Skripsi akuntansi Peranan Perilaku Sosial Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan Terhadap Lingkungan Sekitarnya bab4

Document Sample
Skripsi akuntansi Peranan Perilaku Sosial Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan Terhadap Lingkungan Sekitarnya bab4 Powered By Docstoc
					                                                                                 33



                                     BAB IV

                                PEMBAHASAN



4.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian

4.1.1. Deskripsi Umum Perusahaan

       PT. “X” merupakan suatu perusahaan dalam negeri yang berpengalaman

dalam memproduksi berbagai macam pipa baja atau tabung dan berbagai produk

terkait lainnya, serta selalu inovatif dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhan

spesifik para konsumennya.

       PT. “X” didirikan pada tanggal 30 Januari 1971 berdasarkan akta notaris no.

109 dari Djojo Muljadi, SH. Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh

Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. J.A.5/213/10

tanggal 30 Desember 1971 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik

Indonesia No. 42 tanggal 26 Mei 1972, tambahan No. 196. Anggaran Dasar

Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, trakhir dengan akta notaris no.

10 tanggal 5 April 2000 dari Wachid Hasyim, SH. Notaris di Surabaya mengenai

perubahan Anggaran Dasar Perusahaan untuk disesuaikan dengan Undang-undang

perseroan No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas dan Peningkatan Jumlah

Modal Dasar Perusahaan. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari

Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia, dalam surat

keputusannya no. C-10247. HT.01.04.TH 2000 tanggal 15 Mei 2000, serta telah




                                        33
                                                                                  34



diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No 52 tanggal 30 Juni 2000,

tambahan No. 3376.

          Perubahan berkedudukan di Surabaya, Jawa Timur dengan pabrik berlokasi di

Surabaya dan Pasuruan. Kantor pusat perusahaan beralamat di jalan Kalibutuh 189 –

191 Surabaya, serta kantor perwakilan yang beralamat di jalan Pangeran Jayakarta no.

55 Jakarta. Saat ini perusahaan mempekerjakan sekitar 1.433 karyawan pada tahun

2004 dan 1043 karyawan pada tahun 2003 dan mengoperasikan 4 unit pabrik yang

modern dengan luas sebagai berikut :

            Unit I      : Rungkut Industri I – Surabaya, Pipa baja las lurus

               serta jasa galvanisasi

            Unit II     : Rungkut Industri II – Surabaya, Stainless Steel.

            Unit III : Warugunung – Surabaya, pipa baja lals lurus, jasa

               galvanisasi serta jasa fabrikasi.

            Unit IV : Beji – Pasuruan, pipa baja las spiral dan jasa

               pelapisan pipa (coating)


          Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Pemegang Saham

Perusahaan seperti yang tercantum dalam akta No. 95 tanggal 10 Desember 1997 dari

Siti Rachmayanti,S.H., kandidat notaris pengganti dari Adam Kasdarmadji,S.H., para

pemegang saham telah menyetujui penggabungan usaha (merger) dengan

menggunakan metode Polling of Interest dengan Perusahaan Dagang dan Industri PT.

Radjin.




                                             34
                                                                                   35



        Sesuai Akta Perubahan Perjanjian Penggabungan Usaha (merger) No. 17

tanggal 5 Maret 1998 dibuat oleh Drs. H. Ma’us Tamin,S.H. Kandidat notaris

pengganti dari notaris Adam Kasdarmadji,S.H. Para pemegang saham telah

menyetujui perubahan berlaku efektifnya penggabungan tersebut menjadi secara

operasional terhitung satu hari sejak tanggal terakhir dalam bulan di mana perusahaan

mendapatkan persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia atas Akta

Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 97 tanggal 10 Desember

1997.


        Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup perusahaan

adalah Industri Logam, Pipa Baja, serta Pengalbanian Pipa Baja. Perusahaan mulai

beroperasi pada tahun 1972. Hasil produksi perusahaan dipasarkan di dalam dan di

luar negeri termasuk USA, Australia, Singapura dan Timor Timur dan masih banyak

lagi. Produk utama yang dihasilkan PT. “X” adalah :


     1. Carbon Steel, ERW Pipes, NB 3/8” - 8” dengan kapasitas produksi 174.000
         MT/th.

     2. Stainless Steel Pipe, NB 5/8” – 4”, dengan kapasitas produksi 1.500 MT/th.

     3. Spiral Walded Steel Pipe, NB 8” – 12”, dengan kapasitas produksi 120.000
         MT/th.

     4. Steel Pole, dengan kapasitas produksi 30.000 MT/th.




                                         35
                                                                           36



Kegiatan service/jasa yang dilakukan PT. “X” antara lain :


     1. Inside Cement Moor Lining

     2. Outside Wrapping Tape / Coaltar Enamel

     3. Shearing Service

     4. General galvaning

     5. Slitting Service

Selain itu PT. “X” telah mengembangkan usahanya guna memproduksi:


     1. Steel Lighting Pole

     2. Steel Seafolding

     3. General Construction

     4. Galvanized Fish Box

     5. Accessories for Electrical Pole

     6. Fitting Spiral Welded Pipe

     7. Galvanized Steel Construction

     8. Telephone Pole

     9. Steel Palled

       Perusahaan memiliki secara langsung dengan persentase pemilikan 99,99%

yaitu PT. Indoralatama Prima yang bergerak dalam bidang industri pemotongan,




                                          36
                                                                                  37



penipisan, dan pemrosesan plat/lembaran baja yang berlokasi di jalan Kalibutuh 189-

191 Surabaya. Sejak awal tahun 1997 anak perusahaan ini sudah tidak beroperasi lagi.




4.1.2. Struktur Organisasi


       Struktur organisasi suatu perusahaan akan berbeda dengan perusahaan yang

lain. Hal ini disebabkan karena karakteristik dan kebutuhan yang berbeda, sehingga

struktur organisasi setiap perusahaan disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhannya.


       Struktur organisasi merupakan pedoman dalam menggambarkan fungsi-fungsi

yang ada dalam perusahaan. Dengan adanya struktur organisasi yang jelas akan

mempertegas kedudukan dan tugas masing-masing bagian yang ada di dalamnya,

sehingga dapat memperlancar pola kerjasama yang baik demi kelancaran aktivitas

perusahaan.


       Struktur organisasi yang ada pada PT. “X” dapat dilihat pada gambar di

halaman berikutnya, sedangkan untuk lebih jelas atas tugas dan tanggung jawab

masing-masing fungsi akan diuraikan sebagai berikut :




                                        37
     38




38
                                                                                  39



   Pembahasan


   Identifikasi aktivitas sosial perusahaan


       Sesuai dengan ruang lingkup akuntansi pertanggungjawaban sosial yang

diperoleh dari literatur dan juga pengamatan terhadap biaya-biaya yang dikeluarkan

perusahaan, maka aktivitas sosial yang telah dilakukan perusahaan dikelompokkan

menjadi :


                  a. Kontribusi kepada masyarakat.


                  b. Kontribusi terhadap lingkungan hidup


                  c. Kontribusi terhadap sumber daya manusia


                  d. Kontribusi terhadap produk dan jasa


       Kontribusi kepada masyarakat terdiri dari sumbangan sosial serta bantuan

untuk festival dan hiburan rakyat. Sumbangan sosial ini biasanya dikeluarkan oleh

perusahaan untuk membantu organisasi-organisasi nirlaba, organisasi-organisasi

sosial kemasyarakatan dan organisasi warga seperti Rukun Tetangga (RT), Rukun

Warga (RW) atau bahkan instansi pemerintah seperti kelurahan dan kecamatan serta

instansi militer misalnya KODIM, KORAMIL dan Kepolisian. Perusahaan sering ikut

membantu organisasi-organisasi tersebut yang mengajukan permohonan bantuan.

Bantuan itu bisa berupa pemberian uang secara tunai, atau ikut mensponsori kegiatan-




                                        39
                                                                                  40



kegiatan sosial kemasyarakatan seperti festival rakyat dan hiburan rakyat. Pemberian

bantuan tersebut bertujuan untuk semakin mempererat hubungan dengan masyarakat

sekitar, selain itu pemberian sumbangan juga dimaksudkan sebagai sarana publikasi

perusahaan. Sedangkan manfaat lain dari pemberian sumbangan tersebut adalah untuk

memberikan biaya kompensasi terhadap masyarakat sekitar yang mungkin terganggu

dengan adanya aktifitas perusahaan. Distribusi terhadap lingkungan masyarakat ini

dilakukan perusahaan setiap tahun dengan jumlah yang tidak tetap, tergantung dari

kebijakan perusahaan.


       Suatu perusahaan manufaktur akan selalu memanfaatkan sumber daya alam

untuk beroperasi baik langsung maupun tidak langsung. Sebaliknya, hasil dari

operasional tersebut sering menghasilkan efek negatif bagi lingkungan hidup. Itulah

sebabnya setiap tahun perusahaan selalu mengeluarkan biaya pemeliharaan

lingkungan hidup. Biaya tersebut antara lain dipergunakan untuk pembuatan dan

pemeliharaan fasilitas pengolahan air limbah yang ada disekitar lokasi pabrik, yang

mana fasilitas pengolahan air limbah tersebut akan banyak membantu kenyamanan

lingkungan di sekitar pabrik. Selain itu perusahaan juga melakukan pembuatan taman

agar lokasi di sekitar pabrik menjadi terlihat asri.


       Kesejahteraan karyawan mendapat perhatian khusus dari perusahaan karena

hal tersebut berhubungan dengan tingkat produktifitas kerja yang mana secara tidak

langsung juga akan berhubungan dengan laba perusahaan. Oleh karena itu perusahaan




                                            40
                                                                                41



menerapkan program-program yang berhubungan dengan kesejahteraan karyawan

antara lain :


        a. Mengikutkan karyawan pada program Jamsostek.


        b. Memberikan      pengganti   biaya   pengobatan   untuk   karyawan   dan

            keluarganya.


        c. Pelatihan bagi pegawai


        d. Memberikan tunjangan hari tua


        e. Penghargaan khusus bagi karyawan yang berprestasi.


        f. Memberikan pesangon kepada karyawan yang telah lepas hubungan kerja

            dengan pihak perusahaan secara sah.


        Aktifitas yang berhubungan dengan produk dan jasa antara lain adalah

penelitian dan pengembangan terhadap produk dan jasa yang dihasilkan. Penelitian

dan pengembangan produk dan jasa ini terkait dengan keamanan dan kenyamanan

konsumen dalam menggunakan produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Hal

ini penting dilakukan karena konsumen sebagai pengguna produk dan jasa yang

dihasilkan oleh perusahaan pasti akan memilih produk yang aman untuk digunakan

bagi mereka. Selain itu riset pasar juga gencar dilakukan agar perusahaan dapat




                                         41
                                                                                 42



melakukan pemetaan terhadap pasar yang membutuhkan produk dan jasa yang

dihasilkan oleh perusahan.


   Akuntansi Pertanggungjawaban sosial sebagai bentuk tanggung jawab sosial

perusahaan terhadap lingkungannya.


       Pada bagian pendahuluan dan tinjauan pustaka dijelaskan bahwa belum

terdapat bentuk baku pelaporan pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan, akan

tetapi laporan hasil pertanggungjawaban sosial tersebut pada dasarnya sesuai dengan

tujuan untuk memberikan informasi mengenai tanggung jawab sosial yang telah

dilaksanakan perusahaan dengan memberikan sumbangan atau kontribusi kepada

berbagai pihak yang berperan dalam perusahaan. Baik itu pihak internal yaitu

manajemen beserta karyawannya maupun pihak eksternal yaitu masyarakat sekitar.


       Salah satu pendekatan yang digunakan dalam penerapan akuntansi

pertanggungjawaban sosial adalah pendekatan biaya yang dikeluarkan, yang

menggambarkan semua pengeluaran dalam satuan uang untuk setiap kegiatan sosial

yang telah dilakukan perusahaan. Pendekatan ini menyajikan daftar pengeluaran dari

masing-masing aktifitas sosial perusahaan yang diukur dalam satuan uang.

Pendekatan ini dapat menggambarkan comparability, yaitu hasil satu tahun dapat

dibandingkan dengan tahun lainnya, dalam hal-hal yang berhubungan dengan

komitmen keuangan untuk kegiatan sosial.




                                        42
                                                                                  43



       Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, aktivitas sosial yang dilakukan

perusahaan dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu kontribusi perusahaan

kepada masyarakat, lingkungan hidup, sumber daya manusia serta produk dan jasa.

Pengelompokkan ini didasarkan atas pengamatan terhadap rincian biaya-biaya

perusahaan. Besarnya kontribusi perusahaan terhadap masing-masing lingkungan

sosial untuk tahun 2003 dan 2004 dapat dilihat dalam laporan biaya sosial pada tabel

4.1.


       Kontribusi kepada masyarakat menggambarkan peran aktif perusahaan dalam

berinteraksi dengan masyarakat sekitar baik yang bersifat produktif maupun kegiatan

sosial. Kelompok biaya sosial ini terdiri dari sumbangan sosial serta biaya

sponsorship (untuk festival atau hiburan rakyat). Kontribusi terhadap lingkungan

hidup merupakan partisipasi perusahaan dalam merawat dan memperbaiki kondisi

lingkungan hidup. Dalam rincian biaya perusahaan terdapat dua jenis biaya yang

termasuk dalam kategori ini, yaitu biaya pengolahan limbah dan biaya reklamasi

lahan dan pembuatan taman.


       Kontribusi terhadap sumber daya manusia merupakan upaya perusahaan untuk

meningkatkan kesejahteraan karyawannya dengan harapan dapat meningkatkan

kinerja mereka. Karena dengan meningkatnya kinerja karyawan maka produksi

perusahaan dapat meningkat dan akhirnya laba perusahaan menjadi meningkat pula.

Iuran Jamsostek, Tunjangan Hari Raya, pengobatan, pelatihan pegawai dan pesangon

didapatkan dari biaya tenaga kerja langsung, overhead pabrik, biaya penjualan serta



                                        43
                                                                                         44



biaya umum dan administrasi. Penghargaan khusus bagi karyawan didapat dari biaya

lain-lain.

                                           Tabel. 4.1.

                                       PT"X"
                               Laporan Biaya Sosial
             Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2003 dan 2004


                        Uraian                            31-Des-03       31-Des-04

 Kontribusi kepada Masyarakat
 Sumbangan Sosial                                         125.990.700     125.990.700
 Biaya Sponsorship                                         10.250.000      15.000.000
 Total Kontribusi Kepada Masyarakat                       136.240.700     140.990.700
 Proporsi (%)                                                   10,94            9,87

 Kontribusi kepada Lingkungan Hidup
 Pengolahan Limbah                                        100.765.750     120.457.431
 Reklamasi Lahan dan Pembuatan taman                       85.154.650     100.654.741
 Total Kontribusi kepada Lingkungan Hidup                 185.920.400     221.112.172
 Proporsi (%)                                                   14,93           15,47

 Kontribusi kepada Sumber Daya Manusia
 Iuran JAMSOSTEK                                           75.037.523     100.258.963
 Pengobatan                                               112.556.285     200.517.926
 Pelatihan Pegawai                                        300.150.090     357.264.581
 Pesangon dan Sumbangan                                   412.706.374     389.254.156
 Penghargaan Khusus                                        22.511.257      19.512.764
 Total Kontribusi kepada Sumber Daya
 Manusia                                                  922.961.529    1.066.808.390
 Proporsi (%)                                                   74,13            74,66

 TOTAL BIAYA SOSIAL                                      1.245.122.629   1.428.911.262
Sumber : Data Internal Perusahaan yang telah diolah

Dari laporan biaya sosial pada tabel 4.1. tampak bahwa total biaya sosial yang

dialokasikan dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2004 mengalami penurunan

sebesar Rp 434.324.025,75. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh menurunnya angka

penjualan bersih selama tahun 2004. Menurunnya angka penjualan bersih tersebut




                                                44
                                                                                         45



akhirnya mempengaruhi kebijakan perusahaan dalam mengalokasikan sebagian

dananya untuk aktivitas sosial sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial perusahaan.

Diperlukan suatu informasi mengenai perbedaan antara besarnya penurunan

penjualan bersih dengan biaya sosial. Hal ini juga dapat diketahui dari perbandingan

biaya sosial terhadap penjualan bersih dari tahun 2003 dan tahun 2004 yang

tercantum dalam tabel 4.2.

                                            Tabel 4.2.
                          Proporsi Biaya Sosial terhadap Penjualan Bersih
                                                                            Prosentase
                                      2003                2004
                                                                             Kenaikan
 Penjualan Bersih               585.128.500.000       895.270.861.000                34,64
 Biaya Sosial                      1.245.122.629        1.428.911.262                12,86
 Proporsi                                     0,21               0,16                 0,05
Sumber : Data internal Perusahaan yang telah diolah

         Dari tabel 4.2. tampak bahwa pada tahun 2003 penjualan bersih perusahaan

sebesar Rp. 585.128.500.000 sedangkan biaya sosial yang dialokasikan adalah Rp.

1.245.122.629 atau 0,21 % dari penjualan bersih. Sedangkan di tahun 2004 penjualan

bersih    mengalami        kenaikan      yang     cukup   tajam   menjadi    sebesar   Rp,

895.270.861.000,00 atau mengalami kenaikan sebesar 34,64 % dari tahun

sebelumnya sehingga alokasi biaya sosialpun mengalami kenaikan menjadi sebesar

Rp. 1.428.911.262,00 atau mengalami kenaikan sebesar 12,86 % dari tahun

sebelumnya. Sehingga proporsi biaya sosial ditinjau dari jumlah pengeluarannya

mengalami kenaikan sebesar Rp. 183.788.633,00 namun jika dilihat dari prosentase

proporsinya biaya sosial mengalami penurunan sebesar 0,05 % dari tahun sebelumnya

yaitu menjadi 0,21 %.




                                                45
                                                                                 46



       Proporsi biaya sosial untuk Kontribusi kepada masyarakat dilihat dari

prosentasenya mengalami penurunan sebesar 1,07 % dari 10,94 % pada tahun 2003

menjadi 9,87 % pada tahun 2004, namun dilihat dari jumlahnya mengalami kenaikan

sebesar Rp. 4.750.000,00 hal ini disebabkan oleh kontribusi yang diberikan

perusahaan kepada Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW) dan instansi

pemerintah seperti kelurahan dan kecamatan serta instansi militer (KODIM,

KORAMIL dan Kepolisian) setempat tidak dipengaruhi oleh banyaknya produksi.

Sedangkan pada tahun 2004 karena permohonan untuk menjadi sponsor dalam

berbagai kegiatan bertambah maka manajemen mengambil kebijakan menambah

alokasi biaya sponsorship. Namun alokasi tersebut tidak terlalu signifikan terhadap

kenaikan biaya sosial perusahaan.

       Proporsi biaya sosial untuk Kontribusi kepada lingkungan hidup mengalami

kenaikan 0,54 % dari 14,93 % pada tahun 2003 menjadi 15,47 % pada tahun 2004.

Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya tingkat produksi perusahaan sehingga tingkat

pengolahan limbah pun menjadi meningkat hal tersebut juga diikuti dengan

peningkatan biaya untuk melakukan perawatan taman dan reklamasi lahan.

       Peningkatan besarnya biaya pengolahan limbah industri dilakukan oleh

perusahaan dilakukan mengingat meningkatnya volume produksi, sehingga limbah

pabrik menjadi meningkat. Namun peningkatan sebesar Rp. 19.691.681,00 tersebut

sangatlah kecil jika dibandingkan dengan peningkatan volume penjualan yang sebesar

Rp. 310.142.361.000,00 atau hanya sekitar 0,0006 % dari peningkatan volume

penjualan.



                                        46
                                                                                     47



       Sedangkan reklamasi lahan dan pembuatan tanah dilakukan oleh perusahaan

agar lingkungan sekitar perusahaan tetap terjaga keasriannya. Karena dengan

meningkatnya aktivitas perusahaan, maka volume polusi udara juga pasti akan

meningkat. Namun rekalamasi lahan dan pembuatan taman ini tidak secara langsung

dipengaruhi oleh kapasitas produksi perusahaan, karena reklamasi lahan dan

pembuatan taman tetap akan dilakukan meskipun kapasitas produksi menurun.

       Pada proporsi biaya sosial untuk kontribusi kepada sumber daya manusia.

Pada bagian ini walaupun secara jumlah biaya mengalami kenaikan sebesar Rp.

143.846.862,00   dari   Rp.    922.961.529,00    pada   tahun      2003   menjadi   Rp.

1.066.808.390,00 pada tahun 2004 namun secara prosentase hanya meningkat sebesar

0,53 %. Hal ini disebabkan oleh besarnya proporsi untuk kontribusi kepada

masyarakat terhadap total biaya sosial. Hal ini sangatlah wajar, mengingat PT”X”

merupakan perusahaan yang bersifat Labour Insentif sehingga biaya tenaga kerja

memiliki jumlah yang besar dalam struktur biayanya.

       Peningkatan Iuran JAMSOSTEK sebesar 25,16 % dari tahun 2003 yang

sebesar Rp. 75.037.523,00 menjadi Rp. 100.258.963,00 pada tahun 2004 dikarenakan

terjadi peningkatan jumlah pegawai pada tahun 2004. Hal ini dilakukan karena terjadi

peningkatan   permintaan      (demand)   dari   pasar   terhadap    produk,   sehingga

mengakibatkan perusahaan mengambil kebijakan untuk meakukan rekrutmen

pegawai. Namun peningkatan ini tidak terlalau signifikan jika dibandingkan dengan

banyaknya karyawan yang direkrut.




                                         47
                                                                               48



       Peningkatan biaya pengobatan karyawan beserta keluarganya sebesar 43,87 %

dari tahun 2003 yang sebesar Rp. 112.556.285,00 menjadi Rp. 200.517.926,00 pada

tahun 2004 atau meningkat sebesar Rp, 87.961.642,00 tidak secara langsung

dipengaruhi oleh meningkatnya volume produksi perusahaan, namun hanya karena

komitmen manajemen untuk lebih memperhatikan kesejahteraan karyawan beserta

keluarganya. Karena kesejahteraan karyawan beserta keluarganya akan mempunyai

pengaruh secara tidak langsung terhadap ketenangan       kerja karyawan. Kalau

karyawan sudah merasa tenang dalam bekerja, maka produktifitas kerja pun akan

meningkat.

       Peningkatan biaya pelatihan pegawai sebesar 15,99% dari tahun 2003 yang

sebesar Rp. 300.150.090,00 menjadi Rp. 357.264.581,00 atau sebesar Rp.

57.114.491,00 dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah pegawai pada tahun 2004.

Sehingga mengharuskan perusahaan untuk melakukan pelatihan bagi karyawan-

karyawan baru agar karyawan baru tersbut dapat memahami proses produksi yang

ada di perusahaan.

       Penurunan biaya pesangon dan sumbangan sebesar 6,02 % dari tahun 2003

yang sebesar Rp. 412.706.374,00 menjadi Rp. 389.254.156,00 atau sebesar Rp.

23.452.218,00 disebabkan oleh menurunnya jumlah karyawan yang pensiun atau

mengundurkan diri. Hal ini secara tidak langsung disebabkan oleh komitmen

perusahaan   untuk   lebih   memperhatikan   kesejahteraan   karyawan,   sehingga

karyawanpun menjadi merasa nyaman dalam bekerja dan tidak ingin keluar atau

mengundurkan diri.



                                       48
                                                                                    49



       Menurunnya biaya penghargaan khusus sebesar 15,37 % dari tahun 2003 yang

sebesar Rp, 22.511.257,00 menjadi Rp. 19.512.764,00 pada tahun 2004 atau sebesar

Rp. 2.998.493,00 tidak berarti menurunnya prestasi kerja karyawan. Namun hal ini

disebabkan oleh kebijakan manajemen untuk lebih selektif dalam menentukan

kriteria-kriteria bagi karyawan yang berprestasi atau berjasa terhadap perusahaan. Hal

ini juga disebabkan oleh kebijakan manajemen dalam hal kesejahteraan yang telah

ditetapkan oleh perusahaan sehingga karyawan menjadi tidak manja dan seenaknya

sendiri yang pada akhirnya akan merugikan perusahaan.




                                         49

				
DOCUMENT INFO
Description: Skripsi akuntansi Peranan Perilaku Sosial Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan Terhadap Lingkungan Sekitarnya bab4