Docstoc

TEORI EVOLUSI

Document Sample
TEORI EVOLUSI Powered By Docstoc
					                         TEORI EVOLUSI

      Teori Evolusi memang luar biasa pengaruhnya. Bukan pengaruh atas

konsekuensi dari praktik teori tersebut, melainkan karena mampu menimbulkan

gejolak dan perdebatan yang keras hingga kini. Ketika teori ini mulai menyentuh

eksistensi manusia sebagai makhluk paling sempurna, banyak kalangan mulai

bersuara. Sejak kemunculannya hingga kini, teori ini sarat dengan kontroversi.

      Aroma kontroversi teori evolusi sudah tercium sejak buku “The Origin of

Species by Means of Natural Selection”, tulisan Charles Darwin tersebar. Banyak

kalangan yang tidak bisa menahan diri dari pembicaraan topik ini. Akademisi, ahli

sejarah, ilmuwan, hingga para ahli agama lantang berbicara atas teori ini. Banyak

yang sepakat, tapi tak sedikit pula yang menentang. Banyak yang memujinya

sebagai karya emas anak manusia, banyak pula yang merendahkannya sebagai teori

yang tak masuk akal.

      Di tengah perdebatan itu, banyak orang tidak menyadari bahwa begitu

banyak versi yang berkembang sebagai upaya penerjemahan teori ini. Versi-versi

itulah yang sebenarnya menjadi pemicu perdebatan ini. Padahal apa yang dikatakan

sang penggagas, Charles Darwin (1809-1882), jelas sudah. Pernyataan bahwa

manusia berasal dari kera adalah sesat menurut teori evolusi Darwin.

CATATAN SELEKSI ALAM

      Membuka teori Evolusi ibarat membuka buku “The Origin of Species by Means

of Natural Selection”, yang terbit pada 24 November 1859. Buku tersebut

merupakan    catatan    perjalanan    Charles     Robert    Darwin     (1809-1882)      atas


                   www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com – Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I | 1
kunjungannya ke Pulau Galapagos dengan kapal Beagle yang berlayar dari tahun

1831 sampai 1836. Pulau Galapagos masuk wilayah Ekuador ini terletak sekitar

seribu kilometer dari Amerika Selatan. Lokasi yang dianggap sebagai ”museum hidup

dan lemari pajangan evolusi” ini telah dinyatakan sebagai pusaka dunia oleh

UNESCO. Wilayah yang terisolasi secara ekstrem ini dan ditandai oleh aktivitas

seismik dan vulkanik menyimpan kehidupan yang unik.

      Di dalam catatan tersebut, Darwin menuliskan hasil pengamatannya terhadap

alam dan keanekaragaman hayati yang merupakan landasan terpenting dalam ilmu

biologi khususnya teori evolusi. Darwin mempublikasikan bukunya tersebut 150

tahun lalu saat dia berusia 50 tahun. Darwin tidak sendirian mengembangkan teori

evolusi. Secara terpisah beberapa ilmuwan juga memiliki gagasan yang serupa.

Namun teori yang disusun Darwin merupakan landasan dari hampir semua teori

evolusi modern.

      Melalui catatannya tersebut, Darwin merumuskan dengan berani sebuah

konsep yang berkaitan dengan penciptaan dan asal usul makhluk hidup. Dua inti

pokok yang disarikan dari teori evolusi Darwin, yaitu :

      -   Spesies yang hidup di masa sekarang berasal dari makhluk hidup yang

          berasal   dari   masa    lampau.     Darwin    berpendapat bahwa          berbagai

          keragaman yang ia amati di alam, sebetulnya memiliki nenek moyang

          yang sama.

      -   Evolusi terjadi karena adanya proses seleksi alam (natural selection).

          Seleksi alam adalah seleksi yang terjadi pada individu-individu yang hidup

          di alam, sehingga individu yang mampu menyesuaikan diri dengan

          lingkungan tersebut akan terus hidup dan beranak pinak, sedangkan yang


                    www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com – Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I | 2
           tidak dapat menyesuaikan diri dengan alam lingkungan sekitarnya akan

           musnah dan hilang dimakan waktu.

      Contoh peristiwa seleksi alam adalah pada kupu-kupu biston betularia di

Inggris. Kupu-kupu biston betularia terdapat dua jenis, yaitu yang bersayap terang

cerah dengan yang bersapap gelap. Awal mulanya lingkungan Inggris yang bersih

sangat baik untuk adaptasi kupu-kupu yang bersayap cerah. Namun karena limbah

jelaga industri di Inggris yang semakin banyak dan mengotori pepohonan sehingga

pohon menjadi gelap yang akhirnya menjadi lebih adaptif untuk kupu-kupu yang

bersapap gelap daripada yang terang. Hasilnya perkembangan kupu-kupu bersayap

gelap meningkat tajam dan sayap cerah berkurang drastis.

      Obyek binatang yang menjadi pengamatan Darwin di Pulau Galapagos adalah

iguana darat, kura-kura raksasa, dan sejenis burung gelatik (finch). Meski

dikelompokkan sebagai burung yang sama, atas bantuan ahli burung dan seniman

John Gould, diketahui bahwa finch yang dibawa Darwin sebenarnya merupakan

spesies yang berlainan. Dari pekerjaan Gould, Darwin mengerti bahwa ukuran paruh

finch berubah generasi demi generasi sesuai dengan ukuran biji-bijian atau serangga

yang mereka makan di pulau-pulau Galapagos yang berjumlah 19 pulau.



IDE PENDUKUNG

      Beberapa hipotesa yang mempengaruhi teori evolusi yang disusun Darwin

adalah :

      -    Geolog bernama Charles Lyell (1830) menyatakan bahwa batu-batuan di

           bumi selalu mengalami perubahan. Menurut Darwin, hal-hal tersebut




                   www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com – Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I | 3
           kemungkinan    mempengaruhi        makhluk     hidupnya.     Pikiran   ini   juga

           didasarkan pada penyelidikannya pada fosil.

       -   Pendapat ekonom Malthus yang menyatakan adanya kecenderungan

           kenaikan jumlah penduduk lebih cepat dari kenaikan produksi pangan. Hal

           ini menimbulkan terjadinya suatu persaingan untuk kelangsungan hidup.

           Oleh Darwin hal ini dibandingkan dengan seleksi yang dilakukan oleh para

           peternak untuk memperoleh bibit unggul.

       -   Pendapat beberapa ahli seperti Geoffroy (1829), WC Wells (1813), Grant

           (1826), Freke (1851), dan Rafinisque (1836).



DARWIN AND CO

       Charles Darwin dikenal sebagai ilmuwan asal Inggris dan disebut sebagai

bapak evolusi. Julukan itu dikarenakan Darwin memiliki data yang lebih detail dan

memberikan bukti yang mendorong penerimaan luas evolusi dalam komunitas

ilmiah. Namun sesungguhnya teori evolusi tidak berdiri sendiri dan sama sekali

bukan konsep yang baru. Teori ini ternyata juga sudah dikemukakan oleh beberapa

ilmuwan era sebelum Darwin yang secara bertahap saling menguatkan.

       Tahun 1944 naskah “Origin of Species by Means of Natural Selection” telah

selesai. Namun naskah tersebut tetap tersimpan dan tidak dipublikasikan. Tahun

1858 Darwin mengirimkan naskahnya ke forum Linnean Society of London di

Inggris.

       Pada saat bersamaan, sahabat lamanya Alfred Russel Wallace (1823-1913),

yang dikenal sebagai bapak Biogeografi Evolusi, juga mengirimkan manuskrip




                   www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com – Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I | 4
setebal 20 halaman dari Ternate, Indonesia ke J. Hooker anggota Royal Society

yang sama-sama menyimpulkan tentang teori evolusi.

      Pandangan sekitar evolusi juga sebenarnya sudah pernah disampaikan oleh

seorang dokter asal London, Edward Tyson pada tahun 1699. Saat itu dia melakukan

pembedahan terhadap seekor simpanse dan mengamati bahwa makhluk tersebut

amat mirip dengan manusia. Saat itu muncullah dugaan bahwa asal-usul manusia

dari primata.

      Erasmus Darwin, kakek Charles Darwin sendiri, sekitar tahun 1770 sudah

menyatakan bahwa berbagai spesies yang berbeda-beda berkembang dari satu

leluhur yang sama. Ia bahkan memasang moto Latin ”E conchis omnia” (Segalanya

berasal dari kerang) di kereta kudanya.

      Dari Prancis, ide evolusi telah muncul sejak tahun 1801 oleh naturalis Prancis,

Jean Baptise Lamarck. Hipotesisnya mengatakan bahwa spesies-spesies bisa

berubah merespon kondisi lingkungan. Ada yang bisa bertahan dari penyakit,

kelaparan, pemangsaan dan faktor lain. Ada juga sebaliknya, yang tidak bisa

bertahan. Darwin memaknainya dengan konsep “Seleksi Alam”, sedangkan Wallace

menyebutnya dengan “Perjuangan untuk eksistensi”.

      Pemikiran tentang evolusi seperti nenek moyang bersama dan transmutasi

spesies juga sudah dijelaskan secara rinci sejak era peradaban Yunani. Tercatat

beberapa filsuf Yunani seperti Anaxmander, Empedokles hingga Lucretius sudah

mengenal        memulainya.    Beberapa      biologiawan     Arab     juga    sudah     mulai

menganalisanya, seperti Al Jahiz, Ibnu Maskawih, Ikhwan As-Shafa, hingga filsuf

Cina Zhuangzi.




                     www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com – Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I | 5
KELEMAHAN TEORI DARWIN

        Meskipun teori Darwin tentang evolusi dianggap paling lengkap pada saat itu,

tetapi beberapa pertanyaan masih belum bisa dijawab oleh Darwin, misalnya

tentang sumber variasi yang terwariskan yang diseleksi oleh seleksi alam dan juga

tentang bagaimana sifat-sifat bisa diwariskan dari satu generasi ke generasi yang

lain.

        Teori Evolusi Darwin telah mengalami beberapa kali koreksi yang anehnya

justru makin menyakinkan dan menyempurnakan teori evolusinya. Lamarckisme

menduga bahwa orang tua bisa mewariskan sifatnya ke generasi selanjutnya. Teori

Lamarckisme dibantah August Weismann yang mengindikasikan bahwa perubahan

itu tidak diwariskan.

        Selanjutnya muncul Gregor Mendel, pada tahun 1865 yang menemukan

bahwa pewarisan sifat-sifat dapat diprediksi. Hugo de Vries di awal tahun 1990

kembali memberikan dorongan terhadap pemahaman bagaimana variasi terjadi pada

tumbuhan dan hewan. Perkembangan berikutnya di abad 20 adalah saat

biologiawan evolusi seperti J.B.S. Haldane, Sewall Wright, dan terutama Ronald

Fisher, yang menyusun dasar-dasar genetika populasi. Temuan ini akhirnya

bermuara pada identifikasi DNA sebagai bahan genetika.

        Meskipun teori evolusi Darwin memiliki beberapa kelemahan, namun tak bisa

dipungkiri bahwa buku “The Origin of Species by Means of Natural Selection” yang

diterbitkan tahun 1959 ini, menurut indeks sitasi merupakan buku yang paling

banyak diacu oleh penulis lain selama ini, selain kitab suci.



EVOLUSI PASCA DARWIN


                    www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com – Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I | 6
       Dalam kajian biologi yang dianut saat ini, Evolusi berarti perubahan pada

sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi

berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh beberapa proses sebagai

berikut :

       -    Perubahan frekuensi gen dari satu generasi ke generasi berikutnya,

            Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan

            kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam

            suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan

            mempunyai sifat-sifat yang baru.

       -    Perubahan dan genotipe yang terakumulasi seiring berjalannya waktu,

       -    Produksi varian baru melalui pada materi genetic yang diturunkan

            (DNA/RNA),

            Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun

            transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang

            bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan

            oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara

            organisme.

       -    Kompetisi antar individu karena keberadaan besaran individu melebihi

            sumber daya lingkungan tidak cukup untuk menyokongnya.

       -    Generasi berikut mewarisi “kombinasi gen yang sukses” dari individu

            fertile (dan beruntung) yang masih dapat bertahan hidup dari kompetisi.

Mekanisme yang terjadi pada proses evolusi terbagi dalam dua kelompok, yakni :

   1. Seleksi alam




                     www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com – Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I | 7
      Spesies yang bertahan adalah biasanya mewarisi sifat-sifat baik yang berguna

      untuk kelangsungan hidup dan bereproduksi. Dan sebaliknya, sifat-sifat yang

      merugikan semakin berkurang,

   2. Hanyutan genetik (Genetic Drift)

      Sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan secara acak pada

      frekuensi sifat suatu populasi.

      Proses evolusi memang berjalan sangat lambat. Puncak dari evolusi adalah

      munculnya spesies baru.

AKIBAT EVOLUSI

      Evolusi akan mempengaruhi setiap aspek dari bentuk dan perilaku makhluk

hidup. Beberapa pengaruh pada makhluk hidup yang dapat berubah seiring proses

evolusi adalah :

      -   Adaptasi

          Adaptasi     ini   dikarenakan      spesies    yang    bertahan      hidup    selalu

          menyesuaikan diri dalam pola hidup dan bentuk saat menemukan

          makanan, menghindari bahaya, dan menarik lawan jenis.

      -   Koevolusi

          Interaksi antar organisme bisa berupa konflik (predator dengan mangsa)

          dan      kooperatif    (pathogen      dengan      inang).    spesies-spesies      ini

          mengembangkan set adaptasi yang bersepadan. Dalam hal ini, evolusi

          satu spesies menyebabkan adaptasi spesies ke-dua. Perubahan pada

          spesies ke-dua kemudian menyebabkan kembali adaptasi spesies pertama.

      -   Kooperasi




                     www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com – Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I | 8
          Namun, tidak semua interaksi antar spesies melibatkan konflik. Pada

          kebanyakan kasus, interaksi yang saling menguntungkan berkembang.



KENAPA MENJADI KONTROVERSI?

      Salah satu pemicu kontroversi dari teori ini dikarenakan sudah menyamakan

eksistensi manusia dengan makhluk lain yang dianggap mirip, yakni kera. Harga diri

sebagai makhluk berakal dan berjalan tegak terasa direndahkan karena dimirip-

miripkan dengan hewan sekelas kera.

      Berdasarkan bukti-bukti dan pendapat yang disajikan, maka pendapat

tentang teori evolusi ini bisa dibagi dalam tiga kelompok, yakni :

      1. Kalangan yang mendasarkan diri pada paham teori penciptaan (Universal

          Creation) menentang teori ini.

          Kebanyakan dari kalangan ini ada kelompok agama dan yang menganut

          paham teori penciptaan (Universal Creation).

          Sebenarnya Darwin sendiri tidak pernah mengatakan bahwa manusia

          terlahir dari seekor kera. Apa yang Darwin katakan adalah adanya seleksi

          alam dari setiap makhluk agar bisa mempertahankan keturunannya.

          Bahwa ketika dua spesies bertemu dalam satu masa, maka kedua spesies

          tersebut tidak bisa dihubungkan dan berasal dari makhluk yang sama.

          Saat ini kita masih bisa saksikan bahwa kera-kera tetap mempertahankan

          diri sebagai primata yang sangat berbeda dengan manusia.

          Pemahaman kera yang merupakan moyang dari manusia adalah

          pemahaman yang menyesatkan. Sayangnya pemahaman ini sudah

          terlanjur beredar di masyarakat sebagai inti dari teori evolusi ala Darwin.


                   www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com – Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I | 9
         Tentu saja keyakinan bahwa manusia merupakan hasil evolusi dari kera

         segera dibantah oleh kaum spiritual, termasuk pihak gereja. Gereja sendiri

         berpendapat manusia pertama lahir di dunia ini sudah dalam bentuk

         manusia. Tidak ada cerita evolusi atau semacamnya yang jelas-jelas

         merendahkan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan paling

         sempurna. Manusia sebagai hasil dari “desain cerdas” Tuhan tidak

         memberikan ruang sedikitpun untuk teori Evolusi ala Darwin dan para

         pendukungnya.

         Sebenarnya pandangan gereja juga sama dengan pandangan sebagian

         besar ajaran agama lain, termasuk Islam. Salah satu tokoh Islam yang

         gencar “menyerang” teori Darwin adalah Dr. Harun Yahya.

      2. Mendapat pembelaan dari penganut Darwin antara lain, Yoseph Hooker

         dan Thomas Henry Huxley (1825-1895).

      3. Mendapat kritik dan pengkayaan dari banyak ahli antara lain Morgan

         (1915), Fisher (1930), Dobzhansky (1937), Goldschmidt (1940) dan Mayr

         (1942).



      Dengan berbagai perkembangan dalam perkembangan dalam ilmu biologi,

khususnya genetika maka kemudian Teori Evolusi Darwin diperkaya. Seleksi alam

tidak lagi menjadi satu-satunya agen penyebab terjadinya evolusi, melainkan ada

tambahan faktor-faktor penyebab lain yaitu: mutasi, aliran gen, dan genetic drift.

Oleh karenanya teori evolusi yang sekarang kita seirng disebut Neo-Darwinian atau

Modern Systhesis.




                    www.sanggarpendidikanfisika.wordpress.com – Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I | 10

				
DOCUMENT INFO
Description: Teori Evolusi memang luar biasa pengaruhnya. Bukan pengaruh atas konsekuensi dari praktik teori tersebut, melainkan karena mampu menimbulkan gejolak dan perdebatan yang keras hingga kini. Ketika teori ini mulai menyentuh eksistensi manusia sebagai makhluk paling sempurna, banyak kalangan mulai bersuara. Sejak kemunculannya hingga kini, teori ini sarat dengan kontroversi.