KAJIAN PEREDARAN DAN KUALITAS by a4Ez2u0

VIEWS: 326 PAGES: 8

									                                     KAJIAN PEREDARAN DAN KUALITAS
                                        PUPUK ALTERNATIF DI NTB

             Awaludin Hipi1, A. Suriadi1, M. Sofyan Souri1, Sudjudi1, Mashur1, dan Didi Ardi S2
                         1. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Barat
                                                2. Puslitbagtanak Bogor


ABSTRAK
           Penghapusan subsidi pupuk pada akhir tahun 1998 mengakibatkan harga pupuk meningkat tajam serta terjadi
kelangkaan pupuk terutama pupuk tunggal (Urea, SP-36,dan KCl) untuk tanaman pangan. Untuk mengatasi hal tersebut,
maka pemerintah mengupayakan adanya iklim yang kondusif bagi peredaran pupuk di lapangan melalui kebijakan pintu
terbuka untuk peredaran pupuk alternatif. Dengan diterapkannya kebijakan pintu terbuka bagi peredaran pupuk, telah
mendorong berkembang dan beredarnya berbagai pupuk alternatif termasuk di NTB. Dari hasil penelitian dan
pemantauan yang dilakukan ternyata banyak dari pupuk yang beredar kandungan hara dan mutunya tidak sesuai dengan
yang tercantum pada label atau kemasan dan kurang efektif dalam meningkatkan produksi tanaman. Bertolak dari hal
tersebut perlu dilakukan pengujian terhadap pupuk alternatif yang beredar di pasaran. Pengkajian ini bertujuan untuk
menginventarisasi, mengidentifikasi pupuk alternatif yang beredar di NTB dan menguji kandungan dan kadar hara
dari pupuk alternatif. Survai inventarisasi dan identifikasi dilaksanakan pada toko/kios penjual pupuk alternatif yang ada
di Kabupaten/Kotamadya di NTB. Cara pengambilan sampel ditentukan secara proporsional. Kandungan dan kadar hara
yang dianalisis adalah N, P, dan K. Metode analisis yang digunakan untuk kandungan N adalah kjedhal, sedang untuk P
dan K menggunakan triple acid. Untuk kandungan hara tanah analisis dilakukan terhadap N,P, dan K dengan metoda
analisis N dengan kjedhal, P dan K dengan HCl 25 %. Dari hasil survai terinventarisir 105 jenis pupuk alternatif yang
di perdagangkan di NTB. Hasil uji laboratorium terhadap 55 merk pupuk menunjukkan bahwa hanya terdapat 25 % yang
kandungan dan kadar hara NPK nya relatif sama dengan yang tertera pada label kemasan. Jika diklasifikasi sesuai
kriteria pupuk alternatif, terdapat 4 merk yang kandungan hara N, P, dan K lebih dari 10 persen, 2 merk kandungan N dan
P sama dengan atau lebih besar 10 persen, 4 merk kandungan N dan K lebih besar dari 10 persen, 4 merk kandungan P
dan K lebih besar dari 10 persen, dan 7 merk hanya kandungan unsur N saja yang sama atau lebih besar dari 10 persen.
Diperlukan sosialisasi ditingkat petani, agar dapat dijadikan acuan dalam menilai kualitas pupuk alternatif. Diperlukan
pengawasan terhadap peredaran pupuk alternatif, agar tidak merugikan konsumen.
Kata kunci : peredaran , kualitas, pupuk alternatif, NTB


ABSTRACT
           Omission of fertilizer subsidies in the end of 1998 caused price of fertilizers sharply increased and scarced in
field especially single fertilizer (urea, SP-36 and KCl) for plant. To coop those problems, the government has attempted
regulation of equally chance for fertilizer alternatives to be distributed. However, the regulation has caused many of
alternative fertilizers distribute in NTB. Results of previous survey and monitor of alternative fertilizers show that many
of nutrient contents and qualities of those fertilizers are not similar with written in label and effectiveness in increasing
plant production is less. For that reason, assessment of alternative fertilizer distribution in market was conducted. The
aims of the assessment were to inventories and identifies of distributed fertilizer in NTB and to asses nutrient quantity of
alternative fertilizers. Proportional sampling method of survey was conducted on alternatives fertilizer shop over districts
in NTB. Value of N, P and K nutrients were analyzed for each fertilizer by using kjedhal method for N and P and K by
using triple acid method, while for soil sample, P and K were analyzed by using HCl 25% extract and for N similar as
fertilizer method. Result of survey show that there are 105 kind of alternative fertilizers were collected that have been
soled in NTB province. Result of laboratory analysis shows that from 55 kind of alternative fertilizers analyzed, only
25% of NPK content were similar to its written in labels. According to fertilizer alternative criteria, there are 4 kind of
alternative fertilizers contain NPK over 10% from its written in label, 2 kind contain N and P similar or over 10%, 4 kind
contain of N and K over 10%, 4 kind contain of P and K over 10% and 7 kind contain N similar or over 10% from its
written on label. Socialization the results of this assessment to farmer level is needed as a reference to asses the
alternative fertilizers.
Key words : distributed, qualities, alternative fertilizier, west Nusa Tenggara .


LATAR BELAKANG
          Pupuk merupakan masukan utama dalam sistem usahatani. Penggunaan pupuk yang tepat dan benar
(jenis, takaran, waktu, dan cara pemberiannya) merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kuantitas dan
kualitas hasil usahatani dalam sistem pertanian yang maju dan berorientasi agribisnis. Menurut Muljadi,
1997, penggunaan pupuk secara rasional dan berimbang adalah salah satu faktor kunci untuk memperbaiki
dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian, khususnya di daerah tropic di mana tersedianya unsure hara
yang cukup merupakan salah satu faktor pembatas.
         Penghapusan subsidi pupuk pada akhir tahun 1998 telah mengakibatkan harga pupuk terutama SP-
36 dan KCl meningkat tajam serta telah terjadi kelangkaan pupuk terutama untuk tanaman pangan. Untuk
mengatasi hal tersebut, maka pemerintah mengupayakan adanya iklim yang kondusif bagi peredaran pupuk
di lapangan melalui kebijakan pintu terbuka untuk peredaran pupuk alternatif.
         Dewasa ini telah beredar berbagai macam pupuk baru hasil rekayasa teknologi yang dihasilkan oleh
perusahaan besar maupun kecil baik di dalam negeri, maupun impor. Menurut Dirjen Tanaman Pangan dan
Hortikultura (1999) telah didaftarkan pupuk alternatif sebanyak 523 merk dari 200 perusahaan, sedangkan
yang belum terdaftar diperkirakan 3 – 4 kali lipat. Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (2000),
menyatakan bahwa jumlah pupuk alternatif yang terdaftar pada tahun 2000 sebanyak 636 merk dagang dari
318 perusahaan, padahal pada tahun 1989 baru berjumlah 25 merk dari 16 perusahaan.
        Peredaran pupuk alternatif disatu sisi dapat menguntungkan petani karena banyak pilihan selain
pupuk konvensional, namun dikhawatirkan akan terjadi penurunan tingkat produksi pertanian karena
penggunaan pupuk yang mutunya rendah atau isinya tidak sesuai dengan yang tertera dalam kemasannya.
Hasil penelitian Puslittanak terhadap beberapa pupuk alternatif menunjukkan hasil yang kurang memuaskan
dibandingkan pupuk utama makro N, P, dan K (Hartatik et al (1986); Setyorini et al (1995); Sofyan et al
(1999). Selanjutnya Mursidi et al. (2000), melaporkan bahwa dari penelitian terhadap 165 contoh ‘pupuk”
yang diambil secara acak dari Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, sebanyak 86 persen
kandungan haranya tidak sesuai dengan yang tertera pada label. Hal yang sama juga telah dilaksanakan oleh
Tim Pupuk NTB pada tahun 1999 terhadap pupuk alternatif yang beredar di NTB, menunjukkan bahwa
banyak merk pupuk alternatif yang kualitasnya tidak sesuai dengan yang tertera pada label.
          Penggunaan pupuk yang tidak tepat (mutu dan jumlah), selain dapat merugikan secara ekonomi,
juga dapat menyebabkan terjadinya penurunan hasil dan pencemaran lingkungan. Untuk menjaga agar
konsumen khususnya petani terhindar dari kerugian akibat penggunaan pupuk yang tidak jelas kualitas dan
efektivitasnya serta mendorong perusahaan untuk memproduksi pupuk alternatif yang berkualitas, maka
diperlukan kajian dan pengawasan secara berkala terhadap peredaran dan penggunaan pupuk alternatif.
         Peredaran dan penggunaan pupuk alternatif di NTB akhir-akhir ini makin meningkat. Hal ini
diduga disebabkan karena meningkatnya harga pupuk di lapang sebagai akibat dihapusnya kebijakan subsidi
pupuk (urea, Sp-36, ZA, dan KCl) pada bulan Desember 1998. Selain itu dengan diterapkannya kebijakan
pintu terbuka terhadap peredaran pupuk alternatif, serta kenyataan bahwa petani seringkali sulit untuk
memperoleh pupuk tunggal, tampaknya telah mendorong meningkatnya penggunaan pupuk alternatif.
        Dewasa ini cukup banyak jenis pupuk alternatif dengan berbagai merek dagang yang
diperdagangkan di NTB. Sembiring (2000), melaporkan bahwa dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh
Tim Pemantau Pupuk Propinsi NTB menunjukkan bahwa 90 persen dari 33 merek dagang dari berbagai jenis
pupuk alternatif yang telah diuji di laboratorium memberikan indikasi kandungan haranya tidak sesuai
dengan yang tercantum pada label.
        Pupuk alternatif banyak digunakan petani untuk tanaman padi, palawija, dan terutama untuk
tanaman hortikultura (sayuran dan buah-buahan). Agar petani terhidar dari kerugian akibat penggunaan
pupuk alternatif yang tidak jelas mutu dan efektivitasnya, diperlukan adanya pengawasan terhadap
pengadaan dan penyaluran pupuk alternatif. Penggunaan pupuk yang tidak tepat selain dapat merugikan
secara ekonomis, juga dapat menyebabkan terjadinya penurunan hasil, serta menyebabkan terjadinya
pencemaran lingkungan.
         Bertolak dari permasalahan tersebut, maka perlu adanya pengujian terhadap mutu dan efektivitas
dari pupuk alternatif, sehingga pupuk yang digunakan oleh petani adalah pupuk yang telah diketahui
kualitasnya dan telah teruji efektivitasnya dalam meningkatkan produksi pertanian. Tujuan dari pengkajian
ini adalah untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi pupuk alternatif yang beredar di NTB serta menguji
kandungan dan kadar hara pupuk alternatif.
METODOLOGI
       Pelaksanaan pengujian pupuk alternatif terdiri atas 3 kegiatan yaitu :
 Survey identifikasi dan pengambilan sampel pupuk alternatif di lapang
 Analisis kandungan dan kadar hara
 Percobaan lapang untuk mengetahui efektivitas pupuk alternatif
          Survey identifikasi dan pengambilan sampel pupuk dilaksanakan di seluruh kabupaten/kotamadya
di NTB. Sampel lokasi survey ditentukan secara proporsional dengan mempertimbangkan jumlah kios/toko
pengecer dan jarak dari ibukota kabupaten. Pupuk alternatif yang akan diambil sampel adalah pupuk
alternatif makro anorganik. Contoh pupuk diperoleh dengan cara membeli pada setiap pedagang sampel,
dengan prioritas pupuk alternatif yang beredar dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Jumlah dan volume
pupuk alternatif yang diambil sebagai contoh disesuaikan dengan bentuk dan kemasan pupuk. Pupuk yang
berbentuk butiran/tepung bila diperdagangkan dalam bentuk kemasan lebih dari 50 kg, maka pupuk yang
diambil sebagai contoh/sampel sebanyak 1 kg dan bila diperdagangkan dalam bentuk kemasan 5 kg atau
kurang maka seluruhnya diambil sebagai pupuk contoh. Pupuk berbentuk cairan yang diperdagangkan dalam
kemasan botol kecil seluruhnya diambil sebagai contoh.
        Contoh pupuk yang terkumpul selanjutnya dianalisis mutu atau kandungan haranya di laboratorium
BPTP NTB. Kandungan hara yang dianalisis adalah N, P, dan K. Bila dari beberapa lokasi sampel diperoleh
contoh pupuk yang sama, maka analisis dilakukan terhadap contoh komposit.
          Jenis data yang dikumpulkan mencakup nama produk, kandungan dan kadar hara pada label,
karakteristik pupuk, pupuk alternatif yang banyak dibeli petani dan hasil analisis laboratorium.


METODE ANALISIS
        Kandungan dan kadar hara yang dianalisis adalah N, P, dan K. Metode analisis yang digunakan
untuk kandungan N adalah kjedhal, sedang untuk P dan K menggunakan triple acid. Untuk kandungan hara
tanah analisis dilakukan terhadap N,P, dan K dengan metoda analisis N dengan kjedhal, P dan K dengan
HCl 25 persen.


HASIL DAN PEMBAHASAN
Pupuk alternatif yang beredar
          Dari hasil survey di kabupaten/kotamadaya yang ada di NTB, terinventarisir 105 merk pupuk
alternatif yang beredar. Dari 105 merk pupuk alternatif yang diperdagangkan, teridentifikasi bahwa pupuk-
pupuk yang banyak diperjual belikan adalah merk Seprint sebanyak 58 persen, Gandasil B dan Gandasil D
masing-masing 46 dan 44 persen, Alami 38 persen, NPK Grand S-15 sebanyak 35 persen, Green tonic 32
persen, Indofloor 30 persen, Sampurna B dan Sampurna D masing masing sebanyak 29 persen.
          Walaupun pupuk alternatif yang beredar cukup banyak, namun masih lebih banyak lagi yang tidak
berlabel yang beredar di kios-kios. Seringkali pedagang juga mencampur pupuk tersebut, sehingga tidak
jelas hasil, kualitas dan kandungannya.
Tabel 1. Inventarisasi nama/merek pupuk alternatif yang beredar di NTB. 2002.
                                       Toko/Pedagang                                        Toko/Pedagang
 No.         Nama/Merek Pupuk            sampel *)          No.     Nama/Merek Pupuk          sampel *)
                                     Jumlah      persen                                    Jumlah   persen
      1              2                 3           4          5               6              7         8
 1.       Adaptor                         5          9,09   54.   NPK Scubmofe                  4      7,27
 2.       Alami                          21        38,18    55.   NPK Organik                   1      1,82
 3.       Agro-88                        14        25,45    56.   NPK Nugrasari                 4      7,27
 4.       Agrosilvic                      2          3,64   57.   NPK Prima Denta               4      7,27
 5.       Atonic                          1          1,82   58.   NPK Fertilizer Kencana        2      3,64
 6.       Bayfolan                        5          9,09   59.   NPK Organik Gajah Mas         1      1,82
 7.       B1 Cons 9000                    2          3,64   60.   NPK Dharmatani                1      1,82
 8.       Bambu Ijo                       2          3,64   61.   NPK Cap Pak Tani              3      5,45
    1                 2                3           4          5               6              7         8
 9.       Complesal hijau                11        20,00    62.   NPK BASF                      4      7,27
 10.      Complesal merah                 4          7,27   63.   NPG                           3      5,45
 11.      Catoni                          4          7,27   64.   Phonska                       4      7,27
 12.      CPN Pak Tani                    3          5,45   65.   Petrovita                     7     12,73
 13.     DAP                              13   23,64   66.    Phospel                   1       1,82
 14.     Dosdet                            1    1,82   67.    Pupuk pacul               2       3,64
 15.     Dica Grow                         2    3,64   68.    Ppk. Pengebut             2       3,64
 16.     Emvilon                           1    1,82   69.    Ppk. Penyubur             2       3,64
 17.     Etonic                            1    1,82   70.    Ppk Rimbun                1       1,82
 18.     E 2001                            2    3,64   71.    Potasium Nitrat           2       3,64
 19.     Fofert                            1    1,82   72.    Plant catalis             1       1,82
 20.     Fosfo N                           8   14,55   73.    Ronsae super              1       1,82
 21.     Fitamic                           1    1,82   74.    Super oerstind            1       1,82
 22.     Fertila                           1    1,82   75.    Sampurna B               16      29,09
 23.     Gandasil B                       25   45,45   76.    Sampurna D               16      29,09
 24.     Gandasil D                       24   43,64   77.    Super king                1       1,82
 25.     Gaedena B                         4    7,27   78.    Supermes                  1       1,82
 26.     Gardena D                         3    5,45   79.    Seprint                  32      58,18
 27.     Green tonic hijau                18   32,73   80.    Sulfomag Plus             1       1,82
 28.     Green tonic merah                 4    7,27   81.    Sulfomag                  1       1,82
 29.     Green stant                       5    9,09   82.    Super Bionic              4       7,27
 30.     Green Tama                        1    1,82   83.    Super Flora               2       3,64
 31.     Green Vitanic                     2    3,64   84.    SP-35 Cap Kambing         2       3,64
 32.     Grow More                         2    3,64   85.    SP-30                     2       3,64
 33.     Grow Win                          2    3,64   86.    Saprodap                  4       7,27
 34.     Grand K                           1    1,82   87.    Saprodap Bara             1       1,82
 35.     Indomess                          3    5,45   88.    Sprint                    5       9,09
 36.     Indofloor                        17   30,91   89.    TCP-36                    4       7,27
 37.     Indofertil                        2    3,64   90.    TCP-46                    1       1,82
 38.     KNO3 (Keno Telu)                  9   16,36   91.    Topsil B                  1       1,82
 39.     KNO3 Kali Chili                   2    3,64   92.    Ureum                     2       3,64
 40.     Mamigro Super N                   5    9,09   93.    Ultra Chili K             1       1,82
 41.     Mamigro Super P                   1    1,82   94.    Vitabloom D               3       5,45
 42.     Mbakomas                          2    3,64   95.    Vitabloom B               1       1,82
 43.     Mitra Flora                       8   14,55   96.    Vitamic                   4       7,27
 44.     MOP KCl                           4    7,27   97.    Venix                     1       1,82
 45.     MOP KCL Kallan                    1    1,82   98.    Vitagrow B                2       3,64
 46.     Multi K Duclos                    1    1,82   99.    Vitagrow D                3       5,45
 47.     Mutiara Super                     1    1,82   100.   88 Spalding               4       7,27
 48.     MKP Cap Traktor Pak Tani          1    1,82   101.   SZP – 26                  1       1,82
 49.     NPK Grand –S15                   19   34,55   102.   ZK                        1       1,82
 50.     NPK Granular                      6   10,91   103.   Wonder KCl Cair           2       3,64
 51.     NPK Libkapor                      1    1,82   104.   Wonder Phosphorus 36      1       1,82
 52.    NPK Prima                          3    5,45   105.   ZK Plus                   1       1,82
 53.    NPK Ikan Mas                       2    3,64
Ket : *) pedagang sampel toko/kios = 55

Karakteristik dan kualitas pupuk alternatif yang beredar
         Kualitas unsur hara pupuk alternatif yang beredar sangat beragam. Umumnya menyatakan lebih
dari satu unsur. Pupuk alternatif yang beredar, umumnya terdiri atas dua bentuk yaitu padat (butiran dan
tepung), dan cair. Warna dan kemasannya juga bervariasi.
        Kriteria yang ditetapkan oleh Puslittanak (1999) bahwa pupuk alternatif yang tergolong pada pupuk
makro anorganik adalah pupuk yang merupakan sumber hara N, P, dan K dengan kandungan N, P dan K
masing-masing minimal 10 persen.
         Dari hasil identifikasi terhadap 55 merk pupuk, 12 merk diantaranya mencantumkan kandungan dari
setiap unsur N, P dan K lebih dari 10 persen, 5 merk mempunyai kandungan N dan P lebih dari 10 persen, 6
merk mencantumkan kadungan N dan K sama atau lebih besar dari 10 persen, dan hanya 1 merk yang
mencantumkan kandungan P dan K lebih besar dari 10 persen. Tetapi dari hasil pengujian kualitas di
laboratorium menunjukkan bahwa 4 merk kandungan unsur (N, P, dan K) sama dengan atau lebih besar dari
10 persen, 2 merk kandungan N dan P sama dengan atau lebih besar 10 persen, 4 merk kandungan N dan K
lebih besar dari 10 persen, 4 merk kandungan P dan K lebih besar dari 10 persen, dan 7 merk hanya
kandungan unsur N saja yang sama atau lebih besar dari 10 persen.
          Hasil analisis terhadap 55 merk pupuk menunjukkan bahwa 16 merk memiliki kandungan N di atas
10 persen, 17 merk memiliki kandungan P diatas 10 persen, dan 18 merk memiliki kandungan K lebih dari
10 persen, dan selebihnya kandungan hara N, P, dan K pada label dan hasil pengujian laboratorium
menunjukkan angka di bawah 10 persen. Hanya terdapat 4 merk yang memenuhi kriteria sebagai pupuk
alternatif (kandungan N, P, dan K lebih dari 10 persen).
Tabel 2. Kandungan hara N, P, dan K pada label dan hasil analisa laboratorium, dan karakteristik pupuk alternatif yang
          beredar di NTB. 2002.

                                                Kadar Unsur Hara (persen)
                                                                                                    Karakteristik
  No.       Nama Pupuk                Analisa Lab.                  Label Kemasan
                                 N       P2O5      K2O           N       P2O5     K2O      Bentuk             Warna
  (1)              (2)          (3)       (4)       (5)         (6)       (7)     (8)         (9)               (10)
 1.      Agro 88                 -       0.40      0.85        3.39      6.16    11.36   Butiran          Krem
 2.      Bayfolan              6.12       5.4        6.83       11          8      6     Cair             Hijau
 3.      Complesal            19.32      14.33       13.00      27        18        9    Tepung           Hijau tua
 4.      CPN Pak Tani          15.7       0.06        0.45      13         -       45    Butiran          Merah muda
 5.      DAP (abu-abu)           -        3.86        0.57       -         -        -    Butiran          Bu-abu
 6.      DAP (krem)            1.86      36.96        0.09       -         -        -    Butiran          Krem
 7.      Dosdet                3.53       0.10        2.05     3.42     63.73     2.59   Tepung           Putih
 8.      Indomess              0.42       2.82        0.73     2.60      0.79     1.29   Cair             Biru tua
 9.      Fofert                1.12      41.05       14.41      7.5       7.5     12.5   Cair             Coklat
 10.     Gardena D            25.34       9.71        7.54    30.01     12.31    10.13   Tepung           Kuning telur
 11.     Gandasil B            6.02      18.51       36.68       6        20       30    Tepung           Merah muda
 12.     Gandasil D           18.62      15.51       21.21      14        12       14    Tepung           Putih kebiruan
 13.     Grow More             5.93      42.66        7.68      10        55       10    Tepung           Biru langit
 14.     KNO3 Cap Pak Tani    12.13         -        11.01      15        14       18    Butiran          Merah muda
 15.     KNO3 Ultra Chili      13.3         -        51.36      15         0       14    Butiran          Putih
 16.     KNO3 Kali Chili      14.46         -        19.87      15         0       14    Butiran
 17.     Mbakomas              5.93       8.12       17.61     7.39      6.29    10.35   Cair             Hijau
 18.     MOP KCL                 -          -        69.92       -         -      >60    Butiran          Merah bata
 19.     MOP KCL Kallan          -          -         0.68       -         -       60    Butiran          Merah bata
 20.     MKP Cap Traktor                                                                 Tepung           Putih
                                 -       47.41       34.75      -           52    34
         Pak Tani
 21.     NPK Granular (abu-                                                              Butiran          Abu-abu
                               0.7       0.24        0.80      4.05     3.37     7.74
         abu)
 22.     NPK Grand S - 15     11.76      14.45       14.69     15         15       15    Butiran          Merah bata
 23.     NPK Scubmofe          2.8        0.14        1.23    11.08       4.5    21.78   Butiran          Merah jambu
 24.     NPK Nugrasari        23.55       0.17        0.22    16.33      1.82     5.81   Butiran          Merah jambu
 25.     NPK Cap Pak Tani     15.89      15.39        0.54     16         16        8    Butiran          Krem
 26.     NPK Prima Denta      21.81       0.50        0.48    23.47     10.03     6.68   Tepung           Merah muda
 27.     NPK Fertilizer       12.65       7.70        8.86     16         16       16    Butiran          Merah bata
 28.     NPK Organik Cap                                                                 Butiran          Abu-abu
                               0.21      2.08        0.45      0.68     3.21     0.20
         Gajah Mas
 29.     NPK BASF              5.94      19.51       21.90      15          15    15     Butiran          Merah bata
 30.     NPK Cap Ikan                                                                    Butiran          Merah muda
                               8.20      25.27       19.10      15          15    15
         Mas
 31.     NPK Prima (Grand)     0.44      0.13        0.31        -        -        -     Butiran          Merah muda
 32.     NPK Granular hitam    2.24      3.24        3.07      4.05     3.37     8.74    Butiran          Hitam
 33.     NPK Fertilizer                                                                  Butiran          Merah bata
                               0.66      6.54        5.14       15          15    15
         Kencana
 34.     NPG                    4.2       0.22          -      0,38     2,95      0,38   Butiran          Abu-abu
 35.     Ppk. Pengebut         0.25       0.14       24.49     5.92     0.07     43.07   Tepung           Coklat Muda
 36.     Ppk. Rimbun           0.37       1.50       29.43    10.27     0.58     10.03   Tepung           Coklat Muda
 37.     Pupuk Penyubur        3.55       0.82        7.52       -        -         -    Tepung           Coklat muda
 38.     Phonska               13.0      17.80       18.34      15       15        15    Butiran          Merah Bata
 39.     Phospel                 -        0.13        0.45       -        -         -    Tepung           Hijau muda
 40.     PN (Potassium                                                                   Butiran          Putih
                              14.46        0         55.78      13          -     45
         Nitrate)
 41.     Phosfat 35 Kambing      -       0.24          -        -           -      -     Butiran          Abu-abu
 42.     Sulfomag Plus           -       0.40        0.75       -           -      -     Tepung           Krem
  (1)             (2)           (3)        (4)        (5)      (6)       (7)      (8)         (9)               (10)
 43.     Sulfomag                -       13.72       0.31       -        20        -     Butiran          Abu-abu
 44.     Sampurna B           15.35       0.11       2.22      16        30       19     Tepung           Merah muda
 45.     Sampurna D           20.77       0.10       0.10      28        19       11     Tepung           Putih
 46.     Saprodap Bara        18.25      36.22         -       16        30        -     Butiran          Putih
 47.     Saprodap             15.37      18.20         -       16        30        -     Butiran          Coklat muda
 48.     Seprint               6.53       0.13       2.88      9.6      0.67     2.11    Cair             Hijau muda
 49.     SP - 35 Sheep           -        0.60         -        -         -        -     Butiran          Abu kehitaman
 50.     SP - 30                 -       0.22        -       -         30      -    Butiran    Abu-abu
 51.     Super Flora           1.63      6.09      1.03     10.6      2.20   3.50   Cair       Biru muda
 52.     TCP - 36                -       1.34        -       -        036      -    Butiran    Abu-abu
 53.     TCP - 46                -       0.58        -       -        046      -    Butiran    Abu-abu
 54.     ZK (putih)            0.14        -      58.08      -          -      -    Tepung     Putih
 55.     ZK Plus               0.55      1.13     43.17      -          -     40    Tepung     Abu-abu tua

          Implikasinya, peredaran dan penggunaan pupuk perlu diawasi dengan memberikan beberapa syarat
tertentu. Strategi yang harus ditempuh adalah setiap pupuk yang masuk harus mendaftar dan kemudian
dianalisis. Hasil analisis laboratorium perlu diuji efektivitasnya dilapang, kemudian boleh diperdagangkan
secara bebas.

Pupuk alternatif yang banyak dibeli petani
          Dari 105 merk pupuk alternatif yang terinventarisir, 28 merk diantaranya yang banyak dibeli oleh
petani, dan merk yang paling banyak dibeli adalah Seprint (29 persen), NPK Grand S-15 (22 persen),
Gandasil B dan D masing-masing 15 persen. Dari 28 merk pupuk tersebut, 21 merk diantaranya telah
dilakukan uji mutu di laboratorium. Hasil analisis menunjukkan bahwa, 4 merk pupuk alternatif yang
memiliki kandungan hara dari setiap unsur N, P, dan K sesuai label dan memenuhi kriteria sebagai pupuk
alternatif (lebih 10 persen), 3 merk memiliki kandungan 2 unsur lebih dari 10persen, sedangkan 9 merk
lainnya hanya memiliki kandungan 1 unsur. Sedangkan 7 merk lainnya memiliki kandungan N, P, dan K di
bawah 10 persen. Dari 7 merk tersebut, hanya 2 merk memiliki 1 unsur yang sesuai label, sedangkan
lainnya memiliki kandungan hara N, P, dan K dibawah label.
Tabel. 3. Pupuk alternatif yang banyak di beli oleh petani di NTB. 2002.
                                                                        Toko/Pedagang sampel *)
  No.                  Nama/Merek Pupuk
                                                                    Jumlah                  persen
    1                            2                                    3                         4
  1.       Seprint                                                    16                     29,09
  2.       NPK Grand –S15                                             12                     21,82
  3.       Gandasil B                                                 8                      14,55
  4.       Gandasil D                                                 8                      14,55
  5.       Indofloor                                                  5                       9,09
  6.       NPK Prima Denta                                            4                       7,27
  7.       Sampurna D                                                 4                       7,27
  8.       Sampurna B                                                 3                       5,45
  9.       NPK Granular                                               3                       5,45
  10.      Adaptor                                                    3                       5,45
  11.      NPK Nugrasari                                              3                       5,45
  12.      NPK Prima                                                  3                       5,45
  13.      Phonska                                                    3                       5,45
  14.      Alami                                                      2                       3,64
  15.      DAP                                                        2                       3,64
  16.      Dica Grow                                                  2                       3,64
  17.      Fosfo N                                                    2                       3,64
  18.      Green tonic hijau                                          2                       3,64
  19.      NPK Ikan Mas                                               2                       3,64
  20.      NPK Scubmofe                                               2                       3,64
  21.      NPK Organik                                                1                       1,82
  22.      KNO3 Kali Chili                                            1                       1,82
   1                             2                                      3                           4
  23.      NPK BASF                                                     1                          1,82
 24.       NPG                                                          1                          1,82
 25.       Ppk. Pengebut                                                1                          1,82
 26.       Ppk. Penyubur                                                1                          1,82
 27.       Potasium Nitrat                                              1                          1,82
 28.       SP-35 Cap Kambing                                            1                          1,82
Ket : *) pedagang sampel toko/kios = 55


KESIMPULAN DAN SARAN
        Dari data hasil survey terhadap peredaran dan hasil analisis mutu pupuk di laboratorium, maka dapat
disimpulkan antara lain :
1.   Jumlah pupuk alternatif yang beredar dan diperdagangkan di NTB lebih dari 105 merk, dimana 28 merk
     diantaranya banyak digunakan oleh petani.
2.   Hasil uji laboratorium terhadap 55 merk pupuk alternatif menunjukkan bahwa hanya 25 % yang
     kandungan unsur hara N, P, dan K sesuai atau lebih besar dari yang tercantum dalam label kemasan.
3.   Berdasarkan klasifikasi pupuk alternatif, hanya terdapat 4 merk yang kandungan hara N, P, dan K lebih
     dari 10 persen dan memenuhi kriteria sebagai pupuk alternatif makro anorganik.
4.   Diperlukan sosialisasi ditingkat petani, agar dapat dijadikan acuan dalam memilih pupuk alternatif yang
     akan digunakan.
5.   Diperlukan pengawasan terhadap peredaran pupuk alternatif, agar tidak merugikan konsumen.


DAFTAR PUSTAKA
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian. 2000. Surat keputusan tentang tatalaksana penanganan pupuk untuk keperluan
         pertanian.
Dirjen Tanaman Pangan dan Hortikultura. 1999. Pedoman umum penerapan pupuk alternatif pada tanaman pangan dan
         hortikultura. Petunjuk teknis operasional penerapan pupuk alternatif pada tanaman pangan dan hortikultura.
         Disampaikan dalam Forum koordinasi dan konsultasi pemanfaatan pupuk alternatif dalam mendukung Gema
         Palagung 2001.
Hartatik, W. 1986. Pembandingan beberapa jenis pupuk Nitrogen pada tanaman padi gogo dan jagung. Laporan
          Puslittanak. Tidak dipublikasikan.
Moersidi, S., I. Nasution, E. Santoso, dan Nurjaya. 2000. Monitoring kualitas pupuk. Laporan intern Puslittanak.
          Badan Litbang Pertanian. Tidak diterbitkan.
Puslittanak, 1999. Petunjuk teknis uji mutu dan efektivitas pupuk alternatif. Badan Litbang Pertanian. Pusat Penelitian
          Tanah dan Agroklimat. Bogor.
Setyorini, D., A. Kasno, dan J. Sri Adiningsih. 1995. Pengaruh pupuk majemuk lengkap tablet (PMLT) terhadap hasil
          jagung pada tanah Inceptisol dan Ultisol dalam Prosiding Pertemuan Pembahasan dn Komunikasi Hasil
          Penelitian Tanah dan Agroklimat. Cisarua, 26 – 28 September 1995. hal : 1 – 12.
Sofyan , A., J. Sri Adiningsih, dan A. Abdurachman. 1999. Pengaruh Pemupukan Sipramin selama tiga musim terhadap
          tanaman pangan dn dampaknya terhadap sifat kimia tanah. Seminar hasil penelitian/pengkajian penggunaan
          pupuk cair Sipramin. Malang, 6 – 7 Januari 1999.


DISKUSI
Pertanyaan :
1.   Apakah bisa dijadikan sebagai rekomendasi penggunaan pupuk.
2.   Data ini sangat perlu untuk disosialisasikan di tingkat petani.
3.   Kenapa bapak tertarik masalah peredaran pupuk alternatif.
4.   Kenapa tidak diidentifikasi semua kotoran-kotoran ternak, untuk dibuat alternatif pupuk kompos.
Tanggapan :
1.   Pengkajian ini untuk mendukung tim pengawas pupuk dan pestisida yang ada di Propinsi dan
     kabupaten sebagai acuan untuk direkomendasikan. Jadi rekomendasi adalah tergantung dari tim tersebut.
2.   Sosialisasi di tingkat petani terbatas pada hasil kajian yang dilaksanakan.
3.   Kajian peredaran pupuk alternatif ini dipandang perlu untuk mengetahui kualitas pupuk alternatif yang
     beredar dan untuk melindungi petani dari penggunaan pupuk yang tidak jelas efektivitasnya.
4.   Kompos merupakan salah satu pupuk alternatif, dan sudah banyak dikaji.

								
To top