Pelumasan by leo_polmed by LeoDoloksaribu2

VIEWS: 107 PAGES: 45

									                  Pelumas Mesin
                        dan
                 Sistem Pelumasan
Home Page: http://baen.tamu.edu/users/lepori/
AGSM 201 Slides Page:
<http://baen.tamu.edu/users/lepori/agsm_power_point_slides.htm>
Fungsi pelumas Mesin
1.   Mencegah kontak langsung antar komponen yang
     bergerak relatif satu dgn lainnya
2.   Mereduksi keausan
3.   Mereduksi gesekan
4.   Perapat kompresi
5.   Mereduksi kebisingan
6.   Mendinginkan part-part mesin
7.   Mereduksi karat
8.   Menjaga kebersihan part-part
Organisasi Pemberi Standard
pelumas yang uniform
   S.A.E.
       Society of Automotive Engineers
   A.P.I.
       American Petroleum Institute
   A.S.T.M.
       American Society of Testing & Materials
 American Automobile Manufacturers
  Association
 Engine Manufacturers Association
 I.S.O.
       International Standards Organizations
Sifat-sifat Pelumas Motor

 Viskositas
 Indeks Viscositas (VI)
 Flash Point (titik nyala)
 Pour Point (titik tuang)
 Persen abu sulfat
 Persen seng.
Sifat-sifat Pelumas Motor

 Viskositas
 Indeks Viscositas (VI)
 Flash Point (titik nyala)
 Pour Point (titik tuang)
 Persen abu sulfat
 Persen seng.
Viskositas
   Mengukur “kemampu aliran“
       Kinematic
       Dynamic
   Sifat-sifat –
       Daya tahan untuk mengalir
       Tegangan geser
   Viskositas tinggi – pelumas kental
       Viskositas terlalu tinggi bisa tidak dapat mencapai
        seluruh part
   Viskositas rendah – pelumas encer
       Viskositas terlalu rendah tidak dapat menyediakan
        tegangan yang cukup untuk menahan part dari
        keausan
Viskositas Dinamik &
Kinematik
Pengukuran Viskositas Kinematik




Saybolt Viscometer   Glass capillary viscometers
Pengukuran Viskositas Dinamik




       Typical Brookfield Viscometer
Berat pelumas
 Istilah umumuntuk mengidentifikasi viskositas
  pelumas
 Angka yang di tandai oleh S.A.E.
       Berhubungan dengan viskositas "real" , seperti
        diukur oleh teknik-teknik yang dapat diterima.
       Pengukuran-pengukuran tersebut dilakukan pada
        temperatur spesifik.
       Pelumas yang jatuh pada range tertentu yang
        ditetapkan oleh S.A.E 5, 10, 20, 30, 40, 50.
       W berarti pelumas memenuhi spesifikasi untuk
        viskositas pada 0 F dan karenanya sesuai untuk
        penggunaan di cuaca dingin ( Winter).
_______________________________________________________________
|                                                                 |

|                   SAE Gear Viscosity Number                     |
|   ________________________________________________________      |
|   |75W |80W     |85W|     90            |   140             |   |
|   |____|_____|___|______________|________________________|      |
|
|       SAE Crank Case Viscosity Number                           |
|   ____________________________                                  |
|   |10| 20     | 30 | 40   |    50   |                           |
|   |__|_____|____|_____|______|                                  |
______________________________________________________________
2   4   6   8   10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42
                    viscosity cSt @ 100 degrees C
Sifat-sifat Pelumas Motor

 Viskositas
 Indeks Viskositas (VI)
 Flash Point (titik nyala)
 Pour Point (titik tuang)
 Persen abu sulfat
 Persen seng.
Indeks Viskositas
   Ukuran kemampuan pelumas untuk
    menahan perubahan viskositas saat
    tunduk pada perubahan temperatur.

       Saat temperatur bertambah
         viskositas berkurang.
       Temperatur rendah –
             Viskositas tinggi
       Temperatur tinggi –
             Viskositas rendah
Multi-viskositas/Pelumas Multi-
grade
 Pelumas yang memenuhi persyaratan
  SAE baik untuk temperatur rendah
  untuk light oil dan persyaratan
  temperatur tinggi. Juga dikenal sebagai
  pelumas multiweight.
 Pelumas yang memenuhi persyaratan
  temperatur tinggi dan temperatur
  rendah tertentu secara simultan
 (e.g., SAE l0W-40).
Sifat-sifat Pelumas Motor
 Viskositas
 Indeks Viskositas (VI)

   Flash Point (titik nyala)
       Sampel temperatur minimum pada mana uap dihasilkan
        pada suatu nilai yang memenuhi untuk menghasilkan
        campuran yang dapat terbakar.
   Pour Point (titik tuang)
       Temperatur terendah dimana pelumas dapat dituang.
 Persen abu sulfat
 Persen seng.
Sifat-sifat Pelumas Motor
 Viskositas
 Indeks Viskositas (VI)
 Flash Point (titik nyala)
 Pour Point (titik tuang)

   Persen abu sulfat
        Berapa banyak bahan padat yang tinggal saat minyak
         terbakar.
        Kandungan abu yang tinggi akan cenderung membentuk
         lebih banyak endapan dan deposit dalam mesin.
        Kandungan abu yang rendah juga dapat meningkatkan umur
         pakai katup. Amati pelumas dengan kandungan abu
         rendah.
   Persen seng.
Sifat-sifat Pelumas Motor
   Viskositas
   Indeks Viskositas (VI)
   Flash Point (titik nyala)
   Pour Point (titik tuang)
   Persen abu sulfat
   Persen seng
        Jumlah seng yang dipakai sebagai additive extreme
         pressure dan anti-wear.
        Seng hanya digunakan bila ada kontak aktual antar logam
         dalam mesin, dengan harapan pelumas akan melakukan
         tugasnya dan ini jarang terjadi, tetapi bila ada, paduan seng
         bereaksi dengan logam untuk mencegah scuffing dan
         keausan
        Level 0.11% cukup untuk memproteksi mesin-mesin
         automobile untuk memperpanjang interval penggantian
         pelumas pada penggunaan normal.
Aditif pelumas motor yang umum
 Viscosity index   improvers
   Dugunakan  untuk meningkatkan kualitas
    dasar pelumas, dan untuk menahan
    pelumas mengencer terlalu banyak karena
    pertambahan panas.
 Pour-point depressants
   mencegah   terbentuknya kristal pada
    kondisi ekstrim dingin, dan
    konsekwensinya titik tuang yang lebih
    rendah (temperatur dimana pelumas dapat
    dituang).
Aditif pelumas motor yang umum
 Oxidation inhibitors
   Membantu    mencegah pelumas teroksidasi
    (dengan kata lain, terbakar). Bila pelumas
    teroksidasi, pelumas tsb akan kehilangan
    kemampuannya untuk melindungi mesin.
    Ini juga menghasilkan kandungan
    lumpur/endapan dan mengikat asam yang
    bersifat korosif.
 Rust-corrosion inhibitors
   Mencegah    dan menetralisir air dan oksigen
    dari asam yang meng-etsa logam-logam
    dalam mesin yang membentuk partikel
    karat.Jika korosi ini terjadi, sejumlah asam
    kompleks akan terbentuk dan masalah
    endapan lain akan terjadi.
 Common motor oil additives
 Dispersants
      help the oil to absorb and retain contaminants
      such as dirt or tiny metal particles (from
      engine wear) until the oil passes through the
      oil filter, where the contaminants are trapped.
 Detergents
   help   to remove contaminants from the engine
      components and hold them in the oil until it
      reaches a filter, or until it is changed the next
      time. They don't only clean up a dirty engine.
 Common motor oil additives
 Friction modifiers/wear inhibitors
      "stick" to engine surfaces better, reducing
      friction and improving fuel economy. Oils with
      the "energy conserving" labels contain friction
      modifiers.
 Foam inhibitors (Antifoamants)
   prevent     the oil from being whipped into many
      tiny air bubbles. Air bubbles don't lubricate.
      This also helps prevent sludge formation when
      the emulsion process is a possible threat in an
      engine.
Types of Motor Oils
   Petroleum Based
       Refined from crude oil
       Supplemented with additives
   Synthetic
       Lubricants chemically engineered from pure chemicals
        rather than refined from crude oil.
       Can provide significant advantages over refined oils.
            Longer oil change intervals
            Longer engine life
            Increase gas mileage
       More expensive
 What the h___ is he talking about?

Items that tell us about selecting an oil!
What the h___ is he talking about?


       select an oil for different
 How to
 purposes.

 What to   look for on an oil container.
What Oil
Should
You Use
API “Donut”
Gasoline
Service
Classification
Diesel
Engine
Classification
Lubrication Systems
 Splash
   Dipper

   Slinger

 Force Feed &  Splash
 Full Force Feed
Splash Lubrication
Force Feed and Splash
Full Force Feed
Oil Pump
Oil pump intake screen
Engine Oil Degradation and
Contamination
   Oil thickening
        Oxidation
        Vaporization of lighter
         components
   Fuel
        Hydrocarbon compounds
   Combustion Products
        Carbon
        Water
        Sulphur Oxides
        Fuel chemical additives
   Dust and Dirt
   Metal – from wear of
    components
Oil Filtration Systems


 By-Pass
     –Flow
 Full
 Shunt
Engine
Lubrication
System with
both by-pass
and full-flow
filtration
Two filters provide ability to filter
smaller particles
Filter elements
   Surface
       Pleated paper
       Metal screen
   Depth
       Cotton waste
Changing oil and filters renews
engine protection
 Dirty oil reduces life of an engine.
 Reduce maintenance and increase engine life
  by changing engine oil and filters on a
  regularly scheduled basis.
 Interval between changes depends on
  operating conditions.
 Oil analysis provides management of oil
  change intervals
       Recommend for fleet operations.
Oil Pressure – Important Sensor




Low pressure light indicator
Lubrication Links on the Web
 Motor oils and more
 Motor Oil Functions & Properties
 Selecting motor oils
       API Starburst and Donut
   Motor Oil Additives
   Lubrication Systems
   Filtration Systems
       Sources of oil contaminants
       Filters & filter media
   Synthetic oil base stocks
   Synthetic oil history
   Oil Analysis –
       Example 1
       Example 2

								
To top