Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

SUFI asli

VIEWS: 86 PAGES: 66

									            TAK ADA JALAN UNTUK MAKSIAT

      Ibrahim bin Adham bercerita bahwa ia pernah
didatangi seorang laki-laki ;
      “Wahai Abu Ishak! Saya seorang yang banyak
berdosa, seorang yang zalim, sudikah kiranya Tuan
mengajari saya hidup zuhud, agar kiranya Allah menerangi
jalan hidup saya dan melembutkan hati saya yang kesat ini.”
      Ibrahim bin Adham menjawab,”Kalau kau dapat
memegang teguh enam perkara ini, niscaya engkau akan
selamat.”
      “Apa itu?” Tanyanya.
      “Pertama, bila engkau hendak bermaksiat, janganlah
engkau memakan rizki Allah.”
      “Jika diseluruh penjuru (bumi) ini, baik di barat
maupun di timur, di darat maupun di laut, di kebun dan di
gunung-gunung, ada rizki Allah, maka darimana aku
makan?”
      “Wahai saudaraku, pantaskah engkau memakan rizki
Allah, sementara engkau melanggar peraturanNya?”
      “Tidak, demi Allah! Lalu yang kedua?”
      “Kedua,    bila   engkau   bermaksiat    kepada   Allah,
janganlah engkau tinggal di negeriNya!”
      Lelaki itu menukas,”Tuan Ibrahim, demi Allah yang
kedua ini lebih berat. Bukankah bumi ini milikNya? Kalau
demikian halnya, di mana aku harus tinggal?”
      “Patutkah engkau makan rizki Allah dan tinggal di                “Kelima,   bilamana    datang     munkar   dan   Nakir
bumiNya padahal engkau melakukan maksiat kepadaNya?”           kepadamu, lawanlah kedua malaikat itu dengan seluruh
      “Tidak Tuan Guru!”                                       kekuatanmu, bila kau mampu.”
      “Ketiga, jika engkau hendak berbuat bermaksiat,                “Itu tak mungkin, mustahil,Tuan.”
janganlah engkau melupakan Allah yang Maha Melihat dan               Ibrahim bin Adham kemudian melanjutkan,” Keenam,
beranggapan bahwa Dia lalai kepadamu!”                         bila esok engkau berada disisi Allah SWT dan Dia
      “Tuan Guru, bagaimana mungkin bisa begitu, padahal       menyuruhmu masuk neraka, katakanlah ; Ya Allah, aku tidak
Allah Maha Mengetahui Segala Rahasia dan Melihat setiap        bersedia.”
hati nurani.”                                                        “Wahai Tuan Guru, cukuplah. Cukuplah nasihatmu!”
      “Layakkah engkau menikmati rizkiNya, tinggal di          Jawab lelaki itu, dan ia pun pergi. 
bumiNya dan maksiat kepadaNya, sedangkan Allah Melihat
dan Mengawasimu?”                                                       PANTANG BERKOLUSI DENGAN PENGUASA
      “Tentu saja tidak, wahai Tuan Guru. Lantas apa yang
                                                                     Imam Abu Hanifah dikenal sebagai ulama besar yang
keempat?”
                                                               memegang teguh pada pendiriannya. Sebagai ulama, dia
      “Apabila datang kepadamu malaikat maut hendak
                                                               selalu menjaga jarak dengan penguasa, apalagi penguasa
mencabut            nyawamu,       maka          katakanlah
                                                               yang zhalim. Para penguasa Abbasiyah dan Umaiyah
kepadanya,’tunggulah dulu, aku akan bertaubat!’.” Lelaki itu
                                                               berusaha merebut hati sang Imam, namun ia selalu
menjawab,”Tuan Guru,Itu tidak mungkin. Dan ia tak mungkin
                                                               menjauhi.
mengabulkan permintaanku.”
                                                                     Karena tak mau berkolusi dengan penguasa yang
      Ibrahim bertutur,” Kalau engkau sadar bahwa engkau
                                                               zhalim inilah, Abu Hanifah ddijebloskan ke dalam penjara
tak mungkin mampu menolak keinginannya, maka tentu ia
                                                               oleh Yazid bin Umar bin Hubaira, Gubernur Kufah di zaman
akan datang kepadamu kapan saja, mungkin sebelum
                                                               Khalifah Marwan II. Sang Imam menolak untuk menerima
engkau bertobat.”
                                                               jabatan tinggi dalam pemerintahannya.
      “Benar ucapanmu! Sekarang apa yang kelima?”
                                                                     Setelah dilepaskan dari penjara, Imam menetap 2,5
                                                               tahun di Hijaz sampai khalifah Umaiyah digantikan Bani
                                                               Abbasiyah. Ternyata, pemerintahan baru ini dinilainya lebih
zhalim dari pemerintahan sebelumnya. Maka kembalilah dia               Mendengar gemuruh suara mereka itu, muncullah
ke Kufah, kota asalnya.                                          seorang pelayan dari dalam Villa,”Ada apa kalian kemari?
        Setelah memindahkan ibukotanya dari Hasyimia ke          Kalian menggangu kami!” Ujarnya.
Baghdad, khalifah Abbassiyah II, al-Manshur menawarkan                 Ibnu Bisyar menjawab,”Katakan kepada majikanmu,
kepadanya jabatan sebagai Qadhi Agung, namun ditolaknya.         jangan berbuat kemungkaran dan mencoba melakukannya
Dengan rasa berang khalifah menyemburnya,”Hai Imam,              secara terang-terangan. Kalau ia tidak mau mendengar,
engkau adalah pembohong besar,” katanya.                         kami akan membunuhnya!”
        Apa jawab Imam Abu hanifah? “Tuan, engkau telah                Pelayan itu lalu masuk dan menyampaikan hal itu
menyokong penolakan saya. Seorang pembohong tidak                kepada   majikannya.    Maka    pejabat   itu   pun   berkata,”
pantas menjadi Qadhi Agung,” katanya.                            Bagaimana mungkin mereka dapat membunuhku. Aku
                                                                 memiliki banyak anak buah dan tentaraku banyak!”
             MEMBUNUH DENGAN PEDANG MALAM                              Pelayan itu kembali keluar, menghampiri mereka dan
                                                                 menyampaikan      kata-kata    majikannya.      Kemudian     ia
        Diceritakan   mengenai     seorang   pejabat    tokkoh
                                                                 berkata,”Bagaimana mungkin kalian membunuhnya. Dia
Masyarakat bahwa pada suatu hari ia tengah duduk-duduk,
                                                                 seorang pejabat yang punya banyak anak buah!”
asyik bersantai dan beristirahat di dalam Villanya, di tepi
                                                                       Ibnu   Bisyar    bertutur,”Kami   akan    membunuhnya
pantai sambil menghadapi berbagai macam makanan aneka
                                                                 dengan pedang malam.”
hidangan lezat serta berbagai jenis khamar. Peristiwa ini
                                                                       “Apa itu pedang malam?” Tanya si pelayan.
terjadi pada zaman abdul Hassan bin Bisyar, salah seorang
                                                                       “Kami akan mengangkat tangan, berdo’a kepada Allah
Sufi.
                                                                 SWT,” jawab Ibnu Bisyar.
        Melihat   keadaan   itu,   Abul   hasan   bin   Bisyar
                                                                       Setelah berita itu disampaikan sang pelayan kepada
mengumpulkan jamaahnya, yang terdiri dari orang-orang
                                                                 majikannya, ia pun bergegas meninggalkan perbuatan
shalih, berkerumun di bawah, di depan Villa, yang yang
                                                                 kejinya itu seraya berkata,”Kalau memang itu senjatanya, tak
tinggi megah itu. Mereka serempak membaca Al Qur’an
keras-keras.                                                     ada bagi kita kekuatan untuk melawannya.” 
                    MEMINTA ATAU TIDAK                            setiap kali ia butuh sesuatu Allah SWT membukakan jalan

         Zun-Nun al–Misri bercerita, “Ketika aku tengah duduk     baginya saat itu juga. 

beristirahat, dekat seorang lelaki dikota Mekah, datanglah
seseorang mendekatinya dengan membawa bungkusan                                        ILMU YANG BENAR

berisi uang.                                                             Seorang ulama baru saja didatangi oleh seorang
         “Tidak, aku tidak membutuhkannya,“ katanya kepada        penguasa yang lalim dan beberapa prajuritnya.             Karena
sipembawa bungkusan.                                              banyak perbuatan yang bertentangan dengan fatwa yang
         Sekitar waktu Isya; kulihat lelaki itu berada disebuah   dikeluarkan ulama itu,     dan ingin ulama itu mencabut fatwa
bukit, meminta sesuatu dari orang itu.      M a k a    akupun     yang telah dikeluarkannya itu.
menghampiri dan berkata, “Mengapa kini engkau meminta                    Ulama itu bersikeras sambil berkata, ”Saya tidak akan
sesuatu yang tadi siang tidak kau butuhkan ? Alangkah             pernah mencabut fatwa yang telah saya keluarkan walaupun
baiknya sekiranya engkau tinggalkan perbuatan semacam             akan berhadapan dengan macan yang kelaparan sekalipun.
itu !”                                                            “maka pulanglah penguasa yang lalim itu. Selang beberapa
         “Aku tak tahu tadi bahwa aku masih bisa hidup sampai     hari, penguasa itu kembali lagi kerumah ulama itu tanpa
detik ini.” Katanya menanggapi.                                  seorang pengawal pun.
                                                                         Ulama itu mengira akan terjadi sesuatu pada dirinya.
                AKU TAK BUTUH KEBUTUHAN                           Tapi alangkah herannya ia melihat raut wajah si penguasa.
                                                                  Raut wajah penguasa berubah dari sebelumnya, bahkan
         Abu Ali al-Daqqaq manghikayatkan bahwa ada
                                                                  berkata dengan bibir gemetar, “Saya heran terhadap tuan.”
seorang laki-laki mewarisi harta pusaka.       Ia berkata, “Ya
                                                                         “Apa yang tuan herankan ?”Tanya sang ulama
Ilahi, harta ini akan hamba simpan sebaik-baiknya.           Ia
                                                                         “Menghadapi musuh dimedan perang saya tidak takut,
kuserahkan kepadaMu untuk kemudian Kau kembalikan
                                                                  tetapi tiap kali bartatap mata dengan tuan , seorang ulama
kepadaku, pada saat aku membutuhkannya.”
                                                                  yang   tua   badan    saya    selalu   menggigil.   Apa     yang
         Maka uang itu pun ia sedekahkan, hingga akhirnya
                                                                  menyebabkan saya demikian.”
sepanjang hidupnya ia tak mempunyai kebutuhan, karena
                                                                         Ulama   tersebut    tersenyum    kecil,   dengan    polos
                                                                  berkata, “Lantaran orang alim, jika dengan ilmunya yang
diharapkan semata-mata keridhaan Allah, maka orang alim             saksikanlah, kebun kurmaku aku sedekahkan kepada para
itu akan ditakuti siapapun.    Tetapi, bila kebalikannya, jika      fakir miskin sebagai kifarat atas kelalaian yang telah
dengan ilmunya itu yang dicari hanyalah kedudukan dunia             kulakukan . . .” 
dan harta kekayaan, maka orang alim itulah yang takut
                                                                                     DUDUK DITENGAH MAYIT
kepada siapa pun.” 
                                                                           Sudah menjadi kebiasaan Imam Malik bin Dinar ra.
                 LAPAR UNTUK MENANGIS                               Pada waktu luang ia pergi kekuburan dan duduk-duduk
                                                                    disana.
      Abu Ali al-Daqqaq berkisah, “Ada seseorang datang
                                                                    Pada suatu hari ditanya orang, “Ya Imam Malik, mengapa
berkunjung kerumah seorang syeikh.         ketika dijumpainya,
                                                                    engkau suka duduk-duduk disini, ditengah mayit-mayit ?”
ternyata sang syeikh sedang menangis. Dengan penuh
                                                                           Imam Malik manjawab, “kalau aku duduk ditengah
keheranan, ia bertanya, “Tuan Guru, mengapa tuan
                                                                    mereka, mereka tidak menggangguku, dan apabila aku
menangis ?”
      “Aku lapar. “Jawabnya ?”                                      pergi, mereka tidak menghibah kepadaku.” 

      “Orang semacam tuan menangis karena lapar ?”
tanyanya kembali keheranan. Sang syeikh pun menukas,
“Diamlah kau! Sengaja aku menanggung lapar supaya aku
dapat menangis.” 


     ZUHUDNYA AL FARUQ, UMAR BIN KHATTHAB

        Abdullah bin Umar ra berkata,”Pada suatu hari
                                                                    Hati   manusia       sebening     kaca,    lapisan   dosa   yang
ayahku (Umar bin Khattab) keluar meninjau kebun kurma.
                                                                    dilakukan     adalah     ibarat     debu     yang    menempeli
Setiba didalam kota (Madinah), beliau melihat orang-orang
                                                                    beningnya kaca.  Imam Al Gozali ra
sudah selesai shalat ashar, Umar menyesali diri, dia
berkata,”Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. . ., aku terlambat
shalat ashar berjamaah lantaran kebun kurma. Ya Allah,
                             OASE                                                    PENGADUAN UMAR R.A

      Dzun Nun Al-Mishri sedang berlayar disungai Nil                  Pada suatu hari Umar bin Khattab mengadukan
bersama para santrinya. Tak jauh dari mereka, berlayar juga      perihal   Ali bin    Abi Thalib kepada     Rasulullah     SAW,
banyak perahu; semua mengangkut orang yang sedang                katanya,”Ya Rasulullah, Ali bin Abi Thalib tidak pernah
melakukan rekreasi. Salah satu diantara perahu itu dipenuhi      memulai mengucapkan salam kepadaku. . .”
orang-orang yang suka berhura-hura.          Mereka berteriak-         Mendengar pengaduan itu, Rasulullah SAW segera
teriak, memetik kecapi dan melontarkan kata-kata yang            memanggil Ali ra untuk datang. Lalu Rasul bertanya
memuakkan.                                                       kepadanya,”Ya Ali, benarkah engkau tidak pernah memberi
      Para santri meminta Dzun Nun berdo’a agar perahu           salam terlebih dahulu kepada Umar?”
yang memuat orang-orang “Preman” itu ditenggelamkan.                   Ali bin Abi Thalib ra menjawab,’’Ya Rasulullah, hal itu
Biar mereka tidak mengganggu orang lain.              Dzun Nun   kulakukan     karena     ucapan    Rasulullah    juga     yang
mengangkat tangan berdo’a, “Ya Allah, sebagaimana                mengatakan;”Siapa        yang     mendahului      saudaranya
Engkau memberikan kepada mereka kesenangan hidup                 mengucapkan salam, Allah akan mendirikan baginya istana
didunia, berikan juga kepada mereka kesenangan hidup             di surga;”karena itulah, Ya Rasulullah, aku selalu ingin Umar
akhirat nanti. “para santrinya tentu saja terkejut.              mendahuluiku        mengucapkan   salam    supaya    ia    bisa
      Ketika perahu yang dido’akan itu        mendekat,   para   mendapat istana di surga.” 
penumpangnya melihat wajah sang sufi. Entah bagaimana,
wajah itu mengingatkan mereka kepada Tuhan.             Mereka        SIAPA BUTA DIDUNIA BUTA PULA DIAKHIRAT
menyesal, meminta maaf dan bertobat. Dzun Nun berkata,
                                                                       Setelah turunnya firman Allah SWT dalam surat Al
“Dengan bertobat orang ini memperoleh kesenangan dihari
                                                                 Isra’ ayat 72 : barang siapa yang buta didunia ini, niscaya
akhirat.   Kalian dan mereka semua puas.         Tak ada yang
                                                                 diakhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat
dirugikan.” 
                                                                 dari jalan (yang benar), “Abdullah bin Ummi Maktum,
                                                                 seorang sahabat yang tuna netra itu pergi menghadap
Mata apabila dibalut dengan cinta ia buta akan nista
                                                                 Rasulullah dengan wajah murung. Ia menyangka pengertian
tetapi mata apabila dibalut dengan benci maka ia akan
                                                                 “buta” dalam ayat itu adalah buta mata. “Ya Rasulullah, ayat
melihat yang keji-keji saja.  Sauqi                             itu sesungguhnya membuat hatiku sedih. Aku sudah rela
dengan kebutaan dunia ini, tapi aku tidak sanggup untuk             Benarlah, keesokan harinya para pembesar Romawi
kebutaan di hari akhirat kelak.”                              berkumpul di suatu majelis ikut lagi menanti jawabansi ahli
      Sebelum Rasulullah menjawab pengaduan tersebut,         hikmah. Dengan tenangnya ahli hikmah itu melepaskan dua
Allah Ta’ala berkenan menurunkan ayat lainnya yang            anjing dihadapan mereka. Dasar anjing begitu bertemu
menjelaskan maksud ayat diatas .............. “Sesungguhnya   keduanya saling menerkam dan menyerang sampai
bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang    berdarah.
didalam dada” (QS.AL Hajj 46). Lalu Rasulullah berkata, “Ya         Sementara mereka menyaksikan pertengkaran dua
Ummi Maktum, apakah kamu tidak ridha kalau orang              anjing itu, ahli hikmah melepaskan lagi seekor serigala.
pertama yang melihat Dzat Allah dihari kiamat kelak ?”       Melihat serigala yang memangsanya, tiba-tiba dua anjing itu
                                                              berhenti berkelahi. Keduanya lupa pada pertikaian
            BELAJAR DARI ANJING DAN SERIGALA                  sebelumnya dan sama-sama menghajar serigala lawannya
                                                              tanpa ampun. Maka terjadilah perkelahian dua lawan satu
      Sepeninggal Khulafaur Rasyidin, orang-orang Romawi
                                                              sampai akhirnya serigala itu tewas dikeroyok anjing.
mengira kaum Muslimin dalam keadaan yang lemah. Maka
                                                                    “Semacam itulah, jika kalian menyerang umat Islam
berkumpullah para pembesar Romawi merencanakan
                                                              saat ini,”Kata si ahli hikmah.
penyerangan terhadap umat Islam.
                                                                    Setelah para pembesar Romawi itu merasakannya
      Umat Islam saling berselisih memperebutkan kursi
                                                              dengan pikiran jernih, mereka mengakui kebenaran jalan
Kekhalifahan. Kini kesempatan baik untuk menyerang.
                                                              pikiran ahli hikmah itu. Maka diurungkan niat mereka untuk
Begitu jalan pikiran mereka. Namun seorang ahli hikmah
                                                              melakukan penyerangan terhadap kaum muslimin,” Daripada
yang hadir saat itu berpendapat lain.
                                                              bernasib sial seperti serigala itu,”Kata mereka. 
      “Pendapat kalian tidak benar,” katanya.
                                                              Aku heran melihat manusia pagi dan sore yang
      “Mengapa tidak benar?” Tanya mereka.
                                                              dipandang hanya kecantikan dan keindahan wajahnya
      “Besok akan kujawab, bukan sekarang.”
                                                              saja sedangkan hatinya penuh dengan kotoran, padahal
      “Sekarang saja.”
                                                              wajah hanyalah tempat manusia memandang sedangkan
      “Tidak, besok.”
      “Baiklah,” jawab mereka.                                hati adalah tempat Allah Ta’ala memandang  Imam Al
                                                              Gazali ra
                        30 KALI PULANG BALIK                              Tentu     saja    Abu   Utsman    tak   menanggapinya.
                                                                    Ditinggalkannya orang itu tanpa perasaan jengkel sedikitpun,
      Selama     40      tahun,    betapapun       keadaan   yang
                                                                    karena itu sudah menjadi sikapnya dalam hidupnya. Pasrah.
ditakdirkan Allah kepadanya, Abu Utsman tak pernah
                                                                          Belum      lagi   dia   jauh   melangkah,   orang   itu
menyesal. Dan betapapun orang memperlakukan dia, tak
                                                                    memanggilnya lagi. Dengan sabar, dia menuruti panggilan
pernah ia marah.
                                                                    orang itu. Tetapi begitu Abu Utsman datang, orang itu
      “Aku tak percaya,”gumam seseorang yang tak yakin
                                                                    mengolok-olok lagi. Begitulah 30 kali orang itu memanggil
dengan itu. Maka diundanglah Abu Utsman kerumahnya.
                                                                    dan mengolok-olok dan 30 kali pula Abu Utsman datang dan
Tapi begitu Abu Utsman datang menginjakkan kakinya ke
                                                                    pergi tanpa marah sedikitpun.
rumah orang itu, dia dibentaknya.
                                                                          Begitu melihat ketabahan Abu Utsman, orang itu
      “Hai orang rakus, disini tak ada makanan untukmu.
                                                                    berlutut didepan kakinya dan menangis.
Pergi sajalah,”kata orang itu.
                                                                          “Maafkan aku Abu Utsman. Kau benar-benar orang
      Maka beranjaklah Abu Utsman meninggalkan rumah
                                                                    yang teguh hati.” Sejak itu, orang itu menyatakan diri
orang itu. Tetapi baru saja ia melangkah, orang itu
                                                                    sebagai muridnya.
memanggilnya lagi.
                                                                          “Itu Cuma hal sepele. Anjing pun bila kau perlakukan
      “Syeikh, kemarilah.”
                                                                    semacam aku juga takkan marah. Tetapi manusia kan bukan
      Abu Utsman pun berbalik, namun orang itu malah
melcehkannya.                                                       anjing?” 

      “Apa tak dengar omonganku tadi. Kau ini begitu rakus,
                                                                                  ANTARA BAITUL MAL DAN WANITA
aku benci itu tahu? Nah, pulanglah!”
      Tanpa     sakit     hati    sedikit   pun,    Abu   Utsman          Dihikayatkan dari Yusuf bin al-Asbath, bahwa ia

meninggalkan rumah orang itu lagi. Tetapi begitu dia                b e r k a t a , ”Andaikan ada seseorang mempercayaiku

melangkahkan kaki, lagi-lagi orang itu memanggilnya dan             untuk mengurus Baitul Mal, barang kali aku akan mampu

mengumpatnya lagi.                                                  memelihara amanah tersebut.            Tetapi apa bila aku

      “Hai orang rakus, makan saja batu ini.”                       diamanahi seorang wanita, walaupun seorang negro, untuk
                                                                    duduk-duduk sebentar saja, niscaya aku tak dapat aman dari
                                                                    fitnahnya.”
      “Sesungguhnya aku pernah mendengar dari guruku,                               PENGHUNI SURGA TERAKHIR
Imam Sufyan al-Tsauri, bahwa Allah tidak mengutus seorang
                                                                         Diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah
Nabi melainkan karena khawatir akan fitnah wanita.”               SAW pernah bersabda : ”Aku mengetahui orang paling akhir
                                                                   keluar dari neraka dan paling akhir masuk surga. Dia keluar
                  NASIHAT BUAT SULTAN                              dari api neraka sambil merangkak.”
      Ibnu     al-Simak   bercerita   bahwa   suatu    hari   ia         Allah SWT berkata kepadanya, “Pergi dan masuklah
menemukan khalifah (Harun) al-Rasyid untuk menasihatinya,          kedalam surga.”
“Bertakwalah tuan kepada Allah yang Maha esa, tidak                      Orang itu merangkak mendekati surga dan padanya
sekutu bagi Nya. Ketahuilah, tuan akan dihadapkan pada             terbayang, tentulah surga itu telah penuh sesak, lalu ia
mahkamah Allah, dan akan menghuni salah satu tempat,               kembali serta berkata, “Ya Tuhan, aku dapati surga penuh
yakni surga aatau neraka !”                                        sesak.”
        Al-Rasyid menangis hingga jenggotnya basah oleh                  Allah SWT mengulangi perintah Nya, “Pergi dan
air mata setelah mendengar kata-kata itu.             Tiba-tiba,   masuklah kedalam surga.”
tampillah al-Fadhl bin Rabi’ mendekat Ibnu al-Simak dan                  Orang itu sekali lagi mendekati surga dan sekali lagi
berkata, “Subhanallah ! adakah kesangsian akan masuk               terbayang padanya, mestilah surga itu telah penuh sesak,
surganyaAmirul Mukminin, insya Allah, dengan keadilannya           lalu ia berkata. “Ya Tuhan, aku dapati surga penuh sesak.”
memimpin dan ketakwaannya kepada Allah SWT ?”                            Kemudian Allah SWT bertitah, “Pergilah dan masuklah
Tapi Ibnu al-Simak tidak mempedulikannya, bahkan ia                kedalam surga dan bagianmu seluas sepuluh kali bumi.”
melanjudkan kata-katanya dihadapan khalifah, “wahai Amirul               Mendengar titah Allah SWT tersebut, orang itu
Mukminin, sesungguhnya orang ini (Al Fadhl) tidak akan             berkata,   “Ya    Tuhan,   Apakah    Engkau   mengejek   dan
bersamamu pada hari itu, demi Allah.      Maka bertaqwalah         mentertawakan aku, sedang Engkau adalah maha Raja.”
kepada Allah dan pandangilah dirimu !”                                   Aku melihat Rasulullah SAW kemudian tertawa,
      Harun      Al-Rasyid    kembali    menangis       hingga     sehingga terlihat gigi geraham beliau, sambil berkata, “itu
menimbulkan rasa memelas orang-orang disekililingnya,              adalah kedudukan yang rendah bagi penghuni surga.
sementara al-Fadhl berdiri mematung tanpa bercakap                 “(Muttafaqun Alaih) 
sekalipun. 
           IMAM AL BAQIR DAN ORANG NASRANI                              ORANG KUFAH DAN PEJALAN KAKI

      Seorang Nasrani bermaksud memperolok-olokkan                  Malik Asytar adalah seorang yang bertubuh gemuk
Imam Muhammad bin Ali bin Husain yang digelari orang        dan berperawakan tinggi. Berkali-kali dia diberi kepercayaan
dengan panggilan “al-Baqir” (yang luas pengetahuannya)      untuk    memimpin    pasukan   perang,   peperangan    demi
orang Nasrani itu berkata kepadanya, “Engkau dalah Baqar    peperangan telah membuktikan kepahlawanannya.
(Lembu), “al-Baqar menjawab dengan penuh kelembutan                 Pada suatu hari ia berjalan melewati pasar Kufah
:”Bukan, saya adalah al-Baqir.”                             dengan berpakaian baju gamis dan sorban. Seorang
      Si     Nasrani     tak   menghiraukan   jawabannya.   penduduk Kufah memperhatikan langkahnya, melihat sosok
Selanjudnya ia berkata, “engkau aadalah anak seorang juru   tubuh dengan pakaian yang begitu asing baginya, tiba-tiba
masak.     Engkau adalah seorang anak wanita hitam yang     terlintas pada diri orang itu suatu rencana busuk yang
mulutnya berbau busuk.”                                     langsung ia laksanakan. Ia melempar sesuatu kepada Malik
      “seandainya engkau benar, maka kudoakan semoga        dengan tujuan untuk mengolok-olokkan. Namun Malik terus
wanita itu diampuni Allah, jika engkau bohong, maka ku      berjalan tanpa menggubris perlakuannya, sampai akhirnya
doakan mudah-mudahan Allah mengampunimu.”                   lenyap dari pandangan matanya.
      Ternyata sikap pemaaf Imam dan sifat sebenarnya itu           Rupanya ada seorang yang memperhatikan kelakuan
telah menimbulkan rasa kagum pada diri Nasrani. Akhirnya    orang Kufah tadi, maka ia pun bertanya kepadanya,”Apakah
ia pun memeluk Islam.                                      kau tidak kenal orang yang kau lempar tadi?”
                                                                    “Tidak, dia adalah seorang pejalan kaki yang lewat,
                                                            seperti halnya orang lain?”
                                                                    “Ketahuilah, ia adalah Malik Asytar an-Nakha’I,
Orang yang hanya memikirkan perutnya saja maka nilai        sahabat Amirul Mukminin dan Panglima perangnya.”
dirinya tidak lebih baik dari apa yang dikeluarkan isi              “Diakah MAlik yang apabila singa melihatnya jadi
perutnya  Imam Ali ra                                      gemetar ketakutan, dan apabila musuh mendengar namanya
                                                            disebut orang, maka berdiri bulu kuduknya.”
                                                                    “Tepat apa yang kau katakan”
       Menyadari kelakuannya yang kurang senonoh segera               Ibnu Maskawaih menjawab,”Perbaikilah akhlakmu
orang Kufah itu lari mengejar Malik untuk minta maaf. Akan      lebih dulu, kau lebih perlu memperbaiki akhlakmu daripada
tetapi, ia mendapati Malik telah masuk ke sebuah Masjid,        menentukan luas permukaan kulit buah ini?”
dan ketika ia sampai di Masjid itu, Malik telah melakukan             Kemudian ia memberikan buku pelajaran akhlak yang
Shalat. Ia pun menunggunya sampai selesai. Begitu Malik         kebetulan dibawanya kepada Ibnu Sina. Muka Ibnu Sina
salam, langsung ia merangkul kedua kakinya seraya               merah karena malu dan sejak itu ia memperbaiki akhlaknya
menciumnya, Malik pun bertanya,”apa-apaan ini?”                 beerkat kata-kata Ibnu Maskawaih. 
       “Maaf beribu maaf wahai tuan, atas kekurang
ajaranku, akulah tadi mempermainkan tuan.”                                         DIHADAPAN HAKIM
       Dengan tenang Malik menjawab,”oh tidak apa-apa.
                                                                      Seseorang mengadu kepada Khalifah Umar tentang
Demi Allah, saya masuk ke dalam Masjid ini justru
                                                                persengketaannya dengan Ali bin Abi Thalib. Khalifah Umar
memintakan ampun bagimu.” 
                                                                memanggil keduanya ddalam suatu persidangan. Umar
                                                                berkata kepada Ali,”Wahai Abul Hasan, duduklah kamu di
              IBNU SINA DAN IBNU MASKAWAIH
                                                                samping lawan sengketamu.”
       Ibnu Sina adalah seorang ‘alim yang menguasai ilmu-            Seketika itu juga tampak perubahan air muka Ali,
ilmu yang ada pada masa hidupnya. Masih dalam usia              maka bertanyalah Umar,”Apakah kamu tidak sudi duduk di
belasan tahun, ia telah mendalami ilmu-ilmu filsafat, fisika,   sampingnya?”
eksakta dan ilmu-ilmu agama. Pada suatu hari ia sedang                Ali   menjawab,”Bukan     saya   tak   sudi   duduk   di
mengajar murid-muridnya. Ibnu Maskawaih, seorang ‘alim          sampingnya wahai Amirul Mukminin melainkan saya melihat
yang sangat terkenal, ikut mendatangi ruang belajar tempat      bahwa Amirul Mukminin tidak adil dalam memperlakukan
Ibnu   Sina    sedang   memberikan   pelajaran.   Ibnu   Sina   kami berdua. Amirul Mukminin memanggil saya dengan
melemparkan sebuah jauzah (sejenis pinang) kepada Ibnu          panggilan penghormatan, sedangkan terhadap dia tidak
Maskawaih sambil bertanya dengan sikap sombong.                 demikian.” 
       “Berapakah luas permukaan kulit dari buah ini?”          Jangan melihat siapayang mengatakan tetapi lihat apa
                                                                yang dikatakan.  Imam Ali ra
                        MENGEJEK                                                 DIPLOMASI KHALIFAH ALI

      Ibnu Rumi, atau yang di kenal pula dengan nama Ali              Ali bin Abi Thalib adalah Khalifah keempat setelah
ibnul Abbas al-Baghdadi, adalah seorang penyair terkenal        Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan.
yang gemar mengejek. Pada suatu saat, dia hadir pada            Otaknya cerdas, pemberani lagi. Dia termasuk pemuda yang
majelis Khalifah al-Mu’tadhid. Disitu ada pula Menteri Qosim    pertama kali mengakui kenabian Muhammad.
bin Ubaidillah. Ibnu Rumi adalah seorang pengejek yang                Sebagai politikus, dia memiliki kepandaian sebagai
tidak takut siapapun. Sementara Menteri khawatir terhadap       seorang    diplomat.   Suatu    hari   datang    seseorang
lidahnya, dan mencari kesempatan untuk menghukum Ibnu           mengkritiknya.
Rumi. Akan tetapi kesempatan tersebut belum juga ia                   “wahai amirul Mukminin, pada zaman Khalifah Abu
dapatkan. Baru kali inilah agaknya kesempatan itu datang        bakar dan Umar, suasana negara ini selalu aman dan
kepadanya.    Oleh    karena   itu,   dia   menyuruh    orang   tentram. Tak ada kekacauan dan perselisihan. Tetapi
memasukkan racun kedalam makanan Ibnu Rumi. Tatkala             sekarang setelah tuan menjabat sebagai Khalifah, keadaan
makanan itu dimakan oleh Ibnu Rumi, maka tahulah ia             negara tak setenang dulu. Banyak terjadi kekacauan, apa
bahwa    Menteri     Qosim   telah    berhasil   melaksanakan   sebabnya?”
maksudnya. Lalu bangkitlah ia hendak keluar.                          Ali tahu bahwa orang ini Cuma pintar mengritik, tetapi
      “Kemanakah engkau,hai Ibnu Rumi?”tegur Menteri            tidak mau berbuat sesuatu. Maka secara diplomatis Khalifah
kepadanya.                                                      Ali menjawab,”Tentu saja, sebab di zaman Abu Bakar dan
      “Ketempat yang engkau kirim aku kesana.”                  Umar sebagai Khalifah dulu, rakyatnya terdiri atas orang-
      “Sampaikan salamku kepada ibu bapakku.”                   orang seperti aku maka amanlah negeri ini. Sebaliknya, saat
      Ibnu Rumi menjawab,”Aku tidak pergi ke neraka, jadi       aku menjabat Khalifah, rakyatnya terdiri atas orang-orang
aku takkan bertemu dengan mereka berdua, dan salam dari         seperti kamu, maka rusaklah negeri ini,” kata Ali sambil
tuan takkan dapat aku sampaikan kepada mereka.”                 tersenyum. 
      Sesudah itu Ibnu Rumi pulang kerumah, tempat ia
menunggu ajalnya. 
            IMAM ZAHID DAN REZEKI ALLAH                                         AHNAF MEMILIH DIAM

      Imam Zahid ingin meyakinkan rezeki Allah kepada                Dari bejana yang dipukul, dapat diketahui utuh
hambaNya, suatu hari dia pergi naik gunung dan duduk        tidaknya bejana itu. Begitulah kata seorang ahli hikmah.
dimulut gua,”Aku ingin tahu bagaimana Allah memberi         Maka ketika Khalifah Muawiyah mengajak Ahnaf bin Qais
makan kepadaku,” katanya.                                   untuk bermusyawarah tentang Yazid penggantinya, Ahnaf
      Tiba-tiba datang serombongan kafilah dagang yang      memilih diam.
tersesat. Ketika hujan turun, mereka berteduh di gua itu.            “Mengapa anda cuma diam?” kata khalifah agak
      “Siapakah engkau wahai hamba Allah?” Tanya            marah.
mereka. Imam Zahid tak menjawab, karena tak ada jawaban,             “Bila saya menentang Khalifah, nanti membuat tuan
mereka pun curiga. Kasihan orang ini pasti kelaparan,       marah. Jika saya membenarkan tuan, saya akan dimurkai
sampai tak kuat berkata sepatah pun.                        Allah.     Kemurkaan      Amirul   Mukminin   lebih   ringan
      Maka sibuklah Kafilah dagang itu membuat makanan      dibandingkan kemurkaan Allah. Karena itu lebih baik akku
susu dan manisan lalu disuguhkan. Sekali lagi, Imam Zahid   memilih diam,”katanya.
tak mau menyentuhnya, apalagi memakannya.                            “Benar anda,”kata Khalifah.
      Karena merasa kasihan melihatnya, diantara mereka              Menurut ahli Hikmah Hasan al-Basri, hati seorang
ada yang nekat membuka mulut Imam Zahid untuk               bodoh terletak dibelakang lidahnya. Bila ingin bicara,
memasukkan sepotong roti ke perutnya. Begitu kuatnya gigi   langsung saja diucapkan. Sebaliknya, lidah orang yang
merapat, mereka sampai mencongkel dengan pisau.             berakal terletak dibelakang hatinya. Bila mau bicara, tentu
      Tak tahan melihat ulah mereka, maka tertawalah        dipikirkan dulu. Jika memang tak membawa manfaat dan
Imam Zahid dan berkata,”Seebenarnya aku tidak kelaparan.    membuat bencana, lebih baik diam seperti yang dilakukan
Aku hanya ingin mencoba bagaimana Allah memberi rezeki      oleh Ahnaf bin Qais itu. Disinilah pepatah mengatakan. Diam
kepada hambaNya, dimana saja berada dan bagaimana pun       itu emas dan bicara itu perak. 
juga keadaannya.” 
        KENDARAAN IBRAHIM BIN ADHAM MENUJU                        syukur. Bila takdir menimpa saya hingga belum juga sampai
                    BAITULLAH
                                                                  ketempat tujuan, maka saya menggunakan kendaraan ridha.
        Seorang pemuda gagah sedang dalam perjalanan              Jika saya tersesat kejalan buntu atau tanpa ujung, maka
menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Dikendarainya seekor         saya menggunakan kendaraan tawakkal. Itulah kendaraan
kuda yang gagah perkasa karena rute yang ditempuh                 saya, anak muda,” jawab lelaki tua itu.
memang teeramat jauh. Belum lagi cuaca dipadang pasir                      Mendengar       jawaban      itu,     si       peemuda
yang teramat menyengat.                                           tertegun.”ternyata bapak memiliki kendaraan yang bisa
        Ditengah perjalanan pemuda itu berjumpa dengan            meluncur kesegala zaman dan situasi,” katanya.
seorang lelaki tua yang berjalan tertatih-tatih. Tentu saja dia            Siapakah lelaki tua itu? Dia adalah Ibrahim bin
menjadi keheranan.                                                Adham, seorang ahli tasawwuf dan ahli hikmah yang sangat
        “Hai Pak tua, Bapak mau kemana. Panas-panas               terkenal. Dari lidahnya sering terungkap kata-kata hikmah
begini bapak cuma jalan kaki?”Tanya pemuda itu.                   yang berharga seperti yang dikatakannya kepada pemuda
        “Saya akan menuju baitullah menunaikan ibadah haji”,      itu. 
jawab lelaki tua itu.
        “Apakah bapak ini sudah gila. Baitullah itu jauh dari                       RAHASIA PANJANG UMUR
sini.   Semua     orang   yang    menuju    ke    sana    mesti
                                                                           Ingin tambah rezeki? Pererat tali persaudaraan. Ingin
menggunakan kendaraan. Tidak berjalan kaki seperti bapak
                                                                  tambah panjang umur? Pererat tali persaudaraan. Ya
ini. Bagaimana akan sampai ke tujuan?” kata pemuda itu
                                                                  menjalin hubungan silaturrahmi memang sangat diharapkan
setengah melecehkan.
                                                                  Allah.
        “Wahai anak muda. Saya ini ke Baitullah juga
                                                                           Suatu   hari   malaikat   Izrail    pencabut     nyawa
menggunakan       kendaraan.     Hanya     kamu   tidak    bisa
                                                                  memberitahukan kepada Nabi Daud, bahwa si fulan kurang
melihatnya.” Jawab nya kalem.
                                                                  enam hari lagi akan dicabut nyawanya. Tetapi sampai dead
        “Mana kendaraanmu itu?”Tanya pemuda keheranan.
                                                                  line itu terlewati, orang itu belum juga di cabut nyawanya.
        “Jika saya melewati jalan sukar yang mendaki, saya
                                                                           “Mengapa orang yang kau katakana itu masih hidup?”
menggunakan kendaraan sabar. Jika jalannya mudah,
                                                                  Tanya Nabi Daud.
lempang dan mendatar, saya menggunakan kendaraan
      “Sebenarnya akku sudah akan mencabut nyawanya,                         CENDEKIAWAN YANG TOLOL
tetapi Allah memerintahkan untuk menundanya.”
                                                                     Seorang cendekiawan terkemuka dikota Bashrah
      “Mengapa?”
                                                             mengunjungi Rabi’ah yang sedang sakit. Sambil duduk disisi
      “Sejak aku mengatakan kepadamu Daud, dia rajin
                                                             tidur tempat Rabi’ah, cendekia itu mencaci maki dunia.
menyambung tali persaudaraan dengan sesama saudaranya
                                                                     Tanpa          ragu            Rabi’ah               berkata
yang sudah putus. Karena itu Allah memberi tambahan umur
                                                             kepadanya,”sesungguhnya engkau sangat mencintai dunia
20 tahun,”kata Malaikat.                                    ini. Jika engkau tidak mencintai dunia tentu engkau tidak
                                                             menyebut-nyebutnya      berulangkali        seperti   ini.   Seorang
                JIKA SANG GURU MARAH                         pembelilah yang senantiasa mencela barang yang hendak
      “Apabila guru marah kepada kalian, apakah kalian       dibelinya. Jika engkau tidak merasa berkepentingan dengan
tahu?” seseorang bertanya kepada keluarga Tirmidzi.          dunia ini tentulah engkau tidak akan memuji-muji atau
      “Ya, kami tahu,”Jawab mereka,”setiap kali ia marah     memburuk-burukkannya. Engkau menyebut-nyebut dunia
kepada kami, maka ia brsikap lebih ramah daripada            seperti kata sebuah peribahasa, barangsiapa mencintai
biasanya, kemudian ia tidak mau makan dan minum. Ia          sesuatu hal maka ia sering menyebut-nyebutnya.” 
menangis dan memohon kepada Allah,’Ya Allah, apakah
perbuatanku yang menimbulkan murka-Mu sehingga Engkau                            MENIMBUN KEKAYAAN
membuat keluargaku sendiri meneentangku?Ya allah, aku
                                                                     Ahnaf bin Qais ra berkata; Ketika saya duduk dengan
memohon ampun-Mu! Tunjukkanlah mereka jalan yang
                                                             pemuka-pemuka Quraisy, tiba-tiba datang seorang tampan,
benar!’ Apabila ia bersifat seperti demikian, tahulah kami
                                                             bentuk, rambut dan pakaiannya, lalu memberi salam dan
bahwa ia sedang marah. Dan segeralah kami beertaubat
                                                             berkata,”sampaikan     berita   kepada         orang-orang      yang
agar ia lepas dati duka citanya.”                           menimbun kekayaan akan mendapat lempengan dari neraka
                                                             jahannam kemudian diletakkan ditelek mereka dan keluar
                                                             dari bahu mereka, kemudian diletakkan bahu dan keluar dari
                                                             telek     mereka,     sehingga         ia       bergoyang-goyang
                                                             kesakitan,”kemudian orang itu duduk bersandarkan cagak
                                                             masjid, lalu saya mendekatinya dan berkata padanya:”orang-
orang nampak kurang senang menerima keteranganmu                                         WAHAN
itu,”jawabnya,”mereka tidak mengerti apa-apa. (Riwayat
                                                                    “Akan      datang    suatu       masa        dalam    waktu
Bukhari, Muslim)                                           dekat,”Sabda Rasullullah SAW kepada para sahabatnya,
                                                            “ketika bangsa-bangsa bersatu padu mengalahkan kalian.
    SEMBILAN PERJALANAN WALI (AULIA ALLAH)                  Mereka seperti gerombolan orang rakus yang berkerumun
      1. Taubat                                             untuk berebut hidangan yang ada disekitar mereka.”
      2. Qana’ah                                                    “Apakah karena kami ketika itu sedikit ?” Tanya
      3. Zuhud                                              seorang sahabat.
      4. Menuntut ilmu syariat                                      “Tidak ! Bahkan jumlah kalian waktu itu sangat
      5. Memelihara yang sunat                              banyak, tetapi keadaan kalian bagaikan buih diatas lautan.
      6. Tawakkal                                           (Ketika itu) Allah SWT telah mencabut rasa takut kepadamu
      7. Ikhlas                                             dari hati musuh-musuh kalian, dan Allah telah menancapkan
      8. Uzlah                                              didalam hati kalian wahn.”
      9. Memelihara waktu                                           “Ya Rosulullah, apa yang dimaksud dengan wahn ?”
                                                                    “Cinta kepada dunia dan takut (benci) kepada mati.”
                                                            (HR. BUKHARI) 
                                                                                         MUFLIS
      Tidak ada kemenangan kecuali dengan kekuatan,
                                                                    Rasulullah Saw bersabda, “Tahukah kalian siapa
tidak ada kekuatan kecuali dengan persatuan, tidak ada
                                                            orang   yang    bangkrut      (muflis)   itu    ?”    jawab    para
persatuan   kecuali   dengan     keutamaan,   tidak   ada
                                                            sahabat,”orang yang tidak lagi punya uang dan harta,”
keutamaan kecuali dengan Islam. Islam tidak bisa hidup
                                                            kemudian Nabi saw bersabda,”sesungguhnya orang yang
kecuali dengan Da’wah, Da’wah tidak bisa berjalan
                                                            bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari
kecuali dengan jihad, dan jihad tidak dapat berjalan
                                                            kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat.
kecuali dengan landasan Iman  Umar bin Khattab ra          Tetapi disamping itu juga membawa dosa karena mencaci
                                                            maki orang, menuduh dengan tuduhan palsu, memukul
                                                            orang, mengambil harta orang dan membunuh/menganiaya
orang, maka diberikan pahala kebaikannya kepada orang-                6. Ilmu tidak dapat dicuri sedangkan harta dapat
orang yang telah dizalimi.     Dan bila telah habis pahala                dicuri.
kebaikannya sementara belum terbayar semua tuntutan                   7. Ilmu tidak pernah rusak oleh waktu atau sebab
orang yang dizalimi, maka akan diberikan semua keburukan                  dipakai sedangkan harta bisa rusak.
orang yang dizalimi kepada orang itu, kemudian ia                     8. Ilmu tidak terbatas sedangkan harta terbatas.
dilemparkan kedalam neraka.” (HR. MUSLIM)                            9. Ilmu dapat menerangi fikiran sedangkan harta
                                                                          cenderung untuk membuat fikiran beku.
                     KEUTAMAAN ILMU                                   10. Ilmu mengajak manusia mengabdi kepada Tuhan
                                                                          sedangkan         harta        mendorong   manusia
       Diriwayatkan bahwa suatu hari Imam Ali ditemui
                                                                          menganggap dirinya sebagai tuhan. 
beberapa orang, mereka ingin mengajukan pertanyaan, Ali
mempersilahkannya.
                                                                                             SUFI
       “Mengenai ilmu dan harta, manakah yang lebih baik
dan mengapa,”Tanya mereka. Jawab Ali bin Abi Thalib ra :              Sebagian orang sufi itu kawin dengan seorang wanita
      1. Ilmu warisan Rasulullah sedangkan harta warisan       yang jelek akhlaknya. Maka ia berlaku sabar atas akhlak
         Fir’aun. Jadi ilmu lebih baik dari harta.             wanita itu, lalu orang bertanya kepadanya, “mengapa tidak
      2. Ilmu menjaga kita sedangkan harta kita yang           engkau ceraikan saja ?”. Orang sufi tadi menjawab,”aku
         menjaga. Jadi ilmu lebih mulia.                       takut nanti ia dikawini oleh orang yang tidak sabar akan
      3. Ilmu membuat kita banyak teman sedangkan harta        sikapnya, lalu ia sakiti wanita itu.” 
         membuat kita banyak musuh.          Jadi ilmu lebih
         bernilai.
      4. Ilmu jika diberikan kepada orang lain bertambah       Penglihatan yang penuh dengan cinta akan menutupi
         sedangkan harta jika diberikan berkurang.             semua kekurangan. Sedangkan penglihatan dengan
      5. Ilmu cenderung membuat kiita menjadi dermawan         kebencian akan menampakkan semua keburukan. Bila
         sedangkan     harta    cenderung     membuat   kita   yang dicintai berbuat satu kesalahan, maka beribu-ribu
         menjadi pelit dan kikir.                              kebaikannya akan disebutkan  Imam Al Gazali ra
                          SURGA RINDU                                            Sesungguhnya sengatan delima akan didapati oleh
                                                                      manusia sakitnya pada hari kiamat, sedangkan sengatan
        Rasulullah Saw bersabda, ”Surga rindu pada empat
                                                                      lalat akan didapati sakitnya didunia. Aku tinggalkan orang
macam manusia yaitu orang yang gemar membaca Al-qur’an
(Taliyyil Qur’an), orang yang memberi makan orang yang                tersebut dan aku pergi. 

kelaparan,      orang    yang    melaksanakan    puasa     dibulan
                                                                                     PUASA SUNAT BULAN ZULHIJJAH
Ramadhan, orang yang pandai menjaga lidahnya.” 
                                                                                 Sebagian      ulama   mengatakan    :   Siapa    yang
                        SENGATAN DELIMA                               melaksanakan puasa pada 10 hari dalam bulan zulhijjah
                                                                      maka Allah akan memuliakan dengan 10 macam perkara
          Ibrahim Al-Khawwash berkata : ”Pada suatu kali aku
                                                                      yaitu :
berada pada pegunungan Al-Lukan (Syiria).              Aku melihat
                                                                                1. Diberikan keberkahan pada umurnya
buah delima, lalu timbul keinginanku pada buah delima itu,
                                                                                2. Diberikan tambahan pada hartanya
kemudian aku ambil sebuah, aku belah dan aku dapati
                                                                                3. Diberikan penjagaaan dan perlindungan pada
rasanya masam, aku pergi meninggalkan buah delima itu.
                                                                                   keluarganya
Aku melihat orang laki-laki tercampak diatas tanah dan telah
                                                                                4. Diampuni segala dosa dan kesalahannya
berkumpul lalat-lalat pada tubuhnya, aku memberi salam,
                                                                                5. Diberikan balasan yang berlipat ganda dari
dengan        ucapan    Assalaamu’alaikum”.       Ia    menjawab’
                                                                                   kebaikan yang dilakukannya
“Wa’alaikumsalamu        ya     Ibrahim   !”.   Aku    bertanya   :
                                                                                6. Diberikan     kemudahan      dalam    menghadapi
“Bagaimana engkau mengenalku ?”, ia menjawab :”Siapa
                                                                                   sakaratul maut
yang mengenal Allah Azza wa jalla, niscaya tiada satupun
                                                                                7. Diberikan terang dalam kuburnya
tersembunyi kepadanya”,           Aku menjawab :”aku melihat
                                                                                8. Diberikan keringanan timbangan akhiratnya
bagimu suatu hal serta Allah Azza wa jalla. Jikalau kamu
                                                                                9. Diberikan    keselamatan   dari   segala      macam
bermohon kepadaNya untuk dipeliharaNya engkau dari lalat-
                                                                                   bencana
lalat itu.”
          Ia menjawab :”akupun melihat bagimu suatu hal                         10. Diberikan ketinggian derajat kepadanya. 

serta Allah Ta’ala.      Jikalau engkau memohon kepadaNya
untuk dipeliharaNya dari keinginan kepada buah delima.”
                    RUSAKNYA SUNNAH
                                                                                          ZUHUD
        Rasulullah SAW bersabda ;”Pasti akan datang pada
manusia suatu masa dimana Sunnahku pada waktu itu                     Nabi       kedatangan      seseorang,           dan       ia
menjadi rusak bagaikan rusaknya pakaian pada badan, dan         menanyakan,”Wahai Rasulullah SAW, siapakah orang yang
timbullah bid’ah. Barangsiapa mengikuti Sunnahku pada           paling zuhud itu?” Jawab Rasul,” Yaitu orang yang tak
waktu itu maka jadilah ia asing (aneh) dan menjadi sendirian.   pernah       melupakan   kubur   dan         cobaan   ;     selalu
Dan barangsiapa mengikuti bid’ah (kemodelan) manusia,           mengutamakan hal-hal yang mengekalkan dibanding hal-hal
maka dia akan mendapatkan lima puluh kawan bahkan lebih         yang membuat rusak ; tak pernah menangguhkan hari-
banyak,” Para sahabat bertanya,”Apakah sesudah kami ini         harinya hingga besok, juga memperhitungkan bahwa dirinya
nanti ada orang yang lebih utama daripada kami?” Beliau         akan mati.” (HR. Ibnu Abid Dunya) 
bersabda,”Ya, ada,” Mereka bertanya lagi,” Apakah mereka
masih     melihat   engkau,   wahai    Rasulullah?”    Beliau                    KAUM DARWIS DI NERAKA
bersabda,”Tidak,”   Mereka    berkata,”Bagaimana      keadaan
                                                                      Suatu malam seseorang bermimpi, bahwa ia melihat
mereka pada waktu itu?” Beliau bersabda,” seperti garam
                                                                seorang raja berada di surga sedang seorang darwis berada
didalam air. Hati mereka meleleh seperti melelehnya garam
                                                                di neraka.
didalam air.” Mereka bertanya,” Bagaimana hidup mereka
                                                                      Orang      yang    bermimpi      itu     bertanya,”apakah
pada zaman itu?” Beliau bersabda,” Seperti ulat didalam
                                                                maksudnya? Menurutku kedudukan tersebut terbalik?”
cuka,” Mereka berkata,” Bagaimana mereka menjaga agama
                                                                      Sebuah suara menjawab,” Si raja berada di surga
mereka?” Beliau bersabda,” Seperti bara didalam tangan,
                                                                karena ia menghormati kaum darwis. Si darwis di neraka
apabila dia meletakkannya, bara itu akan mati. Dan apabila
                                                                karena ia berkompromi dengan raja.” 
dia tetap memegangnya, pasti bara membakar tangannya.”

                                                                                 KUDA MUHAMMAD BIN ISA

Sesungguhnya dzikir kepada Allah akan dapat menyakiti                 Muhammad bin Isa, salah seorang sahabat pemimpin

syaitan, seperti penyakit yang menyerang lambung anak           umat, suatu hari berkuda melintasi jalanan di Baghdad
                                                                diiringi pelayan dalam jumlah banyak. Orang-orang pun
adam  Hadits
saling bertanya;” siapakah laki-laki itu begitu mempesona,            keramaian dan mengkhusu’ kan diri kepada Allah sehingga
kudanya bagus, begitu kaya?”                                          kita tidak pernah lupa kepadaNya walau sesaat pun.” 
      Dan seorang perempuan tua yang berjalan tertatih-
tatih di antara mereka menjawab,”Itu orang miskin, bukan                     TUJUH GOLONGAN DALAM NAUNGAN ALLAH
orang kaya, karena jika Allah meniadakan kesenangannya,
                                                                             Rasulullah SAW bersabda,” Tujuh orang yang bakal
ia tidak akan memiliki benda seperti sekarang.”
                                                                      Allah naungi dengan RahmatNya pada naungan arasy dihari
      Mendengar itu, Muhammad bin Musa turun dari
                                                                      yang tiada naungan selain naunganNya ialah ; (1) Penguasa
kudanya yang sehat dan bagus, dan mengakui bahwa
                                                                      yang    adil,   (2)   seorang   remaja   yang   mengawali
memang       begitulah   keadaannya,    sejak     saat   itu    ia
                                                                      keremajaannya dengan beribadah kepada Allah Ta’ala, (3)
meninggalkan keinginannya untuk memamerkan kekayaan.
                                                                      Dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni yang

                                                                      keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, (4) Seorang
                         KEHIDUPAN
                                                                      laki-laki yang ketika di rayu oleh perempuan yang cantik
      Sari    as-Saqathi    adalah     orang    pertama        kali   rupawan, lalu menjawab,’sungguh aku takut kepada Allah
mengajarkan kebenaran mistik dan peleburan sufi di kota               Tuhan seru sekalian alam,’ (5) Seorang yang berdzikir
Baghdad. Kebanyakan tokoh-tokoh sufi di Baghdad adalah                kepada Allah SWT di tempat yang sunyi kemudian kedua
murid-muridnya.                                                       matanya mencucurkan air mata karena takut kepada Allah
      Pada mulanya Sari tinggal di kota Baghdad dimana ia             SWT, (6) Seorang yang mengeluarkan sedekah dengan
mempunyai sebuah took. Setiap hari jika hendak shalat,                tangan kanannya kemudian disembunyikannya, sampai
digantungkan sebuah tirai didepan toko pintunya.                      tangan kirinya tidak mengerti apa yang diperbuat oleh
      Pada suatu hari datanglah seseorang dari gunung                 tangan kanannya, (7) Seorang laki-laki yang hatinya
Lukam mengunjunginya. Dengan menyibakkan tirai itu ia                 dipertautkan dengan massjid-masjid.” (HR. Bukhari Muslim)
mengucapkan salam kepada Sari dan berkata,”Syeikh dari                
gunung Lukam mengirim salam kepadamu.”
      Sari menyahut,”Si Syeikh hidup menyepi di atas
gunung dan oleh karena itu segala jerih payahnya tidak
bermanfaat. Seorang manusia harus dapat hidup ditengah
                          DUNIA                                 Berbekallah taqwa, sebab engkau tidak tahu apabila
                                                                malam telah larut, masih hidupkah engkau sampai esok
      Dari Abu Said Al Khudri, Rasulullah SAW bersabda,”
                                                                hari. Banyak orang mati tanpa sebab apa-apa dan
Sesungguhnya dunia ini sangat manis dan indah. Kemudian
                                                                banyak juga orang yang sakit payah dapat bertahan
Allah menyerahkannya kepada kalian, lalu Dia akan melihat
bagaimana kalian berbuat. Maka takutlah kalian kepada           hidup lama  Sauqi

dunia dan terhadap para wanita. Sesungguhnya fitnah
pertama yang terjadi pada kaum Bani Israil ada didalam para                     DIALOG TENTANG LISAN

wanita.” (HR. Muslim)                                                Dalam sebuah Hadits Riwayat Tirmdzi, di kisahkan
                                                                tentang dialog antara Rasulullah SAW dengan Muadz.
               FADHILAH SHALAT DHUHA                                  “Maukah kau kuberitahu tentang tiang penyangga
                                                                segalanya?” Kata Rasulullah SAW.
      Rasulullah   SAW    bersabda,”     Barangsiapa   shalat
                                                                      “Tentu saja, Ya Rasulullah,” Jawab Muadz.
Dhuha dua rakaat, maka tidak akan tercatat sebagai orang-
                                                                      “Peganglah ini,” kata Rasulullah sambil memegang
orang yang lupa. Siapa yang shalat Dhuha empat rakaat,
                                                                lisannya.
maka tercatat dalam golongan orang-orang yang rajin
                                                                      “Wahai Rassulullah. Adakah kami akan di siksa hanya
ibadah. Siapa yang shalat Dhuha enam rakaat, maka
                                                                karena lisan ini?” Tanya Muadz.
terpenuhi segala kebutuhannya pada hari itu. Siapa yang
                                                                      “Apakah manusia tersungkur di atas wajah-wajah
shalat Dhuha delapan rakaat, maka tercatat sebagai orang
                                                                mereka itu bukan akibat lisan mereka?” Kata Rasulullah.
yang patuh taat kepada Allah. Siapa yang shalat Dhuha dua
                                                                      Dalam   kesempatan     lain   juga   riwayat   Tirmidzi,
belas rakaat, maka Allah membangunkan rumah di surga
                                                                Rasulullah SAW,”Sesungguhnya seseorang bicara dengan
untuknya. Setiap siang dan malam Allah mempunyai rahmat
                                                                satu kata, sedang dia menganggap tiada salahnya. Maka dia
dan anugerah untuk hamba-hambanya, dan tiada anugerah
                                                                akan meluncur dengan sebab kata-katanya itu kedalam
serta rahmat karunia yang lebih utama daripada karunia
                                                                neraka 70 tahun lamanya.”
yang berupa dzikir/ingat kepadaNya.” 
                                                                      Jika satu kata saja bisa menjerumuskan seseorang
                                                                keneraka selama 70 tahun, bagaimana mereka yang bicara
                                                                dengan seribu kata bohong dan fitnah.
      Benarlah kata Rasulullah SAW dalam hadits lain juga             Dengan tenang ia memanggil Abdullah, anak lelakinya
riwayat Tirmidzi,”Yang paling banyak memasukkan manusia        untuk menjernihkan persoalan itu.
ke dalam neraka adalah dua lubang. Yaitu mulut dan farji.”           “Jatah milik saya, saya berikan kepada Ayah,” Kata
                                                               Abdullah.
                                                                      Mendengar        penjelasan       itu,   puaslah   sudah   hati
               PROTES SALMAN AL FARISY                         Salman.
                                                                      “Baiklah, sekarang perintahkanlah kami. Kami akan
      Dari atas mimbar, Umar bin Khattab yang menghadapi
                                                               mentaati perintah anda,” Kata Salman setelah duduk
serangan dua negara adikuasa Romawi dan Persia itu
                                                               kembali. 
berseru,”Dengarkanlah dan taatilah. . . . . .!”
      Tiba-tiba ditengah majelis seseorang berdiri dan
                                                                              MENGAPA MANISKU HILANG?
dengan suara lantang melakukan protes. Dia adalah Salman
Al Farisyi, seorang Persia.                                           Diriwayatkan oleh Abu Sa’id ra tentang seorang laki-
      “Tidak ada kewajiban taat bagi kami sebelum anda         laki yang berkata kepada Abu Utsman,”Dahulu, dalam
menjelaskan tindakan anda itu,” kata Salman.                   pengemabaraanku,            aku   menemukan         kemanisan     dan
      Apa yang membuat Salman melakukan interupsi?             ketenangan menghadapi malam, sementara sekarang aku
Kisahnya demikian.                                             tak menemukan perasaan itu lagi.”
      Ketika itu baru saja di bagikan kain buatan Yaman               Di    jawab     oleh    Abu   Utsman,”Barangkali       karena
kepada kaum Muslimin.         Semuanya mendapat jatah yang     eengkau rakus terhadap dunia, maka hilanglah rasa manis
sama, termasuk Khalifah Umar. Anehnya, meski tubuh umar        itu dari kalbumu. Dan mungkin pula Allah menunjukkan
begitu besar, ia bisa mengenakan busana itu.       Mestinya    kelemahanmu dan memperlihatkan kepadamu keMaha
tidak cukup, lalu dari mana jatah tambahan itu ? Itulah yang   KuasaanNya. Karena itu, Dia cabut manisnya bermunajat
membuat Salman curiga.                                         pada    malam        hari     sehingga     engkau    tunduk   khusu’
      Meski diprotes, sementara negaranya menghadapi           kepadaNya, agar engkau tidak merasa aman dan tentram
keadaan gawat atas rencana serangan Romawi dan Persia          dengan balasanNya.” 
yang ingin membalas dendam menghancurkan Islam, Umar
tidak marah.
Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum             Kamu tidak akan bisa menyenangkan manusia dengan
kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.        hartamu tapi kamu bisa mengambil hatinya dengan
Sekiranya mereka masuk ke lubang biawak sekalipun,           senyum dan akhlak yang baik  Hadits
kamu     akan    ikut     memasukinya.”   Para    sahabat
bertanya,”Siapakah mereka, Ya Rasulullah?” Nabi SAW          Barangsiapa yang mencintai makhluk maka bersiap-
menjawab,”Orang-orang yahudi dan nasrani.” (HR.             siaplah untuk bersakit hati  Imam Al Gazali ra
Bukhari)


  EMPAT JALAN UNTUK MENGALAHKAN SYAITHAN

       1) Zikrullah
       2) Jangan mendekati tempat maksiat                                    KIAT MENGUSIR SYAITAN

       3) Mengosongkan perut                                       Muhammad bin Qais al-Farisi, dalam kitab “al-
       4) Hendaklah selalu ingat bahwa tujuan syaithan itu   Misbah”,menuturkan sebuah cerita,”Telah bertutur kepadaku
           menjerumuskan manusia  Imam Al Gazali            Muhammad bin ahmad, seorang Guru dan Juru nasihat,’Ada
                                                             seorang santri hendak menuntut ilmu agama dari seorang
                                                             ulama di Iraq. Ia mempersiapkan biaya sebesar seribu dinar.
Manusia itu hakikatnya mati kecuali orang yang ‘alim,        Setelah tamat, ia pulang dan sebelum pamit, terjaddilah
dan orang yang ‘alim itu hakikatnya tidur kecuali orang      dialog antara ia dengan sang Guru ;
yang mengamalkan ilmunya, orang yang mengamalkan                   “Berapa biaya mu disini?”
ilmunya itu pun banyak yang tertipu kecuali yang ikhlas            “Seribu dinar,” jawab sang santri.
 Imam Al Gazali ra                                                “Kiranya bolehlah kepulanganmu kuantarkan dengan
                                                             sebuah pesan sebagai sebagai bekal yang cukup berharga
Aku lihat air kalau mengalir ; jernih, tapi kalau diam ;     bagimu, membandingi ilmu yang telah kau peroleh selama
rusak  Imam Syafi’I ra                                      disini, berikut biaya yang telah kau keluarkan.”
                                                                   “Baiklah, Tuan Guru.”
                                                                   “Darimana kau sebetulnya?”
          “Saya dari negeri Khurasan.”
          “Apakah disana ada syaitan?” Tanya Sang Guru.                               SANTAPAN ROHANI
          “Ya, tentu saja, syaitan ada dimana-mana, Guru?”
                                                                         Dihikayatkan bahwa Bazrajamuhur al-Hakim, menteri
Jawab sang santri.
                                                                   negara Kisra Anusyirwwan, dibenci oleh sang Kisra. Maka ia
          “Kalau syaitan itu akan menggodamu supaya engkau
                                                                   di tahan dalam sel yang sempit lagi pengap dan gelap. Ia di
tersesat, apa yang akan kau lakukan?”
                                                                   borgol dan di suruh memakai pakaian kasar dari bulu. Setiap
          “Tentu akan saya tolak syaitan itu sekuat tenaga, akan
                                                                   hari, ia hanya diberi makan tidak lebih dari dua kerat roti
saya cegah ia dengan sungguh-sungguh.”
                                                                   dengan garam yang digiling dan segelas air. Ia pun, setiap
          “Bila syaitan itu bersikeras, kau akan mencoba lagi?”
                                                                   hari mesti mengucapkan sesuatu yang akan di dengar oleh
          “Ya, kembali saya akan berbuat seperti itu,” jawab si
                                                                   kaisar.
santri.
                                                                         Setelah sebulan berlangsung, tak terdengar lagi suara
          “Kalau begitu, umurmu akan habis hanya untuk
                                                                   darinya. Maka kaisar mengutus tim khusus, teman-teman
perbuatan seperti itu. Engkau tidak sempat dan tidak punya
                                                                   Bazrajamhur,     untuk    menyelidiki    keadaannya       dan
waktu untuk brbakti serta beeribadah kepada Allah. Tahukah
                                                                   menyampaikan kepada kaisar kata-kata yang di ucapkan
kau, bila engkau berjalan bersama seorang penggembala
                                                                   Bazrajamhur yang tidak terdengar oleh sang Raja.
kambing dan didekatnya ada seekor anjing galak yang akan
                                                                         “Tuan Bazrajamhur yang bijak, kami lihat anda tinggal
menggigit orang dari depan dan belakang, maka bila kau
                                                                   di ruang yang sempit dan pengap ini, dalam jeruji jeruji besi.
menolaknya dengan cara seperti yang kau katakan tadi,
                                                                   Tetapi ternyata badan anda tetap sehat dan keadaannya
tentu kau tidak punya kesempatan untuk berbuat lain,” ujar
                                                                   tidak berubah. Apa sebabnya?” Tanya tim tersebut kepada
sang Guru.
                                                                   Bazrajamhur.
          Santri itu lalu bertanya,”Kalau begitu, apa yang harus
                                                                         “Aku membuat sejenis makanan dari enam campuran.
ku perbuat?”
                                                                   Setiap hari, kumakan sedikit darinya. Itulah sebabnya
          “Panggillah si empunya anjing itu agar ia melarangnya
                                                                   keadaanku tetap tidak berubah.”
menyerangmu dengan kelebihan kekuatannya.”
                                                                         “Coba    jelaskan   kepada     kami!”   Pinta   mereka
          Demikianlah sang Guru menjelaskan.                      penasaran.
      “Campuran pertama ialah percaya penuh (tsiqah)
kepada Allah SWT. Yang kedua, aku tahu bahwa setiap                      KEJUJURAN GADIS PEMERAH SUSU
yang ditaqdirkan itu pasti terjadi. Ketiga, kesabaran adalah
                                                                     Dalam perjalanan in cognito (tidak resmi), Khalifah
jalan terbaik yang harus ditempuh oleh seseorang yang
                                                               Umar bin Khattab menyadap dialog antara seorang ibu dan
mendapat cobaan. Keempat, jika aku tidak sabar, maka
                                                               anak gadisnya, pemerah susu.
pekerjaan apa lagi yang harus ku perbuat, padahal aku tidak
                                                                     “Biar banyak untungnya, campuri saja susu kambing
dapat menentukan dan menolong diriku dari kegelisahan.
                                                               ini dengan air,” kata ibunya.
Kelima, mungkin kalau aku tidak begini aku akan mengalami
                                                                     “Bagaimana aku harus melakukan, sedang Amirul
musibah yang lebih buruk. Keenam, aku yakin setelah ini
                                                               Mukminin telah mengeluarkan peraturan yang melarang kita
akan datang kemudahan.”                                       berdagang ssecara tidak jujur,” kata anak gadisnya.
                                                                     “Toh Khalifah Umar tidak mengetahuinya.”
                                                                     “Meski Khalifah tak mengetahui, Allah tak pernah tidur
                                                               selamanya,” kata gadis itu.
                                                                     Terkesan oleh kejujuran si gadis, keesokan harinya
                                                               Khalifah Umar menyuruh pengawalnya untuk mencari info
                                                               tentang siapa gadis itu. Begitu menerima laporan, Khalifah
                       ORANG SYAHID                            memanggil Ashim putranya.
      Dari    Miqdad      bin   Mu’adz,   Rasulullah   SAW           “Nikahi gadis yang jujur itu. Aku berharap      dari dia
bersabda,”Bagi orang syahid, disisi Allah ada enam pahala,     akan lahir orang besar yang mampu memimpin bangsa
yaitu diampuni dosanya pada tetesan darah, melihat             Arab,” Kata Khalifah.
tempatnya di surga, di jauhkan dari siksa kubur, aman dari           Beberapa bulan kemudian, gadis itu resmi menjadi
goncangan dahsyat hari kiamat, diletakkan mahkota di           menantu Khalifah Umar. Dari rahimnyalah lahir seorang
kepalanya yang melebihi baiknya dunia dan seisinya serta di    anak perempuan yang setelah dewasa dinikahi Abdul Aziz
kawinkan dengan tujuh puluh dua bidadari dan ia di             bin Marwan. Dari pasangan inilah lahir Umar bin Abdul Aziz.
bolehkan     memberikan     syafaat   kepada   tujuh   puluh   Khalifah yang Kelima yang di kenal sangat adil dan
keluarganya.” (HR. Ibnu Majah, Thabrani)                      bijaksana. 
                                                                   Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW bersabda,”Apabila
                      SUAP TERAKHIR                          anak Adam membaca ayat sajadah, kemudian ia sujud,
                                                             menghindarlah syaitan dan menangis dan ia berkata; Hai
      Ketika itu Rasulullah SAW sedang duduk-duduk dan
                                                             celaka, anak Adam disuruh, lantas ia sujud maka baginya
beliau melihat seseorang yang sedang makan, tanpa terlebih
                                                             surga dan aku di suruh sujud tetapi aku enggan (tidak mau)
dahulu mengucapkan kata “ Basmalah”.
                                                             maka bagiku neraka.” (HR. Muslim)
      Ketika suap yang terakhir didekatkan ke mulutnya,
barulah orang itu mengucapkan ;”Bismillah pada permulaan
                                                                                     BAB NIKAH
dan pada akhirnya.”
      Mendengar ucapan itu, seketika Rasulullah SAW                Dari     Abu       Umamah,        Rasulullah        SAW
tersenyum dan bersabda,” Tadi setan ikut makan bersama       bersabda,”Kawinlah kalian, karena aku membanggakan
dia, tetapi begitu ia meenyebut nama Allah, maka setan pun   banyaknya    jumlah   kalian   pada   umat-umat   lain.   Dan
memuntahkan apa yang sudah massuk ke dalam perutnya.”        janganlah kalian seperti pendeta-pendeta Nasrani.” (HR.
                                                            Baihaqi)
                                                                   Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda,”Hai para
                                                             pemuda, bila diantara kalian ada yang mampu kawin
                                                             hendaklah ia kawin, karena sesungguhnya perkawinan itu
                                                             akan memejamkan matanya terhadap orang yang tidak halal
                                                             di lihatnya dan akan memeliharanya dari godaan syahwat.
                                                             Dan barangsiapa yang tidak mampu kawin hendaklah ia
                      SUJUD SAJADAH                          puasa. Karena dengan puasa, hawa nafsunya terhadap
                                                             wanita akan berkurang (sebagai obat).” (HR. Jama’ah)
      Dari Ibnu Umar ra, bahwa sesungguhnya Nabi SAW,
                                                                   Dari Abu Ayyub, Rasulullah SAW bersabda,”Empat
pernah membaca Al Qur’an didepan kami, ketika beliau
                                                             perkara yang merupakan Sunnah Para Nabi ialah celak,
melalui (membaca) ayat sajadah, beliau takbir, lalu sujud,
                                                             wangi-wangian, siwak dan kawin.” (HR. Tirmidzi)
kemudian kami pun sujud pula bersama-sama beliau. (HR.
                                                                   Rasulullah SAW bersabda,”Bagi seorang mu’min,
Tirmdzi)
                                                             sesudah bertaqwa kepada Allah, tidak ada lagi yang paling
baik selain istri yang shaleh, yaitu apabila diperintahkan taat,    kawinkan karena gadis itu pada umumnya merasa malu
apabila dilihat menyenangkan hatinya, apabila diberi janji          untuk menjawab hal tersebut.
diterimanya dan apabila bepergian dijaganya diri dan harta
suaminya dengan baik.” (HR. Ibnu Majah)                                                   AMALAN DICINTAI
      Rasulullah       SAW    bersabda,”Apabila    salah     satu
                                                                            Dari Sahl bin Sa’ad ra. Bahwa ada seorang pria
diantara     kamu    meminang      perempuan    dan    dia   bisa
                                                                    datang kepada Nabi SAW seraya berkata,”YA Rasulullah,
(memungkinkan untuk) melihat perempuan itu, sehingga dia
                                                                    bimbinglah aku pada suatu amal yang jika aku kerjakan, aku
dapat melihat sebagian daya tarik yang mendorongnya untuk
                                                                    di cintai Allah dan umumnya manusia.” Lalu beliau SAW
segera menikahinya, maka lakukanlah.” (HR. Abu Daud)
                                                                    bersabda,”Zuhudlah         pada   harta         dunia,   pasti     Allah
      Rasulullah SAW bersabda,”Sebaik-baik wanita yaitu
                                                                    mencintaimu dan zuhud pula pada apa yang di cintai
apabila kamu melihatnya menyenangkanmu, apabila kamu
                                                                    manusia, pasti mereka mencintaimu.” (HR. Ibnu Majah dan
perintah mematuhimu, apabila kamu beri janji diterimanya
                                                                    yang lainnya, sanadnya hasan) 
dengan baik dan apabila kamu pergi dirinya dan hartamu
akan dijaganya dengan baik.” (HR. Nasa’I dll)
                                                                                          FADHILAH YAASIN
      Dari     Abu      Hurairah     ra,    Rasulullah       SAW
bersabda,”Dikawini perempuan karena empat perkara ;                         Rasulullah SAW bersabda,” Jantung Al Qur’an adalah

karena     hartanya,    keturunannya,      kecantikannya     dan    surah    Yaasin,   tidak    seseorang      membacanya            dengan

agamanya, maka pilihlah karena agamanya maka akan                   menghendaki keridhoan Allah dan keselamatan di akhirat

selamatlah engkau.” (HR. Bukhari)                                   melainkan ia akan di ampuni dosa-dosanya.” (HR. Abu

      Dari     Abu      Hurairah     ra,    Rasulullah       SAW    Daud)

bersabda,”Tidak        dinikahi    janda     kecuali     dengan             Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda,”

bermusyawarah (lebih dahulu) dan tidak di nikahi gadis              Barangsiapa yang membaca surah Yaasin pada malam

kecuali dengan di mintai izinnya. Mereka bertanya;”Ya               jum’at, maka pagi-pagi ia mendapatkan pengampunan.”

Rasulullah,     bagimanakah         izinnya?”     Nabi       SAW            Dari   Anas    bin    Malik       ra,      Rasulullah     SAW

menjawab,”Perempuan itu diam.” (HR. Bukhari). Nabi                  bersabda,Barangsiapa masuk makbarah (makam) kemudian

menetapkan diamnya gadis itu sebagai tanda setuju di                membaca surah Yaasin, maka Allah meringankan siksanya
ahli kubur sampai satu hari dan memberi berbagai
kebajikan.”
        Rasulullah SAW bersabda,”Apabila ada orang yang                            TAPAK TANGAN SA’AD YANG MULIA
meninggal dunia kemudian dibacakan surah Yaasin, maka
                                                                               Suatu hari Nabi SAW sedang berjalan-jalan. Disana
Allah memudahkan keluarnya ruh.”
                                                                         Nabi bertemu dengan Sa’ad bin Mu’adz al-Anshari. Ketika
        Dari Anas ra, Rasulullah SAW,”Tiap-tiap sesuatu itu
                                                                         berjabatan tangan, Rasulullah merasa sesuatu yang kasar di
ada hatinya, adapun hatinya Al Qur’an adalah surah Yaasin.
                                                                         telapak tangan Sa’ad.
Barangsiapa membaca surah Yaasin, maka Allah mencatat
                                                                               “Apakah yang aku lihat ditanganmu?” Tanya Nabi.
(memberi pahala) seperti pahalanya membaca Al Qur’an
                                                                               “Bekas mis-ha yang aku cangkulkan ke tanah untuk
sepuluh kali.”
                                                                         mencari nafkah bagi keluargaku,” katanya. Mis-ha adalah
        Bersumber dari Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda,
                                                                         alat pertanian sejenis cangkul di Indonesia.
“Didalam Al Qur’an itu ada suatu surah yang bisa memberi
                                                                               Mendengar jawaban itu, Nabi lalu mencium tangan
syafaat kepada orang yang membaca dan memberi
                                                                         Sa’ad dan berkata,”Inilah tangan yang tidak akan disentuh
pengampunan kepada orang yang mendengarkan. Ingatlah!
                                                                         oleh api neraka.”
Yaitu surah Yaasin yang di dalam kitab Taurat di namakan
                                                                               Sabda    Nabi     ini   menunjukkan   betapa   mulianya
surah Al mu’ammamah.”Rasulullah di Tanya,”Ya Rasulullah,
                                                                         pekerjaan bertani. Dalam Haditsnya yang lain, dari Anas bin
mengapa        surah        Yaasin    di      namakan     surah     Al
                                                                         Malik yang diriwayatkan oleh Bazzar dan Abu Nu’aim, beliau
mu’ammamah?” Nabi SAW bersabda,”Sebab orang yang
                                                                         bersabda ;
membaca itu akan mendapatkan kebajikan di dunia dan
                                                                                “Ada 7 macam pekerjaan seseorang yang pahalanya
menghilangkan bencana akhirat. Dan surah Yaasin itu juga
                                                                         masih tetap hidup mengalir meski ia sudah masuk kubur,
dinamakan surah Ad daafi’ah dan Al qadhiyah,” Nabi di
                                                                         yaitu ; 1. Mengajarkan ilmu pengetahuan 2. Mengalirkan air
Tanya,”Ya Rasulullah, mengapa surah yaasin dinamakan
                                                                         sungai 3. Menggali sumur (Untuk air minum) 4. Menanam
surah     Ad     daafi’ah    dan     Al     qadhiyah?”   Nabi     SAW
                                                                         pohon (untuk penghijauan) 5. Mendirikan rumah suci (masjid
menjawab,”Surah Yaasin apabila dibaca bisa menolak
                                                                         dan mushalla) 6. Mewariskan kitab suci Al Qur’an 7.
perkara    yang     jelek     dan    bisa    mendatangkan       segala
                                                                         Mendidik anak yang berbakti dan memohonkan ampun
kebajikan.” 
                                                                         baginya sesudah dia meninggal dunia.” 
                                                              lelaki                    yang                    memberinya.
                                                                        “Tuan. Tuan telah memberiku uang dinar. Kukira
                                                              tuan salah memberi. Bukankah tuan bermaksud memberiku
                                                              uang dirham ?”
            KESALAHAN AWAL KEJUJURAN                                    “Tidak.   Uang itu telah kusedekahkan kepadamu,
                                                              “kata laki-laki itu. “Datanglah kemari, setiap awal bulan. Kau
       Abdul Hasan Muhammad bin Ishaq bin Abdul Al-
                                                              akan kuberi sesuatu karena kejujuran dan amanahmu.”
Tammar bercerita, “Aku punya tetangga. Suatu malam ia
                                                                       Maka setelah kejadian itu, setiap awal bulan, ia datang
bersedekah, ia bersedekah sejumlah uang dinar kepada
                                                              kepadanya untuk memperoleh uang dirham.
seorang buta yang kebetulan lewat didepan rumahnya, ia
                                                                        Pembawa cerita ini berkomentar, “aku tak tahu
salah memberi karena sebenarnya yang akan ia berikan
                                                              apakah ia lakukan hal itu karena kejujuran orang buta itu
adalah uang dirham.     Memang kedua jenis uang itu ada
pada dompetnya.                                               atau karena kejujuran tukang sayur.” 

       Dengan gembira dan penuh keyakinan bahwa uang
yang ia terima adalah uang dirham, pergilah orang buta itu.              MENAHAN KEINGINAN DEMI KEINGINAN

Pagi harinya, ia datang kepada tukang sayur untuk melunasi              Dari Rabi’ah al-adawiyah yang berkisah sebagai
utangnya.                                                     berikut : Suatu hari, aku naik perahu, berlayar menempuh
       “Ambillah uang dirham ini, hitung berapa utangku       samudera. Diantara kami ada seorang pemuda belia. Ia
dan aku minta kembalinya kalau lebih !”                       selalu menunduk tafakur. Dalam pada itu, datanglah angin
tukang sayur itu bertanya, “dari mana kau dapatkan uang ini   bertiup kencang, mengombang-ambingkan kami. Maka aku
?”                                                            berkata kepadanya, “Hai anak muda, alangkah baiknya
       “Semalam ada seseorang memberikan kepadaku.”           sekiranya engkau berdo’a kepada Allah memohon supaya
Jawab orang buta itu.                                         kita selamat dari bencana.”
       “Banyak sekali ia memberi.     Ini uang dinar.” Ujar             Mendengar ucapan ku itu, ia mendongak seraya
tukang sayur.                                                 memandangku dengan sorot mata penuh kebencian.
       Mendengar penuturan tukang sayur itu, terkejutlah
ia. Ia meminta kembali uangnya untuk dikembalikan kepada
        “Tidak ada seorang hamba pun yang menentang              Ketika malam melarut, ia shalat dan munajat, “Ya Rabbi, kau
para remaja.    Raja-raja itu berbuat semaunya.”       Setelah   anugerahi hamba agama-Mu dan kau ajari hamba kitab suci-
berkata begitu, kembali ia menundukkan kepalanya.                Mu, tapi kemudian kau jadikan kejahatan mahluk-Mu
        Rabi’ah kemudian berkata, “Dan setiap kali ia            menguasai hamba-Mu. Ya Allah, malam ini ..........................................
tafakur, berdo’a kepada Allah azza wa jalla, setiap kali pula             Sebelum      subuh     menjelang,      ia   dipanggil    dan
kami memohon kepadanya untuk mendo’akan kami.”                   dikeluarkan dari penjara. Maka berdirilah ia didepan pintu
        Akhirnya ia mengangkat kepalanya dan berisyarat          seraya        mengucapkan           salam         kepada         kami,
kepada angin supaya berhenti. Angin pun menjadi tenang.          “Assalamu’alaikum, taat dan tunduklah kalian hanya kepada
        “Demi Allah, apa yang kau miliki, hai anak muda,         Allah, niscaya akan taat dan tunduk segala sesuatu
sehingga engkau mampu menenangkan angin ?”                       kepadamu !” 
        Ia menanggapi, “kita adalah hamba. Kita menahan
diri dari apa yang kita inginkan karena Dia, maka Dia pun                            KELUHAN SUARA GAIB
menahan apa yang Ia inginkan demi kita.” 
                                                                        Berkata Abul Harits al-Ausi, “Pada suatu malam, aku
                                                                 tidur dibawah sebatang pohon. Ketika tengah malam tiba,
               PENJARA BUKAN TEMPATNYA
                                                                 kudengar suara seseorang, “Oh malam nan kelam, langit
        Ibrahim al-Taimi bercerita, “Aku ditahan dan             nan bergemintang kemudian ia melanjutkan, “sampai kapan
dimasukkan kedalam penjara yang sempit lagi pengap. Tiap         kau sibuk dengan dirimu sendiri sehingga melupakan Sang
dua orang diborgol dalam satu rantai, sehingga kami tidak        Pemilik ? Sungguh akan menyesal orang-orang yang tak
bisa shalat. Kemudian ada seorang dari Bahrain tertangkap        menghiraukan peringatan yang ditujukan kepada mereka.”
dan dimasukkan pula kedalam penjara kami. Karena sudah                  ‘Usia telah habis, namun mereka tetap terlena dalam
padatnya orang didalam penjara, sampai-sampai ia tak             buaian lamunan panjang.            Perhatikan baik-baik, dengan
memperoleh tempat duduk. Maka yang lain kesal dan mulai          siapa kamu berteman ? Dengan siapa kamu berjual beli ?
mengejeknya.                                                     Kurangi pergaulan dengan manusia masa kini.’
        “Sabarlah ! Tenanglah ! Hari sudah malam.” Katanya              ‘Para ulama makin langka sedangkan kaum durhaka
kepada kami.                                                     semakin merajalela. Orang-orang yang mengerti cenderung
                                                                 memilih yang serba mudah dan berdiam diri menghadapi
segala kejahatan. Mereka bersaing dalam mencari nama,                     “Engkau hapus maksiatmu dengan jalan bertobat ?”
menjual agama demi dunia dan mereka cukup hanya                 Tanyanya kembali.
dengan bicara – sebagai ganti berbuat – serta mengumbar                   “Ya.”
ucapan dengan kutukan dan pengkafiran.                                    “Apakah kau tahu bahwa ia mengampunimu ?”
      ‘Oleh karena itu, tinggalkanlah mereka dan sibukkan                 “Tidak.”
dirimu hanya dengan Allah saja. Sungguh kau takkan tahu                   “Kalau begitu pergilah ! Tangisi dirimu dengan
berapa banyak lagi yang masih tersisa dari umur dan             tangisan penyesalan dan tobat pada hari-hari selama
rizkimu.’                                                      hidupmu, supaya engkau menjadi sebagaimana engkau
                                                                inginkan,” katanya memberi nasihat.
                                                                          Adapun al-Jurjani sendiri menangisi dirinya sendiri,
                                                                sepanjang hidupnya selama tiga tahun, karena ia takut
Kita yang harus mengendalikan hawa nafsu, jangan                kepada Allah SWT. 
hawa nafsu mengendalikan kita. 




                     TANGISI DIRIMU

        Seorang shalih bercerita bahwa pada suatu hari ia
                                                                                  FADHILAH SURAH ALMULUK
datang menghadap Abul Hajjaj al-Jurjani, untuk bercakap-
cakap dengannya. Tetapi setelah lama ia menunggu, ia tak              Ibnu Abbas ra berkata, “Seorang dari sahabat Nabi
juga mengajaknya bicara. Maka berkatalah ia :                   SAW, memasang kemahnya diatas kubur, sedang ia tidak
        “Engkau berdosa jika engkau tidak menyampaikan          mengetahui bahwa yang ia tempati itu sebuah kuburan
ilmumu kepadaku.”                                               (karena     tidak    bernisan)   mendadak    terdengar     orang
        Setelah berkata begitu, barulah al-Jurjani berbicara.   membaca surah Al Muluk hingga tamat satu surah. Maka ia
        “Engkau tidak maksiat kepada Allah ?”                   datang pada Nabi SAW dan menceritakan perihal yang
        “Ya, alhamdulillah,” jawabnya.                          dialaminya itu.
        Maka Rasulullah SAW bersabda, “Itu adalah surah           pasti akan menjumpai kenikmatan yang tiada duanya, dan
penolak dan menyelamatkan orang yang membacanya dari              akan kau saksikan kerajaan yang demikian besarnya.”
siksa kubur.” (HR. Tirmidzi dengan Isnad Bagus)                               “Wahai Abul Hasan, kendaraanku lemah dan tidak
                                                                  akan mampu membawaku kesana.”
               FADIHILAH SHALAT JUM’AT                                         Abu Hasan lantas berkata, “untuk kesana hendaklah
                                                                  engkau berkendaraan zuhud dan tajrid (menanggalkan
      Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda,
                                                                  kesenangan dunia). Serta mencopot segala tuhan. Niscaya
“Barang siapa mandi pada hari jum’at kemudian mendatangi
                                                                  engkau akan sampai lebih cepat dari pada kilatan cahaya.”
shalat jum’at, lalu bersembahyang sekedar dapatnya, terus
                                                                               Al-Khaldi berkomentar, “Demi Allah, orang itu benar-
mendengarkan sampai selesai berkhotbah dan selanjutnya
                                                                  benar mendengarkan dan mengamalkan ucapan Abul
bersembahyang      bersama-sama      dengan       imam,   maka
                                                                  Hasan, sampai-sampai para sahabat Abul Hasan bercerita
diampunilah dosanya yang antara jum’at itu dengan jum’at
                                                                  kepadaku bahwa setelah kematiannya, terlukis cahaya yang
yang berikutnya dan ditambah tiga hari.” (HR. Muslim) 
                                                                  membersit dari keningnya.” 

            MENGGAPAI KENIKMATAN ABADI
                                                                                             ZIARAH KUBUR
      Abu Sa’id ra kembali bercerita bahwa ia mendengar
                                                                          Dari     Abu   Dzar   ra, Rasulullah SAW       bersabda,
Abul Hasan Al Sauri menasihati seorang sahabatnya yang
                                                                  ”Ziarahilah kuburan, niscaya engkau akan ingat akhirat, dan
lebih mengutamakan kesenangan dunia, ketika suatu saat ia
                                                                  cobalah kau memandikan mayat, sesungguhnya merawat
berkata kepada pelayannya, “Siapkanlah kendaraanku ! Hari
                                                                  jasad-jasad yang telah roboh merupakan pelajaran yang baik
ini, aku akan jalan-jalan mencari udara segar.”
                                                                  yang         berhubungan      dengan    jenazah,      dan    akan
        Maka Abu Hasan menegurnya, “Wahai sahabat
                                                                  menjadikanmu bersedih. Dan orang yang bersedih dalam
alangkah baiknya bila cita-citamu kau tinggikan lebih dari itu,
                                                                  hal    itu    ada    dalam    naungan   Allah   SWT    dan   bisa
dan kubersihkan hatimu.      Alangkah enaknya jika engkau
                                                                  mendatangkan kebaikan-kebaikan” (HR. Hakim).
dapat meraih kenikmatan yang lebih dari itu.”
                                                                          Dari Ibnu Mas’ud ra, Rasulullah bersabda, “Aku telah
        “Aku menjumpai keraton dengan istananya yang
                                                                  melarang kalian menziarahi kuburan, maka sekarang
amat megah.     Cobalah pergi kesana bersamaku, engkau
                                                                  ziarahilah kuburan itu, karena hal itu akan menjadikan zuhud
pada dunia dan mengingatkan akhirat” (HR Ibnu Majah                     Ibrahim     mendahului    rombongannya      agar   tak
dengan Sanad Shahih).                                         seorangpun mengenali dirinya. Orang-orang banyak yang
                                                               mendahului sesepuh dan tokoh-tokoh tanah suci itu melihat
                          KUBUR                                Ibrahim tetapi karena tak pernah bertemu dengannya,
                                                               mereka tak mengenalnya.         Setelah Ibrahim begitu dekat,
      Dari Jabir bin Abdullah ra, kami bersama Nabi SAW
                                                               para sesepuh itu berkata, “Ibrahim bin Adham hampir
keluar menuju rumah Sa’ad bin Mu’adz ketika ia meninggal.
                                                               sampai    !   Para    sesepuh     tanah   suci   telah   datang
Maka ketika Nabi SAW telah selesai menshalatkan dan
                                                               menyambutnya.”
ditaruh didalam kubur hingga rata tanah diatasnya, maka
                                                                        “Apa yang kalian inginkan dari sibid’ah itu ? Tanya
Nabi SAW membaca tasbih, dan kami juga membaca agak
                                                               ibrahim kepada mereka.
lama, kemudian membaca takbir, kami juga mengikutinya,
                                                                        Mereka langsung meringkus Ibrahim yang telah
kemudian Nabi SAW ditanya, “Ya Rasulullah, mengapa anda
                                                               dianggap berkata lancing dan segera saja Ibrahim dipukuli
bertasbih   (SUBHANALLAH)        dan     bertakbir   (ALLAHU
                                                               hingga babak belur.
AKBAR).” Jawab Nabi SAW, “Sungguh sangat sempit kubur
                                                                        “Para sesepuh tanah suci Tanah suci sendiri datang
hamba shaleh ini sehingga Allah melapangkannya” (HR.
                                                               menyambut Ibrahim        tapi engkau malah menyebutnya
Ahmad, Tirmidzi, Thabrani, Baihaqi). 
                                                               Bid’ah,” hardik mereka yang tetap belum mengenali Ibrahim
                                                               karena penampilannya yang bersahaja.
                   TETAP MERENDAH
                                                                        “Ya, aku katakana bahwa dia adalh seorang bid’ah,”
        Empat belas tahun lamanya Ibrahim mengarungi           Ibrahim mengulangi ucapannya.
padang pasir.    Selama itu pula ia selalu berdo’a dan         Ketika mereka meninggalkan dirinya, Ibrahim berkata
merendahkan diri kepada Allah.                                 kepada dirinya sendiri, “Engkau pernah menginginkan agar
        Namanya yang harum sudah terkenal dipelosok            para sesepuh itu menyambut kedatanganmu, bukankah
negeri. Ketika hampir sampai dikota Mekah, para sesepuh        engkau telah memperoleh beberapa pukulan dari mereka ?
kota Mekah mendengar kedatangan Ibrahim, mereka keluar         Alhamdulillah engkau telah memperoleh apa yang engkau
kota hendak menyambutnya.                                      inginkan !”
         Ibrahim menetap di kota Mekah. Ia selalu dikelilingi            “Siapa pemilik istana ini sebelum engkau ?” tanya
beberapa orang sahabat dan ia memperoleh nafkah dengan           lelaki itu.
memeras keringat sebagai tukang kayu.                                   “Ayahku !” jawab Ibrahim.
                                                                         “Dan sebelum ayahmu ?”
             SANG RAJA TINGGALKAN ISTANA                                 “Kakekku !”
                                                                         “Dan sebelum dia ?”
        Ibrahim bin Adham adalah seorang raja Balkh yang
                                                                         “Kakek dari Kakekku.”
sangat luas daerah kekuasaannya.       Kemanapun ia pergi,
                                                                         “Dan sebelum dia ?”
empat puluh buah pedang emas dan empat puluh buah
                                                                         “Kakek dari kakekku !”
tongkat kebesaran emas diusung didepan dan dibelakang.
                                                                         “Kemanakah mereka sekarang ini ?” Tanya lelaki itu.
        Suatu hari, ibrahim diruang pertemuan dan duduk
                                                                         “Mereka telah tiada. Mereka telah mati !”
diatas singasana nya. Para menteri telah berbaris sesuai
                                                                         “Jika demikian, bukankah ini sebuah persinggahan
dengan tingkatan mereka, kemudian dimulailah pertemuan
                                                                 yang dimasuki oleh seseorang dan ditinggalkan oleh yang
terbuka.
                                                                 lainnya ?”
        Tiba-tiba seorang lelaki berwajah menakutkan masuk
                                                                         Setelah      berkata     demikian     lelaki   itu    hilang.
kedalam ruangan pertemuan itu.          Wajahnya demikian
                                                                 Sesungguhnya dia adalah Nabi Khaidir as yang sedang
menyeramkan sehingga tak seorang pun diantara prajurit,
                                                                 menyamar dan mengetuk hati Ibrahim. 
perwira dan anggota-anggota maupun hamba-hamba istana
yang berani menanyakan namanya. Semua lidah menjadi
                                                                       TAK PERNAH SILAU OLEH GEMERLAP DUNIA
kelu.      Dengan tenang lelaki itu melangkah kedepan
singasananya.                                                              Pada suatu hari Ibrahim duduk ditepi sungai. Tigris
        “Apakah yang kau inginkan ?” Tanya Ibrahim.              menjahit jubah tuannya. Jarumnya terjatuh kedalam sungai.
        “Aku baru saja sampai dipersinggahan ini,” jawab         Seseorang          bertanya      kepadanya,      “Engkau        telah
lelaki berwajah menyeramkan itu.                                 meninggalkan kemewahan kerajaan yang jaya.                    Tetapi
        “Ini bukan sebuah persinggahan para kafilah.       Ini   apakah yang engkau peroleh sebagai imbalan ?”
adalah Istanak. Engkau sudah gila !” Ibrahim manghardik.                   Sambil      menunjuk     kesungai     Ibrahim      berkata,
                                                                 ”kembalikan jarumku !”
        Tiba-tiba seribu ekor ikan mendongakkan kepala           Melainkan melihat dari nafsu keinginan orang itu yang selalu
kepermukaan air.    Masing-masing ikan membawa sebuah            haus melipat gandakan kekayaan. 
jarum emas dimulutnya.       Kepada ikan-ikan itu Ibrahim
berkata, ”Yang aku inginkan adalah jarumku sendiri.”             Pada waktu uang saya banyak, siapa saja mengaku
        Seekor ikaan yang kecil dan lemah datang dengan          saudara, tetapi pada saat saya jatuh bangkrut, mana ada
mengantarkan jarum kepunyaan ibrahim dimulutnya.                 orang mau tahu. 
        “Jarum ini adalah salah satu imbalan yang kuperoleh
karena meninggalkan kerajaaan Balkh.           Sedang yang           PUNDT-PUNDI YANG MENURUNKAN MANZILAH
lainnya belum engkau mengerti.” 
                                                                       Dihikayatkan dari Fudhail bin Iyadh bahwa suatu
                                                                 malam yang pekat, ia berdo’a kepada Allah SWT, “Ilahi
                   HAKIKAT KEMISKINAN
                                                                 Robbi, aku dan keluargaku telah kau buat lapar. Dan aku
        Ada seorang kaya yang datang hendak memberi              sendiri sudah tiga hari tidak makan. Dengan apakah aku
uang seribu dinar kepada Ibrahim bin Adham, “Terimalah           memperoleh manzilah (kedudukan) itu ? sementara hal
uang ini,” katanya kepada Ibrahim.                               semacam itu kau lakukan terhadap wali-Mu. Ilahi, bila Kau
        “Aku tidak mau menerima sesuatupun dari para             lakukan ini terhadapku sekali lagi, aku akan tahu barang kali
pengemis,” jawab Ibrahim bin Adham.                              aku tergolong dalam kelompok mereka.”
        “Tetapi aku adalah seorang yang kaya,” sanggah                 Maka pada subuh yang keempat, ada seorang
orang itu.                                                       mengetuk pintu rumahnya.
        “Apakah engkau masih menginginkan kekayaan                     “Siapa siluar ?” Tanyanya.
yang lebih besar dari yang telah engkau miliki sekarang ini ?”         “Aku, utusan Ibnu al-Mubarak, “jawab pengetuk pintu,
tanya Ibrahim bin Adham.                                         yang ternyata datang membawa pundi-pundi berisikan uang
        “Ya !” Jawabnya                                          dan sepucuk surat yang mengatakan bahwa Abdullah al-
        “Bawalah kembali uang ini.     Engkau adalah ketua       Mubarak pada tahun itu tidak akan pergi haji.
para pengemis. Engkau bukan seorang pengemis lagi tetapi                 “Aku datang kepadamu membawa amanat ini, “kata
seorang yang sangat miskin dan terlunta-lunta. Memang            sang tamu.
Ibrahim tidak melihat wujud kekayaan materi orang itu.
          Fudhail pun menangis, lalu bertutur, “Aku tahu,      Dia ingat kepada orang-orang kaya karena kekayaan
ternyata aku lebih malang dari padanya untuk menjadi orang     mereka ? ”Tanya Rabi’ah.
yang dapat meraih manzilah para wali disisi-Nya.”                      “Tidak !” jawab Malik.
                                                                       “Jadi,   “Rabi’ah     meneruskan.       “karena   dia
                                                               mengetahui keadaanku, bagaimana aku harus mengingat-
                                                               Nya ?beginilah yang dikehendakinya, dan aku menghendaki
                                                               seperti yang dikehendaki-Nya. 


                                                               Carilah harta umat Islam yang telah hilang yaitu ilmu
              MENAFKAHI AKU DAN MEREKA                         pengetahuan. 

      Pada suatu ketika Malik bin Dinar mengunjungi
Rabi’ah.    Dia menyaksikan Rabi’ah menggunakan gayung
pecah untuk minum dan bersuci, sebuah tikar dan sebuah                          PERGINYA WANITA SUCI

batu bata yang kadang-kadang dipergunakan sebagai                     Ketika tiba saatnya Rabi’ah harus meninggalkan dunia
bantal. Menyaksikan semua itu hati Malik bin Dinar menjadi     ini.    Orang-orang    yang      menungguinya   meninggalkan
sediah.                                                        kamarnya dan menutup pintu kamar itu dari luar. Setelah itu
          “Aku mempunyai teman-teman yang kaya, “kata          mereka mendengar suara yang berkata, “Wahai jiwa yang
Malik. “Jika engkau menghendaki sesuatu akan kumintakan        damai kembalilah kepada tuhanmu dengan bahagia.”
kepada mereka.”                                                        Beberapa saat kemudian tak ada lagi suara yang
          “Malik, engkau telah melakukan kesalahan yang        terdengar dari kamar Rabi’ah. Mereka lalu membuka pintu
besar, “Jawab Rabi’ah. “Bukankah yang menafkahi aku dan        kamar itu dan mendapatkan Rabi’ah telah berpulang ke
menafkahi mereka adalah satu.”                                 Rahmatullah. Setelah Rabi’ah meninggal dunia, ada yang
          “Ya, “Jawab Malik.                                   bertemu dengannya dalam sebuah mimpi. Rabi’ah ditanya ;
          “Apakah yang menafkahi orang-orang miskin itu lupa           “Rabi’ah, bagaimana engkau menghadapi Munkar
kepada orang-orang miskin karena mereka ? Dan apakah           dan Nakir ?”
          Rabi’ah menjawab, “kedua malaikat itu datang               SWT berfirman ;” Berdo’alah kamu kepada-Ku niscaya Aku
kepada ku dan bertanya, “Siapa Tuhanmu ? Aku menjawab                akan mengabulkan do’amu itu.”
:pergilah kepada Tuhanmu dan katakan kepada-Nya,                          Ibrahim bin Adham menjawab sebab-sebab tertolak
janganlah Engkau melupakan seorang wanita tua yang                   do’a ada 10 macam sebab. Diantaranya ialah :
lemah. Aku hanya memiliki Engkau didunia yang luas , tak             1. Kamu mengaku mengenal Allah, tetapi hak-haknya tidak
pernah lupa kepada-Mu, tetapi mengapa Engkau mengirim                   kamu penuhi
utusan sekedar menanyakan siapakah Tuhanmu kepadaku.”                2. Kamu mengaku cinta kepada Rasulullah Saw, tetapi
                                                                       sunahnya tidak kamu jalankan
                                                                     3. Kamu membaca Al Qur’an, tetapi isi yang terkandung
                                                                        didalamnya tidak kamu amalkan.
Perbaikilah kapalmu, dandani dengan baik sebab lautan                4. Kamu mengakui bahwa syaitan itu adalah musuhmu,
yang dilalui sangatlah dalam.  Kahlil Gibran                           tetapi kamu telah patuh kepadanya.
                                                                     5. Kamu berdo’a untuk menghindarkan diri dari siksa
                                                                        neraka tetapi dirimu telah bergelimang dosa dan
                                                                        maksiat.
                                                                     6. Kamu berdo’a untuk masuk surga, tetapi kamu tidak
                    SEBAB DO’A TERTOLAK                                 beramal untuknya.
                                                                     7. Kamu telah sibuk mencari aib orang lain, tetapi kamu
         Tersebutlah, Ibrahim bin Adham, sewaktu beliau
                                                                        telah melupakan aibmu sendiri.
berkunjung kenegeri Basrah. Dalam perjalanan kenegeri itu,
                                                                     8. Kamu percaya bahwa kematian itu pasti datang, tetapi
beliau     didatangi    orang-orang       seraya       mengajukan
                                                                        kamu tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
pertanyaan, “Apa sebabnya keadaan dan nasib kami tidak
                                                                     9. Kamu kuburkan orang-orang yang mati, tetapi kamu
pernah berubah, padahal kami selalu berdo’a kepada Allah,
                                                                        tidak mengambil pelajaran dari peristiwa itu.
dan      bukankah   Allah   telah   berjanji   bahwa    dia   akan
                                                                     10. Kamu memakan rizqi dari Tuhanmu, tetapi kamu tidak
mengabulkan permohonan hamba-Nya, seperti disebutkan
                                                                        bersyukur kepada-Nya.
dalam Al Qur’an surah Mu’min ayat 60 bahwasanya Allah
       Demikian itulah jawaban Ibrahim bin Adham. Sebagai             “Wahai Rabi’ah, aku seorang duda dan kamu
jawaban sebab-sebab tertolaknya do’a.                         seorang janda.”
                                                                      “Maksud kamu,”Tanya Rabi’ah
      CINTA KEPADA ALLAH DAN LEZATNYA IMAN                            “Aku ingin meminang kamu, “Kata Sufyan ats-Tsauri.
                                                                      “Baik, aku akan menerima pinangan kamu dan
       Rasulullah SAW     bersabda, “Barang siapa cinta
                                                               sekaligus sebagai mahar apabila kamu dapat menjawab
kepada Allah ta’ala dia pasti banyak menyebut-nyebut-Nya.
                                                               empat pertanyaanku.”
Dan buahnya ialah Allah akan selalu mengingatnya dengan
                                                                      “Apa empat pertanyaan itu ? “Tanya Sufyan
memberikan     rahmat   dan   ampunan     kepadanya    serta
                                                                      “Pertama ; semua orang bakal mati, jika aku mati
memasukkannya kesurga bersama-sama dengan para nabi
                                                               apakah aku akan mati husnul khotimah atau su’ul khatimah,
dan para kekasih-Nya bahkan memberikan kehormatan
                                                               kedua ; setelah mati semua orang berada didalam kubur,
kepadanya dengan bisa melihat keindahan-Nya. (HR. Al
                                                               apakah aku akan dapat nikmat kubur atau siksa kubur ;
Jami’us Shagir)
                                                               ketiga ; diakhirat kelak semua orang dapat kitab, apakah aku
        Rasulullah SAW bersabda, “ Tiga perkara, siapa
                                                               mendapat kitab sebelah kanan atau sebelah kiri, keempat ;
yang memilikinya maka dia akan merasakan lezatnya iman :
                                                               semua orang akan menuju surga dengan melalui shirat,
1.   Mencintai Allah dan Rasul-nya diatas segalanya.
                                                               apakah aku akan selamat sampai disurga atau aku akan
2.   Mencintai Hamba karena Allah
                                                               jatuh didasar neraka ? itulah empat pertanyanku, “ kata
3.   Membenci kekufuran setelah diselamatkan Allah dari
                                                               Rabi’ah al-adawiyah.
     padanya sebagaimana bencinya kepada neraka.” (HR.
                                                                     “Kukira aku tidak bisa menjawab semua pertanyaan
     Buhari dan Muslim dari Abu Huraairah ra). 
                                                               mu,” Jawab Sufyan ats-tsauri.
                                                                     “Jika kamu tidak bisa menjawab semua pertanyaanku,
                                                               maaf saja, pinanganmu ku tolak dan aku tidak ingin
                                                               menikah.” Kata Rabi’ah. 
                        PINANGAN

       Pernah Sufyan Ats-Tsauri datang ketempat Rabi’ah al-
adawiyah untuk meminang beliau.                                            SHALAT AWWABIIN DAN DHUHA
       Dari     Abu    Hurairah      ra,      Rasulullah   SAW     dosa-dosaku. Sesungguhnya Engkau Zat yang mengampuni
bersabda,”Barangsiapa mengerjakan shalat sunat enam                dosa yang besar. 
rakaat (shalat awwabiin) sesudah shalat Magrib yang tiada
dipisah-pisahkan dengan percakapan yang buruk, maka                                     SUKA DENGAN FITNAH
sama dengan beribadah (selama) dua belas tahun.” (HR.
                                                                         Pada suatu pagi Abu Nawas berdiri dihadapan
Ibnu Majah, AtTirmidzi)
                                                                   massyarakat, lalu berkata lantang,”Dengan ini ku umumkan
       Dari     Abu       Dzar    ra,         Rasulullah   SAW
                                                                   bahwa aku, Abu Nawas, adalah orang yang sangat benci
bersabda,”Seseorang di antara engkau semua itu tiap
                                                                   perkara yang haq, sangat suka kepada fitnah, dan dalam
paginya diharuskan bersedekah untuk setiap ruas tulang
                                                                   beberapa tahun ini aku lebih kaya daripada Tuhan.”
badannya. Maka setiap sekali bacaan tasbih adalah
                                                                         Masyarakat gempar sampai akhirnya Abu Nawas
sedekah. Setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap tahlil
                                                                   ditangkap punggawa Sultan karena dinilai membahayakan
adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf
                                                                   keutuhan aqidah. Ia segera di hadapkan langsung kepada
nahi   munkar    adalah    sedekah      dan    untuk   mencukupi
                                                                   Khalifah Harun Al Rasyid.
kesemuanya itu adalah mengerjakan dua rakaat shalat
                                                                         Khalifah   bertanya      marah,”Apa    betul,   Tuan
Dhuha.” (HR. Ahmad, Muslim dan Abu Dawud). 
                                                                   mengatakan sengat benci kepada yang haq?”
                                                                         “Betul,” Jawab Abu Nawas tenang,”Malah bukan saya,
                      DO’A ABU NAWAS
                                                                   Baginda Khalifah juga sama.”
       Imam Abu Nawas adalah seorang Waliyullah yang                     “Aku benci kepada yang haq? Buktikan tuduhan tuan
hidup pada zaman pemerintahan Khalifah Harun Ar Rasyid.            yang keji itu,” Hardik Harun Al Rasyid yang makin menanjak
Salah satu do’a susunannya yang terkenal adalah yang               kemurkaannya. Untung ia masih bisa menahan diri.
berbunyi ; Ilahilastu lil firdausi ahla wa la aqwa’alan naril            Abu Nawas menjelaskan,”Bukankah Baginda yakin
jahmini fahabli taubatan waghfir dzunubi fa innaka ghafiruz        bahwa kematian dan neraka adalah haq? Dan sebagaimana
dzanbil ‘adhimi. Yang artinya ; Tuhanku, aku ini tidak patut       saya juga, Baginda sangat benci kepada kematian dan
menjadi penghuni surga, tapi aku tidak tahan terhadap              neraka?”
panasnya neraka. Karena itu terimalah taubatku dan ampuni                Khalifah terdiam sebentar mengakui kebenaran Abu
                                                                   Nawas. Lalu ia membentak,”Tapi tuan jangan mengatakan
bahwa tuan amat suka kepada fitnah. Itu merusak                                      “Untuk memperingatkan tuan agar selalu ingat akan
ketentraman Masyarakat.”                                                       mati dan siksa neraka, agar tidak terlalu terpukau oleh harta
         “Sekali   lagi,     saya      wajib      mengatakan           yang    dan keluarga, dan agar tuan tidak berhenti memberikan
sebenarnya,”sahut Abu Nawas.”Yang menyenangi fitnah                            pengertian kepada rakyat tentang keEsaan Allah Subhanahu
bukan hanya saya, tuan juga.”                                                  wa Ta’ala. “ 
         “Hah? Aku menyukai fitnah? Ini sudah keterlaluan,”
damprat Khalifah.
         “Izinkanlah      saya     mengucapkan          kenyataan       ini.            TEMPAT TERINDAH ADALAH KUBURAN
Tidakkah Tuhan mengatakan dalam Al Qur’an bahwa harta
                                                                                     Suatu malam Ibrahim bin Adham sedang berada diluar
dan anak adalah fitnah? Bukankah tuan amat suka kepada
                                                                               rumah.    Seorang      serdadu     penunggang       kuda     yang
harta dan anak?”
                                                                               pasukannya       berkemah   di   sekitar   tempat    itu,   datang
         sekali    lagi     Sultan      terpojok.         Ia      kemudian
                                                                               mendekatinya, lalu bertanya,”Hai orang tua, di daerah ini,
menegur,”Baiklah, hal itu kuakui kebenarannya. Namun
                                                                               dimanakah ada tempat bersenang-senang, tempat yang
lancang       sekali,      malah      bisa     murtad          kalau   tuan
                                                                               paling indah?”
menyombongkan diri lebih kaya daripada Tuhan. Tuan
                                                                                     Ibrahim bin Adham mendongakkan kepala dan balik
adalah Ulama besar, tidak patut berkata begitu. Tuan bisa
                                                                               bertanya,”Tuan menanyakan pendapat saya?”
dihukum mati.”
                                                                                     “Ya.”
         “Sabarlah,        Baginda.          Perhatikan         penjelasan
                                                                                     “Tempat yang tuan maksudkan itu terletak disana,
saya,”jawab Abu Nawas tetap tenang.”Saya mengatakan
                                                                               diseberang rumah saya,”Ucap Ibrahim bin Adham seraya
lebih kaya daripada Tuhan karena ada buktinya. Saya
                                                                               menuding kearah kuburan.
mempunyai banyak anak, tapi Tuhan, Dia tidak memiliki
                                                                                     “Yang      mana?   Kuburan     itu?”Tanya     serdadu    itu
anak seorang pun. Bukankah saya lebih kaya daripada
                                                                               kebingungan.
Tuhan?”
                                                                                     “Ya,    betul.   Tempat    yang      paling   indah    untuk
         terpaksa Khalifah tersenyum, lantas bertanya,”Jadi
                                                                               bersenang-senang menurut pendapat saya adalah kuburan.”
apa maksud tuan mengatakan hal-hal yang menghebohkan
                                                                                     “Kurang ajar,” umpat serdadu itu, mendongkol. Tapi ia
tadi?”
                                                                               belum berani bertindak lebih jauh, takut kalau orang tua itu
sseorang yang berpangkat tinggi. Jadi ia bertanya,”Siapakah            lagi,”Andaikata tuan menerangkan dengan jujur siapa tuan
kamu hai orang tua?”                                                   sebenarnya, pasti anak buah saya takkan menendang serta
       “Saya hanyalah seorang hamba.”                                  menyeret tuan kemari.”
       “Keparat!” Hardik serdadu itu sembari menendang.                        “Maksudmu?”
       Kemudian        Ibrahim          bin       Adham      diseret           “Mengapa tuan mengatakan bahwa tuan, hanya
keperkemahannya dan diadukan kepada atasannya dengan                   seorang hamba?”
tuduhan telah mempermainkan dan menghina tentara.                              “Apakah saya salah? Ia menanyakan siapa saya.
       Namun alangkah herannya serdadu itu melihat                     Siapakah saya ini hanyalah seorang hamba Allah? Kau, aku,
atasannya sangat menghormati orang tua tersebut. Karena                dia dan kita semua, bukankah Cuma hamba-hamba Allah
memang ia mengenal Ibrahim bin Adham sebagai seorang                   belaka? Nama, pangkat dan kedudukan hanyalah embel-
‘alim yang amat berpengaruh.                                           embel     sementara,    yang   tidak     dapat    menghilangkan
       Walau bagaimanapun, komandan tentara dengan                     kenyataan, bahwa kita adalah hamba Allah.”
nada     penyesalan      dan      kekecewaan,        berkata,”Saya             Makin terperosok komandan itu ke dalam kebenaran
menyayangkan sikap tuan selaku orang ‘alim, mengapa                    yang pahit. Ia tak bisa mengelak, bahwa semua dalih dan
mempermainkan anak buah saya?”                                         penjelasan Ibrahim bin Adham adalah kejujuran paling tuntas
       Ibrahin     bin          Adham         bertanya         tidak   dari seorang ‘alim yang tawakkal.
mengerti,”Mempermainkan anak buahmu? Dalam hal apa?”                           Akhirnya dengan sedih ia berkata,”kalau begitu,
       “Ia menanyakan tempat bersenang-senang yang                     maafkanlah kekurang ajaran anak buah saya yang telah
paling indah. Tuan kenapa menunjukkan ke kuburan?                      menendang dan menyeret tuan kemari.”
       “Ia menanyakan pendapat saya. Tentu saja tempat                         Ibrahim   bin    Adham         dengan     wajah       polos
bersenang-senang      buat      orang     setua    saya,   hanyalah    menjawab,”Tidak     perlu   minta      maaf     dan   tidak   perlu
kuburan. Apakah seumur saya ini masih pantas mencari                   memaafkan, sebab saayalah yang harus mengucapkan
kesenangan ditempat-tempat hiburan?”                                   terima kasih kepadanya.”
       Komandan       tentara     itu    terperangah.      Terpaksa            “Sekeras itukah hati tuan sehingga tidak mau memberi
mengakui, Ibrahim bin Adham telah memberikan jawaban                   maaaf?” Keluh komandan tentara menyesali.
yang tepat. Tapi ia masih kurang senang. Hingga ia berkata
      “Bagaimana saya harus memberi maaf jika dia tidak     hamba-hambaKu, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha
perlu minta maaf? Mengapa dia mesti minta maaf, padahal     Pengampun lagi Maha Penyayang.” 
dia telah membantu saya mengurangi dosa-dosa saya,
melipat gandakan simpanan pahala saya dan menyebabkan                UMAR ra DAN WANITA-WANITA QURAISY
do’a saya mesti dikabulkan Allah?”
                                                                  Pada suatu ketika Sayyidina Umar ra meminta izin
      “Maksud tuan?” Tanya komandan kebingungan.
                                                            untuk bertemu dengan Rasulullah SAW, sedangkan pada
      “Saya tidak bersalah. Tetapi dia telah menganiaya
                                                            saat itu terdapat beberapa orang wanita Quraisy yang
saya. Berarti saya termasuk orang yang dianiaya. Tidakkah
                                                            sedang menanyakan beberapa masalah dan terdengar
engkau pernah mendengar bahwa dosa orang-orang yang
                                                            mereka berbicara dengan riuh, ramai serta suara keras.
dianiaya akan dihapus dan do’anya akan dikabulkan?”
                                                                  Ketika Umar ra masuk, mereka segera diam dan
      dengan penjelasan itu, komandan tentara makin tidak
                                                            membetulkan kerudung mereka masing-masing.
dapat berbicara. Ia hanya berjanji dalam hati untuk
                                                                  Melihat kejadian yang demikian itu Rasulullah SAW
memarahi anak buahnya supaya bersikap lebih hormat
                                                            tertawa (senyum).
kepada rakyat jelata. 
                                                                  Waktu melihat Rasulullah SAW tertawa, Umar ra
                                                            bertanya kepada beliau,”Mengapa engkau ketawa, Ya
                     RAHMAT ALLAH
                                                            Rasulullah?”
      Pada suatu hari ada beberapa orang sahabat sedang           Nabi SAW menjawab,”Saya heran, ketika wanita-
ketawa, pada saat itu Rasulullah lewat, melihat keadaan     wanita   itu   mendengar   suaramu,   cepat-cepat   mereka
para sahabat tersebut beliau lalu bersabda,”Apakah kalian   membetulkan letak kerudung mereka.”
ketawa-ketawa sedang api neraka berada ditengah-tengah            Mendengar ucapan Nabi SAW tersebut, Umar ra
kalian?” Mendengar ucapan demikian itu, mendadak para       berkata,”Sepantasnya engkaulah, Ya Rasulullah yang lebih
sahabat berubah menjadi sedih.                              disegani daripada aku.”
      Tak lama kemudian Rasulullah SAW kembali lagi               Kemudian Umar ra mendekati para Wanita tersebut
kepada mereka untuk menyampaikan teguran Allah SWT          serta berkata,”Kalian melawan diri kalian sendiri, mengapa
kepada beliau yang berbungi ;”Mengapa kamu jadikan          kalian lebih takut kepadaku daripada Rasulullah?”
mereka berputus asa dari RahmatKu? Kabarkan lah kepada
        Wanita-wanita itu menjawab,”Engkau berhati kasar                 “Ya Allah, 70 tahun lamanya orang itu musyrik
dan lebih keras daripada Rasulullah.”                          menyembah berhala. Dan 70 kali pula dia meminta kepada
        Mendengar apa yang dikatakan oleh para Wanita          berhalanya tak pernah dikabulkan. Kini dia baru sekali
Quraisy tersebut, Rasulullah SAW lalu berkata,”Hai Ibnul       berdo’a         kepadaMu,       mengapa       kau      kabulkan
Khattab, demi Allah, apabila setan berjumpa dengan engkau      permohonannya?” Tanya para malaikat.
dijalan yang engkau lalui, maka dia akan menjauh, lewat                  “Wahai para malaikat. Jika berhala yang benda mati
jalan lain.” (HR. Bukhari)                                     itu tak bisa mengabulkan permohonannya dan Aku pun juga
                                                               tidak, lalu dimana letak perbedaan antara Aku dan berhala
                  70 KALI DIA MEMOHON                          itu?” 
        Tujuh puluh tahun lamanya, seorang kakek di India
menyembah berhala dari batu. Suatu hari dia datang
memohon sesuatu kepada sang berhala.                           Tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus dan
        “Tujuh puluh tahun aku menyembahmu, tak pernah         tidak ada dosa besar jika selalu diiringi dengan istighfar
aku memohon apa-apa kepadamu. Kini aku datang untuk            
memohon sesuatu. Tolong kabulkanlah.”Rengeknya.
        Meski 70 kali dia memohon, sang berhala tidak juga
mengabulkannya sampai sang kakek berputus asa.
        Saat itulah Allah memberi hidayah si kakek dan                                   KUNCI ZUHUD
membuka hatinya. Gantilah dia meminta kepada Allah SWT.
                                                                         1) Aku tahu rizqiku tak mungkin diambil orang lain,
        “Ya Allah, baru sekarang aku menghadapMu, aku
                                                                            karenanya hatiku tenang
telah     memohon       kepadaMu.       Tolong   kabulkanlah
                                                                         2) Aku tahu amalku tidak mungkin dilakukan orang
permintaanku ini, Ya Allah,”Suara kakek lirih bermunajat
                                                                            lain, karenanya aku sibukkan diriku dengan
kepada Allah.”
                                                                            beramal
        Saat itu juga terdengar suara dari Allah.”Wahai
                                                                         3) Aku tahu Allah SWT selalu melihatku, karenanya
hambaKu, mintalah kepadaKu niscaya akan Aku beri.”
                                                                            aku malu bila Allah SWT mendapatiku melakukan
        Mendengar jawaban Allah, gemparlah para malaikat.
                                                                            maksiat
      4) Aku tahu kematian menantikanku, karenanya             lugu dan sekaligus bijak. Perilakunya yang sulit dipahami
          kupersiapkan bekal untuk berjumpa dengan             dipandang sebagai misteri mistikal yang mempesona.
          Tuhanku                                                    Lelucon Nasrudin harus kita terima dengan hati yang
                                                               terbuka, karena ia bersifat terbuka. Ia mengundang banyak
Lidah adalah suatu pedang yang tajam, yang membunuh            penafsiran dan tak ada interpretasi yang paling benar.
juga meskipun tanpa mengalirkan darah                               Karena sifatnya yang terbuka, kisah Nasrudin bukan
                                                               hanya milik orang Turki, Arab atau Iran.     Ia milik seluruh
Berfikirlah diwaktu pagi, bekerjalah diwaktu siang,            umat manusia yang masih mempunyai hati nurani. Tidak
makanlah diwaktu sore , tidurlah diwaktu malam.               boleh ada yang tersinggung.     Nasrudin tidak mencemooh
                                                               anda secara partikuler.     Ia menyindir manusia secara
Sesungguhnya syetan berjalan pada manusia ditempat             universal.
jalannya darah, maka sempitkanlah jalannya itu dengan                Pesan mereka sama : tertawalah melihat ketololan-

lapar  Hadits                                                 ketololan yang anda lakukan sebelum ditertawakan orang
                                                               lain. “Mulla Nasrudin” tulis Ablahi Mutlaq – nama ini berarti
                                                               kebodohan mutlak – dalam ajaran Nasrudin, “adalah
                                                               penghulu para Darwis dan pemilik perbendaharaan rahasia,
                                                               manusia sempurna.      Banyak orang berkata : aku ingin
                                                               belajar, tapi disini aku hanya menemukan kegilaan. Tetapi,
                                                               sekiranya mereka mencari kearifan yang dalam ditempat

             SEPENGGAL KISAH NASRUDIN                          lain, mereka tidak akan menemukannya. 


                    MULLA NASRUDIN                                                    ANDA LUPA

      Mulla Nasrudin terkenal karena lelucon-leluconnya. Ia            “Jika tidak ada diantara kalian seorang yang dapat
mengajarkan kearifan lewat keluguan, atau dengan kata          mengatakan sesuatu yang menghiburku, “teriak seorang raja
yang lebih jelas, ketololan.   Dikalangan sufi, Nasrudin       yang tiranis dan kecapaian, “aku akan memotong leher
dijadikan rujukan untuk mengajar makrifat.   Ia lucu, tolol,   semua orang yang berada di istanaku hari ini, “Mulla
Nasrudin segera menghadap, “Baginda, jangan potong                puluh tahun. Lama sebelum waktu itu habis, unsur-unsur
kepalaku karena hamba akan melakukan sesuatu buat                 lain akan masuk dalam cerita.” 
baginda.“
          “Apa yang dapat kamu lakukan ?”
          “Hamba dapat mengajari keledai membaca dan                            HAL YANG MEMBINGUNGKAN
menulis.”
                                                                        Diseluruh negeri terjadi keresahan.       Raja mengirim
          Raja berkata, “Sebaiknya kamu mengerjakannya.
                                                                  delegasi kebudayaan kesetiap kota untuk menentramkan
Jika tidak, aku akan menguliti kamu hidup-hidup.”
                                                                  rakyat. Kemanapun mereka datang, rakyat sangat terkesan.
          “Hamba akan melakukannya, “kata Nasrudin, “Tapi
                                                                  Dari mereka orang dapat belajar ilmu pengetahuan dan
perlu waktu sepuluh tahun.”
                                                                  keahlian. Salah seorang diantara mereka pengarang, yang
          “Tidak apa, “kata raja, “kamu punya waktu sepuluh
                                                                  lain ulama, yang ketiga anggota keluarga kerajaan. Ada ahli
tahun.”
                                                                  hukum, prajurit, saudagar dan banyak lagi.        Pada setiap
          Ketika pertemuan di istana itu sudah selesai, para
                                                                  tempat   yang    mereka     datangi,   mereka    mengadakan
pembesar mengerumuni Nasrudin.
                                                                  pertemuan diruang yang terbuka. Orang-orang berkumpul
          “Mulla,   “kata   mereka,   “betulkah   Anda   dapat
                                                                  dan mengajukan pertanyaan.
mengajar keledai membaca dan menulis ?”
                                                                        Ketika sampai ke desa Nasrudin, pertemuan besar
          “Tidak, “kata Nasrudin.
                                                                  yang dikepalai oleh wali kota menyambut rombongan
          “kalau begitu, “kata pembesar yang paling bijaksana,
                                                                  tersebut. Pertanyaan diajukan dan dijawab. Setiap orang
“Anda hanya mendatangkan ketakutan dan kecemasan
                                                                  terkesan atau setidak-tidaknya terpengaruh oleh kebesaran
selama satu dasawarsa. Sebab, pada akhirnya anda akan
                                                                  delegasi. Nasrudin datang terlambat, sebagai tokoh lokal ia
dihukum mati. Ah, betapa tololnya, lebih menyukai sepuluh
                                                                  didesak untuk duduk didepan, “Apa yang sedang kalian
tahun penderitaan dan memikirkan kematian ketimbang satu
                                                                  lakukan disini?” Tanya Nasrudin.
tebasan kilat pedang algojo.”
                                                                        Ketua     rombongan    tersenyum   ramah,     “kami   ini
          “Anda lupa satu hal, “kata Mulla, “Raja kita sekarang
                                                                  serombongan ahli.    Kami datang untuk menjawab semua
berusia tujuh puluh lima tahun dan akan berumur delapan
                                                                  pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh rakyat sendiri.
                                                                  Dan anda sendiri, maaf, siapakah anda ?”
      “Oh, Saya, “kata Nasrudin tanpa berfikir panjang,               Nasrudin kemudian berkomentar,” Anda lupa, Pak
“Anda harus mempersilahkan saya kemimbar.” Ia naik              filosof. Saya tidak pernah mengeluh pada musim semi.” 
menuju tempat para tamu penting.” Saya datang kesini untuk
menjawab pertanyaan yang tidak anda ketahui jawabannya.
Bisakah kita mulai dari hal-hal yang membingungkan anda,                   NASRUDIN DAN MURIT FILSAFAT
wahai para ahli yang terkemuka ?” 
                                                                      Seorang anak muda yang baru selesai belajar filsafat
                                                                menentang Nasrudin untuk berdebat. “Aku sudah menguasai
             SAYA ‘KAN TIDAK SEBODOH ITU
                                                                ilmu filsafat, dan aku mengenal semua guruku dengan baik.”
      Nasrudin kepergok saat menuangkan gandum milik                “Alhamdulillah.”Jawab Nasrudin.” Tapi rupanya guru-
tetangga kedalam karung gandumnya.                              gurumu itu tidak mengenalmu dengan baik.” 
      “Saya memang bodoh. Saya tidak bisa membedakan
gandum mereka dengan gandum saya.”                                                       KONSISTEN
      “kalau begitu, kenapa tidak kau tuangkan saja
                                                                       “Berapa umurmu, Nasrudin?”
gandummu ke kantong orang lain ?”Tanya hakim.
                                                                       “Empat puluh tahun.”
      “Tapi saya kan bisa membedakan yang mana gandum
                                                                       “Lho! Dua tahun yang lalu engkau mengatakan
saya diantara milik orang lain, Saya kan tidak sebodoh itu !”
                                                                bahwa umurmu empat puluh tahun.”

                                                                       “Ya, aku memang selalu berusaha untuk konsisten
                                                                dengan perkataanku.” 
               NUSRUDIN DAN KELUHAN

      Seorang filosof sedang memberi wejangan disebuah                                SEPERTI ENGKAU
kedai teh.
                                                                       Sambil berdiri didekat lapangan pasar, Nasrudin
      “Manusia hanya bisa mengeluh. Pada musim dingin,
                                                                melantunkan syair :
manusia mengeluh kedinginan. Pada musim panas manusia
                                                                       “Oh, Cintaku !
mengeluh kepanasan.”
                                                                       Keseluruhan diriku begitu terliputi olehMu segala
                                                                yang ada dihadapanku tampak seperti Engkau !”
Tiba-tiba seorang pelawak berteriak, “Gimana jadinya kalau         Nasrudin balik bertanya,”Apa kelebihan anda?apa
yang dihadapanmu seekor kera ?” Tanpa berhenti Nasrudin      yang telah anda berikan kepada para pengikut tharikat
terus membaca syairnya.                                      anda?”
      “ .............. Tampak seperti engkau !”                   Hamzah       menjawab,”Ilmuku        banyak     dan      luas.
                                                             Kelebihan yang aku miliki tidak ada batasnya. Setiap malam
                                                             aku naik ke alam sana (langit) dan terbang sampai ke langit
                                                             pertama. Aku berjalan di beberapa tempat dilangit melihat
                          SOK SIBUK                          banyak keajaiban kerajaan langit.”
                                                                   Tiba-tiba    Nasrudin     bertanya,”Apakah      anda     tidak
      Seorang anak yang sok sibuk ingin dapat pujian untuk
                                                             merasakan      sesuatu   yang     lembut    dan     seperti   kipas
berita yang ia bawa. Ia berlari menuju rumah Nasrudin.
                                                             menyentuh wajah anda?”Hamzah segera menjawab,”Ya
      “Paman ! Ada kabar baik !”
                                                             syeikh.”maka Nasrudin berkata,”Itu ekor telingaku yang
      “Apa itu ?”
                                                             panjang.” 
      “Tetangga sebelah sedang bikin kue !”
      “Apa artinya buatku ?”
                                                                            ANDAIKAN UNTA BERSAYAP
      “mereka akan memberi paman beberapa potong !”
      “lalu, apa artinya buat kamu ?”                             Syeikh      Nasrudin    suatu    hari       berkata     dalam
                                                             pidatonya,”Hai kaum Muslimin, bersyukurlah kepada Allah
                       EKOR TELINGA                          SWT! karena Dia tidak menciptakan sayap untuk unta.
                                                             Andaikata unta diberi sayap, niscaya mereka terbang dan
      Hamzah, seorang sayyid, mengaku bahwa dirinya
                                                             akan jatuh di atap rumah kalian. Maka rumah kalian roboh
hebat dan berilmu tinggi, mempunyai indera keenam dan
                                                             dan akhirnya menimpa diri kalian juga.” 
termasuk wali. Suatu saat Hamzah bertanya kepada
Nasrudin,”Ya syeikh, apa kerja anda disini selain mengigau
dan berkelakar? Jika anda punya keahlian dan kepandaian
                                                                                 DALAM MAKAM TUA
maka tampakkanlah! Jika anda punya kelebihan, maka
perlihatkanlah!”
      Nasrudin berpesan kepada keluarganya agar setelah                      Dikota Aq Syahr datanglah seorang ahli filsafat. Ia
meninggal     ia   dimasukkan       di     sebuah    makam      tua.   bertanya kepada penduduk,”Siapa Ulama kalian?” mereka
Keluarganya         bertanya,”mengapa             demikian?”      Ia   menjawab,”Syeikh Nasrudin.” Ahli filsafat itu berusaha
menjawab,”bila     dua   malaikat        datang   kepadaku     untuk   mencarinya, akhirnya berhasil bertemu dengan Nasrudin.
bertanya,”aku menjawab,’aku sudah lama dalam makam ini                 Kepada Nasrudin ia berkata,”Syeikh, saya mempunyai
dan   sudah    pernah      ditanya’.     Ketika   mereka     melihat   empat puluh pertanyaan. Apakah anda dapat menjawabnya
makamku,      maka    mereka      membenarkan         perkataanku,     dengan satu jawaban?” Nasrudin menjawab,”lihat dulu
sehingga mereka pun meninggalkanku. Demikianlah agar                   pertanyaannya,” Setelah ahli filsafat itu menyampaikan
aku terhindar dari dahsyatnya pertanyaan mereka dengan                 semua pertanyaannya dan Nasrudin mendengarkan dengan
cara termudah.”                                                       seksama, maka Nasrudin dengan tenang menjawab,”Aku
                                                                       tidak tahu semuanya.” Maka ahli filsafat itu terdiam dan
                                                                       kalah. 


                                                                                       SAMPAI DIMANA SUARAKU
                   KAPAN KIAMAT TERJADI
                                                                             Nasrudin mengumandangkan adzan, setelah itu ia pun
      Orang-orang bertanya kepada Nasrudin,”kapan kiamat               berlalu. Saat ia ditanya hendak pergi kemana, Nasrudin
terjadi?” Nasrudin balik bertanya,”kiamat yang mana yang               menjawab,”Aku ingin tahu sampai dimana suaraku.” 
kalian maksudkan?” mereka dengan penuh keheranan
bertanya kembali,”apakah kiamat itu banyak macamnya?”                             BILA GUNUNG TIDAK BERJALAN
Nasrudin menjawab,”Ya, jika istriku meninggal dunia, itu
                                                                             Sekadar     berbincang-bincang,   beberapa     orang
kiamat kecil (sugra). Dan jika aku yang meninggal dunia, itu
                                                                       bertanya kepada Nasrudin,”Darimana anda tahu bahwa diri
kiamat besar (kubra).” 
                                                                       anda seorang wali?” Nasrudin menjawab,”bila kupanggil
                                                                       batu, maka batu akan berjalan ke arahku.” Mereka lalu
                      TAK TAHU SEMUA
                                                                       berkata,”Panggillah pohon didepan kita itu menuju kemari!”
                                                                       Nasrudin menjawab,”baiklah,”. Lalu Nasrudin memanggilnya
dengan suara lembut,”kemarilah hai pohon!” Namun tidak                bertanya,”mengapa tidak kamu jawab dengan benar?”
selembar daunnya pun bergerak. Maka Nasrudin berjalan                 Nasrudin menjawab,”jika saya menjawab bahwa kata
kearah     pohon        itu,   dan       mereka     yang      hadir   tersebut fi’il madhi, maka akkan panjang penjelasannya.
bertanya,”bukankah anda mengatakan bahwa pohon itu                    Sebab ada yang ma’lum, majhul, mutsbit, manfi, mudzakar,
akan berjalan kearah anda?”Nasrudin menjawab,”Tiada                   muanats, mufrad, jama’ dan seterusnya, banyak pertanyaan
takabbur bagi sseorang wali. Jika gunung tidak berjalan,              yang berhubungan. Dengan menjawab masdhar, tidak ada
maka orang (jadzab) lah yang berjalan.”                              lagi pertanyaan tambahan.” 


                                                                                           JANGAN TANYA AKU

                                                                              Nasrudin manaiki keledai yang sulit berjalan dengan
                         TANGGA APA?
                                                                      baik,   sehingga     tidak   dapat   diarahkan   kearah   yang
        Beberapa pendeta datang kepada Nasrudin dan                   dimaksudkannya. Seorang laki-laki melihat hal itu dan
berkata,”tolong       jawab    pertanyaan       kami!”     Nasrudin   bertanya,”anda hendak pergi kemana?”
berkata,”baiklah,      jelaskan    kesulitan    kalian!”    Mereka            Nasrudin menjawab,”jangan tanya aku, tanyakan pada
berkata,”bagaimana Nabi kalian naik ke langit? Dengan apa             keledai ini.” 
ia naik?” Nasrudin menjawab dengan tepat,”dengan tangga
yang digunakan oleh Nabi kalian naik ke langit keempat.”                               ALAM DI KELEDAI NASRUDIN

                                                                              Tiga orang pendeta mengembara hingga ke pelosok
                                                                      negara. Mereka bertatap muka dengan ulama kepelosok
                                                                      negara disetiap daerah yang mereka lalui. Sesampainya di
                                                                      Romawi, mereka berkeinginan untuk bertatap muka dengan
           LEPAS DARI PENJELASAN PANJANG
                                                                      ulamanya. Maka sebagian orang menyatakan kepada sultan,
        Guru Nasrudin pernah bertanya, pada saat Nasrudin             bahwa sebaiknya Nasrudin di panggil untuk menghadapi
masih      belajar,      tentang     kata       qala,      Nasrudin   mereka, karena kecerdikan dan kepandaiannya.
menjawab,”Mashdar,”               Guru         Nasrudin        lalu
         Sultan lalu membuat sebuah arena besar di halaman            itu        berkata,”mengapa         demikian?”        Nasrudin
istananya dan memanggil Nasrudin serta beberapa pendeta               menjawab,”cabutlah sehelai dari jenggot anda dan sehelai
itu. Setelah menerima undangan sultan, Nasrudin akhirnya              dari bulu pantat keledai saya, jika keduanya sama, sayalah
dengan seekor keledai berangkat menuju istana. Saat                   yang benar, jika tidak, maka kalianlah yang benar.”
ditunjukkan     kepada   pendeta,      ia     berkata,”utarakanlah          Maka tertawalah ketiga pendeta karena jawaban
pertanyaan kalian semua!”                                             kocak Nasrudin yang serba cepat dan mereka mengakui
         Maka pendeta pertama berdiri dan bertanya,”wahai             kecerdikan ddan kecerdasan Nasrudin. 
syeikh,     dimanakah    pusat   (tengah)       bumi?”     Nasrudin
menunjukkan kearah dimana keledainya meletakkan kaki                                 NASRUDIN DAN ORANG KAYA
kanannya yang depan sambil berkata,”tengah bumi adalah
                                                                              Salah seorang yang kaya memberikan uang 500
dimana keledai ini meletakkan kaki kanannya,” Pendeta
                                                                      qurusy kepada Nasrudin seraya berkata :
pertama dengan heran berkata,”apa dasarnya?” Nasrudin
                                                                              “Wahai Mullah, aku harap anda berdo’a untukku
menjawab,”jika kalian tidak      percaya, timbanglah! Jika
                                                                      setiap kali selesai shalat lima waktu.”
ternyata tidak sesuai dengan perkataanku, maka aku telah
                                                                              Nasrudin mengambil sejumlah 450 qurusy, dan 50
berbohong.”
                                                                      qurusy ia kembalikan.
         Lalu berdirilah pendeta kedua dan berkata,”berapa
                                                                              “Maaf Tuan, “kata Nasrudin. “Bagiku waktu malam
jumlah bintang?” Nasrudin segera menjawab,”sebanyak bulu
                                                                      terlalu pendek . Tidak seperti mulut orang fasik yang terlalu
keledaiku,” Salah satu pendeta berkata,”bagaimana anda
                                                                      panjang.    Aku tidak bisa menunaikan Shalat subuh pada
tahu?”     Nasrudin   menjawab,”jika        anda   tidak   percaya,
                                                                      waktunya, melainkan dengan mengqadha’ : Jadi aku tidak
hitunglah! Jika lebih atau kurang satu, maka andalah yang
                                                                      berhak untuk upah shalat subuh, aku merasa malu pada
benar,” Rahib kedua berkata,”apakah bulu keledai dapat
                                                                      Allah jika mengambilnya.” 
dihitung?” Nasrudin menjawab,”apakah bintang di langit
dapat dihitung?”
                                                                                            HATI TERBAKAR
         Kemudian pendeta ketiga berdiri dan berkata,”berapa
jumlah bulu jenggot saya ini?” Tanpa pikir Nasrudin
menjawab,”sebanyak bulu dipantat keledai saya,” Pendeta
          Seorang teman mengundang Nasrudin kerumahnya.                      “Seringkali aku menginginkan halwa, tetapi tidak
Ia disuguhi madu dan roti. Setelah menyantapnya, Nasrudin           pernah memasak dan memakannya,” kata Nasrudin.
berkali-kali manjilati sisa madu dengan jari-jarinya.                        “Tapi mengapa engkau tidak pernah sempat ?” Tanya
          “Makan madu tanpa roti bisa membakar hati,“ kata          mereka.
pemilik rumah.                                                               “Betapa tidak ? kalau aku punya tepung, aku tidak
          Mendengar ucapan itu, Nasrudin malah semakin              punya (minyak) samin, tetapi giliran aku punya samin, aku
cepat dan penuh semangat menjilati madu, seraya berkata :           tidak punya tepung.”
          “Allah Maha Tahu hati orang yang terbakar.”                       “Apa tidak mungkin mengusahakan kedua-duanya ?”
                                                                    Tanya mereka lagi.
                   HARUS TETAP KELIHATAN                                     “Bisa saja. Periuk sudah ada, tepung sudah ada dan
                                                                    samin juga ada. Tapi kebetulan aku yang tidak ada,“jawab
          Nasrudin    seeding    mengunyah     musthak    (getah
                                                                    Nasrudin. 
sejenis    pohon     sebagai    kemenyan)     disebuah    majelis
pertemuan orang-orang mengajaknya makan. Ketika masuk
                                                                                   AKU TIDAK IKUT MENAIKINYA
ruang makan, Nasrudin mengeluarkan sepotong musthak
dari mulut dan menempelkan pada hidungnya.                                    Keledai Nasrudin hilang, setelah mencarinya dan
          “Wahai     Mullah,   sedang   apa   engkau     ?”Tanya    tidak menemukannya, Nasrudin malah bersyukur kepada
seseorang.                                                          Allah.
          “Harta orang miskin harus tetap kelihatan,”Jawab                    “Mengapa kamu malah bersyukur ?”Tanya seorang
Nasrudin.                                                          temannya.
                                                                              “Ya, karena aku tidak ikut menaikinya. Coba kalau
                               HALWA                                aku sedang menaikinya, aku akan ikut hilang bersamanya,”
                                                                    jawab Nasrudin. 
      Suatu hari, Nasrudin asik bercengkrama dengan
teman-temannya, mereka membicarakan tentang (makanan)
                                                                                              KENTUT
halwa.
          Nasrudin duduk bersama seorang teman. Tiba-tiba                                   NIKMATNYA
siteman merasa tidak kuat menahan kentut.              Maka untuk
                                                                           Suatu hari Nasrudin kehilangan keledai, ditengah
menutupi rasa malunya pada Nasrudin, ia menendang kayu
                                                                     pasar ia mengumumkan sayembara ;
sehingga suara kentutnya tidak terdengar. Nasrudin tahu itu,
                                                                           “Siapa yang berhasil menemukannya, aku akan
maka dia bertanya :
                                                                     memberikan kepadanya berikut berikut dengan tali kendali
          “Kalau   kamu    sembunyikan         suara     kentutmu,
                                                                     dan pelananya !”
bagaimana dengan baunya ini ?”                                            Seseorang menghampiri Nasrudin dan bertanya, “Apa
                                                                     gunanya keledaimu itu ditemukan, kalau kemudian kamu
                                                                     berikan kepada penemunya berikut dengan tali kendali dan
      BARANGKALI IZRAIL AKAN MEMBAWAMU                               pelanaanya ?”
          Ketika sedang sakit yang mungkin akan merenggut                  “Kamu tidak tahu nikmatnya menemukan yang hilang,”
nyawanya, Nasrudin berkata kepada istrinya :                         jawab Nasrudin. 
          “Istriku tercinta, kenakan pakaianmu yang terbaik.
Pakailah perhiasanmu yang terindah.               Sisir rambutmu.
Cucilah    wajahmu.       Pokoknya        berdandanlah    secantik
mungkin lalu kemarilah.”
          “Dalam keadaan seperti ini mana mungkin aku                          KEBIASAAN SERBA BERLAWANAN
meninggalkanmu hanya untuk sekedar berdandan.               Tentu
                                                                           Nasrudin kedatangan bibinya sejak tiga hari yang lalu.
aku tidak akan melakukannya. Kamu kira aku ini wanita apa
                                                                     Saat mencuci pakaian dipinggir sungai, kakinya terpeleset
sehingga kamu boleh bilang begitu ?” kata sang Istri.
                                                                     lalu ia terjatuh kesungai.   Orang-orang segera memberi
          “Bukan begitu, istriku.        Ternyata anggapan kita
                                                                     pertolongan, mereka berusaha mencari sang Bibi, tapi belum
berbeda.       Aku    melihat   Izrail    sudah    mondar-mandir
                                                                     menemukannya. Mendengar berita sedih itu, Nasrudin buru-
disekitarku. Begitu melihatmu dengan pakaian bagus dan
                                                                     buru menuju kehulu sungai untuk mencari mayat Bibinya.
penampilan yang cantik, ia barangkali akan membiarkan aku
                                                                           “Hai Syeikh, mayatnya pasti terhanyut kehilir oleh
dan membawamu,”jawab Nasrudin.
                                                                     arus, bukannya kehulu. Jadi mengapa anda mencari kehulu
                                                                     ? ”Tanya seseorang.
       “Asal kamu tahu, semua kebiasaannya berlawanan                 Ketika Nasrudin sedang mengendarai keledainya
dengan kita.       Biarkan aku mencarinya kehulu karena aku   pulang ke rumah, di tengah jalan terjadi gempa cukup
sudah mempelajari caranya, “kata Nasrudin.                   dahsyat. Bergegas ia turun dari keledainya dan bersujud
                                                              seraya mengucapkan Alhamdulillah.
                           SYUKUR I                                   “Mengapa engkau bersujud, wahai Mullah?” Tanya
                                                              seorang temannya yang kebetulan lewat.
      Suatu hari, Nasrudin kecurian uangnya sebesar seribu
                                                                      “Rumahku sebuah gubuk reyot yang roboh di guncang
qurusy, malamnya ia kemasjid untuk berdo’a kepada Allah
                                                              gempa sedahsyat tadi. Coba kalau aku sedang berada
agar uangnya bisa kembali.
                                                              didalamnya, tentu aku sudah menjadi bubur,” Jawab
      Pada saat yang sama, seorang saudagar kaya raya
                                                              Nasrudin. 
sedang bepergian lewat laut. Terjebak oleh badai, ia
bernadzar apabila selamat dari ancaman marabahaya itu, ia
                                                                                       TAMU ALLAH
akan memberi uang seribu qurusy kepada Nasrudin.
Ternyata ia selamat, begitu mendarat ia langsung mencari              Ada seorang dusun yang hamper tidak memiliki rasa
Nasrudin dan menyerahkan uang yang sudah dijanjikannya        malu dan akhlak yang baik, kesukaannya meminta-minta. Ia
sendiri.                                                      tidak   akan    meninggalkan     rumah       seseorang   sebelum
      “Aku selamat berkat do’a dan pertolongan anda” kata     memperoleh sesuatu, baik berupa pakaian atau makanan.
saudagar     itu     setelah   menceritakan   pengalamannya   Tetapi dia tidak merasa sakit hati atau kecewa jika diusir
terancam badai ketika berlayar.                               atau tidak dipenuhi permintaannya. Berkali-kali dia membikin
      Setelah berfikir lama, Nasrudin berucap,”Subhanallah,   kaget Nasrudin.
seandainya aku pinjamkan uang ini kepada orang lain, tentu            Suatu hari, orang dusun itu datang ke rumah
ia akan mengembalikannya padaku tanpa harus bersusah          Nasrudin. Dia mengetuk pintu.
payah berpikir segala. Akal manusia memang tidak bisa                 “Siapa itu?” Tanya istri Nasrudin.
menjangkau rahasia dibalik hikmah Allah, bagaimana bisa               “Aku ada urusan dengan Mullah Nasrudin,” jawabnya.
uangku hilang lalu kembali seperti ini.”                             Mendengar ada orang yang mencarinya, Nasrudin lalu
                                                              keluar kamar. Ia terkejut melihat tamunya adalah orang yang
                           SYUKUR II                          sering membuatnya kesal.
      “Mau apa kau,” Tanya Nasrudin.                                “Wanita yang kemarin mempermalukanku itu benar
      “Aku tamu Allah,” jawabnya.                             istrimu?” Tanya pejabat.
      “Kalau begitu mari ikut aku,” kata Nasrudin sambil            “Benar,” jawab Nasrudin.
keluar rumah.                                                       “Suruh ia menghadapku.”
      Sampai di depan masjid, Nasrudin berkata kepada               “Ada apa?” Tanya Nasrudin.
tamunya,” kalau kau kerumahku, itu salah alamat. Inilah             “Aku ingin menanyakan sesuatu padanya,” jawab
rumah Allah, wahai tamu Allah, silakan masuk.”               pejabat itu.
                                                                    “Tanyakan saja lewat aku, nanti aku yang akan
                TANYAKAN SAJA LEWAT AKU                       memberikan jawaban pada anda,” Kata Nasrudin. 

      Suatu hari, istri Nasrudin pergi bersama beberapa
                                                                             MERAIH CAHAYA REMBULAN
wanita tetangga untuk mencuci pakaian di pinggir sungai.
Tiba-tiba muncul seorang pejabat yang sedang berlibur               Suatu malam, saat sedang berbaring di tempat tiur
bersama seorang pegawainya. Matanya melotot ketika            bersama istrinya, Nasrudin mendengar ada langkah pencuri
melihat para wanita setengah telanjang yang sedang            di atas atap rumahnya. Namun ia pura-pura tidak tahu.
mencuci pakaian sambil bercanda. Istri Nasrudin sadar kalau         “Kemarin malam aku pulang. Aku mengetuk pintu
ada yang sedang memperhatikannya. Ia lalu naik dan            lama sekali, tetapi kau tidak mendengarnya. Setelah
menghampiri pejabat mata keranjang itu.                       membaca do’a yang di ajarkan Guruku (Nasrudin membaca
      “Mengapa kamu mengintip kami, tolol?” katanya.          do’a singkat), aku meraih cahaya rembulan. Akhirnya aku
      Si pejabat tidak menjawab. Ia segera mengajak           bisa masuk dengan mudah,’’ kata nasrudin kepada istrinya
pengawalnya pergi meninggalkan tempat itu.                    sengaja dikeraskan.
      “Siapa wanita tadi?” Tanya pejabat itu kepada                 Ucapan Nasrudin itu didengar         pencuri. Setelah
peengawalnya.                                                 berdo’a    seperti   yang   dibaca   Nasrudin,   si     pencuri
      “Istri Nasrudin,” jawab pengawalnya.                    mengulurkan tangannya sambil meraih cahaya rembulan
      Pada hari berikutnya, pejabat tersebut mengutus kurir   yang kebetulan sedang purnama. Ini dilakukannya karena
untuk mendatangkan Nasrudin. Ia ingin memberi pelajaran,      yakin bahwa dia akan bisa turun secara gampang. Tetapi
karena istrinya telah berani mempermalukannya.                celaka,   ia   terpeleset   dan   jatuh   terjerembab     yang
membuatnya tidak berdaya. Seketika itu Nasrudin keluar dan                “Serigala terkutuk ini membikin kami semua susah.
menangkap si pencuri.                                               Ternak-ternak kami di makannya. Kami sangat bersyukur
      “Lekas    nyalakan      lilin,   aku   berhasil   menangkap   seandainya bisa membunuhnya. Saat ini kami sedang
pencuri!” seru Nasrudin kepada istrinya.                            mencari cara untuk menangkapnya,” jawab mereka.
      “Kurang ajar!” kata Nasrudin hendak menghajarnya.                   “Minggirlah kalian. Serahkan masalah ini padaku,”
      “Sabar dulu, tuan. Kasihanilah aku. Aku hanya                 kata Nasrudin.
mengamalkan do’a dan cara anda. Ternyata tidak semudah                    Orang-orang terkesima, mereka yakin, orang asing
yang aku bayangkan.                                                yang dihadapan mereka tentulah sakti dan hebat. Pelan-
                                                                    pelan mereka menyingkir sambil mengawasi Nasrudin. Tiba-
                             MERANTAU                               tiba Nasrudin melepas jubah ddan ikat pinggangnya, lalu ia
                                                                    kenakan pada si serigala. Setelah mengikat kencang pada
      Selepas dari pesantren, Nasrudin ingin menyebar
                                                                    bagian tengah jubah, Nasrudin kemudian melepaskan
luaskan ilmunya ke Masyarakat. Dia pergi merantau dari
                                                                    binatang itu.
satu desa ke desa lain. Sial, setiap kali ingin singgah di
                                                                          “Hai, apa yang kamu lakukan?” Tanya penduduk
suatu desa untuk mengajarkan ilmunya, ia selalu di tolak
                                                                    dengan heran dan berusaha hendak menangkap serigala itu.
oleh penduduknya. Alasan mereka, sudah ada guru yang
                                                                    Tetapi Nasrudin mencegahnya,”Dengarkanlah! Itu memang
mengajar mereka.
                                                                    sengaja aku lakukan percayalah, jubah dan ikat pinggang itu
      Akhirnya Nasrudin tiba di suatu desa yang sedang
                                                                    akan menghentikan rizki nya. Tidak akan ada yang
digegerkan oleh seekor serigala buas yang suka memakan
                                                                    memberinya tempat tinggal dan makanan. Pokoknya tidak
ternak milik penduduk. Mereka benar-benar dibuat susah
                                                                    akan ada orang yang menaruh kasihan paddanya.” 
oleh ulah serigala tersebut. Karena tidak berani melawan,
mereka akhirnya memasang perangkap untuk menangkap
                                                                             DUA HAKIM DI NERAKA DAN PEDAGANG
dan membunuhnya.
      Nasrudin menghampiri mereka.                                        Hakim, pedagang dan Nasrudin menjadi teman
      “Ada     apa   ini?”    Tanya     Nasrudin    dengan   gaya   seperjalanan. Hakim berkata kepada Nasrudin,”Barangsiapa
meyakinkan.                                                         banyak berbuat gaduh, niscaya banyak berbuat salah.
                                                                    Apakah    anda   pernah   salah   pada   saat   memberikan
ceramah?” Tanpa pikir panjang, Nasrudin menjawab,”Ya,          pemiliknya, namun si pemilik kitab mendesak Nasrudin untuk
pernah aku mengeluarkan kata-kata,’seorang hakim dalam         membaacakan. Karena dipaksa terus, akhirnya Nasruddin
neraka, sebagai ganti’dua orang hakim dalam neraka’. Pada      berkata,”Pikiranku lagi kusut. Aku telah bertengkar dengan
lain waktu aku keliru mengucapkan,’para pedagang’ sebagai      istriku. Apalagi kitab ini berbahasa Persia. Andaikata
ganti’para orang durhaka’ berada dalam neraka jahim’. Maka     berbahasa Turki, aku tetap tidak mampu membacanya.”
kedua orang itu merasa malu karenanya.                              Mendengar ucapan Nasrudin, laki-laki itu marah dan
                                                               berkata,”Syeikh, bila anda tidak mampu memahami bahasa
                   SALING BERSYAIR                             Persia     maupun    membaca,      mengapa      anda    berani
                                                               mengenakan topi dan berjubah sebagaimana seorang
      Nasrudin bertamu kepada salah seorang sahabatnya.
                                                               syeikh?” Gantian Nasrudin yang marah dan melemparkan
Setelah mereka makan dan minum air dingin, tibalah
                                                               topi serta jubahnya ke tanah seraya berkata,”Jika tulisan dan
waktunya istirahat. Lantas tuan rumah melantunkan syair ;
                                                               bacaan terletak pada topi dan jubah, pakailah keduanya dan
      Biasanya di daerah kita
                                                               bacakan untukku dua baris isi dari kitab ini, biar aku tahu!” 
      Adalah makan anggur jika akan tidur
      Tanpa pikir panjang Nasrudin membalas ;
      Tidak ada kebiasaan seperti itu disini selamanya
      Kami menyembunyikannya untuk selamanya. 

                                                                                   AKHIRAT TIMUR LENK
                  BACAKAN UNTUKKU
                                                                        Orang yang membicarakan hari kiamat di suatu
      Di Kota Azerbaijan ada seorang laki-laki yang
                                                               majelis. Hati mereka ciut dan takut memikirkan bagaimana
mempunyai sebuah kitab berbahasa Persia. Di tengah jalan
                                                               nasib mereka nantinya.     Nasrudin duduk disebelah Timur
ia bertemu dengan Nasrudin dan berkata,”Bacakan kitab ini
                                                               Lenk, yang sedih memikirkan nasibnya diakhirat kelak.
untukku   dan    terangkan      pula   maknanya!”   Nasrudin
                                                               Timur Lenk bertanya kepada Nasrudin, “Syeikh, bagaimana
menerimanya, tapi ketika melihat bahwa kitab tersebut
                                                               kira-kira nasib saya diakhirat ? Apakah disurga atau didasar
berbahasa Persia, ia berkata,”Suruh orang lain saja untuk
                                                               neraka ?”
membacanya.” Nasrudin ingin mengembalikannya kepada
      Nasrudin menjawab, “Anda pasti yakin bahwa diri                             MIMPI TIMUR LENK
anda akan berkumpul dengan raja lainnya di tengah neraka.
                                                                      Raja Timur Lenk bermimpi melihat seorang lelaki
Anda sendiri, Jenghis Khan, Hulagu, Fir’aun dan Namrud
                                                              menakut-nakutinya. Oleh Timur Lenk dia dibunuh.
dengan penuh keagungan dan kebesaran.”                               Mendengar   kabar   tentang     mimpi     itu,   Nasrudin
                                                              bergegas mengemasi barang-barangnya, lalu melarikan diri
                                                              kedesa lain.
                GELAR NA’UDZUBILLAH                                   Mengapa anda tinggalkan Timur Lenk ? bukankah dia
      Raja   Timur    Lenk       pernah   bertanya   kepada   sayang dan tidak pernah marah pada anda wahai Syeikh ? ”
Nasrudin,”Nasrudin, banyak Khalifah dari Bani Abbas           Tanya     seorang   penduduk    desa    “ketika    terjaga,   aku
mempunyai gelar, seperti al-Mufawaq Billah, al-Mutawakkil     memikirkan setiap masalah sebagaimana mestinya, dan
Alallah, al-Mu’tashim Billah dan lainnya. Andaikata aku       sedapat mungkin aku bersikap hati-hati.           Dan sekarang
termasuk mereka, apa gelar yang tepat untukku?” Tanpa         adalah bahaya besar jika mimpinya tidak cocok dengan
pikir panjang Nasrudin menjawab,”Raja besar, anda tepat       penafsiranku itu berakibat fatal.      Karenanya biarkan aku
dengan gelar Na’udzubillah!”                                 menafsirkan mimpinya disini, “Jawab Nasrudin. 


                NABINYA JENGHIS KHAN                                              MEMBAWA LAKNAT

      Kepada seorang pengikut Timur Lenk, suatu hari                  Dengan beberapa orang laki-laki, Nasrudin pergi ke
Nasrudin bertanya,”Apa mazhab anda?” Dengan merendah          sebuah desa yang mempunyai banyak kebun dan berbagai
laki-laki itu menjawab,”Yang mulia raja Timur Lenk.”          tanam-tanaman. Di sana banyak terdapat buah, bunga dan
Sebagian orang yang hadir di tempat itu berkata,”Tanyakan     pepohonan. Apalagi saat itu musim semi sehingga dapat
kepadanya siapa nabinya?” Namun Nasrudin berkata,”Untuk       dibayangkan betapa indahnya. Mereka berjalan dengan
apa kutanyakan hal itu kepadanya?” Jika Imam yang diyakini    penuh riang gembira dan bersuka cita.
adalah Timur Lenk si pincang, maka yang menjadi nabi pasti            Ketika tiba waktunya untuk pulang, mereka merasa
Jenghis Khan, pengalir darah.”                               berat    untuk   meninggalkan    sebuah      taman.       Mereka
                                                              berkeinginan untuk tetap tinggal disana, beberapa hari lagi.
                                                              Sebagian dari anggota rombongan berkata,”Aku akan
membawa sayur-mayur.” Yang lain berkata,”Aku akan                  kubur ku karena wudhuku batal. Namun sebentar lagi aku
membawa     buah-buahan     yang   banyak.”    Yang      lainnya   akan kembali lagi karena aku tidak dapat berhubungan
berkata,”Aku akan membawa jeruk, mentimun dan lainnya,”            dengan mahluk. 
Lalu    mereka    memandang        kearah     Nasrudin      dan
bertanya,”Apa yang akan kau bawa nanti?” Nasrudin                                     TIDAK DITANYAKAN
menjawab,”Aku akan membawa laknat Allah, malaikat dan
                                                                           Disebuah mesjid, Nasrudin menyampaikan petuah.
para Rasul, jamuan ini berlangsung tiga bulan dan bila aku
                                                                   Nasrudin menyebutkan tentang Nabi Isa a.s, dan bahwa
meninggalkannya satu detik pun dari tempat ini.” 
                                                                   beliau dinaikkan kelangit keempat. Saat keluar dari mesjid,
                                                                   seorang nenek mendekatinya dan berkata, “Syeikh, dalam
                                                                   hati saya bertanya-tanya. Bila Nabi Isa a.s dinaikan kelangit
                                                                   keempat, apa makanan dan minuman beliau ?”
                    AKU AHLI KUBUR
                                                                           Dengan tegas Nasrudin menjawab, “Nek, saya telah
       Untuk menghilangkan kutu yang ada ditubuhnya,               sebulan didesa ini .    Mengapa anda tanyakan Nabi yang
Nasrudin melepaskan pakaian yang dikenakannya didekat              agung dilangit keempat yang tenggelam dalam kenikmatan
kuburan.   Tiba-tiba angin bertiup dengan kencang dan              nurani, sedangkan makanan dan minumanku tidak anda
menyambar pakaiannya. Angin menerbangkan pakaiannya                tanyakan ?” 
dan Nasrudin pun mengejar dalam keadaan telanjang.
Terkadang melompat dan terkadang jatuh ditanah.                                           TENTU IA HADIR
       Tiba-tiba ada sekawanan penunggang kuda keluar
                                                                           Tetangga-tetangga Nasrudin suatu hari berkata
dari tengah hutan. Mereka ketakutan melihat orang aneh
                                                                   kepadanya, “istri anda suka berkeliling.” Namun Nasrudin
yang melompat-lompat dimakam, dari satu nisan kenisan
                                                                   hanya menimpali, “Andaikata itu benar, tentu ia hadir dan
yang lain. Kuda mereka juga terperanjat. Oleh karena itu,
                                                                   ada disini.” 
mereka berniat membalasnya.        Mereka berjalan menuju
Nasrudin dan bertanya, “Apa yang kau lakukan disini ?”
                                                                                          ITU KAN MUDAH
Nasrudin menjawab, “Aku ini termasuk ahli kubur anak-
anakku. Aku tinggalkan dunia untuk kalian. Aku keluar dari
         Salah seorang prajurit Tmur Lenk didatangkan untuk         Ketika     sedang   berjalan-jalan,     Nasrudin    bertemu
memukul Nasrudin sebanyak delapan puluh kali.        Namun    dengan seorang beragama majusi, ia bertanya kepada
Nasrudin tersenyum sehingga Timur Lenk marah dan              Nasrudin dengan nada angkuh, “Syeikh, kalau benar Allah
memerintahkan pukulan lima ratus kali. Untuk kedua kalinya    itu ada, coba tampakkan dihadapanku ?” Nasrudin berpikir
Nasrudin hanya tertawa, bahkan kali ini sampai terbahak       sejenak, kemudian ia mengambil sebuah batu langsung ia
bahak.    Timur Lenk naik pitam hingga wajahnya merah         lemparkan ke arah simajusi hingga mengenai kepalanya.
padam dan ia memerintahkan agar pukulan dirambah tiga               “Syeikh, apa yang kamu lakukan ?” bentak simajusi
ratus kali.                                                   dengan sangat marah.
         Sekalipun nyali Nasrudin kecil, namun ia tetap             “Itu jawabanku dari pertanyaanmu, “ kata Nasrudin.
tertawa terpingkal-pingkal. Hal ini menyebabkan Timur Lenk          “Maksudmu, “Tanya simajusi menahan sakit.
bangkit dari tempat duduknya dan berkata, “Hai pengkhianat          “Coba      tampakkan    rasa    sakit     dikepalamu    itu
hukum, kamu meremehkan hukum yang aku tegakkan !              dihadapanku, “ kata Nasrudin.
Surbanmu hanya seperti itu dan kamu berada didepan                  “Mana bisa ? rasa sakit ini hanya bisa dirasakan.”
penguasa kejam, yang bumi pun takut padanya.”                       “Begitu juga Allah, Dia tidak bisa dicapai oleh
         Dengan    tenang     Nasrudin    berkata,   “Anda          penglihatan mata tapi bisa dirasakan, “kata Nasrudin
mengucapkan hal yang benar, dan saya tahu bahwa                     memberi jawaban.
masalah ini maha penting.    Saya juga tahu, bahwa anda             Simajusi     terdiam,     kemudian        berlalu    sambil
pengalir darah yang tiada tertandingi.   Hanya saja saya      mendongkol. 
bingung dan berfikir, Anda tidak tahu hitungan atau tidak
seperti orang pada umumnya ? Berapa bandingan antara 80
dan 800 ? kalau sekedar mengeluarkan perintah, itu kan
mudah ? Akan tetapi pelaksanaannya yang sulit. Siapa yang                    ANDAIKATA TIDAK ADA TAKDIR
mampu memukul delapan ratus kali ?” 
                                                                    Seseorang suatu hari bertanya kepada Nasrudin
                                                              tentang takdir Allah SWT, Nasrudin menjawab,”Andaikata
              NASRUDIN DAN ORANG MAJUSI
                                                              tidak ada takdir, niscaya semua yang kuinginkan terjadi.” 
                                                                        Suatu hari empat orang murid Nasrudin mendapat
                                                                  haiah sekantung permen. Mereka mendatangi Nasrudin dan
    YANG TAHU MEMBERI TAHU YANG TIDAK TAHU                        meminta untuk membagikan permen itu secara adil.
                                                                        “Baiklah,”Kata Nasrudin,”Tetapi mana yang kalian
         Suatu hari, Syeikh Nasrudin duduk di mimbar untuk
                                                                  pilih, pembagian dengan cara manusia atau pembagian
memberikan mauidhah hasanah disalah satu masjid jami’
                                                                  dengan cara Allah?”
dikota Aq Syahr, “Hai orang-orang Islam, apakah kalian tahu
                                                                        “Dengan cara Allah, tentu saja.”Jawab murid-muridnya
apa yang akan aku katakan kepada kalian ?”
                                                                  spontan.
          Mereka yang hadir menjawab, “Tidak, kami tidak
                                                                        Nasrudin membuka kantung permen itu dan
tahu!”
                                                                  memberikan dua genggam permen pada seorang muridnya,
         Nasrudin berkata, “Jika kalian tidak tahu, untuk apa
                                                                  satu grnggam permen pada yang lain, hanya dua butir pada
aku bicara ?” lalu dia turun dari mimbar. Pada hari lain, ia
                                                                  murid yang lain dan murid yang keempat tak mendapatkan
duduk      diatas    mimbar    dan    bertanya      sebagaimana
                                                                  satu pun.
sebelumnya. Mereka yang hadir menjawab,”Ya, kami tahu.”
                                                                        “Pembagian macam apa ini?” murid-muridnya
         Maka Nasrudin berkata,” Kalian selalu tahu apa yang
                                                                  bertanya heran.
akan kukatakan. Lalu apa gunanya aku bicara?”
                                                                        “Begitulah cara Allah membagi,”Jawab Nasrudin,”Dia
         Mereka     semua   pada   bingung,   apa    sebenarnya
                                                                  memberikan seseorang dengan berlimpah, yang lainnya
jawaban atas pertanyaan itu. Sebagian menjawab,”Tidak!”
                                                                  sedikit dan ada yang tak mendapat apa-apa pun. Jika tadi
Namun yang lain menjawab,”Ya!”
                                                                  kalian memintaku membagi dengan cara manusia, tentu aku
         Pada kali ketiga Nasrudin datang kepada mereka, ia
                                                                  akan membagikannya dengan jumlah yang sama pada
juga melontarkan pertanyaan sebagaimana dahulu. Maka
Nasrudin berkata,”Bagus, sangat bagus! Yang tahu memberi          setiap orang.” 

yang tidak tahu.” 


            BEGITULAH CARA ALLAH MEMBAGI
                                                                 “Oh, rupanya kamu tahu. . . . . akulah yang memberi
                 SIKAP YANG MANUSIAWI                      pinjaman,”jawab Nasrudin sambil berlalu. 

      “Saudaraku,” kata Nasrudin kepada seorang
tetangga,”Aku sedang mengumpulkan uang untuk
membayar utang seorang laki-laki yang amat miskin, yang                            TERPANCING

tidak mampu memenuhi tanggung jawabnya.”                         Seorang teolog sakit. Ia mendengar bahwa Nasrudin
      “Sikap yang amat terpuji,”komentar tetangga itu,     itu seorang mistikus. Dan dalam keadaannya yang setengah
kemudian memberinya sekeping uang,”Siapakah orang itu?”    sadar, ia merasa ada sesuatu didalam dirinya. Akhirnya ia
      “Aku,” kata Nasrudin sambil bergegas pergi.          dikirim kepada Nasrudin.
      Beberapa minggu kemudian Nasrudin muncul lagi              “Buatkan do’a yang bisa membuatku memasuki dunia
didepan pintu tetangganya itu.”Kupikir, kau mau            lain, Mullah,” katanya,”Bukankah engkau terkenal pandai
membicarakan soal hutang,”kata sang tetangga yang          dalam berhubungan dengan dimensi lain.”
sekarang tampak sinis.                                           “Dengan senang hati,”kata Nasrudin,”Tuhan tolonglah
      “Betul demikian,” Jawab Nasrudin.                    aku. setan, tolonglah aku!”
      “Ada seseorang yang tidak bisa membayar utangnya           Lupa dengan rasa sakitnya, orang suci ini bangkit
dan engkau mengumpulkan sumbangan untuknya,”Tanya si       karena rasa tersinggung yang luar biasa,”Mullah, engkau
tetangga.                                                  passti sudah gila!”
      “Ya, memang demikian adanya,” jawab Nasrudin.              “Tidak sepenuhnya, sahabatku. Seseorang yang
      “Lalu engkau sendiri yang meminjam uang itu?”        berada dalam kondisi seperti engkau ini, tidak akan mampu
      “Tidak untuk saat ini.”                              menangkap kesempatan. Jika ia melihat dua alternatif, ia
      “Aku senang mendengarnya,” kata sang tetangga,”Ini   mencoba membuktikan yang mana yang benar!” 
ambillah sumbangan ini.”
      “Terima kasih. . . . . .,”kata Nasrudin.                                   SIAPA YANG BENAR
      “Satu hal, Nasrudin. Apa yang membuatmu begitu
                                                                 “Menurut pandangan umum, para sufi itu gila,” gumam
bersikap manusiawi terhadap masalah yang khusus ini?”
                                                           Nasrudin,”Menurut pandangan para orang bijak, mereka
benar-benar penguasa dunia. Aku akan mengeceknya,               khasnya sedang menaiki peti mati. Setelah menengok ke
supaya aku sendiri bisa yakin mana yang benar.”                 kanan dan ke kiri, beliau menghampiriku dan berkata,’ Lekas
         Kemudian ia melihat seseorang yang tinggi besar,       pergi ke masjid jami’. Katakan kepada para jama’ah untuk
mengenakan jubah seperti seorang sufi Akldan.                   segera menghadapku. Siapa yang tidak datang, ia akan
         “Sahabat,”kata Nasrudin,”Aku ingin membuat sebuah      menyusahkan dirinya sendiri.’’
percobaan untuk menguji kekuatan jiwamu dan juga                      Begitu selesai shalat jum’at, mereka berbondong-
kesehatan rohaniku.”                                            bondong menuju makam memenuhi undangan almarhum
         “Boleh, silakan mulai,” kata sang Akldan.              Nasrudin yang mereka kagumi. Sampai di makam, tentu
         Nasrudin membuat gerakan menyapu dengan                saja, mereka tidak melihat Nasrudin.
tangannya,”Sekarang, apa yang ada ditanganku?”                        “Mullah, tak apalah jika anda tak berkenan bertemu
         “Seekor kuda, kereta dan sais,”jawab sang Akldan       dengan kami, tetapi cita-cita anda akan kami pelihara terus,”
cepat.                                                          kata mereka di atas makam Nasrudin.
         “Itu sih bukan test,”ujar Nasrudin marah,”Habis kamu         Setelah membaca surah Al Fatihah yang di hadiahkan
sih tadi melihat aku mengambilnya.”                            khusus kepada Nasrudin, mereka pun kembali ke masjid.
                                                                Mereka terperangah menyaksikan kubah masjid ambruk.
     KERAMAT NASRUDIN SETELAH MENINGGAL                         Dan peristiwa aneh inilah yang menambah keyakinan
                                                                mereka akan kekeramatan Nasrudin. 
         Satu kurun abad setelah Nasrudin meninggal, ribuan
orang berkumpul di sebuah masjid jami’ untuk menunaikan
shalat jum’at. Tiba-tiba seorang penjaga makam muncul dari
pintu utama dengan mengenakan pakaian yang persis sama
busana yang biasa Nasrudin pakai.
         Dengan suara lantang, ia berkata,”Saudara-saudara!
Aku akan ceritakan sebuah cerita aneh kepada kalian
semua. Beberapa waktu lalu, ,setelah berwudhu untuk ikut
shalat jum’at disini, aku mengunci pintu makam. Namun tiba-
tiba aku melihat almarhum Nasrudin dengan pakaian
                          Penghimpun kisah          : Arie Safari al-Asin
                          Penyunting & Editor       : Tanpa Nama

                          Cetakan I, Muharram 1426/Pebruari 2005


                          Diterbitkan oleh Kedai Sufi, Banjarbaru, Kal-Sel


                          Desain sampul             : Muhammad Abror al-Banjari
                                                      PEGASUS WORKGROUP


Anekdot sufi
    Dan
  hikmah
   arie safari al-asin




     Kedai sufi
Anekdot sufi dan hikmah                           MUKADDIMAH
       Bismillaahirrahmaanirrahiim
       Alhamdulillaahi Robbil ‘Aalamin. Segala puji bagi Allah
Tuhan Semesta Alam. Pencipta langit dan bumi serta yang
mengatur urusan makhluk semuanya dan yang mengutus para
Rasul Shalawaatullaahi wa salaamuhu ‘alaihim ajmain.                 ISI BUKU
       Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi
Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya serta pengikut            TAK ADA JALAN UNTUK MAKSIAT – 1
beliau yang memegang Sunnahnya hingga akhir zaman.                   PANTANG BERKOLUSI DENGAN PENGUASA – 3
       Buku ini bukan untuk menasehati tapi untuk orang-orang        MEMBUNUH DENGAN PEDANG MALAM – 4
yang menginginkan nasehat terlebih untuk penulis sendiri.            MEMINTA ATAU TIDAK – 6
Alangkah baiknya jika buku ini bisa menghibur hati dan meresap       AKU TAK BUTUH KEBUTUHAN – 6
kedalamnya sebagai hikmah untuk perjalanan hidup kita.               ILMU YANG BENAR – 7
       Kini, retorika, logika dan kiasan-kiasan menjadi penting      LAPAR UNTUK MENANGIS – 8
untuk penyampaian makna. Kritik yang tajam, manakala dikemas         ZUHUDNYA AL FARUQ, UMAR BIN KHATTAB – 8
                                                                     DUDUK DI TENGAH MAYIT – 9
dengan gaya yang khas, humor yang khas, dan tidak menggiring         OASE – 10
objek-objeknya pada “sasaran tembak”.                                PENGADUAN UMAR. RA – 11
       Inilah, barangkali, yang diperlukan seorang komunikator,      SIAPA BUTA DI DUNIA BUTA PULA DI AKHIRAT - 11
apakah ia seorang da’i, politisi, kritikus atau pelawak sekalipun,   BELAJAR DARI ANJING DAN SERIGALA – 12
agar misinya tercapai secara damai. Dan setiap orang, ketika         30 KALI PULANG BALIK – 14
membaca buku ini diharapkan akan tampil sebagai diri sendiri.        ANTARA BAITUL MAL DAN WANITA – 15
                                                                     NASIHAT BUAT SULTAN – 16
                                   Banjarbaru, Muharram 1426 H       PENGHUNI SURGA TERAKHIR – 17
                                               Pebruari 2005 H       IMAM AL BAQIR DAN SEORANG NASRANI – 18
                                                                     ORANG KUFAH DAN PEJALAN KAKI – 19
                                                                     IBNU SINA DAN IBNU MASKAWAIH – 20
                                                                     DI HADAPAN HAKIM – 21
                                         Arie Safari al-Asin         MENGEJEK – 22
                                                                     DIPLOMASI KHALIFAH ALI – 23
                                                                     IMAM ZAHID DAN REZEKI ALLAH – 24
                                                                     AHNAF MEMILIH DIAM – 25
                                                                     KENDARAAN        IBRAHIM    BIN    ADHAM      MENUJU
                                                                     BAITULLAH – 26
                                                                     RAHASIA PANJANG UMUR – 27
                                                                     JIKA SANG GURU MARAH – 28
                                                                     CENDEKIAWAN YANG TOLOL – 29
                                                                     MENIMBUN KEKAYAAN – 29
                                                                     SEMBILAN PERJALANAN WALI (AULIA ALLAH) – 30
                                                                     WAHAN – 31
                                                                     MUFLIS – 31
                                                                     KEUTAMAAN ILMU – 32
                                                                     SUFI – 33
SURGA RINDU – 34                              PINANGAN – 74
SENGATAN DELIMA – 34                          SHALAT AWWABIIN DAN DHUHA – 75
PUASA SUNAT BULAN ZULHIJJAH – 35              DO’A ABU NAWAS – 76
RUSAKNYA SUNNAH – 36                          SUKA DENGAN FITNAH – 76
ZUHUD – 37                                    TEMPAT TERINDAH ADALAH KUBURAN – 78
KAUM DARWIS DI NERAKA – 37                    RAHMAT ALLAH – 82
KUDA MUHAMMAD BIN ISA – 37                    UMAR ra DAN WANITA-WANITA QURAISY – 82
KEHIDUPAN – 38                                70 KALI DIA MEMOHON – 83
TUJUH GOLONGAN DALAM NAUNGAN ALLAH – 39       KUNCI ZUHUD – 85
DUNIA – 40
FADHILAH SHALAT DHUHA – 40                    SEPENGGAL KISAH NASRUDIN
DIALOG TENTANG LISAN – 41
PROTES SALMAN AL FARISYI – 42
                                              MULLA NASRUDIN – 87
MENGAPA MANISKU HILANG? – 43
                                              ANDA LUPA – 88
EMPAT JALAN UNTUK MENGALAHKAN SYAITHAN – 44
                                              HAL YANG MEMBINGUNGKAN – 89
KIAT MENGUSIR SYAITAN – 45
                                              SAYA ‘KAN TIDAK SEBODOH ITU – 90
SANTAPAN ROHANI – 47
                                              NASRUDIN DAN KELUHAN – 91
ORANG SYAHID – 48
                                              NASRUDIN DAN MURID FILSAFAT – 91
KEJUJURAN GADIS PEMERAH SUSU – 48
                                              KONSISTEN – 91
SUAP TERAKHIR – 50
                                              SEPERTI ENGKAU – 92
SUJUD SAJADAH – 50
                                              SOK SIBUK – 92
BAB NIKAH – 51
                                              EKOR TELINGA – 93
AMALAN DI CINTAI – 53
                                              ANDAIKAN UNTA BERSAYAP – 94
FADHILAH YAASIN – 53
                                              DALAM MAKAM TUA – 94
TAPAK TANGAN SA’AD YANG MULIA – 55
                                              KAPAN KIAMAT TERJADI – 95
KESALAHAN AWAL KEJUJURAN – 56
                                              TAK TAHU SEMUA – 95
MENAHAN KEINGINAN DEMI KEINGINAN – 57
                                              SAMPAI DIMANA SUARAKU – 96
PENJARA BUKAN TEMPATNYA – 58
                                              BILA GUNUNG TIDAK BERJALAN – 96
KELUHAN SUARA GAIB – 59
                                              TANGGA APA? – 96
TANGISI DIRIMU – 60
                                              LEPAS DARI PENJELASAN PANJANG – 97
FADHILAH SURAH AL MULUK – 61
                                              JANGAN TANYA AKU – 97
FADHILAH SHALAT JUM’AT – 61
                                              ALAM DI KELEDAI NASRUDIN – 98
MENGGAPAI KENIKMATAN ABADI – 62
                                              NASRUDIN DAN ORANG KAYA – 99
ZIARAH KUBUR – 63
                                              HATI TERBAKAR – 100
KUBUR – 63
                                              HARUS TETAP KELIHATAN – 100
TETAP MERENDAH -64
                                              HALWA – 101
SANG RAJA TINGGALKAN ISTANA – 65
                                              AKU TIDAK IKUT MENAIKINYA – 101
TAK PERNAH SILAU OLEH GEMERLAP DUNIA – 67
                                              KENTUT – 102
HAKIKAT KEMISKINAN – 68
                                              BARANGKALI IZRAIL AKAN MEMBAWAMU – 102
PUNDI-PUNDI YANG MENURUNKAN MANZILAH – 69
                                              NIKMATNYA – 103
MENAFKAHI AKU DAN MEREKA – 70
                                              KEBIASAAN SERBA BERLAWANAN – 104
PERGINYA WANITA SUCI – 71
                                              SYUKUR I – 104
SEBAB DO’A TERTOLAK – 72
                                              SYUKUR II- 105
CINTA KEPADA ALLAH DAN LEZATNYA IMAN – 73
TAMU ALLAH – 106
TANYAKAN SAJA LEWAT AKU – 107
MERAIH CAHAYA REMBULAN – 108
MERANTAU – 109
DUA HAKIM DI NERAKA DAN PEDAGANG – 110
SALING BERSYAIR – 111
BACAKAN UNTUKKU – 111
AKHIRAT TIMUR LENK – 112
GELAR NA’UDZUBILLAH – 112
NABINYA JENGHIS KHAN – 113
MIMPI TIMUR LENK – 113
MEMBAWA LAKNAT – 114
AKU AHLI KUBUR – 115
TIDAK DITANYAKAN – 115
TENTU IA HADIR – 116
ITUKAN MUDAH – 116
NASRUDIN DAN ORANG MAJUSI – 117
ANDAIKATA TIDAK ADA TAKDIR – 118
YANG TAHU MEMBERI TAHU YANG TIDAK TAHU – 119
SIKAP YANG MANUSIAWI – 120
TERPANCING – 121
SIAPA YANG BENAR- 122
KERAMAT NASRUDIN SETELAH MENINGGAL DUNIA - 122

								
To top