Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

PLEDOI PENGADILAN SEMU

VIEWS: 86 PAGES: 14

									                YAYASAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM INDONESIA
           LEMBAGA BANTUAN HUKUM UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
             Jln. Gampong Merandeh Langsa Lama Telp. (0641) 21003. Email
                           Lbhu_unsamlangsa@yahoo.com

                         NOTA PEMBELAAN (PLEIDOI)
               PERKARA PIDANA ANAK NOMOR 36 / PID.A/2011/PS-UNS

                              ATAS NAMA TERDAKWA
                         SAFRIZAL ALIAS IZAL BIN MAHMUD
                        REZA FAHLEVI ALIAS REZA BIN HASAN
                       SAIFUL BAHRI ALIAS IPOEL BIN SAMAUN

Para Terdakwa
1. Nama                  :   Safrizal alias Izal bin Mahmud
   Tempat lahir          :   Langsa
   Umur / Tgl. Lahir     :   15 Tahun / 09 November 1996
   Jenis Kelamin         :   Laki – laki
   Kebangsaan            :   Indonesia
   Agama                 :   Islam
   Pekerjaan             :   Pelajar (SMP)
   Tempat Tinggal        :   Jln. T. Umar No. 20 Gp. Pb Blang Pase Langsa Kota, Kota
                             Langsa

2. Nama                  :   Reza Fahlevi alias Reza Bin Hasan
   Tempat Lahir          :   Peureulak
   Umur/ Tgl. Lahir      :   15 Tahun / 17 Agustus 1996
   Jenis Kelamin         :   Laki – laki
   Kebangsaan            :   Indonesia
   Agama                 :   Islam
   Pekerjaan             :   Pelajar (SMP)
   Tampat Tinggal        :   Jln. T. Umar No. 02 Gp. Pb Blang Pase Langsa Kota, Kota
                             Langsa

3. Nama                  :   Saiful Bahri alias Ipoel bin Samaun
   Tempat Lahir          :   Kuala Simpang
   Umur/ Tgl. Lahir      :   16 Tahun / 02 Februari 1995
   Jenis Kelamin         :   Laki – laki
   Kebangsaan            :   Indonesia
   Agama                 :   Islam
   Pekerjaan             :   Pelajar (SMA)
   Tampat Tinggal        :   Jln. T. Umar No. 15 Gp. Pb Blang Pase Langsa Kota, Kota
                             Langsa

Ibu Hakim yang Kami Muliakan
Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang terhormat

        Sebelum kami menyampaikan pembelaan ini, pembelaan yang kami sampaikan terurai dengan
sistematis, maka pembelaan ini kami bagi menjadi beberapa bagian yaitu :

I. PENDAHULUAN
II. DAKWAAN DAN TUNTUTAN
III. FAKTA – FAKTA YANG TERUNGKAP DALAM PERSIDANGAN.
     A. KETERANGAN SAKSI
     B. KETERANGAN TERDAKWA
IV. ANALISIS YURIDIS
V. PERMOHONAN DAN PENUTUP




                                               1
I. PENDAHULUAN
Ibu Hakim Yang Kami Muliakan
Saudara Jaksa Penuntut Umum yang Kami Hormati

        Sesuai dengan sopan santun dan etika dalam persidangan pengadilan semu, maka kami
sebagai penasehat Hukum para terdakwa terlebih dahulu menyampaikan banyak terimakasih kepada
Ibu hakim yang telah memimpin persidangan ini sejak semula hingga kami menyampaikan Pleidoi ini,
dengan amat sabar, cermat, dan tekun, sehingga akhirnya kebenaran materiil dapat terungkap dalam
perkara ini
        Bahwa awal mula kasus ini adalah pada malam hari tanggal 11 Februari 2011 dimana para
terdakwa menangkap saudara AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN yang masuk
kerumah Saudari Rina Astri alias Rina bin Daud. Pada pukul 23.00 wib dan disaat suami sdr. Rina
Astri sedang tidak berada di rumah, atas dasar hal itu para terdakwa berinisiatif untuk menangkap
saudara AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN yang kuat diduga akan melakukan
perbuatan mesum di rumah saudari Rina Astri.
        Malam hari itu saudara AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN ditangkap
didalam kamar saudari Rina Astri dalam keadaan tidak Memakai baju dan memegang celana dalam
ditangannya, sedangkan saudari Rina Astri dalam keadaan telanjang dan hanya memakai kain sarung
yang kelihatan kusut. Akibat takut dan malu karena ketahuan akan perbuatannya masuk ke rumah
saudari Rina Astri disaat suaminya tidak ada dirumah, saudara Akmal maulana pun melawan dan
mencoba melarikan diri, sehingga diikat tangannya kebelakang oleh para terdakwa dan kemudian
diserahkan kebeberapa anggota TNI yang ada di Gampong Paya Bujuk Blang Pase untuk diamankan,
serta kemudian oleh warga disarankan untuk dibawa ke pos polisi Semu Langsa.
        Keesokan harinya warga mengadukan perbuatan saudara Akmal maulana ke pos polisi semu
atas dugaan perbuatan perjinahan sesuai dengan laporan polisi semu No. Pol sm : LPS/ 129 / XII /
2011 / RESKRIM SEMU (terlampir dalam pembelaan ini).
        Pertemuan tersebut menghasilkan suatu kesepakatan yang mana saudara Akmal maulana
mengakui perbuatannya telah berbuat perjinahan dengan saudari Rina Astrid dan berjanji akan
menikahinya yang akan dilakukan selambat – lambatnya 15 hari terhitung sejak tanggal 19 Februari
2011 (terlampir dalam pembelaan ini)
        Bahwa ternyata kesepakatan itu tidak dipenuhi oleh saudara Akmal maulana, dengan berbagai
macam alasan yang tidak memungkinkan untuk orang Tua saudari Rina Astri menerimanya hingga
sampai sekarang. Kemudian diduga sakit hati oleh saudara Akmal maulana maka pada tanggal 17
Februari 2011 saudara Akmal maulana melaporkan dugaan penganiayaan yang diterimanya pada
malam kejadian pada tanggal 11 Februari 2011 ke Polsek Unsam Semu dengan terlapor Safrizal dan
kawan – kawan yang mana saat sekarang ini menjadi para terdakwa dipersidangan ini.

Ibu hakim yang Kami Muliakan
Saudara Jaksa Penuntut yang kami Hormati
         Bahwa perbuatan saudara Akmal maulana yang masuk kerumah saudari Rina Astri pada pukul
23.00 wib disaat orang tuanya tidak ada dirumah, merupakan suatu perbuatan yang patut diduga akan
melakukan perbuatan perjinahan atau mesum. Diseluruh bagian di daerah Aceh, perbuatan tersebut
merupakan perbuatan yang tidak disukai dan dianggap hina oleh masyarakat Aceh khususnya, yang
mana masih menerapkan syariat islam dalam kehidupan bermasyarakat.
         Ketidak percayaan masyarakat terhadap penegak hukum dan keinginan lain sebagian kalangan
untuk mengikuti the living law atau hokum yang hidup dalam masyarakat, menjadi sebuah nilai yang
dipegang masyarakat sehingga muncullah kemudian formalisasi syariat dalam bentuk peraturan.
         Namun dalam masyarakat banyak kasusu – ksusus dugaan perjinahan tidak mendapatkan
kesetaraan hukuman dan bahkan terjadi tolak – tarik antara peraturan pidana dan pelanggaran terhadap
ketentuan Qanun tentang khalwat yang telah mulai diterapkan di Aceh oleh aparat penegak hukum.
Sehingga terkesan aparat kepolisian pilih – pilih penerapan hokum bagi orang yang melakukan tindak
pidanan perjinahan atau perbuatan yang dianggab menlanggar ketentuan syariat islam itu sendiri. Hal
tersebut menjadi pemicu kekecewaan dan keresahan dimasyarakat apabila masyarakat menemukan
pelaku perbuatan perjinahan atau mesum, mereka urung untuk tidak mempercayakan penyelesaian
perkara tersebut dimeja hijau karena dianggap tidak memberikan rasa keadilan dalam masyarakat itu
sendiri, maka tidak jarang kita dengar dan lihat sendiri aksi – aksi anarkis masa yang menghukum
sendiri apabila menemukan pelaku perjinahan atau mesum di daerahnya akibat kekecewaan tidak
adanya supremasi hukum diwilayah tempat tinggalnya.
         Perbuatan saudara Akmal maulana yang sampai saat ini tidak jelas proses hukumnya dipihak
kepolisian menimbulkan kecemburuan bagi banyak pihak khususnya masyarakat Pb. Blang Pase,
sehingga timbul kesan “yang jelas salah dilepas, yang tidak bersalah ditahan”, malah para terdakwa
yang secara sadar ingin menjaga gampong Blang Pase tetap bersih dari perbuatan – perbuatan hina


                                                 2
yang melanggar hukum pidana dan Qanun yang dilakukan oleh saudara Akmal maulana harus
menanggung sendiri perbuatan yang tidak terbukti dilakukannya dalam persidangan semu ini.

II. DAKWAAN DAN TUNTUTAN
Ibu hakim yang mulia
Jaksa Penuntut Umum yang terhormat

Bahwa jaksa penuntut umum memberikan dakwaan sebagai berikut.
        Bahwa mereka terdakwa 1. SAFRIZAL alias IZAL BIN MAHMUD, terdakwa 2. REZA
FAHLEVI alias REZA BIN HASAN dan terdakwa 3. SAIFUL BAHRI alias IPOEL BIN SAMAUN,
secara bersama – sama dan bersekutu pada malam minggu tanggal 11 Februari 2011 sekitar pukul
23.00 wib atau pada waktu lain setidak tidaknya dalam tahun 2011 bertempat di Gampong Pb. Blang
Pase Langsa Kota, Kota Langsa tepatnya dirumah saksi Rina Astri atau ditempat lain setidak –
tidaknya termasuk dalam daerah hukum pengadilan semu Unsam Langsa, dengan sengaja melakukan
penganiayaan terhadap saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN. Perbuatan
tersebut dilakukan oleh mereka terdakwa dengan cara sebagai berikut :
        Bahwa pada waktu dan tempat tersebut diatas, bermula saat saksi AKMAL MAULANA
ALIAS AKMAL BIN SARIPAN berada didalam rumah saksi Rina Astri yang mana kedua saksi
tersebut diduga melakukan perbuatan mesum, perbuatan mesum tersebut sudah diketahui oleh para
terdakwa, saudara Safwan, kemudian untuk membuktikan perbuatan saksi AKMAL MAULANA
ALIAS AKMAL BIN SARIPAN dan saksi Rina Astri tersebut, para terdakwa, dimana para terdakwa
masuk dari pintu belakang rumah saksi Rina Astri dengan cara mendobrak sehingga pintu rumah
terbuka, kemudian dalam keadaan gelap masuk kedalam rumah dan mencari orang yang masuk
kedalam rumah tersebut. Lalu saksi Rina Astri langsung menghidupkan lampu ruangan tengah
sehingga kondisi rumah terang. Kemudian tiba – tiba terdakwa 2 Reza Fahlevi alias Reza bin Hasan
berteriak sambil berkata “ini orangnya, ini orangnya” yang saat itu ternyata saksi AKMAL
MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN sedang berada dibalik pintu kamar saksi Rina Astri.
        Bahwa setelah saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN ditemukan
didalam kamar, terdakwa 2. Reza Fahlevi alias Reza bin Hasan langsung memukul dengan
menggunakan kayu bulat yang panjangnya sekitar setengah meter secara terus menerus kebadan saksi
AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN hingga terjatuh, lalu kayu bulat tersebut
dicampakkan kelantai dan terdakwa 2. Reza Fahlevi alias Reza bin Hasan melanjutkan pukulan
dengan menggunakan tangan kearah muka, setalah itu saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL
BIN SARIPAN dibawa dari ke ruang tamu dan mengikatnya dengan menggunakan karet dan benang
nilon dengan posisi tangan kebelakang, lalu saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
SARIPAN didudukkan dikursi plastic selanjutnya terdakwa 1.Safrizal alias Izal bin Mahmud langsung
memukul saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN di bagian muka dan kepala
dengan kedua tangannya, perbuatan pemukulan tersebut diikuti oleh terdakwa 3.Saiful Bahri bin
Samaun dengan menggunakan tangannya memukul kearah muka dan kepala saksi AKMAL
MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN hingga tidak sadarkan diri.
        Bahwa penganiayaan yang dilakukan oleh para terdakwa terhadap saksi AKMAL
MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN disaksikan oleh saksi Rina Astri dan juga disaksikan
oleh saksi Safriana alias Dek na binti Ahmad yang melihatnya dengan jarak lebih kurang 3 meter di
rumah saksi Rina Astri. Setelah itu masyarakat membawa saksi Akmal maulana Alias Akmal Saripan
ke kantor polres semu Langsa.
        Bahwa akibat yang ditimbulkan oleh tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh para
terdakwa terhadap saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN, saksi AKMAL
MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN mengakmali luka di bagian dada sebelah kiri yang
mengeluarkan darah dan mengakmali bengkak dibagian kepala belakang sebelah kiri, saksi AKMAL
MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN juga merasakan sakit dibagian rusuk sebelah kiri dan
juga merasakan sakit dibagian rahang hingga saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
SARIPAN mengakmali susah untuk makan. Hal ini sesuai dengan fisum Et Repertum dari rumah sakit
semu Langsa Nomor : VESR/9824/2011 tanggal 16 Februari 2011 yang ditandatangani oleh Dr. Sari
Dewi Handayani atas nama saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN yang
menerangkan sebagai berikut :
1. Pada bagian kepala dan leher
    - Tampak adanya sisi luka gores di dahi kiri titik.
    - Tampak adanya luka bengkak dirahang kiri titik.
2. Pada bagian ekstrimitas atas
    - Tidak dijumpai adanya kelainan titik.
3. Pada bagian badan
    - Tidak dijumpai adanya kelainan titik.


                                               3
4. Pada bagian Abdomen
   - Tidak dijumpai adanya kelainan titik.
5. Pada bagian Genitalia
   - Tidak dilakukan pemeriksaan
6. Pada bagian Ekstrimitas bawah
   - Tidak dijumpai adanya kelainan titik.

Kesimpulan :
         Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa kelainan tersebut
diatas disebabkan oleh trauma benda tumpul titik.
         Perbuatan para terdakwa diatur dan diancam pidanan dalam pasal 351 ayat (1) KUHP jo. Pasal
55 ayat (1) ke – 1 KUHP.

Majelis Hakim yang mulia
Jaksa Penuntut Umum yang terhormat

Demikian juga kami telah mendengar tututan atas diri para terdakwa, dimana Jaksa Penuntut Umum
yang pada pokoknya memberikan tuntutan sebagai berikut :
1. Menyatakan mereka terdakwa 1 Safrizal alias Izal bin Mahmud, terdakwa 2 Reza Fahlevi alias
   Reza bin Hasan, terdakwa 3 Saiful Bahri alias Ipoel bin Samaun terbukti secara sah dan
   meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “penganiyayaan” sebagai mana diatur dan diancam
   pidana dalam pasal 351 ayat (1) jo pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHPidana, dalam dakwaan kami
2. menjatuhkan pidana terhadap mereka terdakwa 1 safrizal alias Izal bin Mahmud, terdakwa 2 Reza
   Fahlevi alias Reza bin Hasan, terdakwa 3 Saiful bahri alias Ipoel bin Samaun dengan pidana
   penjara masing – masing selama 6 (enam) bulan dikurangi sepenuhnya dengan masa tahanan yang
   telah dijalani.
3. Menyatakan barang bukti berupa :
   - 1 (Satu) buah tali nilon warna hijau yang panjangnya lebih kurang 3 (tiga) meter serta 1 (satu)
       buah tali karet ban warna hitam panjangnya lebih kurang 1,5 (satu koma lima) meter dirampas
       untuk dimusnahkan.
4. Menetapkan agar mereka terdakwa, jika ternyata dipersalahkan dan dijatuhi pidana suapay mereka
   dibebani membayar biaya perkara, masing – masing sebesar Rp. 2000,00. (dua ribu rupiah).


III. FAKTA – FAKTA YANG TERUNGKAP DALAM PERSIDANGAN
        Untuk menunjang pleidoi ini kami hanya mengungkapkan fakta – fakta yang terungkap dalam
persidangan, baik dari hasil keterangan saksi-saksi dan bukti – bukti tertulis yang mana akan kami
lampirkan dalam pleidoi ini, fakta – fakta yang terungkap dalam persidangan kemudian akan kami
hubungkan dengan ketentuan pasal 185 ayat (1) KUHAP, yaitu keterangan saksi sebagai alat bukti
adalah keterangan yang diberikan didepan persidangan.
        Keterangan saksi yang dihadirkan kemuka persidangan akan kami tuangkan kembali dalam
bentuk tulisan kedalam pledoi ini berdasarkan transkrip rekaman kami. Hal ini di karenakan dalam
tuntutan saudara jaksa penuntut umum semu telah terjadi manipulasi dari keterangan saksi yang
terungkap dalam persidangan. Maka terpaksa kami muat kembali keterangan saksi – saksi tersebut.
Satu dengan lain hal dengan cara seperti ini kami ingin membantu saudara panitera perkara ini guna
memudahkan pekerjaannya.

A. KETERANGAN SAKSI

Dalam pembuktian dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum mengajukan 3 (tiga) orang saksi, yaitu :
1. Saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN, dalam persidangan pada pokoknya
   menerangkan sebagai berikut :
   Terhadap pertanyaan ibu hakim, pada pokoknya menerangkan :
   - Bahwa benar saksi kenal dengan mereka para terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga.
   - Bahwa benar pada tanggal 11 Februari 2011 ada terjadi penganiayaan berupa pemukulan
       terhadap saksi yang dilakukan oleh mereka terdakwa 1. safrizal alias Izal bin Mahmud,
       terdakwa 2 Reza fahlevi alias Reza bin Hasan dan terdakwa 3 Saiful Bahri alias Ipoel bin
       Samaun.
   - Bahwa pada hari itu saya dicari oleh terdakwa 1 Safrizal alias Izal bin Mahmud karena ada
       sepakat bertemu dengan saudari Rina Astri, yang mana saksi disuruh datang ke rumah saudari
       Rina Astri, karena sebelumnya ada ketemu dirumah sekolah karena saksi adalah teman satu
       sekolah sehingga saling ketemu saudari Rina Astri dan sering ngobrol – ngobrol berdua.


                                                 4
    -   Bahwa saudari Rina Astri telah dua kali mengundang saksi untuk datang kerumah saudari
        Rina Astri, tetapi saksi tidak bisa memenuhi undangan saat itu dan kemudian saudari Rina
        Astri mengundang lagi saksi untuk datang kerumah saudari Rina Astri untuk ketiga kalinya
        dan saksi pun datang pada malam minggu 11 Februari 2011 untuk melakukan perjinahan.
    -   Bahwa saksi masuk lewat pintu belakang rumah saudari Rina Astri, dan saksi masuk ke kamar
        saudari Rina Astri dengan membuka bajunya namun belum sempat saksi melakukan
        perjinahan, tiba – tiba ada terdengar suara orang mengendap – ngendap diluar rumah.
    -   Bahwa pembuktian tiba – tiba para terdakwa masuk lewat pintu belakang, dan terdakwa Reza
        Fahlevi alias Reza bin Hasan mencari saya didalam kamar rumah saudari Rina Astri dan
        begitu melihat saya dikamar, terdakwa Reza Fahlevi alias Reza bin Hasan langsung memukul
        saya memakai kayu bulat panjang sekitar setangah meter dibagian dahi dan kepala bagian
        belakang dan saksi tidak tahu berapa kali dipukuli.
    -   Bahwa saksi hanya diam saja dikamar rumah saudari Rina Astri karena pada saat itu saksi
        mengetahui ada orang masuk kerumah saudari Rina Astri.
    -   Bahwa kemudian saksi dibawa ketengah diruang tamu serta menghidupkan lampu diruang
        tengah tersebut, dan kemudian dipulkuli lagi oleh terdakwa alias Izal bin Mahmud memukul
        dengan tangan di bagian perut dan dada saksi, begitu juga dengan terdakwa Siful Bahri alias
        Ipoel bin Samaun yang memukul saksi dibagian perut dan dada secara bergantian sampai saksi
        merasa tak berdaya dan lemas.
    -   Bahwa saksi kemudian di dudukkan kekursi dan dipukuli lagi, hingga tak sadarkan diri,
        sampai dengan saksi sadar bahwa telah ada dikantor pos polisi Semu Unsam Langsa dengan
        keadaan terikat dan tak sadarkan diri.
    -   Bahwa pada saat itu saksi berpikiran takut karena melihat banyak masyarakat dirumah saudari
        Rina Astri.
    -   Bahwa saksi ada di visum, tiga hari setelah kejadian penganiayaan saksi ditahan selama 6 hari
        di kepolisian Semu Langsa dan ditanggunhkan penahanannya dan hanya wajib lapor saja.
    -   Bahwa saksi mengakmali bengkak dirahang akibat kasusu pemukulan yang dilakukan
        terdakwa dan saksi mau memaafkan para terdakwa tersebut.

Para terdakwa tidak mau memberi maaf kepada saksi, karena para terdakwa tidak mengakui pernah
memukul saksi malam hari itu.
    - Bahwa pada saat saksi akan kerumah saudari Rina Astri, saksi juga ada ketemu dengan
        terdakwa Reza Fahlevi alias Reza bin Hasan berkata “Lam, makan mie Lam??”.
    - Bahwa pada saat para terdakwa masuk kerumah saudari Rina Astri, saksi langsung memakai
        celananya lagi tanpa memakai celana dalam karena saksi dalam keadaan takut dan langsung
        bersembunyi dibalik pintu kamar saudari Rina Asrti.
    - Bahwa saksi secara samar-samar melihat terdakwa Reza Fahlevi bin Hasan mencari saya
        didalam kamar rumah saudari Rina Astri yang pada saat itu dalam keadaan gelap dan saksi
        hanya diam karena ketakutan dan begitu melihat saksi, terdakwa Reza Fahlevi bin Hasan
        berkata “ini orangnya, ini orangnya” dan langsung memukul saksi dengan kayu sepanjang
        kira – kira setengah meter, dan dipukul dibagian belakang kepala saksi, namun tidak berdarah,
        saksi tidak mengingat berapa kali dipukuli, akibat dipukul pakai kayu itu kepala saksi
        mengakmali bengkak – bengkak.
    - Bahwa saksi juga dipukuli pada saat dibawa ke ruang tamu oleh para terdakwa yang mana
        tangan saksi dipegang kebelakangoleh terdakwa Safrizal bin Mahmud kemudian saksi melihat
        terdakwa Saiful Bahri alias Ipoel bin Samaun membawa tali nilon dan tali karet dari arah
        dapur menuju ruang tamu dan kemudia tangan saksi diikat oleh terdakwa Reza Fahlevi alias
        Reza bin Hasan.
    - Bahwa saksi juga dipukuli dengan tangan dibagian perut dan rahang oleh terdakwa Saiful
        Bahri alias Ipoel bin Samaun dan Reza Fahlevi alias Reza bin Hasan.
    - Bahwa saksi tidak tahu, dari mana para terdakwa tahu bahwa pada malam hari itu saksi datang
        ke rumah saudari Rina Astri.
    - Bahwa pada saat saksi dipukuli oleh Reza Fahlevi bin Hasan, ada melihat saksi Safriana alias
        dek na binti Ahmad didalam rumah saudari Rina Astri.

    Terhadap pertanyaan Jaksa Penuntut Umum, pada pokoknya menerangkan :
    - Bahwa saksi dipukuli dibagian kepala beberapa kalidan sekali dibagian dahi hingga
       mengeluarkan darah oleh terdakwa Reza Fahlevi alias Reza bin Hasan, di ruang tamu saksi
       dipukuli lagi dibagian wajah dan rusuk sebelah kriri, dan yang memukul rusuk sebelah kiri
       saya adalah terdakwa Safrizal alias Izal bin Mahmud sebanyak satu kali dan saudari Rina Astri
       ada dibagian depan dengan posisi menyamping dengan berteriak – teriak karena takut, namun
       saksi tidak mengetahui kata – kata apa yang diteriakan oleh saudari Rina Astri.


                                                 5
   -   Bahwa setelah saksi didudukkan diruang tamu, saksi hanya melihat para terdakwa yang pada
       saat itu hanya diam saja, tidak memukul dan juga tidak berusaha menghentikan pemukulan
       yang dilakukan oleh para terdakwa.
   -   Bahwa selain para terdakwa tidak ada lagi yang memukul saksi pada saat itu.

   Terhadap Pertanyaan Para Penasehat Hukum pada pokoknya menerangkan :
   - Bahwa saksi sebelum datang kerumah saudari Rina Astri ada juga bertemu dengan terdakwa
       Siful Bahri alias Ipoel bin Samaun, namun tidak melihat terdakwa Safrizal alias Izal bin
       Mahmud.
   - Bahwa saksi mengetahui didekat desa paya bujuk Blang Pase ada kantor TNI yang baru nge-
       PAM di desa tersebut.
   - Bahwa saksi menyatakan bahwa pada saat terdakwa Reza Fahlevi alias Reza bin Hasan masuk
       ke kamar saudari Rina Astri, terdakwa memegang senter dan kayu ditangannya mencari – cari
       saksi.
   - Bawa saksi pada saat didalam kamar bersembunyi dibalik pintu kamar saudari Rina Astri.
   - Bahwa saksi dan saudari Rina Astri melihat jelas terdakwa Reza Fahlevi alias Reza bin Hasan
       membawa kayu dan memukul saksi dengan kayu tersebut.
   - Bahwa saksi tidak melihat TNI pada malam hari itu.
   - Bahwa saksi mengetahui sebab dipukuli oleh para terdakwa, karena mencoba berzina dengan
       saudari Rina Astri.
   Atas keterangan saksi terdakwa Safrizal alias Izal bin Mahmud menyatakan tidak benar jika ada
   memukul saksi, terdakwa saiful bahri alias Ipoel bin samaun juga menyatakan tidak benar jika ada
   memukul saksi, terdakwa Reza Fahlevi alias Reza bin Hasan menyatakan tidak benar jika ada
   memukul saksi, namun membenarkan jika terdakwa yang menemukan dan menangkap saksi
   didalam kamar saudari Rina Astri. Saksi tetap pada keterangannya yang diberikan dipersidangan
2. Saksi Rina Astri alias Rina binti Daud.
   Keterangan saksi ini tidak diberikan di depan persidangan dan hanya dibaca oleh jaksa penuntut
   umum keterangannya dari berita acara pemeriksaan (BAP) Kepolisian semu. Oleh karena itu kami
   penasehat hukum semu tidak menuangkan lagi keterangannya dalam Pleidoi ini.
3. Saksi Safriana alias Dek Na Binti Ahmad, dalam persidangan pada pokoknya menerangkan
   sebagai berikut:
   Terhadap pertanyaan Ibu hakim, pada pokoknya menerangkan :
   - Bahwa benar saksi kenal dengan mereka para terdakwa dan mempunyai hubungan keluarga
       yaitu kakak sepupu.
   - Bahwa ketika saksi dan warga sampai dirumah saudari Rina Astri saksi AKMAL MAULANA
       ALIAS AKMAL BIN SARIPAN telah terikat tangannya dibelakang bahwa saksi melihat
       saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN dipukuli oleh terdakwa Saiful
       Bahri alias Ipoel bin Samaun serta terdakwa Reza Fahlevi alias Reza bin Hasan secara
       bergantian sekali – sekali, sedangkan terdakwa Safrizal alias Izal bin Mahmud hanya
       memegang kedua tangan saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN.
   - Bahwa saksi telah lama kenal dengan saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
       SARIPAN dan para terdakwa.
   - Bahwa saksi pada saat kejadian sedang tidur dirumahnya yang tepat berada didepan rumah
       saudari Rina Astri, karena saksi mendengar suara orang ramai – ramai maka saksi keluar
       rumah dan datang kerumah saudari Rina Astri sekitar pukul 22.30 wib.
   - Bahwa saksi pada saat masuk kerumah saudari Rina Astri tidak melihat terdakwa Reza
       Fahlevi alias Reza bin Hasan memegang kayu dan hamya sekali melihat terdakwa Reza
       Fahlevi alias Reza bin Hasan memukul saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
       SARIPAN dengan tangannya dibagian kepala.
   - Bahwa saksi setelah memanggil warga, kembali lagi kerumah saudari Rina Astri, dan melihat
       saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN didudukkan dikursi dengan
       tangan terikat dan melihat para terdakwa masih mengelilingi saksi AKMAL MAULANA
       ALIAS AKMAL BIN SARIPAN dan tidak ada yang memukul lagi.
   - Bahwa saksi ikut membawa saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN ke
       pos Polres Semu Langsa dengan para terdakwa lainnya yang semuanya mengendarai sepeda
       motor.
   - Bahwa saksi melihat saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN dibawa ke
       polres SemuLangsa diboncengi dan saksi di tengah dengan diapit oleh satpol dibelakang saksi.
   - Bahwa saksi tidak melihat satpol melakukan pemukulan terhadapa saksi AKMAL
       MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN.
   - Bahwa saksi tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah TNI yang ada pada malam hari itu,
       tetapi saksi tahu mereka TNI karena mereka memakai baju kaos loreng.


                                                6
   -   Bahwa saksi melihat saudari Rina Astri duduk diranjang dalam kamarnya dengan posisi duduk
       menghadap keruang tamu, sehingga saudari Rina Astri dapat melihat saksi AKMAL
       MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN dipukuli para terdakwa

   Terhadap Pertanyaan Jaksa Penuntut Umum, pada pokoknya menerangkan :
   - Bahwa saksi pada saat pertama sekali datang dan berada di dalam rumah saudari Rina Astri,
      dalam keadaan ramai dan ada melihat saksi saudara Safwan dan beberapa warga lainnya diluar
      dan di dalam rumah.
   - Bahwa saksi mengaku melihat TNI, tapi saksi tidak mengetgahui nama TNI tersebut.
   - Bahwa pada saat saksi datang pertama kali pada rumah saudari Rina Astri ada melihat
      beberapa orang TNI.
   - Bahwa saksi memastikan diantara Para Terdakwa, bahwa Terdakwa Saiful Bahri alias Ipoel
      bin samaun serta terdakwa Reza Fahlevi alias Reza bin Hasan melakukan pemukulan.

   Terhadap Pertanyaan Para Penasehat Hukum, Pada Pokoknya menerangkan :
   - Bahwa saksi baru mengetahui ada TNI pada saat akan membawa Saksi AKMAL MAULANA
      ALIAS AKMAL BIN SARIPAN ke polres Semu Langsa dan tidak ada melihat TNI
      sebelumnya dirumah saudari Rina Astri.
   - Bahwa saksi mengetahui saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN masih
      sadar ketika akan dibawa ke pos polisi Semu, dan saksi AKMAL MAULANA ALIAS
      AKMAL BIN SARIPAN dalam keadaan lemah.
   - Bahwa saksi mengetahui ada beberapa TNI pada malam hari itu.
   - Bahwa saksi melihat saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN kondisi
      badannya lembam dan dibadannya ada goresan serta tidak memakai baju.
   - Bahwa saksi meyatakan tidak benar keterangan dalam Berita Acara Kepolisian yang
      menyatakan bahwa di dada saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN
      terdapat luka goresan dan mengeluarkan darah serta dalam keadana tidak sadarkan diri.

   Terhadap keterangan saksi, Terdakwa Safrizal alias Izal bin Mahmud menyatakan bahwa benar
   terdakwa yang memegang tangan saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN
   tetap tidak benar jika saksi tidak melihat satpol memukul saksi AKMAL MAULANA ALIAS
   AKMAL BIN SARIPAN terdakwa Saiful Bahri alias Ipoel bin Samaun serta terdakwa Reza
   Fahlevi alias Reza bin Hasan menyatakan tidak benar bahwa memukul saksi AKMAL
   MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN dan saksi tetap pada keterangannya yang diberikan
   pada persidangan.

B. KETERANGAN TERDAKWA
   A. Terdakwa Safrizal alias Izal bin Mahmud, pada pokoknya menerangkan sebagai berikut
      :
      Terhadap pertanyaan Ibu hakim, pada pokoknya menerangkan :
      - Bahwa pada tanggal 11 Februari 2011 terdakwa sedang berdiri di jalan bersama terdakwa
         Saiful Bahri alias Ipoel bin Samaun melihat saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL
         BIN SARIPAN masuk kedalam rumah saudari Rina Astri.
      - Bahwa para Terdakwa, kemudian masuk ke rumah saudari Rina Astri dengan mendobrak
         pintu belakang rumahnya yang saat itu masih terkunci dan dalam keadaan Gelap.
      - Bahwa saudari Rina Astri kemudian keluar dari kamar dengan hannya menggunakan kain
         sarung dan mengatakan “ada apa, ada apa” dan terdakwa mengatakan “mana orangnya,
         mana orangnya” dengan keadaan rumah masih dalam keadaan gelab.
      - Bahwa terdakawa ada mencari saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
         SARIPAN didalam kamar saudari Rina Astri namun karena tertahan dengan kasur yang
         ditaruh dilantai dibelakang pitu, oleh terdakwa tidak jadi masuk kedalam kamar tersebut.
      - Bahwa terdakwa Reza Fahlevi alias Reza bin Hasan masuk kedalam kamar dan
         menemukan saksi Akmal maulana Alias Akmal terlebih dahulu didalam kamar tepatnya di
         belakang pintu kamar saudari Rina Astri dan langsung berkata “ini orangnya, ini
         orangnya” mendengar hal tersebut, terdakwa masuk kedalam kamar dengan diikuti
         terdakwa Saiful Bahri alias Ipoel bin Samaun lalu melihar terdakwa Reza Fahlevi alias
         reza bin Samaun sudah memegang badan saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL
         BIN SARIPAN. Lalu terdakwa memegang saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL
         BIN SARIPAN dan membawanya keruang tengah yang telah hidup lampunya dan
         langsung mengikat kebelakang tangan saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
         SARIPAN.




                                               7
   -   Bahwa terdakwa tidak mengetahui siapa yang menghidupkan lampu pada malam itu, dan
       pada saat ditangkap oleh terdakwa AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
       SARIPAN tidak memakai baju dan memegang celana dalamnya dengan tangan.
   -   Bahwa kemudian terdakwa pulang kerumahnya untuk mengambil sepeda motor dan
       kembali lagi ketempat kejadian perkara dan melihat telah ada empat orang TNI disitu.
   -   Bahwa sebelum WARGA sampai dirumah saudari Rina Astri terdakwan keluar
       kehakmalan rumah saudari Rina Astri menunggu warga datang. Pada saat itu yang berada
       dalam rumah saudari Rina Astri sudah Ramai warga yang datang melihat.
   -   Bahwa terdakwa tidak melakukan permukulan terhadap saksi AKMAL MAULANA
       ALIAS AKMAL BIN SARIPAN, tetapi terdakwa melihat malam itu ada empat TNI dan
       diantaranya ada TNI yang berada didalam rumah didalam saudari Rina Astri melakukan
       pemukulan terhadap saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN dan
       terdakwa melihat akibat pemukulan itu saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
       SARIPAN sudah tergeletak dilantai rumah Saudari Rina Astri dan terdakwa pada saat itu
       hanya diam saja tidak melakukan apa – apa.

   Terhadap Pertanyaan Jaksa Penuntut Umum, pada Pokoknya Menerangkan :
   - Bahwa para Terdakwa bersama – sama mengikat tangan saksi AKMAL MAULANA
      ALIAS AKMAL BIN SARIPAN pada saat ditangkap.
   - Bahwa terdakwa tidak melihat ada lembam dimuka saksi AKMAL MAULANA ALIAS
      AKMAL BIN SARIPAN pada saat ditangkap, namun terdakwa melihat ada goresan kecil
      didada dekat leher saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN.
   - Bahwa terdakwa saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN di pukuli
      dibagian rusuk kiri dan rusuk kanan pada saat diatas kereta pada saat akan dibawa kepos
      Polisi Semu Langsa.
   - Bahwa posisi terdakwa pada saat saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
      SARIPAN diserahkan di pos polisi Semu Langsa ada diteras.
   Terhadap pertanyaan Para Penasehat Hukum, Pada Pokoknya Menerangkan :
   - Bahwa pada malam kejadian, TNI sampai kelokasi kejadian sekitar 30 menit.
   - Bahwa terdakwa melihat secara jelas TNI melakukan pemukulan terhadap saksi AKMAL
      MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN pada malam kejadian itu.
   - Bahwa terdakwa tidak melakukan pemukulan terhadap saksi AKMAL MAULANA
      ALIAS AKMAL BIN SARIPAN pada malam kejadian itu.

B. TERDAKWA REZA FAHLEVI ALIAS REZA BIN HASAN, DALAM PERSIDANGAN
   PADA POKOKNYA MENERANGKAN SEBAGAI BERIKUT :
   Terhadap Pertanyaan Ibu hakim, Pada Pokoknya Menerangkan :
   - Bahwa terdakwa ada melihat menemukan saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL
      BIN SARIPAN terlebih dahulu didalam kamar tepatnya dibelakang pintu kamar saudari
      Rina Astri dan langsung terdakwa terkam sambil berkata “ini orangnya, ini orangnya”
      mendengar hal tersebut, terdakwa Safrizal dan Saiful Bahri masuk kedalam kamar, lalu
      membantu terdakwa memegang tangan saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
      SARIPAN dan membawanya ke ruang tengah yang telah hidup lampunya dan mengikat
      kebelakang tangan saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN.
   - Bahwa pada saat di tangkap oleh terdakwa saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL
      BIN SARIPAN tidak memakai baju dan memegang celana dalamnya dengan tangan.
   - Bahwa pada saat terdakwa terkam untuk mengakap saksi AKMAL MAULANA ALIAS
      AKMAL BIN SARIPAN maka terdakwa dan saksi AKMAL MAULANA ALIAS
      AKMAL BIN SARIPAN jatuh ke atas tilam yang ada dilantai kamar saudari Rina Astri.
   - Bahwa terdakwa mengikat tangan saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
      SARIPAN dengan menggunakan tali karet, dikarenakan saksi AKMAL MAULANA
      ALIAS AKMAL BIN SARIPAN masih melakukan perlawanan dan diindikasikan akan
      melarikan diri.
   - Bahwa setelah terdakwa mengikat saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
      SARIPAN dengan tali, lalu terdakwa mendudukkannya dikursi plastik yang ada di ruang
      tengah rumah saudari Rina Astri, dan menunggu datang warga yang terdakwa sendiri
      tidak mengetahui siapa pada malam itu yang memanggil warga.
   - Bahwa warga datang sekitar lima belas menit kemudian ke rumah saudari Rina Astri.
   - Bahwa sebelum warga datang, terdakwa berada didekat dapur.
   - Bahwa terdakwa tidak melakukan pemukulan terhadap saksi AKMAL MAULANA
      ALIAS AKMAL BIN SARIPAN, tetapi terdakwa melihat malam itu ada empat TNI dan
      tiga diataranya berada didalam rumah saudari Rina Astri melakukan pemukulan terhadap


                                           8
       saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN dan terdakwa melihat
       pemukulan itu, terdakwa hanya diam saja tidak melakukan apa – apa pada saat itu.
   -   Bahwa terdakwa melihat saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN
       mengakui perbuatan perzinahannya yang dilakukannya dengan saudari Rina Astri telah
       terjadi sebanyak dua kali, hal ini diketahui saat saksi AKMAL MAULANA ALIAS
       AKMAL BIN SARIPAN diinterogasi oleh anggota TNI malam itu.
   -   Bahwa terdakwa tidak membawa apa – apa pada saat masuk rumah dan kamar saudari
       Rina Astri.
   -   Bahwa pada saat saksi Safriana Alias dek na masuk kedalam rumah saudari Rina Astri,
       saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN telah terikat dan
       didudukkan dikursi plastik diruang tengah rumah saudari Rina Astri dan tidak benar saksi
       Safriana Alias dek na pada persidangan Semu yang Lalu memberikan keterangan bahwa
       pada saat saksi datang kerumah saudari Rina Astri, saksi melihat saksi Akmal maulana
       alias Akmal Saripan belum terikat tangannya dan masih di pegang oleh terdakwa
       tangannya.

   Terhadap Pertanyaan Jaksa Penuntut Umum, pada pokoknya menerangkan :
   - Bahwa terdakwa yang menemukan pertama sekali saksi AKMAL MAULANA ALIAS
      AKMAL BIN SARIPAN pada saat didalam kamar saudri Rina Astri.

   Kemudian Jaksa Penuntut Umum Mengingatkan kembali terdakwa atas keterangannya yang
   diberikan di kepolisian Semu yang pada pokoknya, yang terdakwa lakukan adalah mencari
   tali, dan membawa tali itu kedalam rumah, lalu meletakkan tali tersebut disamping saksi
   AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN dan terdakwa tidak tahu siapa yang
   mengikat saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN dan setelah itu warga
   datang dan membawa saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN dengan
   tangan terikat kepos polisi Semu Langsa.

   Catatan :
   Jaksa Penuntut Umum setelah membacakan kembali keterangan terdakwa dalam berita acara
   pemeriksaan (BAP) dikepolisian Semu, cenderung memvonis terdakwa telah melakukan
   sebuah kebohongan dan akibat hal itu Penasehat Hukum Para Terdakwa meyatakan keberatan
   terhadap Ibu hakim karena keterangan yang dijadikan dasar atau fakta Hukum adalah
   keterangan yang diberikan di depan persidangan Semu dan bukan keterangan di hadapan
   Penyidik kepolisian Semu yang dituangkan dalam berita Acara Pemeriksaan (BAP) karena
   para Terdakwa masih bisa mencabut keterangannya yang telah diberikan dan dituangkan
   dalam BAP kepolisian semu.
   - Bahwa terdakwa hanya mencari tali karet dan bukan terdakwa yang mengikat saksi
       AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN pada saat itu.
   - Bahwa pada saat terdakwa menangkap dan menerkam saksi AKMAL MAULANA
       ALIAS AKMAL BIN SARIPAN, terdakwa jatuh diatas tilam dan masih betrada dalam
       kamar saudari Rina Astri.
   - Bahwa karena saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN melawan
       dan diindikasikan melarikan diri, oleh terdakwa makin menguatkan rangkulannya atas
       badan saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN.
   - Bahwa terdakwa tidak melihat ada lembam dimuka saksi AKMAL MAULANA ALIAS
       AKMAL BIN SARIPAN pada saat di tangkap.
   - Bahwa posisi terdakwa pada saat saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
       SARIPAN diserahkan di pos polisi semu Langsa ada di teras.


   Terhadap Pertanyaan Para Penasehat Hukum, pada Pokoknya Menerangkan Sebagai berikut :
   - Bahwa terdakwa melihat secara jelas satpol melakukan pemukulan terhadap saksi
      AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN pada malam kejadian itu.
   - Bahwa terdakwa tidak melakukan pemukulan terhadap saksi AKMAL MAULANA
      ALIAS AKMAL BIN SARIPAN pada malam kejadian itu

C. TERDAKWA SAIFUL BAHRI ALIAS IPOEL BIN SAMAUN, MENERANGKAN
   SEBAGAI BERIKUT:
   Terhadap pertanyaan Ibu hakim, Pada Pokoknya menerangkan :
   - Bahwa terdakwa melihat saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN
      masuk kedalam rumah saudari Rina Astri pada malam tanggal 11 Februari 2011.


                                            9
       -   Bahwa pada saat masuk kedalam rumah saudari Rina Astri, terdakwa masuk melalui pintu
           belakang.
       -   Bahwa terdakwa ada mencari saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
           SARIPAN didalam kamar saudari Rina Astri namun karena tertahan dengan kasur yang
           ditaruh dilantai dibelakang pintu, oleh terdakwa tidak jadi masuk kedalam kamar tersebut.
       -   Bahwa terdakwa ada melihat terdakwa Reza Fahlevi masuk kedalam kamar dan
           menemukan saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN terlebih dahulu
           didalam kamar tepatnya dibelakang pintu kamar saudari Rina Astri dan langsung berkata
           “ini orangnya, ini orangnya” mendengar hal tersebut, terdakwa masuk kedalam kamar,
           lalu melihat terdakwa Reza Fahlevi sudah memegang badan saksi AKMAL MAULANA
           ALIAS AKMAL BIN SARIPAN, lalu terdakwa memegang tangan saksi AKMAL
           MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN dan membawanya keruang tengah yang
           telah hidup lampunya dan mengikat kebelakang tangan saksi AKMAL MAULANA
           ALIAS AKMAL BIN SARIPAN.
       -   Bahwa terdakwa bersama – sama dengan terdakwa Reza Fahlevi dan terdakwa Safrizal
           serta saksi Safwan masuk kerumah saudari Rina Astri setelah lima belas menit saksi
           AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN ada didalam rumah saudari Rina
           Astri.
       -   Bahwa sebelum warga datang, terdakwa berada pada posisi yang dekat dengan saksi
           AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN didalam rumah saudari Rina
           Astri dengan warga lainnya yang menanyakan kepada terdakwa apa yang terjadi pada
           malam tanggal 11 Februari 2011 saat itu.
       -   Bahwa terdakwa tidak pernah melakukan pemukulan terhadap saksi AKMAL
           MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN pada malam itu.

       Terhadap Jaksa Penuntut Umum, Pada Pokoknya Menerangkan :
       - Bahwa pada malam itu, terdakwa hanya memegang tangan saksi AKMAL MAULANA
          ALIAS AKMAL BIN SARIPAN.
       - Bahwa terdakwa tidak melihat ada lembam dimuka saksi AKMAL MAULANA ALIAS
          AKMAL BIN SARIPAN pada saat ditangkap, namun terdakwa melihat ada goresan kecil
          didada dekat leher saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN pada
          saat didudukkan diruang tengah pada kursi atom dirumah saudari Rina Astri.
       - Bahwa terdawa ikut mengantar saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
          SARIPAN ke pos polisi Semu Langsa, dan terdakwa melihat saksi AKMAL MAULANA
          ALIAS AKMAL BIN SARIPAN berboncengan tiga dengan anggota satpol
          dibelakangnya.
       - Bahwa terdakwa pada saat itu berada diluar pos polisi Semu Langsa.
       - Bahwa terdakwa melihat tiga orang satpol melakukan pemukulan terhadap saksiAKMAL
          MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN.
       - Bahwa terdakwa mengakui ada memberikan keterangan di kepolisian Semu bahwa pada
          malam kejadian tanggal 11 Februari 2011 yang melakukan pemukulan adalah satpol,
          namun dalam BAP kepolisian Semu keterangan terdakwa itu tidak dimuat, oleh karena
          terdakwa terus ditekan oleh penyidik kepolisian Semu makanya terdakwa menandatangani
          BAP di kepolisian Semu.


       Terhadap Pertanyaan Para Penasehat Hukum Semu, Pada Pokoknya Menerangkan :
       - Bahwa terdakwa melihat secara jelas satpol melakukan pemukulan terhadap saksi
          AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN pada malam kejadian itu.
       - Bahwa terdakwa tidak melaukukan pemukulan terhadap saksi AKMAL MAULANA
          ALIAS AKMAL BIN SARIPAN pada malam kejadian itu.

       Catatan :
       Kesaksian dari para Terdakwa, bahwa Para Terdakwa tidak melakukan pemukualan atau
       penganinyayaan terhadap saudara Akmal maulana Alias Akmal bin Saripan.

IV. ANALISIS YURIDIS
Ibu hakim Yang Mulia.
Jaksa Penuntut Hukum Yang terhormat,

        Bahwa setelah kami kemukakan fakta – fakta yang terungkap dalam persidangan semu,
selanjutnya kami sebagai penasehat hokum semu Para Terdakwa akan meninjau perkara ini dari sudut


                                                10
hokum, dan tinjauan ini akan kami hubungkan dengan fakta – fakta yang terungkap di persidangan
semu, lalu dikaitkan dengan teori – teori, peraturan perundang – undangan dan logika, analisis kami
sidah pasti akan terjadi perbedaan dengan analisis yang dilakukan oleh saudara Jaksa Penuntut Umum
Semu dalam kaitan ini, dan kewenangan ibu hakimlah untuk menyimpulkan argumentasi mana yang
benar menurut hokum.
        Kami juga mempelajari dan melakuka telaah terhadap surat dakwaan yang disampaikan oleh
jaksa penuntut Umum Semu dengan No. Reg. Perk : PDA – 26/EP.1 UNSMS/01/11 dan surat tuntutan
dengan No. Reg. Perk. PDA – 26 / UNSMS/01/11. sehingga perlu kiranya kami memberikan
pandangan yuridis terhadap surat dakwaan dan tututan tersebut. Pandangan yuridis ini akan menjadi
bagain dari pembelaan atau Pleidoi yang telah kami siapkan.

Ibu hakim yang Kami Muliakan,
         Untuk memberikan rumusan tentang fakta dalam persidangan semu sehingga kita bisa
membuat suatu konstruksi Hukum yang bagus terhadap perkara semu ini, maka perlu kita ungkapkan
keterangan saksi – saksi dan terdakwa itu sendiri terlebih dahulu. Diantaranya dari keterangan dari
saksi-saksi yang perlu kami ketengahkan adalah keterangan saksi Safwan yang ada di tempat kejadian
disaat tindak pidanan semu tersebutb diduga dilakukan. Dan keterangan saksi Umar Dani dimana pada
saat itu yang memanggil satpol di kantor satpol serta datang bersama mereka di tempat terjadinya
dugaan penganiyayaan yang didakwakan kepada para terdakwa, serta saksi ini juga yang melihat
secara langsung kejadian pemukulan yang dilakukan oleh satpol tersebut dan berikut ini akan kami
ungkapkan secara sederhana karena ada, sebagian besar keterangan para saksi tidak diungkapkan oleh
Jaksa Penuntut Umum Semu didalam tuntutannya tetapi benar-benar pernah diungkap oleh saksi –
saksi dalam persidangan semu dan masih ada dalam catatan kami sesuai dengan isi rekaman yang
kami miliki, dimana diantaranya sebagai berikut :
1. Saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN.
    Pada pokoknya saksi menerangkan dimuka persidangan semu ini bahwa dia dipukul secara terus
    menerus beberapa kali dikepala belakang bagian kiri dengan menggunakan kayu bulat sepanjang
    setenga meter oleh terdakwa Reza Fahlevi alias Reza bin Hasan, hal ini tidak sesuai dengan bukti
    visum Et Repertum dari Rumah Sakit Semu langsa Nomor : VER/9824/2011 tetanggal 16 Februari
    2011 yang ditanda tangani Dr. Sari Dewi Handayani yang mana menerangkan pada bagian kepala
    dan leher hanya ada luka gores didahi kiri dan luka bengkak di rahang kiri akibat trauma oleh
    benda tumpul dan ini juga didukung oleh keterangan para saksi lainnya, dimana tidak ada satupun
    yang melihat para terdakwa melakukan pemukulan terhadap saksi AKMAL MAULANA ALIAS
    AKMAL BIN SARIPAN apa lagi dengan menggunakan kayu bulat sebagai mana yang
    diterangkan oleh saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN sehingga
    keterangan saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN yang menyatakan dia
    dipukul secara terus menerus beberapa kali di kepala belakang bagian kiri dengan menggunakan
    kayu oleh terdakwa Reza Fahlevi alias Reza bin Hasan tidak terbukti dipersidangan semu ini dan
    terkesan mengada – ngada dan ini dapat diindikasikan memberikan keterangan palsu.
2. Saksi Rina Astri Alias Rina bin Daud.
    Bahwa pada pokoknya kami penesehat hokum semu para terdakwa menolak kesaksian ini, hal ini
    disebabkan kesaksian tersebut tidak sesuai denagn ketentuan pasal 185 ayat 1 KUHAP yaitu
    “keterangan saksi sebagai alat bukti adalah keterangan yang diberikan didepan persidangan”
3. Saksi Safriana Als Ina Bin Ahmad.
    Keterangan saksi ini kurang relevan untuk dikaji dalam menopang Pleidoi kami ini. Karena
    keterangannya adalah saksi tidak mengetahui kejadian sejak awal, saksi mendatangi rumah saudari
    Rina Astri karena mendengar suara ribut –ribut warga lain, saksi hadir ketempat kejadian pada
    saat sudah berkumpulnya warga dirumah Rina Astri, sehingga keterangan saksi yang menyatakan
    ada melihat langsung terjadinya pemukulan oleh para terdakwa terhadap saksi AKMAL
    MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN adalah tidak benar dan dibantah oleh para
    terdakwa. Sehingga apa yang diterangkan oleh saksi juga terkesan mengada – ngada ini dapat di
    indikasikan memberikan keterangan palsu.

Ibu hakim yang Kami Muliakan
         Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa, dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum
semu jika dihubungkan dengan fakta – fakta yang terungkap dalam persidangan semu ini, dapat secara
jelas di ketahui bahwa para terdakwa tidak terbukti melakukan pemukulan terhadap saksi AKMAL
MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN dimana dalam persidangan semu ini tidak ada seorang
saksi pun yang melihat secara langsung pemukulan yang dikaukan oleh terdakwa Reza Fahlevi alias
Reza bin Hasan terhadap saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN , dengan kata
lain dugaan pemukulan tersebut tidak terbukti seperti yang dituangkan oleh jaksa penuntut umum
dalam surat dakwaannya, dimana hanya saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN


                                                11
yang memberikan kesaksian bahwa pada malam tanggal 11 Februari 2011 dirinya di pukul pada
kepala bagian belakang dengan menggunakan kayu bulat sepanjang setengah meter oleh terdakwa
Reza Fahlevi alias Reza bin Hasan.
        Hal ini juga bertentangan dengan alat bukti surat berupa hasil visum Et repertum dari rumah
sakit semu Unsam Langsa Nomor : VER/9824/2011 tanggal 16 Februari 2011 yang ditanda tangani
oleh Dr. Sari Dewi Handayani atas nama saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
SARIPAN yang mana menerangkan bahwa pada bagian kepala dan leher, hanya tampak adanya sisi
luka gores di dahi kiri dan luka bengkak dirahang kiri, namun tidak dijumpai adanya bekas pukulan
benda tumpul dikepala bahagian belakang saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
SARIPAN.
        Kesaksian AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN kami anggap terlalu
mengada – ngada dan tidak sesuai dengan pasal 185 ayat 2 dimana “keterangan seorang saksi saja
tidak cukup untuk membuktikan bahwa terdakwa bersalah terhadap perbutan yang didakwakan
kepadanya”.

Ibu hakim Yang Kami Muliakan
         Para terdakwa dan saksi – saksi dalam persidangan semu ini tidak mengenal TNI yang
melakukan pemukulan terhadap saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN hal ini
dikarenakan TNI yang berada di blang pase adalah TNI baru yang melakukan pengamanan pada saat
itu.
         Para terdakwa yang mana pada malam tanggal 11 Februari 2011 juga ikut melakukan
penangkapan terhadap saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN diduga
melakukan perbuatan perzinahan dirumah saudari Rina Astri, dipersidangan semu ini menerangkan
bahwa benar telah mengikat kebelakang tangan saksiAKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
SARIPAN, hal ini dilakukan pada terdakwa di sebabkan saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL
BIN SARIPAN melakukan perlawanan pada saat ditangkap, sehingga diindikasikan akan melarikan
diri dari rumah saudari Rina Astri. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengamanan dan memberikan
pengajaran bagi saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN serta tidak ada niat
para terdakwa untuk menyakitinya karena para terdakwa sendiri telah kenal saksi AKMAL
MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN sejak dulu. Perbuatan tersebut juga dilakukan untuk
menjaga agar saksi tidak dihakimi oleh masyarakat lainnya yang berada diluar rumah saudari Rina
Astri. Para terdakwa juga merupakan anak-anak di bawah umur yang dalam hal ini mereka hanya ikut-
ikutan warga saja dalam menangani peristiwa tersebut.

Ibu hakim yang kami muliakan
        Dalam tututannya, jaksa penuntut umum sama sekali tidak mengutip secara jujur dan objektif
keterangan saksi – saksi, dimana saksi – saksi yang hadir dipersidangan semu ini adalah tiga orang
saksi. Bahwa keterangan saudari Rina Astri juga tidak ada di BAP dari kepolisian Semu, sehingga
keterangan saudari Rina Astrid dalam BAP dikepolisian semu tidak dapat dijadikan sebagai saksi, oleh
karena itu kami penasehat Hukum para terdakwa menyatakan keberatan. Hal ini juga bertentangan
dengan pasal 185 ayat 1 KUHAP yaitu “keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi
katakan disidang pengadilan”.

        Sungguh ini merupakan suatu tuntutan yang Jumping conclusion (gegabah) dan over bodig
(berlebihan) dari fakta yang telah di ketahui secara umum dalam (Notoir feiten), sehingga tuntutan
jaksa penuntut umum kami anggap tidak berdasar (pre judice) dan oleh karenanya tuntutan Jaksa
Penuntut Mohon dibatalkan.

Ibu hakim Yang Kami Muliakan
        Kalau dakwaan jaksa penuntut umum dihubungkan dengan fakta – fakta yang terungkap
dalam persidangan semu ini, maka dapat terbukti secara jelas bahwa perbuatan terdakwa tidak
memenuhi unsur – unsur pasal 351 ayat 1 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP sebagai mana yang
dikatakan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaan dan tuntutannya.
1. Unsur “Barang siapa”
    Bahwa unsur barang siapa, yaitu subjek hokum, jelas yang dimaksud adalah terdakwa 1 Safrizal
    alias Izal bin Mahmud, terdakwa 2 Reza Fahlevi alias Reza bin Hasan, terdakwa 3 Saiful Bahri
    alias Ipoel bin Samaun.
2. Unsur “dengan sengaja melakukan penganiayaan”
    Unsur ini yang dikemukakan oleh para sarjana dan pakar Kriminologi diataranya adalah sebagai
    berikut : Penganiayaan memurut R. Soesilo Hal. 244 “penganiyayaan adalah sengaja
    menyebabkan perasaan tidak enak (penderitaan, rasa sakit (pijn), atau luka, sedangkan menurut P.
    A.F Lamintang, dalam bukunya delik – delik khusus, Bina Cipta, Bandung, 1986, h. 111 “


                                                12
   penganiyayaan ialah kesengajaan menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan luka pada tubuh
   orang lain”
   Bahwa sesuai dengan fakta – fakta yang terungkap dalam persidangan semu ini, para terdakwa
   tidak terbukti melakukan pemukulan terhadap saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
   SARIPAN.
   Bahwa para terdakwa pada malam tanggal 11 Februari 2011 juga ikut melakukan penangkapan
   terhadap saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN yang diduga melakukan
   perbuatan perzinahan dirumah saudari Rina Astri, dipersidangan semu ini menerangkan bahwa
   benar telah mengikat kebelakang tangan saksiAKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN
   SARIPAN, hal ini dilakukan para Terdakwa disebabkan saksi AKMAL MAULANA ALIAS
   AKMAL BIN SARIPAN melakukan perlawanan pada saat ditangkap, sehingga diindikasikan
   sebagai bentuk pengamanan dan memberikan pelajaran bagi saksi AKMAL MAULANA ALIAS
   AKMAL BIN SARIPAN serta tidak ada niat para terdakwa untuk menyakitinya karena para
   terdakwa sendiri telah kenal saksi AKMAL MAULANA ALIAS AKMAL BIN SARIPAN sejak
   dulu. Perbuatan tersebut juga dilakuakan untuk menjaga agar saksi tidak dihakimi oleh masyarakat
   lainnya yang berada diluar rumah saudari Rina Astri.
   Hal tersebut telah sesuai sebagai mana Yurisprudensi yang dituangkan oleh M. Sudrajat Bassar,
   dalam bukunya Tindak – tindak Pidana tertentu didalam KUHP, Remadja Karya, Bandung, 1984,
   hal 13, Arrest Pengadilan Tertinggi tanggal 10 Desember 1902 merumuskan “Penganiayaan” ialah
   dengan sengaja melukai tubuh manusia atau meyebabkan perasaan sakit sebagai tujuan, bukan
   sebagai akal untuk mencapai suatu maksud yang di perbolehkan, seperti memukul anak dan lain –
   lain. Batas – batas yang dianggab perlu ialah yang dilakukan oleh orang tua anak itu atau gurunya.
   Dan Arrest tanggal Pengadilan Tertinggi tanggal 20 April 1925 menyatakan penganiayaan ialah
   dengan sengaja melukai tubuh manusia. Tidak dianggap penganiayaaan jika maksudnya hendak
   mencapai suatu tujaun lain. Dan didalam menggunakan akal itu tidak sadar bahwa ia melewati
   batas – batas yang wajar.
   Dari fakta – fakta sebagai mana tersebut diatas jelas bahwa unsur kedua dari tuntutan Jaksa
   Penuntut Umum tidak terbukti.
3. Unsur “orang yang melakukan, yang menyuruh melakukan atau turut serta melakukan perbuatan
   itu”
   Bahwa karena unsur – unsur dari pasal 351 ayat 1 sebagai mana didakwakan jaksa Penuntut
   Umum dan sebagaimana kami uraikan diatas jelas – jelas tidak terbukti. Maka tidak perlu kami
   jelaskan lagi unsur – unsur pasal 55 ayat 1 ke – 1 KUHP sebagaimana tutntutan Jaksa Penuntut
   Umum dalam pembelaan ini.


V. PERMOHONAN DAN PENUTUP
Ibu hakim yang Mulia
Jaksa Penuntut Umum yang terhormat

        Bahwa oleh karena para terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak
pidana sesuai dakwaan dan tututan Jaksa Penuntut Umum, maka dengan ini kami selaku penasehat
hukum para terdakwa menyampaikan kepada majelis Hakim Pengadilan Semu Unsam Langsa yang
memeriksa dan mengadili perkara ini untuk memutuskan dan menyatakan serta mengabulkan
permohonan kami sebagai berikut :


PRIMAIR
1. Meyatakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum batal demi hukum.
2. Menyatakan terdakwa 1 Safrizal alias Izal bin Mahmud, terdakwa 2 Reza Fahlevi alias Reza bin
   Hasan, terdakwa 3 Saiful Bahri alias Ipoel bin Samaun tidak terbukti secara sah dan meyakinkan
   bersalah telah melakukan tindak pidana semu sebagai mana surat dakwaan jaksa Penutut Umum
   yang diancam dengan pidana pasal 351 ayat 1 Jo Pasal 55 ayat 1 ke – 1 KUHP.
3. Menyatakan bahwa terdakwa 1 Safrizal alias Izal Bin Mahmud, terdakwa 2 Reza Fahlevi alias
   Reza bin Hasan, terdakwa 3 Saiful Bahri alias Ipoel bin Samaun tidak terbukti secara sah dan
   meyakinkan bersalah dan oleh karenanya harus dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan
   hukum (Vrijspraak) atau setidak tidaknya menyatakan terdakwa dilepas dari segala dakwaan dan
   tuntutan hukum (Onslag Van allerechtsvervoging) serta direhabilitasi nama baiknya.
4. Membebankan biaya yang timbul dalam perkara ini kepada Negara.




                                                 13
SUBSIDAIR
        Bahwa kami yakin dan percaya, Ibu hakim yang menyidangkan perkara semu para terdakwa
ini yang sedang duduk dan menanti keadilan dihadapan kita ini, adalah ibu hakim yang mempelopori
diterapkannya supremasi hukum diprovinsi Aceh serta disiplin Ilmu Sosial lainnya dalam memeriksa
perkara semu ini dan Ibu hakim yang tidak terjebak oleh apa yang disebut dengan trial by press dalam
perkara semu ini, tetapi betul – betul memeriksa dan memutuskan yang menyangkut para terdakwa ini
berdasarkan keadilan yang ada pada diri Ibu hakim, sehingga oleh karena itu kami mohon kepada Ibu
hakim, agar memberikan putusan yang seadil – adilnya kepada para terdakwa.

Ibu hakim yang Kami Muliakan
Jaksa Penuntut Umum yang Terhormat

        Selama kita bersama – sama mengikuti persidangan ini, tentu sudah banyak saling berselisih
pendapat, walau hanya dalam hati, dan perbedaan pendapat bagi kita selaku penegak hukum adalah
wajar, sebab kita mempunyai prinsip bahwa lawan berdebat adalah teman berfikir dan dimana ada dua
sarjana Hukum berbincang mengenai hukum, pasti menimbulkan tiga pendapat.

        Sebelum kami mengakhiri Pleidoi kami, perkenankanlah kami menyampaikan permohonan
kehadapan Tuhan Yang Maha Kuasa agar sudi kiranya Ibu hakim ini mendapat bimbingannya,
sehingga benar – benar dalam menjatuhkan putusannya dapat mencerminkan perasaan keadilan yang
hidup dalam masyarakat.


Hormat kami,
Langsa, 03 April 2011
Penasehat Hukum




MEUTIA RAHMI, SH




MAHFUD, SH




                                                14

								
To top