Sistem Proteksi Bahaya Petir by ArryRyelvzhaKurniaInginterbangkelangitBiru

VIEWS: 273 PAGES: 57

									   K3 Teknisi Listrik
(Electrical Safety and Health Training
            for Electrician)
Sistem Proteksi Bahaya Petir
                            Pengantar
                   SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAB. I PENDAHULUAN
          A. LATAR BELAKANG
          Awan terjadi dari proses udara lembab yang terkena
          panas, kemudian menguap dan naik dari permukaan
          bumi ke atmosfir dengan waktu kurang lebih 1 (satu)
          jam, uap tersebut berkembang dan akan menjadi dingin
          sekali, semakin naik laju pembesaran volume lebih besar
          dibanding penurunan tekanan udara, maka temperatur
          udara semakin rendah
          Sehingga titik-titik udara itu akan terkondensasi dan
          disebut AWAN. Di puncak awan temperaturnya turun
          sampai -30ºC (awan basah)

By. H. Sukarni

4/21/2012                                                   Halaman.-2 dari 56
                             Pengantar
                    SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          A. LATAR BELAKANG
          Pada waktu yang bersamaan terjadi gerakan udara di
          atmosfir maka terjadilah medan listrik atau listrik statis
          disetiap kelompok awan
          Beda potensial medan listrik/listrik statis antara
          muatan-muatan yang terkonsentrasi itu akan semakin
          tinggi, bila dicapai keadaan jenuh maka muncul saluran
          perintis ( leader chanel ) kemudian diikuti pelepasan
          muatan dari AWAN ke AWAN dari AWAN ke BUMI
          atau dari BUMI ke AWAN
          Pelepasan muatan diujung perintis dapat mencapai
          bumi perlu waktu 20 m/detik dengan jarak ± 3 km dan
          kembalinya perlu waktu 100 m/detik dengan panas
          sampai 20.000ºC sehingga terjadi peledakan
By. H. Sukarni

4/21/2012                                                        Halaman.-3 dari 56
                          Pengantar
                 SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          A. LATAR BELAKANG
                 TIPE AWAN PANAS – BERMUATAN

                         +++       +++
                        +++     +++
                     ++++     + + ++
                      +++      +++
                    _ _ _    _ _ _
                   ____ _     _____
                   + + + +++        +++
                   + + +



By. H. Sukarni

4/21/2012                                       Halaman.-4 dari 56
                          Pengantar
                 SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          A. LATAR BELAKANG




By. H. Sukarni

4/21/2012                                       Halaman.-5 dari 56
                             Pengantar
                    SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          B. TUJUAN PEMBELAJARAN

          1. Tujuan pembelajaran Umum.
          Setelah mempelajari modul ini diharapkan saudara dapat
          mengerti tentang peraturan perundang-undangan
          Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kerja Penyalur Petir.

          2. Tujuan Pembelajaran Khusus
          Setelah mempelajari modul ini diharapkan saudara dapat
          menjelaskan tentang : pengertian, sistem proteksi bahaya
          petir Eksternal, sistem proteksi bahaya petir Internal


By. H. Sukarni

4/21/2012                                                    Halaman.-6 dari 56
                             Pengantar
                    SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          C. RUANG LINGKUP

          Sambaran petir dapat mengakibatkan bencana bagi
          manusia di daerah terbuka, dan bangunan beserta isinya
          bisa terbakar atau meledak (bahaya petir Eksternal),
          gangguan peralatan elektronik (motor listrik, komputer,
          televisi dll. untuk saluran udara tegangan rendah (bahaya
          petir Internal)




By. H. Sukarni

4/21/2012                                                     Halaman.-7 dari 56
                             Pengantar
                    SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          D. DASAR HUKUM

          1.U.U.No.13 tahun 2003
          2.U.U.No.1 tahun1970, Pasal 3(1) hurup o, dan q
          3.KEP.75 / MEN / 2002 SNI-04-0225-2000
          4.PER.02 / MEN / 1989




By. H. Sukarni

4/21/2012                                                   Halaman.-8 dari 56
                            Pengantar
                   SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR

          BAB. II POKOK BAHASAN
          A. PENGERTIAN
          1. Celah proteksi adalah celah dengan jarak tertentu
             sehingga jika terjadi gangguan dalam sirkit, akan
             bekerja sebagai proteksi dengan cara mengalirkan
             arus melalui celah tersebut, sesuai dengan tingkat
             proteksi yan dikehendaki
          2. Elektrode batang adalah elektrode dari logam baja
             profil/batang logam yang dipancangkan ke bumi
          3. Elektrode bumi adalah bagian konduktif atau
             kelompok bagian konduktif yang membuat kontak
             langsung dan memberikan hubungan listrik dengan
             bumi
By. H. Sukarni

4/21/2012                                                 Halaman.-9 dari 56
                              Pengantar
                     SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          A. PENGERTIAN
          4. Elektrode pelat adalah elektrode dari bahan logam pejal
             atau berlubang pada umumnya ditanam di tanah dalam-
             dalam.
          5. Elektrode pita adalah elektrode yang dibuat dari penghatar
             berbentuk pipih, bundar, atau pilin yang pada umumnya
             ditanam ditanah secara dangkal dan mendatar
          6. Penghantar bumi adalah penghantar dengan impedans
             rendah, yang secara listrik menghubungkan titik yang
             tertentu pada suatu perlengkapan dengan elektrode bumi
          7. Bahaya sambaran petir adalah bahaya pada manusia,
             bangunan atau peralatan karena dilalui arus petir baik
             langsung atau tidak langsung


By. H. Sukarni

4/21/2012                                                         Halaman.-10 dari 56
                              Pengantar
                     SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          A. PENGERTIAN
          8. Petir adalah pelepasan muatan arus listrik dari awan ke
              awan, dari awan ke bumi, atau dari bumi ke awan
          9. Pemasang instalasi penyalur petir (Instalatir) adalah badan
              hukum yang melaksanakan pemasangan
          10. Instalasi penyalur petir adalah seluruh susunan sarana
              penyalur petir terdiri atas penerima, penghantar
              penurunan, dan elektrode bumi
          11. Sambungan adalah suatu konstruksi guna menghubungkan
              secara listrik antara penerima dengan penghantar
              penurunan, penghantar penurunan dan elektrode bumi
              (Klem / kopeling)
          12. Sambungan ukur adalah sambungan yang terdapat pada
              penghantar penurunan dengan pembumian yang dapat
              dilepas untuk memudahkan pengukuran tahanan
              pembumian
By. H. Sukarni

4/21/2012                                                          Halaman.-11 dari 56
                            Pengantar
                   SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          B. PROTEKSI BAHAYA PETIR
          Sistem proteksi bahaya petir sampai saat ini masih
          ditemukan 2 (dua) sistem proteksi antara lain :
           1. Sistem proteksi bahaya petir EKSTERNAL yaitu
               yang berbentuk Instalasi Penyalur Petir untuk
               mengamankan manusia dan bangunan beserta isinya
               dari sambaran petir
           2. Sistem proteksi bahaya petir INTERNAL yaitu
               suatu perlengkapan yang dipasang pada intalasi
               listrik untuk mengamankan bahaya kerusakan
               peralatan elektronik pada saluran udara tegangan
               rendah akibat sambaran petir

By. H. Sukarni

4/21/2012                                                 Halaman.-12 dari 56
                                Pengantar
                       SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


         C. SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR
            EKSTERNAL
          I.     Instalasi Penyalur Petir harus memenuhi syarat :
                 1. Kemampuan perlindungan secara teknis
                 2. Ketahanan mekanis
                 3. Ketahanan terhadap korosi




By. H. Sukarni

4/21/2012                                                           Halaman.-13 dari 56
                            Pengantar
                   SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


         C. SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR
             EKSTERNAL
         II. Tempat kerja yang perlu dipasang penyalur petir :
             1. Bangunan terpencil / tinggi (menara, cerobong
                asap, pemancar, silo)
             2. Bangunan menyimpan bahan mudah meledak
                atau terbakar (pabrik amunisi, bahan peledak)
             3. Bangunan untuk umum (tempat ibadah, pasar,
                hotel, setasiun, candi, sekolah)
             4. Bangunan penyimpanan surat-surat berharga
                (perpustakaan, museum, arsip sepanjang hidup)
             5. Daerah terbuka (perkebunan, padang golf,
                stadion olah raga)

By. H. Sukarni

4/21/2012                                                 Halaman.-14 dari 56
                             Pengantar
                    SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          INSTALASI PENYELUR PETIR EKSTERNAL
          Instalasi penyalur petir eksternal terdiri dari beberapa
          bagian yang tersambung secara elektrik antara satu
          bagian dengan bagian lain yaitu :




By. H. Sukarni

4/21/2012                                                    Halaman.-15 dari 56
                            Pengantar
                   SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR

          BAGIAN I PENERIMA (AIR TERMINAL)

         1. Penerima harus dipasang ditempat yang diperkiraan
            dapat tersambar petir.
         2. Penerima dapat dipergunakan dari bahan logam yang
            tersambung secara elektrik antara lain :
              a. Logam bulat panjang terbuat dari tembaga;
              b. Hiasan atap, tiang - tiang, cerobong-cerobong,
                 papan reklame, antena, menara
         3. Atap-atap dari logam (atap seng atau aluminium)
         4. Pilar beton bertulang yang dirancang sebagai
            penerima, maka pilar beton harus dipasang menonjol
            diatas atap
         5. Daerah perlindungan jenis Franklin dan Sangkar
            Faraday berbentuk runcing dengan sudut 112º
By. H. Sukarni

4/21/2012                                                  Halaman.-16 dari 56
                          Pengantar
                 SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


         BAGIAN I PENERIMA (AIR TERMINAL)




By. H. Sukarni

4/21/2012                                       Halaman.-17 dari 56
                          Pengantar
                 SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


         BAGIAN I PENERIMA (AIR TERMINAL)
          CONTOH PENERIMA




By. H. Sukarni

4/21/2012                                       Halaman.-18 dari 56
                          Pengantar
                 SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


         BAGIAN I PENERIMA (AIR TERMINAL)
         CONTOH PENERIMA




By. H. Sukarni

4/21/2012                                       Halaman.-19 dari 56
                          Pengantar
                 SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


         BAGIAN I PENERIMA (AIR TERMINAL)
          CONTOH PENERIMA




By. H. Sukarni

4/21/2012                                       Halaman.-20 dari 56
                            Pengantar
                   SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN II PENGHANTAR PENURUNAN
          1. Penghantar penurunan harus dipasang sepanjang
             bubungan ( nok ) atau sudut-sudut bangunan ketanah
             sehingga penghantar penurunan merupakan suatu
             sangkar dari bangunan yang akan dilindungi.
          2. Jarak antara alat-alat pemegang penghantar
             penurunan tidak boleh lebih gari 1,5 meter
          3. Bangunan didekat pohon yang dapat disambar petir,
             harus dipasang penghantar penurunan
          4. Hantaran harus dilindungi kerusakan mekanik


By. H. Sukarni

4/21/2012                                                 Halaman.-21 dari 56
                               Pengantar
                      SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN II PENGHANTAR PENURUNAN
          5.     Suatu bangunan paling sedikit harus mempunyai 2
                 (dua) buah penghantar penurunan
          6.     Instalasi penyalur petir yang mempunyai lebih dari
                 satu penerima, dari penerima tersebut harus ada
                 paling sedikit 2 (dua) buah penghantar penurunan.
          7.     Luas penampang penghantar penurunan sekurang-
                 kurangnya 50 mm², atau setiap bentuk penampang
                 dapat dipakai dengan tebal serendah - rendahnya 2
                 mm
          8.     Sebagai penghantar penurunan dapat digunakan
                 bagian-bagian dari atap, pilar-pilar, tulang-tulang
                 baja, dinding-dinding yang mempunyai masa logam
                 yang baik
By. H. Sukarni

4/21/2012                                                      Halaman.-22 dari 56
                             Pengantar
                    SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN II PENGHANTAR PENURUNAN
          9.  Khusus tulang-tulang baja dari kolom-kolom beton
              ujungnya mencapai garis permukaan air dibawah
              tanah sepanjang waktu
          10. Kolom beton bertulang baja sebagai penghantar
              penurunan harus digunakan bagian luar
          11. Jarak minimum antara penghantar penurunan
                 a. Bangunan tinggi < 25 m maksimum 20 meter
                 b. Bangunan 26 m s/d 50 m maks.30m-(0,4xH)m
                 c. Bangunan tingginya > 51 m maksimum 10 m
          12. Instalasi penyalur petir jenis ELEKTROSTATIS,
              jenis penghantar dan pembumian dapat menggunakan
              standar yang diakui
By. H. Sukarni

4/21/2012                                                      Halaman.-23 dari 56
                           Pengantar
                  SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN II PENGHANTAR PENURUNAN
          SISTEM PENYALUR PETIR JENIS ELEKTROSTATIS




By. H. Sukarni

4/21/2012                                             Halaman.-24 dari 56
                             Pengantar
                    SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN II PENGHANTAR PENURUNAN
            BEBERPA JENIS / TYPE ELEKTROSTATIS.
            1. HELITA.          ( Indonesia )
            2. PREVEKTRON       ( Indonesia )
            3. CUREN.           ( Indonesia )
            4. NEO FLASH.       ( Indonesia )
            5. THOMAS.          ( Indonesia )
            6. EF.              ( Import )
            7. GUARDIAN.        ( Import )
            8. L-300.            (Import )
            9. Dan lain-lain.




By. H. Sukarni

4/21/2012                                          Halaman.-25 dari 56
                                   Pengantar
                          SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN III PEMBUMIAN
          1. Elektrode bumi harus dibuat dan dipasang sehingga tahanan
             pembumian sekecil mungkin.
          2. Elektrode bumi dapat dipergunakan :
              a. Tulang baja lantai kamar dibawah permukaan tanah atau tiang
                      pancang konstruksi bangunan
                 b.   Pipa logam galvanis ditanam dibumi tegak lurus dengan garis
                      tengah minimum 1 ins
                 c.   Batang baja / besi galvanis ½ ins ditanam
                 d.   Batang tembaga ½ ins ditanam tegak lurus
                 e.   Penghantar tembaga ditanam ½ mm s/d 1 mm keliling lingkar
                      bangunan
                 f.   Pelat logam galvanis ditanam tegak lurus
                 g.   Pelat tembaga ditanam tegak lurus.
                 h.   Pita baja galvanis t = 4mm, l =25mm ditanam ½ m s/d 1 m keliling
                      bangunan
By. H. Sukarni

4/21/2012                                                                      Halaman.-26 dari 56
                          Pengantar
                 SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN III PEMBUMIAN
          CONTOH PEMBUMIAN




By. H. Sukarni

4/21/2012                                       Halaman.-27 dari 56
                          Pengantar
                 SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN III PEMBUMIAN
          CONTOH PEMBUMIAN




By. H. Sukarni

4/21/2012                                       Halaman.-28 dari 56
                          Pengantar
                 SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN III PEMBUMIAN
          CONTOH PEMBUMIAN




                        Kabel tembaga yang dipilin
                        ditanam keliling bangunan
By. H. Sukarni

4/21/2012                                            Halaman.-29 dari 56
                          Pengantar
                 SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN III PEMBUMIAN
          CONTOH PEMBUMIAN

                       Beton Baja Bertulang




                                         Paku Bumi




By. H. Sukarni

4/21/2012                                            Halaman.-30 dari 56
                                Pengantar
                       SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN III PEMBUMIAN
          3.     Panjang atau kedalaman elektrode bumi yang dipasang
                 tegak lurus tidak kurang dari 4 m, kecuali elektrode bumi
                 sekurang-kurangnya 2 meter terendam air tanah dalam
                 bumi
          4.     Tulang baja lantai kamar didalam bumi atau paku bumi
                 berada minimum 1 m dibawah permukaan air dalam bumi
          5.     Elektrode bumi instalasi listrik boleh dihubungkan secara
                 konduktif dengan pembumian instalasi penyalur petir dan
                 pembumian arester
          6.     Bangunan menyerupai menara (menara air, silo, masjid,
                 gerejo, pemancar, antene, dan lain-lain) yang terbuat dari
                 logam dan dipasang pada pondasi, maka harus dibumikan
                 sekurang-kurangnya pada dua tempat menyusuri keliling
By. H. Sukarni

4/21/2012                                                            Halaman.-31 dari 56
                            Pengantar
                   SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN III PEMBUMIAN
          BANGUNAN YANG MEMPUNYAI ANTENA
          1. Antena harus duhubungkan dengan instalasi penyalur
             petir dengan menggunakan penyalur tegangan lebih
             (arester), jika antena sudah dibumikan secara sendiri
             maka tidak perlu dipasang penyalur tegangan lebih
          2. Jika antena dipasang pada bangunan yang tidak
             mempunyai instalasi penyalur petir, maka antena
             harus dihubungkan kebumi melalui penghantar
             penurunan
          3. Pada bangunan yang mempunyai instalasi penyakur
             petir dan antena maka pemasangan penyalur tegangan
             lebih pada tempat tertinggi
By. H. Sukarni

4/21/2012                                                   Halaman.-32 dari 56
                           Pengantar
                  SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN III PEMBUMIAN
           BANGUNAN YANG MEMPUNYAI ANTENA




By. H. Sukarni

4/21/2012                                        Halaman.-33 dari 56
                             Pengantar
                    SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN III PEMBUMIAN
          CEROBONG YANG LEBIH TINGGI 10 METER
          1. Pemasangan pada cerobong asap pabrik yang mempunyai
             ketinggian lebih dari 10 m harus :
               a. Adanya karat yang disebabkan gas/asap
               b. Banyaknya penghantar penurunan
               c. Kekuatan gaya mekanik
               d. Adanya korosi dan elektrolisa
          2. Instalasi penyalur petir di cerobong tidak boleh dianggap
             dapat melindungi bangunan disekitar
          3. Penerima harus menjulang tinggi > 50 cm
          4. Cicin penutup puncak cerobong dapat digunakan sebagai
             penerima dan harus dilapisi timah untuk mencegah korosi.


By. H. Sukarni

4/21/2012                                                       Halaman.-34 dari 56
                            Pengantar
                   SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN III PEMBUMIAN
          CEROBONG YANG LEBIH TINGGI 10 METER
          5. Instalasi penyalur petir untuk cerobong, sekurang-
             kurangnya 2(dua) buah penghantar penurunan dan
             disambung langsung dengan penerima
          6. Cerobong asap dari logam yang berdiri sendiri dan
             ditempatkan pada pondasi harus dihubungkan dengan
             tanah yang memenuhi syarat pembumian




By. H. Sukarni

4/21/2012                                                 Halaman.-35 dari 56
                           Pengantar
                  SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN III PEMBUMIAN
          CEROBONG YANG LEBIH TINGGI 10 METER




By. H. Sukarni

4/21/2012                                        Halaman.-36 dari 56
                            Pengantar
                   SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN III PEMBUMIAN
          PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN
          1. Setiap instalasi penyalur petir & bagian-bagianya
             harus dipelihara secara rutin.
          2. Harus diperiksa dan diuji :
             a. Sebelum penyerahan ke pemakai / pemilik
             b. Secara berkala setiap 2(dua) tahun sekali
             c. Setelah ada kerusakan sambaran petir
             d. Tahanan pembumian dari seluruh sistem
                  pembumian tidak boleh lebih dari 5 (lima) Ohm


By. H. Sukarni

4/21/2012                                                 Halaman.-37 dari 56
                            Pengantar
                   SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN IV PENETAPAN ANGKA INDEK
          Penetapan pemasangan Instalasi Penualur Petir di tempat
          kerja dengan memperhitungkan angka indeks dibawah
          ini :




By. H. Sukarni

4/21/2012                                                   Halaman.-38 dari 56
                                  Pengantar
                         SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN IV PENETAPAN ANGKA INDEK
          A. Macan Struktur Bangunan
            No                             Penggunaan dan Isi                                Indeks
             1   Bangunan biasa yg tak perlu diamankan baik bangunan maupun isinya             -10
             2   Banguan dan isi jarang dipergunakaan seperti dangau ditengah sawah,            0
                 gudang menara atau tiang metal
             3   Bangunan yang berisi peralatan sehari-hari atau tempat tinggal orang           1
                 seperti rumah tangga, toko, pabrik kecil, tenda atau stasiun kereta api
             4   Bangunan atau isinya cukup penting, seperti menara air, tenda, kantor,         2
                 gedung toko barang berharga, menara non metal
             5   Bangunan mesjid, bioskop, stadion, plasa sekolah, monumen, gereja,             3
                 pasar.
             6   Instalasi gas, bensin, minyak, rumah sakit                                     5
             7   Bangunan yang isinya mudah meledak                                            15

By. H. Sukarni

4/21/2012                                                                                  Halaman.-39 dari 56
                                  Pengantar
                         SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN IV PENETAPAN ANGKA INDEK
          B. Kontruksi Bangunan
            No                  Kontruksi Bangunan                      Indeks
             1   Seluruh bangunan terbuat dari logam                      0
             2   Beton bertulang,rangka besi atap logam                   1
             3   Beton bertulang kerangka besi atap bukan dari logam,     2
             4   Bangunan kayu atap bukan logam                           3




By. H. Sukarni

4/21/2012                                                                        Halaman.-40 dari 56
                           Pengantar
                  SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN IV PENETAPAN ANGKA INDEK
          C. Tinggi Bangunan
            No    Tinggi Bangunan (meter)     Indeks
             1       1 sampai dengan 6          0
             2      6,... sampai dengan 12      2
             3     12,... sampai dengan 17      3
             4     17,... Sampai dengan 25      4
             5     25,... Sampai dengan 35      5
             6     35,... Sampai dengan 50      6
             7     50,... Sampai dengan 70      7
             8    70,... Sampai dengan 100      8
             9    100,.. Sampai dengan 140      9
             10   140,... Sampai dengan 200    10

By. H. Sukarni

4/21/2012                                              Halaman.-41 dari 56
                                 Pengantar
                        SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN IV PENETAPAN ANGKA INDEK
          D. Situasi Bangunan
            No                   Letak Bangunan              Indeks
             1   Ditanah datar                                 0
             2   Dikaki bukit setinggi 1000 (seribu) meter     1
                 diatas permukaan laut
             3   Dipuncak gunung atau pegunungan dengan        2
                 ketinggian lebih dari 1000 (seribu) meter
                 diatas permukaan laut




By. H. Sukarni

4/21/2012                                                             Halaman.-42 dari 56
                           Pengantar
                  SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN IV PENETAPAN ANGKA INDEK
          E. Pengaruh Kilat
            No   Hari Guruh Per Tahun   Indeks
             1            2               0
             2            4               1
             3            8               2
             4           16               3
             5           32               4
             6           64               5
             7           128              6
             8           256              7



By. H. Sukarni

4/21/2012                                        Halaman.-43 dari 56
                             Pengantar
                    SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          BAGIAN IV PENETAPAN ANGKA INDEK
          F. Perkiraan Bahaya
            No   A+B +C + D+E   Perkiraan Bahaya     Pengamanan
             1       < - 10        Diabaikan          Tidak Perlu
             2        11             Kecil            Tidak Perlu
             3        12            Sedang         Agak dianjurkan
             4        13           Agak Besar         dianjurkan
             5        14             Besar         Sangat dianjurkan
             6       > 14         Sangat Besar       Sangat Perlu




By. H. Sukarni

4/21/2012                                                       Halaman.-44 dari 56
                            Pengantar
                   SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


         D. SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR
             INTERNAL
         1. Proteksi instalasi listrik dari tegangan lebih yang
             berasal dari penghantar saluran udara tegangan
             rendah dan instalasi petir bangunan akibat sambaran
             petir.
         2. ARESTER yang dipasang pada saluran udara
             tegangan rendah digunakan untuk membatasi
             tegangan lebih dari sambaran petir. Arester terdiri
             atas rangkaian seri celah proteksi tahanan tidak
             linear dan elemen proteksi. Dengan pemasangan
             arester maka tegangan lebih impuls akibat sambaran
             petir secara aman akan disalurkan kebumi
By. H. Sukarni

4/21/2012                                                    Halaman.-45 dari 56
                           Pengantar
                  SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          D. SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR
             INTERNAL
          PRINSIP DASAR DAN TIPIKAL ARESTER




By. H. Sukarni

4/21/2012                                        Halaman.-46 dari 56
                            Pengantar
                   SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          D. SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR
             INTERNAL
          KARAKTERISTIK KERJA ARESTER




By. H. Sukarni

4/21/2012                                         Halaman.-47 dari 56
                              Pengantar
                     SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          PENEMPATAN ARESTER PADA SALURAN UDARA

          1. Arester sedapat mungkin dipasang pada titik pencabangan
             dan pada ujung-ujung saluran yang panjang, jarak antara
             arester yang satu dengan yang lain tidak melebihi 1000
             meter dan didaerah banyak petir jaraknya tidak boleh lebih
             500 meter




By. H. Sukarni

4/21/2012                                                        Halaman.-48 dari 56
                              Pengantar
                     SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          PENEMPATAN ARESTER PADA SALURAN UDARA

          2. Untuk kabel tanah arester dipasang di ujung




By. H. Sukarni

4/21/2012                                                  Halaman.-49 dari 56
                              Pengantar
                     SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          PENEMPATAN ARESTER PADA SALURAN UDARA

          3. Pada jaringan sistem TN ( PNP )




By. H. Sukarni

4/21/2012                                           Halaman.-50 dari 56
                             Pengantar
                    SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          PENEMPATAN ARESTER PADA SALURAN UDARA

          4. Pada jaringan dengan sistem TT (PP).




By. H. Sukarni

4/21/2012                                           Halaman.-51 dari 56
                            Pengantar
                   SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          PENEMPATAN ARESTER PADA SALURAN UDARA
         5. Pada jaringan dengan sistem TT (PP), boleh tidak
            terpasang arester, tetapi penghantar buminya harus
            diisolasi




By. H. Sukarni

4/21/2012                                                  Halaman.-52 dari 56
                             Pengantar
                    SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          PENEMPATAN ARESTER PADA SALURAN UDARA

          6. Penempatan arester pada instalasi konsumen




By. H. Sukarni

4/21/2012                                                 Halaman.-53 dari 56
                             Pengantar
                    SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          PENEMPATAN ARESTER PADA SALURAN UDARA

          7. Penempatan arester sistem TN ( PNP) 3 fase




By. H. Sukarni

4/21/2012                                                 Halaman.-54 dari 56
                             Pengantar
                    SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          PENEMPATAN ARESTER PADA SALURAN UDARA

          8. Penempatan arester sistem TT (PP) 3 fase dengan GPAS
             /ELCB/GFCI




By. H. Sukarni

4/21/2012                                                     Halaman.-55 dari 56
                               Pengantar
                      SISTEM PROTEKSI BAHAYA PETIR


          PENEMPATAN ARESTER PADA SALURAN UDARA

          9. Jarak antara tiang atap listrik dan penyalur petir



                                                            1m



                      1m




By. H. Sukarni

4/21/2012                                                         Halaman.-56 dari 56
    Terimakasih


Falsafah Keselamatan Pribadi
 • Saya Tidak Ingin Menzalimi Diri Sendiri
• Saya Tidak Ingin Menzalimi Orang Lain
  • Saya Tidak Ingin Melanggar Aturan

								
To top