seminar eksperimen psikologi sosial by eo0e167a

VIEWS: 85 PAGES: 16

									      Djamaludin Ancok
Fakultas Psikologi UGM.
   Metode eksperimen dalam pengujian sebuah
    teori sangat populer dalam psikologi sosial.

    ◦ Sebelum tahun 1950 kurang dari 30 persen artikel
      yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah menggunakan
      metode eksperimen. Di awal tahun 1979 sekitar 90
      persen artikel yang dimuat dalam jurnal papan atas
      adalah hasil penelitian eksperimen.

    ◦ Sekarang hampir seluruh penelitian yang dimuat
      dalam jurnal papan atas adalah hasil ekperimen.
   Studi eksperimental
    ◦ Peneliti melakukan intervensi dengan cara
      memanipulasi variabel bebas dan melihat
      dampaknya pada variabel dependen.

    ◦ Pengaruh variabel bersifat sebab dan akibat.

    ◦ Dalam penelitian eksperimental variabel luar
      (extraneous variable) dikontrol pengaruhnya
      terhadap variabel dependen.

    ◦ Metode eksperimen memiliki banyak kelemahan
   Kelemahan metode eksperimen:
    ◦ Artifisial (tidak menggambar kondisi kehidupan
      yang sesungguhnya)

    ◦ Demand characteristic ( situasi eksperimen
      mengkondisikan subyek penelitian untuk
      menebak hipotesis penelitian dan berusaha untuk
      berperilaku agar hipotesis didukung.

    ◦ Evaluation apprehension (subyek penelitian
      mengetahui bahwa dia akan dievaluasi, maka dia
      berperilaku menyenangkan peneliti dengan
      menekan perilaku yang diduga kurang disenangi
      peneliti).
◦ Hawthorne Effect. Subjek penelitian
  mendapat perlakuan khusus yang
  membuat perilakunya berubah, bukan
  disebabkan oleh pengaruh variabel
  penelitian.

◦ Pengaruh eksperimenter (Experimenter
  effect) yang bias dalam berperilaku karena
  dia tanpa sadar memancing perilaku
  subyek yang sesuai dengan tuntutan
  hipotesis penelitian.
   Demand Characteristics (tuntutan situasi
    eksperimen dalam lab yang membuat subyek
    termotivasi untuk berbuat sesuai dengan
    hipotesis).
    ◦ Studi Solomon Asch tentang konformitas.




                         X          A B   C
•   Stanford Prison Experiment (Zimbardo, 1972)
    – Peneliti merancang simulasi sebuah penjara dalam
      sebuah ruangan dengan menugaskan mahasiswa
      berperan sebagai narapidana dan petugas penjara
      dengan bayaran $15 perhari selama 3 minggu. Tapi
      setelah 6 hari ekperimen dihentikan karena mulai terjadi
      patologi (petugas menjadi sangat kejam, narapidana
      semakin depresif).

    – Penelitian di kritik karena alasan hadirnya ‘demand
      characteristics’.( Banuazizi & Movahedi, 1975). Dengan
      menyebarkan kuesioner pada 185 responden,apa yang
      akan mereka lakukan apabila mereka berada dalam
      eksperimen seperti yg dilakukan. Jawaban responden
      menunjukkan fenomena seperti yang terjadi dalam
      eksperimen.
   Mengurangi demand characteristics melalui
    penyusunan ‘rival-hypothesis’
   Mengurangi pengaruh variabel lain
    (extraneous variables) yang melekat pada
    subyek penelitian dilakukan dengan
    random assignment, pre-post design).
   Mengurangi experimenter effects dengan
    melakukan ‘blind procedure’,
    eksperimenter yang bertugas tidak
    mengetahui hipotesis penelitian.
   Sebuah hasil eksperimen dapat mengalami
    ketidakabsahan karena berbagai faktor yang
    mengurangi validitas penelitian:
    ◦ Internal validity: yakni sejauh mana prosedur
      penelitian memenuhi persyaratan untuk menguji
      pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
    ◦ Construct Validity: Definisi konsep dan definisi
      operasional variabel ekperimen yang kurang tepat
      yang berakibat perlakuan dan pengukuran hasil
      penelitian tidak cermat.
    ◦ External validity: sejauh mana hasil penelitian dapat
      digeneralisasikan pada populasi dan situasi lainnya.
   Ambiguous Temporal Precedence: Ketidak jelasan
    variable mana yang muncul lebih dulu akibatnya
    pengaruh variabel tidak jelas.
   Selection: Ciri subjek penelitian yang tidak setara antara
    kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
   History: Ada faktor yang terjadi selama eksperimen
    berlangsung yang membuat subyek berubah,
    perubahan ini bukanlah akibat perlakuan.
   Maturation: Selama eksperimen berlangsung ada
    perubahan yang terjadi pada subjek yang bukan akibat
    perlakuan.
   Regression: Akibat menggunakan subjek dari kelompok
    yang skornya ekstrim tinggi atau ekstrim rendah dalam
    kadar fenomena yang akan diukur pengaruhnya.
   Attrition: Kehilangan subjek dalam penelitian
    akibatnya hasil pengukuran berbeda.
   Testing. Pengaruh dari pengukuran pertama
    terhadap pengukuran berikutnya. Ini bukan akibat
    dari variabel yang diteliti.
   Instrumentation: Cara pengukuran yang
    menimbulkan perubahan perilaku bukan akibat
    dari pengaruh variabel perlakuan.
   Additive and interactive effect of threat to internal
    validity. Akibat interaktif dari berbagai faktor
    ancaman di atas.
•   Diffusion or imitation of treatment: If people in the experimental and control
    groups talk, then those in the control group may learn of the treatment,
    eliminating the difference between the groups.
•   Compensatory equalization: Where the experimental treatment is much more
    desirable, there may be an administrative reluctance to deprive the control group
    members. Actions to compensate the control group may confound the
    experiment.
•   Compensatory rivalry: This may occur when members of the control group know
    they are in the control group. This may generate competitive pressures, causing
    the control group members to try harder.
•   Resentful demoralization of the disadvantaged: When the treatment is desirable
    and the experiment is conspicuous, control group members may become resentful
    that they are deprived and lower their cooperation and output.
•   Local history: The regular history effect already mentioned impacts both
    experimental and control groups alike. When one assigns all experimental persons
    to one group session and all control group people to another, there is a chance for
    some peculiar event to confound results.
   Eksperimen di alam nyata (experiment in
    natural setting).
    ◦ Manipulasi variabel bebas dilakukan di alam nyata.
      Contoh: Eksperimen tentang pengaruh jumlah orang
      yang menyaksikan situasi darurat pada kecepatan
      menolong korban. Makin banyak saksi makin lambat
      waktu reaksi untuk menolong.
    ◦ Kelemahan penelitian model ini adalah banyak
      variabel luar (extraneous variables) yang tidak bisa
      dikontrol.
    ◦ Keunggulannya demand characteristics bisa ditekan,
      dan situasi eksperimen lebih alamiah.
    ◦ Situasi eksperimen sesuai kenyataan sesungguhnya.
   Kajian tentang perilaku Prososial dapat
    dilakukan di lab dan di alam terbuka.
    ◦ Helping Behavior
   Kajian tentang pengaruh reaksi fisiologis
    terhadap persepsi sosial juga dapat dilakukan
    dengan kedua metode.
    ◦ Excitation Transfer Theory.
– Teori kekaburan tanggungjawab (diffusion of responsibility)
  Makin banyak orang yang berada di sekitar situasi
  emergensi, semakin lambat orang bereaksi untuk
  menolong ( Darley & Latane). Eksperimen laboratorium
  dilakukan dengan memanipulasi jumlah orang yang
  menyaksikan situasi emergensi (orang terkena serangan
  epilepsi). Terbukti makin banyak orang yang menyaksikan
  makin lambat wamtu reaksi untuk menolong.

– Eksperimen di dunia nyata (natural setting experiment)
  menunjukkan bahwa) kecepatan menolong tidak
  dipengaruhi oleh jumlah orang yang menyaksikan, tetapi
  lebih dipengaruhi penampilan si korban (orang-tua, anak
  muda, serius atau tidak luka yang dialami) (Piliavin, Piliavin
  & Rodin).
   Penelitian Eksperimen Psikologi seringkali
    melibatkan permasalahan etik.
   Penelitian Laboratorium.
    ◦ Perlakuan dalam penelitian membuat luka
      psikologis. Contoh penelitian Obedience yang
      dilakukan oleh Stanley Milgram dan penelitian
      Simulasi Penjara oleh Philip Zimbardo.
    ◦ Process membohongi subyek tentang tujuan
      penelitian dalam upaya menggiring ke rival
     hypothesis.
   Penelitian di alam nyata:
    ◦ Mengabaikan permasalahan ‘informed consent”

								
To top