Docstoc

faktor penyebab diare pada balita di puslesmas zzz

Document Sample
faktor penyebab diare pada balita di puslesmas zzz Powered By Docstoc
					      Faktor-faktor penyebab terjadinya diare pada balita di ZZZ tahun 2007
                                         BAB I

                                    PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang


      Dalam kurun waktu 20-30 tahun ini, pola penyakit anak di Indonesia hampir tidak

pernah berubah. Angka kematian bayi merupakan salah satu indikator kesehatan yang

penting karena anak adalah generasi penerus bangsa sehingga perlu mendapatkan

pengawasan yang baik. Salah satu masalah penyakit yang dapat meningkatkan jumlah

angka kematian bayi adalah diare. Dari tahun ke tahun kejadian diare ini tidak pernah

berhenti Falina, 2003.


      Diare diartikan sebagai pembuangan air besar yang tidak normal atau bentuk tinja

yang encer dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. Sebagai akibat awal diare baik

akut maupun kronis akan terjadi kehilangan cairan dan elektrolit (dehidrasi) yang

mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan asam basa yang berupa asidosis

metabolit, hipokalemia dan sebagainya. Jika keadaan dehidrasi tidak segera ditangani

akan mengakibatkan kematian. Oleh karena itu diare memerlukan penatalaksanaan yang

optimal berdasarkan standar pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang

sekaligus melindungi petugas karena penilaian terhadap proses dan hasil pelayanan yang

dilakukan dengan dasar yang jelas.       Ditambahkan bahwa penyebab diare dapat

dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor infeks (yang terdiri dari dua faktor yaitu

faktor enteral dan parenteral), faktor malabsorbsi, faktor makanan, dan faktor

psikologis (Hasan, et.all, 2002).

      Menurut Profil Kesehatan Indonesia 2002 yang dilakukan oleh Pusat Data

Departemen Kesehatan, penyebab kematian bayi akibat diare mencapai 19,5%.
Diperkirakan angka kesakitan berkisar 140 – 150 per 1000 penduduk setahunnya (Depkes

RI, 2003).

      Menurut data yang didapat dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, bahwa pada

tahun 2005 penyakit diare menempati urutan kedua setelah ISPA yang terjadi pada

hampir sebagian besar anak yang dirawat di Puskesmas dan rumah sakit yaitu sebanyak

70.280 kasus, jumlah tersebut merupakan peningkatan dari jumlah pada tahun

sebelumnya yaitu 2004 dimana sebesar 68.604 kasus, yang berarti terjadi peningkatan

berarti pada penderita diare. Kemudian pada tahun 2006 jumlah penderita diare

kembali meningkat menjadi 72.730 orang. Dari jumlah ini diketahui bahwa jumlah

terbanyak terjadi pada bulan Mei 2006 yaitu 10.829 orang, dengan klasifiksi umur,

kurang dari satu tahun 1.688 penderita, 1-4 tahun (3.034), dan lebih dari 5 tahun

(6.107). Kemudian jumlah penderita terbanyak urutan kedua terjadi pada April 2006

sebanyak 10.533 orang, terdiri dari penderita usia kurang dari satu tahun (1.437), 1--4

tahun (2.832), dan lebih dari 5 tahun (6.264 orang).

      Sedangkan menurut Profil Kesehatan Kabupaten Tanggamus tahun 2005, diketahui

bahwa diare menempati urutan pertama tertinggi yang terjadi pada balita yaitu sebesar

8.417 kasus.

      Di Rumah Sakit ZZZ tercatat bahwa sebagian besar anak-anak yang dirawat di

Ruang Anak adalah dengan kasus infeksi dan diare pada balita menempati angka

prevalensi yang tertinggi, didapatkan jumlah kunjungan rawat inap dan rawat jalan

balita pada tahun 2004 sebanyak 665 balita, dimana 211 balita (31,72%) merupakan

penderita diare. Kemudian tahun 2005 jumlah kunjungan rawat inap dan rawat jalan

sebanyak 646 balita, dimana 191 balita (29,56%) merupakan penderita diare. Sedangkan

tahun 2006 jumlah kunjungan rawat inap dan rawat jalan sebanyak 643 balita, dimana

193 balita (30,01%) merupakan penderita diare.

      Berdasarkan hasil pre-survey yang peneliti lakukan di ZZZ pada minggu keempat
bulan Juni 2007, didapatkan data bulan Januari – Mei 2007 yaitu jumlah kunjungan rawat

jalan dan rawat inap balita sebanyak 312 balita, dimana 157 balita (50,32%) merupakan

penderita diare, dimana penyebab tingginya angka diare tersebut kemungkinan

disebabkan oleh infeksi, makanan,dan psikologis.

        Pada balita yang umumnya menderita diare dengan usia 0-1 bulan dapat

kehilangan cairan yang dapat menurunkan status gizi dan berat badannya sebanyak 0-3

kg, usia 1 bulan – 2 tahun 3-10 kg, usia 2 – 5 tahun 10-15 kg, dan usia 5 – 10 tahun 15-25

kg.

        Berdasarkan latar belakang dan fenomena yang ada, maka peneliti tertarik untuk

meneliti tentang faktor-faktor penyebab terjadinya diare pada balita di ZZZ tahun 2007.


1.2     Identifikasi Masalah


        Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mendeskripsikan data yang merupakan

identifikasi masalah, yaitu:

1.2.1       Masih tingginya jumlah penderita diare di Kabupaten Tanggamus pada tahun

        2005 yaitu berjumlah 8.417 kasus.

1.2.2       Didapatkan sebanyak 193 balita merupakan penderita diare pada tahun 2006

        di Rumah Sakit ZZZ.

1.2.3       Ditemukan bahwa pada tahun 2007 (Januari – Mei) angka kejadian diare di

        Rumah Sakit ZZZ sebanyak 157 kasus (50,32%).


1.3     Masalah dan Permasalahan


1.3.1       Masalah


        Masalah dalam penelitian ini adalah “masih tingginya angka kejadian diare pada

balita dan belum diketahuinya faktor-faktor penyebab terjadinya diare pada balita di

ZZZ tahun 2007?”
1.3.2       Permasalahan


1.3.2.1 Apakah faktor infeksi merupakan penyebab terjadinya diare pada balita di ZZZ

        tahun 2007?

1.3.2.2 Apakah faktor makanan merupakan penyebab terjadinya diare pada balita di

        ZZZ tahun 2007?

1.3.2.3 Apakah faktor status gizi /berat badan (malabsorbsi) merupakan penyebab

        terjadinya diare pada balita di ZZZ tahun 2007?
1.4 Tujuan Penelitian


1.4.1       Tujuan Umum

        Penelitian ini untuk mengetahui “Faktor-faktor penyebab terjadinya diare pada

balita di ZZZ tahun 2007”


1.4.2       Tujuan Khusus

1.4.2.1 Untuk mengidentifikasi faktor infeksi yang merupakan penyebab terjadinya

        diare pada balita di ZZZ tahun 2007.

1.4.2.2 Untuk mengidentifikasi faktor makanan yang merupakan penyebab diare pada

        balita di ZZZ tahun 2007.

1.4.2.3    Untuk mengidentifikasi faktor status gizi/berat badan yang merupakan

        penyebab diare pada balita di ZZZ tahun 2007.


1.5 Manfaat Penelitian

Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi:

1.5.1       Bagi Peneliti

        Sebagai penerapan dalam mata kuliah metode penelitian dan menambah

pengetahuan serta pengalaman dalam penelitian.
1.5.2       Bagi Lahan Penelitian

        Sebagai bahan masukan berupa informasi tentang pentingnya mengetahui faktor-

faktor penyebab terjadinya diare khususnya pada balita. Sehingga dapat mengurangi

jumlah kejadian diare dari berbagai faktor penyebab.


1.5.3       Bagi Institusi Pendidikan

Sebagai dokumen dan bahan perbandingan untuk penelitian selanjutnya.


1.5.4       Bagi Petugas Kesehatan

        Dapat dijadikan acuan sebagai bahan pendukung dalam meningkatkan pelayanan

terhadap anak khususnya yang dirawat dengan penyakit diare.


1.6     Ruang Lingkup Penelitian


          Penelitian ini adalah deskriptif yang dilakukan terhadap ibu yang memiliki balita

yang dirawat dengan penyakit diare. Adapun yang diteliti adalah faktor-faktor penyebab

terjadinya diare pada balita. Penelitian ini telah dilakukan di ZZZ dan dilaksanakan

pada bulan Desember 2007.

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:417
posted:4/23/2012
language:Indonesian
pages:6