MENJADI GURU PROFESIONAL

Document Sample
MENJADI GURU PROFESIONAL Powered By Docstoc
					  MENJADI GURU PROFESIONAL




        DISUSUN OLEH :
      NINDA SUKMA PURI
        NIM. 021922136




PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
  FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
                                       BAB I
                               PENDAHULUAN




A. Latar Belakang
           Kiranya     kita    telah    bersama -sama        memaklumi     dan
  menyadari bahwa guru merupakan faktor yang penting untuk
  terselenggaranya proses belajar mengajar di sekolah. Guru
  telah mendapat kepercayaan dari pemerintah, masyarakat dan
  orang     tua     untuk     memberikan       pendidikan    dan   pengajaran
  sesuai dengan perkembangan anak didik. Selain itu juga guru
  dinilai seorang yang memiliki kepribadian serta sifat -sifat yang
  baik yang patut diteladani, khususnya oleh anak didiknya.
  Karenanya wajarlah bila ada sanjungan terhadap guru yang
  dalam istilah bahasa Jawa : “Guru artinya digug u dan ditiru”
  (dipercaya dan diteladani).
           W alaupun pada waktu sekarang sudah banyak alat -alat
  yang canggih akibat kemajuan teknologi yang telah sangat
  maju, namun tugas guru sebagai pendidik dan pengajar belum
  dapat digantikan yaitu: sikap, perilaku, peras aan, kebebasan,
  sistem nilai dan unsur -unsur lainnya.
           Maklumlah bahwa tugs guru tidak hanya mengajarkan
  berbagai ilmu pengetahuan serta ketrampilan saja kepada
  murid,     tapi     juga     bertugas        “mendidik”.   Memang       pada
  hakekatnya tugas mendidik tidak hanya menjadi tugas guru
  saja,    tapi     juga    menjadi     tugas    keluarga    (orangtua)    dan
  masyarakat. Namun guru memang dapat melaksanakan tugas
  ini secara khusus dan terencana.

           Dalam tugasnya mengajarkan ilmu pengetahuan guru
  juga dituntut mampu merencanakan apa yang harus dan a kan
  diajarkan. Untuk itu sudah menjadi keharusan, bahwa calon
  guru harus dipersiapkan sebaik -baiknya sehhingga pada saat
  ini bertugas menjadi tenaga profesional..


B. Masalah
          Benarkah          jabatan         guru      bersifat     profesional    ?
  Profesionalisme jabatan guru masih mer upakan suatu yang
  kontroversial.      Disatu      pihak      jabatan      profesional    menuntut
  persyaratan khusus yang diperlukan seperti halnya jabatan
  profesional yang lain. Namun di lain pihak masihh ada guru
  yang tidak memiliki persyaratan itu. Juga masih ada anggapan
  sebagian masyarakat bahwa siapapun dapat menjadi guru
  asalkan berpengetahuan. Kenyataan ini terutama terjadi di
  daerah     terpencil       yang     kekurangan        guru     sehingga    terjadi
  pengangkatan             guru     yang      tidak     memiliki      kewenangan
  profesional.
          Selanjutnya kenyataan menunjuk kan masih ada guru
  yang      tidak     menghargai            profesinya       apalagi     berusaha
  mengembangkannya. Bahkan ada pula yang menyalahgunakan
  profesinya untuk kepentingan dan kepuasan dirinya. Juga ada
  guru tampak merasa rendah diri karena menjadi guru. Sikap
  yang demikian tentu akan menyebabkan berkurangnya wibawa
  guru yang pada akhirnya akan makin menurunkan profesi guru.
          Itulah beberapa masalah diantara banyak masalah yang
  menyangkut tentang jabatan profesi guru yang mestinya harus
  segera dapat kita atasi.

C. Tujuan
          Dari permasalahan yang telah kami kemukajan di atas,
  maka upaya yang harus dilakukan baik oleh pemerintah yang
  berwenang, maupun oleh para guru dan calon guru sendiri,
  yaitu      meningkatkan              kesadaran            akan        pentingnya
  profesionalisme di kalangan Tenaga Kependidikan.
          Mengingat perkembangan yang demikian pesat dalam
  bidang     ilmu     pengetahuan            dan   teknologi       (IPTEK)    serta
  perubahan         tata     hidup     di    dalam       masyarakat      menuntut
  peningkatan upaya mendidik serta pengajaran di sekolah.
  Untuk itu tenaga guru yang profesional mutlak dipe rlukan,
  yaitu      tenaga    yagn     memiliki        kemampuan       yang     dapat
  diandalkan, berdaya guna dan berhasil guna dalam melayani
  dan membantu murid selama proses belajar mengajar.
  Adapun kemampuan yang harus dimiliki oleh guru meliputi tiga
  aspek :
  a. Kemampuan pribadi
     Artinya memiliki pribadi yang terpuji sesuai dengan nilai -
     nilai    luhur   yang     dianut    oleh    bangsa      Indonesia    yaitu
     Pancasila.
  b. Kemampuan profesi
     Artinya kemampuan akademik ilmiah yang dimiliki guru yang
     berkaitan dengan kemampuan teknis yang diperlukan dalam
     jabatan guru.
  c. Kemampuan kemasyarakatan.
     Artinya      harus      mampu      membina    dan    mengembangkan
     interaksi     sosial,    baik   sebagai     tenaga      profesi   maupun
     sebagai warga masyarakat. Guru yang Pancasilais ialah
     guru yang mampu menciptakan suasana yang serasi dan
     seimbang di tengah -tengah kehidupan masyarakat. Apabila
     ketiga kemampuan tersebut dapat dimiliki oleh para calon
     guru, maka dapat diharapkan para calon guru itu kelak akan
     menjadi guru profesional. Selain itu makalah ini untuk
     memenuhi persyaratan mata kuliah Landasan Pendi dikan di
     SD.
D. Manfaat
          Bagi kami sendiri selaku mahasiswa calon guru, merasa
  bawa membuat makalah sangat besar manfaatnya. Dengan
  membuat makalah akan dapat memetik beberapa manfaat,
  antara lain :
   Melatih rasa disiplin melaksanakan tugas yang diberikan
     oleh para dosen selaku pengajar yang pada gilirannya akan
     menjadi pendukung suksesnya hasil belajar.
   Sebagai       latihan     mengeluarkan       pendapat      atau    gagasan
     secara      cermat,      sistematik   dan     ilmiah,     yang     kiranya
      merupakan        sala         satu      bekal      kemampuan           dalam
      melaksanakan tugas guru kelak.
   Sebagai      instropeksi        diri   sampai      seberapa       jauh   dalam
      menerima pelajaran yang telah diberikan oleh dosen.
   Juga bagi para dosen sendiri kiranya juga dapat untuk
      menjadi    kontrol       kepada       mahasiswa         dalam     menerima
      pelajaran yang telah diberikan.




                                     BAB II
                               PEMBAHASAN


      Dalam     bab    II    ini,   kami      akan     mencoba      mengadakan
pembahasan      tentang       apa    yang     telah     diuraikan     dalam    bab
terdahulu,    dengan        maksud     agar    para     pembaca       akan    lebih
memahami tentang isi makalah serta melengkapi apabi la masih
ada   hal-hal   yang        terlampaui     atau       masih   terdapat       banyak
kekurangan.      Sesuai        dengan         judul     makalah        ini    maka
pembahasannya terbatas pada hal -hal yang berhubungand engan
profesi guru saja.
        Sebagaimana telah kita ketahui, bahwa tugas dan tanggung
jawab    untuk mempersiapkan      generasi penerus yang mampu
menjaga     keutuhan   bangsa   dan   tetap   tegaknya    negara    kita
tercinta ini, serta memiliki jiwa dan kepribadian sesuai dengan
nilai-nilai Pancasila. Ini tidak berarti guru mengesampingkan
jabatan-jabatan dan tugas-tugas selain guru. Namun ditinjau dari
segi moral dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
maka sebagian tugas itu menjadi tanggung jawab guru, yang
prosesnya melalui jenjang atau tahapan.
        Bagi guru di tingkat sekolah dasar, tugas utamanya ialah
mempersiapkan anak didiknya dengan memberikan pengetahuan
dan ketrampilan untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan
selanjutnya. Bertitik tolak dari hal tersebut di atas, maka menjadi
keharusan mutu tenaga harus ditingkatkan baik dalam hhal
kepribadiannya, ke profesionalismenya serta kemasyarakatannya.
        Setiap guru apalagi calon guru harus memiliki kesadaran
dan kemauan yang kuat, demi melaksanakan tugasnya yang berat
tapi mulia itu. Lebih -lebih guru telah mendapat predikat atau
sebutan    “PAHLAW AN     TANPA    TANDA       JAS A”.   Yang   disebut
“Pahlawan:” adalah seorang yang rela mengorbankan apa saja
demi kepentingan bangsa dan negara. Maka gurupun harus
memiliki jiwa seperti itu. Ia harus tetap melaksanakan tugas
sebaik-baiknya, walaupun ditempatkan di tempat yang terpencil.
Ia harus ia harus tetap bertugas sebaik -baiknya walaupun dengan
sarana dan prasarana yang kurang memadai, misalnya gedung
sekolah yang kurang layak dan sarana -sarana mengajar lain yang
serba     kurang   misalnya.    Semuanya      itu   merupakan      suatu
pengorbanan yang dit untut bagi seorang pehlawan. Tapi para
guru harus optimis, karena proses belajar mengajar di sekolah
yang ditangani oleh guru, menjadi tanggung jawab pemerintah,
maka pemerintah pasti akan selalu berusaha untuk meningkatkan
dan memenuhi apa yang dibutuhkan dalam proses mengajar itu.
Tidak pula akan diabaikan tentang nasib dan kesejahteraan guru
itu sendiri.
      Memang sejak dulu sebagian para guru ditinjau dari tingkat
sosial ekonominya lebih -lebih guru di tingkat SD, berada di
golongan sosial yang rendah atau paling tidak masuk golongan
ekonomi tingkat menangah. Sebaliknya banyak para mantan
siswanya yang kemudian dapat keberuntungan sehingga dapat
menduduki jabatan yang tinggi dan juga banyak yang tingkat
sosial ekonominya termasuk golongan tinggi. Namun para guru
sedikitpun tidak timbul rasa iri hati terhadap para mantan anak
didiknya yang memperoleh keberuntungan itu, bahkan sebaliknya
merasa       sangat    bangga     dan    bersyukur.     Inilah     salah    satu
keistimewaan dari watak dan kepribadian guru.




                                   BAB III
                        KESIMPULAN DAN SARAN


Dari apa yang telah kemi uraikan pada bab I dan bab II, maka
kiranya dapat kami simpulkan sebagai berikut :
1.   Tugas      guru    memang      berat    tapi   mulia,     karena      harus
     mempersiapkan suatu generasi yang benar -benar memiliki
     pengetahuan dan ketrampilan yang dilandasi moral serta
     etika     yang    luhur,   sesuai   dengan     nilai -nilai   luhur   yang
     terkandung        dalam    Pancasila.     Dengan        demikian      maka
     generasi tersebut di kemudian hari akan menjadi manusia
     yang berguna bagi bangsa dan negara serta agama.
2.   Jabatan guru memerlukan persyaratan khhusus yang tidak
     dipersyaratkan untuk jabatan lain. Itulah sebabnya jabatan
     guru termasuk jabatan profesi.
3.   Jabatan profesional memiliki beberapa ciri pokok yakni :
      Jabatan itu dipersiapkan melalui pendidikan dan latihan
        secara formal
      Pekerjaan itu mendapat pengakuan masyarakat.
      Pekerjaan itu harus mendapat pengawasan dari suatu
        organisasi        profesi.        Untuk       jabatan        profesi     guru
        pengawasannya dilakukan oleh PGRI.
      Mempunyai           kode         etik      sebagai         landasan     dalam
        melaksanakan tugas dan kewajiban sebag ai guru profesi..
4.   Cara      yang    telah   diberi     predikat        “Pahlawan”    juga    harus
     memiliki     sifat   kepahlawanan            yaitu    rela    berkorban     demi
     kepentingan bangsa dan negara.
5.   Seorang guru harus memiliki kemampuan yang meliputi tiga
     aspek :
     a. Kemampuan pribadi
     b. Kemampuan profesi
     c. Kemampuan kemasyarakatan.
Akhirnya sebagai saran, maka kami sampaikan beberapa hal
sebagai berikut :
1. Kami mengajak kepada semua guru dan para calon guru,
     marilah    kita   bersama -sama           berusaha      terus    meningkatkan
     kemampuan kita sesuai dengan tuntutan jaman, a gar kita
     dapat menunaikan tugas kita sebagai pengajar dan pendidik.
2. Meningkatkan           kesadaran            kita   masing -masing           menuju
     kemantapan kita sebagai guru yang benar -benar profesional.
3. Kepada pemerintahyang berkompeten kami sarankan agar
     benar-benar memperhatikan n asib guru khususnya di daerah
     ataupun      pulau        yang       terpencil.        Mereka      diharapkan
     mendapatkan fasilitas khusus, misalnya tunjangan, kesehatan,
     perumahan dan juga sarana transportasi (kendaraan dinas)
   agar mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan hati yang
   tenang dan semangat yang tinggi.
4. Kepada rekan-rekan guru yang merasa rendah diri karena
   menjadi   guru,     hharap   sadar   bahwa   pekerjaan    itu   sudah
   menjadi pilihannya sendiri dan sadar bahwa pekerjaan gur
   adalah pekerjaan yang mulia. Oleh karenanya kita harus
   bangga manjadi guru.
Demikian beberapa sarana yang dapat kami kemukakan sebagai
penutup makalah ini semoga ada manfaatnya.




                          DAFTAR PUSTAKA




Sutan   Zanti   Arbi     dan    Syah    Mizar   Sahrun.     Dasar -dasar
Kependidikan : Buku Panduan Mahasiswa. Jakarta : Dirjen Dikti,
Dep dik bud PPTK (1991, 1992).
       GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN
                        (GBPP SD)




Mata Pelajaran    : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Jenjang Sekolah   : Sekolah Dasar
Kelas/Tingkat     : VI (Enam)
Semester          : I
Disusun oleh :
Isnaeni                 021 922 004
Nurdjana                021 922 005
Kurniawan Ika Setiaji   021 922 083
Ninda Sukma Puri        021 922 136
Suprihatin              021 922 187

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:96
posted:4/24/2012
language:
pages:11