Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Abdullah bin Abbas

VIEWS: 4 PAGES: 2

									                                 Abdullah bin Abbas

        Di antara sahabat-sahabat RasuluLlah SAW, terdapat beberapa sahabat kecil yang
ketika melafadzkan syahadat mereka berusia sangat muda, atau ketika mereka
dilahirkan, ayah bunda mereka telah muslim. Perhatian RasuluLlah SAW kepada para
sahabat cilik ini, tidak berbeda dengan sahabat-sahabat yang lainnya. Bahkan beliau
sangat memperhatikan mereka dan meluangkan waktu untuk bermain, bicara dan
menasehati mereka.
        AbduLlah bin Abbas (Ibnu Abbas) adalah salah satu kelompok sahabat junior ini.
Beliau dilahirkan tiga tahun sebelum hijrah. Semenjak kecilnya, beliau sudah
menunjukkan kecerdasan dan kesungguhannya terhadap suatu masalah. RasuluLlah
mengetahui potensi besar yang ada pada anak muda ini, seperti halnya beliau melihat
potensi yang sama pada Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah dan sahabat-sahabat cilik
lainnya.
        RasuluLlah SAW sering terlihat berdua bersama si kecil AbduL lah bin Abbas.
Suatu ketika, misalnya, RasuluLlah SAW mengajak Ibnu Abbas RA berjalan-jalan seraya
menyampaikan tarbiyahnya kepada pemuda cilik ini:
        "Ya ghulam, maukah engkau mendengarkan beberapa kalimat yang sangat
berguna?
        Jagalah ALlah SWT (ajaran-ajaranNya), maka engkau akan menda patkanNya
selalu menjagamu. Jagalah ALlah SWT (larangan-laranganNya), maka engkau akan
mendapatkanNya selalu dekat di hadapanmu. Kenalilah ALlah dalam sukamu, maka
ALlah akan mengenalimu dalam dukamu. Bila engkau meminta, mintalah kepada ALlah.
Jika engkau memerlukan pertolongan, mohonkanlah kepada ALlah. Semua hal (yang
terjadi denganmu) telah selesai ditulis. Ketahuilah, seandainya semua makhluk
bersepakat untuk membantumu dengan apa yang tidak ditaqdirkan ALlah untukmu,
mereka tidak akan mampu membantumu. Atau bila mereka berkonspirasi untuk
menghalangi engkau mendapatkan apa yang ditaqdirkan untukmu, mereka juga tidak
akan dapat melakukannya. Semua aktifitasmu kerjakan lah dengan keyakinan dan
keikhlasan. Ketahuilah, bahwa bersabar dalam musibah itu akan memberikan hasil
positif; dan bahwa kemenangan itu dicapai dengan kesabaran; dan bahwa kesuksesan
itu sering dilalui lewat tribulasi; dan bahwa kemudahan itu tiba setelah kesulitan. [HR
Ahmad, Hakim, Tirmidzi]
        Demikianlah rangkaian prinsip aqidah, ilmu dan 'amal yang manakah hasil
tarbiyah RasuluLlah itu? AbduLlah bin Abbas tumbuh menjadi seorang muslim yang
penuh inisiatif, haus ilmu, dekat dengan ALlah dan Rasul-Nya.
        Suatu ketika, Ibnu Abbas ingin mengetahui secara langsung bagaimana cara
RasuluLlah shalat. Untuk itu, ia sengaja menginap di rumah bibinya: ummahatul
mu'minin, Maimunah bint al-Harist. Ketika itu ia melihat RasuluLlah bangun tengah
malam dan pergi berwudhu. Dengan sigap Ibnu Abbas membawakan air untuk
berwudhu, dengan demikian ia dapat melihat sendiri bagaimana RasuluLlah berwudhu.
RasuluLlah - sang murobbi agung itu - tidak menyepele kan hal ini, beliau mengelus
dengan lembut kepala Ibnu Abbas, seraya mendo'akan: "Ya ALlah, faqih-kanlah ia dalam
perkara agama-Mu, dan ajarilah ia tafsir Kitab-Mu."
        Kemudian RasuluLlah berdiri untuk sholat lail yang dimakmumi oleh isteri beliau,
Maimunah. Ibnu Abbas tak tinggal diam, dia segera berdiri di belakang RasuluLlah SAW;
tetapi RasuluLlah kemudian menariknya agar ia berdiri sedikit berjajar dengannya. Ibnu
Abbas berdiri sejajar dengan RasuluLlah, tetapi kemudian ia mundur lagi ke shaf
belakang. Seusai sholat, RasuluLlah memper tanyakan sikap Ibnu Abbas ini, dan dijawab
oleh Ibnu Abbas bahwa rasanya tak pantas dirinya berdiri sejajar dengan seorang Utusan
ALlah SWT. RasuluLlah ternyata tidak memarahinya, bahkan beliau mengulangi do'anya
ketika berwudhu tadi.
        Ketika Ibnu Abbas berusia 13 tahun, RasuluLlah wafat. Beliau sangat merasa
kehilangan. Tapi hal ini tidak menjadikannya bersedih atau lemah. Dengan segera ia
mengajak teman sebayanya untuk bertanya dan belajar pada sahabat-sahabat senior
mengenai apa saja yang berkenaan dengan RasuluLlah dan ajaran al-Islam. Logika Ibnu
Abbas, saat itu mengatakan bahwa para sahabat masih berada di Madinah, inilah
kesempatan terbaik untuk menimba ilmu dan informasi dari mereka, sebelum mereka
berpencaran ke kota-kota lain atau sebelum mereka wafat. Namun sayang, ajakan ini
tidak ditanggapi oleh rekan-rekan sebayanya, karena mereka rata-rata beranggapan
bahwa para sahabat senior tidak akan memperhatikan pertanyaan anak-anak kecil
macam mereka.
       Ibnu Abbas tak patah arang. Beliau sendiri mendatangi para sahabat yang
diperkirakan mengetahui apa saja yang ingin ia tanyakan. Dengan sabar, beliau
menunggu para sahabat pulang dari kerja keseharian atau da'wahnya. Bahkan kalau
sahabat tadi kebetulan sedang beristirahat, Ibnu Abbas dengan sabar menanti di depan
pintu rumahnya, hingga tertidur, tergolek beralaskan pakaiannya. Tentu saja para
sahabat terkejut menemui Ibnu Abbas tertidur di muka rumahnya, "Oh keponakan
RasuluLlah, ada apa gerangan? Kenapa tidak kami saja yang datang menemuimu, bila
engkau ada keperluan?" "Tidak,"kata Ibnu Abbas, "sayalah yang harus datang menemui
anda."
       Demikianlah masa kecil Ibnu Abbas. Bagaimana dengan masa dewasanya? Beliau
katakan sebagai seorang muda yang berwawasan dewasa, yang lisannya selalu bertanya
dan qalbunya selalu mencerna. Umar bin Khattab selalu mengundang Ibnu Abbas dalam
majelis syuro'nya dengan beberapa sahabat senior, dan beliau selalu berkata kepada
Ibnu Abbas agar ia tidak perlu sungkan menyampaikan pendapat. Inilah bentuk tarbiyah
lain yang diperoleh oleh Ibnu Abbas, dengan selalu berada dalam kalangan sahabat
senior.
       Dalam masa kekhalifahan Utsman bin Affan RA, beliau berga bung dengan
pasukan muslimin yang berekspedisi ke Afrika Utara, di bawah pimpinan AbduLlah bin
Abi-Sarh. Beliau terlibat dalam pertempuran dan juga dalam da'wah di sana. Di masa
pemerintahan Ali bin Abi Thalib RA, Ibnu Abbas mengajukan permohonan untuk
menemui dan berda'wah kepada kaum Khawarij. Melalui dialog dan diskusinya yang
intens, sekitar 12.000 dari 16.000 khawarij bertaubat dan kembali kepada ajaran Islam
yang benar.
       AbduLlah bin Abbas, yang muda yang ulama, wafat dalam usia 71 tahun pada
tahun 68H. Sahabat Abu Hurairah RA, berkata "Hari ini telah wafat Ulama Ummat.
Semoga ALlah SWT berkenan memberikan pengganti AbduLlah bin Abbas."

Wassalamu'alaikum

								
To top