RS Penyakit Infeksi Prof by KxV6PQm

VIEWS: 77 PAGES: 4

									RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso

Pimpinan              :   Dr. Santoso Suroso, SpA, MARS
Alamat Lengkap        :   Jln. Sunter Permai Raya, Jakarta Utara
Kode Pos              :   14340
Telpon                :   (021) 6506559
Fax                   :   (021) 6401411
Email                 :   rspiss@idola.net.id
Website/Homepage      :   -
Tahun Didirikan       :   1994



I. ORGANISASI

Tugas Pokok dan Fungsi
     a. Melaksanakan pelayanan penyembuhan pasien penyakit infeksi dan pemulihan
          kesehatan.
     b. Melaksanakan kegiatan penelitian dalam bidang penyakit infeksi dan penyakit
          menular secara menyeluruh, terpadu, berkesinambungan.
     c. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan dalam bidang penyakit infeksi dan
          penyakit menular secara menyeluruh, terpadu, berkesinambungan.

Visi
       Pusat rujukan nasional dalam tatalaksana penyakit infeksi dan penyakit menular
       lainnya.

Misi
       a. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan berkualitas.
       b. Menyelenggarakan kegiatan preventif dan promotif.
       c. Melakukan penelitian untuk mengembangkan tatalaksana penyakit infeksi dan
          penyakit menular lainnya.
       d. Melaksanakan pendidikan, pelatihan dan diseminasi informasi.

Bidang Penelitian
    a. Penelitian klinis.
    b. Penelitian epidemiologis.
    c. Penelitian manajemen kesehatan.

Profil/Sejarah Singkat Lembaga

     RS Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso Jakarta diresmikan pemakaiannya pada
tanggal 21 April 1994. Rumah sakit yang cikal bakalnya dari Stasiun Karantina terletak
di Pulau Onrust Kepulauan Seribu pada zaman kolonialis Belanda yang fungsinya waktu
itu adalah tempat isolasi penderita-penderita penyakit karantina yang datang ke Indonesia
melalui kapal laut.
      Pada tahun 1958, Stasiun Karantina ini dipindahkan ke daratan, ditempatkan dalam
lingkungan pelabuhan Tanjung Priok. Secara struktur organisasi, stasiun ini berada di
bawah Direktorat Epidemiologi dan Karantina Direktorat Jenderal P4M Departemen
Kesehatan RI. Tugasnya bukan hanya mengisolasi penderita dari kapal laut, tetapi juga
menampung dan merawat penderita penyakit cacar dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Kegiatannya juga menjadi bertambah bukan hanya mengisolasi penderita, tetapi juga
sudah melaksanakan pengobatan, perawatan dan rehabilitasi.
      Berdasarkan SK Menkes Nomor: 148 tahun 1978, maka Stasiun Karantina
ditingkatkan statusnya menjadi Rumah Sakit Karantina (Tipe C) dan berada di bawah
Direktorat Epidemiologi dan Imunisasi Direktorat Jenderal P3M Departemen Kesehatan.
Kegiatannya semakin berkembang di samping kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan
di atas juga ada kegiatan penelitian/survei mencari metode baru isolasi dan penanganan
penyakit menular.
      Dalam perjalanannya, RS Karantina ini makin berkembang tidak hanya menangani
penyakit menular, tetapi juga merawat penyakit-penyakit non menular. Namun
sebaliknya, kondisi fisik dan situasi lingkungan rumah sakit sudah tidak mendukung
sebagai rumah sakit yang baik. Kebisingan pelabuhan, turun naiknya peti kemas serta
hilir mudiknya mobil-mobil tronton dengan bunyi mesin dan asap knalpot yang hitam,
sangat menganggu suasana rumah sakit. Atas bantuan hibah dari Pemerintah Jepang pada
tahun 1992, dimulai pembangunan gedung baru di wilayah Sunter Permai Jakarta Utara.
Pada tanggal 24 September 1993 gedung ini selesai dan secara resmi diserahkan kepada
Pemerintah Indonesia melalui Direktur PPM-PLP Departemen Kesehatan. Tanggal 1
Januari 1994 semua kegiatan RS Karantina dipindahkan ke gedung baru.
      Berdasarkan SK Menkes Nomor: 55 Tahun 1994 rumah sakit ini diberi nama Rumah
Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta (Tipe Non Kependidikan). Rumah
Sakit ini berada langsung di bawah Direktur Jenderal PPM-PL Departemen Kesehatan.


Struktur Organisasi : ( Terlampir )


II. KETENAGAAN

 a. Jumlah tenaga berdasarkan tingkat pendidikan

   Jenjang Pendidikan       Jumlah

   Di Bawah D3                208
   D3                          61
   S1                          30
   S2                          27
   Jumlah                     326
  b. Jumlah tenaga berdasarkan jenjang fungsional

  Kelompok Keahlian                          Jumlah

  Administrator Kesehatan                      12
  Analis Kepegawaian                            7
  Apoteker                                      2
  Arsiparis                                     1
  Asisten Apoteker                             10
  Dokter                                       30
  Dokter Gigi                                   1
  Entomolog Kesehatan                           1
  Epidemiolog Kesehatan                         2
  Nutrisionis                                   9
  Pengawas Farmasi dan Makanan                  6
  Penyuluh Kesehatan                            3
  Perawat Gigi                                  2
  Pranata Komputer                              2
  Pranata Laboratorium Kesehatan               11
  Sanitarian                                    6
  Tenaga Perawatan                            118
  Administrasi Keuangan                         6
  Administrasi Umum                            98
  Jumlah                                      326

 c. Jumlah peneliti berdasarkan bidang keahlian
    ( Data tidak diperoleh dari instansi yang bersangkutan)


III. FASILITAS YANG DIMILIKI

  a. Laboratorium

     Nama Laboratorium           Kemampuan (fungsi)

     Instalasi Laboratorium      - Mikrobiologi
                                 - Patologi Klinik

  b. Perpustakaan

      Jenis Layanan yang Diberikan :

         1 Peminjaman buku dan publikasi lainnya
         2 Ruang baca
         3 Fotokopi
   c.   Unit Komputasi
   d.   Poliklinik
   e.   Ruang Perawatan
   f.   Radiologi
   g.   Fisioterapi


IV. PUBLIKASI

a. Laporan penelitian unggulan yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk program dan
   masyarakat dalam lima tahun terakhir :
            1.Survei Epidemiologi Klinik Pnemoni
            2.Pemantauan Pengidap Salmonella typhi Pasca Rawat
            3.Survei Epidemiologi Klinik Demam Tyfoid
            4.Prevalensi dan Profil Tuberkulosis dan HIV/AIDS di RSPI-SS
            5.Prevalensi dan Profil Hepatitis di RSPI-SS
            6.Penelitian Vaksin Tyfoid

b. Majalah/jurnal yang diterbitkan :
    1. Majalah Penyakit Infeksi Indonesia.
    2. Buletin RS Sulianti Saroso.


V. KERJASAMA PENELITIAN

   Dalam Negeri                                Luar Negeri

   a.   Badan Litbangkes Depkes.               a. International Vaccine Institute
   b.   US NAMRU –2 Jakarta.                      (IVI)
   c.   Ditjen PPM-PL Depkes.                  b. World Bank
   d.   RS Pendidikan
   e.   FK Universitas Indonesia
   f.   FKM Universitas Indonesia

								
To top