Teknik Pencahayaan Foto Wedding by fernandp27

VIEWS: 75 PAGES: 4

									Teknik                              Pencahayaan                               Foto                          Wedding


Jika Anda mengambil photography wedding di luar ruangan (outdoor), saat terbaik adalah pada
sore hari, karena udara lebih tenang dan warna cahaya terlihat lebih hangat. Hindari cahaya
matahari terlalu terik sehingga membuat mata dari subyek art photography Anda menjadi sipit
karena                                                   terlalu                                                  silau.


Jika matahari terlalu terik, posisikan agar matahari menyinari dari belakang subyek photography
wedding Anda. Memang hal ini akan menyebabkan wajahnya menjadi gelap karena menjadi
bayangan matahari yang menyinari dari belakang. Anda dapat menggunakan flash atau blitz atau
lampu kilat untuk menerangi daerah art photography services yang menjadi bayangan matahari.
Anda juga dapat menggunakan reflector atau yang paling mudah menggunakan white board untuk
memantulkan         cahaya      matahari       ke     bagian         yang      menjadi      bayangan      matahari.


Jika    mengambil    gambar photography         art di    dalam      ruangan    (indoor),   gunakan     blitz    untuk
pencahayaan. Anda juga dapat mengambil gambar di dekat jendela yang memiliki pencahayaan
lebih terang. Lakukan ini di daerah yang memiliki tembok berwarna putih atau terang, karena akan
memantulkan     cahaya       dari    blitz   kamera   Anda         sehingga   lebih   memperkuat       pencahayaan.


http://kamissore.blogspot.com/20http://Photography.dinogroups.com/teknik-pencahayaan-foto-
wedding.html




Konsep Foto Pernikahan

PADA kulminasinya, suatu karya seni akan mengalami kejenuhan. Pada titik
jenuh itulah, sang kreator akan menciptakan hal-hal baru. Dalam lukisan,
misalnya. Ketika naturalisme membosankan, muncul ekspresionisme.                                                Ketika
ekspresionisme juga membosankan, muncul karya-karya baru yang lebih abstrak
hasil         paduan                 antara           naturalisme                    dan       ekspresionisme.


Begitu juga yang terjadi pada Wedding Photography (foto pernikahan). Sebagai
bagian dari seni foto,Wedding Photography Bridal telah mengalami perjalanan
proses     kreatif    yang      sangat        panjang.       Bila      pada     awalnya       para      fotografer
pernikahan hanya membuat karya-karya foto "on the spot" saat hari pernikahan
berlangsung, sejalan dengan proses kreatif mereka dalam melakukan pencarian,
muncul seni fotografi pernikahan yang disebut prewedding. Lihat Wedding
Photography                 Unique dan Wedding                Photography               Bridal.


Prewedding dibuat lebih sebagai improvisasi profesional dari kejenuhan Wedding
Photography biasa. Prosesnya, berlangsung out door maupun in door. Pelaku yang
terlibat di dalamnya membuat konsep-konsep tertentu di lokasi tertentu sehingga
hasilnya pun menjadi sebuah karya seni foto yang memadukan banyak unsur.
Mulai dari teknik foto itu sendiri, wardrobe, maupun make up sehingga foto
pernikahan ini menjadi lebih "berbicara" dari foto pernikahan sebelumnya.


Menurutnya, dunia fotografi terbagi dua, fotografi industri dan ekspresi. Fotografi
industri adalah fotografi yang dibuat untuk mengikuti selera pasar, sedangkan
fotografi ekspresi adalah foto yang dibuat lebih berdasarkan pada eksplorasi-
eksplorasi seni fotografi. Photo story berada di antara keduanya. Artinya, di satu
sisi tetap mengikuti selera pasar, tetapi di sisi lain juga tetap memberikan
sentuhan-sentuhan seni baru hasil eksplorasi terhadap karya seni sebelumnya.
See Wedding               Photography              Unique danPhotography                Bridal.


"Saya termasuk orang yang bergerak di antara keduanya itu (Photography
Bridal). Saya tidak mau hanya mengikuti pasar tanpa memberikan wawasan dan
selera foto yang lebih baik kepada masyarakat. Akan tetapi, karena saya pun
pelaku bisnis, bagaimana caranya menciptakan karya yang berada di antara
keduanya," ujar Dodi. Menyinggung wawasan dan selera masyarakat terhadap
foto-foto         pernikahan,        Dodi       menilai,      sudah       semakin        maju.


Masyarakat sudah menyukai karya-karya yang tidak asal cantik, mewah, lalu
jepret. Akan tetapi, masyarakat sudah menginginkan adanya "sesuatu" di balik
foto. Dan "sesuatu" itu, kata Dodi, bisa berupa teknik dan seni foto terbaik
maupun            pesan         yang         disampaikan          foto.       (Eriyanti/"PR")

Sumber      :     http://kamissore.blogspot.com/20http://Photography.dinogroups.com/konsep-foto-
pernikahan.html
Tips & Etika Memotret Acara Pernikahan
Pernikahan merupakan acara yang sakral. Selain melibatkan acara keagamaan yang dianut oleh
pasangan pengantin, masyarakat Indonesia juga menjunjung tinggi adat istiadat


Berbagai pihak terlibat dihari bahagia tersebut. Penyedia jasa (vendor) bekerja keras “menyulap”
sebuah tempat pesta sesuai tema / keinginan pemesan. Fotografer diantaranya, mendapat peran
merekam semua kebahagiaan & keindahan yang tercipta dihari itu. Intinya semua berusaha
menampilkan yang terbaik untuk terciptanya sebuah acara yang berkesan


Kadangkala keindahan tersebut rusak karena ulah penyedia jasa yang mementingkan ego-nya.
Tidak sadar bahwa selama berlangsungnya acara, kesakralan tidak boleh terusik. Elemen yang
berada dalam ruang pesta harus tetap enak dipandang mata. Oleh karena itu diperlukan pengertian
semua pihak untuk menjaganya.


Apa yang harus dilakukan oleh seorang fotografer pernikahan ?




      Hadir pada technical meeting / rapat panitia. Sampaikan daftar yang diperlukan untuk
       foto. Misal : ruangan untuk foto studio, daya listrik, letak stop kontak, dll. Koordinasi yang
       baik antar penyedia jasa akan menjadikan semua serba teratur. Tidak ada kabel bersliweran
       didepan pelaminan misalnya.
      Memahami susunan acara & hadir sesuai jadwal. Cadangkan waktu untuk mempersiapkan
       diri & peralatan. Jika lokasi acara tidak kita kenal, lakukan survey sebelumnya. Pada hari H
       semua orang sibuk dengan urusan masing-masing, jangan menambah beban mereka.
      Berpakaian yang sopan & wajar. Terutama pada acara pernikahan tradisional, sebaiknya
       tidak memakai sandal, poloshirt / tshirt serta jeans “belel”. Keluarga pengantin tidak peduli
       merek sandal yang anda gunakan. Crocs sekalipun, tidak layak berada diruang pesta.
      Makan sebelum kerja. Ingat… kita datang untuk bekerja
      Pahami aturan yang berlaku dilokasi acara. Misal : adab masuk mesjid, larangan menaiki
       altar gereja, kewajiban memakai pakaian adat, dll
      Tidak mengganggu personil lain yang bertugas. Misal : menghalangi pandangan pemandu
       acara.
      Ingatkan calon pengantin untuk melakukan hal-hal yang akan membuat hasil foto menjadi
       lebih baik. Misal : banyak tersenyum, jangan terlalu sering menunduk, badan harus tegap,
       waktu berdoa angkat kedua tangan tinggi-tinggi, dsb. Sampaikan hal-hal tersebut sebelum
       acara atau beberapa hari sebelumnya, bukan pada saat acara berlangsung karena akan
       mengganggu konsentrasi / merusak kekhidmatan prosesi
      Pada acara siraman calon pengantin wanita, seringkali keluarga hanya memperbolehkan
       wanita dan keluarga dekat yang hadir pada acara tersebut. Tugaskan fotografer wanita
       untuk keperluan tersebut
      Lensa super lebar seringkali menghasilkan efek yang dramatis. Namun bila digunakan pada
       saat yang tidak tepat akan mengganggu. Gunakanlah lensa super lebar dengan bijaksana.
      Gunakan peralatan sewajarnya. Perhatikan apakah estetika ruangan akan terganggu oleh
       alat fotografi yang digunakan. Pengantin membayar mahal untuk dekorasi ruangan. Payung
       & softbox seringkali menghalangi pandangan tamu kearah panggung / pelaminan. Disinilah
       seorang fotografer diuji, tidak tergantung pada 1 jenis alat saja.
      Jangan terlalu banyak mengatur, serahkan jalannya acara kepada pembawa acara
      Tampil low profile menyatu dengan acara, sehingga kehadiran fotografer tidak membuat
       canggung / merusak suasana. Jangan terlalu sering lalu-lalang dengan alasan mengejar
       momen. Tempatkan beberapa fotografer pada lokasi yang strategis untuk mendapatkan
       semua sudut pemotretan
      Apabila ada petugas video / fotografer lain dilokasi acara, pintar-pintarlah mengatur
       “kesepakatan”. Misal agar tidak mengambil posisi saling berhadapan yang mengakibatkan
       kita ikut terekam (“in frame”)
      Tepati janji kapan hasil foto akan diserahkan


Yang terakhir, fotografer profesional tidak pernah menunjukkan hasil fotonya yang gagal ke klien.
Selalu tunjukkan hasil foto terbaik & simpan foto-foto yang jelek sebagai bahan introspeksi.


Semoga kita menjadi orang-orang yang lebih baik…….

								
To top