Docstoc

administrasi

Document Sample
administrasi Powered By Docstoc
					PENGERTIAN ADMINISTRASI DAN ADMINISTRASI
PENDIDIKAN
1. Pengertian Administrasi
Tiap-tiap bentuk usaha, besar atau kecil, memerlukan cara-cara pengaturan dan penyelenggaraan
yang efektif dan efisien agar tercapai hasil yang maksimal. Segala sumber daya yang digunakan
harus diatur penggunaannya, sehingga tidak terjadi pemborosan yang berarti, dalam rangka
mencapai tujuan atau keuntungan yang dinginkan untuk diperoleh. Inilah yang menjadi titik
perhatian ilmu administrasi.
Secara etimologis, administrasi berarti penyelenggaraan, pengaturan atau pengurusan.
Dalam pengertian sempit, administrasi biasanya dimaksudkan orang dengan pekerjaan yang
berhubungan dengan pekerjaan surat menyurat yang lazim terdapat di kantor-kantor. Misalnya :
menulis atau mengetik surat, tabel, daftar mengagendakan, mengirimkan atau mengekspedisikan,
mengarsipkan atau mendokumentasikannya.
Dewasa ini, sesuai dengan perkembangan ilmu administrasi, ruang lingkup administrasi jauh
lebih luas daripada sekedar urusan surat menyurat seperti ditunjukkan di atas.
Menurut Burrup, administrasi adalah totalitas proses penyediaan dan penggunaan secara efektif
sumber daya manusia dan sumber daya material yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan
suatu bentuk usaha.
Administrasi dapat pula di definisikan sebagai suatu siklus tindakan-tindakan yang
memungkinkan organisasi atau lembaga mencapai tujuannya dengan cara-cara yang efektif dan
efisien.
Berdasarkan rumusan pengertian di atas ini, nyatalah bahwa :
a. Administrasi terdapat di dalam suatu bentuk organisasi atau lembaga.
b. Organisasi atau lembaga mempunyai seperangkat tujuan.
c. Untuk merealisasikan tujuan-tujuan organisasi atau lembaga dibutuhkan berbagai sumber-daya
insani dan material, sebagai sarana penunjang atau contributing inputs.
d. Administrasi adalah alat bagi organisasi atau lembaga dalam rangka mencapai tujuan-
tujuanya.
e. Segala kegiatan administrasi harus selalu berorientasi pada tujuan organisasi atau lembaga.
f. Segala kegiatan administrasi harus berlangsung secara efektif dan efisien agar tujuan-tujuan
organisasi atau lembaga tercapai secara optimal.
g. Karena tiap-tiap organisasi atau lembaga melibatkan sedikitnya dua orang yang bekerja untuk
mencapai tujuan bersama, maka kerjasama di antara anggauta-anggauta organisasi atau lembaga
mutlak perlu dikembangkan secara harmonis.

2. Pengertian Administrasi Pendidikan
Fungsi utama tiap-tiap lembaga pendidikan adalah menyelenggarakan proses belajar mengajar
untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Ditinjau dari sudut personil
lembaga pendidikan (sekolah) kegiatan ini ditangani oleh guru-guru. Dengan demikian, guru-
guru selaku personil mengajar (teaching personnel) menjalankan fungsi pengajaran (teaching
function).
Disamping kegiatan belajar-mengajar, beragam lagi kegiatan lain yang diselenggarakan di
sekolah. Pada galibnya kegiatan-kegiatan ini termasuk ke dalam kategori kegiatan administratif,
yang dilaksanakan oleh tenaga non pengajar (nonteaching personnel). Dengan kata lain mereka
menjalankan fungsi administrasi yang berguna untuk menunjang fungsi yang disebut pertama.
Di dalam Encyclopedia of Education Research dikatakan bahwa administrasi pendidikan adalah
proses pengintegrasian kegiatan-kegiatan personil dan pendayagunaan sumber-sumber material
yang sesuai sedemikian rupa guna meningkatkan secara efektif erkembangan kualitas manusia.
Knezevich merumuskan administrasi sekolah sebagai proses yang berkenaan dengan upaya
menciptakan, membina, merangsang, dan memadukan segala energi yang terlibat di dalam
lembaga pendidikan ke arah perwujudan tujuan-tujuan yang ditentukan sebelumnya.
Sekali lagi tampak kepada kita bahwa titik orientasi administrasi pendidikan adalah tujuan-tujuan
pendidikan. Titik orientasi administrasi sekolah adalah tujuan-tujuan pendidikan sekolah (tujuan
pendidikan tingkat institusional). Titik orientasi administrasi atau manajemen kelas adalah
tujuan-tujuan instruksional. Olah karena tujuan-tujuan pendidikan akan diwujudkan dalam diri
para siswa, maka dapatlah dikatakan bahwa pada akhirnya komponen lembaga pendidikan yang
paling penting adalah siswa. Konsekuensinya, segala fasilitas yang disediakan dan kegiatan yang
diselenggarakan di sekolah diperuntukkan bagi kepentingan angkatan manusia didik ini. Kalau
komponen ini diabaikan, berarti lembaga pendidikan yang bersangkutan telah mengingkari
hakekat dan identitasnya sendiri.
Disamping para pelajar (siswa), sumber-daya insani yang ikut serta dalam penyelenggaraan
lembaga pendidikan antara lain meliputi guru, kepala sekolah, pegawai administrasi, konselor,
penilik (pengawas) sekolah dan para pejabat lain yang duduk di dalam instansi yang membawahi
lembaga pendidikan. Di samping kategori personil yang disebut terakhir ini, anggota-anggota
masyarakat dapat dan perlu juga memberikan sumbangannya untuk lebih mensukseskan program
lembaga pendidikan (sekolah).
Sumber daya material yang digunakan di dalam lembaga pendidikan bermacam-macam,
diantaranya adalah gedung sekolah, perabot sekolah seperti meja, bangku, kursi, lemari, mesin
tik, fasilitas atau sarana instruksional seperti buku-buku, alat-alat peraga, proyektor, alat perekam
suara dan/atau gambar, dan perlengkapan laboratorium. Di sini termasuk juga fasilitas finansial
(uang).


FUNGSI-FUNGSI ADMINISTRASI PENDIDIKAN

1. Perencanaan
Proses perencanaan pada umumnya menyangkut peramalan dan pengambilan keputusan. Melalui
peramal kita memperkirakan apa yang akan terjadi di masa datang berdasarkan apa yang terjadi
di masa datang berdasarkan informasi yang diperoleh dari masa lalu dan masa kini. Semakin
lengkap data yang diperoleh dan digunakan, dan semakin tepat penafsiran terhadap data tersebut,
semakin besar peluang bagi ketepatan ramalan kita.
Perencanaan dapat diartikan sebagai penentuan langkah-langkah yang akan dilaksanakan di masa
datang dalam rangka mencapai tujuan yang diingin kan. Oleh karena itu perencanaan melibatkan
kegiatan pengambilan keputusan dari sejumlah alternatif.
Informasi mengenai keadaan masa lampau dan sekarang perlu dihimpun secara tepat, lengkap,
dan dapat dipercaya. Berdasarkan informasi ini kita mengadakan taksiran tentang kondisi
sekarang atau prediksi di masa depan. Berdasarkan taksiran inilah kita mengemukakan sejumlah
alternatif tindakan. Dan dari antara alternatif-alternatif ini kita mengambil salah satu yang paling
menguntungkan. Inilah keputusan yang kita ambil, dan yang akan dilaksanakan.
Demikian kita lihat bahwa perencanaan selalu berorientasi ke depan (future oriented).
Dalam rangka melakukan perencanaan pendidikan, prinsip-prinsip berikut perlu diperhatikan.
a. Perencanaan adalah suatu proses yang berkesinambungan.
b. Perencanaan adalah suatu proses yang komprehensif.
c. Perencanaan hendaklah menghasilkan rencana yang fleksibel dan realistis.
d. Perencanaan harus berorientasi pada tujuan.
e. Perencanaan pendidikan harus memperhitungkan aspek-aspek kuantitatif dan kualitatif
pendidikan.
f. Perencanaan pendidikan harus melahirkan rangkaian tindakan yang jelas, terarah, dan menurut
prinsip efisiensi dan efektifitas.
g. Perencanaan pendidikan harus didasarkan pada identifikasi fenomena pendidikan yang sedang
terjadi.

2. Pengorganisasian.
Pada dasarnya, fungsi pengorganisasi berkenaan dengan upaya mengembangkan mata rantai
hubungan-hubungan kerja (formal) dan pembagian di dalam organisasi atau lembaga. Untuk
mencapai maksud ini pengorganisasian melibatkan usaha identifikasi tugas-tugas tersebut yang
akan dilaksanakan, mengelompokkan tugas-tugas sehingga merupakan satuan-satuan, dan
menetapkan wewenang yang diperlukan.
Secara umum dapat dikatakan, melalui pengorganisasian dicoba mempertemukan pekerja
tertentu dengan pekerjaan dan fasilitas kerja yang spesifik. Di lingkungan sekolah, umpamanya,
setiap guru mendapat tugas yang jelas serta wewenang yang sepadan. Dia harus mengetahui
fasilitas belajar-mengajar yang perlu dan dapat digunakannya.
Menurut Blau, setiap organisasi formal mengandung ciri-ciri pembagian kerja yang jelas,
hierarki wewnang dan tanggung jawab, sistem aturan dan kebijakan, interaksi yang bersifat
nonpribadi, penugasan yang didasarkan pada kualifikasi teknis, dan efisiensi secara teknis.
Namun demikian di lingkungan lembaga pendidikan pengembangan hubungan-hubungan antar
pribadi khususnya dengan siswa mutlak perlu. Kita ketahui bahwa dengan hubungan antar
pribadi khususnya dengan siswa mutlak perlu. Kita ketahui bahwa dengan hubungan formal saja
interaksi akan sangat terbatas dan berlangsung kaku, dan jarak sosial terlalu besar.

3. Perangsangan
Untuk maksud yang sama dengan perangsangan (stimulasting), sering juga digunakan istilah
pendorongan (motivating), pengaktifan, pengarahan dan lain-lain.
Perangsangan dilakukan dengan maksud agar para pekerja melaksanakan tugas-tugasnya dengan
menggunakan kemampuannya semaksimal-maksimalnya.
Tidak ada resep perangsangan yang dapat digunakan dengan berhasil dalam setiap situasi.
Namun demikian pedoman umum yang dapat digunakan adalah :
a. Motivasi kepada anak didik, bawahan, pegawai, dan sebagainya
b. Komunikasi yang efektif
c. Mengembangkan partisipasi aktif dikalangan pekerja.
d. Pemberian tugas yang sesuai dengan minat dan kemampuan pekerja
e. Perbaikan iklim organisasi dan kondisi-kondisi pekerja.

4. Pengkoordinasian
Koordinasi berarti sinkronisasi kegiatan-kegiatan ke arah pencapaian tujuan-tujuan. Jika semua
pekerja mendapat hak untuk melaksanakan pekerjaan dengan cara yang dikehendaki masing-
masing, maka setiap orang dari mereka biasanya dituntun oleh pikiran dan gagasan sendiri-
sendiri mengenai apa yang diperbuatnya dan bagaimana akan dilakukannya.
Menurut Newport, koordinasi merupakan alat untuk mengkonsentrasi-kan dan menggunakan
usaha-usaha kooperatif untuk melaksanakan tugas-tugas dengan cara-cara yang efektif dan
ekonomis. Dengan koordinasi yang efektif para pekerja tidak akan melaksanakan pekerjaannya
masing-masing tanpa memperhatikan akibat-akibatnya terhadap pekerjaan dan bagian lain serta
terhadap pekerjaan sebagai suatu keseluruhan. Dengan koordinasi pekerjaan akan dimulai dan
diselesaikan tepat pada waktunya.

5. Penilaian
Di dalam fungsi penilaian ini terlihat kegiatan-kegiatan monitoring, kontrol, dan supervisi.
Monitoring dilakukan selama berlangsung proses pelaksanaan pekerjaannya untuk memperoleh
informasi tentang pelaksanaan.
Demikian kita lihat bahwa penilaian, monitoring, kontrol dan supervisi berkaitan sangat erat dan
mempunyai tujuan yang sama ialah untuk lebih memperbaiki pelaksanaan program suatu
organisasi atau lembaga.
Penilaian tidak hanya mengenai hasil atau tujuan akhir seperti telah direncanakan semula.
Penilaian semacam ini dalam rangka sistim instruksional disebut evaluasi sumatif. Penilaian juga
dilakukan selama berlangsungnya proses kegiatan penilaian ini disebut formative evaluation.
Pendek kata, penilaian itu harus dilakukan secara berkesinambungan dan mengenai segi
kehidupan organisasi atau lembaga.

BIDANG-BIDANG TUGAS ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Dimuka sudah dikatakan bahwa administrasi pendidikan berfungsi sebagai alat bagi lembaga
pendidikan. Ini berarti bahwa administrasi pendidikan tidak memberikan sumbangan langsung
terhadap pencapaian tujuan-tujuan pendidikan. Administrasi pendidikan hanya melaksanakan
segala upaya yang mungkin agar proses belajar-mengajar dapat berlangsung dengan lancar,
efisien dan efektif.
Meskipun beraneka ragam aspek yang diperhatikan dan kegiatan yang dilakukan oleh
administrasi pendidikan, namun pada galibnya semua itu dapat digolongkan atas beberapa
kategori atau bidang kegiatan pokok antaranya :
1. Administrasi Kurikulum
Di Indonesia, kurikulum ditentukan secara terpusat di tingkat Nasional. Ruang lingkup bahkan
sekuensanya ditentukan secara sentral. Oleh karena itu, sekolah-sekolah yang sejenis dan
setingkat menggunakan kurikulum yang sama.
Konsekuensi sistem sentralisasi kurikulum ini antara lain adalah sekolah-sekolah hanya tinggal
melaksanakan kurikulum yang telah ditetapkan. Diantara kegiatan yang dapat dan perlu
dilakukan oleh sekolah dalam rangka administratif kurikulum adalah :
a. Penyusunan kalender pengajaran tahunan.
b. Penyusunan jadwal pengajaran harian dan mingguan.
c. Pencarian dan pengembangan sumber-sumber belajar.
d. Pengembangan persiapan mengajar.
e. Pengembangan kegiatan-kegiatan kokurikuler.
f. Pengembangan instrumen penilaian, pelaksanaan, dan pelaporan hasil-hasil belajar.
g. Pengembangan strategi dan teknik-teknik mengajar-belajar.
2. Administrasi Personil
Pada umumnya personil pendidikan dibedakan atas personil instruksio-nal dan personil
noninstruksional. Di Indonesia tergolong atas tenaga edukatif dan tenaga administratif. Tenaga
edukatif seperti guru melaksanakan tugas-tugas pengajaran, sedangkan tenaga administratif
melaksanakan tugas-tugas administratif dalam arti yang luas.
Banyak sekali kegiatan yang dilakukan dalam rangka administrasi personil ini. Diantaranya yang
paling penting adalah :
a. Penentuan kebutuhan akan tenaga personil yang diperlukan, baik jumlah jenis maupun
kualifikasinya.
b. Perumusan deskripsi pekerjaan.
c. Penyusunan struktur kompensasi.
d. Penyusunan struktur organisasi.
e. Penggerakkan.
f. Seleksi.
g. Pengusulan pengangkatan menjadi calon pegawai.
h. Penempatan dan poenyelenggaraan masa orientasi.
i. Penyelenggaraan masa percobaan.
j. Penilaian untuk keperluan pengembangan, promosi, penurunan pangkat atau kedudukan,
transfer dan pemberhentian.

3. Administrasi Sarana
Banyak sekali jenis sarana pendidikan yang diperlukan oleh lembaga-lembaga pendidikan.
Dalam bidang sarana umum misalnya adalah gedung dan lingkungan fisik sekolah. Perabot
sekolah seperti lemari, meja dan kursi atau bangku, papan tulis, mesin tik, mesin stensil. Di
bidang sarana instruksional termasuk buku-buku, alat peraga, perlengkapan laboratorium, dan
berbagai media instruksional lain. Tidak pula dilupakan fasilitas olah raga dan kesenian.
Upaya yang perlu dilakukan berkenaan dengan pengadaan, penyimpanan, pendistribusian,
perawatan, pemeliharaan, dan pengaman sarana dimaksud. Yang penting diperhatikan disini
adalah segala sarana yang tersedia hendaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin. Oleh karena
itu penting dilakukan upaya agar sarana senantiasa fungsional dalam artian selalu siap bila
sewaktu-waktu diperlukan.

4. Administrasi Keuangan
Sumber-sumber keuangan sekolah yang utama adalah Pemerintah dan orang tua siswa. Melalui
usaha POMG dapat pula diperoleh sumbangan dari pihak swasta. Atas usaha sekolah sendiri pun
dapat diperoleh dana tambahan, umpamanya dengan membuka koperasi sekolah, peternakan,
usaha kerajinan, perkebunan dan dari pameran atau pertunjukan sekolah.
Kegiatan-kegiatan yang tercakup dalam administrasi keuangan ini antara lain meliputi :
a. Penyusunan anggaran lengkap dengan peruntukannya
b. Pencarian sumber-sumber keuangan tanpa melanggar peraturan-peraturan yang berlaku.
c. Pengaturan pemasukan, penyimpanan, pengalokasian, pembelanjaan atau penggunaannya.
d. Pencatatan atau pembukuan.
f. Pemeriksaan dan penyusunan laporan pertanggungjawaban.

5. Administrasi Siswa
Prinsip-prinsip yang berlaku dalam administrasi personil yang telah dibicarakan di muka pada
dasarnya terpakai juga dalam administrasi siswa. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam
rangka ini antara lain :
a. Penentuan daya tampung sekolah.
b. Penentuan syarat-syarat, prosedur dan pelaksanaan pendaftaran.
c. Seleksi.
d. Pengelompokkan.
e. Penetapan dan pembinaan disiplin siswa.
f. Evaluasi siswa untuk berbagai keperluan seperti kenaikan kelas.
g. Pelaporan dan penyimpanan catatan data tentang siswa.
h. Administrasi Layanan-layanan Khusus

Untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar, berbagai layanan khusus bagi siswa perlu
dikembangkan dan diatur penyelenggaraannua. Tujuannya adalah agar setiap siswa dapat
memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari situasi belajar-mengajar yang dilaksanakan di
sekolah.
Layanan-layanan khusus dimaksud antara lain layanan bimbingan dan penyuluhan, layanan
psikologis, layanan kesehatan, layanan makanan dan minuman dan layanan transportasi serta
pemberian bantuan finansial atau material.

7. Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Sekolah adalah salah satu lembaga sosial yang melayani anggota-anggota masyarakat di bidang
pendidikan. Sekolah-sekolah hidup di tengah-tengah masyarakat dan kelangsungan hidupnya
banyak ditentukan oleh masyarakat. Komponen utama di sekolah adalah anggota-anggota
masyarakat, yaitu para siswa, yang harus dilayani sebaik-baiknya. Sekaligus berarti bahwa yang
terutama memetik hasil pendidikan itu juga adalah masyarakat.
Hubungan dan kerjasama masyarakat hendaklah dipelihara dan ditingkatkan secara aktif oleh
sekolah.
Dalam hubungan ini Burrup menunjukkan ciri-ciri hubungan sekolah dan masyarakat yang baik :
a. Jujur dalam maksud dan dalam pelaksanaan.
b. Implisit atau tersirat dalam seluruh program sekolah.
c. Berkesinambungan dalam penyelenggaraannya.
d. Positif dalam pendekatan.
e. Bersifat komprehensif.Peka dan sederhana dalam segi konsep dan perumusannya.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:122
posted:4/24/2012
language:Malay
pages:6