Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

9 TIPS EFEKTIF UNTUK MEMASARKAN DIRI Seorang Designer Grafis

VIEWS: 27 PAGES: 4

									  9 TIPS EFEKTIF UNTUK MEMASARKAN DIRI
 SEBAGAI DESAINER GRAFIS SECARA ONLINE




Sama seperti profesi lain, menjadi desainer grafis juga harus pintar-pintar memasarkan diri
sendiri. Dengan begitu jaringan kita menjadi luas dan projek pun dapat kita temukan dengan
mudah.

Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke tempat saya kuliah dulu yaitu Univ. Bina
Nusantara untuk sekedar berbincang-bincang dengan dosen dan beberapa teman seangkatan,
yang membuat saya kaget adalah jumlah mahasiswa desain yang sudah sangat bertambah di
banding dulu sewaktu saya masih kuliah. Dari 3 kelas menjadi 9 kelas! wow, hanya dalam waktu
3 tahun saja jurusan desain sudah sangat populer hingga mengalahkan jurusan lain di Binus
dalam urusan kuantitas.

Saya jadi berpikir, 3-4 tahun lagi mereka akan lulus, dan tidak hanya mahasiswa dari Binus saja
yang akan lulus tentunya. Bisa di bayangkan jumlah fresh graduate jurusan desain, apakah
lapangan industri kita bisa menampung lulusan yang sebanyak itu (se-Indonesia)? Bagaimana
kita bersaing dengan kuantitas yang berlebih seperti itu?

Maka itu selain skill yang bagus, desainer grafis masa kini juga harus bisa memasarkan dirinya
dengan baik. Berikut beberapa tips yang bisa kamu gunakan untuk memasarkan diri kamu
sebagai desainer grafis secara online.

1. Buat Blog atau Website Pribadi.
Saya rasa ini sudah umum dan merupakan suatu keharusan. Yang harus di pikirkan adalah
blog/website seperti apakah yang harus kita buat?

Kalau kamu ingin orang mengenal kamu sebagai desainer, itu berarti kamu harus membuat
blog/website yang berkaitan dengan desain, mulai dari yang paling mudah, yaitu memperlihatkan
portfolio kamu lalu mem-post proses kerja, referensi/inspirasi, artikel dan lain nya.

Sedangkan untuk website pribadi, bisa di gunakan untuk memperluas brand kamu. Mulailah
banyak membaca tentang bidang selain desain yang bisa mendukung profesi sebagai desainer,
seperti pemasaran, bisnis, teknologi (internet), dan tulis menulis (copy writing). Saya yakin
semua bidang yang saya sebutkan itu mendukung profesi desainer grafis. Kita akan menjadi
lebih mudah memahami pemikiran klien dan kita akan dinilai lebih daripada sekedar desainer
(yang saat ini masih di anggap sebagai orang yang bertanggung jawab secara visual saja).

Saran saya, gunakan nama domain .com .net atau yang lain, yang penting jangan menumpang di
wordpress, blogspot atau yang lain nya. Secara tidak langsung ini mempengaruhi posisi brand
diri kamu. Berapa banyak orang yang menumpang? tidak terhitung, kalau nama domain kamu
bisa berbeda sendiri tentu itu sudah menjadi nilai lebih.

2. Menjadi Penulis Tamu di Blog lain.

Terlalu sibuk untuk mengolah blog sendiri? Cobalah menjadi penulis tamu di blog orang lain.
Tawarkan diri untuk menulis di blog yang kamu sukai, atau lebih baik lagi, jika kamu mendapat
kesempatan undangan untuk menulis, jangan di lewatkan!

Bayangkan, kamu hanya perlu menulis 1-2 kali dalam seminggu atau 2 minggu sehingga kamu
mempunyai waktu yang cukup untuk mengatur kesibukan dan meluangkan waktu untuk menulis.
Dan dampak yang di dapat mungkin bisa lebih baik di banding mengolah blog sendiri. Biasanya
blog lain akan melakukan pemasaran untuk blog nya sendiri sehingga kamu tidak perlu susah-
susah memasarkan, dan jika kamu konsisten maka publik/klien potensial akan mulai mengenal
kamu juga (efek yang sama dengan tips no.1).

3. Buat Projek Fiksi.

Yang paling mudah adalah projek redesain, terkadang kita gatal melihat desain yang tidak efektif
(baik itu web atau print) daripada ngedumel dan mencerca lebih baik buat desain versi kamu
sendiri. Salah satu posting blog Firman Firdaus merupakan contoh yang baik, cara ini akan
membuka kesempatan untuk bisa mendapatkan projek yang sesungguhnya.

Jika tidak berhasil mendapatkan projek dari klien yang kita redesain, paling tidak bisa menjadi
posting yang bagus untuk blog kamu yang akan menambah poin brand diri kamu sendiri di mata
para pembaca.

4. Bagikan Link Menarik via Twitter / Facebook.
Lebih senang membaca blog/website orang lain? it’s ok. Kamu masih bisa membagikan tautan
yang kamu anggap menarik dan berguna bagi teman-teman kamu. Jangan lupa juga, tautan yang
kamu bagikan akan mencerminkan siapa kamu. Jadi kalau kamu mau dianggap sebagai desainer
oleh teman dan publik, jangan bagikan tautan “cara merawat bonsai” atau hal selain desain
terlalu sering, sesekali mungkin boleh saja.

Cara ini akan membentuk opini teman dan publik tentang siapa kamu sebenarnya, contoh nya
jika kamu sering membagikan tautan inspirasi desain yang menarik, atau trik tutorial terkini
maka publik akan menganggap kamu tahu banyak tentang desain.

Hal lain yang tidak boleh di lupakan adalah pengaturan waktu dalam membagikan tautan. Jangan
memberondong status dengan 5 atau lebih tautan dalam satu waktu, ingat, tidak semua
teman/pengikut kamu di facebook/twitter adalah desainer. Tidak mau kan di anggap spam?

5. Masukkan Portfolio di Jejaring Sosial Khusus Desain.

Ini adalah rumah kedua kamu setelah blog/website pribadi. Setidaknya buat akun di Deviant Art,
Behance, Designers Couch dan banyak lagi pilihan yang lain. Biasanya klien potensial mencari
desainer melalui website sosial khusus desain seperti itu dan juga untuk membangun brand diri
kamu di kalangan seprofesi.

6. Ikut Serta dalam Kontes Komersial atau Non-Komersial.

Dalam setahun pasti ada saja acara atau kontes yang berhubungan dengan desain (biasanya non-
komersial), kalau kamu punya waktu, ikuti dan kirim karya kamu. Jika kamu masuk ke dalam
nominasi, itu akan menaikan posisi brand diri kamu dan tentu membuka jaringan yang lebih luas
karena otomatis kamu akan banyak bertemu teman baru, baik dari yang seprofesi atau yang tidak
seprofesi.

Bagi kontes yang komersial, versi online nya dapat kamu temukan di website seperti 99designs
atau Crowdspring. Memang sekilas seperti kontes free pitching yang sangat di haramkan di dunia
desain, tetapi sebenarnya tidak ada salahnya di coba. Kamu akan mendapatkan portfolio
walaupun tidak menang. Saya pernah membahas ini di Ruang Freelance, silakan berkunjung.

7. Jualan Stok Desain.

Punya elemen desain atau desain full template yang tidak terpakai? Daripada hanya tergeletak di
harddisk, lebih baik kamu jual saja di ThemeForest (untuk template website) atau GraphicRiver
(untuk semua elemen yang berhubungan dengan desain grafis). Selain berpotensi mendapatkan
penghasilan pasif, kamu juga secara tidak langsung memasarkan skill kamu ke seluruh dunia.

Cara ini sungguh tidak ada ruginya dan layak di coba. Saya yakin kamu pasti mendapatkan
pengalaman baru jika sudah mulai berjualan disana.

8. Bagikan Stok Desain Secara Gratis.
Lebih berjiwa dermawan? tidak masalah. Bagikan saja desain stok kamu secara gratis melalui
blog/website/profil jejaring sosial kamu, biasanya orang suka sesuatu yang gratis (well siapa
yang tidak suka?) apalagi jika stok desain itu bagus dan berguna. ICreativeLabs merupakan salah
satu contoh yang bagus, mereka membagikan template desain website berkualitas dari blog
mereka.

Biarkan klien potensial mencoba desain kita terlebih dahulu, jika mereka suka dengan kualitas
desain gratis yang kita berikan, mereka pasti suatu waktu akan menghubungi kita untuk projek
tertentu. Prinsipnya sama dengan kita berjualan kue (makanan), biasanya pasti ada produk tester
bukan? tapi yakinkan walaupun gratis, tidak boleh mengesampingkan kualitas.

9. Bersosialisasi.

Yang terakhir ini walaupun kecil tetapi sangat berarti, ke 8 tips di atas tidak akan ada gunanya
jika kamu tidak bersosialisasi dengan pembaca, teman dan publik. Mulai dari yang paling
mudah, berkomentar (blog walking) dan membalas komentar, mengirim pesan dan membalas
pesan, sampai ke pertemuan offline (kopi darat). Sempatkan juga waktu untuk datang ke acara
desain grafis, selain untuk bersosialisasi, kamu akan tahu tren apa yang sedang berlangsung di
industri desain lokal.

Semua tips diatas tentu bukan cara instan, di perlukan waktu dan konsistensi untuk melakukan
nya. Jika kamu masih duduk di dalam bangku kuliah, mulailah dari sekarang (jangan seperti saya
dulu, hanya friendster-an ga jelas) semakin dini kamu memasarkan diri kamu semakin bagus.

								
To top