
kuning kecoklatan dan selanjutnya menjadi coklat muda. Anak –anak belut yang sudah
menetas sementara masih diasuh oleh belut jantan selama dua minggu. Setelah berumur 15
hari anak-anak belut sudah bisa berenag sendiri dan meninggalkan sarana penetasan.
Mereka sudah mampu menggali lubnag dan mencari makanan sendiri tempat lain.

G. Makanan dan Kebiasaan Makan
Secara alamiah belut memakan berbagai jenis binatang kecil yang hidup atau terjatuh dalam
air. Seperti serangga, siput, Cacing. Amak katak dan anak ikan. Jadi belut termasuk golongan
karnivora yaitu ikan pemakan binatang lain.

Belut yang masih kecil memakan zooplankton yang halus seperti antara lain Protozoa
(Hewan bersel satu ), Mikrokrusasea (Udang-udangan renik), invertebrate mikroskopik (
hewan –hewan tak bertulang belakang yang kecil-kecil ). Sedangkan beluta yang mulai
dewasa memakan larva-larva serangga, cacing siput, berudu kodok, dan benih-benih ikan
yang masih lemah.

Karena belut menyukai binatang hidup, maka tidak mudah belut mencari makanannya.
Untuk itu belut mnyergap mangsanya dengan menbuat lubang perangkap. Lubang ini dibuat
denganmenggali Lumpur, baik ditepian perairan maupun ditengah sawah atau rawa. Lubang
penyerga[ ini bergaris tengah 5 cm dan memanjang seperti terowongan. Bentuk lubang
mula-mula tegak ke bawah, lalu membengkok dan mendatar.

H. Hama Belut
Belut tidak terserang penyakit yang disebabkan oleh kuman bakteri. Yang diderita belut
hanya disebabkan oleh kekurangan pakan, kekeringan atau dimakn oleh sesama belut. Jadi
agar belut peliharaan tetap sehat, usahakan jangan kekurangan pakan dan kondisi kolam
pemeliharaan airnya teteap mengalir.

Hama belut selain sebagai pemangsa, juga dapat sebagai pesaing dalam hal konsumsi pakan.
Hama dan pemangsa yang bisa menyerbu kolam pemeliharaan belut antara lain : Burung
belibis, Bebebk / Itik, Berang – berang dll

Cara yang terbaik dan tepat dalam pengendalian hama dan pemangsa belut, yaitu dengan
cara membuat kondisi kolam pemeliharaan rapih sesuai aturan dan sesuai dikontrol agar
tidak menjadi sarang bagi hama pemangsa.
I. Panen
Untuk memanen belut, diperlukan ketepatan waktu panen dan cara panen. Wadah
penampungan juga perlu disiaokan untuk membawa belut hasil panen di lokasi penjualan.
Belut siap dipanen untuk kebutuhan pasar local dari mulai penaburan benih minimal 3 bulan
( Sisitem dengan pembesaran ), sedangkan untuk kebutuhan pasar ekspor dari mulai
penaburan benih minimal 6 bulan ( sisitem dengan pembesaran ).

J. Paska Panen
Perlakuan paska panen yang perlu diperhatikan adalah membersihkan dan memperbaiki
kolam pemeliharaan bila ada yang bocor. Hendaknya media pemeliharaan dapat digantikan
dengan yang baru, supaya zat renik-renik makanan untuk belut tidak habis dan tumbuh
banyak

K. Pemasaran
Belut merupakan makanan konsumsi manusia. Untuk itu, belut dapat dipasarkan di pasar-
pasar ikan dan pasar tradisional. Saat ini di bandung masih mudah menjual belut. Jumlah
permintaan saat ini masih sangat besar, di pasar Kosambi Bandung masih membutuhkan
jumlah dari 100 Kg belut hidup perhari. Dipasar Ciroyom Bandung setiap harinya juga
membutuhkan lebih dari 500 Kg belut hidup. Dengan harga eceran rata-rata Rp. 15.000,-
sampai dengan Rp. 20.000 per Kg –nya. Untuk belut yang jumlah per Kg-nya sebnayak 20-30
ekor.

Sedangkan untuk pasar ekspor masih sangat kekurangan sekali, karena permintaan Negara
Hongkong sebnanyak 8.000 Kg perhari baru dapat terpenuhi 3.000 Kg. Belum permintaan
dari Negara lain seperti Jepang, Malaysia, Korea, Itali, Perancis, dan Belanda belum bisa
terpenuhi.

L. Pencatatan
Pencatatan adalah suatu kegiatan mencatat semua kegiatan pembudidayaan. Pencatatan
memuat informasi, diantaranya : Tanggal memasukkan benih, jadwal pemberian pakan.
Jadwal panen, data peoduksi dan lain – lain.

Diposkan oleh BELUT SALATIGA [ enak - murah - bergizi ] di 18:150 komentar

Label: Budidaya

BUDIDAYA BELUT
“Siapa bilang belum ada petani belut yang berhasil dalam budidaya??"
Sekarang budidaya belut tidak sulit lagi, kalau kita benar-benar menguasai tehnik-tehniknya.
Ternyata telah ada banyak petani yang sudah "sukses" yang panennya memenuhi standar
ekspor. Perkilo dibawah 7 ekor dalam waktu 5 - 5,5 bulan "hanya dengan pakan Yuyu &
Keong Sawah" namun kita juga mengharapkan dan mengajarkan kepada para petani agar
budidaya Cacing & Bekicot sehingga pasokan pakan tetap terjaga pada musim kemarau.

KASUS-KASUS YANG TERJADI DI PETANI BELUT YANG HARUS SEGERA DIATASI:

Media lumpurnya memadat.

Jerami dan gedebok pisang tidak membusuk / hancur.

Media tidak keluar cacing Lor sawah sebagai cadangan pakan dalam kolam.

Tanam benih 4 bulan, setelah di panen tidak ada sama sekali (mati semua).

Tanam benih 4 bulan, hasil panen yang besar beberapa ekor saja, yang lainnya kecil semua.

Tanam benih 4 bulan, hasil panen yang besar beberapa ekor saja, yang lainnya tidak ada
(habis).

Tanam benih 4 bulan, hasil panen " tetap" ukuran belutnya ( tidak bisa besar semua ).

Setelah meneliti dan mengunjungi hampir 45 orang petani belut dan
menjalankan percobaan serta penelitian selama hampir 2 tahun pada
beberapa media (media lumpur, media gedebok busuk + air, dan media
air bersih 100 %) dan beberapa jenis belut serta berkeliling menemui
para Ketua Kelompok Tani Belut dan petaninya di daerah salatiga (Bpk.
Bambang sartono), (Bpk. Tukeri) serta informasi dari beberapa
orang“penyedek belut” dari daerah Ungaran dan Gunung Pati Jawa
Tengah.
Akhirnya kami menganalisa dan menyimpulkan Kunci-kunci Pokok yang
harus dipenuhi untuk Keberhasilan Beternak belut atau yang mau
memulai usaha budidaya ini agar benar-benar bisa panen:

Harus Mengetahui benar-benar “Penjual bibit yang tidak
bermasalah !”

Bisa memilih “bibit belut yang benar” (bisa besar setelah
dibudidayakan)

Bisa memililh bibit yang “benar-benar sehat”

Bisa “menyehatkan bibit belut di kolam karantina” setelah
perjalanan / transportasi

Bisa “mengadaptasikan suasana di alam”setelah benih masuk
media

Bisa membuat “benih belut mau makan” setelah ditebar di media
(kalau mau makan berarti benih belut bisa hidup)

Bisa membuat “media yang tidak beracun / tidak panas / cocok
untuk belut”

Media budidaya harus bisa menumbuhkan“singgat dan cacing lor
sawah” setelah berjalannya waktu antara 3 minggu sampai 1
bulan setelah digenangi air

Bisa memberi “makanan yang berprotein tinggi”dan “yang disukai
belut” pada awal pertumbuhannya (pada bulan I)

Mengetahui “teknik memberi makan yang tepat dengan protein
yang seimbang dengan berat badannya” sehingga tidak
mengakibatkan kanibalisme antar sesama belut pada bulan II
sampai paneni

Mengetahui “tehnik cara panen yang baik” agar belut tidak luka
atau mudah mati setelah dipanen

Sudah adanya pembeli yang menerima hasil panen dengan sistem
pembayaran ditempatsetelah ditimbang, dengan harga yang bagus.

Dan untuk memenuhi kebutuhan kuota ekspor, masih banyak
dibutuhkan petani-petani yang harus dilatih membudidayakan
belut mulai sekarang dengan standar ekspor (sesuai dengan
HACCP Budidaya).

PELUANG USAHA DAN INVESTASI YANG SANGAT DIHARAPKAN OLEH PETANI
BELUT
Dibuatnya "PROBIOTIK" khusus belut untuk efisiensi pakan dan probiotik untuk menekan
amoniak dalam media budidaya.

Dibuatnya "PABRIK PELET" khusus pakan belut yang murah dan berprotein tinggi serta
bebas dari bakteri paktogen (Typus danColi).

Dibutuhkannya "PUPUK ORGANIK" yang bisa menumbuhkan dan melipatgandakan jumlah
cacing lor sawah yang ada di media lumpur budidaya.

Terbentuknya "PENYULUH PERIKANAN" (PPL) khusus budidaya belut baik dari pemerintah
maupun swasta sebagai pendamping petani dalam melaksanakan budidaya.

Pabrik "ABON BELUT" skala rumah tangga.

Pabrik "DENDENG BELUT" skala rumah tangga.

Pabrik "KRUPUK BELUT" skala rumah tangga.

Budidaya cacing "Lumbricus atau Tiger Australia" sebagai rekanan atau pemasok bibit cacing
kepada petani belut.

Pemancingan "KHUSUS" belut termasuk restorannya yang menyajikan menu aneka masakan
belu

								
To top