Docstoc

TEORI RELATIVITAS KHUSUS (PDF)

Document Sample
TEORI RELATIVITAS KHUSUS (PDF) Powered By Docstoc
					           TEORI RELATIVITAS KHUSUS
                                        ******

                            Ada seorang dara bernama Bright,

                          Yang terbang lebih cepat dari cahaya,

                        Suatu hari ia berangkat dengan bergegas,

                              Menggunakan teori relativitas,

                           Dan, kembali malam sebelumnya.

                                        ******

       Sejarah mencatat, bahwa kemunculan teori relativitas sangat fenomenal dan

kontroversial. Banyak ditentang bahkan dianggap meresahkan oleh para ilmuwan

pada saat itu. Maklum, hal ini karena teori ini telah mematahkan teori-teori fisika

sebelumnya yang sudah dicetuskan oleh ilmuwan sekaliber Galileo, Newton dll.

       Teori ini memang rumit dan sulit dimengerti konsep dasarnya. Kebanyakan

pelajar hanya bisa memahami efek teori relativitas, tanpa memahami makna

dasarnya. Memang, teori relativitas sangat unik dan berbeda dengan teori-teori fisika

lainnya.

       Namun dibalik itu semua, ternyata teori ini mungkin adalah satu diantara

beberapa teori fisika yang mampu memancing otak untuk berimajinasi dan

berkhayal. Kisah-kisah yang bercerita tentang kembali ke masa lalu, mesin

penghenti waktu, twins paradox, dll bersumber dari teori ini.

       Bagi para sineas, teori ini mengilhami kisah-kisah yang disajikan dalam film

produksi mereka. Sebagai contoh, film Back to the Future (1985), The Time Mecine

(2002), The Terminator (1984) dll. Sejarah juga mencatat, ide bom atom pada



                     www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com-Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I| 1
Perang Dunia II yang meluluhlantakkan kota Hiroshima dan Nagasaki juga karena

pengembangan dari teori ini.



MENGENAL EINSTEIN

        Teori Relativitas ini ditemukan oleh ilmuwan Jerman bernama Albert Einstein

(1879-1955). Lahir di kota Ulm, Wurttemberg, Jerman. Semasa kecil pernah

didiagnosa menderita sindrom asperger yang berhubungan dengan autisme. Hingga

usia 3 tahun Einstein belum dapat berbicara. Minat terhadap sains bermula dari

hadiah kompas dari sang ayah.

        Prestasi akademik Einstein muda yang biasa-biasa saja tak menunjukkan

sama sekali bakat kecerdasannya. Setelah lulus SMA Einstein melanjutkan studi ke

Institut Teknologi Zurich, jurusan sains matematika. Setelah lulus sempat bekerja di

Kantor Paten di Bern. Pekerjaan tersebut memberikan banyak waktu luang baginya

untuk melakukan penelitian sendiri.

        Memulai karier ilmiahnya pada usia 26 tahun melalui lima buah paper ilmiah

di jurnal "Annalen der Physik". Satu dari lima paper itu menjelaskan teori tentang

Relativitas Khusus yang diterbitkan dengan judul “Elektrodinamika Benda Bergerak”.

Paper    lain   membicarakan    teorinya   tentang    efek    fotolistrik   yang   berhasil

mendapatkan hadiah bergengsi Nobel pada tahun 1921.

        Banyak penghargaan yang didapatkannya karena kejeniusannya dalam

bidang fisika teori. Diantaranya penghargaan Copley Medal of Royal Society (1925),

Gold Medal of Royal Astronomical Society (1926), Medali Planck (1929), dll.

        Tahun 1999, Majalah Time menyebut Einstein sebagai “Person of the

Century” atau orang abad ini. Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia


                     www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com-Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I| 2
dinamai Einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid

dinamai 2001 Einstein.



MENGENAL ETER DAN CAHAYA

       Benang merah kemunculan teori Relativitas khusus salah satu diantaranya

adalah dugaan tentang keberadaan eter di kalangan ilmuwan. Eter yang saat itu

dipercaya sebagai materi pengisi seluruh alam semesta, termasuk ruang hampa

udara menjadi sebuah hipotesa yang sangat menarik minat Albert Einstein. Saat itu,

tahun 1905, Einstein tidak meragukan sama sekali keberadaan eter serta gerakan

eter di semesta ini.

       Sebelum hipotesa tentang eter ini menarik minat Einstein, sebenarnya duo

ilmuwan Albert A. Michelson dan Edward Morley sudah membuktikan keberadaan

eter melalui percobaan dengan alat interferometer. Percobaan itu tidak berhasil

membuktikan adanya eter, tetapi yang didapatkan kemudian adalah nilai cepat

rambat cahaya dalam ruang hampa yaitu sebesar 300.000.000 m/s dan selanjutnya

dikenal dengan sebutan c.

       Einstein menyakini, bahwa kecepatan suatu zat di alam semesta ini yang

bergerak paling cepat adalah cahaya. Tidak ada benda yang mampu bergerak

melebihi c. Jika suatu zat berkehendak melaju sama dengan c, maka zat ini harus

menjadi c terlebih dulu.



TRANSFORMASI GALILEO

       Hukum komposisi kecepatan ini didasarkan atas dua postulat, yakni :

       -   Waktu bersifat mutlak,


                       www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com-Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I| 3
          Waktu di bumi dan semua tempat selain Bumi berlaku sama. Satu menit

          berarti 60 detik dst. Waktu juga dianggap sama berlaku pada benda yang

          diam ataupun yang bergerak.

      -   Hukum-hukum gerak Newton tidak berubah bentuk (invariant),

          Hukum Newton berlaku sama dan tetap pada semua benda dalam segala

          keadaan, diam maupun bergerak dengan kecepatan berapapun.

Konsepnya bisa kita pahami melalui cerita berikut :

      Sebuah Bus bergerak dengan kelajuan (v) 20 m/s menuju ke Utara. Salah

      satu penumpang di dalam bus berlari menuju ke sopir bus (searah dengan

      arah gerak bus) dengan kecepatan relatif terhadap bus (vx’) 5 m/s.

      Berdasarkan peristiwa tersebut, kita bisa mendapatkan nilai kecepatan lari si

penumpang tadi bersifat relatif tergantung si pengamat, yakni :

      -   Jika si pengamat adalah sang sopir, maka menurutnya kecepatan lari si

          penumpang adalah 5 m/s.

      -   Jika si pengamat adalah seseorang yang sedang berdiri di pinggir jalan

          dimana bus melaju, maka kecepatan lari si penumpang tadi adalah vx =

          (20 + 5) m/s = 25 m/s.

      Konsep komposisi kecepatan inilah yang membuat Einstein berpikir keras.

Konsep ini hingga sekarang masih dapat diterapkan karena mendekati kebenaran

pada keadaan apabila nilai kecepatan yang terlibat jauh lebih kecil dari kecepatan

cahaya dalam vakum (c) yaitu 3 x 105 m/s atau v << c. Namun jika diterapkan pada

kecepatan partikel yang bergerak mendekati c, maka konsep ini tidak bisa

diterapkan.




                     www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com-Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I| 4
          Mari kita ulangi cerita di atas, jika kecepatan bus o,6c dan kecepatan orang

yang berlari di dalam bus juga 0,6c relatif terhadap bus yang bergerak. Maka

pengamat yang berada di luar sistem tersebut akan menyebutkan kecepatan orang

tersebut adalah 0,6c + 0,6c = 1,2c. Hasil komposisi kecepatan memungkinkan

nilainya melebihi c (v > c). Bukankah kecepatan tertinggi adalah c ?

          Einstein lantas meramu sebuah formulasi khusus dengan memodifikasi teori

Lorentz. Konsepsi yang Einstein tambahkan adalah konstanta relativitas sehingga

komposisi penjumlah kecepatan gerak relatif benda yang mendekati nilai c akan

selalu kurang dari c.




TRANSFORMASI LORENTZ

          Teori ini berlandaskan atas teori relativitas yang didasari atas dua postulat,

yakni :

          -   Kelajuan cahaya dalam vakum (c) invarian (bernilai sama) dalam semua

              kerangka inersial.

              Nilai kelajuan terbesar yang berhasil dideteksi manusia di alam semesta ini

              adalah c. Tidak diizinkan suatu benda bergerak melebihi c bahkan

              ketentuan ini juga berlaku bagi cahaya. Konsep ini berlaku dalam semua

              kerangka inersia, yakni kerangka acuan yang diam ataupun yang

              bergerak.

          -   Semua hukum fisika kovarian (berbentuk sama) dalam semua kerangka

              inersial.




                          www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com-Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I| 5
          Dalam keadaan pengamat yang diam ataupun yang bergerak, maka

          hukum-hukum fisika harus berbentuk sama.



Konsepnya kita pelajari lagi melalui sebuah cerita :

      Jika sebuah pesawat bergerak (v) sebesar 0,8c dan seseorang yang berada di

      dalamnya juga bergerak (vx’) sebesar 0,5c relatif terhadap pesawat, maka

      semua pengamat, baik itu dalam keadaan diam maupun dalam keadaan

      bergerak, maka akan mendapati bahwa seseorang yang berada di dalam

      pesawat bergerak menurut pengamat yang diam adalah

      vx =          =              =       = 0,93c


      Dari konsep komposisi kecepatan ini, maka hasil yang didapat selalu lebih

kecil dari c. Berdasarkan teori ini pula, maka apabila ada suatu partikel yang mampu

bergerak mendekati nilai c (v ≈ c) atau bergerak relativistik, maka akan mengalami

konsekuensi atas beberapa hal yang melibatkan nilai konstanta relativitas (k =                )
                                                                                        √



sebagai berikut :

      1. Kontraksi panjang

          Panjang benda ketika dalam keadaan relativistik (L) lebih pendek dari

          keadaan diam (L0). Hal ini sesuai dengan formulasi :


          L = L0 √                     sehingga      L < L0

          Sehingga, semakin cepat gerak benda, maka panjang benda akan semakin

          memendek. Maka ketika kita mengukur panjang benda yang bergerak

          dengan kecepatan mendekati c, maka hasil yang diperoleh selalu lebih

          pendek dari pengukuran yang dilakukan dalam keadaan diam.
                        www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com-Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I| 6
2. Dilatasi Waktu

  Selang waktu yang dialami oleh suatu benda dalam keadaan relativistik

  (Δt) akan lebih lambat/lama dari keadaan ketika diam (Δt0). Hal ini sesuai

  dengan formulasi :

  Δt = Δt0                    sehingga       Δt > Δt0
             √



  Sehingga, semakin cepat gerak benda, maka waktu yang dialami benda

  akan semakin melambat. Maka suatu obyek yang sedang dalam keadaan

  bergerak dengan kecepatan mendekati c, maka waktu berjalan lebih

  lambat dari waktu yang berlaku padanya dalam keadaan diam.

  Perlambatan waktu yang berlaku pada obyek tersebut meliputi seluruh

  sistem yang melekat padanya hingga pada denyut jantungnya, sehingga

  obyek itupun tak menyadarinya.

3. Massa Relativitas

  Massa yang dimiliki benda dalam keadaan relativistik (m) akan lebih

  mengembang/besar dari keadaan diam (m0). Hal ini sesuai dengan

  formulasi :

  m = m0                      sehingga       m > m0
             √



  Sehingga, semakin cepat gerak benda, maka massa yang dimiliki benda

  semakin membesar. Konsep ini sekaligus membuktikan bahwa massa tidak

  berlaku mutlak. Karena nilai massa bisa berubah relatif dalam keadaan

  bergerak dengan kelajuan mendekati c.

4. Kesetaraan Massa dan Energi




                www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com-Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I| 7
         Energi total (E) adalah jumlah dari energi diam (E0) dan energi kinetik

         relativistik (Ek). Hal ini sesuai dengan formulasi :

         E = E0 + Ek

         E0 = m0 c2

         E = m c2 = m0 c2
                                 √



                                 2
         Ek = [            ] m0 c
                  √



         Sehingga semakin cepat gerak benda, maka energi yang dibutuhkan akan

         semakin besar. Maka untuk menggerakkan suatu obyek pesawat agar bisa

         bergerak dengan kecepatan mendekati c, maka harus senantiasanya

         menyiapkan energi bahan bakar yang sangat banyak. Banyaknya energi

         untuk bahan bakar yang dibutuhkan pesawat tersebut sebanding dengan

         semakin menggelembungnya massa awak pesawat tersebut.



KISAH PARADOKS

      Setiap suatu teori yang muncul, pasti di sertai dengan hipotesa/ dugaan yang

menyertainya. Hipotesa inilah yang menginspirasi banyak orang untuk berimajinasi

dan mengandai-andai sesuatu akan terjadi jika teori tersebut benar adanya.

      Hipotesa-hipotesa yang menyertai teori relativitas ini berkembang menjadi

kisah-kisah paradox yang mungkin akan terjadi jika suatu partikel mampu bergerak

mendekati atau sama dengan c hingga melebihi nilai c.

   1. Twins Paradoks (Paradoks Kembar)

             Kisah ini fiksi semata, sebagai cara Einstein untuk menjelaskan

      teorinya secara lebih santai. Diandaikan ada dua anak kembar siam bermukim

                      www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com-Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I| 8
  di Bumi. Salah satunya namanya Mecca dan lainnya bernama Madina. Saat

  mereka sama-sama berumur 20 tahun, Mecca melakukan perjalanan

  antariksa dengan sebuah pesawat yang bergerak menuju suatu planet yang

  sangat jauh dengan kecepatan 0,5c. Sementara Mecca pergi, Madina tetap

  berada di Bumi menunggu kepulangan Mecca.

        Keganjilan terjadi saat Mecca kembali lagi ke Bumi. Berdasarkan

  kerangka acuan Madina di Bumi, Mecca telah melakukan perjalanan selama

  10 tahun, sehingga usia Madina telah beranjak 30 tahun. Namun Mecca

  membatahnya. Ia beralasan melakukan perjalanan selama 8 tahun sehingga

  saat ini ia berusia 28 tahun. Jadi Mecca berusia 8 tahun lebih muda dari

  Madina saat kembali ke Bumi.

        Kejadian itu bisa dijelaskan melalui konsep Dilatasi Waktu. Karena

  Mecca bergerak dengan kecepatan relativistik (v = 0,6c), maka Mecca

  mengalami pemuluran/ perlambatan waktu 0,8 kali dari waktu yang dialami

  oleh Madina.

        Kisah ini menjelaskan bahwa Madina telah merayakan 10 kali pesta

  ulang tahun selama 8 tahun kepergian Mecca. Akhir kisah, mereka menjadi

  kembar (twins) yang berbeda (paradox).

2. Paradoks kakek

        Kisah ini juga berkutat pada konsep perjalanan waktu yang berjalan

  mundur ke masa lalu. Jika seseorang menaiki pesawat mesin waktu yang

  bergerak dengan kecepatan melebihi cepat rambat cahaya dalam vakum

  hingga ia bisa kembali lagi ke masa lalu saat kakeknya masih kecil.

  Selanjutnya dia membunuh anak itu yang kelak adalah kakeknya. Lantas


                 www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com-Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I| 9
      bagaimanakah nasibnya saat itu? Bagaimana pula nasibnya dengan anak dari

      si kakek atau orang tua orang tersebut?

   3. Paradoks Cermin

              Paradoks cermin adalah sebuah teka-teki yang lontarkan Einstein saat

      ia membicarakan teorinya tersebut. Apa yang akan terjadi jika seseorang

      yang sedang bercermin bergerak setara dengan cepat rambat cahaya dalam

      vakum? Apakah cahaya yang dipantulkan dari wajah orang tersebut tak

      pernah mencapai cermin hingga ia tak dapat melihat bayangannya sendiri di

      cermin?



      Perjalanan waktu adalah sebuah konsep berjalan waktu maju atau mundur ke

titik berbeda dalam waktu, selayaknya ketika bergerak terhadap ruang. Konsep ini

mengambil ide dari teori dilatasi waktu ala relativitas khusus, relativitas umum dan

mekanika kuantum.

      Perjalanan menggunakan mesin waktu yang bisa bergerak super cepat

sehingga waktu bisa seolah-olah melambat dan bahkan berhenti sama sekali. Dalam

keadaan bisa menghentikan waktu atau kembali ke masa lalu, lantas orang mulai

berimajinasi untuk melakukan banyak hal, seperti menebak sampai merubah hasil

pertandingan, menggagalkan suatu kejahatan, merubah suatu keputusan salah,

mengantisipasi   suatu   bencana     hingga    penyelamatan      nyawa     karena    suatu

kecelakaan.



APAKAH MUNGKIN BERGERAK SETARA c ?




                    www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com-Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I| 10
      Hampir dipastikan tidak ada materi apapun yang dikenal di alam semesta ini

yang mampu bergerak dengan kecepatan setara c, kecuali cahaya itu sendiri.

Konsekuensi yang terjadi pada setiap obyek yang bergerak setara nilai c adalah

waktu yang melambat, panjang yang mengkerut, massa dan energi yang

mengembang tidak akan mampu dipenuhi obyek apapun.

      Semakin cepat benda bergerak, maka semakin banyak energi yang

dibutuhkan sebagai bahan bakar penggerakkan. Sampai saat ini, tidak dimungkinkan

sebuah benda sebesar apapun mampu menyimpan dan membawa bahan bakar yang

cukup untuk menggerakkan benda tersebut pada pada kecepatan mendekati c.

      Selain itu, sensasi tekanan yang diakibatkan pada percepatan agar kecepatan

akhir mendekati c tidak akan sanggup dilakukan oleh manusia dan obyek manapun,

kecuali benda itu akan hancur luluh sebelum kecepatannya mendekati c. Kita sendiri

bisa merasakan keadaan tersebut tatkala naik kendaran mobil yang sedang

dipercepat. Maka saat mobil sedang dipercepat, maka tubuh akan tertekan oleh

sandaran kursi dengan begitu kuatnya, seolah siap melepas setiap bagian tubuh

kita. Tatkala percepatan dan kecepatan dinaikkan, maka tekananpun semakin besar.

      Einsteins sendiri sang penggagas teori ini menjawab pertanyaan itu dengan

sebuah ungkapan bahwa “Tuhan tidak bermain dadu dengan dunia ini”. Jika suatu

partikel mampu bergerak lebih cepat daripada c, maka partikel tersebut akan

kembali ke masa lalu. Dan jika gejala itu terjadi, maka rusaklah semua tatanan

kehidupan manusia dan semesta yang sudah diatur melalui takdir oleh Tuhan.

      Usaha untuk menggerakkan partikel melaju lebih cepat dari c pernah

dilakukan. Partikel-partikel seperti elektron dapat dibuat agar melaju sangat cepat

dalam sebuah akselerator burdar di Fermilah, Amerika Serikat. Partikel-partikel


                   www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com-Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I| 11
tersebut dipacu dengan memanfaatkan medan magnetik. Semakin besar energi yang

diberikan oleh medan magnet kepada partikel, semakin cepat partikel itu melaju.

Akan tetapi, kecepatan partikel itu tidak akan pernah cukup untuk melaju lebih cepat

daripada kecepatan cahaya. Setiap energi tambahan membuat partikel bertambah

berat karena massa relativistik. Dan pola akan kembali berulang, karena jika massa

partikel semakin besar, maka energi untuk menggerakkannya juga semakin berlipat.

Sebagaimana konsep kesetaraan massa dan energi (E = m c2)



PERCOBAAN YANG MEMBUKTIKAN

      Beberapa penelitian mencoba membuktikan ramalan-ramalan kebenaran dan

keakuratan teori relativitas, khususnya konsep dilatasi waktu. Tercatat setidaknya

ada dua percobaan yang mungkin bisa mewakili bahwa kecepatan relativistik bisa

berakibat pada pemuluran waktu.

   1. Empat Lonceng Cesium

      Sebuah percobaan pada tahun 1971 oleh fisikawan Amerika Serikat bernama

      J. C. Hafele dan Ricard Keating dengan menggunakan empat lonceng (jam)

      Cesium terbang keliling dunia dengan pesawat jet.

      Percobaan dilakukan dengan menerbangkan keempat lonceng tersebut ke

      arah Barat dan Timur yang seluruhnya memakan waktu tiga hari. Hasil

      percobaan tersebut, menunjukkan ketidakcocokan antara waktu yang

      ditunjukkan oleh lonceng yang bergerak tadi, dengan waktu standar di US

      Naval Observatory, Washington DC.




                   www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com-Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I| 12
      Dengan    memperhitungkan       lintasan   terbang    pesawat,    teori   relativitas

      memperkirakan kehilangan waktu 0,0000004 detik untuk penerbangan ke

      arah Timur dan pertambahan waktu 0,0000275 detik untuk yang arah Barat.

   2. Muon

      Muon diperkirakan bergerak dengan kecepatan 2,994 x 108 m/s atau hamper

      mendekati c. Muon adalah partikel yang terbentuk di atmosfer Bumi. Muon

      hanya memiliki waktu 2 x 10-6 s sebelum meluruh menjadi elektron dan

      positron. Seharusnya Muon tidak akan pernah sampai ke Bumi karena hanya

      memiliki waktu sangat sedikit sebelum akhirnya meluruh. Namun ternyata

      keberadaan Muon tetap bisa dideteksi di permukaan Bumi. Hal itu karena

      kecepatan gerak relativistik Muon mampu memperlambat selang waktu

      hingga 31,6 x 10-6 s hingga akhirnya sampai ke Bumi sebelum meluruh.



RELATIFITAS YANG INSPIRATIF

      Banyak sinema-sinema yang menggunakan perangkat teori relativitas sebagai

jalan kisahnya. Kita ingat ada The Terminator, dirilis 26 Oktober 1984, diperankan

oleh Arnold Schwarzenegger yang sudah sampai seri keempat dan sukses dalam

cerita maupun secara komersil. Kisahnya bermula dari kemunculan manusia robot

yang berasal dari masa lalu untuk mencegah lahirnya seorang bayi yang kelak

menjadi pemimpin pertempuran dimasa depan antara manusia dan robot. Kisahnya

dilanjutkan pada seri selanjutnya Terminator 2 : The Judgment Daya (1991);

Terminator 3 : Rise of the Machines (2003); dan Terminator Salvation (2009) lalu.

      Kisah penggunaan kendaraan super cepat yang mampu menembus waktu

hingga kembali ke masa lalu dan menyaksikan sendiri kejadian-kejadian di masa lalu


                   www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com-Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I| 13
untuk direkayasa demi suatu penyelamatan, dikisahkan dengan bagus dalam film

“Back to the Future”. Kisah ini diperankan oleh Michael J. Fox dan dirilis pada tahun

1985 dan dilanjutkan seri kedua pada tahun 1989.

      Film sains fiksi lain yang lebih dramatis dan serius adalah “The Time Machine”

(2002). Film ini mengisahkan tentang perjalanan ke masa depan disertai dengan

prediksi-prediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Film ini diangkat dari

novelnya dengan judul sama yang ditulis oleh H. G. Wells dan diterbitkan pada

tahun 1895. Kisah dari novel ini juga diadaptasikan ke dalam serial televisi dan

komik dengan judul sama.

      Film lain yang mengangkat kisah perjalanan waktu dan konsep relativitas

diantaranya : Twelve Monkeys (1995); The Time Traveler's Wife (2009); dll

      Banyak tulisan, naskah ilmiah hingga novel-novel berbobot yang terinspirasi

dari gejala relativitas ini. Misalnya : “A Christmas Caro”, by Charles Dickens; “A

Connecticut Yankee in King Arthur's Court”, by Mark Twain; “All the Myriad Ways”,

by Larry Niven; "All You Zombies", By His Bootstraps; “The Cat Who Walks Through

Walls, Farnham's Freehold, and Time Enough For Love”, by Robert A. Heinlein; “The

Time Ships, an authorized sequel to Wells' novel”, by Stephen Baxter; “A Bridge of

Years and The Chronoliths’, by Robert Charles “Wilson; “Bones of the Earth”, by

Michael Swanwick; “Cascade Point”, by Timothy Zahn; “Harry Potter and the

Prisoner of Azkaban and Harry Potter and the Order of the Phoenix”, by J.K.

Rowling; “Mastadonia”, by Cliford Simak; “October the First is Too Late”, by Hoyle;

“Paratime series”, by H. B. Piper; “Rotating Cylinders and the Possibility of Global

Causality Violation”, by Larry Niven; “Scape Scope”, by Stith; “The Coming of the

Quantum Cats”, by Frederik Pohl; “Doomsday Book and To Say Nothing of the Dog”,


                    www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com-Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I| 14
by Connie Willis; "Thus We Frustrate Charlemagne", (1966) by R. A. Lafferty; “The

End of Eternity”, by Isaac Asimov; “The Other Side of Time”, by Keith Laumer; “The

Time Traveler's Wife”, by Audrey Niffenegger; “Household Gods”, (1999) by Judith

Tarr and Harry Turtledove; “Appeared in Alpha 1”, (1968), edited by Robert

Silverberg dll.



TEORI YANG PENUH PERDEBATAN

       Tidak semua kalangan menyambut baik kehadiran teori relativitas. Beberapa

diantara para ilmuwan saat itu, mereka bangga dan takjub dengan apa yang telah

diraih Einstein dengan teorinya, beberapa yang lain justru sebaliknya. Ada yang

sekedar skeptis namun ada juga yang terang-terangan menentang teori relativitas

Einstein.

       Salah satu bentuk kekaguman orang terhadap hasil karya Einstein adalah

komentar Presiden Royal Society, J.J. Thomson (Inggris, 1856-1940), pada

pertemuan yang membahas hasil foto gerhana matahari untuk menguji teori-teori

Einstein yang akhirnya dinyatakan terbukti, "Inilah hasil paling penting yang

diperoleh sehubungan dengan teori gravitasi sejak zaman Newton dan merupakan

salah satu prestasi tertinggi yang pernah dicapai oleh otak manusia".

       Diantara ilmuwan yang skeptis dan meragukan kebenaran teori relativitas

adalah Sir Oliver Lodge, dengan makalahnya berjudul “The Ether of Space” (Eter

Ruang Angkasa). Menurutnya baik Newton, dirinya maupun Einstein tidak

memahami apa itu gravitasi. Teori Einstein juga masih belum bisa untuk

menjelaskannya.




                    www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com-Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I| 15
       Sentimen    terhadap   Einstein,     sebenarnya    bukan    hanya       karena   teori

relativitasnya. Ada yang disebabkan karena keturunan Yahudi dan karena berasal

dari Jerman. Namun semua itu berakar karena keteranan sosok Einstein. Einstein

pernah gagal pada akhir pertemuan untuk mendapatkan anugerah Medali Emas

Lembaga    Astronomi    Kerajaan    Inggris,   karena    keturunan     Jerman.      Padahal

sebelumnya Einstein sudah diberi tahu akan mendapatkannya. Jadi, untuk pertama

kalinya dalam 30 tahun tidak ada penganugerahan Medali Emas.

       Beberapa pendapat yang menyebabkan sentimen sebagian pers dan kalangan

Inggris adalah karena tersisihnya posisi tokoh Newton yang berasal dari Inggris.

       Di Jerman sendiri tahun 1919 muncul kelompok gerakan anti-Einstein. Mereka

membentuk kelompok studi ahli filsafat alam, dengan dukungan dana besar untuk

disediakan bagi siapa saja yang bersedia berbicara atau menulis melawan Einstein.

Gerakan ini dipelopori oleh Paul Weyland dengan dukungan ahli fisika Jerman, Ernst

Gehrcke dan Philip Lenard, seorang pemenang hadiah Nobel. Kegiatan mereka

diantaranya    mengadakan      pertemuan-pertemauan         yang     intinya     menentang

dipahaminya teori relativitas dan mencela Einstein dengan ungkapan anti-semistisme

serta bersifat bermusuhan terhadap semangat Jerman. Einstein menyebut gerakan

ini sebagai "Perusahaan Antirelativitas".




                    www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com-Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I| 16

				
DOCUMENT INFO
Description: Sejarah mencatat, bahwa kemunculan teori relativitas sangat fenomenal dan kontroversial. Banyak ditentang bahkan dianggap meresahkan oleh para ilmuwan pada saat itu. Maklum, hal ini karena teori ini telah mematahkan teori-teori fisika sebelumnya yang sudah dicetuskan oleh ilmuwan sekaliber Galileo, Newton dll.