KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM teteh by FalahParahiyangan

VIEWS: 254 PAGES: 5

									                      KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM




           Dalam pendidikan islam yang memerlukan sistematisasi yang bagus harus
menggunakan konsep kurikulum yang matang untuk merencanakan dan mempersiapkan
pengajaran pendidikan agama islam. Kurikulum pendidikan islam merupakan konsep
kurikulum yang mempunyai dasar dan landasan filosofis sesuai dengan agama
islam.kurikulum pendidikan islam pada hakekatnya hampir sama dengan kurikulum pada
umumnya cuma dalam kurikulum PAI, Pendidikan Agama Islam, tentunya mempunyai
landasan yang lebih khas, yaitu berdasarkan Islam. Berikut mari kita simak tentang sepertiu
apa gambaran tentang pengertian kurikulum pendidikan:

           Pendidikan agama Islam sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah adalah
merupakan bagian dari kurikulum yang tidak dipisahkan dari mata pelajaran lain. Adapun
yang dimaksud dengan kurikulum menurut konsepsi yang baru adalah sebagai berikut :
“Kurikulum adalah semua pengetahuan, kegiatan-kegiatan atau pengalaman-pengalaman
belajar yang diatur dengan sistematis metodis, yang diterima anak untuk mencapai suatu
tujuan”.

           Secara tradisional kurikulum diartikan sebagai mata pelajaran yang diajarkan di
sekolah. Sedangkan definisi kurikulum yang populer ialah segala pengalaman anak di
sekolah di bawah bimbingan sekolah.Sesuai dengan pengertian kurikulum secara umum,
maka dapatlah diambil suatu pengertian kurikulum pendidikan agama Islam yaitu bahan-
bahan pendidikan agama Islam berupa kegiatan, pengetahuan dan pengalaman yang dengan
sengaja dan sistematis yang diberikan kepada anak didik dalam rangka mencapai tujuan
pendidikan agama Islam. Dengan demikian kurikulum pendidikan agama Islam adalah
totalitas dari suatu pendidikan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas yang berdasarkan
ajaran agama
    A. Pengertian Kurikulum


    Kurikulum berasal dari bahasa yunani, yaitu curere yang berubah menjadi kata benda
curriculum. Kata ini dipakai pertama kali dalam dunia atletik yang diartikan sebagai a race
course, a place for running a chariot. Suatu jarak untuk perlombaan yang harus ditempuh oleh
seorang pelari atau kereta pacu mencapai garis finish.
    Dalam arti sempit kurikulum diartikan sebagai “sejumlah materi yang di sajikan dalam
jangka waktu tertentu untuk mencapai kriteria tertentu sehingga dinyatakan lulus pada
pelajaran tertentu atau sejumlah mata pelajaran yang harus dikuasai dalam kurun waktu
tertentu sehingga dinyatakan lulus pada jenjang pendidikan tertentu. George A. Beauchamp
(1986) mengemukakan bahwa : “ A Curriculun is a written document which may contain
many ingredients, but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment
in given school”. Pendapat lainnya mengemukakan bahwa kurukulumbukan hanya sebagai
serangkaian dokumen tertulis saja melainkan kurikulum lebih dianggap sebagai suatu
pengalaman atau sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan, seperti dikemukakan
oleh Caswel dan Campbell (1935) yang mengatakan bahwa kurikulum … to be composed of
all the experiences children have under the guidance of teachers.
    Perbedaan pengertian Kurikulum diakibatkan perbedaan cara pandang para ahli terhadap
Kurikulum, hal ini memerlukan pembahasan lebih lanjut. Sebagai benang merah dari
perbedaan tersebut Purwadi (2003) membagi pengertian kurikulum menjadi enam bagian
yatu :

    1. Kurikulum sebagai ide
    2. Kurikulum formal berupa dokumen yang dijadikan sebagai pedoman dan panduan
         dalam melaksanakan kurikulum
    3. Kurikulum menurut persepsi pengajar
    4. Kurikulum operasional yang dilaksanakan atau dioprasional kan oleh pengajar di
         kelas
    5. Kurikulum experience yakni kurikulum yang dialami oleh peserta didik
    6. Kurikulum yang diperoleh dari penerapan kurikulum
   Sementara itu kebijakan pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam Undang-
Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa: “Kurikulum
adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta
cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu”


   B. Pengertian Kurikulum Pendidikan Agama Islam

Pengertian kurikulum pendidikan agama Islam sebenarnya tidak jauh berbeda dengan
kurikulum secara umum, perbedaan hanya terletak pada sumber pelajarannya saja.
Sebagaimana yang diutarakan oleh Abdul Majid dalam bukunya Pembelajaran
Agama islam Berbasis Kompetensi, mengatakan bahwa kurikulum Pendidikan
Agama Islam adalah rumusan tentang tujuan, materi, metode dan evaluasi pendidikan
dan evaluasi pendidikan yang bersumber pada ajaran agama Islam. Pendidikan
Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik
untuk mcengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani ajaran Islam, dibarengi
dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya
dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan
bangsa. Menurut Zakiyah Daradjat pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk
membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam
secara menyeluruh.Sedangkan Muhaimin mengemukakan bahwa kurikulum
Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat diartikan sebagai (1) kegiatan menghasilakan
kurikulum PAI; atau (2) proses yang mengaitkan komponen dengan yang lainnya
untuk menghasilkan kurikulum PAI yang lebih baik; dan/atau (3) kegiatan
penyusunan (desain), pelaksanaan, penilaian dan penyempurnaan kurikulum PAI.
   C. Materi pokok pendidikan agama islam


   Materi merupakan alat untuk mencapai tujuan, oleh karena itupenentuan materi harus di
dasarkan pada tujuan yang direncanakan baik darisegi cakupa n, tingkat kesulitan maupun
organisasinya.Menurut   Abdul    Ghofur,   materi    pendidikan   Islam   adalah    bahan-
bahanpendidikan agama Islam yang berupa kegiatan, pengalaman dan pengetahuanyang
disengaja dan sistematis diberikan kepada anak didik dalam rangkamencapai tujuan
PAI.43Jadi materi PAI adalah bahan-bahan yang sengaja diberikan oleh gurukepada anak
didik secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan yang telahditentukan. Adapun ruang
lingkup PAI meliputi keserasian, keselarasan dankeseimbangan, antara lain :a. Hubungan
manusia dengan AllahHubungan vertical antara manusia dengan penciptanyamendapatkan
prioritas pertama dalam penyusunan kurikulum. Karenapokok ajaran inilah yang pertama
perlu ditanamkan pada anak didik.Materi ini mencakup keimanan, rukun Islam dan ikhsan.
Dalil yangberhubungan dengan materi ini antara lain QS Luqman :
Artinya : “dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktuia memberi
pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamumempersekutukan Allah, Sesungguhnya
mempersekutukan(Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".b. Hubungan manusia
dengan sesama manusiaMateri ini mengatur kehidupan manusia sehari-hari, yang
termasukmateri pergaulan (akhlaq) terhadap sesama manusia, antara lain QSLuqman :
Artinya : “dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia(karena sombong) dan
janganlah kamu berjalan di muka bumidengan angkuh.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orangorangyang sombong lagi membanggakan diri.c.
Hubungan manusia dengan alam sekitarnyaManusia diciptakan oleh Allah sebagai khalifah
dibumi yang tidakdapat lepas dari alam termasuk juga makhluk lain dan lingkungan.
Materiyang termasuk aspek ini adalah akhlaq seperti memelihara tumbuhan,berbuat baik dan
sebagainya. Sebagaimana firman Allah QS Al-Baqarah :60??
Artinya : “Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, danjanganlah kamu
berkeliaran di muka bumi dengan berbuatkerusakan. Dari ruang lingkup diatas, Dr.Zuhairini
mengatakan bahwa materipokok pendidikan agama Islam meliputi : masalah keimanan
(Aqidah),masalah keIslaman (Syariah), masalah Ihsan (Akhlaq). Yang dimaksuddari masing-
masing materi pokok tersebut adalah:- Aqidah adalah ajaran tentang keimanan terhadap
keesaan Allah SWT- Syari’ah adalah tata cara pengaturan tentang perilaku manusia
untukmencapai keridhoan Allah SWT.- Akhlaq adalah perangai, ada t tabi’at atau system
perilaku   yangdiperbuat.Dengan      mempelajari    materi-materi    PAI       diharapkan
keberagamaanpeserta   didik   akan   berkembang    sesuai   dengan   yang      diinginkan.
Semuanyaharus disesuaikan dengan kemampuan anak didik pada jenjang tertentu.

								
To top